The BFG (Roald Dahl) #Nostalgia

Image

Catatan: Kiriman Nostalgia yang kelima ini tentang Novel dari penulis legendaris Roald Dahl yang saya pasang di Facebook empat tahun lalu. Novel ini menjadi favorite kedua setelah ‘Matilda’. Sampai sekarang ternyata boxset yang saya idam-idamkan itu belum terwujud untuk terpajang di rak buku saya. Sejauh ini baru baca enam novel yang sudah kunikmati dan langsung menjadi pengarang favorite. Mudah-mudahan tahun ini terwujud.

Novel ini aku beli di Gramedia MM Bekasi pada tanggal 09 Maret 2010 ketika menanti film ‘Alice In Wonderland’ diputar. Hanya butuh semalam untuk menyelesaikan novel setebal 200 halaman tersebut, dan aku terkesan. The BFG (Big Friendly Giant) bercerita tentang seorang raksasa yang kesehariannya bertugas meniupkan mimpi ke umat manusia. Pada suatu malam yang sunyi ketika menjalankan aksinya BFG “kepergok” sama seorang anak bernama Sophie. Karena takut rahasia kaum raksasa terbongkar maka BFG menculik Sophie dan membawanya ke negeri raksasa. Di sanalah akhirnya seluruh rahasia dibongkar.

Kaum raksasa memakan manusia (mereka menyebutnya tomat manusia), kecuali BFG yang memakan sejenis sayuran snozzcumber dan meminum frobscottle sehingga menghasilkan whizzpopper. Para raksasa tak bisa mengucapkan kata-kata dengan benar jadi jangan heran kalau ada beberapa kalimat pola katanya rancu. Dalam cerita the BFG ini hanya ada 10 raksasa dan 6 karakter manusia yang muncul. Yaitu:

1. Fleshlumpeater, pemakan bongkahan daging

2. Bonecruncher, peremuk tulang

3. Manhugger, penjepit manusia

4. Childchewer, pengunyah anak kecil

5. Meatdripper, penyobek daging

6. Gizzardgulper, penelan empedu

7. Mainmasher, pelumat gadis

8. Bloodbottler, peminum darah

9. Butchur boy, penjagal

10. BFG, tokoh utama, raksasa yang baik. Tingginya “hanya” 7 meter dan paling kerdil diantara para raksasa.

Sedangkan 6 karakter manusia yang muncul:

1. Ratu Inggris

2. Mary, pelayan ratu

3. Mr. Tibbs, kepala rumah tangga istana

4. Kepala angkatan darat

5. Kepala angkatan udara

6. Dan tentu saja Sophie, anak yatim piatu.

Setiap malam, tanpa disadari puluhan manusia hilang dijadikan santapan raksasa. Hingga akhirnya Sophie dan BFG bersatu menyusun strategi untuk menghentikannya. Bisakah misi mustahil tersebut terlaksana? Sebuah kejutan di-ending yang hanya berisi 2 alenia akhir akan membuat anda terperangah. Salute Roald Dahl!!!

Berikut beberapa kutipan dialog yang memorable:

-> “T.. tolong jangan makan aku,” kata Sophie tergagap

Si raksasa terbahak-bahak. “Hanya karena aku raksasa, kau pikir aku kanibul pemakan manusia!” dia berteriak. “Kau benar! Semua raksasa kanibul dan pembunuh! Dan mereka suka menelan tomat manusia! Kita di negeri raksasa sekarang! Ada raksasa di mana-mana!”

-> Semua Negara kecuali Arab Saudi kerap mereka kunjungi,” jawab BFG. “Negara yang dikunjungi tergantung pada keadaan si raksasa. Jika udara sedang panas dan si raksasa merasa kepanasan seperti wajan di atas kompor, dia mungkin pergi di Negara dingin di utara yang jauh untuk menelan satu atau dua orang Eskimo yang enak dan gemuk menurut raksasa terasa seperti es loli yang lezat”

-> “Mimpi,” katanya “saat terbang melayang di udara malam hari, mengeluarkan suara kecil yang mendengung. Tapi dengungan itu begitu lirih dan lembut, sehingga mustahil di dengar oleh tomat manusia”

“Lebih dari itu, aku mendengar suara langkah-langkah itu dengan amat nyaring,” kata BFG. “Saat kumbang kepik melangkah di daun, aku mendengar langkahnya bersuara keteplak-keteplak-keteplok seperti langkah kaki raksasa”

-> BFG menatap Sophie dan tersenyum, memperlihatkan sekitar dua puluh gigi yang putih besar dan berbentuk kotak. “kemarin,” katanya, “kita tak percaya raksasa ada, bukan? Hari ini kita tidak percaya snozzcumber ada. Hanya karena kita belum pernah melihat sesuatu dengan kedua kerling kita, bukan berarti sesuatu itu tidak ada…”

-> “Setiap orang membuat whizzpopper (kentut), jika kau menyebutnya begitu,” kata Sophie. “Raja dan ratu berbuat whizzpopper. Presiden berbuat whizzpopper. Bintang-bintang film yang glamour berbuat whizzpopper. Bayi-bayi kecil berbuat whizzpopper. Tapi dari tempatku berasal, tidak seorangpun membicarakannya.”

“Menggelitikkan!” kata BFG. “Jika semua orang berbuat whizzpopper, mengapa mereka tidak boleh membicarakannya?”

-> “Dia menunduk dan mengeluarkan Sophie dari saku rompi. Sekarang Sophie berdiri di sana, memakai piama kecil, bertelanjang kaki. Dia menggigil dan melihat berkeliling, mengamati gumpalan kabut yang bergulung-gulung dan uap halus yang bergolak menakutkan.

“Di mana kita sekarang?” Tanya Sophie.

“Kita ada di negeri mimpi,” kata si BFG. “Kita di tempat asal mimpi-mimpi.”

-> “Jahat sekali,” kata Sophie. “Semua yang hidup butuh makanan. Bahkan pohon dan tumbuhan.”

“Angin utara hidup,” kata BFG. “Dia bergerak. Angin menyentuh pipimu dan tanganmu. Tapi tak ada yang memberinya makan.”

-> “Kapan kau ingin aku mencampur mimpi-mimpi itu?”

“sekarang,” kata Sophie. “Segera”

“Kapan kita bertemu ratu?”

Malam ini, segera setelah kau mencampur mimpinya”

-> “Aku siap” kata Sophie. Jantungnya mulai berdegup keras saat memikirkan apa yang bakal mereka lakukan. Mereka akan melakukan hal liar dan gila-gilaan. Mungkin mereka berdua akan dijebloskan ke penjara.

-> “Hebat sekali!” Bisik Sophie. “Sekarang cepat! Lompati dinding itu”

-> “Sampai jumpa,” bisik Sophie

Tiba-tiba, tanpa terduga, BFG mencondongkan tubuh ke depan dan mencium lembut pipi Sophie. Rasanya Sophie ingin menangis. Saat ia menoleh untuk menatap si raksasa, BFG telah menghilang. Raksasa itu lenyap ditelan kegelapan taman.

-> “Bawa dia ke lantai dan beri sarapan,” ratu memerintahkan.

…Ia melangkah dengan menakjubkan melintasi halaman istana menuju jendela.

Pelayan menjerit.

Ratu tersentak.

Sophie melambai.

