Laga Penutup Musim

image

PROBABILE FORMAZIONE :
(3-5-2): Strakosha; Bastos, Wallace, Radu; Basta, Murgia, Biglia, Milinkovic, Patric; Felipe Anderson, Immobile.
A disp.: Vargic, Adamonis, Spizzichino, de Vrij, Petro, Crecco, Cardoselli, Lombardi, Luis Alberto, Tounkara, Rossi.
All: Inzaghi.

LBP
0-3
Laga penutup musim. Atlanta sudah di nomor 4. Kita wajib menang. Empoli belum aman, kepleset dan Crotone menang, mereka degradasi. Inilah laga penutup musim yang ditunggu, bakalan saru sampai menit akhir. #LazioPerSempre

Aditya
Crotone vs Lazio : 0-2, Immobile
Degradasikan Crotone! Hajar Immobile! Hidup Laziale!

Huangka Mistis
Crotone 2-1 Lazio, Falcinelli.
Lazio sudah tak ngejar apa-apa. Mereka malas main. Lagipula game ini logikanya gampang. Lazio 1-3 inter. Crotone 2-1 inter. Sudah pada tau kan hasil akhirnya? 😎

Arifin
Crotone 0-1 Lazio. Immobile.
Si elang biru makan kroto. Elang kenyang elang girang. Forza elang. 🦅

Arief
Crotone v Lazio 1-1. Immobile
Crotone menargetkan 3 angka di Ezio Scida. Crotone mesti berharap Empoli kalah di Renzo Barbera. Lazio ingin memastikan peringkat 4.

Widy
CrotonE vs LaziO : 1-2, Immobile
Tandang ke markas CROTONE. Lazio wajib menang. Skor Akhir 1-2 dimenangkan LaziO.

Takdir
Crotone vs Lazio : 1-1 keita
Seni bertahan Crotone versus daya ledak The Great. Empoli kalah, Crotone menang bertahan. Empoli kalah, The Great menang poin sia. Adilnya seri. Empoli kalah, seri poin sama. Jadi siapa yang menemani Pescara dan Palermo? Mungkin AS Roma aja. Lho. Sampai jumpa musim depan.
#SesterremoSemprePiu.
I colori biancoblu (revisi skorer)

Karawang, 280517

Iklan

Prediksi Final EL 2017

Prediksi Final Liga Eropa Kelas Dua Ajax Vs MU. 
Ajax Amsterdam : Andre Onana; Kenny Tete, Davinson Sanchez, Matthijs de Ligt, Jairo Riedewald; Davy Klaassen, Lasse Schoene, Hakim Ziyech; Bertrand Traore, Kasper Dolberg, Amin Younes.

Cadangan: Heiko Westermann, Frenkie de Jong, Donny van de Beek, Diederik Boer, Abdelhak Nouri, Justin Kluivert, David Neres.

Pelatih: Peter Boaz
Manchester United: Sergio Romero; Antonio Valencia, Daley Blind, Phil Jones, Matteo Darmian; Ander Herrera, Marouane Fellaini, Paul Pogba; Henrikh Mkhitaryan, Anthony Martial; Marcus Rashford.

Cadangan: Joel Perreira, Wayne Rooney, Michael Carrick, Chris Smalling, Jesse Lingard, Fosu-Mensah, Axel Tuanzebe, Josh Harrop.

Pelatih: Jose Mourinho.
LBP

3-0, Kluivert 

Dua dekade lalu Patrick Kluivert membuat nangis tim Italia. Malam nanti putranya berpotensi mengulang sejarah. Berhasilkah? 
Arifin

Ajax vs Emyu 2-1. Dolberg.

Ajax menang. Emyu tumbang. Dan saya riang.
Indah

Ajax vs Emyu 2-3. Rashford

Biarlah emyu menang. Biar bisa ketemu chelsea di UCL. Biar bisa sikut sikut pak Wid, om Jabo, om Agus, Papah di FOC 😎
Widy

Ajax vs MU

score : 1-3

Scorer: Rashford

Om Bud melayangkan final UEL. Kuis pun ramai. Prediksi maen di tempat netral MU tetap akan tampil maksimal meski baru diguncang bom kota Manchester. Full team dan yakin menang
DC 

Ajax 1-0 MU

Gol Dolberg

Anak-anak muda yang akan mengejutkan. Juara milik meereka lagi. Setelah sekian lama menghilang.
Takdir

Ajax 2-1 MU, Kluivert 

Para pemuda yang baru lulus SMU versus bintang mahal. Menang menang seharusnya, kalah malu maluin. Tapi Mou yang sombong ternyata gatot.
Mrs Reus 

Ajax 1-0 Emyu, Kluivert 

Emyu kalah, semua senang. We’re not racist, we only hate mancs. You’ll Never Walk Alone!
GG

Ajax vs MU 3-2. Dolberg

Puncak liga malam jumat. Wakil Inggris UCL tetap 4. Mou kiamat.
Deni

Ajax vs Mu 1-2

Skorer Rashford

MU menang. Mou senang. Fans pun ikut senang 😁
Gelang sipraptu gelang

Ajax 1-1 MU. Mata.

Keduanya main seri selama 90 menit. Lalu dilanjutkan perpanjangan 30 menit lagi. Ternyata masih imbang juga. Wasit sebenarnya dah kzl tapi apa boleh buat tetap lanjut babak penalti. Babak penalti adalah misteri. Kita tidak akan pernah tau siapa yang menang sampai penendang ke-8.
Arief

Ajax v MU 0-1

Mkhitaryan

Mourinho sudah 13x membawa timnya melangkah ke final. Hanya 2x ia gagal mengamankan gelar. Ibra akan angkat trofi di Friends Arena, Solna.  Semoga prediksi saya salah.
Syamsudin The Blues

Ajax 1-3 MU. Martial.

Tidak Ada jalan lain untuk Mou menjadi juara agar dapat ticket liga Champion. MU punya  komposisi bertahan Dan menyerang yang bagus. MU akan menang lawan “Ajax Kids”.
Bagas

Ajax 2 – 0 Mu. Dolberg

Pada laga ini sejatinya sangat mudah untuk memprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Jika dilihat dari performa kedua tim belakangan ini. Ajax lebih diunggulkan untuk memenangkan laga ini.
Andi

Ajax 2-1 Mu, Traore

Ajax punya pemain muda berbakat. Larinya cepat. Dan MU kewalahan mengejar. Akhirnya Ajax yang jadi juaranya.

Karawang, 240517

Prediksi Lazio Vs Inter – Live Lokal Trans TV Dini Hari Ini

image

Prediksi Lazio Vs Inter

Prakiraan formasi.
3-5-2
Strakosha
Wallace-De Vrij-Hoedt
Felipe Bale-Luis Alberto-Biglia-Sergej-Lulic
Immobile-Keita

LBP
3-0
Lazio serius di dua laga sisa kompetisi. Inter akan jadi korban luapan kekecewaan. Skor besar pasti tercipta. Keita bakalan ngamuk.

Djokovic
Lazio 1-3 Inter. Icardi
Trauma coppa masih berlanjut. Lajio main gagap. Inter langsung menerkam.

Arifin
Lazio 1-0 Inter. Immobile.
Lajio harus move on setelah kalah di final coppa. Inter pun jadi pelambiasan. Forza Lazio.

Takdir
Lazio 4-0 inter
Immobile
Lotito: “A thank you and a big hug to all Lazio fans. In particular to the curva who, with their coreografia, deservedly and overwhelmingly won compared to the Juve fans.” Ya, Lazio memang kalah secara skor di final tapi mereka memenangkan hati Seluruh Dunia. Saatnya meneror Pioli. Eh sudah dipecat yo.

