Matilda #7

image

120810 – Kalau disuruh menyebutkan siapa penulis favorit maka nama Roald Dahl jelas masuk daftar utama. Saya selalu terkesan setiap kelar melahap bukunya, walau saya belum membaca semua, satu demi satu, dan Matilda ini adalah yang terbaik selain The BFG. Buku ini milik Tanti MF, teman dari Bekasi. Saya menyebutnya adik karena memang saat kenal dari grup film dia adalah yang termuda, pas ketemu orangnya imut, mungil karena memang masih anak sekolah. Hhmm… 5 tahun lalu sepertinya. Beberapa bukunya masih ada di saya, tapi beberapa bukuku juga ada di dia. Sekarang Tanti sedang kuliah di luar kota, jadi sudah sibuk dengan dunia perkuliahan dan jauh…
Matilda adalah anak istimewa. Sangat jenius sekaligus perasa. Belum genap berusia lima tahun dia sudah membaca buku-buku penulis besar. Sebut saja penulis hebat masa lalu, dia pasti tahu. Charles Dickens, Charlotte Bronte, Jane austen, Rudyard Kipling, HG Welss, Ernest Hemingway sampai George Orwell. Saya baru mengenal separuh dari daftar bahkan saat kuliah. Benar-benar balita langka. Namun kehebatannya ternyata tak berasal dari orang tuanya. Ayahnya Mr. Wormwood adalah pedagang mobil yang licik, ibunya seorang ibu rumah tangga yang malas dengan hobi main judi dan nonton tv. Kakaknya Michael yang dibanggakan ternyata cuek. Matilda seakan ditelantarkan, sehingga kegemarannya membaca disalurkan saat di rumah tak ada orang dan pergi ke perpustakaan. Mrs. Phelps lah yang pertama kali mengetahui keistimewaan Matilda, penjaga perpus yang mengenalkan orang-orang hebat dunia pustaka.
Di rumah Matilda benar-benar dicuekin. Dia terlambat didaftarkan sekolah, saat berusia lima setengah tahun baru masuk SD Crunchem Hall. Di sekolah itulah kehebatan Matilda makin terasah, bersama Miss Honey wali kelas Matilda yang sudah pandai berhitung dan lancar membaca dibiarkan berkreasi. Saat anak-anak yang lain belajar mengeja, dia malah santai membaca buku yang lain. Saat yang lain belajar berhitung dasar, Matilda sudah khatam. Konflik muncul dari dalam. Adalah Mrs Trunchbull sang kepala sekolah yang bertangan besi membuat sekolah bak neraka. Semua anak takut padanya. Karena kebencian itulah seakan anak-anak berlomba membuat ibu kepsek menderita. Pernah ada yang memberi obat bubuk gatal di celana trainingnya, dihukum. Ada yang mencuri kue sarapannya, dihukum. Ada yang makan permen saat pelajaran, dihukum. Bahkan ada yang berpenampilan kepang dua agar terlihat cantik, juga dihukum karena di mata Mrs Trunchbull itu merusak pemandangan. Hal tersebut salah satu alasannya ternyata dia adalah mantan atlit lempar martil. Sehingga ‘melempar’ anak-anak ibarat latihan.
Dan giliran Matilda yang kena, suatu hari Matilda marah karena dituduh menaruh ulat di meja. Keajaiban pertama terjadi, dengan air muka marah, Matilda seakan-akan muncul perasaan aneh, terutama di matanya. Seperti ada tenaga listrik terkumpul di situ. Ia seakan ada kekuatan tumbuh dari dalam, tapi ini perasan lain yang tak dimengerti. Seperti kilat yang menyambar-nyambar, ia merasa ada panas percikan di matanya. Dilihatnya gelas yang ada di meja, dan ajaib saat dia berbisik “Gulingkan! Gulingkan gelas itu..!” gelas tersebut goyah dan beberapa saat kemudian terguling.
Karena di rumah tak nyaman dan Matilda butuh pelajaran tambahan, bersama Miss Honey mereka belajar banyak hal. Salah satunya puisi:
“Janganlah gadisku mengembara jauh dan dekat. Ke negeri dongeng-dongen perapian yang hangat, dan tertidur lelap kena sihir yang kuat. Takut atau percaya, si serigala berbulu domba akan melompat sambil melolong nyaring, manisku, manisku. Keluar dari sarangnya di balik tumpukan dedaunan yang basah oleh embun. Lalu memangsa hatim, dalam pondok mungil di hutam mawar”.
Kedekatan mereka membuat sebuah rahasia besar terungkap. Dan misi balas dendampun dilancarkan. Berhasilkah? Sementara di rumah orang tuanya kena kasus, mobil-mobil bekas yang dijual Mr Wormwood bermasalah karena banyak mobil curian sehingga mereka berencana kabur. Bagaimana nasib Matilda?
Well, tanpa ragu saya beri 5 bintang untuk cerita seru ini. Dulu sebelum Hermione lahir, saya sempat mau menamai Matilda namun ga disetujui istri. Lagian teman lama menyindirnya saat ide itu saya lontarkan di social media. Dia berujar, ‘Matilda kalau diplesetin jadi matil-nda’ yang kurang lebih berarti ikan lele mematil. Awalnya tak peduli, apalagi anak pelatih Jose Maourinho adalah Matilda jadi makin mantab. Namun yaitu tadi, nama itu kurang diterima. Saya kalau suka sesuatu memang sering terobsesi, Matilda ini adalah salah satu novel terbaik sepanjang masa yang berpengaruh besar.
Roald Dahl lahir di Wales 1916 dan meninggal tahun 1990. Novel pertamanya, ‘James and the Giant Peach’ terbit tahun 1961. Tahun 1988 The Times pernah berkomentar: “Dia adalah si Peniup Seruling Ajaib. Alunan serulingnya membujuk dan tak terelakan.”
Matilda | oleh Roald Dahl | ilustrasi Quentin Blake | Penerjemah Agus Setiadi | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan Keenam: Januari 2010 | 264 hlm; 20 cm | ISBN: 978-979-511-167-2 | Skor: 5/5
Karawang, 070615 – Clash of Clans
#7 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

