Raise the Red Lantern


“Dia merasa takut sekaligus bergairah.”

Buku tipis yang dibaca kilat, dua hari di sela tumpukan. Cerita lumayan bagus, tentang china di masa lalu. Pria kaya memiliki empat istri. Mengambil sudut pandang istri terakhir, kita lalu diajak mengikuti seteru dalam lingkar rumah tersebut. Bagaimana sebuah sumur, dari generasi sebelumnya menjadi saksi tempat bunuh diri istri yang selingkuh. Maka sebagai istri termuda dan tercerdas, sebab ia seorang mahasiswa yang tiba-tiba miskin, pemikirannya lebih bijak dan terbuka. Melawan hal-hal yang harus dilawan, bersekutu dengan hal-hal yang sejatiny perlu untuk diajak kompromi. Maka jadilah, kisah dalam lingkar keluarga Chen.

Teratai, berusia Sembilan belas tahun saat dibawa Chen Zuoqian untuk dijadikan istri keempat. Ia ditaruh di bangsal belakang, malam itu ia diantar pakai tandu, dan disambut Walet, calon pelayannya. Sayang permulaan buruk, Walet tak mengira Teratai adalah calon bosnya. Terjadi salah komunikasi, sekaligus sekam masalah. Baju Teratai yang dijemur bahkan suatu saat diludahi.

Istri pertama, Sukacita adalah yang kuasa. Memiliki putra, yang belajar di seberang negeri. Feipu berusia tak jauh beda sama Teratai. Makanya klop banyak hal. Memainkan seruling dengan anggun. Menautkannya. Bahkan, Teratai yang juga memiliki seruling, warisan ayahnya yang ternyata ketika dicari hilang, akhirnya memutuskan belajar darinya. Pertemuan, perkelanan dengan sahabatnya, menjadikan mereka dekat. Sangat dekat.

Istri kedua, Mega tampak sangat ramah. Ia menyambut Teratai dengan senyum dan memberi banyak bantuan. Ramah dan sungguh hangat. Memilki putri kecil, dari luar tampak cocok jadi sekutu. Membantunya, mengajaknya mengenal warga rumah. Dan seterusnya. Namun ternyata tak semanis itu.
Seruling Teratai yang hilang, tertuduh Walet. Maka Teratai mengobrak abrik tasnya. Meyakini dicuri, tapi tak menemukannya. Teratai justru menemukan boneka tusuk, betapa terkejutnya. Apalagi, boneka itu bernama dirinya. Walet diinterogasi, siapa yang menyuruhnya memantrai buruk? Awalnya dikira Walet, tapi karena tertulis nama Teratai dan Walet buta huruf, jelas ini salah satu istri suaminya. Disebutkan satu per satu para istri, dan kepada Mega, ia mengangguk. Duh, tak sangka jadinya malah musuh dalam selimut. Sejak itulah mereka bermusuhan.

Istri ketiga, Karang yang paling pendiam. Pandai bernyayi, cantik, dan sangat ideal. Ia menutup diri dengan banyak orang, beberapa kali sakit, dan memiliki dokter khusus untuk menanganinya. Maka kedekatan itu mencipta api asmara. Dalam permainan mahyong, Teratai tahu bahwa mereka selingkuh. Terlihat dari kaki-kaki membelit, dan tatapan kasih di antaranya. Sungguh berbahaya, tapi Teratai diam. Karang jadi sekutunya, menjadikannya sahabat. Karang memiliki putra yang tangguh.
Dari Karang, ia tahu betapa busuknya Mega. Mereka memiliki anak hampir bersamaan, bersaing ketat, siapa memiliki putra, siapa duluan, siapa yang akan lebih dicintai suami. Persaingan buruk dengan menaruh obat di makanan, sampai memainkan para pelayan masing-masing. Duh!

Sementara pelayan Teratai, Walet yang juga bermasalah makin runyam, saat ada kasus Kertas Toilet berbentuk wajahnya. Teratai yang marah besar mengancam akan memecatnya, atau kalau tidak, dipersilakan makan kertasnya! Kotor dan sungguh menjijikan. Kejam, sangat tidak manusiawi. Walet yang ketakutan, akhirnya nekad memakan kertas kontaminasi tersebut, mengakibatkan demam esoknya, dan dibawa ke rumah sakit, dan tak lama berselang mati. Kalau zaman sekarang jelas ini pembunuhan, dan Teratai bisa dipidanakan. Namun tidak, kasus ini dengan mudah ditutup, ini hanya pembunuhan pelayan. Teratai hanya dipersalahkan, dimarahi, dan dianggap gila.
Sampai akhirnya terjadi tragedy. Saat hujan salju terjadi, saat di puncak kemarahan menjelma angkuh, dan penyelewengan tak terhindarkan. Legenda istri yang bunuh diri terjun ke sumur akhirnya kembali ada. Mengapa?

Ini bisa dibilang novelet. Tipis dan langsung ke inti-inti permasalahan. Dengan cerdas kisah langsung menempatkan Teratai ke masalah. Datang disambut muak pelayannya, mencipta permusuhan bahkan belum dua puluh halaman. Lalu satu per satu karakter dikupas. Memainkan cinta dan nafsu beriringan. Sejatinya, saya sudah curiga. Saat disebut istri yang bunuh diri menerjunkan diri ke sumur, saya sudah wanti-wanti ini pembunuhan. Kenapa? Kejadian berulang, dan tampak tak normal rasanya, hidup di kemewahan di masa itu, sampai frustasi. Sekalipun Teratai juga merasakan hawa itu, sekalipun Teratai terasa diguna-guna, hingga berulang kali tertarik dan melongok ke sumur, jelas secara nalar, ia yang paling cerdas akan melawan, akan mengikuti logika paling dasar, bertahan hidup. Makanya, akan tampak beda bila pembunuhan, dan desas-desus yang dilempar ke umum tampak seperti bunuh diri. Hhmm… menyakitkan, pahit, tapi memang seperti itulah keadaannya.
Sempat berharap ada kasih diantara Teratai dan Feipu, mereka tampak cocok. Music, pintar, saling menggoda, hingga janji temu. Merajuk, sampai hal-hal sepele seperti hadiah kecil yang memikat. Memainkan hati, yang jadi masalah, beranikah Teratai bermain api dengan anak tirinya? Atau beranikah sang mahasiswa dan temannya menanggung resiko? Seolah memang hidup tak adil ya? Kasih tak sampai, aroma cinta hitam yang temanya terus ada.

Ini adalah buku Su tong pertama yang kubaca, pemenang Man Booker Asian Literary Prize untuk bukunya The Boat to Redemtion tahun 2009. Tahun 2011 dinominasilkan Man Booker International, kalah sama Istana Mimpi-nya Ismail Kadare (sudah diterjemahkan Serambi). Percobaan pertama yang sukses. Sejatinya, tanpa melihat judul, tanpa melihat penulis, tanpa tahu tentang apa, kalau novel terjemahan Serambi Ilmu Semesta tuh layak dikoleksi dan diulas. Jaminan kualitas. So far, bagus-bagus semua.

Persaingan Para Istri | Diterjemahkan dari Raise the Red Lantern | by Su Tong | 1990 | Judul asli Da hong denglong gaogao gua | Terjemahan ke Bahasa Inggris oleh Michael S. Duke | Harper Perennial, New York, 2004 | Penerjemah Indonesia Rahmani Astuti | Penyunting Anton Kurnia | Pemeriksa aksara Dian Pranasari | Pewajah isi Eri Ambardi | Desain sampul Altha Rivan | ajbookdesign | Penerbit Serambis Ilmu Semesta | Cetakan I: November 2011 | ISBN 978-979-024-375-0 | Skor: 4/5

Karawang, 300123 – Queen & David Bowie – Under Pressure

Thx to Kang Dede Hidayat, Bandung

The Once and the Future King


“Kay”, ujar Merlyn terdengar marah. “Lidahmu sungguh tajam dan akan membawa kemalangan bagimu. Kesulitan hidupmu berasal dari mulutmu.”

Buku yang sudah sangat kuharapkan baca sejak lima belas tahun lalu. Dalam inkheart ada nukilan kutipnya, dua. Dan alhamdullilah rasa penasaran itu terobati. Pertama adalah saat Wart marah saat dirinya hanya jadi orang kedua Kesatria sehingga mengeluarkan uneg-uneg legendaris.

“Kalau aku dilantik menjadi kesatria,” ujar Wart menerawang ke arah perapian. “Aku akan meminta agar diizinkan berjaga-jaga sendirian, seperti yang dilakukan Hob dengan burung elangnya, dan aku akan berdoa pada Tuhan agar aku bisa menghadapi semua kejahatan di dunia ini sendirian, sehingga jika aku berhasil menaklukkannya maka tidak ada lagi yang tersisa, sementara jika aku kalah, maka hanya aku sendirilah yang akan menanggungnya.” / “Kau sungguh angkuh,” ujar Merlyn. “Dan kau akan dikalahkannya, dan menderita karenanya.”

Dan kedua saat Wart jadi burung hantu, mempelajari kehidupan burung hantu, menjadi bagian darinya. Dan diminta untuk sabar. Hidup ini mengalir lembut, tak perlulah tergesa-gesa. Burung hantu adalah binatang paling sopan, tulus, dan juga setia. Umurnya panjang dan sepanjang waktu ia selalu berpikir, meskipun ia tidak berpikir dengan baik, tetap saja ia banyak berpikir.

Satu lagi nukilan di buku lain. Pertarungan fenomenal dua penyihir Merlyn versus Mim yang bisa berubah-ubah wujud. Dari naga, pohon, burung, nyamuk, ular, dan terakhir Nim menjadi Si Aulley raksasa, sementara Merlyn tak kelihatan, dan saat hitungan wasit dimulai, tiba-tiba tahulah kita ia jadi apa. Seru, mendebarkan, sangat menghibur. Duel dua penyihir yang sudah pernah kubaca di buku Dunia Sihir Harry Potter, nukilannya saja, dan akhirnya kini berhasil kutuntaskan penuh dari sumber aslinya.

Kisahnya tentang Wart, yang belajar bersama Kay. Wart dijuluki Wart karena kata itu berima dengan Art, yang merupakan singkatan namanya. Wart artinya kutil. Kay yang memberinya julukan tersebut. Wart bukanlah anak asli Sir Ector, sehingga hanya mendampingi sang putra asli Kay yang sejatinya dinobatkan menjadi kesatria kelak di masanya. Sayangnya Kay terdidik manja. Sikapnya angkuh begitu karena ia ketakutan gagal.

Maka dicarilah guru untuk mengajar mereka berdua di istana. Dalam proses pencarian, Wart dan Kay melakukan perburuan di hutan. Membawa serta burung elang Cully milik Hob, dan Kay dengan ceroboh melepasnya di hutan. Idenya sih, burung itu akan menjadi petunjuk, akan jinak dan kembali ke kandang yang dibawa. Namun semakin siang, burung itu terbang tinggi dari pohon ke pohon, dan makin jauh ke dalam hutan. Saat hari akan gelap sang putra kesatria Kay yang memang manja, memutuskan pulang, lepas tanggungjawab. Membiarkan burung lepas, sementara Wart tetap setia menantinya turun. Sungguh riskan, bermalam di hutan sendiri, tapi ini adalah sebentuk rasa tanggung jawab.

Nah di antara kerimbunan hutan itulah ia bertemu dengan Raja Pellinore yang sudah bertahun-tahun tersesat. Perkenalan absurd membentuk persahabatan. Lalu menemukan sebuah pondok dengan sumur dan api mengepul di dapur. Adalah penyihir Merlyn yang lalu mengantarnya pulang, bersama dengan burung yang terlepas. Merlyn punya asisten burung Archimides.

Luar biasa, istana yang panik semalaman sebab Wart tak pulang langsung ceria saat melihat Wart sampai istana. Dan begitulah, akhirnya Merlyn ditunjuk jadi guru mereka. Sejatinya memang penyihir Merlyn, nantinya di akhir kita ketahui, memiliki misi ke istana itu. Pertemuan dengan Wart bukanlah kebetulan, dan mereka sudah terikat takdir.

Wart sangat antusias. Sebagai penyihir, Merlyn bisa mengubah diri jadi apa saja. Jadi keantusiasan Wart bertemu dengan kehebatan Merlyn, jadilah petualangan seru. Wart pernah jadi burung hantu, mengajarkan untuk jadi manusia sabar. Ilmu melimpah dari seorang ahli sihir. Wow kan. Wart tidak hanya merasa lebih baik, dia bahkan merasa sangat baik, begitu baiknya sehingga hampir tidak mungkin baginya untuk tetap diam di tempat tidur.

Pernah jadi ikan perch, luak, pohon ek (Pohon ek adalah yang pertama berbicara, karena ialah yang paling mulia di antara pepohonan), burung hantu, ular, dan sebagainya. Pengalaman mengubah bentuk yang luar biasa seru dan mendebarkan. Sempat pula meminta Merlyn mengubah Kay juga, agar adil, tapi ternyata Kay memang tak kuat/tak layak untuk ikut berpetualang. Merlyn berkata dengan lembut, “Mungkin apa yang baik bagimu akan menjadi buruk baginya. Di samping itu, kau harus ingat bahwa dia tidak pernah meminta untuk diubah menjadi makhluk apa pun.”

Salah satu petualangan yang mendebarkan adalah ke area antah. Perjalanan mereka panjang dan mengerikan, melewati negeri-negeri kesedihan tengah malam menuju negeri yang tak-ditemukan Kennaquhair, yang berada di 91 derajat lintang utara dan 181 derajat bujur barat. Asing, ganjil, dan serba ketidakpastian. Namun lagi-lagi harus ditekankan, dia sedang belajar, jadi seperti contoh kita belajar memanjat pohon, sejatinya pengaman naik ke ketinggian tentunya sudah dipasang, jadi seandainya jatuh, tetap terikat. Aman, maka saat ke area antah surantah, sejatinya Merlyn-pun memasang pengaman (versi sihir tentunya).

Pada akhirnya waktu berjalan maju, dan enam tahun sudah kebersamaan mereka. Kay diangkat jadi kesatria, Wart jadi pengawalnya, sesuai jenjang pendidikan setiap bangsawan beradab pada masa itu biasanya melalui tiga tahap: pembantu kesatria, pengawal kesatria, dan kesatria. Merlyn yang merasa sudah cukup membekali ilmu, pamit. Di malam terakhir sebelum pergi, Merlyn mengubah Wart jadi luak. “Nikmatilah malam terakhirmu, dan sampaikan salamku pada si Luak.”

