Finale 2018

Prediksi para expert FOC.

LBP
Perancis 3-0 Kroasia
Piala Dunia 2018 sudah di ujung. Perancis kedua kalinya atau Kroasia ukir sejarah pertama kali. Siapapun yang menang, ga da bau Lazio di sana. Enjoy the game.

The And
🇫🇷 2-2 🇭🇷
Mandzukic
Gak ada pertai final yang mudah, apa lagi event seakbar WC2018. Waktu normal bakal berjalan ketat, Kroasia bisa aja unggul tapi hasil akhir tetep imbang. Lanjut ke ET. ☺

Siska
Prancis 2-0 Kroasia
Griezmann
Sebenernya mau dukung salah satu bek terbaik di dunia sih. Tapi masih sakit hati udah menyingkirkan tim medioker huft. Semoga mamas Grizzi bisa bawa pulang trofi ke rumah 😚

AW
Prancis 2-1 Kroasia, Mbappé
Prancis tetap unggulan pertamak. Kroasia tidak akan dipermak. Si starlet muda bakal menggebrak.

YR
Perancis 3-2
Griezmann
Kedua team akan bermain terbuka dan habis2an di partai puncak.
Kroasia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang datang tetapi Perancis lebih berpengalaman dan lebih matang

Bob
Prancis 0-1 Kroasia, Manzukic
Siklus 20 tahunan akan terulang. Juara baru lahir. Kroasia berpesta

Istrike2modric
Prancis 0-2 kroasia, modric
Awalnya dukung Prancis. Apalagi pas bisa ngalahin Argentina. Berhubung Prancis ngalahin Belgia jadi eke jagoin Kroasia 😘

Papante
Fra 2-0 Cro
Giroud
Waktu SMP suka nonton film perancis. Waktu SMA nonton timnas Perancis. Waktu kuliah nonton perancis nangis.

Bgs
Perancis 0 – 1 Kroasia
Perisic
Kroasia menang. Aku senang karena menang arisan. Horeeee.

Emas Pogba
Perancis 3 – 1 Kroasia
Grizman
The king Pogba akan mengobati kekecewaan teman2nya di emyu. Dia akan membawakan foto piala kepada Young, Rashford dan Lingard saat sesi latihan di Carrington. Dua bintang di jersey besok seolah sebagai pertanda Jokowi 2 periode?

Jean Damar Piquet
Giroud
Prancis 2-0 Kroasia
Prancis kali ini akan menang dengan Kroasia. Keunggulan stamina dan rapatnya perlini menjadi andalannya. Giroud akan menjadi pahlawan dengan goal ajaibnya dan rakyat Prancis pun bersuka cita.

AP
FRA v CRO 1-0
Griezmann
“20 tahun lalu di Omis, kampung halaman saya. Saya mendukung & mengenakan jersey Kroasia. Saya hanya bisa bermimpi bermain untuk Kroasia & mencetak gol penting yg membawa tim ke final”. – Perisic

FA
Prancis 1-2 Kroasia
Rebic
Final malam nanti akan menjadi sejarah baru dari negara wilayah Balikan. Sekaligus wakil Eropa Timur pertama yg bisa merengkuh trofi WC. Setelah hasil gemilang ini negara2 tetangganya yg lain seperti Slovenia, Bosnia, Serbia dan Albania salah satunya bakal masuk 4 besar Euro 2020.

Takdir
Per 1-2 Kroasia
Modric
Kekuatan Eropa Timur yang paling hebat ada di final. Kita sambut juara baru. Saatnya estafet Pemain Terbaik Dunia dilakukan.

JK
France – Kroasia : 3-3
Perisic
Permaianan adu strategi. Bukan hanya fisik. Gol gol tercipta. Imbang. Pinalti. Kroasia 🏆

Basile DC Boli
Perancis 2-0 Kroasia
Mbappe
Ga terasa Piala Dunia tinggal menyisakan 1 partai yg maha penting.
Perancis v Kroasia?
Saya menjagokan Perancis.

Parnia Porsche Prayitno (3P)
FRA 2-1 Croatia; Giroud
Analisis: Aku ra nyongko kowe tego karo konco. Jarene konco kenthel, Bojoku tok sleding tekel. Opo ra ono Kim. l liyo sing seneng kowe. Nganti kowe nikung bojone konco dewe. Horas Sherina We Love You!

Karawang, 150718

Iklan

Kubik Leadership #30

“Kesuksesan adalah ketika berhasil mencapai apa yang diinginkan…”

Akhirnya tulisan ke 30 dari 30 hari yang direncana selesai juga. Event #30HariMenulis #ReviewBuku tahun ini memang agak berat karena berbenturan Libur Lebaran di tengah bukan. Namun karena sekarang saya punya event tahunan baru #JanuariBaca 31 buku maka pilihan mana yang akan kuulas jadi sangat banyak, sangat variatif. 15 buku lokal dan 15 buku terjemahan masih sesuai target. Sehingga punya banyak pilihan. Dan jujur saja, malah sekarang melimpah mau review buku apa lagi? Ada banyak buku yang antri kureview, rencana setiap tahun bulan Juni pilih Sidney Sheldon gagal, rencana mau lanjut ulas Harry Potter, Narnia dkk yang seri-seri berikutnya juga gagal. Banyaknya pilihan menjadikan asal ambil saja di rak yang kelihatan, menjadikan koleksi lama tak tersentuh. Yah, akan saya cicil kejar. Sementara itu, mari kita nikmati di hari ke 30 ini dengan salah satu buku non fiksi terbaik Indonesia…

Buku self improved yang fantastis. Ga banyak buku motivasi yang kubaca, ga banyak pula yang bisa mengesankanku. Kebanyakan teori kosong, biasanya cuap cuap umum yang musah didapat di sosmed, mayoritas ‘jual diri’ membabibuta kesuksesan Penulisnya tanpa esensi jalan bagus yang pernah dicipta itu seperti apa, seakan promo hitam.

Nah, Kubik Leadership ini lain. isinya padat, benar-benar memotivasi, teorinya jelas dan logika untuk diikutinya jalan. Sungguh beruntung dapat membaca pinjam dari teman kantor. Saya selesaikan baca tahun 2015 dan selama beberapa hari ada aura positif yang membuncah untuk berbuat baik, untuk menentukan target hidup, untuk membantu sesama, dan rencana-rencana baik menyelimuti pikiran. Inilah buku motivasi sesungguhnya, tajam dan berpengaruh.