DC
Lazio 2-0 Inter
Immo
2 tim yang kalah di match terakhir mereka. Bertarung untuk 3 poin dan harga diri masing-masing. Tapi sepertinya Inter belum bakalan sembuh.

Arief
Lazio v Inter 2-1
Immobile
Lazio perlu memberikan kegembiraan di partai kandang terakhir. Sebelum melawat ke Olimpico, Inter hanya bisa meraih 2 biji poin dari 8 laga terakhir. Musim buruk Nerazzurri akan berlanjut sepulang dari Olimpico.

Adit
Lazio vs Inter : 2-2, Immobile
Lazio sedang sakit. Inter merasa nyelekit. Hasil seri bagi keduanya sudah cukup pahit.

Bagas
Lazio 3 – 1 Inter, Keita
Inter sepertinya lebih suka musim ini segera berakhir dan fokus membangun kekuatan untuk musim berikutnya. Ini bisa dimanfaatkan oleh Lazio, yang bertekad menuntaskan pekerjaan dengan kemenangan di dua giornata pemungkas. Forza Lazio.

Jabo
Lazio 3-0 inter
Immobile 
Inter sedang sekarat. Bukan hal sulit bagi Lazio untuk meraih 3 poin. Pun dengan skor besar. Apalagi bermain di kandang, di mana mereka​ ingin memberikan sedikit hiburan buat fans yang kecewa dengan  kegagalan di piala Copa.

Damar udah move on
Lazio 3-2 lazio
Balde
Lazio meskipun kemarinn kalah tapi aura positif atas capaian musim ini masih berlanjut. Giornata berikutnya akan melawan team yang sedang oleng. Optimis 3 poin. #BisognaVincere

Shireen Sungprap
Lazio 4-1 Inter, Immo
Ini seperti dejavu. Laga penutup di Olimpico lagi-lagi ketemu Inter. Inter pernah dipermak di sini dan kehilangan gelar. Kali ini pun sama. Inter akan kembali dipermak dan resmi kehilangan kans berlaga di yuropa.

J.Zanneti
Lazio 0-1 Inter, Icardi.
Tidak diragukan lagi Inter sedang sekarat. Lazio mendingan dapat runner up coppa. Tapi tetap optimis 3 poin bagi Il Nerrazuri. Forza.

Emas agos praptoholic
Lazio 2 – 1 inter
Gol Keita
Nihil gelar musim ini tak membuat Elang patah arang. Demi jatah eropa sisa laga akan disikat. Tiga poin di kandang bekas pesta Juventini siap digenggam.

Karawang, 210517

Pasukan Elang Yang Gagah Di Final

image

image

image

image

Lulic: “Benar kami kecewa karena kami kehilangan gelar. Tapi Anda harus belajar dari situasi ini dan Lazio keluar lapangan dengan kepala tegak. Musim ini belum berakhir di sini, dan akan jadi kesalahan besar jika berfikir demikian”

Olimpico Stadio – Rome, 18 May 2017- Lazio The Great akhirnya dipaksa menggenapkan menjadi 10 kekalahan beruntun di tangan Zebra. Kekalahan kesepuluh ini sayangnya terjadi di laga prestise final Copa Italia 2017. Kekalahan yang membentang jauh dari tahun 2013 ini melukai hati Laziale, tapi kata Lulic kita harus setrooong dan keluar lapangan dengan kepala tegak dan tepuk tangan.

Laga yang seharusnya dihelat tanggal 2 Juni itu dimajukan karena Juventus masuk final Champions bersua Real Madrid (Zinedane Zidane juga sedang menjalani musim yang luar biasa sebagai pelatih) sehingga dipaksa cari tanggal bagus lain. Tengah pekan yang digadang-gadang jadi pesta itu malah jadi bencana setelah 93 menit kita lagi-lagi gagal jebol gawang si Nyonya. Barisan striker kelas dunia melawan bek-bek setangguh menara Pisa.

LIRK – Lazio Indonesia Region Karawang tengah pekan itu sudah memutuskan nobar – nonton bareng-  ke sebuah tempat di Walahar, Karawang Timur. Karena Green Village di Karawang Barat dan keluar dini hari melintasi regional pastinya ga di-acc sama May terkasih maka saya justru memutuskan ikut nobar dengan JCI – Juventus Club Indonesia chapter Karawang di Warkop – Warung kopi Pak David, Pasar Bersih PBK, Galuh Mas. Ada lebih dari 50 Juventini hadir dan saya seorang diri Laziale membaur. Dapat sambutan hangat dari mereka, sepanjang laga mereka bernyanyi, meluapkan chant.

Sebelum kick off, koneksi ke Olimpico sudah terhubung. Dengan laptop, koneksi wifi fiber optic dan infocus ke layar lebar – Laziale biasanya nobar di Coach Setiadi hanya sebesar layar tv, koneksi smarpreet yang lelet pasti membuat iri. Inzaghi menerapkan strategi 3-5-2. Kiper muda Thomas Strakosha ada di bawah mistar. Tiga bek yang diturunkan Wallace di kanan, Bastos di kiri dan sentral ada di Stefan De Vrij. Bagian vital diserahkan kepada kapten Lucas Biglia dengan Marco Parolo yang sempat cidera lawan Fiorentina di kanan bersama Dusan Basta. Di kiri posisi spesialis Senad Lulic bersama Sergej Milinkovic-Savic. Memasang duet panas saat ini Ciro Immobile dan Keita Balde sebagai andalan di ujung. Formasi ini adalah komposisi terbaik (minus Lukaku yang cidera), setelah pekan lalu sebagian besar disimpan saat kontra Fiorentina (andai tim utama, habis itu Fio). Sementara dari sisi seberang 11-12 karena mereka juga menyimpan pemain-pemain terbaiknya saat bersua AS Roma. Dengan skema 3-4-2-1. Kiper cadangan lawannya Bruto, Neto dipercaya. Lalu trio bek terbaik saat ini BBC yang luar biasa: Barzagli, Bonucci, dan Chiellini berikutnya memperkuat lini gelandang bertahan dengan dua pemain Marchisio dan Tomas Rincon (malam ini tampil luar biasa, seperti saat-saat mencekam tiap bersua kita ketika berseragam Genoah). Padahal mereka juga kehilangan pemain kunci di sisi tengah, Cuad dan Kadir terkapar di meja operasi. Di kanan Dani Alves yang sedang on fire di kiri Alex Sandro. Dybala dan Marjuki menyokong tepat di belakang striker tunggal Higuain, momok bek Lazio selama berseragam Napoli.

Juve mengenakan kostum kebanggaan Hitam Putih sedang kita memakai jersey Biru Tua dengan sponsor musim depan Seleco, kostum khusus yang sudah mulai dipamerkan pekan lalu. Setelah koreo menakjubkan dari Curva Nord dan gegap gempita yang bisa bikin air mata Laziale meleleh terharu, akhirnya bersama segelas kopi pahit laga dimulai. Pertandingan berjalan dengan tempo cepat sejak peluit dibunyikan. Setelah counting down sebuah layar di tribun menyentuh angka 0 seakan 22 pemain di lapangan plus kedua pelatih ekspresif di pinggirnya langsung tersengat listrik kejut untuk dipaksa aktif. Dan gaya kick n rush-pun tertawa. Menit baru menyentuh angka 4 Juve sudah punya shot on goal melalui sepakan jarak jauh Chiellini, tendangan lemah itu bisa dengan mudah ditangkap Thomas. Menit keenam giliran kita mencipta peluang. Proses cepat itu bermula dari umpan datar Savic kepada Keita. Dengan kekuatan sprint yang bakal membuat Usain Bolt bersorak, si keling menyusuri kiri lapangan dan mengecoh dua pemain, Keita punya ruang tembak sempit. Shoot tenang itu sayang Seribu Sembilan Ratus – 1900 sayang kena mistar! Aaagghhrrr… andai pantulnya sedikit condong ke dalam dan mau bergeser melewati garis, tentu laga akan condong ke kita dan terasa sangat berbeda. Nyatanya bola malah menjauh sehingga bisa disapu jauh. Menit ketujuh gentian Juve membuka asa, Higuain melakukan dropshoot dari luar kotak pinalti, yang dengan jungkir balik ditepis Thomas. Bayangkan belum sepuluh menit berjalan kedua tim tergesa memburu skor. Lupakan image Serie A yang tenang. Benar-benar pembuka laga yang spektakuler.

