Pekan Ke 13: Derby

Pekan Ke 13: Derby!

Prakiraan formasi
3-5-1-1
Strakosha
Bastos – De vrij –  Radu
Marusic –  Parolo –  Leiva –  Sergej – Lulic
Luis Alberto
Immobile
LBP 0-3
D Day. Hari H derby yang ditunggu. LIRK berkunjung ke Cikampek, gabung nobar sama RCI. Semoga seru semoga damai semoga menang. #AvantiLazio
Gal Huangdot
Roma 2-1 Lazio; Dzeko
Kedua tim tidak siap dengan partai ini. Seluruh negeri tengah dilanda duka. Tapi tentu saja Dzeko tak ada sangkut pautnya. Dia bahkan bukan orang Italia! Itu sebabnya, hasil akhir game ini akan ditentukan dari kaki dan kepalanya.
Damar irr
Roma 0-2 Lazio, Immobile
Derby oh Derby… Partai wajib menang, scudetto tak berarti tanpa kemenangan Derby Della Capitale. Skuat Lazio kemungkinan cuma minus Strakosha yang dikabarkan cedera. Dengan kombinasi Immobile dan Luiz Alberto serta ditunjang Sergej Lazio akan membantai Roma pekan ini. Forza Lazio. Bisogna vincere
Siska
As Roma 2-2 Lazio
Immobile
Roma diunggulkan karena tuan rumah. Lazio sedang bagus-bagusnya. Hasil akhir seri saja 🙈
DC
Roma 2-0 Lazio
Dzeko
Sama-sama lagi on.
Sama-sama main di Olimpico.
Tapi 3 poin buat Srigala.
Bagas
Roma 1 – 1 Lazio, Djeko
Itali sedang berduka. Berbagi angka menjadi yang terbaik agar tidak menambah duka. Forza Italia.
AW
Roma 3-1 Lazio, El Shaarawy
Roma siap putus rekor. Lazio bakal tekor. Pharaoh bakal nyekor.
JK
Roma 1-2 Lazio, Immo
Aksi saling jegal.
Aksi saling cakar.
Aksi saling terkam.
Lazio mungkin lebih beruntung.
PAPATOTTI
ASR 2-0 SSL
El Sha
Cakaaaar.
Jambaaaak.
Slediiiing.
emas agos
Roma 1 – 1 lazio
Nani
Kegagalan italia ke WC tak lepas dari peran beberapa pemain di laga ini.Mereka bermain dengan menyisakan beribu penyesalan.Tapi ada satu pemain yg akan menyegarkan jalannya pertandingan.Semua mata tertuju padanya.The one and only luiz nani.
Zul Guci
Roma 1-4 Lazio
Immobile
Immobile yang baru saja kecewa gagalnya merasakan piala dunia pertamanya akan melampiaskan pada pertandingan Derby
Abri
Roma 3-1 Lazio
Dzeko
Tuan rumah jelas lebih diunggulkan. Meskipun lazio bukan lawan yang mudah, jelas motifasi Roma adalah menggusur klasemen dari Lazio yang hanya selisih 1 point saja. Pertandingan bakal sengit, tapi tuan rumah lebih garang dalam memanfaatkan peluang
imoenk pemalas (kata siska)
Roma 2-1 lazio
El sharawy
Maaf om bud, kali ini aku dukung Roma ya. Faktor ada little pharaoh disono. Yang lain gak begitu sreg.
GG
Roma 4-2 Lazio
Kolarop
Ibu kota serigala. Ibu kota berpesta. Gak ada Totti, tetep party.
Arief zverev
Roma v Lazio 1-0
Dzeko
Mencetak gol bukan hal sulit untuk Lazio. namun, gawang Roma akan menjadi perkara yang berbeda. Il Lupi baru kemasukan 7 gol alias rapor terbaik di serie A.
Takdir
Derby Day. 1-3, Savic.
Tiang akan sangat berperan di sini. Strakosha cedera saat bersama Timnas tapi bisa dimainkan. Felipe Bale sudah latihan, namun meragukan. Ciro Immobile meminta maaf karena kegagalan mengantar ke Piala Dunia. Savic membuat asis penting untuk Rekan senegara Lajik. De Vrij bilang siap ttd perpanjangan kontrak pasca Perang derby. Hoedt mengenang pengalaman Derby dari kota Soton. Dan Nani bersemangat untuk (cadangan lagi) di derby pertamanya. Lazio dalam posisi pole position untuk menatap puncak. Derby pertama tanpa Francisco Roti. De Rossi marah sama Asisten Ventura. Dzenko sedang membuncah semangatnya. Siapa unggul? Kabar bagus buat Laziale, Wallace cedera atau mungkin sengaja dicederakan? Lagi trend pura pura sakit demi reputasi kan? Malam Minggu Kalian akan sangat bergairah dalam DDC. Lazio saya telah prediksi unggul, salah satunya kena tiang. Kulo Tiang Sundo.
Karawang, 181117

Iklan

Justice League: Underdog Surprises

Justice League: Underdog Surprises

Barry: What are you super powers again? | Bruce: I am rich

—- catatan ini mungkin mengandung spoiler —-

Review singkat: Bruce dan Diana mencari skuat terbaik manusia hebat untuk melawan Steppenwolf – Anda tak salah baca, sama dengan novel pemenang Nobel Sastra Hermann Hesse -, makhluk antah asistennya Darkseid yang masuk ke bumi mencari tiga ibu bok (mother boxes) di bumi. Skuat itu terdiri dari si A, si B, dst (lihat poster aja) berantem di penghujung film, selesai. Dan logikanya kalau para jagoan punya koalisi, maka penjahat harus punya juga dong. Si gundul pun membentuk oposisi dengan seringai, dan film ditutup.

Review agak panjang, baiklah saya sempatkan waktu luang hari ini (16/11) dan hari ini (17/11).

Ada peningkatan ketimbang yang sudah-sudah namun tak signifikan, karena tetap pada dasarnya tipe Snyder emang gini. Gelap-gelapan, mencoba mencairkan ketegangan dengan meminta tolong Joss Whedon (Weldon!) namun tetap saja, kendali penuh di Zack. Menyenangkan sekali tak tahu bocoran itu, saya baru tahu Whedon kasih andil pas di pembuka film muncul namanya. Kukira salah baca, ternyata enggak karena di credit title muncul lebih jelas dan lama. Sentuhan humornya ada, syukurlah tak muram-muram amat. Walau masih kalah telak sama saingan. Mencoba melucu seperti lomba lari, lumayan. ‘I am rich!’, hambar. Menggambar di muka pengantri, standar. Kenapa film mega hit yang ditunggu banyak fan masih saja ga maksimal? Seolah seperti teriakan Cyborg saat tim akhirnya bersatu, ‘Boo-ya…’ seperti itulah mayoritas tanggapan penonton. Yang suka deretan DC film ya itu-itu saja, yang benci deretan Marvel ya itu-itu saja. Yang bukan jemaahnya ya, ngalir saja. Saya sendiri tak memilah sungguh-sungguh, asal ada waktu dan duit ya ditonton, tak fanatik amat karena bukan pembaca komik. Fanatik untuk Lazio saja – Avanti!

