Kamis Yang Manis #30

Orang-orang berubah, digantikan dengan orang baru. Dan Tuhan mengetuk-etuk diriNya dalam banyak cara.” Mack

Kau bisa menilai banyak hal dari cara berjalan. Akhirnya event #30HariMenulis #ReviewBuku ada di penghujung juga. 30 buku, 15 dari Penulis lokal dan 15 terjemahan selesai kuulas dalam 30 hari selama bulan Juni. Ini adalah perayaan kelima sejak 2015. Konsisten, dan terus diperbarui. Sebenarnya malah sangat banyak yang pengen kukejar menuntaskan ulas buku, tapi tetap di bulan ini sesuai target. Hufh… #HBSherinaMunaf #HBDNikitaWilly

Siapa yang tahu apa yang tertidur di kedalaman pikiran seseorang? Siapa yang tahu apa yang diinginkan seseorang?”

Fresh from the oven. Ini tidak baru. Setan gunakan matamu.

Buku ini terbit bulan Maret, dan saya selesaikan baca di bulan April 2019. Sempat mau langsung kuulas, tapi ternyata kegilas buku lain. Bulan puasa tiba dan akhirnya terendam. Ekspektasiku terhadap John Steinbeck ketinggian, memang laik tinggi sih, buku ini happy ending dengan terlalu manis, kebanyakan gula, makanya kurang sreg bagiku mengingat beberapa buku lain yang sudah kubaca. Tak ada di dunia ini yang seperti Suzy. The Pearl, Of Mice and Men yang memberi akhir sangat mengejutkan. Ini adalah buku sekuel, saya sendiri belum membaca seri satu, Cannery Row. Namun ga masalah dah biasa saya diterjunkan langsung di tengah permasalahan. “Aku mungkin akan menghilang. Aku menyimpan kegelisahan dalam diriku, aku mungkin akan menghilang.

Ceritanya tentang orang-orang di daerah Cannery Row dengan kegalauan masing-masing. Fokus utama sejatinya ada di Doc yang seorang ilmuwan nyentrik yang jomblo akut, yang ada di pemikirannya adalah ilmu pengetahuan, percobaan penemuan tentang fauna laut, dan hobinya nongkrong di laboratorium itu menyita banyak sekali daya dan waktu. Perubahan bisa jadi diberitahukan oleh sedikit rasa sakit, sehingga kau sedang terserang flu. Mengorbankan banyak hal. Maka dimunculkan karakter cantik yang mencoba mendobrak kerasnya hati. Suzy. Misalnya Doc mengatakan sesuatu dan kau tidak tahu apa artinya. Tanyalah! Hal paling baik di dunia yang bisa kau lakukan untuk sembarang orang adalah membiarkannya membantumu. Suzy sebagai pendatang memberi angin segar, dan diciptalah konspirasi ‘comblang’. Sendiri dia merenung, bukan tentang kelemahan Doc, tetapi tentang penghianatan teman-teman Doc yang mempertanyakannya, siapa yang berani mempertanyakannya. Sepanjang 400 halaman kalian akan disuguhi cinta mereka, dengan banyak kalimat filosofis. “Aku mencintai kebenaran, bahkan jika kebenaran itu menyakitkan. Bukankah lebih baik mengetahui kebenaran tentang seseorang.” Cinta monyet untuk para senior. Suzy yang diletakkan dalam posisi kasih. Jika seorang laki-laki mengatakan sesuatu yang menarik perhatianmu, maka jangan menyembunyikan itu darinya. Semacam mencoba untuk membayangkan apa yang sedang dia pikirkan alih-alih kau akan menjawabnya.

Dan seperti judulnya yang manis, endingnya juga sangat manis. Jika aku tak bisa mendapat keberanian dari keagungannya, dia berpikir, aku sebaiknya menyerah. Tak seperti dua buku Steinbeck sebelumnya yang sudah kubaca, jelas ini keluar jalur. Tak seperti harapanku. Sebuah kejadian tidak perlu merupakan kebohongan jika ia tidak perlu terjadi.

