Pekan Perdana: Lazio Vs Napoli

Musim 2018/2019 Serie A dimulai. Pekan Pertama: Lazio Vs Napoli.

LBP 3-0
Langkah pertama selalu penting. Kehilangan Anderson, mendatangkan Correa, Durmisi sampai Badelj. Tiga poin penting sebelum mengebuki Ronaldo.

Bgs
Lazio 1-1 Napoli, Immobile
Lazio imbang. Budi bimbang. Arip tumbang.

Imunk
Lazio 3-1 Napoli, Immobile
Puja kerang ajaiiiibbbb. Ululululuuuuuu. Imobille lagi hlo ya. Talenta hebat yg gagal di milan. Moncer di Lazio.

Damar IRR
Lazio 2-1 Napoli, Immobile
Lazio kali ini dengan skuad yang lebih dalam dibanding musim lalu. Inzhagi akan leluasa dalam meracik strategi. bisogna vincere.

Roland Wohlfarth (FA)
Lazio 1-0 Napoli
Badelj
Lazio mengawali pekan perdana d Serie A dengan tiga point penuh, alarm buat il partenopei musim ini bila tidak Mau tergusur dari zona UCL.

DC
Lazio 1-1 Napoli
Callejon
Gim pertama tiap musim baru sulit ditebak.
Walo main kandang Lazio sepertinya perlu berjuang keras buat sekedar 1 poin. Imbang hasil yang pas.

Rindu Nani
Lazio 0 – 3 Napoli
Callejon
Era kehancuran Lazio sudah didepan mata. Keputusan melepas Nani akan sangat disesali fans. Awal musim tersuram untuk tim ibukota.

Rohmad
Lajio 2 – 2 Napoli
Dua tim hebat di Italia yang bermimpi berjaya di Eropa. Lazio sedang bangkit. kalian berhak panik. Kata manpres.

AP
Lazio v Napoli 0-1
Milik
Ancelotti akan debut bersama Napoli. Ospina diharapkan bisa menggantikan peran Alex Meret. Napoli tidak terkalahkan dalam 6 pertemuan terakhir.

Siska
Lazio 1-2 Napoli
Immobile
Pertandingan awal musim, harusnya 3 poin. Tapi tapi tapi lajio masih ga yakin 🙈 Sepertinya Napoli yg bisa memetik poin 🙊

Jabo
Lazio 0-2 Napoli
Mertens
Lazio tim hebat. Tapi Napoli lebih hebat. Jadi udah ketauan siapa yg menang kalo mereka bertemu

Takdir
Lazio 3-2 Napoli, Immobile
Pertandingan pertama ketat. Seketat pilpres FOC. Pada akhirnya mental The Great berbicara.

Karawang, 180818

Iklan

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran – Bernard Batubara

Apapun bisa tumbuh di hati manusia. Luka dan kejahatan bahkan tumbuh sangat subur.

Wah saya terkecoh. Ternyata bagus, kukira bakalan berkutat tentang nostalgia mobil bekas yang pernah dimiliki lalu cerita klise keterkaitnya. Bukan, cerita Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran lebih ke arah permainan psikologis para tokoh yang menaungi, memainkan sisi gelap manusia. Sejatinya lebih ke kumpulan cerita pendek yang dirajut oleh benang mobil jip. Ada kaitan, ada ‘roh’ yang menghinggapi kenangan setiap pemilik kendaraan. Makanya saya selalu wanti-wanti kalau beli kendaraan bekas. Kita tak benar-benar tahu histori barang yang kita beli, kita tak tahu sejatinya mobil itu sebelumnya untuk apa saja. Apapun yang bekas sudah digunakan orang lain, dan tidak ada yang tahu bagaimana pemilik sebelumnya memperlakukan benda tersebut. Nah, kekhawatiran saya akan sejarah kendaraan bekas itu berbukti di buku ini. Bagaimana kendaraan itu dijadikan saksi bisu setiap individu yang sakit. Dari tempat bercinta, menjadi saksi barang bukti pembunuhan, menjadi ‘telinga’ kaku diskusi eksistensi Tuhan sampai jiwa rapuh penjaja cinta. “Aku percaya di luar kita ada energi yang besar banget, energi semesta. Mungkin namanya Tuhan, mungkin bukan. Kalian boleh sebut pakai nama apa saja, aku sih enggak begitu peduli.” Sungguh mantab, jip itu tetap membisu kata dan sekedar raungan geram mesin mengisi sukma. Terbitan lokal, harus diakui sekarang bagus-bagus ya. “Ngobrol sama Tuhan kayak ngobrol sama tembok. Udah enggak bisa bales ngomong, kita enggak tahu pula dia beneran bisa dengar atau ga. Mending curhat sama alien.

Kisahnya terpecah lima yang bisa saja berdiri sendiri. Lima sudut pandang, kelimanya memiliki kompleksitas kejiwaan yang berbeda. Pertama adalah Rio, seorang pekerja kantor yang jatuh hati sama karyawan hotel yang gedungnya bersebelahan bernama Dara Indah Tirani. Cara perkenalan mereka juga terlihat biasa sekali. Makan di warteg – Warung Tegal, Rio dapat telpon dari bos untuk kembali dari istirahat siangnya, saat merogoh kantong ternyata dompet ketinggalan dan secara bersamaan sang gadis membantu membayar sekalian. Rio menatap takjub akan kecantikan sang penolong. Blasteran Indo-Belanda. Setelah kembali ke kantor, temu rekan kerja unik Jek yang suka bokep, Rio memutuskan ke hotel tempat Indah bekerja. Dan selain mengembali uang, Rio mendapat nomor kontaknya. Selanjutnya jelas, kita tahu ke arah mana tapi eh nyatanya enggak seperti perkiraan. Nge-date makan malam pertama berakhir dengan begitu instens. Indah Tirani adalah seorang istri, yang langsung ‘menembak’ Rio. Dont bullshit me or I leave you. Di sini jelas sang gadis sudah expert, Rio yang jatuh hati bilang ya! Jadi di mana peran mobil jip-nya? Malam itu kita tahu Rio ‘sakit’ dan kendaraan di garansi menjadi ajang adu fisik. Indah kemudian memainkan sebuah pianika bernada kukuku… “Ada atau enggak ada Tuhan, ada atau enggak ada reinkarnasi yang penting kita bersyukur dan berbuat baik, yang penting kita semua bahagia.”

Cerita kedua mengenai Kuku. Seorang perempuan terluka, mahasiswi patah hati karena sang kekasih yang aktivis kampus tewas dibunuh. Tuhan bekerja dengan cara yang misterius. Sebuah konspirasi mengakibat kekasihnya di BEM – Badan Eksekutif Mahasiswa yang vocal tiada di tangan pembunuh bayaran. Kuku yang tahu dalang pelaku lalu menyusun cara balas dendam. Dengan parang dan niat kuat, sebuah mobil jip hijau menjadi kendaraan penuntasan hasrat. Keras, sadis dan penuh darah. Ada trivia unik, Kuku di sini diambil dari lagu klasik berlirik: ‘Matahari tenggelam, hari mulai malam. Terdengar burung hantu suaranya merdu. Kuku kuku kuku…’ kalau kalian bacanya sambil berdendang berarti kalian sepakat lagu anak itu lintas generasi dan memorable. Semuanya, luka dan penderitaan, terus berlanjut. Dia selalu berfikir bahwa hidup tidak lebih dari serangkaian kesialan dan rutinitas yang membunuh pelan-pelan. Tuhan tidak ingin manusia bahagia. “Tuhan itu ada di dalam diri kita, alien mungkin adalah kita karena kita ada. Karena kita ada.”

