Pekan Terakhir: Lazio Vs Inter

Pekan Terakhir: Lazio Vs Inter
Perkiraan pemain

LAZIO: Strakosha; Caceres, Luiz Felipe, Radu; Marusic, Murgia, Lucas Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Felipe Anderson; Immobile

INTER: Handanovic; Cancelo, Skriniar, Miranda, D’Ambrosio; Gagliardini, Brozovic; Candreva, Rafinha, Perisic, Icardi

LBP 3-0
Laga final Immobile Vs Icardi. Laga final tiket Liga Champion. Laga final Stefan De Vrij. #ForzaLazio

Bgs
Lazio 2 – 1 Inter, Immobile
Imo sudah fit. Sudah bisa maen. Sudah bisa cetak gol. Forza lazio

AP
Lazio v Inter 0-1
Icardi
Final akan terjadi di Olimpico. Lazio hanya butuh hasil imbang untuk lolos ke UCL. dalam 27 duel terakhir, Lazio hanya bisa menang 9x. Icardi tentu ingin menyamai atau bahkan melebihi gol Immobile.

Luciano De Cecconi
Lazio 1-2 Inter
Joao Cancelo
Lazio bermain menyerang Nan atraktif, namun Nerazzurri lebih cerdik memanfaatkan peluang.

Minions
Lazio v inter 1-2
Icardi
Duel capocannonieri. Duel perebutan tiket UCL. Inter di atas angin.

Takdir
Lazio 4-2, Immobile
Pertandingan akhir musim Lazio Inter mengingatkan kita pada musim panas 2002. Akhir tragis buat Ronaldo, Vieri dkk. Sejarah terulang.

DC
Lazio 0-2 Inter
Icardi
Dari Misura. Kemudian beralih ke Fiorucci. Dan sampe sekarang ada Pirelli di dada jersey biru item. Itulah Internazionale.

AW Kyaputen Suki-Suki
Lazio 1-3 Inter, Icardi
Inter siap mengamuk. Icardi mengangguk-angguk. Immobile mantuk-mantuk.

Damar IRR.
Lazio 2-0 inter. F Anderson
Ketemu uler kadut di Olimpico. Lalu malam ane mimpiin F Anderson cetak goal lewat umpan dari L Alberto. Moga terwujud di match ini. Grande Lazio.

Siska
Lazio 2-2 Inter
Icardi
Banyak yg jagoin Inter 😅. Mau jagoin Lajio kok ya ga begitu yakin 😅. Yaudah sih seri aja biar adil 😅

Shailene Woodley Prayitno
Lazio 2-4 Inter; Gol Icardi
Saya mencium aroma balas dendam di sini. Ini murni adalah karma. Hasil ini juga pengaruh dari pemilik kedua tim yang sangat bertolak belakang. Pemilik lazio pelit dan suka menunggak hutang, sedangkan pemilik Inter cukup royal meski belakangan tidak pernah lagi muncul di hadapan publik.

Green Green – Karawang, 200518

Iklan

Black Panther: Wakanda Forever

King T’Chaka: “The world is changing. Soon there will only be the conquered and the conquerors. You are a good man, with a goes heart. And its’ hard for a good man to be king.”

Dalam seminggu ini euforia di segala lini sosmed, akhirnya saya berhasil sempatkan waktu nonton di Selasa sore yang gerimis. Dengan bekal kabar bahwa film ini mencetak rekor opening week terbesar kelima, segala bocoran wow nya. ‘Eh filmnya mirip Prince Caspian lho.’, ‘Ini kok jadinya Lion King versi live action ya?’, ‘Wakanda Forever!!! Jelas itu mirip teriakan ‘Narnia Forever’, ‘For Aslan, For Narnia’ dst. Pas setengah jam sebelum mulai, saya sempatkan baca bab-bab akhir Kealpaan-nya Milan Kundera. Novel nostalgia, kerinduan akan kampung halaman. Akan sebuah arti kehadiran dengan orang terkasih.

Pembukanya adalah prolog dialog tentang sebuah asteroid berkekuatan dahsyat metal vebranium dahulu kala ada lima Warga Afrika yang memperebutkannya, empat diantaranya bersatu dan membentuk Wakanda. Benda itu memberikan banyak dampak, salah satunya Wakanda jadi daerah maju secara teknologi. Tapi banyak pertempuran dan kepentingan membuatnya mengisolasi diri. Lalu setting tercipta jauh ke tahun 1992 di Oakland, California di mana ada warga Wakanda ke Amerika yang melakukan kejahatan terkait pencurian penjualan vibranium, N’Jabu ditangkap dan akan diadili, tapi sebuah tragedi terjadi – apa itu akan diungkap di akhir kisah. Dengan tatapan bocah-bocah main basket ke angkasa, cerita Black Panther sesungguhnya dimulai. ‘Its a Bugatti Spaceship’. Pembuka ala Marvel berunculan di layar, panel-panel komik para superhero.

Present day adalah sambungan dari pembuka kisah Civil War, raja Wakanda T’Chaka (John Kani) tewas dalam serangan teroris, tampuk pimpinan kosong. T’Challa (Chadwick Boseman) didapuk naik, tapi sesuai tradisi. Untuk jadi raja ada pengesahan dengan memberi kesempatan bagi para penantang, saat itulah salah satu kepala suku mengajukan diri. Pertarungan one-on-one disajikan dengan gaya keren – relevan dengan kejantanan. Bagaimana pertarungan fair harus dijaga. Di sebuah air mancur, disaksikan warga. Sesempit apapun kesempatan lawan, kita pasti bisa prediksi Challa bakal menang. Seolah ini hanya alur have fun. Kaget juga ada aktor besar Forest Whitaker bermain sebagai Zuri, sebagai tetua dan pengesah kekuasaan. Sayangnya nantinya beliau mustahil melanjutkan peran dalam sekuel.