Apakah aku sudah cukup kerja? (1) Apakah aku sudah cukup makan? (2) Apakah aku sudah dicinta? (3) Adalah tagline di kover warna orange ini. Cukup mewakili hati yang terasing yang mendamba kenyamanan, cukup untuk menampar jiwa yang egois. Pernahkah kau tahu orang-orang yang sangat sibuk dengan kepandaian mereka sampai tidak punya waktu untuk melakukan hal yang lain?

Kisahnya tentang persahabatan Mack dan Doc, ini kisah antara, ini kisah yang menghubungkan nasib orang-orang di sekeliling mereka. Jangan berbangga diri dan mengatakan bahwa kau tidak membutuhkannya atau menginginkannya. Itu adalah tamparan ke pipi. Hal yang disukai orang di dunia adalah memberimu sesuatu dan melihatmu menyukai dan membutuhkannya. Itu bukan sifat rendahan.

Suka banget dengan kalimat ini. “Salah satu penyakit di zaman kita adalah mendakwahkan bahaya pada orang-orang sepertimu yang khawatir dan tergesa-gesa. Orang yang tidak berpikir bahwa dunia akan berakhir adalah orang yang berbahaya.” Menampar kita, cocok untuk semua era sebenarnya, tapi sangat pas di saat ini. Waktu esok seolah sangat panjang, well tak ada yang tahu kan?! Lalu kalimat ini juga cukup keras memukul kita. “Orang-orang tidak mengetahui apa yang mereka inginkan. Mereka harus didorong. Ada orang yang dalam pikirannya tidak ingin menikah, tapi menikah juga.” Banyak temanku yang di usia sangat matang, belum menikah karena menikmati masa lajang. Banyak pula yang sudah menikah tapi malah mendamba masa lajang, mengingat waktu lalu yang sudah lewat. Ironi kehidupan. Itu hanya akan menjadi jalan palsu lainnya sebuah rasa frustasi baru. Lalu kalimat “Aku ingin menyumbang pada ilmu pengetahuan. Mungkin itu adalah pengganti bagi keinginan untuk menjadi ayah buat seorang anak. Sekarang, sumbanganku bahkan jika ia keluar, sepertinya masih lemah.” Ini juga menjadi pertanyaan semua umat manusia, hidup ini apa? Berguna bagi orang lain? melakukan penemuan-penemuan untuk kenyamaan umat masa depan? Lalu apa? Pahit, kawan! Lihatlah setiap kekacauan yang pernah kau dapatkan dan kau akan menemukan bahwa lidahmulah yang memulai.

Tahun 2019 ini saya mulai menikmati musim Jazz, indah banget ternyata aliran musik ini. Maka pas bagian ketika salah satu karakter mendengarkan ‘Stormy weather’ by Cacahuete saya langsung menyalakan musiknya, teduh dalam badai, saya tahunya lagu jazz ini dinyanyikan oleh Lena Horne dengan instrumen terompet yang dominan. Dari musik tidakkah keinginan-keinginan dan kenangan-kenangan terbentuk?

Saya belum sempat browsing, apakah benar ada novel berjudul ‘Akar Pi Oedipus’? Rasanya memberi tautan untuk turut menikmatinya. Ujaran tentang ledakan penduduk, banyak anak banyak rejeki tapi intaian kemiskinan ada. Sudah banyak yang mengulas, tapi masih tetap keren ketika Steinbeck yang menulis. Populasi meningkat dan produktivitas bumi menurun. Dan pada masa depan yang teramalkan kita akan tercekik oleh jumlah kita sendiri. Hanya pengendalian kelahiran yang bisa menyelamatkan kita, dan itu adalah satu hal tak akan pernah dipraktikkan umat manusia.