Sementara itu di Inggris pusat, tersiar kabar raja mangkat. Dan karena tak memiliki keturunan, posisi itu lowong. Sebuah pedang tertancap di batu di dekat gereja. Sang raja berwasiat bahwa hanya keturunannya yang akan bisa mencabutnya, dan menjadi raja Inggris yang sah. Banyak orang sudah mencoba dan gagal, orang-orang hebat menjajal dari yang perkasa hingga para tentara, dari para bangsawan hingga petani.

Maka saat kabar itu sampai di istana. Kay berkeinginan ke London. Sebab ada pawai dan banyak pesta. Perjalanan jauh yang ternyata memberi akhir indah.

Saya sempat bertanya-tanya, kover itu jelas mengenai raja Inggris dengan pedangnya. Judulnya Pedang yang tertanjap di batu. Namun saat buku sudah tinggal bab-bab akhir, tak kutemui korelasinya. Ternyata disimpan hanya sebagai eksekusi ending. Hehe, pantas saja Wart disebut JK Rowling sebagai nenek moyangnya Harry Potter.

Beberapa kali, Merlyn melakukan atau mengucapkan hal-hal yang tak dimengerti orang awam. Seperti saat ia marah, Wart melakukan kesalahan di hutan. Petunjuk jelas, Jangan lupa untuk mengikuti jalur ladang gandum. Atau saat adu tombak antar dua sahabat. Atau saat ia marah ditanyai Wart sesuatu yang tak disuka, ia teriak, “Castor and Pullox, terbangkan aku ke Bermuda.”

Atau saat ditanya burung favorit? Bukan marah sih, tapi bingung. “Wah itu pertanyaan yang berat, seperti pertanyaan apa buku favoritmu. Secara keseluruhan, bagaimana pun juga, kurasa aku lebih menyukai burung merpati.”

Entah disengaja atau kebetulan, ada malam perayaan bagi penyihir. Simbol di malam-malam Walpurgis pernah kubaca di buku Penyihir Cilik karya Otfried Preubler. Karena buku ini duluan terbit, maka bisa dipastikan Penyihir Cilik mengikuti. Ataukah sudah ada aturan lama sebelum ini, malam perayaan penyihir?

Kubaca cepat diantara buku-buku tebal pada 14.01.23 jam 15:15 hujan deras di teras, sampai 16.01.23 16:00 di masjid Raya Teluk Jambe, Peruri saat cuti. Sebagai buku pertama yang selesai kubaca di tahun ini, sungguh sebuah start yang luar biasa bagus.

Sebagai penutup, ini adalah novel pembelajar. Wart dididik untuk masa depan yang cemerlang, ia ditempa kesusahan, ia tak tahu sejatinya ini untuk apa. Makanya bersama Merlyn mereka telah mengalami petualangan yang tak terhitung jumlahnya. Ah, belajar. Tak akan pernah ada garis finish-nya, seperti kata Merlyn, “Hal terbaik untuk menyembunyikan gelisah adalah dengan belajar…”

The Sword in the Stone | by T.H. White | Copyright Lloyds TSB Offshore Trust Co., Ltd. 1938 | Penerjemah Rahmawati Rusli | Penyunting Nadya Andwiani | Pewajah sampul Kebun Angan | Pewajah isi Husni Kamal | Penerbit Media Klasik Fantasi (a division of Mahda Books) | Cetakan I: April 2011 | ISBN 978-97067-2-7 | Skor: 5/5

Karawang, 230123 – (1) Nellie McKay – Manhattan Avenue

Thx to Daniel, Yogyakarta

Detektif Lokal dengan Ilmu Deduksi Bagus


Misteri Sutra yang Robek by S. Mara Gd

“Aku bukannya mau membalas dendam, sama sekali tidak. Aku hanya perlu berbicara dengan seseorang.” – Ayu Sutra

Cerita deketif yang bagus. Seperti biasa, perpaduan polisi dan mantan pencuri mencoba mengungkap pembunuhan keluarga dengan dalih kekerasan rumah tangga. Mungkin tertebak, karena lingkaran kandidat pelaku tak beranjak dari tiga: pertama sang istri yang jadi tersangka utama, dipenjara sementara sebab ketika suaminya meninggal dialah yang terakhir bertemu, keluar rumah sore itu. Kedua, sang selingkuhan. Ia-lah yang menemukan mayat korban, datang setelah ditelepon. Ketiga tetangganya yang juga menemukan mayat, bersama mereka membuka paksa pintu rumah dan begitulah, penyelidikan dilakukan. Siapa pembunuhnya, kalian akan dengan mudah mendapati, sebab potensi utama sang istri dengan sangat mudah dicoret, jelas bukan pembunuhnya. Lalu siapa?

Kisahnya mengambil banyak sudut pandang, jadi setiap ganti bab kita bisa merasakan perasaan para karakter. Dengan banyak sudut pandang gini, kita bisa dengan mudah mengetahui klu-klu penting. Seperti sang istri Ayu, jelas ia tak bersalah. Rasa cintanya kepada suami memang luntur akibat perlakukannya buruk, tapi tetap ia memegang tinggi ikatan suci pernikahan, bahkan sekalipun mengalami kekerasan fisik.

Jadi Ir. Sutra ini adalah suami berengsek. Kenapa? Menikah dalam posisi tidak perjaka, tapi marah-marah tak jelas kepada istrinya Ayu karena sudah tak perawan. Ia dididik menjadi pengusaha, dan sukses secara finansial, sayang akhlaknya tidak. Selingkuh dengan seorang gadis kaya, berpendidikan Barat Roda Darsono. Sutra memang punya titel sarjana, tetapi di Indonesia sekarang sarjana tumbuh seperti cendawan di musim hujan, jadi itu bukan suatu keistimewaan. Sutra beristri, dan tidak tampan, tidak gagah, tidak menarik. Lalu apa yang diperebutkan? Perselingkuhan yang menghabiskan waktu berhari-hari di penginapan, sayangnya, ia lupa bahwa kaum hawa pun saat marah, bisa berbalik mengambil jalan kekerasan. Rupanya kali ini waktu bukanlah obat yang ampuh. Semakin lama semakin parah kasusnya.

Ayu sejatinya sudah lelah, apa yang ditunggu dan apa yang masih diharapkan? Ingin bercerai dan beberapa kali curhat sama tetangganya yang tinggal sendirian Nyonya Diah, hobinya berkebun, dan seperti kebanyakan emak-emak lainnya, bergosip. Maka kabar Ayu yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pun sudah diperdengar, dan mendukung rencana perpisahan.

Sementara itu, sahabat lama Ayu semasa sekolah Manaseh Lubis kembali hadir di kehidupannya. Setelah lama merantau di ibukota, ia dikirim tugas ke deerah, sebagai marketing yang baik, mendapat promosi dan kini tinggal di kota yang membesarkannya. Nah, mereka bertemu secara tak sengaja. Saling sapa, saling tegur kabar. Dan begitulah, cinta monyet itu kembali bersemi. Sejatinya masih di tahap awal, Manaseh Lubis masih menjaga jarak, dan hati. Saat ditanya ibunya tentang jodoh ia defensif. Bahkan saat dijodohkan, dikenalkan dengan seorang gadis, ia menurut. Walaupun, pada akhirnya taka da rasa. Gadis masih berpola pikir belum dewasa. Maka setelah gagal, ia mengaku pada ibunya. Ia jatuh hati sama istri seseorang, yang lalu ditangkap polisi karena dituduh sebagai pelaku. Ibunya was-was, sebesar itu cintanya? Apakah worth it untuk diperjuangkan? Apakah menunggu itu layak? Sesuatu yang wajar, seorang ibu mengharap yang terbaik pada anaknya, dan mendamba kebahagiaan. Mengingin anaknya menikah dan membentuk keluarga. “Tapi itu kan konyol, kamu tidak bisa menikah dengannya, tapi kamu menyukainya sampai kamu nggak mau pacaran dengan gadis lain!”

Kedekatan itu membuat marah suaminya, dan kekerasan kembali terjadi di sore itu. Padahal sudah sepakat mereka berdamai, tidak jadi cerai, berjanji untuk memperbaiki hubungan, dan kondisi, dan akan berjuang untuk mendapatkan keturunan. Agak heran juga melihat sinar kelembutan dalam mata laki-laki itu. Namun dengan kemarahan itu, Ayu kembali bergeming. Ia sudah berencana ke rumah orangtuanya sore itu, dan sekalipun kekerasan itu, dan kesepatakan itu terjadi, niatnya ke rumah orangtua tetap harus dilakukan.

Dengan keputusan rujuk itulah, diluar duga mencipta marah Roda. Gadis kaya, pendidikan tinggi, berpikiran bebas, dan cantik. Entah kenapa tak diterima putus oleh lelaki beristri? Gengsi! Dari Roda kita bisa belajar, bahwaa mendidik anak itu penting. Tak dimanja agar bisa mandiri. Anak-anak yang dilahirkan ke dunian ini dapat menjadi anak yang baik atau anak yang jahat tergantung andil pendidikan yang diberikan orangtuanya. “… Benar juga dia. Mungkin itu cara berpikir Barat ya, Mas? Serbapraktis gitu?”

Maka terjadilah pembunuhan. Sore itu Ir. Surya ditemukan tewas di kamarnya bermandikan darah. Mayat ditemukan oleh Roda yang sore itu memang ke rumahnya, bersama Nyonya Diah yang kebetulan melihat. Laporan ke polisi masuk, dan tindakan pertama pencarian pelaku adalah istrinya.

Dan di sinilah, muncul jagoan kita. Kapten polisi Kosasih dan partnernya mantan pencuri Gozali. Keduanya adalah detektif hebat. Kosasih punya keluarga, mapan dan dihormati. Gozali masih lajang, mantan pencuri dengan otak encer. Memecahkan banyak kasus, kali ini setelah meneliti, menginterogasi, mewawancarai saksi dan tersangka, ternyata pembunuhan tak berhenti. Terjadi lagi pembunuhan, kali ini tetangga Sutra, seorang emak-emak. Dan jelas ini ada kaitannya. “Pembunuhan itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan Ir. Sutra. Dua pembunuhan yang terjadi di jalan yang sama dalam waktu yang berdekatan pasti ada hubungannya.” Kata Kosasih

Jadi siapakah pelakunya? Dengan menyingkirkan sang istri, maka kemungkinan itu mengerucut. Sempat tebak Nyonya Diah sebab pernah baca buku Kasus Dendam Membara by Erle Stanley Gardner, di mana tetangga resek mengakibat kriminal. Mencuriga Manaseh juga, sebab cinta monyet itu ternyata tak semonyet yang kita duga, ia begitu mencinta Ayu. Terbesit pula Roda, gara-gara gengsi ia melakukan tindakan bodoh. Darah muda, didikan Barat pula. Marah bisa sangat mengerikan. Apalagi ia mendesak terus pada polisi untuk segera menetapkan Ayu sebagai pelaku. “Prinsip kami, Nona Roda, adalah keadilan baru tecapai apabila kami dapat membuktikan tanpa keragu-raguan lagi bahwa seseorang itu benar-benar bersalah. Sebelum seseorang terbukti tanpa keraguan bahwa memang dia bersalah, dia tetap dianggap tidak bersalah.” Kata Kosasih. Atau malah yang lain?

Dari daftar buku karya S. Mara Gd yang tercantum di belakang novel (totalnya 26), sudah sangat banyak cerita detektif yang dibuat. Duo Gozali dan Kosasih bisa seperti Watson dan Sherlock. Luar biasa. Bu Mara ini hebat, punya serial ikonik. Dengan judul bermula ‘misteri’, dan penelusuran deduksi yang bagus, produk lokal ini seharusnya suatu hari difilmkan. Dijadikan film detektif ikon Nusantara. Selain kata ‘misteri’, beliau juga menyinggul judul unik, menyebut nama karakter dengan kata baku Indonesia. Dulu baca Misteri Dian yang Padam, ternyata korbannya bernama Dian yang berarti pelita, atau penerang dengan nyala api kecil. Begitu juga yang ini, Sutra adalah korban yang bisa juga berarti kain halus. Sungguh permainan kata yang oke.

Jelas, buku-buku beliau layak dikoleksi dan kalau perlu diulas semuanya di sini. Semoga panjang umur dan bisa.

Misteri Sutra yang Robek | by S. Mara Gd | GM 401 06.021 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Gambar sampul DavidG | Sampul dikerjakan oleh Eduard Iwan Mangopang | Jakarta, Juni 2006 | 320 hlm.; 18 cm | ISBN 979-22-2160-3 | Skor: 4/5

Karawang, 230123 – Nellie McKay – Manhattan Avenue

Thx to Fasilah Haryati, Bekasi

Logika Falus


“Saya senang sekali bertemu Bapak, pengusaha terkenal yang ternyata punya gagasan luar biasa besar pula…”

Kumpulan cerpen dari penebit Metafor yang legendaris. Temanya lebih banyak menelusup di area psikologi. Dari hubungan lesbi, pemikiran liar para lelaki, hingga kehidupan malam para Jakartan. Sebagai cerpen yang diambil judul, Logika Falus justru malah yang paling biasa, di mana dua pria mendebat seorang penyanyi kafe yang elok. Lalu berjudi, dan bagaimana diakhiri dengan antiklimaks.

Let’s go kita kupas.

#1. Roh

Ini tentang Rohaly yang bisa hamil padahal sudah hampir setahun tak bercinta. Tak [ercaya pada suster yang memeriksanya, ia coba cek di tempat lain, tetap positif, dan yang ketika pada dokter ahli, tetap positif. Lalu ia pun mengambil langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi. Kok bisa? Sebuah akhir yang mengerikan diungkap. Bagaimana bisa di kamar mayat itu terjadi hal-hal yang mengerikan.

“Ini gila! Baik kehidupan maupun kematian sama gilanya.”

#2. Sang Maestro

Musisi galau Kurnia yang keluar dari pekerjaan, sebuah orchestra simponi yang sejatinya sudah menjamin keamanan finansial, tapi tak akan kaya atau terkenal. Sudah menikah, dan kini dengan mandiri mencoba bertahan hidup. Bekerja sebisanya, seadanya sebagai pengajar musik, sembari mencipta lagi, memainkan lagu untuk menghibur, dan siapa tahu nantinya akan jadi musisi mandiri, konser tunggal. Dan memang, manusia tak pernah tahu apa yang terjadi kemudian. Ia mencipta masterpieces! Melibat hubungan badan yang menggelora dan hipnotis.