Dengan luka yang ada raja baru Wakanda itu ‘dikirim’ ke sebuah dimensi antah, sebuah set dunia antara untuk bertemu dengan almarhum ayahanda dan seluruh raja yang telah tiada. Dalam bentuk macan hitam – black panther. Adegan penuh petuah, penuh nasehat ditampilkan. Bagus. pinter. Imajinatif. “A man who has not prepared his children for his own death has failed as father.’

Sementara di Inggris sebuah pencurian seolah artefak vibranium terjadi di museum. Kiranya dipimpin oleh Klaue (Andy Serkis) Dengan gaya para perampok menyikat barang curian secara elegan. Adegan macam gini sudah sangat banyak dibuat, sering penjahatnya pura-pura sakit didorong paramedis yang menunggu di ambulance dan ternyata semua penjahat. Sudah sangat umum, sehingga jadinya biasa saja. Laiknya Joker atau Bane yang menyerahkan diri tersamar lalu booom melawan. Yah, setidaknya Killmonger (dimainakn dengan jantan oleh Michael B. Jordan) menjaga kelas karena sampai akhir ia memberi sentuhan semangat antagonis berperasaan yang luar biasa. Kasus pertama sesungguhnya film ini muncul, Klaue diburu warga Wakanda atas kejahatannya. Kita diajak ke Korea Selatan. Dalam pemburuan aksi megah bak film-film James Bond, sang villain rencananya mau transaksi, para CIA Amerika mencoba cegah, jagoan kita coba seret Klaue pulang. Bentrok kepentingan ini mengacaukan segalanya. Dengan pertarungan jalanan penuh balap, ini seperti summer movie. Action dan ledakan di mana-mana, penjahatnya gagal ditangkap, Challa kena omel warga. Agen CIA Everett K. Ross (Martin Freeman) terluka dan dibawa ke Wakanda untuk diobati. Obat herbal what?!

Sementara diluarduga Klaue malah dibunuh oleh Killmonger. Penjahat utama kisah ini ternyata adalah warga Wakanda jua yang dengan kantong berisi mayat Klaue membawanya ke Wakanda. Bertemu dengan W’Kabi (ih Daniel Kaluuya – kamu ngeselin banget di sini) dan mengklaim hak raja. Karena ia punya garis keturunan, ia adalah orang yang terbuang. Taaa-daaa…. Ia adalah anak kecil yang ada di adegan pembuka. Maka saat rapat sambil ngopi, ia meminta pertarungan one-on-one.Hey auntie…”

Permintaan itu dipenuhi, pertarungan tersaji. Kini lebih seru dan menegangkan, dan saya menebak jagoan keok terbukti. Hero falls. Sayangnya, harapan Challa tewas terpenggal gagal (haha… imposible jagoan ini tewas lha di Civil War dan akhirnya Infinity muncul kok). Karena kita tahu, sang Black Panther sesungguhnya ya dia, dan seperti di Civil War ia punya andil jadi kalau Challa tewas maka Invinity War ya wassalam. Raja dilempar dalam debur air terjun. Di sini sekalipun keadaan genting, raja oleh sang kekasih dan penjaga dibilang tewas, saya tahu itu tak mungkin. Civil War sudah memberi bukti siapa sang Kucing Hitam. Yang jelas bukan Killmonger ‘kan? “I’ve waited my whole life for this. The world’s going to start over. I am burn it all!

Killmonger sebagai raja baru memerintahkan membakar segala obat herbal heart-shaped setelah dengan gaya bertemu almarhum ayahnya. Menanyakan akar masalah masa lalu, dan kekecewaan itu disajikan (mencoba) terlihat sangar. ‘People die every day. That’s just part of life around here.’ Karena di sini Killmonger adalah antagonis maka ia sebagai raja baru langsung memerintahkan invasi ke dunia luar. Pokoknya dibaut jahat, ambisius dan tak ada logika. Mengerahkan armada untuk menyerang keluar Wakanda. Bak sebuah episode perebutan takhta dalam serial A Game of Throne semua serba cepat dan kejam. Dan sangat ambisius. Dan seperti yang kita duga, raja selamat. Recover instan heart-shaped udah diselamatkan sebagian, lalu menyiapkan serangan balik. Dalam adegan dua black panther kisah ini menemui epic ending. Seru, tegang dan amburadul!

Filmnya memang bagus, tapi tak original. Banyak hal keren di kisah lain, dicomot, dimodifikasi lalu dibentuk lagi seakan perubahan panel komik ke layar lebar adalah murni aplikasi penggeseran. Padahal kisah utama Black Panther bukan barang baru. Apalagi banyak adegan ngantuk, hype itu berlebihan. Bagus namun tak istimewa. Film ini dibintangi Lupita Nyong’o sebagai Nakia, kekasih sang jagoan. Perannya ga signifikan. Mau diperankan Jenifer Lopez atau Kiki Fatmala tak terlalu berpengaruh. “I would make a great queen, because I am so stubborn.” Justru peran Shuri (Letitia Wright) yang membantu menyiapkan segala peralatan dan kecanggihan Wakanda yang berhasil mencuri hati. Seolah ia adalah Iron (wo)Man versi Afrika. Canggih dan sangat membantu. “Much more for you to learn.” Lalu sang panglima perang Okoye (Danai Gurira) juga menonjol, sangat pas dan benar-benar efisien membuat laga dan drama perang menjadi sangat hidup. Kegamangannya akan membantu sang raja yang terjatuh atau mengabdi pada raja baru yang sah tampak sungguh natural. Seakan ia seorang Winterfall yang bingung mau dukung Raja Robert kesruduk babi atau ikut dalam pertaruhan perebutan Takhta. “I am loyal to that throne, no matter who sits on it.”

