Reportase-Reportase Terbaik Ernest Hemingway

Aku tidak tahu Paris itu seperti ini. Aku kira meriah, banyak cahaya, dan indah.”

Berisi 31 tulisan yang bertema variatif, berpusat di Paris tempat ia bertugas menjadi wartawan. Tulisannya rata-rata bersinggung kehidupan sosial dan poilitik, kritik budaya, agama, sampai laporan perkembangan kehidupan jelata bertahan hidup. Memikat di satu sisi, menyenangkan bak gelombang oase yang menyejukan, memuakkan atas perilaku politik di sisi lain. Beragam budaya yang ditangkap dalam tulisan klasik tahun 1920an pasca Perang Dunia Pertama. Seru, mendebar, hingar bingar.

Lebih merakyat dari yang kita kira, karena Ernest menyatu dengan kehidupan setempat. Jika Anda mendapatkan cukup orang Prancis di kafe-kafe di berbagai pernjuru Prancis, Anda akan mendapat opini nasional sejati, bukan bayang-bayang opini nasional yang direfleksikan dalam pemilu atau koran-koran. Bagaimana ia bisa mendapat harga murah penginapan, makan yang murah di berbagai sudut kota. Masakannya di atas semua harga. Bagaikan permata dari buritan pertama dalam masakannya. Pakaian hanya masalah kecil.

Karena suasana pasca perang dan teknologi terbatas, pengiriman warta juga mengalami ketersendatan, penyensoran. Saat wartawan Inggris dan Amerika siap menggunakan Corona, selalu ada antrean mengerikan di belakang mereka. Sistem sensor kepausan telah ditetapkan dan semua surat kawat berisi nama-nama kardinal tertentu akan secara otomatis ditahan di kantor pengiriman. Pada akhirnya, penyensoran ini melindungi koresponden yang telah belajar dari ‘sumber-sumber yang dapat diandalakan’ dari pemilihan ini tentang kardinal tertentu yang tidak bisa menjadi paus baru, dan mengirim surta kawat mengumukan keterpilihannya. Klasik sekali, sensor menjadi begitu benar-benar memainkan perannya.

Nasib sebuah negara tergantung pada isi perut perdana menterinyaVoltaire. Nah, Ernest di Prancis di era Perdana Menteri Poincare, kenalah ia kritik, sasaran warta. Salah satunya tentang pose foto di pemakaman yang tampak tersenyum, itu bisa melukai banyak orang, atau bisa juga tak sengaja? “Apa jadinya jika Poincare benar-benar tertawa di pemakaman?” Semua orang bisa saja tertawa secara tak sengaja, lagi pula soal apa semua kegemparan ini berlangsung. Bisa dikatakan, tidak ada satu pun orang bernyawa di Prancis yang mendapat respek lebih besar daripada yang didapatkan orang-orang yang tak bernyawa. Marsekal Foch, Anatole France, Henri Barbuse, M. Poincare, atau Paus, tidak akan pernah – salah satu pun dari mereka – menerima penghormatan penuh seutuhnya dari semua orang yang akan mereka temui jika berkendara dua blok saja dari Champ-Elysees. Adalah spirit penghormatan besar terhadap orang-orang mati, dipadu dengan pentingnya Verdun sebagai kota martir, yang menimbulkan pertanyaan besar tentang apakah M. Poincare tertawa atau tidak sehingga menjadi keterkenalan nasional. Ia tiba-tiba diisyaratkan untuk melakukan semua hal yang ia sarankan sebagai pengamat.

Situasinya menghadirkan kesulitan.

Reportase tentang penjualan topi lucu melibat burung gereja. Para pembuat topi di Paris akhirnya menemukan kegunaan dari English Sparrow (burung gereja). Tapi bulu monyetnya yang sulit karena harus diimpor dari Afrika atau Amerika Selatan dan sekarang menjadi langka. Begitu pula laporan tentang penjual karpet yang bajakan, dari kulit harimau tapi palsu, kulit kambing! Harganya gila, dari 400 franc di mula, bisa deal di angka 40 franc! Ditulis dengan lucu karena para penjual imigran begitu gigih dan luar biasa menggugah, roda ekonomi jelata yang terus berputar.

Buku yang menciptakan badai adalah novel Batouala karya Rene Maran, warga kulit hitam pemenang Goncount Academy Prize sebesar 5,000 Franc untuk penulis muda tahun ini. Tentang imperalisme Prancis atas koloni-koloninya sebuah karya seni, kecuali prakatanya penuh propaganda. Yang kontroversi adalah betapa komunitas damai 10.000 orang kulit hitam di Afrika bisa berkurang menjadi 1.000 di bawah pemerintahan Prancis. Dibuka dengan kepala desa bernama Batouala terbangun pagi hari di gubugnya yang dingin dan ditempa tungu penghangat, lalu ditutup dengan usia senja dengan sendi-sendi yang kaku dicapik leopard yang lolos dari tombaknya, terbaring diam di lantai tanah gubugnya, warga desa sudah melupakannya karena ada kepala desa baru. Demam, sekarat dengan anjing kurap menjilati luka-lukanya.

Aperitif atau minuman pembuka adalah minuman yang tinggi, terang, berwarna merah atau kuning yang dikucurkan dari dua atau tiga botol oleh pelayan yang bergerak cepat dalam satu jam sebelum makan siang dan makan malam. Pemerintah mengeluarkan beberapa juta franc untuk pesta-pesta jalanan semacam itu. itu dipandang sebagai pembelanjaan yang bijak dalam hal untuk mengenang dan membangkitkan patriotisme. Bendera-bendera Prancis ada di mana-mana, kembang api meletus menghiasi angkasa di berbagai tempat sepanjang saat, ada pameran militer besar di Longchamps pada jam delapan pagi, inilah pesta jalanan.

Koran-koran Prancis menjual kolom-kolom berita mereka sebagaimana mereka lakukan pada ruang iklan. Maka Pemerintah membayar koran-koran dalam jumlah tertentu untuk mencetak berita-berita tentang pemerintah. Itu dipandang sebagai iklan pemerintah. Maka, Pemerintah adalah klien terbesar bagi koran-koran. Semua pemerintah di Eropa memiliki dana khusus untuk publisitas koran-koran yang tidak harus diperhitungkan. Tak peduli betapa idealistiknya politisi Eropa, suatu idealis kepercayaan adalah sama amannya dalam sistem sebagaimana orang buta tersandung-sandung dalam pabrik penggergajian.

Kehidupan malam di Eropa tidak sekadar deretan kafe-kafe. Itu adalah suatu bentuk penyakit aneh, selalu ada, dan terus dikipasi agar membara sejak era perang. Bara itu membakar seluruh generasi. Paris beradab dan menghibur. Berlin paling mesum, gawat, dan kejam. Madrid paling membosankan. Konstantinopel sangat memikat, dulunya. Di bar Cocteau lah kehidupan malam berada di citarasa tertinggi – takni hidup di malam hari – dibawa hingga ke titik didih. Sampanye sementara itu, adalah nama yang disakralkan di Prancis. Satu-satunya wine yang diperbolehkan hukum untuk disebut ‘anggur sampanye’ datang dari distrik yang sudah ditetapkan di sekitar Rheims di propinsi Champagne.