“Tidak tahu, aku main begitu saja.”3. Logika Falus

#3. Logika Falus

Diskusi dua lelaki menyaksi wanita menyanyi di kafe. Berdebat panjang lebar bisa tidaknya menggaetnya. Perempuan memang diciptakan untuk dinikmati. “Kita jangan membiarkan perempuan berkuasa. Kalau mereka berkuasa maka dunia akan menjadi irasional!” Apakah mereka bisa menggaetnya, taruhan dicipta dan hal-hal mengesalkan terjadi.

+Optimis bagus tapi selalu kenyataanlah yang menentukan +

#4. Sakratul Maut dan Bom

Rio gila. Ingin merasakan sakratul maut tapi tak ingin menjemput maut. Ia yakin kehidupan tidak ada artinya tanpa mengalami sakratul maut. Mungkin terpengaruh bacaan, mungkin pula terpengaruh tontonan Hollywood yang punya tema perjalanan waktu, atau hal-hal yang bersinggungan kematian. Sang Wisdom-pun berkata.

“Ia benar-benar tenggelam dalam dunia membaca, merenung, dan diskusi.”

#5. Suami-Istri Mogok Makan

Suami istri Riko dan Agnes yang melakukan demo sebab tanah kenangan di Jakarta akan digusur untuk dijadikan gedung bertingkat yang komersial. Akan menggusur jalan-jalan kenangan, melakukan modernitas kota. Mereka berdemo mogok makan sebab banyak kenangan yang akan terhapus. Dan begitulah, cerita lalu mundur ke masa muda mereka. Perkenalan absurd di jalanan, naik motor saling sapa dan berlanjut. Duo orang pintar, dan bagaimana masa memperlakukan mereka. Namun masalah timbul saat anaknya Harry memiliki tugas bertentangan. Wait, kenapa?
“Mereka bertemu hampir lima puluh tahun yang lalu di traffic light bioskop Megaria. Mereka ingat pertemuan itu pada awal tahun 1980 an tapi lupa tepatnya bulan apa.”

#6. Putri

Impian Cinderella dan bagaimana mewujudkannya. Mimpi-mimpi pangeran tampan datang melamar, memberi bunga, adegan romantis, dst. Namun kenyataan memang pahit, sehingga terpatahkan harapannya, bahkan membuatnya mual mendengar kata ‘Cinderella’.

Dan dalam adegan absurd, tamu-tamu aneh lelaki berdatangan seolah mematik kembali harapan kisah romantis. Bagi dirinya sendiri, hidup adalah bekerja, baca buku dan menulis berita. Ia pun lebih memilih untuk tidak sering berkumpul dengan keluarga. Apa yang terjadi dan akan terjadi pada hidupnya?

“Tidak ada alasan yang tepat bagi aku untuk menikah. Untuk punya anak? Aku tak mau. Untuk seks? Aku tak butuh. Untuk kasih sayang? Aku tak butuh. Pendek kata aku tak mau menikah. Titik.”

#7. Pertemuan di Eskalator

Ini yang paling lucu, unik, dan sungguh absurd. Pertemuan dua sahabat Lona dan Adit, dua mantan kekasih setelah berpisah lama. Cinta monyet di masa remaja, dipertemu di sebuh gedung saat sudah sama-sama dewasa. Cangguh? Oh tidak bisa begitu. Pertama, menanyakan kabar, lalu bagaimana selepas lulus SMA, kuliah di mana, dan jurusan apa. Lalu kabar-kabar terbaru. Namun tidak, ini bukan cerpen biasa. Terjadi keanehan dalam percakapan. Kalian harus baca!

“Kamu sudah jadi insinyur?” / “Kok insinyur?”

#8. Dollar

Uang dan konsekuensinya. Seorang sopir Toyip memiliki uang dan bingung menggunakannya, uang yang haram atau bisa dibilang abu-abu sebab pemberian bule Merry Cohen sebagai uang terima kasih, ia menemukan barang penumpang dan dengan baik hatinya dikembalikan kepada yang punya. Sesuatu yang wajar sebenarnya. Maka istrinya memintanya mengembalikan ke bule baik hati itu. Sementara setiap malam, ia mengantar tetangganya Neng Nora sebagai pelacur ke hotel. Terjadilah transaksi aneh. Yang satu kebingungan buang uang, yang satu butuh uang sebagai jasa pelayanan seks.

“Wah bisa berabe dengerin kamu ngomong.”

#9. Lesbi

Gesty bilang ke psikolog-nya Binu bahwa ia ingin membunuh ayahnya. Lhoo.. kok bisa? Ia seorang lesbi yang berpikiran terbuka, sampai-sampai tercecer saking berpikiran merdeka. Bacaannya bagus-bagus, buku-buku berkualitas. Klasik. Wanita-wanita hebat di masa lalu jadi panutan: Madam Currie, Simone de Beauvoir, Ayn Rann, Margareth Mead, Nanci Tuana dan sejumlah ilmuwan dan filsuf yang berpikir abstrak.

“Lesbi tidak harus feminis apalagi identik dengan feminism.”

#10. Protektor dan Agresor

Ibu melahirkan adiknya Dini saat aku berusia enam tahun. Dan adegan menyusui menjadi obsesinya. Buah dada yang segala hal seksual mengiringinya menjadikannya penjahat, dari kecil sudah aneh dan gemar beradu otot, hingga akhirnya menciptanya jadi kriminal terkenal dan begitu ditakuti. Penjara jadi hunian rutin, dan silsilah penjahat dibuat, ia jadi terhebat (di dunia jahat) yang dipilihnya.

“Bos, ada barang baru nih, imut-imut sekali deh.”

Tomy F Awuy, dosen filsafat di Fakultas Sastra Unversitas Indonesia, Atmajaya, dan Intitut KEsenian Jakarta. Buku-buku lainya Problem Filsafat Modern dan Dekonstruksi (1993), Wacana Trgedi dan Dekonstruksi Kebudayaan (1995), Teater Indonesia: Konsep, Sejarah, Problem (ed., 2000). Ini adalah buku pertama Bung Tommy Awuy yang kubaca, dan bagus-bagus. Salah satu buku terbaik fiksi tahun 2022 yang kulahap. Menyenangkan menikmati bacaan liar sejenis ini. Memang jaminan kualitas penerbit Metafor ini, so far bagus semua. Koleksiku saat ini ada empat atau lima, entah riwayat Metafor ini bagaimana. Awal 2000-an saya masih sekolah dan belum tune in sama buku-buku sejenis ini. Jadi sangat terlambat mendapatinya. Ada yang tahu berapa total buku koleksi terbitan Metafor?

Logika Falus | by Tommy F Awuy | Penerbit Metafor Publishing | Oktober 2001 | 0005 – 01 – MP | Penyunting naskah Wien Muldian | Desain sampul dan tata letak Muhammad Roniyadi | ISBN 979-3019-04-2 | x, 166 hlm; 21.5 cm | Skor: 4/5

Untuk kedua orang tuaku tercinta

Karawang, 161222 – 180123 –Nikki Yanofski – Take the A Train

Thx to Lifian, Jakarta

Setahun Membaca 121 Buku

“Ia bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah pesan, yang berdentang seperti lonceng: berubahlah, berubahlah, berubahlah.” – Oscar Wao, Junot Diaz

Setahun kurang lebih membeli 500 buku, artinya hanya seperempat saja yang kelar kubaca. Artinya setiap tahun ada 400 buku yang mengendap di rak. Dan artinya lagi, saya harus lebih berhemat, menghitung ulang bujet sehingga tak semembludak itu belanja buku. Tahun 2023 ini saya coba menghemat belanja yang berarti mengurangi kuantitinya. Januari baru 9 hari berjalan, dan sudah ada daftar belanja 200ribu++. Sulit memang, tapi optimis saja. Butuh komitmen dan kerja keras untuk menahan diri.

Angka 121 tak terlalu mengejutkan, sebab memang rerata segitu. Berikut daftar baca Lazione Budy Poncowirejo (LBP) tahun 2022:

*I. Januari – 4 buku

#1. The Brief Wondrous Life of Oscar Wao by Junot Diaz

Si Gendut yang malang

#2. The Rest of Us Just Live Here by Patrick Ness

Persahabatan di masa SMA

#3. Scones and Sensibility by Lindsay Eland

Romantika di kedai es krim.

#4. The Girl Who Played Go by Shan Sa

Konfliks China dan Jepang di mainan GO

*II. Februari –10 buku

#5. A Dog’s Life by Ann M. Martin

Anjing juga punya cinta

#6. Pengantar Ilmu Antropologi by Koentjaraningrat

Ditulis orang Indonesia. Hebat.

#7. Sebastian Darke by Philip Caveney

Fantasi bentuk komedi. Lucux!

#8. Chicken Soup Romantic Soul (kolabs)

Cerita romantis di sekeliling kita.

#9. Menunggu Godot by Samuel Bechett

Penantian di bawah pohon.

#10. Days of Drums by Phillip Shelby

Politik Amerika, membelit banyak pihak.

#11. Sang Pengganggu by E.R. Richardson

Pindahan ke rumah hantu.

#12. Notes From Underground by Fyodor Dostoevsky

Teriakan bisu sang penulis murka.

*III. Maret – 8 Buku

#13. Yes to Life by Viktor E. Frankl

Hidup terlalu singkat untuk bunuh diri

#14. Paradise by Abdulrazak Guranh

Surga di Afrika.

#15. Cell by Stephen King

Telepon genggam membunuhmu.

#16. Sunah, Bukan Bidah by Drs. Ahmad Seadie, MA

Banyak hal perlu diluruskan.

#17. Ingatan “Tidak” Mati by Jose Saramago, dkk

Cerpen dan catatan penting di Metafora.

#18. Diary si Bocah Tengil by Jeff Kinney

Komik dibaca sehari selesai.

#19. Parzival Katherine Paterson

Pangeran Merah di tanah Inggris.

#20. Filsafat Administrasi by Dr. s. P. Siagian, MPA

Ilmu organisasi yang mantab.

*IV. April – 8 Buku

#21. The Emerald Atlas by John Stephens

Penyihir abadi versi lain.

#22. Kemerosotan Ummat Islam dan Upaya Pembangkitannya by Abul A’la Maududi

Pandangan ulama terhadap moral manusia modern.

#23. Permata Lembah Hijau by Ike Soepomo

Dua cerpen Femina.

#24. Manusia Indonesia by Mochtar Lubis

Menohok abiss.

#25. The Spellman Files by Lisa Lutz

Keluarga detektif, mengelola cinta.

#26. Sufi Sufi Diaspora by (editor) Jamal Malik & John Hinnels

Sufi di era kita.

#27. Mata Penuh Darah by Faisal Oddang dkk.

Kumpulan cerpen perayaan 10 tahun yang so so.

#28. Etika-etika Dasar by Franz Magnis-suseno

Seperti teks pelajaran moral.

*V. Mei – 8 Buku

#29. Melihat Pengarang tidak Bekerja by Mahfud Ikhwan

Tata kelola penulis masalah waktu.

#30. No Comebacks by Frederick Forsyth

Dahsyat tak terkira.

#31. The Belly of Paris by Emile Zola

Paris di kala itu.

#32. The Buried Giant by Kazuo Ishiguro

Cerita pembunuh naga.#32. The Buried Giant by Kazuo Ishiguro

#33. Mrs Dalloway by Virginia Woolf

London jelang pesta malam hari.

#34. The Road by Cormac McCarthy

Di masa depan yang layu.

#35. The Bookseller of Kabul by Asne Seierstad

Potret keluarga poligami.

#36. The Frog Princess by E. D. Baker

Putri mencium kodok, malah ikut jadi kodok.

*VI. Juni – 19 Buku

#37. The Tales of Beedle the Bard by J.K. Rowling

Buku panduan dongen Potter.

#38. A Room of One’s Own by Virginia Woolf

Catatan penting penulis perempuan.

#39. The Parable of the Pipeline by Burke Hedges

Siasat finansial dalam investasi.

#40. Quidditch Through the Ages by J.K. Rowling

Buku panduan olahraga Potter.

#41. Puisi-Puisi Terpilih Catullus by Catullus

Catullus bersabda.

#42. Meet Your Maker by Jacob Julian

Apartemen monster.

#43. Projo & Brojo by Arswendo Atmowiloto

Pergantian penghuni penjara.

#44. 5 Detik dan Rasa Rindu by Prilly Latuconsina

Remaja menulis puisi.

#45. Yang Tersisa Seusai Bercinta by Cep Subyan KM

Orang tua menulis cerita ngasal.

#46. Bokis 2 by Maman Suherman

Orang yang lebih tua, malah menulis gosip.

#47. Aliansi Monyet Putih by Ramadya Akmal

Salah satu buku cerpen terbaik tahun ini.

#48. TLotR: The Fellowship of the Ring by J.R.R. Tolkien

Akhirnya say abaca juga.

#49. Potongan Tubuh by Pyun Hye-young, dkk

Korea juga punya cerita pendek yang dahsyat.

#50. Tiga by retagalih.pHe

Ruwet tenan.

#51. Aisyah Putri 2: Chat On-Line! by Asma Nadia

Internet masuk kota.

#52. Mengarang Novel Itu Gampang by Arswendo Atmowiloto

Tips menulsi novel yang wow.

#53. Bertanam Cabai dalam Pot by Redaksi Trubus

Tanaman cabai depan rumah.

#54. Captain Corelli’s Mandolin by Louis de Bernieres

Cinta Yunani Italia di PD II.

#55. Neraca Kebenaran  by Al Ghazali

Tipis, maksi.

*VII. Juli – 12 Buku

#56. Tiga Cinta, Ibu by Gus TF Sakai

Cerita cinta tiga orang.

#57. Laki-laki tanpa Perempuan by Haruki Murakami

Murakami terbaru 2022.

#58. The Royal Game by Stefan Zweig

Bagaimana cerita catur sebaiknya ditulis.

#59. In a Strange Room by Damon Galgut

Perjalanan-perjalanan.

#60. Mr. Midnight #10 by James Lee

Remaja main-main hantu.

#61. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children by Ransom Riggs

Menjebak waktu.

#62. Bagaimana Madelijn Mempertahankan Redoute Hollandia by Miguel Angelo Jonathan

Cerita sisian sejarah.