Cerita ketiga terkait sebuah perjalanan. Kali ini pure sebuah perjalanan religi di jip menuju pantai. Adalah Pho, Nadia dan Sara. Mereka bertiga sudah setahun tak bertemu. Bernostalgia menghilangkan kepenatan hidup. “Dari sekian banyak kemungkinan berubah jadi perokok tuh satu-satunya yang enggak akan terjadi. Aku bisa jamin itu ke kalian.” Bercengkrama akan seluk beluk kesibukan, yang terasa hampa. Dia tidak ingin mengingat apapun, dia hanya ingin tahu dan menyadari bahwa pada saat ini dia sedang bersama dua orang yang dia sayangi dan menyayanginya. Dia hanaya ingin berada di momen itu. Pho menyetir, Sara di sampinya, Nadia di jok belakang. Sampai akhirnya sebuah debat panas menyangkut eksistensi Tuhan, batas semesta sampai pada hal-hal yang prisipil. Pantai menjadi ujung kisah, sebuah gambaran kalimat ‘semua akan indah pada waktunya’. Bertiga mencipta lirik lagu sebelum menginjakkan kaki di pasir. Satu-satunya keindahan di pantai adalah kesepain yang ditawarkan. Laut memang riuh dan penuh makhluk tak dikenal. Namun, pantai selamanya kekasih yang menunggu. Meski puluhan atau ratusan manusia mengisi dirinya, ia tetap tenggelam dalam kesepian.

Cerita keempat yang paling rumit. Seorang pekerja seks komersial (PSK) sejatinya menikmati hidup. Hidup ya saat ini, detik ini ga peduli kemarin atau masa depan. Suci, pekerjaannya tak sesuci namanya. Ia menjadi penjaja cinta karena memang keadaan, dan ehem.. takdirnya ke sana. Sampai akhirnya ada seorang laki-laki yang benar-benar mencinta, tak sekedar butuh layanan seks. Laki-laki yang menawarkan bau masa depan. Suci tak menolak jua tak menerima, awalnya. Suci akhirnya luluh atas kegigihan, memberi syarat membuatkan puisi, yang sederhana tak apa asal puisi buatan sendiri. Harapan memang kejam sih, ujung kisah Suci menikmati keindahan debur ombak laut di malam hari yang berakhir dengan kejutan aneh saat nelayan lewat. Hati yang sempit dan kosong. Sadis, biasa ataukah beban perasan dosa? Betapa mudahnya hidup jika manusia tidak punya kemampuan mengingat. Jika saja tidak ada yang namanya kenangan. Jika saja semua terjadi pada suatu waktu dan telah terlupakan pada waktu lain. Atau, jika saja ada cara untuk menghapus kenangan tertentu yang kita tidak ingin simpan.

Cerita penutup adalah yang paling lemah, sayang sekali. Sebagai pengungkap segala garis kisah harusnya bisa lebih memberi impresi bagus. Bahkan kover kayu yang terbakar dengan api merah menyala itu diambil dari sini. Jadi Ana mengendara dalam kegelapan malam dalam rangka mencari kabar sang ayah yang menghilang, mengambil jalan pintas yang beresiko. Di tengah jalan mobil jip mogok, dicoba stater dan dipaksa kembali nyala gagal. Hingga akhirnya muncullah sebuah penampakan. Hantu ‘Penyampai Kebenaran’. Sang hantu mengungkap bahwa ayahnya sudah mati, karena ia tak bisa bicara ia hanya memberi isyarat dengan embun di kaca dan menyampaikan berderet tulisan. KITA SUDAH KALAH. Dan kapak yang tersimpan di jok mobil memberi benang merah kisah lainnya. Pahit memang kenyataan. Akhirnya dia mengerti, ucapan bisa disangkal tetapi tidak dengan kebenaran. Kebenaran adalah kebenaran bagaimanapun caranya datang dan siapapun yang mambawanya. Kebenaran adalah kebenaran meskipun semua orang menyangkalnya. Dengan api dan pembebasan beban, kisah ditutup. Well, narasi Ana yang kurang nendang. Penderitaan akan dimulai kembali. Petaka akan disusun kembali. Luka akan ditoreh kembali.

Disela-sela lima cerita, ada sub bab ‘protes’. Ini semacam selingan, bagaimana warga yang kena gusur pemerintah untuk pembangunan proyek melakukan demo. Awalnya seorang, jalan kaki menuju kantor gubernur. Muncul seorang yang mengikuti. Berdua membentang tulisan aspirasi. Muncul seorang memberi semangat dan makanan, bahkan menggantikan membentang tulisan saat sang demonstran makan. Dan pada akhirnya yang lemah selalu tersingkirkan. Ah, lingakaran era yang tak mengenal belas kasih.

Di akhir, ada penjelasan singkat bagaimana novel ini ternyata berdasarkan skenario film karya Bung Ismail Basbeth. Dari prolog pengantar, Bung Bernard menyampai proses perjalanan setengah tahun buku mewujud. Ini adalah debut novelnya, setelah melalangbuana dengan karya seni dan fiksi lainnya. Debut manis, bagus sekali. Bagian penutup juga kita akan tahu bagaimana proses penggarapan film ini, sepuluh tahun berkarya memberi kenangan dan pengalaman sang sineas. Gagasan dasar karya film pendek selalu berangkat dari dua hal yaiut: “Ingin bicara soal apa.” dan “Ingin berbagi perasan apa.” Setelah Menuju Bulan dan Mencari Hilal maka Mobil Bekas melengkapinya. Maaf, saya belum menonton satupun. Mungkin di lain waktu, moga ada kesempatan.

Imajinasi yang membuatmu hidup, Nak!”

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran | oleh Bernard Batubara | Penyunting Dhewiberta | Perancang sampul Ryn Yoanta | Pemeriksa aksara Tita Hamid & Achmad Muchtar | Penata Aksara Martin Buczer | Foto Penulis Bernard Batubara | Penerbit Bentang | Cetakan pertama, November 2017 | viii + 152 hlm.; 20.5 cm | ISBN 978-602-291-436-5 | Skor: 4/5

Karawang, 090818 – Sherina Munaf – Primadona
HBD Hermione Budiyanto – 4 Tahun

Dengarlah Nyanyian Angin – Haruki Murakami

“Apa kamu tahu bagaimana waktu mengalir di alam semesta? | “Tidak. Tidak seorangpun tahu mengenai hal itu.” | “Lantas apa artinya menulis novel yang isinya sudah diketahui semua orang?” Aku terdiam memandangi kuburan itu dan mendengarkan bunyi angin yang berlalu di atas permukaan air. Perasaanku saat itu sulit sekali untuk diungkapkan dengan kata-kata. Judul Dengarkan Nyanyian Angin diambil dari sini.

Selama punya sikap untuk terus belajar dari berbagai hal, maka menjadi tua tentu tidak begitu menyakitkan. Buku debut penulis favorit Haruki Murakami akhirnya kebaca juga. Shock ternyata sudah diterjemahkan oleh KPG jauh hari, terbitan ini sampul baru. Tipis, murah dan baca sekali duduk. Menikmati libur Pilkada Serentak 27 Juni 2018, mendapat diskon di Gramedia Karawang. Buku ini senikmat buku Murakami lainnya. Absurb dan menghibur.