Pembukanya, Superman (aka Clark Kent – Henry Cavill) diwawancarai dua bocah pakai kamera HP. Tentang aksi-aksinya, tentang apa hal yang paling menarik di bumi? Tersenyum… Kisahnya langsung nyambung sama ending dua instalement sebelumnya Wonder Woman (WW) dan Batman Vs. Superman (BVS): Dawn of Justice di mana judul utama dengan latar bendera ‘Justice League’ berkibar di tengah pemakaman Manusia Super. Rumah dijual, Bu Martha Kent (Diane Lane) pindah. Diiringi lagu sedih Everybody Knows-nya Sigrid yang begitu meyakinkan. Sayangnya sampai akhirnya film usai hanya lagu ini yang benar-benar bagus, yang nyantol di telinga beberapa hari. Come Together-nya Gary Clark Jr. sekedar nyaris bagus. Pun seluruh iringan score, kurang nendang. Danny Elfman tidak pas memainkan emosi saat The Story of Steppenwolf muncul. Sayang sekali… Hans Zimmer emang juara! Mustahil original score masuk nominasi Oscar, semustahil Snyder jadi Penulis naskah terbaik.

Superman is dead, selebaran koran terlihat sesaat di gelap malam. Pembuka sesungguhnya sama seperti BVS (nah kan pengulangan), di mana Batman (aka Bruce Wayne – Ben Affleck) menghajar penjahat kelas teri. Memberinya rasa takut dengan ancaman dijatuhkan di pinggir gedung, wajah takut itu hanya untuk menarik makhluk antah yang mengerikan. Monster bersayap yang coba ditelaah Manusia Kelelawar dan asistennya Alfred (Jeremy Irons). Pembuka yang lain, lebih cantik – ralat, lebih apa ya kita mengistilahkan saat melihat Sinna Sherina Munaf tiba-tiba tersenyum padaku dan saya balas senyum dengan hati berdebar? Yahh seperti itulah – nyenengkeh… Sang Wonder Woman (aka Diana Prince – dimainkan dengan luuuuuuuuuar biasaaaaaaaaaa oleh Gal Gadot) berdiri di lengan patung keadilan dengan pedang dan timbangan merentang, terlihat keren, anggun, dan tentu saja cantik sekali (Mira C siapa ya?). Cara menyorotnya juga dibuat dramatis dengan kamera perlahan mutar lalu close up wajah Gadot. Para penjahat masuk bank, seakan merampok dengan diserati pembunuhan. Namun tidak, ia membawa koper berisi bom guna menandai mulainya kiamat. Si Wonder turun tangan dan tentu saja menjalankan aksinya dengan mulus, semulus pahanya. Panjahat ditekuk, berondongan tembakan dihela pakai deker ajaib (Bambang Pamungkas pasti iri). ‘I don’t believe it. What are you?’ – A believer! Pembuka yang lain lebih macho, sang Aquaman (aka Arthur Curry – Jason Momoa) didatangi Bruce diminta gabung dalam sebuah Liga karena ada makhluk berbahaya mengancam keselamatan bumi. Menolak (dikiranya Liga Gojek Traveloka kali?), tertawa dan ralat ‘bukan bicara dengan ikan, tapi airnya!’. Pembuka yang lain, lebih seksi. Sekumpulan cewek-cewek cantik berbikini di dunia Amazon (Alexis what?) sedang mengamati benda kotak yang bergerak, kotak misterius ala Spongebob itu dilindungi ribuan tahun dan tak pernah tampak aneh. Hari itu, benda antik berkekuatan besar dicuri sang main villain Steppenwolf (disuarakan syahdu oleh Ciaran Hinds). Percobaan melawan, gagal. Justru saya suka sekali perlawanan di bagian ini. Panah ditembakkan, naik kuda dalam kejar lempar mantra, pecut ajaib, dan wuuuzzzh… pesan dikirim ke Diana. Tampak sangat memikat, dan saru.

Berikutnya tahulah kita, di dunia ini ada tiga kotak ibu serupa. Sang Steppenwolf mencoba menyatukannya untuk menguasai dunia (jiah klise banget ya), menghancurkan dunia seisinya, nah lebih tepat deh. “No protectors here. No Lanterns. No Kryptonian. This world will fall, like all the others.” Satu kotak di dunia Amazon – kita tahu berhasil diambil, satu kotak di dasar lautan Atlantis yang dijaga Tuan Aquaman dkk – kita juga tahu kotak itu terambil, satu kotak ditimbun di tanah dan tak ada yang tahu – ini nih potensi menyimpan twist, potensial membuat penonton terperajat seperti identitas pembunuh ayah Tony Stark. Sayangnya DC tak meramu dengan gegap gempita tak menyisipkan drama berkelas di dalamnya, kotak itu justru nantinya digunakan untuk mencipta ulang makhluk Krypton – “Dunia membutuhkanmu. Tapi apakah dunia membutuhkanku?” Misi mengamankan kotak, mengingatkanku pada Doctor Strange yang mencoba mencegah pasukan jahat Dormamu masuk ke dunia via lubang ke mana saja di kota yang berbeda, sekali lagi so sorry DC Anda telat lagi. “Dormamu saya ingin berunding… Dormamu kita ingin berunding… Dormamu ayo kita berunding…” Gitu aja terus sampai 2 jam, sampai berbusa. Mau muntah, muntah aja deh!

