Catatan Bahasa: “Indah, Anggun, Ekspresif”

Bahasa dan Kegilaan by Umberto Eco

Yang menjadi sumber energi bahasa bukan lagi otonomi bahasa itu melainkan keberadaan kekuatan asli dan ilahiah Sang Kata.”

Bagi masing-masing orang, dalam derajat yang berbeda-beda, sebagian panggung sejarah adalah ilusi. Luar biasa. Ini salah satu buku kecil dengan ide besar yang benar. Menohok hingga tepar, Buku pertama Umberto Eco yang kubaca ini sangat cantik dan liar. Teori bahasa dalam tampilan lugas nan istimewa. Teori-teorinya, gagasannya, analisisnya. Jos banget. Klasik, jadul, memikat. Santo Thomas dalam Queaestio Quodlibet alias XII, 14 menyatakan ‘utrum veritas sit fortiori inter vinum et regem et mulierem’ yang memunculkan pertanyaan mengenai mana yang lebih kuat, lebih meyakinkan, dan lebih membatasi: kekuasaan raja, pengaruh anggur, pesona wanita, atau kekuatan kebenaran? Jawaban Aquinas halus dan fasih: anggur, raja, wanita, dan kebenaran tidak dapat dibandingkan mereka tidak dalam kategori yang sama. Semuanya dapat menggerakkan hati manusia untuk melakukan tindakan tertentu. Keren ya jawaban filsuf ini.

Kisah kesalahan yang lain, yang perlahan-lahan dibangun oleh pikiran modern sekuler: mencemarkan pemikiran relijius. Kesalahan pun dapat menimbulkan efek samping yang menarik. Kita sedang berhadapan dengan suatu penemuan khas Borges: penemuan atas penemuan. Pembaca juga tahu bahwa Borges tidak pernah menemukan apa pun: cerita-cerita yang paling paradoksal lahir dari pembacaan ulang sejarah. Ceritanya terlalu memesona untuk dikeluarkan dari relnya oleh fakta.

Bahasa yang paling luhur haruslah alamiah. Kemampuan berbicara adalah ciri khusus manusia yang tidak dimiliki malaikat, binatang, atau iblis. Berbicara melibatkan kemampuan mengeksternalisasi pemikiran-pemikiran tertentu manusia, malaikat sebaliknya memiliki kapasitas yang tak terlukiskan. Bagaimanapun, manusia yang bukan malaikat atau setan dipandu oleh akal dan membutuhkan kemampuan tertentu yang memungkinkan mereka untuk mengkesternalisasi intelektualnya dalam tanda-tanda yang terlihat.

Sejarah kita diilhami oleh banyak kisah yang sekarang kita akui palsu harus membuat kita waspada, siap untuk terus-menerus mempertanyakan detail kisah-kisah yang kita yakini benar karena kriterium kebijaksanaan komunitas didasarkan pada kesadaran yang tetap bahwa pengetahuan kita mungkin untuk difalsifikasi. Kita akan bijaksana kalau tetap menjaga pikiran segar yang terbuka terhadap momen ketika komunitas para ilmuwan menetapkan bahwa ide mengenai alam semesta adalah ilusi, sama seperti bumi datar atau Rosicrucian.

Tuhan berkata, ‘Fiat lux’ (jadilah terang). Vernacular adalah bahasa pertama manusia, “Meskipun terbagi-bagi oleh kata-kata dan aksen-aksen yang berbeda.” Kata pertama yang diucapkan Adam pastilah nama Tuhan, El. Tidak diberitahukan kepada kita dalam bahasa apa Tuhan berbicara pada Adam. Bagi Dante, berbicara berarti ekesternalisasi gagasan-gagasan yang ada di pikiran – rujukan kepada berbicara menyiratkan dialog lisan. Semua keturuannya sampai pembangunan menara Babel yang ditafsirkan sebagai menara kebingungan. Perubahan ini tepat karena adat istiadat manusia fana seperti dedaunan pada sepotong ranting: yang satu pergi yang lain datang.

Kesalahan – tidak selalu dalam kebohongan, tetapi pasti kekeliruan – telah memotivasi kejadian sejarah. Saya harus bersandar pada kriterium kebenaran. Fantasi geografis berangsur-angsur menghasilkan proyek politik. Derma Kontantin mungkin tidak dibuat sebagai penipuan yang terang-terangan, tetapi sebagai suatu retoris yang baru belakangan dianggap serius. Sebagai narasi, mereka masuk akal, lebih dari kenyataan sehari-hari atau realitas historis yang jauh lebih kompleks dan kurang bisa dipercaya.

Borges menyimpulkan bahwa tak ada klasifikasi dalam alam semesta dan itu bukanlah hal yang serampangan atau bersifat terkaan. Tetapi jika harus serampangan dna terkaan, mengapa malah menyisakan ruang untuk proyek satire utopia linguistik yang mewah? Rafaelle Simone menyarankan bahwa banyak pencarian untuk bahasa sempurna yang berasal dari semacam kegelisahan neurotic karena orang ingin menemukan di dalam kata-kata suatu ungkapan mengenai cara kerja dunia.

Plato dalam Cratylus membahas apakah kata-kata bersumber dari alam dengan meniru langsung benda-benda, atau bersumber dari hukum melalui konvensi. Dengan begitu pemecahannya tetap dilakukan secara puitis. Dua puluh dua huruf Ibrani mewakili suara ideal yang telah memimpin penciptaan tujuh puluh bahasa lainnya.

Perdebatan yang menggelitik disajikan dalam perdebatan, seorang anak bila dibiarkan tak terkontaminasi bahasa, bagaimana jadinya? Seorang anak tanpa diajari secara otomatis akan mulai berbicara dalam bahasa Ibrani, anak itu tidak akan menyadari konversi. Ada yang bilang bakal menggunakan Bahasa Ibrani adalah bahasa nenek moyang (protlanguages), ada juga yang bilang dari Zerakhya dengan sinis menegaskan pada Hilleh bahwa suara-suara pertama yang dikeluarkan seorang anak tanpa pendidikan lingustik akan menyerupai gonggongan anjing. Maka wajar manusia punya potensi lingustik, tetapi potensi itu bisa diaktifkan dengan hanya pendidikan organ vokal.

Saat remaja kita mencari jati diri. Kenikmatan dilambangkan dengan angka 16 karena (diduga) kegiatan seksual dimulai pada usia enam belas. Namun karena dibutuhkan dua manusia untuk bersetubuh dilambangkan dengan dua anka 16.

Kisah-kisah penaklukkan dari Barat ke Asia, Afrika, sampai seberang jauh Amerika memberi konsekuen logis. Penaklukan, penjarahan budaya, dan pertukaran adalah model-model abstrak yang kenyataannya lebur pada beberapa kasus. Lalai memberi beberapa komentar standar khas moralis atau pintasan alkitab. Menjalin hubungan dengan China bukan penaklukan, tapi pertukaran di mana Eropa memerankan utama karena ia adalah pembawa agama sejati. Kircher pergi ke China bukan untuk menemukan sesuatu yang berbeda, tetapi menemukan hal yang sudah ia ketahui. China lebih unggul dari Eropa sejauh menyangkut keagungan hidup, prinsip-prinsip ertika, dan politik. Sedang Eropa unggul di ilmu-ilmu matematika abstrak dan metafisika. Saat itu Leibniz menyimpulkan bahwa kalkulus memiliki landasan metafisis karena mencerminkan dialektika antara Tuhan dan ketiadaan.

Hieroglif dianggap sebagai simbol-simbol inisiasi. Simbol-simbol bersifat inisiatoris karena dibungkus dalamteka-teki yang tak tertembus dan tak terbaca untuk melindunginya dari keingintahuan yang malas dari orang-orang banal. Seluruh hieroglif menunjukkan sesuatu tentang dunia alamiah yang senantiasa menghalanginya untuk menemukan jalur yang tepat.

Banyak lukisan yang tidak berbau ilmiah dan berbau dongeng, beberapa gambar dalam buku Geography karya Ptolomeus edisi tahun 1551 terasa ganjil, agak sureal memperlihatkan Kicher memberikan pengarahkan kepada penggambarnya berdasarkan informasi yang dia terima seperti Marco Polo dan pengelana lain.

Apa arti antropologi budaya yang sehat? Tidak ada aturan untuk penafsiran sebab salah tafsir pun membutuhkan aturan. Menurut Eco ada kriteria intersuvjektif untuk mengatakan jika suatu tafsiran adalah tafsiran yang buruk maka masalah utama bukan pada aturan-aturan melainkan dorongan abadi di dalam diri kita yang mengira bahwa aturan-aturan kitalah yang paling bagus.

Hipotesis Epicurean menyatakan bahwa setiap bangsa menciptakan bahasanya sendiri untuk menghadapi pengalamannya sendiri. Hipotesis Sapir-Whorf menyatakan bahwa bahasalah yang memberi bentuk kepada pengalaman kita terhadap dunia. Oleh D’Alembert pada awal Encyclopedie, “Beberapa di antaranya bermuara menuju pusat yang sama; dan karena berangkat dari hulu yang sama mustahil untuk mengikuti semua cabangnya sekaligus pilihan itu ditentukan oleh hakikat roh-roh yang berbeda.”

Karena secara lingustik sulit untuk menunjukkan bahwa ada hubungan di antara kata-kata dan esensi benda-benda (paling tidak karena pluralitas bahasa), jalan yang diikuti para monogenetisis tidak berbeda jauh dari para etimolog fantastis masa lalu yang dikepalai oleh Isodore dari Seville.

Kesepakatan antara akal, wahyu, dan semua tradisi manusia ini menggambarkan suatu kemapanan sehingga hanya dapat disangkal oleh kata-kata. Para penyair dapat menemukan metafora yang ulung untuk menamai fenomena yang fundamental bagi pengalaman manusia. Setiap bahasa memiliki kejeniusannya, suatu kejeniusan yang unik, oleh karena itu kita harus menyisakan gagasan apa pun mengenai komposisi, mengenai formasi serampangan, dan mengenai konvensi yang mendahuluinya.

Ada catatan lucu bahwa Marco mempunyai gambaran unicorn dalam pelayarannya, dikiranya melihat benar makhluk itu, padahal yang dilihatnya Badak Ujung Kulon. “Apa yang disebut kemurahan hati dalam perhatian mereka lebih menyerupai permainan yang dimainkan anjing dan tikus.”

Bahasa adalah setua dengan bangsa penuturnya. Buku ini kubeli tahun lalu, saat pre-order. Baru kubaca bulan lalu, menumpuk sama daftar lainnya. Sangat menyenangkan, sudah punya In the Name of Rose, tapi malah buku ini dulu yang kutuntaskan. Tipis, keren. Betapa rumitnya proses terbentuknya bahasa, jadi bertanya-tanya sejak mula bagaimana Adam berkomunikasi dengan Tuhan, jadi malah penasaran, akankah saat Adam turun ke Bumi adalah anugerah, sebab di Surga yang serba enak malah tak memajukan pikir? Yah, semacam itulah. Bahasa sungguh tak sesederhana yang kita ucap.

Menghasilkan komunikasi khayalan. Cara mengidentifikasi bahasa yang benar-benar khayali. Wah, malah kepikiran sejarah manusia. Ilmu yang meliar, menggila. Cocok banget judulnya, … dan kegilaan!

Bahasa dan Kegilaan | by Umberto Eco | Diterjemahkan dari Serendipities: Language and Lunacy, Columbia; University Prees, New York; 1998 | Penerjemah Saut Pasaribu | Penyunting Prima Hidayah | Penata letak da nisi Koverboi | Gambar sampul Istimewa | ix, 153 hlm.; 12 x 18 cm | Cetakan pertama, Agustus 2019 | ISBN 978-623-90721-5 | Skor: 5/5

Karawang, 231020 – Edith Piaf – La vien en Rose (1946)

Gajian Day

Sebuah Tafsir Tentang Waktu

Mimpi-Mimpi Einstein by Alan Lightman

Bila matahari cerah, berenang tentu asyik, meski berenang kapan pun tetap asyik.”

First thing first story. Secara cerita buku ini mengecewakan, intinya kurang gereget, hanya labuhan khayal sang ilmuwan yang acak dan tak jelas. Terlihat samar, mencoba merumitkan diri. Ini fiksi sehingga Alan Lightman harusnya punya kreasi bebas untuk melalangbuanakan bualan, sayangnya inti yang coba disampaikan tak jelas. Sepenggal masa-masa tahun 1905 di mana Einstein muda mengajukan tulisan terkait teori waktu, menjadikannya patokan utama, benang merah, dari seratus halaman, sejatinya hanya bagian interlud yang menjadi realitas yang menyenangkan dilahap, sayangnya yang namanya interlud ya sesekali saja muncul. Sementara sebagian besar hanya pecahan kejadian yang bebas dan tak beraturan. Tak kuat secara cerita, tapi memang dasarnya seperti puisi, semua bebas disenandungkan, keras, berisik, dan merdeka. Namun melelahkan sekali…

Orang-orang yang relijius memandang waktu sebagai bukti adanya Tuhan. Tak ada yang tercipta sempurna tanpa adanya Sang Pencipta. Tak ada yang universal yang bersifat ketuhanan. Semua yang mutlak adalah bagian dari Yang Mahamutlak. Di mana ada kemutlakan di situlah waktu berada. Karena itulah, para filsuf menempatkan waktu sebagus pusat keyakinan mereka. Waktu adalah pedoman menilai semua tindakan. Waktu adalah kejernihan untuk melihat salah atau benar.

Jika masa silam berakibat tak menentu pada masa kini, tak usahlah terlalu merenungi masa lalu. Dan, jika masa kini hanya berakibat kecil saja bagi masa depan, tak perlulah terlalu membebani tindakan saat ini. Setiap tindakan adalah salah satu pulau dalam waktu, yang harus dinilai terpisah. Jika orang tidak memiliki ambisi di dunia seperti ini, ia tidak menyadari kalau ia menderita. Jika berambisi, ia tahu bahwa ia menderita, tetapi penderitaan itu berlangsung sangat lambat.

Tentang dunia yang akan berakhir. Umatnya menghitung mundur, dari setahun, sebulan, seminggu, sehari, sejam, semenit, sedetik. Dunia dengan satu bulan tersisa adalah dunia dengan persamaan hak. Semua gagasan masa akhir dipuaskan, dan terasa damai. Karena kehidupan masa silam tidak pernah bisa berbagi dengan masa kini. Setiap orang melekat pada satu waktu, melekat sendirian.

Tafsir waktu yang njelimet, dan memang hakikat waktu memilih jalannya sendiri. Jika waktu adalah anak panah, maka sasarannya adalah keteraturan. Masa depan adalah pola, penataan, kesatuan, sementara masa silam adalah acak, kebingungan, perpecahan, penghilangan. Beberapa orang mengatakan bahwa yang terbaik adalah tidak mendekati pusat waktu. Hidup adalah jambangan kesedihan, tapi adalah lebih terhormat untuk menjalaninya. Tanpa waktu tak ada kehidupan.