Kutipan indah tentang sabar muncul pula kala ada kegaduhan. “Cara terbaik di seluruh dunia untuk membela dirimu adalah dengan menjaga tinjumu tetap di bawah.” Atau yang ini “Untuk rasa sakit atau frustasi manusia punya banyak obat, tapi tak satupun obat itu adalah amarah.” Karena semua orang tahu kau hanya membodohi dirimu sendiri. Kau tidak akan menulis makalah itu karena kau tidak bisa menulisnya. Kau hanya duduk di sini seperti seorang anak kecil yang bermain-main dengan harapan.

Aku sepertinya takut. Sesuatu semacam teror mendatangiku ketika aku memulai. Sejatinya Doc memang dikelilingi orang-orang yang penuh kasih. Saling membantu, saling mengisi, Minggu ke gereja, malam ngopi di kafe, hari kerja yang riang, dan kenyamanan di laboratorium yang tak terperikan. Mitosnya adalah laut, angin dan ombak pasang dan dia menghubungkan mereka semua dengan mengumpulkan binatang. Dia membawa harta karunnya ke dalam laboratorium. Bersikap tenang untuk diri sendiri membuatnya tenang dalam menghadapi dunia. Lalu apa masalahnya? Bukankah ini adalah akhir yang bahagia? Ya, sejatinya sudahlah ditutp saja. Ratusan halaman kalian akan disuguhi cerita yang indah-indah, sementara syarat buku yang bagus salah satunya harus ada konfliks berat. Enggak ada di sini. Doc yang menghadapi hari-hari ceria di tengah masyarakat yang ideal. Ternyata, konfliks yang diharap itu adalah cinta. Ahhh… dari Pemenang Nobel Sastra, kita diajak bercinta. Memang bukan sembarang cinta karena karakter utama sudah tak muda lagi. Doc dicomblangkan, didesak, dan bahkan sampai dipertaruhkan dengan Suzy agar coba bersama. Dan yah, sweet thursday itu mewujud nyata. Walau sesekali ada masalah, poinnya adalah happily ever after. Doc menemukan belahan jiwanya. Cukup. Siap jadi presiden?

Kelebihan utama buku ini bukan pada cerita, tapi kedua hal: pertama sifat para karakter yang unik. Selain penamaan yang aneh, mereka juga memiliki kebiasaan tak lazim. Sungguh bagus memberi kegiatan para tokoh dengan tindakan tak wajar. Semua karakter yang dicipta bagus banget membawakan perannya. Kedua, sekalipun ini buku cinta yang terlambat, pembawannya tak cemen. Tak melow, tak mendrama berlebihan. Kisah cinta yang dituliskan dengan rasa dewasa. Kapan lagi kalian baca buku cinta yang menawarkan alur berliku? “Aku membutuhkanmu, aku akan tersesat tanpamu.” Ehem… Sekalipun tujuan utama pada akhirnya bisa disentuh, liku labirin itu sangat seru. Dan kalian pasti ikut bahagia atas kebahagiaan tokoh favorit. Nama-nama yang bagus: Mack, Doc, Hazel, Joseph and Mary (satu orang), Lee Chong, Suzy, Fauna, Whitney No. 2, Old Jingeballicks, dan seterusnya.

Terjemahan Basa Basi bagus banget. Beberapa istilah yang masih rumit diberikan catatan kaki, semisal. “Ini semisal ‘whatcha-macallit’ yang artinya ‘pembicaraan tentang orang yang namanya tak bisa diingat.’ Atau “Veritas in vino” adalah idiom Latin yang artinya ‘kejujuran dalam anggur’ yang bermaksud orang akan jujur ketika mabuk. Hal-hal yang sangat membantu mengimaji tanya. Beberapa masih ketemu typo, tapi dalam 400 halaman rasanya salah ketik tak lebih dari sepuluh kata adalah lumrah. Sebagai terjemahan Bahasa Indonesia pertama ‘Sweet ThursdayBasa Basi termasuk sukses menghantarkan kisah Doc. Salute!

Aku benci hukum yang menahan kemurahan hati dan menjadikan amal sebagai ladang bisnis.Dia sedang mengalami perubahan yang sangat mendalam sampai dia sendiri tidak menyadari perubahan itu sedang terjadi.