Kehidupan malam adalah hal yang menyenangkan. Tampaknya tidak ada alasan atau aturan yang mengontrolnya. Anda tidak bisa menemukannya saat Anda menginginkannya. Dan Anda tidak bisa menghindar darinya saat Anda tidak menginginkannya. Ini adalah produk Eropa.

Ada satu kalimat langsung yang mengingatkanku pada salah satu esai Seno Gumira Ajidarma di kumpulan tulisannya dalam ‘Tiada Ojek di Paris’ kalimat itu berbunyi “Jadi ini yang namanya Paris.” Yang sama beliau menjadi “Jadi ini yang namanya Jakarta.” Bagaimana seorang pendatang melihat Kuningan, disanggah sama beliau dan diseret ke kolong jembatan dan pemukiman kumuh. Berujar, inilah Jakarta yang sesungguhnya!

Studi tentang memperdayai orang asing kaya dalam mencari-cari kesenangan telah diturunkan menjadi karya seni bagus. Paris telah menjadi kiblat bagi para pemalsu, penipu, dan pembohong dalam setiap garis usaha keras mulai dari musik hingga tinju. Inilah ironi, artis yang terkenal yang tak dikenal di negeri sendiri. Artis dari Rusia, Amerika, Inggris menjadi sangat terkenal dan dihormati di Prancis, padahal di negaranya sendiri adalah artis antah, atau minimal kelas b. Ya seperti itulah, keterbatasan informasi beredar, menjadi jumawa di negeri asing, menjadi kerdil di negeri sendiri.

Rakyat Prancis selalu mendukung Pemerintah dalam upaya apa pun yang dilakukan terhadap musuh asing begitu pemerintah telah memulai. Itu adalah patriotisme menakjubkan dari Prancis. Semua orang Prancis adalah patriotik – dan hampir semua orang Prancis adalah politisi. Prang Prancis merasa mereka harus mutlak setia pada pemerintah namun mereka bisa saja mendepak pemerintah dan menempatkan pemerintah baru yang loyal setiap waktu tentunya. Akan sulit untuk menemukan detail arsitektur yang lebih populer pada wisatawan Eropa daripada gargoyle-gargoyle dari Notre Dame di Paris.

Catatan tentang seorang algojo hukuman mati, menjadi absurd karena tetangga tak tahu profesinya. Aneh bin nyeleneh. “Deibler sudah kembali. Ia sudah melakukan perjalanan jauh untuk pemerintah. Tapi, saya heran, apa sih yang dilakukan Deibler?” Inilah Kota penuh pahlawan, bagaimana lencana dan tropi dicipta sedemikian mudah demi gengsi dan rasa patriotisme, sayangnya ga bertahan lama karena jadi semacam kencana biasa bila terlampau sering dicetak.

Masa lalu sudah semati catatan pemutar rekaman musik Victoria yang rusak. Mengejar kemarin adalah pertunjukan untuk gelandangan, dan jika Anda harus membuktikan kembalilah ke front lama Anda.

Tidak mungkin menulis secara tidak berpihak tentang suatu negara jika Anda sedang mencintainya. Ernest sekalipun melempar banyak kritik, sebagai seorang ekspatriat di Paris begitu mencinta hiruk pikuk dan segala kekumuhan dan keindahan sudut-sudut ibu kota Prancis.

Reportase terbaik ini dicetak mini oleh penerbit indi, sekalipun kualitas cetak dan terjemahan ga semegah penerbit major, jelas kualitas seorang Ernest Hemingway dengan kalimat langsung dan menohok tanpa banyak basa-basi tetaplah berkualitas.
Anda tidak akan tahu apa Natal hingga Anda kehilangan dia di tahan yang asing.

Reportase-Reportase Terbaik: Biarlah Air Mengalir di Bawah Jembatan, dan Alkohol di Tenggorokanmu | by Ernest Hemingway | copyright 1922 | Penerjemah Tom Bapallaz | Editor Arturo | Penyelaras bahasa Dianve | Pemeriksa aksara Agus AHA | Desain sampul Bambang Hidayatullah | Tata letak teks Bambang Hidayatullah | Penerbit Ecosystem Publishing | ISBN 978-602-1527-47-4 | Cetakan I, 2017 | Skor: 4/5

Karawang, 200520 – Bill Withers – Let Me in Your Life

Thx to Angga Adi di Surabaya

12 Film Terbaik Sepanjang Masa

Hah, Bandung? Bukan di Jakarta?

Ada beberapa hal yang subjektif, dan tidak bisa dibuktikan dengan mutlak. Ada beberapa hal digilai seseorang, lalu dicemooh berjamaah karena perbedaan selera. Ada beberapa hal yang terpendam dari kebisingan media, lalu puluhan tahun kemudian menjadi pujaan umat. Individu dicipta unik olehNya, kamu bisa tertawa keras atas kepolosan Tom Hansen, padahl separuh penduduk bumi menaruh simpati padanya. Kamu bisa berpura-pura bisa melontarkan mantra ‘experliarmus’ dengan bumbu serius dengan kerutan kening temanmu, tapi di belahan dunia lain, orang itu akan serta merta melontarkan senjatanya. Ada orang-orang memanggil kekasihnya dengan ‘honey honey’ lalu keliling dunia dengan mobil berdua. Semua sah saja, bumi terus berputar dan karya-karya bagus (dan jelek) akan terus diproduksi.

Bermula dari grup WA – BM (Bank Movie) yang dimula oleh Bung Handa, yang menantang membuat dafar film terbaik, karena grid gambar ada template 12 slot maka jumlah itulah yang dibuat. Sulit memang menentukan, terlampau banyak. Setelah diperas dan disusun dengan singkat dan padat dengan coba berbagai genre, yang tiba-tiba terlintas di kepala saja yang ditulis. Kalau terlewat atau terlupa padahal doeloe pernah muja-muji ya maklumi. Slot terbatas dan ini spontan.

Berikut daftar film terbaik LBP, diurutkan berdasar abjad.

#1. (500) Days of SummerMarc Webb (2009)
Stars: Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt, Geoffrey Arend, Chloe Grace Moretz.

Ini adalah genre horror. Hantunya kasat mata, menemani selama lima ratus hari. Laki-laki rapuh itu jatuh hati pada sang hantu sehingga rela mengorbankan apapun. Memang sulit menyatukan dua dunia yang berbeda. Adegan ciuman di dekat mesin foto copy mematik imaji liar. Split ekspektasi // realitas mencipta kesedihan akut. Sepuluh tahun setelah rilis masih bikin perdebatan, dua puluh tahun lagi percayalah generasi anak cucu kita akan saling komentar amarah ke kubu siapa kalian akan memihak. Muncul petisi, Summer is b*tch!

What always happen. Life.”

