Never Give Up #26

KKPK (kecil-kecil punya karya) lahir tahun 2003, itu artinya sudah 14 tahun melalangbuana di toko buku. Saya sudah membaca beberapa bukunya. Kisah-kisahnya mungkin sederhana, tapi yang membuat saya mengapresiasinya adalah ini karya anak bangsa. Dari hal-hal sederhana inilah kita menabur bibit. Lalu waktu akan mengasah para Penulis ini menjadi dewasa dan otomatis tulisannya akan menajam dengan sendirinya. Saya yakin di tahun 2020an akan sangat banyak Penulis lokal punya karya mumpuni.

Buku KKPK terbaru yang saya baca milik ponakanku, Winda Lutfi Isnaini. Buku ini ada dalam rak bukunya bersama buku-buku anak lain. Saya pilih acak, tapi dia lalu menyarankan yang menurutnya rekomendasi baca adalah ini. Oke, langsung baca sekali duduk. Tak lebih dari setengah jam selesai. Hasilnya? Khas cerita anak yang bertutur dengan plot mau terus. Tak ada kejutan, padahal berpotensi besar ada twist. Yang membuat kita takjub adalah ini buku berdasarkan kisah nyata. Judul ‘Never Give Up’ sangat pas menggambarkan isi secara keseluruhan.

Dengan sub judul: ‘Kisah gadis cilik korban gempa’ yang secara otomatis nyambung dengan judul ‘tak pernah menyerah’ maka sudah jelas sekali ini kisah mau dibawa kemana. Sekali lihat kover yang ada dalam bayangku adalah. Ada gempa di Indonesia yang mengguncang hati seorang anak (remaja) lalu musibah itu membuat luka batin, tapi ia tak pernah menyerah. Berjuang. Bertahan. Maju terus menatap masa depan. Dan setelah 30 menit sampai di ending, tebakan saya tepat. Ralat tak tepat amat karena bukan hanay luka batin, tapi sang gadis cilik juga uka fisik. 

Dari kata pengantar penerbit kita tahu, KKPK sudah sedekade lebih terbit. KKPK pertama terbir bulan Desember 2003 karya Sri Izzati, 8 tahun. Pelajar SD Istiqamah Bandung itu membuat buku Kado Untuk Umi. Disusul Januari 2014 kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz, Untuk Bunda Dan Dunia. Lalu karya Faiz, Dunia Caca (Putri Salsa) dan May, Si Kuku-Kupu (Dena).

Lalu pengantar dari orang tua yang memberi spoiler berat. Betapa Dira berjuang untuktetap berkarya. Setelahnya ucapan terima kasih yang memangkas 2 halaman. Kisahnya terdiri dari 9 bab pendek-pendek. Alfatira Dira adalah pelajar dari Padang yang punya hobi menyanyi, hobinya sudah banyak memberi piala dan bahkan sudah membuat rekaman. Kisah lalu bertutur keseharian kegiatan khas pelajar.

Dari bangun pagi, sarapan, berangkat sekolah, berkutat dalam dunia pendidikan di kelas, kegiatan pulang sekolah nonton Si Unyil dan Si Bolang, ikut les, sampai kewajiban menjalankan kewajiban ibadah. Dan akhirnya hari yang bersejarah buat Dira hadir tanggal 30 September 2009 saat ia mengikuti bimbingan belajar (bimbel) Gema. 

Tidak sedetail itu gempa yang menimpa Padang. Hanya dijelaskan Dira sore itu ikut bimbel, goncangan terjadi, gedung roboh, ia pingsan. Ikut sedih di bagian ini, karena ia harus segera ditangani intensif di Rumah Sakit. Lalu dibawa ke Jakarta yang memiliki peralatan medis lebih lengkap. Selama berbulan-bulan harus ditangani khusus.

Musibah itu memberi simpati. Sebagai seorang pelajar berbakat, ia harus berjuang ekstra. Datanglah kesempatan bertemu dengan ibu menteri, ibu Linda Gumelar. Lalu perform di depan Pak Presiden. Menjadi penyemangat untuk bangkit. Dibantu orang-orang terkasih dalam keluarga. Ayah, ibu, tante Sandra dan yang lainnya. Diterapi dan diobati oleh dokter dan terapis handal Dokter Norman Zainal, dokter Linda Wahyuni sampai kak Seto, Tira ada dalam lingkaran orang-orang hebat.