Dan sayangnya sang dewi memeluk Zebra. Prosesnya cepat sekali lewat serangan balik, sisi kanan pertahanan Alex Sandro mengirim assist jarak jauh menyilang menuju dalam kotak pinalti. Alves yang berdiri bebas, melakukan sentuhan first time dengan sisi dalam kakinya. Bola sempat memantul ke tanah sebelum akhirnya melewati jangkauan Thomas. Bola semacam ini memang sulit karena laju kencang membentur tanah arahnya liar. 1-0. Gol ketiga Dani dalam lima laga terakhir. Free transfer, Barca apa kabar? Lulic yang tepat di depan gawang terlihat geram dengan meloncat marah. Wallace faceless. Alves merayakan gol bersama pemain cadangan. Saya memegang kepala, aduh. Juventini Karawang bersorak sorai.

Menit ke delapan belas lagi-lagi peluang emas tercipta. Dybala melakukan tendangan jarak jauh, direspon Thomas dengan jibaku. Bola berhasil ditepis dan lari ke kaki Alves, bukannya langsung menembak lagi, Alves malah menyodorkan bola ke depan gawang. Higuain yang menanti bertarung dengan tiga bek, Lulic pun sukses menjinakkan bola.

Ada preseden buruk, baru juga menit dua satu, Marco tertatih keluar lapangan. Radu masuk. Aduh, terlalu prematur untuk subtitusi, alarm khawatir tentu saja meraung keras, sangat keras. Anda berhak panik saat tim Anda dipaksa melakukan pergantian sebelum setengah jam dilewati. Mungkin kalian menyalahkan pilihan starter, tapi antusiasme final memang tinggi. Aneh juga seorang pemain tengah diganti bek. Kenapa ga pemain tengah juga? Felipe Bale atau bahkan Murgia pun Lombardi? Menit ke dua puluh tiga Dybala melakukan solo run di kanan, untung kita sigap sehingga bola sukses diblok sebelum menuju Higu yang menunggu. Tapi dari corner kick inilah petaka kedua tiba. Tendangan penjuru Dybala itu mengarah ke arah Bonucci yang tinggal membelokkan si kulit bundar setelah menerpa tipis kepala Sandro. 2-0. Bonucci merayakan ke arah lintasan lari dengan ekspresi menghadap penonton menujuk wajah, melingkar-lingkarikan jari lalu mengepalkan kedua tangan seakan bilang, ‘kami perkasa, sangat perkasa!’ Anehnya teman-temannya tak ada yang ikut keluar lapangan, baru memberi peluk ketika sang skorer kembali ke line.

Beberapa menit berselang giliran kita menampilkan peluang, bola lambung ke depan gawang Juve berhasil disundul Immo. Sayangnya bola sulit itu tak menempati sasaran. Allegri terlihat mencak-mencak karena Immo bisa berdiri bebas depan Neto. Bola jauh yang susah karena Immo berlari kencang untuk menyundul, sudah menempatkannya dalam jala. Lalu menit ketiga puluh tujuh, serangan one-two ala PS1 – Play Station One – diperagakan The Great, Immo dari tengah merangsek naik dengan mengumpan datar ke Lulic, Lulic mengumpan balik ke depan gawang, yah gagal karena Chiellini dengan sigap memotongnya. Hebat, setiap bola yang mengarah ke area pinalti dengan cepat dipotong. Menit empat puluh satu, Dybala berduel dengan Biglia, rekan setimnas. Dybala terjatuh dan minta tendangan bebas. Tapi wasit bergeming, Lazio langsung bergerak cepat menyusun serangan balik. Dan lagi-lagi, saat Basta mengumpan ke dalam kotak, bola tak sampai ke Immo karena diblok Barzagli. Saat akhirnya babak pertama selesai, Lazio hanya memiliki satu on target. Itupun gerakan lemah Savic yang membelokkan bola sundul. Babak pertama BBC dapat jempol dariku. Semua sisi ditutup, mereka menjaga area penalti seperti menjaga gadis belia dari godaan para bedebah.

Turun minum, JCI ngeteh dengan potongan kentang tipis sambil ngobrol ngalor ngidul. Saya buka COC – Clash Of Clans – update pasukan buat war. Clan Bandanoantrindo sepi, pasti lagi pada fokus final ini.

Babak kedua mulai, Lazio butuh gol cepat langsung turn ON berdaya tinggi. Menit empat puluh sembilan Basta merongrong dari kanan, melempar umpan ke depan gawang, bola lebih dekat ke Neto. Lima puluh dua, Marjuki mencoba spekulasi bisa diantisipasi. Tak ada perubahan skor yang diharapkan, Inzaghi memasukkan Felipe Bale, menarik Bastos. Kembali ke tiga bek. Lima puluh empat Keita mencoba jarak jauh, melambung. Semenit berselang Rincon melakukan hal sama. Pun sebuah tendangan melengkung Felipe, fail. Lima puluh enam, drama terjadi. Lazio memulai serangan dari Basta ke arah kanan, Biglia melambungkan bola ke arah Ciro yang menang duel udara versus Barzagli lalu bola ke arah  Neto. Sang kiper bejan karena telapak tangannya dicium bola, bola mental itu tipis sekali sama paha Ciro. Andai kena pasti masuk. Kemelut itu mencipta sebuah bola liar 0.00000005 cm garis gol. F##k! immo sampai misuh-misuh dengan kedua tangan depan dada peraga ampun-ampun. Gilax, setelah kena  mistar kini bola tipis itu ditepis Dewi keluar.
Enam puluh sebuah free kick sang kapten melambung. Enam puluh satu Higu gagal menerima umpan depan Thomas. Inzaghi merespon keadaan dengan memasang lagi gelandang serang, menarik bek sentral De Vrij. Edan lini belakang kini ditunggui bek tua Radu! Tujuh puluh dari kiri pertahanan Alves mengirim bola ke Higu yang shot-nya dimentahkan kapten. Higu mengklaim bola mengenai tangan, tapi Tagliavento menunjuk pojokan. Tak lama berselang Alves melakukan nutmeg kepada Lulic. Lalu kemelut terjadi di depan Thomas, Barzagli melakukan shot kena blok, bola lambung adu sundul dan bola dihalau menjauh. Tujub puluh tiga lagi-lagi dari kiri, Higu sukses mendribel bola menarik Thomas keluar sarang. Bola itu diumpan datar depan garis gawang. Tak ada yang menyambut. Kegagalan serangan itu langsung dibalas Lazio dari kanan, Keita mengumpan lambung ke dalam kotak. Bola disundul dimuntahkan keluar kotak, Alberto menerimanya dengan aksi shot first time. Baru masuk langsung mencipta debug jantung. Sayang sekali bola bis aditangkat Neto.