Di antara semua angan-angan muram kita, perasaan bersalah adalah yang paling penuh liku, paling jenaka dan paling menyakitkan. Ah penyataan yang manis, “Aku tak utuh tanpanya. Aku tak hidup tanpanya. Ketika dia bersamaku aku merasa lebih hidup dibanding sebelumnya, dan tak hanya ketika dia merasa senang saja.” Suzy yang bahagia, Pembaca yang bahagia, penduduk Cannery Row yang suka cita. Mencoba untuk melepas dari proses berpikir meskipun berpikir adalah pekerjaan manusia yang paling bermanfaat.

Dia pernah kuliah – dia sudah membaca begitu banyak buku sampai aku tidak bisa menyacah mereka – dan bukan komik juga. “Ketika kau membuat rencana, langit runtuh ke ekormu.” Henry Penny. Ah hidup ini… Seseorang berteriak untuk mendapatkan perhatian di dalam dunia yang tak terpersepsi atau mungkinkah bahwa kebahagiaan pamungkas manusia justru adalah rasa sakit? Mari ngopi.

Kamis Yang Manis | By John Steinbeck | Diterjemahkan dari Sweet Thursday (renewed edition) | Terbitan Penguins Books, New York, 1982 | Penerjemah Hari Taqwan Santoso | Editor Tia Setiadi | Pemeriksa aksara Daruz Armedian | Tata sampul Sukutangan | Tata isi Rania | Pracetak Kiki | Cetakan pertama, Maret 2019 | Penerbit Basa Basi | 400 hlmn; 14 x 20 cm | ISBN 978-602-5783-82-1 | Skor: 4/5

Karawang, 130419 – Michael Jackson – One Day in Your Life || 300619 – Melody Gardot – Worrisome Heart

#30HariMenulis #ReviewBuku #Day30 #HBDSherinaMunaf #11Juni2019

Bones Yang Malang #8

Featured image

Tes, anjing border collie saya yang berusian 8 tahun, terluka akibat tertabrak mobil yang ngebut. Saya bergegas membawanya ke dokter hewan. Pintu-pintu ruang bedah berayun terbuka, lampu-lampu menyala terang dan alat-alat bedah mengkilap. Jangan khawatir, kami akan melakukan segala yang kami bisa untuknya,” seorang perawat yang baik berjanji, seraya menuntunku menjauh…

Sebuah paragraf pembuka yang sudah cukup menjelaskan apa isi buku ini. Ditulis oleh Jenny Oldfield dengan judul asli ‘Skin and Bone’ di tahun 1998. Bones Yang Malang bercerita tentang kumpulan manusia pecinta binatang di sebuah city farm Sedgewood. Carly Grey membawa George – seekor kuda jenis shire—ke dokter hewan. Dokter Liz Hutchins sepertinya sudah akrab dengan Carly, dan George bukanlah hewan milik Carly, dan sepertinya sering kali dia membawa hewan-hewan asing ke sana. Carly jelas seorang pecinta binatang.

Suatu hari ayah Carly, Paul Grey membawa pulang burung nuri yang berantakan bernama Mac. Burung langka yang kemungkinan hewan selundupan itu terlihat memprihatinkan, bulu-bulunya rontok. Steve yang membawa burung itu juga ga tahu asal-muasalnya karena baru memilki seminggu, beli dari teman. Burung tersebut lalu dirawat.

George dan Mac hanyalah hewan pengantar menuju sang hewan utama yang dijadikan cover. Seekor keledai tampak kurus dan tak terawat, kurus kering hingga terlihat tonjolan-tonjolan tulang di sekujur tubuhnya. Deretan tulang iga terlihat jelas dengan lekukan berjalur yang sangat dalam, hanya berbalut kulit cokelat tua yang pucat. Keempat kakinya tinggal tulang bergetar menahan badannya yang menggigil. Bersama Hoody dan Steve mereka mencoba menyelamatkan Bones yang terikat di tengah salju tanpa makanan, tak terurus. Sayangnya dalam misi tersebut Hoody malah terluka. Sementara Vinny, anjing periharaan mereka menghilang. Bones seakan menambah penderitaan di Pusat Penyelamatan hewan. Berhasilkah mereka menyelamatkan Bones? Siapa yang begitu kejam tak berperi-hewan-an membiarkan keledai tersebut? Ataukah segalanya sudah terlambat?