(review) Boxtroll: The Troll Hunter, Roald Dahl Wanna-Be

Featured image

Film animasi kandidat Oscar 2015 pertama yang saya tonton. Tagline-nya menantang kita, Dare to be box? Dari orang yang pernah mempesona kita dengan film Coraline. Film dibuka dengan sebuah kota menjelang malam, warga segera menutup rapat-rapat pintu dan jendela karena ada boxtroll yang berkeliaran yang bisa menculik anak-anak. Tersebutlah Archibald Snacther (Ben Kingsley) – si topi merah, dan pasukannya yang menawarkan kepada wali kota Lord Portkey Rind (Jared Haris) — si topi putih, untuk membasmi para boxtroll. Sang walikota setuju, tapi pertaruhannya besar yaitu topi putih sebagai lambang kekuasaan akan berpindah tangan.

Cerita lalu fokus kepada para boxtroll, sebuah makhluk troll yang memakai boks (mengingatkanku pada kura-kura) sebagai pakaian mereka, dalam kesehariannya mereka membawa barang-barang rongsokan dari dunia atas (kota) di malam hari. Membawanya pulang ke dunia bawah (sebuah tempat tinggal yang dibangun di bawah tanah oleh troll) untuk dijadikan perlengkapan hidup, siangnya mereka kembali dan tidur. Mulai dari roda, besi-besi tua, lampu, boneka, sampai kardus-kardus yang kiranya menarik dan bermanfaat. Tersebutlah dua karakter utama troll: Fish (Dee Bradley Baker) dan Shoe (Steve Blum) yang akan mewarnai sepanjang film. Boxtroll ketika diburu selalu masuk ke dalam bok ketakutan. Persis kura-kura pas mau ditangkap. Lucu sekali melihat ekspresi mereka. Dan yang mengejutkanku ada sebuah boxtroll seorang bayi manusia bernama Eggs (Issac Hempstead Wright) di antara mereka. Eggs secara flash sebuah musik yang menawan tumbuh menjadi remaja.