Batman coba membentuk liga keadilan, mencari orang-orang berkuatan ajaib. Ada Aqua yang awalnya menolak, akhirnya bergabung setelah kotak ajaibnya dicuri. Flash (aka Barry Allen – Ezra Miller) tanpa banyak cingcong langsung sepakat. “Stop right there. I am in”. Cyborg (aka Victor Stone – Ray Fisher), yang dilacak Diana lewat jaringan internet, tentu saja bergabung. Siapa lagi ya? Hhhm… harusnya kasih trivia dikitlah seorang dua orang coba digaet gagal macam Wolverine yang mabuk menolak ajakan Dinamic Duo X-Men. Mera kek, Green Lantern kek, hufh… Hal sederhana easter eggs seperti ini biasanya melonjakkan hati fan. Yasu dahlah… berati sudah lima sesuai yang di poster: Wonder Woman, Batman, Cyborg, Flash dan Aquaman. Skuat DC – Detective Comic tanpa Manusia Super tak akan lengkap. Maka diciptalah ia, kembali bangkit dari kematian. “I was just celebrating the return of God.” Sudah komplit? Belum sih he he…, show must go on! Maka saatnya beraksi. Berhasilkah Liga Keadilan ini mengalahkan Avengers, eh maksudnya mengalahkan Steppenwolf? See…

Ezra Miller mencoba men-Spiderman-kan diri. Lumayan doang, ga ada separuh jarak lemparan jaringnya. Kocak sih, tapi tak sampai terbahak-bahak. Momoa mencoba tampil jantan, ngomong berat, main air, shirtless – tapi sayang adegan best shirtless di film ini justru diambil oleh Cavill yang tanpa kostumnya jauh lebih tampak jantan. Yeah, bisalah tahun depan kita lihat bisa seberapa jauh aksi shirtless-nya. Pas poster awal muncul, saya tak tahu siapa ini karakter ‘Robocop?’ setelah lihat, yah Ray Fisher memerankan karakter yang jauh di bawah Ultron. Namun penuturan drama ayah-anaknya dapet banget. Bagaimana seorang ayah mencoba melakukan yang terbaik untuk putranya. Hiks, sedih. Ben Affleck ya gitulah. Tak wah, tak bisa disanding Bale yang terlalu keren. Affleck sepanjang film manyun wae, seperti di BVS. Ini orang harus nonton Spongebob biar bisa ketawa. Biar bisa memainkan peran superhero sesungguhnya – Mermaid Man and Barnicles Boy. Serius sekali, wibawa leader coba diemban. Gal Gadot juaranya, ya iyalah emang siapa yang bisa menolak pesonanya? Sedari adegan di lengan patung sampai akhirnya main keroyok itu, antek Marvel ring1-pun pasti bertekuk lutut.

Sayangnya script, sesuatu yang diagungkan penikmat sejati bioskop tak bisa menyelamatkan para jagoan. Seperti yang mayoritas sahabatku bilang di akhir nobar, cerita biasa saja. Invasi alien di tahun 2017? Plot macam gini sudah tempak usang karena Avengers pernah memainkan peran melawan Loki dan spesies antah-nya. Di era yang memungkinkan mencipta efek fantasis ini, uang 300 juta dengan cerita macam invasi alien terasa sangat disayangkan. Idenya sekedar pengulangan. Mengumpulkan para manusia super? Magneto dan Profesor X sudah pernah melakukan untuk Kelas Pertama. Efek spesialnya emang bagus, ralat deh bagus banget, saya nonton di 3D dan lumayan nampol. Salju dan debu yang beterbangan di sekitar kita, Superman melempar Batman ke arah penonton ‘Do you bleed?’, Flash mendorong ujung pedang diluar jangkauan wonder (ting…!) sampai petir-petir menyelimuti The Flash yang seakan berkilat keluar layar. Juara 3D? Ya pas Gadot close up memenuhi layar, puas kau!

Steppenwolf yang membuat jagoan ketakutan setengah mati sampai harus menghidupkan yang mati, awalnya tampak gahar, tampak superior yang sayangnya malah ketakutan sendiri. Melawan alien Krypton dan selesai sudah. Premature, sayang sekali, harusnya bisalah dibikin lebih hancur-hancuran macam di Man of Steel. Loki saja bisa bikin New York porak poranda, si Steppen di akhir sekedar buat mobil polisi geser sehingga alarm berbunyi. Oiya, saya tak tahu siapa villain film ini sebelum hari H jadi pas tahu namanya saya langsung teringat novel Hermann Hesse yang beberapa hari lalu kulahap. Novel bagus tentang orang penyendiri di kota yang muram. Boleh deh jadi referensi fan DC buat bacaan.

Terdapat dua scene after credit. Yang pertama tak lama setelah selesai, lampu bioskop belum sepenuhnya mati dan muncullah balap lari. Aneh, garing. Kedua benar-benar di ujung. Saya sendiri tak tahu kalau ada karena menanti detik akhir itu khas Marvel, pengunjung sudah sepi, teman-teman bahkan mungkin sudah foto-fotoan di luar, saya nikmati tulisan berjalannya. Justru yang terakhir ini yang bagus, setelah sepanjang film Lex Luthor tak muncul, wajah imut Jesse menyapa. Dan jadilah penutup bahwa para penjahat sedang menyusun koalisi oposisi. Menarik, sangat menarik.

Jadi kesimpulannya? Seperti yang dulu sudah saya bilang. Berat sekali beban manusia kelelawar pasca kesempurnaan Trilogy Batman-nya Bale. Affleck seakan menanggung sekuintal batu di tanduknya. Berat, sedih dan gagal. Alfred bahkan menggodanya, ‘I miss the days when one’s biggest concern is exploding wind-up penguins’. Untungnya sentuhan Whedon memberi sedikit keceriaan, ‘Ku beli bank-nya’, Jagoan menghilang dan tinggal Flash berdiri depan Gordon, ‘oh itu kasar’ Balap selamat Superman membawa gedung beserta isinya, dst… Ekspektasiku sudah rendah, serendah-rendahnya malah. Yah sedikitnya, sedikit saja terpenuhi. Underdog surprises!

Justice League | Year 2017 | Directed by Zack Snyder | Screenplay Chris Terrio, Joss Whedon | Story Zack Snyder | Cast Gal Gadot, Jason momoa, Amy Adams, Ben Affleck, Ezra Miller, Amber Heard, Henry Cavill, Diane Lane, J.K. Simmons, Ciaran Hinds, Jeremy Irons, Jesse Eisenberg, Ray, Fisher, Robin Wright | Skor: 3.5/5

Karawang, 16-171117 – Sherina Munaf – Simfoni Hitam

Bagaimana pendapat sahabat nobar?