#63. Enough by John. C. Bogle

Tips finansial langsung dari ahlinya.

#64. Cantik itu Luka by Eka Kurniawan

Eka terbaik.

#65. Aqidah Islam Ibnu Taymiyah by Mustafa Al’alim

Dasar-dasar Islam.

#66. Larung by Ayu Utami

Lanjutan Saman.

#67. Kuasa Ramalan Jilid 1 by Peter Carey

Pangeran Diponegoro dalama legenda.

*VIII. Agustus – 6 buku

#68. The Robe of Skulls by Vivian French

Penyihir dan kebutuhab mendasar bahannya.

#69. Tuan Gendrik by Pamusuk Eneste

Cerpen tipis di luar negeri.

#70. To Live by Yu Hua

Cerita dahsyat di China

#71. Room by Emma Donoghue

Penculikan mengerikan.

#72. Aruna dan Lidahnya by Laksmi Pamuntjak

Makan-makan, jalan-jalan, kerja.

#73. Islam Tanpa Toa by Jamaah Milis KAHMI Pro

Diskusi Islam tentang toa.

*IX. September – 10 buku

#74. Menentang Sejuta Matahari by Abdullah Harahap

Merdeka masa remaja.

#75. The Positif Approach by Peter Shepherd

Berpikir positif dapat mengubah kita.

#76. The Glass Palace by Amitav Ghosh

Sejarah Myanmar dan sekitarnya.

#77. Rumah Boneka by H. Ibsen

Cerita sandiwara.

#78. Night Shift Jilid 1 by Stephen King

Cerpennya King, sangat hebat.

#79. The Cat and The Stinkwater War by Kate Saunders

Kucing-kucing di perumahan berantem.

#80. Extremely Loud and Incredibly Close by Jonathan Safran Foer

Menara WTC runtuh dan efeknya.

#81. Seri Tokoh Dunia: Thomas Alva Edison by Lie Ching le

Penemu lampu dan sebagainya.

#82. The Brethren by John Grisham

Majelis taklim di penjara.

#83. Stephen Hawking dan Lubang Hitam by Paul Strathern

Cerita singkat kehidupan Hawking

*X. Oktober – 10 Buku

#84. Rumah Kawin by Zen Hae

Kumpulan cerpen para jagoan Betawi.

#85. A Child’s Heart by Herman Hesse

Hangatnya cinta kasih ayah kepada anak.

#86. Blink by Malcolm Gladwell

Kedip dan memutuskan cepat.

#87. Menembus Kabut by Drs. H. Zainal Arifin

Kehidupan jelata di Ibukota.

#88. Filsuf-filsuf Besar tentang Manusia by Dr. P.A. Van der Weij

Biografi singkat para filsuf hebat

#89. 1Q84 Jilid 2 by Haruki Murakami

Lanjutan pembunuh berdarah dingin dan editor galau di dunia pararel.

#90. Rindu Terluka by Putu Oka Sukanta

Orang Bali yang lolos dari ’65.

#91. A Maiden’s Grave by Jefrey Deaver

Penculikan dan negosiasi di rumah jagal.

#92. Si Badung jadi Pengawas by Enid Blyton

Pengawas yang apes.

#93. Sabar Dong…! by KH Mawardi Labay ES

Jadikan sabar dan salatmu sebagai penolong.

*XI. November – 14 Buku

#94. A Dash of Magic by Kathryn Littlewood

Turnamen masak di Prancis

#95. How the World Works by Noam Chomsky

Dunia yang kita huni dan pandangan luas bagaimana diatur.

#96. Marxisme, Seni, Pembebasan by Goenawan Muhammad

Marx sang pahlawan.

#97. The Hundred Secret Sense by Amy Tan

Ke China, pulang untuk pergi.

#98. The Art of Novel by Milan Kundera

Pandangan Kundera akan keindahan novel.

#99. Menyingkap Rahasia Akhirat by Al Ghazali

Rahasia kehidupan setelah kematian.

#100. Tabula Rasa by Ratih Kumala

Cinta kandas di setiap masanya.

#101. Jejak Sufi Modern by Abu Fajar Alqalami

Sufi zaman now.

#102. Poison by Sara Poole

Racun dan peranannya di zaman Renaisans.

#103. Wasripin & Satinah by Kuntowijoyo

Si jagoan dan penyanyi pasar, tak berhasil bersatu.

#104. Logika Falus by Tomy F Awuy

Sinisme hidup.

#105. Ranah 3 Warna by A. Fuadi

Novel jelex.

#106. Prey by Michael Crichton

Percobaan di lab berbahaya.

#107. Sepotong Hati di Sudut Kamar by Pipiet Senja

Memoar pilu masa remaja.

*XII. Desember – 14 Buku

#108. Penyihir Cilik by Otfried Preussler

Peyihir cilik yang berilmu besar.

#109. Persiden by Wisran Hadi

Hikayat adat Minagkabau.

#110. Jari Tengah by Alfian Dippahatang

Puisi cabul.

#111. Desis Kata Kata by Heni Hendrayani

Puisi tidak cabul.

#112. Pak Janggut by Aman Dt. Majoindo

Pak Janggut dan warganya melucu.

#113. Cubek di Rimba Raya by Jef Last

Bali dan budaya lokal yang kental.

#114. Ketika Lampu Berwarna Merah by Hamsad Rangkuti

Gelandangan di ibukota

#115. Rojak by Fira Basuki

Pasangan Jawa China yang tinggal di Singapura.

#116. Pillow Talk by Chistian Simamora

Seks bebas dengan gaya.

#117. Rich Dad’s Guide to Investing by Robert T. Kiyosaki

Bagaimana menjadi kaya yang sesungguhnya.

#118. The Joker by Esi Lahur

Gemita masa remaja.

#119. Ulid, Tak Ingin Ke Malaysia by Mahfud Ikhwan

Lerok dan gempuran kehidupan modern.

#120. Sherlock Holmes: Misteri Bintang Sirkus by Tracy Mack dan Michael Citrin

Pembunuhan bintang sirkus.

#121. Misteri Sutra yang Robek by S Mara GD

Pembunuhan di rumah tangga tak romantis.

121 buku yang selesai kubaca, 106 buku yang selesai kuulas. Artinya 87% sudah benar-benar selesai. Ditaruh di rak, dan akan kecil kemungkinan dibuka lagi, kalau tak butuh-butuh amat. sempat terbesit dijual, tapi nanti saja pas lagi butuh. Saat ini masuk koleksi saja. Menumpuk yang sudah, done.

Karawang, 100123 –Room Eleven – One of These Days

Pillow Talk


“Dalam dunia cewek, selain anak, yang bikin mereka terkagum-kagim sampe sirik adalah berlian. Siapa coba yang bisa nahan diri nggak pengen ngeliat cincin lima karat dari jarak pandang sedekat mungkin?”

Sungguh terlalu. Cerita cinta dengan banyak hal menyedihkan. Genre chicklit yang disampaikan dengan begitu hhmmm… apa ya pasnya? Aneh? Kurang pas. Dungu? Juga kurang pas. Klise, hampir pas. Mungkin kata “malesi” lebih klik. Sedari awal, dengan sangat mudah sudah dapat diprediksi, dua sahabat itu bakalan bersatu. Kita tahu kata-kata hati keduanya, kita bisa menerka dengan mudah, tindakan apa yang akan dilakukan. Bahkan ketika salah satunya dilamar orang lain, dan diterima. Bahkan saat satunya lagi dikenalkan temannya teman dan begitu anggun mencinta. Malesi sekali mengikuti perjalanan orang-orang dewasa ini yang tak dewasa. Seks bebas, dan pikiranya tak bebas. Terbelenggu gaya hidup, terikat pikiran mengapa, bagaimana, dan andai saja. Kalian sudah tak remaja lagi woy! Hufh… “Dari tujuh dosa paling mematikan, dia memang paling lemah sana nafsu.”

Kehidupan Jakarta, kota terbesar Indonesia ini mencipta perilaku masyarakatnya cenderung mengkhawatirkan hal-hal yang sepele. Tak ada kekhawatiran makan apa besok? Tak ada konfliks bertahan hidup. Dua orang sahabat sejak kecil, keduanya: cakep, ekonomi cukup (bolehlah dibilang mapan), stylist, hingga sudah memiliki kendaraan yang nyaman. Sandang, pangan, papannya sudah tercukupi. Ketamvanan dan kecantekan pun menunjang. Lalu apa lagi? Tentu saja mengkhawatirkan cinta. Ah, asmara di kota besar. Bagaimana kalau cowok ini tak sepenuhnya cinta aku, padahal ia pacarku? Bagaimana kalau cewek ini akan menaiki jenjang pernikahan, dia kan sahabat baikku dan aku tak rela? Bagaimana kalau dua hati yang sudah nyaman diretakkan lalu coba disulam ulang? Pillow Talk adalah novel dengan kebebasan berpikir, kebebasan logika, hingga nalar tercecer. Sungguh tak cocok untuk kaum konvesional, tak pas untuk jelata, dan makanya itu tak relate ke banyak hal.

Emi adalah perempuan karier yang memiliki toko fashion online inimurah.com, bersama temannya Ajeng mengembangkannya menjadi brand yang laris. Dalam pembuka kita tahu Emi yang kini memasuki usia krusial penentuan menikah atau tetap melajang, dilamar oleh pria dewasa, pria matang 40-an yang kaya, mapan, tajir, Jawa. Emi dilamar di tempat tidur, dan dengan berlian mahal dikenakan untuk persetujuan ikat. “Siapa lagi coba yang punya stok cinta dan perhatian sebesar Dimas?”

Kabar gembira ini jelas harus diumumkan ke seantero raya. Pertama, sahabat karibnya sejak kecil, Jo. Pria mapan lainnya yang kerja kantoran, sebagai marketing sukses. Pria yang sudah jadi temannya sejak kecil, teman sekolah, dan teman ke mana saja. Jo digambarkan tamvan dan sikpek sehingga dengan mudah menggaet perempuan.

Karena sudut pandang bergantian antara mereka berdua, maka kita bisa tahu isi hatinya. Kita tahu Jo tak setuju sebab hati kecilnya tak rela. Emi sekalipun bahagia akan melanjutkan kehidupan di jenjang baru sebagai istri, kita tahu hati kecilnya ragu dan cintanya tertambat di Jo. Maka sebagai teman curhat, kata-kata yang keluar tak seperti kedalaman hati. “Dia cantik banget kalo diam dan cerdas banget kalo dah angkat bicara.”

Dengan pembuka seperti itu, kita dengan mudah menebak mereka akan bersatu. Entah bagaimana kendalanya, entah rintangan jenis apa yang menghalangi, entah bahaya apa yang akan dicipta. Klise dan begitu terterka?

Lantas Emi diundang ke pernikahan saudara Dimas, bertemu keluarga besarnya yang adigung adiguna adiluhung menjunjung tinggi adat Jawa. Emi yang gugup, khawatir melakukan hal-hal salah atau memalukan, dibantu Ajeng, dan diyakinkan hatinya, ia bisa. Dan duuuer… saat bertemu dengan calon mertua, segala-galanya berantakan. Konyol, dan begitu memalukan. “Ibu-ibu Jawa seneng banget sama calon mantu yang sopan santun.”

Sementara Jo yang nganggur cinta alias jomblo diperkenalkan teman Ajeng, yang seorang pengusaha kue. Feli yang cantik, memikat, penguasaha. Perkenalan lewat comblang itu sukses. Dalam artian mereka sama-sama tertarik, janjian makan malam, nge-date nonton bioskop (walaupun sudah di depan loket akhirnya batal), hingga akhirnya jadian. Singkatnya, hanya beberapa kali bertemu mereka kiss-kiss dan menyatakan cinta. Dan sekali lagi karena kita bisa tahu isi hatinya, kita dengan mudah bahwa cinta ini abu-abu. “Obat patah hati dari cewek, ya cewek juga toh?”

Dan benar saja, sebuah hadiah dari kantor karena prestasi memikat Jo yaitu jalan-jalan ke Bali menjadi titik balik semuanya. Bos Pak Ethan yang baik hati dan tidak sombong. Jo yang masih lajang bukannya mengajak Feli untuk liburan, tapi malah mengajak Emi sebagai teman kamar hotel. Sekalipun dibumbui Ethan tertarik sama Emi, dengan goda dan rayuan rancu. Sekalipun beberapa kali keraguan itu tampak. Apa yang terjadi di kamar berdua laki-laki dan perempuan, saling cinta dan sungguh dekat menghabis malam? Main monopoli? Gim Candy Crush Saga? Atau malah catur? Hehe… Sederhana, mudah ditebak, dan saking klisenya alur itu sudah tampak sedari mula. Sayangnya, penulis tak melakukan perlawanan. Mengikuti alur tebak, dan begitulah.

Untuk novel dewasa, banyak hal lebai dan disampaikan dengan rasa terganggu. Kenapa saya bisa bilang begitu, yak arena saya sudah di tahap itu. Seperti perkataan ini, “Cinta itu kan Cuma cinta – nggak ada kekuatan ato sesuatu yang hebat terkandung di dalamnya.” Atau rasa rindu. “Satu, kangen kamu. Dua, kangen kamu. Tiga, kangen kamu.” Atau perasaan lebai ini, “Kalau aku ngelupain kamu aku juga lupa caranya bahagia.” Mereka tidak anak remaja, tapi ya gmana mau mengontrol diri, mengontrol emosi sendiri saja lemah.

Ini memang kisah orang kaya, orang tamvan, orang-orang kota. Sampai muncul perkataan yang rasanya berlebihan. “Ogah, gue alergi debu.” Sekali lagi, memang bukan genre-ku. Memang bukan dalam jangkau seleraku. Inilah efeknya menikmati bacaan dengan rasa terpaksa. Tak nyaman, ngalir dan terhanyut bikin pusing kepala. Terasa bukan di Indonesia, tapi kok ya di Jakarta. Apa sayanya saja yang kurang gaul? Sehingga kehidupan kota yang menengah atas tak terjangkau? Hiks…

Banyak lagu-lagu barat dinukil, banyak kemudahan hidup disampaikan. Cari pacar gampang, cari partner seks mudah, liburan ke Bali dapat bonus seolah, voucher tinggal gosok, banyak ungkapan lebai seolah remaja, dst. Well, realita itu memang ada, tapi tak segampang itu.

