Just for fun #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia Minggu ini saya nukil prediksi Oscar tahun 2011, sisa pesta Oscar seminggu lalu. Terlihat saat lajang dan menikah itu beda, termasuk kualitas tulisan dan analisa.

Total ada 10 halaman dengan front 11 Calibri spasi single untuk catatan ini, namun karena kepanjangan saya hanya mem-publish separonya. Lagipula untuk kategori-kategori biasa kurang seru untuk dibahas. Semoga ketika teman-teman membacanya senikmat saya menulisnya.

Sebenarnya saya pengen buat tulisan prediksi Oscar sejak beberapa hari lalu, tapi keinginan untuk menonton semua nominasi best picture dulu sebagai uji kelayakan sebelum 27 Februari rasanya mustahil terwujud. Saya baru melihat 6/9 darinya, jadi saya tak mau menduga-duga ketiga film ini: True Grit, Black Swan dan Winter’s Bone. Kemungkinan saya baru melihatnya kala pemenang sudah diungkap.

Sebelum membuka kran yang baik, kita mampir sejenak ke razzies award.

Saya ingin menumpahkan kekesalan pada film The Last Airbender (TLA). Sebelum menontonnya saya sudah diwanti-wanti oleh banyaknya review buruk, baik dari internet, majalah atau berbincang dengan teman. Tapi sebagai film yang paling kunanti no 3 tahun 2010 saya tetep harus nonton, untungnya bukan 3D. Nah kebetulan 21 Cikarang tayang ini film tepat di hari ultahku, so saya bayar karcis dobel untuk teman saya. Hasilnya, bukan hanya kado yang buruk dari M. Night Shyamalan, teman saya bahkan protes mulu kenapa kau pilih film jelek gini di momen ultahmu. God damn it! Andai ia tahu saya juga bete berat hampir sepanjang film.

Jadi Tak diragukan lagi, saya dengan mantab pilih film TLA buat menang piala yang digagas John Wilson ini. Seandainya gagal menang, ada baiknya saya me-remove semua file film Mr. Night dari kompi saya termasuk masterpiece The Sixth Sense. Mungkin.

Honorable mention

Ini adalah 3 film yang saya sukai secara kualitas tapi ga masuk Oscar best picture.

The Next Three day

Terlalu aksi bukan academy friendly, Paul Haggin terjun ke profesi sutradara menangani Russel Crowe dan Elisabeth Bank dalam drama penjara. Terlihat di sini sang sineas emang cerdas dalam menyusun plot yang menghibur, penulis naskah tentu tahu mana yang patut ditampilkan dan tidak. Dari adegan pembuka saja kita sudah ditarik secara timeline dengan bagus. Sayangnya kecerdikan Crowe dalam menangani masalah dengan sempurna malah menjadi bumerang. Kelebihannya malah menjadi kelemahan utama film ini.

The Ghost Writer

Saya sudah membaca bukunya jauh hari sebelum filmnya muncul rumor diadaptasi, dengan cover bendera England dengan judul hanya the Ghost. Saya menantinya dengan sabar untuk tayang di bioskop Cikarang, sayangnya sampai kasetnya dirilis penantian itu tak kunjung terealisasi. Akhirnya melalui Odiva, saya bisa menontonnya. Sebagus novelnya, semenarik yang kuharapkan. Ending-nya lebih revolusioner khas Roman Polanski, kertas yang berterbangan seperti menampar-nampar wajah kita akan pahitnya kenyataan.

Blue Valentine

Movie of the year, Ryan-Michelle deserves to Oscar. Hanya menyertakan Michelle Williams di oscar, rasanya tak adil. Blue Valentine menyuguhkan banyak rasa kala menontonnya. Manis, asam, asin. Tawa, sedih, senang, duka. Walau tak sekomplek rasa dalam Little Miss Sunshine, film ini sungguh memikat. Yah yang terbaik memang kadang terlewatkan. Untuk beberapa tahun ke depan, film ini akan selalu ku kenang. Seperti serangan ‘aliens’ di LMS dan komplekivitas pikiran Summer Finn.

Oke, berikut prediksi saya.

Best Actor

Nominee: Javier Bardem (Biutiful), Jeff Bridges (True Grit), Jesse Eisenberg (The Social Network), Colin Firth (The King’s Speech), James Franco (127 Hours)

All the bet goes to Colin Firth, yang membawa kehangatan dan kerapuhan pada kegagapan raja George VI di The King’s Speech. Jelas saya setuju, dengan hilangnya Ryan Gosling yang tampil sangat bagus di Blue Valentine yang bisa menampilkan segala ekspresi dari pemimpi, childish, pecundang, emosional, hopeless romantic. Jadi seandainya saya bisa mewawancarai Dean, apa film kartun favorite-nya, bisa jadi jawabnya Spongebob. Oops! Saya banget. So Si raja gagap layak dapat Oscar, akting Colin bahkan jauh lebih meyakinkan daripada Aziz gagap sekalipun.

“pppp-leeaa-ssee giii-vee meee, aaa-nnn oooss-caaaa-r” (bacanya terbata-bata dong biar menjiwai).

Best Actress

Nominee: Annette Bening (The Kids Are All Right), Nicole Kidman (Rabbit Hole), Jennifer Lawrence (Winter’s Bone), Natalie Portman (Black Swan), Michelle Williams (Blue Valentine)

This category is wide open. Jika ditanya harapan, saya vote Michelle Williams. Saya benar-benar menyukai Blue Valentine dari segala aspek. Namun karena ini prediksi dimana harapan ada di bawah analisa maka Annette Bening layak dikedepankan. Lihat aksinya kala mengusir Mark Ruffalo di depan pintu, keren bukan?

Best actor in a supporting role.

Nominee: Christian Bale (The Fighter), Jon Hawkes (Winter’s Bone), Jeremy Renner (The Town), Mark Ruffalo (The Kids Are All Right), Geoffrey Rush (The King’s Speech)

Hell yeah! Si Bruce Wayne tampil edan! Penampilannya sebagai aktor pendukung malah melebihi si aktor utama. Hey lihat, gaya berjalannya yang sebagai background scene ciuman Mark-Amy. It’s so memorable. Ok, Saya menyukai the Town, menunjuknya masuk 10 besar film favorite saya tahun 2010. Sayangnya ini film hanya menyetor 1 nominasi. Oh Jeremy, better luck next time. Before the winner this category publish I wanna say congrat for skinny Bale. Err, Early.

Best actress in a supporting role.

Nominee: Amy Adams (The Fighter), Helena Bonham Carter (The King’s Speech), Melissa Leo (The Fighter), Hailee Steinfeld (True Grit), Jacki Weaver (Animal Kingdom)

Ibu dengan anak yang banyak. Repot, sibuk, galak. Dibawakan dengan meyakinkan oleh Melissa Leo. Jadi ketika dirinya merasa dihianati oleh anaknya sendiri, Leo mengirim pasukan anaknya (yang cewek) guna menentang calon mantu. Haha, scene klasik tarung girls on girl. Lawannya di film ternyata jadi lawan di award juga, tak lain dan tak bukan adalah si calon mantu sendiri. Ya, Amy jangan durhaka.