Kenangan, ingatan, pori-pori samar apa itu dunia maya yang berkelebat di kepala, di awang-awang. Tanpa ingatan, setiap malam adalah malam yang pertama, setiap pagi adalah pagi pertama, setiap ciuman dan sentuhan adalah yang pertama. Beberapa orang memutuskan untuk sama sekali berhenti membaca. Mereka meninggalkan masa lalu. Apa pun yang terjadi di hari kemarin, kaya atau miskin, terpelajar atau bodoh, congkak atau rendah hati, pernah kasmaran atau patah hati, tak lebih dari angin lembut yang menari-narikan rambut mereka… mereka melepas kemudaan dengan langkah tanpa beban. Merekalah orang-orang yang telah belajar untuk hidup di dunia tanpa ingatan.

Lantas apa artinya meneruskan masa kini bila seseorang telah melihat masa depan?

Merekalah orang-orang yang menghabiskan waktu untuk tidur dan berharap masa depan muncul dalam impian. Pada malam hari, orang-orang bermimpi tentang kecepatan, kemudaan dan kesempatan.

Salah satu tafsir tentang masa lahir bayi. Karena Hermione lahir kala senja bergulir maka kuketik ulang sahaja. Seolah prediksi, benarkan anakku anak seperti gagasan Einstein? Orang yang lahir saat matahari terbenam, menghabiskan separuh hidupnya dalam temaran malam, mempelajari kegiatan yang bisa dilakukan dalam ruangan seperti menenun atau membuat jam, membaca banyak buku, menjadi intelektual, makan sangat banyak, ngeri terhadap kegelapan di luar, mendekap bayang-bayang.

Waktu begitu berharga. Kehidupan adalah satu peristiwa dalam satu musim. Kehidupan adalah satu butiran salju. Kehidupan adalah satu hari di musim gugur. Kehidupan adalah bayangan yang bergerak secepat pintu yang ditutup. Kehidupan adalah gerakan singkat lengan dan kaki.

Di dunia tanpa masa depan, setelah kekinian adalah kehampaan, orang-orang beruntung pada masa kini bagai bergelayut pada tepi tebing.

Jadi, konfliklah yang menjaga harapan kita. Beberapa orang merasa takut meninggalkan saat-saat yang membahagiakan. Mereka memilih berlambat-lambat, berjingkat melintasi waktu, mencoba mengakrabi kejadian demi kejadian. Yang lain berpacu menuju masa depan tanpa persiapan, memasuki perubahan yang cepat dari peristiwa-peristiwa yang melintas.

Begitu kecilnya ketidaksinambungan waktu, maka satu detik bisa diperbesar dan diurai menjadi seribu bagian, dan tiap bagian menjadi seribu keping lagi. begitu kecilnya ketidaksinambungan waktu, maka jarak antarsegmen sama sekali tidak terlihat. Tiap kali waktu berputar, maka dunia baru tampak sepeti yang lama.

Waktu juga diukur berdasarkan detak jantung, irama kantuk dan tidur, rasa lapar, datang bulan bagi perempuan, masa kesepian. Waktu hadir, tapi tak bisa diukur. Teori waktu sebegitu mustahilnya sampai mungkin saja justru akan berhasil. “…Saat terkenal nanti, kau akan teringat bahwa kau pertama kali menjelaskan padaku, di perahu ini.

Bagian interlud yang bagus itu berkisah Einstein bersama sahabatnya Besso. Tentang makan malam, dan beberapa cuplikan sederhana kehidupan rumah tangganya bersama Mileva dan anaknya. Keseharian di Zurich, menikmati senja di Sungai Aare, menatap Alpen, menelusuri jembatan Nudegg, mendengar gemericik air di Pancuran Zahringen di Kramgasse, kehidupan manusia di Spitalgasse, kunjungan ke Berne, jamuan makan di Hotel San Murezzan di St. Moritz, sampai aura reliji di menara Katedral St. Vincent. Semuanya adalah potongan-potongan, seperti mimpi yang samar, dunia berlandas asas perkiraan.

Ruang dan waktu adalah apa yang kita sebut sebagai ‘konstanta universal’. Salah, Einstein menjawab, kecepatan cahaya-lah yang merupakan konstanta universal, sesuatu yang dipakai untuk mengukur segala hal lain. Kita semua bergerak, sepanjang waktu, dan semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin ‘melambat’ gerak waktu, dan ruang pun semakin mengerut.

Cerita masa lalu menentukan jati diri manusia. Cerita dari masa depan menentukan harapan. Dan kemampuan manusia untuk memasuki narasi-narasi tersebut lalu menghayati cerita-cerita, demi membuat narasi-narasi itu menjadi nyata, adalah yang memberikan makna pada kehidupan.

Buku ini sudah berkali-kali masuk daftar incar. Berbagai kover sudah kulihat, setelah bertahun-tahun akhirnya kumiliki edisi cetakan kesepuluh dengan kover kuning mentereng. Penerjemahnya adalah Penulis Raden Mandasia yang terkenal itu. Saya tak terlalu banyak komplain terkait alih bahasa, karena memang rerata bila dikerjakan dengan serius hasilnya bagus. Kembali di kalimat pembuka, yang utama adalah cerita, dan Mimpi-Mimpi Einstein ceritanya kurang OK, mencoba bermewah kata, menawarkan syair-syair puisi kehidupan masyarakat di sekitar pegunungan Alpen. Mimpi-mimpi itu pada akhirnya menghancurkan diri sendiri sekaligus mengekalkan-dirinya-sendiri.

Karena satu-satunya hal yang bisa menghancurkan sebuah mimpi adalah dengan mendapatkannya. Mending sekalian baca kumpulan puisi. Nah!

Mimpi-Mimpi Einstein | by Alan Lightman | Diterjemahkan dari Einstein’s Dream | KPG 901 12 0575 | Cetakan pertaman, Juli 1999 | Cetakan Kesepuluh, Juli 2012 | Penerjemah Yusi Avianto Pareanom | Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) | Penyunting Candra Gautama, Sri Sutyoko | Perancang sampul B. Esti W.U. | x + 137 hlm,; 13.5 cm x 20 cm | ISBN 978-979-91-0481-6 | Skor: 3/5

Karawang, 221020 – Bee Gees – To Love Somebody

Thx to Vide Buku, Yogya

Legenda Seniman Senen

…Oh, Film by Misbach Yusa Biran

“… I bukan antiseni dan mutu. Dengan suka ati I sedia masukan seni dalam my picture, asal bisa laku! You seniman, orang pinter, tentu you paham I punya maksud semua…”

Buku tipis yang sebenarnya bisa cepat diselesaikan baca, tapi saya baca santuy jelang tidur. Saya bacakan untuk Hermione satu atau dua bab setiap beberapa malam. Ini adalah buku rekomendasi Sherina Munaf dan berkali-kali cari di Gramedia Karawang nggak ada, maka saat ada yang jual daring, langsung kusambar. Buku yang sejatinya biasa, hanya bercerita kehidupan seputar orang-orang film di Senen, dari sudut pandang para jelata mengais rupiah hanya untuk sekadar bertahan hidup dari bulan ke bulan. Kisah apes yang mengelilingi para kuli film. Judulnya tentu pas sekali, … oh, film!

#1. Berliku-liku ke Bintang

Dibuka tentang Anwar yang menjalani banyak profesi/peranan dalam film, tapi hanya pada kata hampir memegang banyak peranan. Dari bandit, penyanyi, pesuruh, reserse, kepala polisi, dll. Anwar pemalas, sekolah rakyat tidak tamat, di usia 23 tahun, kerja serabutan. Pada akhirnya malah menjadi tukang parkir Gedung Kesenian, tapi ya pada dasarnya malas. Dan saat mendapat kesempatan main film, walau hanya figuran, ia berlatih keras. Namun pada akhirnya, batal jua. Latihan main film itu bagus sekali meningkatkan ketangguhan tukang jaga parkir mobil. Latihan tahan panas, tak gampang bosan, dan tahan dibentak-bentak.

#2. Ke Luar Negeri

Ke luar negeri bagi orang tua, artinya naik haji saja ke Arab berarti, padahal untuk Hasan yang ingin belajar film yang dituju ya Paris, London, dan kota besar lainnya yang menyuguhkan seni. “Seni? Apa itu? Masa belajar yang begitu saja harus keluar negeri?” kata ayahnya. Di Pasar Senen saat ngumpul sama genk, ujaran ke luar negeri itu dijadikan bahan ketawa saat bahas cita-cita. Nantinya apapun yang diambil kesempatan menjalani kehidupan, mereka akan rindu ngopi dan kue putu di Senen ini bersama kawan-kawan seperjuangan.

#3. Bir, Oh Bir!

Reymond Nestapa, seniman dengan pose rambut acak-acakan, penampilan berantakan. Nama aslinya adalah Ramin, orang tuanya hanya berharap ia menjadi juru tulis kelurahan, malah khatam Al Quran dua kali, lalu ke kota yang menciptanya gaul. Lalu ke ibukota, kenal penyair dan jadilah seniman. “Ah… betapa tenangnya langit, mengapa orang bisa tidur di malam berbintang terang seperti ini?”

#4. Bung Close Up

Tentang Imam Kromo yang kesal setiap dipanggil Bung Close Up, sebab ia punya riwayat tak menyenangkan tentang sebuah peran dalam film yang menjanjikan ia tampil close up (CU) lima kali, saat syuting ia begitu bangga dan senang sekali dipanggil itu, faktanya ketika film ‘Satu Jam Kemudian’ tayang adegan yang menampilkan wajahnya kena potong. Jadi, ada kemarahan saat panggilan itu terlontar, tak segan dijotos!

#5. Bintang Film Baru dan Punya Bakat

Emir Sola, nama aslinya Amir dari Solo redaktur yang menjanjikan menampilkan wajah Badri si bintang film baru yang punya bakat, nyatanya Emir malah menulis nada kurang bagus di korannya, Badri yang dari Banten dan bisa bela diri membuat ketar ketir juga, mengancam bacok. Biografi singkat Badri yang salah data pula, ia tertulis dari Bandung! Bakal kena bacok nggak ya? “Saudara kan anak Banten juga, aku harap bisa menolong.”

#6. Maaf, Saya Bukan Sombong

Macan Ketawa” studio film yang terkenal karena kualitasnya karena cerita dan pemain yang dipilih tak sembarangan, mendapat kesempatan main di sana adalah sebuah anugerah untuk menaikkan karier. Amir yang ngebet pengen dapat peran, sering-sering main ke sana, dapat peran kecil-pun tak apa. Si Amir sombong dong, ketika akhirnya dapat, pamer kata sama teman-teman di Pasar Senen.

#7. Samad Filmo Starno

Samad punya nama beken mentereng. Pertentangan produser yang melihat proyek sebagai untung-laba versus sutradara idealis yang mementingkan kualitas ketimbang tiket yang terjual tentu sudah ada sejak lama, sekarang, dan akan datang perdebatan akan ada. Sang bintang Samad yang sudah kadung menyombongkan diri sama teman-teman bakal muncul di film Kecil-Kecil Cabe Rawit mendapati kecewa sebab adegannya kena potong. “Dan apakah saya masih anggota Parfi? Kan sebenarnya saya sudah main film.”

#8. Maaf, Harap Supaya Halaman 22-23 Dianggap Tidak Ada

Jupri yang fotografer asal-asalan tentu bangga saat ada seorang asing menyebutnya professional, kenalan dan foto-fotonya dijanjikan muncul di media. Apes, pemuda brewokan danger itu bernama Brotowali. “Saya akan banyak membutuhkan pertolongan Saudara Wartawan.” Jupri yang menjawab gampang-gampang mulu akhirnya menanggung ancaman, dan harus meminta maaf yang dimuat di majalah edisi berikutnya.

#9. Interviu Bintang Film

Ramli harus wawancara bintang baru Zus yang terkenal galak dan cerewet. Sang Aku diajak menemani karena agak takut. Setiap wawancara si bintang kelihatan dodolnya, si Ramli banyak mengoreksi seperti bacaan Zus apa? Ga jelas. Maka disebutkan nama-nama John Steinbeck, Gore Vidal, William Sayoran, Faulkner, O’Hendy, Gogol, dst. Si Zus yang nggak paham, iya iya saja, asal image cerdas dan bagus yang didapat. Yah, gmana sih!? Cantik bodoh.

#10. Cara Bikin Cerita Film

Penulis cerita, sutradara, produser, sampai bintang film semua memiliki kepentingan. Semua film yang dibintangi Johan laku, kualitas nomor sekian yang penting untung. Diskusi panjang lebar keempatnya menarik, yang jelas yang bikin cerita yang sejatinya mumet sebab harus menuruti banyak usulan yang pada akhirnya kualitas lagi-lagi dibanting. “Habis mau pigimana lagi?”

#11. What is Really Good Picture for Me

Dakhlan yang menulis scenario berhari-hari, berlembar-berlembar, berjuang begitu keras demi cerita bermutu. Sang Aku menemaninya ke studio setelah jerih payahnya, sayang dihargai murah dan ceritanya terlalu berat. Saya kira kalau hanya sekadar mengetik saja scenario yang Cuma enam puluh halaman itu pun tiga hari sudah selesai. Yang lama adalah bermenung-menungnya. Naskahnya ditolak! “… kalau kita ingin mancing ikan, tentu kita harus menaruh umpan yang ikan doyan, bukan yang kita sukain to…”

#12. 2-0-1-1 Potongan Rambut Eddie Polo

Kenal Eddie Polo? Tidak? Saya juga. Ia adalah frame idola masa 1932-an yang dijadikan patokan tukang cukur, model paling ikonis kala itu. Tukang cukup di kampung Mang Jen melaksanakan tugasnya, Cep sang aku diminta cukur sama ayahnya. Sambil ngobrol ngalor-ngidul, pangkas rambut berjalan lancar dan betapa kesalnya Cep. Model apaan ini? “Yang pantas berambut gondrong Cuma professor dan orang gila saja.”

#13. Kacamata Siapa?

Lucu. Di kala itu untuk beli kacamata saja harus nabung, kaca mata second pula. Model hitam dengan style Hollywood. Badrun mengidolai Lee Straberg, memandangi gambarnya dengan antusiasme buta. Rol peran yang diperankan Badrun adalah bandit, dengan kaca mata hitam ia pun turut pula saat premier di Art Theater. Sayangnya ia tak tampak jelas di film, makanya setelah selesai pemutaran banyak penonton tak mengenalnya, ia pun akting spontan ‘kacamata siapa?’ dan apesnya kacamata loakan itu diaku orang. Hahaha…

#14. Oom Yan: “What is Eigenlijk een Mooie Film”

Ini kisah tentang orang bergaya, orang intelek sok Barat ala Belanda. Kalau film nggak kualitas luar negeri mending nggak. Selektif, idealis. Ada lokal yang jadi patokan kualitas, film Tiga Sekawan. Maka Yuli ingin mengundang beliau, dengan susah payah. Film Kasih Mesra ternyata tak bisa memuaskannya. Memang sulit memuaskan orang special.

