Just So Stories #5

image

Ini adalah buku pertama karya Rudyard Kipling yang kubaca. Saya bacakan untuk istriku yang sedang hamil 8 bulan sampai kelahiran Hermione. Kelahiran Hermione yang rencana awalnya 17 Agustus 2014 maju seminggu, sehingga 3 bab terakhir saya bacakan secara beruntun di tengah malam pergantian hari dari tanggal 9 ke 10 Agustus 2014. Hermione akhirnya lahir tanggal 10 Agustus 2014 menjelang adzan Asar. Dan buku ini adalah salah satu buku terbaik yang saya baca. Di bawah judul cerpen selalu saya tulisi ‘dibacakan u/ Hermione tgl —‘ untuk mengingatkaku bahwa menjelang kelahirannya, dia ditemani cerita bagus. Buku yang awalnya berjudul ‘Just So stories for Children’ ini berubah menjadi `Just So Stories’ dengan ilustrasi ulang oleh Steven Andersen. Gambar-gambarnya bagus, mengingatkanku pada buku-buku Roald Dahl dimana peranan ilustrasi begitu penting untuk membimbing imajinasi pembaca. Berikut cerpen-cerpen ‘Sekedar Cerita’ penghantar tidur.
Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia
dibacakan u/ Hermione tgl 17 Juli ’14. Ini adalah cerita yang dipilih dijadikan cover buku. Sebuah pilihan bagus karena memang ilustrasi Paus yang terjungkir dengan berbagai mangsa dalam mulutnya adalah ilustrasi terbaik dari semua yang ada. Ceritanya sederhana, bahwa seekor paus belum pernah memakan manusia, setelah dibisiki seekor ikan kecil bahwa di koordinat 50 derajat Lintang Utara dan 40 derajat Lintang Selatan ada manusia di atas rakit, paus bergegas mencicipi daging manusia. Tentu saja manusia punya banyaka akal, setelah ditelan hidup-hidup sang paus menderita, berkat kecerdikan pelaut itulah kenapa paus tidak bisa memakan manusia (lagi).
Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya
dibacakan u/ Hermione tgl 21 Juli ’14. Hhmmm…. saat dunia baru diciptakan pada awal kehidupan dan semua hewan mulai dipekerjakan untuk manusia, ada seekor unta di tengah gurun Melolong yang menolak bekerja dan hobinya melolong. Senin Selasa Rabu para hewan bekerja untuk awal kehidupan manusia, dan unta tersebut diprotes karena masih malas bekerja. Sang jin lalu menghampirinya kenapa sang unta masih saja melolong dan hanya bilang ‘hhhmmm…’ mulu. Akhirnya di hari Kamis sang unta dipaksa bekerja, agar bisa mengejar ketertinggalan teman-temannya sang jin mencipta punuk supaya unta bisa menyimpan cadangan makanan selama 3 hari.
Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan?
dibacakan u/ Hermione tgl22 Juli ’14. Ini adalah cerita asal usul lipatan yang muncul di kulit badak bercula satu. Di zaman dahulu kala kulit badak sangat halus, kulit layaknya sebuah baju, bisa dilepas dan dipakai lagi. Suatu hari sang badak melihat ada manusia sedang memanggang kue, dicurinya kue tersebut yang membuat manusia marah dan merencana membalas sang badak. Balasannya ya membuat kulit badak berlipat.
Dari Mana Macan Mendapat Tutulnya
dibacakan u/ Hermione tgl 24 Juli ’14. Di zaman dahulu di Lereng Tinggi hiduplah seekor macan dengan berbagai macam hewan lainnya, jerapah, zebra, antilop, eland (sejenis antilop), dan Koodoo (juga sejenis antilop). Karena macan yang suka berburu, akhirnya binatang lain pindah ke Lereng Rendah. Macan mencari ke sana, namun di sana ternyata lebih gelap. Kulit macan harus disesuaikan dengan lingkungan dan digambarlah tutul yang kita kenal.
Kisah Si anak Gajah
dibacakan u/ Hermione tgl 27 Juli ’14. Zaman dulu gajah belum punya belalai. Kisah ini menceritakan asal usul belalai yang kita kenal. Dari seekor anak gajah yang suak berpetualang sampai akhirnya terjebak di antara binatang liar. Anak gajah yang punya rasa ingin tahu besar tersebut, hidungnya memanjang setelah ditarik seekor buaya. Namun penampilan barunya tersebut malah terlihat keren, sehingga semua gajah ingin.
Tuntutan Seekor Kangguru
dibacakan u/ Hermione tgl 28 Juli ’14. Dahulu kala kangguru memiliki empat kaki pendek dengan kulir berbulu wol berwarna abu-abu. Ia punya tabiat buruk sehingga membuatnya tak populer, serat angguh, serta sok tahu. Kangguru menemui dewa Nqa kecil dan berkata ‘baut aku berbeda dari hewan-hewan lain sebelum pukul lima ini’. ‘pergi sana’, jawabnya. Kangguru menemui dewa Nquing dengan pertanyaan yang sama dan menda[at jawaban yang sama pula. Lalu kangguru menemui dewa besar Nqong, dan dijawab ‘baiklah’. Sang dewa mengirim Dingo – anjing kuning bernama Dingo – yang kelaparan untuk mengejar kangguru sampai pukul lima sore. Dan begitulah awal mula muncul kangguru yang melompat.