Ini adalah buku pertama Chistian Simamora pertama yang kubaca, dan sepertinya akan menjadi yang terakhir juga. Jelas bukan aku banget. Terinspirasi oleh penulis Amrik Meg Cabot yang sungguh metropolitan, bukan Murakami yang muram, isinya juga blik-blik sehingga tak cocok. Hanya nasib buruk yang akan mengantarku menikmati buku Simamora lainnya. Hanya kebetulan luar biasa, sungguh.

Pillow Talk | by Christian Simamora | Editor Gita Romadhona | Proofreader Windy Ariestanty, Resita Wahyu Febiratri | Penata letak Wahyu Suwarni | Desainer cover Jeffri Fernando | Penerbit Gagas Media | Cetakan pertama, 2010 | x + 462 hlm; 13 x 19 cm | ISBN 979-780-393-7 | Skor: 2.5/5

Untuk Pupunewe Ciwikeke

Karawang, 130123 – 170123 – Sara Lazarus – This Can’t Be Love

Thx to Nenk Tasha, Jakarta

The Joker


“Memang betul sih, Ras, kalau ada Victo suasana jadi heboh. Ada aja topic omongannya.”

Novel remaja yang hhmm… begitulah. Judulnya aja yang serem, Joker musuhnya Batman. Padahal artinya cuteee, jomblo keren. Singkatan yang dipakai genk sekolah. Anak-anak sekolah gaul yang punya kelompok, atau genk terdiri dari beberapa siswa.

Pada umumnya. Bagaimana remaja SMU jatuh hati, saling taksir, pesta dansa, konfliks sama teman/lawan, perebutan cowok macho, atlit basket! Semua muara kisah ini mengarah ke puncak acara Promnite, dengan siapa mereka berdansa. Hingga berbagai masalah anak muda pada umumnya. Tipikal. Pertemanan itu dibalut dalam sosmed. Terbitan sekitar 2000-an di mana Facebook awal mula menyerbu dunia. Maka banyak bagian di sini komunikasi via itu. Kelebihan utama jelas disampaikan dengan baik. Ditulis dengan nyaman. Dan sungguh rapi. Kelemahan jelas cerita. Para anak sekolah yang mengkhawatirkan hal-hal sederhana. Cinta-cintaan yang begitu polos. Dan sisi horornya, sungguh aneh dan lemah. Memanggila arwah hanya untuk komunikasi? Penampakan-penampakan makhluk dunia lain? Cenayang? Ah, dunia remaja yang ada-ada saja. Sudah lewat masa itu.

Jadi Andrea adalah siswi pindahan dari daerah, tepatnya daerah Blitar. Ia ke Jakarta dengan jiwa minder, pergaulan di kota besar apakah bisa gegas adaptasi? Apakah bisa mendapatkan teman yang cocok. Maka disusunlah sebuah skenario bodoh.

Suatu hari saat di ruang kelas atas, ia menyaksi penampakan hantu. Siswi bermuluran darah. Kabar itu langsung menyebar dengan masif. Ia mendadak terkenal. Kabar itu memancing banyak reaksi, sebab dulu ada siswi meninggal tertabrak mobil saat akan menyeberang. Rita, almarhum adalah pacar impian siswa ganteng Satya. Yang merupakan saudara Risa. Mereka terjalin cinta rumit dalam segitiga. Entah Satya milih Brenda dengan pacaran dengan Rita, atau sebaliknya. Ada rasa tak enak ati di sana.

Dengan kabar itu, Risa ingin ngobrol sama sudaranya. Ada hal-hal yang perlu dituntaskan. Sementara genk kaya dan modis Pinky, Aida, dan Risa begitu membenci lingkaran pertemanan The Joker. Ya, Andrea memiliki genk sendiri. Tiga perempuan, satu laki-laki yang agak melambai. Andrea, Icha, Laras, Brenda. Dan lelaki dengan sifat perempuan Victo.

Hal yang umum para siswa membentuk genk dan bersaing. Yang tak umum adalah pertentangan antar mereka memperebutkan cowok. Alamak, menggelikan. Memuakkan. Sudah kayak sekolah Barat yang memuja cowok pemain basket atau atlit olahraga lainnya. Atau mungkin cara menyampaikannya yang terlihat memualkan.

Setting tahun 2000-an di mana Facebook dan Twitter merambah Indonesia, oh lupakan Friendters, dan banyak sekali konfliks disampaikan lewat komentar dan pesan masuk. Facebook yang banyak mengubah perilaku manusia. Dan di sini jadi ajang pamer curhatan, saling silang pendapat tentang pacar, hingga akhirnya kembali ke masalah para genk. Bagaimana akhirnya di malam puncak pesata dansa tersebut. Akankah mereka menemukan pasangan yang sesuai impian?

Joker sendiri berarti Jomblo Keren, singkatan yang diperoleh saat mereka sedang fitting baju di penjahit langganan Bang Jontor. Mereka memang para siswi yang tak memiliki pacar, dan merasa high quality jadi anggap saja kita keren. Tiga perempuan dan satu lelaki. Tampak seperti pasukan pahlawan dalam melawan penjahat. Hehe…

Yang paling pas dan terasa sangat relate dengan dunia nyata rasanya adalah komentar Bang Jontor, yang bilang, “Paling kalian ribut-ribut urusan cowok. Cowok di dunia ini kan banyak, buat apa berebutan?” Lihat, nasihat orang tua, orang yang berpengalaman lebih pas dan betul. Makanya apa yang dikhawatirkan para remaja ini standar sekali. Eh, kita pernah muda.

Cerita remaja kubaca saat sudah tak remaja. Tak masalah, semua genre saya lahap dan nyaman-nyaman saja. Hanya memang konfliks kurang berkelas. Sungguh bikin kzl mereka para siswi ini saling silang gegara cowok. Keunggulan utama buku ini jelas adalah cara penyampaian yang bagus. Ditulis dengan nyaman dan mengalir tenang.

Esi Lahur lahir di Jakarta, 3 Oktober 1977. Lulusan UI jurusan antropologi, pemenang Sayembara Mengarang Cerpen Femina 2000 (Pengantinku) dan 2001 (Kartu Pos). Ini adalah teenlit ketiganya setelah Three Angels Plus (2004), From Sumatra with Love (2010).

The Joker (Jomblo Keren) by Esi Lahur | GM 312 01 11 0020 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Jakarta, April 2011 | 152 hlm, 20 cm | ISBN 979-979-22-6904-8 | Skor: 3/5

Untuk Dwi “Wiwid” Widijatmiko & Gabriel Rino

Karawang, 050123 – 130123 – Gina Sicilia – So Attracted to You

Thx to Dhika, Yogyakarta

Rich Dad’s Guide to Investing


“Jika menyangkut masalah uang dan investasi, orang mempunyai berbagai alasan atau pilihan fundamental untuk investasi: Agar aman, agar nyaman, agar kaya.”

Buku yang luar biasa, salah satu non fiksi terbaik tahun ini yang kunikmati. Benar-benar nampol abiiizzz… membuka mata, membuka hati, membuka wawasan tentang finansial. Buku bukan sekadar tentang investasi, tapi berisi petunjuk-petunjuk jitu, formula-formula ampuh. Membuncah, banyak sekali tipsnya. Sebagian besar buku investasi ditulis untuk orang-orang yang berada di luar dunia investasi. Buku ini ditulis untuk mereka yang ingin berinvestasi dari sisi dalam. Dibuat untuk mengubah sudut pandang orang, dari sudut pandang kekurangan uang ke sudut pandang menciptakan dunia yang kelebihan uang. “Kebanyakan orang bukan investor, kebanyakan orang adalah spekulan atau penjudi. Kebanyakan orang punya mentalitas ‘beli’, simpan, dan berdoa saja semoga harga naik’…”

Sedari pembuka Sharon dan Robert hanya meminta agar pembaca bersedia belajar dan membaca buku ini dari awal sampai akhir dengan pikiran terbuka. Jika ada bagian-bagian buku ini yang tidak mengerti, baca saja kata-katanya sampai akhir. dan itu benar-benar kulakukan. Kubaca dalam dua minggu ini sebab akan saya berikan ke teman kerja yang resign hari ini.

Jika kamu ingin menjadi investor kaya, kamu perlu melihat bahwa $200.000 itu jumlah minimum untuk memenuhi persayaratan sebagai accredited investor. Itu hanyalah setetes air di sumur. Berulang kali ayah kaya bilang, “Terlalu mudah menjadi kaya secara legal sehingga tidak ada gunanya menanggung risiko masuk penjara untuk sesuatu yang illegal.”

Kisahnya sendiri dicerita dengan apik, sebuah pertemuan tahun 1973 pasca Perang Vietnam, Robert ke Hawaii ketemu Mike, teman sekolahnya, dan ayahnya. Sang ayah kaya raya yang memberi hampir semua petuah di buku ini. “Bunyi kata-kata itu terasa meredu di kepala saya.”

Jadi ini buku investasi dengan narasi dongeng sehingga mudah dicerna, dan menarik. Sejatinya tujuan utamanya jadi Sophisticated investor yang tahu 3-E: Education (pendidikan), Experience (pengalaman), dan Excessive cash (Uang berlimpah). Nah, menuju ke sana yang rumit dan butuh dedikasi banyak hal. Terutama waktu.

Di mula itulah, sang pilot Robert ini mendaku memiliki niat kuat jadi kaya. Berpikirlah keras-keras dan siapkan mentalmu sebab kamu akan belajar tentang berinvestasi dengan cara yang hanya diizinkan bagi segelintir orang. “Titik balik dalam hidup saya dan hari ketika saya menerapkan tujuan untuk menjadi sophisticated investor.”

Setelah makan siang di rumah Mike itu, Robert bersumpah sepanjang hidup tidak akan mempertahankan keamanan pekerjaan hanya karena aku membutuhkan upahnya. “Kebanyakan orang bermimpi jadi kaya tapi itu bukan pilihan pertama mereka.”

Jika sampai pada masalah uang dan investasi, semua prioritas itu penting. Sebelum memulai berinvestasi, adalah penting untuk memtuskan mana prioritas-prioritas. “Jangan khawatir soal uang, jika kita mengerjakan hal-hal yang tepat, banyak uang akan mudah diperoleh. Atau jangan membiarkan tidak beruang untuk menjadi dalih untuk tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan.”

Berikutnya, ini adalah kutipan-kutipan buku yang menurutku layak dibagikan. Enjoy it!

Jenis investasi: saham, obligasi, reksa dana, real estat, asuransi, komoditas, tabungan/deposito, koleksi benda berharga, logam mulia, hedge funds, dsb. Saham dipecah jadi: saham common, preferred, warrants, small cap, blue chip, cobertible, technical, industrial, dsb.

Ketika saya mendengar dongeng-dongeng tentang kekayaan instan dan uang cepat di pasar, saya langsung pergi dan memilih untuk tidak mendengarkan, sebab cerita-cerita seperti itu bukanlah cerita tentang investasi. “Investasi adalah rencana, bukan produk atau prosedur. Investasi adalah rencana yang sangat pribadi.”

Kenyataannya, banyak hal, yang diperlukan itu gratis. “Untuk mendapatkan uang tidak dibutuhkan uang. Yang dibutuhkan adalah kata-kata. Perbedaan orang kaya dan miskin, adalah kekayaan kosakata finansialnya. Dan untungnya, sebagian besar kata-kata itu gratis.”

Jika orang-orang ingin mulai meningkatkan keberhasilan finansial mereka, itu dimulai dengan meningkatkan kosakata mereka dalam subjek tertentu. Lebih khusus lagim kosakata orang kaya.

Real dalam bahasa Spanyol bukan real dalam bahasa Inggris, real estat sebenarnya berarti tanah kerajaan.

Rencana finansial itu penting sebelum orang berinvestasi. Yang paling menentukan adalah apa yang kita bisikan pada diri sendiri.

Investasi berarti seuatu rencana, proses menjadi kaya yangs sering kali membosankan, tidak menggairahkan, dan nyaris mekanis. Sederhananya adalah lebih baik daripada rumit. Jika formula itu rumit, ia tidak pantas diikuti. Jika kamu punya strategi sederhana, ikutilah.


LO’Shaughnessy dalam “What Works On Wall Street” A Guide to the Best Perfoming Invesment Strategies of All Time ada dua tipe dasar pembuatan keputusan: #1. Metode klinis/intuitif: mengandalkan pengetahuan, pengalaman, dan akal sehat. #2. Metode kuantitatif/actuarial: mengandalkan hbungan-hubungan yang sudah teruji yang didasaro atas sample data besar.

David Faust, penulis The Limits of Scientific Reasoning, “Penilaian manusia jauh lebih terbatas daripada yang kita kira.”

Para pembunuh mimpi adalah teman-teman dan anggota-anggota keluarga yang mengatakan, “ah, jangan konyol.” Atau “mana mungkin kamu bisa melakukannya?”

Tiga dari seratus orang kaya Amerika, dan satu dari tiga itu kaya karena uang warisan.

Aturan dasar investasi: #1. Selalu mengetahui Anda bekerja untuk pendapatan macam apa? #2. Mengubah pendapatan hasil keringat menjadi pendapatan potofolio atau pendapatan pasif dengan cara seefisien munkin. #3. Mengamankan pendapat hasil keringatmu dengan jalan membeli suatu sekuritas yang kamu harapkan mengubah pendapatan hasil keringat menjadi pendapatan pasif atau portofolio. #4. Si Investor adalah asset atau liabilitas sendiri, bukan investasi atau sekuritasnya. #5. Seorang investor sejati siap menghadapi apa pun yang terjadi. Orang yang bukan investor berusaha meramalkan apa yang akan terjadi dan kapan terjadinya. #6. Jika kamu siap, artinya kamu mempunyai pendidikan dan pengalaman, dan kamu mendapatkan transaksi yang bagus, uang akan mendatangimu atau kamu akan mendatangi uang itu. $7. Kemampuan mengevaluasi risiko dan imbalan. “Yang membuat investasi itu beresiko adalah karena investor tidak tahu perbedaan antara asset dan liabilitas.”

Semuanya dimulai dengan melatih otakmu untuk mengetahui apa yang harus dicari dan bersiap-siap menghadapi saat investasi itu disodorkan padamu. Mereka bilang the bull comes up the stairs and the bear goes out the window = Orang yang membeli saham atau komoditas dengan harapan harganya akan naik lalu menjualnya pada saat naik untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam real estat, orangs sering mengatakan kunci suksesnya adalah lokasi, titik. Dalam realita, dalam investasi – entah itu real estat, bisnis, atau surat berharga – kuncinya adalah orang, titik.

