Megan Fox Menyelamatkan Saya #Nostalgia

Gambar

Catatan: Nostalgia kali ini adalah catatan 15 Mei 2010 dari sebuah kota pinggiran Cikarang yang penuh kenangan. Monggo disimak curhatnya…

Cikarang yang panas. Pulang kuliah mampir ke rental Odiva buat sewa film Chocolate. Lumayan lah reload 60 ribu dapat 2 pin spongebob. Sempat nanya-nanya bisa dapat poster film ga? Eh dikasih ama penjaganya, lumayanlah bisa nambah koleksi yang dipajang di kos.

Dengan tangan kiri memegang poster film, kupacu motor ku menuju kos membelah kota Cikarang yang panas. Perjalanan dari Jababeka menuju Lippo sebenarnya perasaan sudah ga enak karena motorku tak memakai spion kanan, awal bulan jatuh nabrak pagar dan belum sempat diganti. Benar saja sampai di jalan sekitar Taman Sentosa saya di semprit polisi. Disuruh minggir.

“Selamat siang, bisa lihat SIM dan STNK”

Setelah menyerahkan 2 kartu sakti jalanan tersebut, saya digiring ke pos polisi. Dengan lunglai kumenghitung sekelebat di kepala isi dompet. Hah ada 70 ribu (miskin amat saya), kena tilang paling kecil 50 ribu itu pun kalau polisinya ga rese. Padahal pertengahan bulan gini rencananya duit segitu akan buat beli Cinemags, akan buat nonton Robin Hood, akan buat makan mie ayam nanti sore dan dalam sekejap seluruh rencana ‘akan’ tersebut kini terancam gagal.

Setelah duduk manis di kursi pos polisi, kutaruh poster film di sisi kiri dan tas kuliah di sisi kanan, saya pun mulai mendengar ‘ceramah’ beliau.

“Anda tahu kesalahannya?”

Saya hanya mengangguk putus asa. Pak polisi pun seperti mendapat angin segar buat mendikte saya.

“Mengemudi kendaraan bermotor, dengan tidak memakai spion dikenakan denda XX XXX XXX kemudian helm anda tidak standart SNI dikenakan denda XXX XXX XXX , lalu bla bla bla….”

Busyet, ternyata nominal yang disebut pak polisi melebihi value yang ada di dompet yang angka nol yang lebih banyak dari yang ku duga. Keringat dingin mulai turun. Saya sempat membela diri (baca memelas) karena saya anak kuliah lah, lagi ga punya duit lah, minta maaf lah dan ternyata akting saya payah. Lalu muncullah kata sakti yang sering saya dengar dari teman-teman.

“Mas, kalau mau ‘damai’ cukup bayar saya XXX XXX XXX di sini dan semuanya beres”

Saya hanya bisa menelan ludah, waduh isi dompet ternyata masih kalah dari angka yang disebut. Dengan bodohnya saya bilang sekali lagi saya lagi bokek pak.

Polisi tersebut hanya memandang saya lekat-lekat lalu sepertinya cuma iseng bertanya, ini kertas apa? Sambil membuka gulungan poster film yang tadi saya taruh di meja.

Sesaat membentangkan poster dan memandang lekat-lekat, beliau melihat saya lalu melihat poster melihat saya lagi dan melihat poster lagi. Untuk beberapa detik yang tak saya ketahui maknanya, saya hanya duduk manyun menanti vonis selanjutnya.

Dan keajaiban terjadi, setelah kembali menggulung poster film beliau kembali duduk dan berkata:

“Mas karena hari ini saya lagi baik mas tidak saya tilang dan mohon kaca spionnya segera dipasang hal ini juga demi kebaikan mas juga pengendara lainnya. Tapi cewek mas saya tahan”

Lho, untuk beberapa detik saya bingung. Dengan lugunya saya tanya cewek yang mana yak?

Pak polisi yang baik hati dan tidak sombong tersebut hanya mengangkat poster film yang berarti bonus dari odiva tersebut diminta olehnya. Tanpa pikir dua kali saya mengiyakan dan sesegera mungkin cabut dari pos terkutuk tersebut tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Dalam sisa perjalanan saya hanya meruntuk dalam hati.

“God damn it! god damn it! Megan Fox menyelamatkan saya!”

Ruanglain31, Cikarang 15 Mei 2010.

(sesaat jelang final FA cup)

Karawang, 290114

38 thoughts on “Megan Fox Menyelamatkan Saya #Nostalgia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s