Achievement in Cinematography

Nominee: Black Swan, Inception, The King’s Speech, The Social Network, True Grit

Untuk kategori ini sebenarnya saya ingin nunjuk Inception, namun rasanya sang pole position The King’s Speech lebih mantab. Bahkan menurutku lebih menegangkan dari dunia mimpi penuh aksi.

Art Direction

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Inception, The King’s Speech, True Grit.

Saya harap Harry Potter menang, franchise yang menjadi fenomena dekade ini minim award. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Part 2 sebagai final saya yakin akan meledak lagi, namun siapa yang mau meng-garansi akan masuk nominasi lagi tahun depan. Untuk kali ini harapanku ku-tranform menjadi prediksi. Thanks God, Part 1 is good and deserve to win something!

Best animated feature film of the year

Nominee: How To Train Your Dragon, The Illusionist, Toy Story 3

Adalah skandal jika sampai Toy Story 3 gagal menang. Melanjutkan tongkat estafet yang dipegang Pixar dari 2008, tanpa melihat pesaing pun saya sudah men-stempel Toy Story 3 sebagai film kartun terbaik. Bukan hanya tahun ini tapi sepanjang masa. Saya memprediksi, tongkat Pixar akan lepas tahun depan mengingat Cars pertama yang biasa saja melanjutkan franchise-nya sama saja dengan menekan tombol alarm. Beeepppp! Plak, tongkat terjatuh. Saatnya Dreamwork Animations memungutnya?

Achievement in music written for motion pictures (Original Score)

Nominee: How to Train Your Dragon, Inception, The King’s Speech, 127 Hours, The Social Network

Dari pertama lihat scene si kembar Winklevoss yang mendayung dalam lomba di Paris, saya sudah menprediksi ini dia original score of the year. Penataan score nya pas banget dengan adegan yang ditampilkan. Catchy and awesome. The Social Network wins.

Achievement in music written for motion pictures (Original Song)

Nominee: Coming Home (Country Strong), I See the Light (Tangled), If I Rise (127 Hours), We Belong Together (Toy Story 3)

Karena saya belum nonton Country strong dan Tangled, saya hanya bisa mereka-reka 2 film terakhir. Vote Randy Newman, We belong Together, hihi padahal saya juga ga nggeh lagu If I rise nya Dido mengalun di menit berapa saat nonton 127 Hours.

Achievement in visual effect

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Hereafter, Inception, Iron Man 2

Hey, teman-teman yang saya sms tanggal 16-02-11 dini hari tadi (Zul, Budi, Andra, Dien, dkk) bahwa Inception hanya akan menang 1 kategori saya ralat ya. Setelah menonton ulang, Film Nolan ini layak menang visual effect. Kota dilipat, air yang tumpah dari tembok, kereta api di jalan raya, dan tentu saja scene upset down gravity nya Gordon Levitt. Melihat prediksi sesaat ke atas, bisa ditarik kesimpulan Alice in Wonderland bertangan hampa karena semua kategorinya sudah disebut dan zero result.

Adapted screenplay

Nominee: 127 Hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone

Ketika baca status teman di facebook bahwa The Social Network sudah tayang di Bekasi bulan Novembar lalu, saya langsung bergegas berangkat. Di tengah pekan yang bangun kesiangan, sampai lupa mandi. Sebelum brangkat sempat nyebar sms ke teman-teman siapa yang bisa kuajak. Tak ada! Ya iyalah, pada beraktifitas. Setelah nonton, saya kagum secara keseluruhan dengan susunan naskah Aaron Sorkin, kick-ass the west wing! Hey lihat Garfield banting laptop, Jesse merancau, bahkan aktor pendulum mantan anggota boyband Nsync pun dibuat bagus. Bisa jadi ini satu-satunya film berkualitas punya Justin, akhirnya dia punya hit. Mari kita tersenyum tidak ada awalan “the” dalam facebook. Bravo Sorkin.

Original screenplay

Nominee: Another Year, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech

Ini dia kategori yang paling saya sukai dalam film.

“Sebuah skenario yang baik dengan sutradara yang buruk akan menghasilkan film yang lumayan. Namun sebuah skenario yang buruk dengan sutradara yang baik sekalipun akan menghasilkan film yang buruk”_ Akira Kurosawa

Ok, saingan utamanya adalah the Fighter, Sebagai pelengkap Best Visual effect, I vote Inception. Naskah Inception digodok Nolan sendiri selama 10 tahun berdasarkan obsesi pribadi. Waktu yang tak sebentar untuk mewujudkannya. Tentu saya mengharapkan sesuatu yang luar biasa. Film tentang mimpi yang berlapis ini berbuntut panjang. Perdebatannya tak kan pernah habis dibahas, hype nya memecah banyak kubu. Yang suka, kalian layak mempertahankannya. Saya berharap akan muncul Inception-Inception yang lain untuk beberapa tahun ke depan. Untuk kali ini Mr. Akira menemukan opsi ketiga. Skenario yang baik-Sutradara yang baik jelas akan menghasilan film yang ber-kualitas. Mr. Nolan stands up please!

BEST DIRECTOR

Nominee: David O. Russell (The Fighter), Darren Aronofsky (Black Swan), David Fincher (The Social Network), Tom Hooper (The King’s Speech), Joel Coen & Ethan Coen (True Grit)

Karena belum menonton Black Swan dan True Grit saya tak bisa membahasnya. Hanya bisa me-reka Aronofsky yang belum pernah dapat Oscar mungkin ini waktu yang tepat. Lihat track record filmnya, Requiem for a dream yang ciamik, The fountain, Pi, dan yang terakhir The Wrestler yang mengantar Rouke menang Oscar. Oke, saya tak berani membahasnya lebih lanjut menerka-nerka tanpa tahu secara keseluruhan film adalah tindakan tak etis seperti menangkap bayangan.

Jadi mari kita bicarakan 3 yang lain. David O. Russels adalah orang yang tepat mengangkat film The Fighter. Setelah berpindah-pindah tangan, perjuangan Mark untuk mewujudkan biopic Ward terealisasi. Dan stempel sebagai film tinju terbaik dekade ini bukanlah isapan jempol belaka. Tom Hooper yang menampilkan nuansa Inggris masa perang dunia sangat indah. Secara esensi keseluruhan film ini milik Colin. Lihat pidatonya yang bertranformasi sampai ending yang menyentuh. Disuruh misuh-misuh, Penampilan Colin seperti one man show. So coret Hooper!