RizkaNov: “Bagus filmnya” – 8/10

Ochi: “Aku (akan) nonton lagi.” – 8.5/10

Adhit: “Dasyatnya tidak bisa dibandingkan.” – 9/10

SekarAyu: “Biasa aja, tapi karena nontonnya di dekat Akbar jadi luar biasa. Wkwkwk – 7.5/10

AAGhofur: “Kalau AA bilang biasanya saja, ceritanya ga bagus tapi special efeknya bagus banget. – 8.5/10

Widy: “Seru seru sih seru. Tapi ya ceritanya biasa aja.” – 5/10

Akbar: “Biasa aja sih. Masih enakan Marvel, masih seruan Marvel. Kita lihat (seri) kedua.” – 6/10

Angga: “Gal Gadot manteb. Awesome. – 7/10

TH: “Berantemnya terlalu ini, terpotong-potong. 7/10

Fajar: “Wonder Womannya cantik banget. – 6.5/10

Dewi: “Amazing… kotak ibu bisa bikin Superman hidup.”

TB: “Adegan paling oke, Superman shirtless terbang. Cerita biasa saja, tapi efeknya keren. Dah! Thank You – 8/10

Calculating…..  (8+8.5+9+7.5+8.5+5+6+7+7+6.5+8+8)/12 ( 7.375/10 – tak buruk juga dibanding RT?


Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

Seratus Tahun Kesunyian – Gabriel Garcia Marquez

Seratus Tahun Kesunyian – Gabriel Garcia Marquez

“Inilah penemuan terbesar dalam sejarah kita.”

Save the best for the last. Novel setebal alkitab yang brilian. Hikayat dalam angan. Sebuah kota fiktif Macondo menjadi saksi tempat menyatukan realitas dan fantasi. Sejarah-tak-resmi Amerika Latin bagaimana benda-benda ajaib ditemukan pertama kali dan mengubah banyak pola pikir. Dinasti Buendia dalam tujuh generasi di mana generasi pertama adalah pondasi menuju banyak konflik. “Kau tidak usah mengeluh. Anak-anak memang mewarisi kegilaan orangtua-nya.” Benturan-benturan di lingkungan, keterlibatan dan penolakan sistem politik praktis, hinggap pola seteru dan kawan, pertarungan yang berlarut hingga bisakah keadilan ditegakkan, bahkan di kota fiktif rasa simpati pun tercerabut.

Bertahun-tahun kemudian, saat ia menghadapi regu tembak, Kolonel Aureliano Buendia mencoba mengenangn suatu senja yang jauh ketika ayahnya mengajak dia untuk menemukan es. Sebuah pembuka kisah yang legendaris. Sangat terkenal, sngat spoiler, sangat fenomenal. Namun cara tutur seperti ini menyimpan daya ledak. “Itu adalah intan paling besar di dunia.” Bukan. Ini adalah es. Jose Arcadio Buendia adalah sosok yang mudah takjub, puja kerang ajaib! Mudah larut akan kehebatan ilmu pengetahuan. Dari orang gipsi yang datang ke kota Macondo ia bertaruh segalanya. “Hidup ini akan membusuk di sini tanpa bisa menerima keuntungan dari ilmu pengetahuan.”

Dimulai dari besi sembrani, magnet yang bisa menarik pot, panci, tang dan kompor. Menarik besi dan baja. Ia takjub dan terpesona. Benda-benda memang memiliki hidupnya sendiri. Ia tukar bagal dan sepasang kambingnya demi dua besi ajaib itu. Ia menyelami sungai mencari emas, namun sampah baju zirah perang yang ditemukan selain besi rongsok tak guna di dasar laut. “Tepat di sana, di seberang sungai itu terdapat segala macam peralatan ajaib, sementara kita di sini hidup seperti keledai.”

Orang gipsi kembali membawa teropong ajaib (lupakan sesaat amber spyglass), di mana orang jauh bisa dilihat seakan dalam jangkauan tangan. Ia tukar lagi barang lagi demi alat itu, bagaimana bisa membakar kertas dengan teropong melalui matahari? Demi hak cipta, mematenkan gaya namun tak kunjung menerima jawab. Lalu balok es yang bak kristal. Bagaimana bisa air terperangkap dalam benda padat yang mengkristal? “Telah dibuktikan bahwa yang namanya setan itu memiliki benda-benda sulfur, dan yang ada padaku ini adalah sedikit sublimat korosif.” Ringkasanya mereka mengambil jalan yang berlawanan dengan jalan ke Riohacha.

Istrinya Ursula selalu mengeluh atas kegilaan Jose. Debat jadi hal biasa dalam keluarga. “Kita tidak akan pindah. Kita akan tinggal karena anak laki-laki kita lahir di sini.” Kata Ursula. | “Sampai sekarang belum ada keluarga kita yang meninggal di sini.” Kata suaminya. “Seseorang tak akan terikat pada suatu tempat sampai ada yang meninggal dan dikuburkan di sini, di tanah ini.”

“Sup itu tumpah.” Cinta adalah perasaan yang sebenarnya lebih Indah dan lebih dalam daripada bahagia itu sendiri, liar tetapi sesaat, seperti mereka telah menjalani malam-malam mereka secara diam-diam. “Biarkan mereka bermimpi. Kita akan membuat alat terbang yang lebih baik dibandingkan yang mereka kerjakan, dengan bahan-bahan yang lebih ilmiah dan bukan rongsokan tempat tidur.”

Ia telah memohon dengan sepenuh hati dari lubuk hatinya yang paling dalam, agar kerinduan akan keajaiban itu bukanlah menemukan apa yang disebut telur filsuf, atau membebaskan pernafasan yang membuat benda-benda menjadi hidup atau kemampuan mengubah engsel-engsel dan kunci-kunci di rumah itu menjadi engsel-engsel dan kunci-kunci yang terbuat dari emas, tetapi adalah apa yang baru saja terjadi: kembalinya Ursula.

Figur ciptaan Marquez adalah manusia-manusia yang kita kenal, yang menakutkan sekaligus lucu, naif, tapi cerdik, gila tetapi sangat rasional, cantik tapi mengerikan, jahat sekaligus simpatik, yang ditulis jujur dan penuh rasa kemanusiaan. “Tak ada seorang pun yang kecewa kalau mereka tidak dibantu Pemerintah.” 

Ringkasnya 100 tahun kesunyian menampilkan ksempurnaan tata seni tulis dalam percobaan kimia yang gila-gilaan, percintaan yang ganas, pelacuran, perang saudara, hukuman mati sampai pada titik temu perabadan modern yang seakan adil. “Kami tidak membutuhkan hakim, sebab tak ada yang perlu dihakimi.”

Inilah novel sempurna, paket komplit segala kisah yang pernah ditulis.

Seratus Tahun Kesunyian | by Gabriel Garcia Marquez | diterjemahkan dari One Hundred Years of Solitude | Penguin Books Ltd., London 1972 | YBB. 163. 03 | Penerbit Bentang Budaya | cetakan pertama, Februari 2003 | penerjemah Max Arifin | penyunting Wendoko | perancang sampul Buldanul Khuri | gambar sampul Alfi | pemeriksa aksara Trie Hartini | penata aksara QAgus W Pambudi | ISBN 979-3062-57-6 | Skor: 5/5

Untuk Jomi Garcia Ascot dan Maria Elio

Karawang, 111117 – Taylor Swift – Red

Madame Bovary – Gustave Flaubert

Madame Bovary – Gustave Flaubert

Emma: “Ah, saya kasihan melihat Anda. Ya saya iba pada Anda…

Tema perselingkuhan yang menghantui. Emma Bovary adalah gadis cantik, pintar (namun tak cerdas) karena berwawasan luas, punya impian tinggi dan menginginkan kehidupan yang lebih maju. Hati-hati dengan apa yang kamu baca. Manusia memang tak pernah ada puasnya, lingkungan tentu sangat berpengaruh, pola pikir yang dipengaruhi pengetahuan sehingga banyak tahu tak terkendali dengan pijakan di bumi itu sangat berbahaya. Setinggi angan-angan, kita harus tahu batasan mana yang mampu diraih dan mana yang mustahil. Kalau tidak tahu kontrol bisa gila. Manusia memang tak pernah tahu arti kata cukup, dan syukur tetap yang utama.

Charles Bovary adalah dokter yang sederhana. Dipaksa sekolah kedokteran oleh ibunya, walau dengan nilai cukup. Bahkan selulus kuliah, saat mendapat kerja prakter di desa terpencil Charles dijodohkan dengan janda mapan yang cemburuan. Hidup seakan memang dijalani ala kadarnya. Namun segalanya menjadi lain ketika suatu malam keluarga Charles mendapat tamu seorang pesuruh dengan secarik kertas yang memintanya datang kepada tuannya karena beliau sakit patah tulang dan butuh perawatan.

Monsieur Rouault sangat kaya, istrinya sudah meninggal dan ia punya putri tunggal Emma yang begitu cantik. Ketika sampai di bagian ini jelas kita bisa memprediksi mereka akan bersatu. Dan benar saja, setelah Tuan Rouault sembuh, Charles measih saja berkunjung sekedar cek kesehatan. Ada benih cinta, lalu garis memang mempersatukan mereka karena suatu hari istri Charles meninggal dunia. Sekalipun istrinya cerewet, curigaan, ia terpukul jua. Ia bersandar di mejanya dan tetapi berdiri di sana sampai malam tiba, hanyut dalam kesedihan, bagaimanapun istrinya sangat mencintainya.

Tuan Rouault menghiburnya, mengajaknya jalan dan bersenandung pengalaman, sama-sama duda. Saya sering menyendiri di ladang, saya berbaring di bawah pohon dan menangis, lalu saya bicara dengan Tuhan dan saya melontarkan pada-Nya segala macam hal bodoh. Rasanya saya ingin menjadi tikus mole yang saya lihat bergelantungan di dahan-dahan pohon, dengan ulat-ulat merayapi perutnya – menjadi bangkai. Sangat tidak masuk akal bila seseorang ingin meninggal hanya gara-gara orang yang disayanginya meninggal.

Sampai pada pikiran itu pula muncul. “Tapi bagaimana kalau kamu menikahinya? Tapi bagaimana kalau kamu menikahinya?” Emma lebih suka melangsungkan pernikahannya pada tengah malam, menjelang matahari terbit, tetapi ide itu tidak disetujui ayahnya. Dan menikahlah mereka, mulai bagian ini Emma resmi menjadi Madame Bovary, sesuai judul. Buku ini lalu menyoroti pikiran sang karakter utama.

Charles membayangkan kehidupan berkeluarga adalah awal kehidupan yang lebih menyenangkan, merasa ia akan jauh lebih bebas serta bisa menghemat waktu dan uangnya. Tapi ternyata istrinyalah yang mengatur semuanya. 

Awalnya Charles bangga memiliki istri cantik. Awalnya kehidupan mereka berjalan baik, Emma hamil dan mereka mandiri. Konflik itu mencipta dari dalam. Emma yang hobi baca buku, berpikiran luas serta memiliki pandangan hidup maju mulai banyak menuntut. Harapan naik saat pengetahuan juga naik. Kesempatan mengembangakn pikiran hilang karena suaminya, dokter Charles sederhana, tekun, tak neko-neko, dokter biasa yang mendedikasikan untuk kemanusiaan.

Perkawainan hampa. Pasangan yang tak sejalan, selingkuh terjadi. Awal mula segala kacau, sang Madam Bovary mengejar impian penuh nafsu dan kebahagiaan semu, titik terperosoknya untuk makin dalam frustasi. Adakah jalan untuk kembali?

Novel dengan pola yang bagus, detail yang seram. Menyeret sang Penulis untuk diadili karena di era itu buku macam gini dianggap vulgar. Walau pada akhirnya ia menang, tetaplah kisah legendaris Madam Bovary memberi warna feminisme yang berpengaruh untuk masa selanjutnya. Penggambaran kaum borjuis era abad 19, potret kejiwaan yang sempurna. Seperti kengerian dalam Therese Raquin-nya Emile Zola, kisah selingkuh selalu berujung buruk. Sepakat?!

“Mereka sudah cukup membuatmu menderita. Jangan biarkan kondisimu lebih parah dari yang sekarang.”

Madame Bovary | by Gustave Flaubert | diterjemahkan dari Madame Bovary | Penerbit Serambi  | penerjemah Santi Hendrawati | penyunting M. Sidik Nugraha | pemeriksa aksara Eldani | pewajah isi Siti Qomariyah | cetakan I, Juni 2010 | ISBN 978-979-024-176-3 | Skor: 5/5

Karawang, 101117 – Novia Kolopaking – Aku Selalu Cinta

Pangeran Cilik – Antoine de Saint-Exupery

Pangeran Cilik – Antoine de Saint-Exupery

“Sekali peristiwa, ada Pangeran Cilik yang berdiam di sebuah planet yang hampir tidak lebih besar dari dirinya sendiri dan yang memerlukan kawan…”

Jadi buku terakhir yang kubeli sebelum daftar buku terbaik saya rilis. Beli di Kamis malam yang gerimis di Gramedia Karawang, awalnya slot satu buku sudah saya sediakan untuk Heart  of Darkness-nya Joseph Conrad yang terpajang di toko buku sepi. Sayang sekali setelah lama kutunda beli, toko buku Kharisma di KCP – Karawang Central Plaza Minggu ini tutup. Satu lagi, hari yang menyedihkan. Kebahagiaan berdirinya toko buku besar berefek langsung dengan tutupnya toko buku kecil. 

Ceritanya nyeleneh, untuk buku anak jelas kisah yang disampaikan tak lazim. Si Aku – jelas ini merujuk pada Penulis sewaktu usia enam tahun memutsukan berhenti memimpi menjadi pelukis karena hasil karyanya sebuah gambar gajah yang dimakan ular sanca, orang dewasa melihatnya adalah topi. Lalu gambar transparan ditunjukkan, ohhht.. absurb. 

Suatu ketika Pesawat terbang yang dikemudikan mogok di Gurun Sahara (merujuk inspirasi kejadian nyata Antoine yang pernah terdampar tiga hari di gurun Pasir Libya bulan Januari 1935). Dengan persediaan air minum yang minim untuk delapan hari ke depan, mencoba memperbaikinya. Nah, saat melewati malam pertama dalam keterasingan, ia mendengar suara, “Tolong… tolong gambarkan aku seekor domba.” Dan dilihatnya sesosok bocah luar biasa yang ternyata seorang Pangeran Cilik yang turun dari planet lain. Berikutnya kisah bagaimana ia terdampar di sana dituturkan dengan luar biasa Indah.

Dari Asteroid B 612, tempat segalanya bermula kita diajak berjalan-jalan sama Sang Pangeran Cilik ke Asteroid 325, 326, 327, 328, 329, 330. Dari raja yang tak ber-rakyat. “Mengadili diri sendiri lebih sulit daripada mengadili orang lain. Jika kamu berhasil, berarti kamu betul-betul bijaksana.” Yang meminta Pangeran menjadi hakim. 

Lalu di planet manusia sombong. “Mengampuni artinya mengakui bahwa aku orang yang paling tampan, berpakaian paling bagus, paling kaya, dan paling pandai di planet ini. Berbaik hatilah, kagumi aku juga.”

Lalu di planet sang pemabuk, “Minum sampai mabuk biar saya lupa. Lupa apa? Lupa karena minum.”

Lalu ke planet orang serius yang terus menghitung bintang. “Tentu saja. Jika kamu menemukan berlian yang bukan milik siapa-siapa, itu menjadi milikmu. Jika kamu menemukan pulau yang bukan milik siapa-siapa, itu berarti menjadi milikmu. Jika kamu yang pertama mempunyai suatu gagasan, kamu patenkan; kamulah yang memilikinya. Dan aku memiliki bintang-bintang, karena tidak seorang pun sebelum aku yang pernah berfikir akan memilikinya.”

“Aku memiliki sekuntum bunga yang kusirami setiap hari. Aku mempunyai tiga gunung berapi yang kubersihkan setiap minggu. Aku juga membersihkan yang sudah mati. Siapa tahu! Bagi bungaku dan bagi gunung-gunungku ada gunanya aku memilikinya. Tetapi kau tidak ada gunanya bagi bintang-bintangmu…”

Planet kelima dan terkecil kita bertemu dengan manusia yang menghidupkan dan mematikan lentera setiap menit karena rotasi perputaran planet setiap menit yang artinya malam-siang berganti dengan kecepatn gila. “Pekerjaanku sangat menyiksa.”

Lalu di planet berikutnya bersapa dengan filsuf yang menulis buku mahatebal. “Buku ilmu bumi adalah buku yang paling berharga dari segala buku. Buku ilmu bumi tidak pernah kedaluarsa. Gunung jarang sekali pindah. Samudra jarang sekali kekeringan. Kami menuliskan hal-hal yang abadi.”

Dan disinilah pada akhirnya, planet ketujuh adalah planet bumi. Bumi adalah planet yang paling aneh, planet yang tidak sembarangan karena terdapat seratus sebelas raja, tujuh ribu ahli ilmu bumi, Sembilan ratus ribu pengusaha, tujuh setengah juta pemabuk, tiga ratus sebelas juta orang sombong, dan yaitu kira-kira dua miliar orang dewasa!

Awalnya ia mencari manusia karena Pangeran Cilik turun di gurun. Berdialog dnegan ular, “Di mana manusia? Rasanya agak kesepian di gurun pasir…” | “Rasanya kesepian juga di tengah manusia.” Kata ular | “Kamu binatang aneh, kurus seperti jari…”

Bertemu bunga. “Manusia? Aku kira ada kira-kira enam atau tujuh orang. Aku pernah melihat mereka beberapa tahun lalu. Tapi tidak pernah jelas dapat dicari di mana. Mereka terbawa-bawa angin. Mereka tidak punya akar dan sangat susah karena itu.” Kata bunga.

Bertemu taman bunga yang meruntuhkan hatinya. “Aku selama ini menganggap diri kaya, dengan sekuntum bunga tunggal, padahal aku hanya memiliki sebuah mawar biasa. Bunga serta tiga gunung berapi yang setinggi lututku, apalagi yang satu barangkali sudah padam selama-lamanya, tidak menjadikan aku seorang pangeran yang begitu agung.” Dan, berbaring di rerumputan. Pangeran Cilik menangis. “Sama seperti bunga. Jika kamu mencintai setangkai bunga yang berada di sebuah bintang, terasa lembut memandang langit pada malam hari. Semua bintang berbunga.”

Berdebat dengan rubah. “Kita hanya mengenal apa yang kita jinakkan. Manusia tidak sempat mengenal apa-apa lagi. Mereka membeli apa-apa yang sudah jadi dari pedagang. Tapi karena tidak ada pedagang teman, manusia tidak mempunyai lagi teman. Kalau kamu ingin mempunyai teman, jinakkanlah aku…” Waktu yang kamu buang untuk mawarmu, itulah yang membuatmu penting.

Dan pada akhirnya bertegur sapa dengan Sang Pilot yang meminta gambar domba. “Yang membuat gurun pasir begitu Indah, ialah karena ia menyembunyikan suatu sumur entah di mana. Baik rumah, bintang-bintang, maupun gurun pasir, yang membuatnya Indah tidak tampak di mata.”

Ia tak pernah menjawab pertanyaan, tetapi kalau muka memerah, berarti iya bukan?