#2. A Lot Like LoveNigel Cole (2005)
Stars: Ashton Kutcher, Amanda Peet

Ini genre film romantis. Hubungan timbul tenggelam dua anak manusia, jarak dan waktu, ditempa berbagai kesulitan ekonomi, bisnis, krisis kepercayaan, tunangan dengan orang lain, sampai hal-hal krenik untuk tak melangkahi nikah sang kakak. Adegan di taman nasional di bawah rembulan dengan kerlap kerlip pesawat lewat. Ya ampuuuun… dulu pernah kuidamkan, sampai sekarang. Eh…

You only get one chance to make a first impression.”

#3. AtonementJoe Wright (2007)
Stars: Saoirse Ronan, Kiera Knightley, James McAvoy, Benedict Cumberbatch

Ini genre drama. Penulis tua yang mencoba menebus dosa masa remaja, karena melakukan kesaksian yang samar tapi meyakinkan. Pada masa perang banyak hal bisa terjadi bagi para pendosa, salah satunya dikirim ke medan. Ini adalah film pertama Saoirse Ronan yang kutonton, dan langsung terkesan. Menandainya, mengikutinya. Kutonton di sore hari libur, dengan cahaya mentari senja mengintip di kisi-kisi jendela kos Ruanglain_31, menambah ketegangan dan kesyahduan. Saya takkan pernah lupa permohonan maaf Briony Tallis, sempat mematik khayal, nanti saya juga akan bikin cerita seperti ini ah.

A person is, among all else, a material thing, easily torn and not easily mended.”

#4. Casino RoyaleMartin Campbell (2006)
Stars: Daniel Craig, Eva Green, Mads Mikkelsen, Judi Dench

Ini untuk genre action. Bond dengan gadis-gadis bergelayut, ledakan di kanan kiri, misi yang sungguh sulit melawan teroris yang melempar dadu. Bisa jadi ini adalah Bond terbaik, aksi dengan gaya. Ledakan tapi diajak mikir. Bond yang ini ga gemulai. Cadas bak Jason Bourne. Bak bik bug. Run Bond run, lalu sebuah trailer meledak dengan kejutan di tempat sabuk berada. Boom! Lalu memutup mukanya dnegan tangan, jemari tangan lainnya mencipta pegangan lebih erat, hangat rasanya…

So you want me to behalf-monk, half-hitman.”

#5. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban Alfonso Cuaron (2004)
Stars: Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Gary Oldman, Michael Gambon, Alan Rickman.

Ini untuk genre fantasi imajinasi, seri tiga dengan durasi paling pendek dan sangat padat adalah yang paling fantastis. Kutonton berulang kali, berulang kali lagi, dan kusetel dalam dvd player dengan pendalaman menghanyutkan. Tahun ketiga Potter di sekolah Hogwart, baju Pink Hermione membuatku menciumi harum yang tak bisa kulupa. Rusa jantan berderap lalu melenguh…

Happiness can be found, even in the darkness of times, If one only remembers to turn on the light.”

#6. Little Miss SunshineJonathan Dayton dan Valerie Faris (2006)
Stars: Abigail Breslin, Paul Dano, Steve Carrel, Alan Arkin, Toni Collette, Greg Kinnear.

Ini untuk genre psikologi. Permainan karakter minor satu keluarga yang nyeleneh. Manusia-manusia lemah yang mencoba menutupinya dengan bilang, ‘aku baik-baik saja’. Motivator, sang kepala keluarga menahkodahi perjalanan ke kota dengan mobil VW kuno berwarna kuning untuk mengantar sang putri kesayangan mengikuti kontes kecantikan. Istrinya yang pening, saudaranya yang homo dan niat bunuh diri, adik istrinya yang melakukan protes bisu demi mewujudkan cita, dan sang kakek yang pecandu narkoba sebagai pelatih Olive. Ending super-freak diputar berulangg-ulang turut berjoget di sore itu. Tawa, sedih, muram. Di sudut hati terdalam kita, ada titik takut akan menghadapi kenyataan pahit itu. Waktu itu saya jomblo…

You do what you love and fck the rest.”

#7. Mad Max: Fury RoadGeorge Miller (2015)
Stars:Tom Hardy, Charlie Theron, Rosie Huntington, Nicholas Hoult, Zoe Kraviz, Riley Keough

Ini untuk genre Segalanya. Action, komedi, futuristik, drama, Oscar, adaptasi, semua ada. Di sebuah masa depan yang mengerikan, gambaran perang memperebutkan sumber daya alam dan janji akan sebuah tempat seolah surga. Menang Oscar di nyaris semua kategori teknikal, musik rock yang menyayat di mobil, sampai donor darah yang memacu andrenalin. Waktu itu pengumuman Oscar saya turut di deretan penonton di bioskop Fx Jakarta, turut pula bertepuk tangan bersama rekan film lainnya. Bangun subuh, naik bus, ngopi demi kemeriahan Gila Maksimal!

He saw it, he saw it all…”

#8. Petualangan SherinaRiri Riza (2000)
Stars: Sherina Munaf, Derby Romeo, Didi Petet, Uci Nurul, Mathias Muchus, Ratna Riantiarno, Butet Kertarasadja, Dewi Hughes.

Ini untuk genre film anak-anak dan musikal, sekaligus satu-satunya wakil Indonesia. Objektif sih karena mencantum nama idola. Sebagai Sherina Lover, jelas film ini masuk daftar. Sebagai karya pembangkit perfilman nasional di abad baru, sungguh sebuah kehormatan. Setelah dua puluh tahun pun, masih enak ditonton. Bahkan beberapa adegan dipraktekkan dan beberapa kutipan dilontarkan Hermione, saking seringnya ditonton bareng di ruang keluarga. Kisah remaja antara Jakarta – Bandung, lalu Hermione bertanya, “Kenapa ga mampir ke Karawang Yah?”

Yang nempel biar aja nempel, biar kayak jagoan.”

#9. Phone Booth Joel Schumacher (2002)
Stas: Colin Farrell, Kiefer Sutherland, Forest Whitaker, Radha Mitchell, Katie Holmes

Ini untuk genre sesak napas, film thrilling dengan satu setting tempat: sebuah telpon umum. Niatan sang sniper yang mengancam Stu lewat telpon bagus. Menyadarkannya, bahwa selingkuh itu ga bagus. Sepanjang Collin Farrell ketakutan menjadi sasaran tembak sang sniper yang ngumpet di sebuah ruangan gedung tertingkat. Mendatangkan sepasukan polisi, istri, selingkuhan, sampai mencipta kerumunan. Penonton lalu menebak, akankah Stu setelah melakukan pengakuan dosa tetap ditembak? Saya hafal kata-kata makian Stu, pernah saya lontarkan kepada seseorang ketika ‘berantem’ yang setelah terputus dengan anaknya, kini sudah lima belas tahun berlalu. Maaf…

You shoot the guy, and I’m responsible?”

#10. PsychoAlfred Hitchcock (1960)
Stars: Anthony Perkins, Vera Miles. John Gavin, Janet Leigh, Alfred Hitchcock (cameo).

