The Dinner #3

The Dinner #3

“… Hidangan utamanya baru saja datang…”

Buku pertama yang kubaca pasca menyusun Best 100 Novels. Mereview-nya ketunda mulu, sampai tiga kali kesempatan duduk depan laptop guna menuntaskannya. Memang butuh perjuangan lebih keras untuk melakukan sesuatu sekalipun kita mencintainya. Semakin ke sini, dunia digital makin rumit dan menggeser segala yang manual. Saya merasakan semakin canggih HP yang kupunya malah makin menjauhi intelektual waktu berharga. Aneh sekali. Nah The Dinner ini jua absurd, bagaimana teknologi menjadi pengungkap semua kasus pembunuhan yang tak terencana yang meneror banyak aspek. Bagaimana kehidupan orang terkasih justru bisa menjadi mata pisau tajam yang mengancam. Novel psokologis yang sejatinya bagus sekali sedari awal sampai pertengahan. Sayangnya tensinya tak terjaga aman, setelah makan malam usai kisah malah menuai anti-klimak. Dengan label lingkaran merah ‘SEGERA Difilmkan’ saya yakin sekali ini bakal jadi film indi ataulah masuk film-film festival yang gaungnya hanya terdengar antar movie freak nan snob, tak akan sampai blockbuster. Hanya kejutan besar yang akan menjadikannya jadi perbincangan banyak khalayak.

Buku ini saya baca tahun lalu saat santai, awalnya mau kejar kandidat untuk 100 novel terbaik tapi ga sampai, dan memang pada akhirnya tak masuk. Kisahnya tentang keluarga calon Perdana Menteri Belanda yang makan malam keluarga. Awalnya memang tenang, makan bersama antar kakak adik terpandang bersama para istri. Berempat, menikmati restoran mahal. Aku ingin melakukan ini semua sebagai keluarga. Jika aku harus memberikan definisi kebahagiaan, akan kukatakan, kebahagiaan tidak membutuhkan apa pun kecuali kebahagiaan itu sendiri, kebahagiaan tidak membutuhkan pembenaran. Saat akhirnya sebuah kasus dibuka, kasus pembunuhan yang melibat anak mereka, segalanya bak angin ribut yang menodongkan belati tajam ke arah mereka.
Aku akan mengendalikan diriku seperti dirimu menahan nafas di dalam air, dan aku akan bersikap seolah-olah tidak ada yang aneh sama sekali dengan tangan orang asing yang melambai ke makanan di atas piringku. Tentu aku menyadari, di restoran yang lebih mahal, kualitas dianggap lebih penting ketimbang kuantitas, tetapi akan ada ruang kosong dan kehampaan. Pilihan makin sulit, saat fakta demi fakta dibuka. Melalui rekaman cctv mesin ATM bagaimana suatu malam seorang gelandangan terbunuh tak sengaja oleh dua anak remaja.

Seperti sepucuk pistol di atas panggung pementasan, ketika seseorang mengacung-acungkan pistol selama babak pertama, kau bisa memastikan bahwa akan ada yang ditembak dengan pistol itu sebelum tirai diturunkan. Itu adalah aturan drama pertunjukkan. Aturannya menyebutkan bahwa pistol tidak akan muncul di panggung bila tidak ada yang menembaknya. Sang calon perdana menteri makin kalut, bagaiman jika terus maju dan menang karena elektabilitas memang tinggi, dan mengetahu anak mereka adalah pembunuh. Apakah berani menjatuhi hukuman berat itu?
Itulah sebabnya ia memilih berlari.

Katanya kau dapat melakukannya sendiri di tengah udara segar dan dia bertingkah seolah gagasan itu datang dari dirinya sendiri. Dia sudah lupa bahwa aku sudha mulai berlari beberapa tahu lalu dan tak sekalipun melewatkan kesempatan melayangkan komentar sinis tentang ‘adiknya yang berlari-lari kecil.’ Karena di Belanda yang maju, masyarakatnya yang modern di mana setiap orang dewasa katanya jaminan makmur secara ekonomi maka kasus ini tergolong riskan.

Seperti ketika kau tidak membuang buku buruk ketika sudah membacanya setengah bagia, kau akan tetap menyelesaikannya dnegan enggan, begitulah ia bertahan hidup bersama Serge – mungkin bagian akhirnya akan memperbaiki sebagian hubungannya. Daddy dan mommy ingin berbicara denganku. Daddy dan mommy mencintaiku lebih dari apa pun di dunia. Ya, keluarga menjadi tumpuan. Keluarga adalah segalanya. Sepakat. Jabatan bisa jadi sebuah jaminan karir, tapi keluarga adalah kata istimewa yang tak boleh goyah oleh apapun.

Ya, bersikap polos adalah cara terbaik melakukannya, pasti tak terlalu sulit bagiku memainkan ayah polos. Lagi pula, seperti itulah diriku, naif. Kau tidak berbuat salah, kau hanya menendang bola ke jendela. Itu hanya sebuah kecelakaan. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, tetapi itu tidka bisa menjadi alasan untuk mengataimu seperti itu. menenangkan sang anak, termasuk anak angkat yang mulai terkuak menyimpang? Sungguh mulia. Bila kau merusak sesuatu meskipun tak disengaja, kau harus membayar kerusakannya.

Memperbaiki segalanya harus dengan konsekuen bersama. Pengorbanan demi orang terkasih, lebih mulia ketimbang takhta yang menjanji.

Di Belanda kau memiliki jaringan keselamatan sosial. Seharusnya tidak ada yang terpaksa menggelandang dan tidur di bilik ATM. “Kau tahu apa yang sebaiknya dalam hal ini? Lupakan sejenak, selama tidak ada yang terjadi maka tidak akan ada yang terjadi.” Satu sepatu tenis dapat merujuk pada puluhan ribu pemakai sepatu tenis, tetapi sebaliknya puluhan ribu sepatu tenis sulit untuk ditelusuri ke astu pemilik yang spesifik.

Perang sebaiknya meletus di luar sana, atau serangan teroris akan lebih baik dengan banyak korban jiwa warga sipil yang akan membuat orang-orang menggeleng-geleng khawatir. Ambulan datang dan pergi, kereta api atau kereta bawah tanah yang terguling, bagian depan gedung berlantai sepuluh yang terbakar – hanya itu cara agar wanita tunawisma di bilik ATM dapat menghilang di belakang layar, menjadi peristiwa kecil di antara peristiwa-peristiwa besar. Benar luka itu akan tetap ada, tetapi sebuah luka tidka harus menghalangi kebahagiaan. Selama waktu berjalan, aku akan bersikap senormal mungkin.

Ini bukan sekadar tentang pesta, ini tentang masa depanmu…” Salah satu istilah abstrak, masa depan. Masa depan anak tercinta, setiap pengorbanannya sangat pantas. Abad pertengahan, kalau kau renungkan lagi, adalah zaman yang membosankan, kecuali beberapa pemberontakan keji, sangat sedikit yang terjadi pada saat itu.

Aku juga akan menangis jika sebodoh itu.”

Kau mengatakan sesuatu yang setajam pisau kepada seseorang agar dia terus mengingatnya seumur hidup. Terkadang pembicaraan menemui jalan buntu. Demi Michel. Demi Michel. Aku akan menahan diriku bertindak. Tentu saja itu mengerikan, kita semua telah diajarkan untuk mengatakan bahwa itu mengerikan, tetapi dunia tanpa bencana dan kekerasan – bencana alam maupun kekerasan otot dan darah – akan sangat membosankan.

Aku memikirkan tentang waktu, waktu yang berlalu tepatnya, betapa satu jam dapat terasa sangat lama, tiada akhir juga terasa gelap, panjang, dan kosong. Siapapun akan berfikir seperti itu, tidak perlu memikirkan tentang ruang dan waktu yang btidka terbatas.

Bila itu yang terjadi maka situasiku menjadi lebih menyedihkan daripada yang kukira.

Tetapi kita harus tetap objektif, ini sebuah kecelakaan. Kecelakaan yang dapat memberikan dampak sangat besar pada kehidupan anak-anak kita, pada masa depan mereka. “Demi kepentingan terbaik anakku, dan juga demi negeri ini, aku akan menarik pencalonanku.

Masa depan itu akan hancur jika kau berhenti mengikuti keinginanmu untuk memerankan politisi mulia. Hanya karena kau tak sanggup menjalani hidup dengan menanggung sesuatu, kau menganggap bahwa hal ini juga berlaku pada anakku.

Apakah aku perlu mengetahui ini? Apakah aku ingin mengetahui soal ini? Apakah ini akan membuat kami lebih bahagia sebagai keluarga?

The Dinner | by Herman Koch | diterjemahkan dari The Dinner | terbitan Ambo | Anthos Uitgevers, Amsterdam, 2009 | original published Het Diner | copyright 2009 | Penerbit Bentang | penerjemah Yunita Chandra | penyunting Ade Kumalasari | perancang sampul Fahmi Ilmansyah | pemeriksa aksara Intan Puspa | penata aksara Martin Buczer | cetakan pertama, April 2017 | vi + 350 hlm.; 20.5 cm | ISBN 978-602-291-240-8 | Skor: 3,5/5

Nice Guy Eddie: Ayolah, beri saja satu dolar. | Mr Pink: hm-mh. Aku tidak memberi tip. | Nice Guy Eddie: Apa maksudmu, kau tidak memberi tip? | Mr Pink: Aku tidak setuju soal tip. – Quentin Tarantino, Reservoir Dogs

Karawang, 02-171217 030618 – Angela – Yesterday Once More # Sevendust – Forever Dead

#3 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Ontologi: Sebuah Penuturan Sederhana #2

Ontologi: Sebuah Penuturan Sederhana #2

Ontologi adalah keheningan sekaligus permainan bahasa itu. – Sartre

Pada masa cahaya bintang | Belum disalin ke dalam bahasa | Ilmu dan puisi belum membanjiri dunia | Cukup mengikuti hukum alam | Manusia bisa menjadi bijak dan bahagia | Sebagaimana burung-burung terbang | Dan ikan-ikan berenang – Faisal Kamandobat, Kisah Kemurungan Adam

Karena beli daring, kukira ini adalah buku terjemahan filsafat. Eh ternyata lokal, ini seperti kumpulan pelajaran dasar seri filsafat. Berhubung saya masih awam untuk hal ini wajar buku Ontologi lumayan bervitamin, apa yang disampaikan memang sangat dasar. Banyak mengambil referensi lain, banyak menguntip dan menulis ulang dari era sebelum Masehi, abad pertengahan sampai yang tergres. Ga masalah, mending memberi sumber dan mencantumkan itu kata dan tulisan siapa ketimbang ke gap, suatu ketika. Saya mengira akan jadi sebuah penuturan boring, eh enggak jua. Dilahap cepat dalam stabilo warna untuk hal-hal yang bagus. Sayangnya banyak typo, untuk buku yang berhalaman tak lebih dari seratus, tim Quarks Book harus punya proof reader mumpuni guna mengantisipasi kesalahan ketik di kemudian hari.

Filsafat muncul karena manusia merasa heran (thaumasia) dan sangsi (skeptis) atas segala hal baik di dalam maupun di luar dirinya, juga merasa diri terbatas di hadapan ketidakhinggaan di sekeliling.
Metafisika sering disalahartikan dengan cara dipaksakan oleh para penggunanya. Kesalahan tersebut kira-kira sama seperti istilah politik diartikan sebagai kekuasaan dan ekonomi sebagai uang dan keuntungan yang sebesar-besarnya. Padahal politik dan ekonomi sesungguhnya adalah moralitas yaitu kebiasan baik (phronesis) yang didasarkan pada keutamaan (arete) untuk mendukung terciptanya kehidupan yang sejahtera, penuh dan utuh (eudaimonial well being) secara bersama-sama dalam sebuah komunitas.

Protagoras (480 – 411 SM) menyatakan bahwa manusia adalah ukuran segala-galanya, baik yang ada maupun yang tidak ada. Bagi Aristoteles, kenyataan atau benda konkret adalah benar-benar ada dan tidak ada kaitannya dengan ide-ide yang ada di atasnya.

