
“Fred hanya seperti pria lainnya. Semuanya sama, mereka tidak bisa mencegahnya. Aku tidak menyalahkannya. Aku hanya marah kepada diriku sendiri sudah bersikap bodoh karena peduli.”
Mengejutkan. Isinya bagus-bagus banget. Kumpulan cerpen absurd dengan berbagai varian. Tak seperti cerita-cerita sastra jadul pada umumnya yang rumit tak terjelaskan, di sini Endingnya jelas semua, kecuali yang terakhir. Sama-sama rumit, tapi ada solusi akhir, ada penjelasan yang setidaknya membuat pembaca lega. Tak melulu sastra harus melingkar tak terjawab, bisa kok sastra dengan detail rapi dan cerita bagus. Jadi selain isi bagus, cara penyampaiannya juga ok.
1. Angin Timur
Ini adalah cerpen tragedi. Sepasang suami istri hidup di pulau yang sejuk dan indah, sejatinya. Namun hubungan mereka kini kurang harmonis, sehingga kehidupan terasa hambar. Lantas muncullah pelaut dengan kapalnya. Seperti pada umumnya, para pelaut bertandang untuk melepas waktu dengan perbekalan dan refreshing. Salah satu tamu terpikat pada sang istri, sang istri yang bosan merespons. Dan terjadilah perselingkuhan. Sang suami yang dengar desas desus lantas membuktikannya, ketika pulang lebih cepat mendapati istrinya tak ada, dan terbukti. Kemarahan yang harus dibayar sangat mahal dengan nyawa.
“Ayo turun, makan malam sudah siap sejam yang lalu. Mungkin sudah dingin.”
2. Boneka
Sebagai judul buku, cerpen ini sungguh ok. Mencekam. Bagaimana bisa boneka itu jadi obsesi seks, tanpa menjelaskan rincian obsesi tersebut? Sebuah bar dengan penyanyi wanita yang memikat itu bisa jadi menarik sang aku, lelaki kesepian dengan sekali pandang jatuh hati. Ditraktir minum, ingin mampir ke rumahnya, dan terjadilah hubungan dekat. Sang penyanyi yang tinggal sendirian sejatinya juga tertarik, tapi ada sesuatu yang aneh di kamar sebelah yang tertutup. Ketika cumpuan nyaris ke hubungan badan, sang penyanyi menolak. Dan sang aku terpaksa pulang, malam itu juga ia nekad kembali datang, dan sungguh terkejut sebab sang penyanyi didapati sedang di kamar sebelah dengan boneka?
“Aku bermain untukmu, aku ingin tahu bagaimana rasanya bermain untuk seorang pria.”
3. Frustasi
Pasangan baru nikah pindah ke Bournemouth. Mereka sudah lama pacaran, sudah tahu karakter masing-masing, maka menikah dengan modal nekad saja sebab menanti mapan rasanya sulit. Namun permulaan pernikahan mereka yang meragukan memang patut diwaspadai sebab ekonomi tetaplah motif utama sebuah hubungan yang kokoh. Keduanya kerja siang malam untuk menopangnya, beda sif pula. Ahh… dunia… Bagi mereka dunia adalah milik mereka, Satu-satunya masalah adalah mereka tidak punya uang.
“Saya sama sekali tidak tertarik dengan apa yang kamu rasakan. Bisakah kamu menghidupi seorang istri?”
4. Kucing Jinak
Hubungan saudara yang aneh. Seorang ponakan yang dulunya imut kini sudah dewasa. Kepulangannya ketemu keluarga membuat sang paman kembali jatuh hati. Dan apakah hubungan saudara ini bisa menghasilkan kebahagiaan, beda usia jauh, mendapat pertentangan keluarga tentu saja. Ahhh… cinta. Betapa konyolnya paman John, menyeringai seperti kucing Cheshire dalam kisah Alice!
“Aku sudah dewasa. Aku sudah dewasa. Aku sudah dewasa! Aku sudah dewasa!”
5. Sakitnya Tak akan Lama
May yang malang, dihibur oleh Bu Cuff untuk tak menangis. Biasa, obrolan dua perempuan. Tentu saja tentang lelaki, Fred yang kabur, lelaki biasa yang tak bisa diandalkan. Dan inipun akan berlalu May… pria yang dicintainya tugas luar ke Berlin, dan menemukan perempuan lain. Hiks,.
“Suatu hari aku akan menemukanmu, cahaya bulan ada di belakangmu…”
6. Akhir Pekan
Weekend berkelana dengan perahu. Lantas hujan. Dan hal-hal yang tak seharusnya diungkap akhirnya diungkap, pasangan muda mudi yang di ambang hubungan. Tidak ada perahu di sungai itu, sunyi dan hening, keheningan sesekali pecah oleh gerakan ikan di bawah permukaan, menimbulkan riak di permukaan. Maka Minggu malam saat mereka berkendara kembali ke London, hanya kebisuan yang menemani.
“Kau dan aku, berlayar menuju bintang-bintang.”
7. Lembah Bahagia
Ryeshire. Nama lembah yang bagus sekali. Pendakian ke lembah di hari yang cerah. Pasangan pacaran ini sempat galau akan rencana tempat tinggal mereka, tapi nyatanya saat menikah dan tinggal di lembah itu semuanya baik-baik saja. Benarkah?
“Aku di sini, aku bahagia, aku di rumah lagi.”
Kubaca dalam dua hari selesai weekend kemarin (18-19.10.25), nyaman sekali. Dapat buku ini antah, free dari belanja buku Ade Buku, Bandung. Ternyata wow. Memang buku klasik seringkali memberikan kualitas. Ini adalah buku pertama Daphne yang selesai kubaca. Kumpulan cerpen dengan segala kembang kejutnya. Ini bisa jadi masuk ke daftar Cerpen-cerpen terbaik yang pernah kususun dua tahun lalu.
Nama Du Maurier ternyata sudah terkenal, sayanya saja yang tak mainnya jauh. Hufh… cerita-cerita klasik. Mungkin bakalan kukejari buku-buku lainnya, tapi mengalir saja sebab memang antrian sudah sangat banyak. Jadi kalau ketemu ya ambil, kalaupun enggak ya sudahlah. Nohtah, Basabasi, Divapress dan sejenisnya termasuk yang banyak menerjemahkan buku-buku klasik. Untuk itulah perlu diapresiasi.
Boneka dan Cerita Cerita yang Hilang | by Daphne du Maurier | Penerjemah Laura Harsoyo | Penyunting Nisrina Lubis | Tata sampul sukutangan | Tata isi Vitrya | Pracetak Wardi | Cetakan pertama, 2021 | Penerbit Noktah | 128 hlm; 14 x 20 cm | ISBN 978-623-6564-85-1 | Skor: 5/5
Karawang, 111125 – Sherina Munaf –Lari dari Realita
Thx to Ade Buku, Bdg