Ini untuk genre film klasik, jadul, hitam putih, dan thriller. Hebat, tokoh utama awalnya adalah wanita yang mencuri uang perusahaan, kabur keluar kota, nginep di hotel, lalu tewas ditikam. Coret dari protagonist, lalu kita menjadi saksi seorang pembunuh gila yang terobsesi dengan almarhum ibunya. Plot digerakkan dengan cekam dan terdampar di danau, kalau ada film dengan ketegangan maksimal, Psycho jelas ada di posisi puncak. So classic! Kutonton di kos Ruanglain_31 tengah malam dengan tubuh telanjang.
She might have folled me, but she didn’t fool my mother.”

#11. Pulp FictionQuentin Tarantino (1994)
Stars: John Travolta, Uma Thurman, Samuel L. Jackson, Bruce Willis, Tim Roth, Amanda Plummer, Quentin Tarantino

Ini untuk genre film omnibus, pecahan-pecahan kisah yang direkat menjadi film panjang. Perampokan, bos mafia, petinju, sampai joget di bar dan minum bir mewah. Seolah tak ada benang kaitnya, tapi ketika menit mendekati akhir apa yang menjadi tanda tanya mulai terhapus. Banyak ngocehnya, lhoo… kok bisa film ngegoliam mencipta penasaran? Pola cerita semacam ini membangkitkan minat dan antusias pikir. Kebetulan ini film Tarantino pertama yang kutonton, melekat terus setelah belasan tahun berselang. Kutonton sendirian dalam dvd ori, pemahaman karakter. Dan kusematkan panggilan ‘madu’ untuk kekasihku.

“… And I will strike down upon thee with great vengeance and furious anger those who would attempt to poison and destroy my brothers…”

#12. The Dark KnightChristopher Nolan (2008)
Stars: Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, Heath Ledger, Morgan Freeman, Cillian Murphy, Aaron Eckhart, Maggie Gyllenhaal.

Kutonton di bioskop, kebeli vcd-nya, kuputar berulang-ulang sampai kasetnya baret-baret. Ini untuk genre super hero. Ini adalah gambaran sempurna jagoan versus penjahat. Dan perang batin pihak abu-abu. Taruh di tengahnya seorang jaksa Two Face yang sedih sekali. Kaget pas sang kekasih tewas, lebih kaget lagi kejahatan Joker yang brilian. Ide gila untuk orang gila. Film inilah yang memicu panitia Oscar menambah slot Best Picture tahun berikutnya, lalu kehebohan sang Joker (alm.) menang piala. Pertama kalinya saya lihat Oscar pemenangnya sudah meninggal dunia. Saya ingat, waktu itu teman nontonku ‘dia yang namanya terlupa’ (ada sinaga-nya) berkomentar: ‘ih ga seru, masak betmen-nya kabur…’

Let put a smile on your face.”

Bila berkenan silakan bikin sendiri daftar tandingan, 12 film paling favorit. Karena selera memang kembali ke pribadi. Catatan ini saya tutup dengan kutipan yang sering jadi bahan candaan saya dengan Hermione #Ciprut, “Mana ayah tahu…”

Karawang, 220420 – Bill Withers – My Imagination

Thx to Bung Handa Lesmana

Gulliver’s Travels – Jonathan Swift

Wow, buku bagus banget ini. Pecinta fantasi wajib baca. Pengamat politik harus menelaah. Buat yang suka fiksi satir kudu menikmatinya. Bukunya memang tipis, karena kita langsung masuk ke permasalahan. Tak banyak basa-basi, Sang Penulis langsung menempatkan kata-kata penting tanpa banyak pengantar situasi. Ceritanya memang tentang perjalanan mengarungi samudera, terdampar di pulau misterius tapi poin utamanya bukan itu, justru sindiran tajam tentang sifat manusia yang mengedepankan egoisme serta pencarian kenyamanan menjalani kehidupan. Mungkin saat ini sudah banyak kisah yang mengangkatnya, tapi untuk sebuah karya abad 18 tentunya istimewa. Karena film adaptasinya sudah banyak muncul dengan berbagai penyesuaian, maka saat menikmatinya tinggal ngalir tanpa banyak kejutan berarti. Tinggal bayangkan Jack Black dengan segala tatapan polosnya.

Kisah klasik dibagi dalam dua bagian: Perjalanan ke Negeri Liliput dan Perjalanan ke Brobdingnag. Setelah pengenalan dua halaman sang Penulis asal Dublin, Irlandia kita langsung ditempatkan dalam konflik. Sang Aku, Lemuel Gulliver diceritakan kilat sedari kelahiran di Nottinghamshire, sekolah di Emanuel College di Cambridge lalu belajar pada dokter terkenal asal London, James Bates. Cita-citanya yang ingin berpetualang di negeri asing sudah ada sejak kecil. Hobi baca dan mempelajari bahasa ini akan jadi pegangan dalam kisah asing ke Timur jauh. Setelah menikah mereka pindah ke Wapping dan mencoba bisnis tapi keadaan tak membaik maka Gulliver memcoba peruntungan berlayar bersama kapten William Pritchard, kepala kapal Antelope yang melakukan perjalanan ke Selatan yang berlayar dari Bristol pada tanggal 4 Mei 1699. Dan preferensi kisah ini dirangkum kilat hanya dalam 1 lembar! Benar-benar efektif dan tak bertele.

Perjalanan ini lancar sampai di Van Diemen (Tasmania) lalu badai muncul yang mengakibatkan 12 kru meninggal dan yang lain luka-luka, tanggal 5 November awal musim panas di dunia bagian tersebut angin kencang kembali menyapa sampai kapal menampar karang hingga hancur. Enam orang berhasil melompat selamat, namun terpencar ke segala arah, ia berhasil berenang menemukan daratan sendirian pada pukul delapan malam. Saking lelahnya ia tertidur di rumput pendek nan halus di dekat pantai. Saat terbangun kurang lebih sembilan jam kemudian ia terkejut, mendapati tubuhnya sudah dalam posisi dililit benang. Dengan matahari pagi yang mulai terik, Gulliver merasakan ada sesuatu yang hidup menaiki kaki kirinya, kemudian berjalan ke atas tubuh menuju wajah. Betapa terkejutnya ia makhluk berukuran enam inci dengan busur dan panah di tangan mengancam, kemudian ada lagi paling tidak empat puluh makhluk yang sama mengikuti! Selamat datang di negeri Liliput! Inilah gambaran yang ada di sampul buku.

Saat membacanya saya membayangkan, kita sedang dikerumuni manusia kerdil seukuran kadal dengan segala ancamannya. Seram juga, Gulliver mencoba membebaskan diri, walau ada beberapa benang putus tapi sungguh erat iktannya lalu beberapa panah ditembakkan lagi membuatnya panik, makhluk itu coba ditangkapnya, tiba-tiba salah seorang berteriak, “Tolgo phonac!” dan ratusan panah menancap di lengan kiri, bagaikan ratusan jarum yang menghujam, berikutnya sasaran ke wajah tapi bisa ditangkis. Ia pun memutuskan kembali diam berbaring.

