Bagaimana Mungkin Mereka Tahu?

Dari edisi September 2013 majalah Reader Digest Indonesia, saya ketik ulang salah satu artikel yang menarik. Ditulis oleh Alison Caporimo dengan judul ‘Bagaimana Mungkin Mereka Tahu’. Inilah Sembilan peramal berbagai teknologi canggih yang ada di masa kinii.

  1. Mark Twain (1898) meramalkan kelahiran internet

Penulis dengan gaya bahasa tajam ini meramalkan kemunculan internet satu abad sebelum internet muncul. Dalam cerita pendeknya, From The ‘London Times’ of 1904, Mark Twain mendeskripsikan teletroskop, alat yang belum diproduksi pada abad 19 dan dibuat menggunakan jaringan telepon yang luas untuk menghubungkan dunia.

2. Jules Verne (1865) meramalkan pendaratan di Bulan

Novel Jules Verne, From Earth to the Moon and Around the Moon meramalkan apa yang akan terjadi. Novel itu menampilkan pesawat luar angkasa bernama Colombiad yang diluncurkan di sebuah area peluncuran di Florida dan membawa tiga astronaut ke luar angkasa. Setelah menyelesaikan perjalanan yang menakjubkan ke Bulan, pesawat itu mendarat di Samudra Pasifik. Terdengar familier? Penggambaran itu hampir sama dengan misi pertama AS ke Bulan, Appolo 8 yang terjadi lebih 100 tahun kemudian pada tahun 1968. Yang menarik, NASA menamakan modul komando Appolo 11 sebagai Colombia, terinspirasi dari pesawat fiksi karangan Jules Verne yang terkenal.

3. Ray Bradbury (1953) meramalkan layar datar

Dalam novelnya Fahrenheit 451, ahli fisika ilmiah ini menuliskan bahwa para anggota komunitas futuristiknya terobsesi dengan televisi besar berlayar datar (yang baru muncul di pasaran pada 1997). “berapa lama kira-kira kita harus menabung untuk menjebol tembok dan menggantinya dengan tv sebesar dinding? Harganya hanya dua ribu Dollar,” kata tokoh Mildred kepada suaminya. Untung saja Ray juga tak terlalu meleset dalam menebak kisaran harga TV itu.

4. Star Trek (1966) meramalkan Bluetooth

Para awak pesawat luar angkasa Enterprise adalah yang pertama menggunakan perangkat semacam Bluetooth, alat komunikasi hands-free yang baru diciptakan pada tahun 1994, dan membuka jalan bagi kemunculan ponsel. Untung para awak pesawat tersebut terbebas dari biaya roaming.

5. Francis Ford Coppola (1991) meramalkan YouTube

Dalam sebuah wawancara untuk film dokumenter Hearts of Darkness: A Filmmaker’s Apocalypse. Sang sutradara berkata, “Tiba-tiba suatu hari nanti seorang anak kecil dari Ohio akan menjadi Mozart yang baru dan membuat film bagus dengan menggunakan kamera kecil milik ayahnya. Seluruh profesionalisme tentang film akan hancur, selamanya, dan karyanya menjadi tempat bentuk seni yang baru,” YouTube diperkenalkan 14 tahun kemudian.

6. The Simpsons (1995) meramalkan tren pemprosesan makanan

Penjualan makanan dari kedelai meningkat lima kali lipat antara 1996 dan 2011. Tetapi siapa sangka popularitas makanan itu berawal pada 1995? Pada musim keenam serial kartun The Simpson, episode berjudul, “Lisa’s Wedding” meloncat jauh ke masa depan, ke tahun 2010 di mana setiap rumah dilengkapi dengan satelit, permainan video yang dikendalikan dengan gerakan dan setumpuk camilan dari kedelai.

7. James Berry (1968) meramalkan belanja online

Penulis fiksi ilmiah ini mendiskripsikan belanja dari rumah dengan sekali klik dalam Mechanix Illustrated edisi November. “Daripada berdesak-desakan di tengah keramaian, para pembeli bisa melihat secara daring (online) barang-barang dari toko mana pun.” Katanya meramalkan tren konsumen yang sudah dimulai sejak 1995 hingga saat ini.

8. Total Recall (1990) meramalkan full-body scanner

Transporting security administration merekam berita utama pada 2010 tentang kontroversi penggunaan full-body scanner di sejumlah bandara, perangkat yang anehnya mirip alat yang mampu melihat menembus kulit Arnold Scwarzenegger dalam film futuristik ini.

9. John Elfreth Watkins (1900)

“Ramalan ini akan tampak aneh, bahkan mustahil,” kata insinyur teknik sipil, John Elfreth Watkins menegaskan dalam “What May Happen in the Nest Hundred Years” artikel dalam Ladies’ Home Journal edisi Desember 1900. Yang tak diketahui, prediksinya itu sama sekali tak aneh atau msutahil. Malah, kebanyakan dari ramalan itu menjadi kenyataan.

  • Televisi. John berkata, “Manusia akan melihat seluruh dunia. Bernagai jenis orang akan dibawa dalam satu fokus kamera yang dihubungkan secara elektronik dengan banyak layar di ujung sirkuitnya, terhubung dalam jarak ribuan Kilometer.” TV muncul pertama pada tahun 1927
  • Fotografi Warna Digital. John Berkata, “Foto bisa dikirimkan tanpa batasan jarak. Jika ada pertempuran di Cina ratusan tahun lalu, dokumentasi peristiwa menarik itu akan diterbitkan di berbagai koran satu jam kemudian. Semua foto akan diproduksi ulang dengan warna alami.” Foto warna muncul pertama pada tahun 1957
  • Kereta Cepat. John berkata, “Kereta akan bergerak dengan kecepatan 3,2 km per menit. Kereta cepat melesat 241 km per jam.” Kereta Cepat muncul pertama pada tahun 1960-an
  • Tank Militer. John berkata, “Kendaraan pertahanan besar akan beraksi di tempat terbuka dengan kecepatan kereta ekspress yang ada saat ini.” Tank pertama muncul pada tahun 1916
  • Makanan Kemasan. John berkata, “Makanan siap saji akan banyak dibeli dari toko yang sama seperti toko roti kita hari ini.” Muncul pertama tahun 1945

Dibacakan oleh LBP. Di Briefing pagi motivasi dan Inspirasi NICI

Karawang, 271015 – HR Room

Kekuatan Sedekah

image

Selamat hari santri, 22 Oktober 2015. Berhubung temanya tentang agama yang kita sharing ini tentang pengalaman Ustadz Yusuf Mansur yang sering bercerita kekuatan sedekah. Kisah nyata yang diceritakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di Kampus UI beberapa bulan lalu. Dengan gaya khas beliau bercerita :

“Ada kawan saya yang pengen banget anaknya jadi ‘Pengusaha Tambang’. Lantas sejak anak itu masuk SMA, kawan saya ini udah giatin ibadah.

  • Tahajud oke
  • Dzikir oke
  • Wirit oke
  • Sedekah pun oke juga…

Beliau pengen anaknya bisa kuliah di ITS atau ITB, jadi ‘Ahli Tambang’. Hingga pada saat anak ini kelas 12 (SMU kelas 3), Bapaknya jual motor satu-satunya yang beliau miliki untuk disedekahkan, berharap Rahmat dan kelancaran dari Allah untuk tes anaknya.

Anaknya ikut seleksi SBMPTN ambil di ITB dan ITS, ambil mandiri juga. Ambil jurusannya gak jauh-jauh dari ‘Pertambangan & Metalurgi’ sebab udah jadi cita-citanya dari dulu. Singkat cerita, ini anak kagak lolos SBMPTN. Masih lega sebab masih ada cadangan yang lewat mandiri.

Mandiri ITB pun gak lolos. Si bapak bingung “kok Allah gak ngabulin impiannya sih?” Dia kepengen anaknya jadi ‘Ahli Tambang’ biar punya manfaat buat umat di kemudian hari. Bapaknya pun sudah kehabisan biaya untuk ikut test dan bimbel karena untuk ini dan itu pasti perlu banyak biaya. Akhirnya pasrah, si anak memutuskan untuk kerja. Ga jadi tukang tambang tapi ‘Jadi Supir Pribadi’. Jauh sekali dari yang diharapkan Bapaknya. Si anak Tawakkal kepada Allah. Pasrah sepasrah-pasrahnya sama Allah. Sambil yakin “Pasti Allah baek ama gue, ini semua pasti ada Hikmahnya ”.

Nah… Kebetulan si anak ini jadi ‘Supir Bos Besi’ di Surabaya. Tiap hari ini anak anterin bos-nya ke tempat-tempat pengumpul ‘Besi Bekas’ di daerah Jawa. Dari Banten sampe ke Jatim udah di datengin semua buat ketemu klien. Si Bos ngajarin ini anak :
» gimana memilih besi yang Bagus,
» dimana beli besi bagus,
» dan kemana harus dijual.

Singkat cerita…
2 tahun sudah ini anak kerja jadi ‘Supir si Boss Besi’. Si Boss Besi gak punya anak lelaki, akhirnya si boss putuskan dgn istrinya: “Bu, anak ini amanah, cukup cerdas, biar dia aja yg pegang usaha kita, jadi kita tinggal ngawasin dia aja!”. 

Hati anak ini bergetar. Betapa Allah mengabulkan permintaan ayahnya. Ia sekarang jadi ‘Pengusaha Tambang Besi! Subhanallah. Bahkan ketika temen-temennya yang lolos di pertambangan ITS dan ITB masih kuliah, dia yang kemarin gak lolos ‘Udah Jadi Pengusaha’.

Lucunya. Ketika si anak ini meng-interview calon karyawannya lalu melihat CV, ternyata si calon karyawan ini lulusan ITB yang seangkatan dengannya, gumamnya dalam hati: “ehmmm saingan gue dulu nih.”. 

Yang lolos masih jadi karyawan tapi yang ga lolos malah jadi bos. Herankan? Ga usah heran! Inilah cara Allah yang kita tidak dapat bocorannya saat itu. Ente bisa punya mimpi jadi dokter. Lalu Allah beri ente penghalang menuju mimpi itu, tapi kalo ente jernih memandang Allah, maka :
~~~~~~~~~~~~~~~~~
‘Kegagalan’
bukanlah Penghalang.
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Itu justru jalan tol ente semua menuju kesuksesan yang telah Allah rencanakan. Yusuf Mansur 3 kali ditolak di IAIN Jakarta (sekarang UIN), berkali-kali ditolak di UI, tapi sekarang. Alhamdulillah. Yusuf Mansur diundang jadi tamu kehormatan di UI. Yang waktu itu lolos? Belum tentu.

Yuk terus doakan anak-anak kita. Semoga memotivasi kita semua. Semangat menginspirasi!” Insya Allah jika semua yang kita kehendaki  terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS

Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR Jika setiap do’a kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR Seorang yang dekat dengan ALLAH, bukan berarti tidak ada air mata. Seorang yang TAAT pada ALLAH, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN. Seorang yang TEKUN berdo’a, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT Biarlah ALLAH SWT yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena ALLAH TAU yang tepat untuk memberikan yang TERBAIK. Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN. Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN. Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN. Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN. Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHHATIAN

Tetap Semangat. Tetap Sabar. Tetap Tersenyum. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN. ALLAH SWT menaruhmu di “tempatmu”  yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN.” Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.

Dibacakan Oleh: Widigdo
Pada Kamis, 12 Oktober 2015
Di Briefing Inspirasi dan Motivasi NICI

Kind Word Great Mother

image

————-
Suatu hari seorang anak laki-laki pulang sekolah memberikan sepucuk surat tertutup kepada mamanya dari Kepala Sekolah.

Anak: “Mama, Kepala Sekolah memberi surat ini kepada saya, dengan pesan agar tidak membuka dan hanya mama yg boleh buka atau membacanya.”

Sang mama membuka dan membaca surat dimaksud dengan airmata berlinang. Namun dengan bijak selesai membaca sang mama membacakan untuk anaknya: “Anak kamu terlalu Jenius. Sekolah ini terlalu sederhana. Tidak cukup guru yang baik dan hebat di Sekolah kami untuk melatih dia ajari dan latih sendiri anak Anda secara langsung.”

Tahun demi tahun berlalu. Sang anak terus tumbuh dan berkembang. Seiring waktu, sang Mama sudah meninggal. Suatu ketika, anak laki-laki yang sudah dewasa itu, menemukan kembali surat yang dulu dibacakan sang Mama kepadanya. Diambilnya surat dari dalam laci meja Mamanya. Diapun membuka dan membaca surat itu dengan tangan bergetar. Berbeda dengan apa yang didengar dari Mamanya saat dia masih Kecil dulu: “Anak kamu punya masalah kejiwaan. Kami tidak mengizinkan lagi dia dating ke sekolah ini selamanya”.

Anak itu, adalah Sang penemu hebat sepanjang masa. Dialah Thomas Alva Edison. Dia Menangis berjam-Jam usai membaca surat itu, lalu menulis dalam buku hariannya: “Thomas Alva Edison, adalah anak gila. Hanya oleh karena seorang pahlawan, karena Mama, saya diubahnya menjadi Sang Jenius sepanjang masa”.

Pesan Moral :

(1) Sejarah membuktikan tentang kesaktian, kehebatan dan peranan/pengaruh seorang Ibu/Mama terhadap anak

(2) Sejarah juga membuktikan kesaktian dari sebuah kata atau ucapan terhadap psikologi dan mental anak-anak.

(3) Perkataan yang buruk sangat ampuh merusak moral dan mental seseorang.

(4) Perkataan yang baik dapat memotivasi dan menginspirasi (merubah) seseorang untuk Menjadi yang terbaik, apalagi oleh Ibu yang tulus, penuh kasih dan bertangan dingin mengelola keluarga.

Dari briefing pagi motivasi dan inspirasi NICI – Karawang.
Dibacakan di ruang Intergrity oleh: Widy Satiti
Pada Jumat, 16 Oktober 2015

S + EFT – Spiritual Emotion Freedom Technique

Featured image

Briefing pagi motivasi inspirasi NICI pada Jumat, 2 Oktober 2015 agak beda. Diisi oleh pak Endang Rahmat selaku factory manager, selama satu jam kita diajari tentang EFT. Sebuah terapi yang bagus untuk dibagi. Apa itu EFT? Singkatan dari Emotion Freedom Technique namun kita tambah dengan ‘S’ di depan untuk kata spiritual. Metode ini bisa digunakan untuk menghadapi ketakutan atau menghilangkan hal negatif yang ada di dalam diri kita. Ini menjadi sangat penting karena selain secara ilmiah, doa terbukti menjadi kekuatan menghadapi hari esok.
Ada dua versi dalam melakukan SEFT. Yang pertama adalah versi lengkap terdiri dari 18 titik, dan yang kedua adalah versi ringkas (short-cut) terdiri atas 9 titik. Keduanya terdiri dari 3 langkah sederhana, perbedaannya hanya pada langkah ketiga (the Tapping). Versi lengkap maupun versi ringkas SEFT terdiri dari 3 tahap yaitu: The Set-Up, The Tune-in dan The Tapping.
1. The Set-Up
“The Set-Up” bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. Langkah ini kita lakukan untuk menetralisir “psychological reversal” atau “perlawanan psikologis” (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bahwa sadar negatif).
Contoh Psychological Reversal ini diantaranya:
· Saya tidak bisa mencapai impian saya
· Saya tidak dapat bicara di depan publik dengan percaya diri
· Saya adalah korban pelecehan seksual yang malang
· Saya tidak bisa menghindari rasa bersalah yang terus menghantui hidup saya
· Saya marah dan kecewa pada istri/suami saya karena dia tidak seperti yang saya harapkan
· Saya kesal dengan anak-anak, karena mereka susah diatur
· Saya tidak bisa melepaskan diri dari kecanduan rokok
· Saya tidak termotivasi untuk belajar, saya pemalas
· Saya tidak mungkin bisa memenangkan pertandingan ini
· Saya menyerah, saya tidak mampu melakukannya.
· Saya… Saya… Saya…
Jika keyakinan atau pikiran negatif seperti contoh di atas terjadi, maka berdo’a dengan khusyu’, ikhlas dan pasrah: “Yaa Allah, meskipun saya _______ (keluhan anda), saya ikhlas, saya pasrah pada-Mu sepenuhnya”
Inilah obatnya: kata-kata di atas disebut The Set-Up Words, yaitu beberapa kata yang perlu anda ucapkan dengan penuh perasaan untuk menetralisir psychological reversal (keyakinan dan pikiran negatif). Dalam bahasa religius, the set-up words adalah “doa kepasrahan” kita pada Allah SWT. Bahwa apapun masalah dan rasa sakit yang kita alami saat ini, kita ikhlas menerimanya dan kita pasrahkan kesembuhan nya pada Allah SWT.
“The Set-Up” sebenarnya terdiri dari 2 aktivitas, yang pertama adalah mengucapkan kalimat seperti di atas dengan penuh rasa khusyu’, ikhlas dan pasrah sebanyak tiga kali. Dan yang kedua adalah sambil mengucapkan dengan penuh perasaan, kita menekan dada kita , tepatnya di bagian “Sore Spot” (titik nyeri = daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit) atau mengetuk dengan dua ujung jari di bagian “Karate Chop”.
Setelah menekan titik nyeri atau mengetuk karate chop sambil mengucapkan kalimat Set-Up seperti di atas, kita melanjutkan dengan langkah kedua, “the Tune-In”.
2. The Tune-In
Untuk masalah fisik, kita melakukan tune-in dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami, lalu mengarahkan pikiran kita ke tempat rasa sakit dan sambil terus melakukan dua hal tersebut, hati dan mulut kita mengatakan, “saya ikhlas, saya pasrah… yaa Allah..”
Untuk masalah emosi, kita melakukan “Tune-In” dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin kita hilangkan. Ketika terjadi reaksi negatif (marah, sedih, takut, dsb.) hati dan mulut kita mengatakan, Yaa Allah.. saya ikhlas…. Saya pasrah…
Bersamaan dengan Tune-In ini kita melakukan langkah ke 3 (Tapping). Pada proses inilah (Tune-In yang dibarengi tapping) kita menetralisir emosi negatif atau rasa sakit fisik.
3. The Tapping
Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita sambil terus Tune-In. titik-titik ini adalah titik-titik kunci dari “The Major Energy Meridians”, yang jika kita ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali.
Berikut adalah titik-titik tersebut (lihat gambar):
Cr = Crown,Pada titik dibagian atas kepala
EB = Eye Brow,Pada titik permulaan alis mata
SE = Side of the Eye Di atas tulang disamping mata
UE = Under the Eye 2 cm dibawah kelopak mata
UN = Under the Nose,Tepat dibawah hidung
Ch = Chin,Di antara dagu dan bagian bawah bibir
CB = Collar Bone,Di ujung tempat bertemunya tulang dada, collar bone dan tulang rusuk pertama
UA = Under the Arm,Di bawah ketiak sejajar dengan putting susu (pria) atau tepat di bagian tengah tali bra (wanita)
BN = Bellow Nipple2,5 cm di bawah putting susu (pria) atau di perbatasan antara tulang dada dan bagian bahwa payudara
IH = Inside of Hand,Di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
OH = Outside of Hand,Di bagian luar tangan yang berbatasan dengan telapak tangan
Th = Thumb, Ibu jari disamping luar bagian bawah kuku
IF = Index Finger,Jari telunjuk di samping luar bagian bawah kuku (dibagian yang menghadap ibu jari)
MF = Middle Finger, Jari tengah samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
RF = Ring Finger,Jari manis di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
BF = Baby Finger, Di jari kelingking di samping luar bagian bawah kuku (di bagian yang menghadap ibu jari)
KC = Karate Chop,Di samping telapak tangan, bagian yang kita gunakan untuk mematahkan balok saat karate
GS = Gamut Spot,Di bagian antara perpanjangan tulang jari manis dan tulang jari kelingking

Karawang, 061015 – HR NICI room. Sebagian tulisan saya ambil dari sini: http://rumahtherapysyafakallah.blogspot.co.id/2009/05/apa-itu-seft-spiritual-emotional.html

Priority: Focus!

Di NICI ada tujuh nilai yang jadi panutan, nilai nomor dua adalah priority atau prioritas. Apa itu prioritas? Ada yang bilang urgensi, ada yang bilang timeline, ada yang bilang bobot kerja. untuk mencapai target kerja kita harus bisa memilah dan memilih mana yang perlu didahulukan mana yang harus segera diselesaikan. Untuk itu kita butuh fokus. Menurut penuturan pak Endang Rahmat (FM – factory manager) yang disampaikan di briefing motivasi dan inspirasi hari ini (22/9) ada enam poin yang bisa menghilangkan fokus kita. Maka harus sejauh mungkin dihindarkan.

  1. Pikiran Negarif

Di era global dimana informasi dengan mudahnya kita dapat, saring berita harus kita lakukan. Apalagi saat ini berita di televisi begitu absurb-nya. Isinya lebih banyak negatifnya. Acara tv yang ditonton hanya tiga: sepak bola, film dan pengajian. Saring yang bagus, acara tv semua sampah. Kalau saya diminta jawab, ada tiga yang masih saya nantikan di tv: pertama sepak bola, terutama sekali Lazio (yang sayangnya Serie A sudah tak ada live lokal), kedua film khusus film sekali kelar, ga berseri (kecuali Dragon Ball yang kini jam tayangnya sudah ga bersahabat) dan ketiga musik luar, yang sayangnya sudah tak seperti era MTV lagi. Susah dapat update musik luar, yang ada malah dangdut geje dan pop alay.

2. Pembenaran

Ada banyak informasi yang memungkinkan masuk ke kita. Jangan asal iya, jangan asal share, jangan asal setuju. Veronica Roth dalam bukunya Insurgent (seri kedua Divergent) pernah bilang lewat karakter Marcus, “saat semua informasi dipercayakan kepadamu, kau harus memutuskan berapa banyak yang perlu diketahui orang-orang.” Itu kalimat yang disampaikan Marcus kepada Beatrice dan Christina saat di markas Amity di adegan menuju klimak cerita. Pembenaran di sini adalah pastikan itu bukan hoax, info sesat atau sesuatu yang diperlukan tidaknya untuk diketahui orang lain.

3. Mengeluh

Ini. Ini poin yang penting dalam hidup. Mengeluh adalah tindakan pecundang. Jangan mengeluhkan pekerjaan yang dibebankan ke kita. Semakin banyak dan berat berarti semakin dipercaya kita. Jangan mengeluh, hadapi dengan senyuman. Beberapa hari lalu saya kalah dalam lomba LBBK (lelang buku bayar karya) romance dimana ada 13 cerpen yang masuk, lalu disaring 3 pemenang. Seluruh cerpen di-email kepada peserta untuk dibaca sembari menunggu informasi juara. Setelah saya baca semua, 13 cerpen-nya biasa sekali – kalau ga mau dibilang jelek – jadi saya langsung optimis menang. Namun ketika hari H pengumuman, nama saya ada di nomor 3 dari bawah. Mengeluh? Ga! Mungkin kelas selera panitia beda, saya ga suka happy ending, tak suka cerita menye-menye atau cinta monyet omong kosong jadinya cerpen-ku sad ending dengan konflik tak khas remaja. Kalah dan saya tak mengeluhkannya.

4. Keluhan Dari Luar / Komplain

Beberapa komentar, terutama komentar minor terkadang membuat kita hilang konsentrasi. Media sosial apalagi, itu dunia liar. Setiap apa yang kita sampaikan jelas akan membuat komentar bercabang. Ga akan semuanya satu suara, ga akan semuanya menanggapi dengan positif. Ga akan bisa memuaskan semua pihak. Keluhan dari luar apapun itu, harus membangun untuk kebaikan di masa depan. Kalau ga siap untuk itu, mending kembali focus ke dalam.

5. Sosialisasi Yang Tidak Produktif

Dalam bermasyarakat kita memang dituntut untuk membaur dengan sekitar. Namun banyak waktu terbuang sia-sia kalau tak efektif. Apa yang kita dapat saat ngumpul di pos ronda? Wejangan ala Mario Teguh? Kajian religi Ust Yusuf Mansyur? Tentu saja tidak. Paling nge-gosip tentang pak RT, pak RW, pak lurah yang mungkin tidak kita kenal. Paling ngomongin tetangga, bicarakan keburukan saudara, mencela pimpinan negara, dst dst. Hubungan sosial yang tak produktif harus dihindarkan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap kualitas hidup.

7. Memimpikan Sesuatu Yang Sulit Terwujud

Mimpi tinggi boleh saja, namun harus realistis. Memimpikan sesuatu yang sulit terwujud bisa menggangu pikiran. Canangkan apa yang akan kalian lakukan keesokan harinya dengan urutan yang paling mungkin terjadi, jangan merencana yang ga jelas. Ga mungkin kan besok jam 07:01 makan pizza di Roma, berdoa khusuk di New Delhi jam 07:02, dan merasakan terik pagi di Bali jam 07:03. Kecuali teknologi Doraemon sudah ditemukan.

Prioritas apa yang harus kita kerjakan sangat penting. Ibaratnya seperti sebuah bak yang akan kita masukkan barang-barang. Ada air, pasir, batu, kerikil. Bak tersebut bisa menampung semuanya kalau kita bisa memilah dengan benar urutannya. Dan akan amburadul kalau salah dalam memilih prioritas. Mari nge-teh!

Karawang, 220915 – HR NICI room

10 Hal Penghambat Rejeki

image

Rejeki di sini bukan berarti hanya uang. Bisa juga karir, anak, pendidikan, pasangan hidup, dll. Dari ‘briefing pagi motivasi dan inspirasi NICI’, berikut 10 penghambat rejeki (diambil dari bukunya ust. Yusuf Mansur):

1. Syirik

Syirik bukan berarti hanya men-dua-kan Tuhan namun bisa juga ke hal-hal yang mendekatinya. Ke dukun misalnya, 40 hari pahala tidak diterima.

2. Meninggalkan Sholat

Jelas 5 waktu yang fardhu jangan sampai terlupakan. Masalahnya kebayakan kita, ibadah itu hanya sebagai penggugur kewajiban. Harusnya dijadikan sebagai kebutuhan. Harusnya.

3. Durhaka Terhadap Orang Tua

Doa ibu itu mujarab. Sangat ampuh, bahkan jangan sekali-sekali bilang ‘ah..’ terhadap beliau. Kita tak akan bisa membalas segala kebaikan orang tua, setidaknya mencoba membahagiakannya.

4. Zina

Bukan hanya zina dalam arti sebenarnya, zina disini bisa juga yang mendekatinya. Ber-kholwat, pacaran, pegangan tangan dengan yang bukan muhrim. Hindari hal-hal yang menjurus kea rah zina, itu lebih bijaksana.

5. Makan Rejeki Haram

Di NICI ada spanduk tertuliskan, “Halal is my choice”. Kita sepakat, berapa-pun rejeki yang kita peroleh harus halal. Titik.

6. Miras

Jadi ingat lagunya bang Haji, “Mirasantika”. Minuman keras apapun bentuknya hindari. Apapun alasannya, jangan pernah meracuni tubuh ini dengan minuman keras.

7. Memutuskan Tali Silaturahmi

Kelihatannya sepele, namun menurutku ini yang paling berat. Bersilaturahmi, berkunjung ke rumah teman atau saudara. Sekedar sms menanya kabar. Saya orangnya suka mendekam di rumah, setiap ada ajakan keluar main ke teman, sering saya jawab, “kapan-kapan”.

8. Bohong

Memberi keterangan palsu, berkata tak sesuai fakta. Ada dua jenis kebohongan yang diperbolehkan, selain itu jangan.

9. Kikir, Pelit

2,5 % rejeki kita adalah hak mereka yang membutuhkan uluran tangan. Sisihkan. Tips dari saya, kalau ibaratnya 100.000 itu terasa berat, bagi jadi 4 masukkan ke kotak amal setiap sholat Jumat. Ada cerita dari ust. Yusuf Mansur: uang yang kita sumbangkan akan dikalikan 10. Contoh: kita punya uang 100.00, kita masukkan ke kotak amal 50.000. Sisanya berapa? Mulai sekarang kita jangan nanya sisanya, namun tanya, “jadi berapa?”. 50.000 x 10 = 500.000 plus 50.000 = 550.000. Mari beramal.

10. Ghibah

Bergosip ria, membicarakan orang lain yang baik saja sebaiknya dihindari apalagi yang buruk. Nanti di akhirat ada orang yang keheranan karena mendapat banyak pahala padahal dia tak melakukan kebaikan itu. Ternyata sewaktu hidup, dia sering digunjing. Pahala orang yang menggunjing akan dialihkan kepada penggunjing. Hati-hati.

Karawang, 100415 – Hermione 8 bulan

Tips Bahagia ala ‘Yes We Can’

1. Syukur

Syukuri yang ada saat ini. Anda single? Syukuri itu, masih bisa jalan ke mana saja tanpa ada yang melarang. Anda sudah menikah, syukuri punya teman hidup. Anda sudah menikah dan punya anak, namun anaknya bandel? Syukuri, berarti anak Anda aktif. Selalu bersyukur atas karuniaNya.

2. Senyum

Senyum adalah kosmetik terbaik yang pernah dicipta. Murah senyum, banyak teman. Kalau kalian susah tersenyum, sering-seringlah membayangkan adegan lucu dalam film, komedi yang pernah ditonton atau lawakan yang pernah didengar. Otak kita tak bisa membedakan mana nyata mana khayal. Setelah berhasil, mulailah tersenyum pada orang-orang sekitar.

3. Ramah

Semesta adalah cermin dari tindakan kita. Kalau kita ramah pasti dunia akan ramah. Coba tiap ketemu teman, sapa dengan ramah. Maka otomatis pasti akan membalasnya. “selamat pagi pak…”, pastinya beliau akan membalas dengan ramah pula. Begitu juga sebaliknya.

4. Nikmati

Yang ada saat ini nikmatilah. Berangkat kerja jalan kaki, nikmatilah idep-idep sambil olah raga. Berangkat kerja naik motor, nikmatilah bisa lebih cepat sampai kantor. Berangkat kerja naik angkot, nikmatilah bisa sapa senyum dengan orang lain. Berangkat kerja naik mobil, nikmatilah bisa terhindar dari terik dan hujan. Selalu meniikmati momen yang ada saat ini.

5. Menyikapi Perbedaan

Setiap orang dicipta dengan bentuk dan sifat yang berbeda. Ga ada yang sama persis, bahkan untuk orang kembar sekalipun. Pernah lihat orang kembar yang benar-benar identik? Apakah mereka ga ada perbedaan? Tentunya ada. Minimal sidik jari, jadi kesimpulannya tak ada manusia yang sama. Maka dari itu kita harus menyikapi perbedaan dengan bijak. Jangan pernah menyombongkan diri.

6. Jangan Khawatir

Masa depan adalah misteri, kita tak tahu apa yang akan terjadi. Lakukan yang terbaik saat ini, yang ada di depan kita tanpa mengkhawatirkan esok. Pikiran khawatir hanya akan memberi rasa cemas dan negative, ingat pikiran negative bisa menggerogoti kesehatan. Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Jadi lupakan masa lalu, jangan khawatirkan masa depan, lakukan apa yang bisa membuatmu berguna saat ini.

7. Rileks

Pekerjaan memang melelahkan, memusingkan, bikin kepala pening. Saat pulang, letakkan semua itu. Buat pikiran rileks, kalau perlu no HP untuk urusan kerja off. Bbm/WA/Line urusan bisnis deactive. Sampai di rumah, temui keluarga Anda dengan ceria. Tontonlah film, bacalah buku, bercanda dengan anak. Dan seterusnya. Hidup ini singkat, pekerjaan penting tapi keluarga jauh lebih penting. Dengan pikiran rileks besok paginya saat kembali aktivitas badan dan pikiran akn jauh lebih fresh dan sehat. Good Luck!

Karawang, 180315 – Dibawakan oleh FM di briefing pagi inspirasi dan motivasi NICI pada tanggal 18 Maret 2015 – NICI? Yes We Can!

📓KOIN PENYOK 📒

image

📓KOIN PENYOK 📒

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk dan menggerutu kecewa. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok.”

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. “Sebaiknya koin in dibawa ke kolektor uang kuno”, kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dollar.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dollar untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dollar untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu & menawarnya 200 dollar. Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

“Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?”

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa jadi “kehilangan” itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke”aku”an. Ke”aku”an lah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak ajak apa-apa dan siapa-siapa.

Pada waktunya “let it go”, siapapun yang bisa melepas, tidak melekat, tidak menggenggam erat maka dia akan bahagia.

Dibacakan oleh: Widada
Pada hari Selasa, 3 Maret 2015
Di briefing pagi motivasi dan inspirasi NICI

Tertawa Bersama Abu Nawas

image

Kemarin setelah top up pulsa pulangnya mampir agen majalah langganan. Sebenarnya cuma iseng cari bacaan di awal bulan. Majalah film dan bola terbaru belum ada. Koran dan majalah berita untuk saat ini off dulu, gara-gara membaca novel Kiss the Lovely Face of God di bab hujan informasi, yang mempunyai efek samping ga bagus, akhirnya sementara ini saya menutup diri dari berita informasi terbaru. Setiap pulang dari agen saya pastikan membawa pulang kertas bacaan. Namun kemarin setelah bongkar sana sini setengah jam saya nyaris nyerah. Karena kenal akrab penjualnya ya dibiarkan saja, mau baca gratis di situ juga ga papa. 🙂
Saat sepertinya rekor-selalu-bawa-pulang-buku dari agen akan pecah, terselip buku tipis yang menarik. Harganya cuma 6 ribu, kisah tentang Abu Nawas yang sudah sangat familiar. Jadi saya putuskan membelinya. Sampai rumah langsung baca, sekali mulai tak berhenti dan langsung habis kelahap 96 halaman.
Memamg bacaan ringan, tapi sebenarnya bobot pesan Nawas ga ringan. Siapa Abu Nawas? Semua orang pastinya sudah kenal dong. Tokoh yang lucu seperti badut yang dianggap seorang sufi. Yang baru saya tahu justru ternyata dia adalah karakter asli bukan tokoh fiktif. Tapi saya yakin kisah-kisahnya banyak yang dilebih-lebihkan. Dia lahir tahun 750 M di Ahwaz dan meninggal dunia di Baghdad di usia 61 tahun. Orang Persia yang mengembara di kota Bashra dan Kufa. Di sana ia belajar bahasa Arab dan bergaul dengan orang Badui padang pasir.
Abu Nawas pandai bersuara, berpantun, menyanyi dan tentu saja kreatif dalam menemukan jalan keluar suatu masalah. Ia sempat pulang ke negerinya namun balik lagi merantau ke Baghdad bersama ayahnya, keduanya menghambakan diri kepada Sultan Harun Al Rasyid, raja Baghdad. Di buku ini ada 27 kisah, sebagian sudah kubaca di buku pelajaran Bahasa Indonesia, sebagian pernah dinukil di koran, sebagian lagi pernah baca di majalah Bobo.
Ada satu kisah yang ingin ku bagi di sini, yang menurutku sungguh cerdas. Kisah berjudul: Merayu Tuhan.
Abu Nawas sebenarnya adalah ulama yang alim. Tak begitu mengherankan jika Abu Nawas mempunyai murid yang tidak sedikit. Di antara sekian banyak muridnya ada satu orang yang hampir selalu menanyakan mengapa Abu Nawas mengatakan begini dan begitu. Suatu ketika ada tiga orang tamu bertanya kepada Abu Nawas dengan pertanyaan yang sama. Orang pertama mulai bertanya.
“Manakah yang lebih utama, orang yang mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil?! “
“Orang yang mengerjakan dosa kecil”, jawabnya.
“Mengapa?”, kata orang pertama.
“Sebab lebih mudah diampuni oleh Allah.” jawab Abu Nawas.
Orang pertama puas karena ia memang yakin begitu. Lalu orang kedua bertanya hal yang sama.
“Orang yang tidak mengerjakan keduanya.” jawab Abu Nawas.
“Mengapa?” tanya orang Kedua.
“Dengan tidak mengerjakan keduanya, tentu tidak memerlukan pengampunan dari Allah”. Orang kedua langsung bisa mencerna jawaban Abu Nawas.
Lalu orang ketiga bertanya dengan pertanyaan yang sama. Abu Nawas menjawab, “Orang yang mengerjakan dosa besar”.
“Mengapa?”.
“Sebab pengampunan Allah kepada hambaNya sebanding dengan besarnya dosa hamba itu.”
Orang ketiga pulang dengan perasaan puas. Karena belum mengerti seorang muridnya bertanya, “Mengapa dengan pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawabannya yang berbeda?”.
“Manusia dibagi tiga tingkatan. Tingkatan mata, tingkatkan otak dan tingkatan hati. Tingkatkan mata ibaratnya anak kecil yang melihat bintang di langit. Ia mengatakan bintang itu kecil karena ia hanya menggunakan mata. Tingkatkan otak ibaratnya orang pandai yang melihat bintang di langit, ia berkata bintang itu besar karena ia berpengetahuan. Kemudian tingkatan hati ibaratnya orang pandai dan mengerti yang melihat bintang di langit. Ia tetap mengatakan bintang itu kecil walaupun ia tahu bintang itu sebenarnya besar. Karena bagi yang mengerti tidak ada sesuatu apa pun yang besar jika dibandingkan dengan Kemaha-Besaran Allah.”
Kini sang murid mulai mengerti mengapa pertanyaan yang sama bisa menghasilkan jawaban yang berbeda. Ia bertanya lagi.
“Wahai guru, mungkinkah manusia bisa menipu Tuhan.”
“Mungkin.”
“Bagaimana caranya.”
Dengan merayuNya melalui pujian dan doa.”
“Ajarkanlah doa itu wahai guru.” pinta murid Abu Nawas.
“Doa itu adalah, Ilahi lastu lil firdausi ahla, wala aqwa’alan naril jahimi, fahabli taubatan wagfir dzunubi, fa innaka ghafiruz dzanbil ‘adhimi”
Yang artinya: Wahai Tuhanku, aku ini tidak pantas menjadi penghuni surga, tetapi aku tidak akan kuat terhadap panasnya api neraka. Oleh sebab itu terimalah tobatku serta ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya Engkaulah Dzat yang mengampuni dosa-dosa besar.
Tertawa Bersama Abu Nawas | Diceritakan kembali oleh: MB Rahimsyah | Gambar dalam: Irsyadul Anam | Penerbit: Penerbit Sadro Jaya Jakarta
Tol Karawang – Jakarta, 080115
Ditulis dalam perjalanan dari CIF ke HO. HR NICI menuju SAP, go live!

Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh

Saya diberi kehormatan bersama kalian di hari pertama di salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus kuliah, bahkan, sesungguhnya inilah saat terdekat saya terlibat dalam upacara wisuda. Hari ini saya ingin berbagi tiga cerita dalam kehidupan saya.
Cerita pertama adalah mengenai menghubungkan titik-titik. Saya putus kuliah dari Red College setelah 6 bulan pertama, tapi saya tetap ada di kampus selama 18 bulan berikutnya sebelum saya benar-benar berhenti. Saat itu saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi. Saya belajar tipe tulisan serif dan sanserif, tentang meragamkan jarak antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang membuat para tipograf menjadi hebat. Tidak ada satu pun dari yang saya pelajari itu akan sepertinya akan bermanfaat dalam kehidupan saya.
Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami merancang komputer Macitosh pertama, semuanya saya ingat kembali. Hasilnya, Mac menjadi komputer pertama dengan tipografi yang indah. Andai saya tidak pernah putus kuliah dan kemudian ikut kelas kaligrafi, Mac tidak akan punya beragam tulisan atau huruf yang berjarak secara proporsional. Dan karena Windows hanya meniru Mac, sepertinya tidak ada PC yang akan memiliki tipografi indah.
Tentu saja, tidak mugkin menghubungkan titik-titik itu ke masa depan saat saya masih kuliah di kampus. Tapi terlihat sangat-sangat jelas jika ditinjau sepuluh tahun kemudian. Jadi, kita harus percaya bahwa titik-titik itu suatu saat akan terhubung di masa mendatang. Kita harus percaya pada sesuatu – insting, takdir, kehidupan… apalah. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, bahkan telah membuat semua perubahan dalam kehidupan saya.
Cerita kedua saya adalah mengenai cinta dan kehilangan. Saya merasa beruntung karena saya menemukan apa yang sangat ingin saya lakukan dalam kehidupan sejak usia yang sangat muda. Woz dan saya memulai Apple di garasi orangtua saya saat usia 20 tahun. Kami bekerja dengan keras, dan dalam 10 tahun Apple telah berkembang dari hanya kami berdua menjadi di garasi menjadi sebuah Perusahaan senilai 2 milliar dolar dengan lebih dari 4000 pegawai. Kami baru saja meluncurkan karya terbaik kami – Macitosh – setahun lalu, dan saya baru saja berusia 30 tahun. Kemudian saya dipecat.
Apa yang telah menjadi fokus kehiduapn saya telah hilang dan itu sangat menyakitkan. Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus saya lakukan saat itu beberapa bulan kemudian. Tapi secara perlahan ada sesuatu yang mulai terpikir. Saya telah ditolak, namun saya masih mencintai apa yang saya lakukan. Jadi saya memutuskan untuk memulai lagi. Saya tidak sadar saat itu, tapi ternyata dipecat dari Apple merupakan hal terbaik bagi saya. Beban berat menjadi sukses digantikan dengan perasaan enteng menjadi orang baru. Hal ini membebaskan saya untuk memasuki salah satu periode paling kreatif dalam kehidupan saya.
Selama lima tahun berikutnya, saya memulai sebuah Perusahaan bernama NeXT dan sebuah Perusahaan lain bernama Pixar, yang kini menjadi studio animasi paling sukses di dunia. Dalam salah satu peristiwa yang luar biasa, Apple membeli NeXT, saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung kehidupan Apple.
Dipecat dari Apple memang sebuah pil pahit buat saya, namun saya pikir memang inilah yang diperlukan. Terkadang kehidupan memukul kita dengan sangat keras. Jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus bertahan adalah saya mencintai apa yang saya lakukan. Kalian harus menemukan apa yang kalian cintai, dan satu-satunya cara untuk menghasilkan sesuatu yang luar biasa adalah mencintai apa yang kalian lakukan.
Cerita yang ketiga adalah mengenai kematian. Mengingat bahwa saya akan mati suatu saat nanti adalah hal yang paling penting yang akan saya temukan untuk menolong saya membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup. Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Para dokter memberitahu saya bahwa hampir dipastikan ini jenis kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan harapan saya hidup hanya enam bulan lagi. Tapi kemudian saya menjalani operasi dan baik-baik saja hingga saat ini. Itu adalah saat terdekat saya menghadapi kematian, dan saya berharap hanya itulah, hingga beberapa dekade mendatang.
Kerena sudah melalui tahapan ini, saya bisa lebih yakin mengatakan bahwa kematian adalah sebuah konsep yang berguna dan murni intelektual. Kematian adalah agen perubahan kehidupan. Ia memberikan jalan untuk yang baru dengan menyingkirkan yang lama. Kali ini yang baru adalah kalian, namun suatu saat nanti tidak lama dari sekarang, kalian akan menjadi tua dan tersingkir. Waktu kalian terbatas, jadi jangan habiskan dengan hidup dalam kehidupan orang lain. Jangan diperangkap oleh dogma. Jangan biarkan opini orang lain mengaburkan suara hati kalian. Dan yang terpenting, milikilah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisimu.
Ketika saya masih muda, ada sebuah terbitan luar biasa bernama Katalog Seluruh Dunia, seperti Google dalam bentuk buku 35 tahun sebelum Google lahir. Buku itu dilengkapi dengan alat bantu yang keren dan catatan yang bagus. Pada halaman belakang edisi terakhir mereka, ada sebuah foto mengenai jalan perkampungan waktu dini hari, jalan yang mungkin akan kalian ikuti jika suka berpetualang. Di bawahnya ada kata-kata “Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh”. Itu adalah pesan perpisahakn mereka sebelum mereka pergi. Dan saya selalu berharap hal itu buat saya sendiri. Dan sekarang, kalian para lulusan baru, saya mengharapkan itu untuk kalian.
“Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh”.
Catatan di atas adalah pidato Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studio dalam sebuah upacara wisuda pada tanggal 12 Juni 2005. Saya ketik ulang persis dari buku Kubik Leadership yang baru saya baca. Buku teman sekantor yang saya pinjam karya Farid Poniman, Indrawan Nugroho, dan Jamil Azzaini.

Ruang HRD NICI – Karawang, 190914