Tujuh puluh enam, Immo sekali lagi mencoba tendangan jarak jauh. Neto-pun jua bisa menggagalkannya. Juventus akhirnya melakukan pergantian pertamanya menit tujuh delapan, LeminaWho masuk mengganti Dybala. Haha, ternyata ini adalah pergantian terakhir mereka karena dua lagi tak diguna. Semenit kemudian umpan lambung disundul Wallace, Immo dan kerumuman bek di belakangnya. Terlanjur off side. Delapan puluh satu Felipe menusuk dari kiri, menggoreng bola mendekati garis gawang dan melepas umpan, blok. Korner, disundul keluar. Giliran Basta yang mencoba shot jarak jauh. Gagal kena burung di langit. Delapan puluh empat Immo berkejaran dengan Bonucci dalam kotak, out. Delapan puluh tujuh Higu menerima bola terobosan, Wallace telat kover, onside. Higu dengan dingin menedang, Thomas sigap. Tinggal berhadapan kiper, striker sekelas Higu gagal! Thomas lagi HOT.

Tambahan tiga menit tak banyak berarti. JCI Karawang sudah bernyanyi, Laziale cilik sudah menangis. Kita sudah all out. Kita sudah sangat keras mengupaya. Gagal. Sampai akhirnya peluit akhir terdengar. Sah, Lazio mengakhiri musim fantastis ini nirgelar. Lazio tampil hebat, gagah. Tapi musuh ternyata lebih tangguh. Mental juara sudah dibangun. Mereka punya trio bek kelas dunia, bandingkan dengan Wallace, alamak! Kalau acuan kita Barca, mereka saja dibantai 3 gol tanpa balas. Kesempatan kedua-pun sama gagal membuat sebiji gol-pun. Berarti kita lebih Hebat dari Barcelona. Hening.

Benar kata Sir Alex, penyerang yang bagus akan menghasilkan gol. Tapi pertahanan yang hebat akan menghasilkan gelar. Malam ini lagi-lagi terbukti. Pola defensif Juve harus diakui luar biasa. Berlapis, tenang seakan tahu ketika keserang bola akan melaju ke mana, antisipasi sudah disiapkan. Begitu juga saat melakukan serangan balik, setiap pemain sudah ada default position, tahu ke arah mana bergerak, seakan tombolnya ada dan kita terlalu takjub sehingga baru terbangun sadar saat bola sudah menggoyang jala. Juventus dibangun untuk meraih gelar. Mereka membuat pondasi bertahun-tahun dengan uang dan harapan dan transfer tepat. Lazio dibeli Lotito untuk uang. Bertahun-tahun merekrut bintang muda (musim ini skuat Inzaghi rataannya sangat muda dan label the next the next bla bla blah), dicetak lalu dijual. Daftarnya panjang, Inter Milan punya tagihan runut ke Formelo. Seharusnya skuat ini dipertahankan. Musim belum usai, Keita sudah ditawar 30 juta plus bonus oleh Juventus! Keita, Biglia dan De Vrij tahun depan akhir kontrak. Kalau mau dapat gelar harus bertahan. Sektor bek harus dirombak. Wallace terlalu mudah tembus, jersey The Great terlampau bagus buatnya. Radu sudah menua, bisa berlari tanpa pingsan di akhir laga sudah syukur.

Kemenangan ini berarti membuat asa treble mereka terjaga. Tinggal menertawakan Roma dan menantang Real Madrid di Inggris. Menjadikan tim pertama yang bisa merentet tiga copa beruntun. Hebat! Melawan Crotone bisa saja terpeleset karena mereka butuh poin survive tapi Bologna mustahil menuai angka sekalipun di Renato D’Ara. Champions bagi Juve adalah target utama, setelah nangis di final berulang kali 1997, 1998, 2003 dan 2015 mungkin ini saatnya. “Kami belum meraih hadiah utamanya sehingga kami harus memastikan benar-benar siap untuk tantangan di depan.” ujar Alves. Ya, grand prize itu di penghujung musim 2016/2017. Good Luck Zebra!

Kekalahan ini merenteng rekor Allegri selama di Juve dengan 10 kemenangan tanpa putus dengan hanya sekali kebobolan. Salahkan Pioli! Musim ini tiga kali kita bersua, tak ada gol. Ketiganya berpola sama. Juve spartan di babak pertama sehingga leading terlebih dulu, lalu bertahan rapat di babak dua. Bermain santai, tak mengejar skor muluk yang ditarget menang, dan terwujud. Immo butuh pendamping seganas Ronaldo bukan segahar Djorje. Bayangkan seorang striker world class sampai pekan 36 belum cetak gol. Anjrit, bagaimana mau ngejar Capolista?

Cerita Di Final Copa
Selama masuk ke final Lazio memenangkan gelar 6 kali. Sebagian besar saya menjadi saksi. 1958 mengKO Fiorentina. 1998 meruntuhkan Milan, era emas Erikson. 2000 membuat nangis Inter, double winner terbaik sepanjang sejarah. 2004 menumbangkan Juventus, hello Mancio we miss you. 2009 Delio Rosi dalam gegap gempita, tendangan akhir Dabo. Dan tahun 2013, LU7IC. Terima kasih Petkovic, legacy-mu akan selalu terkenang sampai berabad-abad yang akan datang. Menang derby di final adalah hadiah terbesar sepanjang zaman. Kita kalah 3 kali, tahun 1961 lawan Fiorentina. 2015 oleh tendangan bejan Matri dan yang terbaru malam tadi. Tak terlalu buruk, coba lagi tahun depan.

Biglia Sang Runner Up
Sekali lagi Lucas Biglia juara dua. Daftar runner up sang kapten panjang. Mau di timnas atau berbaju Lazio Biglia merenteng panjang kalah di final. Dengan konsistensi permainan sebagus ini aneh sekali Lucas tak juara. Sebenarnya saya sudah berharap kutukan ini runtuh malam ini karena Claudio ‘The Tinker Man’ Ranieri  bisa mematahkannya tahun lalu bersama Leicester City, tentunya Biglia juga bisa. Final tahun 2015 dia absen karena cidera, malam ini main pun tetap kalah. Banyak tawaran masuk untuk pemain 31 tahun ini, tapi sebagai bintang dengan gaji di atas salary cap rasanya kecil kemungkinan keluar, Cataldi (mungkin) digeser posisi untuk memberi kesempatan menit. Kuharap Biglia bisa mematahkan kutukan runner up itu saat berbaju Lazio. “Orang hanya akan mengingat mereka yang memenangkan piala.” Kutipan yang ironis dari il capitano.

Savic Menghilang
Bukan Savic nya yang buruk, tapi strategi Allegri yang jitu dengan brilian mematikan langkah Savic. Kecil sekali andil The Soldier malam ini, saya hanya sekali menulis namanya dalam live comment, itupun sarkasme karena bilang ‘oh Savic main ternyata, tak terlihat.’ Sektor tengah dimenangkan Juve, ya mereka mengantisipasi dengan benar. Marchisio dan Rincon bagus, terutama Rinso Rincon bagus sekali, momok Lazio. Mau pakai jersey Genoah atau Juve sama saja. “Mereka menjalani musim yang sangat baik, mereka pantas mendapat respek,” ujar Rincon. Savic membalas, “I love Lazio dan fan”. We love you too, tetap semangat Milinkovic. Kuharap saat duel Rincon Vs Savic kembali terjadi musim depan pertarungan seru terjadi lagi, dan skor memihak kami. Kuharap.

Alberto Menjanjikan
Luis Alberto sangat menjanjikan. Musim ini mantan The Reds ini lebih banyak memulai laga dari bangku cadangan. Tapi setiap diberi kesempatan dia memberi bukti, kerja keras. Gol perdana ke gawang Genoah sangat keren. Andalan shot jarak jauh, sangat diperlukan saat buntu. Saat lawan Fiorentina super sekali. Saat final, dia masuk setelah sejam berjalan dan permainan langsung berubah agresif. Aura positif tercipta. Andai masuk lebih dini, bisa saja di akhir laga bukan air mata yang ada. Musim depan sangat layak starter. Harus starter.