Ada tiga pilihan cara untuk memperbaiki nasib Anda. Pertama, timgkatkan valensi Anda. Kedua perbaiki cara hidup Anda dengan menggunakn strategi dan teknik sukses tertentu. Ketiga, dan ini yang terbaik adalah melakukan cara pertama dan kedua secara bersamaan.

Kayakinan adalah seperangkat prinsip dan nilai yang sekaligus menjadi misi suci hidup kita.

“Kami coba mengingatkan bahwa obat untuk pasien… obat bukan untuk laba. Laba mengikuti, dan bila kita mengingat hal itu, laba tidak pernah gagal untuk muncul. Semakin baik kita mengingatkannya, semakin besar labanya.” – George Merck II

“… lebih baik menjual mobil dalam jumlah besar dengan laba yang masuk akal dan retaif kecil… saya meyakininya karena dengan cara ini memungkinkan banyak orang membeli, menikmati, dan menggunakan mobil sehingga perusahaan dapat mempekerjakan banyak tenaga kerja denagn gaji yang lebih baik. Itulah dua tujuan hidup yang saya miliki.” – Henry Ford, 1916

Bagaimana menjadi seornag expert: Berilmu – Bersyukur – Bersabar

Apa yang menjadi prinsip Tuhan adalah sebuah eksistensi dan prinsip-prinsip yang hanya dimiliki oleh Tuhan, kita sebagai makhluk-Nya harus berupaya untuk bisa tunduk-patuh mengikuti-Nya.

“Hal terpenting yang perlu diketahui mengenai manusia adalah kita terbuka untuk segala kemungkinan. Tidak ada kodrat yang bisa diubah, dan karenay kita hampir bisa menjadi apa pun, yaitu menjadi paling sempurna atau paling bejat.” – Oliver Leaman

“Ketika Anda terinspirasi oleh sebuah tujuan yang mulia, seluruh pikiran Anda akan mampu menembus keterbatasan, kesadaran Anda akan mengembang ke seluruh arah, dan Anda akan menemukan diri Anda pada sebuah dunia yang baru, agung dan indah.” – The Yoga Sutras of Patanjali

“Dalam dunia spirit kita tidak dipandu, kita adalah pemandu, pengambil keputusan.” – Victor Franki, Man’s Search For Meaning

“… tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” – Paulo Coelho, The Alchemist

Aksi adalah aktivitas nyata yang didasarkan pada serperangkat aturan hidup. Kerja iklas. Kerja cerdas. Kerja keras.

“Keyakinan akan memperpendek angan-angan. Angan-angan yang pendek akan mendorong orang menjadi zuhud. Zuhud akan mewariskan hikmah. Hikmah melahirkan kejernihan pandangan.” – Dzun Nun Al-Misri, Ulama Sufi abad 7

“Oleh diri sendiri seorang menjadi suci. Kesucian atau ketidaksucian tergantung pada diri sendiri. Tak seorang pun yang dapat menyucikan yang lain…” – Dhammapada 165

Tetaplah lapar. Tetaplah bodoh. Kalimat fenomenal alm CEO Apple Computer and Pixar, Steve Jobs ini akan terkenang dan mengahntui sepanjang sisa hidupku. Karena begitu menohok.

Kemuliaan dalam diri Anda terlihat dari pengabdian Anda. Sebuah pengabdian yang membuktikan bahwa keberadaan Anda bukan semata-mata hanya untuk diri Anda sebdiri, tetapi untuk suatu tujuan besar yang mulia.

Pekerti adalah sikap mental yang melahirkan kecenderungan perilaku sehari-hari.

“I have lived a long life and had many troubles, most of which never happened.” – Mark Twain

Kubik Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia | oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini | GM 20801140025 | copyright 2005 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Desain sampul Syafa’at Advertising http://www.syafa’at.net | Desain isi Fitri Yuniar | Edisi revisi cetakan keempat, Mei 2014 | ISBN 978-602-03-0504-2 | Skor: 5/5

Untuk para guru dan orang tua kami yang telah mengajarkan arti sukses dan kemuliaan hidup yang sesungguhnya. Untuk istri dan anak-anak kami yang telah menunjukkan bahwa kekuatan energi positif mampu menembus keterbatasan.

Karawang, 300618 – Keane – Everybosy’s Changing

#30 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Thx to Pak Widada yang meminjami buku hadiah ini untuk kubaca terlebih dulu, kupinjam lagi untuk kuulas yang sejatinya bulan Juni 2017 sehingga buku ini tertahan setahun pas dalam slorokan pedestal Ruang HRGA CIF

Laut Bercerita #29

“Peristiwa yang tak nyaman atau menyakitkan tidak perlu dihapus, tetapi harus diatasi.”

Buku yang biasa sekali. Hype tinggi dan adanya film pendek dengan promo gencar membawaku untuk ikut menikmati. Sayang tak bisa memenuhi ekspektasi. Alurnya sangat lambat, berulang-ulang dan sangat datar. Entah kenapa sesuatu yang pasti dan sudah diketahui publik, ga ada inisiatif untuk mengembangkan cerita ke arah lebih. Tragedi penculikan mahasiswa dan aktivis 1998 jelas kita tahu, fakta ada beberapa mahasiswa yang dihilangkan dan dibuang ke perairan pulau Seribu juga sudah dengan mudah kita baca di banyak artikel. Hal-hal yang sudah diketahui khalayak, boleh saja dicerita ulang, diriset lagi dan ditambah bumbu-bumbu fantasi tapi jelas Laut Bercerita ga canggih dalam pengembangan kisah. Benar-benar biasa, tak ada karakter loveable, penyelesaian juga kurang OK.

Laut Bercerita bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makm anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur. Sinopsis kover belakangnya juga sudah mewakili, kita tahu semua itu. tak ada kejutan, termasuk siapa yang berhianat dan siapa yang terus ada saat krisis menerjang.

“Semakin aku tumbuh dan semakin melahap banyak buku perlahan aku menyimpulkan ada dua hal yang selalu menghantui orang miskin di Indonesia: kemiskinan dan kematian.”

Jadi penghianat adalah kata yang relatif, bisa repot kalau kita selalu menggunakan relatifitas sebagai justifikasi.