Jangan lupakan juga Stan Lee, cameo beliau di setiap film Marvel patut diacungi jempol. Maestro ini muncul di sela-sela judi yang haus dan sebenarnya kalau kita tak tahu siapa beliau akan tampak annoying. “You know what? I am just going to take these chips and set them over here.

Kesuksesan komersial film ini diluarduga, banyak mematahkan rekor dan melaju tak terkendali karena tayang di bioskop lama. Di Karawang bahkan tembus dua bulan! Tayang sejak Februari dan baru turun bulan lalu jelang Infinity. Gilax! Memang ini seakan adalah selebrasi kaum kulit hitam, acuan pahlawan mereka yang punya hajat di bioskop, borong tiket, nonton berkali-kali. Luar biasa, sungguh rekor box office yang sangat mengejutkan.

ACSnya jelas menjadi jembatan menuju Infinity karena Shuri bertemu Bucky Barnes. Aksi sang Black Panther yang akan membantu dunia untuk kemajuan teknologi padahal dari warga petani, senyumin aja. ‘Its a third world country. Textiles, shepherds, cool outfits.’ Dan kalimat akhir yang sangat jelas: ‘Black Panther will return in Infinity War’ dan seperti yang kita lihat saat ini, Wakanda jadi ajang perang yang menggelegarkan Thanos.

Black Panther 2 dalam pengembangan, Marvel semakin hari semakin menggila, seakan teriakan Okoye ke telinga fan DC mengencang setiap menitnya: Wakanda Forever!

Glory for Hanuman.’

Black Panther | Year 2018 | Directed by Ryan Coogler | Screenplay Ryan Coogler | Cast Chadwick Boseman, Michael B. Jordan, Lupita Nyong’o, Danai Gurira, Martin Freeman, Daniel Kaluuya, Letitia Wright, Forest Whitaker, Andy Serkis, John Kani | Skor: 4/5

Karawang, 2602 – 2203 – 1505 2018 – Sherina Munaf – Simfoni Hitam

Ditulis pada 26 Februari, saya hold karena kejar Oscar. Dan baru saya lanjutkan, edit Maret, terhenti lagi. Dan saya lanjutkan bulan Mei ini.

Pekan Ke 37: Crotone Vs Lazio

Pekan 37: Crotone v Lazio
PROBABILE FORMAZIONE (3-5-1-1):
Strakosha;
Caceres, de Vrij, Radu;
Marusic, Murgia, Leiva, Milinkovic, Lulic; Felipe Anderson;
Caicedo.

LBP 0-3
Inter haha. Icardi haha. Saatnya memastikan ke Liga Para Juara.

Bagas
Crotone 0 – 4 Lazio, Nani
Lazio mampu mengandaskan Crotone dengan skor 4-0 kala mereka bertemu Desember lalu. Gol Lazio kala itu dicetak Jordan Lukaku, Ciro Imobile, Senad Lulic serta Felipe Anderson. Semoga skore terulang kembali.

Siska X
Crotone 1-3 Lazio
Luis Alberto
Dengan selisih hanya 2 poin dari peringkat 3 dan 5, mau tidak mau Lazio harus bisa mendapat poin sempurna. Selain untuk memantapkan posisi di 4 besar, raihan 3 poin juga bisa menambah jarak dg posisi kelima. No Ciro no problemo, kan ada Luis Alberto 🤭

AW X
Crotone 1-2 Lazio, Alberto
Lazio akan degradasikan Crotone. Mungkin Lazio tanpa Immobile. Alberto siap rame-rame..

Kirana
Croto 0-2 Lazy, Savic
Lazio pasti menang. Dua gol akan disarangkan ke gawang lawan. Kalo gak percaya tanya aja Budi.

Michelle Trachtenberg Prayitno
Crotone 0-2 Lazio; Marusic
Matahari hampir terbenam, ketika kami berdua menikmati suara Samudera, yang dengan lembut menyapu tanah. Kita sedang tidur, kamu dan aku. Dengan aroma pohon tulip di bawah langit berbintang di balkon yang romantis.

DC
Crotone 2-1 Lazio
Simy
Partai hidup mati bagi ke 2 tim. Satu menghindari relegasi satunya mengamankan tiket UCL. Tuan rumah unggul tipis

Damar IRR
Croto 0-1 Lazio. Radu
Tuan rumah akan kalah. Lazio tanpa Immobile masih akan menang di laga ini. Bisogna Vincere.

Agustino Calciopoli
Crotone 2 – 2 lazio
Nani
Lazio kembali tersandung pekan ini.Membuat peluang bermain di UCL semakin tipis.Setipis pantyliner.

AP
Crotone v Lazio 0-1
Felipe Anderson
Lazio harus menang di Ezio Scida. Pekan terakhir akan menjalani playoff UCL melawan inter. Tanpa kehadiran no 17 & 18 akan membuat Felipe Anderson jadi pahlawan kali ini.

Takdir
Crotone 1-2 Lazio, Felipe Bale
Tahun lalu jelang akhir kompetisi kejadian mirip ini. Crotone berjuang lolos degradasi, Lazio berjuang ke liga juara. Akhirnya kita tahu Crotone bertahan di Serie A, Lazio main di Liga Sparing. Tahun ini Lazio punya laga lebih menentukan di akhir dengan Inter. Sejatinya laga lebih menentukan ada di Inter V Sassoulo makanya Jak-Lazio TV pilih mereka yang live. Leg satu dicukur tujuh gol, kalau gagal poin penuh Inter emang tim labil, kayak Arif yang menanti ketidakpastian Sis. Jadi Lazio ke UCL musim depan? Ya. Segrup dengan Barcelona langsung. Manteb to.

Cibitung, 140518
Nella Kharisma – Ninja – Gnd and Gnz

Pekan Ke 36: Lazio Vs Atlanta

Pekan Ke 36: Lazio Vs Atlanta
Prakiraan formasi

3-5-1-1
Strakosha
Caceres-De vrij-Ramos
Marusic-Murgia-Leiva-Sergej-Lulic
FA
Caicedo

LBP
3-0
Pekan pekan krusial. Penting untuk menjauh Inter. Apakah Berisha akan berpelukan dengan Radu di akhir laga?

