Prediksi Lazio Vs Palermo

image

Prakiraan formasi lawan Palermo
4-3-3
Strakosha
Basta-Wallace-De vrij-Lukaku
Parolo-Biglia-Sergej
Felipe Bale-Immobile-Lulic

LBP
3-0
Pertaruhan klasemen. Semalam Atlanta menang jadi wajib juga kita menang walaupun Inter nya Pioli keok.

Arifin
Lazio – Palermo. 2 – 0. Immobile.
Analisis : Lazio menang. Palermo tumbang. Om Budi girang. Om pulsa om.

Damar front pembela Curva Nord
Lazio 2-1 Palermo. Immo
Lazio masih menjaga tren positive untuk mengamankan tiket ke eropa. Kali ini Palermo akan menjadi tumbalnya. Buat Cataldi gw udah move on dari loe. Bisogna vincere.

Bagas
Lazio 1 – 0 Palermo, Immo
Lazio pasti menang, untuk menjaga asa bertemu Barca di UCL musim depan. Sementara itu di kubu tim lawan yaitu Palermo akan kesulitan meladeni tuan rumah. Forza Lazio!!!

Deni
Lazio v palermo : 3-1 .immobile
Analisis : Lazio main kandang. Lazio main menyerang. Palermo terus bertahan. Akhirnya Lazio menang. Pelatih dan fans pun ikut senang 👍🏻

Gabriel
Lazio vs Palermo : 4-0, Scorer : Immobile
Lazio siap menang lagi. Palermo degradasi lagi. Immobile nyekor lagi.

Ajie Muser
Lazio 4-1 Palermo. Immobile.
Lazio ya Lazio. Palermo ya Palermo. Beda kelas. Sudah sepantasnya Lazio menang telak 🙂

Indah Santika
Lazio 3-1 Palermo. Biglia.
Analisa : pada pertandingan yang sangat seru dan menarik dalam ajang Serie A, akan mempertemukan Antara Lazio vs Palermo tanggal 23 April 2017 pukul 20:00 WIB .yang akan berlangsung di Stadion”Stadio Olimpico”markas (Lazio). Lazio – Dari data pertandingan bola Lazio saat ini berada pada peringkat ke 4 di klasemen sementara Liga Italia dengan perolehan nilai 61 poin, tentu nya tuan rumah akan bermain dengan semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan dan untuk mendapatkan poin dalam pertandingan bola malam ini.

Arief #SharaFamily
Lazio v Palermo 2-0. Felipe Anderson
Lazio tampak payah usai menyingkirkan roma di SF coppa. Pekan ini waktunya Gli Aquilotti untuk bangkit. Palermo hanya meraup 2 biji poin dalam 9 match terakhir.

Tak Lehuang oleh Waktu
Lazio 2-1 Palermo. Savic
Palermo divoor +2. Semua orang akan terjebak karena mengira Lazio itu kuat. Belum, mereka belum layak bertemu el Barca.

Widy
Lazio 4-2 Palermo.Immobile
Laga sudah pasti menang. Nebak Immobile sama skor mudah-mudahan tembus. Menang telak Lazio 4-2.

Imoenk Milanisti
Lazio 3-2 palermo, Immobille
Lazio kayaknya bakal kesulitan nich. Palermo ngantuk-ngantuk tapi mathuk. Yaaa minimal Lazio kebobolan lah. Meskipun tetap menang, tapi gak bisa klin sit.

DC
Lazio 1-1 Palermo, Immobile
Sebenarnya pengen nulis kemenangan buat Lazio. Tapi slot yang tersisa ga mungkin mereka raih. Jadi setidaknya hasil imbang lebih realistis dibanding skor 4-0, 5-0 dan seterusnya. Untuk musim ini Deemmmm K A S S A I.

JulioKesar
Lazio 2-0 Palermo.
Keita.
Longweekend gaes, dan Lazio masih sulit terbendung. Roh apa yang merasuki pasuka Elang. Yang jelas dengan pemain biasa-biasa bisa bersaing konsisten.
2-0 buat Lajio.

Takdir
Lazio 2- 0 Palermo, Sergey Milinkovic Savic
Analisis:
Ini adalah laga pelampisan. Setelah kalah dari Napoli 3 gol, gagal poin penuh di neraka Luigi Ferraris. Palermo akan  jadi letupan amarah de grit. Sebuah gradi resik menuju derby final musim ini. Dan Sergey memberi bukti harga senilai Pogba bukan omong kosong. #AvantiLazio

Karawang, 230417

Big Match Genoa Vs Lazio – Live Jak TV 20:00 WIB

image

PROBABILE FORMAZIONE (4-3-3): Strakosha; Basta, De Vrij, Hoedt, Radu; Parolo, Biglia, Milinkovic; Felipe Bale Anderson, Immobile, Keita. — Cataldi
A disp. Vargic, Adamonis, Patric, Bastos, Wallace, Lukaku, Crecco, Murgia, Lulic, Lombardi, Luis Alberto, Djordjevic.
All. Inzaghi.

LBP
0-3
Setelah ditampol Napol di kandang, pekan ini jadi momen burukku 2017. Suasana kerja langsung drop setelah pesta pora The Jungle. Sedih. Kecewa. Amarah. Prasangka. F###. Yasu Dahlah, memang benar jangan berharap berlebihan sama orang. Tapi hari ini mood ku langsung meninggi setelah buka web resmi The Great: “Lazio mengumumkan bahwa pemain Sergej Milinkovic-Savic telah memperpanjang kontraknya hingga 2022″. Savic adalah masa depan Lazio. Memangnya siapa ya Cataldi itu?

Papa Erwin
Genoa Vs Lajio: 2-0, Simeone
Laga sulit Lajio. Jinx Lajio. Kalah lagi.

Arifin
Genoa Vs Lajio: 1-1, Immobile.
Laga super big match. Tensi tingi setinggi nirwana. Yang niton dijamin tegang kayak tower.