Menulis bukanlah cara untuk menyembuhkan diri, melainkan tidak lebih dari sekedar percobaan-percobaan kecil dalam upaya menyembuhkan diri. Seperti yang kita tahu, Murakami mendapat ide menulis cerita saat usia 29 tahun pas menonotn pertandingan baseball tahun 1978 antara Yakult Swallows versus Hiroshima Carp. Saat itu Hilton melakukan dobel beat dan ia tiba-tiba sadar punya ide membuat cerita. Beberapa bulan kemudian lahirnya Hear The Wind Song. Novela debut ini sukses luar biasa, memenangkan kontes literasi dan memicunya menulis kisah lain. setahun kemudian ia menulis Pinball, 1973. Sekuel sukses ini membuatnya berkomitmen untuk fokus, pekerjaannya dalam berkafe jazz akhirnya dilepas untuk sepenuhnya menulis.

“Menulis kalimat tak ubahnya seperti memastikan jarak antara diri sendiri dan segala hal yang menyelingkupi diri. Jadi yang dibutuhkan bukanlah perasaan tapi msitar.” – Derek Heartfield, What’s So Bad About Feeling Good?, 1936. Sebelum membaca novel ini saya tak tahu siapa Derek Heartfield. Penulis kelas B yang mati bunuh diri ini menjadi ilham dan sangat berpengaruh. Setiap lewat Empire State Building aku selalu memakai payung. Soalnya banyak orang yang berjatuhan dari atas. Ini adalah pengandaian kasar tentang kasus orang bunuh diri dengan menjatuhkan diri. Heartfield membenci banyak hal. Kantor pos, SMA, wortel, perempuan, anjing… kalau dihitung tidak akan ada akhirnya. Dia hanya menyukai tiga hal. Senapan, kucing dan kue yang dipanggang ibunya. Dan kenapa sang Penulis mengakhiri hidupnya bisa dijelaskan dengan sederhana dari ketiganya. Lebih tepat kehilangan yang paling dicinta.

Di antara sesuatu yang kita upayakan untuk disadari dan yang secara faktual memang kita sadari terbentang palung yang sangat dalam. Tak peduli seberapa panjang mistar yang kita bawa, tak sanggup mengukurnya. Kisah utama Dengarkan Nyanyian Angin sejatinya tak rumit, yang mana cinta pemuda mahasiswa kepada janda saat liburan musim panas. Yang membuatnya istimewa adalah penuturannya yang aneh dan jalan berliku untuk menikmati setiap detik kebersamaan.

“Tak usah dipikirkan, mobil bisa dibeli tapi keberuntungan tidak bisa dibeli dengan uang.” Ya, Nezumi terlahir dari keluarga berada. Suatu ketika saat mabuk di bar, ia diantar pulang oleh Aku yang mobilnya kecelakaan. Mobil Fiat 600 Hitam rusak, tapi mereka selamat. Anggur yang dingin dan hati yang hangat.

Sudah cukup lama. Mulanya sebal juga dipanggil seperti itu, tapi sekarang sudah enggak ada masalah. Nezumi artinya tikus. Terdengar aneh, tapi lama-lama asyikin aja. Kayak kita panggil Ciprut, awalnya kok terdengar aneh tapi sudah terbiasa jadinya Hermione pun enjoy disamakan dengan boneka kesayangannya Ciprut Kodok.

“Soalnya Flaubert sudah mati. Karya pengarang yang masih hidup tidak ada nilainya.” Seperti kisah-kisah lainnya yang legendaris, Murakami juga menyebut Penulis besar yang pernah ada sebagai penutan. Jelas, kisah Emma dalam Nyonya Bovary masuk dalam daya khayalnya. Termasuk “Bagaimana bisa cahaya siang memahami kelamnya kegelapan malam…” – Nietzsche dan tentu saja “Dibanding alam sementa yang njelimet, dunia kita ini hanya otak cacing.” – Heartfield.

Ada dua poin unggul dalam novel Nezumi. Pertama adalah tidak adanya adegan seks dan tidak ada satu tokohpun mati. Alasannya adalah meskipun dibiarkan, manusia pasti akan mati dan laki-laki pasti akan tidur dengan perempuan. Demikianlah faktanya. Kutipan ini pertama kutahu dari novel Andina Dwifatma, Semusim dan Semusim lagi. Rasanya beda banget saat mengetahui dari aslinya bagaimana kalimat itu berucap. Lebih pas dan enak dirasakan.

Peradaban adalah informasi. Apabila kau tidak dapat mengekspresikan sesuatu, berarti sesuatu itu tidak pernah ada. Mengerti? Nol besar. Jika terbangun di rumah orang lain, aku selalu merasa tubuh ini seolah dijejali nyawa orang lain secara paksa. Dan kisah Aku dan Nezumi ini awalnya kukira akan jadi kisah cinta klise, bagaimana saat mereka mabuk terbangun di ranjang dan negative thinking menjejali mereka. Oh tidak, peradaban membuat kita membentuk pola itu, nyatanya ga semua.

Bila terus memandangi laut biasanya aku jadi ingin ketemu seseorang. Sebaliknya bila memandangi seseorang aku ingin melihat laut. Aneh ‘kan. Mereka hidup di kota tenang tepi pantai yang tenang. Selama delapan belas hari yang terkenang itu kita tahu, ada rasa indah tak terucap. Aku terus bersiul dalam perjalanan ke rumah. Melodi yang kusiulkan adalah melodi yang pernah aku dengar entah di mana, tapi judulnya tidak kunjung muncul dalam ingatanku.

Kamu justru akan semakin terasing kalau membaca buku. Si Aku memang terlihat istimewa dengan buku dan kebiasaannya menyendiri. Keterasingan itu dilucuti dengan sederhana oleh Nezumi yang akrab. Kamu boleh memberi piutang kepada perempuan, tapi jangan sekali-kali memberi hutang.

‘Aku lebih menyukai kebohongan yang indah daripada kebenaran yang lemah. Yang disebut intelektual unggul adalah meskipun memiliki dua konsep yang bertentangan secara bersamaan, kedua fungsi konsep tersebut bisa dimunculkan secara optimal.’ – Roger Vadim.

Masalahnya bukan pada apa yang kamu rasakan. Aku merasa seharusnya aku tidak bicara seperti itu kepadamu. Ini sudah menjadi peraturan di rumah. Anak-anak harus menyemir sepatu ayahnya. Sang Aku mendapat tugas menyemir sepatu ayahnya setiap malam sepulang kerja. Kebiasaan bagus mengajar agar taat dan membantu orang tua sebisa mungkin. Keluarga yang baik dan tidak punya uang, benar-benar membuatku ingin menangis. Tapi kebiasaan baik akan menghajar kata sifat materialis.

Dibawa ke surga. Di sana mereka akan diperintahkan untuk mengecat dinding. Dengan kata lain, dinding di surga harus selalu putih bersih. Tidak boleh ada noda setitik pun.

“Mungkin juga ya. Tapi aku tak ubahnya seperti mobil bobrok. Kalau diperbaiki satu bagian, maka bagian yang akan terlihat mencolok.”
Aku dibuat pontang-panting oleh obsesi itu kurang lebih selama delapan bulan. Ketika naik kereta, yang pertama kulakukan adalah menghitung jumlah penumpang, jumlah tangga dan bila masih ada waktu aku menghitung jumlah denyut nadiku.