Chloe Grace Prayitno
Lazio 2-2 Atalanta; gol by Immo
Degrit terlalu bernafsu untuk mengejar kemenangan. Meski lawan cuma Atalanta, tapi mereka sudah membayangkan seperti sedang berhadapan dengan Barcelona. Alhasil ketika Josip Ilicic gocek sana gocek sini, mereka seperti sedang melihat Messi. Tahu tahu eh udah gagal menang. Mereka harus konsentrasi lagi pekan depan agar posisi 4 tak lepas.

AW
Lazio 2-1 Atalanta, Alberto
Lazio bakal greng. Atalanta lagi greng. Alberto golin biar ganteng.

Bgs
Lazio 1 – 0 Atalanta, Luis Alberto
Menang tipis gak masalah, yang penting menang, Lazio lolos UCL.

Massimo Agustini
Lazio 1 – 1 Atalanta
Alberto
Aku ingin begini, aku ingin begitu. Ingin ini itu banyak sekali. Semua semua dapat dikabulkan, dapat dikabulkan oleh mas Nani.

DC
Lazio 2-0 Atalanta
Lulic
Main dikandang. Menjauh dari jejaran Inter buat 1 tiket UCL. Itu cukup jadi motivasi buat Lazio. Menang.

AP
Lazio v atalanta 1-0
Sergej Milinkovic-Savic
Lazio kini punya tabungan 4 poin dr Inter. Posisi Lazio nyaman untuk lolos ke UCL. Fokus, Lazio !

Indah Santika
Lazio v atalanta 2-0
Sergej Milinkovic-Savic
Lazio harus memenangi 2 laga versus Atalanta & Crotone. Para pemain semangat untuk lolos ke UCL. Savic harus bermain bagus lagi jika mau di beli MU

Kirana
4-2 , immobile
Lazio pasti menang.
Lazio pasti menang.
Lazio pasti menang.

Takdir
Lazio 1-0 Atlanta, Caicedo
Tanpa Immobile bisa apa? Mustahil pesta gol, tapi menang pasti. Saatnya kunci Posisi Champion?

Purwakarta, 060518

Pekan Ke 35: Torino Vs Lazio

Pekan Ke 35: Torino Vs Lazio

Prakiraan formasi lawan torino
LAZIO (3-5-1-1):
Strakosha;
Luiz Felipe, de Vrij, Radu;
Marusic, Murgia, Leiva, Milinkovic, Lulic;
Luis Alberto;
Immobile.

LBP 0-3
Immobile berpeluang jadi top skor Eropa. Seteru Salah dan Cristiano. Wah kapan lagi Lazio punya striker yang luar biasa hingga tembus Eropa gini. Saatnya terus menambah gol.

Alessandro Del Widyanto
Lazio 3-1 Torino, Immobile
Lazio masih mengejar tiket UCL. Torino siap beri perlawanan tanpa embel-embel. Immobile nyekor tanpa gembel.

Firman
Lazio 0-0 Torino
Semoga duel ini berakhir imbang agar peluang klub lain terutama Nerazzurri meraih tiket UCL tetap terbuka, masih ragu dgn kemampuan Blucherchiati d ajang Eropa

Arief
Lazio v Torino 2-0
Immobile
Inter kalah, Lazio harus menang demi posisi top 4. Rekor 21 kemenangan akan diperoleh jika menang v torino. Rekor gol 83 gol akan terus bertambah.

Agustino Calciopoli
Lazio 2-1 torino
Luiz Alberto
Indonesia tanah airku.Tanah tumpah darahku.Disanalah aku berdiri. Jadi pandu ibuku.

Indah Santika
Lazio vs Torino 1-0
Immobile
Lazio ingin menang demi mengamankan tiket UCL. Immobile belum bosan bikin gol. Lazio sangat bernafsu jadi tim tertajam di serie A musim ini

Bryana Holly Prayitno
Torino 1-2 Lazio; gol Immo
Selalu follow the right. Jangan mudah tertipu dengan permulaan yang salah. Selalu ikuti kata pak ketua. Beliau tidak selalu benar tapi untuk urusan Serie A sangat bisa dipertanggungjawabkan. Di negara api apalagi, penyebutan pertama itu penting. Sekali lagi jangan mudah tertipu dan terkecoh. Selalu follow the right. Salam olahraga!

Bgs
Lazio 1 – 0 Torino
Goollll goollll gooolllll ciro immobile…… Goooolllll goooolllll goooolllll ciro immobile…. Immobile for baloon door….

DC
Torino 1-0 Lazio
Belotti
Main dikandang banteng mengamuk. Memangsa burung yg terbang rendah. Il Toro unggul tipis

Imoenk ikut kuis
Torino 2-4 lazio, Immobile
Jaktv harga mati. Pantengin malam nanti. Duel immo vs belotti. Jangan lupa kopi. Dab kwaci. Juga tahu isi.

Takdir
2-3, Immobile
Roma menang menjauh. Inter kalah menjauh. Lazio? Apapun hasilnya pekan ini mereka akan tetap tertahan di posisi empat. Gengsi yang dikejar adalah top skor Eropa, mumpung Salah tertahan nirgol, saatnya Immobile mengambil alih pimpinan.

Kirana
1-1, immobile
Kali ini laju kemenangan Lazio terhenti. Mosok arep menang terus. Tapi ga sampai kalah kok, tenang aja.

Karawang, 290418

Trilogi Insiden #3 Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara – Seno Gumira Ajidarma

Trilogi Insiden #3 Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara – Seno Gumira Ajidarma

Voltaire: “Kebebasan Tuan untuk menyatakan pendapat saya bela sampai mati, asal pendapat Tuan tidak berbeda dengan pendapat saya.”