… kepalanya, setelah ia berdiri tegak, nyaris sejajar dengan para penontonnya di jendela, “Yang melia,” katanya. “Aku hambamu.” Ia membungkuk lagi,

-> “Selamat pagi,” kata Ratu. “Apakah semua baik-baik saja di Swedia?”

“Semua kacau!” jawab raja Swedia. “Terjadi kepanikan di ibukota! 2 malam lalu, 26 warga negaraku hilang! Seluruh negeri dalam kepanikan”

… Dalam 5 detik terdengar suara,”Di sini sultan Baghdad,” suara itu berkata.

“Dengar sultan,” kata Ratu. “Apakah terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan di kotamu 3 malam yang lalu?”

“Setiap malam ada kejadian yang tak menyenangkan di Baghdad,” kata sultan. “Kami memenggal kepala orang seperti memotong peterseli.”

-> “Itu bukan alasan bagi kita untuk berbuat yang sama,” kata Ratu. “Dua kesalahan tidak membuat satu kebenaran”

“Dan dua benar tidak membuat satu salah!” seru BFG.

-> “Keingintahuan dapat membunuh tikus”

-> “Kau pandai sekali,” kata Ratu. “Kau kurang berpendidikan tapi kau bukan orang bodoh, aku dapat melihatnya.”

MIMPI MIMPI

Pada bab 14 terdapat mimpi-mimpi yang dibaca Sophie. Mimpi-mimpi (di buku tertulis dengan huruf capital semua) tapi buat kenyamanan bersama aku tulis dengan tulisan normal, walau semua kata tetap berusaha aku tulis sesuai aslinya. Apakah mimpi anda? Apakah berikut diantaranya:

1. Mimpi ini tentang binaga aku menyelamatkan guruku dari bahaya tengelam. Aku ke sungai dari jembatan yang tinggi dan aku menyeret guruku ke pinggir lalu aku memberinya ciuman kematian

2. Hari ini aku duduk di kelas dan menyadari bahuwa jika aku memandang guruku sunguh-sunguh dengan tatapan husus, aku dapat membuatnya tidur. Maka aku memandangnaya terus dan ahirnya kepalanya jatuh ke meja dan dia terus tidur dan mendekur keras. Lalu masuk kepala guru dan dia berteriak ‘bangun miss Plumbridge! Beraninya kau tidur di kelas! Ambil topi dan mamtelmu, lalu tingalkan sekolah ini selamanya! Kau dicepat!’ Tapi cepat-cepat aku buat kepala guru tidur juga, dan dia merosot pelan ke lantai seperti jeli dan di sana dia berbaring tergetelak dan mulay mendekur lebih keras daripada miss Plumbridge. Lalu kudengar suara ibuku berkata bangun sarapanmu telah sip.

3. Aku membuat sepasang sepatu bot yang dasarnya dapat melekat dan saat kupakai aku bisa jalan di dinding dapur dan naik ke langit-langit saat kaka perempuanku masuk dan berteriak padaku seperti biasa, berteriak sedang apa kau di atas sana dan aku meliat ke bawah ke arahnya dan tersenyum dan aku berkata pernah bilang padamu bahwa kau selalu meneriakiku seperti mengusir cicak yang menempel di dinding dan kau berhasil

4. Lelepon berbunyi di rumah kami dan ayahku mengangkatnya dan berkata dengan suara yang terdengar penting “Di sini Simkins” lalu wajahnya menjadi pucat dan suaranya menjadi aneh dan dia berkata “Apa? Siapa?” Lalu dia berkata “Ya, sir saya mengerti, sir tapi pastinya anda ingin berbicara dengan saya, bukan dengan anak lelaki kecil saya?” wajah ayah berubah dari putih ke umu tua dan dia menelan ludah seperti ada lobster yang nyangkut di tenggorokannya lalu ahirnya dia berkata, “Ya sir baiklah, sir. Akan kupanggil dia, sir.” Dan dia menoleh ke arahku dan berkata dengan nada suara menghargai “apa kau kenal presiden Amerika serikat?” dan aku berkata “Tidak tapi kupikir dia pernah mendengar tentangku.” Lalu aku berbicara lama di lelepon dan berkata sesuatu seperti “Biar aku tangani, tuan presiden. Anda akan mengacaukan jika anda yang menangani.” Dan mata ayahku melotot keluar dari kepalanya dan saat itu kudengar suara asli ayahku berkata Bangun, gembel malas. Kalau tidak, kau akan telambat ke sekolah.

5. Aku mandi beredam dan sadar jika kutekan pusarku cukup keras, perasaan aneh menjalar di sekujur tubuhku dan tiba-tiba kakiku ilang. Juga kedua tanganku. Bahkan sekujur tubuhku menjadi tak kasat mata. Aku tetap ada tapi tak ada orang yang yang bisa liat bahkan aku juga. Lalu ibuku masuk dan berkata “mana anak itu! Dia ada di bak mandi seminit yang lalu dan pasti belum mandi dengan bersih!” maka aku berkata “Aku di sini” dan dia berkata “dimana?” dan aku berkata “di sini” dan dia berkata “dimana?” dan aku berkata “di sini” dan dia berteriak “Hendry! Kemari cepat!” dan saat ayahku belari masuk, aku sedang membersihkan tubuh dan ayahku meliat sabun melayang-layang di udara tapi tentu dia tidak liat aku dan dia berteriak “Di mana kau nak?” dan aku berkata “Di sini” dan dia berkata “Dimana?” dan aku berkata “Di sini” dan dia berkata “sabunnya nak! Sabunnya melayang di udara!” lalu aku menekan pusarku lagi dan sekarang aku keliatan. Ayahku girang setengah mati dan berkata “kau si anak gaib” dan aku berkata “Sekarang aku akan bersenang-senang,” jadi ketika keluar bak dan mengeringkan tubuh, aku memakai jubah mandi dan sandalku dan kutekan pusar lagi agar tak kasat mata dan aku pergi ke tengah kota dan melangkah di jalan. Tentu hanya aku yang tak kasat mata tapy pakaianku tidak maka waktu orang-orang liat ada jubah mandi dan sandal melayang di jalan tanpa ada isinya, terjadi kepanikan semua orang berteriak-teriak, ”Hantu, hantu.” Dan orang-orang menjerit-jerit di segala arah dan polisi-polisi bertubuh besar dan kuat lari menyelamatkan diri dan yang paling seru aku liat Mr. Grummit guru aljabarku keluar dari kedai minum dan aku melayang ke arahnya dan berkata, “huu” dan dia melolong ketakutan dan lari masuk kembali ke kedai minum dan aku bangun dengan perasaan senang seperti kriyangklontang.

6. Aku menulis buku dan buku itu sangat menarik sehingga tak seorang pun dapat berhenti membaca. Begitu membaca baris pertama, kau terpaku hingga halaman terahir. Di semua kota, orang-orang melangkah di jalan bertabrakan satu sama lain karena wajah mereka terpaku di bukuku dan para dokter gigi mebaca sambil berusaha menambal gigi tapi tak ada yang peduli karena orang-orang juga membaca di bangku dokter gigi. Sopir-sopir mebaca sambil menyetir dan mobil-mobil bertabrakan di seluruh negri. Ahli bedah otak mebaca saat mengoperasi otak dan pilot-pilot pesawat udara mebaca dan sampay ke Timbuktu dan bukannya ke London. Pemain bola mebaca di lapangan karena tak dapat meletakan bukunya. Juga para pelari olimpiyade saat mereka lari. Semua orang harus melihat apa yang terjadi berikutnya di bukuku dan saat bangun, aku masih gembira kerena menjadi penulis terbaik di dunia hingga ibuku masuk dan berkata aku meliat buku latihan bahasa inggrismu tadi malam dan ejaanmu sungguh keterlaluan juga tanda-tanda bacanya.