Setelah beberapa lama, makin banyak makhluk yang berdatangan. Dari sebelah kanan salah seorang berteriak, “Langro dehulsan.” Dan sekitar lima puluh orang melepaskan tali. Orang yang memerintah itu berusia sekitar setengah baya dan lebih tinggi dari yang lain berbicara panjang lebar dan walaupun ia tak mengerti bahwa perkataannya menyatakan tentang ancaman, janji, belas kasihan dan kebaikan hati. Mencoba menjawab tapi terkendala bahasa. Akhirnya dibuat kesepakatan dengan menggunakan isyarat. Ia ingin dibebaskan, tapi muncul sang raja yang menggelengkan kepala dan memberi tanda kepada pasukan bahwa ia dibawa sebagai seorang tawanan. “Peplum selan!

Orang-orang ini adalah pembangun yang hebat, ada lima ratus tukang dan insinyur bekerja menyiapkan kendaraan untuk mengangkutnya. Benang yang kuat diikatkan di leher, tangan, tubuh dan kaki. Sembilan ratus pria terkuat menarik benang itu selama kurang lebih tiga jam Gulliver berhasil diangkut, dibawa ke kerajaan. Begitulah, akhirnya ia menjadi tawanan di negeri Liliput. Di sana hukum terlihat unik, bila orang tertuduh di pengadilan terbukti tidak bersalah maka sang penuduh dijatuhi hukuman mati dan orang yang dituduh mendapati harta dan tanah sang penuduh. Pemerintah yang baik berdasarkan pada imbalan dan hukuman. Semua orang yang menjunjung tinggi hukum negeri selama enam tahun akan mendapat hak istimewa. Simbol keadilan mereka berupa enam mata, dua di depan, dua di belakang, dan masing-masing satu di sisi. Sebuah kantung emas dan pedang bersarung menunjukkan mereka lebih menginginkan imbalan ketimbang hukuman.

Berikutnya ia mempelajari bahasa mereka, ia dipanggil ‘Quinbus Flestrin’ atau ‘Manusia Gunung’, dengan porsi makan yang bisa menghabiskan porsi ribuan liliput mereka meminta ‘bersumpah damai dengannya dan kerajaannya’ atau ‘lumos kelmin desmar lon emposo’. Ditandatangani dan disegel pada hari keempat bulan kedelapan puluh Sembilan kekuasaan yang Mulia – Clefven Frelock, Marsi Frelock –

Perdamaian itu membuat Gulliver harus menyerahkan senjata, uang perak dan tembaga, pisau cukur, sisir, kotak tembakau dan saputangan. Tapi ia menyimpan kacamata, teleskop saku dan beberapa benda lain yang lolos dari pengamatan. Setelahnya mereka mengakrabkan diri. Ia mendapat suplai makan yang cukup untuk 1728 liliput per hari. Gulliver heran bagaimana mereka bisa menghitung cepat angka itu, lalu salah seorang menjelaskan ia sudah mengukur tubuhnya adalah dua belas kali liliput sehingga butuh makanan sebanyak 1728 kali yang mereka butuhkan. Dari sini jelas mereka adalah makhluk yang pandai. Di dunia liliput ternyata tak jauh beda dengan kehidupan kita, mereka berperang, hidup dalam masyarakat dalam komunitas. ‘Golbasto momaren evlame gurdilo shefin mully ully gue’ Raja paling kuat liliput, cahaya dan terror alam semesta.

Konflik sesungguhnya di dunia liliput muncul saat kerajaan tetangga Blefuscu menghimpun kekuatan untuk berperang, tapi dengan adanya manusia gunung mereka tentu saja menang mudah. Malam itu armada kapal Blefuscu direnteng, mereka terkejut ada raksasa dan paginya mereka menyerah total. Kembalinya ia disambut bak pahlawan dengan penuh puja puji, mereka menganugerahi gelar pahlawan nardac, gelar penghormatan tertinggi.

Yang Mulia menginginkan membawa seluruh kapal musuh ke Liliput, ambisi Raja tak terbatas ia menginginkan Blefuscu sebagai salah satu provinsi, ia ingin menghancurkan negeri Ujung Lebar, dan menjadi penguasa seluruh dunia. Gulliver tentu saja menolak, ia tak ingin menjadikan orang bebas menjadi budak, penolakan itulah awal dari segala prasangka buruk. Sang raja mulai menuduhnya berkonspirasi, menolak Raja berarti melawan kerajaan, beberapa menteri mulai menarug curiga. Dan saat surat undangan damai kerajaan Blefuscu disampaikan, malam itu terjadi kebakaran di kerajaan Liliput, Gulliver membantu memadamkannya dengan mengencinginya, puncak kemarahan meletus. Ia harus pergi, ia harus pulang ke Inggris. Sehingga saat di pantai ada kapal asing terdampar di sana ia memutuskan untuk berlayar.

Kisah Liliput ditutup pada tanggal 24 September 1701 jam enam pagi ia meninggalkan pulau Liliput dan dua belas jam kemudian di barat daya Gulliver menemukan pulau, setelah istirahat ia kembali berlayar satu jam kemudian ia melihat kapal berbendera Inggris. Kapten kapal yang baru dari Jepang, Tuan John Biddel dari Deptford. Bertemu dengan teman lama Peter Williams. Setelah bergabung, cerita Gulliver dikira mengada-ada, dikiranya pikiran terganggu. Namun dalam sakunya terdapat binatang ternak mungil yang bisa jadi bukti. Akhirnya mereka bisa mendarat kembali ke Inggris tanggal 13 April 1702.

Perjalanan kedua ke Brobdingnag diawali dengan tak lebih absurb pada tanngal 2 Juni 1702. Dengan kapal Adventure yang dinahkodai kapten John Nicholas dari Liverpool mereka menuju Surat, sebuah daerah di India. Ada yang unik kala satu pulau Indonesia disebut, pada tanggal 3 Mei mereka mencapai Maluku Selatan lalu ke arah Tenggara, kemudian mereka terdampar di sebuah pulau asing, saat para pelaut pada berlarian ke kapal untuk menyelamatkan diri karena dikejar raksasa, Gulliver apes sedang di pantai sendirian. Karena ngeri, ia sembunyi lalu dalam keadaan takut ia memutuskan masuk ke ladang di mana tanamannya super besar.

Tentu saja Gulliver akhirnya tertangkap. Awalnya dikira binatang, tapi saat ia mengeluarkan pedang mengancam dan berteriak-teriak mereka malah tertawa. Kelucuan Gulliver membuat para raksasa membawanya pulang dan dimasukkan ke kandang, dan esoknya dibawa keliling ke pasar untuk dipamerkan. Siapa saja yang ingin melihat ‘Grildrig’ yang artinya manekin, mereka harus membayar. Sang raja lalu membayar petani untuk Gulliver, ia dirawat oleh gadis cilik berjuluk Glumdalclith alias Perawat Cilik. Di sana Gulliver belajar bahasa dan kebiasaan baru. Dan sungguh luar biasa, negeri raksasa ini, mereka juga sudah maju. Ada angkatan darat, susunan majelis kerajaan sampai tata Negara. Tukar pikiran sejarah manusia itu membuat salah satu kutipan paling bagus diucapkan raja halaman 112, “Aku memiliki pendapat bahwa orang-orangmu adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.”

