Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

Iklan

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir! Dan bagaimana kalau aku kehilangan keberanian pada waktu itu? Bagaimana kalau aku tidak berani mengambil resiko? Besok, besok itu semua akan berlalu.

Alexey Ivanovitch. Aku orang yang bertanggung jawab secara hukum, aku dua puluh lima tahun, aku lulusan perguruan tinggi, aku seorang bangsawan, aku tidak ada hubungan denganmu dengan cara apapun. Tidak ada kecuali rasa hormat yang tak mengikat terhadap harga dirimu yang mencegahku sekarang untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya untuk memuaskan karena memberi dirimu sendiri hak untuk menjelaskan untukku. Seorang pengajar dari Rusia yang tinggal di sebuah hotel di Perancis.

‘Aku seorang murtad dan seorang barbar, que je suis heretique et barbare, dan bahwa aku tidak peduli apapun terhadap semua Archbishop, Kardinal, Monseigneur ini dan semuanya. Pendeknya, aku menunjukkan bahwa aku tidak akan menyerah.

“… Dengar dan ingatlah: ambil tujuh ratus florin ini lalu pergi dan mainlah. Menangkan sebanyak yang kau bisa dalam roulette; aku harus punya uang sekarang, terjadilah apa yang terjadi.”

Para jurnalis menulis artikel-artikel mengenai dua hal: pertama, mengenai kemegahan dan kemewahan luar biasa rumah-rumah judi di Sungai Rhine dan kedua mengenai tumpukkan emas yang katanya tergeletak di atas meja-meja. Mereka dibayar untuk itu.

Lebih menggelikan pendapat konvensional yang diterima oleh semua orang bahwa sesungguhnya dan tak masuk akal untuk mengharapkan sesuatu dari judi. Hanya ada satu di antara seratus yang menang, tapi apa artinya itu untukku?

Bermain dengan taruhan yang sangat sedikit, jauh lebih buruk. Itu ketamakan yang begitu kecil. Seakan-akan ketamakan tidak benar-benar serupa.

Judi adalah pencarian paling tolol dan ceroboh. Apa yang secara khusus tampak buruk pada pandangan pertama, dalam semua rakyat jelata di sekeliling meja roulette adalah rasa hormat yang mereka berikan pada pencarian itu.

Dia tidak memungut kemenangannya, tapi meninggalkannya di atas meja. Hitam muncul kembali, dia tidak memungut kemenangannya juga kali ini, dan ketika yang ketiga kali merah muncul, segera dia kehilangan seribu dua ratus franc.

Mlle. Blanche adalah wanita Perancis yang terkemuka dengan kekayaan luar biasa dan seorang ibu yang menemaninya.

Hari ini adalah hari yang aneh, fantastis, dan menggelikan. Sekarang jam sebelas malam.

Tampak bagiku bahwa perhitungan hanya sedikit artinya dan sama sekali tidak penting seperti yang dilakukan oleh beberapa pemain.

Pada saat itu seharusnya aku pergi, tapi ada sebuah sensasi aneh muncul dalam diriku, suatu tantangan pada nasib, keinginan sangat untuk menantangnya, untuk menjulurkan lidahku padanya. Aku meletakkan taruhan terbesar yang diperbolehkan – empat ribu gulden – dan kalah.

Orang harus lebih banyak akal sehat. Dia menambahkan – aku tidak tahu kenapa- bahwa meskipun sangat banyak orang Rusia yang berjudi, menurut pendapatnya orang-orang Rusia itu bahkan tidak becus untuk berjudi.

Aku mematuhimu, apapun yang kau perintahkan untuk dilakukan, tapi aku tidak bisa menentukan hasilnya. Aku sudah memperingatkanmu bahwa tidak akan ada hasilnya. Apakah kamu begitu marah karena kehilangan banyak uang? Untuk apa kau begitu menginginkannya?

Aku punya pikiran yang aneh dan gila bahwa aku yakin untuk menang di sini di meja judi. Kenapa aku punya pikiran itu aku tidak mengerti, tapi aku mempercayainya. Siapa tahu mungkin aku mempercayainya karena tidak ada alternative yang tersisa.

Kenapa aku menginginkan uang, tanyamu? Bagaimana kau bisa bertanya? Uang adalah segalanya!

Bicara tanpa menggoyang semak, itu yang aku inginkan.

Seorang Perancis akan tahan terhadap sebuah makian, makian yang benar-benar makian amoral tanpa berkedip, tapi dia tidak akan tahan kalau hidungnya dijentik atau apapun. Karena itu melanggar hukum yang berlaku, yang disucikan berabad-abad. Itulah kenapa gadis-gadis muda Rusia kita mempunyai suatu kelemahan terhadap orang Perancis, tata karma mereka begitu baik.

Aku tahu dengan kehadiranmu aku harus bicara, dan bicara, dan bicara – dan kau bicara. Aku kehilangan seluruh rasa hormat-diri dengan kehadiranmu dan aku tidak peduli.

Lady Moscow yang mengerikan dan pemilik tanah yang kaya, Antonida Vassilyevna Tarasyevitchev, sang Granny, – madame la generale princesse de Tarasyevitchev, meskipun Granny belum pernah menjadi puteri.

Ada petugas-petugas polisi dalam pakaian biasa ditempatkan di sini dan di sana di antara para pemain, sehingga mereka tidak bisa dikenali.

Aku membawa pelayan perempuan, Potapitch dan pelayan laki-laki Fyodor tapi aku mengirim Fyodor pulang di Berlin karena aku perhatikan dia tidak ingin dan aku datang sendirian.

Kau kelihatan sangat manis. Aku pasti akan jatuh cinta padamu kalau aku seorang pemuda.

Seorang perempuan tua berumur tujuh puluh yang tidak bisa jalan namun masih bermain tentu saja bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari.

Kalau kau takut pada srigala kau harusnya tidak masuk ke dalam hutan. Apa? Aku kalah? Pasang taruhan lagi!

Aku sudah bilang Tuhan sendiri menyuruhku untuk mempertaruhkan dua keping uang emas itu.

Aku sendiri adalah seorang penjudi aku merasakan pada saat itu lengan dan tungkaiku gemetar terasa ada denyutan di dalam kepalaku.

Aku di negeri asing tanpa pekerjaan atau cara-cara mencari nafkah, tanpa harapan tanpa masa depan, dan aku tidak memusingkan kepalaku mengenai itu!

Apa hubungannya dneganku? Urusi urusanmu sendiri! Potapitch, kemasi barang semuanya, seluruh bagasi. Kita kembali ke Moscow. Aku telah membuang lima belas ribu rubel!

Selama kau hidup aku akan memenangkannya kembali. Ayo, jalan jangan bertanya lagi! Apakah permainan berlangsung di sana sampai tengah malam?

Kami memiliki semuanya yang kami inginkan di rumah di Moscow: kebun, bunga-bunga yang tidak ada di sini, wewangian, apel besar-besar, banyak kamar di mana-mana. Tapi malahan kami pergi ke luar negeri. Oh oh oh…

Akhirnya dia larut dalam banjir air mata. 

Aku telah meninggalkan semuanya di sana, temanku, hampir seratus ribu rubel. Kau benar untuk tidak pergi bersamaku kemarin. Sekarang aku tidak punya uang, tidak sesenpun.

Sesungguhnya Tuhan mencari dan menghukum kesombongan, bahkan di usia tua.

Sebuah kombinasi dari firasat, suatu usaha luar biasa dari kehendak, peracunan diri-sendiri oleh bayangan orang itu snediri – atau sesuatu yang lain – aku tidak tahu, tapi pada malam itu (yang tidak akan kulupakan seumur hidupku) sesuatu yang luar biasa terjadi padaku.

Itulah yang mengecewakan para pecandu judi yang melakukan perhitungan dengan sebuah pensil di tangan mereka karena berada di luar perhitungan mereka. Dan betapa mengerikannya ironi nasib yang kadang-kadang terjadi dalam kasus seperti itu!

Kalau harus ke Paris, biarlah begitu. Sepertinya ini sudah ditakdirkan pada hari kelahiranku.

Yang hebat adalah keberanian dan kau memilikinya, dan kau akan membawakan uang ke Paris lebih dari sekali.

Mereka bilang pertanda buruk untuk mencoba peruntungan dua kali putaran di meja yang sama, dan Homburg adalah tempat yang benar untuk bermain.

Tidak ada mahkluk di bumi ini yang lebih percaya dan lebih tulus daripada seorang gadis Rusia yang baik, bersih dan tidak terlalu canggih.

The Gambler (catatan harian seorang lelaki muda) | by Fyodor Dostoyevsky | diterjemahkan dari The Gambler | judul asli Igrok | copyright 1867 | Dover Publication, Inc 1996 | penerjemah Anna Karina | editor bahasa Sandiantoro | desain sampul & tata letak Andy FN | pemeriksa aksara Agus Hidayat | ISBN 978-602-95979-3-6 | cetakan I, April 2010 | Penerbit Liris | Skor: 5/5

Karawang, 301017 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Suatu ketika di St. Petersburg, Amerika Serikat di abad ke Sembilan Belas…

Kebajikan adalah hal yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat oleh orang buta.”

Luar biasa. Ini adalah buku klasik, salah satu terbaik yang pernah kubaca. Keren sekali. Nama aslinya Thomas Sawyer, ia adalah anak nakal, berandal nan cerdik. Ia menjadi impian saya sewaktu kecil, bedanya saya hanya bisa berangan, Tom mewujudkan kisah petualangan itu. Ia anak tunggal dari kakak bibi Polly yang kini menjadi orang tua angkat. Sid dan Mary adalah sepupunya, Sid selalu melaporkan kenakalan-kenakalan Tom yang bersama Huckberry Finn, sahabatnya. “Sebab ia tak pernah mengganggu kesenangan orang sebagai engkau. Jika tidak cukup dapat hukuman, niscaya tangan engkau ini sehari-hari tidak akan ke luar-luar dari tempat gula.” Mary lebih kalem dan kadang mengajak Tom belajar menghafal Kitab berlembar-lembar. Nasehat Pendeta: ‘Tapi tiadalah engkau menyesal karena menghafalkannya, ilmu pengetahuan itu lebih besar harganya daripada segala harta di dunia ini.’ Di hari Minggu di Gereja Tom mudah bosan mendengar ceramah. Hanya kesudahan khotbah itu sudah mendapat rintangan yang besar, karena di antara kanak-kanak yang nakalnya sudah banyak yang resah, sebab mendengarkan khotbah yang panjang dan tak dapat difahamkan lagi.

Sedari pembuka kita diajak mengenal karakter nyeneh anak Amerika abad ke sembilan belas, yang kalau dipikir-pikir kok mirip sekali dengan kenakalan angkatanku sewaktu kecil. Saya melalui masa SD tahun 1990an, karena kemiripan inilah seakan jadi semacam nostalgila. Kalau direnteng banyak ulahnya: ga masuk sekolah dengan mencari berbagai alasan, kabur memancing dan mandi di sungai berkepanjangan, yang ngeles dari bibi Polly. Dihukum melabur tembok dan pagar di hari Sabtu saat anak-anak sedang liburan, dan seterusnya. “Maka insyaflah Tom bahwa hidup di dunia ini tidak senantiasa menanggung sengasara saja, asal menggunakan kecerdikan.” Saat membaca kata ‘melabur’ saya ketawa, karena doeloe emang di rumah masa kecilku tembok dan pagar dilabur pakai batu kapur putih yang melepuh saat direndam air, nah air itulah yang buat cat dinding! Kidz jaman now gagal paham.

Konflik pertama mencipa, suatu tengah malam Tom dan Huck hendak memantrai bangkai kucing di tanah pekuburan. Huckleberry Finn yaitu seorang anak yang diberi gelaran ‘anak sampah’ oleh kawan-kawannya. Huckleberry ialah anak seorang pemabuk, yang tidak dihargai lagi dalam pergaulan. Bibi Polly pun melarang Tom bermain-main dengannya dan oleh karena itulah Tom gemar sekali bergaul dengannya. Tak dinyana mereka jadi saksi pembunuhan dokter Robinson. Dua orang pencuri mayat, Injun Joe dan Muff Potter menjadi penggali curi mayat, saat akan deal dan kisruh uang, Sang dokter ditikam saat Potter pingsan dengan pisaunya oleh Joe. Tentu saja kedua anak shock, dan ketakutan. Huck Finn dan Tom Sawyer bersumpah hari ini bahwa mereka akan menutup mulut tentang perkara ini, dan mereka suka rela mati dengan sekonyong-konyong daripada menerangkan yang sebenarnya. Tapi esoknya yang ditangkap dan dituduh pembunuh adalah Potter karena di TKP ada pisau miliknya, maka gundahlah hati mereka. Apalagi nantinya di persidangan pengacara Potter berujar: “Kepada saksi inipun saya tidak hendak bertanya sesuatu apa.

Kisah cintanya dengan Becky Thatcher juga seru. Tunangan-tunangan anak, gombal cara jadul. “Kalau aku sudah besar, nanti aku akan menjadi badut di komidi itu.”

Suatu hari bertiga kabur dari rumah ke Pulau seberang sungai Mississippi, menginap, berapi unggun, mengail dan bermain bajak laut. Maka sampailah mereka pada mata air yang dasarnya seolah-olah ditaburi dengan ratna mutu manikam, disebabkan oleh titik-titik keluar dari tanah. “Tom Sawyer, Penyamun Hitam dari laut Sepanyol. Huck Finn si Tangan Merah dan Joe Harper, Hantu Lautan Raya.” Hidup serupa ini memang menyenangkan hati. Lebih dari itu, tiadalah kuharap-harap. Biasanya tiadalah cukup yang hendak kumakan dan di sini tidak ada orang yang menyepak dan menyiksa akan daku. Tidak terpaksa bangun pagi, tidak usah mencuci badan, tidak usah pergi sekolah dan melakukan pekerjaan lain yang bukan-bukan. Bahwa merekalah ketiga anak yang tidak ada bandingan mashurnya di Amerika.

Hilangnya mereka membuat warga St. Petersburg panik dan melakukan pencarian besar-besaran. Kapal dikerahkan, mantra roti apung dirapalkan. Tom yang menatap tingkah itu bertanya-tanya siapa yang mati tenggelam, dan baru sadarlah mereka.“Kawan-kawan, aku tahu siapa yang mati terbenam, kitalah.

Setelah berhari-hari bibi Polly pun pasrah, hari Minggu nanti di Gereja akan dilakukan misa arwah. “Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.”

Tapi segala sesuatupun ada hingganya. Kejutan dicipta dengan manis dan nakal. Banyak pula orang-orang yang berdesak-desakan di sekeliling kereta itu, sambil bertempik dan bersorak.

Serupa itu benar yang terjadi. Tidak berlainan serabut juga. Engkau menceritakan seolah-olah engkau hadir sendiri pada malam itu, Tom.” Bagian ketika Tom membual itu sungguh kocak, seolah ada arwah yang merasuki mimpi, kisah absurb yang tiada dua. Tapi akhirnya ketahuan juga. “… sebenarnya tidak sekali-kali saya bermaksud hendak menunjukkan budi yang hina, – sebenar-benarnya tidak. Dusta itu dusta yang berpaedah – buat penghibur hati orang tua. Jika benar ia berdusta, tidaklah aku berkecil hati.

Setelah tepar dua minggu karena sakit. Di tengah-tengah pakansi bercabullah penyakit campak, dan Tom tertawan dua minggu lamanya di atas tempat tidurnya, petualangan berikutnya Tom dan Huck adalah mencari harta karun, menggali tanah di mana-mana. Barang siapa mendapat uang atau harta yang terkubur dalam tanah boleh memiliki harta itu, meskipun di dapatnya di tanah siapa juga. Mereka percaya ada harta terpendam yang patut diburu. Mereka berlaku malam agar tak dicurigai warga. Gelap gulita semalam itu, angin dan badai turunlah menggetarkan insan seluruh alam. Di langit cemerlang bintang sebuah. Sejauh-jauh mata memandang tak adalah lagi bintang yang nampak, hanya yang sebuah itu saja. Lebih menantang lagi dilakuakn pada Jum’at malam. “Semua orang gila tahu, bahwa Jum’at adalah hari nahas, Huck! Bukankah engkau yang pertama-tama mendapat ilmu itu.”

Tom berkata dalam hati bahwa ia seumur hidup tak akan percaya lagi kepada sekalian hakim yang sudah tua. Awalnya terasa sia-sia, namun saat mereka sampai di rumah tua, rumah berhantu. Sekali lagi mereka menjadi saksi, dan wow benar-benar melihat uang dan emas bergelimang dipegang dua orang yang tak asing. Pada sangkanya perkataan uang ‘ratusan’ atau ‘ribuan’ itu hanyalah ada pada hitungan saja, sebenarnya uang itu mustahil bisa sekali terkumpul di dunia ini. Tidak masuk dia akal orang bahwa manusia bisa memiliki uang dollar yang terkumpul sampai beratus, apalagi beribu-ribu.

Dua orang itu salah satunya Joe yang kabur dari persidangan dan mereka merencana jahat lagi. Uang dalam peti itu dipindahkan dan akan disimpan di kamar nomor dua. Angka ini akan jadi teka-teki bak penelusuran detektif. Orang hidup itu hanya sekali beroleh jalan buat mendapat rejeki yang luar biasa. Jika tidak diperolehnya sekali itu maka menimpanglah rejeki tadi dan seumur hidupnya akan tidak bertemu-temu lagi.

Setan-setan itu terpelihara dari peluru kami. Twist dicipta. Joe punya rencana jahat, bukan pembuhan namun lebih kejam, tentang balas dendam. Dan sebuah goa misterius menjadi akhir petualangan mendebarkan itu. “Sangkaku kitab-kitab dari sekolah agama.” Meskipun Injun Joe dengan kawannya sudah dibawa setan pindah ke negerinya, tapi aku tahu sekeliling kita masih banyak kawan-kawannya yang masih hidup.

Mark Twain adalah legenda besar seni tulis cerita anak-anak. Lahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens di Florida, Missouri, Amerika pada tanggal 30 November 1835. Sekarang tiap tanggal 30 November diperingati sebagai hari Mark Twain. Semasa remaja dia menggemari kapal-kapal yang berlalu lalang di sungai Mississippi, selama empat tahun dia ikut dalam dalam pelayaran. Ia menjadi tukang cetak di usia muda, merangkap juru tulis. Dari sanalah bakat mengarangnya terasah. Saat Perang Saudara pecah pada tahun 1860 beliau pindah ke California dan mulai menggunakan nama pena Mark Twain yang artinya ‘dua depa dalamnya’. Sebuah istilah yang dipakai awak kapal saat mengukur dalamnya air. Beliau meninggal dunia di Redding, Connecticut pada tanggal 21 April 1910.

Setelah menyelesaikan baca Tom tentu saja saya tak sabar melanjutkan sekuelnya yang mengambil judul Petualangan Huckleberry Finn. Di akhir kisah kita tahu, ia ‘terjerat’ dalam kehidupan normal yang tak disukai. Jiwanya adalah petualang.

“Aku mesti ke Gereja, tidak boleh menangkap langau, tidak boleh bersugi tembakau, tidak boleh menghisap pipa, dan sehari-hari Minggu harus memakai sepatu. Nyonya itu makan jika lonceng berbunyi, ia tidur jika lonceng berbunyi, ia bangun jika lonceng itu berbunyi dan semua meski teratur, semua pada waktunya, hingga manusia biasa saja tidak kuat menurutkan kebiasaannya.”

Huck! Memang begitu aturan hidup.”

Dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang bisa diberikan oleh peradaban modern untuk menggantikan zaman yang hilang itu. Mereka berkata, lebih baik jadi anak buah Robin Hood setahun ketimbang menjadi Presiden Amerika Serikat seumur hidup. Bravo Bravo Bravo!

Tom Sawyer: Anak Amerika  | by Mark Twain | diterjemahkan dari The adventure of Tom Sawyer | Penerbit Balai Pustaka | BP No. 804 | pertama dicetak, 1928 | cetakan ketujuh, 2001 | alih bahasa Abdoel Moeis | 226 hlm.; 21 cm | ISBN 979-407-883-2 | perancang sampul Supriyono | CMK 010 | Skor: 5/5

Karawang, 26-301017 – Sherina Munaf – Singing Pixie

Gulliver’s Travels – Jonathan Swift

Wow, buku bagus banget ini. Pecinta fantasi wajib baca. Pengamat politik harus menelaah. Buat yang suka fiksi satir kudu menikmatinya. Bukunya memang tipis, karena kita langsung masuk ke permasalahan. Tak banyak basa-basi, Sang Penulis langsung menempatkan kata-kata penting tanpa banyak pengantar situasi. Ceritanya memang tentang perjalanan mengarungi samudera, terdampar di pulau misterius tapi poin utamanya bukan itu, justru sindiran tajam tentang sifat manusia yang mengedepankan egoisme serta pencarian kenyamanan menjalani kehidupan. Mungkin saat ini sudah banyak kisah yang mengangkatnya, tapi untuk sebuah karya abad 18 tentunya istimewa. Karena film adaptasinya sudah banyak muncul dengan berbagai penyesuaian, maka saat menikmatinya tinggal ngalir tanpa banyak kejutan berarti. Tinggal bayangkan Jack Black dengan segala tatapan polosnya.

Kisah klasik dibagi dalam dua bagian: Perjalanan ke Negeri Liliput dan Perjalanan ke Brobdingnag. Setelah pengenalan dua halaman sang Penulis asal Dublin, Irlandia kita langsung ditempatkan dalam konflik. Sang Aku, Lemuel Gulliver diceritakan kilat sedari kelahiran di Nottinghamshire, sekolah di Emanuel College di Cambridge lalu belajar pada dokter terkenal asal London, James Bates. Cita-citanya yang ingin berpetualang di negeri asing sudah ada sejak kecil. Hobi baca dan mempelajari bahasa ini akan jadi pegangan dalam kisah asing ke Timur jauh. Setelah menikah mereka pindah ke Wapping dan mencoba bisnis tapi keadaan tak membaik maka Gulliver memcoba peruntungan berlayar bersama kapten William Pritchard, kepala kapal Antelope yang melakukan perjalanan ke Selatan yang berlayar dari Bristol pada tanggal 4 Mei 1699. Dan preferensi kisah ini dirangkum kilat hanya dalam 1 lembar! Benar-benar efektif dan tak bertele.

Perjalanan ini lancar sampai di Van Diemen (Tasmania) lalu badai muncul yang mengakibatkan 12 kru meninggal dan yang lain luka-luka, tanggal 5 November awal musim panas di dunia bagian tersebut angin kencang kembali menyapa sampai kapal menampar karang hingga hancur. Enam orang berhasil melompat selamat, namun terpencar ke segala arah, ia berhasil berenang menemukan daratan sendirian pada pukul delapan malam. Saking lelahnya ia tertidur di rumput pendek nan halus di dekat pantai. Saat terbangun kurang lebih sembilan jam kemudian ia terkejut, mendapati tubuhnya sudah dalam posisi dililit benang. Dengan matahari pagi yang mulai terik, Gulliver merasakan ada sesuatu yang hidup menaiki kaki kirinya, kemudian berjalan ke atas tubuh menuju wajah. Betapa terkejutnya ia makhluk berukuran enam inci dengan busur dan panah di tangan mengancam, kemudian ada lagi paling tidak empat puluh makhluk yang sama mengikuti! Selamat datang di negeri Liliput! Inilah gambaran yang ada di sampul buku.

Saat membacanya saya membayangkan, kita sedang dikerumuni manusia kerdil seukuran kadal dengan segala ancamannya. Seram juga, Gulliver mencoba membebaskan diri, walau ada beberapa benang putus tapi sungguh erat iktannya lalu beberapa panah ditembakkan lagi membuatnya panik, makhluk itu coba ditangkapnya, tiba-tiba salah seorang berteriak, “Tolgo phonac!” dan ratusan panah menancap di lengan kiri, bagaikan ratusan jarum yang menghujam, berikutnya sasaran ke wajah tapi bisa ditangkis. Ia pun memutuskan kembali diam berbaring.

Setelah beberapa lama, makin banyak makhluk yang berdatangan. Dari sebelah kanan salah seorang berteriak, “Langro dehulsan.” Dan sekitar lima puluh orang melepaskan tali. Orang yang memerintah itu berusia sekitar setengah baya dan lebih tinggi dari yang lain berbicara panjang lebar dan walaupun ia tak mengerti bahwa perkataannya menyatakan tentang ancaman, janji, belas kasihan dan kebaikan hati. Mencoba menjawab tapi terkendala bahasa. Akhirnya dibuat kesepakatan dengan menggunakan isyarat. Ia ingin dibebaskan, tapi muncul sang raja yang menggelengkan kepala dan memberi tanda kepada pasukan bahwa ia dibawa sebagai seorang tawanan. “Peplum selan!

Orang-orang ini adalah pembangun yang hebat, ada lima ratus tukang dan insinyur bekerja menyiapkan kendaraan untuk mengangkutnya. Benang yang kuat diikatkan di leher, tangan, tubuh dan kaki. Sembilan ratus pria terkuat menarik benang itu selama kurang lebih tiga jam Gulliver berhasil diangkut, dibawa ke kerajaan. Begitulah, akhirnya ia menjadi tawanan di negeri Liliput. Di sana hukum terlihat unik, bila orang tertuduh di pengadilan terbukti tidak bersalah maka sang penuduh dijatuhi hukuman mati dan orang yang dituduh mendapati harta dan tanah sang penuduh. Pemerintah yang baik berdasarkan pada imbalan dan hukuman. Semua orang yang menjunjung tinggi hukum negeri selama enam tahun akan mendapat hak istimewa. Simbol keadilan mereka berupa enam mata, dua di depan, dua di belakang, dan masing-masing satu di sisi. Sebuah kantung emas dan pedang bersarung menunjukkan mereka lebih menginginkan imbalan ketimbang hukuman.

Berikutnya ia mempelajari bahasa mereka, ia dipanggil ‘Quinbus Flestrin’ atau ‘Manusia Gunung’, dengan porsi makan yang bisa menghabiskan porsi ribuan liliput mereka meminta ‘bersumpah damai dengannya dan kerajaannya’ atau ‘lumos kelmin desmar lon emposo’. Ditandatangani dan disegel pada hari keempat bulan kedelapan puluh Sembilan kekuasaan yang Mulia – Clefven Frelock, Marsi Frelock –

Perdamaian itu membuat Gulliver harus menyerahkan senjata, uang perak dan tembaga, pisau cukur, sisir, kotak tembakau dan saputangan. Tapi ia menyimpan kacamata, teleskop saku dan beberapa benda lain yang lolos dari pengamatan. Setelahnya mereka mengakrabkan diri. Ia mendapat suplai makan yang cukup untuk 1728 liliput per hari. Gulliver heran bagaimana mereka bisa menghitung cepat angka itu, lalu salah seorang menjelaskan ia sudah mengukur tubuhnya adalah dua belas kali liliput sehingga butuh makanan sebanyak 1728 kali yang mereka butuhkan. Dari sini jelas mereka adalah makhluk yang pandai. Di dunia liliput ternyata tak jauh beda dengan kehidupan kita, mereka berperang, hidup dalam masyarakat dalam komunitas. ‘Golbasto momaren evlame gurdilo shefin mully ully gue’ Raja paling kuat liliput, cahaya dan terror alam semesta.

Konflik sesungguhnya di dunia liliput muncul saat kerajaan tetangga Blefuscu menghimpun kekuatan untuk berperang, tapi dengan adanya manusia gunung mereka tentu saja menang mudah. Malam itu armada kapal Blefuscu direnteng, mereka terkejut ada raksasa dan paginya mereka menyerah total. Kembalinya ia disambut bak pahlawan dengan penuh puja puji, mereka menganugerahi gelar pahlawan nardac, gelar penghormatan tertinggi.

Yang Mulia menginginkan membawa seluruh kapal musuh ke Liliput, ambisi Raja tak terbatas ia menginginkan Blefuscu sebagai salah satu provinsi, ia ingin menghancurkan negeri Ujung Lebar, dan menjadi penguasa seluruh dunia. Gulliver tentu saja menolak, ia tak ingin menjadikan orang bebas menjadi budak, penolakan itulah awal dari segala prasangka buruk. Sang raja mulai menuduhnya berkonspirasi, menolak Raja berarti melawan kerajaan, beberapa menteri mulai menarug curiga. Dan saat surat undangan damai kerajaan Blefuscu disampaikan, malam itu terjadi kebakaran di kerajaan Liliput, Gulliver membantu memadamkannya dengan mengencinginya, puncak kemarahan meletus. Ia harus pergi, ia harus pulang ke Inggris. Sehingga saat di pantai ada kapal asing terdampar di sana ia memutuskan untuk berlayar.

Kisah Liliput ditutup pada tanggal 24 September 1701 jam enam pagi ia meninggalkan pulau Liliput dan dua belas jam kemudian di barat daya Gulliver menemukan pulau, setelah istirahat ia kembali berlayar satu jam kemudian ia melihat kapal berbendera Inggris. Kapten kapal yang baru dari Jepang, Tuan John Biddel dari Deptford. Bertemu dengan teman lama Peter Williams. Setelah bergabung, cerita Gulliver dikira mengada-ada, dikiranya pikiran terganggu. Namun dalam sakunya terdapat binatang ternak mungil yang bisa jadi bukti. Akhirnya mereka bisa mendarat kembali ke Inggris tanggal 13 April 1702.

Perjalanan kedua ke Brobdingnag diawali dengan tak lebih absurb pada tanngal 2 Juni 1702. Dengan kapal Adventure yang dinahkodai kapten John Nicholas dari Liverpool mereka menuju Surat, sebuah daerah di India. Ada yang unik kala satu pulau Indonesia disebut, pada tanggal 3 Mei mereka mencapai Maluku Selatan lalu ke arah Tenggara, kemudian mereka terdampar di sebuah pulau asing, saat para pelaut pada berlarian ke kapal untuk menyelamatkan diri karena dikejar raksasa, Gulliver apes sedang di pantai sendirian. Karena ngeri, ia sembunyi lalu dalam keadaan takut ia memutuskan masuk ke ladang di mana tanamannya super besar.

Tentu saja Gulliver akhirnya tertangkap. Awalnya dikira binatang, tapi saat ia mengeluarkan pedang mengancam dan berteriak-teriak mereka malah tertawa. Kelucuan Gulliver membuat para raksasa membawanya pulang dan dimasukkan ke kandang, dan esoknya dibawa keliling ke pasar untuk dipamerkan. Siapa saja yang ingin melihat ‘Grildrig’ yang artinya manekin, mereka harus membayar. Sang raja lalu membayar petani untuk Gulliver, ia dirawat oleh gadis cilik berjuluk Glumdalclith alias Perawat Cilik. Di sana Gulliver belajar bahasa dan kebiasaan baru. Dan sungguh luar biasa, negeri raksasa ini, mereka juga sudah maju. Ada angkatan darat, susunan majelis kerajaan sampai tata Negara. Tukar pikiran sejarah manusia itu membuat salah satu kutipan paling bagus diucapkan raja halaman 112, “Aku memiliki pendapat bahwa orang-orangmu adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.”

Jonathan Swift memang berfikiran anti-kekerasan dan anti-perbudakan. Novel bergaya diary ini sukses membuat kita ikut larut berfikir, ‘benar juga ya, manusia di hadapan semesta hanya sebesar debu’ dianggap sebagai serangga mengerikan dengan pikiran jahat terselebung. Sungguh hebat sindiran yang tersampaikan.

Sebenarnya setelah ke Negeri Raksasa masih ada dua perjalanan lain Gulliver yaitu ke Glubbdubdrid dan Jepang serta ke negeri Houyhnhnms. Tapi buku ini hanya merangkai dua perjalanan awal. Patut diburu nih kisahnya. Ada satu lagi kutipan yang sangat kusuka, saat Gulliver terasing dan terancam maut ia memikirkan keluarga di halaman 75 ia menulis: “Aku berfikir tentang istri dan anak-anakku dan semua teman serta sanak saudara yang telah menasehatiku untuk tak kembali melaut.”

Itulah jiwa petualang, saat sudah mereda segala rintangan kita akan tertantang untuk kembali mengarungi sesuatu yang baru. Dan jelas Gulliver ini istimewa!

Gulliver’s Travels | by Jonathan Swift | alih bahasa Zuniriang Hendrato | penyunting Windy A | perancang sampul Bendung | Penerbit Narasi | distribusi tunggal PT Buku Kita | cetakan pertama, 2007 | 128 hlm; 13×19 cm | ISBN 979-168-022-1 | Skor: 5/5

Ruang HRGA CIF – Karawang, 100817 – Sherina Munaf – Persahabatan

#HBDCalista3Years #HermioneYumna​

My Sweet Heart #30

My Sweet Heart #30

Huray! Akhirnya catatan ke 30 dari 30 sampai juga. Sesuai target 15 buku lokal dan 15 buku terjemahan selama bulan Juni dalam event #30HariMenulis #ReviewBuku dengan berbagai kendala dan keseruan yang menyelingkupi. Dengan segala kelelahan dan berbagai kenekadan, inilah catatan akhir itu. Tulisan di mulai tepat tanggal 1 Juni di Karawang dalam laptop Meyka dan diakhiri di Palur dalam laptop Wildan. Dipost antara perjalanan mudik dan arus balik yang macet. Ditulis dalam kekhusukan Ramadhan penuh berkah. Di sela-sela usaha tetap berlomba cari pahala. Dengan optimisme ala optimis prime, bisa tepat berakhir di akhir bulan. Sampai jumpa bulan Juni 2018.

Sekali lagi dari KKPK – Kecil Kecil Punya Karya punya ponakan Winda LI. Dibeli kemarin saat ke Gramedia Solo, saat Wildan cari buku psikotest untuk persiapan tes masuk Angkatan Laut, dibeli saat saya cari novel Jack London, The Call Of Wild. Winda membeli tiga buku KKPK. Buku setipis ini dengan kecepatan santaipun seharusnya bisa diselesaikan sekali duduk. Tapi tidak, tadi pagi saya baca di Jatipuro ketika antar ibu ke Pasar Jatipuro dapat dua bab, sisanya saya baca siang ini di Palur. Draft sudah saya siapkan untuk perjalanan arus balik esok ke kota Karawang.

Untuk sebuah buku KKPK sejauh ini My Sweet Heart adalah salah satu yang terbaik. Pantaslah masuk Gold Edition: Best Seller. Kisahnya mungkin sederhana tapi untuk buku anak-anak jelas plotnya lucu. Apalagi ending-nya yang menggantung menggemaskan. Saya sendiri tersenyum menggerutu. Kata Winda, ada buku KKPK lain yang juga menarik. Sayangnya program ini sudah berakhir hari ini. Mungkin tahun depan?

Ceritanya ya tentang keseharian sang Penulis dibumbui daya khayal anak SD – Sekolah Dasar. Tiras adalah si Salim – sok alim karena dalam keseharian sekolah mengenakan hijab. Padahal ia tomboi suka main game battle dan play station. Nah hari itu Tiras ditinggal sendirian di rumah, membaca komik Detective Conan menunggu mang Kiki tapi via telpon ia ga jadi datang. Adegan mengunci pintu dua kali klik dan adegan angkat telpon yang wajarnya biasa bisa dibuat lucu. Hebat dik! Berteman akrab dengan Sarry yang di hari pertama sekolah naik angkot, turun bersama dan berlomba lari.

Nah, kisah sesungguhnya ada di di sini. Dari Kang Ginanjar, Amira tahu ada tiga orang di dunia in berwajah mirip dengan pribadi kita. Dia berujar bahwa ia tahu ada seorang anak yang mirip dengan Tiras, via rekaman HP sedang bermain bulu tangkis. Anak itu bernama Mei Ling. Dari namanya jelas keturunan Cina. Tiras lalu diajak bertemu langsung saat turnamen bulu tangkis. Keluarga ini datang terlambat, untungnya pertandingan Mei ada di akhir jadi aman. Mereka mendukung di tribun penonton, “Ayooo Mei Ling, sikat! Smash!”

Sayangnya menjelang akhir laga, Mei cidera. Wasit memberi waktu untuk pemulihan, saat itulah Tiras kebelet pipis. Tak disangka mereka bertemu langsung, saling terkejut. Dan terbesitlah ide untuk melanjutkan pertandingan, Tiras yang maju. Kesepakatan diraih, mereka bergegas bertukar kostum. Tiras yang hanya tahu pengetahuan dasar bulu tangkis mencoba melawan. Tapi karena Mei sudah leading jauh, dan sang lawan mulai mengejar akhirnya mereka ada di skor dramatis 14-14. Dengan sistem lama di mana sang pemenang adalah yang pertama cetak skor 15, pertandingan dibuat dramatis dan yak! Betul Tiras palsu menyudahi perlawanan Erwin dengan jurus crazy ball.

Kesepakatan bertukar tempat ternyata tak sampai di sini. Mereka setuju, sampai hari Minggu mereka akan menjalani kehidupan baru. Tiras di rumah Mei bersama bunda Fu Jin Siao dalam kehidupan kelas atas yang gemerlap. Rumah bak istana, mobil Mercedez Benz dengan sopir pribadi, sekolah elite di mana ketika masuk dengan sidik jari, dan kehidupan orang kaya lain di mana koneksi internet bisa diakses setiap saat. All hail game online!

Sementara Mei hidup dalam keseharian sederhana di mana setiap hari adalah keseruan. Pulang sekolah main lumpur, membaur dengan teman-teman tanpa tekanan berlebih dari orang tua. Konflik baru muncul saat di sekolah Tiras sangat kurang dalam aljabar, sementara Mei kurang dalam pelajaran bahasa. Mei Ling sampai dapat julukan Ratu Buta Bahasa dari bu guru Esti, sementara Tiras dengan julukan salim. Penyesuaian diri itu awalnya sulit, tapi dengan segala keseruan khas anak-anak tentu saja dapat teratasi. Tapi tak sampai di sana saja, karena akan ada masalah lain yang akan menghadang mereka. Bisakah kali ini diatasi? Kisah ditutup dengan sebuah informasi dari Mang Ginanjar, sesuatu yang unik. Renang?

Sampulnya unik. Ilustrasi cantik Mei Ling. Bak sebuah gambar kartun, cantik sekali Mei yang mengacungkan dua jari ‘peace’ sementara Tiras memberi kode telunjuk di depan mulut yang berarti ‘sssttt…’ dengan kombinasi cerita bagus, ilustrasi oke jelas ini termasuk KKPK yang sukses. Ayoo Winda cari lagi buku Amira dan saya numpang baca lagi. Lho. Hehehe…

My Sweet Heart | oleh Amira Budi Mutiara | ilustrasi isi Agus Willy | ilustrasi sampul Nur Cililia | penyunting naskah Dadan Ramadhan | penyunting ilustrasi Iwan Yuswandi | design isi dan sampul tumes | pengarah design Anfevi | layout dan setting isi Tim Pracetak | Penerbat DAR! Mizan | Cetakan III, Maret 2017 | 116 hlm.; illust.; 21 cm | ISBN 978-602-420-170-8 | Skor: 3,5/5

Palur, 290617 – Pink – Just Give Me A Reason – Subuh dan diposting di Gemuh kota Kendal

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#30HariMenulis #ReviewBuku​

Silent Love – Dien Ilmi

image

WTF! Kembali saya membaca sampah. Bagaimana bisa buku sejelek ini dicetak? Dunia remaja boleh saja dipenuhi cinta-cintaan dan ke-klise-annya, namun tak senorak ini juga kali. Kisah yang sangat tak menginspirasi. Tentang anak kuliahan dengan problematika pacaran yang benar-benar aduh, tak bagus ditiru. Kutemukan banyak typo, kurasa lebih dari 50 kata, sesuatu yang mengerikan karena buku ini tipis 140 halaman. Entah bagaimana bisa lolos edit, kulihat tak ada proofreader-nya. Kutemukan banyak kata tak baku yang tak pada tempatnya. Kutemukan banyak keganjilan logika. Ini buku ketiga dari terbitan Euthenia, ketiganya kukasih rating busuk.

Dengan embel-embel Romance Story buku ini bahkan tak terdengar romantis, menurut saya. Lebih ke norak. Seperti yang tercantum di judul – Silent Love, kisah ini tentang seorang pemuda yang mencintai teman kuliahnya diam-diam. Cinta buta, cinta bodoh. Sampai heran ada pemuda sebodoh itu, bahkan di dunia fiksi sekalipun tetap tak masuk akal. Semua sudah buruk sedari prolog, kenapa? Sebuah prolog mengungkap akhir kisah! Entah apa yang ada di benak Penulis mencantumkan eksekusi ending di depan.

Prolog itu berisi sepasang muda-mudi di pantai Sanur di kala matahari terbit. Mereka mengikatkan diri dalam cinta – secara harfiah dengan pelukan, setelah lama tak bertemu. Well, Dirga – si cowok bodoh itu dan Yisha – si cewek ga jelas itu diungkapkan bersatu ketika bahkan saya belum membuka bab satu-pun. Gila!

Terdiri dari lima belas bab yang pendek-pendek, diceritakan Yisha, seorang mahasiswi di kota Surabaya jadian dengan cowok playboy, Romi. Dalam cerita ini jangan berharap bertemu dengan seorang kere, anak kos dengan kebingungan makan di akhir bulan, tak ada keakraban dengan mie instan. Romi jelas digambarkan anak orang kaya, punya mobil dan di otaknya hanya masalah pacaran. Tak beda dengan Yisha, cewek berpunya tentunya, karena digambarkan tinggal di Perumahan elit. Sampai di sini tentu saja, cerita ini SANGAT Sinetron. Saya tetap melanjutkan baca ya karena saya sudah memulai, dan harus dituntaskan.

Yisha punya teman sejati, Andin tempat curhatnya. Dan Dirga, cowok pendiam yang jadi tokoh utama buku ini. Ada cinta dalam persahabatan. Sayang, Yisha keburu ditembak Romi sehingga Dirga patah hati. Entah logikanya di mana. Dirga beberapa kali memergoki Romi jalan sama cewek lain, diberitahukan kepada Yisha, namun dia tak percaya. Hello, kalian kan berteman masak tak percaya? Setidaknya cek and ricek dulu baru ambil keputusan. Andin juga sudah berusaha kasih tahu. Namun yah, Yisha kan emang cewek ga jelas padahal dia tahu sejarah Romi. Sampai akhirnya dengan mata sendiri memergoki Romi jalan sama Ayunda.

Kebodohan tidak sampai di sini. Ayunda juga karakter dungu, tahu Romi playboy jalan sama Yisha eh saat diputus malah dendam. Laki-laki, dunia seakan hanya terdiri hitungan jari. Kisah makin tak jelas ketika Dirga yang hatinya hancur drop out kuliah, dirinya tak kuat melihat pujaan hatinya jalan dengan orang lain, bahagia dengan orang lain. Seperti yang kubilang, jelas ini bukan cerita inspirasi yang baik. Kuliah cabut gara-gara cewek? Cemen sekali! Di dunia sana, banyak orang untuk sekolah saja harus banting tulang. Harus sambil kerja, peras keringat demi pendidikan. Ini dengan entengnya malah melepas. Dunia ini keras bung. Walau setting-nya dunia kampus, kalian tak akan menemukan satu kata-pun yang menyebut mata kuliah. Tak ada kepanikan untuk sidang, tak ada pemikiran bagaimana pemecahan masalah belajar.

Dirga kabur ke Bali, tanah impian! Membantu kerja usaha pamannya usaha katering. Dalam pelarian itu, dirinya berkenalan dengan Luna, karakter bodoh lainnya. Berjalannya waktu Luna meng-klaim Dirga adalah tunangannya. Setelah diputus pacarnya dia menginginkan seorang yang lebih serius. Katanya, Luna adalah cewek cantik yang ibaratnya tinggal tunjuk cowok untuk jadi kekasih, nyatanya malah terjebak dengan keklisean. Bayangkan! Seorang cewek penuh gaya, mencoba mencium cowok yang bahkan terang-terangan menolaknya. Karena ini kisah antara Dirga dan Yisha, tentu saja cinta Luna bertepuk sebelah tangan. Dirga juga dikisahkan sudah sukses dengan usahanya, sudah membuka cabang di empat kota. Hebat! Sukses itu seperti membalik telapak tangan. Tak lulus kuliah, jadi buruh ketering pamannya dan ta-daaa! Beruang.

Sementara, Yisha mulai menemukan kenalan baru bernama Hilal. Ini mungkin satu-satunya karakter yang agak benar. Walau memberi harap kepada cewek tetap saja tak benar. Mereka dekat, sampai mulai ada rasa dalam diri Yisha. Sayangnya dalam sebuah adegan yang tak romantis, saat Hilal memintanya menemani ke toko emas untuk beli cincin kawin. Yisha yang mulai salting, karena akan dikira akan ditembak eh ternyata Hilal sudah punya kekasih bernama Leonita. Sehingga Yisha tetap jomblo.

Meski berjuta waktu terlampaui tanpamu, aku tak pernah jemu menunggumu. Penat akan hidup, Yisha berlibur. Coba tebak berlibur ke mana? Betul! Bali. Dan epilog pun dituturkan, sebagian adalah prolog-nya sehingga jelas ketebak ke mana cerita ini ditutup. Bah! Cerita apaan ini! Sampah. Tak ada konflik yang kuta, tak ada alur penuh tanya, tak ada sesuatu yang bagus untuk dipetik, tak ada logika. Selesai baca, buang! Buku ini berbahaya untuk generasi muda, bahkan Raam Punjabi-pun akan takut karena sinetron noraknya kalah norak. Yang mengejutkanku, bagaimana bisa cerita seburuk ini bisa dicetak? Please Penulis muda buatlah karya yang sedikit lebih berguna. Pikirkan ketika menulis dari sudut pandang pembaca. Kalian juga bertanggung jawab untuk Generasi Indonesia yang lebih baik.

Selamat Hari Buku Nasional. Satu hari ini saya akan baca buku lokal. Karena saya cuti, pulang lagi pagi tadi setelah kejebak macet di Cidomba, Karawang. Sayang sekali buku pembukanya tak bagus. Buku tipis yang hanya butuh sejam kubaca, dan muntah. Silent Love, Death Silent!

Silent Love | oleh Dien Ilmi | Editor: Geulis | Design sampul Usman | Penata letak Kuraki | Cetakan 1, 2015 | Penerbit Euthenia | IV, 148 hlm | 13 x 19 cm | ISBN 978-602-1010-29-7 | Skor: 0,5/5

Karawang, 170516 #Delon feat Irene – Indah Pada Waktunya #Selamat Hari Buku Nasional

Tuhan, Aku Ingin Menjadi Malaikat Kecil-MU – Eidelweis Almira

image

Tangan mungilku memohon untuk Kau jadikan aku anak yang berguna bagi sesama”

Buku kedua pinjaman itu sudah selesai baca. Tanpa banyak ekspektasi, hasilnya memang sesuai. Buku tanpa isi. Buku yang sederhana, sangat sederhana. Bagaimana bisa buku seperti ini bisa lolos seleksi, dicetak dan dijual? Ada lima cerpen yang disajikan. Kelimanya berpola sama, penuturan monoton tanpa jiwa, dengan narasi yang buruk dan ending yang sama.

Rumah Asa
Tentang Gege anak orang kaya dengan kedua orang tua sibuk. Gege dan kakaknya Tito dibesarkan dengan bergelimang harta. Gege ternyata punya hati mulia, dengan niat membangun sebuah rumah untuk pendidikan anak tak mampu. Tito sakit namun peduli sama adiknya, sehingga ikut menyumbang untuk rumah asa.

Anggrek Jingga
Tentang Anggrek, anak yang suka membantu sesama. Anggrek lagi-lagi adalah anak orang kaya yang sakit namun peduli sesama. Mencuri uang untuk menyumbang panti. Bergaul dengan orang yang kurang beruntung. Niatnya sih menyentuh pembaca dengan membuatkan puisi untuk orang tuanya, gagal.

Mancing Mania
Tentang Adi, lagi-lagi anak orang kaya. Adi dibesarkan orang tunggal. Orang tua bercerai, ibunya sibuk sehingga kurang kasih sayang. Hobi Adi mancing, tapi ibunya mengarahkannya untuk jadi model sehingga diikutkan ekskul fashion show. Adik Adi yang masih TK, Dila juga hasu kasih sayang. Suatu hari Adi dan ibunya sepakat: Adi mau ikut ekskul kalau ibu mau jemput Mila sekolah. Deal.

Demi Adikku
Tentang Anti yang rajin dan pintar. Kali ini anak orang tak mampu namun punya teman-teman kaya nan dungu. Kisah seorang kakak yang penuh cinta kepada kedua adiknya, Riri dan Ari. Riri sakit. Anti yang masih sekolah mencoba membantu kumpulkan uang untuk pengobatannya suatu hari nanti. Cari duit dengan “menjual” PR dan membuat kartu kreatif.

Basri Yang Baik
Tentang Basri yang baik. Si bungsu yang suka membantu. Dari keluarga kurang mampu yang jual makanan yang digoreng. Setiap hari membawa bekal hasil goreng dan dibagikan ke teman-temannya yang ga punya uang jajan. Terkadang kalau Basri bangun kesiangan, mengajak teman-temannya untuk makan di gerobak goreng emak-nya gratis. Terlampau baik namun konyol.

Well, saya sudah tanpa harapan sama sekali membaca buku ini. Terlampau sederhana untuk jadi wow sebuah buku tipis nan simple. Saya menemukan beberapa kata yang tak baku: gorengan, silahkan. Saya menemukan hiperbola “!!!”, saya menemukan typo inkonsistensi dari “Mbak” atau “Mbah”, saya menemukan sesuatu yang ga logis empat juta Rupiah sekali tarik dari ATM, dan seterusnya dan seterusnya. Yang paling parah tentu saja ceritanya. Monoton dengan ending yang sama. Ada tokoh mati dengan cara konyol. Di sampul sih tertulis, “berdasarkan kisah nyata”. First thing first story dan cerita yang disajikan sangat buruk. Kalau buku ini dicetak dengan tujuan membuat orang terinspirasi akan kebaikan sederhana yang dicipta beberapa tokoh, kurang pas juga. Kenapa? Karena beberapa karakter yang dicipta “baik” itu sekaligus “ga baik”. Seperti mencuri uang dari ATM orang tua, mengajak berbohong demi menutupi tindakan ga benar, membandel dari perintah orang tua, dan seterusnya dan seterusnya. Sungguh buku sederhana dengan pemikiran sederhana. Buku tak bernyawa. Sekali baca lupakan. Sekali-dua kali cetak dan akan dilupakan peradaban.

Tuhan, Aku Ingin Menjadi Malaikat Kecil-MU | by Eidelweis Almira | Cetakan I, 2015 | Penerbit Euthenia | ISBN 602-1010-78-7 | Skor: 1/5
Karawang, 230316 – Baby Creed