7. Aku mendaki gunung Everest dengan hanya ditemani kucingku. Aku menciptakan mobil berbahan bakar pasta gigi. Aku bisa membuat lampu listrik nyala dan mati hanya dengan bicara dalam hati. Aku hanya anak lelaki berumur 8 tahun tapi janggutku tumbuh panjang dan lebat dengan indahnya dan semua anak lelaki lain iri padaku. Aku bisa terjun dari jendela tinggi manapun dan melayang turun dengan aman. Aku punya peliharaan lebah yang bisa membuat music rock and roll saat terbang.

In short, Roald Dahl memang pengarang favorite anak-anak (orang dewasa juga) sedunia. Karena aku terkesan dengan the BFG maka 1 paket buku karya Roald Dahl seharga 300 ribu cepat atau lambat pasti akan kumiliki. Cerita bagus dengan penuturan ringan. Hmmm, hebat!

Well, Buku ini ada disini dan kau baru saja selesai membacanya.

END.

Ruanglain31, Cikarang 20 Maret 2010

(cuaca sore yang tak tentu, sesaat yang lalu hujan, sesaat yang lalu panas)

Karawang, 160114

Iklan

Andai Aku Manjadi #Nostalgia

Image

Catatan: Posting keempat nostalgia kali ini dari note Facebook tanggal 21 Februari 2010. Tampak tulisan saya masih seenaknya sendiri tanpa pola (emang sekarang sudah berpola? Hehe..), sayangnya sudah hampir empat tahun, saya belum menjadi.

2010, biarkan Lazione berandai-andai. Ya, jika aku menjadi…

1. Jika aku menjadi penjelajah, maka Negara pertama yang ingin aku taklukan adalah Inggris. Karena sejak Inggris melakukan semua ekspedisi dan membangun koloni serta membuat peta, sebagian besar tempat geografis memiliki semacam nama Inggris kedua. Orang-orang Inggris harus menamai semuanya atau hampir semuanya. Seperti, Irlandia.

– New London, Sidney

– New London, India

– New London, Idaho

– New York, New York

“Untung” Indonesia dijajah Negara Belanda, jadi Sunda Kelapa lebih melekat daripada Victoria. Melihat masa depan, ketika eksploitasi luar angkasa menjadi-jadi, jangan heran jika nanti perusahaan-perusahaan megatonik yang menemukan planet baru dan memetakannya.

– Lingkar Stellar IBM

– Galaksi Phillip Morris

– Planet Michael Owen

Untuk itulah London adalah sasaran pertamaku. Aku turunkan bendera Three Lions lalu mencovertnya dengan 2 warna: atas berani bawah suci. Kuubah nama-nama paten mereka:

– Liverpool, Lumajang

– Tim Three Lions, Singo Edan

– Planet Poncowirejo

Britania adalah penjajah sejati, bahkan Amerika yang kini mengaku penguasa dunia, adalah temuan Colombus yang mungkin jika ia semasa dengan Gajah Mada akan mengklaim bahwa Nusantara tetaplah Indian.

2. Jika aku menjadi kaya, aku akan membangun stadiun olahraga megah. Membuat klub sepakbola. Menyaring bibit muda berbakat dan bertalenta. Membentuk timnas usia dini yang hebat yang akan menjadi kebanggan Negara kita di pentas piala dunia. Tak perlu membayar ketika masuk, selama di SSB aku gratiskan semua demi masa depan sepakbola Indonesia.

“Kami ingin kalian, kemampuan kalian, nasionalisme kalian. Bukan uang kalian”.

Aku akan membangun toko mainan lengkap dari yang tradisional sampai yang paling canggih. Kelereng, play station, robot-robotan Transformer, action figure, karet gelang, kapal berlilin, monopoli, ular tangga, boneka Barbie.

3. Jika aku menjadi produser film dengan hak penuh. Maka aku akan menunjuk Riri Riza menjadi sutradara untuk mengadaptasi novel karya Fira Basuki berjudul ‘Biru’. Dengan cast:

– Vino G Bastian as Mario

– Marsha Timothy as Anna

– Sisy Prescillia as Candy

– Nirina Zubir as Kira

– Nico saputra as Pura

– Julia Perez as Lindih

Untuk cast terakhir mungkin syutingnya agak lama. Tapi aku tetap menginginkan Jupe agar dia punya 1 saja film berkualitas, walau 1 scene membutuhkan take puluhan kali aku tak peduli. Aku biayai salon untuk rebonding rambut Riri Riza agar beliau tidak terlihat stress karena mengurus 1 aktriss ini. Jika Jupe gagal dan menyerah maka (anggap aku punya opsi no 4) aku kan mendeportasi dia ke Ururguay, melarang penayangan dirinya di seluruh media masa dan tentu saja menutup iklan kondom yang menggunakan ikon dirinya.

Soundtrack jelas aku berikan keleluasaan pada Sherina Munaf, Screenplay biar Lazione Budy yang membereskan. Percayalah!

Di adegan ending yang menampilkan reunian aku akan muncul sebagai cameo. Mengajak serta sebagian teman-teman Elektronika C 2003 untuk tampil walau sesaat. Lalu dalam kerumunan di depan papan Ballroom Hotel grand aku berbincang dengan kepala suku EC: “Eh, kamu siapa sih? Kita ngobrol dari tadi, aku lupa-lupa ingat, sory…”

4. Jika aku menjadi presiden RI maka langkah pertama yang kutempuh adalah membubarkan yayasan outsourcing kerja. Yayasan kerja adalah penjajahan di era modern. Bagaimana Indonesia dibilang membela rakyat kecil jika nyatanya yang kaya makin kaya yang miskin makin terbenam. Kontrak buruh dihapus. Menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya. Sekolah wajib belajar 9 tahun gratis (dalam tindakan nyata bukan slogan doang). Gaji guru aku naikan. Membuat perpustakaan terbesar di dunia. Lahan sudah ada, dana tinggal ngeruk, koleksi buku di seluruh negeri tak terhitung, sejarah? Indonesia adalah gudangnya history.

Selanjutnya menangkap para koruptor, membuat penjara khusus untuk mereka di sebuah pulau (habis lihat trailer nya Shutter Island sih) yang jauh dari hingar bingar dunia, biar tahu rasa. Lalu meng’hidup’kan kembali TVRI sebagai televisi nasional. Secepatnya mengesahkan RUU tentang pidana nikah siri, kawin kontrak, poligami dan sejenisnya. Membatalkan ACFTA (Asean China Free Trade Agreement). Memutus hubungan diplomasi dengan Israel, ini adalah pemikiran Alm. Gus Dur yang paling tak bisa aku terima.

Dengan hak prerogative mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan agenda memakzulkan Nurdin Halim. Terbukti ditangannya PSSI hancur, lalu mangajak Henry Mulyadi masuk jajaran pengurus. Dia adalah pahlawan supporter Indonesia. Menurunkan tarif parkir yang makin hari makin mencekik, kalau perlu free parking. Anak terlantar, pengamen, pengemis, dan tuna wisma (pasal 34, omdong) diurus Negara dengan serius. Membentuk departemen khusus untuk mengelola mereka.

Membangun proyek jalan tol Jakarta-Surabaya, Lampung-Aceh, Pontianak – Samarinda, Manado – Makasar, Sorong – Merauke dst (tulis sendiri, menggabungkan 2 ujung pulau lah intinya). Menandai garis batas wilayah NKRI dengan jelas pake “spidol permanent”. Dan akhirnya aku angkat SBY jadi penasehatku.

5. Jika aku menjadi pengangguran, aku akan mencari kerja dengan cara apapun asal halal. Menulis seluruh harapanku, berusaha mewujudkannya dengan terus menjaga api asa itu tetap menyala.

Ruanglain 31, Cikarang

17 Februari 2010 (Dirgahayu kota Solo)

Karawang, 090114 – Take “D” for Dream!

Sherina Munaf #nostalgia

Image

Catatan: “Ini postingan nostalgia ketiga yang saya ambil dari catatan Facebook tertanggal 22 Juni 2011. Catatan ke 21 dalam event #30HariMenulis. Poster girl! Poster Sherina masih ada satu yang tetap kupajang di rumah, istriku tetap mengizinkannya.”

Foto ini masih saja kupajang di kos, sampai sekarang

“Berhenti menggelengkan kepalamu

Berhenti membangun pertahananmu

Kau kan sadar kau kan tahu

Bahwa kau bukan Primadona”

Ketika remaja saya cinta banget dengan dia. Saya terpesona dengannya di lagu Kembali ke Sekolah. Video klipnya keren, coba hitung ada berapa kali Sherina membetulkan tali sepatunya? Sepatu coklatnya aku beli, semirip mungkin dengan yang ada di klip. Senyumnya menghipnotis. Lalu makin tergila-gila setelah film Petualangan Sherina rilis. Film yang menjadi fenomena pembuka jalan bangkitnya perfilman nasional di abad millenium.

Ketika sekolah stm, cintaku menjadi tak terkendali. Dengan konyolnya saya meng-klaim Sherina munaf adalah pacarku (belakangan ini kusadari hal inilah yang membuatku lama sendiri). Seluruh kaset ori-nya kubeli. Sampul kasetnya saya selotip plastik biar ga rusak. Ost Petuaangan Sherina saking seringnya kuputar pitanya kusut, ngeruel, sampai putus. Konyolnya lagi, saya buka itu kaset lalu saya sambung lagi. Masih bisa muter dan lagunya terdengar mleo-mleo di track “Jagoan”.

Temanku pernah bertanya: “Emang kamu pernah ketemu langsung denganya?”

Kujawab bijak: “Belum, saya ga mau ketemu dia langsung dalam posisi artist dan penggemar. Saya ingin suatu saat nanti ketika pertama bertemu dengannya posisi kita setara. Saya ga mau dilihat sebelah mata olehnya, hanya sebagai seorang fan.”

Setiap kali Sherina muncul di tv, HP ku pasti bergetar. Teman-teman dan keluarga seperti sudah ada kesepakatan tak tertulis untuk selalu memberitahu setiap berita terbaru tentangnya.

“Bud pacarmu sekarang ada di rcti tuh”

“Setel rcti sekarang! Sherina show”

“Pacarmu jadi cover majalah Girl, ada posternya. Beli sana!”

“Eh Sherina lagi diwawancari tukul, liat tv sekarang Bud!”

“ajalah Hai mengupas album baru Sherina”

“Sherina-mu jadi bintang iklan Simpati norak! Tapi di iklan maribella cantik banget…”

“Bud cepetan nonton indosiar, Sherina ada di kiss kena kasus perkosaan tuh”

“Laz aku punya gambar sherina munaf dengan resolusi tinggi, bagus buat wallpaper. Email mu apa?”

“New ambasador panasonic! Ruuuar biasa. Salute!”

“Geregetan oh aku geregetan apa yang harus kulakukan…! Pacarmu lagi nyanyi di sctv. Sayangnya lipsing”

Itu adalah sebagian kecil sms yang kuterima. Dulu setiap ada sms seperti itu saya langsung bergegas lihat tv, bagaimana caranya saya ga mau tahu. Kalau lagi di rumah nyantai sih ga papa, tinggal nyalain tv. Pernah pas lagi kerja ada sms seperti itu, saya langsung bergegas ke kantin pt untuk nyalain tv. Di jam kerja dengan santainya saya lihat sherina di tv sambil minum the botol. Dari arah belakang bos saya datang menegur, “Pantas saja target kerjaan ga terkejar yang lain pada pusing kamu malah enak-enak di kantin” Saya hanya tersenyum, konyolnya lagi saya tak panik sama sekali ditegur gitu. Malah dengan santainya kutimpali, “Pacar saya bos lagi di tv” Duh!

Pernah pas dalam perjalanan naik motor ada sms seperti itu, berhenti sebentar kubuka HP. Lalu langsung saja saya kebut itu motor cari tempat yang ada tv nya. Di pinggir jalan ada warung soto yang ada tv nya, langsung saja masuk dan bilang: “Remote mana? Cepet ganti channel rcti, ada pacarku di sana!” Pernah juga pas lagi kuliah, saya langsung pulang untuk duduk di depan tv ga peduli walau matakuliah hari itu ada quiz. Perjuanganku untuk melihat Sherina di layar kaca tak semudah yang kalian kira!

Puncak kecintaanku pada Sherina Munaf terjadi di album Primadona.

“Jadi tunggu saja.

Pasang kelima panca indramu

Camkan dengan pasti, kuyakin kau kan….”

Setiap hari adalah lagu wajib. Temanku se-kos ruanglain_31 sampai sepet dengarnya, tetangga kos ku ada yang protes. Siapa yang peduli, sherina lagi di puncak.

Sampai akhirnya saya sampai di suatu titik yang ‘ga tahu gmana saya menjelaskannya’. Sebuah realita dan pemikiran akal sehat. Dia bukan apa-apaku. Dia makin terkenal, lagu-lagunya mulai komersial di album gemini. Dan kemunculannya di layar kaca jadi semakin sering. Saking seringnya, menjadikannya penampilan yang tak special lagi. Dulu dia masih langka tampil, kini disembarang jalan ada poster dia. Di setiap hari ada dia di tv, lagu-lagunya dengan mudah ditemui di radio. Dia tak special lagi. Saya terbangun dari daya khayalku.

Seperti ada pengumuman yang terpampang di sebuah banner iklan raksasa, seperti ada sebuah kesepakatan konspirasi teman-temanku pasca album gemini juga mulai jarang kasih sms kabar pacarku muncul di media. Terakhir 2 minggu yang lalu masih ada 2 temanku yang sms bahwa Sherina munaf muncul di just Alvin di metro tv. Lucunya, saya tak peduli.

Cinta ini tak abadi, Tuhan memang maha pembolak-balik hati makhluknya.

Koor Prod Room – Cikarang, 220611

Andai aku besar nanti – Lihatlah lebih dekat – My Life – Primadona – Gemini.