Strakosha Terbaik
Terlepas dua gol yang memang sulit, Thomas Strakosha adalah pemain Lazio terbaik malam ini. Belasan save dicipta. Komentator Arab sampai berteriak Astagfirullah berulang kali. Gempuran bertubi Nyonya Tua tak membuatnya frustasi. Higu yang seorang momok, yang sering membuat Marchetti macam kiper Serie C malam ini tak berkutik. Salah satu save fantastisnya ya pas tinggal head-to-head. Striker kelas wahid dipecundangi. Inilah kiper masa depan The Great. Sektor penjaga gawang berkelas kita punya daftar panjang. Etrit sudah mapan di Atlanta, Guido bisa saja melapis. Adamois bisalah diberi kesempatan. Lupakan Vargic. Dan semua sepakat amnesia Marchetti?

Inzaghi Dapat Applaus
Oke, kita kecewa dengan hasil akhir. Tapi lihatlah prosesnya. Simone Inzaghi menjalani musim dengan langkah gagah. Dia hanya minor di gelar. “Skuat saya luar biasa musim ini dan ini merupakan pertunjukan yang luar biasa. Malam penuh gengsi, terimah kasih Laziale. Kita hanya kurang beruntung.” Musim perdana sebagai pemain setelah ditransfer dari Piacenza, juara. Musim pertama sebagai pelatih primavera, juara. Musim perdana sebagai pelatih senior, (nyaris) juara. Wajar langsung ditawari kontrak panjang sama Lotito. Di Serie A udah mencetak 72 gol sampai pekan 36 (belum dihitung nanti saat lawan Inter 6 gol lagi) berarti sudah melewati rekor gol terbanyak dalam semusim yang sebelumnya dipegang Pioli tahun 2015. Scudetto 2000 saja 64 gol. Jadi segala pesta setengah lusin gol laga-laga itu pantas dapat tepuk tangan, begitu juga sepanjang kompetisi Copa. Tolong keganasan sektor depan diimbangi sisi pertahanan, ayolah wajib diperbaiki. Kita perlu bek bintang yang sepadan Stefan De Vrij.

Neto Yang Sedang Bagus
Ada dua peluang bersih yang bisa diselamatkan sang kiper cadangan. Awalnya saya tepuk tangan tahu Superman Buffon disimpan, karena artinya kripton berat Keita yang rencana dibawa bisa diletakkan. Namun di atas lapangan diluarduga si Neto main brilian. Malam ini memang dua kiper pamer gaya. Neto di usia emas 27 tahun, dan sekalipun kiper Italia sudah menua kita tak tahu kapan pensiun. Tentu saja kiper sebagus ini tak mau jadi bayang-bayang. Eks kiper Fiorentina ini setiap dipercaya mengganti emang tampil lumayan, jadi wajar spekulasi musim depan merebak. Menurut La Gazzetta Dello Sport, Neto sedang didekati Napoli dan LAZIO!!! Eh kemana Mulyadi ya?

Tagliavento
Sang wasit kali ini fair. Tak mudah meniup bunyi setiap kontak terjadi. Tak banyak kartu, hanya satu keluar dan itu memang pas. Bahkan saat duel berdarah Marjuki, ia tetap tenang. Tak banyak omong, sekedar gesture kepada semua pemain untuk tetap adem. Penunjukan beliau memimpin sebenarnya condong ke Lazio. Juve yang sering dapat pinalti dipeluitin Paolo hanya dapat 4 pinalti dan dihukum 7 dari 26 laga Bianconeri! Jelas ini rekor. Kalahnya bahkan lebih tinggi. Sementara untuk Lazio, kita mendapat 8 tendangan titik putih. Aura itu sudah mendukung, tapi takdir berkata kun untuk Nyonya Tua.

Laziale Koreo Fantastis
Olimpico penuh. Curva Nord juara. Kalian luar biasa. Nyanyian, chant sepajang laga. Tak ada yang lebih berharga dari loyalis fan, dukungan tiada henti kala menang-duka. Keren sekali. Kita di pengujung kompetisi. Dua laga lagi berakhir. Kita layak keluar lapangan dengan kepala tegak. Dengan semangat 1900 coba lagi musim depan. Kata Lotito: “Terima kasih fan dan big huge!” Curva Nord da champion.

Juventus 2-0 Lazio
Susunan Pemain
Juventus: Neto; Barzagli, Bonucci, Chiellini, Alex Sandro; Marchisio, Rincon; Dani Alves, Dybala (Lemina 78′), Mandzukic; Higuain
Lazio: Strakosha; Bastos (Felipe Bale Anderson 53′), De Vrij (Luis Alberto 69′), Wallace; Basta, Biglia, Parolo (Radu 21′), Milinkovic-Savic, Lulic; Immobile, Keita

#AvantiLazio #NonMolareMai #BisognaVincere #LazioPerSempre #LazioTiAmo #ForzaLazio

Ruang HR CIF – Karawang, 190517 – Sherina Munaf – Curahan Segalanya
Terima kasih untuk Bung Dian Samrijal, Ernest dan seluruh JCI chapter Karawang yang sudah memberi kesempatan nebeng nobar. Sebuah kemewahan bagi kami bisa menyaksikan Lazio di layar lebar. Kalian luar biasa, kita luar biasa. #Respect

Prediksi Final Coppa 2017

image

Perkiraan Susunan Pemain
Juventus (4-2-3-1): Neto; Sandro, Chiellini, Bonucci, Alves; Lemina, Marchisio; Mandzukic, Dybala, Cuadrado; Higuain
Lazio (4-3-3): Strakosha; Radu, Hoedt, De Vrij, Basta; Milinkovic-Savic, Biglia, Lulic; Keita, Immobile, Felipe Bale Anderson

Prediksi Juventus Vs Lazio by FOC – Football On Chat

LBP
Juventus 0-3 Lazio
Skorer: Immobile
Card: Biglia
Impian Kecil
Aku ingin emas yang menghiasi hatimu
Aku ingin sinar permata di matamu
Aku ingin kaya akan cinta dan kasihmu
Bukan berlian tak perlu berlebihan
Mampukah kau wujudkan Impian kecil ini

Gabrielingratan
Juventus vs Lazio
Score : 3-1
Scorer : Higuaín
Card : Parolo
Pergilah Kau
Pergilah kau
Pergi dari hidupku
Bawalah semua rasa bersalahmu

Bagas
Juventus – Lazio
Skore : 1 – 2
Skorer : Immo
Card : Alves
Geregetan
Jadinya geregetan
Apa yang harus ku lakukan
Geregetan. Duh aku geregetan
Mungkinkah aku jatuh cinta

Bob
Juventus Vs Lazio
Juve 2-0 Lazio
Skorer Higuain
Card: Biglia
Kamu pikir kamu yang paling hebat. Merasa paling jago.
Dan paling dasyat

Panji X
Juventus – Lazio
Skor: 2 – 0
Skorer: Dybala
Penuntasan, sudah cukup main-mainnya. Saatnya genapkan

Arifin
Juventus – Lazio
Skore : 0 – 1
Skorer : Immobile
Card : Alves
Oh ku bahagia
Oh ku bahagia
Oh ku bahagia

Arief
Juventus – Lazio
Skore : 2-0
Skorer : Higuain
Card : Wallace
Langit biru
Awan putih
Terbentang INDAH
Lukisan yang kuasa