Jonathan Swift memang berfikiran anti-kekerasan dan anti-perbudakan. Novel bergaya diary ini sukses membuat kita ikut larut berfikir, ‘benar juga ya, manusia di hadapan semesta hanya sebesar debu’ dianggap sebagai serangga mengerikan dengan pikiran jahat terselebung. Sungguh hebat sindiran yang tersampaikan.

Sebenarnya setelah ke Negeri Raksasa masih ada dua perjalanan lain Gulliver yaitu ke Glubbdubdrid dan Jepang serta ke negeri Houyhnhnms. Tapi buku ini hanya merangkai dua perjalanan awal. Patut diburu nih kisahnya. Ada satu lagi kutipan yang sangat kusuka, saat Gulliver terasing dan terancam maut ia memikirkan keluarga di halaman 75 ia menulis: “Aku berfikir tentang istri dan anak-anakku dan semua teman serta sanak saudara yang telah menasehatiku untuk tak kembali melaut.”

Itulah jiwa petualang, saat sudah mereda segala rintangan kita akan tertantang untuk kembali mengarungi sesuatu yang baru. Dan jelas Gulliver ini istimewa!

Gulliver’s Travels | by Jonathan Swift | alih bahasa Zuniriang Hendrato | penyunting Windy A | perancang sampul Bendung | Penerbit Narasi | distribusi tunggal PT Buku Kita | cetakan pertama, 2007 | 128 hlm; 13×19 cm | ISBN 979-168-022-1 | Skor: 5/5

Ruang HRGA CIF – Karawang, 100817 – Sherina Munaf – Persahabatan

#HBDCalista3Years #HermioneYumna​

14 Lagu Terbaik Sherina Munaf

image

image

image

image

image

LBP: Saya adalah Pendengar Sherina Munaf nomor satu sedunia. Kalau ada yang sudah mendengarkan 1000 kali lagunya, saya pastinya ke 1001 kali. Kalau ada yang sudah mendengarkan sejuta kali lagunya, saya pasti di angka sejuta satu kali. Saya Sherina Lover nomor satu!

Budy adalah Sherina. Sherina  adalah (bukan) Budy. Bagi orang-orang terdekatku pastinya tahu betapa Sherina adalah kata yang spesial. Ada dalam setiap helaan nafas. Tapi tidak untuk kata Budy bagi Sherina, baginya saya mungkin hanya angin lalu. Sekedar fan gila, sekedar penikmat lagunya.

Dari lagu anak-anak di masa sekolah sampai lagu cinta. Dari sebuah kesetiaan menunggu sampai kesepian yang mengadu. Dari seni berjoget di halaman sekolah sampai gesekan celo untuk menemani dengungn lebah. Dari duet sederhana boyband Irlandia sampai lagu pilihan soundtrack film. Kecuali ‘Battle of Dance’, saya suka semua lagunya. Sehari bisa jadi saya mendengarkan Sherina Munaf lebih dari 100 kali. Dan Sherinaku tak pernah lelah. Dari berangkat kerja, saat kerja, istirahat kerja baca buku ditemani kopi dan BB Pink berjajar lagunya, saat pulang kerja, saat santai bersama keluarga, sampai saat tidur pun Sherina masih bernyanyi untukku. Dan inilah daftar lagu dari penyanyi terbaik di muka bumi.

#14. Ada
Bagian terbaik: ‘Ada kau di hati, aku tak sendiri. Kau selalu bersama aku.’

Ini adalah lagu paling mellow. Tak banyak yang mendengar karena hanya terselip dalam album Tuna. Tapi saat pertama kali mendengar saya tahu ini lagu istimewa. Apalagi mendengarkannya dengan headset sebagai teman berlari sore. Superb sekali!

#13. Kembali Ke Sekolah
Bagian terbaik: Berapa kali Sherina mengikat tali sepatunya?

Mari kita hitung. Pertama saat opening scene, teriakan ibunya: ‘Sherina, tali sepatunya!’. Kedua: setelah ia menari dalam keceriaan, sebelum berlari kembali mengejar teman-temannya, dia tersenyum pada kita! Ketiga: setelah ring bel belajar berbunyi, di depan pintu ia ditegur ibu guru untuk mengikat sepatu cokelatnya. Cukup? Nope, ayo tonton dari awal dan hitung lagi!

#12. Aku Beranjak Dewasa
Bagian terbaik: ‘Semoga hidup ini kulalui dengan hati yang seterang bintang-bintang, indah bertaburan. Tanpa kecewa, amarah, prasangka, oh dan semoga selalu kujalani perintahmu Tuhan.’

Liriknya sangat amat bagus. Sebuah perenungan perubahan fase kehidupan dari anak-anak ke remaja. Yang terbaik bukan lagu My Life yang dicomot sebagai nama album yang mewakili album penutup usia anak, tapi lagu ini. Poinnya rasa syukur padaNya.

#11. Impian Kecil
Bagian terbaik: (backsound lelaki bersuara berat: ‘segalanya semua…’) lalu Sherina membalas ‘Hanya untukku. Tunggu, tunggu dulu bukan itu yang kumau’.

Ini adalah lagu kesukaan Rani Wulan skom. Rekan sekerja yang begitu terpesona dengan kalimat, ‘restoran favoritku, yang kuheran dari mana kamu tahu.’ Bisa saja album Tuna menunjuk lagu Sebelum Selamanya sebagai hit, tapi lagu inilah yang pertama menyusup dalam kepala. Catchy!

#10. Akan Ku Tunggu
Bagian terbaik: ‘… kuperhatikan kau dari dekat’

Sebuah kesetiaan. Selalu jadi teman cerita dengan Rani Wulan skom dan Yuli, teman semeja serta May, istriku. Bahwa liriknya dibuka dengan memperhatikan dari dekat, lalu waktu menempa kerasnya kehidupan cinta. Jauh. Jauh. Jauh. Jauh. Tak tergoyah, sang Pecinta masih setia menunggu. Seakan sia-sia, tapi selalu percayalah hidup tak pernah berhianat bagi mereka yang sabar hingga akhirnya satu kata penutup Sherina berujar ‘…dekat’.

#9. Kisah Sang Lebah
Bagian terbaik: ‘Hah beruang madu…’ (seorang gadis cilik ketawa kecil)

Ini adalah lagu yang paling sering diminta putar oleh Hermione, baik saat berkendara, sebagai teman baca atau di saat santai. Dia selalu akan menirukan gerakan yang diucap Sherin seperti, ‘terdengar dengung lebah’ maka dia akan menempelkan telapak tangan kanannya ke belakang daun telinga meniru orang seakan mendengarkan dengan seksama. Lalu bagian ‘dan berdoalah sebelum ia akan memulainya’, maka Hermione pun mengangkat kedua tangan menengadah bedoa. Lalu di bagian ‘rumah susun segi enam cocok kutinggali’, ia akan membentuk kedua jarinya segi enam di depan dada. Lalu bagian ‘madu super istimewa’, ia akan merenggangkan kedua tangannya ke atas laiknya seorang binaraga. Dan seterusnya dan seterusnya. Cool!