Di kampus kita banyak belajar tentang disiplin berfikir, seperti pengalaman yang memberi daya akan hidup adalah di lapangan. Saya hanya pesimistis. Kawan-kawan kita hanya berdiskusi karya Pram saja sudah di penjara, bagaimana kita bisa berharap para tapol dan keluarganya akan memperoleh keadilan, rehabilitasi nama, dan pemulihan jiwa? Bukan Pak Razak saja, tetapi jutaan korban yang dibunuh tahun 1965 sampai tahun 1966…

“Kau selalu tak nyaman dengan beberapa kawan, dan insting seperti itu memang penting untuk dipelihara.”

Bapak memang satu dari sedikit penggemar musik yang masih mempertahankan tradisi vynil sebagai pertahanan diri dari kekonyolan kaset, yang kata Bapak secara estetika mencemaskan.

“Kalau kami hanya anak kecil, kenapa Bapak mencemaskan?”

“Aku ingin sekali perempuan tak selalu menjadi korban, menjadi subjek yang ditekan, yang menjadi damsel in distress…”

Dalam setiap kelompok pasti ada agen ganda.

Dari kami berempat, memang hanya akulah lelaki yang pasif, setengah tolol dan hanya bisa mengagumi perempuan dari jauh.

“DPRD kan seperti septitank, kerjanya cuma menampung terus.”

Hujan semakin menjadi-jadi seolah-olah langit menumpahkan persediaan air. Tak lama kemudian terdengar serangkaian petir mulai menyambar…

Gaya baca Mao kesentuh lintah dikit saja menjerit.

Ini bukan model penahanan yang akan membiarkan kami membaca, menulis, atau melakukan kegiatan cerdas seperti tahanan politik terkemuka itu.

Cita-citaku suatu hari: melempar boombox itu ke dalam sumur. Siapapun yang menciptakan house music jauh lebih layak disiksa daripada kami.

“Kita tak boleh jatuh, tak boleh tenggelam, dan sama sekali tak boleh terempas karena peristiwa ini. Kebenaran ada di tangan mereka yang memihak rakyat.”

“Ayo yuk masuk semua, mandi, lalu makan. Kamu masak apa Jani, ini pahlawan perang perutnya kosong.”

Pada titik yang luar biasa menyakitkan karena setrum, itu terasa sampai di ujung syaraf, aku sempat bertanya, apa yang sebetulnya kita kejar?

“Kekuatan Laut. Keinginan jauh lebih besar untuk tetap bergerak. Ini semua menaikkan militansi kita, bukan memadamkannya.”

Kita harus mengguncang masyarakat yang pasif, malas dan putus asa agar mereka mau ikut memperbaiki negeri yang sungguh korup dan berantakan ini, yang sangat tidak menghargai kemanusiaan ini, Laut.

Ini memang sesuatu yang pragmatis. Bukan soal ‘berguna’ atau ‘tidak berguna’. Kita tak akan pernah tahu kalau kita tak mencoba.

“Setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak adalah sebuah kontribusi, Laut. Mungkin saja kita keluar dari rezim ini 10 tahun lagi atau 20 tahun lagi, tapi apa pun yang kamu alami di Blangguan dan Bungurasih adalah sebuah langkah. Sebuah baris dalam puisimu, sebuah kalimat pertama dari cerita pendekmu..”

Betapa Mas Laut akan bergelora mengetahui banyak hal yang dulu dilarang dan dibungkam kini bisa bebas dibaca dan didiskusikan. Betapa kini pers Indonesia sudah berjalan sesuai institusi yang kerjanya bukan menerangkan.
Gabo bisa meramu kata-kata menjadi kalimat yang luar biasa, dan Mas Laut selalu takjub dengan kekuatan kata-kata.

“Mengapa aku merasa Laut dan kawan-kawan ada di bawah sana, di dasar laut dan tetap hidup.” | “Ya di bawah sana, bersama ikan dan karang berbincang tentang puisi dan perjuangan bersama Mas Gala.”

Mereka jadi pendiam dan agak mudah tersinggung. Ada semacam survivor’s gulit yang mengikat mereka menjadi satu.

Aku tak berani membayangkan sesungguhnya yang terjadi pada Mas Laut, tetapi aku juga tidak ingin Bapak Ibu terus menerus hidup dalam titik yang sama, di dalam dunia yang sama, penuh harap, penuh penyangkalan, dan penuh mimpi kosong.

“Yang paling sulit adalah menghadapi ketidakpastian. Kami tidak merasa pasti tentang lokasi. Kami tidak merasa pasti apakah akan bisa bertemu dengan orang tua, kawan dan keluarga kami, juga matahari. Kami tak pasti apakah akan dilepas atau dibunuh, dan kami tidak tahu pasti apa yang sebetulnya mereka inginkan selain meneror dan membuat jiwa kami hancur.”

Harapan itu tetap terjaga karena memiliki keinginan, kerja keras dan ilmu yang terus menerus diuji. Sedangkan apa yang kuhadapi sekarang adalah sesuatu yang asing, tak pasti, terus-menerus menggerogot rasa optimisme dan kemanusiaan.

Sudah dua tahun kami ada di kampungku belajar menentukan arah mata angin bersama bintang dan bernyanyi berbagai tembang untuk membujuk badai… kembalilah.

Jika bukan karena kalian bertiga aku tak kan menyadari betapa perempuan pencipta kehidupan, penggerak matahari dan peniup ruh kegairahan hidup.

Bertemu, berkencan, dan mencintai lelaki lain tak berarti dia berpaling dariku, karena apapun yang terjadi aku sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Leila Salikha Chudori, Penulis wanita kelahiran Jakarta 1962 adalah Pemenang 2013 Prosa Terbaik Khatulistiwa Kusala Sastra dengan novel Pulang. Bagaimana peluang Laut di tahun 2018? Kecil, sangat kecil. Saat ini kita bisa tunjuk novel 10 besar kandidat lawan dengan ulasan empat atau lima bintang. Laut monoton, sangat biasa ceritanya jadi sangat sulit melaju. Bisa saja menjadi pesaing 50 besar tapi mustahil menang. Pembanding dua pemenang terakhir, Raden Mandasia narasinya luar biasa, berbobot dan sangat menghantui. Dawuk fantastis, cerita kuat dan mengandung banyak unsur kejutan. Laut tak memiliki kekuatan ke arah sana.