Bolaitubal
Juve – lazio
Skor: 3-1
Skorer:  Dybala
Card: Felipe
🎶 semua rasa hati manusiamu, untuk membagi kisah atas nama cinta, derai air mata di setiap sujudmu, seperti tak pernah cukup untuk menjagaku🎶

Aji.C
Juve – Lazio
Skor: 2 -3
Skorer: Immobile
Card: Biglia
Geregetan…. Jadinya geregetan
Apa yang harus kulakukan
Geregetan…. Duh aku geregetan
Mungkinkah aku jatuh cinta

Takdir
Juventus 1-2 Lazio
Skorer: Felipe Bale
Card: Biglia
Sherina Munaf
Kini kita harus berpisah
Jarak waktu permainkan kita
Ku di sini dan kau di sana
Tapi ku tak sendiri

Jabo
Juve vs Lazio
Skor 2-0
Skorer Higuain
Card Biglia
Andai aku t’lah dewasa
Apa yg kan kukatakan
Untukmu idolaku tersayang
Ayah.. oohhh…

DC
Juve 1-0 Lazio
Skorer Dybala
Card Bastos
Sebelumnya ku ikat hatiku
Hanya untuk aku seorang
Sekarang kau di sini hilang rasanya
Semua bimbang tangis kesepian

Indah Santika
Juventus – Lazio
Skore : 3 – 1
Skorer : Higuain
Card : F. Anderson
Kau buat aku bertanya
Kau buat aku mencari
Tentang rasa ini
Aku tak mengerti
Akankah sama jadinya
Bila bukan kamu
Lalu senyummu menyadarkanku
Kau cinta pertama dan terakhirku

JJ
Jupe 3-2 lajio
Skor higu
Kartu alves
I have a dream
A song to sing
To help me cope reality~

Dicky
Juventus 1-0 Lazio
Skorer: Dani Alves
Card: Bonucci
Dia pikir
Dia yang paling hebat
Merasa paling jago

Emas agos
Juve 2 – 2 lazio
Gol Higuain
Card Parolo
“Grandong song” 🤘🏾
Kutahu suatu saat akan kuhapus semuanya
Kriteria emas yang selama ini membelengguku
Kutahu suatu saat ku akan benar-benar hidup
Dengan gaya dan aturan yang sudah teramat kudambakan

GANtole
Juventus 1-2 Lazio
Skorer: Immobile
Card: Dani Alves
Bintang-bintang di langit
Menyimpan sejuta misteri
Berkedip-kedip bermain mata
Seolah mengajak kita berkenalan lebih dekat
Bintang-bintang di langit
Memiliki sejuta rahasia
Membentuk gugusan indah
Menerangi langkahku disetiap malam terang
Bintang-bintang di langit
Namamu indah
Canopus……Capela……Vega

Antonio Cuadrado
Juve – Lazio
Skore: 4-0
Skorer: Dybala
Card: Imobille
“Kamu takan mengerti…
Rasa sakit ini…
Kebohongan dari dirimuuuuuu

Damar Irr
Juve – Lazio
Skore: 0-1
Skorer: lulic
Card: savic
Mengapa kau berpura-pura
Bilang kau tak butuh, oh tak butuh aku!
Kau bilang aku harus lebih santai
Tapi ku tak peduli, oh ku tak peduli

JK
Juve – Lazio
Skore: 0-1
Skorer: Keita
Card: Biglia
Sherina Sherina:
Setiap manusia di dunia
Pasti punya kesalahan
Tapi hanya yang pemberani
Yang mau mengakui

Deni
Juve v lajio
Skore : 1-1
Skorer : Higuain
Card : Biglia
Simfoni hitam:
Malam sunyi ku impikan kau
Ku lukiskan kita bersama
Namun aku selalu bertanya
Adakah aku dimimpimu 😘

Karawang, 170517

On This Day – 2009

image

Brocchi: “Kemenangan ini saya persembahkan untuk dua nama, yang pertama untuk Gabriele Sandri karena ini juga kemenangannya. Yang kedua untuk sang presiden Claudio Lotito yang telah melakukan segalanya untuk piala ini.”

Stadio Olimpico – Roma, 13 Mei 2009. Gara-gara seorang teman posting on this day – 2012 Manchester City juara English Premiere League (EPL) melalui drama injuri time (Apa kabar Fergie?!), saya jadi teringat satu hari yang sama di tahun 2009. Saat setiap orang memberitahu sejarah City itu saya pastinya langsung teringat Final Coppa delapan tahun lalu. Maka catatan hari ini saya persembahkan utuh, sekaligus menyambut Final Coppa 2017 lawan Juventus tengah pekan nanti.

Sebenarnya sudah buat draft buat posting juara EPL teranyar, Chelsea FC yang pagi tadi memastikan pasca menumbangkan taun rumah West Bromwich 0-1. Tapi karena terlalu ramai cerita itu makanya saya buat tulisan yang lebih personal. Lagian kalau kalian tengok semua kanal bola atau olahraga hari ini kisah Skuat Conte berpesta bertebaran di mana-mana. Mengikuti arus sudah tak menarik. Menuruti hype terasa sangat biasa.

Kisah pasukan Delio Rosi mengangkat piala di Olimpico terasa sangat istimewa. Di awal musim itu seorang pelatih nyentrik melakoni musim pertamanya di Serie A dan bilang, “Roma, Milan dan Juventus akan mengakhiri musim ini tanpa gelar.” Nah saat perayaan beberapa pemain mengenakan kaos bertuliskan ‘lo campione, tu zero titoli’- I am champion, you have no honours’. Menohok banget kan.

Menggunakan strategi 4-4-2, Goran Pandev yang dikabarnya cidera dan diragukan tampil ternyata muncul dalam skuat. Berduet dengan Mauro Zarate. Sisi tengah dikapteni Ledesma. Sedang sektor belakang Kolarov dan Lichtsteiner siap membantu serangan. Saat wasit Roberto Rosetti meniup peluit keras tanda dimulai pertandingan gemuruh Olimpico menyambut. Kedua tim memperagakan permainan terbuka. Lazio The Great unggul cepat menit keempat. Prosesnya serangan dari kiri, Zarate membawa bola memasuki pertahanan Il Samp tapi bola berhasil diblok dan lawan langsung menyusun serangan balik. Tapi belum sempat melewati garis tengah, operan Franceschini kepada Pazzini berhasil direbut Rocky dan keadaan berbalik lagi. Dari kiri Mauro Zarate menyusuri lapangan melewati tiga pemain lalu saat bola masih di luar garis pinalti melakukan tendangan jarak jauh nan fantastis. Penempatan bola yang jitu jauh dari jangkauan Luca Castelazzi. Gol! 1-0. Selebrasi khas mengepakkan kedua tangan maju mundur, lari ke lintasan lari.

Menit ke 26 Lazio nyaris menggandakan kedudukan, melalui tendangan khas jarak jauh Kolarov. Dari sisi kiri, sayang berhasil diblok. Bola muntah sempat ditembak lagi oleh Pandev, tembakan kedua pun berhasil ditepis. Setelah memperagakan permainan terbuka yang seru, Il Samp akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menit 31. Prosesnya dari kiri pertahanan, Antonio Cassano memberi umpan lambung ke depan garis pinalti. Sempat disundul Franceschini ke dalam kotak dilanjutkan Pazzini dengan kepala. Gol 1-1.

Setelahnya kedua tim justru lebih berhati-hati. Tapi tak membuat permainan membosankan. Babak kedua jual beli serangan terus berlanjut. Pazzini bisa saja menyegel kemenangan, tapi Dabo cs tampil prima. Zarate pun tetap padu di depan. Tapi memang banyak peluang tapi tak ada yang benar-benar berubah gol. Sehingga waktu normal 90 menit kedudukan imbang. Setelah 2×15 menit permainan hampa dipaksa ke babak tos-tosan. Sampdoria mendapat giliran pertama menendang.