#15. Wartawan Film

Darwis yang mengaku wartawan film, mengajak aku untuk melakukan wawancara. Setelah dinasehati ayahnya ketika merantau jangan dekat-dekat wartawan atau petugas pajak, ia terpaksa membantu temannya, inikah hanya wartawan film, dalam benaknya. Ramli yang jatuh hati sama bintang film baru Zus, mengaku orang penting media. Maka ketika kesempatan wawancara ia pun berjanji memuji dan memuatnya. Sang aku hanya menemani, juga meminjami duit si wartawan kere. Bukan saja untuk ongkos perjalan ia bahkan berniat mentraktir si bintang baru. Si Aku dijanjikan separuh uang komisi, tapi ini kisah apes.

#16. Dulu

Penutupnya paling selow, cerita masa lalu para seniman Senen. Bagaimana mereka melewatkan masa lalu dengan kenangan seru, yang pahit jadi seru ketika diungkit bareng dengan kopi dan teman lama. Pak Uyung yang cerita pengalaman bikin film, Pak Hasan dengan pengalaman memancingnya, ‘Lioooong….’

Kisahnya lebih sederhana dan membumi, ini buku berdasarkan pengalaman sang penulis yang berkecimpung di dunia film sejak 1954 sebagai anggota PERFINI. CV filmnya sangat banyak, jasanya dalam seni di Indonesia tentunya melimpah. Tahun 2008 beliau menerima Bintang Budaya Parama Dharma, bintang tertinggi dari Pemerintah RI di bidang budaya.
Kalau tak perlu betul janganlah kau dekat-dekat dengan pegawai pajak atau wartawan, apalagi membuka mulut sembarangan di depan mereka.

…Oh, Film | by Misbach Yusa Biran | KPG 224-2008-82-S | Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) | Cetakan pertama, 1973 oleh Pustaka Jaya | Cetakan pertama edisi tambahan, September 2008 | Penyunting Candra Gautama | Perancang sampul Rully susanto | Penataletak ledham Fitrianjaya Nugroho | ix + 149 hlm.; 13 x 19 cm | ISBN-13: 978-979-91-0128-0 | Skor: 4/5

Karawang, 221020 – Stan Gets & Astrud Gilberto (Cover by Elise) – The Girl From Ipanema

Thx to Lumbung Buku, Bandung

Berarti Banyak yang Perlu Dijelaskan

Koleksi Kasus Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle

“… Aku tak suka bicara panjang-lebar ataupun mengungkap jalan pikiranku sementara sebuah kasus masih dalam penanganan…”

Di halaman utama buku saya selalu menulis nama saya, waktu beli, di mana, dan ada momen/sama siapa. Saya menulis: ‘Lazione ‘2005 s: GnR In Study’s Scarlet’ yang seingatku saya beli buku ini akhir tahun 2005 di Gramedia Slamet Riyadi sama Dian yang suka band Gun n Roses, saya membelikan pula dia buku pertama Sir Arthur: Study in scarlet yang menurutku sungguh wow. Harga buku ini lima belas tahun lalu adalah 27 ribu rupiah.

Saya sedang membaca ulang beberapa buku lama, saya pilih pilah yang terkesan dan belum kuulas. Seingat saya, buku Sir Arthur baru satu yang kuulas di blog, makanya seminggu lalu entah refleks ambil buku ini di rak. Saya sudah khatam semua kisah Sherlock, dan membaca ulang malah menelusur kenangan, dan ingatan saya di Koleksi Kasus ternyata nggak kuat nempel, hanya beberapa yang klik, kebanyakan lupa tentang apa. Makanya terasa fresh lagi. say abaca buat selingan baca non-fiksi tentang filsafat yang bikin kerut kening making banyak.

#1. Kasus Klien Penting

Tentang sebuah cinta buta Miss Violet de Merville ke penjahat kelas kakap yang berkedok sopan, memang tampan dan kaya, tapi ia punya kasus berat pembunuhan istirnya. Baron Aldelbert Gruner dari Austria datang ke Inggris dan menebar pesona, putri Jenderal de Merville terobsesi olehnya, segala rupa usaha dicoba tapi tak ada hasil, maka sang Jenderal meminta tolong ke Holmes menggagalkan pernikahan. Dengan buku harian sang Baron berjudul ‘Jiwa-jiwa yang Telah Kuhancurkan’ yang disimpan di rumahnya, Sherlock mencoba adu cerdik. Mengirim Dokter Watson dengan dalih menawarkan piring keramik langka dari China, dan kasus ini ditutup dengan tirai keren di Baker Street. “Cepat atau lambat upah dosa pasti akan tiba. Tuhan tahu, dosanya bertumpuk.”

#2. Kasus Prajurit Berwajah Pucat

Setiap keluarga punya rahasia yang tak bisa diutarkan kepada orang lain, walaupun orang itu bermaksud baik. Sampai halaman akhir, saya masih bertanya kasus apa yang mencipta sang korban yang membuatnya disembunyikan. Haha… tentang James Dodd, mantan tentara perang Boer yang kebingungan karena teman seperjuangan yang ‘hilang’. Dia melakukan tindak kriminal, dia menjadi gila, atau dia menderita suatu penyakit yang mengharuskannya disembunyikan? Jadi setelah perang berakhir ia mencoba menghubungi sobatnya Godfrey, dari ayahnya Kolonel Emsworth, ia diberitahu sang anak pergi dari rumah tanpa kejelasan status dan tujuan. Padahal saat berkunjung ada tanda-tanda keberadaan sobatnya, makanya ia mendesak ada kasus apa sejatinya? Di Tuxbury Old Hall yang terpencil, Holmes dengan santuy mengungkap sisi tersembunyi itu, membawa dokter spesialis yang sudah disiapkannya. Mantab Bang. “Saya memang telah melatih diri untuk mengamati apa yang saya lihat…”

#3. Kasus Batu Mazarin

Perampokan berlian senilai seratus ribu pound. Holmes memasang boneka dirinya di dekat tirai jendela agar dikira dirinya ada di rumah. Ia diancam dibunuh oleh Merton, yang menjadi komplotan penjahat, kalau sampai menangani kasus ini. Musuhnya kali ini Count Sylvius yang jago tembak, ia datang ke Baker Street, Sherlock membuka kartu kejahatannya, tinggal satu pertanyaan penting di mana berlian itu? Dengan cekatan dan silat lidah penuh tipu, ia meringkus para penjahat. “Karena otakku akan lebih tajam kalau perutku kosong…”

#4. Petualangan Rumah Beratap Tiga

Tentang cinta yang kandas dan upaya mencegah draf memoar aib terbit. Di sini Sherlock lagi-lagi diancam agar tak mengambil kasusnya. Pria negro jago pukul bernama asli Steve Dixie, ia mendapat perintah dari Barney Stockdale, tapi iapun juga dapat instruksi lagi. ini tentang kasus di Gedung Beratap Tiga, Harrow Weald. Kisahnya mbulet panjang, karena Mary Maberley yang mendapat penawaran aneh, rumahnya akan dibeli dengan harga sangat mahal lima ratus pound lebih mahal, berikut semua isinya. Sebagai janda, uang itu cukup untuk menghabiskan sisa umur dengan perjalanan, apalagi anak tunggalnya Douglas Maberley sudah meninggal dunia di masa perang. Namun karena kasus jual beli ini terasa janggal, ia meminta bantuan Sherlock. Kisahnya panjang karena di ujung kita bertemu dengan Isadora Klein, janda termasyur yang mencoba menggagalkan sesuatu. “Anda seorang gentleman dan ini menyangkut rahasia seorang wanita…

#5. Petualangan Vampir Sussex

Terdengar ganjil sebuah kisah deduksi menyeret vampir, makhluk penghisap darah. Namun dengan penjelasan runut dan detail kita akan maklum. Jadi kasus seorang ibu yang menghisap darah bayinya menjadi tenar dan menelisik otak Holmes. Ia memutuskan mengambil kasus ini sebab sang klien merasa frustasi. Tuan Robert Ferguson merupakan teman Watson, ternyata satu almamater main Rugby. Ia memiliki anak dari perkawinan pertama yang kini beranjak remaja, dan dari istri kedua memiliki bayi. Nah, istrinya yang biasanya penyayang tiba-tiba menjadi garang bak vampir. Dengan kunjungan Sherlock ke sana, masalah rumit ini langsung terbongkar dengan brilian dan tenang. “Kalau orang menyusun teori, orang akan menunggu dulu sampai informasinya lengkap, barulah menyebarluaskannya.”

#6. Petualangan Tiga Garrideb

Ini kasus keren banget, tapi malah dibuka dengan kata-kata kasus ini bisa dianggap komedi, bisa juga tragedi. Seorang lelaki menjadi gila, seorang lagi dihukum penjara, sementara Watson harus bercucuran darah. Garrideb di London menyurati Sherlock bahwa ia ditawari warisan besar dari tanah Amerika dengan syarat unik, mencari satu orang lain bernama Garrideb untuk mencairkan warisan, syarat tiga nama itulah yang aneh. Ia mendapati tawaran itu dari Garrideb dua dari Amerika. Nah, yang datang ke Baker Street adalah yang nomor dua, tapi ia memberi ancaman untuk tak ikut campur. Nah, tak berapa lama dari Aston mereka mendapati Garrideb tiga, maka kasus ini ditutup? Di mata Holmes, justru baru dimulai. Dan seperti di kalimat pembuka, malah merumit sebab melibat seorang residivis kakap dengan kasus peredaran uang palsu, dan mesinnya. “Dr. Starr yang baik hati, sampai sekarang namanya tetap dihormati…”

#7. Kasus Jembatan Thor

Lagi-lagi tentang cinta buta, kali ini melibatkan nyawa pergi sia-sia. Kasus pembunuhan Maria Pinto, istri Senator Neil Gibson, ia meminta bantuan Sherlock guna mengungkap kebenaran sebab seorang wanita cantik, baik hati, dan tak bersalah Miss Grare Dunbar terancam dihukum mati. Jadi malam pembunuhan itu, Grace sebagai guru les diajak bertemu dengan almarhum sebab ada percikan cemburu di sana, Grace sebagai orang terakhir yang bertemu tentu saja ditangkap, apalagi ditemukan pistol di lemari kamarnya. Di tangan Holmes, kasus rumit ini tampak terang benderang saat di TKP dan mengecek benda-benda tak bernyawa di sana, di sekitar jembatan Thor. “… Kita harus mencari hal-hal yang konsisten, kalau tak ada konsistensi, kita harus mencurigai tipu muslihat.”

#8. Petualangan Profesor yang Gemar Merangkak

Cinta buta sang professor yang mencoba melawan penuaan berakibat fatal. Ramuan yang diminumnya menjelma tingkah monyet dan hampir saja menyambar nyawanya. Ini adalah kalimat akhir yang pas untuk bilang kasus ini memang samar sedari mula. Trevor Bennett meminta tolong Holmes untuk memecahkan kasus calon mertuanya, professor Presbury yang mendadak galak dan melakukan hal-hal aneh berulang tiap malam, merangkak dan manjat pohon! Seolah-olah sisi baiknya telah diselubungi kegelapan. Dia mengira dapat memperoleh apa yang didambakannya kalau dia menjadi muda kembali. Jika orang berusaha melawan kodrat alam, dia akan menghancurkan dirinya sendiri. Orang yang berpendidikan tinggi pun akan menjadi binatang. “…Barangkali ada baiknya aku menulis artikel tentang peran anjing dalam penyelidikan.”

#9. Misteri Surai Singa

Ini kasus tanpa pembunuh (manusia). Surai di sini adalah efek sebuah racun yang mengerikan di perairan. Holmes yang pensiun menghabiskan hari tua di pantai, mendapati kasus pembunuhan terhadap Fitzroy McPherson, guru yang tinggal di Gable. Pemuda gagah itu suatu hari tersungkur di depan Sherlock dan Stackhurst, temannya. Sang korban mengucap kalimat terakhirnya, “Lion’s Mane – surai singa.” Apa gerangan yang dimaksud? Maudie yang cantik, kekasih korban lalu membuka beberapa fakta tersembunyi, seperti fakta bahwa ia sudah berencana menikah. Dan penyelidikan ini berakhir di tepi kolam. “Saya suka sekali membaca buku dan biasanya tak melupakan detail-detail yang say abaca. Kata-kata ‘Surai Singa’ mengganggu saya. Saya tahu saya pernah melihatnya, tapi entah di mana…”

#10. Misteri Penyewa Kamar yang Berkerudung

Mrs. Merrilow dari Brixton Selatan berkonsultasi pada Holmes dan Watson tentang penyewa kamar bernama Mrs. Ronder yang suatu malam berteriak ‘Pembunuh! Pembunuh! Kau binatang kejam, kau monster!’ Sang penyewa adalah pemilik sirkus yang memiliki singa Afrika. Orang-orang sirkus ditelaah, dan diamati satu per satu. “Di mana dia menyembunyikan tongkat berpaku lima yang merupakan bagian paling unik dan kreatif dari seluruh kisah Anda ini?”

#11. Misteri di Gedung Tua Shoscombe

Kisah menyembunyikan kematian sang kakak Lady Beatrice Falder, sebab bila kakaknya diketahui mati maka hartanya akan disita, dan ia akan mendapati kekurangan uang. Sir Robert Norberton adalah penjudi kambuhan, ia kini dalam masalah berat sebab utangnya menggunung dan diancam diseret kreditur. Kini harapannya ada di kuda Derby di pacuan semua dipertaruhkan. Ada misteri penting di gudang tua itu yang harus diungkap oleh sang pelatih kuda John Mason. Memancing dijadikan alibi, hahaha… dasar detektif kreatif. “Bagaimana kalau kami memancing di danau dekat Gedung Tua Shoscombe untuk mendapatkan ikan pike?”

#12. Petualangan Mantan Pengusaha Cat

Sang pemain catur yang cerdas melawan Sherlock yang lebih hebat lagi. penutup yang sangat keren. Adu cerdik! Josiah Amberley meminta tolong Sherlock untuk mengungkap Dokter Ray Ernest yang kabur membawa uang dan obligasinya, membawa serta istrinya saat ia menonton pertunjukan. Jadi Tuan Amberley yang menghabiskan masa pensiun menikah dengan wanita, 20 tahun lebih muda darinya, seluruh tabungan perjuangan masa muda kini dinikmati. Dan hobi main caturnya mengundang sang dokter yang dicurigai kepincut istrinya. Malam naas itulah, ia kehilangan uang dan istrinya. Seorang pastori Elman dari jauh daerah Essex mengirim telegram, bahwa ia mengetahui info penting tentang kasus ini, maka Watson dan sang korban ke sana. Deeer! Sang penjahat ada di dekat. Bersama Tuan MacKinnon dari Scotland Yard, Holmes mengungkap dalangnya. “Nada bicara Anda tak kalah sombongnya, Mr. Holmes. Tapi saya bisa memakluminya. Hasil kerja Anda patut mendapat acungan jempol.”