Mengisahkan orang yang telah mati adalah pekerjaan yang sangat sulit, tapi mengisahkan perempuan yang mati muda jauh lebih sulit lagi.
Well, Orang yang baik tidak akan menceritakan kekacauan yang ada di dalam keluarganya kepada orang lain. Sudah lama aku tidak bermimpi, karena sudah cukup lama, aku memerlukan waktu beberapa saat untuk menyadari bahwa itu adalah mimpi.

“Aku menyukai langit. Langit tidak pernah membosankan untuk dipandang kapanpun juga, tapi saat tidak ingin dilihat ya tidak perlu dilihat.”

‘Saya bersumpah atas buku yang paling suci di ruangan ini yakni direktori telepon yang ditulis dalam urutan alfabet, bahwa saya hanya akan mengatakan kebenaran. Hidup adalah hampa namun tentu ada pertolongan.’

Kamu tidak perlu memikirkan aku. Aku hanyalah angin. Kalau mau, kau boleh memanggilku manusia Mars. Gema bunyinya tidak jeleklah. Lagipula kata-kata tidak memiliki makna. Boleh dikata kebohongan dan diam merupakan dosa besar yang merajalela dalam masyarakat sekarang. Kenyataannya kita sering berbohong dan sering lupa diam. Kenapa sapi memamah makanan yang kelihatan tidak enak menyedihkan ini seolah-olah ini sesuatu yang sangat penting. Terlepas dari ada atau tidak adanya arah serta keinginan yang turut campur di dalamnya, alam semesta terus berevolusi dan kita hanya satu bagian dari evolusi tersebut.

Kemudian akupun akan tidur nyenyak di malam hari, karena hal-hal yang tidak mengenakan biasanya muncul di tengah malam. Orang yang memberi dengan penuh keikhlasan akan selalu memperoleh gantinya. “Mungkin dengan begitu perasaan kita jadi lebih ringan.”

Segala sesuatu berlalu. Tak seorang pun dapat menangkap semua itu. Jadi liburan sang Aku dalam delapan belas hari itu akankah bisa menyatukan cinta mereka? Nezumi yang kacau. Manusia bisa belajar dari suatu dari kondisi yang sangat menyengsarakan sekalipun. Karena itulah aku bisa melanjutkan hidupku meskipun hanya setahap demi setahap, alkohol dan Aku? “Aku masuk ke perguruan tinggi untuk menerima wahyu dari surga.” Kalau hidup bersama dalam jangka yang lama, mungkin hobi juga akan menjadi mirip.

Dengarlah Nyanyian Angin | by Haruki Murakami | Judul asli: Kaze No Uta O Kike | Hear The Wind Song | copyright 1979 | Penerbit KGP (Kepustakaan Gramedia Populer) | KGP 59 18 01502 | Cetakan ketiga, April 2018 | Penerjamah Jonjon Johana | Penyunting Dewi Anggraeni | Perancang sampul Leopold Adi Surya | Penataletak Iedham Fitrianjaya Nugroho | iv + 119 hlm.; 13,5 cm x 20 cm | ISBN 978-602-424-407-1 | U 15+ | Skor: 5/5

Karawang, 010718 – 310718 – Alicia Keys – Empire State of Mind (Part II)

Finale 2018

Prediksi para expert FOC.

LBP
Perancis 3-0 Kroasia
Piala Dunia 2018 sudah di ujung. Perancis kedua kalinya atau Kroasia ukir sejarah pertama kali. Siapapun yang menang, ga da bau Lazio di sana. Enjoy the game.

The And
🇫🇷 2-2 🇭🇷
Mandzukic
Gak ada pertai final yang mudah, apa lagi event seakbar WC2018. Waktu normal bakal berjalan ketat, Kroasia bisa aja unggul tapi hasil akhir tetep imbang. Lanjut ke ET. ☺

Siska
Prancis 2-0 Kroasia
Griezmann
Sebenernya mau dukung salah satu bek terbaik di dunia sih. Tapi masih sakit hati udah menyingkirkan tim medioker huft. Semoga mamas Grizzi bisa bawa pulang trofi ke rumah 😚

AW
Prancis 2-1 Kroasia, Mbappé
Prancis tetap unggulan pertamak. Kroasia tidak akan dipermak. Si starlet muda bakal menggebrak.

YR
Perancis 3-2
Griezmann
Kedua team akan bermain terbuka dan habis2an di partai puncak.
Kroasia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang datang tetapi Perancis lebih berpengalaman dan lebih matang

Bob
Prancis 0-1 Kroasia, Manzukic
Siklus 20 tahunan akan terulang. Juara baru lahir. Kroasia berpesta

Istrike2modric
Prancis 0-2 kroasia, modric
Awalnya dukung Prancis. Apalagi pas bisa ngalahin Argentina. Berhubung Prancis ngalahin Belgia jadi eke jagoin Kroasia 😘

Papante
Fra 2-0 Cro
Giroud
Waktu SMP suka nonton film perancis. Waktu SMA nonton timnas Perancis. Waktu kuliah nonton perancis nangis.

Bgs
Perancis 0 – 1 Kroasia
Perisic
Kroasia menang. Aku senang karena menang arisan. Horeeee.

Emas Pogba
Perancis 3 – 1 Kroasia
Grizman
The king Pogba akan mengobati kekecewaan teman2nya di emyu. Dia akan membawakan foto piala kepada Young, Rashford dan Lingard saat sesi latihan di Carrington. Dua bintang di jersey besok seolah sebagai pertanda Jokowi 2 periode?

Jean Damar Piquet
Giroud
Prancis 2-0 Kroasia
Prancis kali ini akan menang dengan Kroasia. Keunggulan stamina dan rapatnya perlini menjadi andalannya. Giroud akan menjadi pahlawan dengan goal ajaibnya dan rakyat Prancis pun bersuka cita.

AP
FRA v CRO 1-0
Griezmann
“20 tahun lalu di Omis, kampung halaman saya. Saya mendukung & mengenakan jersey Kroasia. Saya hanya bisa bermimpi bermain untuk Kroasia & mencetak gol penting yg membawa tim ke final”. – Perisic

FA
Prancis 1-2 Kroasia
Rebic
Final malam nanti akan menjadi sejarah baru dari negara wilayah Balikan. Sekaligus wakil Eropa Timur pertama yg bisa merengkuh trofi WC. Setelah hasil gemilang ini negara2 tetangganya yg lain seperti Slovenia, Bosnia, Serbia dan Albania salah satunya bakal masuk 4 besar Euro 2020.

Takdir
Per 1-2 Kroasia
Modric
Kekuatan Eropa Timur yang paling hebat ada di final. Kita sambut juara baru. Saatnya estafet Pemain Terbaik Dunia dilakukan.

JK
France – Kroasia : 3-3
Perisic
Permaianan adu strategi. Bukan hanya fisik. Gol gol tercipta. Imbang. Pinalti. Kroasia 🏆

Basile DC Boli
Perancis 2-0 Kroasia
Mbappe
Ga terasa Piala Dunia tinggal menyisakan 1 partai yg maha penting.
Perancis v Kroasia?
Saya menjagokan Perancis.