Tendangan pertama Cassano sukses diblok Muslera, tendangan ke arah kiri itu berhasil ditepis. Tendangan pertama Lazio, sang kapten sukses.

Tendangan kedua Palombo gol, Muslera tepat menebak, tapi bola terlalu jauh. Tendangan kedua kita gagal. Rocchi menempatkan bola ke kiri, tapi tak cukup dalam sehingga menerpa mistar.

Tendangan ketiga sampai kelima sukses semua, skor 4-4. Saat memasuki tendangan tambahan inilah Muslera menunjukkan bintangnya. Shoot kanan tengah Campagnaro dapat dibaca Muslera sehingga berhasil menempatkan tangan kanannya untuk blocking. Dan tembakan final Dabo pun menghantar Lazio juara copa kelimanya. Muslera tak berani melihat langsung eksekusi, ia menghadap penonton dan ikut berlari dalam sorak sorai setelahnya.

Penyerahan piala langsung oleh presiden Italia Giorgio Napolitano kepada Rocchi dan Ledesma, bersama mengangkatnya ke udara. Dalam taburan convetti merah, putih, hijau. Pesta Lazio dalam pentas Coppa terulang di tahun 2013, empat tahun berselang. Dan kini empat tahun kemudian akankah kita kembali mendapatkannya? Sebuah pertanda 4 tahun sekali kita juara Coppa.

Setelah Delapan Tahun, apa yang terjadi pada punggawa The Great?

Pelatih:
#Delio Rossi – Lazio adalah satu-satunya tim BESAR yang pernah ditangani Delio Rossi. Dan jadi satu-satunya piala yang pernah beliau persembahkan. Sebut saja semua tim semenjana yang ada di kepala, beberapa yang terlintas pasti pernah dibesutnya. Terakhir melatih Bologna menggantikan Diego Lopez dan sukses promosi ke Serie A. Sayang hanya sebentar, hasil buruk beruntun di awal Liga hingga terpaksa lengser.

Pemain:
#Fernando Muslera – Baby face yang menghentak Piala Dunia (PD) 2010 sebagai best goalkepeer ini akhirnya dijual ke Galatasay tahun 2011. Setelah tarik ulur drama berkepanjangan mengenai perpanjangan kontrak, gaji, harga dan klub tujuan akhirnya dia memilih Liga Turki sebagai pelabuhan berikutnya, sampai sekarang. Juara Super Lig beruntun di tim terkuat? Ah ga ada seninya, dan fan Bayern-pun tertawa.

#Stephan Lichtsteiner – Ini adalah salah satu pemain durhaka. Di musim 2011 ia pindah ke Juventus dan tiap kali melawan Lazio akan merayakan berlebihan seakan lupa siapa yang membawanya tenar. Sekalipun jadi cadangan di tim Kuda Jingkrak ia mengucap betah.

#Aleksandar Kolarov – Komoditi panas transfer Lazio. Sebagai pemain bintang, pasca juara banyak tawaran masuk. Di tahun 2010, klub kaya baru Manchester City menariknya. Drama transfer Kolarov berliku, hampir saja berseteru dengan sang presiden. Untung harga ke City cocok. Sampai sekarang masih di Manchester Biru dan tergolong sukses di Inggris karena siapapun pelatihnya Alex tetap nomor satu. Kapan janji pulang ke Lazio kau penuhi?

#David Rozehnal – Pemain Ceko ini tentu saja asing di telinga Laziale karena hanya semusim dalam pinjaman Newcatle. Setelah dua musim di Jerman ia merantau ke Lille sebelum akhirnya pulang kampung ke KV Oostende.

#Sebastiano Siviglia – Bek senior yang membela Lazio empat musim setengah ini akhirnya pensiun di ibukota tahun 2010. Tak banyak mantan Roma yang kita cinta, daftarnya pendek. Peruzzi dan Siviglia tentu ada dalam urutan atas.

#Christian Brocchi – Sempat kunilai habis di Milan dan ke Lazio hanya hura-hura, ternyata salah. Brocchi jadi sosok penting di sektor gelandang bertahan. Musim debut manis berbuah gelar ini mengikatnya sampai tahun 2013. Satu lagi bintang besar yang pensiun di sini. Setelah menjajaki pelatih primavera Milan 2014-2016, sempat naik kelas ke senior tapi hanya sesaat mengganti Sinisa Mihajolovic yang dipecat jelang akhir musim. Saat ini menjadi pelatih klub Serie B, Brescia.

#Christian Ledesma – Sang kapten pujaan. Selama karir panjang 8 musim berbaju Lazio, Ledesma adalah legenda besar sektor tengah. Sayang sejarah mencatat cap di timnas tak cemerlang. Dengan bendera Argentina dan Italia, bisa jadi ia memilih. Hanya sekali dicoba Parandelli di tahun 2010 melawan Rumania dalam laga persahabatan. Setelah mencoba ke Brazil dan pulang ke Argentina, saat ini main di Ternana, ‘melatih’ Primavera Lazio.

#Osmane Dabo – Pemain yang saya kenal sebagai Interisti ini sempat merantau ke Manchester Biru sebelum akhirnya balik lagi tahun 2008. Setelah terkatung tanpa klub 2010 ia menerima tawaran ke Amerika. Sayang baru main tiga kali ia terkapar dan akhirnya memutuskan pensiun.

#Pasquale Foggia – Laziale sejati. Selama 7 musim bersama Lazio dirinya lebih sering dipinjamkan, sampai pensiun 2014 terdampar ke Salernitana, klubnya Lotito. Saat ini Foggia memiliki akademi sepakbola, dan dirinya selalu bilang Lazio klub terbaik yang pernah dibelanya.

#Mauro Zarate – Striker berkelas. Tendangan jarak jauhnya mematikan. Dinamic duo bersama Pandev. Tarik ulur kontrak, terlampau sering berpindah sekalipun pinjaman. Setelah dari EPL kembali ke EPL. Pasca keluar dari Lazio tahun 2013, kariernya meredup. Saat ini terikat kontrak dengan Watford.

#Goran Pandev – Striker kelas wahid. Duet terbaik bersama Zarate. Sayang sekali akhir yang tak manis bersama Lazio karena setelah juara, tarik ulur kontrak terjadi. Pandev ingin hengkang, atau kenaikan gaji tapi tak ada kata deal dengan Lotito. Setelah setengah musim tak tentu arah, Pandev tak dimainkan reguler padahal bugar akhirnya Inter menyambar peluang. Pilihan diwaktu yang pas karena di akhir musim 2010 Inter treble dan Pandev terlibat, sekaligus jadi cadangan Milito. Sempat merantau ke Turki dan mencicipi Napoli, Goran per tahun 2015 ke Luigi Ferraris. Sayang tiap gol ke gawang Lazio dia selebrasi berlebih. Walau berujar, selebrasinya untuk menyindir Lotito tapi itu terlihat menyakitkan fan. Bahkan gol terbarunya ke gawang Thomas, ia dirangkul Cataldi.

#Stefan Radu – Debut musimnya di Italia langsung memberi gelar juara. Stefan Radu adalah tipe pemain setia. Setelah diangkut dari Dinamo Bucuresti, 4 tahun yang sukses lalu hanya jersey Lazio yang dikenakan, bahkan saat ini sudah diikat panjang sampai tahun 2022. Sudah pensiun dari Timnas Rumania, kala itu ia bilang agar bisa konsentrasi ke Lazio. Keren!