Jika semua hal tidak mengikuti formula KISS (Keep it simple, silly) maka resikonya tinggi.

Di sepanjang perjalanan, anda mungkin menemukan bahwa rencana-rencana Anda untuk aman secara finansial, dan kemudian nyaman secara finansial, akan memungkinkan anda untuk ‘naik pangkat’.

Jika kamu tidak dapat mengendalikan dirimu sendiri, naik turunnya pasar akan mengendalikan kamu dan kamu akan kalah pada salah satu pasang atau surut itu. Alasan pertama orang-orang tidak menjadi investor yang baik adalah karena mereka tidak memiliki kendali atas diri mereka sendiri dan emosi mereka.

Jika kamu hendak terjun di kuadran B, kamu harus tahu cara menjual maupun memasarkan. “Pengetahuan finansial adalah salah satu dasar investor yang terpenting, khususnya jika kamu ingin menjadi investor aman, seorang inside investor, dan seorang investor kaya…”

Jangan sekali-kali bekerja demi uang, belajar melihat peluang dan bukan pekerjaan, dan belajar membaca laporan keuangan. “Jadi dengan membaca keuangannya, Bapak bisa melihat apakah investasi itu riskan atau aman? Ya.”

Melek finansial atau ahli dalam hal finansial adalah dasar investor yang sangat penting di level kaum kaya. Siapa pun yang secara finansial tidak mandiri di umur 45 akan mendapat angka merah. Sebelum mereka kehabisan asset mereka yang paling berharga: waktu.

Kebanyakan investor memilih untuk berinvestasi berdasarkan bisik-bisik atau harga rendah atau harga tinggi, tergantung momentum pasar. Orang dan bisnis jungkir balik secara finansial karena arus kas mereka tidak terkendali.

Pepatah, “Jangan menghitung anak-anak ayammu sebelum mereka benar menetas.”

Investor rata-rata sering “menghitung anak ayam sebelum mereka menetas.” Atau mereka mempertaruhkan segala sesuatu pada satu peristiwa, yang berarti secara harfiah, “menunggu kapal mereka berlabuh.”

Setiap kali membuat kesalahan, ia tidak membiarkan dirinya tertekan. Ia malah yampak bahagia, tampak bijaksana, lebih mantab kemauannya, dan bahkan lebih kaya berkat pengalaman itu. Di sekolah, kamu diberi pelajaran lebih dulu. Di jalanan, kamu diberi kesalahan lebih dulu, dan kemudian tergantung pada kamu sendiri untuk mendapatkan pelajarannya, kalau bisa.

Di Amerika adan Securities Act (Undang-undang Sekuritas) tahun 1933, Securities Exchane Act tahun 1934. Hukum-hukum yang melidnungi public dari misrepresentasi, manipulasi, dan praktek-praktek penuh tipu daya muslihat dalam penjualan dan pembelian sekuritas.

Para investor rata-rata merasa invetasi riskan karena: #1. Mereka berada di sisi luar dan berusaha melongok sisi dalam perusahaan, jika mereka tak tahu bagaimana membaca laporan keuangan perusahaan, sepenuhnya mereka tergantung pada pendapat orang lain. #2. “Jika dasar finansial seorang lemah, kepercayaan dirinya juga lemah.” Kadang-kadang bahkan kesehatan fisik mereka juga. #3. Kebanyakan orang tahu bagaimana meraup uang hanya jika pasar sedang marak, dan mereka takut pada pasar saat terpuruk. “Investor teknis berinvestasi dengan asuransi terhadap kerugian-kerugian besar. Investor rata-rata ibarat orang yang menerbangkan pesawat tanpa berbekal parasut.”

Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dipelajari dengan sebaik-baiknya hanya dengan membaca dan mendengarkan. Beberapa hal menuntut tindakan agar bisa dipelajari. Dan permainan memberikan langkah tindakan dasar ini untuk pembelajaran. Ada pepatah tua mengatakan, “Aku mendengar dan aku lupa. Aku melihat dan aku ingat. Aku bertindak dan aku mengerti.”

Dengan mengetahui dasar-dasar hukum sophisticzated investor mampu memanfaatkan keuntungan-keuntungan E-T-C, yang memwakili entry, timing, dan characteristic (entitas, waktu, karakteristik). “Jika kamu ingin menjadi warga Negara privat yang kaya, di atas kertas kamu perlu miskin dan tidak berduit sepeser pun…”

Kerugain dan keuntungan penawaran IPO (Initial Public Offering). Keuntungan: #1. Memungkinkan pemilik bisnis “menguangakan” sebagian ekuitas mereka dalam bisnis itu. #2. Mendapat modal ekspansi #3. Melunasi utang perusahaan #4. Meningkatkan kekayaan bersih perusahaan. #5. Memungkinkan perusahaan menawarkan opsi saham sebagai keuntungan bagi karyawannya. Kerugian: #1. Operasi-operasi Anda menjadi public. Terpaksa mengungalpakn informasi, yang dulunya tertutup, kepada public. #2. Fokus teralihkan dari operasi bisnis ke fasilitas kewajiban perusahaan public. #3. Penawaran perdana saham ke public sangat mahal. #4. Ketaatan pada pesyaratan IPO dan laporan tahunan. #5.Anda menanggung risiko kehilangan control atas perusahaan. #6. Jika kinerja saham buruk, Anda menanggung risiko dituntut oleh para pemegang saham Anda.

Bagi banyak investor potensi imbalan finansial dari upaya membawa ke publik jauh lebih besar daripada potensi kerugian.

Ayahmu membayar pajak atas pendapatan kotor. Kemudian membeli asset dengan pendapatan bersih. Itulah sebabnya amat sangat sulit baginya untuk menjadi kaya. “Betul, itu memang tidak adil, tetapi hukum menentukan begitu.”

Pada tahun 1215, Magna Carta, dokumen paling terkenal dari sejarah konstitusi Inggris ditandatangani. King John menyerahkan sebagian dari kekuasaannya kepada baron-baron kaya Inggris.

“Aturan nomor satu untuk menjadi wiraswasta adalah jangan sekali-kali menerima pekerjaan demi uang. Terimalah pekerjaan hanya demi ketrampilan-ketrampilan jangka panjang.”

Orang berinvestasi untuk dua alasan: #1. Menabung untuk masa depan, dan #2. Menghasilkan banyak uang.

J. Paul Getty dalam bukunya How to Be Rich, “Aturan pertamanya adalah bahwa Anda harus terjun ke dalam bisnis untuk diri Anda sendiri.” Kemudian mengisyaratkan, Anda tidak akan pernah kaya dengan bekerja pada orang lain.

Waktu adalah asset kita yang paling berharga, khususnya jika kamu semakin menua. Tolstoy pernah bilang, “Hal paling tidak diharapkan yang menimpa kita adalah usia tua.”

Mengajukan diri sebagai relawan saja tidak otomatis membuat Anda menjadi pemimpin besar, tetapi jika Anda menerima umpan balik dan mengoreksi diri sendiri dengan baik, anda bisa tumbuh menjadi pemimpin yang baik. “Lebih banyak mengajukan diri sebagai sukarela.”

Saya percaya real estat adalah investasi yang bagus sebagai bekal memulai bisnis sebab investor rata-rata menangani semua sistem secara serampangan. Tapi jangan sekali-kali memberli properti karena hanya harganya murah, sebab beberapa barang murah sebetulnya merupakan bencana yang disamarkan dengan cerdik.

“Satu-satunya waktu bank bersedia meminjamkan uang pada Anda adalah ketika Anda tidak membutuhkannya.”

Ketika mengevalusi suatu bisnis, banyak investor rata-rata memusatkan perhatiannya pada produknya, dan bukan pada bagian-bagian lain bisnis itu. Produk adalah bagian paling tidak penting untuk dicermati ketika mengevaluasi suatu perusahaan.

Helen Keller, “Kebahagiaan sejati tidak diperoleh lewat memuaskan diri, melainkan lewat kesetiaan pada suatu tujuan mulia.”

Jadi jika Anda, keluarga Anda, atau bisnis Anda terseok-seok sekarang ini, amatilah model segitiga B-I itu dan analisislah apa yang bisa Anda ubah atau tingkatkan. “Kunci menuju kesuksesan adalah kemalasan.”

Penting sekali Anda mencari nasihat seputar hukum dan perpajakan yang profesional sebelum Anda menyusun struktur rencana finansial Anda sendiri. Begitu mudah meraup uang secara legal, jadi pakailah para penasihat terbaik, dan kamu akan belajar jauh lebih banyak lagi tentang bagaimana kaya semakin kaya secara sah.

Bill Gates dan Warren Buffet berasal dari keluarga kelas menengah, jadi mereka tidak mendapatkan warisan kunci kamar brangkas keluarga.

W.N. Murray menulis puisi berjudul On Commitment:

“Sebelum seseorang menentukan komitmen yang ada cuma keraguan, melirik peluang mundur, sehingga tidak ada keberhasilan. Mengenai semua upaya kreasi dan inisiatif, hanya ada satu kebenaran dasar, yang jika diabaikan mematikan semua impian dan rencana indah, Pada saat seseorng memutuskan untuk berkomitmen, Tuhan pun mendampingi.”

Majalah Fortune 27 September 1999, “Jika Anda dibeli, itu berarti sebuah perusahaan mengesahkan Anda. Jika Anda go public, itu berrati pasar – dunia – mengesahkan Anda.”

Jutaan orang akan kehilangan uang mereka dan efek riak gelombangnya bisa menyebar lebih jauh akibat ketidakmampuan mereka membeli rumah baru, mobil baru, perahu, dan pesawat pribadi.

Saat ambruk Wall Street pada 1987 ada lelucun berbunyi, apa perbedaan antara burung camar dan seorang pialang saham? Jawabnya, “Burung camar masih bisa meninggalkan tabungan di atas BMW.”

Menjual adalah ketrampilan terpenting yang bisa kamu pelajari dan tingkatkan tanpa mengenal batas waktu. “Jika kamu mengira mampu, kamu memang mampu. Kedua-duanya benar.”

Kata kuncinya ’ephemeral’ alias berumur sangat pendek. Webster mendefinisikan kata itu sebagai berumur hanya sehari, atau hanya berusia sangat pendek. Ephemeral adalah kata paling penting bagi siapa pun yang ingin menjadi kaya atau super-kaya.

Pada 11 Oktober 1998, Merril Lynch menanyangkan iklan sehalaman penuh di Koran besar Amerika mengumumkan bahwa dunia baru berusia 10 tahun. Mengapa? Sebab baru sekitar sepuluh tahun Tembok Berlin diruntuhkan. Peristiwa ini oleh para pakar sejarawan Ekonomi menjadi tanda akhir abad industry dan awal abad Informasi.

Untuk menjadi kaya raya tak perlu lagi sumber-sumber atau lahan-lahan yang besar. Anda sudah tak perlu kerabat dulu untuk menumpang kapal Mayflower, tak perlu risau lulusan mana, jenis kelamin apa, ras apa, agamanya apa. Sekarang yang dibutuhkan hanya sebuah ide, dan sebagaimana ayah kaya katakana, “Uang tu cuma ide.” Ada benarnya pepatah,”Kamu tidak bisa mengajarkan trik-trik baru pada seekor anjing tua.” Atau lebih tepatnya, “Anda tidak bisa mengajarkan trik-trik baru pada orang yang dengan teguh memeluk pikiran-pikiran kolot, tidak peduli mereka sudah tua atau masih muda.”

Ada cerita lucu saat Bill Gates akan menyeberang ke Kanada:

Bill Gates menyeberang perbatasan Amerika ke Kanada ketika petugas pabean menanyai apakah ia membawa dokumen berharga yang harus disebutkan, ia mengeluarkan setumpuk flopy disk yang diikat dengan karet gelang. “Ini bernilai setidaknya $50 miliyar.” Petugas pabean itu mengangkat bahu, mengira ia berbicara dengan orang gila, dan membiarkan orang terkaya di dunia itu lewat tanpa harus membayar pajak apa pun. Tumpukan flopy disk itu memang bernilai sedikitnya $50 miliyar karena berisi prototype Microsoft Windows 95.

Pemerintah Amerika membawa Gates ke pengadilan dengan tuduhan praktek-prakter monopolitis. Ketika kasus dimulai seorang teman bilang, “Yang menakutkanadalah bahwa Gates mampu membayar pengacara-pengacara yang lebih baik daripada pemerintah AS.”

Kegilaan internet ini mirip dengan Gold Rush California pada 1850-an. Satu-satunya perbedaan bahwa Anda tidak perlu meninggalkan rumah untuk berpartisipasi di dalamnya. Selama masa bonanza ekonomi manapun yang ada hanya tiga jenis manusia: mereka yang membuat berbagai hal terjadi, mereka yang menonton berbagai hal terjadi, dan mereka yang bertanya ‘Apa yang terjadi?’

Nasehat ayah kaya selalu sama, “Jangan jadi orang biasa.” Terlepas mau investasi aman, nyaman, atau kaya raya, milikilah rencana untuk masing-masing level. Di abad informasi ini, zaman perbuahan cepat, jaminan lebih sedikit, dan kesempatan yang lebih luas, pendidikan finansial dan pengetahuan investor anda sangat penting.

Buku tebal yang worth it dinikmati, sebuah investasi besar dengan membacanya, terlepas dari apakah sependapat atau tidak, terlepas memahami atau tidak, terlepas memanfaatkannya atau tidak. Di dunia masa kini yang selalu berubah, investasi terpenting yang bisa dibuat adalah investasi pendidikan berkesinambungan dan pencarian ide-ide baru sepanjang hidup. Ilmu itu sudah kudapat, tinggal realisasinya. Berani melawan arus dan badai?

Setiap selesai bab, ada beberapa yang berisi Kuis Sikap Mental dan Catatan Sharon, bagus. Tak hanya kuis umum atau penjelasan ngelantur, dua hal itu sangat mendukung pernyataan isi bab secara keseluruhan, sehingga ada yang sejenis disclaimer atau menantang niat perjuangan Anda untuk kaya. Serius mau kaya nggak?

Namun di akhir sesi penutup, Robert tetap memberi nasehat yang membumi, “Saya menyarankan agar mereka tetap mempertahankan pekerjaan penuh-waktu dan mempertimbangkan upaya memulai suatu usaha paruh-waktu.”

Nah ‘kan, ayo berbisnis mumpung masih ada usia.