#8. Primadona
Bagian terbaik: Lagu ini berhenti ketika Sherina berteriak ‘… Berhenti!’

Sebagai judul album, album pertamanya lepas dari masa kanak-kanak, sayang sekali lagu yang menghentak dan berbobot ini tak masuk sebagai hit. Justru musik Rock Sendiri yang membuka kedewasaan sang primadona. Setiap hari adalah lagu wajib di kos Ruanglain_31. Grandong, teman satu kos pastinya setuju lagu ini begitu bernyawa untuk pembuka pagi.

#7. Lari Dari Realita
Bagian terbaik: ‘Ya, hari ini kusempurna’

Salah satu ciri khas lirik lagu Sherina adalah memainkan ironi. Banyak lagu ciptaannya membentuk curva itu. Pelangi di tengah bintang? Harapan yang membuncah lalu dihempaskan ke dasar. Dan inilah kesempurnaan palsu sehingga ingin pergi dari kenyataan.

#6. Bukan Kenangan
Bagian terbaik: ‘Kawan datang dan berlalu, lawan datang dan berlalu aku diam di sini ditinggalkan kenangan.’

Ini soundtrack hidup bagi seorang nomaden. Hidup ini bukan kenangan, maju terus. Kalau tak ikut gerak maka kau akan ditinggal. ‘Senang tawa puas dan cinta, merah biru hitam dan putih…’

#5. Persahabatan
Bagian terbaik: Menari di halaman sekolah

Sherina mengajak teman-temannya keluar kelas saat denting bel istirahat terdengar. Dewi Hughes tersenyum. Dalam kerumuman dan alunan instrument, Sherina membuka suaranya lagi dengan berputar terlebih dahulu sebelum menari. Luar biasa. Tak pernah kulihat ada seorang penyanyi bisa ‘seanggun’ itu. Satu putaran penuh dalam keceriaan khas anak-anak.

#4. Sing Your Mind
Bagian terbaik: ‘Let me hear your voice, I wanna hear what you say.’

Setelah tiga tahun menemani dalam audio, tahun ini saya berkesempatan melihatnya versi piano live performance di depan undangan international ‘One Young World’. Amazing. Speechless.

#3. Ku Disini (Here To Stay)
Bagian terbaik: ‘Jangan menyerah ku disini, genggam erat tanganku. Genggam erat jiwaku.’

Lagu ini dibuat dalam dua versi. English yang sangat keren dan lokal yang begitu syahdu. Sebuah harapan, selama bersama jangan pernah menyerah. Hadapi semuanya, teman seperjuangan. Video klipnya akan dikenang Hermione sebagai lagu pengiring ballerina.

#2. Simfoni Hitam
Bagian terbaik: ‘Telah kubisikkan cerita-cerita gelapku, telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu’.

Lagu ini wajib ada dalam daftar. Dimainkan dalam dua versi, band dan orchestra. Ini adalah jenis lagu sedih tingkat dewa. Seorang mencinta dengan segenap jiwa raga, tapi tetap gagal menaklukkan hati sang pujaan. Mengorbankan segalanya, nyanyian sendu seorang Pecinta. Pengen nangis dengarnya.

#1. Lihatlah Lebih Dekat
Bagian terbaik: Semua frame video klip, semua dentingan piano, semua alunan Sherina bersama Uci Nurul. Inilah contoh lagu terbaik sepanjang masa.

Filmnya meledak. Banyak orang menilai pemicu kebangkitan film nasional adalah Ada Apa dengan Cinta? Padahal tahun 2000 Petualangan Sherina menghentak terlebih dulu. Filmnya bagus, soundtracknya luar biasa. Aransemennya digubang oleh (alm) Elfa Seicoria. Album ini masuk 100 Album terbaik Nasional. Dan dengan dentingan piano beserta orchestra lengkap Lihatlah Lebih Dekat jelas sebuah maha karya yang akan dikenang seratus, dua ratus, sampai seribu tahun lagi.

Ruang HR CIF – Karawang, 260417 – Sherina Munaf – Lihatlah Lebih Dekat
Daftar ini awalnya termuat I Have a Dream, Better Than Love dan Sebelum Selamanya, tapi akhirnya terdesak lagu lain.

A Place for My Head Lagu Terbaik Yang Terlewatkan Untuk Jadi Single

Saya jatuh cinta pada pendengaran pertama sama musik yang dimainkan oleh band asal California, Linkin Park (LP). Waktu itu di kelas ada seorang teman yang sedang mendengarkan musik via walkman di pojokan. Karena kelas lagi kosong saya iseng nyamperin dia dan gangguin temanku yang lagi santai. Setelah pembicaraan yang panjang lebar saya diperbolehkan pinjam satu earphone untuk ikut menikmati musiknya dan kertas albumnya saya lihat-lihat. Teringat jelas waktu itu album Hybrid Theory yang saya pegang ini ada yang special. Kerika saya pasang di telinga, musiknya menghentak keras. Saya langsung jatuh hati kepada Linkin Park.

Di zaman saya sekolah keping mp3 belum booming, HP masih jadul dan kaset pita masih berkuasa. Beberapa hari kemudian saya sudah menggenggam album perdana kaset pita Linkin Park. Waktu itu harganya masih Rp 21 ribu. Menurut saya dengan pengeluaran segitu masih worth it untuk masuk koleksi. Setelah otak-atik deretan lagu side A dan side B. Menurut saya lagu terbaiknya adalah A place for my Head (APFMH) dan itu tak masuk ke dalam single yang dibuat video klip. Beruntun single album ini adalah: One Step Closer, Crawling, Papercut dan In the End lalu re-release untuk special edition dengan menambah lima lagu, tiga diantaranya adalah live record sedang yang dua lagu yaitu High Voltage dan My December adalah baru. Walau terdengar melow, My December dipilih jadi hit andalan.

List Lagu:

  1. Papercut
  2. One Step Closer
  3. “With You”
  4. Points of Authority
  5. Crawling
  6. “Runaway”
  7. “By Myself”
  8. In the End
  9. “A Place for My Head”
  10. Forgotten
  11. “Cure for the Itch”
  12. Pushing Me Away

Special Edition

  1. “Papercut” (Live)
  2. “Points of Authority” (Live)
  3. “A Place For My Head” (Live)
  4. My December
  5. “High Voltage”

Nah dari keseluruhan lagu yang ada dan dalam pemilihan hit saya rada complain kenapa lagu sebagus A place for My Head ga masuk single? Lagu ini sungguh luar biasa bising namun terdengar merdu yang mana perpaduan tak terungkapkan dengan kata-kata bahwa ketika Mike ngerap di-mix dengan dentuman drum yang konsisten, iringan musik yang slow dihajar teriakan sekencang-kencang-nya Chester menghasilkan lagu yang sempurna.

Walau sempat terpesona sama Faint dan rintikan easier to run di album Meteora, tapi tetap teriakan Go away Go away dalam APFMH masih menduduki puncak lagu terbaik LP.