Eggs lalu bergabung dengan boxtroll lainnya setiap malam ke dunia atas. Lalu secara tak sengaja bertemu dengan putri Lord Portkey, bernama Winnie (Elle Fanning). Winnie yang penasaran dengan boxtroll akhirnya berhasil mengajak berbicara Eggs dan menjelaskan kenapa warga ketakutan. Justru Eggs yang terkejut karena, dalam sebuah drama pinggir jalan diparodikan boxtroll telah menculik seorang bayi Trubshaw, sehingga anggapan dunia atas itu tidak benar. Sampai akhirnya Winnie terperangkap di dunai bawah, dan terkejut sampai teriak: Where are the rivers of blood, and the mountains of bones? I was promised rivers of blood!

Keadaan makin runyam karena boxtroll makin hari makin habis yang setiap malam dibasmi pasukan topi merah. Dan sang boxtroll favorite, dalam adegan dramatisnya Fish tertangkap. Namun tetap saja para boxtroll itu sudah menjadi kewajaran, Eggs tak setuju. Shoe yang mengajak bercanda Eggs dengan main lempar serangga, tetap bergeming sedih. Cintanya pada Fish membulatkan tekad untuk menyelamatkannya. Bersama Winnie mereka mencoba membongkar rahasia di balik tertangkapnya boxtroll. Berhasilkah?

Mr Pickles: We exterminators! Of justice!

Mr. Gristle: We exterminate justice!

Well, saya terkejut. Film sesederhana ini bisa masuk nominasi best animasi Oscar. Ceritanya ketebak, plot hole di mana-mana, aksinya juga standar. Dibanding Coraline yang rilis 5 tahun lalu, jelas Boxtroll tak ada apa-apanya. Saya berani jamin ini film ga akan menang di perhelatan Oscar nanti, bahkan saat saya belum menonton pesaing yang lain. Duh! Overall, cerita film yang so so sini mengingatkanku pada kisah-kisah yang ditulis Roald Dahl dengan sentuhan warna-warni. Ingat The BFG, nah boxtroll dalam imajinasiku tampangnya mirip mereka tapi ga raksasa. Membayangkan BFG tersenyum pada ratu Inggris sama seperti senyum Fish yang innocene.

Oiya, saat credit title muncul nikmatilah, sampai lima menit akhir akan ada scene after credit. Nyentil sekali dua orang ini, Pickles dan Gristle. Kita hidup di dunia ini, hanya setitik air. Bahkan gerakkan kita pun sudah diatur yang Maha Besar. Besarkah? See…

Boxtroll | Directed by: Graham Annable, Anthony Stacci | Written by: Irena Brighull, Adam Pava | Cast: Ben Kingsley, Jared Haris, Elle Fanning, Nick Frost, Issac Hempstead Wright | Skor: 3/5

Karawang, 200115

The BFG (Roald Dahl) #Nostalgia

Image

Catatan: Kiriman Nostalgia yang kelima ini tentang Novel dari penulis legendaris Roald Dahl yang saya pasang di Facebook empat tahun lalu. Novel ini menjadi favorite kedua setelah ‘Matilda’. Sampai sekarang ternyata boxset yang saya idam-idamkan itu belum terwujud untuk terpajang di rak buku saya. Sejauh ini baru baca enam novel yang sudah kunikmati dan langsung menjadi pengarang favorite. Mudah-mudahan tahun ini terwujud.

Novel ini aku beli di Gramedia MM Bekasi pada tanggal 09 Maret 2010 ketika menanti film ‘Alice In Wonderland’ diputar. Hanya butuh semalam untuk menyelesaikan novel setebal 200 halaman tersebut, dan aku terkesan. The BFG (Big Friendly Giant) bercerita tentang seorang raksasa yang kesehariannya bertugas meniupkan mimpi ke umat manusia. Pada suatu malam yang sunyi ketika menjalankan aksinya BFG “kepergok” sama seorang anak bernama Sophie. Karena takut rahasia kaum raksasa terbongkar maka BFG menculik Sophie dan membawanya ke negeri raksasa. Di sanalah akhirnya seluruh rahasia dibongkar.

Kaum raksasa memakan manusia (mereka menyebutnya tomat manusia), kecuali BFG yang memakan sejenis sayuran snozzcumber dan meminum frobscottle sehingga menghasilkan whizzpopper. Para raksasa tak bisa mengucapkan kata-kata dengan benar jadi jangan heran kalau ada beberapa kalimat pola katanya rancu. Dalam cerita the BFG ini hanya ada 10 raksasa dan 6 karakter manusia yang muncul. Yaitu:

1. Fleshlumpeater, pemakan bongkahan daging

2. Bonecruncher, peremuk tulang

3. Manhugger, penjepit manusia

4. Childchewer, pengunyah anak kecil

5. Meatdripper, penyobek daging

6. Gizzardgulper, penelan empedu

7. Mainmasher, pelumat gadis

8. Bloodbottler, peminum darah

9. Butchur boy, penjagal

10. BFG, tokoh utama, raksasa yang baik. Tingginya “hanya” 7 meter dan paling kerdil diantara para raksasa.

Sedangkan 6 karakter manusia yang muncul:

1. Ratu Inggris

2. Mary, pelayan ratu

3. Mr. Tibbs, kepala rumah tangga istana

4. Kepala angkatan darat

5. Kepala angkatan udara

6. Dan tentu saja Sophie, anak yatim piatu.

Setiap malam, tanpa disadari puluhan manusia hilang dijadikan santapan raksasa. Hingga akhirnya Sophie dan BFG bersatu menyusun strategi untuk menghentikannya. Bisakah misi mustahil tersebut terlaksana? Sebuah kejutan di-ending yang hanya berisi 2 alenia akhir akan membuat anda terperangah. Salute Roald Dahl!!!

Berikut beberapa kutipan dialog yang memorable:

-> “T.. tolong jangan makan aku,” kata Sophie tergagap

Si raksasa terbahak-bahak. “Hanya karena aku raksasa, kau pikir aku kanibul pemakan manusia!” dia berteriak. “Kau benar! Semua raksasa kanibul dan pembunuh! Dan mereka suka menelan tomat manusia! Kita di negeri raksasa sekarang! Ada raksasa di mana-mana!”

-> Semua Negara kecuali Arab Saudi kerap mereka kunjungi,” jawab BFG. “Negara yang dikunjungi tergantung pada keadaan si raksasa. Jika udara sedang panas dan si raksasa merasa kepanasan seperti wajan di atas kompor, dia mungkin pergi di Negara dingin di utara yang jauh untuk menelan satu atau dua orang Eskimo yang enak dan gemuk menurut raksasa terasa seperti es loli yang lezat”

-> “Mimpi,” katanya “saat terbang melayang di udara malam hari, mengeluarkan suara kecil yang mendengung. Tapi dengungan itu begitu lirih dan lembut, sehingga mustahil di dengar oleh tomat manusia”

“Lebih dari itu, aku mendengar suara langkah-langkah itu dengan amat nyaring,” kata BFG. “Saat kumbang kepik melangkah di daun, aku mendengar langkahnya bersuara keteplak-keteplak-keteplok seperti langkah kaki raksasa”

-> BFG menatap Sophie dan tersenyum, memperlihatkan sekitar dua puluh gigi yang putih besar dan berbentuk kotak. “kemarin,” katanya, “kita tak percaya raksasa ada, bukan? Hari ini kita tidak percaya snozzcumber ada. Hanya karena kita belum pernah melihat sesuatu dengan kedua kerling kita, bukan berarti sesuatu itu tidak ada…”

-> “Setiap orang membuat whizzpopper (kentut), jika kau menyebutnya begitu,” kata Sophie. “Raja dan ratu berbuat whizzpopper. Presiden berbuat whizzpopper. Bintang-bintang film yang glamour berbuat whizzpopper. Bayi-bayi kecil berbuat whizzpopper. Tapi dari tempatku berasal, tidak seorangpun membicarakannya.”

“Menggelitikkan!” kata BFG. “Jika semua orang berbuat whizzpopper, mengapa mereka tidak boleh membicarakannya?”

-> “Dia menunduk dan mengeluarkan Sophie dari saku rompi. Sekarang Sophie berdiri di sana, memakai piama kecil, bertelanjang kaki. Dia menggigil dan melihat berkeliling, mengamati gumpalan kabut yang bergulung-gulung dan uap halus yang bergolak menakutkan.

“Di mana kita sekarang?” Tanya Sophie.

“Kita ada di negeri mimpi,” kata si BFG. “Kita di tempat asal mimpi-mimpi.”

-> “Jahat sekali,” kata Sophie. “Semua yang hidup butuh makanan. Bahkan pohon dan tumbuhan.”

“Angin utara hidup,” kata BFG. “Dia bergerak. Angin menyentuh pipimu dan tanganmu. Tapi tak ada yang memberinya makan.”

-> “Kapan kau ingin aku mencampur mimpi-mimpi itu?”

“sekarang,” kata Sophie. “Segera”

“Kapan kita bertemu ratu?”

Malam ini, segera setelah kau mencampur mimpinya”

-> “Aku siap” kata Sophie. Jantungnya mulai berdegup keras saat memikirkan apa yang bakal mereka lakukan. Mereka akan melakukan hal liar dan gila-gilaan. Mungkin mereka berdua akan dijebloskan ke penjara.

-> “Hebat sekali!” Bisik Sophie. “Sekarang cepat! Lompati dinding itu”

-> “Sampai jumpa,” bisik Sophie

Tiba-tiba, tanpa terduga, BFG mencondongkan tubuh ke depan dan mencium lembut pipi Sophie. Rasanya Sophie ingin menangis. Saat ia menoleh untuk menatap si raksasa, BFG telah menghilang. Raksasa itu lenyap ditelan kegelapan taman.

-> “Bawa dia ke lantai dan beri sarapan,” ratu memerintahkan.

…Ia melangkah dengan menakjubkan melintasi halaman istana menuju jendela.

Pelayan menjerit.

Ratu tersentak.

Sophie melambai.

… kepalanya, setelah ia berdiri tegak, nyaris sejajar dengan para penontonnya di jendela, “Yang melia,” katanya. “Aku hambamu.” Ia membungkuk lagi,

-> “Selamat pagi,” kata Ratu. “Apakah semua baik-baik saja di Swedia?”

“Semua kacau!” jawab raja Swedia. “Terjadi kepanikan di ibukota! 2 malam lalu, 26 warga negaraku hilang! Seluruh negeri dalam kepanikan”

… Dalam 5 detik terdengar suara,”Di sini sultan Baghdad,” suara itu berkata.

“Dengar sultan,” kata Ratu. “Apakah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di kotamu 3 malam yang lalu?”

“Setiap malam ada kejadian yang tak menyenangkan di Baghdad,” kata sultan. “Kami memenggal kepala orang seperti memotong peterseli.”

-> “Itu bukan alasan bagi kita untuk berbuat yang sama,” kata Ratu. “Dua kesalahan tidak membuat satu kebenaran”

“Dan dua benar tidak membuat satu salah!” seru BFG.

-> “Keingintahuan dapat membunuh tikus”

-> “Kau pandai sekali,” kata Ratu. “Kau kurang berpendidikan tapi kau bukan orang bodoh, aku dapat melihatnya.”

MIMPI MIMPI

Pada bab 14 terdapat mimpi-mimpi yang dibaca Sophie. Mimpi-mimpi (di buku tertulis dengan huruf capital semua) tapi buat kenyamanan bersama aku tulis dengan tulisan normal, walau semua kata tetap berusaha aku tulis sesuai aslinya. Apakah mimpi anda? Apakah berikut diantaranya:

1. Mimpi ini tentang binaga aku menyelamatkan guruku dari bahaya tengelam. Aku ke sungai dari jembatan yang tinggi dan aku menyeret guruku ke pinggir lalu aku memberinya ciuman kematian

2. Hari ini aku duduk di kelas dan menyadari bahuwa jika aku memandang guruku sunguh-sunguh dengan tatapan husus, aku dapat membuatnya tidur. Maka aku memandangnaya terus dan ahirnya kepalanya jatuh ke meja dan dia terus tidur dan mendekur keras. Lalu masuk kepala guru dan dia berteriak ‘bangun miss Plumbridge! Beraninya kau tidur di kelas! Ambil topi dan mamtelmu, lalu tingalkan sekolah ini selamanya! Kau dicepat!’ Tapi cepat-cepat aku buat kepala guru tidur juga, dan dia merosot pelan ke lantai seperti jeli dan di sana dia berbaring tergetelak dan mulay mendekur lebih keras daripada miss Plumbridge. Lalu kudengar suara ibuku berkata bangun sarapanmu telah sip.

3. Aku membuat sepasang sepatu bot yang dasarnya dapat melekat dan saat kupakai aku bisa jalan di dinding dapur dan naik ke langit-langit saat kaka perempuanku masuk dan berteriak padaku seperti biasa, berteriak sedang apa kau di atas sana dan aku meliat ke bawah ke arahnya dan tersenyum dan aku berkata pernah bilang padamu bahwa kau selalu meneriakiku seperti mengusir cicak yang menempel di dinding dan kau berhasil

4. Lelepon berbunyi di rumah kami dan ayahku mengangkatnya dan berkata dengan suara yang terdengar penting “Di sini Simkins” lalu wajahnya menjadi pucat dan suaranya menjadi aneh dan dia berkata “Apa? Siapa?” Lalu dia berkata “Ya, sir saya mengerti, sir tapi pastinya anda ingin berbicara dengan saya, bukan dengan anak lelaki kecil saya?” wajah ayah berubah dari putih ke umu tua dan dia menelan ludah seperti ada lobster yang nyangkut di tenggorokannya lalu ahirnya dia berkata, “Ya sir baiklah, sir. Akan kupanggil dia, sir.” Dan dia menoleh ke arahku dan berkata dengan nada suara menghargai “apa kau kenal presiden Amerika serikat?” dan aku berkata “Tidak tapi kupikir dia pernah mendengar tentangku.” Lalu aku berbicara lama di lelepon dan berkata sesuatu seperti “Biar aku tangani, tuan presiden. Anda akan mengacaukan jika anda yang menangani.” Dan mata ayahku melotot keluar dari kepalanya dan saat itu kudengar suara asli ayahku berkata Bangun, gembel malas. Kalau tidak, kau akan telambat ke sekolah.

5. Aku mandi beredam dan sadar jika kutekan pusarku cukup keras, perasaan aneh menjalar di sekujur tubuhku dan tiba-tiba kakiku ilang. Juga kedua tanganku. Bahkan sekujur tubuhku menjadi tak kasat mata. Aku tetap ada tapi tak ada orang yang yang bisa liat bahkan aku juga. Lalu ibuku masuk dan berkata “mana anak itu! Dia ada di bak mandi seminit yang lalu dan pasti belum mandi dengan bersih!” maka aku berkata “Aku di sini” dan dia berkata “dimana?” dan aku berkata “di sini” dan dia berkata “dimana?” dan aku berkata “di sini” dan dia berteriak “Hendry! Kemari cepat!” dan saat ayahku belari masuk, aku sedang membersihkan tubuh dan ayahku meliat sabun melayang-layang di udara tapi tentu dia tidak liat aku dan dia berteriak “Di mana kau nak?” dan aku berkata “Di sini” dan dia berkata “Dimana?” dan aku berkata “Di sini” dan dia berkata “sabunnya nak! Sabunnya melayang di udara!” lalu aku menekan pusarku lagi dan sekarang aku keliatan. Ayahku girang setengah mati dan berkata “kau si anak gaib” dan aku berkata “Sekarang aku akan bersenang-senang,” jadi ketika keluar bak dan mengeringkan tubuh, aku memakai jubah mandi dan sandalku dan kutekan pusar lagi agar tak kasat mata dan aku pergi ke tengah kota dan melangkah di jalan. Tentu hanya aku yang tak kasat mata tapy pakaianku tidak maka waktu orang-orang liat ada jubah mandi dan sandal melayang di jalan tanpa ada isinya, terjadi kepanikan semua orang berteriak-teriak, ”Hantu, hantu.” Dan orang-orang menjerit-jerit di segala arah dan polisi-polisi bertubuh besar dan kuat lari menyelamatkan diri dan yang paling seru aku liat Mr. Grummit guru aljabarku keluar dari kedai minum dan aku melayang ke arahnya dan berkata, “huu” dan dia melolong ketakutan dan lari masuk kembali ke kedai minum dan aku bangun dengan perasaan senang seperti kriyangklontang.

6. Aku menulis buku dan buku itu sangat menarik sehingga tak seorang pun dapat berhenti membaca. Begitu membaca baris pertama, kau terpaku hingga halaman terahir. Di semua kota, orang-orang melangkah di jalan bertabrakan satu sama lain karena wajah mereka terpaku di bukuku dan para dokter gigi mebaca sambil berusaha menambal gigi tapi tak ada yang peduli karena orang-orang juga membaca di bangku dokter gigi. Sopir-sopir mebaca sambil menyetir dan mobil-mobil bertabrakan di seluruh negri. Ahli bedah otak mebaca saat mengoperasi otak dan pilot-pilot pesawat udara mebaca dan sampay ke Timbuktu dan bukannya ke London. Pemain bola mebaca di lapangan karena tak dapat meletakan bukunya. Juga para pelari olimpiyade saat mereka lari. Semua orang harus melihat apa yang terjadi berikutnya di bukuku dan saat bangun, aku masih gembira kerena menjadi penulis terbaik di dunia hingga ibuku masuk dan berkata aku meliat buku latihan bahasa inggrismu tadi malam dan ejaanmu sungguh keterlaluan juga tanda-tanda bacanya.

7. Aku mendaki gunung Everest dengan hanya ditemani kucingku. Aku menciptakan mobil berbahan bakar pasta gigi. Aku bisa membuat lampu listrik nyala dan mati hanya dengan bicara dalam hati. Aku hanya anak lelaki berumur 8 tahun tapi janggutku tumbuh panjang dan lebat dengan indahnya dan semua anak lelaki lain iri padaku. Aku bisa terjun dari jendela tinggi manapun dan melayang turun dengan aman. Aku punya peliharaan lebah yang bisa membuat music rock and roll saat terbang.

In short, Roald Dahl memang pengarang favorite anak-anak (orang dewasa juga) sedunia. Karena aku terkesan dengan the BFG maka 1 paket buku karya Roald Dahl seharga 300 ribu cepat atau lambat pasti akan kumiliki. Cerita bagus dengan penuturan ringan. Hmmm, hebat!

Well, Buku ini ada disini dan kau baru saja selesai membacanya.

END.

Ruanglain31, Cikarang 20 Maret 2010

(cuaca sore yang tak tentu, sesaat yang lalu hujan, sesaat yang lalu panas)

Karawang, 160114