Asal Muasal Armadilo
dibacakan u/ Hermione tgl 31 Juli ’14. Anak seekor macan kumbang mengubah perilaku landak dan kura-kura. Pesan dari ibunya agar saat memangsa landak harus mencelupkan ke dalam air agar tubuhnya lemas dan menyerok dengan cakarnya untuk memangsa kura-kura. Sang anak kebalik memahaminya, sehingga muncullah perpaduan kura-kura dan landak yang kini kita kenal dengan armadilo.
Surat Bergambar
dibacakan u/ Hermione tgl 2 Aug ’14. Manusia santai alias Tegumai Bopsulai. Istrinya bernama Teshumai Tewidrow yang artinya wanita banyak tanya. Anaknya bernama Taffimai Metallumai yang artinya manusia kerdil tanpa sopan-santun yang harus diberi hukuman. Dan ini adalah kisah asal usul surat bergambar dari gambar di atas batu.
Bagaimana Alfabet Dirumuskan
dibacakan u/ Hermione tgl 7 Aug ’14. Lanjutan dari kisah Taffy kini keluarga kecil itu butuh sesuatu agar terjalin komunikasi. Awalnya dirumuskan acak, bukan 26 huruf yang kita kenal. Mengikuti bentuk benda dan hewan di sekitarnya, dicontoh dan diuukir di atas batu. Diotak-atik sampai alfabet itu jadi kesepakatan. Dari keluarga kecil inilah alfabet lalu meluas.
Kepiting Dan Lautan Luas
dibacakan u/ Hermione tgl 9 Aug ’14. Note: 3 cerita akhir dibacakan di malam yang sama jam 22.00 s/d 00.05. Time’s up. Rencana lahir 17 agustus ’14 dipercepat seminggu. Seorang penyihir tua di masa yang teramat lampau sedang menyiapkan dunia, mencipta daratan dan lautan untuk makhluk hidup. Dari tempat tinggal gajah, penyu, berang-berang sampai sapi. Yang menyenangkan saat dibaca adalah terciptanya kepulauan Indonesia. Buku ini ditulis awal 1900-an jadi masih disebutnya Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Saat sang penyihir bilang, ‘kun payah kun’ muncullah gugusan pulau di semenangjung Malaka. Di antara penciptaan permainan daratan dan lautan itulah muncul karakter Pau Amma sang kepiting yang benci sekali dimasukkan ke toples.
Kucing Penyendiri
dibacakan u/ Hermione tgl 9 Aug ’14. Ini kisah paling kusuka. Tentang kucing yang banyak akal untuk mengelabui manusia. Zaman dulu semua makhluk liar, laki-laki liar menikah dengan wanita liar, namun sang wanita lebih halus sehingga bisa menjinakkan laki-laki yang diajak tinggal di gua dengan api unggun di sana. Hewan-hewan penasaran dengan cahaya tersebut sehingga satu-per-satu mendatanginya. Kuda, sapi, anjing yang akhirnya bisa dijinakkan. Kucing yang bebas, ikut ke sana. Namun ternyata menjinakkan kucing tak semudah binatang lain. Sungguh cerdik.
Entakan Kaki Kupu-Kupu
dibacakan u/ Hermione tgl 9-10 aug ’14. Selamat ulang tahun Hermione! Setiap jam 00:05 di tgl 10 aug akan kita rayakan. Ayah dan bunda mencintaimu. Cerita ini adalah cerita baru yang berbeda dari cerita-cerita lainnya – tentang Sulaiman bin Daud yang tersohor kebijakan serta kepemimpinannya. Di dunia ini ada sekitar 355 cerita yang beredar tentang Sulaiman, namun cerita ini bukan salah satunya. Cerita ini bukan kisah Lapwing yang menemuakn air, bukan Hoopoe yang melindung Sulaiman dari panas, bukan kisah Trotoar Kaca, atau Batu Ruby dengan Lubang Cadas atau Batangan Emas dari Balkis. Ini adalah kisah tentang Entakan Kaki Kupu-kupu. Kisah kecerdasan Ratu Balkis menghadapi perselisihan yang dibantu kupu-kupu.
Ending yang sangat bagus. Entakan Kaki Kupu-kupu jelas masuk salah satu cerpen terbaik yang pernah kubaca. Seperti yang kita kenal kisah tentang nabi Sulaiman dengan cincinnya. Kalau cincin itu diputar sekali, maka para afrit (monster raksasa) dan Djinn (jin gaib) keluar dari perut bumi dan akan menuruti semua apa saja perintahnya. Kalau diputar dua kali para peri akan turun dari khayangan dan menuruti semua perintahnya. Kalau diputar tiga kali, malaikat Azrael akan membawakan berita dari tiga dunia – Atas, Bawah, dan dunia ini – kepada beliau. Sakti mandra guna. Lalu ada masalah apa dengan makhluk kecil kupu-kupu ini sehingga  ia bisa mengelabuinya?
Just so stories | oleh Rudyard Kipling | Penerjemah: Maggie Tiojakin | Ilustrasi dan design: Staven Andersen | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Jakarta, Desember 2011 | 160 hlm; 20 cm | ISBN: 978-979-22-7803-3 | Skor: 5/5
Karawang, 050615 – Friday morning, stars are blind
#5 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Featured image