Gambar

A Place for My Head adalah lagu terbaik yang terlewatkan untuk jadi single.

Tebaik Terbaik 2

Lanjutan dari catatan film terbaik terbaik, kini masuk ke ronde kedua.

Finding Nemo (2005)

Gambar

Nemo, seekor anak ikan yang hilang tertangkap nelayan yang akhirnya terdampar di sebuah akuarium seorang dokter gigi. Marlin, ayahnya berusaha mencarinya. Marlin yang penakut terhadap dunia luar karena sangat protektif terhadap Nemo akhirnya berpetualang jauh ke Sidney, Australia. Ditemani Dory, ikan pelupa yang ramah mereka menemui banyak kisah seru. Twist! Sebuah sekuel sudah disiapkan dengan judul ‘Finding Dory’. Tak terbayangkan betapa kacaunya nanti perjalanan ini.

Despicable Me (2010)

Gambar

Ilumination entertainment, studio Perancis ini akhirnya memecah dominasi Pixar. Film animasi  pertama meraka sungguh luar biasa keren. 3D eye-pooping nya nyembul dan nampol. Mungkin hanya Avatar yang bisa menandinginya. Gru adalah pencuri yang berhasil mengambil menara Eiffel dan patung Liberty. Dia bersaing dengan Vector untuk menjadi pencuri nomor satu di dunia. Gru mencanangkan mencuri bulan. Gila! Ide film gila ini direalisasikan dalam visual yang sungguh memikat. Gru dibantu makhluk kuning yang unik pasukan Minions, Dr. Nefario yang hebat sekaligus pikun dan mendapat masalah adopsi ketiga gadis imut, Margo, Edith, dan Agnes. Tahun ini bisa jadi animasi paling saya tunggu sekuelnya. Unicorn I love them 3x. Haha.., kocak. Twist! Minions. Itu sudah cukup menjelaskan, ini film luar biasa.

Lion King (1994)

Gambar

Kisahnya berat untuk anak-anak, tentang penggulingan kekuasaan. Scar iri dengan Simba yang sebagai pewaris tahta kekuasaan dari Musafa. Setelah Musafa meninggal maka Scar bekerja sama dengan Hyena berusaha menyingkirkan Simba. Simba kabur dan dalam perjalanannya dia bertemu dengan Timon, Pumbaa, dan Nala. Menurut Rafiki sang penasehat kerajaan, Simba memiliki jiwa pemimpin layaknya raja Musafa. Maka misi untuk mengambil alih kekuasaanpun dirancang. Twist! Serasa melihat film Prince Caspian dalam bentuk animasi. Tapi dibumbuhi banyak record.

Toy Story 3 (2009)

Gambar

Lanjutan dari petualangan Woody dan kawan-kawan. Kini Andy sudah beranjak dewasa, sehingga mulai jarang untuk bermain dengan Woody dkk. Dalam perjalanannya mereka terdampar di Sunny Shine. Jalian cerita antara sahabat, demdam dan kesetiaan sungguh memikat. Twist! Setelah mengikuti perjalan panjang Woody dan kawan-kawan, akhirnya mereka harus berpisah dengan Andy, sang pemilik. Tapi tunggu dulu, sebuah ending yang membuat tersenyum karena petualangan baru dengan pemilik baru segera dimulai.

Wall-E (2008)

Gambar

Sebuah robot pembersih sampah di masa depan yang kesepian, dunia sudah tak berpenghuni karena penuh dengan sampah. Manusia sudah diungsikan ke planet bernama Axiom. Kehidupan Wall-E standar saja dalam rutinitas, sampai akhirnya pada suatu ketika datang sebuah pesawat yang menurunkan robot bernama EVE, yang bertugas mencari tanda-tanda kehidupan di bumi. Ketika dia menemukan sebuah tanaman hidup, maka dia segera mengabarkan ke planet Axiom dan membawa benih tanaman tersebut. Wall-E yang jatuh hati lalu mengikutinya. Twist! Waste Allocation Load Lifter Earth Class dan Extraterretrial Vegetation Evaluator. Kisah cintanya bahkan lebih romantis dari Twilight.

Horton Hears a Who (2008)

Gambar

Jim Carey mengisi suara sang gajah yang galau. Horton percaya dia mendengar suara-suara yang keluar dari sebuah speck (debu) yang menempel di setangkai bunga yang ditemukannya. Dia percaya di dalamnya ada sebuah kehidupan seperti layaknya kehidupan dia di hutan. Horton lalu mengajak berbicara warga di debu tersebut, yang ternyata sebuah kota bernama Whoville. Pak Walikota Whoville meminta Horton untuk menempatkan bunga di tempat yang layak dan aman. Namun ada kanguru yang sebal terhadap tingkah laku aneh Horton. Dalam sebuah adegan, Horton kehilangan bunga tersebut dan bertanya secara ironis, “who’s there?’ Twist! Doctor Seuss menempatkan cerita rumit tentang esistensi kehidupan ini dengan ceria. Padahal inti dari ‘a person is a person, no matter how small’ sungguh tema yang berat.

A Bug’s Life (1998)

Gambar

Seekor semut mencoba untuk menyelamatkan koloninya dari serangan serangga belalang. Flik si semut lalu mencoba melawan Hopper si belalang yang tamak. Tapi pasukan yang dibawa Flik ternyata adalah segerombolan sirkus keliling, yang membuat marah koloni. Rencana lalu berubah, Flik dan pasukan membuat burung tiruan untuk mengusir Hopper. Dalam adegan yang dramatis, Hopper menyadari bahwa yang mengejarnya adalah burung tiruan, namun ketika Hopper membalas, tanpa dia sadari Flik dkk malah menggiringnya ke sebuah sarang burung. Ini adalah film pertama vcd yang saya tonton bareng teman-teman di rumah. Saking bagusnya, dulu sampai ditonton berulang-ulang. Twist! Di zaman itu, A bug’s life adalah juara dan bersaing ketat dengan Antz.

Fantastic Mr. Fox (2009)

Gambar

Inilah karya perdana Wes Anderson dalam wujud animasi stop-motion. Kisahnya sederhana namun sangat bermakna. Apa jadinya jika seekor Fox (rubah) yang sudah malang melintang di dunia pencurian akhirnya berjanji kepada istrinya untuk tobat? Mr. Fox, setelah kini menjadi jurnalis namun mulai bosan dengan rutinitasnya memilih untuk kembali berpetualang dengan pindah ke sebuah ladang yang penuh dengan binatang peliharaan. Sang petani yang memiliki dendam untuk membinasakan keluarga Fox akhirnya malah kewalahan, karena Mr Fox yang cerdik selalu punya akal untuk terus mengelabuhinya. Adegan kejar-kejaran di tanah sungguh enak diikuti. Ini adalah film di tahun yang sama bersaing dengan Coraline yang menampilkan animasi stop-motion. Twist! Animasi patah-patah yang menakjubkan. Roald Dahl pasti tersenyum bahagia di surga. Saya fan berat Roald Dahl!