Rich Dad’s Guide to Investing | by Robert T. Kiyosaki & Sharon L. LEchter, C.P.A | Copyright 2000 | GM 208 02.008 | Alih bahasa Bern Hidayat | Editir J. Dwi Helly Purnomo | Desain sampul Agustinus Purwanta | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Jakarta 2002 | ISBN 979-686-723-0 | Skor: 5/5

Karawang, 291222 – Rosey – Who Am I

Thx to Lifian, Jkt

Untuk ke temanku Akbar ‘Abay’ Maulana sebagai kado perpisahan dengan NICI hari ini. Sukses selalu kawan di manapun berada. Semoga bisa di kuadran B-I suatu hari nanti Kawan.

Desember2022 Baca

“Kita bisa jadi gila dengan main kucing-kucingan seperti ini.” – Persiden, Wisran Hadi

Desember ini sejatinya fokus untuk bacaan fiksi lokal. Kalaupun ada area di luar itu hanya iseng, dan malah Penyihir Cilik yang kelar pertama. Tipis, anak-anak, bagus. Dibaca kilat. Sebagai bulan penutup, sejatinya tak muluk-muluk sebab biasanya kalau sudah menyentuh 100 buku, sisinya hanya bonus. Dan untuk kali ini, ada di angka 21. Seperti biasa, ngalir saja, nyaman saja.

#1. Penyihir Cilik by Otfried Preussler

Keren. Cerita fantasi anak yang sejatinya umum, tapi ini ditulis tahun 50-an. Dan endingnya luar biasa. Jadinya tak umum lagi, meluap-luap dalam suka cita. Bab penutup yang sempurna. Tak menyangka apa yang dilakukan, tak kukira bakalan berani melawan, berani balas dendam. Penyihir Cilik jelas adalah cerminan kebaikan akan menang, berbuat baiklah sekalipun melawan arus, tak dilihat orang, tanpa pamrih, benar-benar demi niat menolong. Maka alam akan bersatu menolong balik. Dan jangan lupa, ini juga balasan bagi siapapun yang rajin membaca buku, rajin berlatih, rajin melakukan tindakan mengarah perwujudan mimpi. Mantra sim salabim pun butuh keringat dan air mata untuk menjadi nyata, taka da yang instan sekalipun di dunia sihir.

“Lumayan, sebagai permulaan! Kurasa kau punya bakat untuk menjadi penyihir yang baik!”

#2. Persiden by Wisran Hadi

Persiden adalah tempat segalanya. Dan dimula kita disuguhi sudut-sudut lain tempat itu. Seperti rumah warisan yang tua yang juga pusat segalanya (bagi keluarga), persiden menua dihajar perkembangan zaman, dan juga semua penghuninya. Antara Saraung dan Persiden seperti kehidupan hitam putih. Selalu berkerlap-kerlip dalam diri orang-orang muda di sana. Satunya surau penuh pengajian, satunya tempat dugem. Sarauang adalah benteng kedua setelah Rumah Bagonjong. Hitam putih yang jelas bukan? Namun bagaimana kalau dari surau itulah muncul kasih terlarang?

“Bagiku, saudaraku adalah mereka yang mau seia sekata denganku. Yang mematuhi ketentuan yang kita sepakati bersama…”

#3. Jari Tengah by Alfian Dippahatang

Buku setipis ini, dibaca cepat dan gegas. Tak berasa. Mungkin karena memang puisi bukan genre saya, dan kelemahan umum puisi adalah narasinya kurang. Belum dibangun bentuknya, terlanjur tutup. Jangan salah, beberapa maestro puisi yang pernah kubaca, bangunan narasinya baguuss baguuuuus. Beberapa bikin takjub. Nah, feel itu tidak kudapatkan. Narasinya malah vulgar, walaupun tak semuanya. Kubaca lirih dan kencang pun rasanya sama. Memang biasa saja.

Renung: “tanganmu pernah berkelana ke celana dalamnya. / kau bangkitkan raksasa yang mampu merusak / dan memperbaiki dunia…”

#4. Desis Kata Kata by Heni Hendrayani

Buku puisi lagi, beruntun saya ulas buku puisi. Sebuah kebetulan saja. Buku puisi cepat selesai dibaca, sebab tak ada kesinambungan narasi dari awal tengah akhir. Sepenggalan saja sehingga cepat dicerna, cepat pula dilupa. Tema utama sejatinya adalah perjuangan perempuan, bagaimana dahulu kala Kartini, Dewi Sartika, dan pahlawan perempuan lain mengabdikan diri dalam perjuangan persamaan hak. Menyinggung pula cara berpakaian. Zaman berubah tapi kelakuan purba sama. Lantas di zaman millennium ini, banyak perempuan yang menggadaikan kemerdekaannya demi materi.

PSK: “Di taman kota / Dua tubuh berpagut / Berbagi pesing” – 2011

#5. Pak Janggut by Aman Dt. Majoindo

Suka sama kesedehanaannya. Suka sama polanya yang mengalir lancar, beberapa mengundang tawa, beberapa getir. Bagaimana manusia zaman dulu mendapati nama panggilan. Orang berjanggut panjang, Pak Janggut. Orang berbadan kurus, Si Kerempeng. Orang berbadan gemuk, Bu Pan. Orang suka ceramah, Pak Ustadz, dst. Nama-nama yang didapat dari orang-orang sekitar, dari pergaulan, dari dampak sosial. Umum, dan sangat membumi. Untuk itulah, saya suka. Seri satra Nostalgia.

“Akan jadi sarang kutu saja janggut itu, menambah-nambah kerja awak.”

#6. Cubek di Rimba Raya by Jef Last

Cerita dari Bali ditulis orang Belanda. Kearifan lokal yang elok. Klasik.

#7. Ketika Lampu Berwarna Merah by Hamsad Rangkuti

Transmigrasi jadi tempelan cerita. Waduk Gajah Mungkur di Desa Karanglo, Wonogiri, bagaimana terbentuknya. Di tempat pertemuan kedua sungai itu akan dibangun waduk raksasa Gajah Mungkur. Air akan melenyapkan semua kenangan mereka. Jelas ini sejarah, diselipkan dalam kisah kepiluan warga Jakarta yang terpinggirkan di gubuk-gubuk kumuh sepanjang rel kereta api. Lalu dikemas drama keluarga. Jadilah Ketika Lampu Berwarna Merah. Saat mobil berhenti, mungkin membuat kesal karena perjalanan tertunda. Tetapi bagi anak-anak, ketika lampu berwarna merah satu harapan baru telah tiba. Dengan bekal kasihan, pengemis melakukan pekerjaannya. Meminta-minta di sepanjang jalan saat warna rambu lalu lintas berwarna merah. Dengan pusat kasihan anak lelaki berkaki buntung. Menggendongnya, mengetuk hati para sopir.

“Itu sekolah yang dapat dari kebiasaan kita. Kita tidak akan bisa pergi dari situ. Dunia kita adalah dunia orang minta-minta.”

#8. Rojak by Fira Basuki

Mungkin klise. Mungkin sangat sinetron. Mungkin pula terbaca lebai. Namun harus diakui Rojak ditulis dengan sangaat bagus. Runut, nyaman, dan begitu hidup. Enak sekali menikmati tiap lembarnya. Kehidupan urban. Kehidupan warga Singapura dari perpaduan imigran China dan Perantau Jawa. Dan lihatlah, sungguh campuran yang aduhai. Yang cewek galau sebab kegundahan hatinya tak tercurah, mertua Jawa yang masih feudal padahal kini terpuruk miskin. Yang cowok malah luntur kesetiaan karena pergaulan dengan teman kantor yang salah arah. Dan lagi-lagi pihak ketiga memainkan perannya. Dicampur aduk dengan lihai dalam alur yang tak ajeg maju. Hebat. Hanya saja, ceritanya ya itu, klise, sinetron, lebai.

#9. Pillow Talk by Chistian Simamora

Sungguh terlalu. Cerita cinta dengan banyak hal menyedihkan. Genre chicklit yang disampaikan dengan begitu hhmmm… apa ya pasnya? Aneh? Kurang pas. Dungu? Juga kurang pas. Mungkin kata, malesi lebih klik. Sedari awal, dengan sangat mudah sudah dapat diprediksi, dua sahabat itu bakalan bersatu. Kita tahu kata-kata hati keduanya, kita bisa menerka dengan mudah, tindakan apa yang akan dilakukan. Bahkan ketika salah satunya dilamar orang lain, dan diterima. Bahkan saat satunya lagi dikenalkan temannya teman dan begitu anggun mencinta. Malesi sekali mengikuti perjalanan orang-orang dewasa ini yang tak dewasa. Seks bebas, dan pikiraany tak bebas. Hufh…

#10. Rich Dad’s Guide to Investing by Robert T. Kiyosaki

Buku yang luar biasa, salah satu non fiksi terbaik tahun ini yang kunikmati. Benar-benar nampol abiiizzz… membuka mata, membuka hati, membuka wawasan tentang finansial. Buku bukan sekadar tentang investasi, tapi berisi petunjuk-petunjuk jitu, formula-formula ampuh. Membuncah, banyak sekali tipsnya. Sebagian besar buku investasi ditulis untuk orang-orang yang berada di luar dunia investasi. Buku ini ditulis untuk mereka yang ingin berinvestasi dari sisi dalam. Dibuat untuk mengubah sudut pandang orang, dari sudut pandang kekurangan uang ke sudut pandang menciptakan dunia yang kelebihan uang.

“Kebanyakan orang bukan investor, kebanyakan orang adalah spekulan atau penjudi. Kebanyakan orang punya mentalitas ‘beli’, simpan, dan berdoa saja semoga harga naik’…”

#11. The Joker by Esi Lahur

Novel remaja yang hhmm… begitulah. Pada umumnya. Bagaimana remaja SMU jatuh hati, saling taksir, pesta dansa, konfliks sama teman/lawan, perebutan cowok macho, atlit basket! Hingga berbagai masalah anak muda pada umumnya. Tipikal. Pertemanan itu dibalut dalam sosmed. Terbita sekitar 2000-an di mana Facebook awal mula menyerbu dunia. Maka banyak bagian di sini komunikasi via itu. Kelebihan utama jelas disampaikan dengan baik. Ditulis dengan nyaman. Dan sungguh rapi. Kelemahan jelas cerita. Para anak sekolah yang mengkhawatirkan hal-hal sederhana. Cinta-cintaan yang begitu polos. Dan sisi horornya, sungguh aneh dan lemah. Memanggila arwah hanya untuk komunikasi? Penampakan-penampakan makhluk dunia lain? Cenayang? Ah, dunia remaja yang ada-ada saja. Sudah lewat masa itu.

#12. Ulid, Tak Ingin Ke Malaysia by Mahfud Ikhwan

Menyenangkan menikmati perjalanan seseorang yang realistis. Megedepankan sisi humanis. Terlahir di desa yang sederhana, dengan kepentingan sederhana, lantas keinginan sederhana: tak ingin ke Malaysia. Kerasnya hidup, di tengah kekurangan materi. Dan begitulah, semuanya akan kena arus. Siapa yang bisa bertahan dari gerusan air gelombang itu? Daya tariknya banyak. Sangat banyak. Dari teknologi masuk desa, dikupas perlahan-lahan seolah mengupas bengkoang. Mulai dari kepemilikan radio, teman nongkrong dengar sandiwara, tv-tv tetangga yang menyatukan tetangga, hingga akhirnya kedewasaan memaksa kita menginjak bumi. Realitas, seorang lelaki (apalagi sulung) harus kerja. Begitulah, sederhana dan sangaaat nyaman. Menjadikannya buku terbaik 2022 lokal fiksi yang kubaca. Amat layak.

“Kamu juga pingin sepeda, Lid?” / “Ah, nanti sajalah.” / “Kalau kambing bagaimana?” / “Kambing?”

#13. Sherlock Holmes: Misteri Bintang Sirkus by Tracy Mack dan Michael Citrin

Sherlock biasanya dibantu Watson untuk menyelidiki kasus. Well, kali ini dibantu laskar jalanan. Sejatinya beberapa kali kita temui laskar ini membantu, tadi tersamarkan. Nah, kali ini kita mengambil sudut pandang pasukan anak-anak. Menyebut Sherlock Master dan segala petunjuk dilakukan, diarahkan, lalu malah jadi pengungkap kasus pembunuhan anggota sirkus yang jatuh dari tali saat melakukan aksi. Jelas pembunuhan, dan seperti biasa, bermula penyidikan dari motif.

#14. Misteri Sutra yang Robek by S Mara GD

Cerita deketif yang bagus. Seperti biasa, perpaduan polisi dan mantan pencuri mencoba mengungkap pembunuhan keluarga dengan dalih kekerasan rumah tangga. Mungkin tertebak, karena lingkaran kandidat pelaku tak beranjak dari tiga: pertama sang istri yang jadi tersangka utama, dipenjara sementara sebab ketika suaminya meninggal dialah yang terakhir bertemu, keluar rumah sore itu. Kedua, sang selingkuhan. Ia-lah yang menemukan mayat korban, datang setelah ditelepon. Ketiga tetangganya yang juga menemukan mayat, bersama mereka membuka paksa pintu rumah dan begitulah, penyelidikan dilakukan. Siapa pembunuhnya, kalian akan dengan mudah mendapati, sebab potensi utama sang istri dengan sangat mudah dicoret, jelas bukan pembunuhnya. Lalu siapa?

Karawang, 040123 – Renee Olstead – Stars Fell on Alabama

14 Buku Terbaik 2022 – Fiksi/Luar

“Bukankah kau sendiri yang mengatakannya, Putri? Kehidupan kita bersama itu seperti dongeng dengan akhir yang bahagia, tidak peduli ke mana cerita itu akan berbelok sebelumnya.”  – Axl  dalam The Buried Giant (Kazuo Ishiguro)

Total fiksi terjemahan kubaca 54 buku, selalu terbanyak di area ini. Rekomendasinya banyak, dan yah, paling nyaman. Makanya sampai kapanpun, fiksi terjemahan adalah yang paling laku dan menghibur. Memang kecintaanku pada buku bermula di sini. 14 terbaik ini diperas dengan susah payah.