Epikuros (341-271 SM) menyatakan bahwa alam semesta ada dan berjalan karena gerak atom-atom. Para dewa tidak menciptakannya dan tidak ikut campur tangan dalam urusan dunia. Manusia bertanggung jawab sendiri atas diri dan dunianya. Oleh sebab itu tidak perlu takut pada dewa.
Kaum Neophytogorean yang memegang teguh dualisme Plato yang menentangkan antara yang rohani dengan bendawi. Mereka percaya tidak ada hubungan antara yang Ilahi dengan dunia ini. Yang Ilahi adalah yang ada, tak bergerak, realitas sempurna, subtansi yang bukan benda. Yang Ilahi itu terlalu tinggi dan terlalu jauh untuk dijangkau umat manusia. Ia tak terhampiri sehingga tak dapat dipujasembah. Bagi mereka alam semesta ini tidak diciptakan oleh Yang Ilahi melainkan dibuat oleh perantara, yaitu demiurgos. Dinatara Ilahi dan manusia ada dunia demon dan manusia setengah dewa.

Plotinos (204-269 SM) dari Lykopolis, Mesir bahwa Yang Satu (to Hen) merupakan asas pertama dan terdalam dari pikiran serta segala sesuatu yang ada. Yang Satu bukanlah pikiran, bukan Ada dan bukan juga sesuatu yang ada, melainkan Adi-Ada, Yang Tak Terhingga, dan Absolut.
Hakikat sejati dunia materi adalah bersifat rohani. Posisi jiwa sama dengan demiurgos, dengan dunia material sebagai taraf terendah emanasi dan Yang Satu. Adapun tujuan dunia material adalah remanasi, yaitu kembali ke Yang Satu. Ada tiga cara remanasi, Kembali ke Yang Satu: Manusia harus menyucikan diri dengan melepaskan diri dari dunia materi; Mendapat penerangan dari Nous tentang Yang Satu; dan menyatukan diri dengan yang Satu dalam ekstasi.

Konsep adalah suatu tanda alami (signum naturale) yang diungkapkan dalam suatu sebutan atau nama (nomen) atau dalam suatu istilah khusus tertentu (terminus) melalui bahasa yang bersifat konvensional. Tidak ada hubungan antara kenyataan dengan penamaannya; kalaupun ada hanya dugaan saja.

Tujuan Kung Sung-Lung adalah berusaha mengubah dunia ini dengan cara membenahi pemahaman manusia mengenai hubungan anatar nama dan pemahaman manusia mengenai hubungan nama dan kenyataan. Baginya terdapat kesalahan pemahaman terkait ini. Misalnya, manusia ingin damai di negaranya, namun tak jarang mereka melakukan perang demi kedamaian itu. Maka sebuah kekeliruan, harus diperbaiki sebagai langkah pertama dengan mengubah keadaan tersebut.

“Wacana tentang Kuda Putih” dia membuat penyataan utama bahwa ‘Kuda putih adalah bukan seekor kuda’. Alasan pertama bahwa kata kuda menunjuk pada suatu bentuk, kata putih menunjuk pada suatu warna. Apa yang menunjuk warna tidak dapat menunjuk pada benda. Maka kuda putih bukanlah seekor kuda. Alasan kedua, bahwa seekor kuda akan selalu memerlukan sebuah warna, bukan memerlukan seekor kuda berwarna putih. Alasan ketiga, kuda pastinya memiliki warna, tidak ada kuda yang tanpa warna. Oleh sebab itu menurut Kung-sun Lung, kuda putih adalah bukan seekor kuda (yang tanpa warna).

Filsafat identitas berusaha mendamaikan antara subjek dan objek, yang tidak terbatas dengan yang terbatas, pada zaman itu menjadi problem dan skandal dalam filsafat. Dengan filsafat identitasnya, Spinoza berhasil melebur-hilangkan perbedaan subjek-objek. Realitas kemudian dipahami sebagai satu keseluruhan yang utuh, di mana subjek sekaligus merupakan objek.
Manusia dengan tubuh (extensio) dan pemikirannya (cogitato) merupakan ciri hakiki dari subtansi Allah. Dalam filsafat identitas ini Spinoza, Allah yang tiada batasnya dipahami sebagai aktivitas yang tak terhingga, meliputi pemikiran murni, dan menghendaki yang murni. Allah adalah pikiran yang sedang memilikirkan dan menyadari pikiran dan diri-Nya sendiri.

Bagi Schelling, Yang Mutlak tidak memiliki prioritas atau lebih utama daripada yang tidak mutlak. Atau sebaliknya, yang tidak mutlak tidak lebih unggul dibandingkan dengan Yang Mutlak, karena keduanya bersumber yang sama dan bersifat sama sekali netral, yang oleh Schelling diberi nama sebagai Identitas Mutlak atau Indiferensi Mutlak Murni.

Pyrrho of Elis (365-270 SM) menyatakan bahwa sikap hidup yang skeptis akan membawa seseorang kepada kedamaian jiwa dan ketenangan batin (ataraxia) yang membuat seseorang tak tergoyahkan dalam segala kekacauan situasi kehidupan. Orang yang hidup tenteram adalah orang yang hidup mandiri dan swasembada (autarkia) karena bermental dan bertekad kuat.

Materi adalah data indrawi dan bentuk adalah a priori yang ada dalam pikiran. Bentuk a priori ini oleh Kant disebut sebagai ‘kategori’. Ada 12 kategori Kant: Kuantitas (kesatuan, kejamakan, dan keutuhan); kualitas (realitas, negasi dan perbatasan); modalitas (kemungkinan, keniscayaan, peneguhan); hubungan (subtansi-aksidensi, kaulitas dan resiprositas); setelah itu barulah akal budi mengatur pengetahuan rasional ke dalam kesatuan dan kesempurnaan, yaitu menarik kesimpulan dan membuat argumentasi-argumentasi tentangnya. Inilah yang disebut sebagai putusan sintetis a priori.

Pengetahuan manusia terbatas pada realitas dunia alami. Oleh karena itu Allah ‘berada’ diluar jangkauan pengalaman manusia, maka tidak mungkin kita mengetahui secara teoritis tentang Allah. Namun Kant juga menegaskan bahwa penyangkalan kemungkinan pengetahuan teoritis tentang Allah sekaligus berarti keberadaan Allah juga tidak dapat dibantah.

Menurut Hegel, sejarah manusia kemudian hanyalah mengulang bentuk dan tahapan lama, tidak ada lagi peristiwa yang sungguh-sungguh baru akan terjadi.

Heidegger melihat Ada bukan sesuatu yang terisolasi pada dirinya dan lepas dari manusia. Manusia tidak terisolasi pada dirinya dan lepas dari Ada. Hakikat Ada dan hakikat manusia berkaitan satu sama lain. Untuk menyingkap Ada membutuhkan manusia. Manusia adalah ruang tempat Ada mengambil tempat untuk berada. Manusia adalah tempat (statte) Ada menjelma, tempat Ada mengambil tempat. Hanya melalui perantara manusia, Ada yang tersirat pada berbagai adaan, dapat memberita.

Tetapi Ada bukan produk sama sekali hasil pikiran manusia. Pikiran adalah pemberian, rahmat Ada (Gnade des Seins). Berfikir adalah membantu Ada tampil sebagaimana mestinya. Karena itu berfikir adalah bentuk terima kasih dan berbicara adalah mendengarkan. Tugas pemikiran adalah menjaga terjadinya peristiwa Ada dengan penuh rasa kasih.
Menurut Jacques Derrida, manusia adalah teks yaitu tanda sekaligus sekedar pengganti yang untuk sementara menunda hadirnya Ada, bahkan mempertegas ketidakhadiran Ada.

Penyataan tertinggi Wittgenstein adalah bahwa mempertanyakan atau meragukan kenyataan pun harus didasari keyakinan/keyakinan bahwa kenyataan itu harus diragukan atau keraguan itu adalah suatu hal yang harus meyakinkan dan pasti.

Waktu sebagai sebuah entitas adalah sebuah momen yang memiliki ciri khusus tersendiri. Namun sebagai sebuah bukan-entitas, waktu merupakan bagian dari sebuah kesatuan rangkaian, di mana ketika seseorang mengatakan ‘sekarang’ namun pada saat waktu yang sama ‘sekarang’ itu sendiri telah berlalu.
Inti pemikiran Nagarjuna (150-250 M) adalah bahwa hakikat keberadaan realitas adalah kekosongan (emptiness/sunyata). Bahwa tidak ada sesuatu di atas sana, bahwa seseorang tidak dapat lagi pergi ke sana dan tidak dapat lagi yang digapai.

Lao Tzu (604 M) bahwa jalan yang dapat dijalani bukanlah jalan. Nama yang dapat disebut adalah bukan nama. Jika diungkapkan dengan kalimat lain, “Yang tahu tidak bicara, Yang bicara tidak tahu.” Wittgenstein juga mengulangnya bahwa, “Apa yang seseorang tidak dapat katakan, harus dibiarkan dalam diam.”

Secara langsung Budha berhadapan dengan variasi logika Jainisme, atau juga boleh disebut sebagai variasi logika catuskoti Madyamika. Pandangan ini dikenal dengan nama teori ‘Belut Berkelit’ (amaravikkhepavada, ‘theory of eel-wrigglers’). Mereka berdebat apakah ada kehidupan setelah kematian? Sanjaya Belattputta (6-5 SM) yang hidup pada tahun yang sama dengan Budha dan Mahavira menjawab: Tetapi saya kira itu tidak ada. (1). Saya tidak mengatakan bahwa itu tidak ada, dan (2) Saya tidak mengatakan sebaliknya. (3) Saya tidak mengatakan itu tidak ada, dan (4). Saya tidak tidak mengatakan itu tidak ada.

Kaon adalah permainan kata-kata di mana bahasa dibolak-balik untuk menggoncangkan pemahaman subjek tentang sesuatu. Kaon berusaha menyadarkan seseorang terhadap keterbatasan bahasa dan sifat ilusif bahasa dengan cara mengejek dan mengolok-olok sifat dan hakikat bahasa. Ada dua jenis kaon: (1) Tidak ada jawaban atas suatu pertanyaan yang sesungguhnya kosong. (2). Jawaban pertanyaan itu harus ditemukan dengan meditasi yang mendalam. Singkatnya menurut Zen bahasa dapat dan selalu menjadi penghalang terhadap pengalaman langsung. Bahasa adalah simbol, lambang, tanda atau jari menunjuk, namun tidak pernah membawa seseorang kepada apa yang ditunjukkannya.

Jika seseorang sudah mengenal dirinya sendiri maka dia sudah tidak jauh mengenal Tuhannya. Manusia selalu terkecoh dengan keinginannya sendiri.

Ontologi: Sebuah Penuturan Sederhana | oleh Tony Doludea | cetakan pertama, September 2017 | Penyelaran bahasa Faisal Kamandobat | Perancang sampul dan tata letak Faisal Kamandobat | gambar sampul Melanncholy (1891) karya Edvard Munch | Penerbit Quark Book | bekerja sama dengan Cak Tarno Institute (CTI) | ISBN 978-602-61928-1-3 | Skor: 3/5

Karawang, 020618 – Nikita Willy – Maafkan

#2 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Dekut Burung Kukut #1

Dekut Burung Kukuk #1

Event 30 hari menulis kembali datang, artinya selamat datang kembali bulan Juni. Bulannya review buku, bulannya Sherina, bulan keenam yang selalu istimewa. Dalam 30 hari ke depan saya akan ulas 15 buku lokal 15 buku terjemahan. Mungkin tak akan sehari satu buku, karena bulan ini bertepatan Lebaran yang artinya akan kepangkas seminggu mudik yang artinya pula intensitas di depan laptop akan tergerus demi kumpul keluarga dan saudara, yang pasti tetap 30 buku akan saya pilih pilah acak untuk dapat ulas.

Buku pertama tahun ini adalah dari Penulis favorit JK Rowling, kali ini dengan nama lain.