Ulasan singkatku di ig lazione.budy 11 Maret 2018: ‘Baru saja selesai baca #LautBercerita nya #LeilaChudori so sorry jelex. Maaf ya, menyebut Pramudya, Gabo, The Beatles sampai Tan Malak tak otomatis keren. Cerita harus tetap kuat dan membuat Pembaca terpaku semangat. Sayang sekali, bukunya membosankan, berulang kali melakukan pengulangan ceritabtak perlu. Cerita ngelantur tanpa membuat penasaran. Laut Bercerita sama buruknya dengan #LukisanNabila tentang drama penculikan 1998 yang terendam. Ekspektasiku ketinggian, dari nama besar #Pulang saya berharap sebuah prosa megah. Apesnya lagi buku ini kubaca terjepit nikmat antara #TheEnglishPatient yang wow dan #Sapiens yang wow banget, drop. Buku pertama bulan Maret yang kuselesaikan baca setelah gempita Oscar.’

Laut Bercerita | Oleh Leila S. Chudori | Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia | KPG 59 17 01418 | cetakan kedua, Desember 2017 | Penyunting Endah Sulwesi, Christina M. Udiani | Ilustrasi sampul dan isi Widiyanto | Perancang sampul Aditya Putra | Penataletak Landi A. Handiwiko | Foto Faizal Amiru | x + 379 hlm.; 13,5 cm x 20 cm | ISBN 978-602-424-694-5 | Skor: 2/5

Untuk mereka yang dihilangkan dna tetap hidup selamanya.
Untuk Rain Chudori-Soerjoatmodjo

Karawang, 300618 – Sherina Munaf – 1000 Topeng

#29 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Gempa Waktu #28

“Gempa waktu 2001 merupakan nyeri otot kosmis dalam tendon-tendon Takdir. Ketika kota New York pukul 14:27 tanggal 13 Februari tahun itu, Alam Semesta mengalami krisis kepercayaan diri. Haruskan ia mengembang tanpa batas? Apa maknanya? Alam Semesta mendadak sontak menyusut sepuluh tahun tanggal 17 Februari 1991, yang bagi saya adalah pukul 7:51 dalam antrean di sebuah bank darah di San Diego, California.”

“Berbahagialah mereka yang berduka. Terberkatilah mereka yang lemah. Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran.”

“Semoga ada yang menembak saya selagi bahagia.” – Fats Waller (Pianis jazz)

“Hidup adalah seperiuk tai.” – Kilgore Trout

Harap diingat, membuat ia dan saya, dan Anda dan semua orang, melakukan apa saja yang telah kita lakukan sejak 17 Februari 1991 hingga 13 Februari 2001, sekali lagi.

“Sebuah benda laknat berwarna ungu tua sebesar ketel yang ada di runag bawah tanah apartemen satu sekolah menengah pertama.”

“Tetapi itu mirip Tuhan dengan huruf T kecil. Mereka menyamakan diri mereka dengan para dewa kecil yang hanya membalas dendam dan menghancurkan.”

“Ia melakukannya. Karena begitulah yang agaknya diinginkan ibunya untuk dilakukan.”

Saya beruntung lahir di sini, bukan di sana, sebagai orang kulit putih dan kelas menengah, di rumah yang penuh buku dan gambar, dan di tengah keluarga besar, yang sekarang taka da lagi.

Tetap menguntungkan bagi saya untuk melepaskan pekerjaan sebagai pegawai humas di General Electric, dengan asuransi kesehatan dan dana pensiun. Saya mendapat uang dengan menjual berbagai cerita di Saturday Evening Post dan Collier’s, dua majalah mingguan yang penuh iklan, yang menerbitkan lima cerita pendek dan sepotong cerita bersambung menegangkan di setiap terbitannya.
Ayah saya manjadi tenaga jual mobil, dan ia tidak diterima sebagai pengajar di Cape Cod Junior College.
Anak-anak muda Booboo tak lagi melihat faedahnya mengembangkan imajinasi, sebab yang mereka lakukan hanyalah menghidupkan saklar dan melihat segala macam sampah yang mencolok mata.

“Tetapi otak kita cukup besar untuk membiarkan kita menyesuaikan diri dengan berbagai kesalahan besar dan perilaku sinting yang tak terelakkan.”

“Selamat tinggal, dunia. Selamat tinggal, selamat tinggal Grover’s Corners… Mama dan Papa. Selamat tinggal jam yang berdetak… dan bunga-bunga matahari milik Mama. Makanan dan kopi. Pakaian-pakaian yang baru disetrika dan mandi air panas… tidur dan bangun. Oh bumi, Engkau terlalu indah untuk disadari oleh siapa pun.

“Adalah orang yang pernah menyadari kehiduapn saat mereka menempuhnya – menit demi menit?”

Orang bilang, yang mula-mula rusak takkala Anda menjadi tua adalah kedua kaki dan mata Anda. Itu tidakbenar. Yang mula-mula hilang adalah kemampuan memarkir kendaraan secara pararel.

Mereka saling menyiratkan, dan karena itu menjadi rekan sejawat dalam struktur kekuasaan yang sedang muncul, yang tak lain hanya implikasi. Kekuasaan tersebut disiratkan oleh kelemahan.

“Tuhan menciptakan langit dan bumi. Dan bumi tidak memiliki bentuk, kosong, dan kegelapan ada di atas permukaan tubir. Dan Roh Tuhan bergerak di atas permukaan air. Setan dapat dapat melakukan hal itu juga, tetapi ia berfikir berbuat demikian adalah hal bodoh, bila tanpa maksud tertentu. Apa maknanya? Awalnya ia tidak mengatakan apa-apa.”

“Dan malapetaka itu betul-betul terjadi. Tuhan membuat lelaki dan perempuan, miniatur-miniatur cantik Tuhan dan setan, dan melepaskan mereka demi melihat akan menjadi apa mereka nanti. Taman Firdaus. Boleh dianggap sebagai bentuk awal Koloseum dan Permainan-permainan Romawi.”

“Keempat Penulis pahlawanku itu semua pecandu alkohol.”

Bernard Russel pernah mengatakan bahwa ia kehilangan para sahabatnya yang menjadi korban salah satu dari riga macam kecanduan. Alkohol atau agama atau catur.