Ternyata ini masa-masa akhir Holmes yang pensiun. Jadinya masuk ke koleksi kasus. Beberapa kisah berulang, seperti Holmes yang sombong menunggu klien saat Watson sedang duduk lalu mendengarkan detail. Atau Watson yang seperti kita tak paham maksud Holmes bahwa kasus ini sudah jelas, padahal selubung belum dibuka. Atau bahwa Holmes selalu ingin di balik layar, orang-orang dari Kepolisian saja yang mendapat pujian. Atau Holmes yang hanya ingin menangani kasus unik, aneh, berat. Uang bukan masalah, justru ia tak tertarik menarik bayaran bagi jelata. Hebat. Keren. Takjub. Kebetulan saya sudah baca seri satu detektif karya Penulis Harry Potter. JK Rowling mencoba meng-copy gaya Holmes ke era masa kini. Belum bisa menandingi, tapi patut diapresiasi usahanya. Hal-hal yang paling rumit biasanya sangat bergantung pada hal-hal yang paling sepele.

Koleksi Kasus Sherlock Holmes | by Sir Arthur Conan Doyle | Diterjemahkan dari The Case Book of Sherlock Holmes | Dengan izin khusus dari Lady Conan Doyle | Alih bahasa Dra. Daisy Dianasari | GM 402 95.280 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Sampul David | Jakarta, Mei 1995 | Cetakan keempat, Februari 2002 | ISBN 979-605-280-6 | Skor: 5/5

Karawang, 201020 – Linkin Park – In The End

Kekosongan, Kecemasan, Kesepian

Teori Kepribadian Rollo May by Ina Sastrowardoyo

“… Apakah unsur utama di balik kegelisahan yang menghebat itu?”

Rollo May sangat menekankan eksistensi pribadi manusia. Cita-cita bukanlah murni keinginan sendiri, melainkan yang diperoleh dari orang lain; orang tua, atasan, guru dan pandangan umum lainnya. “Saya hanya merupakan suatu koleksi cermin, yang memantulkan keinginan orang lain.” Keadaan luar itu hanya merupakan gejala dari apa yang tersembunyi di bawah permukaan kehidupan bersama seluruh masyarakat.

Kehidupan kosong dapat terlihat dari manusia yang hidup seperti robot, tiap hari itu-itu saja yang dikerjakan tanpa gairah atau kegirangan seolah-olah dipantau oleh radar di kepala. Buku psikologi yang sangat bagus, dipadatkan dengan bagus dan dijelajah pengertian itu dengan sangat pas. Menjadikan penasaran lagi buku asli karya Rollo May, karena disini didedah dengan sudut yang mengagum. Sumbangan May, mendekatkan manusia kembali pada realitas kehidupan.

Sejarah psikologi pada dasarnya adalah sejarah filsafat akal budi. Filsafat dan psikologi akan selalu berhubungan karena keduanya mencari keterangan tentang fenomena manusia. Sartre ateis tulen bukan karena hal-hal metafisik, tapi keyakinan pada kebebasan manusia begitu besar hingga menurutnya agama apapun tidak benar, orang yang beragama tak memiliki kebebasan lagi. Sartre adalah penganut eksistensialisme paling terkenal. Konsep eksistensialisme menolak konsep sebab-akibat, dualisme anatara tubuh dan budi, serta perpisahan antara pribadi dan lingkungan.

Dengan kebebasan yang besar, mengapa manusia tetap merasakan kecemasan, alienasi, fobia, dan kebingungan lainnya? Ada dua hal, pertama dan paling jelas adalah kebebasan untuk memilih bukan berarti pilihannya itu selalu benar dan bijaksana. Kedua manusia berkodrat untuk mentransendenkan trauma, kesakitan, dan penghinaan yang dirasakan pada waktu yang telah lewat. Namun satu hal yang tak bisa ditransendenkan adalah rasa bersalah.

Kausalitas sama sekali tidak memiliki relevansi dalam tingkah laku manusia, motivasi dan pengertianlah yang menjadi prinsip operasional dalam analisa tingkah laku eksistensial.
Kata Straus (1963), “Manusia yang berpikir bukan otaknya.” Di balik fenomena terletak sesuatu yang menyebabkan fenomena itu terjadi. Psikologi eksistensial curiga pada semua teori, karena teori berpretensi bahwa sesuatu yang tak dapat dilihat dapat mengakibatkan yang dapat dilihat, sedang untuk fenomologi hanya yang dapat dilihat atau dialami sendiri disebut realitas.

Temporalitas menunjukkan berkembangnya dunia dalam sejarah hingga manusia memiliki masa lalu, masa kini, dan masa sekarang. Tiap fenomenon tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan yang sudah lalu dan yang akan datang. Manusia adalah totalitas dari sejarahnya, waktu kini dan kemungkinan-kemungkinan di masa datang dalam hubungannya dengan dunianya. Perasaan tidak berdaya atau tidak memiliki kekuasaan sama sekali adalah akar dari kekerasan yang timbul di zaman sekarang. Masyarakat membuat situasi tanpa kekuasaan, disebut pseudo ketidaktahuan sebagai sesuatu kebajikan, karena masyarakat sudah terbiasa memberi konotasi negatif terhadap pengertian kekuasaan. Kekuasaan selalu dihubungkan dengan aggressor dan korbannya.

Kebenaran hanya mempunyai arti bila diterapkan pada subjektif tertentu. Kebenaran yang berarti hanya mungkin disampaikan indirect, tidak pernah secara langsung, karena kebenaran itu timbul dari pengalaman eksistensial pribadi tertentu. Freud bilang, bahwa sadar yang selama ini diabaikan ternyata memiliki potensi yang sangat kuat dalam memengaruhi tingkah laku manusia. Kegunaan utama psikoanalis adalah menterjemahkan bahasa bawah sadar ke bahasa kesadaran. Timbulnya represi, akibat represi adalah frustasi jiwa, akibat frustasi jiwa adalah neurosis.

Seorang ekstrovert adalah tipe individu yang kehidupannya dikuasai aktivitas yang berorientasi ke luar dirinya. Bisnisman atau prajurit, tekanan diletakkan pada aktivitas. Introvert tipe individu yang berorientasi pada data-data subjektif, seperti penyair, filosof, dan pecinta ilmu pengetahuan dalam penelitian. Jung bukan membuat garis demarkasi yang ketat, tiap manusia mempunyai kecenderungan, pemisah keduanya diberikan sebagai kerangka referensi yang memberi bantuan pada penilaian secara umum. Justru Jung merupakan psikoterapist yang paling keras menekan individualitas.

Diri ini oleh Aristoteles disebut ‘entelecheia’, hal-hal yang unik sesuai kodratnya. Jung menyebut tiap manusia membawa di dalam dirinya bentuk hidup masing-masing yang tak pernah bisa diganti orang lain. Secara teoritis, tak ada satupun pengalaman yang hilang, semua disimpan di dalam bawah sadar itu, meskipun sudah lama dilupakan. Mengingat kembali serta melupakan sesuatu adalah juga unsur-unsur bawah sadar. Jadi bawah sadar adalah gudang yang sangat besar berisi segala macam sifat-sifat psikis seperti ketakutan, harapan, keinginan, dan bermacam-macam kecenderungan naluri.

Putusan-putusan penting dalam kehidupan seseorang lebih didasarkan pada naluri dan lain-lain sifat misterius yang terdapat di bawah sadar, jadi bukan semata pada kesadaran, keingingan atau akal budi. Fungsi konselor adalah membantu lagi untuk mendapatkan keberanian untuk menjadi dirinya sendiri, juga membantu pasien dalam menerima dengan senang hati tanggung jawabnya terhadap masyarakat.

Orang yang memiliki kesulitan dengan masyarakat dianggap berpola pikir menyimpang, atau sebaliknya orang yang berhasil dalam masyarakat dianggap telah bisa mengatasi kesulitan-kesulitan hidup. Satu ciri khas neurotik adalah ketidakmampuan menyesuaikan dirinya dengan orang lain. Orang yang seperti ini jelas akan merasa kesepian, terisolasi, dan bagai prajurit yang seorang diri mempertahankan daerahnya di puncak gunung es.

Pada dasarnya rasa bersalah dan perasaan ditantang adalah dua sisi dari benda yang sama. Rasa bersalah adalah persepsi tentang suatu jurang yang harus diloncati. Seperti Adam yang memakan buah dari pohon ‘pengetahuan akan baik dan buruk’, yang melambangkan lahirnya kemampuan untuk melihat perbedaan baik-buruk, Adam merasa bersalah dan malu.

Maka rasa bersalah bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan sebagai sikap yang memalukan, perasaan itu bahkan bukti akan kemampuan-kemampuan manusia yang begitu luas, serta bukti akan besarnya nasib yang diharapkan ke depan manusia. Kebutuhan dasariah adalah kebutuhan akan menanggulangi rasa lapar, memenuhi akan cinta, keamanan, harga diri dan sebagainya. Kebutuhan meta adalah kebutuhan akan keadilan, kebaikan, keindahan, keteraturan, dan lainnya. Kebutuhan dasariah adalah pemenuhan yang kurang sedang meta adalah kebutuhan untuk mengembangakn diri. Dasariah harus segera dipenuhi dan dapat diberikan urutan yang mana yang terpenting terlebih dulu, sedang kebutuhan meta sama kuatnya tidak terdapat hierarki tertentu. Sama pentingnya, bila tak terpenuhi individu bisa sakit.

Keacuhan dan sikap masa bodoh adalah senjata ampuh menghadapi frustasi.

Publik adalah otoritas utama, dan otoritas utama ini terdiri dari banyak individu. Pada hakekatnya kita takut pada kekosongan kolektif kita bersama. Kesepian ini dirasakan sebagai suatu perasaan ‘berada di luar’ atau tidak diterima, terisolir, dan dengan kata lain ter-alienasi. Menurut Andre Gide, banyak orang takut akan menemukan bahwa mereka itu berdiri sendiri akibatnya mereka tidak dapat menemukan dirinya sendiri.

Secara kiasan dapat dikatakan bahwa ketakutan itu adalah ketakutan dengan maut, simbol terakhir dari kesepian. Pada masyarakat primitif, seseorang bila dihukum pengucilan lebih senang memilih maut, karena begitu putus asa. Beda sama ketakutan, kecemasan adalah rasa akan bahaya yang tak tampak dan tak jelas yang membuat manusia kehilangan kesadaran akan realitas sehingga tak mengetahui apa yang harus dilakukannya.

Semester yang ingin dikemukakan dalam buku ini, yaitu kebutuhan manusia akan kesadaran dirinya. Sisi hidup ini yang pasti adalah kita maju terus, kita tak mungkin kembali lagi, manusia sekarang merupakan generasi yang tidak dapat balik, meski di depan kita akan ada badai dan bahaya lain, tidak ada pilihan lain selain maju terus!

Tak ada perbedaan antara hewan dan manusia yang baru lahir, keduanya merupakan kesatuan dengan rahim yang memberi hidup. Sekitar usia empat tahun, barulah tampak perbedaan perkembangan pada diri anak, perkembangan radikal yang terpenting adalah lahirnya makhluk manusia menjadi pribadi. Sebuah kesadaran diri inilah ciri unik manusia, kemampuan untuk melihat diri sendiri dari jauh, seolah dari luar diri sendiri. Untunglah proses bayi menjadi dewasa cukuplah lama dibanding organisme lain, mematangkan manusia untuk tugas itu. Hewan tak mampu mengalami hal ini, dan otomatis pula hewan tak terlanda perasaan frustasi yang mengganggu. Dan kesadaran diri inilah kemampuan tertinggi manusia, kemampuan yang mendasari pikiran manusia dalam membedakan ‘aku’ dengan dunia luar.

Manusia bisa berpikir secara abstrak, dapat berpikir tentang keindahan, penalaran, kebaikan… dan perasaan empati untuk merasakan penderitaan orang lain. Memikirkan diri sendiri sebagai suatu pribadi tersendiri saja, merupakan satu pengalaman kesadaran diri. Manusia mengalami dirinya sebagai satu unit yang berpikir, berintuisi, berperasaan. Kesadaran diri adalah pengalaman unik, tak ada dua orang yang mengalami sama.

Kepuasan ini adalah tujuan manusia, bukan semata-mata kebahagiaan, karena kepuasan itu adalah emosi yang diperoleh dalam melakukan apa yang ditanamkan oleh semesta dalam ciptaannya yang disebut manusia. Tingkat tertinggi dalam perkembangan kodrat manusia. Kesombongan dan keangkuhan diri merupakan tanda manusia out kosong dan meragukan dirinya, penampilan sombong sering kali digunakan untuk menutupi satu kecemasan.

Seperti dalam lukisan yang baik, latar belakang merupakan bagian yang integral dari seluruh lukisan.

Kata Spinoza kebahagiaan bukanlah hasil dari tindakan berbuat baik, melainkan tindakan berbuat baik itu sendiri. Empati secara harfiah berarti merasakan ke dalam, adalah perasaan atau pengertian yang begitu mendalam antara dua orang sehingga terjadi identifikasi pada tingkat tertentu antara keduanya.

Apakah ada sesuatu di dalam tubuh dan batin manusia yang menjalankan dan mengontrol seluruh kegiatan manusia. Konsepsi yang paling populer adalah konsepsi tentang jiwa. Dalam religi makan konsepsi jiwa ini abadi dan kekal, bebas dan berasal dari Tuhan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan psikologi sebagai ilmu empiris yang menggunakan metoda positif idea tentang dewa dan lainnya ditolak. Tuhan tidak akan menipu ciptaan-Nya.

Terapis harus terbuka, tidak menyembunyikan diri dibalik topeng pemisah, terapis harus menemui kliennya dengan perasaan dan batin yang terbuka pula. Dalam Behaviorisme mengemukakan teori bahwa semua aktivitas manusia adalah reaksi otomatis terhadap stimuli dan bukan sesuatu yang berhubungan dengan kesadaran. May berujar bahwa konseling merupakan seni, yang dapat dikembangkan lebih besar dari seni lain misalnya melukis atau seni musik. Orang yang memandang objek seni, bahkan dapat mengidentifisir dirinya dengan objek seni itu.