(Hermione 10 bulan with So Just Stories…)

Iklan

The Vow: Weak Take And Just So So

Leo: How do you look at the woman you love, and tell yourself that its time to walk away? 

Menikmati film drama cinta-cintaan itu gampang-gampang susah. Banyak faktor, salah satunya mood saat menonton. Berawal dari rekomendasi teman kerja yang bilang ini film superb sekali saya ‘dipaksa’ menontonnya. Karena ini film (katanya) romantis maka saya ajak si May nonton bareng. Ceritanya sederhana, namun ternyata berdasarkan kisah nyata jadinya ikut terharu atas apa yang menimpa sang tokoh.

Cerita dibuka dengan naratif Leo (Channing Tatum) tentang sebuah teori yang seakan bilang ‘aku ini nasibnya apes tenan’. Mereka mengalami kecelakaan di saat salju turun. Naas, sang istri Paige (Rachel McAdams) kepalanya terbentur kaca sehingga sakitnya lebih parah. Leo sudah sepenuhnya sembuh, namun Paige tidak. Benturan di kepala membuat dia menderita hilang ingatan. Memori sebelum kecelakaan terhapus. Saat suami menjenguknya, dia ga mengenali. Keadaan bertambah runyam saat orang tuanya datang dan mereka tak saling mengenal. Paige ragu, siapa yang dipercaya? Seseorang yang mengatasnamakan suaminya atau kedua orang yang mengklaim ayah-ibunya.

Paige mencoba berdamai dengan kenyataan, dia lalu memilih tinggal di rumah Leo. Pendalaman karakter, Leo mencoba kembali menyusun kepingan demi kepingan masa lalu istrinya. Namun bukannya makin percaya Paige malah meragukan atas masa lalunya. Ada tato di punggung. Bukannya kuliah hokum seperti yang dia harapkan malah ke kuliah seni. Studio Leo yang berantakan. Kemudian orang tuanya menawarkan kembali pulang. Pelan tapi pasti terungkap juga akhirnya tanda tanya tersebut. Apa alasan dia pergi dari rumah. Alasan kenapa dia drop out kuliah hukum dan memilih kuliah seni. Alasan kenapa dia menikahi Leo. Alasan kenapa dia bermasalah dengan temannya. Namun semua terlambat, keputusan penting terlanjur sudah diambil dan adakah jalan kembali?

Secara keseluruhan the Vow biasa saja. Tema pasangan yang kehilangan ingatan lalu coba dibuka kembali memorinya, itu bukan barang baru. The Notebook mungkin yang paling keren (bagiku) karena emang yang pertama kutonton. 50 First Dates lebih mengena. Setelahnya biasa. Kelebihan the Vow mungkin adalah ini kisah nyata sehingga lebih terasa menyentuh. Jadi ingat dulu pernah ada tetangga yang mengalami hilang ingatan setelah kecelakaan, orang tersebut bisa pulih setelah diajari dari awal segalanya. Dikenalkan benda-benda. Saudara yang menjenguk coba membantu mengingat Walau ga sepenuhnya ingat namun dia bisa kembali tahu siapa pasangannya, siapa anak-anaknya.