 “Orang mempunyai bintang yang berbeda-beda. Bagi mereka yang berlayar, adalah pemandu. Bagi yang lainnya, mereka hanya lampu-lampu kecil. Bagi ilmuwan, mereka adalah persoalan. Bagi pengusahaku, mereka adalah emas. Tapi semua bintang itu membisu. Kamu akan mempunyai bintang-bintang yang berbeda dengan bintang orang lain…”

Sungguh novel aneh sekaligus unik dan benar-benar tak lazim. Saya baca ketika malam Jumat saat berganti hari. Baca cepat sebab memang begitu tipis bersama HP Pink sederet Sherina dan temani secangkir kopi dan disedukan dengur merdu si May. Untunglah saya pilih buku ini, karena saat memutuskannya sempat tergoda dengan Frank Kafka – Metamorfosis, Haji Murat-nya Leo Tolstoy atau Therese Desqueyroux-nya Francois Mauriac yang paling hangat karena baru rilis terjemahannya bulan Oktober 2017. Yah, bisa saja sih ketiga yang lepas suatu hari nanti saya lahap jua, namun jelas The Little Prince yang legendaris tetapkah pilihan yang kece.

Bonus tiga halaman lucux Katebelece dari penerjemah. Bagaimana proses alih bahasa atas kerja sama Forum Jakarta-Paris yang mana realisasinya atas bantuan Kedutaan Besar Perancis di Indonesia. Sampai rujukan terbitan Balai Pustaka tahun 1979 hasil jerih payah penyunting Wing Kardjo bersama penerjemah empat mahasiswi Universitas Indonesia (UI): Hennywati, Ratti, Affandi, Tresnati, dan Lolita Dewi. Hasilnya? Bagiku, hasil alih bahasa terbaru Bahasa Indonesia ini memuaskan sekali. Tata bahasa renyah, diksi pilihannya mudah dimaknai, kover oke, tak ada typo, ilustrasi dari Pengarang yang keren dan tentu saja semua syarat buku fantasi Indah ada di sini. Rekomended!

Pangeran Cilik | by Antoine de Saint-Exupery | diterjemahkan dari Le Petit Prince, 2011 | copyright 1943 | 615189004 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | alih bahasa Henry Chambert-Loir | desain sampul Marcel A.W. | cetakan kedelapan, Agustus 2017 | ISBN 978-602-032-341-1 | 120 hlm.; 20 cm | Skor: 5/5

Kepada Leon Werth, ketika masih kecil

Karawang, 101117 – Sherina Munaf – Bukan Cinta Segitiga

Sang Guru Piano – Elfriede Jelinek

Sang Guru Piano – Elfriede JelineK

Cintakah binatang buas yang kini menjadi hewan sirkus itu pada pawangnya?

Novel yang padat sekali. Tak ada basa-basi, cerita langsung masuk ke pokok permasalahan. Tak ada daftar isi, tak ada pengantar (di depan), apalah mukadimah, tak ada pujian atau sekedar ucapan terima kasih nan persembahan. Benar-benar ditimpakan di depan kita, bruk! Nih silakan dinikmati! Dengan cerdas ‘kata pengatar’ dari penyunting, Ayu Utami ditaruh di belakang. Karena telaah seperti itu rawan mengandung spoiler, maka perempatan cara seperti ini kusuka.

Kisah tentang impian menjadi musisi / pianis termasyur yang kandas. Erika Kohut adalah anak tunggal yang terlahir terlambat dari pasangan ayah yang gila dan tersingkir ke rumah sakit jiwa dan ibu yang sangat posesif. Ibu-anak ini saling mengisi, saling menjaga dan (seakan) menyayangi. Tentu saja, karena jarang muncul di tempat umum, juga tak ada orang yang menawarkan banyak hal kepada mereka. Namun justru dari pembuka mereka berantem gara-gara Erika pulang larut dan membeli sampah. Erika malah membeli baju! Barang yang lebih gampang basi ketimbang segumpal mayones pada roti apit ikan. Cek-cok panas, Erika menginginkan gaya, sang ibu menginginkan tabungan untuk sebuah mimpi properti. Sebab seorang bocah tidak boleh menyimpan rahasia. Maka Erika sebandel apapun bersimpuh padanya. Percaya itu baik, tapi kontrol lebih bagus lagi. Sebuah prinsip orang tua menjaga anaknya. Kewajiban seorang ibu adalah membantu putrinya membuat keputusan-keputusan jitu, ia tak perlu membuka luka, sehingga tak ada yang harus ditutup agar sembuh.

Musik surgawi, daya agung yang tercipta dari langit. Nona Erika adalah guru piano di sebuah kampus terkemuka Wina konservatori, sepintas hidupnya terlihat nyaman dan hebat. Dihormati, cantik, dan menatap masa depan misterius. Tak semua, kini di usianya yang ke tiga puluh delapan, usia matang ia perlu peredam ego. Karena saat ia juga mengenang masa remajanya yang telah lewat. Ia menangis karena segala sesuatu selalu berlalu dan jarang ada yang datang lagi. Masa bagaimana Erika bisa seperti saat ini dituturkan kisah balik sedari kecil, sekolah, impian yang kandas. Hal yang dibencinya adalah segala usaha penyamarataan, standarisasi. Misalnya, dalam reformasi sistem sekolah yang tidak memedulikan kekhasan individu. Erika tidak bisa disamakan dengan oranglain, meskipun dengan orang-orang sependirian dengannya. Kalau itu terjadi, ia akan segera menunjukkan perbedaannya. Karena Erika adalah Erika. Ia seperti ia apa adanya, dan itu tak bisa diubah-ubah. Keistimewaan Erika, dia sudah membaca semua. Kepiluan Beethoven, Mozart, Schumann, Bruckner, Wagner. Pesawat adalah raksasa seni suara, raksasa puisi, yang terbalut penyamaran maha besar. Karya-karya Bach adalah komitmen terhadap manusia Nordik istimewa yang berjuang demi keagungan Tuhan.

Sayangnya ia terjatuh di saat momen tak tepat. Saat penentuan ia melakukan kesalahan, gugup di muka umum? Kelenceng dari tuts? Timing untuk jadi besar itu tak bisa dimaksimalkan. Setidaknya orang harus menjadi tiga besar, selebihnya hanyalah sampah. Sang ibu tetap memberi dukungan dan menganggap penilaian mereka mentah, kepekaan mereka tidak matang: hanya para pakar yang patut dipertimbangkan. Sang ibu juga menyergah: Jangan sekali-sekali melecehkan pujian dari orang biasa. Mereka mendengarkan musik dengan hati dan menikmatinya. Cuma kematian yang boleh menjadi alasan untuk tidak berkesenian. Alasan lain takkan termaafkan bagi pecinta profesional. Erika Kohut memang cemerlang.