Karawang, 030114

Menunggumu #nostalgia

Catatan: Ini adalah posting-an kedua yang saya nukil dari catatan Facebook. Tercatat di-publish tanggal 20 Juni 2011.

Gambar

Menunggumu # 19

“Saya datang lebih cepat agar kamu tak lama menungguku nanti”

“Maaf acaranya molor, ini belum selesai”

“Jadi jam berapa selesainya?”

“Paling jam 4.30”

“Oke, saya tunggu”

Detik berjalan, menit merangkak.

Menunggu adalah tinggal beberapa saat di suatu tempat dan mengharap sesuatu akan terjadi (datang).

“Sudah setengah lima nih”

“Maaf ternyata lebih lama dari yang kuduga”

“Saya sudah kesemutan menunggumu di sini. Pastikan saja jam berapa pulangnya”

“Hhhmmm.., ga bisa pasti sih masalahnya ini final brief”

“Trus gmana baiknya, saya pulang lagi?”

“Jangan. Tunggu jam 5 ya. Kamu sambil apalah, makan dulu, sholat dulu, atau ngapain”

“Sudah. Ya sudah 30 menit lagi ya” 

Detik berjalan, menit merangkak.

Menunggu adalah menantikan (sesuatu yg mesti datang atau terjadi).

“Saya tunggu 5 menit lagi, kalau ga segera datang saya pulang”

“Ya jangan 5 menit. Waduh belum selesai juga nih gmana ya?”

“Tadi katanya jam 5 sekarang hampir jam 5”

“Maaf saya belum bisa keluar sekarang, tanggung bentar lagi selesai”

“Oke 15 menit ga selesai saya pulang lagi”

Detik berjalan, menit merangkak.

Menunggu adalah mendiami, menghuni, menunggui.

“Oke, waktu habis. Saya pulang lagi saja”

“Tunggu sayang, ini sudah penutupan acara. Saya mau keluar ruangan sekarang.”

“Benar ya, cepatlah datang kaki saya sudah meng’akar’ menunggumu di sini”

“Okey, tunggu ya” ditutupnya telp untuk kesekian kalinya.

Detik berjalan, menit merangkak.

Menunggu adalah mengharap menanti sesuatu, dan bila lama itu sangat menjengkelkan.

Sambil menuggu dia keluar ruangan, kubuka makanan ringan yang tadi tertunda. Lalu ada sms masuk, segera saja kubuka. Ternyata dari dia, berbunyi:

“Maaf sayang, ternyata setelah brief selesai ada ujian apa yang disampaikan. Jadi mungkin 30 menit lagi baru bisa selesai. Tunggu saya ya”

“Aaaaggghhhhhh……”

Ruang TLP06 – Cikarang, 200611

Menunggu adalah sebuah kesetiaan.

Karawang, 301113

CATATAN INKHEART #nostalgia

Gambar


Catatan:

Tulisan ini pernah di-publish di facebook tanggal 16 Maret 2010 dan blog Multi-ku. Saya pindahkan ke sini buat nostalgia. Ke depannya mungkin beberapa tulisan akan saya pindahkan juga. Yup, #nostalgia

Untuk Anna,

Yang bahkan menyingkirkan The Lord of the rings sebentar, demi membaca buku ini.

(Apalagi yang bisa diharapkan ibu dari anaknya?) Dan untuk Elinor, Yang meminjamkan namanya, Meskipun dalam ceritaku bukan peri ratu

“Menarik melihat cara penyajian per bab novel ‘Inkheart’ karya Cornelia Funke. Tiap awal bab akan ada semacam catatan yang dinukil dari buku lain atau suatu yang menarik yang isinya menjabarkan secara linier garis cerita. Tulisan ini sengaja saya ketik secara manual dari buku bersampul merah tersebut agar menikmati catatannya lebih nyaman dan ringkas, sekaligus sebagai referensi teman-teman buat memilih bacaan (cerita fantasi). Pecinta dongeng pasti akan menyukai ini.”

Datang, datang

Datang sepatah kata, datang,

Datang di waktu malam,

Ingin menyala.

Debu. Debu, debu. Malam.

(Paul Celan, Enfuhrung)

1. Tamu asing di malam hari

Sinar bulan memantul di mata kuda kayu dan tikus waktu Tolly mengambil keduanya dari bawah bantal. Jam berdetak dan dalam keheningan ia merasa mendengar suara kaki telanjang melangkah di lantai, lalu cekikikan, bisikan, dan suatu bunyi, seperti lembar-lembar yang dibuka.

(Lucy M. Boston, Anak-anak dari Green Knowe)

2. Rahasia-rahasia

“Tapi apa yang bisa dilakukan anak-anak ini tanpa cerita?” Tanya Naftali Red Zebulun menjawab, “Mereka pasti bisa menerimanya. Buku cerita bukan roti. Orang bisa hidup tanpa buku cerita.”

“Tapi aku tidak bisa hidup tanpa buku cerita,” kata Naftali.

(Issac B. Singer, Naftali sang pendongeng dan kudanya Sus)

3. Pergi ke selatan

“Dibalik hutan liar itu terdapat dunia yang begitu luas, kata si Tikus. “Dan dunia itu bukan urusan kita, kau, juga aku. Aku belum pernah pergi ke dalamnya dan tidak akan pernah pergi ke sana, apalagi kau, kalau saja kau punya sedikit akal sehat.”

(Kenneth Grahame, Angin di pohon Willow)

4. Rumah penuh buku

“Kebunku adalah milikku,” kata si raksasa tegas, “semua tahu itu dan tak seorang pun boleh bermain di dalamnya selain aku.”

(Oscar Wilde, Si raksasa yang kikir)

5. Hanya satu gambar

Barangsiapa mencuri buku atau tidak mengembalikan buku yang dipinjamnya, ditangannya buku itu akan berubah menjadi ular yang mematikan. Otaknya tidak berfungsi lagi dan kelumpuhan melanda sekujur tubuhnya. Begitu nyaring dia akan berteriak memohon ampun, namun derita takkan dikurangi sampai ia mulai membusuk. Ngengat buku akan menggerogoti isi perutnya seperti cacing-cacing maut yang tidak bisa mati. Dan jika dia menjalani hukuman terakhirnya, api neraka akan memanggang tubuhnya sepanjang masa.

(Prasasti di perpustakaan biara San Pedro, Barcelona, dikutip Alberto Manguel)

6. Api dan bintang-bintang

Di sana mereka tampil bersama beruang, anjing, kambing, monyet, dan marmot yang menari-nari; meniti tambang di ketinggian, berjungkir balik de depan dan ke belakang, melempar lalu berdiri di atas pedang dan pisau tanpa terluka sedikit pun, menelan api dan mengunyah batu, memeragakan seni sulap di balik mantel dan topi atau menggunakan piala-piala ajaib dan rantai, bernyanyi semerdu burung bulbul, berteriak seperti merak, dan mencicit seperti rusa, berkumpul dan menari diiringi suara suling.

(Wilhelm Hertz, Buku akrobat)

7. Di balik kegelapan malam

Seribu musuh di luar rumah

Lebih baik daripada satu di dalam.

(Peribahasa Arab)

8. Sendiri

“Sayangku,” akhirnya nenekku berkata. “Apa kau yakin tidak bakal sedih harus menjadi tikus sepanjang sisa hidupmu?”