“Bila Anda memiliki sahabat orang Hungaria, Anda tidak memiliki musuh.”

“Bila Anda benar-benar ingin menyakiti hati orangtua Anda, dan Anda tidak memiliki keberanian untuk menjadi seorang homo, setidaknya Anda dapat terjun ke dunia seni.”

Saya bertanya pada mendiang Penulis Jerman, Heinrich Boll, apakah cacat watak orang Jerman yang mendasar, ia menjawab, ‘Kepatuhan’.

Dengarlah andai bukan gempa waktu yang menyeret kita kita dari satu mata kayu ke mata kayu lain, maka ada sesuatu yang lain yang sama kejam dan sama kuatnya.

Baginya, plagiarisme adalah apa yang oleh Trout disebut mopery, “Telanjang secara tidak sopan di hadapan seorang buta yang sama jenis kelaminnya.”

Saya tidak menulis kesusastraan. Karya sastralah yang diperhatikan oleh para monyet canggih di rumah sebelah itu.

‘Bila pada kali pertama Anda gagal, cobalah, cobalah, cobalah, silakan mencoba lagi.’

Bagaimana kalau saya tidak menyesal? Nama julukannya adalah Sriti Kecil. Bagaimana kalau Bingo? Saya dulu tak pernah minta untuk dilahirkan.

Tetapi saya tahu Bernie telah kehilangan sesuatu yang penting dan terhormat.

Filsuf Jerman Fredrich Wilhelm Nietzsche yang menderita sifilis mengatakan bahwa hanya orang yang beriman penuh yang dapat menhayati kemewahan skeptisisme agama.

Takkala pemutaran ulang itu berakhir dan kehendak bebas mempunyai andil lagi, semua orang dan segala sesuatu akan tepat berada di mana mereka berada sewaktu gempa waktu menempa.

Gempa waktu dan gempa-gempa susulannya tidak memutuskan seutas benang pun di sarang laba-laba kecuali ada kekuatan lain yang lebih dulu memtuskannya.

Airmata yang diminta Hemingway untuk kau kucurkan itu adalah airmata kelegaan! Kelihatannya saja lekaki itu akan menikah dan hidup tenang, tetapi ia ternyata tidak perlu melakukannya. Wheee!

Sigmund Freud mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa yang dikehendaki perempuan. Saya tahu apa yang dikehendaki perempuan. Mereka menghendaki banyak orang untuk diajak bicara.

Bersetubuh, bila tulus merupakan salah satu dari berbagai gagasan terbaik yang ditaruh Setan ke dalam apel yang diberikan kepada ular agar disampaikan kepada Hawa. Gagasan terbaik dalam apel itu adalah menggubah musik jazz.

Hanya karena Anda berbakat tidak berarti Anda harus melakukan sesuatu sesuai dengan bakat itu.

“Hati-hatilah terhadap para dewa yang membawa bermacam anugerah.”

Ada sebuah planet dalam tata surya ini di mana penduduknya sedemikian tololnya sehingga selama sejuta tahun mereka tidak tahu ada belahan lain dalam planet mereka. Mereka tidak menduganya sampai lima ratus tahun lalu! Toh mereka sekarang menyebut diri mereka manusia berakal. Homo sapiens.

Orang yang betul-betul pintar mempunyai radio-radio kecil di kepala mereka, dan mendapatkan gagasan-gagasan cemerlang dari suatu tempat… namun pada suatu malam, takkala sudah tidak ada orang, ia membelah otak orang-orang yang ber-IQ tinggi untuk mencari pesawat-pesawat radio kecil… tak mungkin otak manusia yang tak lebih dari sarapan anjing, spons seberat tiga setengah pon yang direndam dalam darah, dapat mengubah ‘Stardust’, apalagi Simfoni Kesembilan Beethoven.

… bahwa begitu saya menaruh ujung pena di atas kertas, pena itu akan menulis suatu kisah dengan sendirinya.

Ilmu pengetahuan tidak pernah membahagiakan siapapun. Kebenaran tentang situasi manusia terlampau mengerikan.

Kebetulan, semua pengarang lelaki, tak peduli betapa melaratnya atau pantas diusir dengan alasan yang lain, memiliki istri-istri cantik. Harus ada orang yang meneliti ini.

Tiga Ksatria Pamungkas Onkologi, yakni pembedahan, kemoterapi dan radiasi.

Saya senantiasa mengalami kesulitan mengakhiri cerita pendek yang dapat memuaskan khalayak luas.

Seniman adalah orang yang berkata ‘Saya sanggup membereskan negara atau negara bagian atau kota saya, bahkan perkawinan saya. Tetapi demi Tuhan, saya dapat membuat kanvas persegi ini, atau sehelai kertas ukuran delapan setengah inci ini, atau seonggok tanah liat ini, atau dua belas birama musik ini, menjadi apa yang seharusnya.’

“Ini seni atau bukan?”

Saya menyukai apa yang dibuat oleh Mozart, dan saya membenci apa yang dibuat oleh ember ini.

Lukisan-lukisan terkenal lantaran sifat kemanusiaannya, bukan lantaran sifat ke-lukisan-nya.

Banyak darah tertumpah dalam apa yang oleh banyak Penulis Amerika generasi saya disebut sebagai peperangan yang layak dipertarungkan, sebagaimana peperangan melawan musuh asing.

Harap diingat saya dan Tilgore Trout tidak pernah menggunakan titik koma. Tanda baca itu tidak berfaedah, tidak memberi kesan apa pun. Tanda baca banci.

Banyak orang menduga Frankenstein adalah monsternya. Bukan dia. Frankenstein adalah ilmuwannya.

Benda terakhir yang keluar dari kotak itu adalah pengharapan. Pengharapan itu terbang jauh.

Yang dapat dipelajari dalam sejarah adalah bahwa sejarah sama sekali tidak masuk akal, maka belajarlah dengan yang lain, misalkan musik.
Kejahatan yang dibuat orang akan terus hidup walau pelakunya mati.

Hal akan terjadi kapan saja bila seorang aktor menciptakan bahan ceritanya sendiri.

Seorang perempuan muda masuk ke sebuah rumah tua dan memelorotkan celananya.

Ia tahu bahwa saya sentimental yang berarti saya seorang Demokrat dari utara, ia hamil dan ia ingin tahu akan melahirkan seorang bayi tak berdosa ke dunia yang begitu buruk merupakan kesalahan.

‘Saya tak akan percaya bahwa Tuhan berjudi takkala menciptakan dunia.’ Einstein

Buku yang gilax. Keren banget. Buku pertama Kurt yang kubaca, langsung terpesona. Dengan tema bagus, plot twist dan penyampaian yang enak diikuti, jelas ini salah satu novel bagus yang sarat makna. Banyak hal yang bisa direnungkan, dan memang kalau sudah ngomongin waktu, pastinya membuat kita merenung, dan bila kita bisa kembali mengulang waktu, diberi kesempatan kembali, apakah semua hal yang salah yang sudah dilakukan bakalan jadi benar?

Semua orang, hidup atau mati, semata-mata hanyalah kebetulan

Gempa Waktu | by Kurt Vonnegut | Copyright 1997, Kurt Vonnegut, Berkley Book, New York | diterjemahkan dari Timequake | Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) | Cetakan kedua, Februari 2016 | Penerjemah T. Hermaya | Penyunting Candra Gautama | Desain sampul Teguh Tri Erdyan, Deborah Armadis Mawa | xvii + 251; 14 cm x 21 cm | ISBN 978-979-91-01143-2 | Skor: 5/5

Untuk mengenang Seymour Lawrence, pengusaha penerbitan yang terkemuka dan romantic, yang menerbitkan kisah-kisah ganjil yang ditulis dengan tinta di atas bubur kayu yang diputihkan.

Karawang, 290618 – Sherina Munaf – Persahabatan

#28 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Penyair Midas #27

“Ada sapi terbang!” ujarnya. Puisi penuh logika. Cemburu pada keteraturan kata-kata. Dan penyair? Luka dalam tawanya.

Dengan puisi dia meredam kesakitan, hingga tetap bertahan, dalam kesepian | dia berkata: jika mencintaimu adalah luka, biarlah tak tersembuhkan selamanya. | karena cinta dan luka ada di keping yang sama, maka terimalah sebagaimana adanya. | karena mencinta adalah merawat luka-luka, merawat sepenuh cinta.

Sekali lagi saya mengulas tentang puisi. Buku-buku yang di rakku hanya 5%. Buku hadiah dari teman di Bandung dalam pertaruhan EPL-English Premiere League entah pekan berapa. Bacanya lebih lama, lebih tebal dan panjang ga seperti kumpulan puisi yang biasanya pendek-pendek.

Ada satu baris yang menurutku menggelitik. “Kita pura pura menjadi penyair, karena tak tersisa kamar di rumah sakit jiwa.” Baris ini terasa mengolok sekaligus sombong betapa mereka para Penyaor adalah sekumpulan orang gila. Gila yang bisa jadi ke nada positif.

“Kenapa kamu suka puisi yang aneh-aneh? Apakah hidupmu sudah tidak sangat aneh.” Dia merasa aneh dengan pertanyaan itu.

Dunia kita adalah dunia yang kita beri makna sendiri, dengan rasa percaya dengan cinta yang tak pura-pura | kita belajar pada kehidupan, karena kehidupan memberi segala tanpa kita pinta.

Menembus malam. Dini hari yang temaram. Di sela-sela sorot cahaya. Kendaraan melaju ke mana. Entah. Ke dalam pikiran yang simpang siur. Antara kenang dan kenang. Menembus malam. Menjelajahi riwayat waktu.

Dalam kepalaku ada penyair membaca puisi. Tidurlah. Kata penyair membacakan puisinya di dalam kepalaku yang semakin berat menahan pusing. | Jangan main perkusi di kapalaku! Haha. Malah peta digambar, peta nasib, geografi diri, anatomi pengetahuan.

Yang berderak adalah sumpah. Yang berserak adalah sampah. Teriaklah hingga serak. Geraklah. Gerak. Gertak gemertak. Biar retak biar kerak.

Mungkin engkau akan bisikan segala yang rahasia. Atau kau teriakan segala yang menjadi sesal. Tapi biarkan aku menerjuni arusmu.
Lekas tulis aku, ujar senja. Sebelum malam melumat ke balik kelamnya.

Ulasan singkatku di ig lazione.budy tanggal 28 Januari 2018. ‘Dibaca di Minggu pagi yang gerimis. Saya memang bukanpenikmat puisi. Tak mampu kubaca santai, tak nyaman dibaca nyaring, tak pula enak dinikmati sambil rebahan. #PenyairMidas rasanya sama saja dengan #KumpulanPuisi lainnya yang setiap karya terdiri dari beberapa bait yang bakan ada yang dibaca tak sampai semenit. “Kicau burung. Sisa basah #hujan. Segar udara pagi. Secangkir #kopi. Ah, apalagi yang akan diingkari untuk terus mensyukuri.” #NanagSuryadi membuat kompilasi dengan banyak kata #senja dan rentetetan #rima menambah referensi. Nuhun kang @gangan_januar yang sudah mengirimi buku in. “Gerimis senja, adalah air mata, menghujan kenangan dengan #rindu dan #cinta yang luka.”’

Jika seorang penyair berkata, “Jika aku harus menulis puisi, kata apa yang mesti kutuliskan? Puisi tinggal sepi, pasti tak berdarah lagi.” | Penyair menyaring kata, dari ingatan yang lamat, hingga lumat segala penat, hingga tamat, dengan gelisah yang sama, penyair juga bertanya,

“Bagaimana dapat kurasakan luka dengan penuh senda? Bagaimana dapat kurasakan luka dengan penuh gurau senantiasa? Puisi yang hampa.”

(3)

Kicau burung, sisa basah hujan. Segarudara pagi. Secangkir kopi, ah.

Apalagi yang akan diingkari untuk terus menyukuri.

Dan batas sanggupkah engkau melintasinya? Karena bara api menyala, mendidihkan isi kepala | Ada yang mengaduh, aduhnya samapi ke bulan. Ada yang memendam pedih, mendungnya menutup cahaya matahari.