Parnia Porsche Prayitno (3P)
FRA 2-1 Croatia; Giroud
Analisis: Aku ra nyongko kowe tego karo konco. Jarene konco kenthel, Bojoku tok sleding tekel. Opo ra ono Kim. l liyo sing seneng kowe. Nganti kowe nikung bojone konco dewe. Horas Sherina We Love You!

Karawang, 150718

Kubik Leadership #30

“Kesuksesan adalah ketika berhasil mencapai apa yang diinginkan…”

Akhirnya tulisan ke 30 dari 30 hari yang direncana selesai juga. Event #30HariMenulis #ReviewBuku tahun ini memang agak berat karena berbenturan Libur Lebaran di tengah bukan. Namun karena sekarang saya punya event tahunan baru #JanuariBaca 31 buku maka pilihan mana yang akan kuulas jadi sangat banyak, sangat variatif. 15 buku lokal dan 15 buku terjemahan masih sesuai target. Sehingga punya banyak pilihan. Dan jujur saja, malah sekarang melimpah mau review buku apa lagi? Ada banyak buku yang antri kureview, rencana setiap tahun bulan Juni pilih Sidney Sheldon gagal, rencana mau lanjut ulas Harry Potter, Narnia dkk yang seri-seri berikutnya juga gagal. Banyaknya pilihan menjadikan asal ambil saja di rak yang kelihatan, menjadikan koleksi lama tak tersentuh. Yah, akan saya cicil kejar. Sementara itu, mari kita nikmati di hari ke 30 ini dengan salah satu buku non fiksi terbaik Indonesia…

Buku self improved yang fantastis. Ga banyak buku motivasi yang kubaca, ga banyak pula yang bisa mengesankanku. Kebanyakan teori kosong, biasanya cuap cuap umum yang musah didapat di sosmed, mayoritas ‘jual diri’ membabibuta kesuksesan Penulisnya tanpa esensi jalan bagus yang pernah dicipta itu seperti apa, seakan promo hitam.

Nah, Kubik Leadership ini lain. isinya padat, benar-benar memotivasi, teorinya jelas dan logika untuk diikutinya jalan. Sungguh beruntung dapat membaca pinjam dari teman kantor. Saya selesaikan baca tahun 2015 dan selama beberapa hari ada aura positif yang membuncah untuk berbuat baik, untuk menentukan target hidup, untuk membantu sesama, dan rencana-rencana baik menyelimuti pikiran. Inilah buku motivasi sesungguhnya, tajam dan berpengaruh.

Ada tiga pilihan cara untuk memperbaiki nasib Anda. Pertama, timgkatkan valensi Anda. Kedua perbaiki cara hidup Anda dengan menggunakn strategi dan teknik sukses tertentu. Ketiga, dan ini yang terbaik adalah melakukan cara pertama dan kedua secara bersamaan.

Kayakinan adalah seperangkat prinsip dan nilai yang sekaligus menjadi misi suci hidup kita.

“Kami coba mengingatkan bahwa obat untuk pasien… obat bukan untuk laba. Laba mengikuti, dan bila kita mengingat hal itu, laba tidak pernah gagal untuk muncul. Semakin baik kita mengingatkannya, semakin besar labanya.” – George Merck II

“… lebih baik menjual mobil dalam jumlah besar dengan laba yang masuk akal dan retaif kecil… saya meyakininya karena dengan cara ini memungkinkan banyak orang membeli, menikmati, dan menggunakan mobil sehingga perusahaan dapat mempekerjakan banyak tenaga kerja denagn gaji yang lebih baik. Itulah dua tujuan hidup yang saya miliki.” – Henry Ford, 1916

Bagaimana menjadi seornag expert: Berilmu – Bersyukur – Bersabar

Apa yang menjadi prinsip Tuhan adalah sebuah eksistensi dan prinsip-prinsip yang hanya dimiliki oleh Tuhan, kita sebagai makhluk-Nya harus berupaya untuk bisa tunduk-patuh mengikuti-Nya.

“Hal terpenting yang perlu diketahui mengenai manusia adalah kita terbuka untuk segala kemungkinan. Tidak ada kodrat yang bisa diubah, dan karenay kita hampir bisa menjadi apa pun, yaitu menjadi paling sempurna atau paling bejat.” – Oliver Leaman

“Ketika Anda terinspirasi oleh sebuah tujuan yang mulia, seluruh pikiran Anda akan mampu menembus keterbatasan, kesadaran Anda akan mengembang ke seluruh arah, dan Anda akan menemukan diri Anda pada sebuah dunia yang baru, agung dan indah.” – The Yoga Sutras of Patanjali

“Dalam dunia spirit kita tidak dipandu, kita adalah pemandu, pengambil keputusan.” – Victor Franki, Man’s Search For Meaning

“… tidak ada hati yang menderita mengejar impian, karena setiap detik pengejaran adalah detik pertemuan dengan Tuhan dan keabadian.” – Paulo Coelho, The Alchemist

Aksi adalah aktivitas nyata yang didasarkan pada serperangkat aturan hidup. Kerja iklas. Kerja cerdas. Kerja keras.

“Keyakinan akan memperpendek angan-angan. Angan-angan yang pendek akan mendorong orang menjadi zuhud. Zuhud akan mewariskan hikmah. Hikmah melahirkan kejernihan pandangan.” – Dzun Nun Al-Misri, Ulama Sufi abad 7

“Oleh diri sendiri seorang menjadi suci. Kesucian atau ketidaksucian tergantung pada diri sendiri. Tak seorang pun yang dapat menyucikan yang lain…” – Dhammapada 165

Tetaplah lapar. Tetaplah bodoh. Kalimat fenomenal alm CEO Apple Computer and Pixar, Steve Jobs ini akan terkenang dan mengahntui sepanjang sisa hidupku. Karena begitu menohok.

Kemuliaan dalam diri Anda terlihat dari pengabdian Anda. Sebuah pengabdian yang membuktikan bahwa keberadaan Anda bukan semata-mata hanya untuk diri Anda sebdiri, tetapi untuk suatu tujuan besar yang mulia.

Pekerti adalah sikap mental yang melahirkan kecenderungan perilaku sehari-hari.

“I have lived a long life and had many troubles, most of which never happened.” – Mark Twain

Kubik Leadership: Solusi Esensial Meraih Sukses dan Hidup Mulia | oleh Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini | GM 20801140025 | copyright 2005 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Desain sampul Syafa’at Advertising http://www.syafa’at.net | Desain isi Fitri Yuniar | Edisi revisi cetakan keempat, Mei 2014 | ISBN 978-602-03-0504-2 | Skor: 5/5

Untuk para guru dan orang tua kami yang telah mengajarkan arti sukses dan kemuliaan hidup yang sesungguhnya. Untuk istri dan anak-anak kami yang telah menunjukkan bahwa kekuatan energi positif mampu menembus keterbatasan.

Karawang, 300618 – Keane – Everybosy’s Changing

#30 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Thx to Pak Widada yang meminjami buku hadiah ini untuk kubaca terlebih dulu, kupinjam lagi untuk kuulas yang sejatinya bulan Juni 2017 sehingga buku ini tertahan setahun pas dalam slorokan pedestal Ruang HRGA CIF

Laut Bercerita #29

“Peristiwa yang tak nyaman atau menyakitkan tidak perlu dihapus, tetapi harus diatasi.”