Akting Rachel biasa, Tatum juga biasa. Plot, setting, dan cerita biasa. Semuanya biasa saja. So so.. film ini mudah diingat begitu juga mudah dilupakan. Atau mungkin karena saya nya yang kurang romantis ya?

The Vow | Director: Michael Suscy| Screenplay: Jason Katims, Abby Kohl| Cast: Rachel McAdams, Channing Tatum, Sam Neill | Tahun Rilis: 2012 | Skor: 2.5/5

Karawang, 290515 – Lazio goes to Champion League

Just for fun #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia Minggu ini saya nukil prediksi Oscar tahun 2011, sisa pesta Oscar seminggu lalu. Terlihat saat lajang dan menikah itu beda, termasuk kualitas tulisan dan analisa.

Total ada 10 halaman dengan front 11 Calibri spasi single untuk catatan ini, namun karena kepanjangan saya hanya mem-publish separonya. Lagipula untuk kategori-kategori biasa kurang seru untuk dibahas. Semoga ketika teman-teman membacanya senikmat saya menulisnya.

Sebenarnya saya pengen buat tulisan prediksi Oscar sejak beberapa hari lalu, tapi keinginan untuk menonton semua nominasi best picture dulu sebagai uji kelayakan sebelum 27 Februari rasanya mustahil terwujud. Saya baru melihat 6/9 darinya, jadi saya tak mau menduga-duga ketiga film ini: True Grit, Black Swan dan Winter’s Bone. Kemungkinan saya baru melihatnya kala pemenang sudah diungkap.

Sebelum membuka kran yang baik, kita mampir sejenak ke razzies award.

Saya ingin menumpahkan kekesalan pada film The Last Airbender (TLA). Sebelum menontonnya saya sudah diwanti-wanti oleh banyaknya review buruk, baik dari internet, majalah atau berbincang dengan teman. Tapi sebagai film yang paling kunanti no 3 tahun 2010 saya tetep harus nonton, untungnya bukan 3D. Nah kebetulan 21 Cikarang tayang ini film tepat di hari ultahku, so saya bayar karcis dobel untuk teman saya. Hasilnya, bukan hanya kado yang buruk dari M. Night Shyamalan, teman saya bahkan protes mulu kenapa kau pilih film jelek gini di momen ultahmu. God damn it! Andai ia tahu saya juga bete berat hampir sepanjang film.

Jadi Tak diragukan lagi, saya dengan mantab pilih film TLA buat menang piala yang digagas John Wilson ini. Seandainya gagal menang, ada baiknya saya me-remove semua file film Mr. Night dari kompi saya termasuk masterpiece The Sixth Sense. Mungkin.

Honorable mention

Ini adalah 3 film yang saya sukai secara kualitas tapi ga masuk Oscar best picture.

The Next Three day

Terlalu aksi bukan academy friendly, Paul Haggin terjun ke profesi sutradara menangani Russel Crowe dan Elisabeth Bank dalam drama penjara. Terlihat di sini sang sineas emang cerdas dalam menyusun plot yang menghibur, penulis naskah tentu tahu mana yang patut ditampilkan dan tidak. Dari adegan pembuka saja kita sudah ditarik secara timeline dengan bagus. Sayangnya kecerdikan Crowe dalam menangani masalah dengan sempurna malah menjadi bumerang. Kelebihannya malah menjadi kelemahan utama film ini.

The Ghost Writer

Saya sudah membaca bukunya jauh hari sebelum filmnya muncul rumor diadaptasi, dengan cover bendera England dengan judul hanya the Ghost. Saya menantinya dengan sabar untuk tayang di bioskop Cikarang, sayangnya sampai kasetnya dirilis penantian itu tak kunjung terealisasi. Akhirnya melalui Odiva, saya bisa menontonnya. Sebagus novelnya, semenarik yang kuharapkan. Ending-nya lebih revolusioner khas Roman Polanski, kertas yang berterbangan seperti menampar-nampar wajah kita akan pahitnya kenyataan.