Teori Kepribadian Rollo May | by Ina Sastrowardoyo | Penerbit Balai Pustaka | BP no. 3661 | Cetakan pertama, 1991 | 126 hlm.: Bibl.; 21 cm | ISBN 979-407-330-X | Gambar Kulit B.L. Bambang Prasodjo | Skor: 5/5

Karawang, 191020 – Fred Astaire – They Can’t Take Away From Me (1952)

Thx to Lumbung Buku

#September2020 Baca

Sastra Indonesia memang tengah bergeliat, sangat menyenangkan kita hidup di era serba digital. Di masa kini, buku-buku dengan mudahnya kita cari dan dapatkan. Bermodal android dan pertemanan di dunia maya, tinggal ketik di pencarian maka abracadabra, muncullah. Dalam dunia maya segalanya mungkin, seolah Tuhan berkata, “Fiat lux!” (jadilah terang), maka dalam hitungan hari buku yang dicari sudah bisa dinikmati. Setiap kemudahan sejatinya dibarengi dengan tikaman ancam, maka dunia kertas yang sudah seabad lebih menguasai pasar perbukuan kini dalam raungan alarm akan serbuan bentuk digital. Banyak yang sulit beradaptasi, kenikmatan aroma buku dalam kenyamanan menjadi benteng akhir untuk dipertahankan. Namun sampai kapan? Sampai angin dan matahari hanya membicarakan kesepian.

Memulai bulan dengan buku non-fiksi tentang kepengarangan, sulit selesai walau sebenarnya lanjutan dari Agustus. Dilanjutjan tema yang sama untuk teori bahasa dalam EYD dan buku tipis curhat proses kreatif, lainnya memang special KSK dan tambahan saat beli di Dema Buku.

#1. Pengarang Tidak MatiMaman S. Mahayana
Membaca karya sastra sebagai kegiatan membuang-buang waktu. Mereka membaca karya sastra dicap sebagai pemalas. Inilah pandangan sebagian besar masyarakat kita mengenai profesi sastrawan dan memperlakukan karya sastra sebagai karya tidak mendatangkan manfaat apa-apa. Buku yang padat sekali teori kesusastraan Indonesia. Ditelaah dari sastra mula Nasional sampai yang terbaru (ketika buku terbit). Tajam dan menyenangkan.

#2. Buku Pintar Ejaan Bahasa IndonesiaTeguh Trianton & Septi Yulisetiani
Berisi pengetahuan basic tentang bahasa Indonesia. EYD, aturan baku, peletakaan tanda baca yang tepat, hingga contoh-contoh kalimat yang benar dalam penyusunan naskah. Sekadar pemantaban aturan baku. Contoh paling nyata, bagaimana menulis angka yang benar: “1 atau satu dalam kalimat?” atau penggunaan titik koma yang elok itu di mana? dst… Pengetahuan dasar tapi berguna karena menjawab beberapa keraguan.

#3. Tentang MenulisBernard Batubara
Perjalanannya menjadi penulis, waktu menempanya, dan keberanian menjadi penulis penuh waktu setelah keluar dari pekerjaan di dunia penerbitan yang menjamin pendapatan rutin. Lulus kuliah menjalani ‘free time’ sebelum menyelam ke rutinitas kerja. Menulis buku cinta yang mendapat respon lumayan bagus di pasar, tapi kurang ok di mutu sampai-sampai ada pembaca yang bilang sampah memberi nilai satu bintang di Goodreads sampai melecutnya. Sepakat, tentang taka da penyesalan telah menulsi roman picisan. Karena waktu sudah berlalu, dan yang lalu hanya tinggal kenangan. Dengan roman picisan itu, Bung Bernard berhasil menulis Mobil Bekas yang terkesan! Yang menjadikannya biasa Tentang Menulis adalah, mungkin pemilihan diksi dan delivery-nya yang standar. Hal-hal biasa yang juga menimpa rakyat kebanyakan dalam kegamangan dan keraguan menentukan karier. Hal-hal biasa yang ditulis dengan biasa. “Apa pun yang kamu ocehkan secara berulang-ulang di platform digitalmu, lambat laut akan membentuk citramu…”

#4. Born to WinPromod Batra, MBA
Hal penting dalam kehidupan adalah sikap Anda. Kejujuran masih merupakan kebajikan terbaik, dengan sedikit akal budi. Buku-buku motivasi dan self-improvement meungkin adalah buku-buku akhir yang akan kupilih nikmati, karena pada dasarnya kita semua tahu bahwa yang mendorong untuk maju adalah kalian sendiri. Bukan dari luar, dari pribadi luhur terdalamlah apa yang akan mencipta behagia di masa depan. Buku ini sejatinya sekadar iseng kubeli, bersama dengan tumpukan novel utama, saya menyebutnya buntut, buat pelengkap budget, maka ketika kubaca di tengah gempuran KSK, menjadi buku selingan yang nyaman dan asyik. Teorinya tentu sudah banyak kalian tahu, tapi tetap saja ketika disajikan dalam ringan dan mudah masuk, menjadi santapan bervitamin. Berpikir positif, keratif, dan inovatif. “Ya Tuhan berilah aku lebih banyak masalah serta kebajikan untuk memecahkannya.”

#5. Burung KayuNiduparas Erlang
Buku yang kental sekali budaya daerah Mentawai, di pedalaman Pulau Siberut, Sumatra. Banyak kata daerah disodorkan, butuh beberapa kali baca kata itu muncul dan diulang untuk paham, karena di sini tak ada bantuan/glosarium. Imajinasi naratif yang rada kebablasan. Temanya mempertahankan budaya asli di tengah gempuran modernitas, pemerintah pusat (Jawa) yang mencoba masuk, mendirikan perkampungan baru, memberi bantuan rutin, memberi opsi agama International, mencoba memberi napas pemikiran baru. Sementara kebiasaan lama dengan roh kepercayaan, seteru dengan suku sebelah, sampai kebiasaan-kebiasaan yang turun dari moyang perlahan kena gusur. Tema bisa juga lebih melebar dengan unsur memertahankan lingkungan asli, hutan yang sudah banyak yang dibabat itu harus dilawan. Namun tak, lebih ke drama keluarga. Seperti kata-kata di sampul belakang, ini tentang dendam yang terkorusi waktu dan keadaan. Mereka diikat kepentingan yang sama: menyelamatkan hutan dari penggundulan, menuntut ganti rugi atas lading dan hutan yang akan dimanfaatkan perusahaan. “Mengapa dendam dan pertikaian tak berkesudahan?”

#6. Surat-Surat Lenin EndrouMaywin Dwi-Asmara
Berisi dua puluh cerpen dengan jumlah halaman hanya seratus lima puluhan, sungguh cerita amat pendek. Mau disebut fiksi mini, tapi ya engga mini, mau di sebut cerpen standar Koran Nasional di Minggu Pagi tapi masih terlalu sedikit, terutama sekali bagian dua, hanya dua tiga lembar. Isinya menukik, ibarat naik sepeda, Surat Lenin sudah starter di atas serasa sejuk dan menyenangkan, dan kayuhannya menurun landai sampai akhirnya Menuju Roma terjerebab. Kebanyakan memainkan narasi, pertama masuk sih masih ok, di tengah masih bisa menikmati, ternyata gaya bertutur ini bertahan sampai akhir. Lenin mati di awal, Veronica mati di tengah, dan bertebaran kasus pembunuhan sepanjang halaman. Tema mencoba dibuat beragam, penuturannya dibuat lain, tapi cerita ya gitu-gitu aja. Kalau dalam satu kata, cara berceritanya sungguh monoton. Kamu boleh saja bermain-main kata, melalangbuana menjelajah semesta lingustik, tapi tetap yang utama cerita harus bagus. “Kematian akan mengobati semua lukamu.”

#7. La MuliNunuk Y. Kusmiana
Buku kedua dari Nunuk Y. Kusmiana yang kubaca setelah Lengking Burung Kasuari yang memukau itu, debut yang sukses berat. Kali ini temanya lebih variatif, mengambil sudut pandang penduduk asli Papua yang ditunjuk menjadi ketua RT, mencoba memecahkan masalah warga, menjadi penghubung pemerintah dan penduduk asli dan juga pendatang. Sebagai nelayan yang baik hati. Pondasi utama cerita ini adalah sebuah sumur yang terbuka yang coba dibuatkan dinding agar tak terjadi porno aksi, mereka dianggap melakukan mandi dengan porno sebab area terbuka, mengenakan sarung untuk dewasa dan telanjang bulat untuk anak-anak. “Masuk neraka saja komandan itu. Bikin susah semua orang, mentang-mentang dong tidak pernah mengalami susah air.”

#8. Rab(b)iKedung Darma Romansha
Pernah nyaris kusingkirkan novelnya (walau sudah kubeli) karena ada unsur ‘Roma-nsha-nya’ di nama belakang, tapi urung setelah sosmed mencipta hubung, memastikan bukan Romanista. Penulis Indramayu yang pernah mondok di Yogya, dan kuliah jurusan Bahasa dan Sastra di UNY. Boleh jadi semua yang ditulis tentang tanah kelahirannya adalah fiksi, tapi bercerita tentang dunia sekitar adalah hal wajar dan tentu saja tampak sangat nyata, ga perlu telaah mendalam untuk bilang tokoh Aan adalah gambaran Kedung, walau nantinya keduanya berinteraksi. Makanya tampak perkasa dan baik hati, dan eeheemmm… soleh. Lulusan pesantren! “Jangan macam-macam dengan nama, karena nama adalah doa.”

#9. Kawi Matin di Negeri AnjingArafat Nur
Novel pilu, karakternya apes dari halaman pertama sampai akhir. Pokoknya sial terus. Ga ada karakter abu-abu, yang jahat bener-benar jahat (seluruh tentara adalah penjahat), yang baik terus memupuk kebaikan (Syakban contohnya, baik banget kau Pakcik), dan yang apes seolah tak mengenal kata bahagia (karakter utama). Padahal manusia adalah gudanganya keraguan. Kata Ernest Renan, keraguan adalah penghormatan terhadap kebenaran. Takdir, rejeki, jodoh sudah ada yang atur, dalam novel jelas sang pengatur itu adalah Penulis. Maka tokoh utama dalam Kawi Matin di Negeri Anjing mengalami segala hal buruk yang bisa ditimpakan kepadanya adalah rekaan. Novel yang mengetengahkan nasib daerah ujung Barat Indonesia dalam beberapa dasawarsa terakhir. Memang menjual kritik tapi tak harus memilu paksa gini juga. Sebagaimana sejarah komunis di negeri ini, pemberontak Aceh pun harus ditumpas habis sampai ke akar-akarnya. “Negeri ini negeri anjing, jika aku tidak diterima menjadi orang baik, aku akan menjadi orang jahat.”

#10. Leak Tegal SirahI Gusti Putu Bawa Samar Gantang
Bali dengan segala mistis relijiusnya. Magis menghanyutkan. Dari judulnya sudah seram, memakai kata leak dalam judul, lalu kat tegal sirah adalah Banjar Tegal Sirah unik dan spesifik. Mistik yang terletak di Desa Dauh Pasar. Cerita dituturkan dengan santai, tapi malah mencekam karena dalam kata-kata sederhana terdapat horror super teror terjadi setiap malam. Mereka yang dicap komunis dibantai seperti anjing rabies. Karma terbiasa melihat rumah terbakar layaknya membakar batu bata. Nunjel citak, istilah orang kampung untuk bakar rumah dengan batu bata. Manusia dibantai liar, layaknya membantai binatang saja. “Ya, kalian harus belajar. Harus sekolah kalau ingin pintar.”

#11. Orang-orang OetimuFelix K. Nesi
Banyak sekali kritik sosial disampaikan. Korupsi, perilaku buruk masyarakat, sampai birokrasi yang ribet. Orang-orang itu telah korup sejak dalam pikirannya, sehingga satu pejabat korup hanya akan digantikan oleh kroninya yang juga korup, dilindungi oleh rezim yang juga korup, dipermudah oleh sistem yang juga korup, dan didukung oleh budaya tidak tahu malu yang menjijikan. Atau kritik kekerasan dalam pendidikan. Dalam asrama itu diperboleh. Tak apa jika mereka dibikin nyonyor dan berdarah-darah. Lebih baik berdarah di masa muda daripada hancur seluruh masa depannya… “Jika kita selalu menjadikan Tuhan sebagai pelita, sebagai penuntun jalan kita, maka kita pasti bisa menjalani setiap cobaan di dunia ini.”

#12. Pandemik!Slavoj Zizek
Jika kehidupan pada akhirnya kembali ke arah normalitas, tidak akan sama dengan keadaan normal seprti yang kita alami sebelum wabah. Mari hadapi New Normal ini bersama dengan optimisme. Immanuel Kant menulis, “Patuhi, tetapi pikirkan, pertahankan kebebasan berpikir.” Apa yang salah dengan sistem ketika kita tak siap menghadapi bencana meskipun ilmuwan telah memperingatkan kita tentang hal itu selama bertahun-tahun.

September adalah jadwal baca ulas KSK, ada tujuh buku sendiri khusus untuk moment ini. Dan segalanya berjalan menasyikkan hingga kemarin muncul pengumuman pemenang yang… ah sudahlah…

Karawang, 161020 – Bill Withers – Lean on Me

Buku-Buku Baru September 2020

Ia suka membaca buku. Sekali ia duduk di depan buku, taka da yang bis abikin ia bangun. Saya yakin ia akan enggan naik ke surga bila dikubur bersama buku.” – Pendapat guru sekolah tentang Nona Silvy dalam Orang-Orang Oetimu (Felix F. Nesi)

Hidup dengan suka cita bersama buku. Budget sebenarnya tak sampai segitu, entahlah kenapa bisa jebol. Facebook menjadi biang utama, setiap pos penjual buku menarik minat dan niat. Budget sesungguhnya adalah untuk seluruh kandidat Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) untuk Prosa. Nyatanya, kekhilafan bulan lalu terulang lagi.

Karena semua beli daring, saya kirimkan ke alamat orangtua. Ini kulakukan terlanjur, dulu pas istri kerja, rumah kosong. Sekarang istri sudah jadi IRT, tetap ke tempat yang sama. Bapak-Ibu pada kaget, karena kiriman buku nggak selesai-selesai. Tiap hari ada selama seminggu penuh. Walau transfer bareng, buku datang tak bersamaan. Ada yang baru kabari akan transfer, buku sudah dikirim. Ada yang pinjam transfer teman, untuk kode virtual transfer, baru deh pas gajian kubayar, ada yang Sabtu Minggu libur toko bukunya, jadi dikirim Seninnya. Ada yang dari Yogya, terjauh ada pula yang dari Cikarang, terdekat. Semua itu membentuk pola kiriman variasi, bertubi-tubi kurir datang. Haha…

Delapan toko buku dan satu hadiah training di bulan Ceria, dari Bandung, Yogyakarta, Jakarta Utara, Bekasi, Cikarang. Satu buku special gift dari Training yang kuikuti secara daring.

#I. Dema Buku, Jakarta
Toko buku langganan nomor satu. Sudah lama kenal, andalan utama bila mencari buku baru dan keren (tentu saja tak ada Tere Liye). Direpoti selalu setiap tahun kala pengumuman kandidat KSK. Tahun ini lebih sederhana, karena seluruh bukunya siap kirim! Luar biasa. Untuk membeli delapan buku, butuh tiga kali paking. Dan dengan senang hati, dan ramah melayani.

#1. Burung KayuNiduparas Erlang
Pengalaman pertama membaca bukunya. Kebetulan hari ini diumumkan menang KSK.

#2. Leak Tegal Sirah I Gusti Putu Bawa Samar Gantang
Buku pertama pula dari seniman senior Bali.

#3. Rab(b)i Kedung Darma Romansha
Kedung tak pernah mengecewakan. Buku ketiganya yang kunikmati.

#4. Pandemik! – Slavoj Zizek
Lucu, pandemik dilihat sudut lain dalam rangkaian respon dan analisis.

#5. Orang-orang OetimuFelix K. Nesi
Novel powerful secara cerita, penokohan, dan plot.

#6. Ocehan, Bualan, KebenaranMahfud Ikhwan
Curhat Cak Mahfud, lucu dan menyenangkan. Buku keempatnya yang kubaca.

#7. Makan Siang Okta, Sebuah Cerita Tiga BagianNurul Hanafi
Keren, cerita tak biasa dalam setting waktu dan tempat mini.

#8. Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi KematianYetti A.KA
Buku pertama yang kubaca, kumpulan cerpen yang bagus.

II. Basa-Basi, Yogyakarta
Penerbit yang mendominasi KSK tahun ini, menawarkan paket bundel. Langsung serobot, eh nunggu tanggal 9.9 ding karena Shopee memberi free ongkir hanya di tanggal khusus, ga kayak dulu gratis ongkir setiap saat, kali ini spesial untuk Shopee Pay yang tak kupunya.
Penerbit Basa-Basi memang sedang benar-benar menuju puncak, lihat buku-buku baru mereka jos-jos. Hanya masalah waktu, buku-bukunya akan kulahap sebagian.

#9. Surat-Surat Lenin EndrouMaywin Dwi Asmara
Buku pertama yang kubaca, kumpulan kisah sebagian besar pendek.

#10. La Muli Nunuk Y. Kusmiana
Buku kedua setelah Lengking Burung yang keren itu.

#11. Kawi Matin Di Negeri AnjingArafat Nur
Ini juga buku kedua, hikayat orang apes.

III. CHR, Jakarta
Buku free sebagai hadiah peserta aktif dalam training daring tentang IR.

#12. Body and SoulWilliam Atkinson
Terbitan Shira Media yang bagus-bagus (sebagian besar).

IV. Ghifa RI, Bekasi
Pertama beli di sini. Sudah incar buku-buku Jackie pasca nonton filmnya yang wow itu. Respon dan komunikasi enak, kalem dan sabar menjawab pertanyaan semisal minta difotokan isi buku atau tanya seri lainnya.

#13. Seri: Wanita Bernama Jackie (1) – C. David Heyman

#14. Seri: Wanita Bernama Jackie (2)C. David Heyman

#15. Seri: Wanita Bernama Jackie (3)C. David Heyman
Biografi istri Presiden Amerika yang terkenal itu.

#16. The Leader of the FutureThe Drucker Foundation
Saya butuh buku-buku kepemimpinan.

V. Ade Buku, Bandung
Pertama kali beli di sini. Sebenarnya incar satu buku, dan buntutnya panjang. Jumat sore (25/09/20) konfirmasi akan transfer, bukunya sudah dikirim dengan inbox foto resi! Padahal malamnya baru mau transfer, al hasil esoknya sudah tiba. Keren! Trust itu mahal gan.

#17. The Amber Spyglass Phillip Pullman
Ini dia incaran utamanya. Sudah baca dan punya buku ini, dipinjam teman nggak ada kabar, yo wes beli lagi.

#18. Rossetti LetterChristi Phillips
Pernah incar dulu, kebetulan muncul di beranda.

#19. DoctorsErich Segal
Pengalaman pertama Segal memukau, buku lainnya otomatis incar.

#20. Upacara Bakar Rambut Dian Hartati
Saya butuh baca puisi yang banyak.

#21. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar PopulerJujun S. Suriasumantri
Sejauh ini buku yang keren, bergizi (bikin pusing).

#22. Wang Si Macan (2)Pearl S. Buck

#23. Runtuhnya Dinasti Wang (1) Pearl S. Buck
Saya sudah baca The Good Earth, ini jelas incaran lama.

#24. Misteri Anak-anak IblisAbdullah Harahap
Semua buku Abdullah Harahap kuincar, horor klasik.

#25. SlawterDarren Shan
Ini buku bonus, cerita horror remaja.

VI. Dewi Sri, Bandung
Pertama kali pula beli di sini, buku-bukunya mayoritas malah non-fiksi. Terutama buku-buku administrasi, hukum, filsafat, sampai ekonomi. Novel hanya sesekali pos, dan responnya bagus.

#26. Sembilan Pembawa CincinJRR Tolkien
Ini dia incaran utama. Target utama. Sudah punya seri dua dan tiga, belum bisa memulai baca hingga akhirnya sekarang sudah ada titik mula. Alhamdulillah…

#27. The 17 Essential Qualities of a Team PlayerJohn Maxwell
Ini buntutnya, Maxwell pengalaman pertama bagus.

#28. Life Short of BreeStephanie Meyer
Meyer adalah Twilight, ini spin-off dulu pernah ingin dan baru terwujud. HC.

#29. Pengantar Filsafat Louis O. Kattsoff
Filsafat akhir-akhir ini memang kudalami.

VII. Buku Jarang (MasMas Reborn), Bekasi
Ini pertama kali pula beli di sini. Identitas facebook-nya sempat meragukan karena ini akun baru ketiga setelah yang lama ditutup. Makanya semacam trial beli, kebetulan ada dua buku terbitan Prosa yang masuk incaran di sana. Hasilnya? Kekhawatiran yang tak beralasan, dikirim lewat Tokopedia, sehari sampai.

#30. Prosa: Obsesi Perempuan BerkumisBudi Darma
#31. ProsaJose Saramago
Terbitan Prosa kini masuk incaran untuk koleksi, kemarin icip terasa kerennya.

VIII. Buku Vide, Yogyakarta
Pertama kali pula beli di sini. Bukunya bagus-bagus (dan beberap segel sehingga wajar agak mahal), sempat kepikiran jauh apakah ada platform toko daring ternyata ada. Tapi setelah ditimbang masuk 2.5 kilogram, akhirnya transfer biasa saja. Kena diskon lagi.

#32. Eichmann in JerusalemHannah Arendt
Incaran utama, sempat ragu dan berpikir panjang untuk memilikinya. Sempat pos di grup buku WA, dan setelah dua malam akhirnya klik ‘mau’, buntutnya panjang. Kisah jurnalisme langka terbitan Pustaka Pelajar, 400an halaman yang worth it?

#33. The Heart of DarknessJoseph Conrad
Incaran lama, sempat kepincut terbitan lain tapi pada akhirnya kembali ke Liris.

#34. Mimpi-mimpi EinsteinAlan Lightman
Ini juga keinginan lama, malah dapat kover lama.

#35. Bebas Dari MiliterMartin Shaw
Bakal jadi pengalaman pertama.

#36. IdentitasMilan Kundera
Semua buku Milan akan masuk rak, ini hanya salah satu proses menuju ke sana.

#37. Jenazah LazarusDorothy Scarborouh, Ph. D.
Novel Klasik, review Goodreads sih keren.

#38. The MarchE.L. Doctorow
Idem, dari Goodreads bilang OK.

#39. Dasar-dasar Filsafat Moral Emanuel Kant HB Acton
Kant iki filsuf panutan, menyatukan logis dan empiris. Makanya sangat berminat menelusur semua kisah Kant.

#40. The Silence of The LambsThomas Harris
Melengkapi koleksi sebelumnya, Red Dragon dan Hannibal.

IX. Lumbung Buku, Bandung
Beli kedua kalinya di sini, berturut. Baru bulan lalu. Karena murah, ori, bagus-bagus bukunya makanya nagih. Mungkin sebagian buku-buku receh, karena memang untuk menutup transaksi. Toko terakhir yang harus segera kutransfer, makanya kudesak total. Ketika baru dikit, langsung deh ketik ‘mau’ di sembarang tempat, buku-buku yang sekiranya mau dan mampu kubaca. Melimpah ruah.

#41. The AlchemistPaulo Coelho
Saya tahu, pengalaman pertama menikmati Paulo Coelho kurang terkesan. Namun perlu diberi kesempatan kedua, konon buku ini adalah masterpiece-nya maka ketika muncul di beranda langsung angkut, antri. Ada dua stok, maka buku pemicunya ini.

#42. Filsasat AdministrasiDr. S.P. Siagian MPK
Kata ‘filsafat’ yang menggerakan beli.

#43. Pribadi memesonaLa Rose
Bakal jadi pengalaman pertama La Rose.

#44. Chicken Soup for Teenage Soul

#45. Chicken Soup for the Surviving Soul
Saya dulu pembaca Sup ayam, lumayan bagus baca curhatan orang Barat.

#46. Misteri Tersembunyi
Ini anya trivia dan pengetahuan umum.

#47. Trump
Buku yang ditulis sebelum menjadi Presiden, pengusaha yang kaya raya.

#48. Meraup Dollar Hanya dengan Klik! – Widianto
Sekadar buntut.

#49. Love PuzzleEva Sri Rahayu
Saya berteman dengan Mbak Eva dan Evi, dirasa harus baca karya mereka. Walau berteman di dunia maya.

#50. Ayat-ayat CintaHabiburahman El Shirazy
Sudah baca tahun 2006, ini mau baca ulang untuk diulas blog.

#51. Catatan Emas – Kolaborasi XL
Sekadar buntut, semoga ada catatan emas yang dapat diambil.

#52. Agar Siapa Saja Mau Melakukan Apa Saja untuk AndaDavid J. Lieberman, Ph. D

#53. Dari Barbar sampai ke BirokratLawrence M. Miller

#54. Personality Plus Florence Littauer
Buku-buku self-improvement menarik hati.

#55. Teori Kepribadian Rollo May Ina Sastrowardoyo
Filsafat eksistensialisme yang patut dinikmati, terbitan lama Balai Pustaka ditulis oleh orang yang pernah tinggal di Amerika.

Berikut ini adalah buku paket anak, jadi Lumbung Buku kasih bundle ininya ini. Sejatinya incar story book Narnia: Price Caspian, yang lainnya ngikut saja. Dan ternyata ketika unboxing, Hermione suka sekali, yah idep-idep nyenengke anak.

#56. Kopi – Eka Saputra
#57. Kamus Anak Muslim
#58. Sabar Dong…! – KH Mawardi Labay ES
#59. Narnia 2 Story Board
#60. Darrel and Fredi
#61. Princess Cancera
#62. Dongeng si Kancil
#63. Buku Pintar Binatang
#64. Pengetahuan Super-100
#65. Cara Mencari Kawan dan Memengaruhi Orang Lain
#66. Tabu si Kucing
#67. Pemain Sepak Bola
#68. Serba TOP 10 di Dunia
#69. Donald Duck: Nostalgia
#70. Legenda dan Dongeng Nusantara
#71. Tiga Menit Dinosaurus, Binatang, Serangga

Sepanjang menjadi kutu buku, ini adalah total buku paling tinggi yang pernah kubeli dalam rentang waktu sebulan (kalender). Hebat, sampai-sampai Ibu kesal kiriman paket nggak habis-habis. Hehe… Terima kasih.

Karawang, 021020-151020 – Led Zeperlin – Stairway to Heaven

Thx berat untuk sahabat Titus Pradita, Rani Skom. Seluruh toko buku daring, kalian luar biasa. Para kurir (JNE, Wahana, J&T). Toko daring aplikasi Tokopedia dan Shopee untuk free ongkir-nya, dan tentu saja istri tercinta Meyka yang mengalokasikan budget buku.

Sehat, bahagia, makmur kalian semua. Love, huges from Karawang. >.< salam literasi.

Burung Kayu menang KSK, Oetimu yang powerful itu tak juara. Hiks,…

Kusala Sastra Khatulistiwa 2020: Tepuk Tangan Untuk Am Siki

Pandemi dan efek panjang tagar #DiRumahAja. Tahun ini jauh lebih mudah diprediksi, karena hanya menampilkan satu buku dengan lima bintang. Tahun lalu saya meleset tebak, duel Teh versus Tango berakhir dengan kemenangan Bung Iksana Banu.

Sejatinya saya lebih suka satu cerita dalam satu buku, maka kumpulan cerpen dirasa terpenggal-penggal. Namun tetap, toh keduanya lima bintang jadi sangat layak menang, apalagi ini kemenangan kedua beliau dekade ini, jadi terasa familiar. Kunikmati penantian pengumuman di warung bakso dan kopi bersama teman kerja selepas Magrib (Apa kabar Pak David?).

Tahun ini terjadi pandemi, kejadian yang tak pernah kubayangkan akan mengalami langsung. Pandemi sebelumnya, hanya kubaca di buku-buku sejarah, atau kalau pun sudah abad ini, terjadi di belahan bumi lain. Oscar tahun ini mencetak sejarah, memenangkan film Korea, pertama kalinya Asia menyabet piala tertinggi. Parasite hebat! Setelahnya tak banyak yang bisa dicerita sampai Oktober, sebab korona membatasi gerak. Saya tak keluar kota Karawang sama sekali. Dan beruntungnya kita di era digital, kesepuluh buku dikirim bertahap dari dua toko buku.

Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang bersama Creative Writing dari Banana, dikirim bulan Juni dari Dema Buku dan langsung kulahap di bulan yang sama, otomatis langsung kuulas dalam event #30HariMenulis #ReviewBuku. Sudah kuprediksi Kisah Perdagangan masuk KSK dengan catatan penutup Goodluck for KSK20. Saat diumumkan seluruh nominasi, saya belum baca Sembilan. Tahun ini lebih mudah mendapatkannya karena dominasi Penerbit Basa-Basi, tokonya memberi paket tiga buku dalam sekali kayuh. Enam lainnya kubeli dalam tiga kali klik dari toko buku langganan Dema Buku bersama Pandemik! dan Cerita, Keberanan, Bualan. Selesai kubaca semua Sabtu malam (10/10/20).

Berikut ulasan singkatnya, disusun berdasarkan urutan baca.

#1. Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang by Ben Sohib

Tentang para pedagang yang apes digelitik takdir. Jualan batik, malah yang dipesan beli surat cetak. Jualan tanah, Yohannes Soekatja sang calon pembeli malah koit. Jualan tanah lainnya, lapangan yang tampak baik-baik saja menjelma danau dadakan berkat hujan deras. Jualan benang, ditinggal pergi eh baliknya sudah buat mainan layangan anak-anak. Sungguh gemilang, dan bagaimana upaya pembaca menahan tawa komedi Betawi. “Yang setengahnye lagi die janji mau lunasin akhir bulan.”