Buku yang biasa sekali. Hype tinggi dan adanya film pendek dengan promo gencar membawaku untuk ikut menikmati. Sayang tak bisa memenuhi ekspektasi. Alurnya sangat lambat, berulang-ulang dan sangat datar. Entah kenapa sesuatu yang pasti dan sudah diketahui publik, ga ada inisiatif untuk mengembangkan cerita ke arah lebih. Tragedi penculikan mahasiswa dan aktivis 1998 jelas kita tahu, fakta ada beberapa mahasiswa yang dihilangkan dan dibuang ke perairan pulau Seribu juga sudah dengan mudah kita baca di banyak artikel. Hal-hal yang sudah diketahui khalayak, boleh saja dicerita ulang, diriset lagi dan ditambah bumbu-bumbu fantasi tapi jelas Laut Bercerita ga canggih dalam pengembangan kisah. Benar-benar biasa, tak ada karakter loveable, penyelesaian juga kurang OK.

Laut Bercerita bertutur tentang kisah keluarga yang kehilangan, sekumpulan sahabat yang merasakan kekosongan di dada, sekelompok orang yang gemar menyiksa dan lancar berhianat, sejumlah keluarga yang mencari kejelasan makm anaknya, dan tentang cinta yang tak akan luntur. Sinopsis kover belakangnya juga sudah mewakili, kita tahu semua itu. tak ada kejutan, termasuk siapa yang berhianat dan siapa yang terus ada saat krisis menerjang.

“Semakin aku tumbuh dan semakin melahap banyak buku perlahan aku menyimpulkan ada dua hal yang selalu menghantui orang miskin di Indonesia: kemiskinan dan kematian.”

Jadi penghianat adalah kata yang relatif, bisa repot kalau kita selalu menggunakan relatifitas sebagai justifikasi.

Di kampus kita banyak belajar tentang disiplin berfikir, seperti pengalaman yang memberi daya akan hidup adalah di lapangan. Saya hanya pesimistis. Kawan-kawan kita hanya berdiskusi karya Pram saja sudah di penjara, bagaimana kita bisa berharap para tapol dan keluarganya akan memperoleh keadilan, rehabilitasi nama, dan pemulihan jiwa? Bukan Pak Razak saja, tetapi jutaan korban yang dibunuh tahun 1965 sampai tahun 1966…

“Kau selalu tak nyaman dengan beberapa kawan, dan insting seperti itu memang penting untuk dipelihara.”

Bapak memang satu dari sedikit penggemar musik yang masih mempertahankan tradisi vynil sebagai pertahanan diri dari kekonyolan kaset, yang kata Bapak secara estetika mencemaskan.

“Kalau kami hanya anak kecil, kenapa Bapak mencemaskan?”

“Aku ingin sekali perempuan tak selalu menjadi korban, menjadi subjek yang ditekan, yang menjadi damsel in distress…”

Dalam setiap kelompok pasti ada agen ganda.

Dari kami berempat, memang hanya akulah lelaki yang pasif, setengah tolol dan hanya bisa mengagumi perempuan dari jauh.

“DPRD kan seperti septitank, kerjanya cuma menampung terus.”

Hujan semakin menjadi-jadi seolah-olah langit menumpahkan persediaan air. Tak lama kemudian terdengar serangkaian petir mulai menyambar…

Gaya baca Mao kesentuh lintah dikit saja menjerit.

Ini bukan model penahanan yang akan membiarkan kami membaca, menulis, atau melakukan kegiatan cerdas seperti tahanan politik terkemuka itu.

Cita-citaku suatu hari: melempar boombox itu ke dalam sumur. Siapapun yang menciptakan house music jauh lebih layak disiksa daripada kami.

“Kita tak boleh jatuh, tak boleh tenggelam, dan sama sekali tak boleh terempas karena peristiwa ini. Kebenaran ada di tangan mereka yang memihak rakyat.”

“Ayo yuk masuk semua, mandi, lalu makan. Kamu masak apa Jani, ini pahlawan perang perutnya kosong.”

Pada titik yang luar biasa menyakitkan karena setrum, itu terasa sampai di ujung syaraf, aku sempat bertanya, apa yang sebetulnya kita kejar?

“Kekuatan Laut. Keinginan jauh lebih besar untuk tetap bergerak. Ini semua menaikkan militansi kita, bukan memadamkannya.”

Kita harus mengguncang masyarakat yang pasif, malas dan putus asa agar mereka mau ikut memperbaiki negeri yang sungguh korup dan berantakan ini, yang sangat tidak menghargai kemanusiaan ini, Laut.

Ini memang sesuatu yang pragmatis. Bukan soal ‘berguna’ atau ‘tidak berguna’. Kita tak akan pernah tahu kalau kita tak mencoba.

“Setiap langkahmu, langkah kita, apakah terlihat atau tidak adalah sebuah kontribusi, Laut. Mungkin saja kita keluar dari rezim ini 10 tahun lagi atau 20 tahun lagi, tapi apa pun yang kamu alami di Blangguan dan Bungurasih adalah sebuah langkah. Sebuah baris dalam puisimu, sebuah kalimat pertama dari cerita pendekmu..”

Betapa Mas Laut akan bergelora mengetahui banyak hal yang dulu dilarang dan dibungkam kini bisa bebas dibaca dan didiskusikan. Betapa kini pers Indonesia sudah berjalan sesuai institusi yang kerjanya bukan menerangkan.
Gabo bisa meramu kata-kata menjadi kalimat yang luar biasa, dan Mas Laut selalu takjub dengan kekuatan kata-kata.

“Mengapa aku merasa Laut dan kawan-kawan ada di bawah sana, di dasar laut dan tetap hidup.” | “Ya di bawah sana, bersama ikan dan karang berbincang tentang puisi dan perjuangan bersama Mas Gala.”

Mereka jadi pendiam dan agak mudah tersinggung. Ada semacam survivor’s gulit yang mengikat mereka menjadi satu.

Aku tak berani membayangkan sesungguhnya yang terjadi pada Mas Laut, tetapi aku juga tidak ingin Bapak Ibu terus menerus hidup dalam titik yang sama, di dalam dunia yang sama, penuh harap, penuh penyangkalan, dan penuh mimpi kosong.

“Yang paling sulit adalah menghadapi ketidakpastian. Kami tidak merasa pasti tentang lokasi. Kami tidak merasa pasti apakah akan bisa bertemu dengan orang tua, kawan dan keluarga kami, juga matahari. Kami tak pasti apakah akan dilepas atau dibunuh, dan kami tidak tahu pasti apa yang sebetulnya mereka inginkan selain meneror dan membuat jiwa kami hancur.”

Harapan itu tetap terjaga karena memiliki keinginan, kerja keras dan ilmu yang terus menerus diuji. Sedangkan apa yang kuhadapi sekarang adalah sesuatu yang asing, tak pasti, terus-menerus menggerogot rasa optimisme dan kemanusiaan.

Sudah dua tahun kami ada di kampungku belajar menentukan arah mata angin bersama bintang dan bernyanyi berbagai tembang untuk membujuk badai… kembalilah.

Jika bukan karena kalian bertiga aku tak kan menyadari betapa perempuan pencipta kehidupan, penggerak matahari dan peniup ruh kegairahan hidup.

Bertemu, berkencan, dan mencintai lelaki lain tak berarti dia berpaling dariku, karena apapun yang terjadi aku sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Leila Salikha Chudori, Penulis wanita kelahiran Jakarta 1962 adalah Pemenang 2013 Prosa Terbaik Khatulistiwa Kusala Sastra dengan novel Pulang. Bagaimana peluang Laut di tahun 2018? Kecil, sangat kecil. Saat ini kita bisa tunjuk novel 10 besar kandidat lawan dengan ulasan empat atau lima bintang. Laut monoton, sangat biasa ceritanya jadi sangat sulit melaju. Bisa saja menjadi pesaing 50 besar tapi mustahil menang. Pembanding dua pemenang terakhir, Raden Mandasia narasinya luar biasa, berbobot dan sangat menghantui. Dawuk fantastis, cerita kuat dan mengandung banyak unsur kejutan. Laut tak memiliki kekuatan ke arah sana.

Ulasan singkatku di ig lazione.budy 11 Maret 2018: ‘Baru saja selesai baca #LautBercerita nya #LeilaChudori so sorry jelex. Maaf ya, menyebut Pramudya, Gabo, The Beatles sampai Tan Malak tak otomatis keren. Cerita harus tetap kuat dan membuat Pembaca terpaku semangat. Sayang sekali, bukunya membosankan, berulang kali melakukan pengulangan ceritabtak perlu. Cerita ngelantur tanpa membuat penasaran. Laut Bercerita sama buruknya dengan #LukisanNabila tentang drama penculikan 1998 yang terendam. Ekspektasiku ketinggian, dari nama besar #Pulang saya berharap sebuah prosa megah. Apesnya lagi buku ini kubaca terjepit nikmat antara #TheEnglishPatient yang wow dan #Sapiens yang wow banget, drop. Buku pertama bulan Maret yang kuselesaikan baca setelah gempita Oscar.’

Laut Bercerita | Oleh Leila S. Chudori | Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia | KPG 59 17 01418 | cetakan kedua, Desember 2017 | Penyunting Endah Sulwesi, Christina M. Udiani | Ilustrasi sampul dan isi Widiyanto | Perancang sampul Aditya Putra | Penataletak Landi A. Handiwiko | Foto Faizal Amiru | x + 379 hlm.; 13,5 cm x 20 cm | ISBN 978-602-424-694-5 | Skor: 2/5

Untuk mereka yang dihilangkan dna tetap hidup selamanya.
Untuk Rain Chudori-Soerjoatmodjo

Karawang, 300618 – Sherina Munaf – 1000 Topeng

#29 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku

Gempa Waktu #28

“Gempa waktu 2001 merupakan nyeri otot kosmis dalam tendon-tendon Takdir. Ketika kota New York pukul 14:27 tanggal 13 Februari tahun itu, Alam Semesta mengalami krisis kepercayaan diri. Haruskan ia mengembang tanpa batas? Apa maknanya? Alam Semesta mendadak sontak menyusut sepuluh tahun tanggal 17 Februari 1991, yang bagi saya adalah pukul 7:51 dalam antrean di sebuah bank darah di San Diego, California.”

“Berbahagialah mereka yang berduka. Terberkatilah mereka yang lemah. Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan kebenaran.”

“Semoga ada yang menembak saya selagi bahagia.” – Fats Waller (Pianis jazz)

“Hidup adalah seperiuk tai.” – Kilgore Trout

Harap diingat, membuat ia dan saya, dan Anda dan semua orang, melakukan apa saja yang telah kita lakukan sejak 17 Februari 1991 hingga 13 Februari 2001, sekali lagi.

“Sebuah benda laknat berwarna ungu tua sebesar ketel yang ada di runag bawah tanah apartemen satu sekolah menengah pertama.”

“Tetapi itu mirip Tuhan dengan huruf T kecil. Mereka menyamakan diri mereka dengan para dewa kecil yang hanya membalas dendam dan menghancurkan.”

“Ia melakukannya. Karena begitulah yang agaknya diinginkan ibunya untuk dilakukan.”

Saya beruntung lahir di sini, bukan di sana, sebagai orang kulit putih dan kelas menengah, di rumah yang penuh buku dan gambar, dan di tengah keluarga besar, yang sekarang taka da lagi.

Tetap menguntungkan bagi saya untuk melepaskan pekerjaan sebagai pegawai humas di General Electric, dengan asuransi kesehatan dan dana pensiun. Saya mendapat uang dengan menjual berbagai cerita di Saturday Evening Post dan Collier’s, dua majalah mingguan yang penuh iklan, yang menerbitkan lima cerita pendek dan sepotong cerita bersambung menegangkan di setiap terbitannya.
Ayah saya manjadi tenaga jual mobil, dan ia tidak diterima sebagai pengajar di Cape Cod Junior College.
Anak-anak muda Booboo tak lagi melihat faedahnya mengembangkan imajinasi, sebab yang mereka lakukan hanyalah menghidupkan saklar dan melihat segala macam sampah yang mencolok mata.

“Tetapi otak kita cukup besar untuk membiarkan kita menyesuaikan diri dengan berbagai kesalahan besar dan perilaku sinting yang tak terelakkan.”

“Selamat tinggal, dunia. Selamat tinggal, selamat tinggal Grover’s Corners… Mama dan Papa. Selamat tinggal jam yang berdetak… dan bunga-bunga matahari milik Mama. Makanan dan kopi. Pakaian-pakaian yang baru disetrika dan mandi air panas… tidur dan bangun. Oh bumi, Engkau terlalu indah untuk disadari oleh siapa pun.

“Adalah orang yang pernah menyadari kehiduapn saat mereka menempuhnya – menit demi menit?”

Orang bilang, yang mula-mula rusak takkala Anda menjadi tua adalah kedua kaki dan mata Anda. Itu tidakbenar. Yang mula-mula hilang adalah kemampuan memarkir kendaraan secara pararel.

Mereka saling menyiratkan, dan karena itu menjadi rekan sejawat dalam struktur kekuasaan yang sedang muncul, yang tak lain hanya implikasi. Kekuasaan tersebut disiratkan oleh kelemahan.

“Tuhan menciptakan langit dan bumi. Dan bumi tidak memiliki bentuk, kosong, dan kegelapan ada di atas permukaan tubir. Dan Roh Tuhan bergerak di atas permukaan air. Setan dapat dapat melakukan hal itu juga, tetapi ia berfikir berbuat demikian adalah hal bodoh, bila tanpa maksud tertentu. Apa maknanya? Awalnya ia tidak mengatakan apa-apa.”

“Dan malapetaka itu betul-betul terjadi. Tuhan membuat lelaki dan perempuan, miniatur-miniatur cantik Tuhan dan setan, dan melepaskan mereka demi melihat akan menjadi apa mereka nanti. Taman Firdaus. Boleh dianggap sebagai bentuk awal Koloseum dan Permainan-permainan Romawi.”

“Keempat Penulis pahlawanku itu semua pecandu alkohol.”

Bernard Russel pernah mengatakan bahwa ia kehilangan para sahabatnya yang menjadi korban salah satu dari riga macam kecanduan. Alkohol atau agama atau catur.

“Bila Anda memiliki sahabat orang Hungaria, Anda tidak memiliki musuh.”

“Bila Anda benar-benar ingin menyakiti hati orangtua Anda, dan Anda tidak memiliki keberanian untuk menjadi seorang homo, setidaknya Anda dapat terjun ke dunia seni.”

Saya bertanya pada mendiang Penulis Jerman, Heinrich Boll, apakah cacat watak orang Jerman yang mendasar, ia menjawab, ‘Kepatuhan’.