Untuk yang ini, puisinya jauh lebih padat dan panjang. Lebih bernarasi dan berbobot. Bahkan sebagian seperti bercerita laiknya narasi cerpen, walau tetap gaya-gayanya bacaan rima. Mungkin salah satu kumpulan puisi paling nyaman kubaca, permainan katanya lebih terasa bagus dan asyik diikuti.
Dari Penyair senior kelahiran Serang tahun 1973. Sudah menulis banyak buku puisi ternyata, makanya pengalamannya di dunia syair tak diragukan lagi. Sebagai dosen FEB Universitas Brawijaya dan aktif mengelola fordisastra.com

Penyair Midas | oleh Nanang Suryadi | Editor Irwan Bajang, Indrian Koto | Proof reader Ahmad Khadafi | Layouter Irwan Bajang | Penerbit Hastasurya | Percetakan Indie Book Corner | ISBN 978-602-1599-05-1 | Skor: 4/5

Karawang, 290618 – Sherina Munaf – Click-Clock

#27 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Thx Tuan Gagan Januar, blogger Midas

Sepanjang Malam #26

All Though the Night adalah salah satu lagu Natal kegemaranku, kenangnya sambil memandang suaminya dengan kasih sayang. Mereka sudah empat puluh tahun menikah.

Tempat ini membuatku merinding, bau anyelir layu.

Suka atau tidak mengurusi anak-anak itu ada peraturan dan ketetapannya. Tunggu, aku sudah cukup mendapat udara dingin.

Ada klausul khusus yang menyatakan bahwa panjang sewa hanya bisa dilakukan dengan persetujuan pemilik.

“Suatu hari kelak kau akan bermain di panggung ini. Kau punya bakat. Kau bisa sukses Midori.”

“Kalau aku meminta sesuatu yang khusus aku akan melutut di bangku yang paling dekat dengan lukisan dan pita Uskup Santori.”

Sayangnya kau tidak akan ada ketika aku menukarkan bayiku dengan kesan baik kakekku terhadapku dan kesempatanku untuk sukses.

‘Sebuah rumah itu seperti anak, dan kalau kita mendekati ajal, penting sekali untuk menyerahkan rumah kepada orang yang bisa melindunginya dengan cara yang paling tepat.’

Berani bertaruh, ini bukan pertama kali pasangan ini menipu orang.
Ia teringat lagu Rosie O’Grady yang disukainya waktu kecil.

Ia tidak berdoa agar bayinya kembali kepadanya. Ia tidak layak memintanya, pikirnya. Hanya tunjukkan kepadaku jalan untuk mengetahui bahwa ia aman dan dicintai. Itu saja yang kupinta.

‘Ada yang busuk di negara Denmark. Itu dia, aku kira ada yang busuk di Upper West Side.’

‘Sondra tahukan engkau betapa cantiknya kau kalau tersenyu. Kau hanya harus lebih sering melakukannya. Kau dnegar kata-kataku?’

“Jangan lupa, sembilan puluh persen wanita masa kini mengurus suami atau keluarga sambil berkarier. Aku sendiri juga begitu.’

Seorang musisi lebih baik dibiarkan bersama musiknya saja, jangan sampai terganggu konsentrasinya.

“Tapi memang dia banyak berbuat yang aneh-aneh pada beberapa terakhir hidupnya.”

“Seperti kata Alvirah selalu, jangan pernah menyerah sebelum benar-benar kalah. Dan seperti kataku selalu, aku bertaruh untuknya.”

Kalau kita sungguh-sungguh mempercayai sesuatu untuk waktu yang cukup lama, doa-doa kita akan dikabulkan.

Tak disangsikan lagi bahwa si ibu memainkan musik untuk anaknya dan si anak bernyanyi untuk ibunya. Bagi mereka berdua tidak ada orang lain lagi di dunia ini.

Pengalaman pertama membaca karya Mary Haggins Clark. Plotnya bagus, alurnya OK, pengembangan karakter juga sip. Sayangnya setelah perjalanan jauh mengarungi gunung, naik turun bukit dan jelajah samudera, endingnya gitu doang.

Seakan mengikuti keinginan pembaca, seakan memenuhi janji happy ending. Sehingga nyaris tak ada kejutan. Bahkan sebelum separuh buku, kita tahu akan ke mana pangkuan nasib yang anak yang hilang itu.

Ulasan singkat di ig lazione.budy ku. ‘Setelah tertunda dua hari, lanjut lagi. Buku pertama #maryhagginsclark yang kubaca adalah #allthroughtthenight tentang keajaiban #Natal bagaimana bayi yang ditinggalkan di depan gereja jelang hari raya, bisa bertahan hidup dibawa pencuri piala perak yang terdesak. Tujuh tahun berselang kita bisa menebak endingnya. “Memiliki uang itu baik, selama si pemilik tidak lupa bagaimana rasanya hidup tanpa uang.”cerita detektif yang soft dari pasangan #Willy dan #Alvirah mengungkap kejahatan pemalsuan surat wasiat. #Sepanjangmalam tidak menantang nalar, alurnya sangat mudah ditebak. “Jawabanmu terlalu cepat #Sondra yang berarti kau punya. Siapa dia?”’

Ia pernah membaca entah di mana bahwa kertas adalah pelindung dingin yang baik.

“Star. Di Italia ia akan disebut Stellina. Artinya ‘Bintang Kecil’. Kata nenek untuk Italia adalah nonna. Star, gadis kecilkuaku akan menemukan rumah untuk diriku – dan kau akan mendapat seorang nona.”

Sepanjang Malam | by Mary Haggins Clark | copyright 1998 | diterjemahkan dari All Through The Night | alih bahasa Helen Ishwara | GM 402 00.83 | sampul Eduard Iwan Mangopang | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan kedua, Mei 2003 | 184 hlm.; 18 cm | ISBN 979-655-833-5 | Skor: 3/5

Untuk John, dengan penuh cinta dan untuk Uskup Paul G. Bootkoski, dengan kasih persahabatan

Karawang, 280618 – Sherina Munaf – Ku Disini

#26 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku #HBDSher

Potret Diri #25

bu!
bu!
bu!
debu!
debu!
debu!
buta!
bu!
a
!

Itu adalah salah satu judul puisi ‘Anak Kecil Jalanan’ yang tersaji dalam kumpulan puisi karya Atasi Amin.