“Bagiku tidak ada bedanya,” aku menjawab. “Tidak masalah menjadi apa atau bagaimana wujudku selama tetap ada yang mencintaiku.”

(Roald Dahl, Ratu penyihir)

9. Pertukaran yang berbahaya

Sejenis penyakit buku yang kejam dan parah menjangkiti jiwa manusia. Betapa hina, merasa terikat pada benda lemah yang terdiri atas kertas, tulisan yang tercetak, serta perasaan orang yang sudah mati. Bukankah akan lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih perkasa jika kita tinggalkan saja sampah itu di tempatnya lalu melangkah memasuki dunia sebagai manusia super yang bebas, merdeka dan tuna aksara?

(Solomon Eagle, Moving a library)

10. Gua sang singa

Dengarlah! (Orang-orang dewasa tidak perlu membaca bagian ini). Aku tidak bermaksud mengatakan pada kalian bahwa buku ini akan berakhir tragis. Sejak awal kukatakan ini buku kesayanganku. Tetapi sekarang akan muncul hal-hal yang mengerikan.

(William Goldman, The Princess Bride)

11. Pengecut

Rumah! Itulah makna suara-suara lembut itu, belaian-belaian sayang datang dalam hembusan angin, tangan-tangan kecil tak terlihat, yang memanggil dan menariknya ke arah tertentu.

(Kenneth Grahame, Angin di pohon Dedalu)

12. Terus ke selatan

Jalan ini tak ada habisnya

Dari pintu tempat ia bermula.

Terbentang hingga di kejauhan sana,

Mesti kujalani sedapat yang aku bisa.

Kaki letih, tapi kuberjalan juga,

Sampai kudapati jalan yang lebih besar,

Tempat banyak jalur dan urusan bertemu.

Lalu ke mana? Aku tidak tahu.

(J.R.R. Tolkien, The Lord of the rings: Sembilan pembawa cincin)

13. Markas Capricorn

Namun Selig menjawab pertanyaan yang terakhir: Sepertinya dia terbang ke negeri seberang Kegelapan. Tempat yang tak dihuni manusia dan tidak ada binatang tersesat ke sana, langitnya berwarna bagai tembaga dan besi menjadi tanahnya, tempat kekuatan-kekuatan jahat bersembunyi dibawah payung jamur-jamur yang membatu dan di lorong-lorong yang sudah ditinggalkan tikus tanah.

(Issac B. Singer, Naftali sang pendongeng dan kudanya Sus)

14. Tugas terlaksana

“Tidak ada gunanya mencari dia,” gerutu si Berang-berang “Apa maksudmu?” Tanya Susan. “Dia pasti belum jauh. Kita harus menemukannya! Apa maksudmu bahwa kita tidak perlu mencarinya?”

“Karena sudah jelas di mana dia berada saat ini!” jawab si Berang-berang “Apa kalian belum mengerti juga? Dia pergi ke perempuan itu, si Penyihir Putih. Dan dia menghianati kita!”

(C.S. Lewis, The Chronicles of Narnia: Sang Singa, sang penyihir, dan lemari)

15. Kebahagiaan dan kemalangan

Saat itu tengah malam, Bingo tidak bisa tidur, lantainya keras, namun ia sudah terbiasa. Selimutnya kotor dan berbau busuk, tapi ini juga bukan hal yang asing untuknya. Sebuah lagu terngiang-ngiang dan ia tidak dapat mengenyahkannya dari kepalanya. Lagu kemenganan orang-orang Wendel.

(Michael de Larrabeiti, The Borribles go for broke: Buku kedua trilogy The Borribles)

16. Pada zaman dulu

Dia mengangkat buku itu. “Aku akan membacakan buku ini untukmu, sebagai hiburan.”

“Apa di dalamnya ada soal olahraga?”

“Anggar. Gulat. Siksaan. Cinta sejati. Kebencian. Balas dendam. Raksasa. Pemburu. Penjahat. Orang-orang baik. Perempuan-perempuan cantik. Ular. Laba-laba. Kesakitan. Kematian. Pemberani. Pengecut. Pria-pria perkasa. Pengejaran. Pelarian. Kebohongan. Kebenaran. Gairah. Keajaiban.”

(William Goldman, The Princess bride)

17. Penghianat yang dihianati

Kesenangan ganjil timbul ketika ia menyaksikan sesuatu perlahan-lahan musnah, melihatnya menghitam lalu berubah menjadi sesuatu yang lain. […] Rasanya ia ingin sekali memanggang sate sosis dalam kobaran api itu, sementara buku-buku itu melantak dijilat kematian bersama setiap kepak sayap merpati-merpati putih di depan rumah. Sementara buku-buku itu membumbung berhamburan dalam pusaran bunga api, dihembus pergi angin yang gelap oleh orang.

(Ray Bradbury, Fahrenheit 451)

18. Lidah ajaib

Tuan Trelawney, dokter Livesey, dan yang lainnya memintaku menuliskan kembali seluruh kisah tentang Pulau Harta Karun dari awal sampai akhir, dan tidak merahasiakan apa pun kecuali letak pulau itu. Karena itu sekarang kuambil pena bulu, di tahun 17… dan mulai dengan ketika ayahku menjadi pemilik penginapan “Admiral Benbow” lalu seorang pelaut tua yang kulitnya coklat terbakar matahari dengan bekas luka tebasan pedang datang pertama kali untuk tinggal bersama kami.

(Robert L. Stevenson, Pulau Harta Karun)

19. Harapan yang menipis

Kaa menurunkan kepala dan sejenak merebahkannya perlahan di pundak Mogli. “Hati yang tabah dan lidah yang terjaga,” pujinya. “Dengan ini kau akan bisa bertahan di rimba ini, anak manusia. Tapi sekarang pergilah segera bersama teman-temanmu. Tidurlah karena bulan sebentar lagi akan berakhir dan apa yang sekarang akan terjadi tak perlu kau hiraukan.”

(Rudyard Kipling, Buku rimba raya)

20. Ular dan Duri

Para anggota Borrible berbalik dan di sana, tepat di ujung jembatan terlihat lingkaran cahaya putih menyilaukan, muncul dari bawah langit yang gelap. Sinar itu lampu mobil yang berada di utara jembatan, dari arah itulah beberapa menit lalu mereka baru saja melarikan diri.

(Michael de Larrabeti, The Borribles go for broke: Buku kedua trilogy The Borribles)

21. Basta

Hutan ini, yang sekarang begitu tenang, pasti waktu itu dipenuhi jerit kematian, pikirku. Dan bayangan itu begitu jelas sehingga rasanya aku bisa mendengar suara mereka.

(Robert L. Stevenson, Pulau harta karun)

21. Aman

Sejak saat itu hari-hari berlalu dengan lambat, namun untungnya setiap fajar baru membawa pergi sedikit ketakutan yang membebani jiwa pemuda malang itu.

(Mark Twain, Petualangan Tom Sawyer)

22. Malam penuh kata

Anak kecil mana yang tidak menganggap dirinya bisa melihat perahu layar Peter pan di langit ketika ia tidak bisa tidur pada malam hangat di musim panas? Aku akan mengajarimu cara melihat kapal itu.