Setelah menonton The Social Network saya juga men-detect ini film bakalan menang di kategori ini. Jauh hari sebelum musim Oscar dimulai. Setelah saya melihat para pesaingnya saya tak mengubah prediksi. Apalagi saya pernah kecewa 2 tahun lalu gara-gara the Corious case of Benjamin Button gagal menang di kategori bergengsi, inilah saatnya Fincher tersenyum. Yee, kali ini tanpa Pitt.

Best Motion Picture of the year

Nominee: Black Swan, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech, 127 hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone.

Untuk memangkas 10 film nominasi paling bergengsi ini dengan cepat, maka kita kesampingkan film-film yang tak menyertakan sepaket kategori best director. Jadi otomatis saya coret , Inception, The Kids Are All Right, 127 hours, Toy Story 3, dan Winter’s Bone. Sedikti uneg-uneg, saya sebenarnya sangat berharap Toy story 3 yang maju sehingga bisa jadi animasi pertama yang menang. Ingat, film ini adalah juara tahun lalu di box office. Nyaris semua review bernada positif.

Berhubung saya belum nonton Black Swan dan True Grit maka saya akan mencoretnya juga. Nah sekarang saya mempunyai 3 besar; The Fighter, The King’s Speech, dan The Social Network.

Singkat saja, The Social Network yang akan menang. Analisanya sederhana, film pemenang best picture biasanya mengikuti perkembangan zaman dan isu yang sedang hangat diperbincangan. Mark Zuckerberg menjadi people of the year. Saat ini dunia maya Facebook adalah fenomena. Bahkan saya mengenal anda-anda sekalian lebih dekat melaui Facebook! Accidental billionaires, Oscar please.

Well, setiap insan mempunyai prediksi dan harapan masing-masing. Seandainya beberapa yang saya tulis ini terwujud, kalian bisa meneriakan: “ah hanya tebakan yang beruntung”. Namun seandainya banyak yang salah saya juga bisa mengelak: “this time an Oscar is unpredictable, isn’t it?

Ruang TLP – Cikarang, 160111 at 04.33 FT: Milan 0-1 Spurs.

(11 hari menjelang pesta di Kodak Theater, Los Angeles, California, Amerika Serikat)

Karawang, 100314

Iklan

Mengedit Tulisan #Nostalgia

Gambar

(begadang akhir pekan ditemani lagu-lagunya Sherina Munaf – Tuna)

Catatan: Nostalgia Minggu ini adalah tentang aturan basic dalam mengedit tulisan. Mungkin sepele namun, justru ini akar aturan utama dalam menulis. Yang sudah tahu biar tambah tahu, yang lupa diingatkan, yang ga tahu biar tahu yang sudah tingkat ahli, mohon dikoreksi. Inilah fungsinya berbagi ilmu. Catatan ini saya posting di facebook di bulan Juni 2011, bulan program #30harimenulis.

Ini adalah tulisan ke 28 dari 28 hari yang diharuskan. Program ini mendekati akhir, jadi hampir bisa dipastikan siapa saja yang lulus. Untuk di nomor 28 ini saya mau berbagi tips cara mengedit tulisan yang mau dikirim lomba atau sebagai editor sesuai dengan EYD. Sebelumnya suwon dulu ke bung Takdir dan bung Lulut yang pastinya merupakan kerjaan sehari-hari, jadi kalau ketemu salah mohon dikoreksi. Tulisan yang  benar dan rapi serta memenuhi kaidah aturan dasar sejak awal dikirim jelas lebih disukai seorang editor, oleh karena itu kita perlu mempelajari sedikit teknis penulisan yang benar. Berikut diantaranya yang perlu diperhatikan:

1. Tanda baca

Ada 5 tanda baca yang perlu diperhatikan yaitu: tanda petik (“ “ ), tanda seru (!), tanda tanya (?), tanda koma (,), dan tanda titik (.).

– Tanda petik digunakan untuk kalimat langsung yaitu sebuah kutipan atau percakapan. Cara penulisan yang benar adalah setelah tanda petik pertama hurufnya harus besar, lalu setelah tanda petik akhir tak boleh ada tanda baca apapun. Contoh:

“Ini adalah hari terbaik dalam hidupku” batin Squidwart

Aku bingung, “Jadi maksudmu apa?” aku menatapnya penuh tanya.

Catatan tambahan, untuk tanda petik tak boleh lebih dari satu dalam satu paragraf. Jadi kalau terjadi percakapan harus ganti paragrafnya.

– Tanda seru digunakan untuk ungkapan kalimat larangan atau sebuah perintah. Perlu dicatat penggunaan tanda seru yang berlebihan adalah salah, biasanya banyak ditemui pada penulis pemula (saya nunjuk saya). Bila terjadi penekanan sebaiknya huruf vokalnya yang diperbanyak. Contoh:

“Oh tidak!!!!!!!!” >> salah.

“Oh tidaaaaak!” atau “Oh tidakkk!” >> benar.

– Tanda tanya untuk mengakhiri kalimat tanya, penulisan sama aturannya dengan tanda seru. Contoh:

“Apa yang mau kamu lakukan petang ini?”

– Tanda koma untuk sebuah jeda, cara penulisannya diletakkan di akhir huruf terakhir lalu diberi satu spasi baru lanjut. Setelah spasi huruf yang digunakan adalah kecil. Contoh:

Sore ini aku bingung, mau menonton Spongebob atau nonton film Gone Baby Gone.

– Tanda titik untuk mengakhiri kalimat. Sama seperti tanda koma tapi setelah spasi huruf yang digunakan adalah besar. Contoh:

Lucy bingung sore ini mau ngapain. Ada dua acara yang harus dilakukan, ke kampus atau ke tempat ulang tahunnya Edmund.

Untuk tanda titik yang lebih dari satu diperbolehkan, untuk kalimat yang menggantung. Titik yang digunakan biasanya empat tanda titik. Contoh:

Susan masih memikirkan….

2. Huruf capital

Huruf capital adalah huruf besar (A, B, C, D, …) dalam keyboard pengetikannya menggunakan caps lock atau jika hanya satu huruf cukup tekan “shift” lalu huruf yang mau diketik. Huruf capital digunakan untuk awal kalimat, untuk nama orang, nama Negara, kota, jalan dst. Untuk kata “Anda” harus selalu besar. Setelah tanda baca titik, seru, tanya dan tanda petik pertama. Dan huruf capital boleh digunakan untuk menekankan sesuatu, contoh:

AWAS DI SINI FAN BERAT SPONGEBOB! (hihi..)

3. Kata depan dan awalan “di”

* Ayo panggil bung Dan Can, untuk bagian ini sudah pernah dibahas berkali-kali di grup Cinemags. Salut deh buat kalian, grup film bahas cara penulisan.

Simple saja aturannya, kata depan “di” yag diikuti oleh nama tempat atau posisi selalu harus dipisah! Contoh:

Di rumah, di Bikini Bottom, di kamar kecil, di depan mobil (ingat semua dipisah).

Sedang untuk awalan “di” yang digabung adalah untuk kata kerja. Contoh:

Dicium, diraba, dibuka, dimulai.

