Drogba Pulang, Chelsea ke 8 Besar Liga Champions

Gambar

(sahabar lama bertemu lagi)

Untuk pertama kalinya Didier Drogba kembali berkunjung ke Stamford Bridge sebagai lawan. 8 tahun membela Chelsea, akhirnya pagi dini hari tadi Drogba yang sekarang memakai seragam Galatasaray melawan rekan-rekannya. Pada pertandingan sebelumnya di Turki Chelsea berhasil menahan tuan rumah 1-1. Drogba tampil relative bagus sepanjang laga. Dan saat dia pulang ke Londong, sambutan fan The Blues begitu meriah. Salah satu banner yang paling disorot adalah gambar Drogba dengan tulisan: always in our hearts.

Pertandingan berlangsung seru, Chelsea unggul cepat seperti harapan saat laga baru berjalan 4 menit. Melalui skema serangan balik cepat Eto’o mengantar Chelsea unggul 1-0. Kemudian jual beli serangan terjadi. Fokus kepada sang legenda Drogba.

The Blues berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, 3 menit seblum rehat melalui Cahil. Melalui sepak pojok, Terry berhasil menyundul bola ke gawang. Sempat di blok oleh Muslera, Cahil yang berdiri bebas melesakkannya dengan keras. Babak pertama Chelsea unggul agg. 3-1, situasi yang sangat nyaman.

Babak kedua relative tenang, tuan rumah begitu dominan. Nyaris tanpa peluang berbahaya, karena setiap pemain Chelsea mereka mencoba menahan bola lebih lama, bahkan saat serangan balik pun bola tidak dengan segera dieksekusi. Di menit ke 67’ terjadi duel, Drogba mendapatkan kartu kuning. Terlihat begitu santainya dia, bahkan sering tersenyum walau dilanggar. Tak ada gol lagi tercipta, sehingga skor 2-0 ini sudah cukup untuk mengantar Chelsea ke babak 8 besar.

Terima kasih Drogba. Di mana pun Anda berada, Anda selalu di hati kami.

Gambar

(aksi yang seru)

Gambar

(banner yang istimewa)

Karawang, 190413

Iklan

Libur dan Kembali ke Rutinitas

Seminggu terakhir saya full libur Lebaran. Kemarin Senin, 12 Agustus 2013 akhirnya kembali bekerja dalam rutinitas sebagai buruh pabrik. Seminggu tak masuk kerja tak sekalipun pegang computer untuk online. Jadi blog ini ga ter-update sama sekali. Ternyata puasa itu lemas juga hanya untuk sekedar pegang laptop. Siang ibadah tidur, malam waktunya sempit. Setelah adzan Maghrib, sudah dekat Isya. Selesai taraweh sudah malam, segera istirahat. Dan tahu-tahu sahur. Siang kalaupun ada waktu luang sedikit saja lebih condong buat istirahat. Parah ya.

Syawal tiba lebih lambat dari biasanya. Setelah pesta pora Lebaran, kita dihadapkan kembali ke rutinitas yg lebih cepat datang. Alhamdulillah, puasa syawal sudah dimulai. Dua hari beres, empat hari dikejar. Moga rencana berjalan lancar di mana di Sabtu sore saya harusnya selesai ibadah puasa syawal. Puasa syawal itu godaannya lebih berat dari Ramadhan. Kalau puasa Ramadhan kan kebanyakan berusaha untuk saling menghormati sesama, di mana tak banyak terlihat orang makan minum di sembarang tempat. Kalau Syawal, tak ada yang tahu kan kita puasa, makanya makanan bersliweran. Apalagi hari-hari perdana masuk kerja, banyak teman kerja yang bawa oleh-oleh mudik dibawa ke kantor untuk disikat bersama. Saya hanya senyum tertahan.

Libur Lebaran tahun ini saya tak mudik ke Solo. Merayakannya bareng keluarga istri di Karawang. Diantara waktu sempit liburan pasca Lebaran itu saya selipkan kegiatan:

Hari 1: Ziarah bidadari kecilku

Setelah kelar sholat ied, kami sekelurga langsung menuju makam bidadari kecilku: Najwa Saoise. Inilah pertama kalinya kita tabur bunga pasca sholat idul fitri. Tak terasa sudah 9 bulan berlalu sejak meninggalnya putri kami tercinta. Kali ini suasananya haru, istriku tak kuasa menahan air mata dan jatuh sakit.

Hari 2: Pindahan rumah baru

Gambar

Hari kedua Lebaran kita pindahan rumah baru. Sebelum puasa sebenarnya sudah siap ditempati, namun kita putuskan pindahnya pasca Lebaran. Benar-benar mulai dari nol. Makna Lebaran terasa lebih hikmat dengan memulainya menempati rumah kredit baru ini.

Hari 3: Silaturahmi ke rumah saudara

Gambar

Tak banyak saudara kandung saya di tanah rantau. Ke kota Purwakarta adalah satu diantara sedikit itu. Di hari ketiga Lebaran kita berkunjung ke rumah kakak saya yang kebetulan tak mudik juga. Sama dengan di Karawang, Lebaran di sana juga sepi. Tetangga masih pada mudik. dan sama saja di sana juga makan opor. Khas Lebaran Indonesia.

Hari 4: Nonton the Conjuring.

Gambar

Akhirnya saya bisa nonton juga ini film. Setelah tayang tiga minggu di 21 Cikarang, ini film horror masih bertahan sampai saat ini, barusan saya cek di web-nya dan masih tayang di Cikarang! Hebat sekali bisa tak digoyahkan oleh film apapun. Superman saja, dua minggu tayang langsung tumbang. Bahkan saat kita nonton the Conjuring bioskop penuh. Kursi depan yang biasanya kosong kali ini penuh sesak. Dang ingat, kita nontonnya setelah berhari-hari dipasang!

Bagi yang sudah nonton film karya James Wan ini, serangkaian kegiatan saya ini serasa dirangkum olehnya. Dari pindahan dan dihantui penampakan anak kecil, hingga ritual pengusiran arwah. Film-nya ga sebagus yang saya baca di review. Ga semenyeramkan Insidious, dan klimak yang ditunggu khas Wan tak muncul. Sepertinya kebanyakan kita dalam menikmati fiksi, happy ending terasa tak memuaskan.

Eid Mubarak 1434 H teman-teman! Sampai ketemu Ramadhan tahun depan.

Gambar

Karawang, 13 Agustus 2013

Ke Toko Buku

Minggu, 9 Juni 2013 kemarin jam 5 pm setelah mengantar istri ke tempat temannya untuk sinau Tugas Akhir kuliahnya saya bingung, saya lanjut ke mana. Mau balik ke rumah tanggung karena terbentur maghrib dan pengen refresh bentar di hari libur. Saya sms teman kerja yang kos nya dekat ga dibalas-balas. Akhirnya otomatis ku arahkan motorku ke mal Ramayana untuk ke toko buku Salemba. Bulan ini lagi jomplang keuangan, ga ada budget untuk beli buku jadi rencananya cuma lihat-lihat dan baca buku baru di toko buku. Mengenakan jaket Laziale Indonesia baru beli saya jalan-jalan ke mal sendiri, ngerasa jadi lajang lagi.

Di toko buku Salemba Karawang sebenarnya ga terlalu lengkap macam Book store, Gunung Agung atau Gramedia. Yah maklumlah Karawang adalah kota pinggiran ibukota. Bahkan toko nya kecil, nyempil di pojokan mal yang punya 5 lantai ini. Tak tak apalah lumayan buat refresing. Mengingat budget dan daftar buku yang belum baca di rak, niatan saya memang tak beli buku. Hanya melihat-lihat. Seperti biasa, langkah saya langsung ke bagian novel.

Saya sempat pegang novelnya Rhein Fathia yang Coupl(ov)e. Novel yang sempat saya baca pdf-nya sebelum terbit. Wah mahal juga ya di pdf setebal 205 halaman setelah cetak menjadi seharga Rp. 62 ribu. Novel yang sangat bagus,tentang sahabat jadi cinta. Thank Fathia, sudah kasih baca gratis. Hehe…, lalu sempat pegang juga novel-novel klasik terbitan Balai Pustaka yang kena diskon 10%. Dari Siti Nurbaya, Belenggu, Layar Terkembang, Sengsara membawa nikmat, Perawan di Sarang Penyamun Sedih dan Gembira, Atheis, Mekar Karena Memar, Salah Asuhan Pagar Kawat Berduri, sampai Katak Hendak Menjadi Lembu. Mayoritas sudah baca di perpus sekolah dulu tapi tetap ingin memajangnya di rak rumah. Suatu saat nanti! Saya punya kartu member Book Store yang selalu kena diskon 10%, sayangnya itu toko ga ada di Karawang.

Lanjut ke novel remaja dan anak-anak. PACI, KKPK, Pinkberry. Ketemu bukunya Sherina Salsabila yang sudah kubaca sebelum beredar luas. Yang saya temukan yang ‘MyBest Friend Forever’. Saya sudah beli via Sherina langsung dengan ttd-nya jadiwaktu di toko buku cuma pegang-pegang doang. Novel khas remaja tentangpersahabatan yang saya yakin itu adalah pengalaman pribadi Sherina sendiri. Dalam kata pengantarnya nama saya disebut, yang waktu itu saya kehilangan Saoirse. Sherina memang salah satu pemberi semangatku. Oh iya, saya hutang 1 review ke dia. Nanti ya Sher…

 

Lalu ada sebuah buku yang bagus yang kemarin saya baca paling lama. Karena tak berplastik. Harganya Rp. 56 ribu berjudul ‘Genius Menulis’ karya Faiz Manshur. Di situ dibeberkan bahwa para jenius adalah produktif. Dari era zaman batu sampai modern mereka para jenius telah mematenkan karya mereka. Banyak quote penulis terkenal di dalamnya. Trick untuk menjadi penulis. Sampai penyemangat nekat yang harus dilakukan bagi mereka yang ingin mengabadikan nama di dunia ini. Isinya membakar motivasi dan banyak tips berharga di dalamnya. Pengen banget membawa pulang buku tersebut, namun saya ngak ada budget dengan harga segitu. Endorment-nya Remy Silado, salah satu novelis favorite saya. Nasehatnya membakar, seperti biasanya.

Setelah sholat maghrib di mushola mal, saya balik lagi untukmuter dan baca lagi. Sempat melirik isi dompet, ada selembar biru 50-an. Kere amat saya ya. Yah,masih bisa lah bawa pulang 1 buku yang harganya di bawah itu. Akhirnya saya putuskan beli dengan cari harga yang sesuai. Menelusuri lagi rak demi rak. Ada buku yang sepertinya bagus karya Sihar Ramses Simatupang berjudul ‘Misteri Lukisan Nabila’. Harganya juga cocok Rp. 36 ribu, wah sesuai dengan isi dompet. Salah satu endorment yang ada di back covernya juga menggelitik pikiran.

“Surealisme adalah fusi, penggabungan antara mimpi dan realitas; sublimasi kontradiksi-kontradiksi lama antara yang ideal dan yang riil. Novel ini memikat karena ini tidak lepas dari kecenderungan melarutkan kontradiksi dalam api cinta. Surealis bukan politik dan bukan pula yang menyenangkan. Membaca novel ini kita seakan digiring ke suatu posisi tertentu dari pemikiran di mana kehidupan dan kematian nyata dan imajiner, masa lampau dan masa depan, bertentangan.” – – Gerson Poyk (sastrawan dan wartawan senior).

Setelah ditimbang-timbang saya putuskan membeli ini novel. Jadi teman-teman penulis sekalian, banyak factor untuk membeli buku. Salah duanya harga dan pernyataan seseorang di belakang cover. Setelah pleselir sebentar ke kos temanku, Grandong sampai jam 9 pm lalu jemput istri yang selesai belajar. Sampai rumah, setelah isya dan Yaa siin bentar kubuka ini plastic buku. “sreeeettttt…”, sobek dah. Sementara istri lanjut membuka laptop guna berpusing ria dengan Tugas Akhirnya, saya sambil tiduran memulai baca ‘Misteri Lukisan Nabila’. Dapat 1 bab pengantar tentang invasi bangau di Istana Negara, dan tokoh kita Nabila yang di pagi ini sedang bersiap aktifitas sambil melihat televisi. Bab 1 selesai, saya mau lanjut tidur, ngantuk sekali. Tunggu review saya nanti, terakhir sebelum terlelap saya lihat istri saya pegang kepala menghadap laptop menatap diagram kompleks di Microsoft visio-nya. Pusing.

Karawang, 100613