Bagas
Genoa 1 – 2 Lazio, Immo
Kemenangan harga mati untuk Lazio, untuk menjaga asa lolos ke UCL musim depan, agar mimpi melawan bar… (keypad rusak) terwujud. FORZA LAZIO!!!

Imoenk Sragentina
Genoa 1-1 Lazio, Biglia
Sorry Bud, gak njago Lazio. Seri aja ya. Biar poin Lazio segera dikejar Milan. Lazio seri, Milan menang derby della madoninna kan keren. Setuju Bud?

Takdir
Genoa 0 – Lazio 4, Immo
Super big match, menegangkan tanpa henti. Sampai kini vidio mancing simbah belom ketemu. Mending makan bubur ayam yuk.

Holy Gabriel
Genoa Vs Lazio: 1-2, Felipe Bale
Lazio bakal putus tren buruk. Hasil tidak muluk-muluk. Kalau kalah siap-siap digaruk.

Arief #SharaFamily
Genoa Vs Lazio 0-2. Immobile
Lazio berniat mengakhiri catatan buruk di Luigi Ferraris. Genoa tak pernah menang dalam 7 laga kandang terakhir. Laga kontra Lazio akan menjadi partai debut Ivan Juric di kesempatan kedua sebagai pelatih Genoa.

Indah Santika
Genoa Vs Lazio 0-1. Immobile
Skuat asuhan Simone Inzaghi dibayang-bayangi 6 catatan negatif di Luigi Ferraris.
Akan tetapi, musim ini Lazio tak terkalahkan di 5 partai away terakhir.
Immobile dkk. akan termotivasi kembali ke jalur kemenangan setelah dipermalukan napoli 0-3.

Tomas Skuhravy
Genoa 1-0 Lazio, Rigoni
Kemenangan pertama setelah kalah beruntun. Poin Salveza mulai mendekat. Maaf buat Laziale

Mr. Jabo
Genoa 2 – 3 Lazio. Immobile
Lazio akan memburu kemenangan meski bermain tandang. Dan tiga poin layak didapat atas hasil jerih payah para pemain. Selamat.

Prapja Muda Karana
Genoa 1-3 Lazio, Keita Balde
Tandang ke Genoa adalah neraka dunia.  Tapi tuan rumah tengah ndobos. Ibarat rumah yang pemiliknya disekap, inilah saat yang tepat bagi tamu menjarah habis harga diri Genovah.

Widy
Genoa 2-2 Lazio. Immobile
Tandang lagi euy. Target menang kudu dicapai. Tapi apalah daya ternyata hanya seri yabg didapat 2-2.

Axl Rose
Ge noah 0 – 2 Lazio, Felipe Bale.
Ini bukan masalah siapa menang siapa dapat pulsa. Ini hanya masalah KEBERPIHAKAN. Dewi fortuna akan berpihak ke tim tamu. Tiga angka mendekatkan impian bertemu Barca.

Damar Irr
Genoa  2-4 SS Lazio, Immo
Masih dengan semangat membara meskipun kemarin belum beruntung tetapi kali ini akan ada pesta di kandang lawan.
#ForzaLazioAle #BisognaVincere

Karawang, 150417

Seteru Di Papan Liga Para Juara

image

Prakiraan formasi lawan Napoli.
(3-4-2-1):
Strakosha;
Bastos, Wallace, Radu;
Basta, Parolo, Murgia, Lukaku;
Felipe Bale Anderson, Milinkovic Savic;
Immobile.

LBP
3-0
Perebutan tiket Champion kini bertiga Romlah, Napoli, dan Lazio. Pertarungan antar mereka akan sangat menentukan posisi. Malam ini kita tunjukkan bahwa kita sejatinya layak memiliki persaingan di Liga Para Juara.

Arief #SharaFamily
Lazio vs Napoli 2-1, Immobile
Target Sang Elang adalah peringkat 3. Napoli harus dikalahkan. Immobile bakal jadi ancaman besar bagi pertahanan Napoli.

Bagas
Lazio 1 – 2 Napoli, Callejon
Lazio saat ini tidak terlihat dalam kondisi yang prima, sepertinya laga ini akan jadi laga yang sulit bagi Lazio dan nampaknya Lazio akan membuat pendukungnya kecewa. Napoli dipastikan akan bermain dengan semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan guna mempertahankan posisinya di klasemen saat ini. 

Arifin sedang di Pantura
Lazio 1 – 0 Napoli, Immobile
Analisis: Lazio dalam tren positif. Tapi menang tipis cukuplah untuk mengalahkan Napoli. Om pulsa om.

CalcioPraptopoli
Lazio 0-0 Naples. Card: wallace
Game ini akan berakhir antiklimaks. Ibarat pasutri yang game sebelum waktunya, itulah gambaran partai super keras ini. Lazio dapat 2 kartu merah, Napoli dapat 3. Tawuran sempat membuat laga berhenti sejenak. Keesokan harinya tabloid bola menulis besar-besar, ternyata sepakbola tarkam juga terjadi di italia.

Takdir
Lazio 1-0 Napoli, Sergey Milinkovic Savic
Analisis: Lazio memang kalah pada
semifinal leg kedua Coppa Italia 2016-2017. Namun, De Grit tetap melaju ke final. Napoli bisa saja menjungkalkan Nyonya tuek, tapi tetap saja mereka rontok di Coppa. Kedua tim beda aura akan beradu otot Senin pagi dan CHE FESTA NEGLI SPOGLIATOI ke arah siapa? De Grit akan bertahan dan mencuri gol via sundulan.

Rock in ’82
Lazio 2 – 0 napoli
Skorer Ciro
2 hasil berbeda yang didapat di coppa tidak akan mempengaruhi mental mereka. Demi memangkas poin dari Juve. Mereka bermain terbuka. Permainan keras cenderung kasar. Glory Glory Lazio

Gabriel Kangen Felipe
Lazio vs Napoli: 1-3, Mertens
Hancurkan Lazio! Napoli pantang loyo. Kalau capek pakai koyo.

Imoenk
Lazio vs Napoli: 1-1, Immobile
Untuk sementara, ane gak dukung keduanya. Yaaa biar Milan bisa ngejar gitu. Secara kualitas, pertandingan bakal imbang. Tapi dewi fortuna lagi (kondangan) gak memihak kedua tim. Oke dech, waktunya Milan memangkas ketinggalan poin.

WAO
Lazio 4-1 Napoli, Immobile
Lazio pantas menang. Maen home dipastikan didukung banyak suporternya. Skor mncolok 4-1 mewarnai laga ini.

Fernando De Napoli
Lazio 1-2 Napoli Calejon
Lazio melawan tim yang berat. Walau main di kandang, Lazio akan kalah. Skor tipis saja.

Mbah Jabo
Lazio 2 – 2 Napoli
Immobile
Lazio jumpa Napoli tentu akan menampilkan pertandingan yang menarik, untuk ukuran liga Itali yang sebenarnya membosankan. Keduanya sama-sama kuat., sama-sama berusaha untuk menang. Dan keduanya akan mendapatkan​ gol yang sama. Sekian.

Karawang, 090417

Kami Ke Finale!

image

image

image

image

image

image

Senad Lulic: “Kami layak lolos ke final Coppa Italia. Kami bermain baik, bekerja secara tim dan menikmati kesuksesan. Kami sudah berhasil meraih tujuan awal kami, yakni ke final dan yang terpenting mendepak Roma dari kompetisi!”

Dengan mengantongi keunggulan dua gol rasanya Lazio akan melakoni leg kedua semifinal coppa Italia 2016/2017 dengan lebih tenang. Simone Inzaghi menerapkan strategi serupa, hanya berubah di bagian Parolo digantikan Lulic. Dengan tiga bek: Bastos, De Vrij dan Wallace. Lukaku, Lulic, Basta, Biglia di tengah. Savic dan Felipe menopang Immobile. Sebenarnya kita memainkan strategi lima bek karena Basta dan Lulic lebih cenderung mundur. Untung sekali pergerakan gelandang serang kita keren sehingga suplai bola cepat ke striker murni kala serangan balik sukses.

Faktanya memang Biancoceleste sangat tenang menghadapi lawan yang malam ini grusa-grusu mengejar waktu. Sempat unggul dua kali via Savic dan Immo, dua kali pula mereka berhasil menyamakan kedudukan via El Sha dan Salah dan akhirnya ditutup sebuah kesalahan untuk Salah.

Dari LIRK – Lazio Indonesia Region Karawang, ngumpul berlima di rumah Coach Setiadi di dinginnya malam tengah pekan. Dengan suguhan khas tahu bulat dan kopi hitam, ditegur security untuk tak terlalu berisik dalam nobar feat ngobar karena ini hari kerja kita menikmati suguhan derby yang saru.

Sedari menit-meniat awal terlihat Roma lebih mendominasi dan terus coba keras membongkar pertahanan kita. Tapi dengan ketenangan Stefan De Vrij dkk kita bisa redam. Peluang pertama hadir menit kelima saat Lulic dari kiri melepas umpan lambung depan gawang kepada Savic dan Basta, sayang kontrol bola yang kurang tenang sehingga terlepas. Roma baru punya peluang bersihnya di menit 19 saat sebuah serangan rapi di mana El Sha berhasil lolos off side, dan dari sisi kanan pertahanan kita ia tinggal head-to-head sama Thomas, tendangan mendatarnya berhasil diblok, di sisi kiri ada Salah yang lalu menggorengnya, sempat di umpan balik sebelum kembali dilambungkan depan gawang. Dzenko yang posisinya terjepit bisa menyundulnya, tapi terlalu lemah sehingga Thomas dengan tenang mudah menangkapnya. Roma yang butuh gol cepat malah kebobolan terlebih dulu menit 37. Keasyikan di sektor depan Justru akhirnya kita bisa unggul melalui skema cantik. Bola lambung ke arah Basta di kanan, lalu back-pass ke Felipe Bale, dengan melihat arah depan gawang ada Immo, Lukaku dan Savic, Pemain Brazil itupun memberi umpan lambung dalam kerumunan. Bola berhasil di kontrol  dada sama Immo setelah membentur kepala, lalu memberi sepak kejut ke arah Allison, bola muntah depan gawang itu dengan tenang diceploskan Sergej Savic yang berdiri bebas. Goooool! 3 gol dalam 3 laga, luar biasa banget ini bocah. Komentator langsung bilang aggregat 3 gol, dan mustahil dikejar. Selebrasi Savic khas menunjuk logo Lazio, berlari ke arah pemain cadangan sambil menjulurkan lidah mengejek Curva Sud yang sepi. Pelukan pertama dari Keita, lalu semua pecah dalam hingar bingar. Immo yang berlari terpisah arah lalu ikut dalam kemeriahan. Keunggulan ini tak bertahan lama, sayang banget lengah, sebelum turun ngopi Roma berhasil mengurai gap lewat El Sha menit 43. Bola mudah dari sisi kiri itu seharusnya bisa disapu jauh oleh Stefan, tapi halauannya ternyata tak sempurna sehingga malah jatuh di kaki El Sha yang dengan santai menempatkan pojok kanan Thomas. Keadaan menjadi 1-1, tapi kita tetap leading jauh.

Babak kedua langsung ada perubahan dari kedua pihak. Adalah Stefan De Vrij ditarik diganti Wesley Hoedt – Belanda untuk Belanda dan dari kubu seberang Jesus out Peres in. Roma terus menghalau waktu dengan mengusai permainan, namun justru kita yang nambah gol. Prosesnya serangan balik yang cepat dari sisi kanan. Menit 56 Hoedt menendang lambung dari garis tengah, Rudiger sejajar sama Immo sehingga on side, Immo lalu sprint bersama bola menuju Alisson. Naluri predator, tentu saja head-to-head mudah mengkonversi skor. Gooool! 2-1, tamat. Immo, 3 gol dalam 3 laga. Persis Savic. Seluruh Laziale berpesta, seisi Olimpico pecah. Kecuali Igli Tare dan Lotito yang tetap duduk santai, dingin. Immo berlari ke arah tribun Curva Nord yang malam itu penuh, Laziali berlari memeluknya termasuk para cadangan, Patric selalu tampak antusias dalam semua selebrasi. Perhatikan, nyaris seluruh gol selebrasi Patric terdepan! Sayang di sayang LIRK tak bisa lihat langsung proses itu karena koneksi terputus, dan tahu-tahu Immobile selebrasi sehingga kita berlima terlambat sorai sorai. Bahkan awalnya kukira pinalti.

Komentator laga secara reflek berujar, “Akankah mereka bisa seperti Barcelona membuat keajaiban?” Haha.. kita tertawa. Menit 58 spesialis sub Keita masuk mengganti Felipe Bale. Kesantaian kita ditimbali Mohamed Salah, golnya menit 65 memperkecil suasana 2-2. Masih butuh 3. Golnya bermula dari kanan, umpan lambung itu mereka sundul ke dalam kotak, El Sha menang duel dengan Hoedt lalu menembakkan bola yang kena mistar kiri, bola pantul itu jatuh ke kaki Salah yang gagal dikover Wallace, Salah tinggal mendorong bola karena Thomas terlanjur menjatuhkan diri. Dua menit dari itu, Radja mengklaim bola kena tangan di kotak kita, tapi wasit Nicola bergeming.

Menit 71 El Sha ditarik masuk Perotti. Bersamaan itu Lazio melakukan pergantian terakhirnya, wonder kid Murgia in menggantikan il capitano yang cidera. Sepuluh menit berselang Totti in, Paderes out. Dan Olimpico mem-booooo. Menit ke 82 Roma lagi-lagi membenturkan bola ke gawang Thomas. Sebuah umpan lambung di sundul Strootman balik ke arah Salah, yang langsung melakukan shoot. Bola kena mistar kiri yang untungnya bisa langsung dihalau.

Ketika menit menyisakan satu, Salah membuat asa Romlahnisti sedikit melonjak via gol mudahnya. Blunder Thomas karena tendangan lemah Nainggolan itu seharusnya bisa diantisipasi tapi bukannya menghalau jauh atau menangkap bola, eh malah dipantulkan ke tanah sehingga Dzenko  atau Salah yang paling dekat TKP langsung menyerobot. 3-2. Butuh 2 gol lagi saat additional time 4’. Komentator berujar Barcelona lagi, dan menambahkan ‘Roma needs another two goals’. Pemain Roma berlari mengejar bola kita tertawa, santai. Sia-sia. Salah satu momen buang waktu ya saat Savic menggoreng bola di pojokan. Saat peluit nyaring dari Nicola Rizzoli terdengar kita kalah, tapi kita melaju ke final! Huray!

Sementara di tempat lain, keesokan harinya. Juventus dijungkalkan Napoli, tapi nasibnya sama. Napoli terlanjur dibabat 3-1 di leg satu. Sehingga kemenangan itu semu. Final Juni nanti mempertemukan Lazio Vs Juventus. Rematch final 2015.

Juventus Lagi
Juventus adalah jinx terbaru kita. Setelah Kutukan Genoh kita patahkan, Chievo yang tak konsisten timbul tenggelam kini jinx terbaru kita adalah benar-benar tim kuat, Juventus. Final nanti adalah final ketiga dalam lima musim terakhir. Tahun 2013 kita sukses dalam derby paling emosional gol Lu71c. Tahun 2015 kita nyaris memenangkan gelar namun tiang membantu Juve mengangkat tropi (hell yeah Matri) dan kini saatnya balas dendam. Saya sampai lupa kapan terakhir kita bisa menang lawan si Zebra. Selama saya aktif nobar LIRK, seri aja ga pernah apalagi menang. Apakah ini akan sia-sia? Kita sudah kerja keras sukses mendepak Genoah, Inter Milan dan Tetangga. Ibaratnya sudah belajar keras sehari semalam belajar bahasa Jawa, esoknya ujiannya ternyata bahasa Sunda. Lieur, mumet ndase. Peluang selalu ada, bukankah bahasa Sunda-Jawa ada beberapa kemiripan? Mukjizat terkadang datang di meja siswa yang sedang ujian yang tetap mengerjakan tes dengan doa dan kerja keras. Ayooo semua Laziale angkat tangan Kalian tinggi-tinggi, bukan untuk menyerah tapi memberikan doa dan dukungan demi sebuah piala di akhir musim ini.

Kado Simone Ke 41
5 April 2016 adalah ulang tahun sang allenatore Simone Inzaghi yang ke 41. Kado yang manis. Pelatih yang sempat diragukan karena minim pengalaman ini menjawab pesimistis manajemen yang ‘terpaksa’ menunjuknya pasca deal-no-deal sama Marcelo Bielsa. Saat itu jagad sosmed riuh karena Pelatih Argentina itu mundur hanya dua hari berselang sepakat. Waktu mendesak jelang kompetisi dimulai itu akhirnya memaksa Lotito menujuk kembali Simone. Musim sebelumnya Simone juga hanya sebagai pelatih intern karena kebobrokan Pioli. Siapa sangka keterpaksaan itu dijawab tembus 60 poin Serie A saat kompetisi menyisakan 8. Dan kado manis selembar tiket di Final Coppa! “Kami melakukan hal yang luar biasa karena dalam derby semifinal Coppa. Terima kasih untuk para pemain yang sudah bekerja keras, kado ulang tahun terindah dalam hidupku.” Selangkah lagi, Simone Inzaghi menyamai rekor Roberto Mancini yang sukses mengangkat tropi Coppa sebagai pemain dan pelatih. Dan akankah Simone Inzaghi bisa menyusul rekor Antonio Conte? Kita aminkan, waktu yang menjawab.

Roma Perpanjang Puasa Gelar
Gol Salah di menit akhir adalah gol ke 100 Roma musim ini (66 di Serie A, 9 di Coppa, 1 di kualifikasi Champions, dan 24 di Europa), tapi gol tembus tiga digit itu hampir pasti gigit jari nir-gelar. Terakhir tetangga memenangi tropi adalah 2008. Periode yang hampir dipastikan satu dekade itu karena di akhir musim kini mereka hanya ada di Serie A. Dengan gap 6 poin dari Juventus yang konsisten rasanya mustahil mereka mengejar. Kecuali Nyonya Tua melakukan kedunguan, dan terpeleset di pekan 36 saat head-to-head. Ah mustahil. Dalam kurun sedekade ini pula, Il Giallorossi mencetak rekor-rekor dagelan Eropa. Membikin malu Italia.

“Apabila gagal, seseorang harus bertanggung jawab.” Komentar Spaletti pasca laga, ini adalah indikasi ia (seharusnya) mundur karena janjinya bila musim ini Roma tanpa gelar. Petaka Roma berawal dari ujaran somse Radja Nainggolan, bahwa Roma bisa meraih treble winner. Tak butuh waktu lama dari klaim tersebut Il Lupi kita hajar 2 gol, menyusul laga di Eropa mereka dirontokkan Lyon. Leg kedua Coppa seperti yang kita saksikan mereka terbenam, dan tangan hampa ada di depan mata.

Totti Idiot
Derby Della Capitale memang selalu panas. Saya sempat menebak akan ada kartu merah karena ketika babak pertama usia sang pengadil sudah mengeluarkan empat kartu kuning. Dzenko sempat nyaris mencekik Felipe. Nainggolan tato dibanyakin tapi senggol dikit guling-guling. Melakukan tekel keras dari belakang dan nyaris membuat onar. Pasca laga Rudiger berseteru dengan Igli Tare di parkiran, gara-garanya si Rudi ngomel bahasa Jerman menuduh sang pencari bakat adalah pencuri, bahasa Jerman itu dipahami Tare sehingga memicu konflik. Tapi tapi tapi yang paling bobrok malam itu adalah Francesco Totti. Ia frustasi di pinggir lapangan, dan terjadilah insiden lempar bola sengaja ke wajah Wallace. Sayang wasit tak melihat kejadian, harusnya FIGC memberi hukuman keras atas kelakuakn itu. Felipe ikut berkomentar: coglione!

Blunder Strakosha
Selama derby Thomas Strakosha, kiper muda nan tinggi dari Albania selalu menang. Rekor mentereng itu terhenti berkat kelalaiannya sendiri. Saat menit sudah di penghujung pertandingan, tendangan mudah Radja bukannya diblok jauh atau tangkapan peluk tapi malah diadukan ke tanah, di mana ada dua pemain lawan di dekat yang bisa merebut. Gol konyol itu tak seharusnya terjadi, untung saja kita lolos ke final. Andai enggak, tahu deh komentar nyinyir dan pedas Laziale. Walaupun begitu, yang pasti sih, kita masih sepakat Marchetti makin lama absen makin pede menghadapi laga tiap pekan. Jangan terulang lagi Thomas!

SAVIC NOT FOR SALE
Kehebatan Milinkovic Savic musim ini makin terlihat. Perannya semakin vital karena selalu muncul di saat genting. Klub-klub berduit kini mulia antri tanda tangannya. Chelsea, Arsenal, Manchester United dan Juventus. Direktur Nyonya Tua bahkan sudah bertemu pandang dengan Lotito untuk bahas kemungkinan kepindahan The Soldier. Please, please, please. Komentarku masih sama pasca leg satu: Tolak. Savic adalah masa depan Lazio. Kalau perlu beri dia ban kapten, perpanjang kontrak jangka amat-sangat panjang dengan buy-clausal-out seharga Paul Pogba agar para peminat mikir dua kali untuk membawa kehebatan Savic keluar Olimpico. Kezman, agen sang pemain berujar: “Dia hanya memikirkan Lazio. Ingin memberi tropi Coppa dan mengantar ke Liga Para Juara. Kontraknya masih 3 tahun. Kita akan duduk semeja dengan Tare dan Lotito untuk membahasnya.” Semoga ini bukan isapan jempol untuk menaikkan harga transfer keluar.

Olimpico Membiru
Sejatinya laga ini Roma bertindak sebagai tuan rumah, tapi entah kenapa Olimpico justru membiru. Jatah Sud banyak yang lengang. Bendera merah bahkan hanya terlihat dalam satu sisi, kalah riuh dengan Curva Nord yang luar biasa. Seperti kala bertandang ke Mapei stadion, koreo kita malah lebih membahana, membuat merinding. Kini saatnya bersatu kawan, harapan juara masih ada dan tinggal selangkah lagi. #ForzaLazio! #AvantiLazio #LazioTiAmo

Roma 3-2 Lazio (aggt 3-4) – Savic 37’, Immobile 56’
Susunan Pemain Derby Della Capitale
AS Roma (4-3-3): 19-Alisson; 33-Emerson, 3- Juan Jesus (13-Bruno Peres 46′), 44-Kostas Manolas, 2-Antonio Rudiger; 6-Kevin Strootman, 5-Leandro Paredes (10-Totti 81), 4 -Radja Nainggolan; 92-Stephan El Shaarawy (8-Diego Perotti 71′), 9-Edin Dzeko, 11- Mohamed Salah
Pelatih: Luciano Spalletti
Lazio (3-5-2): 1-Thomas Strakosha; 3-Stefan de Vrij (2-Wesley Hoedt 46′), 6-Jordan Lukaku, 8-Dusan Basta, 13-Wallace, 15-Bastos, 10- Felipe Anderson (14-Balde Keita 58′), 19-Senad Lulic, 20-Lucas Biglia (96-Alessandro Muriga 71′), 21-Sergej Milinkovic-Savic, 17-Ciro Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi

Karawang, 080418 – Sheila On 7 – Bingkisan Tuhan
Terima kasih LIRK saksi derby: Setiadi, Rye, Adhit, Nur

Kutipan 32

image

Kuis limpahan Derby. Kutipan 32 dari buku. Tulis kalimat pertama buku terdekat Anda. Good Luck!

LBP
Aku menarik napas dalam-dalam, menyentakkan pintu kayu tua sampai terbuka, dan melangkah ke luar.
– Sisters Red, Jackson Pearce

Klinik Tong Huang
Page 32: Karena itu, ia memohon hadiah restu dari Resi Kanwa agar raja-raja keturunan wangsa Puru tidak akan pernah kehilangan kerajaannya dan senantiasa ternama di seluruh dunia.
Judul Buku: Mahabharata.
Pengarang: Nyoman S. Pendit

Arief #SharaFamily
Saat itu aku tengah membolak-balik halaman majalah Aktuil. Di salah satu pojoknya aku membaca berita usang tentang polisi Italia yang dibuat repot seorang wanita sinting karena memanjat tiang telepon dan mengancam menerjunkan diri jika Elvis Presley tak membalas suratnya. Nama wanita itu Andrea Galliano.
“Ayahanda, bagaimana kalau Andrea ?”
Telinga Ibu berdiri.
“Aih! Nama macam apa itu?
Itu bukan nama seorang Islam!”
– Edensor, Andrea Hirata

Stelios GANnakopoulos
Mungkin kaum muslimin lupa bahwa sesudah penaklukkan Mekkah Kanjeng Nabi tidak memaksa, mengancam, atau membunuh kaum nonmuslim.
Dari Twitwar ke Twitwar, Arman Dhani

Valentino Rozi
Hal 32 paragraf ke 2:
Ikan lele sebenarnya tidak dapat melihat, tetapi dapat membedakan antara yang terang dan gelap.
Avianto, Dwi. Jurus Ampuh Anti Gagal dalam Pembesaran Ikan Lele. Lily Publisher. 2010

Arifin pura-pura kutu buku
Hal ini menegaskan pokok pikiran ketuhanan dan kemanusiaan, mengandung pengertian takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan kemanusiaan yang adil dan beradab yang mengandung pengertian menjunjung tinggi hak asasi manusia yang luhur.
Empat pokok pikiran dalam Pembukaan menurut Penjelasan Undang-Undang Dasar 1945, jika dianalisis secara mendalam, merupakan penjelasan logis dari inti alinea keempat pembukaan. Atau dapat juga dinyatakan bahwa keempat pokok pikiran itu tidak lain adalah pancaran dari dasar filsafat negara pancasila. Dalam pokok pikiran pertama yang diutamakan adalah adanya persatuan dalam negara, karena persatuan inilah yang menjadi dasar terbentuknya suatu negara, tidak hanya ada di indonesia saja, di lain negara pun persatuan meruopakan unsur mutlak, tanpa ada persatuan tidak akan terwujud adanya negara. Oleh karena itu, persatuan merupakan dasar negara. Persatuan dalam negara ini mempunyai cita-cita yang ingin dicapai, sebagai pokok pikiran kedua, yaitu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat, yang merupakan tujuan bangsa Indonesia dalam bernegara sehingga dinyatakan sebagai tujuan negara.
Judul: PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Penulis: NOOR Ms BAKRY

Emas Agos
After the faro arm’s probe has been calibrated you are ready to start measuring.When measuring with a ball probe,a point is taken in the center of the probe each time the front button is pressed.
Judul buku : Basic Measurement Training Workbook.
Pengarang : Faro Technical Institute.

Klaus Made Allofs
Lamat-lamat saya masih agak ingat sebuah artikel yang ditulis Kang Ibing dan tayang di harian Pikiran Rakyat sehari menjelang laga puncak Piala Dunia 1998 antara Prancis vs Brasil. Kalau tidak salah ingat, artikel itu diberi judul Penantian yang Berakhir dengan Muram (saya lupa-lupa ingat apakah Kang Ibing menggunakan kata muram atau sepi atau keuleung yang dalam bahasa Sunda memuat suasana muram dan agak ngeri).
Judu:l Simulakra Sepakbola.
Zen RS

Jj Abrams
“In-rhyme” is short for “internal rhyme.”  An in-rhyme  is any rhyme that occurs internally within a line. Using them is a sure-fire way to improve your rhymes.   Like a subtle ingredient in a recipe, in-rhymes can  add big punch without calling too much attention to  themselves.
Adding In-Rhyme. In-rhymes are rhymes that fall within the line itself.   ?ese words don’t have to rhyme with the word at the  end of line.  ?ey can rhyme on their own, or with any  word in any other line.  Here‘s a sample lyric that does  not contain in-rhyme:
Judul: The Rappers Handbook
Author: Emcee Escher

Bagas Mendadak Alim
Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan. Dengan bersentuhan itu batal wudu yang menyentuh dan yang disentuh, dengan syarat bahwa keduanya sudah sampai umur atau dewasa, dan antara keduanya bukan “mahram”, baik mahram turunan, pertalian persusuan, ataupun mahram perkawinan.
Judul buku: FIQH ISLAM
Penulis: H. SULAIMAN RASJID

Gabriel Mendadak Sakit
Seandainya pria itu pulang ke rumah dan membicarakan semua kesulitannya, si wanita dapat lebih bersimpati.
Buku: Men Are From Mars, Woman Are From Venus
Penulis: John Gray, PH.D

MasJack
Perhaps it is counterintuitive that the near field length should extend further for higher frequency, because higher frequencies do not penetrate into tissue as readly as lower frequencies.
– Essential of Ultrasound Physics, James A. Zagzebski

Mr. Jabo
Pak Broto alias Si Muka Bangkai tertawa mengekeh.
Judul: Boma Gendenk “Bara Dendam Candi Kalasan”
Pengarang: Bastian Tito

Takdir
Halaman 32: “Seorang bhikku mendekati bhagava. Bersujud kepadaNya, duduk di satu sisi, lalu berkata  kepadaNya: Bhante,  seberapa lama satu kurun yang sangat lama itu?”
– Tipitaka Tematik

Karawang, 080417 – SO7 – Melompat Lebih Tinggi

DDC III

image

Derby Della Capitale III
3-5-1-1
Strakosha
Wallace-De Vrij-Bastos
Basta-Sergej-Biglia-Lulic-Lukaku
Felipe BALE Anderson
Immobile

Berikut prediksi FOCCERS

LBP
HT 0-1
FT 0-3
Skorer: Immobile
Analisis: Hatiku gelisah menanti dini hari ini. Senin Selasa ada audit di tempat kerja ga bisa konsentrasi. Rabu hari tenang, Kamis audit lagi. Hasil akhir derby malam ini akan sangat berpengaruh suasana hatiku. Semoga midweek tenang bisa benar benar tenang. #AvantiLazio

Bagas
Roma vs Lazio
HT : 1 – 0
FT : 2 – 0
Scorer: Dzeko
Bertindak sebagai tuan rumah, Roma akan coba menghadang Lazio. Kemenangan adalah target utama Roma. Tidak ingin menelan kekalahan mereka mencoba bermain dengan gaya menyerang untuk bisa membongkar pertahanan lawan.

Arifin
Roma vs Lazio
HT : 1 – 1
FT : 2 – 1
Scorer : Gervinho
Analisis : derbi tim satu kota terdahsyat abad ini. Meski trens positif Lajio bagus di laga-laga sebelumnya. Kali ini Lazio akan takluk di derbi yang akan bertensi tingi. Laga seru ini wajib ditonton penikmat bola seantero jagad. Maaf om Bud, kali ini ane jagoin Roma. 😬

Arief #SharaFamily
HT : 0-0
FT : 1-0
Skorer : Dzeko
Roma ingin membalas dendam demi tiket final. Lazio tentu akan berusaha sekuat tenaga mengamankan tiket final. Dzeko akan mencetak gol, tapi tak cukup untuk lolos ke final.

Front pembela Laziali(ad)
HT: 0-4
FT: 0-7
Skorer: Immobile
Analisis: Niatnya cuma 1 lihat Lazio menang. Inzaghi akan terus berinovasi dalam meracik strategi. Mirror strategi kemarin menjadi andalan semoga kali ini akan ada pressure ketat di tengah.

Bolaitubal.com
Roma v Lazio
HT : 1-1
FT : 2-2
Scorer : Nainggolan
Analisis: Energi Lazio sudah terkuras ketika bertandang ke markas Sasupetruk pekan lalu. Sementara Roma dengan tanpa bekerja keras menang mudah atas Empoli. Dari sudut pandang ini saja sebenarnya sudah dapat diterka siapa yang akan menang kali ini. Namun ini derby. Tensi pertandingan tim sekota selalu dapat memberikan energi lebih bagi para pelaku pertandingan. Ibarat motor yang bensinnya sudah mepet di E, sebuah derby kerap kali mampu membuat motor itu tetap berjalan sampai 50 km berikutnya. Luar biasa. Sulit dinalar akal sehat. Dan itulah yang saya pikir akan terjadi pada Lazio. Mereka akan tertinggal dua kali dalam pertandingan ini namun secara ajaib akan dapat mengejarnya. Meski Hoedt akan berdarah-darah di lapangan dan Strakosha jatuh bangun hingga lunglai menepis segala serangan, namun energi mereka seakan tak pernah habis. Pasukan Roma pun dibuat ciut oleh sikap spartan saudaranya ini, hingga kelengahan mereka dibayar mahal dengan kebobolan dua gol. Sebuah pertandingan emosional yang luar biasa melelahkan namun disaat bersamaan menjadi sejarah tersendiri yang membanggakan dan layak dikisahkan pada 7 generasi berikutnya. Awesome!

JK Pembela Curva Nord
Roma v Lazio
HT : 1-0
FT : 1-3
Scorer : Immobile
Bentrok di kota Roma. Tensi tinggi. Immobile menggila. Curva Dud riuh di HT. Curva Nord Rusuh di FT. Flare blue sky

Andrea Carnevale
Roma v Lazio
HT 0-0
FT 2-0
Skorer Dzeko
Tidak sulit menebak kemenangan berada dipihak mana. Yang lebih rumit itu meramal berapa skor kemenangan buat tuan rumah. Mungkin rada gampang menebak skorernya

Gabriel masih tidur
Roma vs Lazio
HT : 1-0
FT : 3-0
Scorer : Dzeko
Roma lebih kuat. Roma lebih superior. Mental akan berbicara

Den Bagus
Romlah vs Lasiyo
HT 0 – 0
FT 0 – 1
Scorer Ciro
Tensi tinggi selalu mewarnai partai derby. Karena kalau tensi rendah itu punya @iin. Roma tidak akan tampil sempurna karena sang ridho masih mendekam di BNN. Bravo Lazio.

Widy
ROMA vS LAZIO
Ht : 1-1
Ft : 2-2
Scorer : Immobile
Partai menarik nih untuk Derby yang satu ini. Lazio baru menuai kemenangan kemarin. Meski judulnya away tapi maen di tempat yang sama, diyakini alot dan akhirnya draw saja yang didapati.

Indah Santika
Roma v Lazio
HT : 1-0
FT : 3-1
Skorer : Dzeko
Lazio berada di jalur unggulan melangkah ke final. Sang serigala membuat 10 gol dalam 4 match terakhir. Lazio akan ke final, meski kalah. FORZA LAZIO
#AKUCINTA****😍

Jabo Giannini
Roma vs Lazio
HT 0-0
FT 2-1
Skorer : Strootman
Derby Della Capitale selalu menyajikan pertandingan yang menarik. Apalagi Roma yang di leg pertama tertinggal 0-2 tentu ingin membalas kekalahan tersebut. Tapi tentu tidak dengan skor besar karena Lazio pasti dengan segala daya dan upaya mempertahankan keunggulan untuk lolos ke fase berikutnya. Akhir kata kawanan serigala ibukota akan memetik kemenangan tipis dan itu belum cukup untuk meloloskan mereka.