Suatu malam istimewa Erika mengajak anak didiknya untuk menikmati konser sederhana di sebuah rumah musisi hebat. Benda-benda berharga itu hanya diturunkan untuk diteliti dan ditakjubi. Atau jika ada kebakaran. Umumnya mereka dipaksa oleh orangtua, samasekali tidak paham seni tapi hanya tahu bahwa seni itu ada. Anak-anak tak semua antusias. Yang mereka takutkan saat bermain piano dalam ujian memburu, yang akan membuat mereka menekan tuts yang salah. Para murid mengenakan pakaian Minggu mereka yang terbaik, atau yang terbaik menurut orangtua mereka. Yang lainnya sebetulnya lebih senang menonton televisi, main ping-pong, membaca buku, atau mengerjakan hal-hal bodoh lain.

Ada satu anak, pemuda tanggung yang mengejar sang guru. Jatuh hati, lebih tepatnya bernafsu padanya. Ia selalu mencoba mendekati Erika. Liburan di akademi musik tidak bersamaan dengan liburan di universitas. Tepatnya, tidak ada libur bagi seni; seni mengejarmu ke manapun, dan sang seniman tidak merasa tertanggu dengan itu. 

Tidak ada panganan dan suguhan selama resital. Dan dalam surat-surat jeda penuh khidmat tak boleh ada yang mengunyah. Tak ada remah roti, tak ada bercak minyak pada bantalan kuris, tak ada tetesan anggur merah pada tutup piano satu maupun tutup piano dua. Permen karet dilarang keras! Anak-anak diperiksa, kalau-kalau mereka membawa kotoran dari luar. Yang nakal dikarantina dan tak akan pernah memperoleh apa-apa dengan instrument mereka.

Saat pulang konser itu, sang pemuda mengantar pulang sampai ke stasiun. Ngoceh ga jelas di antara snag ibu yang kesal dan Erika. Pemuda itu sedang bicara tentang dirinya sendiri seperti yang selalu dia lakukan; apapun yang dia biacarakan, adalah dirinya yang ia maksudkan. Dia akan segera bisa meninggalkan titik mulai itu, dan seperti orang yang baru bisa menyetir mobil, ia membeli mobil bekas yang kecil dulu, lalu jika telah mahir, ia akan mengganti mobilnya dengan yang lebih besar dan bermodel lebih baru. Anda mengira penampilan adalah musuh dan musik adalah teman Anda. Nah, cobalah berkaca, lihat bayangan Anda, dan Anda takkan menemukan sahabat selain diri Anda sendiri. Bikinlah diri Anda sedikit lebih keren, Fraulein Kohut. Yaitu gaung yang didambakan, duka akibat kehilangan yang amat berarti: diri sendiri. Inilah fase di mana orang menyadari betapa berharganya diri sendiri sesaat sebelum ia ditinggalkan samasekali. Ia tak bertanya kenapa ia menunggu. Sementara itu si lekaki telah asyik melibatkan diri dengan perempuan lain dalam sebuah kehidupan yang lain.

Orang tak harus pergi terlalu jauh dari kota, dan orang tetap bisa mendapatkan lereng yang bagus, dengan sudut yang diinginkan. Asyik bukan? Ayo ikut kapan-kapan, Frau Profesor; anak muda seharusnya bersama anak muda. Ocehan satu arah itu berakhir saat kereta datang dan berangkat bersama kedua Kohut di dalamnya. Klemmer melambai, namun kedua wanita itu sibuk dengan dompet serta karcis masing-masing.

Dia adalah segalanya, kecuali cantik. Ia berbakat – terima kasih, kembali kasih, sayangnya tidak terkasih. Harapannya membutuhkan ketekunan. Sang ibu mencintai anak lebih daripada si anak mencintai sepatu.

Pada malam hari pun suaminya juga tidak hirau, sebab suami sibuk membaca Koran besok yang dibelinya dalam perjalanan pulang hari ini agar ia bisa selangkah lebih maju dalam mendapatkan informasi. Banyak hal tak boleh ia lakukan, dan yang boleh dilakukan pun tak dihargai. Apa yang ia lakukan selalu salah. Dia sudah terbiasa dengan itu, sejak bersama istrinya.

Yang cuma-cuma adalah kematian, karena harganya adalah kehidupan; segala sesuatu suatu saat pasti punya sebuah ujung, hanya sosis yang punya dua ujung. Tapi tak ada pawang yang paling nekat sekalipun yang bermimpi akan menyiapkan seekor leopard dengan kotak biola. Seekor beruang dengan sebuah sepeda adalah bayangan terjauh yang bisa dijangkau manusia.

Kesakitan semata akibat nafsu birahi, nafsu kehancuran, nafsu melenyapkan, dan dalam bentuknya yang paling utama, kesakitan adalh bentuk lain birahi. Erika ingin melintasi batas menuju pembunuhan dirinya sendiri. Kehidupan normal itu terjadi siang, malam harinya Erika, Ibu guru sejati, memasuki lokalisasi. Bukan, bukan untuk menjajakan namun justru menikmati seni semi-porno gaya sadomasokis yang sadis dan peeping-show.

Gaya bertuturnya istimewa. Tak ada kalimat langsung dengan tanda kutip dua. Sudah pernah saya membaca teknik seperti ini, No Country For Old Men, Midah, dan lainnya, namun untuk Sang Guru fase kesulitannya lebih tinggi lagi karena nyeni nan rumit, seperti menikmati keindahan permainan piano Erika sendiri. Apa yang membuat bunyi menjadi berarti? Sentuhan, pendekatan. Dari mulutnya menyembur uraian samar-samar, tak mudah dipahami, tentang bunyi, warna, dan cahaya. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan. Rupa mendahului Ada, kata Klemmer. Ya, realita mungkin adalah sebuah kekeliruan yang paling parah. Karenanya, kebohongan mendahului kebenaran. Yang tak nyata datang sebelum yang nyata. Di sinilah seni mendapatkan kualitas.

Berjalan-jalanlah di Wina dan tariklah nafas dalam-dalam. Setelah itu mainkanlah Schubert tapi kali ini dengan benar! Kita tetap bersama, ya kan Erika, kita tidak butuh siapapun. Benarkah?

Sang Guru Piano | by Elfriede Jelinek | diterjemahkan dari Die Klavierspielerin | copyright 1983 by Rowohlt Verlag GmbH, Reinbek bei Hamburg | Penerbit KGP (Kepustakaan Populer Grmedia) | penerjemah Arpani Harun | penyunting Ayu Utami | pentelaras Christina M. Udiani, Yul Hamiyati | perancang sampul Rully Susanto | penataletak Wendie Artswenda | iv + 293 hlm.; 13.5 cm x 20 cm | ISBN 979-91-0041-0 | Skor: 5/5

Karawang, 091117 – Sherina Munaf – Sahabat Sepanjang Masa