Ceritanya sederhana. Kumpulan orang-orang pecinta binatang. Menyelamatkan yang terluka dan ada instrik di dalamnya. Sayangnya konflik yang dilempar kurang kuat. Jelas menyelamatkan nyawa manusia adalah prioritas. Kisahnya datar, karena awalnya saya berharap akan menemukan cerita yang mengharukan layaknya Rin Tin Tin, atau Hachiko dalam tubuh keledai, sayangnya harapan itu tak terpenuhi. Bahkan untuk orang-orang yang suka memelihara binatang sekalipun saya yakin ini buku anti-klimaks. Teladan kebaikan perawatan hewan, teladan apa? Apa yang kalian lakukan saat melihat kucing yang tertabrak mobil? Menyelamatkannya, membawanya ke dokter hewan? Mustahil, sejauh 100 Km kalian tak akan menemukannya. Oh kucing yang malang.

Bones Yang Malang | oleh Jenny Oldfield | Penerjemah Nelly Novrianti | Penerbit Medium | Cetakan I, September 2011 | 136 hlm; 14,5 x 20 cm; mechanical paper 50 gram | ISBN: 978-602-8144-13-1 | Skor: 1.5/5

Karawang, 080515 – Oz the great

#8 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

(review) The Giver: Kearifan Yang Menyakitkan

image

“Betapa musik adalah anugerah terindah untuk umat manusia, selain cinta.”
Bersamaan dengan hari saya menonton PK saya membawa pulang 3 novel, dan the Giver adalah salah satunya. Menjadi buku pertama yang kubaca, libur akhir tahun menyelesaikan dengan cepat karena hanya 200 halaman. Novel terbitan baru Gramedia ini ternyata pertama rilis tahun 1993, sudah dua dekade.
The Giver bercerita tentang sebuah dunia masa depan di mana masa itu tak ada perbedaan. Semua sudah diatur, tak ada warna, emosi, cinta. Tak ada perang, dendam, kelaparan, sakit. Terlihat sempurna, segalanya dikelola sedemikian rupa agar terkendali dan teratur. Bahkan tak ada nama yang sama. Adalah Jonas, karakter utama yang berusia 11 tahun. Dalam komunitas saat usia 12 tahun akan menentukan tugas apa yang akan diterima sesuai kemampuan masing – masing setelah diamati oleh komite. Setelah usia 12 tahun dianggap dewasa, mereka tak akan tahu dan tak peduli umurnya berapa. Dalam tiap keluarga ada 2 orang anak, laki-aki dan perempuan. Jonas memiliki Adik bernama Lily. Bukan keluarga kandung karena mereka dipilihkan oleh komite.
Saat hari H pengumuman tugas. Asher teman Jonas duduk di nomor 4, sedang Fiona gadis cantik yang akrab dengannya duduk di nomor 18. Jonas ada di sampingnya nomor 19. Satu per satu anak Dua Belas dipanggil Tetua untuk menerima tugas. Asher yang ceroboh menjadi Asisten Direktur Rekreasi, Fiona yang telaten mendapatkan tugas Pengurus Lansia, saat detik-detik akan dipanggil maju ke depan Jonas gugup. Namun dia terkejut karena setelah Fiona, langsung loncat ke nomor 20. Dirinya tak dipanggil Tetua? Ada apa? Jonas ketakutan, apa salahnya?
Setelah angka terakhir diumumkan, Tetua baru memanggilnya. Ternyata dia dapat tugas istimewa, tugas ini pernah diberikan kepada Dua Belas yang lain 10 tahun lalu, seorang wanita namun gagal. Kini kehormatan itu diberikan kepada Jonas sebagai sang Penerima. Dia akan dilatih khusus setiap hari setelah sekolah di pavilium.

