Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

Iklan

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir! Dan bagaimana kalau aku kehilangan keberanian pada waktu itu? Bagaimana kalau aku tidak berani mengambil resiko? Besok, besok itu semua akan berlalu.

Alexey Ivanovitch. Aku orang yang bertanggung jawab secara hukum, aku dua puluh lima tahun, aku lulusan perguruan tinggi, aku seorang bangsawan, aku tidak ada hubungan denganmu dengan cara apapun. Tidak ada kecuali rasa hormat yang tak mengikat terhadap harga dirimu yang mencegahku sekarang untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya untuk memuaskan karena memberi dirimu sendiri hak untuk menjelaskan untukku. Seorang pengajar dari Rusia yang tinggal di sebuah hotel di Perancis.

‘Aku seorang murtad dan seorang barbar, que je suis heretique et barbare, dan bahwa aku tidak peduli apapun terhadap semua Archbishop, Kardinal, Monseigneur ini dan semuanya. Pendeknya, aku menunjukkan bahwa aku tidak akan menyerah.

“… Dengar dan ingatlah: ambil tujuh ratus florin ini lalu pergi dan mainlah. Menangkan sebanyak yang kau bisa dalam roulette; aku harus punya uang sekarang, terjadilah apa yang terjadi.”

Para jurnalis menulis artikel-artikel mengenai dua hal: pertama, mengenai kemegahan dan kemewahan luar biasa rumah-rumah judi di Sungai Rhine dan kedua mengenai tumpukkan emas yang katanya tergeletak di atas meja-meja. Mereka dibayar untuk itu.

Lebih menggelikan pendapat konvensional yang diterima oleh semua orang bahwa sesungguhnya dan tak masuk akal untuk mengharapkan sesuatu dari judi. Hanya ada satu di antara seratus yang menang, tapi apa artinya itu untukku?

Bermain dengan taruhan yang sangat sedikit, jauh lebih buruk. Itu ketamakan yang begitu kecil. Seakan-akan ketamakan tidak benar-benar serupa.

Judi adalah pencarian paling tolol dan ceroboh. Apa yang secara khusus tampak buruk pada pandangan pertama, dalam semua rakyat jelata di sekeliling meja roulette adalah rasa hormat yang mereka berikan pada pencarian itu.

Dia tidak memungut kemenangannya, tapi meninggalkannya di atas meja. Hitam muncul kembali, dia tidak memungut kemenangannya juga kali ini, dan ketika yang ketiga kali merah muncul, segera dia kehilangan seribu dua ratus franc.

Mlle. Blanche adalah wanita Perancis yang terkemuka dengan kekayaan luar biasa dan seorang ibu yang menemaninya.

Hari ini adalah hari yang aneh, fantastis, dan menggelikan. Sekarang jam sebelas malam.

Tampak bagiku bahwa perhitungan hanya sedikit artinya dan sama sekali tidak penting seperti yang dilakukan oleh beberapa pemain.

Pada saat itu seharusnya aku pergi, tapi ada sebuah sensasi aneh muncul dalam diriku, suatu tantangan pada nasib, keinginan sangat untuk menantangnya, untuk menjulurkan lidahku padanya. Aku meletakkan taruhan terbesar yang diperbolehkan – empat ribu gulden – dan kalah.

Orang harus lebih banyak akal sehat. Dia menambahkan – aku tidak tahu kenapa- bahwa meskipun sangat banyak orang Rusia yang berjudi, menurut pendapatnya orang-orang Rusia itu bahkan tidak becus untuk berjudi.

Aku mematuhimu, apapun yang kau perintahkan untuk dilakukan, tapi aku tidak bisa menentukan hasilnya. Aku sudah memperingatkanmu bahwa tidak akan ada hasilnya. Apakah kamu begitu marah karena kehilangan banyak uang? Untuk apa kau begitu menginginkannya?

Aku punya pikiran yang aneh dan gila bahwa aku yakin untuk menang di sini di meja judi. Kenapa aku punya pikiran itu aku tidak mengerti, tapi aku mempercayainya. Siapa tahu mungkin aku mempercayainya karena tidak ada alternative yang tersisa.

Kenapa aku menginginkan uang, tanyamu? Bagaimana kau bisa bertanya? Uang adalah segalanya!

Bicara tanpa menggoyang semak, itu yang aku inginkan.

Seorang Perancis akan tahan terhadap sebuah makian, makian yang benar-benar makian amoral tanpa berkedip, tapi dia tidak akan tahan kalau hidungnya dijentik atau apapun. Karena itu melanggar hukum yang berlaku, yang disucikan berabad-abad. Itulah kenapa gadis-gadis muda Rusia kita mempunyai suatu kelemahan terhadap orang Perancis, tata karma mereka begitu baik.

Aku tahu dengan kehadiranmu aku harus bicara, dan bicara, dan bicara – dan kau bicara. Aku kehilangan seluruh rasa hormat-diri dengan kehadiranmu dan aku tidak peduli.

Lady Moscow yang mengerikan dan pemilik tanah yang kaya, Antonida Vassilyevna Tarasyevitchev, sang Granny, – madame la generale princesse de Tarasyevitchev, meskipun Granny belum pernah menjadi puteri.

Ada petugas-petugas polisi dalam pakaian biasa ditempatkan di sini dan di sana di antara para pemain, sehingga mereka tidak bisa dikenali.

Aku membawa pelayan perempuan, Potapitch dan pelayan laki-laki Fyodor tapi aku mengirim Fyodor pulang di Berlin karena aku perhatikan dia tidak ingin dan aku datang sendirian.

Kau kelihatan sangat manis. Aku pasti akan jatuh cinta padamu kalau aku seorang pemuda.

Seorang perempuan tua berumur tujuh puluh yang tidak bisa jalan namun masih bermain tentu saja bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari.

Kalau kau takut pada srigala kau harusnya tidak masuk ke dalam hutan. Apa? Aku kalah? Pasang taruhan lagi!

Aku sudah bilang Tuhan sendiri menyuruhku untuk mempertaruhkan dua keping uang emas itu.

Aku sendiri adalah seorang penjudi aku merasakan pada saat itu lengan dan tungkaiku gemetar terasa ada denyutan di dalam kepalaku.

Aku di negeri asing tanpa pekerjaan atau cara-cara mencari nafkah, tanpa harapan tanpa masa depan, dan aku tidak memusingkan kepalaku mengenai itu!

Apa hubungannya dneganku? Urusi urusanmu sendiri! Potapitch, kemasi barang semuanya, seluruh bagasi. Kita kembali ke Moscow. Aku telah membuang lima belas ribu rubel!

Selama kau hidup aku akan memenangkannya kembali. Ayo, jalan jangan bertanya lagi! Apakah permainan berlangsung di sana sampai tengah malam?

Kami memiliki semuanya yang kami inginkan di rumah di Moscow: kebun, bunga-bunga yang tidak ada di sini, wewangian, apel besar-besar, banyak kamar di mana-mana. Tapi malahan kami pergi ke luar negeri. Oh oh oh…

Akhirnya dia larut dalam banjir air mata. 

Aku telah meninggalkan semuanya di sana, temanku, hampir seratus ribu rubel. Kau benar untuk tidak pergi bersamaku kemarin. Sekarang aku tidak punya uang, tidak sesenpun.

Sesungguhnya Tuhan mencari dan menghukum kesombongan, bahkan di usia tua.

Sebuah kombinasi dari firasat, suatu usaha luar biasa dari kehendak, peracunan diri-sendiri oleh bayangan orang itu snediri – atau sesuatu yang lain – aku tidak tahu, tapi pada malam itu (yang tidak akan kulupakan seumur hidupku) sesuatu yang luar biasa terjadi padaku.

Itulah yang mengecewakan para pecandu judi yang melakukan perhitungan dengan sebuah pensil di tangan mereka karena berada di luar perhitungan mereka. Dan betapa mengerikannya ironi nasib yang kadang-kadang terjadi dalam kasus seperti itu!

Kalau harus ke Paris, biarlah begitu. Sepertinya ini sudah ditakdirkan pada hari kelahiranku.

Yang hebat adalah keberanian dan kau memilikinya, dan kau akan membawakan uang ke Paris lebih dari sekali.

Mereka bilang pertanda buruk untuk mencoba peruntungan dua kali putaran di meja yang sama, dan Homburg adalah tempat yang benar untuk bermain.

Tidak ada mahkluk di bumi ini yang lebih percaya dan lebih tulus daripada seorang gadis Rusia yang baik, bersih dan tidak terlalu canggih.

The Gambler (catatan harian seorang lelaki muda) | by Fyodor Dostoyevsky | diterjemahkan dari The Gambler | judul asli Igrok | copyright 1867 | Dover Publication, Inc 1996 | penerjemah Anna Karina | editor bahasa Sandiantoro | desain sampul & tata letak Andy FN | pemeriksa aksara Agus Hidayat | ISBN 978-602-95979-3-6 | cetakan I, April 2010 | Penerbit Liris | Skor: 5/5

Karawang, 301017 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

13 Buku Baru

image

Well, ditengah gempuran Sidney Sheldon yang kini memasuki buku keempat dan lima buku baru bulan ini baru selesai datu buku, saya kembali membeli buku baru. Tak tanggung-tanggung, 13! Terlihat seperti angka sialan, tapi yasu dahlah. Seperti yang sudah saya bilang, saya adalah pembaca segala. Di rak saya ada buku Budha, Injil, kumpulan Hadist sampai ratusan kisah fiksi, novel mendominasi. Kenapa saya membeli 13 buku baru sementara ada antrian panjang baca? Jawabnya ada dua. Pertama bulan ini ada rejeki lebih yang memungkinkan untuk menambah koleksi buku. Walau ditengah cekikan cicilan rumah dan mobil, Alhamdulillah kalau disyukuri selalu saja ada jalan buat beli buku. Kedua saat main FB ada teman lama, Ari (TB Rindang) dari Klaten yang sedang menawarkan promo bundel buku 100.000. kebetulan ada buku incaran, jadinya sekalian saja ditumpuk.
Relentless – Tak Kenal Ampun (Dean Koontz)
Ini adalah alasan utama kenapa saya ambil buntelan itu. Pengalaman pertama saya dengan Dean Koontz berujung ketakjuban dalam Intensity. Membaca back-covernya sepintas jelas ini akan semenarik yang pertama. Tak akan jauh dari kekejaman penuh darah, pembunuhan berencana dan adu cerdik antar tokoh. Pasti secepatnya ingin kulahap.
A Werewolf Boy (Kim Mi Ri)
Tak banyak cerita dari Korea yang saya ikuti. Berdasarkan film drama sukses (di sana) apakah benar Cinta adalah bahasa pertama yang dikenalnya? Kenapa saya kurang minat produk Korea, pertama kendala Bahasa. Sekalipun ada subtitle dan sesekali dubbing, kurasa tak senikmat mendengar English yang sedikit banyak dikenal telinga. Satu lagi, nama-nama karakternya yang mirip atau susah diucapkan apalagi dihafal. Apakah senorak Twilight?!
Me Versus High Heels (Maria Ardelia)
Ya, saya menonton filmnya di bioskop 10, 9, 8, 7 tahun lalu? Mungkin akan jadi salah satu kenangan yang mudah terlupa saat menontonnya karena cerita yang sangat biasa. Sayangnya sampai sekarang masih ingat. Kisahnya klise tentang cewek tomboy yang jatuh hati dengan cowok keren (kalian tahu kan arti keren masa kini dimata remaja?) lalu mencoba segala hal bisa memikatnya. Namun rasanya perlu dicoba versi cetak seberapa lebai penuturannya. Ehem.. bukan karena filmnya yang biasa sih kenapa tak langsung lupa. Ya karena teman nontonnya yang tak biasa.
Dan Surga Pun Tersenyum (Satria Nova dkk)
Kisah ketulusan dan rasa syukur wong cilik. Dari sinopsis back-cover sepertinya menarik tentang lika-liku laki-laki rakyat biasa dalam menghadapi kehidupan. Dari Penulis Permata Dalam Lumpur yang tak saya tahu. Sejauh ini belum ada terbitan Noura yang mengecewakanku, semoga ini juga.
Bacalah Surat Al-Waaqi’ah Maka Engkau akan Kaya! (Muhammad Makhdlori)
Inilah kandidat terkuat buku yang tak selesai kubaca dari daftar ini. Dari judulnya sendiri terdengar bombastis walau tak dipungkiri bisa terjadi. Judul sudah memberitahunya jadi apalagi yang mau dijelaskan? Kuncinya adalah segera letakkan buku dan lakukan sekarang. Sisanya biar alam yang menyelesaikan. Ingin kaya, kerja kerja kerja!
Diary Playgirl Kambuhan (Joshua Riwu Kaho)
Pernah dengar namanya? Tidak? Saya juga. Saya tak anti-teenlit karena pernah dibuat terpesona juga kisah anak sekolah yang bagus. Tapi saya tak akan berharap banyak akan buku ini. Dari judulnya saja sudah pesimis. Namun sepertinya cocok nih dibuat sebagai buku pembuka dari daftar ini.
Sentuh Dia Di Titik Nikmatnya (Dr. Ali Isma’il Abdurahman)
Kandidat terkuat kedua yang tak kan selesai dilahap. Membangun hubungan seks suami istri yang indah dan harmonis. Yah, kita semua tahu di mana titk yang dimaksud. Jadi apa menariknya membaca buku semacam ini? Dan lagi, saya tak tertarik pelajaran anatomi.
Mission Pocongible (Andhika Wandana)
Wah saya selalu ilfil kisah plesetan. Ada beberapa yang pernah saya baca tak ada yang bagus. Sepertinya ini juga akan sama. Buku semacam ini memang cepat kelahap karena bobot isinya yang ringan dan sambil lalu. Ya ya ya…
Russell Troy The Monster’s Ring – Cincin Monster (Bruce Coville)
Akan jadi buku pertama kisah ‘A Magic Shop Book’ yang akan saya baca. Back-cover-nya terdengar seru ala Goosebump. Ketika Russell Troy membeli sebuah cincin si penjual bilang itu bisa mengubah orang menjadi mosnter. Merasa kalau itu hanyalah bohong, dia mencobanya. Tapi, Russell tidak membaca petunjuknya dengan cermat!
The Day I Die – Suatu Hari Ketika Aku Mati (Fannie Flagg)
Saya tahu buku ini 4 atau 5 tahun yang lalu. Sempat ditimang-timang nyaris saja masuk ke keranjang beli andai saja budget saat itu mencukupi. Ternyata kalau memang jodoh tak kemana, karena sekarang saya mendapatkannya dengan harga jauh lebih murah. Semoga seru.
Kuntilanak Pondok Indah (Lovanisa)
Setiap saya lihat buku horror semacam ini saya selalu ingat teman seangkatan dari KCB (Keluarga Cendol Bekasi) Ari Keling. Saat pertama bertemu dengannya dia belum punya karya satu-pun. Kini bukunya ada banyak yang nyaris semuanya horror. Embel-embelnya sih keren, “Awas Mencekam”. Oke mari kita lihat.
All Through The Night – Sepanjang Malam (Mary Higgins Clark)
#1 bestseller international bukanlah jaminan kualitas. Namun sepertinya ini akan menyenangkan, akan jadi pengalaman pertama saya dengan Mary Higgins. Petualangan menjelang Natal. Oke, kalau ini bisa memuaskanku akan saya buru buku Mary Higgins yang lain.
Saga No Gabai Bachan – Nenek Hebat Dari Saga (Yoshichi Shimada)
Daripada Korea saya lebih memilih Jepang. Ini bisa jadi pertempuran yang pas dengan A Werewolf Boy. Dulu pernah belajar bahasa Jepang walau bisa dasarnya saja (apa kabar Hiragana? Apa kabar Katakana?). Pernah kerja di Perusahaan milik Jepang walau sekedar lewat jadi buruh. Dan asal tahu saja, Dragon Ball asalnya dari Jepang. Sepertinya saya akan sangat berharap pada sang Nenek untuk menyeimbangkan kualitas daftar ini.
Karawang, 031115 – Cinta Yang Dungu dan Hantu-Hantu

Buku Baru

image

5 Buku baru di akhir Oktober 2015. Ditengah gempuran Sidney Sheldon yang kini memasuki buku keempat, sudah jadi kewajiban beli buku baru setelah gajian. Kali ini adalah:
1. Zarathustra – Nietzsche
Sudah sepuluh tahun lebih saya mencarinya. Ingin sekali segera memulai petualangan sang ‘nabi’. Seberapa kontroversikah buku yang terkenal karena ungkapan ‘ Tuhan telah mati’ ini.
2. Prajurit Schweik – Jaroslav Hasek
(dulu) Ini buku langka, susah sekali mencarinya. Terbit sebelum Perang Dunia I, katanya satire tentang prajurit yang kocak. Seberapa nyeleneh akan saya buktikan segera.
3. 100 Year Old Man Who Climbed Out Of The Window and Disappeared – Jonas Jonasson
Ini buku fenomena dalam dua tahun terakhir. Ternyata sudah diangkat ke layar lebar. Gaungnya terlambat sampai di telinga ku, yah maklumlah bukan film Hollywood. Seberapa seru petualangan sang kakek?
4. Murjakung – AS Laksana
Cinta yang dungu dan hantu-hantu, kumpulan cerpen setelah Bidadari Yang Mengembara. Disanding-sandingkan dengan Eka Kurniawan tentunya bukan karya yang sembarangan. Akan jadi pengalaman pertamaku bersama Mister Laksana.
5. The Brave New World – Aldous Huxley
Buku futuristik yang katanya sangat visioner ini hanya kalah dari karya George Orwell, 1984! Sebegitu besarkah dunia baru ini?
Karawang, 281015 – Sumpah Pemuda

A Stranger In The Mirror – Sidney Sheldon #1

image

Akhirnya 1 dari 14 novel Sidney Sheldon selesai dibaca juga. Apa yang saya dapat dari novel ini adalah sebuah pengulangan dari kisah biografi Sidney di The Other Side of Me. Tak menemukan sesuatu yang wah, karena memang premis-nya sama. Mencoba sukses di Hollywood berangkat dari bawah, pahit manisnya perjuangan, mencapai puncak lalu menuruninya. Hanya fiksi yang berlebihan yang menjadi benang pembedanya. Dulu pas pertama baca The Other Side saya sempat bilang wah, seru sekali ternyata lika-liku perjalanan di tanah impian Amerika. Tapi untuk A Stranger biasa sekali. Sepertinya saya salah memilih mulai baca.
Kisahnya adalah sebuah impian seorang yang bercita-cita jadi selebritis. Benar-benar merangkak dari bawah, diceritakan dengan sangat detail khas Sheldon. Dibuka dengan prolog yang menjadi ending cerita ini. Walaupun sekilas namun ini jelas langkah salah karena sebuah bocoran utama akan ke mana kisah ini berakhir. Bahwa seorang chief purser Bretagne, Claude Dessard menceritakan pengalamannya menahkodai kapal Perancis SS Bretagne. Suatu hari dia mengalami tragedi besar karena salah seorang penumpangnya adalah Jill Temple, aktris yang sedang dirudung duka. Dalam kisah samar dia bertutur hari itu segalanya berjalan buruk, kapal mewahnya membawa petaka yang tak kan terlupakan oleh seluruh dunia.
Lalu kisah ditarik jauh ke belakang. Detroit, Michigan pada tahun 1919. Sebuah kota industri pasca Perang Dunia I mengalami kebangkitan. Paul dan Freida adalah pasangan Yahudi asal Polandia, segelintir manusia yang berharap perubahan nasib. Paul adalah lelaki kalem yang suka puisi namun kurang tegas sebagai kepala keluarga, Freida adalah wanita taat namun punya keberanian mengambil resiko hidup. Sifat bertolak belakang inilah yang mempengaruhi sifat anak pertama mereka. Toby Temple terlahir dengan anugerah kemaluan dengan ukuran di atas rata-rata. Saat dirinya menginjak remaja, di sekolah dia membuat masalah dengan menghamili teman sekelas. Bersiap tanggung jawab, namun sang ibu diam-diam menolak. Toby punya bakat dalam dunia entertaiment. Kalau dia menikah muda maka impiannya untuk terkenal bisa hancur ditikam kenyataan di kota kecil ini. Maka besoknya Toby berbekal seadanya diminta sang ibu untuk ke kota. Suatu saat ketika sudah sukses Toby diminta kembali membawa serta ibunya. Dan dimulailah petualangan Toby Temple di dunia hiburan.
Sementara itu di Odessa, Texas empat belas Agustus tahun 1939 lahirlah seorang bayi perempuan bernama Josephine Czinki. Melalui kelahiran yang berat, Josephine akhirnya menemui keajaiban untuk hidup. Orang tua Josephine sangat kolot, ibunya seorang religius yang menolak kemewahan dunia. Sehingga di Texas yang terbagi dalam dua kelompok keluarga, kelompok kaya disebut kelompok minyak dan kelompok biasa, non-minyak. Keluarga Josephine di kelompok kedua, ibunya bekerja sebagai penjahit. Namun jiwa petualang Josephine tak bisa bohong. Dirinya yang terlahir sangat cantik dan sering bermain dengan anak-anak orang kaya akhirnya sadar dirinya berpotensi sukses di dunia hiburan. Dia jatuh hati dengan David Kenyon, anak kelompok minyak. Awalnya mereka jalan bareng dan saling mencinta. Sayang, orang tua David tak setuju maka David dijodohkan dengan Cissy Toping yang juga anak orang kaya. Dengan perasaan kalut keesokan harinya Josephine kabur dari kota kecilnya menuju Hollywood.
Sampai di bagian ini saya sudah bisa menebak arah cerita ini. Kenapa? Karena sudah dibocorkan di prolog bahwa Josephine merubah namanya jadi Jill Castle. Nah, cocokkan dengan Toby Temple? Di pembuka sudah dikatakan Jill Temple terdiam menghadap laut lepas dengan pandangan hampa. Jelas sekali mereka berdua nantinya akan menikah. Kesalahan besar Sidney! Diperparah lagi di back-cover dibocorkan bahwa untuk mencapai sukses Jill Castle harus menjual diri karena sulitnya menembus batas glamor kemasyuran. Gadis frustasi bertemu lelaki kesepian, jadilah kisah buku ini. Jadi apa yang dijual buku ini? Ending jelas sudah diungkap.
Secara keseluruhan novel ini bagus. Sekedar bagus, tidak istimewa. Sinetron banget kisahnya, klise konfliknya. Beberapa hal kurang kuat dalam eksekusi keputusan tiap karakter. Dengan mudahnya perubahan-perubahan sifat ditampilkan. Seperti Jill yang tadinya gadis kere yang mudah pindah dari pelukan lelaki satu ke lelaki lain. Bagaimana mudahnya menolak berlian dari rayuan aktor besar? Walau sekedar akting, itu sesuatu yang mustahil. Lalu Toby dengan mudahnya mendapat kritik dan review bagus setiap tampil. Tak semudah itu menjadi komedian, harusnya keterpurukan bukan dari sakit namun dari profesi utama sang aktor. Jelas saya kurang suka kisah menye-menye semacam ini. Sinetron kita sudah memuakkan, jadi ketika ada kemiripan membacanya dari Penulis Besar jadinya bosan. Karakter yang seharusnya bisa digali lebih dalam malah disingkirkan dengan cepat, Alice Tanner misalnya. Setelah kesuksesan pertama Toby dia menghilang. Padahal dia sudah seatap dengannya masak tak ada ikatan emosi. Sam Winter, yang jadi atasannya saat Perang dunia II juga tak berkembang. Hilang dalam hingar bingar Hollywood. Yang paling parah al Caruso dengan Millie yang menyenangkan setiap mengikuti jejak kehidupan, hilang setelah tragedi ketika Toby ke Asia Timur. Musuh utamanya juga terlihat bodoh. Seorang agen bisa dengan mudahnya terjatuh. Klimak cerita ditampilkan dengan datar. Entah kenapa saya tak mendapat sesuatu yang wah dari sini.
Namun tetap, Sidney adalah Sidney. Novel ini tetap layak dilahap di kala santai. Ada beberapa kutipan yang sayang kalau dilewatkan. “Kau tak perlu memakan habis satu kilo kaviar untuk mengetahui enak atau tidak bukan?”. Sebuah nasehat bahwa sesuatu yang luar biasa bisa kita lihat hanya ketika melihat sebagian kecil.
Waktu bukanlah sahabat yang menyembuhkan segala luka, waktu adalah musuh yang mencabik-cabik dan membinasakan masa muda.
“Kau tahu bagaimana caranya agar keledai mau memperhatikan? Pertama kaupukul kepalanya.” Toby ditanya tangan mana yang sering digunakan? Dia jawab kanan, lalu tangan kanannya dihantam dengan besi sampai patah. Pause.
“Apakah aku sudah mendapatkan perhatian?” Toby mengangguk. Edian adegan ini seram sekali, sekaligus yang terbaik yang ditampilkan. Jadi apakah kalian masih akan percaya bahwa ketika bercermin, itu adalah wajah kalian? Ataukah orang asing yang menyamar jadi kalian? Think again!
Sosok Asing Dalam Cermin | diterjemahkan dari A Stranger In The Mirror by Sidney Sheldon | copyright 1976 | Alih bahasa Hidayat Saleh | GM 402 93.780 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan ke sebelas, Februari 2007 | 448 hlm; 18 cm |ISBN-10: 979-511-780-7 | ISBN-13: 978-979-511-780-3 | skor: 3/5
#1/14 #SidneySheldon Next: the Naked Face tentang pembunuhan di malam Natal, kisah detektif yang mengingatkanku pada Agatha Christie. Semoga seru.
Karawang, 191015
Bila kau ingin menemukan diri sendiri. Janganlah mencarinya dalam cermin. Karena hanya bayangan yang kau temukan di sana. Sosok asing… (Silensius, Ode to truth)

Bliss #1

image

image

Seperti yang sudah saya bilang, sebelum memulai petualangan 14 novel Sidney Sheldon saya harus menyelesaikan buku pertama trilogi Bliss. Novel ini saya beli bulan September lalu saat jenuh di rumah di Sabtu siang lalu iseng jalan ke toko buku Kharisma di Karawang Central Plaza (KCP) dengan budget mepet di dompet, selembar kertas biru. Serius, tak ada lembar uang lain di dompet selain kertas lima puluhan itu. Buku bagus banyak, buku mahal banyak. Tapi untuk mendapatkan buku bagus dengan harga murah itu susah-susah mudah. Makanya selama 2 jam mengelilingi rak novel, pilih-pilah, bongkar sana-sini, baca back-cover satu-dua, timang-timang ragu. Awalnya mau ambil Meet Your Maker-nya Jacob Julian namun saya butuh sesuatu yang wah saat itu juga. Akhirnya coba Bliss #1 dengan uang kembali 500 perak.
Saya tak terlalu memperdulikan kemasan saat membaca buku. Cover bisa jadi pertimbangan, namun tak selalu masuk kategori utama. Kualitas kertas apalagi, saya justru suka buku minimalis dengan isi kertas buram. Kurasa novel dengan kertas HVS itu pemborosan. Makanya, jelas pilihan Bliss bukan karena pertimbangan tampilan luar yang menggiurkan. Dengan warna biru dominan, kualitas cover luks timbul dan sangat cerah. Gambar yang ceria dengan set ‘Cup & Cupcake Bliss Bakery’. Dan baru kali ini saya punya buku dengan ujung kertas bagian terbukanya dilumuri biru bling-bling. Kalau ada kontes pemilihan best cover, pastilah novel ini juara 1. Tenang saja, bagiku first thing first story. Kualitas cerita nomor satu.
“Lezat dan sangat lucu.” Itu kata Wall Street Journal. Bisa jadi testimoni itu benar. Sedari awal kita langsung disuguhkan sebuah prolog yang membuat penggemar sihir melonjak girang. Rosemary Bliss saat ulang tahun yang ke sepuluh, melihat dengan kepala sendiri orang tua mereka membuat kue dengan sihir. Saat itu, Kenny tetangga mereka kesetrum yang membuatnya dirawat di rumah sakit sampai koma. Purdy Bliss, ibu Rose bergegas membuat ramuan ajaib sebelum terlambat. Hujan lebat yang tak memungkinkan meningkalkan anak-anak mereka ditinggal memaksa Albert Bliss, ayah Rose mengajak seluruh keluarga ikut ke puncak Calamity Fall dengan mobil Van untuk menangkap halilintar. Malam itu, ramuan sudah lengkap, dengan mantra “electro coreccto” Purdy merampungkan resep. Keesokan harinya, kue itu disuapkan paksa kepada Kenny yang tak sadarkan diri. Awalnya suapan pelan, lalu perlahan Kenny menelan satu demi satu sisanya. Dan ajaib dia pulih dan berkata, “kau punya susu?”
Pembuka yang hebat. Harapan pembaca langsung membumbung di langit. Dua tahun setelah itu, Rose melihat berbagai bencana besar atau kecil di kota kecil mereka dan diam-diam orang tuanya memperbaiki keadaan. Keluarga Bliss terdiri dari orang tua Albert dan Purdy, Ty si sulung yang tampan, Rose sebagai karakter utama dan sepanjang cerita akan diambil dari sudut pandangnya, Sage sang actor, dan si bungsu Leigh yang berusia 3 tahun. Lalu karakter lain ada Chip yang jadi karyawan Bliss Bakery, memiliki tubuh atletis dan macho. Mrs Carlson, orang tua yang menjaga Leigh selama ayah-ibu mereka pergi. Ya, kisah bergulir ketika suatu siang Rose melihat mobil polisi ke toko roti mereka untuk menjemput orang tua mereka. Walikota Hammer meminta bantuan, kota tetangga membutuhkan bantuan sehingga memaksa mereka pergi seminggu penuh. Albert berpesan apapun yang terjadi mereka dilarang membuka Bliss Bakery Booke, buku sihir yang disimpan di lemari besi ruang pendingin bawah tanah.
Ty yang jail dan Rose yang penasaran berat tentu saja tak akan tahan. Ini kesempatan langka di mana mereka memiliki waktu coba-coba ramuan ajaib. Siang di hari pertama kepergian orang tua mereka datanglah tamu asing. Dengan sepeda motor gede, sang tamu membuka helm-nya. Seorang wanita jangkung dan sensasional yang pernah dilihat Rose sepanjang hidupnya, selain di film. Lily, wanita itu memperkenalkan diri sebagai bibinya. Tak percaya, Rose mempunyai saudara secantik model. Orang tua mereka tak pernah cerita.
Sekalipun Rose curiga namun mengingat kesibukan seminggu yang akan datang rasanya Lily bisa membantu apalagi Ty, Sage dan Leigh akan lebih banyak merepotkan ketimbang menolong. Saya jadi ingat novel pertama trilogi The Good Earth, “wanita cantik akan lebih sering mengacaukan keadaan ketimbang memperbaikinya”. Bernahkah?
Sementara bibi Lily membantu Chip di toko kue, Ty dan Rose mulai iseng membuat kue sihir. Diawali Muffin Asmara untuk menyatukan dua sejoli pelanggan mereka yang saling cinta namun tak berani mengungkap. Bliss Booke ternyata memiliki resep yang rumit. Nyaris setiap menu dimulai dengan kisah pendahulu.
Muffin Labu Hijau. Untuk Melarutkan Berbagai Rintangan Berbagai Cinta: Pada tahun 1718 di kota kecil di Inggris yang bernama Gosling’s Wake, Sir Jasper Bliss menyatukan dua orang yang paling tidak beruntung, James Corinthian sang duda dan Petra Biddlebumme si penjahit yang, berturut-turut, terlalu sedih dan terlalu malu, untuk melompat ke kobaran cinta yang agung. Jasper secara khusus mengantar Muffin Labu Hijau ini ke rumah masing-masing, kemudian menunggu pada jarak yang aman dari rumah Petra Biddlebumme si penjahit. Dua jam setelah diantarkan muffin-muffin itu, James Corinthian sang duda berlari ke pintu  Petra Biddlebumme, yang mengundangnya masuk untuk minum teh. Mereka menikah sebulan kemudian.
Kisahnya apik bak dongeng pengantar tidur. Ramuannya rumit. Berhasilkah Ty dan Rose menyatukan Mr Bastable dan Miss Thistle? Lalu besoknya mereka geram sama Mr. Havegood yang suka koya, pesan kue mendesak karena akan ada tamu Presiden Kamboja. Kesal, mereka berusaha mengungkap kebenaran kata-kata lewat Cookie Kebenaran.
Koekjes van Waarheid (Cookie Kebenaran): Pada tahun 1618 di desa pertambangan di Zandvoort, Belanda, Lady Brigitta Bliss telah menyingkap perbuatan pencuri permata Gerhard Boots dengan memberinya sekeping Cookie Kebenaran. Si pencuri yang tadinya berkeras tidak bersalah selama testimoni penuh tangis ketujuh korbannya, yang semuanya petani miskin dan permata-permata yang dicuri itu warisan keluarga mereka. Kemudian, setelah memakan sekeping Koekjes van Waarheid Lady Brigitta, dia mengakui pencurian itu, bahkan sampai memukul-mukul kepala dan bahunya agar berhenti bicara.
Berhasilkah mereka membuat Mr. Havegood menghentikan omong kosongnya? Dari keisengan inilah segalanya kacau. Ty dan Rose harus segera memperbaiki keadaan, maka muncullah resep ketiga: Cake-Pemutar-Balik-Keadaan-Seutuhnya. Resep ini tanpa kisah pendahulu, namun ramuannya membutuhkan air mata Warlock. Menu sulit, resep janggal? Dan segalanya berjalan berantakan. Seisi kota mawut, Calamity Falls bagai kota mati. Siang hari tak ada aktivitas, malam hari warga berjalan bak zombie. Lalu bibi Lily mencoba membantu membereskan situasi. Akhirnya Lily memegang, membaca serta mempelajari Bliss Bakery Booke. Berhasilkah kota kembali normal sebelum ayah-ibu mereka pulang? Kecuriaan Rose sedari awal kepada bibinya apakah berbukti? Apa itu Kilabret?
Well, sungguh menarik. Idenya memang tak original. Kisah Bliss jelas mengambil banyak ide cerita lain lalu diramu jadi makanan lezat untuk pembaca. Kue berisi sihir? Ronald Weasley dan Hermione Granger sudah mempraktekannya. Mencuri resep rahasia? Plankton Sheldon sudah berjibaku mencoba masuk Krasty Krab berjuta kali. Kota mati? 28 Days Later membuktikan kota London, kota tersibuk di dunia itu bisa kosong melompong. Jadi apa menariknya? Kalau bicara konflik jelas bukan, ini kisah sederhana yang tak akan membuat salah satu anggota kelurga Bliss sekarat. Twits? Tak ada. Segalanya seperti prediksi. Saya sudah bisa menebak ke arah mana kisah ini akan berujung ketika kunjungan Lily di saat ortu merak tak ada. Jadi apa serunya? Pertama eksekusi, seperti cover-nya yang terlihat manis. Isi cerita ternyata juga setara gula. Pintar sekali Littlewood mengocok mixer sehingga kita bisa ikut merasakan kekhawatiran Rose. Kedua, endorsment tak bohong. Seluruh puja-puji yang disampaikan di lampiran halaman depan mulai dari Amazon.com, Kirkus review sampai School Library Journal semuanya apa adanya. Jadi saat saya selesai membaca saya merasa tak ditipu. Memang sedari awal saya sekedar butuh wah bukan wow dan itu terpenuhi. Bliss pertama termasuk sukses membuatku ingin melahap kelanjutannya. Jelas seri kedua dan penutup akan menyusul ke rak saya namun tak dalam waktu dekat. Antrian baca masih sangat panjang. Bliss memang bukan buku istimewa namun tetap layak koleksi, kelak biar dibaca Hermione Budiyanto. Saya yakin Hermione akan suka buku ini, namun terkadang –kelak—mendengarkan secara langsung dari mulutnya terasa penting bagiku. UKA UMIATNICNEM!
Bliss | By Kathryn Littlewood | Copyright 2012 by Inkhouse | Penerjemah Nadia Mirzha | Penerbit Mizan Publika (anggota Ikapi) | cetakan XII, April 2015 | cover art 2012 by lacopo Bruno | ISBN 978-979-433-690-8 |  untuk Ted | Skor: 3,5/5
Karawang, 171015 – The Naked face

Pahat Hati

image

Back cover-nya mengiurkan. Dengan berani menuliskan: Dari Penulis yang bersanding dengan JK Rowling dan Cassandra Claire sebagai nominator BEST AUTHOR IN SOCIAL MEDIA 2013, penulis Indonesia berbakat, Andi Tenry Ayumaya siap menggebrak dunia lewat karya fenomenalnya. Bayangkan, penulis Harry Potter disebut dan disandingkan. Walau penulis favoritku dijual, ekspektasiku tak tinggi. Biasanya jualan dengan omongan koya seperti ini isinya kosong. Mungkin Eka Kurniawan sedang sibuk sehingga tak masuk, mungkin Dee sedang liburan sehingga tak tercantum sehingga Penulis lokal yang masuk nominasi adalah Andi-who? Baru dengar? Saya juga.
Saya jadi teringat Jemy teman satu kos dulu. Tiap selesai baca buku buruk dia selalu melemparnya ke bak sampah. Dia berujar, “buku seperti ini berbahaya, lebih bagus dilenyapkan”. Saya tak setuju, karena kita membeli dengan uang jerih payah maka kita harus ‘memeliharanya’ di rak. Saya berpendapat, kalau buku ini buruk di mata kita berarti buku ini memang bukan untuk kita. Bisa jadi untuk orang lain yang nantinya berkesempatan membacanya memetik hal positif. Bisa jadikan.
Saya teringat pesan teman, “sesekali kamu harus keluar zona nyaman. Bacalah genre diluar favoritmu. Mungkin kamu akan menemukan sebuah sensasi yang menakjubkan.” Dan novel Pahat hati ini di tangan, kisahnya tentang cerita semasa SMA. Seorang gadis ceria sedang ke rumah Oma setelah minggat dari rumah orang tuanya. Sampai di rumah nenek, tak ada orang. Neneknya sedang ke Jepang untuk berobat. Dia dititipi tetangga amplop berisi uang GeDhe dan akan rutin kirim uang, ia gunakan untuk sewa apartemen. Ketika pulang secara tak sengaja rebutan taksi dengan pemuda, sewot saling usir. Kebetulan sang pemuda satu kamar dalam apartemen yang ia sewa karena kena tipu. Kebetulan lagi mereka satu sekolah. Sang pemuda memiliki mobil yang bisa setiap saat berangkat-pulang sekolah bareng. Sang pemuda adalah playboy stadium akhir, setiap minggu ganti pacar. Bah pembuka macam apa in, anak durhaka, nenek gila, nyinyir hanya rebutan taksi sewot seperti mau mengantar pasien ke IGD saja. Dengan santainya membuat susunan cerita anak sekolah naik mobil. Hello dunia, SIM A sudah bisa dibuat oleh remaja lho sekarang. Dari sini saya sudah bisa menebak ke arah mana cerita ini akan berlanjut. Andai ini buku sewa atau pinjam, tentu saja saya hentikan. Namun saya tegaskan setiap lembarnya saya bayar jadi ya harus dituntaskan. Dan segalanaya mulai berjalan kacau bahkan ketika saya belum sampai separo baca.
Biar terlihat keren, daftar isi menggunakan bahasa Inggris. Dari prolog sampai epilog, dari Sweet Cherries sampai 1 month later. Kalau kalian berharap akan ada dialog puitis ala Chairil Anwar, jelas ga akan ada. Jadi ceritanya Cherry ini anak baru di SMA Bhakti. Di hari pertama sudah jadi pahlawan bagi anak kembar Alda dan Andini. Kalau yang ada di bayangan Anda ketika saya ketik pahlawan adalah melawan begal, membasmi perampok, menahan petir atau mencegah kejahatan lain Anda salah. Cherry hanya mengusir anjing. Pahlawan? Ya, tahan muntah Anda. Ulasan baru dimulai.
Di bab 2 Andi memberi judul Robber Cat. Mungkin maksudnya adalah criminal cat, plesetan ala Tukul di Bukan Empat Mata, mungkin artinya kucing garong agar terdengar cool jadilah robber cat. Itu istilah diperuntukkan buat Dicky, teman seatap Cherry seorang playboy yang giginya dipagar. Bayangkan Ashton Kucher memakai kawat gigi lalu tersenyum, mungkin terlihat lebih tampan. Dicky baru saja memutuskan Nabilah, korban terbarunya. Sementara itu Ilham pemuda yang akan tunangan sedang patah hati setelah Hannie pacarnya tewas kecelakaan. Kejadian dibuat se-dramatis mungkin, sang kekasih meninggal dalam pelukan ala sinetron lokal. Kelas 2 SMA tunangan. Kerjaan Ilham ini setiap hari melihat danau yang ada di belakang sekolah merasakan semilir angin. Ya, tahan muntah Anda, tulisan masih panjang.
Lalu secara flash back kita diberi tahu kenapa Cherry minggat dari rumah. Alasan pertama adiknya Dea nyebelin, kedua dia dijodohkan dengan anak teman ayahnya. Ya ini bukan zaman Siti Nurbaya yang bisa menyatukan pasangan lewat orang tua, kejadian ini bisa saja terjadi. Namun menyodorkan konflik keluarga seburuk ini sungguh tak ada logika. Otak Cherry jelas perlu di-ruwat. Bisa-bisa Raam Punjabi pingsan saking shock-nya membaca kisah ini. Tahan lagi muntah Anda, ini belum separo tulisan.
Dalam kisah The Ring, cincin tunangan Ilham secara tak sengaja jatuh ke danau setelah disenggol Cherry. Bodohnya Ilham ini memandang danau cincin tunangannya di-ewer-ewer mulu. Merasa bersalah, malam hari dia nekat nyebur ke danau mencari. Sungguh konyol, di siang hari ngapain? Di panas terik saja ga ketemu apalagi dalam gelap malam. Dicky dengan gagah berani menyusul ke danau, mungkin maksdunya biar terdengar romantis ala A Lot Like Love, berdua kedinginan di bawah sinar rembulan. Besoknya mereka flu. Konyolnya lagi, cincin bisa ketemu dengan mudahnya kemudian, dan diperparah Ilham memberinya kepada Cherry. Andi bisa saja sekalian menulis itu cincin The Hobbit sehingga siapa yang pakai bisa ngilang, toh sampai di sini kisah mulai liar tak terkendali.
Hobi ganti pacar Dicky berlanjut kini giliran Alda jadi korban. Salah satu si kembar ini back street (tanpa boys) jadian, namun seperti yang sudah diduga mereka putus. Dalam judul Playboy’s Aware lalu Dicky ditantang teman-temannya yang kurang kerjaan (atau PR-nya sudah selesai dikerjakan) untuk bisa menaklukkan hati Cherry. Dengan pede dia yakin bisa menjadikannya pacar. Kesempatan itu datang saat acara kemah di Tangkuban Perahu, namun saat acara belum mulai Cherry menghilang. Saya sempat berharap dia diculik Smeagol biar seru, tapi ternyata dia sedang bergelayut di tepi jurang karena kecelakaan. Setelah diselamatkan, acara itu dibatalkan. Wah wah, hebat. Seakan ke Tangkuban Perahu hanya 5 menit perjalanan, dan dengan mudahnya bubar lantaran kekonyolan karakter ini. Duh! Dunia koma.
Akhirnya kepala Cherry kepentok pintu sehingga luluh dengan cinta Dicky, dia mau pacaran dengannya, syarat dia mengaku insyaf di sekolah. Karakter macam apa, masak sedari awal kekeuh membenci Dicky tiba-tiba mencinta. Kalau alasan berubah pikiran karena sesuatu yang kuat sih oke saja, toh banyak yang benci jadi cinta, namun cinta itu bersatu karena sesuatu yang konyol seakan cinta bisa dipetik di kebun belakang rumah. Besoknya Dicky memegang megaphone berteriak-teriak ke seisi sekolah dia tobat dari mempermainkan cewek. Ini lagi, makin ke sini makin ngawur. Coba dilogika, di mana para guru? Di mana nalarnya? Bagaimana sekolah bisa menjadi arena petak umpet dengan megaphone di tangan. Siswa teriak-teriak di sekolah dan tak ada yang protes? Mungkinkah satpamnya sedang cuti? Atau setting-nya di dunia ketiga sehingga hal semacam itu lumrah. Perkara makin ga jelas saat pak guru Dion yang ditaksir bu Erlin akhirnya akan menikah dengan pacarnya yang di Perancis. Uhuk.., guru zaman sekarang apakah gajinya setara keluarga Bakrie bisa macari cewek yang eek-nya aja di Paris. Dan tak ketulungan buruknya saat Ilham dengan mudah dikirim oleh pihak sekolah ke Jepang untuk Olimpiade Kepo. Wew, my God. Rasanya kini benar-benar tak tahan muntah. Tahan tahan, bentar lagi sobat.
Cherry pun diminta memilih antara Ilham yang cool, Reza yang pengagum rahasia (sudah ga rahasia dong dia mengungkapkannya – walau mundur juga), dan Dicky sang playboy. Siapa yang dipilihnya? Baca sendiri buku ini kalau Anda penasaran, pening tanggung sendiri.
Sekarang silakan muntah. Selesai baca buku ini saya jadi prihatin. Separah inikah sekolah sekarang? Zaman saya tak ada yang naik mobil, atau sekarang anak sekolah bisa punya izin mengemudi? Setahu saya jangankan mobil, motor saja seorang pelajar belum boleh punya SIM, kecuali pelajar yang oon-nya kebangetan sehingga saat SMA usianya kepala 2. Ini jelas pengaruh buruk sinetron kita yang tayang prime time. Tentang pacaran, tentang pergaulan bebas. Di Pahat Hati lebih parah lagi dua karakter utama satu atap, satu apartemen. Walau tak ada adegan macam Lust, Caution tetap saja ini sungguh pemikiran kisah yang buruk. Saat saya sebut: BIsma, Rangga, Dicky, Ilham, Reza apa yang ada di pikiran Anda? Apa Smash? kurang keras! Smash?! Ya ya, Anda bisa memasukkan nama-nama selebritis favoritmu dalam karangan Anda. Namun belum pernah saya menjumpai novel menaruh nama-nama karakter konyol senorak ini. Bukan, saya bukan anti-smash. Saya adalah Laziale, seandainya saya menjumpai novel dengan 11 nama karakter dengan 11 nama pemain Lazio, saya sendiri yang akan membakar buku itu.
Konfliknya mutu rendah. Kisahnya datar. Settingnya memang sekolah, namun tak satu kata pun menyebut algoritma atau statistik dasar. Gaya hedon seperti ini berbahaya, bukannya iri justru saya prihatin dengan yang ditampilkan. Sedemikian kacaukah remaja Indonesia sehingga yang ada di otaknya pacaran? Awalnya saya mau beri rate 0.5 namun 2 bab terakhir mulai menarik karena karakter penting akan dimatikan, makanya saya naikkan rate, namun eksekusi ending kembali menjatuhkan cerita sehingga ya kembali saya beri rate 0.5. kalau saya kasih 0 takutnya asosiasi penulis Indonesia akan menggugat saya. Emang ada? Cari saja sendiri. Seingat saya, saya belum pernah kasih nilai 0.5 seburuk-buruknya 1. Entah kenapa di tahun baru Islam ini saya berlakukan nilai itu, bisa jadi saya shock ada buku seperti ini di Indonesia.
Menurut buku Nyanyian Ilalang karya Andi berikutnya, Pahat Hati diklaim best seller. Ini tak bagus, kalau Pahat Hati dibaca dan ditiru remaja sekarang, Indonesia dalam darurat karya. Sedemikian minimkah pilihan sehingga editor meloloskannya? Sedemikian minimkah pilihan sehingga  sampah seperti ini laku? Kalau tulisan seperti ini berani menyandingklan diri dengan JK Rowling, mungkin Tere-Liye sudah mengklaim layak dapat Nobel Sastra.
Jadi kangen Jemy. Untuk kali ini saja. Ya untuk kali ini saja saya setuju dengannya. Buku sebobrok ini lebih berbahaya ketimbang pengungkapan konspirasi Wahyudi dan layak dilempar ke tempat sampah. Benamkan ke lumpur terdalam sehingga anak cucu kita tak membacanya. Tetap semangat Andi, jangan patah hati.
Pahat Hati | karya Andi Tenry Ayumaya | copyright 2009 | cetakan II, November 2013 | ISBN: 978-602-1258-40-8 | Penerbit Matahari | Skor: 0.5/5
Karawang, 151015 – Sheldon rules