Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar #20

Megawati: “Rudy, orang yang kamu bawa kok kurus banget?”

Buku ini terbit di tahun 2012 jelang Pak Joko Widodo – kita kenal sebagai pak Jokowi maju ke pilkada gubernur DKI Jakarta. Buku cepat saji, karena pihak penerbit menawarkan kepada Penulis secara mendadak untuk naik cetak maka mereka hanya meramu dari media online Tribunnews.com, Tribun Jakarta Digital Newspaper, koran digital yang terbit tiga kali sehari. Selain ramuan yang sudah ada, tulisan juga ditambal dari tim Penulis lain langsung ke Solo, tempat Pak Jkowi mengabdi selama 7 tahun sebagai walikota. Dan jadilah buku setebal 250an halaman.

Awal tertarik beli ya saat itu profil calon Presiden kita ini ada di mana-mana. Di tahun 2012-2013 beritanya setiap hari ada saja di portal berita. Rata-rata positif, jadi saat itu ada jargon Indonesia masih punya harapan. Maka ketimbang merasa pesimis tiap masuk bilik dalam pemungutan suara maka saya putuskan untuk mengenal calon pemimpin kita. Dan seperti yang kita lihat saat ini. Setelah mengabdi di Solo, beliau merantau di Jakarta dan belum genap tugasnya selesai ia kini menjadi orang nomor satu di Negeri kita tercinta. 

Karena buku ini terbit tahun 2012 maka berita yang dicetak tentu saja saat-saat beliau berjuang di Solo, dari masa kecil sampai akhirnya berita fenomenal pemindahan PKL secara damai itu. Dari masa mahasiswa UGM sampai resep-resep memimpin yang luar biasa. Semua disajiakn dalam bahasa media yang khas Tribunnews. Saya sih menikmatinya, ibaratnya kita sudah dipilah pilihkan berita oleh tim ini dari ratusan ribu berita yang ada, tinggal baca santai sambil ngopi.

Buku dibuka dengan kata pengantar ketua PDIP, Megawati soekarno Putri. Kesan-kesannya, alasan beliau membawa Pak Jokowi ke Jakarta, sanjungan masa kepemimpinannya sampai harapan (Jakarta dan) Indonesia ke depan. Lalu pengantar dari Penulis yang bercerita mau menyanggupi Penerbiy Elex untuk ‘kampanye’ seorang pejabat yang mau melayani, bukan dilayani. Kemudian prolog, sangat panjang karena malah bercerita ke sana ke mari mengenai profil serta kesan-kesannya.

Setiap pergantian bab, kita akan disodori sisipan kutipan orang-orang hebat masa lampau. Di bab pertama berjudul: Bibit Kepemimpinan, kita bertemu John F. Kennedy: “Leadership and learning are indispensable to teach other.” Di bagian ini kita akan lebih banyak diajak ke masa lampau. Penulis bertemu dengan orang-orang sekitar, langsung ke Solo. Mulai drai guru, tetangga, sampai teman-teman diwawancarai. Kesederhanaanlah mengapa saya justru menyukai bagian ini. Bab terbaik ada di sini. Bagaimana Sang Presiden menghabiskan waktu masa kecilnya, laiknya kita semua, suka bermain di kali mencari telur bebek. “Saya gemar mandi di kali, mandi di kali. Mancing, cari telur bebek itu jagoan saya. Saya hafal bebek bertelur di mana, tapi itu rahasia saya, saya tidak kasih tahu teman-teman.” 

Bagian Jokowi terjatuh ada dalam penuturan ibundanya. “Ada dua pengalaman kegagalan saya. Yang pertama saya gagal masuk ke sekolah favorit SMA dan kedua kasus penipuan ini.” Penipuan yang dimaksud adalah awal usaha Pak Jokowi di bidang mebel. “Di awal usaha, dia pernah ketipu sampai klumprak-klumpruk. Sekitar satu tahun saya jalan sendiri langsung game point. Banyak itu, misalnya modal saya 10 tertipu 30, jadi tiga kali lipat. Baru satu setengah tahun kemudian saya bisa bangkit lagi.”

Bab kedua berjudul Orang Sekitar, ditemukan Jim Burning: “A loving family provides the foundation childrenneed to succeed and strong families with a man and a woman – bonded together for life – always been and always will be, the key ti such families.” 

“Ibu saya orang biasa, seperti ibu-ibu lainnya. Kalaupun hebat itu karena cara pandang dan pola pikirnya yang jauh ke depan. Ayah saya tukang kayu. Saya sebut bukan pengusaha kayu, karena nanti yang dibayangkan malah Prayogo Pangestu yang punya Barito Pasific.” Yup Jokwi adalah kita, masyarakat kebanyakan yang ketika menginginkan sesuatu butuh kerja sangat keras.

“Pagi, bangun tidur sholat Subuh. Kemudian jogging, kalau tidak ya tidur lagi jam 7 atau 8 bangun, baca koran atau keluar sepedaan. Mendengarkan lagu itu bar fresh. Paling lima belas menit, empat lima lagu cukup. Habis itu on fire lagi turun ke masyarakat.” Led Zepperlin, Megadeath, dan Lamb Of God. Wow cadas!

Bab ketiga tentang Integritas, kiat disapa W. Clement Stone: “Have the courage to say no. Have the courage to face the truth. Do the right thing because it is right. These are the magic keys to living your life with integrity.” Bagian ini menyoroti bagaimana cara keraj seorang pemimpin nothing to lose. Kerjakan yang terbaik, hasilnya akan mengikuti.

“Mau dinilai tidak baik, silakan. Mau dinilai baik, ya silakan. Saya kan tugasnya hanya bekerja. Enggak ada kemauan macam-macam. Enggak punya target apa-apa. Bekerja, begitu saja.”

Bab keempat tentang Pengabdian bersama Bob Brando: “To grasp the full significance of life is the actor’s duty to interpret is his problem, and to express is his dedication.”

Bagian yang sukses sebagai walikota. Bagaimana Surakarta menjadi lebih cantik dan sedap dipandang. Memindahkan PKL yang biasanya penuh huru hara dirubah penuh suka cita. Diantaranya butuh negosiasi panjang sampai tembus makan bersama sebanyak 54 kali! Benar-benar manusia super sabar ini. Relokasi itu masuk rekor MURI. Segala prestasinya juga diganjar di tahun 2012 menjadikannya Finalis Walikota terbaik sedunia yang diselenggarakan The City Majors Foundation yang ada di London, Inggris.

Bab terakhir tentang Jalan Berliku DKI-1. Kali ini kita disapa Chen Sui Bian: “The road to democracy may be winding and is like a river taking many curves, but eventually the river will reach teh ocean.”

Branding Solo: The Spirit of Java diperkenalkan beliau. Memanusikan warga Jakarta adalah tujuan dia dibawa ke ibukota. Awalnya mau mengubah branding kota macet, sayang tak tuntas dan sampai kini Jakarta masih sangat macet. Di bagian epilog lebih kepada sebuah pengalaman salah satu Penulis. Dan kita [un tahu, bagaimana akhirnya ciri khas baju kotak-kotak itu dicipta.

Sebagai sebuah buku kumpulan artikel media online, buku ini cukuplah untuk nostalgia. Biasanya kumpulan gini akan boring karena sedekar pengulangan, tapi untuk profil Presiden kita cukup padat. Lumayan, kita jadi lebih kenal beliau. Sayangnya beberapa foto yang disisipkan bukan dengan kertas luks jadi terlihat tak jelas karena dicetak buram. 

Nah sekarang sudah lima tahun dari 2012, ayo dong cetak lagi kumpulan artikel beliau. Pastinya sudah banyak sekali cerita yang bergulir. Lima tahun terakhir adalah masa paling sibuk, penuh huru-hara Pilpres dan pro-kontra terbesar dalam Pemilu Indonesia sepanjang masa. Kalau ada buku detail Pak Jokowi lagi, boleh deh saya coba nikmati lagi. Japri!

Panjang umur dan sehat selalu ya Mr. Presiden. Good luck!

Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar | oleh Domu D. Ambarita, Albert G. Joko, Ade Rizal Avianto, Yogi Gustaman, FX Ismanto | copyright 2012 | artistik Achmad Subandi | Disain cover Setiawan | Penerbit Elex Media Komputindo | 236121777 | ISBN 978-602-00-3385-3 | Skor: 3/5

Karawang, 200617 – Taylor Swift – Everything Has Changed

Advertisements

One thought on “Jokowi: Spirit Bantaran Kali Anyar #20

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s