“Aku memulai pelatihanmu dengan ingatan yang menyenangkan. Kegagalan sebelumnya memberiku kearifan untuk melakukan itu. Ini akan menyakitkan, tapi sekarang belum. Belum menyakitkan”.

Dia mendapat tugas menerima ingatan dari the Giver (sang Pemberi) yang sudah tua. Jadi dalam komunitas hanya ada seorang Penerima, setiap memori yang disalurkan akan berpindah. Ada 8 aturan dalam menjalankan tugas, salah satunya no 8 yaitu diperbolehkan berbohong. Melalui punggung yang diusap, Jonas melewati masa-masa yang tak terbayangkan olehnya. Bahwa benda itu berwarna. Apel yang beberapa waktu lalu terlihat aneh ketika dilempar ternyata berwarna merah. Dulu ada salju yang turun dari langit. Ada hangat matahari. Dan seterusnya dan seterusnya… Satu per satu ingatan sang Pemberi disalurkan. Awalnya menyenangkan tapi kemudian saat sesi ingatan perang, gajah yang sedih dan memori seram lainnya dia mulai ketakutan. Lalu apakah ini yang membuat sang Penerima 10 tahun lalu menyerah dan minta Pelepasan?!  Ternyata bukan, hanya bertahan 5 minggu Rosemary sang Penerima gagal karena memori kesepian. Jelas wanita paling takut akan kesepian. Perlahan tapi pasti Jonas mengetahui rahasia-rahasia Komite. Rahasia dunia luar. Dan puncak kejutan cerita ini adalah saat dia tahu arti Pelepasan. Gabriel, seorang anak 1 tahun yang gagal dipilih diberi kesempatan setahun lagi dirawat keluarga Jonas sebagai tamu untuk dipilih tahun berikutnya. Nyatanya masih gagal sehingga akan Dilepas. Jonas yang terkejut (begitu juga saya) arti Pelepas memutuskan melakukan pemberontakan. Malam itu jelang Desember dan Jonas memutuskan kabur. Berhasilkah?!
Cover novel ini pas banget, menggambarkan isi cerita dimana seorang anak laki-laki menginjak apel yang telah digigit warna merah menghadap dunia luar. Dia berdiri membelakangi orang-orang yang seragam, berwarna sama. Sayang ada beberapa typo terjemahan. Di belakang, di akhir cerita akan ada pidato penerimaan penghargaan Newberry. Ini novel young adult, namun ada beberapa adegan yang membuatku ngilu dan menitikan air mata. Secara keseluruhan, novel ini layak koleksi. Premis cerita tentang dunia terasing yang dimodifikasi Tetua lalu setiap anak mendapatkan tugas mengingatkan ku pada cerita City of Amber. Lina Mayfleet sang messager akhirnya memutuskan mencari dunia luar yang lebih menjanjikan, setelah tahu bahwa kota yang mereka tinggali terbatas.
Endingnya menggantung, karena memori dibagi dengan Gabriel dan Jonas akhirnya memiliki kenangan tersendiri. Akankah komunitas bertahan? Bagaimana nasib Jonas selanjutnya? Apa tindakan komite saat hari H pengumuman dan ada warga terpilihnya menghilang? Sepertinya saya sudah tak sabar menanti seri berikutnya. Mudah-mudahan bagus.

The Giver | Penulis: Lois Lowry | Penerjemah: Ariyantri Eddy Tarman | Tahun terbit 1993 | Diterbitkan di Indonesia oelh: PT. Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama, Agustus 2014 | 232 hlm; 20 cm | Skor: 4/5
Karawang, 291214
Soton 1-1 Chelsea