Catatan tambahan sebagai tips, semua kata yang bisa digabung dengan “di” biasanya bisa juga dipakai untuk awalan “me”.

Dicium >> Mencium, diraba >> Meraba. Kalau kata di kamar kan ga mungkin bisa jadi mekamar atau di bawah pohon tak mungkin jadi mebawah pohon. Nah lo!

4. Kata ulang

Digunakan untuk sesuatu yang banyak, sesuatu yang beraneka ragam, saling, bisa juga berarti sesuatu yang bukan sebenarnya. Contoh:

Ibu-ibu, bapak-bapak, tumbuh-tumbuhan, marah-marahan, mobil-mobilan, robot-robotan, kewanita-wanitaan, kelaki-lakian.

Kata ulang ‘kan salah satunya berarti banyak jadi penulisannya tidak boleh menggunakan kata “para” atau “banyak” di depannya. Contoh:

Para ibu-ibu >> salah

Ibu-ibu atau Para ibu >> benar

5. Diksi

Adalah pemilihan kata, dalam menulis kita harus konsisten terhadap apa yang kita tuangkan. Diksi paling rancu yang sering ditemui adalah pemilihan kata “Saya”, “aku”, “gue” atau “ane”. Dalam kasus ini kita harus konsisten dari awal tulisan, kalau memilih kata “aku” maka sampai tulisan selesai tokoh tersebut harus terus menggunakan kata “aku”. Pemilihan diksi sangat berpengaruh kualitas tulisan, lihat perbedaan contoh berikut:

Saya mengamati jalanan, saya bingung semua orang rasanya tergesa-gesa.

Aku mengamati jalanan, aku bingung semua orang rasanya tergesa-gesa.

Gue mengamati jalanan, gue bingung semua orang rasanya tergesa-gesa.

Ane mengamati jalanan, ane bingung semua orang rasanya tergesa-gesa.

Well, itulah tips mengedit tulisan dariku yang ala kadarnya. Mari berbagi ilmu, ada yang mau menambahkan?

Ruang TLP06 – Cikarang, 280611

Patrick is a big pink loser, let it be. Aku benci konflik.

Karawang, 081104

The Special One #Nostalgia

Gambar

Catatan:Nostalgia berikutnya adalah sambutan jelang kembali bergulirnya Liga Champios setelah jeda panjang pergantian tahun. Memasuki babak 16 besar UCL, Chelsea akan bertemu dengan Galatasaray. Laga ini akan jadi ajang nostalgia Didier Drogba yang akan pulang ke Bridge. seperti kejadian 2010 saat Mourinho pulang ke Bridge untuk melawan Chelsea. Well, walau akhirnya Jose 2014 ini sudah kembali melatih Chelsea. Catatan yang saya pasang tahun 2010 ini masih membuatku tersenyum.

(Jose Mario Dos Santos Mourinho Felix: 2 Juni 2004 – 20 September 2007)

“Tolong jangan katakan saya arogan. Saya telah memenangi Liga Champion dengan Porto. Saya adalah ‘The Special One’”_Mengumumkan kedatangannya di Chelsea

Jose Mourinho datang ke Chelsea pada tanggal 2 Juni 2004 setelah sukses membawa Porto menjuarai Liga Champions. Ketika datang Jose bilang: “I’m the special one”. Dia tidak sesumbar karena faktanya memang hanya orang special yang bisa langsung mengantar ‘The Blues’ meraih rentetan gelar, dari Premiership, FA Cup, hingga piala Carling. Selama di Chelsea Jose meraih gelar back-to-back Liga Inggris 2004/2005 – 2005/2006, 2 piala liga dan 1 piala FA. Prestasi yang luar biasa, kehebatan meraih gelar secara instant. Sayangnya gelar Liga Champion belum menghinggapinya bersama si Biru, coba seandainya dia diberi waktu sedikit lebih lama pasti cerita tropi UCL di tangan Terry menjadi nyata.

Kabar mengejutkan didengar pada Kamis (20/9/07) Mourinho dipecat Roman Abramovich. Sontak Inggris raya geger. Ada apa gerangan hingga sang suksesor Stamford Bridge keluar? Bukan rahasia lagi Roman bersitegang dengan Jose, bukan rahasia pula Hartawan Rusia tersebut mengidam-idamkan gelar Champions, gelar yang luput dari genggaman Mourinho selama di Chelsea, tapi bukan itu permasalahnya. Fakta bahwa Roman menginginkan permainan atraktif dan entertaining yang membuat Roman ngotot ingin memboyong Ronaldinho. Jose lebih memilih permainan kolektif dengan memprioritaskan hasil akhir daripada entertaining football. Kedatangan Shevchenko yang diharap mampu mewujudkan mimpi itu ternyata malah jadi bumerang yang menyakitkan. Roman memproteksi Sheva dari segala hujatan gagal beradaptasi, apalagi sang pemilik selalu mendesak untuk menurunkan Sheva lebih banyak. Jose meradang, mestinya manager yang meracik tim bukan owner.

Selasa, 25 September 2007 tabloid ‘Bola’ menulis judul yang ironis ‘SPECIAL GONE’ dengan huruf ‘G’ cetak tebal dan warna kontas merah. Kepergian Jose adalah episode paling dramatis di dunia sepakbola. Nyaris tak ada kejadian yang paling mencengangkan dibanding kisah kepergian Mou. Pasca memeluk seluruh pemain the Blues (kecuali Terry dan Lampard yang absen) Jose berkaca-kaca, saat itu tak ada kata yang keluar dan tak satupun pemain sadar dengan perubahan bahasa tubuh sang pelatih yang langsung menghilang dan meluncurkan mobilnya ke Bridge.

Di sana ia bertemu dengan Peter Kenyon, CEO Chelsea. Setelah menyepakati beberapa detail, termasuk pelunasan sisa kontrak yang harusnya berakhir 2010, Jose pulang ke rumahnya yang asri di Chelsea Harbour. Tepat pukul 21.30 Mourinho mengontak dan meng-SMS beberapa pemain. Sosok pertama yang dihubungi adalah Lampard, lalu Terry, Drogba, Cech dan Carvalho.

Pada saat yang nyaris bersamaan di Stamford Bridge, manajemen mengadakan rapat dadakan terdiri dari jajaran staff termasuk Peter Kenyon, Bruce Buck, Avrant Grant dan Eugene Tenembaum. Memutuskan bahwa Avrant (mantan arsitek timnas Israel) ditunjuk menggantikannya. Kamis dini hari pukul 02.00 kabar tersebut dipampang di situs resmi Chelsea: chelseafc.com

Kepergian Jose meninggalkan luka, sebagian besar pemain menangis bahkan secara emosional Didier Drogba megumumkan hengkang mengikuti sang mentor. Hal tersebut dipatahkan pihak manajemen bahwa dengan atau tanpa Jose kapal Chelsea harus tetap berlayar mengarungi kompetisi. Sejak saat itu ada perjanjian bahwa Mourinho dilarang melatih klub Inggris (konon waktu yang disepakati 10 tahun) dan diharamkan merekrut pemain Chelsea di klub barunya nanti. Jadi jangan harap Lamp, Terry, Drogba dkk hijrah ke Inter atau Jose melatih di BPL sampai dengan 2017, jika terjadi Jose diwajibkan bayar denda yang tak sedikit.