(Robert Cottoneo, Ketika seorang anak kecil pada suatu hari di musim panas)

23. Fenoglio

Kalian tidak mengenaliku, kecuali kalau kalian pernah membaca buku yang berjudul Petualangan Tom Sawyer, tapi itu tidak penting. Buku itu ditulis oleh Mr. Mark Twain dan apa yang dia ceritakan di dalamnya adalah benar—kurang lebih. Dalam beberapa hal dia melebih-lebihkan, tetapi kebanyakan memang begitulah kejadiannya. Soal itu sih sebetulnya tidak perlu dipermasalahkan. Aku belum pernah mengenal seseorng yang tidak sesekali berbohong dalam hidupnya.

(Mark Twain, Petualangan Huckleberry Finn)

24. Akhir yang salah

Cerita, novel, dongeng—semua seperti makhluk hidup dan mungkin memang makhluk hidup. Semua punya kepala, kaki, sistem peredaran darah, dan pakaian seperti manusia sungguhan.

(Erich Kastner, Emil dan para Detektif)

25. Firasat buruk dan dugaan

Dan sekarang barulah ia meletakan bukunya. Dan melihat padaku. Dan berkata, “Hidup ini tidak adil, Bill. Kita memberitahu anak-anak kita bahwa hidup ini tidak adil, padahal itu muslihat licik. Itu bukan Cuma sekedar kebohongan, itu kebohongan yang kejam. Hidup ini tidak adil, tidak pernah adil dan tidak akan pernah menjadi adil.”

(William Goldman, The Princess Bride)

26. Hanya satu ide

“Mungkin memang benar begitu,” kata si orang-orang sawah.

“Tapi janji adalah janji, dan janji harus ditepati.”

(L. Frank Baum, The Wizard of OZ)

27. Di rumah

Untukmu, si miskin—perpustakaanku

Cukuplah sebagai harta.

(William Shakepeare, The Tempes)

28. Persinggahan yang nyaman

“Aku tidak punya ibu,” kata Peterpan

Ia juga sedikit pun tidak merindukannya.

Ia menganggap ibu terlalu berlebihan.

(James M. Barrie, Peter pan)

29. Pippo si cerewet

“Kalian mendapat informasi yang salah,” Butterblume berkata pada lelaki itu.

“Di sini tidak ada pemukiman, bermil-mil dari sini juga tidak ada.”

“Jadi, tidak aka nada yang bisa mendengarkan kau berteriak,” kata lelaki Sisilia itu dan melompat ke depan Buttercup dengan kegesitan yang mencengangkan.

(William Goldman, The Princess Bride)

30. Di balik kerimbunan bukit

“Jangan ganggu dia,” kata Merlin. “Mungkin dia baru akan mau berteman denganmu kalau telah mengenalmu lebih dekat. Burung hantu tidak bisa diburu-buru.

(T.H. White, The once and future king)

31. Kembali terperangkap

Dia meminta pendapat Raja sambil diam-diam berharap Raja akan melarang putranya pergi. Namun raja malah berkata, “Yah, sayang, petualangan memang bermanfaat bahkan untuk orang yang masih sangat kecil sekalipun. Petualangan akan tetap tersimpan dalam diri seseorang, meskipun di kemudian hari bisa saja ia tidak ingat petualangan itu lagi.

(Eva Ibbotson, Rahasia peron 13)

32. Pelayan Capricorn

Karena aku tidak pernah melihat ayah dan ibuku, gambaran awalku tentang sosok mereka dengan tidak masuk akalnya kubuat berdasarkan nisan mereka. Dari bentuk huruf yang ada di nisan ayahku, aku mendapat gagasan aneh bahwa dia lelaki berbahu lebar, pendek, dan gemuk, dengan rambut keriting hitam dan kulit gelap. Dari bentuk dan tarikan garis tulisan “Juga Georgiana, istri almarhum yang tersebut di atas”, aku menarik kesimpulan yang kekanak-kanakan bahwa ibuku punya tahi lalat dan sakit-sakitan.

(Charles Dickens, Great Expectations)

33. Rahasia-rahasia

“Kalau aku menjadi ksatria,” kata Wart sambil melamun menatap perapian, “Aku akan meminta pada Tuhan agar Dia mengirimkan semua kejahatan di dunia ini padaku, hanya padaku. Kalau aku bisa mengalahkannya, tidak aka nada lagi kejahatan tersisa, dan kalau kejahatan mengalahkanku, hanya aku sendirilah yang menanggung akibatnya.”

“Pernyataanmu luar biasa sombong,” kata Merlin, “dan kaulah yang akan dikalahkan. Dan kau akan menderita karenanya.”

(T.H. White, The once and future king)

34. Tujuan yang berbeda-beda

Faber membenamkan hidungnya ke dalam bukuku. “Tahukah anda bahwa buku beraroma pala atau rempah-rempah dari negeri-negeri eksotis? Waktu kecil, aku suka sekali menciumnya.”

(Ray Bradbury, Fahrenheit 451)

35. Di rumah Capricorn

Dalam mimpi terkadang aku berjalan di rumah gelap yang tidak kukenal. Rumah yang asing, muram, dan mengerikan. Kamar-kamar gelap mengelilingiku hingga aku tak bisa bernapas lagi… (Astrid Linggren, Mio Anakku)

36. Kecerobohan

“Jadi kau pikir ini jebakan?” Tanya sang bangsawan.

“Aku selalu menganggap semua sebagai jebakan, selama tidak ada bukti yang menunjukan sebaliknya,” jawab sang pangeran. “Karena itulah aku masih hidup.”

(William Goldman, The Princess bride)

37. Kata-kata yang dibisikkan

Ia begitu menyukai air mata anak laki-laki itu sehingga ia mengulurkan jari-jarinya yang indah, membiarkan tetes-tetes air itu mengalir di sana. Suaranya begitu halus sehingga si anak laki-laki awalnya tidak mengerti apa yang dikatakannya. Lalu anak itu mengerti. Ia bilang bahwa menurutnya ia akan kembali sehat jika anak-anak percaya pada peri.

(James M. Barrie, Peter pan)

38. Hukuman untuk penghianat

“Dan kau?” Lobosh ingin tahu. “Kau, Krabat, apa kau tidak takut?”

“Lebih daripada yang kau duga,” kata Krabat. “Dan bukan hanya keselamatan diriku sendiri yang kucemaskan.”

(Otfried Preubler, Krabat)

38. Kuda hitam sang malam

“Dia menunduk dan mengeluarkan Sophie dari saku rompi. Sekarang Sophie berdiri di sana, memakai piama kecil, bertelanjang kaki. Dia menggigil dan melihat berkeliling, mengamati gumpalan kabut yang bergulung-gulung dan uap halus yang bergolak menakutkan.

“Di mana kita sekarang?” Tanya Sophie

“Kita ada di negeri mimpi,” kata si BFG. “Kita di tempat asal mimpi-mimpi.”

(Roald Dahl, The BFG)

39. Farid

Setiap perampok biasa mengintai jalan-jalan antar desa, memburu ke dusun dan kota serta merongrong penduduk. Dan setelah merampok caravan atau menjarah isi desa, mereka membawa hasil rampasan mereka ke tempat terpencil dan tersembunyi ini.

(Kisah Ali baba dan empat puluh perampok)

40. Ekor berbulu di ambang jendela

Hanya bahasa yang melindungi kita dari ketakutan akan benda-benda tak bernama.