Blue Valentine

Movie of the year, Ryan-Michelle deserves to Oscar. Hanya menyertakan Michelle Williams di oscar, rasanya tak adil. Blue Valentine menyuguhkan banyak rasa kala menontonnya. Manis, asam, asin. Tawa, sedih, senang, duka. Walau tak sekomplek rasa dalam Little Miss Sunshine, film ini sungguh memikat. Yah yang terbaik memang kadang terlewatkan. Untuk beberapa tahun ke depan, film ini akan selalu ku kenang. Seperti serangan ‘aliens’ di LMS dan komplekivitas pikiran Summer Finn.

Oke, berikut prediksi saya.

Best Actor

Nominee: Javier Bardem (Biutiful), Jeff Bridges (True Grit), Jesse Eisenberg (The Social Network), Colin Firth (The King’s Speech), James Franco (127 Hours)

All the bet goes to Colin Firth, yang membawa kehangatan dan kerapuhan pada kegagapan raja George VI di The King’s Speech. Jelas saya setuju, dengan hilangnya Ryan Gosling yang tampil sangat bagus di Blue Valentine yang bisa menampilkan segala ekspresi dari pemimpi, childish, pecundang, emosional, hopeless romantic. Jadi seandainya saya bisa mewawancarai Dean, apa film kartun favorite-nya, bisa jadi jawabnya Spongebob. Oops! Saya banget. So Si raja gagap layak dapat Oscar, akting Colin bahkan jauh lebih meyakinkan daripada Aziz gagap sekalipun.

“pppp-leeaa-ssee giii-vee meee, aaa-nnn oooss-caaaa-r” (bacanya terbata-bata dong biar menjiwai).

Best Actress

Nominee: Annette Bening (The Kids Are All Right), Nicole Kidman (Rabbit Hole), Jennifer Lawrence (Winter’s Bone), Natalie Portman (Black Swan), Michelle Williams (Blue Valentine)

This category is wide open. Jika ditanya harapan, saya vote Michelle Williams. Saya benar-benar menyukai Blue Valentine dari segala aspek. Namun karena ini prediksi dimana harapan ada di bawah analisa maka Annette Bening layak dikedepankan. Lihat aksinya kala mengusir Mark Ruffalo di depan pintu, keren bukan?

Best actor in a supporting role.

Nominee: Christian Bale (The Fighter), Jon Hawkes (Winter’s Bone), Jeremy Renner (The Town), Mark Ruffalo (The Kids Are All Right), Geoffrey Rush (The King’s Speech)

Hell yeah! Si Bruce Wayne tampil edan! Penampilannya sebagai aktor pendukung malah melebihi si aktor utama. Hey lihat, gaya berjalannya yang sebagai background scene ciuman Mark-Amy. It’s so memorable. Ok, Saya menyukai the Town, menunjuknya masuk 10 besar film favorite saya tahun 2010. Sayangnya ini film hanya menyetor 1 nominasi. Oh Jeremy, better luck next time. Before the winner this category publish I wanna say congrat for skinny Bale. Err, Early.

Best actress in a supporting role.

Nominee: Amy Adams (The Fighter), Helena Bonham Carter (The King’s Speech), Melissa Leo (The Fighter), Hailee Steinfeld (True Grit), Jacki Weaver (Animal Kingdom)

Ibu dengan anak yang banyak. Repot, sibuk, galak. Dibawakan dengan meyakinkan oleh Melissa Leo. Jadi ketika dirinya merasa dihianati oleh anaknya sendiri, Leo mengirim pasukan anaknya (yang cewek) guna menentang calon mantu. Haha, scene klasik tarung girls on girl. Lawannya di film ternyata jadi lawan di award juga, tak lain dan tak bukan adalah si calon mantu sendiri. Ya, Amy jangan durhaka.

Achievement in Cinematography

Nominee: Black Swan, Inception, The King’s Speech, The Social Network, True Grit

Untuk kategori ini sebenarnya saya ingin nunjuk Inception, namun rasanya sang pole position The King’s Speech lebih mantab. Bahkan menurutku lebih menegangkan dari dunia mimpi penuh aksi.

Art Direction

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Inception, The King’s Speech, True Grit.

Saya harap Harry Potter menang, franchise yang menjadi fenomena dekade ini minim award. Kalau bukan sekarang kapan lagi? Part 2 sebagai final saya yakin akan meledak lagi, namun siapa yang mau meng-garansi akan masuk nominasi lagi tahun depan. Untuk kali ini harapanku ku-tranform menjadi prediksi. Thanks God, Part 1 is good and deserve to win something!

Best animated feature film of the year

Nominee: How To Train Your Dragon, The Illusionist, Toy Story 3

Adalah skandal jika sampai Toy Story 3 gagal menang. Melanjutkan tongkat estafet yang dipegang Pixar dari 2008, tanpa melihat pesaing pun saya sudah men-stempel Toy Story 3 sebagai film kartun terbaik. Bukan hanya tahun ini tapi sepanjang masa. Saya memprediksi, tongkat Pixar akan lepas tahun depan mengingat Cars pertama yang biasa saja melanjutkan franchise-nya sama saja dengan menekan tombol alarm. Beeepppp! Plak, tongkat terjatuh. Saatnya Dreamwork Animations memungutnya?

Achievement in music written for motion pictures (Original Score)

Nominee: How to Train Your Dragon, Inception, The King’s Speech, 127 Hours, The Social Network

Dari pertama lihat scene si kembar Winklevoss yang mendayung dalam lomba di Paris, saya sudah menprediksi ini dia original score of the year. Penataan score nya pas banget dengan adegan yang ditampilkan. Catchy and awesome. The Social Network wins.

Achievement in music written for motion pictures (Original Song)

Nominee: Coming Home (Country Strong), I See the Light (Tangled), If I Rise (127 Hours), We Belong Together (Toy Story 3)

Karena saya belum nonton Country strong dan Tangled, saya hanya bisa mereka-reka 2 film terakhir. Vote Randy Newman, We belong Together, hihi padahal saya juga ga nggeh lagu If I rise nya Dido mengalun di menit berapa saat nonton 127 Hours.

Achievement in visual effect

Nominee: Alice in Wonderland, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 1, Hereafter, Inception, Iron Man 2

Hey, teman-teman yang saya sms tanggal 16-02-11 dini hari tadi (Zul, Budi, Andra, Dien, dkk) bahwa Inception hanya akan menang 1 kategori saya ralat ya. Setelah menonton ulang, Film Nolan ini layak menang visual effect. Kota dilipat, air yang tumpah dari tembok, kereta api di jalan raya, dan tentu saja scene upset down gravity nya Gordon Levitt. Melihat prediksi sesaat ke atas, bisa ditarik kesimpulan Alice in Wonderland bertangan hampa karena semua kategorinya sudah disebut dan zero result.

Adapted screenplay

Nominee: 127 Hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone

Ketika baca status teman di facebook bahwa The Social Network sudah tayang di Bekasi bulan Novembar lalu, saya langsung bergegas berangkat. Di tengah pekan yang bangun kesiangan, sampai lupa mandi. Sebelum brangkat sempat nyebar sms ke teman-teman siapa yang bisa kuajak. Tak ada! Ya iyalah, pada beraktifitas. Setelah nonton, saya kagum secara keseluruhan dengan susunan naskah Aaron Sorkin, kick-ass the west wing! Hey lihat Garfield banting laptop, Jesse merancau, bahkan aktor pendulum mantan anggota boyband Nsync pun dibuat bagus. Bisa jadi ini satu-satunya film berkualitas punya Justin, akhirnya dia punya hit. Mari kita tersenyum tidak ada awalan “the” dalam facebook. Bravo Sorkin.

Original screenplay

Nominee: Another Year, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech

Ini dia kategori yang paling saya sukai dalam film.

“Sebuah skenario yang baik dengan sutradara yang buruk akan menghasilkan film yang lumayan. Namun sebuah skenario yang buruk dengan sutradara yang baik sekalipun akan menghasilkan film yang buruk”_ Akira Kurosawa

Ok, saingan utamanya adalah the Fighter, Sebagai pelengkap Best Visual effect, I vote Inception. Naskah Inception digodok Nolan sendiri selama 10 tahun berdasarkan obsesi pribadi. Waktu yang tak sebentar untuk mewujudkannya. Tentu saya mengharapkan sesuatu yang luar biasa. Film tentang mimpi yang berlapis ini berbuntut panjang. Perdebatannya tak kan pernah habis dibahas, hype nya memecah banyak kubu. Yang suka, kalian layak mempertahankannya. Saya berharap akan muncul Inception-Inception yang lain untuk beberapa tahun ke depan. Untuk kali ini Mr. Akira menemukan opsi ketiga. Skenario yang baik-Sutradara yang baik jelas akan menghasilan film yang ber-kualitas. Mr. Nolan stands up please!