Jose Mourinho adalah aktor intelektual dari beberapa komentar “tergila” di dunia sepakbola. Berikut beberapa Kata-kata mutiara (diambil dari berbagai sumber) sang Special one selama di Chelsea:

“Tekanan? Tak ada tekanan. Flu burung adalah tekanan (para wartwan tertawa). Tidak, anda tertawa tapi saya serius. Saya lebih memikirkan tentang unggas-unggas itu daripada sepak bola”_saat ditanya wartawan ketika Chelsea tertekan di musim 2005/2006.

“Seperti orang Portugal bilang, mereka membawa bus dan memarkirnya di depan gawang”_setelah ditahan 0-0 melawan Totenham.

“Saya tidak meminta untuk diajarkan kalah 4-0 di final Champions karena saya tidak ingin belajar itu”_kepada Johan Cryuff yang mengkritiknya. Mengacu pada kekalahan Barca di LC 93/94 kontra Milan.

“Kupikir ia tipe pengintip. Ia punya teleskop besar untuk mengamat-amati isi rumah orang. Ia selalu bicara tentang Chelsea”_tentang Arsene Wenger.

“Barcelona adalah klub hebat. Namun, dalam 200 tahun sejarahnya mereka hanya memenangi piala eropa sekali. Saya baru melatih beberapa tahun dan telah memenangi jumlah title yang sama”_tentang Barca musim 2005/2006. Pada akhir kompetisi mereka lalu menjadi juara LC.

“Jika ingin pekerjaan yang gampang, saya akan tetap tinggal di Porto. Ada kursi biru yang cantik, trophy Liga Champions, Tuhan, dan setelah Tuhan, saya”

“Barcelona adalah kota budaya dengan banyak teater. Lionel Messi telah belajar banyak, ia menguasai acting”_tentang Messi yang membuat Del Horno dikartu merah Feb 2006.

“Kami berada di puncak bukan karena kekuatan financial klub. Kami selalu berada di jalur juara karena kerja keras saya”

“Mustahil Man U dijatuhi hukuman pinalti dan tak mendapat pinalti yang menguntungkan Chelsea. Itu bukan konspirasi, itu kenyataan. Saya bicara fakta. Jiak tidak saya butuh kaca mata”_Chelsea yang seharusnya dapat pinalti ketika melawan Newcastle, padahal sehari sebelumnya Man U dapat pinalti controversial melawan Boro di akhir musim.

“Jika ia membantuku di sesi latihan maka kami akan jadi juru kunci di liga dan jika saya harus kerja di perusahaannya, maka kami akan bangkrut”_tentang Roman Abramovich

“Asisten wasit yang mencetak gol itu, tak ada yang tahu apakah tembakanya melewati garis dan anda harus 100% yakin”_Gol kontroversial Luis Garcia LC 2005 melawan Liverpool.

“Tekanan? Tekanan apa? Tekanan adalah orang-orang miskin di dunia yang berusaha menafkahi keluarga mereka dengan kerja keras dari pagi sampai malam. Tak ada tekanan dalam sepakbolal”

“Kami tidak entertaining? Saya tak peduli: kami menang!”

“Saya hanya punya 2 cara untuk meninggalkan Chelsea. Yang pertama pada Juni 2010 kalau kontrak tak diperpanjang. Kedua, jika Chelsea memecatku. Saya takkan melenggang begitu saja. Saya takkan berbuat itu kepada suporter Chelsea”

Well, badai dan kenangan indah itu telah berlalu. Kini Jose Mourinho melatih Inter Milan di Italia dan Chelsea ditukangi pelatih Italia, Carlo Ancelotti. Tak ada yang tahu bahwa dua setengah tahun setelah adegan dramatis tersebut Chelsea bersua Inter. Dini hari ini (25/02/10) pukul 02.45 WIB Jose akan bertemu dengan mantan anak buahnya. Menarik ditunggu apa yang kan terjadi. Apapun itu, kami (fan Chelsea) selalu mencintaimu. Merindukan komentar-komentar mu. Dan berharap suatu saat kau kan bersama kami lagi, bersama Chelsea memenangkan banyak gelar. Kami tunggu kedatanganmu di 2nd leg nanti di Stamford Bridge dengan sambutan yang meriah layaknya kepulangan ksatria.

Gambar

Ruanglain 31, Cikarang 25 Februari 2010.

Pukul 00.55 AM (1 jam 50 menit menjelang duel UCL 1st leg Int v Che) Keep the Blues Flying Flag High!!!

Karawang, 170214

Epic Derby #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia untuk minggu ini adalah catatan 2011, salah satu derby terbaik sepanjang masa. Sekalian membalas kekecewaan derby Minggu, 9 Februari 2014 kemarin yang berakhir mengecewakan 0-0.

Thank Klose!

“A very great deal is possible with the players we have in the squad.” (Miroslave Klose)

Kedatangan penyerang jangkung Jerman, Miroslave Klose ke Lazio seperti sebuah kado hadiah buat Laziale awal musim 2011/2012 ini. Tanpa membayar sepeser-pun, Klose yg habis kontrak di Bayern Muenchen akhirnya memilih Lazio sebagai pelabuhan selanjutnya. Hasilnya, pekan pembuka lawan Milan Miro langsung bikin gol saat laga belum berjalan ½ jam. Pekan demi pekan konsisten bermain bagus makin mengukuhkannya sebagai idola baru Olimpico. Terakhir pagi tadi, saat Lazio nyaris “hanya” meraih 1 poin setelah drama panjang dua kali membentur tiang, Klose muncul sebagai pahlawan di menit terakhir! Menerima umpan matang Matuzalem, Klose yg lolos offside mengontrol bola sesaat sebelum mengeksekusinya dengan dingin.

Di menit 93’ itulah Lazio memastikan raihan Scudetto kecil-nya sebagai penguasa kota Roma. Mungkin ini adalah salah satu momen terindahku sepanjang tahun ini. Sebuah kado buatku yg beberapa hari terakhir ini dirundung apes yg beruntun. Satu kata yg terucap berkali-kali ketika gol tercipta, “Fantastis! Fantastis! Fantastis!.”