Partikelir. Terdengar rancu, terdengar agak aneh. Mungkin karena saya terbiasa mendapat terjemahan kata ‘swasta’ untuk lanjutan kata ‘detektif’. Partikelir (/par-ti-ke-lir/), berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya adalah bukan untuk umum; bukan kepunyaan Pemerintah; bukan (milik) dinas; swasta.

Robin: “Ya, memang. Padahal banyak orang datang kemari dan mencerocos tentang apa saja yang mereka suka. Mau tidak mau, kau mendengar banyak hal dari balik ini.”

Informasi. Di era serba instan, modern, dan mudah didapat ini, informasi bukan masalah bagaimana mendapatkannya, tapi lebih mau memilah atau memilih informasi apa yang akan kita serap. Dekut Burung Kukuk menyajikan sebuah kisah di mana informasi masih sangatlah sebuah komoditi berharga, demi harga diri, nama baik dan sebuah pengakuan.

Kisahnya tentang detektif partikelir yang harus menyelidiki kasus pembunuhan seorang model. Cormoran Strike adalah detektif sewa, seorang veteran perang Afganistan yang tinggal di hiruk pikuk kota London. Ia punya masalah kompleks. Terluka batin akan identitasnya, kematian ibunya yang tak wajar (potensial untuk kisah berikutnya), frustasi drop out kuliah yang sebenarnya sangat menjanjikan hingga banting stir masuk militer. Tragedi di medan perang yang membuat luka fisik sehingga kini ia menjadi warga negara yang menyepi, otaknya yang pintar analis dan deduksi mengarahkannya jadi seorang penyelidik sewa. Kisah cintanya juga tak mulus, kekasih kuliahnya dan sampai cerita ini disajikan akhirnya putus. Charlotte yang cantik menjauh, memaksa Strike tinggal di kantor sewanya. Makin parah, tak butuh waktu lama, mantannya tunangan. Banyak jenius di luar sana dicipta nasib sial oleh tangan Tuhan yang kejam. Strike hanya salah satunya, gambaran luar yang masih bisa diselamatkan.

Seorang model ternama Lula Landry mati, diperkira bunuh diri. Setelah tiga bulan sang kakak angkat John Bristow melaporkan kasus ini ke detektif Strike untuk menyelidiki ulang karena tak puas dengan hasil investigasi kepolisian. Sang detektif yang tegap dan sedang murung keuangan dengan senang hati menerima tawaran itu. Di hari saat tawaran datang, sekretaris baru dari outsource datang. Robin yang lulusan psikologi awalnya dipandang sebelah mata, ya karena gaji kecil dan hanya disewa part-time dari Temporery Solution tapi tak dinyana perannya di buku ini justru sangat penting. Bisa jadi buku berikutnya Robin akan jadi seperti ‘Robin’ nya Batman, jadi partner bukan sekedar pembantu di balik meja receptionist.

Lula Landry adalah anak adopsi Sir Alec dan Lady Yvette Bristow. Ia dibesarkan dengan nama Lula Bristow tapi memakai nama Landry saat bergelut di bidang modeling. Kakak Lula, John sendiri adalah pengacara, nah anehnya pengacara ini tampak tak wajar saat meminta tolong ke Strike. Seakan menantang nalar, ‘bisa ga lu pecahkan kasus ini?’

Kasus ditelusur dengan logika pas, menyesuaikan era sekarang tapi tetap dengan hati dan seluk beluk penelitian wajar tanpa gadget wow ala Mission Imposible. Bagaimana Strike harus berlari dengan susah payah, bagaimana kehidupan glamour seleb Inggris dengan segala kemunafikan, bagaimana jua sebuah sapaan dan diskusi selidik dilakukan dengan standar alami dan benar-benar enak diikuti. Tak ada sesuatu yang mistis tak ada sesuatu yang memerlukan sihir, berbanding balik dengan segala Potter itu.

Novel pertama JK Rowling dengan nama pura-pura disamarkan Robert Galbraith, atau novel kedua pasca final hit Potter setelah The Casual Vacancy ini terbilang sukses. Sukses, memuaskan pembaca. Saya berhasil menebak siapa pembunuhnya bahkan sebelum ke bagian dua. Rowling terlalu banyak memberi klu, memberi banyak celah untuk menebak, terlalu mengerucut ke satu pihak. Kalau kita sudah sering menikmati cerita detektif, kita pasti makin hari makin familiar arah dan tujuan para kriminal. Dan alur serta alibi penjahat Dekut Burung Kukuk ini pernah ada dalam serial Agatha Christie. Klu yang disodorkan Rowling terlampau berlimpah di awal sehingga simpanan rapat yang seharusnya jadi esensi utama sudah pudar. Tapi justru hal-hal kecil selain tebak pembunuh yang menyenangkan diikuti. Alangkah baiknya kalian sudah membaca bukunya dulu, baru membaca ulasan ini, tapi ga papa, saya tetap mencoba tak memberi bocoran penting. Hal-hal kecil yang menggelitik itu diantaranya: kita baru tahu bahwa detektif Strike ternyata cacat fisik parah setelah mengarungi seperempat bagian. Walau back cover bilang: ‘… veteran perang yang memiliki luka fisik dan luka batin...’ tapi tak dijelaskan sakitnya apa. Lalu trivia menarik bagaimana Lula memilih nama Landry sebagai nama tenar alih-alih nama belakang keluarga juga bagus sekali, dijelaskan sederhana di tengah cerita dalam penyelidikan. Satu lagi, kematian Charlie. Entah kenapa saya ga kepikiran kematiannya yang jaaaauh hari itu ternyata menyeret sang pembunuh dalam psikologi miring. Jelas, novel detektif ini sukses banget ketimbang Casual yang adem.

Buku ini hanya tinggal tunggu waktu untuk diadaptasi ke layar lebar. Apalagi novel lanjutannya sudah tersedia pula, sangat menggiurkan produser Hollywood. Casual sendiri sudah diadaptasi ke mini seri TV, namun gaungnya redup. Mending ke layar lebar sih. Karena memang, kualitas Casual terjerebab pasca Potter. Pemilihan kisah detektif kurasa sudah sangat pas untuk keluar pakem sihir, hanya aneh saja kenapa pakai nama lain. Kalau niat disamarkan, harusnya rapat. Absurd-lah, Penulis besar mencipta kisah penyelidikan, memilih nama lain sebagai Penulis namun identitasnya terbuka. Kalau benar-benar berniat berjudi untuk respon jual, harusnya memang ditutup. Tapi kalau niat laku, Rowling menintakan kata apapun juga pasti diburu. Ahh andai identitas Robert baru diumumkan di kemudian hari, novel ini akan jadi begitu menarik sekali 20, 30, 100 tahun lagi.

Semoga seri-seri berikutnya lebih keren dan saya diberi kesempatan menikmati segalanya. #PotterFreak

Prolog – “Kenapa kau lahir saat salju membuat langit bungkuk? Andai saja kau tiba ketika dekut burung kukuk, atau saat buah-buah anggur di tandan meranum hijau, atau, setidaknya saat kawanan burung camar berkicau, sehabis menempuh perjalanan jauh yang ganas menyelamatkan diri dari serangan musim panas.

Kenapa kau mati saat bulu-bulu domba dipangkas? Andai saja kau pergi ketika buah-buah apel ranggas, atau saat gerombolan belalang berubah jadi masalah, dan lahan gandum semata hamparan jerami basah, dan napas angin berembun sangat berat sebab semua hal indah tiba-tiba sekarat.” – Christina G. Rossetti, A Dirge – Sebuah Ratapan.

1-Sungguh celaka orang yang cacat celanya menjadi ikut terkenal karena ketenarannya. – Lucius Accius, Telephus.

2-Tak asing dengan berbagai kemalangan, aku belajar meringangankan penderitaan orang lain. – Virgil, Buku 1.

3-Barangkali akan membantu kalau mengingat kembali hal-hal yang akan lampau. – Virgil, Buku 1

4-Dan yang oaling baik, sebagaimana kata pepatah adalah mengambil untung dari kegilaan orang lain. – Pliny Tua, Naturalis

5-Berbahagialah orang yang memahami sebab musabab segala sesuatu. – Virgil Georgics, Buku 2

Epilog – Tak ada sesuatu yang sempurna dalam segala-galanya. – Horace Odes, Buku 2

Dekut Burung Kukuk| by Robert Galbraith | copyright 2013, first published in Great Britain by Sphere | cover images: street scene and design by LBBG – Sian wilson | diterjemahkan dari The Cuckoo’s Calling | GM 402 01 14 0002 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | alih bahasa Siska Yuanita | alih bahasa puisi hlm 7 & 517: M. Aan Mansyur | design sampul Marcel A.W. | cetakan keempat, Agustus 2016 | ISBN 978-602-03-0062-7 | 520 halaman; 20|Skor: 4/5

Untuk Deeby yang sesungguhnya dengan ucapan terima kasih.

Karawang, 241217-010618 – Sherina Munaf – Singing Pixie
#1 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Thx to Widy Satiti untuk pinjamannya. #Laz4-0Cro

The Art Of Deception – Nora Roberts

Adam: “Kau tahu kebanyakan perempuan mengharapkan rayuan, tak peduli betapa gombalnya.” | Kirby: “Kebanyakn perempuan bukan Kirby Fairchild. Aku tak ingin membuatmu bosan dengan rayuan kuno.

Serial Harlequin terbaik yang kubaca sejauh ini. Setelah kecewa beberapa kali, akhirnya ada serial ini yang lumayan bagus. Memang endingnnya ketebak. Tetap isinya cinta-cintaan nafsu, tapi ada sisi art yang menunjang cerita. Bukan sekedar hajar bleh, ciuman, buka baju dan terjadilah, yang penting pembaca nefsu dan senang. Enggak. Kisah cintanya menjadi sedikit berbobot ketika kedua insan memiliki motif kuat untuk saling mengalahkan, ada semacam benang merah yang menghubungkan segala plot sederhana ini. Yah, setidaknya ga drop amat. Mungkin karena sebagian kisah berkutat pada gerak tipuan-tipuan dalam seni lukis, saling serang dalam permainan pikiran dan intimidasi serta menyinggung hubungan ayah-anak yang lumayan ngena sehingga ga rugi-rugi amat kutuntaskan baca. Selalu, chemistry antara ayah-anak ada di tempat hati. Hatiku mudah tersentuh bila menyinggung koneksi spesial itu.

Saya review segera karena sudah didesak Meyka untuk secepatnya mengembalikan tiga buku Harlequin pinjaman kepada temannya. Yang pertama sudah baca tahun lalu, terbengkelai kejar Best 100 Novels, buku ini awal tahun kunikmati dan satu lagi kini masih dalam progres baca. Akan segera kutuntaskan, karena memang buku pinjam selalu prioritas. Daftar buku beli di #Promo61 sementara hold dulu, dan beginilah kisah ‘Indahnya Dusta’.

Adam Haines adalah pemuda pelukis pemula yang dikirim ke rumah seniman kondang, rumah bak istana di dekat sungai Hudson, pinggiran kota New York. Seniman kaya raya itu mempekerjakan magang atau mengajari atau membagi ilmu kepada pemuda punya talenta, banyak berbagi kepada pemula. Seniman yang kalau beneran ada pasti akan membuat dunia gempar karena bisa meniru dan memalsukan lukisan legendaris dengan cermat dari Rembrandt, Van Gogh, Titian, Da Vinci, Picasso, Masaccio, Dali, dst. Sebut saja lukisan hebat Eropa tempo doeloe yang ada dalam kepalamu, ia bisa menciptanya. Hebat. Mr. Fairchild memiliki putri semata mayang yang cantik jelita Kirby Fairchild, yang di kisah ini menyambut Adam membukakan pintu yang dikira pelayan. Karena ini roman picisan maka dengan mudah kita bisa menebaknya, mereka pasti bersatu entah bagaimana caranya pasti happy ending dalam satu peluk indah. Well, kalau saya bilang iya apakah ini spoiler yang akan membuat kalian kecewa? Ga usah khawatir, gampang banget kok mengiranya karena di akhir bab pertama saja kita sudah tahu mereka saling menggoda. Bocoran sederhana untuk kisah sederhana.