Buku terakhir dalam bundel. Ini mungkin justru yang terbaik. Tentang proses penulisan kisah-kisah. Saya menyukai proses kreatifnya, saya mencintai seluk beluk bagaimana penulisan dari ide yang mentah dituangkan ke dalam tulisan, diproses ke editor hingga sampailah ke pembaca. Memang lebih banyak membahas proses mencipta dua buku sebelumnya: Saksi Mata dan Jazz tapi beberapa adalah proses mencipta cerita karya bung Seno yang lain. Sungguh sangat bervitamin bagiku yang masih banyak perlu belajar menulis. Bagaimana cara bung Seno mengakali agar tulisannya lolos ke media massa di era Orde Baru, menyelipkan kisah-kisah insiden itu tanpa menyebut secara terbuka itu adalah tragedi 12 November 1991. Banyak hal dirasakan, bermula dari beliau dan dua temannya dicopot dari Jakarta Jakarta tahun 1992 gara-gara tulisan mereka yang meloloskan detail kejadian itu, dikutip beberapa media international, drama detik-detiknya sehingga penguasa marah. Jadi tahu sensor di era itu sungguh mengerikan. Kebebasan dikekang tanpa kompromi. “Kebebasan Pers” adalah kamuflase, sesuatu yang sangat mahal.

Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara. Karena bila jurnalisme bicara fakta, sastra bicara dengan kebenaran. Fakta-fakta bisa diembargo, dimanipulasi, atau ditutup dengan tinta hitam, tapi kebenaran muncul dengan sendirinya, seperti kenyataan. Jurnalisme terikat oleh seribu satu kendala, dari bisnis sampai politik, untuk menghadirkan dirinya, tapi kendala sastra hanyalah kejujurannya sendiri. Buku sastra bisa dibredel, tapi kebenaran dan kesustraan menyau bersama udara, tak tergugat dan tak tertahankan. Menutupi fakta adalah tindakan politik, menutupi kebenaran adalah perbuatan paling bodoh yang bisa dilakukan manusia di muka bumi. Itu adalah paragraf pembuka yang sangat menghentak. Langsung ke intinya.

Bab tentang empat cerpen itu bagiku sangat bermanfaat bagi Penulis untuk mengubah ide menjadi benar-benar karya. Jadi tahu bahwa Pelajaran Mengarang diinspirasi dari kisah karya Alfred Hitchcock berjudul Nona Fitch. Bagaimana aturan ATM – Amati, Tiru, Modifikasi benar-benar kental. Hebat Kang! Cerpen kedua Sepotong Senja Untuk Pacarku adalah pengalaman Seno di pantai Karangbolong. Cerpen ke 3 dan ke 4: Telinga dan Maria lebih pelik lagi. Telinga adalah efek dari sebuah laporan jurnalistik bahwa pernah ada Gubernur Timtim yang didatangi empat pemuda, dua diantaranya tak bertelinga, bagaimana bisa? Ternyata ada insiden yang absurd, ide liar itu mengantar cerita kekasih yang mendapat kiriman telinga dari dari pasangannya yang seorang tentara, dibuat komedi satir. Gaya humor yang sinis – dan kasar. Dan ternyata kekejaman tentara seperti itu pernah juga benar-benar terjadi di Perang Vietnam. Di mana kemanusiaan ditenggelamkan dalam lumpur hitam.

Sedang cerpen Maria adalah kegetiran mengharu biru, orang tua yang kehilangan anak-anaknya tanpa rimba. Saat anaknya kembali, sang ibu sudah tak mengenali karena babak belur. Sesuatu yang jelas pernah benar-benar terjadi di era Orba, penghilangan paksa, petrus, dan orang-orang hilang karena politik tangan besi. “Mempunyai anak perempuan adalah suatu berkah.” Sebuah drama ‘Mengapa Kau Culik Anak Kami.’

Berikut kutipan dua paragraf yang indah untuk dibagikan: Pilihan perlawanan saya jatuh pada hal-hal yang sensitif karena saya pikir hanya dengan cara itu saya bisa menunjukkan betapa insiden Dili bukan hanya tidak bisa dilupakan – seperti berita sepenting apapun yang akan kami lupakan ketika mendapat berita penting yang lain, dari hari ke hari – tapi bahkan saya abadikan. Karena memang di sanalah hakikat perbedaan jurnalistik dan sastra. Saya dengan sabar ingin membuat pembungkaman itu tidak berhasil. Saya melawan. Ini membuat setiap detik dari kehidupan saya menjadi jauh lebih bernilai dari sebelumnya – meski sejatinya saya berstatus penganggur. Saya ingin orang-orang tahu pasti bahwa konteks tulisan saya adalah Insiden Dili atau situasi Timor Timur. Namun bersamaan dengan itu saya juga harus menyembunyikan fakta tersebut supaya cerpen saya lolos dari self-censorship para redaktur media masaa, ke manapun cerpen tersebut saya kirimkan. Maka saya hanya menyusupkan sejumlah kata kunci untuk pembaca. Pertama, terdapat konteks pembantaian orang-orang tidak bersenjata. Kedua, terdapat nama-nama yang diwarsikan penjajah Portugal. Pembantaian menunjuk Insiden Dili, sedang nama-nama Portugis menunjuk lokasi Timor Timur. Ketiga, jika mungkin saya beri sinkronisasi waktu.

Harusnya orang-orang hebat yang sudah mencipta karya tulis membuat esai proses mereka, akan sangat banyak penggemar yang menanti cerita dibalik prosesnya. Tak banyak saya bisa menikmati hal semacam ini. Haruki Murakami punya semacam memoar ‘What I Talk About When I Talk About Running’, lebih ke kegemarannya akan berlari tapi itu tips yang sangat amat berguna bagi kutu buku untuk menjaga kebugarannya. Sejak baca itu saya lari sore rutin seminggu tiga kali. Bagaimana Murakami mencipta seni tulis dan tetap fit, ternyata beliau suka mengikuti lomba ke berbagai negara. Bukan hanya lari, tapi triaton – lari, sepeda, renang. Nah detail macam gini jelas sangat berpengaruh.