Takdir
Kuis de grit.
HT 1-0
FT 1-1
Skorer Sergej ‘The Soldier’ Savic
Analisis:
Wasit DDC jilid III musim ini adalah Nicola Rizzoli. Selama dipimpin doi The Great punya rekor 11-7-14, artinya si Biru lebih sering keok. Di derby Lazio ga pernah menang. Tahun 2007, 0-0. Tahun 2009 kalah 1-0. Tahun 2015, 2-1. Apakah ini menguntungkan Biskuit Roma? Enggak juga, Nicola Rizzoli adalah Juventini berbaju hitam (tanpa cleret putih). Dialah andil dalam 5 tahun ini Roma dipantati Juve. Rizzoli terkenal dermawan kartu dan sudah kasih hadiah belasan pinalti buat Zebra. Jadi kalau Zebra sudah menunggu di final, bisa jadi ini setting jatah The Great. Daripada capek PHP bijaknya Roma ga usah ngotot, percuma. Mending urusin anak kena kasus narkoba.

Karawang, 040417

Prediksi Sas V Laz Di Malam Panjang

image

Prakiraan formasi
4-3-3
Strakosha
Patric-De Vrij-Hoedt-Radu
Parolo-Biglia-Sergej
FA-Immobile-Lulic

Tebak skor Sassoulo Vs Lazio.
LBP
Sas 0-3 Lazio
Sebelum menekuk Romlah mari bersenang senang. Secara hitungan kita bisa ke Eropa musim depan, soal hanya UCL atau EL. Tinggal konsentrasi kejar atas atau pertahanan posisi. Itupun kita masih punya tiket dari Coppa. Well, UCL lebih realistis untuk jadi kebanggaan Serie A. Sas? Ini nama Radio FM di Solo ya?

Gabriel
Sassuolo 0-2 Lazio, Immobile
Kembali ke tren kemenangan, Lazio. Walau kemarin tersandung polio, kali ini menang lagi ya. Toh lawan tim papan bawah demi bahagiakan Lotito.

Damar Irr
Sassuolo 1-3 Lazio,
Immobille
Lazio masih akan gas pool. Dan ini juga persiapan DDC. Forza Lazio.

Arifin
Sassuo 0-1 Lajio. Immobile.
Meski Lajio tandang ane yakin pasti menang. Dan ane  yakin Sassuo meski main kandang tapi akan kalah. Alhasil om Budi girang bukan kepalang. 😁

Walter Casagrande
Sassuolo 1-0 Lazio, Matri
Setelah sekian match selalu kalah, mungkinkah match ini menjadi pembalikan bagi home side? Saya memprediksi iya, inilah waktunya. Cukup selisih 1 gol saja buat menang.

Valentino Praptossi
Sassuolo 1-1 Lazio; Berardi
Analisis: Lazio memulai laga DDC dengan penuh semangat. Namun karena lengah, mereka kebobolan. De vrij melakukan blunder parah. Keputusan untuk tak memanggilnya ke timnas jadi tampak tepat.
Lazio kemudian berjuang mati-matian agar tak kalah dalam laga derbi ini. Malu nanti kalo kalah. Hingga akhirnya seseorang entah siapa berhasil membuat gol balasan. Seluruh tim larut dalam yuforia. Mereka berhasil menahan imbang seteru sekota.
Namun kesenangan itu hanya sesaat. Lazio menyadari keanehan. Kok roma jerseynya hijau hitam, bukan merah? Yak elah ternyata lawannya hanya sasupetruk! Alamak, Lazio pulang dengan lesu. Mereka telah salah tanggal. Mereka tidur dan makan tak enak selama seminggu berikutnya.

Bagas Fans Mencester Siti
Sassulo 1 – 2 Lazio, Savic
Lazio berusaha memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka di liga selama 8 pertandingan beruntun, usai bermain imbang 0-0 saat bertandang ke markas Cagliari sebelum jeda internasional. Secara total, Lazio mencatat 6 kali menang dan 2 kali imbang dalam periode tersebut. FORZA LAZIO!!!

Mr. Jabo
Sassuolo 2 – 2 Lazio, Immobile
Bermain di kandang tentu Sassuolo tidak ingin Kehilangan muka di depan para pendukungnya. Sementara Lazio terus memburu kemenangan untuk menjaga kans mereka berlaga di kompetisi Eropa musim depan. Jadi imbang adalah hasil yang adil.

Arief #SharaFamily
Sassuolo v Lazio 1-2. Immobile
Lazio akan melakukan sprint menuju garis finis zona eropa. Sassuolo tidak pernah menang dalam 4 laga terakhir. Immobile selalu mencetak gol dalam 5 kemenangan terakhir Lazio.

Indah Santika
Sassuolo v Lazio 0-2. Felipe Anderson
Sekarang waktu yang tepat untuk Lazio melakukan sprint menuju eropa.
Felipe Anderson menjadi pemain Brasil yang paling banyak melepas operan kunci di serie A musim ini.
Nilai Lazio dalam 10 bulan terakhir meningkat pesat dr 93 juta ke 230 juta euro, sok pakar

Widy
SAS1-1 LAZ, Immobile
Terakhir ikut kuis lazio menang. Sekarang laga tandang. Skor draw 1-1 mewarnai partai ini.

Om Tak
Kuis de grit.
Sas 0-1 Laz, skorer Sergej Safin Savic
Analisis: Sergej rencana akan perpanjangan kontrak untuk memagari godaan Juve dan dan Chelsea. Kontrak dengan gaji 2 juta euro yang artinya nilai tertinggi salary cap, hanya kalah dari sang kapten. Kata LBP harusnya buy clause out nya harus setara Pogba. Jadi ketemu Sastro adalah pembuktian. Seperti pembuktian cinta Ani pada Kak Roma.

Inoenk Sudah Mandi
Sassuolo 1-0 Lazio, Berardi
Lho kok nebak lazio kalah? Iya laaahh pemain label bintang disimpan dulu buat DDC. Kalah dari Sassu-apatuh gak masalah, yang penting menang di DDC.

Karawang, 010417