Namun sebelum jauh menuju ke sana kita diajak mengenal lebih dekat profesi sesungguhnya Tuan Fairchild. Dalam ke-glamor-an pesta, bisnis seni yang menjanjikan dan hiruk pikuk kota besar Amerika ternyata ada banyak sekali singgung emosi antar pribadi yang katanya manusia beradab. Adam memang menjadi tokoh utama yang diambil sudut pandangnya, sehingga saat lapisan fakta satu per satu dikupas Pembaca dalam posisi sama-sama tak tahu. Ia dengan pelan mengamati segala hal keluarga ini. Dari hal sepele seperti kebiasan makan malam, waktu luang yang dihabiskan ke mana sampai teknik lukis yang rumit. Kirby pernah tunangan dengan Stuart, seorang pemuda yang awalnya terlihat bermasa depan cerah, tapi terputus oleh sebuah sebab yang sungguh berat. Masalah hati.

Kirby pernah slek dengan teman dekat Mellanie yang sudah dianggap saudara sendiri. Karena Kirby yang jelita selalu mengambil perhatian, merebut pacar, dan unggul segala hal. Dendam itu merekah dengan berjalannya waktu. Bahkan di kisah cinta-cintaan ini Melly nantinya berniat membunuh dan menghancurkan keluarga ini. Dengan pistol dan rencana ledakan gas? Luar biasa. Memang kisah harus mencipta konflik berat untuk menjadi keren. Namun tetap, tenang saja ini kisah cinta.

Sebelum ke sana kita akan diberitahu bahwa Tuan Fairchild ternyata seorang kriminal. Pencuri lukisan terkenal, mencipta ulang dan menjualnya kepada para kolektor gila yang berani membayar mahal. Jelas ini penipuan sehingga semirip apapun karya yang dicipta tetap saja lukisan yang dijual adalah palsu. Ia bersama rekan Phillip memiliki galeri yang sama-sama gila lukisan ternama memiliki kesepakatan memiliki bergantian. Namun jelas akan ada penghianatan. Akan ada riak dalam persahabatan.

Adam sendiri bak pion yang ditendang ke sana kemari mengikuti alur keras persaingan para pesohor. Walau karakter ini terlihat lemah, yang jelas beruntung sekali karena dalam kesehariannya ia dekat dengan Kirby. Bahu-membahu membantu Tuan Fairchild agar tak tertangkap, agar tidak kena bui, bahkan dalam satu malam yang menegangkan melakukan pencurian lukisan! Nah, pada akhirnya timbul benih-benih cinta. Mudah ditebak mereka akhirnya melepas dahaga cinta, di sini bagian ini di-eksplore lumayan banyak bahkan nyaris bikin muntah. Romantis ala ala ABG yang merayu, merajuk dan lebay. Apakah sebenarnya ini daya jualnya? Duh! Kirby: “Aku benci harus mengulang-ulang lagi, tapi aku cinta padamu.” | Adam: “Ulanglah terus sesering kau mau. Kau mencuri nafasku.

Saat pada akhirnya Kirby berhasil takluk mencinta penuh damba pada Adam ada sesuatu yang tak terduga diungkap. Saat Tuan Fairchild sudah menaruh banyak tanggung jawab dan kepercayaan pada Adam, ada sebuah kejutan yang bagiku sih ga kaget-kaget amat, tapi tetap saja ini memang sengaja disimpan untuk membuat lonjak girang Pembaca. Adam yang kita kenal sepanjang 200 halaman itu tak selugu yang dituturkan. Ia memiliki sebuah rahasia yang sejatinya ayah-putri ini tahu jelas tak akan menerima masuk istana mereka. Sebuah kejutan yang merusak segalanya. Apakah ada kesempatan kedua? Adam: “Aku datang mencari Rembrandt. Sewaktu aku masuk lewat pintu aku hanya punya satu tujuan, menemukan lukisan itu. Tapi aku belum mengenalmu ketika aku masuk ke sini. Aku belum jatuh cinta padamu.

Bagiku kisah seperti ini sudah tak terlalu memuaskan, klise dan sederhana. Namun Nora Roberts memberi senyawa kisah yang sejatinya bisa jadi begitu hidup. Yah, setidaknya dibanding Harlequin sebelum ini. Saya jadi penasaran apakah ada dalam serial ini yang mengangkat senjata dalam perang epik bacok-bacokan penuh darah?

Jualan cinta semacam ini memang menjadi komoditi utama dan akan masih terus digandrungi 20, 25 tahun lagi. Cerita cinta memang selalu ada tempat, generasi muda silih berganti. Seperti kita yang pernah muda, proses menuju dewasa selalu memberi daya deg-degan hanya sekedar memandang lawan jenis. Bandingkan saat usia sudah 30an atau malah 40an, hal yang membuat remaja belasan tahun itu tak ada artinya. Seperti itulah Harlequin walau cintanya norak akan selalu laku dijual.

Indahnya Dusta | by Nora Roberts | diterjemahkan dari The Art Of Deception | copyright 1986 | alih bahasa Marina Suksmono | GM 404 03.005 | Sampul Marcel A.W. | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan pertama, Mei 2003 | 304 hlm.; 18 cm | ISBN 979-22-0319-2 | Skor: 3.5/5

Karawang, 220318 – Shontelle – Impossible

Thx to: Melly Potter, Meyka’s friend

Best 100 Novels

Best 100 Novels

Tulisan ini sudah kusiapkan dalam satu tahun terakhir, dengan banyaknya pilihan dan aturan satu Penulis hanya tercantum satu, George Orwell dan Haruki Murakami punya banyak novel lima bintang tapi hanya satu yang terunggul. Series, saga, cerbung – hanya akan muncul satu judul, kalau ga gitu Harry Potter saja sudah tujuh, Narnia punya tujuh juga, sudah empat belas sekali terawang, yah jadi ga asyik kan. Yang pasti semua buku sudah dibaca dan ulas, lengkapnya silakan klik judul. Tak ada aturan njelimet, asal novel dan memuaskan saya cantumkan. Cerpen tak ada. Jadi kumpulan cerpen Alice Munro tak akan muncul. Komik otomatis tersingkir – DC dan Marvel terlalu oportunis. Seluruh novel luar sudah diterjemahkan Bahasa Indonesia, mau dari Swedia, India sampai Brazil. Yang lokal jelas juga pasti ada, berarti Tere Liye ada peluang. Karena ini daftar individu tanpa ikatan instasi manapun, yang muncul justru subjektif dalam relung pikiran, tak heran fantasi mendominasi, masih mengingin Twilight? Jangan harap buku self-improved, lupakan Ipho Santoso dan Mario Tegar. Ada juga novel yang versi aslinya cerpen bersambung di majalah lalu dirilis satu buku, The Jungle Book, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, The Treasure Island. Rentang waktu terbit pertama juga tak dibatasi dari zaman Victoria sampai era millennial ada. Hikayat, legenda, mitos tanpa nama Penulis jelas mustahil tercantum, jangan sekali-kali mencoba cari Nyi Roro Kidul, Sangkuriang atau makhluk danau Loch-Ness.

Ternyata sulit juga memilih dan memilah yang terbaik, setidaknya saya mencoba menyusun berdasar tingkat kepuasan pribadi. Dan ya, berikut adalah 100 Novel Terbaik Sepanjang Masa (per 11-11-17) versi LBP – Lazione Budy Poncowirejo:

#100. Eragon – Christopher Paolini | 2003

Epik penunggang naga. Perpaduan fantasi besar yang sudah tercipta, pengulangan dalam aksi empat babak? Namun siapa yang bisa menolak pesona Saphira?

#99. The Lovely Bones – Alice Sebold | 2002

Susie Salmon dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973. Bagaimana kematian anggota keluarga yang menyakitkan itu berefek seiring berjalannya waktu, Susie di alam Antara melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah, bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati. Ini adalah buku renungan kelas satu.

#98. The Face Thief – Eli Gottlieb | 2012

Tiga plot terpecah yang dirajut dengan benang pencurian. Semua abu-abu, tak ada karakter jelas, mana jagoan mana bajingan. Dunia ini adalah serangkaian senjata terkokang disertai probabilitas yang terus berdetik.

#97. Saman – Ayu Utami | 1998

Indonesia di era Orde Baru. Tema politik, seksualitas feminis, dan mistik dalam misa arwah. Sungguh berani, blak-blakan, nyeni, memainkan ironi dan plot yang kuat

#96. Tintenherz – Cornelia Funke | 2003

Apa yang kalian akan lakukan ketika punya sihir: semua yang kamu baca, karakternya akan keluar dari buku. Mau manggil siapa? “Untukmu si miskin, perpustakaanku cukuplah sebagai harta.”

#95. The Day Of The Jackal – Frederick Forsyth | 1971

Novel Inggris untuk gejolak Perancis. Bagaimana rencana pembunuhan orang nomor satu dijelaskan dengan detail mengagumkan. ‘Day of the Jackal Fraud’

#94. Knock Three Times – Marion St. Webb | 1917

Dunia Mungkin mengklaim dunia kita adalah Dunia Mustahil. Segala yang ada di dimensi kita adalah hal-hal yang tak masuk akal, dengan tiga ketukan di pohon Molly dan Jack memasuki dunia absurb di mana Labu Kelabu tampak seakan iblis.

#93. Kappa – Ryunosuke Akutagawa | 1927

Kisah satire mahkluk air. Mitos, legenda, hikayat? Semua itu dituturkan oleh orang gila nomor 23.

#92. The Betrayal – RL Stine | 1993

Cerita asal mula Fear Street yang mencekam. Keluarga Fier melawan keluarga Goode. Dan api ada di mana-mana.

#91. The Chronicles of Spiderwick – Tony Diterlizzi & Holly Black | 2003-2004

Dengan batu pengelihatan, dunia gaib terbuka. Di sana ada perebutan ‘Buku Panduan’ yang mengancam kehidupan umat. Rahasia masa lalu diungkap dengan mempesona.

#90. Biru – Fira Basuki | 2003

Reuni Biru, jelang reuni akbar 2006. Momentum itu penting. Fira mencoba mengumpulkan tulang-tulang berserakan dalam drama kosmopolitan.

#89. Tsotsi – Athol Fugard | 1980

Dunia bawah tanah Afrika Selatan yang berputar bak gasing memusing. Kekejaman preman Tsotsi luruh saat menemukan bayi di pohon merah. “Kita ini sakit, Tsotsi. Kita semua, kita ini sakit.”

#88. The Giver – Lois Lowry | 1993

Penyamarataan tentu saja bukan sama dengan adil. Cerita remaja yang penjabaran artinya jauh lebih rumit. Politik, dendam dan teknologi yang dibelokkan di masa depan tanpa sentuhan emosi.

#87. Karnak Kafe – Najib Mahfudz | 1971

Kebenaran memang selalu merupakan pil pahit. Dengan setting Desember 1971 di mana Mesir dalam kondisi pasca perang semua dituturkan dengan apa adanya. Era di mana negeri itu mengalami kegundahan luar biasa, tentang pemikiran, tentang “balas dendam” dan saling tuduh antar golongan.

#86. Botchan – Natsume Soseki | 1906

Seorang anti-hero yang (mencoba) melawan sistem pendidikan yang kolot. Bagaimana bisa anak bandel dewasanya jadi guru? Botchan yang ‘hidup’ di era yang muram.

#85. Pellucidar Series – Edgar Rice Burroughs | 1914-1963

Journey To The Center On the Earth versi Tarzan. Gabungan kongkret antara impian romantisme, petualangan dan penemuan di pusat bumi. Kita seperti dibawa ke masa awal penciptaan bumi, masa ketika sebelum ada satu manusia-pun di atas tanah dan laut.

#84. Robinson Crusoe – Daniel Defoe | 1722

Akar dari kisah petualangan terdampar di sebuah pulau. Dikerumun kanibal, dibalut sujud padaNya. Crusoe adalah contoh sosok anti-menyerah di keterpurukan terdalam.

#83. Kiss The Lovely Face of God – Mustafa Mastoor | 2000

Pertanyaan besar semesta. “Apa yang hilang dari mayat yang ada pada orang hidup. Apa yang membedakan mayat dengan orang hidup?”

#82. Daddy-Long-Legs – Jean Webster | 1912

Kisah satu arah yang dituturkan lewat narasi surat. Karakter sang daddy sendiri disimpan, walau tak terlalu rapat guna memberi kejut di akhir. Happy-ending-day!

#81. The Hours – Michael Cunningham | 1998

Tiga cerita perempuan dari era yang berbeda. Benang merahnya sang Penulis besar Virginia Woolf. Tak segamblang yang kita baca, karena menyeret banyak isu feminism.

#80. Madogiwa no Totto-Chan – Tetsuko Kuroyanagi | 1981

Buku wajib untuk para pengajar. Sistem pendidikan yang kolot yang coba didobrak melalui kisah-kisah inspiratif gadis kecil menggemaskan. Terima kasih Pak Kobayashi.

#79. Inferno – Dan Brown | 2013

Overpopulasi, penafsiran nyeleneh The Divine Comedy-nya Dante Alghieri dan seni melawan bencana kepunahan umat. Catalina, molto bella. Buku yang cantik sekali.

#78. Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi – Yusi Avianto Pareanom | 2016

Babat tanah Jawa versi cadas via kerajaan Gilingwesi. Identitas besar Sang Raja disimpan sampai bab akhir, pun legenda Putri Tabassum yang elok nian. Semua hikayat itu dituturkan oleh protagonist bernama aneh Sungu Lembu.

#77. Hundraaringen som klev ut genom fonstret och forsvan – Jonas Johasson | 2009

Ide brilian memainkan kakek seabad dalam petualangan menjelajah dunia. Indonesia punya peranan penting aksi Allan. Kenapa cerita fiksi dengan singgung sejarah seperti ini tak terpikirkan dari dulu ya?

#76. A Wrinkle In Time – Madeleine L’Engle | 1963

Misteri dimensi, ruang dan waktu. Teori tesseract. “Jalan menuju neraka dilapisi oleh niat-niat baik.”

#75. A Paint House – John Grisham | 2001

Terinspirasi masa kecil Grisham. Kisah rumah yang ingin dicat putih oleh Luke Chandler sebagai bentuk pengakuan kemapanan. Bagaimana keputusan yang kita ambil sangat mempengaruh nasib orang lain.

#74. The Island of Doctor Moreau – HG Wells | 1896

Novel science MAD fiction. Benar-benar mencekam, bagaimana bisa ada ide (dan mewujud) mencipta makhluk gabungan manusia dan hewan? Awalnya airnya mengalir datar, separuh sampai akhir adalah gejolak mengerikan.

#73. Gitanjali – Rabindranath Tagore | 1912

Song Offerings. Inilah buku yang mengantar Tagore menang Nobel Sastra. Prosa Indah, puja-puji kehidupan.

#72. Tenggelamnya Kapal Van Der Vijk – Hamka | 1939

Tema cinta yang kandas. Romantisme Indonesia dengan balutan budaya yang kental. Hayati lelah.

#71. Mary Poppins Series – P.L. Travers | 1934-1988

Pengasuh anak yang ajaib. Masuk ke dalam lukisan, terbang untuk acara minum teh, kisah bintang jatuh yang dicari sapi sampai komunikasi bayi kepada makhluk sekitar. Mary Poppins menaikkan derajat the nanny untuk lebih disanjung.

#70. Frankenstein – Mary Shelley | 1818

Legenda makhluk raksasa Victor Frankenstein. Sejatinya Frankenstein adalah nama pencipta bukan si buruk rupa, tapi kenapa dunia lalu menjuluki ciptaannya dengan nama Tuhan-nya? “Kita semua makhluk yang tidak sempurna, hanya separuh jadi.”

#69. Romeo And Juliet – William Shakepeare | 1597

Kota Verona punya cerita kasih tak sampai. Ah andai Romeo punya nomor HP Juliet, tragedi itu bisa dicegah. Ah andai salah satu keluarga Montague dan Capulet tak egois, justru Romeo+Juliet dikenal karena tragisnya, ‘Kan?

#68. The Ghost – Robert Harris | 2007

Ide membuat biografi politik dengan menyewa Penulis bayangan, terdengar seru. Di tengah tercemarnya nama baik sang politikus, ada pola tak terduga yang memberi kejut motivasi. Dan letusan tembak membuyar tatanan bata dalam ketik indah.

#67. Disclosure – Michael Crichton | 1994

Tema erotik dibalik yang unik. Kalau selama ini pelecehan seksual biasanya korban perempuan, Pengungkapan adalah laki. Kalau selama ini pihak dalam hubungan industrial, pegawai yang sering keok di pengadilan, bagaimana saat pihak manajemen dicipta tersudut?

#66. The Treasure Island – Robert Louis Stevenson | 1883

Kisah bajak laut yang banyak menginspirasi. Dengan sudut pandang remaja Jim Hawkins kita diajak menjelajah lautan demi harta terpendam. Ombak penuh buih itu terlihat Indah awalnya, namun tunggu dulu – Stevenson membuat kapalnya bergolak dengan menyisipkan pemberontak nan penghianat.

#65. The Messiah – Boris Starling | 1999

Detektif era 1990-an. Pembunuhan atas nama Tuhan. Sang pembunuh serial ada di sekitar kita.

#64. Don Quixote de la Mancha – Miguel de Cervantes | 1905

Cerita jenaka Don Quixote dan pengawalnya Sancho Panza yang legendaris. Hati-hati apa yang kamu baca, imajinasi sering kali membumbung tak terkendali. “Aku sama hebatnya dengan seratus orang.”

#63. A Room With A View – E.M. Forster | 1908

Sedari pembuka kisah kita tahu ke arah mana drama cinta ini akan berakhir. “Kita tidak bisa berbuat baik pada semua orang.” Miss Lucy Honeyschurch memang sudah tampak galau menentukan arti cinta, dan kita dituntunnya untuk bilang wanita (tampak) selalu benar.

#62. Intensity – Dean Doontz | 1995

Sadisme disatukan dengan kecerdasan sang pembunuh. Chyna Shepard seorang siswi kunjung yang malam itu terselip dalam keluarga korban. Adu cerdik, hanya satu yang selamat.

#61. Kniha Smichu a Zapomneni – Milan Kundera | 1979

Paket komplit kisah-kisah Eropa timur. Politik kiri, debat absurb para penyair besar, sampai selingkuh yang dianjur. Novel yang berisi tujuh cerpen yang terkait, sejarah adalah perubahan-perubahan singkat.

#60. The Wildmills of Gods – Sidney Sheldon | 1987

Rakyat hanyalah pion, semua geraknya dikendali tangan tak terlihat. Ketika jabatan prestise diraih itu bukan karena prestasimu, tapi sebuah skenario permainan catur.

#59. The Railway Children – Enid Nesbit | 1906

Dari jalur panjang rel kereta daerah Yorkshire, anak-anak tak tahu nasib ayah mereka yang menghilang. Ibu yang menulis cerita, dan gejolak tanya yang tak kunjung padam. Ajaran peduli sekitar yang menarik.

#58. Therese Raquin – Emile Zola | 1867

Perselingkuhan. Pembunuhan. Sebuah kisah naturalisme yang mengajak Pembaca menyelami pikiran manusia yang memuakan, keberanian mengungkap kejujuran cinta terlarang.

#57. No Country For Old Men – Cormac McCarthy | 2005

Apa yang kalian lakukan saat sendirian melihat mayat-mayat bergelimpangan dengan koper penuh uang di sampingnya? Kaya mendadak dengan resiko bahaya besar, beranikah menantang maut? Karena segala sesuatu pasti bersumber, uang sekoper tak mungkin diabaikan, adu tangkas pembunuh bayaran kejam Anton Chigurh versus Llewelyn Moss sang veteran perang. Dan taruhlah sherif tua diantara mereka.

#56. Doctor Zhivago – Boris Pasternak | 1957

“Tidak perlu menyesuaikan seni dengan tuntutan politik negara. Mengorbankan karya (novel), akan menjadi dosa terhadap kejeniusanku sendiri.” Cara Boris melawan ketidakadilan yang berbuah Nobel Sastra.

#55. Lelaki Harimau – Eka Kurniawan | 2004

Sedari awal sudah tak lazim, pembunuhan terjadi dengan gamblang. Margio mengaku ada harimau dalam tubuhnya, ia menerkam leher Anwar Sadat. Bangunan narasi di kepala itu memberi kejut istimewa di paragraf akhir.

#54. The Hunger Games Trilogy – Suzanne Collins | 1, 2, 3 | 2008-2010

Amerika Serikat di masa depan yang mengerikan, dunia dibagi dalam 12 distrik. Sepasang remaja tiap wilayah yang dipilih undi maju untuk bermain dalam arena bunuh. Hanya satu yang bisa keluar hidup, tunggu dulu.

#53. Gabriela, Cravo, e Canela – Jorge Amado | 1958

The Chronicle of Ilheus. Gabriela adalah pesona utama Ilheus di antara keringat pria-pria frustasi. Kota tani yang sedang berkembang dengan hiruk-pikuknya.

#52. Steppenwolf – Hermann Hesse | 1927

“Hanya Untuk Orang Gila.” Lelaki kesepian yang menyebut dirinya sendiri seorang Steppenwolf di kota yang muram, saat ia memutuskan bersosialisasi yang awalnya iseng malah jadi candu. Cinta memang tak bisa disangka.

#51. Para Priyayi – Umar Kayam | 1992

Kisah Soedarsono melewati masa pra-kemerdekaan zaman Belanda dan Jepang. Era merdeka,  gonjang ganjing PKI, sampai cucu cicitnya yang modern. Simbolis pohon nangka yang tertangkap dalam konsep ruang dan waktu.

#50. Gulliver’s Travels – Jonathan Swift | 1726

Novel satir tentang perjalanan manusia. ‘Aku memiliki pendapat bahwa (manusia) adalah serangga kecil paling mengerikan yang merangkak di atas permukaan bumi.’ Ungkapan menggelitik isi kepala.

#49. Fahrenheit 451 – Ray Bradbury | 1953

Tema dystopia, di mana buku harus dibakar. Petugas pemadam Guy Montag ternyata punya pola pikir melenceng yang membuatnya diburu. Drama absurb tiga bagian: The heart of Salamander, The sieve and the sand, dan Burning bright.

#48. Yama No Oto – Yasunari Kawabata | 1954

Cinta seorang kakek-kakek, Ogata Shingo terhadap menantu yang bergemuruh. Mimpi dan kenyataan, batasannya jadi kabur. “Bahkan saat cuaca alam bagus, cuaca manusia tetap buruk.”

#47. The Good Soldier Schweik – Jaroslav Hasek | 1912

Lugu. Polos. Tolol. Kocak.

#46. The Jungle Book – Rudyard Kipling | 1894

Kisah anak manusia yang dibesarkan binatang di hutan, bukan hanya milik Tarzan. ‘Bunga Merah’ yang menyala dan dongeng adaptif. Kita akan lebih akrab karena biasa, bahkan dengan keseharian binatang.

#45. The Picture Of Dorian Gray – Oscar Wilde | 1890

Obsesi muda yang berbahaya. Disusun dengan pemilihan diksi kelas satu – seolah puisi yang menghanyutkan. Lukisan Dorian Gray terlihat diam, namun dia hidup!

#44. The Call Of The Wild – Jack London | 1903

Seekor anjing rumahan harus membuas di alam liar. Membunuh atau dibunuh. Lolongannya terdengar menyedihkan, hidup memang keras kawan bahkan untuk anjing yang berhati lembut.

#43. The Secret Garden – Frances Hodgson Burnett | 1909

Mary Lennox dipaksa keadaan untuk tinggal di desa, jauh dari hingar kota. Anak manja yang belajar makna kerja keras, dan sebuah kebun rahasia mengantarnya pada petualangan dan persahabatan. “Jangan pernah berhenti mempercayai Hal mahabaik dan mahaagung dan meyakini bahwa dunia dipenuhi dengan hal itu.”

#42. On The Road – Jack Kerouc | 1957

Kitabnya para generasi Beat. Jalan-jalan merenungi hidup bersama narkoba, seks dan pencarian makna. Meksiko jadi puncak terjauh ke Selatan bagi seorang sosok jalanan yang sempurna.

#41. Die Klavierspielerin – Elfriede Jelinek | 1983

Seni musik dipadu dengan erotika perempuan matang. Erika Kohut adalah presentasi sunyi ketaatan namun di kepala penuh ide berontak. Seni dan ketertiban adalah dua saudara yang saling bermusuhan.

#40. Lolita – Vladimir Nabokov | 1955

HH si pedofil. Lolita yang manja. Di Latvia setiap tanggal 30 Mei diperingati sebagai hari nama Lolita.

#39. An Artist Of the Floating World – Kazuo Ishiguro | 1986

Masa lalu yang menghantui. Seorang Pelukis sukses terjebak akan kesalahan masa lalu, mencoba menutupi dan berlindung pada rekan seperjuangan dan ‘jasanya’ terhadap Negara. Jepang era pasca Perang Dunia Kedua, seperti Indonesia yang paranoid komunisme.

#38. To Kill A Mockingbird – Harper Lee | 1960

Drama pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Dinarasikan seorang anak perempuan bahwa prasangka itu tak baik. Isu rasial memang sensitif.

#37. The Gambler – Fyodor Dostoyevky | 1867

Nenek kaya raya iseng di meja judi yang mengkhawatirkan para ahli waris, yup berlimpah uang ludes. Alexey Ivanovitch yang jatuh hati bertaruh demi harga diri. Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir!

#36. Le Petit Prince – Antoine de Saint-Exupery | 1943

Imajinya luar biasa. Pangeran Cilik tinggal di planet mini, berkunjung ke tujuh planet asing dengan penghuni aneh. Yang ketujuh adalah bumi, planet tak biasa karena akan terus membuatnya terkagum, tersedu sedan, bahwa kita ini debu yang tersembul di semesta.

#35. Les Miserables – Victor Hugo | 1862

Kisah hidup yang sangat panjang Jean Valjean. Dari pendeta bijak bak nabi Tuan Myriel. Dan gadis lugu yang bertransformasi menggila Fantine.

#34. Wuthering Heights – Emily Bronte | 1847

Drama kelurga pilu. Melalui tutur kata Nelly sang pelayan kepada tamunya Tuan Loockwood kita tahu sejarah panjang Wuthering Heights.

#33. Kafka On The Shore – Haruki Murakami | 2005

Kucing hitam, gagak, makhluk dari dunia antah. Perjalanan mencari jati diri yang megah, bonus hujan lintah. Dan tantangan menakjubkan, memaku detik untuk stagnan dalam dimensi lain mengembara.

#32. A Clockwork Orange – Anthony Burges | 1962

Manusia mesin. Tahukah Anda, orange di sini sesungguhnya bukan jeruk? Burges pernah ke Malaysia untuk mengajar dan bahasa Melayu-nya human adalah: orang.

#31. Peterpan – JR Barrier | 1904

Peri penyusup di jendela lantai atas yang legendaris. Perang bajak laut, siapa yang tak kenal kapten Hook? Dan Peterpan – remaja abadi yang terbang dengan serbuk, the boy who wouldn’t grow up.

#30. A Farewell To Arms – Ernest Hemingway | 1929

Kehebatan kalimat langsung. Kehebatan menggunakan hanya kata-kata penting. Kehebatan ending yang disampaikan dalam satu lembar untuk membuat Bradley Cooper (dan mayoritas Pembaca) marah.

#29. The Lord Of The Flies – William Golding | 1954

Makna asli judul ternyata lebih panjang untuk dijelaskan ketimbang yang disangka. Sekumpulan remaja terjebak di pulau misterius, Golding menempatkan segalanya sulit dan kisah seni bertahan hidup dicipta.

#28. Matilda – Roald Dahl | 1988

Matilda, si cerdas yang nyaris kuhadiahkan sebagai nama putriku. Banyak referensi buku besar yang disampaikan. Benarkah kekuatan mentalist menggerakkan benda tanpa menyentuh itu ada?

#27. In Cool Blood – Truman Capote | 1966

Penuturan pengungkapan kasus pembunuhan yang detail, mohon dicatat Ini kisah nyata. Satu keluarga kaya, terpandang, bermasa depan cerah di suatu Minggu pagi ditemukan tewas mengenaskan. “Selesaikan pekerjaanmu, saksikanlah dan berdoalah: karena kamu tak tahu kapan akhirnya tiba.”

#26. The Brave New World – Aldous Huxley | 1932

Masa depan yang misterius, manusia sudah bisa dikloning! “Sebut itu kesalahan peradaban, Tuhan tidak sesuai dengan mesin dan obat ilmiah serta kebahagiaan universal.” Hani! Sons eso tse-nai!

#25. Of Mice And Men – John Steinbeck | 1937

Persahabatan bagai kepongpong, dulu kita sahabat dengan begitu hangat mengalahkan sinar mentari. Lennie dan George, sahabat yang saling mengisi seakan bertalian saudara. Namun tunggu dulu, di sungai Salinas titik utama dimulai kisah menjadi saksi di titik akhir yang mengerikan.

#24. Trilogy Bartimaeus – Jonathan Stroud | 2003-2006

Penyihir versi Jonathan punya dunia berlapis, dimensi ala Kerutan Dalam Waktu. Jin kocak ditemukan penyihir cilik yang cerdas, bumbuhi politik perebutan kekuasaan dan jadilah novel luar biasa. Masih menunggu keajaiban untuk difilmkan.

#23. The Kite Runners – Khaled Hosseini | 2003

Semua syarat buku bagus ada di sini. Kisah persahabatan yang merentang jauh dengan balutan layang-layang putus yang perlu dikejar dan politik Afgan yang sedang goyah. Diceritakan dengan narasi yang padat.

#22. Madame Bovary – Gustave Flaubert | 1857

Cerita dengan tema selingkuh memang mendebarkan, seperti makna penghianatannya itu sendiri. Buku yang membuat Flaubert diadili karena dianggap berkisah tak senonoh. Oh Emma, kenapa?

#21. Gone With The Wind – Margaret Mitchell | 1936

Saksi perubahan karakter dari gadis manja menjadi dewasa dengan pemikir matang. Drama berkelas berbumbu perang. Scarlett ini hebat lho, egois dalam cinta namun akhirnya tetap membumi.

#20. Midnight’s Children – Salman Rusdie | 1981

Ini adalah buku sejarah India dengan sudut pandang anak yang terlahir tepat tengah malam di hari Kemerdekaan. Tak senyaman buku sejarah di sekolah karena tutur bahasanya rumit. Menukar bayi di klinik bersalin adalah kejahatan super duper besar.

#19. A Tales of Two Cities – Charles Dickens | 1859

Revolusi Perancis yang meruntuhkan monarki. Kisah cinta yang dituturkan dari dua kota yang berseberangan, London dan Paris. Ending-nya mengharu biru, betapa pengorbanan cinta sungguh tak bertepi.

#18. The Good Earth – Pearl S. Buck | 1931

Generasi Pertama membangun. Betapa tanah adalah investasi tertinggi sejak dahulu kala sampai masa depan. Keluarga Wang memberi bukti, tak ada yang mustahil dalam hidup.

#17. And Then There Were None – Agatha Christie |  1939

Kisah detektif tanpa detektif. Mengumpulkan 10 calon korban dalam lingkaran kematian di pulau Negro yang terkucil, semua mati. Kalau begitu siapa pembunuhnya?

#16. The Catcher in the Rye – J.D. Salinger | 1951

Mengapa buku ini disukai pembunuh? Holden Vitamin Coulfield menggambarkan pemberontakan ala siswa yang berfikiran out of the box. “Semakin mahal uang bayaran satu sekolah semakin penuh pula sekolah itu dengan maling”

#15. Fight Club – Chuck Palahniuk | 1996

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?” Si insomnia Tyler Durden mendiri klub bertarung bawah tanah. Seru, liar, dan sangat jantan!

#14. His Dark Materials – Phillip Pullman | 1995-2000

Fantasi rumit nan megah. Kompas emas sebagai petunjuk, pisau gaib untuk berkelana dan teropong emas menembus dimensi. Pertempuran besar melawan Otoritas.

#13. Harry Potter Series – JK Rowling | 1997-2008

Kisah penyihir berkaca mata yang meledak di pergantian milenium. Efek novel ini sangat panjang. Selain kekuatan cerita, JKR punya pemilihan nama karakter yang unik, sampai putri keduaku bernama Hermione. Serius, Calista Yumna Hermione!

#12. The Adventure of Tom Sawyer – Mark Twain | 1876

“Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.” Tom Sawyer yang bandel bertemu Huckleberry Finn yang liar menjelajahi pulau. Sebuah pewujud impian masa kecil kita yang benci sekolah dan ingin bersatu dengan alam.

#11. Alice in Wonderland – Lewis Caroll | 1865

Novel anak yang memusingkan anak-anak, juga orang dewasa. Semakin terperosok lebih dalam ke lubang kelinci semakin memperumit imaji. “Penggal kepalanya!”

#10. Bumi Manusia – Pramudya Ananta Toer | 1980

Zaman Indonesia belum merdeka, seorang pribumi diberi kesempatan dalam pendidikan. Kekuatan disusun demi harga diri. Tak ada perang besar dengan memanggul senjata di buku ini, tapi rentetan kalimatnya akan meruntuhkan hatimu.

#9. Narnia Series – C.S. Lewis | 1950-1956

Kisah empat Pevensie bersaudara di dunia ajaib, membuatku ngeri membuka lemari seakan dibalik baju ada dimensi lain. Jadi mengistimewakan nama Lucy yang ketiga setelah di film Die Hard 4.0, Study in Scarlet dan ini. Kemudian yang keempat ya film Lucy-nya Scarlett Johanson.

#8. L’Tranger – Albert Camus | 1942

Meursault adalah orang aneh, lain daripada yang lain yang memandang hidup bak sebuah alur sia-sia. Bercinta berselang tak lama pasca ibunya meninggal dunia, hukuman berat yang dianggap biasa sampai menolak taubat. “Aku telah menjadi orang yang hanya memikirkan masa sekarang atau masa depan dan bukan masa yang telah lampau.”

#7. Nineteen Eighty-Four – George Orwell | 1949

Animal Farm, Tenggelam dan Teringkir di Paris dan London, Road To Wigan Pier, Orwell punya banyak novel lima bintang. Masa depan yang misterius dibuat mencekam Bung Besar. Tahun 1984 sudah lewat tapi 1984 tahun lagi buku ini jelas akan terus dibicarakan.

#6. Study In Scarlet – Sir Arthur Conan Doyle | 1887

Acuan semua kisah detektif. Alur mundur yang membuat penggemar fiksi misteri melonjak kaget. Masterpiece Sherlock Holmes, legenda besar Baker Street 211B.

#5. The Sound And The Fury – William Faulkner | 1929

Drama keluarga yang berliku. Menikmati Faulkner seolah kita ditenggelamkan, melihat dunia dalam sudut air yang bergelombang, megap-megap. Mustahil paham di kesempatan pertama baca.

#4. The Great Gatsby – F Scott Fitzgerald | 1925

Cinta sejati yang membabi buta. Gatsby adalah representasi lain dari kata setia. Dan tentu saja F Scott menambahkan sentuhan tragis di dalamnya untuk menjadikan Pembaca geram bersamaan tepuk tangan.

#3. A Game Of Throne – George RR Martins | 1996

Winter is coming. Perebutan takhta adalah novel fantasi gila, pertumpahan darah di mana-mana. Andai kalian hidup di masa itu, segala gerak pilihan hidup terlihat salah karena semua tak ada yang aman.

#2. The Hobbit – J.R.R. Tolkien | 1937

The best fantasy novel, I ever read. Sebelum Frodo Baggins memulai perjalanan panjang tentang cincin ajaib, kita sudah diajak berpetualang bersama Bilbo Baggins. Menemani tiga belas kurcaci dan Gandalf The Grey mereka melawan naga Smaug yang megah, sebuah Fantasi yang menginspirasi banyak generasi berikutnya.

#1. 100 Years of Solitude – Gabriel Garcia Marquez | 1967

Save the best for the last. Sebagai buku terakhir yang saya review sebelum daftar ini rilis. Saat kamu sudah merasa menemukan novel terbaik, coba sandingkan dengan mahakarya ini.

KGV V5/23 & Ruang HRGA CIF NICI – Karawang, 111117 – #SherinaMunaf – #CurahanSegalanya

Happy anniversary wedding 6 years 11-11-11 —— 11-11-17, sengaja daftar ini saya susun untuk kado pernikahan kami yang keenam tahun. Masa penuh rasa, nano-nano deh. Terima Kasih tak terhingga untuk istriku tercinta, Meyka Budiyanto. Kedua putriku: Najwa Saoirse & Calista Yumna Hermione. Kalian penyemangatku. Enam tahun untuk selamanya.

Daftar ini bisa terwujud berkat bantuan banyak pihak. Terima kasih banyak semuanya. Pertama jelas toko buku kovensional: Gramedia Karawang, Salemba Mega M Karawang, Kharisma KCP (syedihnya tutup – Nov 2017 ini), Gunung Agung Resinda, AA Tuparev, Gramedia Solo Square, Gramedia Slamet Riyadi Solo, Kharisma Solo Grand Mal, Emperan Buku Bekas Gladag – juara buku-buku jadul, Book Store Cikarang – MLC, Salemba Cikarang, Transmedia Cikarang, Togamas Solo, Togamas Surabaya. Kedua: Perpustakaan Solo di Jebres yang sudah lalu, masa indah sekolahku banyak direntang di sana. Ketiga Toko buku online: Stanbook – Olih, Taman Baca Rindang – Ari Naicer, Lenteng Agung – Pak Husna. Keempat segala pameran buku: Pameran buku Senayan 10.10.10, Pujasera Cikarang, Solo Technomart, dst. Kelima Sahabat tukar-pinjam buku: Zulk, Dien Novita, Budi Sukendro, Rani skom, Putri Wewa, Widy Satiti, Sekar Ayu, Vanessa Len, Melly Potter, Jokop Interisti, Pia Edogawa, Tanti Melia Fajrianti, Intana Intano, Wida Mani Oktani, Miss Devi, guru bahasa Inggris ETC, dst. Keenam Rekomendasi hebat dari sahabat: Moh Takdir – raja snob segala bidang, Jacob Julian – penulis absurb, Iin & Bob,  William Loew, Arif Keles, Emas Agoes Lelur yang abstrak, Christian Sutikno – tukang kopi film kolektor HD, Huang yang keukeh terbaik The Star Shines Down – ceo BIB, Gangan si Blogger keren – untuk Lego, Penyihir Midas dan Bokisnya. Teman satu kos Ruanglain31 – Cikarang: Grandong, Eri Wawan dan Jemy K. Rekomendasi dari grup WA – Love Books A Lot ID dan semua sahabat yang tak bisa kusebut. Untuk Penerbit dan Penerjemah buku-buku bermutu, kalian luar biasa. Mewujud mimpi, pada dasarnya menerjemahkan adalah pekerjaan mentransformasi kebudayaan. Daftar ini untuk kalian para Penikmat dan Pecinta Buku, mari berbagi.

#best100novel #100novel #mustberead #beforedie

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

The Gambler – Fyodor Dostoyevsky

Mengherankan apa yang kadang-kadang dapat diperbuat oleh gulden terakhir! Dan bagaimana kalau aku kehilangan keberanian pada waktu itu? Bagaimana kalau aku tidak berani mengambil resiko? Besok, besok itu semua akan berlalu.

Alexey Ivanovitch. Aku orang yang bertanggung jawab secara hukum, aku dua puluh lima tahun, aku lulusan perguruan tinggi, aku seorang bangsawan, aku tidak ada hubungan denganmu dengan cara apapun. Tidak ada kecuali rasa hormat yang tak mengikat terhadap harga dirimu yang mencegahku sekarang untuk meminta penjelasan sejelas-jelasnya untuk memuaskan karena memberi dirimu sendiri hak untuk menjelaskan untukku. Seorang pengajar dari Rusia yang tinggal di sebuah hotel di Perancis.

‘Aku seorang murtad dan seorang barbar, que je suis heretique et barbare, dan bahwa aku tidak peduli apapun terhadap semua Archbishop, Kardinal, Monseigneur ini dan semuanya. Pendeknya, aku menunjukkan bahwa aku tidak akan menyerah.

“… Dengar dan ingatlah: ambil tujuh ratus florin ini lalu pergi dan mainlah. Menangkan sebanyak yang kau bisa dalam roulette; aku harus punya uang sekarang, terjadilah apa yang terjadi.”

Para jurnalis menulis artikel-artikel mengenai dua hal: pertama, mengenai kemegahan dan kemewahan luar biasa rumah-rumah judi di Sungai Rhine dan kedua mengenai tumpukkan emas yang katanya tergeletak di atas meja-meja. Mereka dibayar untuk itu.

Lebih menggelikan pendapat konvensional yang diterima oleh semua orang bahwa sesungguhnya dan tak masuk akal untuk mengharapkan sesuatu dari judi. Hanya ada satu di antara seratus yang menang, tapi apa artinya itu untukku?

Bermain dengan taruhan yang sangat sedikit, jauh lebih buruk. Itu ketamakan yang begitu kecil. Seakan-akan ketamakan tidak benar-benar serupa.

Judi adalah pencarian paling tolol dan ceroboh. Apa yang secara khusus tampak buruk pada pandangan pertama, dalam semua rakyat jelata di sekeliling meja roulette adalah rasa hormat yang mereka berikan pada pencarian itu.

Dia tidak memungut kemenangannya, tapi meninggalkannya di atas meja. Hitam muncul kembali, dia tidak memungut kemenangannya juga kali ini, dan ketika yang ketiga kali merah muncul, segera dia kehilangan seribu dua ratus franc.

Mlle. Blanche adalah wanita Perancis yang terkemuka dengan kekayaan luar biasa dan seorang ibu yang menemaninya.

Hari ini adalah hari yang aneh, fantastis, dan menggelikan. Sekarang jam sebelas malam.

Tampak bagiku bahwa perhitungan hanya sedikit artinya dan sama sekali tidak penting seperti yang dilakukan oleh beberapa pemain.

Pada saat itu seharusnya aku pergi, tapi ada sebuah sensasi aneh muncul dalam diriku, suatu tantangan pada nasib, keinginan sangat untuk menantangnya, untuk menjulurkan lidahku padanya. Aku meletakkan taruhan terbesar yang diperbolehkan – empat ribu gulden – dan kalah.

Orang harus lebih banyak akal sehat. Dia menambahkan – aku tidak tahu kenapa- bahwa meskipun sangat banyak orang Rusia yang berjudi, menurut pendapatnya orang-orang Rusia itu bahkan tidak becus untuk berjudi.

Aku mematuhimu, apapun yang kau perintahkan untuk dilakukan, tapi aku tidak bisa menentukan hasilnya. Aku sudah memperingatkanmu bahwa tidak akan ada hasilnya. Apakah kamu begitu marah karena kehilangan banyak uang? Untuk apa kau begitu menginginkannya?

Aku punya pikiran yang aneh dan gila bahwa aku yakin untuk menang di sini di meja judi. Kenapa aku punya pikiran itu aku tidak mengerti, tapi aku mempercayainya. Siapa tahu mungkin aku mempercayainya karena tidak ada alternative yang tersisa.

Kenapa aku menginginkan uang, tanyamu? Bagaimana kau bisa bertanya? Uang adalah segalanya!

Bicara tanpa menggoyang semak, itu yang aku inginkan.

Seorang Perancis akan tahan terhadap sebuah makian, makian yang benar-benar makian amoral tanpa berkedip, tapi dia tidak akan tahan kalau hidungnya dijentik atau apapun. Karena itu melanggar hukum yang berlaku, yang disucikan berabad-abad. Itulah kenapa gadis-gadis muda Rusia kita mempunyai suatu kelemahan terhadap orang Perancis, tata karma mereka begitu baik.

Aku tahu dengan kehadiranmu aku harus bicara, dan bicara, dan bicara – dan kau bicara. Aku kehilangan seluruh rasa hormat-diri dengan kehadiranmu dan aku tidak peduli.

Lady Moscow yang mengerikan dan pemilik tanah yang kaya, Antonida Vassilyevna Tarasyevitchev, sang Granny, – madame la generale princesse de Tarasyevitchev, meskipun Granny belum pernah menjadi puteri.

Ada petugas-petugas polisi dalam pakaian biasa ditempatkan di sini dan di sana di antara para pemain, sehingga mereka tidak bisa dikenali.

Aku membawa pelayan perempuan, Potapitch dan pelayan laki-laki Fyodor tapi aku mengirim Fyodor pulang di Berlin karena aku perhatikan dia tidak ingin dan aku datang sendirian.

Kau kelihatan sangat manis. Aku pasti akan jatuh cinta padamu kalau aku seorang pemuda.

Seorang perempuan tua berumur tujuh puluh yang tidak bisa jalan namun masih bermain tentu saja bukan pemandangan yang bisa dilihat setiap hari.

Kalau kau takut pada srigala kau harusnya tidak masuk ke dalam hutan. Apa? Aku kalah? Pasang taruhan lagi!

Aku sudah bilang Tuhan sendiri menyuruhku untuk mempertaruhkan dua keping uang emas itu.

Aku sendiri adalah seorang penjudi aku merasakan pada saat itu lengan dan tungkaiku gemetar terasa ada denyutan di dalam kepalaku.

Aku di negeri asing tanpa pekerjaan atau cara-cara mencari nafkah, tanpa harapan tanpa masa depan, dan aku tidak memusingkan kepalaku mengenai itu!

Apa hubungannya dneganku? Urusi urusanmu sendiri! Potapitch, kemasi barang semuanya, seluruh bagasi. Kita kembali ke Moscow. Aku telah membuang lima belas ribu rubel!

Selama kau hidup aku akan memenangkannya kembali. Ayo, jalan jangan bertanya lagi! Apakah permainan berlangsung di sana sampai tengah malam?

Kami memiliki semuanya yang kami inginkan di rumah di Moscow: kebun, bunga-bunga yang tidak ada di sini, wewangian, apel besar-besar, banyak kamar di mana-mana. Tapi malahan kami pergi ke luar negeri. Oh oh oh…

Akhirnya dia larut dalam banjir air mata. 

Aku telah meninggalkan semuanya di sana, temanku, hampir seratus ribu rubel. Kau benar untuk tidak pergi bersamaku kemarin. Sekarang aku tidak punya uang, tidak sesenpun.

Sesungguhnya Tuhan mencari dan menghukum kesombongan, bahkan di usia tua.

Sebuah kombinasi dari firasat, suatu usaha luar biasa dari kehendak, peracunan diri-sendiri oleh bayangan orang itu snediri – atau sesuatu yang lain – aku tidak tahu, tapi pada malam itu (yang tidak akan kulupakan seumur hidupku) sesuatu yang luar biasa terjadi padaku.

Itulah yang mengecewakan para pecandu judi yang melakukan perhitungan dengan sebuah pensil di tangan mereka karena berada di luar perhitungan mereka. Dan betapa mengerikannya ironi nasib yang kadang-kadang terjadi dalam kasus seperti itu!

Kalau harus ke Paris, biarlah begitu. Sepertinya ini sudah ditakdirkan pada hari kelahiranku.

Yang hebat adalah keberanian dan kau memilikinya, dan kau akan membawakan uang ke Paris lebih dari sekali.

Mereka bilang pertanda buruk untuk mencoba peruntungan dua kali putaran di meja yang sama, dan Homburg adalah tempat yang benar untuk bermain.

Tidak ada mahkluk di bumi ini yang lebih percaya dan lebih tulus daripada seorang gadis Rusia yang baik, bersih dan tidak terlalu canggih.

The Gambler (catatan harian seorang lelaki muda) | by Fyodor Dostoyevsky | diterjemahkan dari The Gambler | judul asli Igrok | copyright 1867 | Dover Publication, Inc 1996 | penerjemah Anna Karina | editor bahasa Sandiantoro | desain sampul & tata letak Andy FN | pemeriksa aksara Agus Hidayat | ISBN 978-602-95979-3-6 | cetakan I, April 2010 | Penerbit Liris | Skor: 5/5

Karawang, 301017 – Sherina Munaf – Sing Your Mind

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Tom Sawyer: Anak Amerika – Mark Twain

Suatu ketika di St. Petersburg, Amerika Serikat di abad ke Sembilan Belas…

Kebajikan adalah hal yang bisa didengar orang tuli dan bisa dilihat oleh orang buta.”

Luar biasa. Ini adalah buku klasik, salah satu terbaik yang pernah kubaca. Keren sekali. Nama aslinya Thomas Sawyer, ia adalah anak nakal, berandal nan cerdik. Ia menjadi impian saya sewaktu kecil, bedanya saya hanya bisa berangan, Tom mewujudkan kisah petualangan itu. Ia anak tunggal dari kakak bibi Polly yang kini menjadi orang tua angkat. Sid dan Mary adalah sepupunya, Sid selalu melaporkan kenakalan-kenakalan Tom yang bersama Huckberry Finn, sahabatnya. “Sebab ia tak pernah mengganggu kesenangan orang sebagai engkau. Jika tidak cukup dapat hukuman, niscaya tangan engkau ini sehari-hari tidak akan ke luar-luar dari tempat gula.” Mary lebih kalem dan kadang mengajak Tom belajar menghafal Kitab berlembar-lembar. Nasehat Pendeta: ‘Tapi tiadalah engkau menyesal karena menghafalkannya, ilmu pengetahuan itu lebih besar harganya daripada segala harta di dunia ini.’ Di hari Minggu di Gereja Tom mudah bosan mendengar ceramah. Hanya kesudahan khotbah itu sudah mendapat rintangan yang besar, karena di antara kanak-kanak yang nakalnya sudah banyak yang resah, sebab mendengarkan khotbah yang panjang dan tak dapat difahamkan lagi.

Sedari pembuka kita diajak mengenal karakter nyeneh anak Amerika abad ke sembilan belas, yang kalau dipikir-pikir kok mirip sekali dengan kenakalan angkatanku sewaktu kecil. Saya melalui masa SD tahun 1990an, karena kemiripan inilah seakan jadi semacam nostalgila. Kalau direnteng banyak ulahnya: ga masuk sekolah dengan mencari berbagai alasan, kabur memancing dan mandi di sungai berkepanjangan, yang ngeles dari bibi Polly. Dihukum melabur tembok dan pagar di hari Sabtu saat anak-anak sedang liburan, dan seterusnya. “Maka insyaflah Tom bahwa hidup di dunia ini tidak senantiasa menanggung sengasara saja, asal menggunakan kecerdikan.” Saat membaca kata ‘melabur’ saya ketawa, karena doeloe emang di rumah masa kecilku tembok dan pagar dilabur pakai batu kapur putih yang melepuh saat direndam air, nah air itulah yang buat cat dinding! Kidz jaman now gagal paham.

Konflik pertama mencipa, suatu tengah malam Tom dan Huck hendak memantrai bangkai kucing di tanah pekuburan. Huckleberry Finn yaitu seorang anak yang diberi gelaran ‘anak sampah’ oleh kawan-kawannya. Huckleberry ialah anak seorang pemabuk, yang tidak dihargai lagi dalam pergaulan. Bibi Polly pun melarang Tom bermain-main dengannya dan oleh karena itulah Tom gemar sekali bergaul dengannya. Tak dinyana mereka jadi saksi pembunuhan dokter Robinson. Dua orang pencuri mayat, Injun Joe dan Muff Potter menjadi penggali curi mayat, saat akan deal dan kisruh uang, Sang dokter ditikam saat Potter pingsan dengan pisaunya oleh Joe. Tentu saja kedua anak shock, dan ketakutan. Huck Finn dan Tom Sawyer bersumpah hari ini bahwa mereka akan menutup mulut tentang perkara ini, dan mereka suka rela mati dengan sekonyong-konyong daripada menerangkan yang sebenarnya. Tapi esoknya yang ditangkap dan dituduh pembunuh adalah Potter karena di TKP ada pisau miliknya, maka gundahlah hati mereka. Apalagi nantinya di persidangan pengacara Potter berujar: “Kepada saksi inipun saya tidak hendak bertanya sesuatu apa.

Kisah cintanya dengan Becky Thatcher juga seru. Tunangan-tunangan anak, gombal cara jadul. “Kalau aku sudah besar, nanti aku akan menjadi badut di komidi itu.”

Suatu hari bertiga kabur dari rumah ke Pulau seberang sungai Mississippi, menginap, berapi unggun, mengail dan bermain bajak laut. Maka sampailah mereka pada mata air yang dasarnya seolah-olah ditaburi dengan ratna mutu manikam, disebabkan oleh titik-titik keluar dari tanah. “Tom Sawyer, Penyamun Hitam dari laut Sepanyol. Huck Finn si Tangan Merah dan Joe Harper, Hantu Lautan Raya.” Hidup serupa ini memang menyenangkan hati. Lebih dari itu, tiadalah kuharap-harap. Biasanya tiadalah cukup yang hendak kumakan dan di sini tidak ada orang yang menyepak dan menyiksa akan daku. Tidak terpaksa bangun pagi, tidak usah mencuci badan, tidak usah pergi sekolah dan melakukan pekerjaan lain yang bukan-bukan. Bahwa merekalah ketiga anak yang tidak ada bandingan mashurnya di Amerika.

Hilangnya mereka membuat warga St. Petersburg panik dan melakukan pencarian besar-besaran. Kapal dikerahkan, mantra roti apung dirapalkan. Tom yang menatap tingkah itu bertanya-tanya siapa yang mati tenggelam, dan baru sadarlah mereka.“Kawan-kawan, aku tahu siapa yang mati terbenam, kitalah.

Setelah berhari-hari bibi Polly pun pasrah, hari Minggu nanti di Gereja akan dilakukan misa arwah. “Benar ia seorang berandal, benar ia meracun hatiku sepanjang hari, tapi kalau suaranya tak terdengar lagi di telingaku, sunyi dan sepilah rasanya di dunia ini bagiku.”

Tapi segala sesuatupun ada hingganya. Kejutan dicipta dengan manis dan nakal. Banyak pula orang-orang yang berdesak-desakan di sekeliling kereta itu, sambil bertempik dan bersorak.

Serupa itu benar yang terjadi. Tidak berlainan serabut juga. Engkau menceritakan seolah-olah engkau hadir sendiri pada malam itu, Tom.” Bagian ketika Tom membual itu sungguh kocak, seolah ada arwah yang merasuki mimpi, kisah absurb yang tiada dua. Tapi akhirnya ketahuan juga. “… sebenarnya tidak sekali-kali saya bermaksud hendak menunjukkan budi yang hina, – sebenar-benarnya tidak. Dusta itu dusta yang berpaedah – buat penghibur hati orang tua. Jika benar ia berdusta, tidaklah aku berkecil hati.

Setelah tepar dua minggu karena sakit. Di tengah-tengah pakansi bercabullah penyakit campak, dan Tom tertawan dua minggu lamanya di atas tempat tidurnya, petualangan berikutnya Tom dan Huck adalah mencari harta karun, menggali tanah di mana-mana. Barang siapa mendapat uang atau harta yang terkubur dalam tanah boleh memiliki harta itu, meskipun di dapatnya di tanah siapa juga. Mereka percaya ada harta terpendam yang patut diburu. Mereka berlaku malam agar tak dicurigai warga. Gelap gulita semalam itu, angin dan badai turunlah menggetarkan insan seluruh alam. Di langit cemerlang bintang sebuah. Sejauh-jauh mata memandang tak adalah lagi bintang yang nampak, hanya yang sebuah itu saja. Lebih menantang lagi dilakuakn pada Jum’at malam. “Semua orang gila tahu, bahwa Jum’at adalah hari nahas, Huck! Bukankah engkau yang pertama-tama mendapat ilmu itu.”

Tom berkata dalam hati bahwa ia seumur hidup tak akan percaya lagi kepada sekalian hakim yang sudah tua. Awalnya terasa sia-sia, namun saat mereka sampai di rumah tua, rumah berhantu. Sekali lagi mereka menjadi saksi, dan wow benar-benar melihat uang dan emas bergelimang dipegang dua orang yang tak asing. Pada sangkanya perkataan uang ‘ratusan’ atau ‘ribuan’ itu hanyalah ada pada hitungan saja, sebenarnya uang itu mustahil bisa sekali terkumpul di dunia ini. Tidak masuk dia akal orang bahwa manusia bisa memiliki uang dollar yang terkumpul sampai beratus, apalagi beribu-ribu.

Dua orang itu salah satunya Joe yang kabur dari persidangan dan mereka merencana jahat lagi. Uang dalam peti itu dipindahkan dan akan disimpan di kamar nomor dua. Angka ini akan jadi teka-teki bak penelusuran detektif. Orang hidup itu hanya sekali beroleh jalan buat mendapat rejeki yang luar biasa. Jika tidak diperolehnya sekali itu maka menimpanglah rejeki tadi dan seumur hidupnya akan tidak bertemu-temu lagi.

Setan-setan itu terpelihara dari peluru kami. Twist dicipta. Joe punya rencana jahat, bukan pembuhan namun lebih kejam, tentang balas dendam. Dan sebuah goa misterius menjadi akhir petualangan mendebarkan itu. “Sangkaku kitab-kitab dari sekolah agama.” Meskipun Injun Joe dengan kawannya sudah dibawa setan pindah ke negerinya, tapi aku tahu sekeliling kita masih banyak kawan-kawannya yang masih hidup.

Mark Twain adalah legenda besar seni tulis cerita anak-anak. Lahir dengan nama Samuel Langhorne Clemens di Florida, Missouri, Amerika pada tanggal 30 November 1835. Sekarang tiap tanggal 30 November diperingati sebagai hari Mark Twain. Semasa remaja dia menggemari kapal-kapal yang berlalu lalang di sungai Mississippi, selama empat tahun dia ikut dalam dalam pelayaran. Ia menjadi tukang cetak di usia muda, merangkap juru tulis. Dari sanalah bakat mengarangnya terasah. Saat Perang Saudara pecah pada tahun 1860 beliau pindah ke California dan mulai menggunakan nama pena Mark Twain yang artinya ‘dua depa dalamnya’. Sebuah istilah yang dipakai awak kapal saat mengukur dalamnya air. Beliau meninggal dunia di Redding, Connecticut pada tanggal 21 April 1910.

Setelah menyelesaikan baca Tom tentu saja saya tak sabar melanjutkan sekuelnya yang mengambil judul Petualangan Huckleberry Finn. Di akhir kisah kita tahu, ia ‘terjerat’ dalam kehidupan normal yang tak disukai. Jiwanya adalah petualang.

“Aku mesti ke Gereja, tidak boleh menangkap langau, tidak boleh bersugi tembakau, tidak boleh menghisap pipa, dan sehari-hari Minggu harus memakai sepatu. Nyonya itu makan jika lonceng berbunyi, ia tidur jika lonceng berbunyi, ia bangun jika lonceng itu berbunyi dan semua meski teratur, semua pada waktunya, hingga manusia biasa saja tidak kuat menurutkan kebiasaannya.”

Huck! Memang begitu aturan hidup.”

Dalam hati mereka bertanya-tanya apa yang bisa diberikan oleh peradaban modern untuk menggantikan zaman yang hilang itu. Mereka berkata, lebih baik jadi anak buah Robin Hood setahun ketimbang menjadi Presiden Amerika Serikat seumur hidup. Bravo Bravo Bravo!

Tom Sawyer: Anak Amerika  | by Mark Twain | diterjemahkan dari The adventure of Tom Sawyer | Penerbit Balai Pustaka | BP No. 804 | pertama dicetak, 1928 | cetakan ketujuh, 2001 | alih bahasa Abdoel Moeis | 226 hlm.; 21 cm | ISBN 979-407-883-2 | perancang sampul Supriyono | CMK 010 | Skor: 5/5

Karawang, 26-301017 – Sherina Munaf – Singing Pixie