Lazio memulai laga dengan buruk, baru berjalan lima menit Roma unggul terlebih dulu lewat gol Osvaldo. Derby Della Capitale berlangsung dengan tempo cepat dan keras, kedua tim saling jual-beli serangan. Sang goal getter harusnya bisa menggandakan skor, andai bisa lebih tenang ketika bola liar ada di kaki, shot lemahnya hanya membuahkan tendangan gawang. Babak pertama Roma unggul satu gol dengan mengantungi tiga kartu kuning (selamat!). Momen lucu tercipta ketika kartu merah sang pangadil terjatuh dan oleh Biava yang mengambilkannya dengan mengankat ke muka wasit seakan mengusir keluar. Hahaha, ada-ada saja. Dan segelas kopi kita telah habis terlebih dahulu.

Babak kedua dimulai dengan penggantian pemain di kubu kita, Lulic masuk menggantikan Radu. Beruntungnya Lazio pagi ini adalah 9 dari 11 pemain Roma belum mengalami hot derby, jadi kita sudah serasa di atas angin. Dan akhirnya titik balik muncul juga. Lazio yang langsung mengambil inisiatif serangan menuai hasilnya di menit 51’. Simon Kjaer menghentikan laju Cristian Brocchi yang mengejar bola umpan Hernanes. Tanpa ampun wasit menunjuk titik putih dan mengkartu merah Kjaer. Eksekusi penalti berhasil dijalankan dengan baik oleh Hernanes. 1-1, dan si Zul pun mulai teriak-teriak geje.

“Kalau Hernanes yg ambil penalti, aku percaya. Yeah!” ujarku, sambil ber’high’ Five dengan Zul.

“Waktu masih lama nih, ayo tambah lagi. Bisa menang, saatnya menghentikan laju kekalahan lima kekalahan beruntun,” sahutnya.

Gol yang meruntuhkan mental Roma, kartu merah yang membuat Lazio balik mendominasi laga. Selanjutnya adalah sebuah teriakan histeris, kekegeraman yang continue, rasa apes yang dua kali menempa mistar, dan hampir saja kalah ketika terjadi miss di pertahanan kami.

“Rugi nih kalau kita seri, udah unggul pemain masak ga jadi menang?” Zul menambahi.

Gila saja nih si Zul, aku yang duduk di depannya berkali-kali digebuki pake bantal yang dipegangnya setiap kali serangan Lazio kandas. Cisse yang mengalami good position, shot-nya menempa mistar. Pun sundulan Klose yang kembali dimentahkan gawang. Roma hanya mengandalkan serangan balik, dan cukup membuat degup jantung terpacu. Andai kita kalah ketika kita unggul pemain rasanya makin memalukan.

Sampai menit ke 90, skor masih sama kuat 1-1. “Tambahnya tiga menit. Tenang Zul, kita akan menang secara dramatis, kan makin special rasanya,” ujarku mencoba optimis.

“Ya kalau bisa menang, mending unggul dulu sekalian saja biar tenang,” balasnya.

Tempo pertandingan meningkat jelang berakhirnya waktu injury time. Beberapa kali tekel keras tetap terjadi. Momentum itu akhirnya datang juga di menit terakhir, di menit 93’ alias ½ jam menjelang adzan subuh WIB (apa hubungannya coba?), kos-kosku gempar “hanya” gara-gara sodokan ringan Klose. Zul sampai jingkrak-jingkrak. Aku berkali-kali mengepalkan tangan, “fantastis”. Teriakan klimak kemenangan kita mungkin bisa terdengar sampai radius 1 km dan kekuatan hentaknya bisa mengakibatkan gempa (mulai deh!).

Senyum puas, terbentuk. Pasti, ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah ku tonton sepanjang hidupku (mulai lagi deh), Klose walau belum genap semusim bermain untuk Lazio, secara resmi aku masukkan sebagai legenda. Seperti Lucas Castroman yang pernah membobol gawang Roma di menit terakhir yang saat itu Bola menulis, “1 poin seperti 3” tapi momen tadi pagi jauh lebih indah. Zul bahkan bilang, perayaan kemenangannya sudah seperti merebut Scudetto saja. Kita sudah pernah mengalaminya, catet!

Epic derby! Menonton derby della capitale pagi ini seperti menonton film thriller yg paling thrilling.

setiap kali ada peluang di depan gawang roma gw dipukuli guling terus sama Muhammad Zuliandra Guci. Eh pas menit terakhir seperti klimax to the max.

Zul teriak teriak geje ga jelas gitu. Hahahaha…

Twist ending paling shocking tahun ini.

Film terbaik buatan Reja. Sempurna!

Rate: 5/5

Tulisku di grup Gila Film. Ya, momen langka yang belum tentu bisa terjadi dalam 10 tahun sekali. Selamat Laziale, kita pantas berpesta. Cara sadis membunuh Roma di menit terakhir sungguh tak ternilai harganya.

Ruang TLP06 – Cikarang, 171011

‘epic of epic epicness’

Karawang, 120114

Game of the year #Nostalgia

Gambar

Catatan: Yuhui.., sudah sampai nomor delapan saja nih catatan #nostalgia. Kali ini posting-an tahun 2011, saat ada momen #30HariMenulis di bulan Juni. Sebagai informasi, Tahun 2013 kemarin versi kedua dari game Plants Vs. Zombies sudah dirilis.

Ketika ditanya apa game favorite-mu? Jawaban ku ga pernah sama. Ya, saya bukan maniak game. Saya hanya akan main untuk mengisi waktu luang. Dulu ketika masih SD sering kali main game ding-dong. Dengan sepeda onthel, pulang sekolah menjelajah kota. Dengan koin cepek, kita udah bisa berfantasi. Game favorite-ku dulu adalah Gun Bird. Game ini terdiri dari 5 awak pesawat terdiri dari Ash, Marion, Valnus, Yuan Nang dan Tetsu. Semua karakternya saya suka. Paling sering pilih pake Valnus, sebuah robot besar yang firepower paling keren. Salah satu hal yang kusuka dalam game ini adalah untuk mengeluarkan secret weapon, tekan lama tombol peluru hingga keluar bunyi “cethink” lalu lepaskan. Valnus akan mengeluarkan sebuah yoyo yang menghajar pesawat lawan. Dengan koin cepek saya bisa sampai level yang lumayan jauh, sayangnya ga pernah tamat karena peluru lawan yang bejibun dan jarang ada teman dalam satu misi. Kalaupun ada selalu terjatuh lebih dini.

Game ding-dong lainnya adalah X-men. Kalau yang ini dengan satu koin saya sering tamat sampai di final mengalahkan Magneto. Karakter X-men, kalian sudah tahu semua tentunya ga usah saya sebut satu-satu, nah favorite-ku adalah wolverine dengan cakar dan Godex mautnya. Makanya saya pelihara ini rambut samping kuping sepanjang mungkin biar mirip. Dalam game ini Storm paling keren, dengan angin dan petirnya. Magneto pun sering klepek-klepek karena bisa diserang jarak jauh dan defence-nya bagus. Oh iya jangan lupakan si raksasa Juggernuth. Hantamannya luar biasa. *cakar-cakar tembok

Untuk game Nintendo, siapa yang tak kenal Mario bross? Tukang ledeng yang ber-partner dengan Luigi ini game klasik yang paling memorable. Misi menyelamatkan putri, berpetualang menghancurkan batu-bata. Tanda Tanya berarti bantuan, bisa berisi jamur, uang, bintang, atau bunga. Banyak sekali secret brick. Jadi pecahkan saja, siapa tahu ada sesuatu di dalamnya. Di setiap akhir level Mario akan melompat menurunkan bendera dalam istana, kalau bisa dapat tarikan tertinggi nilianya 5000 dan diberi sambutan kembang api. Karena game rumah, jelas ini selalu tamat. Final chapter-nya melawan monster adalah level “gada geni”. Wuihh keren!