6 Buku Baru Yang Kubeli


Kenapa saya suka gajian, salah satunya adalah selalu ada buku baru yang hadir di rak saya. Ada 6 buku yang saya beli di awal Oktober 2014 ini. 2 dibeli pas jeda nobar Chelsea versus Arsenal di toko buku Salemba, KCP – Karawang. 4 beli online, dikirim dari Klaten.
1. Karnak Café – Najib Mahfudz
2. Angkong Hantu – Rudyard Kipling
3. Animal Farm – George Orwell
4. Sang Sutradara dan Wartawati Burung – Gerson Poyk
5. … And a Hard Rain Fell – Ketwig
6. Seratus Tahun Kesunyian – Gabriel Garcia Marquez
Ga yakin sih keenamnya akan selesai baca sebulan saat akan datang buku baru berikutnya, apalagi 2 diantaranya berisi 500 halaman lebih, dan saya hutang baca Kubik Leadership yang akan saya kembalikan ke teman kantor minggu depan, jadi wajib dituntaskan segera. Well, apapun itu berada di antara tumpukan buku selalu membuatku bergairah. Happy Reading!
Ruang HRD NICI – Karawang, 071004

Yang Terjadi Dalam Seminggu

Kesibukan telah kembali mewarnai rutinitasku.

1. Manchester City Juara EPL 2013/2014

Liga yang dianggap paling mentereng sedunia itu kini berakhir sudah, dengan menempatkan Man City sebagai pemenang. Puncak klasemen sempat berganti-ganti Antara Chelsea, Liverpool, dan Arsenal. Namun konsistensilah yang membuat Manchester Biru juara. Selamat!

2. Futsal

Gambar

Lama tak bermain futsal, hari Kamis lalu akhirnya saya menyempatkan diri cari keringat. Bersama teman-teman baru di tempat kerja baru. Saya coba menyesuaikan diri. Rencananya sih rutin dari kantor tiap Kamis. Yah, mudah-mudahan bisa.

3. Adik Ipar Menikah

Hari Jumatnya adik iparku menikah, tepat sehari setelah ultahnya yang ke 22 tahun. Sayangnya kesibukan kerja membuatku ga bisa hadir full. Sebagai orang baru di kantor saya belum bisa ijin. Jadi saya datang ke acara pulang kerja jam 21:00 saat acara bebas. Selamat ya Dek!

4. Kebunku

Kebun di depan rumah kami yang sempit sudah menghasilkan. Berisi campur aduk tanaman, akhirnya pohon singkong itu berfungsi juga. Daunnya sudah mulai dipetik buat dibikin lalapan, cabe-nya bisa buat bumbu masakan. Sayangnya buah melon yang siap petik tiba-tiba dimakan tikus/hewan liar sehingga gagal dinikmati.

5. Koran

Gambar

Sebulan sudah saya bekerja di tempat baru, sehingga rutinitas baca Koran kembali bisa dinikmati di akhir pekan. But it’s OK!

Karawang, 130514

Yang Terjadi Hari Ini

Gambar

Kamis, 20 Maret 2014 apa saja kejadian yang tak biasa di hari ini?

1.      1. Whats App Upgrade

Ga tahu sudah berapa kali saya upgrade ini aplikasi chat lintas platform, sudah terlalu sering. Jadi saat pagi hari ada pemberitahuan di BB bahwa versi terbaru sudah ada. Biasanya memang langsung saya klik unduh, sayangnya jaringan bermasalah, sehingga dua kali gagal. Blackberry world sedang error. Saya biarkan saja sampai sore sudah tiga kali percobaan. Di kesempatan keempat, setelah menjemput istri pulang kerja, saya coba lagi. HP saya taruh di atas bantal, pintu rumah saya buka maksudnya biar sinyal lancar, dan klik unduh lagi. Dari 6.1 Mb, butuh sekitar setengah jam. Saya tinggal cuci piring, tahu-tahu sudah 100%. Setelah saya isi data verifikasi, saya lihat ga banyak perubahan di versi 2.11.662 ini.