Yup, never give up Tira. Semoga cita-citamu menjadi dokter terkabul. Semoga harapanmu menjadi Penulis hebat terwujud. Tetap semangat., ditunggu karya-karya berikutnya.

Untuk sebuah buku kecil karya anak-anak, saya memang tak berekspektasi muluk-muluk. Isi cerita memang tak semenarik novel nobel, tapi proses kreatifnya luar biasa. Sesuatu yang harus kita apresiasi. Dunia literasi Indonesia penuh warna. 

Never Give Up | oleh Alfatira Gema | ilustras sampul dan isi Sepves | Penyunting naskah Dadan Ramadhan dan Yani Suryani | penyunting ilustrasi Kulniya Sally | Desain sampul dan isi Iwan, Dea, Anniez | proffreader Rani Setiani P | layout sampul dan setting isi Tim Pracetak | copyright 2011 | Cetakan IV, Desember 2016 | Penerbit Dar! Mizan | 112 hlm.; iilust.: 21 cm | ISBN 978-602-242-935-7 | Skor: 3/5

Palur, 270617 – Coldplay – Paradise

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun

#26 #Juni2017 #30HariMenulis #RewiewBuku

Iklan

Kreatif Menulis Cerita Anak #25

AA Navis: “Kalau seseorang sedang lapar dan haus, pastilah pikirannya tidak jernih. Saya termasuk perokok kelas berat. Kalau lagi asyik menulis tiba-tiba rokok habis, lebih-lebih kalau tengah malam, saya behenti menuis. Bahkan sebelum menekan tuts mesin ketik, saya harus merokok terlebih dahuu.”

Di tahun 2013 saat berkunjung ke Cikarang Mal Lippo, ketika budget beli buku masih sangat ketat kami membeli buku dengan sangat selektif. Harga jadi pertimbangan utama. Bahkan untuk sekedar buku non fiksi pun saya harus mencari yang dibawah 40 ribu. Awanya saya ambil buku kumpulan tips mengotak atik komputer karena saat itu komputerku sedang instal ulang sehingga sekalian dimodif aplikasinya, lalu buku motivasi macam Mario Teguh yang sebenarnya sudah dengan mudah ditemukan di banyak web. Tapi pada akhirnya justru tips menulis buku anak inilah yang kubawa pulang.

Dengan sampul buku yang ciamik, bergambar seekor gajah di kelilingi bianatang kecil lain sedang membaca buku. Yang terlintas saat tu adalah novel-novel anak legendaris dari Alice InWonderland, The Wizard Of OZ, sampai The Trasure Island. Yah, ternyata isinya jauh dari bayang. Ringkasan di sampul belakang berujar:

Kreatif: menyampaikan pesan ini buku untuk anak sesuai latar belakang budaya, psikologi dan kehidupan anak masa kini. Edukatif: menciptakan naskah yang mampu mendidik karakter dn peribadian anak. 

Awalnya kukira akan ada tips secara khusus yang bisa menjadikan tulisan lebih tajam dan edukasinya mumpuni, namun hanya sebagian sangat kecil. Karena seperti yang ada di sampul depan bawah, ada sederet nama-nama kontributor tulisan, yang dengan otomatis buku ini keroyokan, yang secara otomatis pula akan beda pendapat, ide berbeda tiap orang, lalu tak fokus ke tulisan anak. Justru terlalu global.

Ditulis secara keroyokan, buku ini awalnya memang lumayan bervitamin. Dengan mengenalkan sejarah tulisan. Dari zaman Mesr kuno sampai zaman perjuangan Emile Zola di Perancis. Dari alfabet pertama di Cina sampai tulisan yang mengubah opini publik dalam Pondok Paman Tom. Lalu bergerak dalam aturan main dalam tulisan. Sedari awal Penulis harus memutuskan mau dalam bentuk apa nanti karyanya. Syarat untuk kesiapan menulis selain bakat Penulis harus mempunyai: Kemauan / niat, lusa wawasan, kaya imajinasi, DISIPLIN, kreatif, persepsi, tangguh tak mudah putus asa, menguasai teknik menulis dan memahami bahasa. Wah, syaratnya berat juga. Padat dan berisi.

HB Yassin dalam pidatonya ketika menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Indonesia tanggal 14 Juni 1875 berkata: “Timbulnya kesusastraan Indonesia modern adalah berkat pertemuan dengan pemikiran dunia barat padapermulaan abad ini dengan mulai didirikannya sekolah-sekolah yang memiliki dasar pendidikan modern.”

Fiksi ada setua usia manusia. Cerita pendek yang baik adalah cerita pendek yang sederhana dalam penyajian tetapi padat dengan makna, kuat dalam tema, bagus dalam pemilihan tokoh, mengandung pesan berharga, enak dibaca, meninggalkan kesan yang dalam. Beberapa hal yang perlu diingat dalam tulisan (cerpen): mengetahui tema, mengetahui teknik menulis, memahami bahasa dengan baik, konsisten, logis/masuk akal, tidak bertele-tele, hemat kata, efektif, teliti dan cermat memperhatikan lingkungan, perkaya imajinasi, pertajam persepsi, tangguh/tidak mudah putus asa, berani mengutarkan pendapat, perasaan, dan gagasan. 

Tips agar karya kita terbit ala Titis Basino:

#Jangan sekali-sekali mengirim karya yang belum jadi atau setengah jadi.

#Kirimkan naskah yang prima, nomor wahid.

#Buatlah pngantar yang simpatik dengan argumentasi yang meyakinkan.

#Proaktif. Jangan hanya menunggu pasif. Tapi cobalah menjemput bola, sering-seringlah berdiskusi dengan Penerbit atau editor mengenai dunia Anda.

Membaca adalah kunci keberhasilan anak bahkan pada sepanjang hidupnya kemudian. Tanpa kemampuan baca yang baik, banyak kesempatan emas dan profesi yang menjanjikan hilang. Dengan kata kali, budaya membaca sangat penting, baik untuk individu atau masyarakat. 

Selain bahasa yang harus sesuai dengan dunia anak, pemilihan topik yang menarik, pengembangan alur yangmampu membuat anak dag dig dug menebak kelanjutan cerita dan penasaran ingin melanjutkan membaca dari penokohan yang mempu membuat anak keki karena suka atau benci akan tokoh cerita juga sama pentingnya. Semua unsur itu harus padu dan saling menunjang. Paduan semacam inilah wujud cerita anak yang unggul.

Well, buku ini draft-nya sebagian dicipta tahun 1990an. Terlihat dari akhir tulisan yang menyertakan tangga dan tempat. Buku ini terbit tahun 2012, berarti butuh lebih dari satu dekade untuk terbit! Era itu kan Penulis lokal masih menggunakan mesin tik (kecuali yang sudah beruang mungkin punya Windows 98), itu artinya butuh perjuangan ekstra untuk mewujudkan tercetaknya buku ini. Hebat juga. Isinya mungkin sederhana, tapi perjuangan untuk memperkaya buku motivasi Menulis perlu diapresiasi. 

Karena tulisan keroyokan, jadi beberapa tips ditulis ulang temanya. Beberapa lebih sebagai tips menulis secara umum (bukan spesifik) untuk sebuah karya anak-anak. Beberapa bervitamin untuk menambah motivasi. Buku ini mungkin sederhana untuk Penikmat karya tulis yang kawakan, tapi saya yakin untuk pemula akan sangat membantu. Lihatlah, di rak toko buku. Tersebar buku-buku anak yang tercipta dari tangan anak-anak. Dan yang luar biasa, itu adalah asli karya anak bangsa. Mudah-mudahan buku ini juga memberi andil positif. Hidup anak Indonesia!

Mari berkarya.

Kreatif Menulis Cerita Anak | oleh Titik WS, Riris K. Toha Sarumpet, Titis Basino P.I., Sumard, Korrie Layun Rampan, Ismail Marahimin, Fawzia Aswin Hadits | editor Irwan Kurniawan | pembaca pruf Tim Nuansa | desain kover Andy Yoes Nugroho | penyelaras akhir Mathori Alwustho | cetakan I, Agustus 2012 | Penerbit Nuansa | 134 hlm.; 14,5 x 21 cm; mechanical paper 50 gram | ISBN 978-602-8394-80-2 | Skor: 2,5/5

Palur, 260617 – John Legend – All Of Me

#25 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku