#Juli2021 Baca

Lenin mengatakan, “Ploretariat tak mungkin mencapai kemerdekaan penuh tanpa ada kemerdekaan penuh bagi perempuan.”

Juli ini lebih slow bacanya, sebab kembali beraktifitas setelah isoman hampir sebulan. Karena kepadatan kerja, mood juga menurun dan benar-benar menguras emosi menyelesaikan pekerjaan yang tertunda. Hanya lima buku yang kutuntaskan. Memoirs of Geisha yang sebagian besar kubaca bulan sebelumnya, agak sulit dituntaskan, hanya modal maju terus. Tebal, lebar, dan kecil-kecil. Kelar juga. The March lebih gila lagi, tak ada tanda petik di dalamnya, padat melelahkan. Mau kalimat langsung atau tidak, pokoknya tak ada kutip. Ndelujur aja, kalau kisahnya di Indonieaakan lebih muda seperti Midah, ini tentang perang saudara di Amerika dengan geografi yang tak familier, dengan sudut pandang banyak. Melelahkan, maka saat akhirnya selesai, lega juga. Jadi mari kita simak kelima buku bulan tujuh tahun ini yang kutuntaskan.

#1. Memoirs of Geisha by Arthur Golden

Luar biasa. Seperti naik roller coaster, walau tak banyak liukan dan tanjakan terjal, ceritanya berliku. Awalnya sudah sangat manis, gadis miksin anak nelayan dengan kecantikan natural. Matanya yang cemerlang sering kali disebut, berulang kali. Lalu keadaan mencipta, ia dan kakaknya dikirim ke kota, dijual untuk dididik menjadi orang. Bisa jadi apa saja, tergantung nasib dan kemauan. Bisa jadi pelayan, pelacur, pekerja pabrik, atau geisha.

Memang suku kata ‘gei’ dalam kata ‘geisha’ berarti ‘seni’ jadi kata ‘geisha’ yang sebenarnya adalah seniman. Geisha, di atas segalanya adalah penghibur dan pementas. Menuang sake atau teh memang dilakukan, tapi jelas tak akan pernah mengambil acar tambahan. Geisha sejati tidak akan pernah mengotori reputasinya dengan membuat dirinya bisa disewa laki-laki dengan tarif per malam. Geisha tidak pernah menikah. Atau paling tidak, mereka menikah tidak menjadi lagi geisha.

Ke mana pun dia membawa kami, aku lebih memilih bersamanya daripada terdampar sendirian di tengah jalan-jalan besar dan bangunan-bangunan yang sama asingnya bagiku dengan dasar samudra.”

#2. Who Moved my Cheese? By Spencer Johnson

Buku motivasi lagi. kali ini tema utama adalah perubahan dan keniscayaan bahwa yang tak ikut berubah akan ketinggalan dan terlindas zaman. Sejatinya tema semecam ini sudah usang, atau sudah sangat banyak disebut dan dibahas, bahkan berulang kali kita dengar di seminar-seminar, sudah sering pula disampaikan, juga sudah banyak contohnya. Nokia, Blackberry, Bluebird, Fujifilm, dan seterusnya. Produk yang dulu merajai, bisa tenggelam saat ini. Dan tentu saja, mereka yang saat ini terasa raja suatu saat bisa ambruk. Semuanya butuh adaptasi. Nah itulah, topik utamanya, perubahan dan cara mengantisipasinya. Dibawakan dengan fun dan cerita yang nyaman diikuti.

“Karena orang mau semuanya seperti dulu dan mereka berpikir perubahan akan merugikan mereka. Saat satu orang bilang perubahan itu adalah ide buruk, yang lain akan berkata sama.”

#3. The March by E.L. Doctorow

Perang saudara di Amerika abad 19 yang menelan banyak korban dari tahun 1861 sampai 1865 antara Utara versus Selatan. Utara menuntut penyatuan disebut Union, Selatan meminta kemerdekaan dari Amerika Serikat yang membentuk Konfederasi. Tuntutan tentang perbudakan yang lanjut atau dihapus menjadi isu penting nan krusial. Ada kekayaan begitu melimpah yang dapat diperas dari tenaga budak; karena itu, tidak heran bahwa orang-orang ini mau berjuang sampai mati. The March ada di masa itu, seperti perang itu sendiri yang rumit, penceritaannya juga mencipta pusing sebab tak ada tanda kutip untuk kalimat langsung.

Kau tidak boleh mereduksi kehidupan menjadi sentimen-sentimen saja, Emily.

#4. Pseudonim by Daniel Mahendra

Menulis cerita itu sulit. Ralat, menulis cerita bagus itu sulit. Ralat lagi, menulis cerita bagus itu sulit banget. Nah, kira-kira gitulah. Jangankan novel, cerpen saja yang jumlah kata lebih sedikit, dan tak butuh waktu lama, butuh pemikiran tajam karena jelas memuaskan semua orang itu mustahil. Cerita bagus tak mutlak, tergantung banyak faktor. Salah satunya selera, ya kalau ngomongin selera bakalan ke mana-mana tak ada titik temu. Maka memang jalan terbaik adalah ngalir sesuai kemampuan penulis, setiap karya ada segmen pasaranya, setiap karya akan menemukan pembacanya sendiri.

“Dan di mana Radesya?”

#5. Kampus Kabelnaya by Koesalah Subagyo Toer

Curhat selama belajar di Uni Soviet. Bagus, menuturkan cerita dari orangnya langsung, pengalaman yang dikisahkan dengan fun, tak perlu telaah lebih, santuy dan asyik aja menikmtai kalimat-kalimat itu. Ini adalah dunia Eropa Timur di tahun 1960-an, dunia sedang Perang Dingin. Perang ideologi Demokrasi Liberal versus Sosialis. Ini adalah catatan penulis selama belajar di Universitas Persahabatan Bangsa-Bangsa di Moskwa tahun 1960-1965, yang sedikit-banyak mencerminkan semangat zaman itu.

“Maafkan aku, ya, karena telah membuatmu ragu. Tapi aku memang ingin menangis. Biarkan aku menangis sampai puas. Sesudah itu aku takkan menangis lagi.”

Karawang, 260821 – Norah Jones – Don’t Know Why

#Juni2021 Baca

“Orang-orang dungu! Sekarang katakan bahwa Tuhan itu ada!”


Juni adalah bulan Isoman, sejak ulang tahun Sherina sampai awal bulan Juli. Seminggu pertama tidak banyak yang bisa dilakukan, fokus istirahat dan penyembuhan. Baru setelah itu gas, baca buku dan nonton film. Lumayan banyak untuk bulan Juni, 14 buku selesai baca! Tapi momen #30HariMenulis yang sudah sangat lama berjalan, tak gagal. Sehat itu penting.

#1. The Street Lawyer by John Grisham

Bagaimana hidup bisa berubah begitu drastis dalam sebulan? Kisahnya tentang Michael Nelson Brock, yang merupakan pengacara di sebuah biro kaya dan mapan Drake & Sweeney. Ia memiliki istri cantik yang bekerja di rumah sakit Claire, pasangan kaya ini tampak sangat ideal, materi terpenuhi, tapi dari dalam ada keruntuhan batin. Kesibukan dan cinta yang digerus waktu menjelma bosan, dan di dunia Barat yang liberal tentu saja arahnya mudah ditebak, perceraian. Menjadi bujangan lagi bukanlah hal yang hebat. Aku dan Claire sama-sama kalah.


“Aku menemukan panggilan hidupku. Kita masuk ke bisnis ini karena kita pikir menegakkan hukum adalah panggilan mulia. Kita dapat memerangi ketidakadilan dan penyakit-prnyakit masyarakat, dan mengerjakan karya-karya mulia karena kita pengacara. Kita pernah menjadi orang idealis, mengapa kita tak bisa mengulanginya?”

#2. Kanuku Leon by Dicky Senda

Cerpen-cerpen Dicky Senda mayoritas berkisah di tanah kelahirannya di Indonesia Timur. Banyak sekali mengambil bahasa lokal, melimpah ruah sampai butuh penjelasan di tiap akhir cerpen. Menonjolkan budaya lokal sah-sah saja, seolah memang menjual dan menyampaikan ke dunia bahwa budaya yang erat dilakukan itu ada. Seperti pencerita kebanyakan, kisahnya mencoba membumi dengan kegiatan rutinitas, pengalaman pribadi yang dibumbui fantasi. Semua cerpen di sini tertata dengan apik, tapi tetap inti cerita masihlah liar. Tak nyaman diikuti dengan santuy.


“Orang begitu lama mati, karena Tuhan masih kasih kesempatan untuk dia supaya bertobat.”

#3. Pasar by Kuntowijoyo

Novel dengan penggambaran detail mengagumkan. Mencerita apa adanya keadaan pasar dan par penghuninya. Sejatinya setting hanya satu tempat dari mula sampai jelang akhir. Pasar dan situasi yang ada. Orang-orangnya juga itu-itu saja, berkutat melelahkan. Pada dasarnya menggambarkan sifat manusia yang mengingin nyaman, ketika terusik maka ia marah, dan saat keinginan-keinginan tak terkabul, jadi petaka. Minim konflik tapi sungguh menohok saat masalah itu dilemparkan ke pembaca.


“Kalau macan mati meninggalkan belang, Pak Mantri mati meninggalkan tembang.”

#4. The Mummy by Anne Rice

Kisahnya tentang cinta dan pengorbanan, kerelaan, serta keabadian itu tak segaris lurus dengan kebahagiaan. Relatif, dan perubahan, apapun itu adalah keniscayaan. Termasuk para mumi yang diawetkan lalu berhasil dibangkitkan, perbedaan zaman, perabadan yang sudah sangat usang, manusia jadul itu bangkit di zaman sekarang, lantas apakah mereka bahagia? Jelas belum tentu.


Tema usang cinta diapungkan, dan tak akan bosan. Usang itu hanya beda bentuk dan genre, kali ini mumi gagah nan aneh merindu masa lalu, ia adalah raja di eranya, kini ia hanya rakyat biasa. Ini demokrasi dengan kebebasan individu, maka keputusan membangkitkan kekasihnya tentu saja wajar, walaupun tak selalu sesuai harapan.


“Berdoalah kepada dewa-dewamu, tanyakan pada mereka apa yang harus kaulakukan. Tuhanku hanya akan mengutuk perbuatanmu. Tapi apa pun yang terjadi atas makhluk itu, ada satu hal yang pasti. Kau tak boleh mengolah ramuan itu…”

5. Putri Cina by Sindhunata

Kisahnya panjang nan melelahkan, sepertiga pertama agak boring sebab menarik lurus ke balakang sejarah orang-orang Cina di tanah Jawa, agak berbelit dan seolah menikmati dongeng/sejarah. Sepertiga kedua baru kita memasuki are sesungguhnya, bagaimana arah cerita terbentuk. Dari kesenian keliling, bintang ketoprak seorang putri Cina yang menarik perhatian dua tentara/orang penting. Sepertiga akhir barulah meledak. Waktu mengubah mereka menjadi pejabat, tapi persaingan lama terus menggelayuti. Saat geger geden, eksekusi ending yang pilu disajikan. Klimaks, bagaimana susunan itu membuncah luar biasa. Sedih, tapi kisah yang bagus memang rerata berakhir dengan kesedihan.


“Semar punika saking basa samar, mapan pranyata Kyai Lurah Semar punika wujudira samar.”

#6. Isinga: Roman Papua by Dorothea Rosa Herliany

Kisahnya tentang sejoli anak asli Papua yang saling mencinta namun kandas hubungan sebab keadaan yang memaksa. Bagaiman hubungan itu dicipta, dirasa, lalu ambyar berkeping-keping. Yang cewek terus menjaga asa hingga akhirnya perang pecah antar kampung lalu ia diculik dan dijadikan alat damai. Yang cowok juga menjaga asa dalam diam, memilih menyepi pergi dari kampung melalangbuana untuk meredakan sedih, dan akhirnya menjadi ‘orang’. Sejatinya hanya itu, tapi karena ini tentang cinta yang tak sampai dengan balutan budaya daerah yang kental, kisahnya diputar jauh bertitian dengan sejarah Indonesia.


“Mulai sekarang kamu tidak boleh makan pandan merah, Irewa. Karena warna merah dari buah pandan merah adalah darah menstruasi.”

#7. Mati Bahagia by Albert Camus

Mencintai hidup berarti menjalani hidup yang mempesona dan tak terkendali. Kisahnya mendayu-dayu. Tentang hidup dan pilihan yang tersaji. Dibuka dengan menghentak, pembunuhan yang dilakukan oleh Patrice Mersault, nama akrab dalam Orang Aneh ini menjadi seolah antagonis. Ia membunuh sobatnya Zegreus di vilanya dengan menembak jarak dekat di hari minggu pagi yang suram.


Namun semua tak seperti yang kita duga, ‘pembunuhan’ itu sudah dirancang oleh sang ‘korban’ sebab ia muak akan kondisi hidupnya. Veteran perang yang terluka, satu kakinya diamputasi, mengeluhkan keadaan, mengeluhkan rutinitas, mengeluhkan suasana hati yang memang gundah, intinya mengeluhkan hidup. Saat hidup sudah tak senyaman masa lalu, apa yang bisa diharapkan?


“Ada hari-hari aku ingin bertukar hidup denganya, tapi kadang-kadang keberanian hidup lebih susah diraih daripada keberanian untuk bunuh diri.”

#8. Lotre by Shirley Jackson

Ini adalah buku pertama dari Shirley Jackson (1916 – 1965) yang kubaca. Lahir di San Francisco, California, USA. Penulis dengan genre horror dan misteri. Lulusan Syracuse University New York dan aktif di jurnal sastra kampus. Bertemu dengan calon suaminya Stanley Edgar Hyman, dan setelah lulus keduanya berkarier di The New Yorker. Shirley menjadi penulis fiksi, suaminya contributor ‘Talk of the Toen’.


“Hari saat kita mulai bekerja bersama.”

#9. Bisik Bintang by Najib Mahfuz

Luar biasa. Tipis, memukau. Dibaca sekali duduk di malam isoman tengah bulan Juni lalu. Terpesona sama plot yang disajikan tiap cerita, sederhana nan menghibur, beberapa menyakitkan tapi itu nyata, beberapa menggugah hati seperti perkataan gelandangan yang meminta orang kaya korup untuk membersihkan hartanya, beberapa lagi menampar kenyataan yang pahit seprti di permainan usia tua tapi baru merasa diberkahi. Tokoh-tokohnya juga sering sama memakai Kepala Kampung yang mengatur warganya, orang-orang kaya yang kikir, lalu gua di benteng kuno yang mistis, kaum papa yang melawan, sampai lingkup dunia Islam yang moderat.


“Ini adalah kelebat seorang perempuan yang lewat… mengapa kau berada dalam kegelapan di malam begini? Kesendirian akan mengarahkanmu pada hati yang berdebar dan akhir yang tak pasti.”

#10. Komune Paris 150

Eksperimen 72 hari yang dikenal sebagai Komune Paris. Disebut ‘komune’ karena pada rahun 1792 kaum revolusioner telah menata kota-kota mereka ke dalam kantung-kantung teritorial yang mengembangkan prinsip-prinsip pemerintahan swakelola.


Komune bermula sebagai tindakan patriotic, suatu cara untuk mempertahankan Paris dari tentara Prusia; tetapi dengan cepat ia mengambil watak demokratis yang lebih radikal sebagai konsekuensi dari kehendak rakyat dan pengaruh kelompok-kelompok revolusioner.


“Atas nama rakyat, komune diproklamirkan.”
Vive la Commune, teriak orang-orang. “Topi-topi diacungkan di ujung-ujung bayonet, bendera-bendera berkibaran di udara,”

#11. Misa Ateis by Honore de Balzac

Kumpulan cerpen yang menggugah, tipis dilahap dalam sehari hanya sebagai selingan ‘Sumur’-nya Eka Kurniawan yang juga selingan dari Memoar Geisha. Keduanya hanya selingan, saat isoman karena Covid-19. Untuk menjadi hebat memang tak selalu harus tebal, tipis semacam ini dengan penyampaian inti kisah, langsung tak banyak cingcong juga sungguh aduhai. Semua konfliks diramu dengan pas, beberapa tanda tanya sempat diapungkan, arti judul juga jadi saling kebalikan, misa dilakukan untuk orang-orang relijius, ateis berarti tidak tes, tak percaya tuhan, lantas Misa Ateis? Tenang, jawaban itu tak menggantung, ada penjelasan runut dan sajian kuat mengapa itu bisa dan harus dilakukan.


“Segala kemarahan akibat kesengsaraan ini aku lampiaskan ke dalam pekerjaan…”

#12. Sumur by Eka Kurniawan

Satu cerpen dalam satu buku. Terdengar gila ‘kan? Gila nggak? Ya aja deh. Biasanya kita disuguhi kumpulan cerpen, minimal dua atau tiga cerpen. Berarti ini diluar biasanya, hanya Eka Kurniawan yang bisa. Penulis lokal dengan ketenaran dan jaminan mutu. Hebatnya lagi, laris. Dari beranda sosmed saat masa pre-order dibuka dari harga 50k menjadi 40k, banyak sekali toko buku daring yang pajang sold out. Mendekati hari H penutupan, saya yang penasaran malah ikutan klik beli. Dan, setelah #unboxing, ini benar-benar satu cerpen dijual lima puluh ribu rupiah! Dibaca lima menit. Kalau value biaya jelas kurang worth it, tapi kembali ke kualitas yang utama. Eka adalah brand, di mana namanya yang tercetak di sampul memberi rasa penasaran, minimal ada keinginan memilikinya.


“Kamu bertemu Siti di sumur?”

#13. 100 Film by Ibnu M. Zain

Sebuah panduan tontonan yang disarikan dari era jadul awal mula film ditemukan sampai tahun 2000-an. Buku ini terbit tahun 2009 jadi selang 12 tahun ini jelas sudah sangat banyak film rilis dengan kualitas mumpuni. Sekalipun begitu tetap relevan untuk dinikmati. Sayangnya di era digital, panduan nonton sudah sangat mudah ditemukan. Gampangnya tinggal buka situs imdb.com kamu sudah bisa menemukan rating film-film yang biasanya sejalan lurus dengan kritikus.


“Di sebuah galaksi nun jauh di atas sana…”

#14. Therese Desqueyroux by Francois Charles Mauriac

Ini buku lama yang kubaca lagi, kisah istri yang diadili sebab meracuni suaminya. Penggambarannya sulit dicerna sebab meliuk-liuk rumit. Jelas ini adalah novel luar biasa. Dari pemenang Nobel Sastra!


Karawang, 130821 – 180821 – Sherina Munaf – Singing Pixie

#Mei2021 Baca

Ini air kencing asli India […], kau tidak membutuhkan uang, kedudukan atau massa untuk mendapatkannya. Kau hanya butuh keberanian. Dan Cuma itulah yang kumiliki…” – Sameer Khan dalam Halla Bol (2008).

Mei adalah bulan dengan warna merah banyak di kalender. Karena pandemi aja kita tak bisa ke mana-mana, libur Lebaran juga terasa hambar sebab silaturahmi ketemu langsung terputus, mengandalkan telpon daring. Maka tak heran bulan ini lumayan banyak menyelesaikan baca. Tercatat ada 11 buku, dua hari penulis favorit Haruki Murakami, dua lagi dari sang psikoanalis Freud. Here we go…

#1. Luka Batu by Komang Adyana

Kisahnya berkutat di Bali, tempat sang penulis tinggal dan dibesarkan. Kebanyakan dari kita memang paling nyaman menulis tentang hidup kita dan sekeliling kita, jadi seolah dituturkan langsung dari pengalaman hidup. Relevan dan masuk akal, sebab akan tampak aneh dan tak berlogika jika kita yang lahir dan besar di Indonesia bercerita tentang dinginnya salju negeri Swiss misalnya.

“Kelak kalau ada yang tahu aku penyebab kematian perempuan itu, kalau ada yang bertanya kenapa, dengan masih setengah mencari-cari aku akan tetap bisa memberi jawabannya…”

#2. Angel of Darkness (Sheldon’s Series) by Tilly Bagshawe

Novel pertama serial yang mengekor Sidney Sheldon yang kubaca, bagus. Menegangkan, gaya dan alurnya mencoba sama dengan sang maestro. Kejutan ada, pace-nya cepat, karakter ganteng dan cantik, kekayaan yang melimpah, misteri pembunuhan yang dibuka sampai bab-bab akhir. Dan saya terpikat gaya keliling dunia, dengan salah satunya nuansa lokal. Jangan lupa, karakter perempuan yang kuat bak batu karang. Malaikat perempuan yang rapuh ini memiliki kekuatan mematikan, langsung mengingatkanku pada mayoritas karakter ciptaan Sheldon…

“Tak ada yang tak termaafkan. Aku tidak mencintai masa lalumu, Lisa. Aku mencintaimu.”

#3. Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya by Haruki Murakami

Tentang persahabatan empat anak sekolah yang selepas lulus ambyar sebagian. Wajar dan sangat manusiawi. Namun karena ini ditulis oleh Haruki Murakami maka plot yang biasa menjadi luar biasa. Dengan balutan fantasi, mimpi dan keadaan tak sadar sehingga jiwa bisa seolah masuk ke dimensi lain. Kisah ini menyelingkupi keempatnya, memaafkan dan melepas hal-hal yang mengganjal menjadi begitu dominan. Ikhlas dan segalanya biarkan berjalan semestinya. Ia tak bisa terus menunggu sampai seseorang menelponnya sembari merangkul perasaannya yang kacau.

“…Bagaimanapun peristiwa itu terjadi jauh di masa silam dan sudah tenggelam sampai di dasar.”

#4. Renungan Kloset by Rieke Dyah Pitaloka

Seperti syair-syair yang lain, rasanya memang paling enak dibaca dengan nyaring. Namun tetap esensi yang utama, di sini tetap membumi dengan bahasan umum. Terbagi dalam lima bagian utama yang direntang tahun: 1998, 2000, 2001, 2002, 2003. Sejalan dengan perjalanan hidup Rieke yang tumbuh makin matang. Ditulis di banyak tempat, daro kota-kota lokal hingga manca Negara, yang secara alami bilang sudah berpesiar di belahan dunia jauh. Zaman itu adalah masa-masa kita menikmati wajah Oneng dalam Bajaj Bajuri. Kala itu saya tak tahu bahwa itu juga penulis.

Mempelai Wanita

… Suatu hari,

Perempuan itu meninggalkan dalam beku yang dingin seperti biasa, senyumnya tetap menempel di sudut jendela dan pintu.

Lelaki itu memeluknya dalam derai air mata, entah tangis kehilangan entah tangi bebas dari belanggu… – Tebel, 15062000 (h.17)

#5. Civilization and Its Discontents by Sigmund Freud

Keren adalah kata pertama yang kuucapkan ketika di tengah baca menikmati teori-teori ini. Di akhir merasa ada ganjalan, pemaknaan hidup yang luas dan fakta-fakta yang disodorkan memang mencipta bimbang. Freud memang hebat kala memainkan pikiran, dan Civilization and Its Discontents jelas sukses besar mencipta riak kegelisahan.

“Keindahan, kebersihan, dan keteraturan jelas menduduki posisi istimewa di antara syarat-syarat yang dibutuhkan peradaban.”

#6. The Man Who Loved Books Too Much by Allison Hoover Bartlett

John Gilkey sebenarnya mencuri karena cinta. Ia mencintai buku dan ingin memilikinya. Setiap kolektor, berdasarkan definisinya, sepertinya agak terobsesi, bahkan sedikit gila. Bagi seorang kolektor, satu saja tidak cukup, yang suatu koleksi lengkap, masih ada koleksi lain yang harus dilengkapi, bahkan mungkin sudah dimulai.

“Aku hanya senang mengoleksi buku, mengoleksi barang…”

#7. Aku dan Film India Melawan Dunia Buku I by Mahfud Ikhwan

Beginilah rasanya membaca sesuatu yang asing, susah tune in. Dari semua nama aktor yang disampaikan tak lebih dari lima orang saja yang kukenal, dari seluruh film yang terbaca paling banyak delapan sembilan yang pernah dengar, yang sudah nonton tak lebih dari lima. Lantas kenapa saya memasuki dunia asing ini? Tentu saja nama besar Mahfud Ikhwan, ia mencintai film-film India, mencipta dua seri karenanya, sebagian besar dari blog pribadinya. Walau asing, bahasa penyajian terasa nyaman dan rona-rona klik akhirnya terasa karena sudah sebagian besar karyanya kunikmati.

“Lebih-lebih untuk seseorang yang mendaku dirinya memiliki kewajiban profetis untuk mendakwahkan film India. Tapi, saya bersyukur pernah melakukan kegilaan kecil yang menyenangkan ini.”

#8. Kritikus Adinan by Budi Darma

Ini adalah buku kedua Bung Budi Darma yang kubaca setelah Rafillus yang absurd itu. Langsung jadi penulis idola, tampak unik dan luar biasa aneh. Kumpulan cerpen ini sama absurd-nya dengan Rafillus, tokoh-tokohnya tak biasa. Nama-nama juga nyeleneh. Dilengkapi ilustrasi ciamik di tiap cerita, rasanya memang pantas kukasih nilai sempurna.

“Dengan mendadak kamu mengunjungi saya, Malaikat. Apa sebenarnya dosa saya? Sejak kecil saya selalu berusaha berbuat baik.”

#9. Seni Menulis by Haruki Murakami

Seni menulis berisi tujuh tulisan plus satu lampiran wawancara rilis buku ‘Membunuh Commendatore’, dari berbagai sumber jadi kalian tak akan menemukan buku aslinya kecuali dari berbagai sumber yang disarikan. Menarik dan sangat menggairahkan melahap kata-kata dari idola. Setiap tulisan diawali sengan kutipan keren, saya ketik ulang kutipan tersebut biar nyaman dibaca online berulang kali.

“Bagiku menulis itu seperti bermimpi. Saat menulsi aku bisa bermimpi sekehendakku. Aku bisa memulai dan mengakhirinya kapan pun, dan bisa meneruskan mimpi itu keesokan harinya.”

#10. Cinta Bagai Anggur by Syaikh Muzaffer Ozak

Buku-buku Tasawuf memang sedang gandrung kubaca, efek menikmati Dunia Mistik dalam Islam. Nah, kali ini kita ke seberang Benua. Di Amerika yang asing, seorang guru sufi Syaikh Muzaffer Ozak. Nama asing bagi yang tak mendalami genre ini, tapi ia memang pahlawan sebar Islam di dunia Barat. Cinta bagai Anggur bagus banget, banyak menukil kisah-kisah, diselingi humor dan segala adat Islam, tentunya humor sufi. Beberapa terasa kebetulan, padahal ada Tangan Allah yang mengayunkan nasib manusia. Jelas rekomendasi tinggi, beruntung saya mendapatkan anggur ini, beruntung menikmati manisnya tiap teguknya.

Rumi berkata, “Apakah Cinta itu? Dahaga yang sempurna. Kemarilah, akan aku jelaskan tentang air kehidupan.”

#11. Narsisme by Sigmund Freud

Buku paling lemah karya Freud yang pernah kubaca. Sempat kontra dengan beberapa pendapatnya, lalu benar-benar tak sepakat. Bisa jadi beliau adalah orang hebat saat ngomonging psikologi tapi jelas terasa janggal berpendapat bahwa kekurangan alat kelamin perempuan menjadikan perempuan mengalami kecemburuan terhadap penis lelaki dan menyebabkan rasa rendah diri. Well, terdengar aneh dan tak masuk akal bukan?

“Tuntutan akan keadilan merupakan modifikasi dari kecemburuan dan menegaskan suatu kondisi yang berkaitan dengan hal yang dapat mengesampingkan kecemburuan.”

Karawang, 060821 –  Sherina Munaf – Ada

#Mei2020 Baca

Bulan Mei 2020 dalam rekap bacaan.

“Aku tidak pernah memberitahu siapa pun hingga sekarang. Benar-benar bisnis kotor… setiap sekolah menawarkan uang tunai, Paul, jangan naïf. Itu bagian dari permainan.” – Neely

Bulan Mei 2020, rekapnya baru sempat kulakukan bulan Juli, setelah sebulan penuh ulas buku. Menyingkirkan banyak hal, menyita waktu melimpah karena harus fokus #30HariMenulis #ReviewBuku beberapa hari bahkan pulang kerja sampai Isya. Bulan Mei ternyata total baca 13 buku, sama dengan bulan sebelumnya. Baru sempat rekap. Yuhui…

#1. Little WomenLouisa May Alcott
Empat saudari March yang legendaris: Bejo MAy: Beth, Jo, Meg, Amy. Dengan latar Amerika abad 19, kesederhanaan keluarga demi kebersamaan menjadi tema utama. Ayah yang bertugas perang, ibu yang mengayomi. Karena betapa pun buruknya suasana hati mereka, kelebatan terakhir wajah keibuan itu pasti akan memengaruhi mereka seperti cahaya matahari. Inilah masa remaja dengan impian-impian yang ingin digapai. “Cita-citaku berada dalam sinar mentari nun jauh di sana. Mungkin aku tak dapat mencapaiknya, tetapi aku bisa mendongak dan melihat keindahannya, dan berusaha mengikuti ke mana ia pergi.”

#2. The High Mountains of Portugal Yann Martel
Dua bagian pertama luar biasa, bagian ketiga agak menurun tapi memang pada dasarnya novel berkelas. Apalah arti kita tanpa orang-orang yang kita cintai? Apakah ia berhasil bangkit dari duka? Ketika ia menatap matanya di cermin saat bercukur, hanya relung-relung kosong yang tampak. Semua tersaji dari jiwa laki-laki yang rapuh. “Aku berbicara dengannya di dalam kepalaku, ia hidup di situ sekarang.”

#3. The GatesJohn Connolly
Terlanjur beli tiga seri, jadi di buku ini sekadar bagus tetap harus dituntaskan. Ini kisah tentang malam Helloween yang janggal. Perjalanan antar dimensi, antara dua dunia. Novel aneh, teori lubang hitam dan terbentuknya semesta. Gerbang neraka dibuka, rajanya neraka menju bumi untuk menhancurkan, tapi dengan mudah digagalkan seorang bocah Samuel Johnson dan anjingnya, dibantu setan nyentrik yang bosan di padang pasir. “Bagaikan lalat di tangan anak-anak ceroboh, begitulah kita di mata para dewa, mereka membunuh kita untuk hiburan.”

#4. StardustNeil Gaiman
Tentang petualangan anak setengah manusia setengah peri yang menakjubkan. Untuk memulai perjalanan kita perlu mengenal desa asal, Desa Tembok di padang rumput Inggris yang tenang. Tak sembarangan yang bisa melintas, setiap Sembilan tahun sekali di seberang tembok yang bercelah ada bazar festival yang digelar dan desa itu menjadi penginapan mendadak. Syahdan, seorang pemuda rupawan Dunstan Thorn berusia delapan belas tahun mengalami malam sensasional. Terasa gigil dan gemetar di pusat alam. “Ini kuucapkan: kau telah mencuri pengetahuan yang tak layak kauperoleh, tetapi pengetahuan ini tak akan menguntungkanmu…”

#5. Love StoryErich Segal
Pasangan muda yang tampak ideal, mahasiswa Havard keturunan orang kaya dengan gadis cerdas dari keluarga sederhana. Oliver dan Jennifer yang menyenangkan dalam percintaan ini lantas mendapat musibah besar, berat sekali menghadapi kehilangan. Benar-benar kisah cinta yang menguras air mata. Cerita cinta memang harus berkonflik berat, ga penuh pelangi. “Cinta berarti tak perlu minta maaf.”

#6. BleachersJohn Grishman
Kisah love-hate pelatih hebat di kota kecil Messina. Eddie Rake adalah legenda, raihan gelar semasa ia melatih football memang luar biasa. Untuk menjadi pemenang memang harus kerja keras, latihan ekstra. Neely menjadi kapten dan bagian tim di masa puncak, perpisahan yang buruk mencipta jarak. Di akhir karier sang Pelatih ada noda besar. Kota terpecah. Dan ini tentang masa kabung, kematiannya menjadi duka sekaligus menggali masa lalu hitam yang tersembuyi. “Ayolah, hentikan. Nikmati saja kenangannya.”

#7. Corona Ujian TuhanQuraish Shihab
Buku yang sangat singkat, padat, dan dinikmati kilat di meja kerja. Sebuah ungkapan ‘Manusia mengenal kebaikan sejak manusia mengenal keburukan. Bagaimana mengenal indah kedamaian kalau dia tidak mengenal kekacauan? Manusia mengenal kebajikan sejak adanya keburukan. Dan mengenal keluhuran dan kesetiaan sejak adanya iblis.’ Keidupan manusia suka atau tidak, mengandung penderitaan, kesedihan, dan kegagalan di samping kegembiraan, prestasi, dan keberhasilan. Ujian adalah keniscayaan hidup. Tetap bersyukur dan tentu saja tetaplah waras, bersama keluarga. Firman Allah: “Sesungguhnya bersama kesulitan terdapat dua kemudahan.” (QS. Asy-Syarh [94]: 5-6)

#8. Reportase-Reportase TerbaikErnest Hemingway
31 tulisan Ernest Hemingway semasa di Prancis sebagai wartawan era pasca Perang Dunia Pertama. Tulisan yang bersinggungan dengan politik, sosial, budaya. Lebih merakyat dari yang kita kira, Ernest tampak menyatu dengan kehidupan setempat sehingga hafal harga hotel-hotel setara Melati, harga makanan kelas warteg sampai gang-gang sempit untuk mencari jalan untuk memotong kemacetan. Lucu dan menghibur. “Aku tidak tahu Paris itu seperti ini. Aku kira meriah banyak cahaya, indah.”

#9. Pena Sudah Diangkat, Kertas Sudah MengeringHasan Aspahani
Suatu hal yang wajar yang tidak bisa dihalang-halangi oleh penyair yang konon memiliki lisensi puitik maupun lembaga yang diberi tugas ‘menjaga’ bahasa. Dan karena bahasa tidak lain adalah wadah dari ‘dongeng’, bahkan juga ‘dongeng’ itu sendiri, maka ia terus bergerak tanpa arah yang bisa ditebak. Kumpulan puisi @jurubaca pertama yang kubaca. Narasinya padat. Yang menyatukan bait-bait sajak itu bukan prinsip kausalitas, tetapi suasana. Benda dan konsep yang disebut dalam sajak itu saling mendukung terciptanya suatu suasana yang, kalau boleh meminjam larik Amir Hamzah, ‘bertukar tangkap dengan lepas’. Dalam sajak ini, kematian adalah suasana dan bukan makna.

#10. The Fault is Our Stars – John Green
Novel yang luar biasa menyedihkan. Ini bukan buku tentang kanker, karena buku tentang kanker itu payah. Air pilu laksana air bah yang menghantam deretan kata sejak mula hingga perasan titik kalimat akhir. Bayangkan, The Fault in Our Stars garis besarnya bercerita tentang pasangan remaja yang keduanya sekarat, satu bermasalah dengan paru satu lagi memakai satu kaki palsu. Sederhananya keduanya sakit kanker yang menggerogoti organ vital, dan berdua harus bertahan demi kasih. Saling mencinta, saling menjaga, sampai maut benar-benar memisahkan. “Sadarlah, berusaha menjaga jarak dariku tidak dapat mengurangi rasa sayangku padamu.”

#11. The Chronicles of Narnia: Prince Caspian – C.S. Lewis
Saya baca ulang untuk Hermione jelang tidur, dua bab per malam. Melanjutkan seri sebelumnya langsung, Caspian dalam perebuatan takhta melawan pamannya sendiri. Pevensie bersaudara dipanggil via terompet Susan. Ketika mereka sedang di stasiun bersiap berangkat sekolah, kereta melaju dan semesta dimensi berganti latar. Peter, Edmind, Susan, dan Lucy datang bak dewa penolong. Seribu tiga ratus tahun di Narnia bisa saja hanya setahun di dunia kita.

#12. Kata Pengantar: Anthony GiddensB. Herry – Priyono
Kajian utama ilmu sosial adalah praktik sosial yang per definisi adalah titik temu dari dualitas struktur dan pelaku. Ilmu-ilmu sosial (politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, sejarah, psikologi, hukum) mulai dari apa yang sudah, sedang, atau mungkin akan dilakukan orang. Giddens menyebut tindakan dan praktik sosial itu sebagai ‘dunia yang sudah ditafsirkan’. Istilah-istilah teknis yang dirumuskan ilmu sosial sudah menjadi kamus sehari-hari khalayak, dan karena sudah menjadi bagian dari insting dan praktik sehari-hari maka orang jarang mempertanyakan lagi asal-usulnya. Inilah buku tentang pokok-pokok pemikiran teoritis Giddens dalam ringkas dan seringan mungkin. B. Herry-Priyono mencipta ulang pemikiran itu dalam upaya asyik tanpa bikin kerut kening. Meskipun sudah berusaha untuk tidak salah mengerti pemikiran dasar Anthony Giddens, saya tetap jauh dari keyakinan bahwa saya tidak keliru memahaminya yang begitu luas memang bagaikan mengejar kawanan gejala modernitas yang selalu berlarian tunggang-langgang.

#13. PersepolisMarjane Satrapi
Di Iran, segala kebijakan pemerintah di masa peralihan itu memicu pro-kontra, wajar sih segala yang baru memang mematik dua sisi. Sang shah yang lengser tahun 1979, lalu mengungsi. Inilah Persepolis, masa revolusi Islam dan segala pergeserannya. Berisi 19 judul cerita, semua bersudut pandang Marji yang polos, memahami hal-hal baru yang terjadi di negaranya, sampai ending yang menyentuh. Keputusan berat, tapi mau bagaimana lagi keselamatan yang utama. “Aku ingin menjadi keadilan, cinta kasih, sekaligus kemarahan Tuhan.”

Iya, iya… segera kubuat rekap Juni, semangat…

Karawang, 020720-160720 – Bill Withers – Use Me

#April2020 Baca

Apa pun yang terjadi aku takkan pernah mengingkari imanku…”

Enam buku pinjam dari Titus R. Pradita yang pamit akhir bulan April menjadi prioritas baca ulas (good luck and good bye). Yang lainnya melengkapi. Bulan yang sangat produktif.

#1. Ateisme FreudHan Kung
Bagaimana sang penemu Teori Psikoanalis bertumbuh, seorang pemeluk Yahudi dari kedua orang tua, lalu di sekolah kena bully-an karena mayoritas pemeluk Kristen, kuliah di kedokteran demi kemanusiaan, hingga penemuan tafsir mimpi yang legendaris itu. Kesimpulan ekstrem dalam penelitian, ketika menjadi seorang psikiater yang membuat kontroversi bahwa simbol-simbol dan ritual-ritual agama, dan tentunya juga pemeluk-pemeluknya, sama dengan perilaku pasien-pasien neurotisnya di rumah sakit jiwa. Agama adalah kegilaan, sebagaimana kegilaan yang diidap para penghuni rumah sakit jiwa di tempatnya bekerja. “Seperti yang Anda, saya membangun hubungan agung dengan cinta.”

#2. Dilarang Gondrong!Aria Wiratma Yudhistira
Kalau sampai petinggi Pemerintah yang mengeluarkan statemen berarti ada sesuatu yang memang harus diperhati lebih dalam. Dan itu terkait gaya rambut panjang. Terasa lucu, tapi dengan buku ini menjelma serius. Tanggal 1 Oktober 1973 Senin malam sebuah acara bincang-bincang di TVRI, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro berkata bahwa rambut gondrong membuat pemuda menjadi overschilling alias acuh tak acuh. Sebuah pernyataan kontroversi yang menjadi ancaman hingga boikot artis-artis yang tak mau nurut, bahkan pemain sepak bolapun turut dilarang. Maurice Gibbs beretoris, “Aneh, bagaimana mereka dapat mengundang kami, sedang mereka sendiri tidak rambut gondrong seperti kami.”

#3. Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya 3!Ajahn Brahm
Seri ketiga ini ternyata bagus. Seolah pilihan kishanya bebas, lepas, melayang ku melayang jauh. Masih dengan pola lama, di mana Ajahn Brahm menukil beberapa pengalaman, kutipan orang tersohor, petuah klasik, sampai analisis keadaan. Dengan kover monyet, dan menjadi penutup kisah, Si Cacing pamit untuk meditasi. “Semua ungkapan terbaik, semua kata terbaik, semuanya sudah dipakai, tak seorang pun bisa menulis apa pun yang segar lagi.” – Juru Tulis Cendikia Mesir Kuno 4.000 tahun yang lalu.

#4. Ritus-Ritus PemakamanHannah Kent
Ditulis oleh seorang kelahiran Adelaide, Australia, awalnya kukira novel Islandia. Ternyata semasa sekolah Hannah pernah melakukan tukar-siswa ke sana, melakukan penelitian atas kasus Agnes dan menuangkannya dalam novel. Setiap awal bab kita akan disodori surat-surat yang disadur asli dari pihak berwenang. Dari surat pengadilan, surat kepolisian, korespondensi permohonan penangguhan, surat perintah pemindahan tempat penahanan, puisi-puisi penyair Rosa, lagu kematian, sampai surat yang menyatakan perang. Semua terasa nyata, dengan sebagian memakai bahasa asli, yang tampak eksotis. Tentang Agnes yang akan dihukum mati.

#5. AngelologiDanielle Trussoni
Angelologi adalah salah satu dari sekian cabang asli teologi, dikuasai oleh seseorang yang ahli angelologi, yang keahliannya meliputi baik penelitian teoritis atas sistem malaikat maupun perwujudan nubuat mereka sepanjang sejarah manusia. Protagonistnya adalah seorang suster muda, Evangeline yang dibagian pembuka diceritakan bertugas di perpustakaan biara St. Rose, Lembah Sungai Hudson, Milton, New York. Melawan kaum Nefilistik, yaitu kaum malaikat yang bersatu dengan manusia, mereka berebut alat musik yang diturunkan langsung dari surga, sebuah lira yang sakral. Petualangan enam ratus halaman yang melelahkan. “Kau makhluk paling cantik di sini, kau terlihat seperti malaikat.”

#6. Sang Golem dan Sang JinHelena Wecker
Debut yang melelahkan. Bayangkan, enam ratus halaman dan ceritanya hanya gitu. Untung pinjam. Kisahnya golem yang terlahir di kapal bernama Chava dan jin yang setelah ratusan tahun terkurung di guci, terlepas bernama Ahmad. Keduanya lalu bersinggungan, beradaptasi dengan masyarakat Amerika. Dan seteru dengan seorang penyihir abadi. “Berikan padanya rasa ingin tahu, dan kecerdasan. Aku takkan tahan menghadapi perempuan yang konyol, buat dia sopan, tidak cabul. Istri yang pantas untuk pria baik-baik.”

#7. Crystal StopperMaurice LeBlanc
Buku pertama sang pencuri Prancis yang legendaris Arsene Lupin yang kubaca. Tentang sumbat Kristal yang misterius, cenderung gaib. Penelusuran dan adu cerdik untuk memilikinya membawa petaka, ketika dalam perampokan yang gagal, Gilbert diancam dihukum mati. Lupin dan komplotan lalu berjuang menggagalkan eksekusi, tertebak pasti bisa tapi prosesnya sangat dramatis hingga jam-jam terakhir. Kejutan, sang penjahat utama bukan Daubrecq yang menyulitkan sepanjang cerita, ternyata seorang pejabat penting dan bagiaman seni mengelabuhi terus tersaji. ¼ akhir kisah menyelamatkan segalanya. “… Malam ini, cara apa pun yang akan aku gunakan, ia akan buka mulut.”

#8. Cadas TaniosAmin Maalouf
Luar biasa. Ini kisah cinta yang aneh, terlampau aneh. Tanios yang unik, terlahir dari seorang Cheikh? Adalah tanda tanya yang menguar sepanjang halaman, lalu riwayat cintanya pada Asma, anak mantan juru tulis yang bermasalah, sampai seteru agama dan jajahan. Di abad Sembilan belas di Kfaryabda, konflik kekuasaan, cinta, dan dendam meletus. Sebuah batu yang akhirnya diberi nama The Rock of Tanios menjadi saksi perubahan zaman. Termasuk misteri yang terkandung di dalamnya. “Kejadian nyata itu tidak tahan lama, percayalah, hanya dongeng yang tetap hidup, seperti minyak wangi setelah anak gadis yang memakainya lewat.”

#9. SilenceShusaku Endo
Kristiani dibawa ke Jepang oleh Francis Xavier, orang Basque yang mendarat di pantai Kagoshima pada tahun 1549 bersama dua rekan Yesuit dan seorang penerjemah Jepang. Tetapi arsitek sesungguhnya atas misi ini adalah Alessandro Valignano yeng berkebangsaan Italia. Dialah yang menggabungkan antusiame Xavier dengan rancangan masa depan yang brilian serta kegigihan yang mengagumkan. Kisah penyebaran agama Kristen di Jepang abad tujuh belas penuh derita dan lelehan air mata untuk mempertahankan keyakinan. Dan seperti laut itu, Tuhan tetap bungkam, tuhan masih tetap mempertahankan keheningannya. “Sungguh melelahkan jalan ceroboh menuju kehancuran, sungguh sepi rawa-rawa yang kita jalani..”

#10. Lengking Burung KasuariNunuk Y. Kusmiana
Keren. Keren adalah kata pertama yang kuucap setelah selesai baca. Kisah yang mengambil sudut pandang anak-anak, di Timur Indonesia. Asih yang tak paham kehidupan orang dewasa, lika-liku kehidupan militer ayahnya dan ibunya yang berdagang. Teman-temannya yang lebih variasi lagi. jelas ini ditulis dengan ingatan pengalaman pribadi. “Itu burung kasuari. Dia suka marah kalau melihat kita dekat-dekat denganya.”

#11. The Chronicles of Narnia: The Lion, The Witch, and the WardrobeC.S. Lewis
Saya baca ulang untuk Hermione jelang tidur, dua bab per malam. Saya sudah sangat akrab, tapi sensasinya beda dengan baca sendiri. Ini dongeng anak-anak dengan lemari ajaib yang dimasuki empat Pevensie bersaudara dengan makhluk-makhluk mitologi. Luar biasa antusiasme #Ciprut. Menjadi malam-malam indah memasuki imajinasi. Keputusan membacakan Narnia selepas dua seri Pooh tiba-tiba saja muncul ketika saya pulang kerja, ia sembunyi. Kucari-cari dengan memanggil ‘Ciprut… Ciprut… Ciprut…’ ga ketemu, istri bilang ada kok di kamar. Lha… kok ga ada, ternyata sembunyi dalam lemari. Lalu saya pun bilang, kalau masuk lemari harus ada celah di pintunya, dia nanya kenapa? Karena, ada sebuah dunia di lain dunia kita, dan gegaslah kubacakan seri pertama. Kisahnya sudah sangat terkenalkan, jadi ga perlu saya jelaskan.

#12. Pooh at the CornerA. A. Milne
Melanjutkan petualangan Pooh dkk di Hutan Seratus Ekar, kali ini ada karakter baru yang sangat disuka Tigger, hobinya membal-membal (bounching). Berisi 10 bab, sama dengan yang sebelumnya yang kubacakan dua bab per hari. Sebuah pengalaman mengagumkan bersama Hermione yang karena Pooh, saat ini mencita illustrator, biar seperti Ernest H. Shepard. Ulasan lengkap segera menyusul. “Kau beruang terbaik di seleuruh dunia.”

#13. Sepakbola Tidak Akan PulangMahfud Ikhwan
Ini buku tambahan saja, ga masuk target baca, tiba-tiba malam terakhir bertugas membeli kado Titus ke Gramaedia, iseng nonton buku nemu ini malah kubeli dan kubaca tuntas sehari dalam tiga kali duduk. Yo wes…

Ini semacam rangkuman cerita sepanjang musim 2018/2019 liga top Eropa: Belanda, Prancis, Spanyol, Italia, dan Inggris. Catatan tiap pekan yang dimuat di Geotimes lalu sama Shira Media dibukukan. Jangan tanya gizinya, jangan pula tanya seberapa gereget. Ini sekadar keluh kesah, dan untaian kata dari pengamat yang berceloteh tentang moment-moment unik pekan tersebut. Tak ada data dan statistik (syukurlah), hanya uneg-uneg. Lumayan menghibur, walau tak sampai tergelak. Mematik asa bikin catatan tanding dengan center: Lazio. “Tak ada yang lebih tabah dari pendukung Liverpool.”

Tiga belas buku dibaca sebulan dan mayoritas sudah diulas, luar biasa.

Belum pernah saya se-terbakar-ini.

Karawang, 050520 – 110520 – Bill Withers – Harlem

#Februari2020 Baca

Manusia adalah mesin-mesin kecil yang aneh, Edward. Jauh lebih aneh dari apa pun juga di dunia ini.” – Lady Playford dalam Closed Casket (Sophie Hannah).

Tahun ini rencana saya baca ulas per bulan, dengan bulan Juni mungkin sebagai pengecualian karena moment #30HariMenulis. Januari sukses, semua baca sudah ulas. Februari dari tujuh buku, utang 1.5. Bulan ini kukejari Monte Cristo yang tebalnya luar biasa, dan bagian kedua Segala-galanya Ambyar belum tersentuh lagi. Mengalir saja, menikmati saja, berjelajah kata dan menanam memori di sini.

#1. Million Dollar BabyF.X. Toole
Kumpulan cerpen yang dahsyat. Karena saya awam dengan dunia tinju, apa yang ditampilkan terasa wow. Dari penulis yang pengalamanan sebagai cut-man bertahun-tahun, lalu menuangkannya dalam cerita. Memang cerita kalau ditulis langsung sama orang yang mengalami terasa nyata, tampak sekali benang merah yang disajikan merupakan kejadian sendiri, dengan bumbu fantasi jadilah lima kisah menyayat hati. Ini buku tentang tragedy, jadi jelas kisahnya sedih. Semakin tipis buku, semakin pedih pukulannya. “Tinju adalah suatu tindakan yang tidak alami. Segala hal yang terjadi dalam tinju adalah kebalikan dari yang terjadi dalam kehidupan…”

#2. Cacing dan Kotoran KesayangannyaAjahn Brahm
Kumpulan kisah inspirasi. Sosok Penulisnya sendiri sangat inspiratif. Terlahir sampai lulus kuliah di Inggris, memutuskan menepi mendalami Budha di Thailand lalu Australia, mengganti namanya sesuai ajaran Budha. Menuangkannya dalam cerita spiritual, sejatinya malah tampak sederhana karena memang Budha tak boleh bermewah bukan? “Ketika tidak ada yang perlu dilakukan, ya jangan ngapa-ngapain.

#3. Dunia SaminSoesilo Toer
Humor untuk kaum jelata. Baru tahu ada tokoh asli bernama Samin Soerosentiko dari Blora. Di Blora, kita jelas mengenal sang maestro cerita Pramoedya Ananta Toer. Ada Tirto Adhie Soerjo, Harya Penangsang, Marco Kartodikromo, dan Samin Soeroesentiko. Buku dibagi dalam tiga bagian yang ditulis di tiga kota berbeda pula: Dunia Samin I pertama terbit tahun 1963, ditulis sebelum berangkat ke Uni soviet tahun 1962. Dunia Samin II ditulis saat kuliah di sana. Sedang Dunia Samin III ditulis setelah keluar dari penjara Orde Baru, dikerjakan di Jakarta tahun 1979. Ceritanya umum sekali, tentang kehidupan sederhana Samin menghadapi probematika sehari-hari di kampung. Karena kesederhanaan (dan kepolosannya) itulah saat pilihan lurah ia malah menang. Sebaik-baiknya orang, tak akan bisa menyenangkan semua pihak. Jadi sungguh menarik menempatkan tokoh merakyat dalam puncak kepemimpinan kelurahan. “Siapa yang akan memiliki ini semua?

#4. Closed CasketSophie Hannah
Cerita detektif paling terkenal, ditulis oleh orang lain dengan citarasa sedap, walaupun ada di beda masa. Pengalaman pertama, puas. Ini pengalaman kedua, puas juga. Mirip cerita Knifes Out, di mana surat wasiat menyatakan bahwa warisan tidak diberikan kepada keturunan langsung tapi pada orang asing. “Aku mewariskan seluruh hartaku kepada sekretarisku, Joseph Scotcher.” Padahal sang sekretaris sekarat. Hal ini mencipta rentetan pembunuhan, dan Helcule Poirot ada di sana. Delik penelitian sebagus Agatha Chrsitie. Patut dinanti buku ketiganya. Tetapi hampir tak mungkin gagal dan seratus persen tak mungkin gagal adalah dua prospek yang sangat berbeda.

#5. Monte CristoAlexandre Dumas
Tebal sekali. Cerita yang luar biasa. Jelas saya akan memasukkan ke dalam best novel sepanjang masa, 20-besar. Seorang pelaut bermasa depan cerah, memiliki tunangan yang cantik. Sepulang dari pelayaran, segala impian itu ambyar dalam sekejap. Edmond Dantes kehilangan kesempatan menjadi kapten kapal karena tuduhan menjadi kaki tangan Napoleon Bonaparte, gagal menikahi tunangan karena ‘diculik’ lalu tanpa pengadilan resmi dijebloskan dalam penjara If Island yang mengerikan. Dari sanalah ia merenungkan hidup, menyusun strategi balas dendam dengan anugerah harta melimpah di pulau Monte Cristo. Dendam yang disusun rapi, penuh bara. Walaupun ceritanya bagus, dengan pacu adrenalin kencang, butuh kesabaran ekstra untuk menuntaskan hampir seribu halaman. Worth it!

#6. Segala-galanya AmbyarMark Manson | bagian 1| bagian 2
Dari penulis buku best seller: Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, seorang blogger nyeleneh kembali. Buku ini terbit terjemahan Grasindo bulan Februari, kutuntaskan baca bulan itu juga. Ini semacam lading emas Grasindo, jaminan best seller. Rencana ulas dibagi dua, bagian kedua ketunda mulu sampai sekarang. Terlihat, sekarang lebih matang, masih menggebu-gebu laiknya buku pertama, tapi kali ini lebih terstruktur nyaman. Tentang harapan dan runtuhnya. Teori yang disodorkan lebih beragam dengan kutipan berbagai filsuf atau ilmuwan atau tokoh pahlawan. Variatif. Lawan kebahagiaan adalah ketiadaan harapan, sebuah pemandangan kelabu keputusasaan dan kelunglaian. Harapan adalah bahan bakar mental. “Kamu tidak akan bahagia kalau terus mencari rumusan bahagia.” Albert Camus. Cerita masa lalu menentukan jati diti kita. Cerita dari masa depan menentukan harapan kita. Dan kemampuan kita untuk memasuki narasi-narasi tersebut lalu menghayati mereka, demi membuat narasi-narasi itu menjadi nyata, adalah yang memberikan makna pada kehidupan kita.

#7. Cinta Satu PennyAnne Hampson
Cerita cinta antara London (Inggris) dan Anchora (Yunani). Menyatukan dua individu egois yang berpandangan liberal. Keduanya tak berniat menikah, tapi dipaksa disatukan karena alasan menyelamatkan warisan. Cerita romansa yang sangat biasa. Antara Elizabeth Dawes dan Nigel. Keduanya cakep, keduanya kaya, keduanya pintar. Lantas apa masalahnya? Karena satu penny di bazar, mencita ikatan itu? Ceritanya terlampau manis, bisa menimbulkan diabetes kalau keseringan melahap kisah sejenis ini. “Orang-orang harus realistis, hampir semua berakhir dengan tragis – kalau orang mengambil cerita cukup panjang.

Karawang, 060420 – Bill Withers – Lovely Day