Dunia Anna #19

“Aku mau seluruh jutaan jenis flora dan fauna itu semua dikembalikan. Aku Cuma bilang kalau aku mau dunia tempat hidupku ini seindah dunia nenek nikmati seumurku…”

Dari Penulis Dunia Sophie, yang sedari dulu hanya masuk daftar ingin baca. Justru buku pertama Jostein Gaarder yang saya lahap adalah Dunia Anna yang lebih langsing dan murah. Karena review Sophie yang rata-rata tinggi maka tak salah saya juga berharap pada Anna. Ternyata jauh dari ekspektasi. Ini jenis buku untuk remaja, remaja yang diajak peduli, kebetulan temanya menyelamatkan lingkungan. Apa yang ditawarkan Anna bukan barang baru, sekedar ajakan aktif para Pecinta Lingkungan. Balutan fiksi fantasi hubungan virtual nenek-cucu juga bukan sesuatu yang spektakuler.

Kisahnya adalah tentang Anna, seorang gadis 10 tahun asal Norwegia yang menyadari ada yang tak beres dengan alam di sekelilingnya. Saat akan berusia 16 tahun, tahun 2012 saat ia memasuki bangku SMA ia mendapat cincin rubi (yang annoying) berusia 100 tahun dari tante Sunniva. Karakter Anna digambarkan cerdas, aneh dan berfikiran out of the box, tak seperti remaja kebanyakan. Sifat itu klop dengan pacarnya Jonas yang sama-sama unik. Lalu muncullah Dokter Benjamin, psikiater yang sekaligus guru bagi Anna. Dari diskusi mereka kita tahu Anna mengkhawatirkan tipisnya lapisan ozon, isu pemanasan global yang semakin memprihatinkan. Perkara orang dewasa dicanangkan remaja?

Dan ta-daaa… dalam mimpi Anna adalah Nova. Nova adalah cicitnya menjerang jauh ke masa tahun 2082. Di era itu binatang dan tumbuhan yang saat ini ada sudah pada punah, cucu-cicit kita hanya bisa menikmati mahluk itu lewat video. Zaman kepunahan flora dan fauna itu hadir karena ulah generasi berikutnya yang tak peduli lingkungan. Mimpi yang aneh itu membuatnya mengetik nama nenek buyutnya, Anna Nyrud hingga ia menemukan sebuah surat yang janggal. Bagaimana bisa Anna bisa tahu punya cicit bernama Nova? Ada gadget bernama android di jelang pergantian abad ke 22? Percayalah aplikasi itu akan punah saat itu karena diganti sesuatu yang lebih canggih, lebih misterius. Plot hole woy.

Dengan cincin ajaib rubi itu sang nenek memberi maklumat untuk kebaikan generasi berikutnya maka era bisa dirubah? Pengalaman Anna yang menjelma Nova dan berdialog dalam bayang semu itu apakah sebuah pertanda untuknya? Adakah kesempatan kedua, bisakah kepunahan itu dicegah?

Niat Jostein baik. Sangat baik malah karena mengajak kita peduli lingkungan. Tapi apa yang disajikan tak sebaik yang diharapkan. Kisahnya monoton, jatuhnya sangat jemu. Bab pendek-pendek dengan jenis front huruf berbeda saat kita diajak sudut pandang berbeda. Buku setipis ini berisi 38 bab, wew. Aturan main fantasi yang ditawarkan juga sederhana. Saya bahkan ingin secepatnya mengakhiri kisah bukan karena penasaran tapi ingin secepatnya ganti buku lain. 

Buku dengan pede bilang ‘sebuah novel filsafat semesta’, terlalu ketinggian harapan sang Penulis tapi hanya yang dituturkan kepada pembaca hanya novel remaja. Sayang sekali, pengalaman pertama bersama Penulis Dunia Sophie berakhir biasa sekali.

Kutipan-Kutipan

Permintaanku yang sesungguhnya ialah supaya dunia ini mendapatkan kesempatan kedua. – halaman 193

Jika aku dapat memilih antara mati saat ini, tapi dengan jaminan bahwa umat manusia akan terus lestari ribuan tahun ke depan atau hidup dalam kondisi sehat sampai umurku seratus tahun lalu seluruh kemanusian mati bersamaku, maka aku tidak akan ragu dlaam menentukan pilihan. -208

“Kalau aku sih optimis, Jonas. Tahu nggak kenapa? Menurutku menjadi pesimis itu abnormal.” – 228

Berapa ekor harimau lagi yang ada di bumi? Dan di mana mereka tinggal? Ayo jawab dengan tepat kalau tidak mereka akan punah. – 117

Dunia mendapat kesmepatan baru. Itulah poin utamanya. Aku harus membuat dunia kembali seperti sedia kala saat nenek buyut berusia enam belas tahun. Namun aku hanya punya satu kesempatan. – 150

Aku merasa dimanfaatkan dan dihianati sumber-sumber alam dunia telah dirampok oleh generasi-generasi yang hidup sebelum aku. – 144

“Aku betah banget di kebun ini.” – 115

Dunia Anna | by Jostein Gaarder | copyright 2013 | diterjemahkan dari Anna. En Fabel om klodens klima og miljo | Penerjemah Irwan Syahrir | Penyunting Esti A. Budihabsari | Proofread Ine Ufiyatiputri | Cetakan II, November 2014 | Penerbit Mizan | Desainer sampul Andreas Kusumahadi | ISBN 978-979-433-842-1 | Skor: 2/5

Karawang, 190617 – Sherina Munaf – Pergilah Kau

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#19 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku

Advertisements

One thought on “Dunia Anna #19

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s