(Toni Morrison, pidato sambutan ketika menerima anugrah Nobel sastra 1993)

41. Tempat yang gelap

“Jim, anak muda,” kata Lukas dengan suara serak, “perjalanan yang pendek telah usai. Maafkan aku, karena sekarang kau harus berbagi nasip denganku.”

Jim menelan ludah.

“Kita kan memang berteman,” jawabnya lirih dan menggigit bibir bawahnya supaya tidak bergetar terlalu kuat.

(Michael Ende, Jim Knopf dan Lukas sang masinis)

42. Berita dari Farid

“Baiklah,” kata Zoff. “Ini yang akan kukatakan, siapa yang merasa punya rencana lebih baik, bisa menceritakan rencananya itu nanti.”

(Michael de Larrabeiti, The Borribles go for broke: buku kedua trilogy the Borribles)

43. Beberapa kebohongan untuk Basta

“Lihat ini!” teriaknya. “Aku meludah di atas tanah ini dan mengutuknya. Laknat! Kalau kau bertemu pemiliknya, katakana padanya apa yang kau dengar ini, katakan padanya bahwa untuk ke-1219 kalinya Jennet Clouston menjatuhkan kutukan atas dirinya dan rumahnya, lumbung dan kandangnya, pelayan dan tamunya, lelaki, perempuan, gadis, anak-anak—terkutuk, terkutuklah mereka semua!”

(Robert L.Stevenson, Kipnapped)

44. Terbangun di malam gelap

Setiap jam sepanjang hari pelayan datang membawa bunga-bunga. Setumpuk bunga pohon ek, brown, meadowsweet, yang terindah dan terhalus yang bisa dikumpulkannya di hutan dan ladang.

( Evangeline Walton, The Four Branches of Mobinogi)

45. Sendiri

“Aduh, mengapa aku mau meninggalkan liang hobbit-ku?” kata Bilbo yang terlonjak-lonjak di punggung Bombur.

(J.R.R. Tolkien, The Hobbit)

46. Si Murai

Namun mereka membangunkannya dengan kata-kata, senjata mereka yang mematikan dan berkilauan.

(T.H. White, the book of Merlin)

47. Kesombongan Basta dan muslihat Staubfinger “Bagaimanapun aku tetap penasaran apakah kita akan disebut dalam syair-syair dan cerita-cerita. Tentu saja, kita ada dalam salah satunya; tapi maksudku: benar-benar diterangakn dalam kata-kata. Kau mengerti kan, diceritakan di samping perapian atau dibacakan lantang dari buku besar dengan tulisan bertinta merah dan hitam, terus-menerus, tahun demi tahun. Dan orang-orang berseru, ”Kami ingin mendengar kisah Froddo dan cincinnya!” kemudian mereka berkata, “Ya, itu salah satu cerita kesukaan kami.”

(J.R.R. Tolkien, The Two Towers: buku kedua trilogy The Lord of the rings)

48. Elinor tertimpa sial

Kemudian Charley menjelaskan padanya letak persis kantor polisi serta banyak petunjuk lain, bahwa dia harus berjalan lurus dari pintu masuk, kemudian setelah sampai di pekarangan, dia harus mengambil posisi di kanan dan menaiki tangga melalui pintu, dan dia harus mengangkat topi begitu masuk ruang kantor. Setelah itu Charley memintanya melanjutkan perjalanan sendirian dan berjanji padanya ia akan menunggu di situ, di tempat mereka berpisah.

(Charles Dicksens, Oliver Twist)

49. Nyaris

“Aku tidak tahu apa itu,” jawab Fiver sedih.

“Untuk sementara tidak ada bahaya, tapi ada yang sedang menuju ke sini—dia datang.”

(Richard Adams, Watership Down)

50. Makhluk kecil yang rapuh

Ketika ia mengungkapkan harapanya yang tipis bahwa Tinker Bell akan senang dengan kehadirannya, Peter pan bertanya, “Siapa Tinker Bell?”

“Oh, Peter!” ia berseru terkejut. Namun, meski ia menjelaskannya Peter tetap tak bisa mengingatnya.

“Peri banyak sekali,” kata Peter. “Kurasa dia sudah mati”

Kurasa Peter benar. Peri hanya hidup singkat, tetapi mereka makhluk yang sangat kecil, sehingga waktu yang sedikit itu bagi mereka terasa cukup lama.

(James M. Barrie, Peterpan)

51. Kata-kata yang tepat

Inilah yang menakutkan: seolah dari lumpur di kedalaman yang paling dasar datang suara-suara dan teriakan-teriakan; debu yang tanpa bentuk bergerak dan berbuat dosa; sesuatu yang mati dan tak terlihat sosoknya menguasai perwujudan kehidupan.

(Robert L. Stevenson, Dr. Jekyll & Mr. Hyde)

52. Api

“Lalu—aku tahu!” kata Bagheera, tiba-tiba melompat. “Cepatlah kau pergi ke desa manusia di lembah gunung dan ambil beberapa Bunga Merah yang mereka tanam. Kalau tiba saatnya nanti, kau akan punya teman yang lebih kuat daripada aku, Baloo, atau siapa pun anggota kawanan kita yang menyayangimu. Ambilah bunga merah itu!”

Yang dimaksud Bagheera dengan Bunga Merah adalah api, tapi tidak ada penghuni rimba ini yang menyebutkan nama asli benda itu. Setiap makhluk rimba takut padanya seperti mereka takut pada kematian.

(Rudyard Kipling, The Jungle book)

53. Penghianatan, kebohongan, dan kebodohan Kemudian ia berkata, “Aku akan mati, itu sudah pasti; tidak ada jalan untuk lari dari penjara yang sempit ini!”

(Kisah Ali baba dan emapt puluh perampok)

54. Sang bayangan

Langitku kuningan

Tanahku besi

Bulanku segumpal tanah liat

Pes matahariku

Membakar ketika siang

Kabut kematian saat malam

(William Blake, Lagu ratapan kedua Enion dari Vala atau The Four Zoas)

55. Hanya desa yang terbengkelai

Dalam buku aku bertemu dengan mereka yang telah mati, seolah mereka masih hidup, Dalam buku aku melihat apa yang akan datang.

Semua akan hancur dan musnah seiring berlalunya waktu; Yang terkenang akan terlupakan, Jika Tuhan tidak menganugerahkan buku Untuk menolong manusia yang fana.

(Richard de Bury, dikutip dari Alberto Manguel)

56. Merindukan rumah

Namun Bastian tahu ia tidak akan pergi tanpa membawa buku itu. Sekarang ia baru mengerti bahwa ia datang ke sini hanya demi buku itu. Buku itu memanggilnya dengan caranya sendiri, karena buku itu ingin bersamanya, karena sejak awal buku itu memang miliknya!

(Michael Ende, Cerita tanpa akhir)

57. Pulang

Dan ia berlayar pulang

Setelah hampir setahun penuh

Dan berminggu-minggu

Dan sehari lagi

Sampai ia kembali tiba di kamarnya, ketika malam Makan malamnya menunggu Dan masih hangat.

(Maurice Sendak, Where the wild things are)

Ruanglain31@Cikarang, 15 Maret 2010 (Pikir lagi!)

Note: catatan ini ditulis ulang dengan iringan lagu Sherina Munaf dari album Gemini.

Gambar

Karawang, 281113