Buku lokal dengan citarasa artistik. Membuatku bingung juga untuk mengulasnya. Terlalu bersifat hampa untuk kuraba dunia syair. Padahal lagu-lagu yang kunikmati sejatinya juga ber-draft puisi? Mungkin karena lagu berjalan bersisi dengan indera pendengar makanya lebih relax, ga seperti puisi yang berbentuk visual dalam deret huruf di atas kertas. Medianya beda, sudut pandang beda, cara menikmati juga beda. Walau yang disajikan sedikit banyak sama.
Saya teringat lagu Sherina Munaf, idola kita. Junjungan kita semua, salah satu lagunya yang begitu puitis dalam ‘Lihatlah Lebih Dekat’ itu berima dan mengalun nikmat dalam aura dengar. Jelas, lagu itu dicipta dalam langkah bentuk puisi/sajak terlebih dulu barulah dialihkan ke media suara. Coba bayangkan kumpulan puisi ini dalam alunan lagu, mungkin akan lebih mantab. Sayangnya koleksi Perpustakaan Keluarga-ku hanya punya slot lokasi puisi sebenar 5%. Mayoritas adalah novel. Walau kecil, tetap ada ruang.
Kumpulan puisi. Entah saya yang tak peka atau memang ga romantis, membaca kompulan puisi nyaris selalu tak berkesan. Saya memang lebih suka cerita berpola, mempunyai karakter jelas dengan pengembangan alur. Hanya sedikit kumpulan puisi yang kupunya, dan yang sedikit itu lebih sedikit lagi yang benar-benar bisa kunikmati. Potret Diri masuk ke kategori tengah, sebagian OK bisa kuikuti, sebagian lagi sekelebat lewat.

Sejatinya sedari kata pengantar Penerbit yang memperkenalkan singkat sejarah kepenulisan Kang Ata – panggilan Atasi Amin – yang punya rekam jejak dunia sajak, sungguh menjanjikan. Apalagi di akhir kalimat bertulis, ‘… kami dari pihak penerbit ingin menghaturkan terima kasih karena telah bersedia buku puisinya diterbitkan oleh Penerbit kami, dan kepada pembaca sekalian. Selamat membaca dan bermain-main serius…’ sebuah kalimat hormat atas Penulis senior.

Total ada 24+29+29+13 = 95 puisi yang disajikan. Semuanya hanya sehalaman dua halaman, bahkan ada yang hanya satu paragraph berisi tiga baris kalimat, seperti di judul Haiku 1: malam lebaran | anak anak kejaran | di bawah bulan. Dah gitu saja, makanya saya memang ga terlalu bisa memahami sembari lewat semua kutipan berima atau sajak-sajak puitis. Ditambah lagi, saya bacanya saat sedang servis kendaraan, sehingga memang konsentrasi tak terlalu fokus. Sejatinya bagaimana menikmati puisi yang bijak itu? Karena novel bisa dinikmati kapan saja, di mana saja, mau nyaring atau dalam hati, novel bisa kita masukkan ke dalam kepala. Jadi apakah puisi harus lantang dalam ruang sunyi?

Seperti pembuka buku ini yang dijadikan dulu Potret Diri.
Di atas mimbar aku bicara, tentang keadilan, kemiskinan dan resesi | dunia terkutuk diurai paparkan | orang orang bawah menyambut | mari atasi bersama, mari bersama atasi | amin

Sebuah kamuflase uraian bagaimana puisi memang terselip hal-hal yang sederhana namun berhikmah.

Ruang Tunggu 2: ‘orang di depanku bersilang tangan | bersilang pendapat | saling saling silang seling | selang seling | tanda silang?

Dalam biografi singkat di halaman akhir dijelaskan pula puisi yang pernah ditulisnya. Dari antologi Laut Merah: Antologi tiga Penyair (bersama Diro Aritonangdan Soni Farid Maulana, Aksara Indonesia (2001), Antologi Puisi Muktamar (2003), Senandung Bandung Jilid 2 (Swawedar69 Institute & Ads., 2008), Benteng: Antologi Tiga Penyair (bersama Anton de Sumantana dan Matdon (Swawedar69 Institute & Ads., 2009) dan buku tunggalnya yang terbit tahun 2004 Ke Pintu (Prive). Penyair kelahiran tahun 1966 saat ini sibuk dengan kedai kopi Bingkai Kopi dan kerja di studio Jeihan Bandung.
Lagi, puisi aneh berjudul Yanti. siang itu matahari basah | sebab di sampingku ada yanti | pun aku tak tahu mengapa basah | andai tak ada yanti di sampingku. Terlihat mengada dan menanya, tanpa jawab dan sekedar mengandai. Apanya yang jadi permasahkan? Yah, mungkin itulah seninya bersyair.

Delapan puisi penutupnya adalah sebuah kata-kata cinta untuk Bandung, tempat kelahiran snag Penulis. Wajar, sangat wajar. Saya sendiri ingin mengabadikan Palur, desa kecilku yang penuh kenangan dan menjadi tempat pijak memulai kehidupan.

Dalam ulasan singkat pada tanggal 17 Februari 2018 di ig ku lazione.budy saya menulis. ‘Servis kendaraan sambil baca puisi? Bisa! Pelan saja, dapat free kopi dan camilan. #atasiamin menuturkan banyak topik dengan #puisi pendek-pendek. Dari puisi pembuka #potretdiri … Mari bersama atasi. Amin sampai beragam tema dari yang sepele macam cacing, suarasusra sampai narasi aneh punokawan. Penyair senior Bandung, otomatis akan juga ada cerita Dago dan sekitarnya. Menikmati libur bersama buku berlanjut… HBD Mas Amin dan Surakarta’

Karena ini diterbitkan Penerbit indi favorit, jelas sangat layak masuk dalam koleksi berjejer dalam rak perpustakaan bersama Joko Pinurbo, Saparadi Djoko Damono, Chairil Anwar, Yopi Setia Umbara sampai Tagore.

Potret Diri | Karya Atasi Amin | Penyunting Lutfi Mardiansyah | copyright 2017 | Penata isi Tirena Oktaviani | Perancang sampul Rifki Syahrani Fachry | kolase sampul ‘Apollo Biru’ (Rifki Syahrani Fachry, 2016) | Penerbit Trubadur | x + 105 hlm.; 13 x 19 cm | ISBN 978-602-50034-4-8 | Cetakan pertama, 2017 | Skor: 3/5

Karawang, 280618 – Sherina Munaf – Tak Usah Cemburu

#25 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku