Trofeo Lazio Indonesia 2015 In Jakarta

image

image

image

image

image

AYO DATANG DAN RAMAIKAN!
TROFEO LAZIO INDONESIA 2015 – JAKARTA
torneo per la famiglia laziale
7 & 8 November 2015
HTM FREE
Mulai 09:00 – Selesai
di Avenue Futsal,Teras Rimbun.
Jl. Raya Jambore No.5, Cibubur, Jakarta Timur
———–
NONBAR DERBY DELLA CAPITALE
Serie A giornata 12
“AS ROMA Vs SS LAZIO”
Minggu, 8 November 2015, Jam 20:00
di Teras Rimbun HTM Nobar: 25k (Softdrink)
CP: ALVIN 081215895177
# GRANDELAZIOINDONESIA # trofeoLI2015
# budayakannobar

Well, Saya bangga jadi Laziale. Suasana kekeluargaan bagi di dunia nyata maupun dunia maya sangat erat. Tahun ini trofeo futsal yang jadi tuan rumah adalah Jakarta. Peserta ada 23 region dengan 1 tim Legend.

Lazio Indonesia Region Karawang (LIRK) berada dalam satu grup dengan Bekasi, Lamongan dan Pontianak. Besok pagi berangkat dengan 4 mobil titik kumpul di LSI jam 05:30. Main jam 12:00, 15:00 dan 18:00. Target Karawang ga muluk-muluk. Meramaikan acara dengan niat silaturahmi dengan Laziale se-nusantara. Seandainya bias melaju lebih jauh, itu hanya bonus. #banggaLaziale

Karawang, 061115

Iklan

Milan Dan Para Korban Olimpico

image

Head To Head S.S Lazio Vs AC Milan
1. 28/01/15 Milan 0 – 1 Lazio
2. 25/01/15 Lazio 3 – 1 Milan
3. 31/08/14 Milan 3 – 1 Lazio
4. 24/03/14 Lazio 1 – 1 Milan
5. 31/10/13 Milan 1 – 1 Lazio
Hasil Lima Pertandingan Terakhir S.S Lazio
1. 04/10/15 Lazio 2 – 0 Frosinone
2. 18/10/15 Sassuolo 2 – 1 Lazio
3. 23/10/15 Lazio 3 – 1 Rosenborg
4. 26/10/15 Lazio 3 – 0 Torino
5. 29/10/15 Atalanta 2 – 1 Lazio
Hasil Lima Pertandingan Terakhir AC Milan
1. 08/10/15 Monza 0 – 3 Milan
2. 18/10/15 Torino 1 – 1 Milan
3. 21/10/15 Milan 0 – 1 Internazionale
4. 25/10/15 Milan 2 – 1 Sassuolo
5. 29/10/15 Milan 1 – 0 Chievo
Prediksi Starting Line Up S.S Lazio Vs AC Milan
Lazio: Marchetti, Basta, Gentiletti, Mauricio, Radu, Biglia, Cataldi, Anderson, Milinkovic, Candreva, Klose.
Milan: Donnaruma, De Sciglio, Zapata, Romagnoli, Antonelli, Kucka, Montolivo, Bertolacci, Cerci, Bacca, Bonaventura.
Penebak | Lazio vs Milan | Skorer
LBP 3-0 all
Lazio hebat. Lazio keren. Lazio is the best.
Zulk Lazio 3-1 Felipe
Lazio menang tanpa syarat, menang tanpa syarat, menang tanpa syarat.
Imunk Lazio The great 1-2 Milan the Legend Bacca
The great? Apaan the great. Cuma mengandalkan Felipe seharga  Bale mau ngalahin the legend? Bangun bud, bangun, jangan ngimpi. The legend yang dimotori honda, tetap satu hati. Bacca bakal bikin gol keren. Catet.
Gentong Lajio 2-1 Milan Cataldi
Rekor 100% masih aman keknya. Milan masih labil. Jupe menuju puncak👊🏿👊🏿
Fahrur Lajio 1-1 milan scorer Felipe
Permainan boring. Ada fans fanatik the great yg telanjang masuk lapangan. Wasit cidera.
DC Lazio 2-0 Milan Biglia
Main kandang, performa milan yang angina-anginan sepertinya akan memberi kemenangan buat tuan rumah,
Widi Lazio 1-1 Milan Biglia
Main kandang jadi pelecut semangat pasca kekalahan. Main home jadi harapan menang. Tapi akhirnya draw 1-1.
Aditya Lazio vs Milan : 2-1, Anderson. Lazio masih akan meneruskan tren kemenangan. Milan masih sulit bangkit. Felipe si overrated akan jadi kunci.
Panji Lazio 1-1 Milan, Matri
Milan ngegolin duluan, tapi babak kedua, sang mantan, Matri ngegolin. Skor mentok di kedudukan segini.
Erwin Lajio 0-2 Milan, Bacca
Lajio membiasakan kalah. Milan membiasakan cleansheet dan menang. Pioli bergoyang.
Lik Jie Lazio 1-2 Milan, Honda.
Lazio ada matri. Milan ada honda. Tapi yang juara tetep Yamaha.
Andi H Lazio 1-3 Milan, Bacca
Meski lazio main di kandang, Milan akan bangkit, Bacca akan membuktikannya.
Huang Lazio 4-1 Milan, Felipe
Analisis: sebelum pertandingan, dengan cerdik para pemain Lazio minum pocari sweat. Sedangkan musuhnya hanya disediain air legen. Alhasil Felipe dkk bisa 100% fokus pada pertandingan sedangkan Bacca cs cepat kelelahan karena nikmat sesaat.
Gangan
Lazio 4-1 Milan. Bacca.  Lazio menang. Milan tumbang. Balotelli telanjang.
Deni The great Lajio 2-1 Milan, Felipe. Duel seru bakal terjadi. The great bermain menyerang. Akhirnya Milan kalah dengan skor tipis 2-1 👍
Jokop Lazio 2-0 Milan, Candreva
Lazio mungkin kalah sama Atlanta. Tapi dengan Milan mungkin akan berbeda. Dukungan curva nord kota Roma ini bakal menjadi semangat sendiri.
Arif Keles Lazio v milan 1-0, Felipe. Lazio bakal meneruskan rekor 100% di Olimpico. Sudah 6 tahun Milan tidak bisa menang di Olimpico atas Lazio. Felipe akan menjadi pembeda. Forza Milan. Satu lagi, Mihajlovic akan bereuni dgn Lazio😚
Aji Lazio 0-1 Milan, Cerci
Skill individu Cerci menjadi penentu kemenangan. Milan pun Melanjutkan tren kemenangannya. Menjadikan Miha kagak jadi dipecat.
Karawang, 011115

Misi Menuju Puncak

image

Lazio menghadapi pekan padat. Tiga hari sekali the Great harus berlaga sampai puncaknya di Derby Roma. Ayooo tren bagus ini kita lanjutkan.
Penebak | Atalanta v Lazio| Skorer
LBP 0-3 all
Menang adalah kewajiban buat terus menuju puncak. Laga tandang sudah pernah poin penuh. Kini kita lanjutkan saja 3 poin itu.
Rekap Kuis LBP (Rekaper dapat bonus plus-plus kalo menang)

1. Arief
Atalanta v lazio 0-1. Felipe
Kemenangan 3-0 lawan Torino akan jadi modal berharga di Atleti azzuri d’italia. Atalanta belum terkalahkan di kandang musim ini. Felipe akan kembali menjadi pembeda. Forza Lazio!

2. Deni
Atalanta 0-2 Lajio Felipe
Kemenangan minggu kemarin membuat semangat pemain Lajio menjadi-jadi. Atlanta pun tidak dapat berkutik. Walaupun main tandang, the great akhirnya akan berhasil meraih poin penuh.

3. DC
Atalanta 0-2 Lazio Biglia
Performa bagus Lazio kali ini akan diuji. Tetapi sepertinya tren kemenangan bakal berlanjut. 3 poin lagi

4. Widy_10
Atalanta 2-2 Lazio; Biglia
Laga paling menjanjikan. Atalanta akan berusaha memetik kemenangan dari Lazio. Lazio juga tertantanng, tapi skor akhir draw 2-2.

5. Erwin
Atalanta 2-0 Lajio. Denis.
Lajio pede menggebrak Atalanta. Tuan rumah gak gentar. Gol Denis bikin Lajio kalem lagi.

6. Aditya W.
Atalanta vs Lazio : 2-1 Pinilla
Atalanta cukup solid di kandang. Walau Lazio lagi ON ga akan mudah main tandang. Denis akan jadi pembeda.

7. Huang (the famous number seven shirt)
Atalanta 2-0 Lazio ; Mauricio Pinilla.
Analisa: Di Olimpico, Lazio adalah elang yang perkasa. Sayangnya di luar sangkar, Felipe dkk berubah menjadi burung pipit yang menggemaskan. Dewi laut Atalanta mungkin tak sesakti Ratu Nyi Roro Kidul. Tapi apalah artinya burung pipit di hadapan Sang Dewi. ☺

8. Jack P.
Atlanta 0-0 Lazio.
Atlanta lumayan bagus di kandang. Lazio mungkin ngotot menang. Hasil draw cukup realistis.

9. Zul
Atalan 1-3 Lazio, Felipe.
Lazio akan menang mudah karena lawannya kali ini sangat sulit dikalahkan. Pertandingan yang berlangsung seru.

10. Imoenk
Ata-apaan 1-2 lazio, Felipe
Ata-apaan? Klub apaan tuch? Bermimpi menang lawan the Great? Ngimpi aja kalee. Ada Felipe (seharga Bale) Lazio oke. Ata-apaan bisa menang lawan the Great kalo Felipe seharga Bale sedang duduk di bale bale.
(Edisilebaybanget).

12. Djoqovic
Atalanta 1-0 Lajio, Pinilla
rekor tandang yg buruk bagi Lajio.100% kalah. Akan terulang lagi. Mimpi buruk terus berlanjut.

13. Muji
Atalanta 1-1 Lazio Felipe
Sik, pemaine Lazio sopo ae sih? Felipe ae lah.
Seri satu.seri dua. Seri tiga. Tampaknya bakalan seri nih, masak menang terus.

14. M. Aji
Atalanta 1-2 Lazio, Matri
Kemenangan akan didapat Lazio dengan susah. Walaupun mengguasai ball posesion. Matri sebagai pemain pengganti akan menjadi penentu kemenangan.

15. Enzoen
Atalanta 0-2 Lazio Klose
Lazio dalam performa terbaik. Kemenangan kemarin akan membuat bangkit Lazio. Walaupun maen tandang lazio akan menang mudah.

16. Tawil
Atalanta 1-1 Lazio , Pemain terbaik dunia 2015… (Cristiano Ronaldo?) 😂
Atalanta menjebol gawang Lazio. Lazio membalas menjebil gawang Atalanta. Hasil imbangpun menutup laga.

Karawang, 281015 – Sumpah Pemuda

Olimpico 100% Ampuh

image

Olimpico 100% Ampuh

Roma (Italia) – Lazio mencatatkan kemenangan 100 % di kandang sendiri musim ini setelah dengan meyakinkan menekuk Torino tiga gol tanpa balas. Kemenangan yang diyakini akan krusial dalam perebutan takhta juara Serie A musim ini.

Lazio menerapkan strategi yang sudah paten musim ini dengan pola 4-3-2-1. Posisi Lulic sudah nyetel di bek kiri. Sisi bek tengah, Gentiletii dan Mauricio tak tersentuh sedang Basta adalah bek kanan paling hebat sejauh ini. Lugas, fisik prima, sapu bersih tanpa kompromi dan rajin dalam menyokong bola ke depan. Di sisi tengah, Biglia sudah tak tergantikan. Onazi yang masih diragukan kontribusinya diberi kesempatan starter. Sementara sisi playmaker adalah pemain pujaan Laziale Felipe Anderson. Bagian penyerang selalu mengalami perubahan. Savic sudah nyetel dengan skuat, Candreva yang pekan lalu kembali dari cidera kembali mengambil hak-nya sebagai starter. Klose mengganti  Djordjevic yang dalam tahap pemulihan. Komposisi ini masih timpang, namun seperti yang saya selalu bilang: Selama Felipe ada dalam skuat tidak tidak pernah takut lawan siapapun.

Pertandingan berjalan 5 menit, Mauricio langsung menghajar lawan. Luar biasa ini pemain tak belajar dari laga lawan Rossenberg. Awal-awal laga sangat monoton, kedua tim masih menjajaki area lawan dengan sangat hati-hati. Sampai menit ke 20 tak ada peluang bersih. Semenit berselang Antonio Candreva mendapat bola dari tengah lapangan, sudah kuduga bola disikat sendiri dan melambung tinggi. Mauricio akhirnya dapat kartu kuning juga, kolektor sejati. Sampai setengah jam Lazio mulai merasakan tandukan Torino, ternyata mereka susah sekali dibongkar. Menit 32 Candreva berhasil menyundul bola hingga gawang Padeli bergetar, sayang offside. Menit 40 gol yang ditunggu terjadi juga, melalui umpan lambung yang cantik dari sisi kanan, Basta melayangkan bola tepat di depan gawang. Klose yang lolos jebakan offside langsung menyundul balik ke Lulic lalu dengan brilian disepak ke tanah dan masuk. Bola yang bergerak liar karena dipantulkan ke bawah itu disambut sorak sorai Laziale, 1-0.

Babak kedua tak ada perubahan, dengan komposisi yang sama unggul satu gol Lazio makin bernafsu menambah gol. 10 menit berlangsung, lagi-lagi Candreva menembak burung. Torino melakukan pergantian setelah satu jam berselang, Maxi Lopez in Baletti out. Klose yang kurang menyengat di laga ini kasih bukti bahwa dia masih layak jadi striker nomor satu. Dari tengah lapangan, Klose mengirim bola datar ke Felipe. Felipe dengan sedikit sentuhan lalu berlari ke kiri untuk melewati bek lawan sehingga tinggal berhadapan dengan kiper, area terbuka itu mencipta gol kedua. Gol ini mengingatkannku pada sosok Christian Vieri. Trade mark Bobo adalah lari menyilang lalu menempatkan bola jauh dari jangkauan kiper dengan bola datar. Walau pelan, kalau posisinya pas, bola seperti ini memang susah ditaklukkan. Felipe malam ini memang luar biasa.

Pergantian pertama Lazio dilakukan untuk Kishna in Candreva out. Kishna adalah pemain keren, skillnya di atas rata-rata. Sayang sebenarnya jarang starter. Menit 78 dia kasih bukti, melalui dribel yang menawan menyusuri garis gawang lalu melambungkan bola tepat di depan gawang, sayang umpan silangnya tak ada yang menyambut. Semenit berselang, Klose out Matri in. 10 menit terakhir nyaris tak ada hal yang istimewa. 2 gol sudah aman buat Lazio, 2 gol sudah susah dikejar. Menit pertama injury time, serentak public Olimpico gemuruh. Ravel Morison in Onazi out. Entah apa yang ada di benak Pioli, seruan Laziale untuk lebih sering memberi kesempatan kepada British Bad Boy selalu dicuekin. Bahkan harapan itu diwujudkan dengan memberi 2 menit saja buat sang nomor 7. Seakan-akan menantang dan berujar, “sayalah Bos-nya”. Dalam hati saya berdoa semoga Ravel tak sakit hati dan lebih berjuang memperebutkan posisi. Saat laga sepertinya tak akan berubah, Felipe menambah golnya di detik terakhir. Melalui umpan pendek Lulic dari sisi kiri, Felipe dengan elegan mencocor bola yang dengan manisnya merobek jala Torino. FT 3-0. Fantastis Felipe, pemain terbaik dunia saat ini bukan CR7, atau Messi tapi Felipe Anderson!

Dua gol Felipe ke gawang Torino ini mengingatkanku pada laga Maret tahun ini. Saat itu Felipe cetak dua gol indah, saat itu Lazio sedang menyusun rekor kemenangan demi kemenangan sebelum dihentikan Juventus.

4 laga ke depan akan sangat padat karena hanya berselang 3 hari. Atlanta sudah menunggu tengah pekan, Milan siap dijamu di kandang. Tengah pekan depan kembali ke EL lawan Rossenberg dan puncaknya tanggal 8 November dalam derby Roma. Roma kini di puncak, derby yang mendebarkan. Derby could be a Scudetto clash. Melihat penampilan istimewa Lazio, 4 laga ini akan bisa dilalui dengan poin sempurna. Saya yakin, kalian yakin?!

Lazio (4-2-3-1): Marchetti, Basta, Mauricio, Gentiletti, Lulic, Onazi (Ravel Morrison), Biglia, Candreva (Ricardo Kishna), Milinkovic-Savic, Anderson, Klose (Alessandro Matri).

Torino (3-5-2): Padelli, Bovo, Glik, Moretti, Bruno Peres, Acquah, Vives (Sanjin Prcic), Baselli, Molinaro, Belotti, Quagliarella.

Karawang, 261015

Lazio Dan Kemenangannya di Kandang

image

Kuis reguler the Great. Pekan ini akumulasi ke 3 jadi pulsa 15.000 dipertaruhkan. Kali ini Torino jadi target berikutnya untuk 100% kemenangan di Olimpico. Ditutup Minggu jam 15:00. Good luck FOC-ers!
Expected Starting XIs
Lazio : Marchetti; Basta, Mauricio, Gentiletti, Lulic; Onazi, Biglia; Candreva, Milinkovic-Savic, Felipe Anderson; Klose
Torino : Padelli; Bovo, Glik, Moretti; Peres, Acquah, Vives, Baselli, Molinaro; Belotti, Quagliarella
Penebak | Lazio vs Torino | Skorer
LBP 3-0 all
Analisis: Di kandang Lazio selalu menang. Tak ada kata seri apalagi kalah. Jelas tak ada keraguan untuk kemenangan ke 6 di Serie A. 3 gol cukup buat lahan latih kembalinya Klose.
DC 2-0 Biglia
Partai yang sepertinya bakal berjalan menarik, kedua tim lagi on fire, tetapi faktor kandang akan memenangkan Lazio
Jokop 1-0 Candreva
Lazio harusnya bisa menang. Apalagi di kandang sendiri. Lawannya hanya Torino.
Erwin 1-3 Baselli
Rekor pecah. Lajio merana. Torino menanjak.
Arif Keles 1-0 Felipe Lazio akan bangkit usai kekalahan dari Sassuolo. Torino akan mengalami teror di Olimpico. Lazio akan meraih kemenangan ke 8 beruntun di Olimpico.
Imunk 1-1 Baselli
Lazio 100% di Olimpico?
Ah sepertinya rekor bakalan pecah. Torino lagi hangat, Baselli unjuk gigi. Torino biasa bermain rapat, pertahanan sulit ditembus. Hanya Candreva yang bermain gemilang, setelah Baselli tentunya.
Aditya 1-2 Baselli.
Baselli ini talenta lokal Italia paling kinclong, jebolan Atalanta yang langsung jadi key player. Conte pasti akan bawa dia di Euro 2016. Oase Italia akan regenerasi mulai ada secercah harapan. Kehadiran Baselli akan bikin Lazio kelimpungan. Sekali lepas gawang Lazio pasti jebol.
Deni 2-1 Baseli Lajio tidak akan menyia-siakan main di kandang. Semangat tempur sedang meninggi. Hanya melawan Torino Lajio bakal memenangkan duel tersebut.
Sapin Lazio 1-4 Torino. Baselli. Baselli is love. Baselli is life. Turin is home.
Gentong 0-2 Keita og
Kekalahan pertama Lajio di kandang. Torino calon scudetto. Klose baru masuk kartu merah.
Huang 2-2 Felipe
Hasil draw sebenarnya adalah kerugian. Peluang keduanya masuk zona europa menjadi terjal gara-gara hasil ini. Lazio tidak terkalahkan di kandang, tapi juga bukan berarti akan selalu menang. El toro impazzito!
Lik Jie 1-2 Quagliarela
Baselli is live. Baselli is maroon. Maroon is five.
Widi 2-2 Klose. Laga sengit. Lazio main kandang dengan semangat tinggi pasca menang di EL. Final score 2-2 saja
Jacky 3-0 Flipe Lazio is the best, Lazio is the best, Lazio is the best.
Aji 2-1 Candreva
Dengan bermain di EL, akan menguras stamina. Lazio akan susah payah melawan membongkar pertahanan Torino. Hadiah Penalti akan memenangkan tim ibukota.
Andi H 3-1 Felipe
Lazio bakal bangkit setelah kalah di Serie A, menang di liga Europa akan jadi motivasi. Lazio akan menang mudah dikandang.
Fahrur 0-0 — Pertandingan berjalan lambat, para pemain tak ada gairah, wasit kena red card dan wisata ke Thailand buat pijet.
Karawang, 251015

Korban Berikutnya Keganasan Olimpico

image

Lazio memperoleh kemenangan 100% di laga kandang musim ini. Tak peduli di kompetisi apa, lawan siapa, semua tim diratakan. Calon korban berikutnya adalah tim promosi Fro-apa-tuh. Tim yang pertama kali bermain di Serie A ini sedang girang. Setelah 4 pertandingan tanpa poin. Pekan lalu mereka menang 2-0, 3 poin pertama. 2 pekan lalu mereka ditahan imbang Juventus 1-1, gol penyeimbang dicetak di injury time. Poin pertama tersebut akan ditulis tinta emas sejarah mereka. Sementara Lazio the Great sedang tak terbendung. Tak ada kamus imbang di skuat Pioli. Menang atau hancur sekalian. Jadi pekan ke 7 laga di Olimpico ini seharusnya jadi tebakan mudah. Bukan siapa yang bakal menang, tetapi berapa skor kemenangan Lazio? Saya suka angka 3.

Lazio : Machetti, Radu, S. Gentiletti, D. Basta, S. Lulic, L. Biglia, Parolo, Felipe Anderson, Savic, F. Đjorđjević, Kishna
Fro-apa-tuh: Leali, Diakite, Blanchard, M. Ciofani, Crivello, Soddimo, Fara, Goru, Chibsah, D. Ciofani, Castillo.

Penebak | Lazio vs Fro-apa-tuh | Skorer
LBP 3-0 all
Analisis: Fro-apa-tuh akan jadi korban pertama dari sisa laga yang akan kita ratakan setelah 6 pekan jinx. Dari menit pertama pakai 3 penyerang biar saru. Keita, Djordjevic dan Kishna. Next kacang Capri.
Gentong 3-1 Fro-apalah Felipe
Demi pulsa lagi. Demi papan tengah yang sengit. Demi jatah europa league.
Fahrur Lajio 2 – 0 fro(yunowho) Savic
Lajio lagi  on fire. Pertandingan berat sebelah. Wasit diusir dari lapangan.
DC Lazio 2-0 Fio Biglia
Kemenangan di liga eropa, bermain dihadapan tifosi akan memberi angin bagus bagi Lazio, fans bersiap untuk berpesta
Imunk pengantin baru Lazio 2-0 fro-apa- tuh
Kishta eh krisna eh kishna
Lazio keren. Fro-apa-tuh jelas bukan lawan seimbang bagi the great. Fro-apa-tuh bakal kesulitan. 2 gol bakal bersarang di gawang Fro-apa-tuh. Uyeeeeeee
Deni Lajio the great 2-0 frosione Felipe
The great tidak akan menyia-nyiakan saat melawan tim lemah Fro di kandangnya. Saking lemahnya, Lajio bakal berpura-pura dan main santai di babak 1. Baru di 10 menit akhir the Great mengerahkan kekuatannya yang sesungguhnya …👍
Erwin Lazio 2-2 Fro (Djorjepik)
Lazio menekan diawal pertndingan dan dapat  gol cepat dengan mudah. Babak kedua Lazio lengah. Skor imbang merugikan Fro.
Andi H Lasio 3-1 Flo Biglia
Lasio akan meneruskan tren positif menang di kandang. Yang dihadapi tim promosi, makin mudah untuk menang.
Arsol 0-1 (X)
Lajio menekan tapi Fro parkir kereta api saudara-saudara. Dan serangan balik dan gooolll
Gangan Lazio 1-1 Froisisendir Savic
Lazio kelelahan usai menang lawan Ettiene. Froisisendiri membayangkan Lazio seperti Juve. Akan keluar kartu merah dari wasit.
Jacob Lajio 4-0 fresteaone Felipe.
Menang mudah. Termotivasi karena menang kemaren. The Martian film bagus kudu nonton.
Widi Lazio 4-1 Frosinone Djorjevic
Trend positif sedang berpihak ke Lazio. dijamin menang kalau udah lawan tim antah berantah. 4-1 milik Lazio
Huang Lazio 0-0 Frosiwhaatttt
Beberapa Laziale tak dapat menyebutkan nama musuhnya dengan benar. Oleh sebab itu mereka akan terkena kutukan. Tak dapat melesakkan sebiji gol pun walau memecahkan rekor possession 85% – 15%!
Takdir Lazio 7- Frosinone 1(X)
Apa itu Frosinone? Klub tarkam kemaren sore. Harusnya mereka beruntung bisa menghadapi the Great dan felipe yang setara bale. Frosinone kaya merk susu unyu unyu.
Arif Lazio 2-0 Fro Biglia
Lazio dalam tren bagus. Biglia lagi on fire. Fro bukan lawan sepadan bagi the Great.
Lik Jie Lazio 3-1 Fro Savic
Frosinone itu dari daerah mana ya? Masak klub elite ibu kota yang jarang skudeto harus mengalah. Si savic sepertinya bakal jadi buruan klub lain deh.
Aji C Lazio 2-1 Khisna
Efek bermain di malem Jumat membuat tim ibukota dirotasi. Ini tidak mengurangi mereka untuk tampil menyerang. Kemenangan diperoleh lewat detil kecil kesalahan pemain belakang lawan
Karawang, 031015

Menang Dan Mengecewakan

Featured image

Bermain di kompetisi kelas B untuk sebuah klub kelas A jelas ga sebanding. Setelah kekecewaan gagal ke Liga Para Juara, Lazio yang terperosok di Liga Malam Jumat (seakan) terpaksa mengejar asa kosong. Setelah mendapat 1 poin di laga perdana melawan Dnipro, pertandingan kedua yang berlangsung semalam dilalui dengan kemenangan. Melawan tim asal Perancis yang pekan lalu digasak 4 gol, kemenangan sepertinya akan mudah didapat. Saya bahkan nebak minimal gap 2 gol. Sayang 3 poin yang diperoleh dibarengi dengan permainan buruk. Memainkan pemain lapis dua di beberapa posisi adalah pilihan bagus mengingat target utama Serie A. Berisha di bawah mistar, disusul 4 bek: Basta, Mauricio, Hoedt dan Radu. Di tengah Pioli mempercayakan Onazi untuk menemani Biglia, Felipe, Mauri dan Savic. Dengan penggedor tunggal: Keita. Terlihat komposisi ini banyak mengalami perubahan dari saat menekuk Verona. Rotasi bagus untuk memberi semua kesempatan, namun mana Morisson.

Konsentrasi dari menit awal itu penting! Melalui sepak pojok gawang Berisha jebol di menit 6, gol mudah Sall yang hanya dibelokkan. Gol premature yang melecut perlawanan, Olimpico sesaat terdiam. Menit 11 hamper saja Biancoceleste menyamakan kedudukan, tandukan Hoedt bisa ditepis Stephane Ruffier. 2 menit kemudian Saint membuat jantung makin berdegup kencang, sundulan Nolan Roux kena mistar. Namun Lazio tak gugup, karena tak butuh waktu lama, Ogenyi Onazi pemain yang saat ini sedang dalam sorotan berhasil membalas kepercayaan Pioli. Gol yang unik, tendangan ‘kung fu’ menit 22 menyamakan kedudukan 1-1. Umpan silang Felipe yang gagal dimanfaatkan il Capitano justru malah jatuh di kaki Onazi yang dengan tenang menceploskan bola. Andai itu bola bisa disikat Mauri bias jadi malah gagal. Ada yang nyeleneh dari selebrasi Onazi, dirinya hormat pada Savic dan penonton seolah-olah bilang, “Saya masih ADA”.

Kejutan tak sampai di situ, menit 33 giliran Mauricio pemain yang sering saya kritisi itu giliran kasih andil. “pembuatannya” membuat Saint bermain dengan 10 pemain. Mauricio sampai berdarah kena sikut Robert Baric yang membuatnya langsung diusir. Oke, kita kasih kesempatan sampai Januari kalau masih bisa beri kontribusi positif silakan tetap di Lazio. Buktikan kalian berdua masih layak mengenakan jersey besar Elang Biru. Babak pertama ditutup imbang.

Babak kedua kita ambil inisiatif serangan. Mauricio yang cidera ditarik ganti Gentiletti, bek tengah ganti bek tengah, pas. Hanya butuh 3 menit gantian kita unggul, lewat tendangan bebas Biglia, kini Hoedt yang menyelesaikan bola mudah itu, 2-1. Ini adalah gol perdana pemain anyar Belanda untuk Lazio. Dari kesempatan minim, Hoedt selalu tampil prima (juga seakan) kasih lihat Pioli dirinya layak starter di laga penting. Unggul satu gol dan satu pemain harusnya Lazio tetap mempertahankan daya serang, mumpung waktu masih lama, mumpung main di kandang, mumpung momennya pas seharusnya tabung gol sebanyak mungkin. Mauri yang tampil dibawah perfoma diganti Matri, pemain tengah keluar, penyerang masuk, 2 striker pas. Sayangnya melempem, ada yang salah dalam cemunguth skuat. Bonus kekurangan pemain terjadi lagi di menit 77. Felipe dilanggar Sall sang skorer. Dengan 9 pemain. 3 menit kemudian Biglia mengkonversi keadaan dengan gol, 3-1.

Ini nih momen mengesalkannya, lengah! Bek tengah jadi sorotan utama karena hanya butuh 4 menit, Saint berhasil menipiskan keadaan lewat pemain pengganti Monnet-Paquet. Untungnya musuh hanya punya waktu 5 menit sehingga skor 3-2 bertahan sampai akhir. Kemenangan yang mengantar Lazio di puncak grup G bersama Dnipro dengan 4 poin.

Evaluasi utama ada di koordinasi pertahanan dan konsentasi menita awal-akhir. Lawan tim lemah saja kita kebobolan terus bagaimana nanti saat lawan top klaseman. Dengan 9 pemain saja mereka bisa bobol gawang, benar-benar bermasalah nih bek kita. Selain itu, Berisha juga main buruk. Heran, penampilannya konsisten tak membaik. Bagaimana nanti saat lawan tim besar yang ofensif, bagaimana nanti saat Derby, bagaimana nanti (saat kesempatan itu datang) lawan Barcelona. Kemudian hening. Stefan De Vrij ayo segera sembuh, kami sangat membutuhkanmu!

Sebagai catatan tambahan, secara bersamaan Fiorentina menang 4 gol di kandang lawan. Fiorentina adalah tim yang musim lalu kita bantai. Fio kini ada di puncak klasemen, gap hanya 3 poin. Kalau permainan tak seburuk semalam, bisalah kita kejar. Ada baiknya fokus ke Serie A, kompetisi lain pakai lapis kedua dan rotasi. Bisalah jadi nomor satu, bisalah pesta 15 tahun lalu terulang. Tak ada yang mustahil. Jangan puas untuk puncak grup G, menang lawan Saint itu memang selayaknya, kembali ketatkan tali sepatu Bro, Fro-apa-tuh sudah menunggu.

Lazio 3-2 Saint Ettienne (Onazi 22, Hoedt 48, Biglia 80; Sall 6, Kevin 84)

Lazio: Berisha; Basta, Mauricio (Gentiletti 46), Hoedt, Radu; Biglia, Onazi (Cataldi 74); Felipe Anderson, Milinkovic-Savic, Keita; Mauri (Matri 64) St-Etienne: Ruffier; Clerc, Sall, Perrin, Polomat; Pajot, Lemoine; Roux (Monnet-Paquet 74), Corgnet (Diomande 63), Hamouma (Bahebeck 63); Beric

Karawang, 021015 – sedang baca Hugo Chavez