12 Film Terbaik Sepanjang Masa

Hah, Bandung? Bukan di Jakarta?

Ada beberapa hal yang subjektif, dan tidak bisa dibuktikan dengan mutlak. Ada beberapa hal digilai seseorang, lalu dicemooh berjamaah karena perbedaan selera. Ada beberapa hal yang terpendam dari kebisingan media, lalu puluhan tahun kemudian menjadi pujaan umat. Individu dicipta unik olehNya, kamu bisa tertawa keras atas kepolosan Tom Hansen, padahl separuh penduduk bumi menaruh simpati padanya. Kamu bisa berpura-pura bisa melontarkan mantra ‘experliarmus’ dengan bumbu serius dengan kerutan kening temanmu, tapi di belahan dunia lain, orang itu akan serta merta melontarkan senjatanya. Ada orang-orang memanggil kekasihnya dengan ‘honey honey’ lalu keliling dunia dengan mobil berdua. Semua sah saja, bumi terus berputar dan karya-karya bagus (dan jelek) akan terus diproduksi.

Bermula dari grup WA – BM (Bank Movie) yang dimula oleh Bung Handa, yang menantang membuat dafar film terbaik, karena grid gambar ada template 12 slot maka jumlah itulah yang dibuat. Sulit memang menentukan, terlampau banyak. Setelah diperas dan disusun dengan singkat dan padat dengan coba berbagai genre, yang tiba-tiba terlintas di kepala saja yang ditulis. Kalau terlewat atau terlupa padahal doeloe pernah muja-muji ya maklumi. Slot terbatas dan ini spontan.

Berikut daftar film terbaik LBP, diurutkan berdasar abjad.

#1. (500) Days of SummerMarc Webb (2009)
Stars: Zooey Deschanel, Joseph Gordon-Levitt, Geoffrey Arend, Chloe Grace Moretz.

Ini adalah genre horror. Hantunya kasat mata, menemani selama lima ratus hari. Laki-laki rapuh itu jatuh hati pada sang hantu sehingga rela mengorbankan apapun. Memang sulit menyatukan dua dunia yang berbeda. Adegan ciuman di dekat mesin foto copy mematik imaji liar. Split ekspektasi // realitas mencipta kesedihan akut. Sepuluh tahun setelah rilis masih bikin perdebatan, dua puluh tahun lagi percayalah generasi anak cucu kita akan saling komentar amarah ke kubu siapa kalian akan memihak. Muncul petisi, Summer is b*tch!

What always happen. Life.”

#2. A Lot Like LoveNigel Cole (2005)
Stars: Ashton Kutcher, Amanda Peet

Ini genre film romantis. Hubungan timbul tenggelam dua anak manusia, jarak dan waktu, ditempa berbagai kesulitan ekonomi, bisnis, krisis kepercayaan, tunangan dengan orang lain, sampai hal-hal krenik untuk tak melangkahi nikah sang kakak. Adegan di taman nasional di bawah rembulan dengan kerlap kerlip pesawat lewat. Ya ampuuuun… dulu pernah kuidamkan, sampai sekarang. Eh…

You only get one chance to make a first impression.”

#3. AtonementJoe Wright (2007)
Stars: Saoirse Ronan, Kiera Knightley, James McAvoy, Benedict Cumberbatch

Ini genre drama. Penulis tua yang mencoba menebus dosa masa remaja, karena melakukan kesaksian yang samar tapi meyakinkan. Pada masa perang banyak hal bisa terjadi bagi para pendosa, salah satunya dikirim ke medan. Ini adalah film pertama Saoirse Ronan yang kutonton, dan langsung terkesan. Menandainya, mengikutinya. Kutonton di sore hari libur, dengan cahaya mentari senja mengintip di kisi-kisi jendela kos Ruanglain_31, menambah ketegangan dan kesyahduan. Saya takkan pernah lupa permohonan maaf Briony Tallis, sempat mematik khayal, nanti saya juga akan bikin cerita seperti ini ah.

A person is, among all else, a material thing, easily torn and not easily mended.”

#4. Casino RoyaleMartin Campbell (2006)
Stars: Daniel Craig, Eva Green, Mads Mikkelsen, Judi Dench

Ini untuk genre action. Bond dengan gadis-gadis bergelayut, ledakan di kanan kiri, misi yang sungguh sulit melawan teroris yang melempar dadu. Bisa jadi ini adalah Bond terbaik, aksi dengan gaya. Ledakan tapi diajak mikir. Bond yang ini ga gemulai. Cadas bak Jason Bourne. Bak bik bug. Run Bond run, lalu sebuah trailer meledak dengan kejutan di tempat sabuk berada. Boom! Lalu memutup mukanya dnegan tangan, jemari tangan lainnya mencipta pegangan lebih erat, hangat rasanya…

So you want me to behalf-monk, half-hitman.”

#5. Harry Potter and the Prisoner of Azkaban Alfonso Cuaron (2004)
Stars: Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Gary Oldman, Michael Gambon, Alan Rickman.

Ini untuk genre fantasi imajinasi, seri tiga dengan durasi paling pendek dan sangat padat adalah yang paling fantastis. Kutonton berulang kali, berulang kali lagi, dan kusetel dalam dvd player dengan pendalaman menghanyutkan. Tahun ketiga Potter di sekolah Hogwart, baju Pink Hermione membuatku menciumi harum yang tak bisa kulupa. Rusa jantan berderap lalu melenguh…

Happiness can be found, even in the darkness of times, If one only remembers to turn on the light.”

#6. Little Miss SunshineJonathan Dayton dan Valerie Faris (2006)
Stars: Abigail Breslin, Paul Dano, Steve Carrel, Alan Arkin, Toni Collette, Greg Kinnear.

Ini untuk genre psikologi. Permainan karakter minor satu keluarga yang nyeleneh. Manusia-manusia lemah yang mencoba menutupinya dengan bilang, ‘aku baik-baik saja’. Motivator, sang kepala keluarga menahkodahi perjalanan ke kota dengan mobil VW kuno berwarna kuning untuk mengantar sang putri kesayangan mengikuti kontes kecantikan. Istrinya yang pening, saudaranya yang homo dan niat bunuh diri, adik istrinya yang melakukan protes bisu demi mewujudkan cita, dan sang kakek yang pecandu narkoba sebagai pelatih Olive. Ending super-freak diputar berulangg-ulang turut berjoget di sore itu. Tawa, sedih, muram. Di sudut hati terdalam kita, ada titik takut akan menghadapi kenyataan pahit itu. Waktu itu saya jomblo…

You do what you love and fck the rest.”

#7. Mad Max: Fury RoadGeorge Miller (2015)
Stars:Tom Hardy, Charlie Theron, Rosie Huntington, Nicholas Hoult, Zoe Kraviz, Riley Keough

Ini untuk genre Segalanya. Action, komedi, futuristik, drama, Oscar, adaptasi, semua ada. Di sebuah masa depan yang mengerikan, gambaran perang memperebutkan sumber daya alam dan janji akan sebuah tempat seolah surga. Menang Oscar di nyaris semua kategori teknikal, musik rock yang menyayat di mobil, sampai donor darah yang memacu andrenalin. Waktu itu pengumuman Oscar saya turut di deretan penonton di bioskop Fx Jakarta, turut pula bertepuk tangan bersama rekan film lainnya. Bangun subuh, naik bus, ngopi demi kemeriahan Gila Maksimal!

He saw it, he saw it all…”

#8. Petualangan SherinaRiri Riza (2000)
Stars: Sherina Munaf, Derby Romeo, Didi Petet, Uci Nurul, Mathias Muchus, Ratna Riantiarno, Butet Kertarasadja, Dewi Hughes.

Ini untuk genre film anak-anak dan musikal, sekaligus satu-satunya wakil Indonesia. Objektif sih karena mencantum nama idola. Sebagai Sherina Lover, jelas film ini masuk daftar. Sebagai karya pembangkit perfilman nasional di abad baru, sungguh sebuah kehormatan. Setelah dua puluh tahun pun, masih enak ditonton. Bahkan beberapa adegan dipraktekkan dan beberapa kutipan dilontarkan Hermione, saking seringnya ditonton bareng di ruang keluarga. Kisah remaja antara Jakarta – Bandung, lalu Hermione bertanya, “Kenapa ga mampir ke Karawang Yah?”

Yang nempel biar aja nempel, biar kayak jagoan.”