BEST DIRECTOR

Nominee: David O. Russell (The Fighter), Darren Aronofsky (Black Swan), David Fincher (The Social Network), Tom Hooper (The King’s Speech), Joel Coen & Ethan Coen (True Grit)

Karena belum menonton Black Swan dan True Grit saya tak bisa membahasnya. Hanya bisa me-reka Aronofsky yang belum pernah dapat Oscar mungkin ini waktu yang tepat. Lihat track record filmnya, Requiem for a dream yang ciamik, The fountain, Pi, dan yang terakhir The Wrestler yang mengantar Rouke menang Oscar. Oke, saya tak berani membahasnya lebih lanjut menerka-nerka tanpa tahu secara keseluruhan film adalah tindakan tak etis seperti menangkap bayangan.

Jadi mari kita bicarakan 3 yang lain. David O. Russels adalah orang yang tepat mengangkat film The Fighter. Setelah berpindah-pindah tangan, perjuangan Mark untuk mewujudkan biopic Ward terealisasi. Dan stempel sebagai film tinju terbaik dekade ini bukanlah isapan jempol belaka. Tom Hooper yang menampilkan nuansa Inggris masa perang dunia sangat indah. Secara esensi keseluruhan film ini milik Colin. Lihat pidatonya yang bertranformasi sampai ending yang menyentuh. Disuruh misuh-misuh, Penampilan Colin seperti one man show. So coret Hooper!

Setelah menonton The Social Network saya juga men-detect ini film bakalan menang di kategori ini. Jauh hari sebelum musim Oscar dimulai. Setelah saya melihat para pesaingnya saya tak mengubah prediksi. Apalagi saya pernah kecewa 2 tahun lalu gara-gara the Corious case of Benjamin Button gagal menang di kategori bergengsi, inilah saatnya Fincher tersenyum. Yee, kali ini tanpa Pitt.

Best Motion Picture of the year

Nominee: Black Swan, The Fighter, Inception, The Kids Are All Right, The King’s Speech, 127 hours, The Social Network, Toy Story 3, True Grit, Winter’s Bone.

Untuk memangkas 10 film nominasi paling bergengsi ini dengan cepat, maka kita kesampingkan film-film yang tak menyertakan sepaket kategori best director. Jadi otomatis saya coret , Inception, The Kids Are All Right, 127 hours, Toy Story 3, dan Winter’s Bone. Sedikti uneg-uneg, saya sebenarnya sangat berharap Toy story 3 yang maju sehingga bisa jadi animasi pertama yang menang. Ingat, film ini adalah juara tahun lalu di box office. Nyaris semua review bernada positif.

Berhubung saya belum nonton Black Swan dan True Grit maka saya akan mencoretnya juga. Nah sekarang saya mempunyai 3 besar; The Fighter, The King’s Speech, dan The Social Network.

Singkat saja, The Social Network yang akan menang. Analisanya sederhana, film pemenang best picture biasanya mengikuti perkembangan zaman dan isu yang sedang hangat diperbincangan. Mark Zuckerberg menjadi people of the year. Saat ini dunia maya Facebook adalah fenomena. Bahkan saya mengenal anda-anda sekalian lebih dekat melaui Facebook! Accidental billionaires, Oscar please.

Well, setiap insan mempunyai prediksi dan harapan masing-masing. Seandainya beberapa yang saya tulis ini terwujud, kalian bisa meneriakan: “ah hanya tebakan yang beruntung”. Namun seandainya banyak yang salah saya juga bisa mengelak: “this time an Oscar is unpredictable, isn’t it?

Ruang TLP – Cikarang, 160111 at 04.33 FT: Milan 0-1 Spurs.

(11 hari menjelang pesta di Kodak Theater, Los Angeles, California, Amerika Serikat)

Karawang, 100314

(review) Captain Phillips: You’re Not Just A Fisherman!

Gambar

Muse: “Relax, captain. Relax. We (are) not Al Qaeda here. Just Business.

Akhirnya ada juga film Oscar tahun ini yang membuatku terkesima. Setelah dibuat jenuh dengan Her, menggila dengan The Wolf of Wallstreet, melayang tak tentu arah dalam Gravity dan miris oleh 12 Years ASslave, muncul juga kepuasan sampai viewgasme pasca menonton Captain Phillips. Tom Hanks layak dapat Oscar!

Berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada 6 – 10 Juli 2009 dari buku Richard Phillips: A Captain’s Duty: Somali Pirates, Navy SEALs, and Dangerous Days at Sea, tentang sebuah pembajakan kapal kargo M.V Maersk Alabama oleh perompak Somalia. Film disusun dengan sangat rapi dan detail, khas Greengrass orang dibalik sekuel Bourne. Dimulai dengan persiapan pemberangkatan kapal di sebuah pelabuhan, menampakan sekilas kehidupan bahagia keluarga sang kapten. Keberangkatannya yang berpisah sama istrinya Andrea Phillips (Catherine Keener). Lalu saat jangkar diangkat, dimulailah perjalanan drama ini. Saat sesi pengenalan karakter di waktu yang bersamaan kita akan disuguhkan sekilas persiapan para perompak. Saat sudah di tengah lautan di perairan Djubouti, Somalia kita disuguhkan dengan sebuah kapal kargo besar sarat barang dengan dua speedboat kecil yang berisi para antagonis. Sang kapten menyadarinya, maka dia menginstruksikan para awaknya untuk mengikuti procedure penyelamatan. Bersama awak kapal Shane (Michael Chernus) dan kepala ruang mesin Mike Perry (David Warshofsky) mereka berusaha menghindar. Sempat mengecoh sang penjahat, yang membuat ciut nyali. Kapal boat bajak laut mundur salah satu dan jagoan kita sementara menjauh aman. Namun saat pergantian malam dan keyakinan bahwa kapten kapal hanya menggertak, empat perompak yang terdiri dari Bilal (Barkhad Abdirahman), Muse (Barkad Abdi), Elmi (Mahat M Ali) dan Najee (Faysal Ahmed) kembali berusaha mengejarnya. Hasilnya sebuah epic drama yang luar biasa menegangkan.

Akhirnya para perompak berhasil memasuki kapal kargo dan mendudukinya. Kapten dan kru mencoba melawan dan bertahan hidup ditengah kepanikan. Saat sepertinya mereka berhasil menguasai kapal, sebuah pemberontakan kecil terjadi yang membuat pimpinan mereka, Muse ditawan. Sempat menawarkan uang damai dan melepas kapal sebagai solusi akhir, para perompak menolak dan saat Muse dilepas, mereka balik menyandera kapten Phillips dengan melepas sekoci memisahkan diri dari kapal kargo. Lalu infomasi ini sampai ke Pemerintah Amerika yang segera mengirim pasukan pembebasan. Sekoci yang berlayar menuju Somalia dihadang oleh pasukan Angkatan Laut Amerika lengkap. Faktanya penyelamatan yang dilakukan AL Amerika ini diperintahkan langsung oleh presiden Obama yang terdiri dari tiga kapal penghancur: US Boxer, US Brainbridge, dan US Halyburton. Bagai David lawan Goliath, adu nyali, kucing-kuicngan dan tawar-menawar terjadi sampai akhirnya sebuah tindakan nekat sang kapten dengan melompat ke laut untuk melarikan diri nyaris mengakhirnya. Bagaimana akhir drama penyanderaan ini? Silakan tonton dan nikmatinya sensasi tensi tinggi yang tersaji. Mungkin ending-nya sudah bisa ditebak tapi suguhan drama di atas laut ini sungguh menakjubkan.

Kita sepertinya berharap segera bebas, namun di satu sisi semakin menit durasi menipis kita semakin dibuat deg-degan. Ada sebersit simpati terhadap perompak namun tak semua. Sebuah letusan akhirnya menandai klimak cerita. Seperti inilah seharusnya film Oscar dibuat. Tegang sampai akhir. Penampilan Barkhad Abdi sebagai Muse juga keren. Memang layak masuk nominasi aktor pendukung terbaik. Sebagai informasi tambahan, dalam kapal kargo tersebut terdiri dari 20 kru berbagai Negara termasuk orang Indonesia.

Kelar menonton ini film saya sungguh terkejut, karena justru tak ada nama Tom Hanks di nominasi best actor. Ini adalah penampilan terbaik sepanjang karirnya. Setelah bermain apik sebagai Walt Disney, dia langsung mengemudikan kapal ini. Aktingnya luar biasa. Mimik tegas sebagai pemimpin, kalut saat kapalnya sudah dimasuki perompak, ketakutan saat hopeless semuanya ditampilkan dengan keren. Saking mengamati layar dengan tensi tingginya saya lupa sama camilan, dan setrikaan yang saya pegang. Campur aduk. Well, inilah film terbaik keluaran tahun 2013.

Dan dengan sudahnya checklist film Captain Phillips ini maka sudah lima film nominasi best picture Oscar yang kulahap. (sementara) Saya menjagokannya! Next: American Hustle, Dallas Buyers Club, Nebraska, Philonema.

Captain Phillips

Director: Paul Greengrass — Screenplay: Billy Ray — Cast: Tom Hanks, Catherine Keener, Barkhad Abdi – Skor: 5/5