2.      2. Gagal Bertemu

Pagi-pagi saya sudah dikasih peringatan untuk menghadap bos atas kesalahan yang kulakukan kemarin. Saya tak sengaja menghapus file payroll sehingga program gajian ga bisa jalan. Kejadiannya cepat sekali, saat saya mau format flashdisk yang gagal detect, partisi yang kena malah yang lain dan karena saya hilang fokus saya dengan cepat meng-IYA-kan saja klik konfirmasi format. Dan Boom! di tutup buku gajian bulan ini akan dihitung manual pakai excel, sementara, gara-gara salah klik saya. Fatal, sehingga pagi ini saya dipanggil bos untuk disidang. Sayang gagal bertemu karena dia sedang ada urusan ke Polsek setempat, sedang ada urusan yang lebih urgent. Kuakui saya salah dan minta maaf, saya kehilangan konsentrasi. Jagoan memang kadang harus terjatuh, konsekuensi apapun saya siap terima.

3.      3. Beli Manggis

Kemarin tiba-tiba istri bilang pengen makan buah manggis karena yang dibeliin bapak sudah habis, jadinya hari ini saya mampir ke toko buah.

“Mas berapa harga manggis ini?” saya tunjuk salah satu buah yang sudah pilah-pilah.

“Biasa mas,” jawabnya.

Dalam hati saya bingung, saya ga pernah beli buah manggis di sini, masak jawabnya gitu. “Iya, biasanya berapa?”

“Dua puluh ribu.”

Karena saya tergesa, tanpa menawar langsung saya bayar. Setelah dibungkus sang penjual kasih kembalian tiga ribu. Saya heran karena saya bayar dengan uang pas.

“Buat penglaris, buat langganan.”

Saya hanya mengernyitkan dahi sambil berlalu dari toko itu. Saya ga tahu harga per-kilo berapa. Biasanya ibu kalau beli buah terjadi tawar-menawar, mudah-mudahan penjualnya jujur. Di zaman sekarang ini, menjadi pedagang yang jujur sudah langka.

4.      4. Nyekar ke Makam (alm) Najwa

Seminggu ini istri merengek minta saya nengokin makam anak kami yang pertama. Katanya dia sering bermimpi ketemu anak perempuan, mungkin dia kangen. Dalam mimpi dia pengen digendong ayahnya terus. Akhirnya sore tadi saya bersama adik ipar dan ibu ke sana untuk kirim doa. Makamnya mulai banyak ditumbuhi rumput, daun-daun pohon bambu berserakan di sekeliling, kami bersihkan. Setelah tabur bunga, kita kirim doa, “tenang di surga nak.”

5.      5. Tabloid Bola

Sudah lama ga beli tabloid Bola. Terakhir bulan Agustus tahun lalu pas liga Inggris akan bergulir. Banyak perubahan selama ini ternyata. Harganya sudah tembus di angka delapan ribu, terbitnya bukan dua kali seminggu tapi sekarang sekali seminggu, halamannya dipangkas jadi 44 saja itupun isi yang saya inginkan yaitu bola international hanya separo. Dan yang mengejutkanku, beritanya standar sekali, sangat biasa justru bagusan berita online macam bolanet, detiksport, atau goal. Di tengah gempuran persaingan dengan media digital, media cetak dituntut untuk lebih kreatif. Kita dengan mudah akan mendapatkan akses informasi tim pujaan, sehingga media cetak yang beritanya lebih lambat harus punya nilai lebih dengan memberikan feature istimewa, kalau mau bertahan. Dan kurasa Bola kini dalam tekanan.

Karawang, 210314

Yang Terjadi Dalam Sepekan

Gambar

(sortir data saldo JHT BPJS karyawan)

<img class="size-full wp-image" id="i-1411" alt="Gambar" src="https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/03/img00299-20140311-0350.jpg?w=650"(So many books to read, so little time)

<img class="size-full wp-image" id="i-1412" alt="Gambar" src="https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/03/img00302-20140311-0724.jpg?w=650"

(memantau dari lantai atas karyawan training)

Gambar

(ada lomba masak kreasi singkong di masjid dekat rumah)

Gambar

(buku ‘Sang Fotografer’ dan ‘Heroes of the Valley’, kiriman dari Klaten sudah sampai)

Karawang, 110314