#9. Phone Booth Joel Schumacher (2002)
Stas: Colin Farrell, Kiefer Sutherland, Forest Whitaker, Radha Mitchell, Katie Holmes

Ini untuk genre sesak napas, film thrilling dengan satu setting tempat: sebuah telpon umum. Niatan sang sniper yang mengancam Stu lewat telpon bagus. Menyadarkannya, bahwa selingkuh itu ga bagus. Sepanjang Collin Farrell ketakutan menjadi sasaran tembak sang sniper yang ngumpet di sebuah ruangan gedung tertingkat. Mendatangkan sepasukan polisi, istri, selingkuhan, sampai mencipta kerumunan. Penonton lalu menebak, akankah Stu setelah melakukan pengakuan dosa tetap ditembak? Saya hafal kata-kata makian Stu, pernah saya lontarkan kepada seseorang ketika ‘berantem’ yang setelah terputus dengan anaknya, kini sudah lima belas tahun berlalu. Maaf…

You shoot the guy, and I’m responsible?”

#10. PsychoAlfred Hitchcock (1960)
Stars: Anthony Perkins, Vera Miles. John Gavin, Janet Leigh, Alfred Hitchcock (cameo).

Ini untuk genre film klasik, jadul, hitam putih, dan thriller. Hebat, tokoh utama awalnya adalah wanita yang mencuri uang perusahaan, kabur keluar kota, nginep di hotel, lalu tewas ditikam. Coret dari protagonist, lalu kita menjadi saksi seorang pembunuh gila yang terobsesi dengan almarhum ibunya. Plot digerakkan dengan cekam dan terdampar di danau, kalau ada film dengan ketegangan maksimal, Psycho jelas ada di posisi puncak. So classic! Kutonton di kos Ruanglain_31 tengah malam dengan tubuh telanjang.
She might have folled me, but she didn’t fool my mother.”

#11. Pulp FictionQuentin Tarantino (1994)
Stars: John Travolta, Uma Thurman, Samuel L. Jackson, Bruce Willis, Tim Roth, Amanda Plummer, Quentin Tarantino

Ini untuk genre film omnibus, pecahan-pecahan kisah yang direkat menjadi film panjang. Perampokan, bos mafia, petinju, sampai joget di bar dan minum bir mewah. Seolah tak ada benang kaitnya, tapi ketika menit mendekati akhir apa yang menjadi tanda tanya mulai terhapus. Banyak ngocehnya, lhoo… kok bisa film ngegoliam mencipta penasaran? Pola cerita semacam ini membangkitkan minat dan antusias pikir. Kebetulan ini film Tarantino pertama yang kutonton, melekat terus setelah belasan tahun berselang. Kutonton sendirian dalam dvd ori, pemahaman karakter. Dan kusematkan panggilan ‘madu’ untuk kekasihku.

“… And I will strike down upon thee with great vengeance and furious anger those who would attempt to poison and destroy my brothers…”

#12. The Dark KnightChristopher Nolan (2008)
Stars: Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, Heath Ledger, Morgan Freeman, Cillian Murphy, Aaron Eckhart, Maggie Gyllenhaal.

Kutonton di bioskop, kebeli vcd-nya, kuputar berulang-ulang sampai kasetnya baret-baret. Ini untuk genre super hero. Ini adalah gambaran sempurna jagoan versus penjahat. Dan perang batin pihak abu-abu. Taruh di tengahnya seorang jaksa Two Face yang sedih sekali. Kaget pas sang kekasih tewas, lebih kaget lagi kejahatan Joker yang brilian. Ide gila untuk orang gila. Film inilah yang memicu panitia Oscar menambah slot Best Picture tahun berikutnya, lalu kehebohan sang Joker (alm.) menang piala. Pertama kalinya saya lihat Oscar pemenangnya sudah meninggal dunia. Saya ingat, waktu itu teman nontonku ‘dia yang namanya terlupa’ (ada sinaga-nya) berkomentar: ‘ih ga seru, masak betmen-nya kabur…’

Let put a smile on your face.”

Bila berkenan silakan bikin sendiri daftar tandingan, 12 film paling favorit. Karena selera memang kembali ke pribadi. Catatan ini saya tutup dengan kutipan yang sering jadi bahan candaan saya dengan Hermione #Ciprut, “Mana ayah tahu…”

Karawang, 220420 – Bill Withers – My Imagination

Thx to Bung Handa Lesmana

The Best Films 2019

The Best Films 2019

Wake: “And I am damn-well wedded to this here light, and she’s been a finer, truer, quieter wife than any alive-blooded woman.”

Oscar tahun ini mengejutkan banyak pihak, sebagian pihak maksudnya. Termasuk saya, haha…. Parasite mendobrak tabu, film asing menjadi pemenang kategori tertinggi. Untuk pertama kalinya, film bahasa asing menjadi Best Picture, dan Negara yang beruntung itu adalah Korea Selatan.

Dari kumpulan superhero melakukan balas dendam sampai remaja hamil diluar nikah. Dari kisah fotografer kesepian sampai tawa renyah badut brutal. Dari pengantar surat di Perang Dunia Pertama sampai cerita adu cerdas di pengadilan. Dari penulis sulung keluarga March sampai dokrin NAZI untuk remaja. Dari duo gila di mercusuar sampai drama cinta buku berhalaman 28. Semua tersaji dengan keceriaan hati yang melimpah ruah. Hari ini 31 Maret 2020. Hari special ulang tahun keponakan tercinta. Untuk keempat kalinya saya kasih daftar sejenis. Berikut film-film terbaik 2019 versi LBP – Lazione Budy P.

#14. Pet SemataryKevin Kolsch & Dennis Widmyer
Berdasar adaptasi buku Stephen King, endingnya mengejutkan. Sad ending dengan gaya, ga nyangka bakalan seperti itu. Kisahnya memang menyedihkan, tapi ini kesedihan yang maksimal karena menyangkut seluruh anggota keluarga. Pemakaman binatang peliharaan memiliki kekuatan magis, dan memborong nyawa orang-orang terkasih. Ini baru Cekam horror. “In the woods today, Ellie discovered a charming little landmark.”

#13. Avengers: EndgameAnthony Russo & Joe Russo
Kali ini kumpulan super hero memainkan waktu. Dilipat, dijelajah, dimodifikasi lalu adu jotos ronde berikutnya terjadi. Setelah luluh lantak di Infinity War karena jentikan maut Thanos, para jagoan menyusun misi ‘menghidupkan kembali’ mereka yang mengabu. Teori waktu disajikan, dimula oleh Ant-Man dan diakhiri oleh kematian jagoan pujaan mayoritas umat yang sekarang kita kenal dengan kalimat ‘I Love You 3000’.

#12. Section 357Ajay Bahl
Saya selalu berkiblat ke novel-novel John Grisham ketika membicarakan drama berkelas pengadilan. Maka ini seolah adalah adaptasi bebas dari salah satu bukunya. Kasus pemerkosaan yang tampak mudah untuk mengambil keputusan, justru malah samar ketika menit berjalan mendekati akhir. Si miskin, gadis perancang busana yang dilecehkan sutradara terkenal dengan brutal. Dari sisi umum, ini perbuatan terkutuk. Sampai hati yang membara, dan dendam membuncah berbicara. Keadilan dilambangkan dengan timbangan, mata tertutup. Lalu akankah banding itu berhasil membebaskan sang terdakwa? Laki-laki, selalu apes ketika kasus selakangan diapungkan.

#11. Jojo RabbitTaika Waititi
Segala cara dicipta untuk mencipta propaganda. Di era kejayaan Nazi, Hitler bak tuhan yang wajib dipuja. Maka generasi muda jadi tumpuan untuk melanjutkan ideologi. Roman memainkan remaja yang galau, Jojo Betzler. Halu Hitler menjadi side-kick yang muncul di saat-saat genting. Komedi satir yang memenangkan adaptasi naskah terbaik. Endingnya keren, laiknya tik-tok, sebuah perayaan merdeka yang histeris tanpa kata. “Is it dangerous out there?”

#10. Dua Garis BiruGina S. Noer
Satu-satunya film Indonesia yang saya masukkan ke daftar. Memang istimewa filmnya, slow pace realistik. Pacaran anak sekolah yang terjerumus perzinaan, hamil diluar nikah, dan problematika setelahnya. Menyatukan dua keluarga, si kaya yang mencoba berdamai dengan masa depan Dara dan si miskin yang menyusun kepingan harap untuk Bima. Siapa yang salah? “Kalau ibu saja perlahan-lahan bisa memaafkan kamu, apalagi Allah.”

#9. UsJordan Peele
It’s us.” Lelah juga pikiran. Beberapa hal memang ga sesuai ekspektasi. Orientasi hidup apa sih? Hidup seimbang apa sih? Panjang umur apa sih? Masuk surga apa sih? Jangan-jangan dunia ini ada senyawa pararel yang menginginkan kehidupan kita? Bayang di ‘cermin’ itu membawa gunting untuk memenggal segala asa. Twist! Salut sama ide-ide nyeleneh Jordan Peele. Untuk kali ini, agak brutal, secara cerita memang gila sih. “…but the soul remains one.”