Dengarlah andai bukan gempa waktu yang menyeret kita kita dari satu mata kayu ke mata kayu lain, maka ada sesuatu yang lain yang sama kejam dan sama kuatnya.

Baginya, plagiarisme adalah apa yang oleh Trout disebut mopery, “Telanjang secara tidak sopan di hadapan seorang buta yang sama jenis kelaminnya.”

Saya tidak menulis kesusastraan. Karya sastralah yang diperhatikan oleh para monyet canggih di rumah sebelah itu.

‘Bila pada kali pertama Anda gagal, cobalah, cobalah, cobalah, silakan mencoba lagi.’

Bagaimana kalau saya tidak menyesal? Nama julukannya adalah Sriti Kecil. Bagaimana kalau Bingo? Saya dulu tak pernah minta untuk dilahirkan.

Tetapi saya tahu Bernie telah kehilangan sesuatu yang penting dan terhormat.

Filsuf Jerman Fredrich Wilhelm Nietzsche yang menderita sifilis mengatakan bahwa hanya orang yang beriman penuh yang dapat menhayati kemewahan skeptisisme agama.

Takkala pemutaran ulang itu berakhir dan kehendak bebas mempunyai andil lagi, semua orang dan segala sesuatu akan tepat berada di mana mereka berada sewaktu gempa waktu menempa.

Gempa waktu dan gempa-gempa susulannya tidak memutuskan seutas benang pun di sarang laba-laba kecuali ada kekuatan lain yang lebih dulu memtuskannya.

Airmata yang diminta Hemingway untuk kau kucurkan itu adalah airmata kelegaan! Kelihatannya saja lekaki itu akan menikah dan hidup tenang, tetapi ia ternyata tidak perlu melakukannya. Wheee!

Sigmund Freud mengatakan bahwa ia tidak mengetahui apa yang dikehendaki perempuan. Saya tahu apa yang dikehendaki perempuan. Mereka menghendaki banyak orang untuk diajak bicara.

Bersetubuh, bila tulus merupakan salah satu dari berbagai gagasan terbaik yang ditaruh Setan ke dalam apel yang diberikan kepada ular agar disampaikan kepada Hawa. Gagasan terbaik dalam apel itu adalah menggubah musik jazz.

Hanya karena Anda berbakat tidak berarti Anda harus melakukan sesuatu sesuai dengan bakat itu.

“Hati-hatilah terhadap para dewa yang membawa bermacam anugerah.”

Ada sebuah planet dalam tata surya ini di mana penduduknya sedemikian tololnya sehingga selama sejuta tahun mereka tidak tahu ada belahan lain dalam planet mereka. Mereka tidak menduganya sampai lima ratus tahun lalu! Toh mereka sekarang menyebut diri mereka manusia berakal. Homo sapiens.

Orang yang betul-betul pintar mempunyai radio-radio kecil di kepala mereka, dan mendapatkan gagasan-gagasan cemerlang dari suatu tempat… namun pada suatu malam, takkala sudah tidak ada orang, ia membelah otak orang-orang yang ber-IQ tinggi untuk mencari pesawat-pesawat radio kecil… tak mungkin otak manusia yang tak lebih dari sarapan anjing, spons seberat tiga setengah pon yang direndam dalam darah, dapat mengubah ‘Stardust’, apalagi Simfoni Kesembilan Beethoven.

… bahwa begitu saya menaruh ujung pena di atas kertas, pena itu akan menulis suatu kisah dengan sendirinya.

Ilmu pengetahuan tidak pernah membahagiakan siapapun. Kebenaran tentang situasi manusia terlampau mengerikan.

Kebetulan, semua pengarang lelaki, tak peduli betapa melaratnya atau pantas diusir dengan alasan yang lain, memiliki istri-istri cantik. Harus ada orang yang meneliti ini.

Tiga Ksatria Pamungkas Onkologi, yakni pembedahan, kemoterapi dan radiasi.

Saya senantiasa mengalami kesulitan mengakhiri cerita pendek yang dapat memuaskan khalayak luas.

Seniman adalah orang yang berkata ‘Saya sanggup membereskan negara atau negara bagian atau kota saya, bahkan perkawinan saya. Tetapi demi Tuhan, saya dapat membuat kanvas persegi ini, atau sehelai kertas ukuran delapan setengah inci ini, atau seonggok tanah liat ini, atau dua belas birama musik ini, menjadi apa yang seharusnya.’

“Ini seni atau bukan?”

Saya menyukai apa yang dibuat oleh Mozart, dan saya membenci apa yang dibuat oleh ember ini.

Lukisan-lukisan terkenal lantaran sifat kemanusiaannya, bukan lantaran sifat ke-lukisan-nya.

Banyak darah tertumpah dalam apa yang oleh banyak Penulis Amerika generasi saya disebut sebagai peperangan yang layak dipertarungkan, sebagaimana peperangan melawan musuh asing.

Harap diingat saya dan Tilgore Trout tidak pernah menggunakan titik koma. Tanda baca itu tidak berfaedah, tidak memberi kesan apa pun. Tanda baca banci.

Banyak orang menduga Frankenstein adalah monsternya. Bukan dia. Frankenstein adalah ilmuwannya.

Benda terakhir yang keluar dari kotak itu adalah pengharapan. Pengharapan itu terbang jauh.

Yang dapat dipelajari dalam sejarah adalah bahwa sejarah sama sekali tidak masuk akal, maka belajarlah dengan yang lain, misalkan musik.
Kejahatan yang dibuat orang akan terus hidup walau pelakunya mati.

Hal akan terjadi kapan saja bila seorang aktor menciptakan bahan ceritanya sendiri.

Seorang perempuan muda masuk ke sebuah rumah tua dan memelorotkan celananya.

Ia tahu bahwa saya sentimental yang berarti saya seorang Demokrat dari utara, ia hamil dan ia ingin tahu akan melahirkan seorang bayi tak berdosa ke dunia yang begitu buruk merupakan kesalahan.

‘Saya tak akan percaya bahwa Tuhan berjudi takkala menciptakan dunia.’ Einstein

Buku yang gilax. Keren banget. Buku pertama Kurt yang kubaca, langsung terpesona. Dengan tema bagus, plot twist dan penyampaian yang enak diikuti, jelas ini salah satu novel bagus yang sarat makna. Banyak hal yang bisa direnungkan, dan memang kalau sudah ngomongin waktu, pastinya membuat kita merenung, dan bila kita bisa kembali mengulang waktu, diberi kesempatan kembali, apakah semua hal yang salah yang sudah dilakukan bakalan jadi benar?

Semua orang, hidup atau mati, semata-mata hanyalah kebetulan

Gempa Waktu | by Kurt Vonnegut | Copyright 1997, Kurt Vonnegut, Berkley Book, New York | diterjemahkan dari Timequake | Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) | Cetakan kedua, Februari 2016 | Penerjemah T. Hermaya | Penyunting Candra Gautama | Desain sampul Teguh Tri Erdyan, Deborah Armadis Mawa | xvii + 251; 14 cm x 21 cm | ISBN 978-979-91-01143-2 | Skor: 5/5

Untuk mengenang Seymour Lawrence, pengusaha penerbitan yang terkemuka dan romantic, yang menerbitkan kisah-kisah ganjil yang ditulis dengan tinta di atas bubur kayu yang diputihkan.

Karawang, 290618 – Sherina Munaf – Persahabatan

#28 #Juni2018 #30HariMenulis #ReviewBuku