Dari perjalanan pemusnahan cincin sampai pangeran konyol tukang lawak. Dari penampungan anak-anak aneh yang terjebak waktu sampai kota Paris yang elok di abad 19. Dari kumpulan cerpen sangat dahsyat penuh twist sampai perjalanan pahlawan pembunuh naga. Dari berkas keluarga detektif sampai surga tersembunyi di Afrika. Dari pencarian tuan Black tersebab misteri sampai riwayat singkat bocah gendut. Dari bocah yang tersekap di ruang bawah tanah sejak lahir hingga lika-liku laki-laki yang sedih tanpa perempuan. Semuanya luar biasa. Setahun yang sangat menyenangkan.

Berikut daftar buku fiksi terjemahan terbaik yang kubaca tahun 2022 versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#14. Sebastian Darke by Philip Caveney (Mizan) – 2009

Lucu. Ini memang buku fantasi remaja, maka menempatkan diri ke sana itu penting. Beberapa bagian memang sederhana, beberapa klise, tapi idenya patut diacungi jempol. Seorang putri yang berjuang untuk merebut kembali haknya di tampuk pimpinan kerajaan. Langsung mengingatkanku pada Prince Caspian atau Lion King. Di sini para protagonist hanya ditempatkan sebagai peran pembantu memang, tapi tetap saja menyenangkan. Kunci utama adalah penyampaian kisah yang nyaman dan mudah dicerna. Kita hanya ada di lingkar luar kekuasaan, dan itu justru asyiknya.

“Jadi, akar dari muslihat kita sudah berada pada tempatnya.”

#13. The Spellman Files by Lisa Lutz (Atria) – 2008

Novel keluarga yang sungguh absurd. Keluarga detektif, semuanya berbakat dan memang hebat dalam investigasi, luar biasa mencengangkan. Sebab jalinan kisahnya rumit, awalnya. Penuh tanda tanya, penyelidikan satu ditumpuk ke penyelidikan lain, kasus satu belum tuntas muncul kasus lainnya, dan itu sungguh menyenangkan. Keluarga Spellman dan ketiga anaknya yang cekatan, tapi selalu ada pengeculian. Anak nomor pertama malah tumbuh sempurna, tak seperti yang lain yang rumit dan berkutat di bisnis penyelidikan, ia malah tumbuh hebat dan lurus-lurus saja menjadi pengacara dengan gaji besar. Ah, keluarga yang kompleks.

“Kita semua tahu bahwa petunjuk akan selalu ada kalau kita membruunya.”

#12. Night Shift book 1 by Stephen King (Alice) – 2004

King lagi, dulu rasanya sulit sekali menuntaskan baca ini. Padat, terjemahan yang terlipat, hingga pembahasan horror yang tampak aneh, tapi entah kenapa seusai ulas Cell, saya ambil dari rak hari Minggu, 18 Sep dan berhasil dibaca cepat. Senin tak tersentuh karena ada tugas keluar kota, Selasa kubaca dua bab, Rabu, 21 Sep 2022 pagi sebelum kerja saya tuntaskan. Saya tak memahami aturan baca cepat/kilat, saya hanya baca saya, menikmati waktu. Santuy, hanya waktu luangnya diperbanyak aja. Nyaman, sangat nyaman sekalipun temanya horror.

“Tuan Boone, Anda harus meninggalkan Chapelwaite dengan segera!”

#11. Room by Emma Donoghue (Noura) – 2016

Lima tahun untuk selamanya. Mengubah segala hal yang selama ini ditempa. Buku ini, bisa jadi renungan ilmu psikologi. Lingkungan membentuk seseorang. Kita dicipta oleh keadaan sekitar, pendidikan sekitar. Makanya, yang kaya makin kaya sebab diolah oleh pendidikan dan pergaulan orang kaya, begitu juga yang miskin, pola pikirnya tetap miskin. Ya, pahit, tapi nyatanya seperti itu.

“Di luar ada segalanya. Setiap kali aku memikirkan sesuatu sekarang seperti ski atau kembang api atau pulau atau elevator atau yoyo, aku harus mengingat kalau semua itu nyata, mereka semua benar-benar terjadi di Luar bersamaan.”

#10. Miss Peregrine’s Home for Peculiar Children by Ransom Riggs (GPU) – 2016

Mengejutkanku, foto-foto yang ditampilkan adalah asli. Sedari mula, kukira ini menjadi penunjang cerita, khas buku-buku lain. Ternyata, kita lebih cocoknya menyebut: foto-foto itulah yang menjadi dasar cerita. Kata-kata dicipta untuk menunjangnya. Penggambaran cerita, jelas dikembangkan dari sebaran frame. Dengan terang sang penulis bilang, ada ribuan foto lain yang tak bisa masuk, kudu selektif. Dan dengan ending menggantung, foto-foto yang tak ditampilkan kemungkinan muncul di Hollow City.

Kenapa orang-orang sanggup menjalani hari yang sama berulang kali selama berpuluh-puluh tahun tanpa menjadi gila. Ya di sini memang indah dan kehidupan pun terasa nyaman, tapi kalau setiap hari selalu persis sama dan anak-anak ini tak bisa pergi, berati tempat ini bukan sekadar surga, tetapi juga semacam penjara.”

#9. Extremely Loud & Incredibly Close by Jonathan Safran Foer (Mahda Books) – 2010

Dicetak dengan tak biasa. Dipenuhi kepadatan kata-kata, kalimat langsung bertumpuk dalam satu paragraf, ada gambar-gambar, bisa foto atau ilustrasi tangan, warna-warni sesuai mood Oscar, hingga aturan tak baku bagaimana lembar nyaris kosong hanya berisi satu dua kalimat, kata-kata tumpang tindih tak beraturan. Menabrak banyak aturan bahasa, tapi memang isinya sungguh bagus. Misinya terdengar sederhana, mencari Tua/Nyonya Black yang memiliki lubang kunci. Kunci peninggalan ayahnya yang meninggal dalam tragedi 11/9. Namun tak seserhana itu sebab berapa peluangmu menemukan lubang kunci dari seantero New York? Ada berapa orang bernama Black di sana? Maka Oscar mencari, menemui satu per satu, menanyakan, berkenalan, hingga petualang-petualang tak terduga.

“Aku terus memikirkan betapa semua ini adalah nama orang yang sudah meninggal, dan betapa nama pada dasarnya adalah satu-satunya hal yang masih tetap bisa dimiliki oleh orang yang sudah meninggal.”

#8. The Belly of Paris by Emile Zola (GPU) – 2017

Kisah panjang berliku, padahal intinya hanya berkutat di sebuah pasar di Paris abad kesembilan belas. Politik, gosip, percintaan, diaduk sampai lumer dalam keseharian orang-orang pasar. Pijakan kisah memang kuat, keluarga yang berbeda karakter itu, dipecah oleh pandangan politik. Acara ngopi tiap pekan malam hari malah jadi ajang diskusi terlarang, orang-orang lurus merasa terusik. Ditambah drama persaingan dua pedagang besar, politik dalam di sini malah seolah jadi tunggangan. Makanya ending-nya seperti itu. Tepuk tangan untuk itu.

“Aku bersyukur kepada pemerintah kalau usaha lancar, kalau aku bisa makan dengan tenang, bisa tidur tanpa dibangunkan bunyi tembakan.”

#7. Paradise by Abdulrazak Guranh (Hikmah) – 2007

Buku istimewa. Pasca pengumuman pemenang Nobel Sastra 2021, langsung berburu. Paradise sejatinya tersedia di platform jualan, bersaing harganya, dan sesuai prediksi akan jadi rebutan. Karena saya belum punya m-banking sehingga kalah cepat, tak butuh waktu lama ludes. Untungnya ketemu di Facebook, tersedia dalam satu paket dengn terbitan Hikmah lainnya, plus bonus Atria. Jadilah saya sukses menuntaskannya. Anehnya, sebagai buku utama incaran. Paradise malah jadi yang terakhir baca, jadi yang paling ujung diulas. Memang buku yang tak biasa, cara bercerita disajikan dengan sangat bagus. Pengelana, ah… cerita-cerita perjalanan selalu mendebarkan. Kali ini karakter utamanya sungguh tampan, sesuai namanya yang juga tampan, Yusuf.

“Kijana Mizuri. Bocah tampan”

#6. Men Without Women by Haruki Murakami (KPG) – 2022

Akhirnya saya berhasil menikmati buku asal film terbaik 2021. Ternyata banyak sekali modifikasi. Tim kreatifnya terlampau kreatif. Drive My Car versi cerpen sungguh berbeda dengan versi filmnya. Hanya poin-poin utama yang dipinjam, seperti nama karakter, fakta aktor teater, sopir wanita, hingga perselingkuhan sang istri. Mayoritas benar-benar dikembangkan sendiri. Pembunuhan terutama, itu tak ada. Hanya untuk menambah dramatisasi. Atau bagian film ‘dipaksa’ disediakan sopir, itu bukan keinginan tuan Yusuke Kafuku, padahal di buku, jelas-jelas dia sedang cari sopir sebab SIM-nya dicabut. Atau bagian makan malam dengan keluarga di mana sang istri Lee Yoon-a seorang tuna rungu, atau bagaimana isi teater dijejali Bahasa Indonesia. Sebuah adaptasi yang sangat kreatif.

“Tidak perlu. Saya pernah bekerja sebagai sopir jasa antar paket. Peta Kota Tokyo sudah tercetak di kepala saya.”

#5. The Brief Wondrous Life of Oscar Wao by Junot Diaz (Qonita) – 2011

Buku yang panjang nan melelahkan, cara penyampaiannya sungguh unik. Polanya acak, sudut yang diambil juga bergantian. Tokoh utama memang Oscar Wao, siswa gembrot penyuka fiksi ilmiah, tapi sejatinya ia juga roda penggerak yang sama seperti kakaknya, teman kampusnya, kakeknya, dst. Budaya lokal Rep. Dominika sungguh kental, perpaduan area mistis dan terjangan modernitas. Dan tentu, karena kisah bersisian dengan sejarah, dengan masa sang diktator maka secara fasih kita diajak mengenal masa lalu Negara ini. Ini buku untuk semua orang, semua genre. Menyenangkan nan menghibur.

“Mengapa tak pernah kulupakan wajah itu, bahkan hingga sekarang, meski bertahun-tahun telah berlalu? Tubuh lelah bekerja, mata membengkak karena kurang tidur, campuran kemarahan dan kerapuhan yang sangat tidak masuk akal, itulah Lola, selalu dan selamanya.”

#4. No Comebacks by Frederick Forsyth (Interaksara) – 2000

Luar biasa. Keren banget, maaf maksudnya Kueeereeeennnnnn. Kumpulan cerpen yang langka, di mana semua cerpennya mengandung kejutan. Twist. Dituturkan dengan sabar dan muram, telaten. Hingga pukulan telak disiapkan di akhir. kesepuluhnya wow, jelas ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah kubaca, setelah menyelesaikan baca langsung terbesit menyusun 100 buku kumpulan cerpen terbaik, dan ini akan kumasukkan 10 besar. Efek yang murni bagus, dan dengan senang hati saya rekomendasikan untuk kalian.

“Ini menyedihkan. Ini sangat mengguncang. Cinta obsesi yang membabibuta, meledak dalam kesedihan mendalam. Rumit dan kuasa uang membuat orang kalap, dan bodoh.”.

#3. Mrs Dalloway by Virginia Woolf (Narasi) – 2022

Njelimet, novel tak biasa. Tak ada bab, tak ada keterangan tambahan, ndelujur saja dari awal hingga garis finish. Melelahkan memang, tapi seringkali buku yang ditantang mikir, melelahkan, tak biasa, adalah buku yang ok. Mrs. Dalloway jelas tak sekadar ok, ini novel memberi nuansa imaji tersendiri. Pembaca diajak jalan-jalan ke pesta, yang pestanya bahkan masih dalam rancangan, rancang bangun itu lantas diputar ke masa lalu sang penyelenggar. Hari-hari indah dengan mantan kekasih, harapan-harapan yang kandas, hingga semacam penyesalan kesalahan memilih pasangan hidup. Lingkar kawan memang sangat penting mencipta nasib, dan nasib dibentuk dari nukilan-nukilan kejadian sehari-hari.

“Aku merasa kasihan pada orang-orang yang terobsesi pada pesta.”

#2. The Buried Giant by Kazuo Ishiguro (GPU) – 2019

Buku pembunuh naga dimana naganya tidak muncul-muncul bahkan hingga halaman 400 hari 480! Ada tiga konfliks utama sejatinya, dijabarkan dengan sabar dan telaten. Buku bagus memang harus sabar, tak tergesa. Pertama, pasangan tua yang ingin mengunjungi anak mereka di desa seberang, untuk bisa mencapainya butuh waktu lama, tak memiliki kuda, hanya jalan kaki. Warga Briton yang sudah damai dengan warga tetangga. Kedua, seorang kesatria yang diberi mandat membunuh naga betina tua, ia adalah seorang Saxon. Kedua desa sejatinya sudah berdamai tapi percikan amarah masih kadang muncul. Dan ketiga kesatria tua yang menjadi kepercayaan Raja Arthur yang juga mendapat tugas membunuh naga yang sama. Karena ini buku sastra, jangan harap mudah dicerna, bahasanya berpanjang-panjang, meluik-liuk tak tentu arah, sampai akhirnya setiap karakter menemukan titik akhir takdir cerita.

“Master Wistan, aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kau dan Lord Brennus, tapi misimu membinasakan Querig si naga buas, aku mohon, jangan biarkan perhatianmu teralihkan dari tugas itu. Ada waktu untuk membalas dendam nanti.” – Beatrice

#1. The Lord of the Ring: The Fellowship of the Ring by J.R.R. Tolkien (GPU) – 2002

Akhirnya salah satu novel yang sangat ingin kubaca ini terkabul juga, di rak sudah komplit tiga seri. Sudah punya sejak September 2020, baru kubaca tahun lalu dan butuh waktu setengah tahun untuk menuntaskan. Memang tak muda, sebab fantasinya kompleks. Kalau dibanding Narnia yang lebih santai dan tipis, atau Harry Potter yang walau tebal tapi kocak, dan genrenya remaja. The Lord of the Rings sungguh berat. Banyak kosotaka baru, perlu settle dulu memulai pengembaraan. Dan jelas, ini salah satu novel fantasi terbaik yang pernah ada, atau malah yang terbaik?

“Bilbo pergi untuk menemukan harta, lalu kembali tapi aku pergi untuk membuang harta, dan tidak kembali, sejauh yang kupahami.”

Karawang, 020123 – Dinah Shore – My Funny Valentine

Terima kasih untuk para penjual buku, kalian luar biasa. Speechless buat perjuangan kalian di tengah gempuran serba digital.