#Tommaso Rocchi – Laziale yang fantastis. Pernah berjanji akan pensiun di Lazio. Setelah 9 tahun yang gemilang dengan 82 gol, Rocchi justru mengikuti jejak pemain gagal yang berlabuh ke Inter. Saya sendiri heran kenapa pemain berpengalaman bisa terjatuh di lubang Meazza. Cuma sebentar lalu pindah-pindah ke klub antah Haladas dan Tatabanya. Pernah dengar? Tidak? Saya juga.

#Juan Pablo Carrizo – Diplot sebagai kiper utama ketika direkrut tahun 2008, justru melempen. Gagal meyakinkan Rossi sehingga kiper kedua Muslera naik. Konsistensi anak muda itu memaksa Carrizo mendekam di bangku cadangan. Sempat ke LA Liga dan pulang ke River Plate sampai akhirnya kembali ke Italia bersama Inter, dan tentu saja tetap cadangan.

#Lorenzo De Silvestri – Bek kanan didikan asli Formelo ini setelah juara malah ke Fiorentina, setelah gagal menembus tim inti. De Silvestri juga gagal menembus timnas Italia, terhitung hanya 6 kali membela Gli Azzuri dan itupun sekedar laga-laga teri. Saat ini membela Torino, dan juga bukan pemain inti ternyata.

#Modibo Diakite – Sebagai bek sentral Diakite seharusnya bisa lebih fight. Sayang sekali didikan akademi Pescara ini jarang unjuk gigi. Malang melintang di klub kecil, bahkan pernah ke La Coruna, dan gagal. Sekarang di Ternana ngerumpi nostalgia bersama Ledesma.

#Stefano Mauri – Il capitano. Laziale sejati. Selama 10 musim yang penuh warna, Mauri termasuk pemain tengah yang luar biasa, sentral. Sempat disangkutkan dengan kasus calciopoli tahun 2012 dan jadi berita panas. Tahun 2013 sukses mengangkat piala lagi. Sayangnya di tahun 2016, kontraknya terkatung free agen. Tahun 2017 terpaksa ke Brescia, klub yang pernah dinaunginya selama semusim, dan sukses.

#Simone Del Nero – The number 23. Tak terlalu akrab di telinga karena Del Nero termasuk pemain gagal. Seingatku belum pernah cetak gol. Wajar di tahun 2013 sampai terdampar di Serie D bersama Massese. Saat ini membela Carrarese bersama Gennaro Tutino, nah kalau yang ini justru tahu. Striker masa depan Napoli atau bisa dibilang masa depan Italia!

Presiden:
#Claudio Lotito FOREVER! Setelah delapan tahun presiden kita tetap Lotito. Sempat didemo, libera la Lazio tahun 2015 tapi justru skuat Pioli pamer gaya. Sang presiden tetap cuek, malah membalas harusnya fan berterima kasih padanya karena keuangan klub sangat stabil. Bersama pencari bakat yang sangat berbakat Igli Tare, mungkin delapan tahun lagi Lazio bisa juara Liga Champions. Semoga!

Karawang, 130517 – Til Kingdom Come
*) tulisan dibuat di malam Minggu sambil nonton Fio V Lazio on Jak TV, dan baru sempat diedit-pos malam ini. #ForzaLazio #AvantiLazio

Prediksi Fiorentina Vs Lazio Live Jak TV Malam Ini 23:00 WIB

image

Prediksi Susunan Lawan Fiorentina (3-4-2-1) : Vargic; Bastos, Hoedt, Radu; Patric, Parolo, Murgia, Lukaku; Keita, Luis Alberto; Djordjevic.
Cadangan: Strakosha, Basta, Wallace, Petro, Crecco, Biglia, Lulic, Lombardi, Javorcic, Felipe Anderson, Immobile.
Pelatih : Inzaghi.

Prediksi skor Fiorentina Vs Lazio
LBP
0-3
Laga basa basi jelang final yang dimajukan. Pertama kalinya starting xi nyaris dirombak semua. Siapa dulu yang penasaran permainan Vargic? Siapa dulu yang ingin lihat Lord Djorje starter. Siapa dulu yang Luis Alberto diberi kesempatan. Laga lawan Fiorentina bakal jadi laga hura hura. Bahkan di bangku cadangan ada Pedro dan Javorcic, pemain muda antah yang saat spell di Formello diajak masuk Line up. Lazio tetaplah Lazio, sangat superior saat ini. Cadangan ketiga ataupun Primavera tetaplah mengesankan.

Arifin
Fio – Lazio. 0-1. Immobile.
Laju Lazio tak terbendung. Meski main tandang. Lazio tetap menang.

Djokovic
Fio 1-1 lajio, Kalinic
Nothing to lose buat kedua tim. Partai formalitas doank. Imbang lebih bagus

Gabriel
Fiorentina 3-2 Lazio, Bernardeschi
Tren kemenangan Lazio akan buntu. Fiorentina kokoh bagai batu. Bernardeschi bakal jadi penentu.

Bagas
Fiorentina 1 – 2 Lazio, Balde
Lazio tak terbendung. Lazio saat ini sedang on fire dan bakalan mempersulit Fiorentina di kandang sendiri. Forza lazio!

Arief #SharaFamily#
Fiorentina v LAZIO 0-2. Immobile
Lazio sedang onfire. Butuh kemenangan untuk memastikan peringkat 4. Immobile kembali menjadi pembeda.

Takdir
Fio 1-5 Laz, Keita Balde Diao
Skor besar akan tercipta lagi. Melihat performa Lazio musim ini bak lihat Barcelona menguliti tim semenjana macam Granada, Gijon, La Coruna. Fiorentina bakal jadi lumbung baru Pemain ganteng Balde Diao. Lima gol terasa mudah, tapi kalau tebak di atas 6 dan terjadi saat HT dikira Laziale nanti. Kita tepuk tangan aja, yang menggila biar Budy. #BisognaVincereLazio

DC
Fio 1-2 Lazio, Immobile
Main tandang ke Firenze. Itu bukan momok buat tim ibukota satu ini. Karena diliat dari sejarah, mereka sering meraup 3 poin di sana. Kali inipun akan demikian.

GG
Fiorentina 2-0 Lazio. Bernardeschi
Fiorentina bermain bebas, lepas. Lazio terlena dengan rentetan kemenangan besar. Minggu ini Chelsea juara.

LoHuangKo
Fio 1-3 Lazio, Immo.
Saya selalu bersemangat ketika ada pertandingan yang melibatkan Lazio. Mereka sangat bagus. Fiorentina juga bagus ketika ada Gabriel di masa lalu. Namun Lazio adalah tim impian saya sejak kecil, mereka pasti menang.

Widy
Fiorentina 2-2 lazio
Laga tandang dijalani Lazio. Dikira akan menang. Ternyata skor akhir hasilnya hanya 2-2.

Antonio Neto
Fio 2-0 Lajio, Kalinic
Sebenernya males bikin analisa. Tapi itu syarat ikut Kuis. Yaudah deh terpaksa bikin analisa begini.

Jabo
Fiorentina 2-3 Lazio, Immo
Sepertinya Lazio masih akan meneruskan trend positifnya. Meski hanya unggul tipis elang ibukota akan sukses membawa pulang 3 poin. Kalaupun gagal, setidaknya aku sudah menyenangkan seseorang dgn harapan palsu. Wallahu alam.

emas agos
Fio 0 – 1 Lazio Keita
Si ungu mulai kehilangan arah sejak ditinggal leadernya menjadi wakil walikota Palu. Disisi lain Lazio yang lagi cinta cintanya bikin gol sanggup mengimbangi pengalaman tim yang berjuluk si janda. Gol bejan dari Keita mendekatkan impian ketemu Barca.

Karawang, 120517