#2. Burung Kayu by Nudiparas Erlang

Tentang kehidupan suku pedalaman menahan gempuran modernitas. Suku-suku di Mentawai memiliki konfliks internal, masuklah pembaruan sekaligus masalah eksternal: kebudayaan baru, agama baru, tatanan baru dari Pemerintah Indonesia. Bagaimana burung kayu di puncak pohon menjadi simbol perlawanan. “Mengapa dendam dan pertikaian tak berkesudahan?”

#3. La Muli by Nunuk Y. Kusmiana

Tentang gotong royong membangun tembok kamar mandi di Papua. Tak semudah itu mencipta tempat tertutup terbatas. Orang-orang malah bergunjing dan kekerasan terjadi. Bagaimana La Muli menjadi ketua RT (dirasa) memunculkan banyak masalah baru sebagai nelayan yang tamasya rutin ke laut tiap malam. “Mengapa ada orang yang tega mengurusi bagaimana caranya orang mandi?”

#4. Rab(b)i by Kedung Darma Romansha

Tentang lingkaran sosial dunia telembuk, dangdut sawer, pak kaji yang wibawa, pak ustaz galau, sampai kasinoman. Ada satu cerita yang menjawab tanya terkait kematian Mak Dayem, legenda kisah di Telembuk. Diambil sudut dari sisi yang sang korban. Siapa yang sanggup menjawab rahasia mimpi-mimpi? “Semua orang takut sama kakakmu, tapi rasa cintaku lebih besar dari rasa takutku.”

#5. Kawi Matin di Negeri Anjing by Arafat Nur

Tentang perjuangan rakyat miskin, kekurangan fisik, nasib apes menyelingkupi sepanjang hidup. Kalau suram adalah koentji maka ini adalah kunci super yang kodenya canggih sebab Kawi Matin memenuhi perjalanan tadir penuh kesedihan. Bagaimana ia mencoba mengangkat senjata demi kesumat. “Berjuang untuk kemerdekaan atau berperang untuk balas dendam, apa bedanya?”

#6. Surat-Surat Lenin Endrou by Maywin Dwi-Asmara

Tentang kehidupan keluarga, pasangan yang mendapati surat-surat pasien, dan tebaran masalah remeh temeh. Kenapa daun berbisik? Lumpuh yang merambati mimpi, tawa setan, dst. Bagaimana kombinasi aneh membuat konfliks yang juga malah makin aneh. “Betapa menyenangkan melihat kau menikmati makananmu.”

#7. Leak Tegal Sirah by I Gusti Putu Bawa Samar Gantang

Tentang pembersihan PKI dan segala yang berhubungan pasca G30S. Bali dengan segala mistis relijiusnya. Magis menghanyutkan. Koran lokal lalu menulis tentang leak tegal sirah gentayangan, dua puluh arwah penampakan tanpa kepala yang menenteng kepala sendiri. Bagaimana memberi ending yang melegakan? Dendam yang dituntaskan. “Menurut kepercayaan leluhur kita, suara gagak tunggal itu pertanda…”

#8. Orang-orang Oetimu by Felix K. Nesi

Tentang Am Siki dan turunan tidak langsung, tentang Nona Silvy dan pilihan pasangan hidup, tentang Romo Yosef yang melakukan rombak birokrasi sekolah, tentang orang-orang Oetimu menghadapi perubahan zaman. Hingga akhirnya final Piala Dunia 1998, dua sundulan Zidane mengantar nasib buruk Sang Sersan di belahan bumi jauh di Timur sana, saat gerombolan pasukan dendam memenggal kepala pengantar tuan rumah. “Tidak boleh dibunuh, sekalipun itu orang jahat. Ingat? Tidak boleh diperkosa, sekalipun itu kuda…”

#9. Makan Siang Okta by Nurul Hanafi

Tentang kunjungan teman SD dengan motif meminjam buku. Okta sedang makan siang, ibu sedang mengupas kentang, dan Tendy sang tamu yang memerangkap momen. Begaimana gemuruh percakapan dalam kepala lebih riuh daripada ungkapan kata secara langsung. “Buku kok isinya gambar semua.”

#10. Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian by Yetti A. KA

Tentang peran serta sosial dan hembusan isu. Mertua yang menjabat ketua klub gosip, suami yang menjadi orang yang menarik dana duka cita, dua anak yang harus selalu dilindungi dari bahasan kemerosotan moral para tetangga. Bagaimana sejatinya hal-hal sederhana itu diramu menjadi narasi asyik. Menjadi tua, ya kita akan tua semua, merajut, memotong kuku, dan obrolan genting tetangga yang miring. “Saila, nama itu terlalu bagus untuk seorang pengemis.”

KSK 20 saya rasa kental sisi etnografis. Kalau mau direkap: Nomor satu Betawi, dua Mentawai, tiga Papua, empat Indramayu, lima Aceh, enam daerah antah, tujuh Bali, delapan Nusa Tenggara Timur, Sembilan daerah antah bernama ruang tamu haha, sepuluh lebih antah lagi dalam balutan psikologi. Lihat, ada tujuh yang meletakkan setting tempat khusus untuk bercerita. Kecuali Surat Lenin, yang lainnya masuk daftar pendek.

Mari kita telusur. Skor terendah ada di Surat Lenin, saya tak suka cerita nyawang-nyawang, kalau kata Cak Mahfud, “Penulis prosa kita seringkali mengorbankan cerita demi mencapai puncak tertinggi diksi.” Kisah Perdagangan adalah kebaliknya, cerita yang utama, diksi tak muluk-muluk, (hampir) semua cerpennya sungguh kocak, sangat layak melaju,. Sayang satu cerpen tentang Don Quixote agak menurunkan harap. Banana luar biasa, seperti biasa menerbitkan karya dengan jaminan kualitas. Pada akhirnya, hanya emosilah yang menggerakkan kita untuk bertindak. Burung Kayu jelas tak nyaman, jelas ada yang dirasa kurang. Tema suku pedalaman menahan gempuran modernitas, bukan barang baru, dan juara sastra harus memiliki keintiman kisah lebih dari itu. Kemajuan, menurut pendapat mereka, terus bergulir, tanpa putus, di sepanjang sejarah modern. Rab(b)i adalah kesempatan kedua Bung Kedung ke daftar pendek. Tahun 2017 nyaris sekali Telembuk menang, sama bagusnya dengan Dawuk. Apes terbit di tahun yang berdekatan. Kalaupun Rab(b)i menang, saya tentu sangat setuju karena memang sangat bagus mendeskripsikan dunia pelacuran dalam lingkup orang-orang bawah. Namun, sekali lagi tahun ini jelas milik Orang-orang Oetimu yang powerful!

Ketika saya terhenti sejenak di angka delapan, pada sebuah malam minggu (26/09/20) saat itu dapat separuh baca, saya kirim chat ke Takdir: ‘Juara tahun ini Orang Orang Oetimu, baru separuh baca tapi terasa keren. Buku kedelapan sejauh ini paling bagus. Ke 9 dan 10 otw. Pengalaman baca jadi bisa tahu mana bagus mana jelex…’ Minggu paginya kuselesaikan separuhnya, dan memang benar-benar istimewa. Siangnya muncul pengumuman daftar pendek, buku ke 9 dan 10 otomatis gugur.

Saya suka sekali kisah hidup tragis, Bung Felix menyajikannya dengan melimpah ruah, suram adalah koentji. Tahun ini jauh lebih mudah diprediksi, karena hanya menampilkan satu buku dengan lima bintang. Yakinlah, Marjin Kiri siap menerbitkan kover baru dengan stempel juara KSK20, bersanding DKJ19. Fiksi Etnografis Sempurna. Marilah… kepada Am Siki kita kasih applaus yang paling meriah…

Karawang, 141020 – Robert Johnson – Cross Road Blues (1936)

Thx to Titus RP, Rani Skom, BasaBasi Store, Tokopedia, Shope, Dema Buku…

Dengarkan juga podcast Mokondo dari Bung Takdir, Sportify prediksi KSK dan ulasan singkatnya: https://anchor.fm/m-takdir/episodes/Mokondo39–Orang-Orang-Oetimu-dan-Kusala-Sastra-Khatulistiwa-2020-eksa4i

Kiat Bermain Saham

Kiat Bermain Saham by Surono Subekti

Ada dua tipe pemain saham: investor dan spekulan. Investor biasanya untuk jangka panjang dan (biasanya) berbasis pada analisis fundamental perusahaan. Spekulan bertransaksi untuk jangka pendek dan utamanya berbasis pada momen dan gerakan harga saham untuk itu spekulan sering disebut penjudi.

Semakin besar resikonya biasanya semakin besar hasilnya. Buku tipis saham yang terbit sebelum dunia digital menyerang. Bisa kalian bayangkan jual beli saham di era itu, tentu tak sesederhana sekarang yang tinggal duduk main HP, menanti naik turunnya harga buat eksekusi transaksi. Masa itu dan masa ke belakang tentunya, masih konvensional. Bahkan untuk mengabari teman/grup saham untuk sekadar ‘bergosip’ menggunakan telpon, atau bila butuh keputusan penting melibat banyak anggota, harus ngumpul.

Di era sekarang kita dengan mudah bergabung dalam grup WA/Telegram tentang saham, di masa itu mereka bikin klub investor dengan pertemuan rutin! Seseorang bergabung dalam suatu klub investor dengan tujuan memperoleh untung berdasarkan prinsip bahwa dua kepala adalah lebih baik daripada satu kepala. Langsung ngopi dan ngerumpi saham.

Deposito, hasil atau bunganya lebih tinggi tapi dananya tidak dapat ditarik setiap saat seperti tabungan. Hasilnya berupa deviden dan perubahan harga saham yang lebih sulit diprediksi. Pilihan investasi: obligasi, call money, pasar derivarif dan seterusnya.

Lagi pula dalam hidup apa pun profesi dan tindakan kita mengandung unsur judi, hanya kadarnya berbeda. Bahkan untuk pastor dan ulama, ada kadar judinya. Mereka sibuk berinvestasi untuk di alam sana, tetapi keadaan di sana belum tentu seperti yang dibayangkan. Jadi meskipun merasa yakin, masih ada kadar untung-untungannya pula. Kadar judi menjadi masalah bila potensial menyengsarakan pelaku, keluarga, atau orang lain.

Secara ekstrem saham dibagi menjadi dua, saham fundamental dan saham kucing kurap. Di era itu belum dikenal saham gorengan kali ya. Justru ketika baca saham kucing kurap rada aneh. Hehe… Faktor judi di saham kucing kurap itu sangat besar, disebut kucing kurap karena diusahakan setelah dipegang segera dilepas begitu ada kesempatan. Sedang saham fundamental, bisa disimpan bertahun-tahun di lemari besi, bahkan seumur hidup sampai pensiun kalau mau.

Tbk. Singkatan dari ‘Terbuka’, artinya PT yang go publik atau sahamnya dijual kepada masyarakat umum secara terbuka. Setiap tiga bulan Tbk. wajib melaporkan keuangan kepada Bursa Efek Jakarta (BEI) untuk disampaikan kepada para pemegang saham. Laporan keuangan yang dilaporkan kepada surat kabar terdiri atas Neraca, laporan Laba/Rugi, dan Laporan Saldo Laba.

Ekuitas adalah kekayaan Perusahaan, terdiri atas kekayaan yang disetor atau dari luar perusahaan, dan kekayaan dari hasil aktivitas itu sendiri. Orang tak selalu memilih harga saham yang paling murah. Itu tergantung dari pertimbangan. Salah satunya adalah prospek masa depan jangka panjang. Investor membeli saham dengan harapan nantinya berbiak seperti ikan yang sehat, investor lainnya tak jadi soal ikannya mati karena untuk dipotong-potong.

Kesehatan Perusahaan dinilai dari kemampuannya memenuhi kewajiban. Dapat dilihat dalam KWLU (Kewajiban Laba Usaha). Semakin kecil semakin baik. KWLU kurang dari satu tahun, artinya hanya dalam setahun laba usaha dapat menutup semua kewajiban. Perusahaan yang sehat dan dapat berkembang tentunya tentunya lebih bernilai daripada perusahaan yang sehat tapi kurang berkembang. Jadi carilah saham perusahaan dengan KWLU rendah dan rasio LUAH (Laba Usaha Aktiva Usaha) tinggi.

Kalau Anda menemukan perusahaan yang menunjukkan potensi pertumbuhan tinggi dan harganya masih murah, Anda berpeluang meraih untung besar. Jika sudah fanatik dengan salah satu merek, konsumen akan bersedia membayar jauh lebih tinggi meskipun ada merek lain yang isinya relatif sama. Salah satu strategi bermain saham adalah memonitor hanya beberapa saham yang produknya akrab dengan kita, kemudian meramu efek berbagai perkembangan dan berita yang terkait dengan saham tersebut, ditambah dengan analisa keuangan.

Praktek lain yang merugikan pemegang saham minoritas adalah perusahaan sehat tiba-tiba melakukan rights issues (menerbitkan saham baru tambahan) untuk mengakusisi perusahaan sakit yang masih merupakan afiliasinya.

Setiap berita yang kita dengar, lihat, baca, dapat dianalisa kemana pengaruhnya. Suatu saham yang sehat dan baik, belum tentu layak dibeli karena harganya (dalam pengertian PER (Price Earning Rasio) dan PBV (Price to Book Value)) sangat mahal, demikian juga sebaliknya.

Murah-mahalnya saham ditentukan oleh PER-PBV. Harga saham Rp 200,- mungkin lebih mahal daripada harga saham Rp 1.000,- meskipun murah, belum tentu layak dibeli. Hal memengaruhi selain faktor pertumbuhan, adalah jenis produk, besarnya perusahaan yang berpengaruh terhadap likuiditas saham, dominan-tidaknya produk perusahaan di pasar, likuiditas manajemen, dan sebagainya termasuk faktor X yang kadang dominan.

Kuselesaikan baca sekali duduk di Minggu sore (4/10/20), dibaca di antara selang-seling Sembilan buku lain. Lumayan menghibur, era itu sudah ada kode saham. Sekarang-pun semua yang dipajang di bursa menggunakan kode empat huruf, seperti Unilever untuk UNVR, Indofood INDF, BRI Syariah BRIS, Alam Sutra ASRI, dst. Kubaca di sini tak ada sama sekali penyebutan kode.

Pemain pemula mohon perhatian! Jangan berhutang untuk main saham meskipun Anda yakin pasti untung. Keyakinan Anda bisa menjadi boomerang, dana yang Anda gunakan idealnya tidak lebih dari 50% dana yang bebas. Jika uang bebas untuk waktu lama, mungkin lebih baik ditanam pada obligasi daripada deposito. Maksudnya kalau amblas-pun, tidak terlalu mengganggu. Jangan gunakan dana tabungan untuk membeli rumah atau anak sekolah, misalnya. Pengalaman adalah guru terbaik, lapangan adalah guru terbaik. Saya sudah main saham hampir dua tahun, Alhamdulillah sudah positif, sudah untung. Sejatinya ingin jadi investor, tapi tiap minggu/bulan pas lihat grafik hijau, tangan ini gatal buat jual, akhirnya yo wes yang warna hijau berkali-kali kujual buat kuputar. Sampai-sampai berpikir, ini kok cari duit sederhana dan gampang ya? Cuma tanam duit, pilih saham bagus, diamkan, sebulan dua bulan dicek udah untung. Wew… kenapa ga dari dulu pas masih lajang sih. Hiks. Namun nggak papa terlambat, masih bisa kok nabung saham. Terus bergerak dan belajar. Termasuk baca buku saham dari yang jadul (seperti buku ini – buku kedua saham yang selesai kubaca setelah Simple Stories for Simple Investor) sampai baca buku saham terbitan baru, saya lahap semuanya. Beberapa buku pinjam, beberapa beli sudah di rak. Buku ini jadi lebih terasa sangat Ok karena ditulis oleh orang yang sudah pengalaman, dan analisis masuk akal. Buku-buku Saham seperti ini yang patut dinikmati dan sarannya dijadikan acuan. Saya adalah pembaca yang rakus.

Terkahir, kunci bermain saham adalah sabar, jangan serakah, dan dapat menahan diri. Ingat karakter Anda belum tentu cocok untuk bermain saham. Bila Anda mudah emosional, dianjurkan jangan bermain saham karena banyak Bandar, aktor intelektual provokator, dan kejutan di bursa saham.

Paling ideal memang menjadi investor merangkap spekulan berbasis fundamental, momen, dan gerakan harga. Persaingan bukan hanya terhadap harga, tapi image dan janji. Jadikan bermain saham sebagai hobi. Memilih saham sama seperti memilih orang. Salah satu alasan membeli saham adalah membeli masa depan perusahaan.

Salam cuan. (

Kiat Bermain Saham | by Surono Subekti | Copyright 1999 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | GM 208 99.388 | Desain sampul Agustinus Purwanto | Setting Sukoco | Cetakan ketiga, Mei 2000 | 124 hlm.; 18 cm | ISBN 979-655-388-0 | Skor: 3.5/5

Karawang, 131020 – Linkin Park – In The End

Thx to Lumbung Buku, Bandung

Sayatan Tajam Bernama Imaji

Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian by Yetti A. KA

Aku suka ide cinta tak masuk akal.”

Kita sudah di garis finish… di rumah Kinoli.

#1. Alangkah Gelap Pagi Itu, Jan

Pembuka yang bagus. Kematian yang tak disangka di bawah pohon kelapa. Pembunuhan terhadap Jan, dan permintaan untuk tak meratap kepada Sare, sang pembunuh yang tak terungkap. Biar aku sendirian yang benar-benar menangisi Jan. biar kesedihanku abadi.

#2. Saya Hanya Berdiri dan Melihat Semuanya

Pertunjukan dan rencana pembunuhan yang ditata. Saya tidak biasa tunduk pada peraturan yang dibuat orang lain. Saya seorang pembunuh dan punya aturan sendiri. Perempuan telanjang dan darah yang mengalir, ini hanya pertunjukan. Ia sudah mematikan seluruh inderanya saat memulai pertunjukan itu. Elia dan keberagaman sandiwara. Ia sedang bermain-main dengan sesuatu yang terpendam di bagian terdalam dari diri manusia dan memancingnya keluar.

#3. Ia dan Moora Berjumpa di Taman Remaja

Perjumpaan dengan karakter buku di taman. Dari novel berjudul Moora, Noda yang mengalami broken home mencoba berdamai dengan imaji, mengajak Moora untuk berjumpa. Dunia memang tempatnya masalah, betapa sering ia ingin meninggalkan dunia yang penuh masalah ini. Maka setiap orang tuanya bertengkar, ia mencoba mengalihkan pikiran. Temannya itu bilang, kalau kau bosan, bacalah sebuah buku. Akhir yang pilu untuk jiwa yang kalut.

Moora belum terbiasa keluar dari dalam novel dan menemui pembacanya.

#4. Semua Bermula Ketika Seekor Ikan Mati

Cerpen paling panjang dalam penelusuran. Birla mati bunuh diri, seorang istri yang posesif. Kepalamu dipenuhi cinta yang posesif. Ia tidak suka sesuatu yang berbau kematian. Berhentilah menanyakan hal-hal tidak penting. Suaminya sering tugas luar, psikolognya yang mencurigakan, adik yang jahil dengan bangkai tikus, kakaknya penyayang yang suka dunia malam.

Apa ikan yang sudah mati masih bisa merasakan senang atau tidak? Bagaimana rasanya mati? Nah, ikan hadiah suaminya mati lalu menghantui bersama pohon cabai tempat bangkai ikan disemayamkan. Birla ditemukan gantung diri di jendela lantai atas, penelusuran benang merah dengan beberapa sudut pandang. Endingnya, kita tahu ada ‘makhluk’ yang menggerakkan Birla.

Saya iri kepada orang yang selalu mengeluh, terus merasa punya masalah.

#5. Perempuan yang Memegang Tali Anjing

Kisah paling absurd, bagaimana orang tua penjaga toko buku dan pengunjung tetap wanita dengan anjing yang diikat. Ia tahu, hanya dengan kembali ke dunia kanak-kanak ia bisa selamat dari keruntuhan moral yang menggerogotinya.

Masel dan putaran tanya di depan toko.

#6. Apa Nama Baumu?

Kau ini punya air mata banyak sekali, jangan-jangan kau anak lautan ya? Waktu sesusiamu, aku merasa bisa menjadi bermacam-macam binatang atau benda-benda. Tapi kemudian aku memilih menjadi malam.” Lonely yang ditanya, kelelawar yang bertengger. Tak ada orang yang menyenangkan di kota ini. Tak ada tempat yang tak membuatnya merasa sepi. Ia duduk di trotoar dan mulai membayangkan apa saja yang bisa ia lakukan. Ia benar-benar ingin berubah menjadi malam saja.

Aku mau menjadi malam saja biar bisa sembunyi dalam warnanya yang gelap. Karena kau anak lautan dan aku adalah malam, kita sama-sama orang yang aneh.”

#7. Dia yang Sering Menerobos Pintu

Miy yang menjadi tempat bercerita, gadis yang sering menerobos pintu bisa setiap saat lalu berkata-kata. Paras, korban kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. Dan Miy yang lalu berkeluh kepada ibu, dan psikolog yang pernah menemaninya di waktu remaja, Bu Wiwih. Paras tak lagi datang menerobos pintu, Bu…

#8. Mereka yang Berkumpul di Kebun Portulaca

Ini semacam lanjutannya, masih dengan Miy yang galau. Orang tua yang bertengkar, Miyla yang berada di sisi Mamanya. “Mama salah karena tidak mampu memberimu masa kecil yang pantas.” Di bawah jendela kamar, portulaca sudah hampir mati.

#9. Rumah di Langit

Hikayat peminta-minta, pencari derma yang di hari biasa bersekolah, di hari libur menjalankan misi memasang raut kasihan demi duit. Rumahnya di bukit, di atas sana. Keluarga Ovias yang baik hati menampung Saila? “Saila, nama itu terlalu bagus untuk seorang pengemis.”

#10. Bukalah Matamu

Lalit suka membaca. Vonil yang dirundung kesepian. Vonil dan suami yang berduka memimpikan keturunan setelah sepuluh tahun lalu, gagal. Sampai kini setiap percobaan tidak berhasil karena mereka semua menjelma butung, mereka terbang membawa bayi dalam paruhnya.

#11. Sasali Masih Menunggu

Mungkin ini yang terbaik, dalam berbagai sudut mencari benang pararel waktu, siapa yang benar? Sasali yang menunggu dijemput ayahnya di dalam kelas, gurunya yang menemani sampai bosan sebagai bentuk tanggung jawab, dan ayah yang terlambat ke sekolah?

Dan tas Sasali yang tergeletak di atas meja tanpa penjelasan. Yuhuuuii….

#12. Ribuan Ikan Berenang dalam Mata Itu, Daun-daun Melayang dalam Mataku

Tentang hakikat menunggu, sabar adalah kunci dan ia belajar dengan sangat bagus kepada neneknya yang menatap tembok. Sangat sederhana. Aku telah terbiasa dengan kehilangan semacam itu. Apa yang paling kau inginkan dalam hidup? Aku menjawab dalam hati: menunggu seseorang.

Keajaiban sering menjawab kebingungan seseorang.

#13. Lelaki yang Bercerita Pada Marinda

Betapa malang dia yang mati tanpa melihat kebenaran yang sesungguhnya. Dunia muda yang berapi-api. Ia hanya akan membuat satu tato seumur hidupnya dan itu tak memerlukan keahlian yang terlalu dalam. Terlebih Marinda bilang, Jangan pikirkan bagus tidaknya, yang penting tanganmulah yang membuatnya.

Tato kupu-kupu yang menjadi simbol kebersamaan, orang istimewa yang meletakkannya di tubuhnya. Dan di masa depan berpisah. Kita sampai pada kesepakatan untuk tak saling menghubungi demi kebaikan bersama, kita yang harus menyimpan semua masa lalu sedalam-dalamnya.

Aku mencintaimu. Lantas pergi?

#14. Gerbong Kereta

Setiap cinta ada batas waktunya. Mantan kekasih yang menemui kembali walau sudah memiliki pasangan. Di kamar hotel dari beberapa sudut yang melelehkan jiwa, serta darah. Vegetarian-nya Han Kang menjadi saksi sebuah pertemuan terlarang nan kriminal? Di gerbong kereta, aku dan hati kekasihku menguap, lalu perlahan hilang.

#15. Pasangan Bahagia

Hidup normal itu memangnya yang seperti apa lagi? Kau bisa menikah dnegan orang kaya dan kau dapat membeli apa yang kauinginkan, maka tak ada hidup yang lebih normal itu.
Hakikat bahagia itu apa? Tali yang membuncah sampai bosan dijejali kebahagiaan.

#16. Teman Duduk

Teman ngobrol di sebuah bar, dengan vape dan asap yang berkelindan. Setiap leher wanita itu cantik. Pertemuan, perpisahan. “Aku benci bibirku yang hanya bisa tersenyum. Aku benci kepada diriku sendiri.”

#17. Sepupu

Sang sepupu yang memutuskan ganti agama dan pergi jauh dari kelurga. Sang Aku yang dibesarkan bibinya merasa nggak enak karena ia diam-diam menemui sepupunya. Di zaman berat ini, banyak orang mengalaminya, tapi bedanya kau melakukannya, menanggung dosa dan mereka tidak. Sain yang berprestasi di olahraga memutuskan pensiun, demi untuk menjadi pembaca doa yang taat. Kaus kaki terkahir yang disimpan, dan segala kenangan itu melonjak tinggi dalam kepala.

#18. Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian

Lucu nan ironi. Pantas sekali dijadikan judul buku. Keluarga yang kompleks, mertua yang suka bergosip, anak-anaknya yang dilindungi dari gosip, suaminya yang menjadi petugas menarik dana duka cita. Ibu satu-satunya orang yang berusaha keras menjauhkan kami dari gosip seputar kemerosotan moral. Lalu suaminya meninggal dunia, siapa yang menarik dana?

Dua anak lelaki sudah cukup bagi ayahku untuk menjadi pria paling bahagia di dunia.

#19. Menjadi Tua

Syukurlah, penutupnya bagus banget. Hal sederhana (saya suka yang sederhana) dalam bertumbuh tua bersama, dituturkan dalam kelambanan, ya karena para karakter sudah tua. Miki menua bersama kedua orang tuanya. Kakaknya meninggal muda, dan ia gagal menikah sehingga rumah mereka sepi dari celoteh anak-anak. Merajut dalam sunyi bersama ayah-ibunya yang kini berusia 90-an, Miki kini 60-an. Bergosip serba lambat, tetangganya yang harus segera membetulkan genting, warna rajut seharusnya, sampai jempol kaki berdarah. “Seharusnya kau menggunakan benang merah untuk topi itu”, kata ibunya dengan suara yang lemah.

Penyakit mental yang menghasilkan delusi, halusinasi, dan bentuk-bentuk yang barangkali, secara fundamental, merupakan disfungsi hati dan pikiran. Buku terakhir Kusala Sastra Khatulistiwa 2020 yang kubaca. Lumayan bagus, lebih OK ini dari Surat-Surat Lenin, sama-sama mencoba ngawang-awang tapi Ketua Klub terasa lebih kuat isi ceritanya. Beberapa bahkan lucu (hantu penarik dana kematian), beberapa ironis (keseringan bahagia, ingin merasakan sedih), sampai menyodorkan tema absurd (mantan kekasih datang lagi untuk bercumbu, padahal punya gadis lain), dst. Hal-hal yang sejatinya enak dibaca, dibuat menyimpang dan tampil dalam pilihan diksi.

Bagus, rerata saya suka cerpennya. Permainan psikologi tentang eksistensi pribadi manusia. Manusia berkodrat untuk dapat mentransendenkan trauma, kesakitan dan penghinaan yang dialaminya pada masa yang telah lewat. Eksistensi mendahului esensi, maka pribadi manusia adalah pilihan sendiri.
Hal-hal sederhana yang disajikan malah mendekatkan manusia kembali pada realitas kehidupan. Kata Martin Heidegger dari Jerman, yang meneliti eksistensi manusia terutama tentang kecemasan, kenisbian segalanya dan kesadaran manusia akan kematian. Ada yang bilang Heideggar seorang ateis, ada yang bilang pula ia seorang mistikus, tapi dengan jelas ia mengatakan bahwa dirinya, “sedang menunggu kedatangan Tuhan.”

Begitulah, Ketua Klub Gosip menjadi kumpulan cerita pendek yang melatari sisi dalam setiap individu. Dengan tema beragam dan beberapa minim penjelasan menjadikannya lebih asyik sebab beberapa yang membingungkan malah menarik. Ia mempertahankan pentingnya transendensi. Bagaimana jadinya kalau gosip sedih itu dimulai dari orang yang kita kasihi?

Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian | by Yetti A. KA | Penyunting Avifah Ve | Penyelaras akhir Athena | Tata sampul Sukutangan | Tata isi Vitya | Pracetak Antini, Dwi, Wardi | Penerbit Diva Press | Ceatakn pertama, April 2020 | 196 hlmn; 14 x 20 cm | ISBN 978-602-391-908-6 | Skor: 4/5

Karawang, 121020 – Bill Withers – Lean on Me (1973 live)

Thx to Rani skom, Dema Buku, Tokopedia

Sepuluh dari sepuluh, Done – KSK 2020