Sedang game paling simple dulu adalah tetris. Menyusun batu bata dalam berbagai bentuk. Ada 2 option untuk tantangan, yaitu speed dan level. Makin tinggi makin seru dan berat. Sering berebut main dengan saudara. Dulu game-nya masih hitam putih, tiap kali di pause keluar gambar kopi. Kecepatan tangan jadi kekuatan utama. Paling seneng pas numpuk bata yg tinggi, trus muncul bata baru yang susun 4 lurus. Bonus nilainya tinggi. Sekarang tetris udah bervariasi, berwarna dan jenisnya banyak. Malah menghilangkan mood.

Play station (PS), pulang sekolah (kali ini udah STM) sewa di rental. Game sejuta umat: Winning eleven. Tak usah ditanya pakai tim mana, jelas selalu warna biru. Dalam rantau ada teman yang punya PS, jadi pulang kerja sering main sampai lupa waktu. Paling seru PS 1, karena operan dan gocekannya lebih mudah dikendalikan. Speed Sheva paling mengerikan, tiap dapat bola selalu tekan run dari sisi (biasanya) kiri dan jarang ada yang bisa kejar, lalu shoot! Persentase goalnya tinggi. Ketika PS 2 akhirnya rilis, saya susah adaptasi, bola oper sering mantul dan tak senyaman PS 1. Apalagi tim yang saya mainkan sering kali bukan tim dengan nilai skil tinggi macam MU, Barca, Madrid, atau Inter. Sampai saat ini saya belum pernah pegang PS 3, atau karena tak ada niat juga. Sometimes, classic is so good.

HP paling keren yang pernah ku miliki adalah N-GAGE QD. Walau tanpa kamera HP ini luar biasa menyenangkan. Para gamer seperti di-ujo untuk melepas hasrat. Luar biasa, HP ini menawarkan sesuatu yang tak ada sebelumnya buat pecinta game. Game yang nyaman dalam mobile, mulai dari bentuk fisik sampai aplikasinya. Game paling sering kumainkan adalah Fifa, Sonic, Sky force, Pilot. Saya pernah berjanji tak akan menjualnya, akan kupakai HP ini sampai kapan-pun. Sayang niat tinggal niat, pada januari 2007 ketika pulang dari Mal Lippo dengan menenteng Novel Harry Potter 7 seharga 200-an ribu, setelah nonton film Golden Compass (Hello Lyra!!) dan dengan keceriaan yang membuncah. N-gage ku hilang di kos Ruanglain_31. Dua hari menangis, ga makan ga tidur, ga mau hidup (heleh lebay!). Sampai keluar kutukan, siapapun yang mencuri semoga busuk di neraka! tiga hari kemudian kutukan kucabut, legowo dan hidup terus berjalan. Sialnya HP pengganti adalah 7610, HP clurit yang mengherankan!

Era komputer, game semakin menggila dan sangat amat banyak sekali (aku bolt, garis bawah, italic). Kalian tak kan bisa memainkan semua walau semua sisa hudupmu kau kerahkan. Sedikit saja yang kusinggung. Zuma, lempar bola, samakan warna dan merdeka! Beach head 2002, one man shooter. Tentara yang menyerang di sekeliling, kita habisi semua. Insaniquarium, pelihara ikan dalam akuarium. Dari kecil sampai penuh. Gold Miner, menambang emas.

Nah yang terakhir ini yang (mungkin) paling seru. Size-nya kecil tapi sangat addicted. Keluaran PopCap. Di tempat kerja saya sampai lupa waktu, rela pulang telat guna lanjut terus. Set! Plant! Addicted game yang ku maksud adalah game Plants vs Zombies. Game-nya simple, aturannya sederhana. Tanam tanaman di kebun dan di atap guna mencegah serangan Zombie yang mau masuk ke rumah kamu, mereka mengincar otak Anda. Game tower defence teraneh yang pernah saya mainkan. Cuman rada beda ama tower defence dan klon-klon-nya yang pernah dibikin. Kalo kebanyakan game tower defence kan tower-nya dipasang dipinggir jalan yg dilalui monster, tapi ini justru dipasang dijalannya.

Disini yg berfungsi sebagai tower itu tanaman dan moster-nya zombie. Karena tanamannya ditanam di jalan yg dilalui sama zombie, jadi bisa aja dimakan sama zombie-nya. Game yang unik, karena kita dituntut untuk menjaga rumah tetep aman dari serangan zombie. Dengan system single player, kita cukup menggunakan mouse. Setelah big boss dikalahkan semua zombie bernyanyi dan berdansa, so tertawalah! Get ready to soil your plants! All Hail Crazy Dave!

Ini adalah sebagian kecil game yang pernah kumainkan. Di atas saya belum menyebut pac-man, jewel mania, Street fighter, final fantasy, god of wars, sniper elite, alien shooter, hamster ball dan masih banyak lagi. Oke, Cuma mau tegaskan. Saya bukan maniak game, saya hanya mau sharing bahwa jika ditanya apa game favorite-mu? Tiap waktu selalu berubah sesuai kondisi terkini. Yang pasti untuk saat ini Game of the year pilihanku adalah Plants vs. Zombies. There’s zombies on your lawn! Bagaimana dengan Anda?

Ruang TLP06 – Cikarang, 170611

Warning: PvZ is funny, crazy and ridiculous! So addicted.

Karawang, 050114

Megan Fox Menyelamatkan Saya #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia kali ini adalah catatan 15 Mei 2010 dari sebuah kota pinggiran Cikarang yang penuh kenangan. Monggo disimak curhatnya…

Cikarang yang panas. Pulang kuliah mampir ke rental Odiva buat sewa film Chocolate. Lumayan lah reload 60 ribu dapat 2 pin spongebob. Sempat nanya-nanya bisa dapat poster film ga? Eh dikasih ama penjaganya, lumayanlah bisa nambah koleksi yang dipajang di kos.

Dengan tangan kiri memegang poster film, kupacu motor ku menuju kos membelah kota Cikarang yang panas. Perjalanan dari Jababeka menuju Lippo sebenarnya perasaan sudah ga enak karena motorku tak memakai spion kanan, awal bulan jatuh nabrak pagar dan belum sempat diganti. Benar saja sampai di jalan sekitar Taman Sentosa saya di semprit polisi. Disuruh minggir.

“Selamat siang, bisa lihat SIM dan STNK”

Setelah menyerahkan 2 kartu sakti jalanan tersebut, saya digiring ke pos polisi. Dengan lunglai kumenghitung sekelebat di kepala isi dompet. Hah ada 70 ribu (miskin amat saya), kena tilang paling kecil 50 ribu itu pun kalau polisinya ga rese. Padahal pertengahan bulan gini rencananya duit segitu akan buat beli Cinemags, akan buat nonton Robin Hood, akan buat makan mie ayam nanti sore dan dalam sekejap seluruh rencana ‘akan’ tersebut kini terancam gagal.

Setelah duduk manis di kursi pos polisi, kutaruh poster film di sisi kiri dan tas kuliah di sisi kanan, saya pun mulai mendengar ‘ceramah’ beliau.

“Anda tahu kesalahannya?”

Saya hanya mengangguk putus asa. Pak polisi pun seperti mendapat angin segar buat mendikte saya.

“Mengemudi kendaraan bermotor, dengan tidak memakai spion dikenakan denda XX XXX XXX kemudian helm anda tidak standart SNI dikenakan denda XXX XXX XXX , lalu bla bla bla….”

Busyet, ternyata nominal yang disebut pak polisi melebihi value yang ada di dompet yang angka nol yang lebih banyak dari yang ku duga. Keringat dingin mulai turun. Saya sempat membela diri (baca memelas) karena saya anak kuliah lah, lagi ga punya duit lah, minta maaf lah dan ternyata akting saya payah. Lalu muncullah kata sakti yang sering saya dengar dari teman-teman.

“Mas, kalau mau ‘damai’ cukup bayar saya XXX XXX XXX di sini dan semuanya beres”

Saya hanya bisa menelan ludah, waduh isi dompet ternyata masih kalah dari angka yang disebut. Dengan bodohnya saya bilang sekali lagi saya lagi bokek pak.

Polisi tersebut hanya memandang saya lekat-lekat lalu sepertinya cuma iseng bertanya, ini kertas apa? Sambil membuka gulungan poster film yang tadi saya taruh di meja.

Sesaat membentangkan poster dan memandang lekat-lekat, beliau melihat saya lalu melihat poster melihat saya lagi dan melihat poster lagi. Untuk beberapa detik yang tak saya ketahui maknanya, saya hanya duduk manyun menanti vonis selanjutnya.

Dan keajaiban terjadi, setelah kembali menggulung poster film beliau kembali duduk dan berkata:

“Mas karena hari ini saya lagi baik mas tidak saya tilang dan mohon kaca spionnya segera dipasang hal ini juga demi kebaikan mas juga pengendara lainnya. Tapi cewek mas saya tahan”

Lho, untuk beberapa detik saya bingung. Dengan lugunya saya tanya cewek yang mana yak?

Pak polisi yang baik hati dan tidak sombong tersebut hanya mengangkat poster film yang berarti bonus dari odiva tersebut diminta olehnya. Tanpa pikir dua kali saya mengiyakan dan sesegera mungkin cabut dari pos terkutuk tersebut tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Dalam sisa perjalanan saya hanya meruntuk dalam hati.

“God damn it! god damn it! Megan Fox menyelamatkan saya!”

Ruanglain31, Cikarang 15 Mei 2010.

(sesaat jelang final FA cup)

Karawang, 290114

Red Pyramid #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostagia keenam ini adalah tentang novel karya Rick Riordan, orang yang menghasilkan best seller Percy Jackson series. Di-upload pada tanggal 23 September 2011. Saat itu sebuah penerbit RBH membuat kuis, hadiahnya kita jadi first reader novel baru ‘Red Pyramid’. Aturannya adalah upload sampul novel dan kenapa kalian berhak mendapatkan novel tersebut. Pemenang dihitung dari banyaknya komen dengan syarat satu akun dihitung satu. Ini adalah keterangan yang saya tulis dan bawahnya adalah pemberitahuan saya menang, nomor tiga. Sayangnya, novel ini hanya saya pegang selama tiga jam. Karena setelah novel ini sampai di rumah, saat baca di masjid saat menjemput istri (saat itu calon deng) tas saya hilang dicuri orang yang di dalamnya ada dua novel salah satunya ini. Sudah saya buat note di tempat lain cerita ini, sekalian minta maaf ke RBH. Hiks, sedih karena saya baru baca satu bab dan lebih sedih lagi karena ga enak hati sama RBH.

Berbicara tentang sosok Rick Riordan saya teringat petuahnya yg tercetak di sebuah majalah film terbitan awal tahun 2010. Dalam nasehatnya beliau memberi 3 poin penting untuk menjadi penulis:

1. Carilah mentor yang anda hormati dan ia mempercayai kemampuan anda. Jangan takut minta tolong kepada seseorang.

2. Banyak-banyak membaca. Dengan ini anda akan mempelajari gaya penulisan dan struktur penulisan dari buku yang telah anda baca.

3. Menulislah setiap hari. Tulis cerita yang anda dengar, deskripsikan orang yang anda lihat. Tidak terlalu penting tulisan apa yang anda buat, namun ini akan menjadi sarana latihan yang penting. Menulis seperti olahraga, dimana anda akan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu apabila anda berlatih.

Pencipta dunia Olympus modern ini kini kembali dengan karya terbarunya berjudul Red Pyramid. Mengingat keseruan seri novel Percy Jackson, Red Pyramid layak kita tunggu. Apakah Rick Riordan mampu menyamai kesuksesan Percy?

Gambar

Ini pemberitahuannya:

Hari ini pengumuman, saya no 3.

Thank you buat teman2 semua yg bantu komen.

>.<

Setelah melalui perdebatan yang sengit dan berdasarkan data yang masuk, Juri memutuskan. Yang berhak memjadi First Reader Red Pyramid adalah :

1. ASLAN HEADMASTER (51 KOMEN),

2. HW PRAKOSA’AQIIL APRILIANTO ( 44)

3. LAZIONE BUDY ( 43)

4. WINDI ASRIANI INDIGO (37)

5. EL FIETRY JAMILATUL INSAN (36)

6. SANTO DHE MIAZZ AL FARUQO (31)

7. RIFDA JILAN SY (27)

SELAMAT BAGI SELURUH PEMENANG 🙂

KIRIM ALAMAT, EMAIL & HP VIA INBOX.

UNTUK PEMENANG DI KOTA JAKARTA, DEPOK BUKU BISA DIAMBIL SAAT LAUNCHING RED PYRAMID AKHIR OKTOBER, LUAR KOTA BUKU AKAN DIKIRIMKAN KE ALAMAT MASING-MASING.

BAGI PESERTA YANG BELUM BERUNTUNG JANGAN KECEWA, KARENA KAMI MEMILIKI BANYAK PROMOSI MENARIK LAINNYA.

Read Books, Read Life 🙂

Warm Regards

RBH

Karawang, 220114