#8. JokerTodd Phillips
Tawa yang sedih. Dalam teori Will Self di buku The Quntity Theory of Insanity bahwa jumlah total kewarasan manusia itu tetap, tak berubah-ubah, karenanya usaha-usaha untuk menyembuhkan orang gila adalah hal yang sia-sia, sebab apabila seseorang sembuh dari kegilaannya, pasti di tempat lain ada seseorang yang kehilangan kewarasan, seakan-akan kita telah berbaring di atas kasur dan mengenakan selimut kewarasan yang ukurannya kecil sehingga tidak mampu menyelimuti kita semua. Dan itulah sekelumit psikopat-gila film ini. “Ketika kau memperkenalkanku keluar, dapatkan kau memanggilku Joker?”

#7. ParasiteJoon-ho Bong
Siapa sebenarnya yang menjadi parasite? Para umat miskin yang menempel menjadi karakter ‘pembantu’ orang-orang kaya, atau justru orang kaya yang memanfaatkan kejelataan umat? Film ini menampilkan kedua sisi dengan gemilang. Sebagian bahkan jenaka. Sampai adegan ‘penguasaan rumah’ oleh kolaborasi orang miskin, nyaris menjelma film konyol. Maka ketika malam itu bel berbunyi di tengah hujan badai, film ini memasuki dunia realism. Goa gelap tak bertuan.

Tak pernah ada masalah dengan ide aneh.

#6. PhotographRitesh Batra
Sunyi yang mendesis. Seorang fotografer miskin, jomblo, dan penyendiri suatu hari memotret mahasiswi di Gerbang Selamat Datang. Miloni pergi tanpa membayar, Rafi mencari tapi bukan niat uang. Justru pematik kisah adalah nenek Rafi yang mendamba kebahagiaan cucunya, maka ketika kunjungan mereka memainkan sandiwara tunangan. Esensinya bukan cinta beda kasta dan perjuangan mencipta kebersamaan, karena dari foto itulah kita menangkap momen. Selalu ada kesempatan untuk semua umat-Nya.

Mari kutaruh ‘hari ini’ ke amplop Anda.

#5. 1917Sam Mendes
Seolah one take dari awal sampai akhir film. Luar biasa. Harus ditonton di bioskop untuk merasakan pengalaman sensasional, pergerakan kamera yang lembut walau terjadi banyak goncangan. Sebuah pengalaman sinema yang menyenangkan. Cerita cuma antar surat yang memberitahukan serangan dibatalkan, di tahun 1917 dengan teknologi terbatas perang berkecamuk. Dua tentara harus melintasi padang perang. Luar biasa kita menjadi mata kamera, saksi cekam teater serangan yang sejati. “I hoped today would be a good day. Hope is a dangerous thing.”

#4. The LighthouseRobert Eggers
Kalau patokan suram adalah koentji, maka The Lighthouse adalah kunci yang memakai kode istimewa, maksudnya rumit. Horror yang perlu mikir, dan warna filmnya hitam putih. Udah ditakuti, mikir lagi. Permainan psikologis, antara nyata dan fiksi. Akting Green Goblin versus Edward Cullen sungguh memukau. Sepanjang dua jam kalian hanya melihat dua orang ini, dengan setting satu tempat. Sebuah mercusuar dengan problematikanya. Sepi kesepian, sampai-sampai putri duyung dijadikan objek onani. Kurang keren apa coba? Jadi ingat Pintu Terlarang. Sukses membuat penonton frustasi. “What made your last keeper leave?”

#3. Little WomanGreta Gerwig
Saoirse + Hermione + Meryl bonus Gerwig = Masterpiece. Ternyata ada kejutan, satu lagi karakter yang membuat hati jatuh, Florence Pugh. Diluarguda justru dia memainkan peran paling signifikan, krusial, dan paling berkembang. Dari gadis rapuh, lalu ambisius, lalu membumi lagi. Dari novel adaptasi Louise May Alcott yang legendaris, Gerwig memainkan plot menjadi acak. Proses Jo menjadi penulis penuh perjuangan: tapi tetap keluarga adalah segalanya. “I am so sick of it… I am so lonely.”

#2. Portrait of a Lady on FireCeline Sciamma
Pelukis mencipta seni, menghidupkan seni, melakukan seni. Dan boom! Inilah kisah cinta pelukis dan modelnya, ga sembarangan model karena ia adalah Sang Lady yang akan menikahi pangeran, cinta sesama cewek yang malah menambah gairah. Cinta terlarang menyeret rasa terdalam. Kehidupan ini fana, yang abadi adalah potret dengan model kekasih, berbaju hijau. Saya jadi penasaran dengan buku tiap halaman 28, suatu saat akankah bisa kutemukan di halaman 28 bersketsa tubuh molek, bonus cermin bulat. Membumbungkan daya khayal. Tambahkan pirang! Tiga menit terakhir adalah sajian kepuasan, bikin mikir berhari-hari: wajah pirang sendu, senyum, lalu nangis dengan iringan musik gesek yang menyayat. “I can’t make you smile. I feel I do it and then it vanished.”

#1. The IrishmanMartin Scorsese
Reuni para orang tua yang luar biasa. Tiga setengah jam yang memukau, sejatinya sebuah hiburan psikologi itu harus seperti ini. Kumpulan para maestro sinema, yang bisa jadi menjadi perpisahan Martin Scorsese dengan para aktor langganannya, terutama Robert de Niro dan Joe Pesci. Berdoalah, semoga Martin masih mau mencipta karya dengan kumpulan orang tua semacam ini. Dan dihargai Oscar!

Ini tentang mafia yang hilang. Ketua serikat buruh yang menghilang tak ketemu rimbanya. Dan penonton menjadi saksi metamorphosis seorang pengantar daging menjelma pembunuh suruhan. Tak ada yang mudah kalau berhubungan dengan dunia kriminal. Roti celup dan ketidakadilan piala Oscar. “Fck em, fck em!”

Karawang, 310320 – Hanson – If Only (Live and Electric, Best of)

Selamat Ulang Tahun Winda Luthfi – 14 Tahun.
>.<

Best Books of 2019

Best Books of 2019. Catatan akhir tahun.

Apa yang sudah saya katakan tentang ketidakmungkinan membuktikan dokrin-dokrin relijius mengandung sesuatu apa pun yang baru.”Masa Depan Sebuah Ilusi, Sigmund Freud

Tahun yang berat. Saya kembali menuntaskan baca 110 buku, persis tahun lalu, kupadatkan menjadi 35 buku tanpa satupun buku kumpulan puisi yang masuk daftar keren, lalu kusaring lagi menjadi 18 buku dan akhirnya menjelma angka cantik 14. Empat buku yang tersingkir adalah: Breakfast at Tiffany’s, Metamorfosis, Around the World in Eighty Days, dan Kumpulan Budak Setan. Temanya lebih beragam, non fiksi sekarang semakin banyak yang kutuntaskan. Tahun ini memang kumulai dengan tertatih, sungguh berat saya menapaki awal 2019. Tiga puluh satu buku Januari yang sudah dirancang langsung berantakan, kumpulan puisi yang rencana kubaca tiap bulan langsung lebur, bahkan komik yang mau kunikmati lagi tak tersentuh semuanya. Memasuki hari-hari dengan muram, memasuki bulan-bulan dengan suram, lalu waktu menyembuhkan. Hati yang kembali ditata, jiwa yang kembali kusiram petuah sejuk.

Berikut 14 buku terbaik yang kubaca tahun ini:

#14. Dalam Kobaran Api – Penulis Tahar Ben Jellous | Penerbit Circa | Tahun Terbit (edisi yang kubaca) 2019

Hebat. Penulis kelahiran Maroko, tinggal di Prancis bercerita tentang Tunisia dan efeknya. “Aku tidak menjelaskan apapun, ini adalah karya sastra.” Arab Spring, demi rasa keadilan. Kesenjangan sosial memicu revolusi, bukan hanya di satu Negara tapi regional lain yang menyelingkupi. Api yang memicu banyak hal, nyaman sekali kalimat-kalimatnya. Demi rasa keadilan. Tahar dengan cerdas memainkan ironi.

#13. Teh dan PenghianatIksaka Banu | Kepustakaan Gramedia Populer | 2019

Kumpulan cerpen memang menjadi otomatis bagus Bung Iksaka Banu. Buku yang memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini, merangkul sejarah Indonesia dalam balutan fiksi. “Perang selalu kejam dan membingungkan. Menguras akal sehat, pihak yang berhadapan masing-masing merasa paling benar…”

#12. Go Set A WatchmanHarper Lee | Qonita | 2015

Di mana iblis berada? Di sini di Maycomb. Kisah lanjutan novel legendaris ‘To Kil A Mochingbird’, sekarang Scout sudah dewasa jadi perantau di New York, buku ini berkutat di Maycomb saat liburan dua minggu yang menegangkan. Bagaimana orang tuanya yang sudah tua tetap bekerja membela kebenaran. Sabar, tenang dan menghanyutkan. “Aku mencintai ibumu.”

#11. Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang KeparatKedung Darma Romansha | Indie Book Corner | 2017

Cerita dari Indramayu yang keras. Makian dan umpatan berbagai kelas. Lha judulnya saja sudah misuh: Kisah Cinta yang Keparat. Buku ini hanya apes terbit bersamaan dengan tahun Dawuk rilis sehingga gagal menang. Cerita bagus memang harus membumi gini, asli tanpa banyak rekayasa. Benar-benar seolah bung Kedung mengamati kejadian, menjalani, menyusup lalu menulis sejarah sang Diva dengan beberapa modifikasi serta kiasan. Mungkin hiperbolis tapi cinta Safitri memang keparat. “Jalan setan itu banyak dan terlihat menggiurkan, godaannya macam-macam. Salah satunya dangdutan di seberang…

#10. The Story GirlL.M. Montgomery | Gramedia Pustaka Utama | 2019

Cerita anak-anak pada suatu masa di Amerika. Lucu, seru dan apa adanya. Benar-benar membumi, seolah ini adalah diari sang Penulis. Setara ‘Secret Garden’-lah, tapi ini lebih riuh dan ceria karena melibatkan banyak karakter. Ini juga cerita-cerita sederhana yang ada di sekeliling kita, di sekeliling penulis. Hal-hal yang umum, dirajut dengan sangat bagus. Kita bisa memaknai segalanya. Tak sabar baca lanjutan.

#9. Tango & SadiminRamayda Akmal | Gramedia Pustaka Utama | 2019

Nyaman diikuti, lezat dilahap, tenang dalam bercerita dengan komplektivitas. “… berusahan mengapai-gapai Tuhan…” adalah penutup cerita yang luar biasa. Hikayat kehidupan di sekitar sungai Cimanduy. Sisi gelap manusia dengan palacuran dan ruang lingkup sekitar, sisi terang dengan kehidupan haji Misbah yang memilki tiga istri, panutan warga yang setelah diungkap detail tak seterang yang dikira. Semua manusia ada sisi abu-abunya.

#8. AparajitoBibhutibhusan Banerji | Kepustakaan Populer Gramedia | 2016

Novel India terbaik yang pernah kubaca. Riwayat Apurbo dari masa kanak-kanak, perjuangan pendidikan, merantau ke Kalkuta demi menyambut masa depan gemilang. Inilah gambaran hidup sesungguhnya. Leela dan Aparna, cinta dan tragedi. Kisah luar biasa, ada dua tragedi hidup yang berat terkait orang terkasih. Ibu dan istrinya, dan letupan impian masa muda yang terus meronta untuk diwujudkan. “Beranjak dewasa berarti juga mempertaruhkan oprimisme masa kanak-kanak.”

#7. White FangJack London | Gagas Media | 2014

Kubaca dalam sehari dari siang sampai malam, di sela ibadah dan tidur di lantai satu Blok H nomor 279 hari Sabtu, 23 Feb 19. Ini semacam prekuel ‘The Call of the Wild’ yang sudah kubaca dua tahun lalu. Dituturkan dengan berkelas. Dengan resiko apapun harus bergerak, terus bergerak, karena gerakan adalah ekspresi dari keberatan. “Aku menyerahkan diriku di tanganmu, ketahuilah aku di bawah kehendakmu.”

#6. Dalih Pembunuhan MassalJohn Roosa | Kendi | 2017

Bencana kemanusiaan dari sisi lain. Kemelut kusut tanpa kepaduan, sejarah kelam Republik ini. Semua janggal sedari awal. Siapa dalang kudeta 30 September 1965 digali dan dilihat dengan berbagai sudut. Bagaimana kejadian itu sebelum, saat dan sesudahnya. Apapun itu ini adalah tragedi besar Indonesia yang efeknya sekarang dan masa depan. Dinsinyalir setengah juta warga meninggal, angka yang luar biasa besar. “… karena beragam peneliti menggengam beragam potongan data, maka hasilnya adalah munculnya beragam versi.” Dan ini salah satu versi paling blak-blakan.

#5. The Murder of Roger AckroydAgatha Christie | Gramedia Pustaka Utama | 2013

Dan ya, saya bisa menebaknya. Ada dua kalimat yang JELAS SEKALI yang menunjukkan sang pelaku, saya konsisten. Yakin dialah pelakunya. Terbukti. Salah satu yang terbaik dari Christie, dari Hercule Poirot. Jauh hari buku ini masuk kumpulan terbaik Poirot, ini adalah buku ke belasan yang kubaca dari Christie, sehingga alurnya sudah mulai kebaca. Klu paling penting di kisah ini adalah, sang pembunuh mencoba ‘bertahan’ tidak melaporkan insiden ini ke detektif paling fenomenal. “Hercule Poirot tidak pernah mengambil resiko mengotorkan pakaiannya, tanpa keyakinan akan memperoleh sesuatu yang diinginkannya…”

#4. NeverwhereNeil Gaiman | Gramedia Pustaka Utama | 2017

Ada Gaiman lagi tahun ini. Pertarungan malaikat, iblis dan makhluk bawah tanah London. Richard, manusia normal di atas tanah terjebak dalam permainan kotor. Fantasi luar biasa, kejutan akhir yang hebat. “Bagaimana aku bisa kembali normal?” Gaiman tak pernah mengecewakan. Marquis de Carabas yang tampak licik, benarkah?

#3. Dunia SophieJostein Gaarder | Mizan | 2012

Buku rangkuman filsafat yang luar biasa. Cara cepat belajar jadi filsuf. Butuh waktu empat bulan buat menuntaskannya. Hidup ini fiksi bagi mereka yang terjebak dalam ambiguitas. Sophie Amundsend yang menyaksikan bukti-bukti keberadaan kehidupan di sisi lain dunia, lalu muncul pertentangan yang nyata ia atau kedidupan seberang? “Dari mana datangnya dunia?”

#2. The Handmaid’s TaleMargaret Atwood | Gramedia Pustaka Utama | 2018

Para handmaid di masa depan, aturan absurd dan pertentangan tak berkesudahan. Gadis kerudung tunduk, pikiran penuh luapan teriak. “Mungkin hidup yang kupikir kujalani ini adalah suatu delusi paranoid. Dalam kesaksian lebih baik mengarang sesuatu daripada bilang tidak punya apa pun untuk dibeberkan.”

#1. SapiensYuval Noah Harari | Kepustakaan Populer Gramedia | 2018

Buku yang luar biasa. Tiap sepuluh kalimat kubaca, kubaca ulang separuhnya. Nikmat di tiap lembarnya. Pengolahan kata menyusup kalbu. Bagaimana bisa buku sejarah menjelma thriller, manusia sejak dulu kini dan yang akan datang, dalam radius mengerikan. “Orang-orang yang hidup saat itu tidak melakukan hal-hal yang penting.” Mengibaratkan Peugeot dengan sangat jitu, membelalakan mata, mencerahkan imaji, membuat ngeri. Manusia dan segala revolusi umat.

Bagaimana dengan tahun 2020? See ya…

Karawang, 311219 – Roxette – Spending My Time

14 Buku Terbaik 2018

Musik ini bukan untuk Anda, ini untuk zaman mendatang.” – Beethoven

Tahun ini saya menyelesaikan baca 110 buku. Fiksi masih sangat mendominasi, novel masih menjadi golongan terdepan. Setelah beberapa tahun terakhir saya tak membuat daftar buku terbaik, maka inilah saatnya saya kembali menyusunnya. Aturan sederhana, bila ada Penulis yang tercantum lebih dari satu karya maka akan diambil satu saja yang terbaik, tak ada batasan tahun terbit, tak ada garis fiksi-non-fiksi serta hilangkan garis Penulis lokal atau terjemahan. Awalnya ketika saya sarikan muncul 27 buku, maka terpaksa saya pangkas, pangkas, pangkas, padat. Dari Summer, Kass, Never Let Me Go, The English Patient, Misteri Dian Yang Padam, Lacasa de Papel, Gentayangan, sampai Fathers and Sons dengan segala hormat kena coret satu senti garis finish hingga di daftar pendek. Tahun ini benar-benar banyak buku lima bintang – sempurna, maka daftar ini adalah jaminan puas menikmati. Berikut susunan 14 buku terbaik yang kubaca selama tahun 2018:

#14. A Man Called Ove – Fredrik Backman | Penerbit Noura | Tahun Terbit 2016

Buku si tua penggerutu yang kocak, awalnya ikut sebal dan merasakan apa yang Ove rasakan lantas teriak lantang, “Benar juga” karena Negara Swedia yang makmur itu juga jiwa sosialnya ga jauh beda dengan lingkungan kita sekitar, sebagian kecil tentunya dari sudut pandang seorang kakek. Kisah menggunakan sudut pandang orang pertama, sehingga kita merasa dekat dengan sang protagonis. Dengan alur satu bab maju, satu bab mundur lalu dipertemukan jelang akhir, kita menemui banyak sekali drama dan keterkaitan orang sekeliling Ove. “Semua orang bilang begitu. Namun mayoritas tidak selalu benar.

#13. Harimau Harimau – Mochtar Lubis | Yayasan Obor | 1975

Penebusan dosa, pengakuan rasa bersalah. Sekumpulan pencari damar terjebak di hutan, di mana ada harimau lapar yang mengintai. Saat salah seorang diterkam dan sang harimau mengejar, semua diminta meminta maaf pada Tuhan atas dosa mereka. Rahasia-rahasia dibongkar, dan semua cuit nyali saat kematian begitu dekat.

#12. Ratu Sekop – Iksaka Banu | Marjin Kiri | 2017

Kumpulan cerita pendek yang bergizi. Bagus sekali, padat, satir dan menggugah. Total 13 cerita dengan tiga varian baru. Cetakan mungil, dengan kover aneh sang Ratu Sekop. Film Noir sebagai pembuka sudah membawa Pembaca ke dunia fantasi, plot tak lazim bagaimana pembunuhan adalah seni takdir. Kemana perginya superstar setelah meninggal?

#11. Kura-Kura Berjanggut – Azhari Aiyup | Banana | 2018

Pemenang Kusala Sastra Khatulistiwa kategori prosa tahun ini. Ketebalannya menantang kesabaran. Kisahnya dibagi tiga bagian, merentang jauh ke abad 17 di Bandar Lamuri, ujung Barat Indonesia hingga era kolonial di pergantian abad ke 20. Kura-kura Berjanggut adalah buku panduan membunuh sang sultan. “Kalau kalian tidak bisa membunuhku hari ini, kalian tidak akan pernah bisa membunuhku selamanya.”

#10. Timeline – Michael Crichton | Gramedia Pustaka Utama | 1999

Sekumpulan mahasiswa 1990an yang mendapatkan kesempatan untuk melintasi waktu kembali ke abad 14 di Prancis yang keras karena sedang bertempur dengan Inggris. Hanya punya waktu terbatas untuk menolong sang profesor yang tersesat. Kejar-kejaran, pamer teknologi, serta kemungkinan manusia bisa melakukan teleport. 150 tahun lalu ada orang bilang, suatu saat orang bisa bicara dengan benda tanpa kabel di seberang benua, pasti pada ketawa dikira orang gila. Sekarang? Lihatlah! Bagaimana kalau saat ini kita bilang bahwa manusia akan bisa dikirim ke masa lalu? Apakah kalian masih akan tertawa?

#9. Big Little Lies – Liane Moriarty | Gramedia Pustaka Utama | 2014

Gosip yang memakan korban. Dusta-dusta kecil yang menguar di udara oleh para orang tua itu menyeset kepekaan dan harga diri para pengantar anak-anak sekolah. Twist, bagaimana bisa sang pelaku kekerasan seksual yang sudah digaris itu ternyata tak seperti yang kita kira, mengingatkanku pada film Posesif yang rilis tahun lalu. “Biar kuperjelas. Ini bukan sirkus. Ini penyelidikan kasus pembunuhan.”

#8. Muslihat Musang Emas – Yusi Avianto Pareanom | Banana | 2017

Kumpulan cerpen dengan kover yang sedap dipandang, warna kuning sebagai latar dengan seekor musang di dalam cangkir di antara dua lainnya. Kover bak poster film art, film festival. Catchy nan mewah. Kisahnya ada di sekeliling kita, banyak mengambil setting warung kopi (atau agar lebih kelihatan mewah kita sebut saja kafe) sehingga menyeret kita dalam obrolan santai sekaligus menegangkan. “Ketimbang bikin agama baru, bikin Komunitas Hati Remuk Karena Sebab-Sebab Tak Tertangguhkan saja, Mas.”

#7. Matinya Penulis Besar – Mario Vargas Llosa | Immotal Publising dan Octopus | 2018

Kumpulan esai yang luar biasa indah. Menghantam nalar, menggelitik pikiran. Proses kreatif tulisan yang rumit. Andai banyak kumpulan pemikiran bisa semegah ini, saya akan lebih sering membaca esai. Pada dasarnya saya menyukai proses kreatif di balik karya. Llosa melimpahruahkannya dengan tikaman tanpa henti. Dalam Benarnya Kebohongan (1989), kalian akan terpukul bahwasanya cerita-cerita based on true story itu omong kosong. “Keadaan adalah bukan seperti apa kita melihatnya, tetapi seperti apa kita mengingatnya.”

#6. Ford County – John Grisham | Gramedia Pustaka Utama | 2012

A Short Story yang seperti kumpulan novelet. Cerita pendek namun sungguh panjang. Semua kisah bermuara di daerah Ford County, dan seperti biasa Grisham membumbui cerita bersinggungan dengan kebusukan pengadilan. Yang paling hebat adalah Kamar Michael, di mana seorang pengacara diadili di rumah kosong dengan intensitas ketegangan tinggi. “Wah, pekerjaanmu busuk Wade, karena melibatkan berbohong, menggertak, mengganggu, menutup-nutupi, tidak menunjukkan belas kasihan sedikitpun untuk orang yang terluka. Aku membenci pekerjaanmu Wade, hampir sebanyak kebencianku padamu.”

#5. 1Q84 Book 1 – Haruki Murakami | Kepustakaan Populer Gramedia | 2013

Kisahnya tak tuntas karena ini jilid pertama dari tiga. Khas Murakami yang memang jagonya meramu bualan imajiner. Dua karakter utama: Aomame dan Tengo, keduanya hidup di tahun pararelnya 1984. Seorang pembunuh berdarah dingin dengan jarum suntik dan satunya editor buku yang melakukan kejahatan terstruktur atas buku remaja: Kepompong Udara yang fenomenal. “Dalam rahasia ada satu prinsip penting. Yaitu semakin sedikit orang yang mengetahui rahasia itu, semakin baik. Sejauh ini di dunia hanya kita bertiga yang tahu rencana ini. Kamu, aku dan Fuka-Eri. Kalau bisa, aku tidak ingin menambah jumlah itu.”

#4. The 100: A Ranking of the Influential Persons in History – Michael H. Hart | Noura | 2012 | Catatan 3 | Catatan 1 | Catatan 2

Buku non-fiksi terbaik tahun ini. “Bila kita membandingkan matematika dari awal dunia ini sampai masa ketika Newton hidup, apa yang dia lakukan jauh lebih baik.” Berisi 100 manusia hebat yang pernah ada, ditambah 10 lagi di edisi revisi dengan 90 nama tercantum berikutnya. Nomor satu jelas Nabi Muhammad SAW. “Maka kita lihat, betapa monumen-monemun akal dan pembelajaran jauh lebih bertahan daripada monumen-monumen kekuatan atau karya tangan. Karena bukankah bait-bait Homer bertahan dua ribu lima ratus tahun atau lebih, tanpa kehilangan satu patah kata atau huruf pun. Dalam kurun waktu itu tak terkira banyaknya istana, kuil, benteng, kota yang telah membusuk dan hancur.” Yang mengejutkan, Penulis fiksi hanya satu, ada yang bisa menebak?

#3. Trilogi Insiden – Seno Gumira Ajidarma | Bentang | 2010

Tiga buku dalam satu bundel. #1. Saksi Mata, kumpulan cerpen. #2. Jazz, Parfum dan Insiden, novel dan #3. Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara, kumpulan esai. Satu benang yang menyatukannya adalah tragedi di Dili tahun 1990an. Keberanian Bung Seno menulis kisah ini memberi konsekuensi berat karena di era Orde Baru, banyak fakta disulap seolah dongeng. “Kemerdekaan adalah impian terkutuk.”

#2. The Ocean at the End of the Lane – Neil Gaiman | Gramedia Pustaka Utama | 2013

Tahun ini saya membaca dua buku Gaiman, American Gods juga sangat bagus sayangnya terlampau mewah, dan menurutku kisah klasik sederhana yang bersetting di Inggris ini lebih berkelas. Sihir yang tak terduga, bagaimana ranting bisa menjadi kompas dan batasan-batasan dunia lain begitu nyata terlihat. Sungguh hebat, konsep ruang dan waktu yang dituturkan Neil. Salut. Saat akhirnya epilog kunikmati, seakan saya usai melahap puding-dan-pai-yang-manis, kau dalam masalah besar. Damn it! Saya jatuh hati sama karakter Lettie Hempstock. “Kau hanya perlu tumbuh dewasa dan berusaha untuk layak. Hidup ini memang tidak adil.”

#1. The Trial – Franz Kafka | Gramedia Pustaka Utama | 2016

Book of the year kita adalah karya lawas yang menghantui, diterjemahkan langsung dari Der Prozes. Bagaimana seorang pekerja dengan rutinitas kerja normal, yang menganggap dunia ini ya dinikmati suatu hari tiba-tiba ditahan polisi karena alasan tak jelas. Merasa tak bersalah, Joseph K dengan sabar dan tenang mengikuti persidangan demi persidangan hingga akhirnya kita tahu, masalahnya tak sesederhana yang kita kira. Kita seolah menaiki rollercoaster yang memusingkan, dan proses itu berujung sebuah tragedi. “Anda semua ternyata pegawai, sekarang saya tahu, Anda semua gerombolan tukang korup yang tadi saya bicarakan, Anda semua di sini berdesak-desakan sebagai pendengar dan pengintai, Anda semua berpura-pura tergabung dalam kelompok-kelompok, dan tampaknya tepuk tangan tadi dimaksudkan untuk menguji saya; rupanya Anda semua belajar cara menyesatkan dan membodohi orang yang tidak bersalah!”

Bagaimana dengan tahun 2019? See ya…

Karawang, 31 Desember 2018 – Sherina Munaf – Better Than Love

Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

14 Lagu Terbaik Sherina Munaf

image

image

image

image

image

LBP: Saya adalah Pendengar Sherina Munaf nomor satu sedunia. Kalau ada yang sudah mendengarkan 1000 kali lagunya, saya pastinya ke 1001 kali. Kalau ada yang sudah mendengarkan sejuta kali lagunya, saya pasti di angka sejuta satu kali. Saya Sherina Lover nomor satu!

Budy adalah Sherina. Sherina  adalah (bukan) Budy. Bagi orang-orang terdekatku pastinya tahu betapa Sherina adalah kata yang spesial. Ada dalam setiap helaan nafas. Tapi tidak untuk kata Budy bagi Sherina, baginya saya mungkin hanya angin lalu. Sekedar fan gila, sekedar penikmat lagunya.

Dari lagu anak-anak di masa sekolah sampai lagu cinta. Dari sebuah kesetiaan menunggu sampai kesepian yang mengadu. Dari seni berjoget di halaman sekolah sampai gesekan celo untuk menemani dengungn lebah. Dari duet sederhana boyband Irlandia sampai lagu pilihan soundtrack film. Kecuali ‘Battle of Dance’, saya suka semua lagunya. Sehari bisa jadi saya mendengarkan Sherina Munaf lebih dari 100 kali. Dan Sherinaku tak pernah lelah. Dari berangkat kerja, saat kerja, istirahat kerja baca buku ditemani kopi dan BB Pink berjajar lagunya, saat pulang kerja, saat santai bersama keluarga, sampai saat tidur pun Sherina masih bernyanyi untukku. Dan inilah daftar lagu dari penyanyi terbaik di muka bumi.

#14. Ada
Bagian terbaik: ‘Ada kau di hati, aku tak sendiri. Kau selalu bersama aku.’

Ini adalah lagu paling mellow. Tak banyak yang mendengar karena hanya terselip dalam album Tuna. Tapi saat pertama kali mendengar saya tahu ini lagu istimewa. Apalagi mendengarkannya dengan headset sebagai teman berlari sore. Superb sekali!

#13. Kembali Ke Sekolah
Bagian terbaik: Berapa kali Sherina mengikat tali sepatunya?

Mari kita hitung. Pertama saat opening scene, teriakan ibunya: ‘Sherina, tali sepatunya!’. Kedua: setelah ia menari dalam keceriaan, sebelum berlari kembali mengejar teman-temannya, dia tersenyum pada kita! Ketiga: setelah ring bel belajar berbunyi, di depan pintu ia ditegur ibu guru untuk mengikat sepatu cokelatnya. Cukup? Nope, ayo tonton dari awal dan hitung lagi!

#12. Aku Beranjak Dewasa
Bagian terbaik: ‘Semoga hidup ini kulalui dengan hati yang seterang bintang-bintang, indah bertaburan. Tanpa kecewa, amarah, prasangka, oh dan semoga selalu kujalani perintahmu Tuhan.’

Liriknya sangat amat bagus. Sebuah perenungan perubahan fase kehidupan dari anak-anak ke remaja. Yang terbaik bukan lagu My Life yang dicomot sebagai nama album yang mewakili album penutup usia anak, tapi lagu ini. Poinnya rasa syukur padaNya.

#11. Impian Kecil
Bagian terbaik: (backsound lelaki bersuara berat: ‘segalanya semua…’) lalu Sherina membalas ‘Hanya untukku. Tunggu, tunggu dulu bukan itu yang kumau’.

Ini adalah lagu kesukaan Rani Wulan skom. Rekan sekerja yang begitu terpesona dengan kalimat, ‘restoran favoritku, yang kuheran dari mana kamu tahu.’ Bisa saja album Tuna menunjuk lagu Sebelum Selamanya sebagai hit, tapi lagu inilah yang pertama menyusup dalam kepala. Catchy!

#10. Akan Ku Tunggu
Bagian terbaik: ‘… kuperhatikan kau dari dekat’

Sebuah kesetiaan. Selalu jadi teman cerita dengan Rani Wulan skom dan Yuli, teman semeja serta May, istriku. Bahwa liriknya dibuka dengan memperhatikan dari dekat, lalu waktu menempa kerasnya kehidupan cinta. Jauh. Jauh. Jauh. Jauh. Tak tergoyah, sang Pecinta masih setia menunggu. Seakan sia-sia, tapi selalu percayalah hidup tak pernah berhianat bagi mereka yang sabar hingga akhirnya satu kata penutup Sherina berujar ‘…dekat’.

#9. Kisah Sang Lebah
Bagian terbaik: ‘Hah beruang madu…’ (seorang gadis cilik ketawa kecil)

Ini adalah lagu yang paling sering diminta putar oleh Hermione, baik saat berkendara, sebagai teman baca atau di saat santai. Dia selalu akan menirukan gerakan yang diucap Sherin seperti, ‘terdengar dengung lebah’ maka dia akan menempelkan telapak tangan kanannya ke belakang daun telinga meniru orang seakan mendengarkan dengan seksama. Lalu bagian ‘dan berdoalah sebelum ia akan memulainya’, maka Hermione pun mengangkat kedua tangan menengadah bedoa. Lalu di bagian ‘rumah susun segi enam cocok kutinggali’, ia akan membentuk kedua jarinya segi enam di depan dada. Lalu bagian ‘madu super istimewa’, ia akan merenggangkan kedua tangannya ke atas laiknya seorang binaraga. Dan seterusnya dan seterusnya. Cool!

#8. Primadona
Bagian terbaik: Lagu ini berhenti ketika Sherina berteriak ‘… Berhenti!’

Sebagai judul album, album pertamanya lepas dari masa kanak-kanak, sayang sekali lagu yang menghentak dan berbobot ini tak masuk sebagai hit. Justru musik Rock Sendiri yang membuka kedewasaan sang primadona. Setiap hari adalah lagu wajib di kos Ruanglain_31. Grandong, teman satu kos pastinya setuju lagu ini begitu bernyawa untuk pembuka pagi.

#7. Lari Dari Realita
Bagian terbaik: ‘Ya, hari ini kusempurna’

Salah satu ciri khas lirik lagu Sherina adalah memainkan ironi. Banyak lagu ciptaannya membentuk curva itu. Pelangi di tengah bintang? Harapan yang membuncah lalu dihempaskan ke dasar. Dan inilah kesempurnaan palsu sehingga ingin pergi dari kenyataan.

#6. Bukan Kenangan
Bagian terbaik: ‘Kawan datang dan berlalu, lawan datang dan berlalu aku diam di sini ditinggalkan kenangan.’

Ini soundtrack hidup bagi seorang nomaden. Hidup ini bukan kenangan, maju terus. Kalau tak ikut gerak maka kau akan ditinggal. ‘Senang tawa puas dan cinta, merah biru hitam dan putih…’

#5. Persahabatan
Bagian terbaik: Menari di halaman sekolah

Sherina mengajak teman-temannya keluar kelas saat denting bel istirahat terdengar. Dewi Hughes tersenyum. Dalam kerumuman dan alunan instrument, Sherina membuka suaranya lagi dengan berputar terlebih dahulu sebelum menari. Luar biasa. Tak pernah kulihat ada seorang penyanyi bisa ‘seanggun’ itu. Satu putaran penuh dalam keceriaan khas anak-anak.

#4. Sing Your Mind
Bagian terbaik: ‘Let me hear your voice, I wanna hear what you say.’

Setelah tiga tahun menemani dalam audio, tahun ini saya berkesempatan melihatnya versi piano live performance di depan undangan international ‘One Young World’. Amazing. Speechless.

#3. Ku Disini (Here To Stay)
Bagian terbaik: ‘Jangan menyerah ku disini, genggam erat tanganku. Genggam erat jiwaku.’

Lagu ini dibuat dalam dua versi. English yang sangat keren dan lokal yang begitu syahdu. Sebuah harapan, selama bersama jangan pernah menyerah. Hadapi semuanya, teman seperjuangan. Video klipnya akan dikenang Hermione sebagai lagu pengiring ballerina.

#2. Simfoni Hitam
Bagian terbaik: ‘Telah kubisikkan cerita-cerita gelapku, telah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku. Tapi mengapa kutakkan bisa sentuh hatimu’.

Lagu ini wajib ada dalam daftar. Dimainkan dalam dua versi, band dan orchestra. Ini adalah jenis lagu sedih tingkat dewa. Seorang mencinta dengan segenap jiwa raga, tapi tetap gagal menaklukkan hati sang pujaan. Mengorbankan segalanya, nyanyian sendu seorang Pecinta. Pengen nangis dengarnya.

#1. Lihatlah Lebih Dekat
Bagian terbaik: Semua frame video klip, semua dentingan piano, semua alunan Sherina bersama Uci Nurul. Inilah contoh lagu terbaik sepanjang masa.

Filmnya meledak. Banyak orang menilai pemicu kebangkitan film nasional adalah Ada Apa dengan Cinta? Padahal tahun 2000 Petualangan Sherina menghentak terlebih dulu. Filmnya bagus, soundtracknya luar biasa. Aransemennya digubang oleh (alm) Elfa Seicoria. Album ini masuk 100 Album terbaik Nasional. Dan dengan dentingan piano beserta orchestra lengkap Lihatlah Lebih Dekat jelas sebuah maha karya yang akan dikenang seratus, dua ratus, sampai seribu tahun lagi.

Ruang HR CIF – Karawang, 260417 – Sherina Munaf – Lihatlah Lebih Dekat
Daftar ini awalnya termuat I Have a Dream, Better Than Love dan Sebelum Selamanya, tapi akhirnya terdesak lagu lain.

My Best Friend Forever #23

image

Ketika mendengar kata best friend forever (BFF) hal pertama yang terlintas dalam benakku adalah persahabatan Spongebob dan Patrick. Dalam sebuah seri, Spongebob berangkat kerja ke Krasty Krab, ketemu Patrick di jalan dan ditanya, “apa yang kamu lakukan saat aku bekerja?”, Patrick dengan polos menjawab, “menunggumu pulang….”
Buku ke 23 yang akan saya review ga ada sangkut paut-nya dengan serial di dasar laut tersebut. Adalah novel ke-2 Sherina Salsabila, buku keluaran Paci (Penulis Anak Cerdas Indonesia). Saya menjadi first reader di awal tahun 2013. Sempat berjanji pada Sher akan membuat ulasannya, namun saat itu saya lagi down sehingga rencana me-review-nya nyaris terlupa. Kemarin saat membuka-buka rak, saya teringat lagi. Saat ini beberapa kali masih kontak dengan Sher yang kini memasuki bangku SMU. Betapa waktu berjalan cepat.
Di cover pembuka ada tulisan pink “To: Om Budi & Bunda Mey, semoga senang membaca karyaku 🙂 – Sherina”. Sebuah tanda tangan tertanggal 10 Februari 2013, sabaris kalimat yang sejatinya memberi semangat kepadaku, bukan sebaliknya. Di kata pengantar nama saya juga kembali disebut, kini dalam cetakan: “… juga buat Om Lazione Budiyanto yang suatu hari nanti ingin punya akan perempuan kecil seperti aku, yang selalu memberi motivasi terbaik untukku.” Sejujurnya Sher, bukan saya yang memberi motivasi ke kamu, tapi saya-lah yang kamu beri motivasi yang saat itu kami dalam posisi terpuruk. Dan kini dua tahun lebih berselang, putri keduaku bernama Hermione, kelak mudah-mudahan doa itu terkabul, bisa secantik dan secerdas Sher. Ke depannya Sher, kalau boleh minta tolong ‘selipkan kalimat penyemangat buat Hermione – Sherina Kecilku’ di buku terbarumu.
Kisah dimulai langsung tanpa daftar isi, namun tiap bab-nya ada judul. Di pembuka Sepucuk Surat Untuk Fatia. Pagi yang mendung, Fatia mendapat surat tanpa nama pengirim di amplop. Segera dibuka dan dibacanya, ternyata dari Kenzia sahabatnya yang kini di Belanda. Menanyakan kabar dan kesibukan. Dari sepucuk surat itulah cerita ini akan digulirkan, ditarik mundur. Kenangan-kenangan semasa mereka bersama di sekolah Cendrawasih.
Tokoh utama Fatia, panggilannya Fat – duh gemuk dong – orangnya supel dan (sepertinya) yang paling cerdas. Kedua Kenzia, anak orang kaya. Anak tunggal, ayahnya kerja di bank swasta ibunya lawyer, liburan kemarin dia ke Bali. Ketiga Shania, anak baru pindahan dari Sumatra. Dirinya terpaksa pindah sekolah gara-gara orang tuanya mendapat tugas di ibu kota. Keempat, Misca teman sebangku Shania. Mereka berempat mendapat julukan ‘4 Sekawan’. Kisah novel ini menceritakan hiruk-pikuk mereka di SMP Cendrawasih. Begitulah hari-hari indah di sekolah. Masa paling indah bersama teman-teman terbaik. Ada audisi penulis, ada kegiatan Osis, ada kegiatan baksi sosial dan seterusnya.
Konflik itu muncul juga, saat pemilihan ketua Osis ada yang pingsan. Kenzia tak sadarkan diri, segera dibawa ke ruang UKS – ada yang masih ingat kepanjangannya apa? – mulai saat itu Kenzia sering sakit. Teman-temannya ikut sedih. Namun ternyata ada yang tak beres, saat Fatia secara tak sengaja membaca buku bersampul hitam sebuah fakta menarik terbongkar. Fatia yang terkejut menceritakan pada kak Farah, kakaknya yang kini kuliah. Fakta apakah gerangan? Akankah persahabatan mereka tetap utuh saat satu demi satu kenyataan buruk menghampiri. Sisi negatif tiap karakter terkuak, dan Sherina dengan sukses bisa membuat pembaca tetap terpaku sampai halaman terakhir.
Secara keseluruhan, masa itu udah lewat. Saya membacanya dari sisi seorang anak sekolah dengan segala keceriaan mereka. Hebat ya anak zaman sekarang, SD-SMP udah punya karya. Saya dulu saat seusia Sher, yang ada dalam benak ketika pulang sekolah hanya mengejar layang-layang putus, memancing di sungai, berburu burung di sawah, atau sekedar main kelereng di halaman belakang rumah. Apalagi Sher udah bisa bikin plot yang baik, konflik yang bagus, menyimpan kejutan dan eksekusi ending yang pas. Di usia 12 tahun sudah bisa membuat cerita tentang histrionic personality disorder. Ckckck… seusia itu tahuku malah brambang goreng. Sampai saat ini saya belum bertanya lagi ke Sher udah berapa buku yang ditulis. Namun novel keduanya ini termasuk sukses menghantarkan saya menikmati lembar-demi-lembar mengarungi dunia anak. Saya yakin dalam 5 atau 10 tahun lagi, nama Sherina Salsabila akan tercetak di sampul buku yang dibicarakan banyak orang karena ceritanya yang istimewa. Or is it just me?
My Best Friend Forever | oleh Sherina Salsabila | Penerbit Zettu | PACI: Penulis Anak Cerdas Indonesia | Cetakan I, 2013, 14×21 cm: 120 halaman | ISBN: 978-602-7735-45-3 | Skor: 3/5
Karawang, 230615 – Midnight midweek
#23 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

(review) Big Hero 6: Oscar Lock For Best Animated Feature

Dari adegan pembukanya saja kita sudah dibuat takjub dengan animasinya yang lembut. Sebuah pertarungan robot mini illegal, Hiro (voice by Ryan Potter) yang baru lulus SMU di usia muda memenangkan taruhan adu robot. Polisi datang, arena tarung bubar lalu Hiro kabur dari arena diselamatkan kakaknya Tadashi (Daniel Henney). Sampai di rumah Hiro dinasehati untuk menyalurkan kejeniusan otaknya ke hal yang lebih berarti. Hiro berpendapat kuliah akan membuang waktunya, namun pada suatu ketika dia diajak kakaknya ke kampus. Di sebuah lab penelitian, Hiro dibuat terpukau karena banyak hal canggih tersedia. Bersama teman-teman kuliah Tadashi, memperlihatkan bahwa kuliah tak semembosankan yang dikiranya. Salah satu robot penelitian bernama Baymax (Scott Adsit).

Sepulang dari kampus, Hiro langsung berminat kuliah di sana. Lalu dibuatlah sebuah karya untuk presentasi. Sebuah karya yang memukau Alistair Krei (Alan Tudyk), orang kaya dari Krei enterprise, dan berniat membelinya. Namun ditolaknya, dari hasil presentasi itu professor Robert Callaghan (James Cromwell) memberinya golden ticket masuk universitas. Puas dengan karyanya dua bersaudara ini bersantai di luar gedung. Naas, gedung terbakar berdua mereka segera bergegas berlari kea rah TKP. Api yang meluluhkan sebagi gedung membuat panik orang-orang, sampai ada yang berteriak bahwa professor Callaghan masih terjebak di dalam. Tadashi dengan berani berusaha masuk ke gedung untuk menyelamatkannya. Sayang kemudian gedung meledak menewaskannya, topinya terlempar. Topi tersebutlah yang manjadi kenang-kenangan terakhir kakaknya.

Kejadian menyedihkan ini membuat Hiro patah semangat. Klontrak-klantruk di kamar, hopeless. Sampai akhirnya muncullah Baymax yang ternyata disimpan di kamar. Baymax lalu dengan lucunya menyampaikan keadaan Hiro, oiya kelebihan Baymax salah satunya bisa men-scan tubuh manusia lalu muncul mood 1-10, bagaimana keadaanmu hari ini. Kalau buruk maka Anda perlu pelukan, salah satu scene paling memorable tahun 2014 ya si Baymax meluk Hiro ini. Tentu saja Hiro keadaannya buruk setelah ditinggal meninggal kakaknya. Di adegan ini saya ikut sedih.

Baymax menemukan ada potongan karya Hiro yang bergerak-gerak di dalam box plastik (mengingatkanku pada kompas). Hiro tentu saja ga percaya karena karyanya sudah hancur pas kebakaran. Dia abai, Baymax malah mengikuti arah gerak potongan tersebut. Terpaksa Hiro lalu mengikuti juga, sampai di sebuah gudang gedung terkunci. Penasaran, berdua memanjat dinding dan masuk lewat jendela. Betapa terkejutnya Hiro, karena ternyata karyanya terkumpul di situ dan sedang digunakan oleh seseorang bertopeng. Kabur, dirinya terancam. Dari situ Hiro lalu membentuk tim untuk melawan. Karena mengira manusia bertopeng itu Krei yang mau membeli karyanya, namun merebutnya dengan meledakkan gedung. Terdiri dari 6 pasukan yang kemudian muncul judul Big Hero 6: dirinya, 4 teman kuliah Tadashi dan Baymax. Berhasilkah Hiro membalas dendam kakaknya? Siapa jati diri manusia bertopeng tersebut?

Setelah film selesai saya langsung mem-plot jatah animasi terbaik sudah ketemu. Feel Oscarnya dapat. Saya baru nonton Boxtroll, yang 3 belum tapi saya sudah yakin Big Hero 6 akan menang. Animasi lembut, cerita kuat yah walau ga kuat-kuat amat karena ketebak, tanpa Pixar di daftar dan dramatisasi yang disuguhkan pas. Setting film ada di San Fransico tapi berasa di Jepang. Unik dan cerdas.

Saat kredit title muncul, jangan beranjak dulu. Tonton sampai tuntas karena aka nada scene after credit yang WOW. Bravo Lee!

Big Hero 6 | Directed by: Don Hall, Chris Williams | Written by: Jordan Roberts, Daniel Gerson | Star: Ryan Potter, Daniel Henney, Scottv Adsit, TJ Miller, Jamie Chung | Skor: 4/5

Karawang. 060215

Best Picture Oscar 6 Tahun Terakhir

Gambar

Berikut review singkat 6 film terbaik Oscar 2009 s/d 2014:

Academy Award ke-81 tahun 2009: Slumdog Millionaire – Kondisi: Tak Nonton

Tahun 2009 saya mulai memprediksi para juara Oscar. Namun di tahun pertama ini saya belum nonton live-nya. Jagoanku adalah The Curious Case of Benjamin Button-nya David Fincher. Film ini memang luar biasa, tentang perjalanan hidup seseorang yang tak biasa. Jadi hidupnya dibalik dari tua menjadi muda. Apalagi saya fan berat Fincher, tiga karyanya bersama Pitt adalah masterpiece, makanya saat dia berpeluang menang Oscar pertamanya langsung kujagokan. Meleset, yang menang tahun itu adalah drama dari India. Saya ga bercanda!

Academy Award ke-82 tahun 2010: The Hurt Locker – Kondisi: Jobless

Di tahun pertama saya menyaksikan acara Oscar live via streaming jagoanku adalah Up In The Air, saya langsung jatuh hati sama Anna Kendrick yang tampil lugu sekaligus culas. Apalagi twist identitas Alex Goran yang bikin caci-maki forum para lelaki. Ditambah saya jadi nge-fan Vera Farmiga sejak di film Orphan yang luar biasa mengejutkan, sehingga walau jadi underdog saya jagokan film yang membuat George Clooney memecahkan rekor di udara dalam penerbangan.

Tahun 2010 untuk pertama kalinya ada 9 nominasi best picture, salah satu sebabnya (mungkin) tahun sebelumnya yang tak memasukkan film The Dark Knight dalam nominasi, padahal film tersebut bagus secara kualitas maupun box office. Satu lagi film yang membuatku terbuai adalah An Education, kejutan dan tentu saja akting Carey Mulligan. Sayang gagal, yang menang adalah film perang tentang penjinak bom yang membosankan.

Academy Award ke-83 tahun 2011: The King’s Speech – Kondisi: Night Shift

Saya tak kapok menjagokan David Fincher. Tahun 2011 ini dia kembali masuk nominasi dengan film tentang facebook. Kali ini bersama Jesse Eisenberg yang masuk kandidat best actor, Andrew Garfield yang belum terkenal namun sudah booming setelah tahu dia akan menjadi the next Spiderman, dan satu-satunya film bagus eks mantan boyband N’Sync: Justin Timberlake.

Apalagi persaingan tahun ini ketat sekali, siapa yang menolak film keren Inception untuk menang? seri penutup Toy Story yang mengharu biru serta Black Swan yang ambigu? Dengan komposisi juara seperti itu maka jelas saya jagokan mereka dengan mengesampingkan para unggulan. Well, akhirnya kita tahu tahun 2011 saya dipecundangi si raja gagap.

Academy Award ke-84 tahun 2012: The Artist – Kondisi: Kerja Dalam Ruangan Sendiri

Pengantin baru! Ga baru-baru amat sih, 3 bulan setelah nikah ajang Oscar datang seperti nyamuk penggangu. Setelah nikah jelas pasti ada perubahan. Perubahan yang membuatku tak siap, sehingga deretan film Oscar sejak diumumkan daftarnya saya gagal nonton separuhnya. Hanya 3 film yang ketonton: Midnight in Paris, The Tree of Life dan the Artist. Yang terakhir kusebut juara. Dengan minimnya pilihan malah membuatku minim jagoan. Dan ternyata tebakanku tepat. Duh! akhirnya pecah telur juga deh.

Academy Award ke-85 tahun 2013: Argo – Kondisi: SKD

Tahun lalu saya menjagokan film Quentin Tarantino. Sutradara favorite saya, dia adalah orang dibalik film Pulp Fiction dan Kill Bill yang luar biasa. Apalagi film tentang diskriminasi kulit hitam ini special sekali. Kisahnya enak ditonton dan ada Leo Dicaprio yang tampil culas. Lalu ada Silver Linings Playbook nya David O. Russels yang di scene awal menampilkan kekecewaan Pat terhadap novel legendaris Ernest Hemingway. Sayang sekali, malah yang juara adalah film pembebasan di Timur Tengah yang so predictable.

Academy Award ke-86 tahun 2014: 12 Years A Slave – Kondisi: Night Shift

Tahun ini seperti yang kita singgung di prediksi Oscar, adalah tahun ke lima saya nonton live. Dengan kekecewaan David O. Russels sebelumnya dan film para penipunya dia pulang dari acara dengan tangan hampa. Hadeh, saya dikangkangi film diskriminasi, yang sebenarnya sudah kutebak salah tahun lalu. Aneh kan?

6 prediksi hanya 1 yang benar, kesimpulannya sih simple kalau mau nebak dengan benar. Jangan egois! Ikuti arus suara di web film, dah pasti persentase benarnya tinggi. Jangan kayak saya yang subjektif atas dasar suka-ga-suka.

Karawang, 060314