Dalam Ketika Jurnalisme, kita jadi tahu proses kreatif itu sendiri adalah seni. Kita jadi tahu bahwa Bung Seno belum pernah ke Timtim ketika 12 cerita Saksi Mata terbit, tapi berkesempatan ke sana juga akhirnya sehingga kumpulan cerpen ditambah menjadi 18, kelimanya ditulis melengkapi. Hebat ya. kita juga tahu, bahwa sung Seno pernah mengirim cerita di sebuah media ditolak gara-gara menyinggung Timtim. Kota Ningi adalah bahasa gali untuk Dili, seperti Dagadu untuk Matamu, seni bahasa gali-nya Yogya. Ketika G30S dan segala kejadian sesudahnya berlangsung, saya masih terlalu kecil untuk berfikir kritis. Jadi bagi saya pembasmian gali-gali itu merupakan ‘peristiwa besar’ saya yang pertama. Apa boleh buat saya memang mempunyai idealisasi sendiri tentang para gali. Well, saya juga akan bilang bahwa Insiden Dili saya lewati ketika saya masih kecil sehingga saya tak mengikutinya, peristiwa besar bagiku ya pas pecahnya Reformasi, tapi itupun saya masih sekolah masih belum bisa kritis. Saya benar-benar tahu kerasnya hidup ya pas merantau tahun 2004an, era carut marut kebebasan pers yang kebablasan. Informasi melimpah, kualitas meh. Era internet yang butuh update apapun tinggal klik. Luar biasa, pengekangan pers padahal seakan baru kemarin. Dua setengah dekade yang lalu! “Depan tidur, belakang tembak!”

Dalam Cerita Pendek tentang Sebuah Proses bung Seno mencerita proses bagaimana ide diolah. Dengan setting Singapura, beliau menginap di sebuah hotel dalam keseharian menjadi juri festival film. Di lift hotel itu berpapasan dengan dua orang keling, si Tinggi dan si Pendek. Mereka tampak akrab, sepasang, tapi suatu ketika si Pendek menjerit histeris karena semua barangnya digondol kabur si Tinggi. Begitu teganya, karena pengamatan dari orang awam kita tak tahu motif kejahatan, kita hanya tahu si Pendek kini tak punya apapun termasuk surat penting. Nah, seusai dari Singapura bung Seno ke Malaysia melanjutkan aktivitas. Tak dinyana, papasan dengan si Tinggi di sebuah stasiun kereta api. Apa yang harus dilakukannya? Lapor polisi, menangkapnya langsung bak hero, mengikutinya seolah mata-mata, atau diam. Itu adalah pengalaman pribadi yang bisa dioleh menjadi cerita. Banyak sekali hal yang bisa dijabarkan. Sungguh cerita akan sangat nyata dan bagus bila tak sekedar teori. Amati kejadian sekitar, jabarkan, kembangkan imaji dan konflik. Hhmm… keren keren. Jadi pengamatan ini sudahkah jadi cerita? Belum, bung Seno hanya mengajari kita dalam mencipta ide.

Buku ini saya selesaikan baca pas libur di hari Kartini, pas paginya saya lagi dalam perjalanan menjemput istri saya melihat tukang koran keliling. Langsung saya beli Kompas, ini adalah koran cetak Kompas pertama yang kubeli setelah empat tahun! padahal dulu saya langganan Sabtu-Minggu. Kalau Bung Seno membeli banyak koran Minggu saya langganan du hari weekend. Rasanya ada rindu, aroma kertas koran yang dibaca sekali duduk. Kenapa saya tiba-tiba menginginkannya? Karena di bagian akhir bung Seno menuliskan: “…Pers Indonesia yang berhasil adalah pers yang berhasil survive dalam kemelut ekonomi dan politik. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa narasi besar jurnalisme Indonesia ditentukan oleh bisnis. Segala inovasi pemberitaan dipertaruhkan, bukan terutama demi kualitas jurnalistik, tetapi untuk membuka peluang bisnis – dan sebagai usaha bisnis, perusahaan pers ternyata tidak bisa melepas diri dari kepentingan-kepentingan politik, tapi dengan sikap yang sama sekali tidak tulus.” Dan kita tahu koran paling tua dan berhasil bertahan dari banyak gempuran waktu hanya Kompas. Kini mereka mengklaim, senja kala mengingat gempuran informasi dalam jaringan. Sampai kapan mereka akan bertahan akan sangat seru dinanti. Terima kasih Kompas, saya termasuk pembaca rutinmu – dulu.

Kebetulan sekali, bukunya Pram: ‘Perawan Remaja Dalam Cengkeraman Militer’ diulas di bagian akhir buku ini ‘Sebuah Cerita tentang Berita-Berita Tak Penting’ dan saya baru saja membuka segel buku itu untuk jadi buku berikutnya saya baca. Wow.

Buku Trilogi Insiden ini adalah buku milik Perpustakaan Bus Taka Taman Kota Galuh Mas, Karawang. Hari ini saya kembalikan. Hiks, suatu hari saya akan punya sendiri. Jelas ini adalah salah satu buku paling berpengaruh, buku bagus, keren dan sangat layak dikoleksi. Berkat buku ini saya akan buru buku-buku lain karya Bung Seno.

Sah saya jadi fan bung Seno. Love you full! Mungkinkah suatu hari beliau akan masuk nominasi Nobel Sastra? Aaaaamiiiiiiin…..

Trilogi Insiden | #3 Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara – Kumpulan Esai | oleh Seno Gumira Ajidarma | cetakan pertama, April 2010 | perancang sampul Windu Budi | ilustrasi dalam Saksi Mata Agung Kurniawan | pemeriksa aksara Prita & Ratri | penata aksara gores_pena | Penerbit Bentang | vi + 458 hlm; 20,5 cm | ISBN 978-979-1227-98-8 | Skor: 5/5

Karawang, 220418 – Sherina Munaf – Pelangi Di Tengah Bintang

Trilogi Insiden #2 Jazz, Parfum & Insiden – Seno Gumira Ajidarma

Aku tak pernah ingin menyerah. Tapi masihkah berarti kalau kalah? | Waktu menyiram tubuh. Darah pun menjadi putih | Aku tahu saat untuk pasrah, meski jauh di dalam tanah, kulambaikan dirimu dengan pedih. –

Kulambai Dirimu, 14 Januari 1996

Ketika matahari tenggelam, kami berciuman…”

Novel yang aneh. Seperi judulnya yang terbagi dalam tiga bagian kata yang berbeda, kisahnya adalah tiga hal berbeda namun terkait. Bagian jazz adalah bagian yang rumit karena saya memang tak akrab musik jazz. Hanya musik Sherina Munaf yang benar-benar kutahu, kutelanjangi. Selain itu hanya musik yang isi sekedar bunyi teman aktivitas. Sejarah, kenikmatan telinga, dan bagaimana cara menjabarkan alunan dengan cara yang seakan jazz adalah musik surga. Kedua parfum pun jua rumit. Histori penciptaan pewangi yang sama tak akrab bagiku yang jarang sekali mengenakannya seusai mandi. Benar-benar belajar seluk beluk ramuan kimia memusing, sejatinya selingan karena kita diajak mengenal orang-orang dekat si Aku yang memakai parfum tersebut. Bagian insiden, ini menyambung dengan tema utama buku ini. Peristiwa 1991 di Timor Timur itu diceritakan dengan sudut pandang seorang analis laporan, seakan laporan itu nyata apa adanya bahkan sebagian dituturkan dengan English agar terasa benar adanya. Tiga hal yang tak familiar, tiga cerita yang sejatinya bukan aku banget, eh ternyata bagus. Memang, cara bercerita itu hal yang krusial. Senja jadi kata yang dicintai Bung Seno Gumira Ajidarma, maka tak heran dijadikan pondasi, dijadikan pengantar dalam prolog. Bagaimana keadaan di sore yang megah dan menakjubkan itu menjadi seolah sebuah potret indah yang tak mau lepas.

Cahaya senja yang keemasan jatuh di atas kertas. Aku sedang menulis surat – isinya akan kuceritakan nanti…’ Kalimat pembuka yang memastikan bahwa cerita ini akan naratif seakan ada orang mendongeng kepada pembaca.

Bagian Pertama adalah pekerja kantor yang bergadang membaca laporan insiden, ditemani kopi dan walkman (dengan kaset pita) berisi lagu-lagu jazz. Laporan itu dicerna di lantai 20 sebuah gedung, dengan dinding kaca sehingga setiap senja tiba ia dengan tepekur bisa menikmati detik-detik indah pergantian alam. Laporan kekerasan yang keras dan berdarah. Sebagian pakai English, sebagian bikin mual. “ … Kemudian kami ditendang, kepala saya dipukul dengan popor senjata sampai bocor dan keluar darah.”

Kamu sedang menatap senja ya?” Tidak semua orang memperhatikan senja, kebanyakan.

Laporan yang dibaca variatif. Dari wartawati, korban, saksi sampai laporan international. Tentang politik dan kebijakan. Tentang antisipasi dan saling klaim tak bersalah. Di sini Aku memang ditempatkan pada pengamat, pendongeng, dan tak terlalu memunculkan banyak analisis walau beberapa bagian dilakukan selfcensorship. Endingnya diluarduga. Ada Sukap the legend. Wow!

Bagian kedua adalah cerita tentang jazz dan sejarahnya. Termasuk sejarah si Aku yang pertama mencintainya, menelusuri sertamerta mengagungkannya. Teoritis sih, tapi disusun dengan nyaman untuk dinikmati. Salah satu judul lagu So This is Jazz, Huh? Dalam Volume 1 dari musisi Wynton Marsalis, diceritakan sejarahnya. Judul itu selalu diucapkan mereka yang tak mengerti jazz. Namun, sekali mereka menemukan, well, mereka tidak akan pernah melupakannya. Tidak penting jazz itu apa yang penting kita dengar saja musiknya. Rasa yang ditularkan, emosi yang diteriakkan, jeritan yang dilengkingkannya. Raungan gemuruh yang memuntahkan kepahitan.

Jazz isn’t music. It’s language. Communicatiin.” – Enos Payne.

Jazz is a feeling, more than anything else.” – Mark C. Gridley.

“Nothing but bop? Stupid.” – Miles Davis.

Music kept you rolling.” – Louis Amstrong.

Music is the sign of the opressed masses. It is the heart in a heratless world.” – Bill Graham.

I say that was a noble sound because we are told today that this great sound is dead.” – Stanley Crouch

Tentu saja setiap jenis musik, bahkan jenis kesenian bisa dinyatakan hakikatnya sebagai pembebasan jiwa. Namun dalam jazz pembebasan itu hadir secara konkret dalam satu ruang bernama improviasasi. Jazz adalah percakapan akrab yang terjadi dengan seketika, spontan dan tanpa rencana. Apakah musik seperti jazz? Ada sebuah buku terbitan tahun 1955 tentang jazz berjudul ‘Hear Me Talkin’ To Ya’ karya Stan Kenton. Keinginan menyampaikan sesuatu yang begitu pelik dan rumit karena hanya bisa terwakili oleh susunan bunyi yang sangat pribadi dan betapa indah bila kita bisa mendengarkannya. Bukan dalam pengertian mendengarkan bunyi, bukan sekedar mendnegar suara, melainkan mendengarkan perasaan. Jazz, aku tidak tahu apa-apa tentang dia. Apakah aku harus menjadi doktor untuk memahaminya? Tidakkah cukup mendengarkan baik-baik saja? Tentu saja selalu jawaban teknis, dan para musisi jazz memang jarang kita dengar ungkapan yang filosofis, mereka mengekspresikan diri dengan bermain jazz, berimprovisasi, mencari wilayah-wilayah penjelajahan baru, dan hanya sound yang mereka hasilkan itulah cara yang tepat untuk mengungkapkan diri.

Bagian ketiga adalah masalah parfum yang disemprutkan ke beberapa karakter yang ditemui Aku dan menelusuri jejak panjang historinya. Wanita berinisial Burung Malam. Tak menyukai jazz tapi musik rock. Menyebut dirinya ‘Rock n roll people’. Agak gila.

Saya hanya tahu Calvin Klein itu merk seprai kasur yang kupasang di kamar. Atau beberapa kali lihat di pasar jenis celana dalam. Ternyata beliau adalah salah satu pembuat parfum. Cerita mencipta parfum Obsession, adalah ia jatuh hati sama wanita sampai termehek-mehek yang suatu saat jadi istrinya. Wanita itu jadi obsesinya. Perkenalan dengan sang wanita dicerita dengan lucux. Telepon salah sambung dan digodain, “Kenapa tidak mencari saya saja…” Suaranya. Suaranya itu. Well, well, well. Suara yang sangat erotik. Saat akhirnya kopi darat, sungguh wanita yang unik. Rok pendek, rambut gaya medusa, sepatu gaya tentara, kaos ketat. Ia tidak cantik, tapi tidak jelek juga. Dan parfum yang dipakainya adalah Obsession…

Calvin Klein mencipta parfum Eternity untuk istri keduanya yang 14 tahun lebih muda. Tentang keabadian. “Kupikir ini adalah cincin keabadian.” Maka barangkali maunya, aroma eternity berhubungan dengan cinta yang agung, cinta yang setia, abadi dan selamanya.

Waktu mengubah seseorang barangkali, tapi cintaku tetap.

Tahun 1991 Calvin Klein mencipta parfum bernama Escape yang lebih keartian ‘pergi jauh dari semuanya’, secara harfiah berarti bertema liburan tapi ini juga bisa sebuah pandangan baru Calvin akan hidup. “Anda lari, Anda pergi, tapi Anda melakukannya dengan gaya.”

Parfum berikutnya yang dibahas adalah Poison, kali ini bukan Klein tapi karya Christian Dior. “Baunya elit” Begitu banyak nama, begitu banyak wajah, berapa banyak cinta mengalir terbuang? Air mata. Air mata. Terbuat dari zat apakah dia? Apakah rumusan kimia?

Parfum kelima yang diungkit adalah L’eau d’Issey karya Issey Miyake. Wanita inilah yang mengenalkan padaku bahwa dunia itu tidak hitam, tidak putih, tapi abu-abu. “Bukankah kesetiaan adalah sesuatu yang mutlak?

Dan setelahnya adalah parfum yang beraduk banyak merk dari Vendetta dari Valentino, Opium dari Yves Saint Laurent, Narcisse dari Chloe, No 5 dari Channel, Action dari Trussardi, Montana dari Claude Montana, Giorgio dari Beverly Hills, L’Aret dari Gucci sampai Samsara dari Guerlain. “Sasa harus mulai dari nol lagi, Ma.”

Katakan kepadaku kamu mencintaiku.” | “Aku cinta padamu.” | “Katakan padaku kamu akan mengawini aku.” | “Aku tidak bisa.”

Kenapa cinta begitu sering berada di tempat yang salah? Kita tidak pernah mengerti mengapa.

Semuanya begitu saja terjadi. Lagu apa yang diciptakan Chick Corea kalau mendengar cerita ini? Aku tidak mencium parfum, aku mencium amis darah. Ini bukan lagu jazz. Tapi lagu apa pun bisa di-jazz-kan, toh? Apakah begitu penting sebuah lagu itu jazz atau bukan jazz? Ketiganya sedikit banyak bersinggungan. Aku adalah penyuka jazz, membaca laporan jurnalistik Insiden 1991 dan sang wanita adalah sosok yang menemani hari-harinya. Alurnya tak banyak gejolak karena memang digulirkan dengan tenang, setenang alunan jazz itu sendiri. Bahkan saat ada ancaman penggeledahan dan kantor itu akan digerebek, alirannya tak seganas ombak, tetap tenang dan tak emosional. Benang merahnya, apalagi kalau bukan Insiden Dili 12 November 1991. Walau tak disebutkan secara implisit, cerita memang coba diselap-selip agar lulus sensor.

Seperti kata Brian May, too much love will kill you. Wanita yang mengangankan cinta, anak dan keluarga. Aku tahu, banyak misteri yang tidak pernah terpecahkan dalam hidup ini. Barangkali sampai mati. Punya anak, kawin dan bahagia? Aku mengingat semua ini ketika semua yang akan kuceritakan telah berlalu.

Kamu indah, selalu indah.” Katakan itu pada suamiku. Wah!

Mau disebut fiksi boleh, mau dianggap fakta terserah – ini cuma sebuah roman metropolitan.

Next Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara …

Trilogi Insiden | #2 Jazz, Parfum & Insiden – Novel | oleh Seno Gumira Ajidarma | cetakan pertama, April 2010 | perancang sampul Windu Budi | ilustrasi dalam Saksi Mata Agung Kurniawan | pemeriksa aksara Prita & Ratri | penata aksara gores_pena | Penerbit Bentang | vi + 458 hlm; 20,5 cm | ISBN 978-979-1227-98-8 | Skor: 4,5/5

Karawang, 210418 – Radiohead – Creep