Buku Dan Pengarang #14

Buku ini adalah ringkasan dari 15 buku cerita klasik karya anak bangsa. Dari Siti Nurbaya sampai Salah Asuhan. Dari Katak Hendak Jadi Lembu sampai Layar Terkembang. Dari Belenggu sampai Sedih dan Gembira. Dari Atheis sampai Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Bagi kita, generasi yang jauh dari masa itu tentu saja dengan nyaman bisa menikmatinya. Sebagian besar sudah kita baca saat sekolah, minimal sudah dibahas di pelajaran Bahasa Indonesia. Ringkasan yang ditampilkan juga enak sekali, paket komplit. Dari ringkasan cerita, analisis, teknik penulisan sampai profil legenda.

Buku ringkasan Buku dan Pengarang ini pertama terbit tahun 1973 dan sudah mengalami cetak ulang belasan kali. Yang kubaca adalah cetak ulang dengan revisi tahun 2008. Setelah melewati puluhan tahun dan masih docetak, jelas sebagai bukti buku ini diterima masyarakat pecinta sastra. Dari angkatan Balai Pustaka kemudian Pujangga Baru (kecuali Hamka) sampai generasi 1950an. Saya ga tahu niat Pak Yus untuk membuat Buku Dan Pengarang jilid berikutnya untuk angkatan 1960an sampai modern apakah terwujud?

Awalnya buku ini dimaksudkan untuk bahan ajar penuntun bagi pelajar bagaimana mengambil inti sari sebuah karya besar tempo doeloe. Kemudian diajak menelusuri bagaimana latar belakang sosiologis dan psikologis saat peristiwa terjadi yang mengikuti perkembangan zaman, serta bahasa dan gaya bercerinya. Dengan tujuan yang mulia itu tentu kita diharap dapat mengapresiasi karya Pahlawan Lokal.

Bahasa yang dipakai dalam ringkasan renyah diikuti, ga bikin pening karena sudah mengikuti EYD. Pengetahuan akan lengkap dengan membaca karya asli secara utuh, tidak hanya bersandar dengan ringkasan yang dipaparkan. Keindahan pelukisan dan keindahan bahasa seorang Pengarang hanya dapat dirasakan apabila kita membaca dan menghayatinya. 

Ada 15 buku klasik yang dibahas. Buku pembuka tentu saja yang paling legendaris Siti Nurbaya karya Marah Rusli yang pertama terbit tahun 1922, lalu Salah Asuhan tahun 1928 begitu terus sampai yang terakhir buku terbitan tahun 1961 Pagar Kawat Berduri. 

#1. Siti Nurbaya – Marah Rusli, 1922

Inilah pelopor roman modern, tak lapuk oleh hujan tak lekang oleh panas. Sebuah roman legenda besar Indonesia yang sudah mengalami banyak adaptasi ke berbagai media. Yang paling terkenal tentu saja Datuk Maringgih yang diperankan Haji Dalsim. Marah Rusli adalh seorang dokter hewan kelahiran Padang dan meninggal dunia 17 Januari 1968 di Bogor.

#2. Salah Asuhan – Abdul Muis, 1928

Selain Salah Asuhan Abdul Muis mencipta beberapa cerita dan menterjemahkan buku klasik dari luar. Dari Surapati, Pertemuan Jodoh sampai Daman Brandal Sekolah Gudang. Sementara alih bahasanya adalah Sebatang Kara karya Hector Malot, Tom Sawyernya Mark Twain sampai Don Kisotnya Cervantes. Salah Asuhan adalah kisah panjang tentang masuknya didikan ala Barat ke dalam Negeri ini, tak semua dari Barat bagus kita tahu maka konflik ditaruh di dalamnya.

#3. Kasih Tak Terlarai – Suman Hasibuan, 1931

Buku yang tak sampai seratus halaman ini konfliknya sederhana dan secara gamblang kisahnya terpecahkan. Sebuah roman picisan tentang Pemuda bernama Taram yang seorang mualaf yang jatuh hati. 

#4. Kalau Tak Untung – Selasih, 1933

Kisah perjuangan orang tua miskin yang mendidik anaknya agar bersekolah tinggi gaya zaman pra kemerdekaan. Masrul yang jatuh hati kepada Rasmani, cinta yang diombang-ambing itu rasanya memang menyakitkan. Tak semua yang gadis yang kita puja jadi jodoh sekalipun perjuangan besar sudah dicoba. 

#5. Katak Hendak Jadi Lembu – Nur Sutan Iskandar, 1935

Roman tendens yang sangat bagus tentang budaya Sunda. Gaya hidup yang membuat kita kesusahan sendiri, semakin besar gaya semakin berat beban yang ditanggung. Kalau zaman sekarang mungkin masuk tuh ga kuat punya kartu kredit tapi begaya akhirnya luluh lantak sendi ekonominya. 

#6. Kehilangan Mestika – Hamidah, 1935

Satu-satunya buku yang dicipta Hamidah, atau nama aslinya Fatimah Hasan Delais. Dengan sudut pandang orang pertama kita diajak berpetualang si ‘aku’. Penulis kelahiran Banka, seorang pejuang pengajar yang pernah membuat sekolah dan bekerja tetap di majalah Pujangga Baru. 

#7. Layar Terkembang – St. Takdir Alisyahbana, 1936

Ini adalah novel yang paling sering dibahas di buku pelajaran Bahasa Indonesia. Kisah legendaris tentang Maria dan Tuti. Roman bertendens yang dianggap sebagai puncak generasi sastra Pujangga Baru. L’art pour l’art – seni untuk seni sama sekali tak dapat dipakai untuk buku ini. 

#8. I Swasta Setahun Di Bedahulu – IGN Panji Tisna, 1938

Tulisan dari Bali. Tentang i Kulup yang menjelma ke dalam diri harimau yang mengganas di hutan Bedahulu. Head-to-head dengan I Swasta. Dengan bumbu adat Bali yang kental di kerajaan Bedahulu, kisah mistis yang dibumbu cinta.

#9. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck – Hamka, 1938

Buku terbaik Hamka. Kisah kasih tak sampai yang snagat menyentuh. Membuat air mata mengalir deras. Laki-laki yang coba memegang cinta sejatinya sekalipun sudah dihianati, di peristiwa bencana kapal tenggelam dari Surabaya. Oh Zainuddin yang malang.

#10. Belenggu – Armijj Pane, 1940

Tentang Tono dan Tini, suami istri yang tak bahagia karena materi. Sebentar, bagaimana bisa Pak Pane memberi karakter pasangan dengan nama berima gitu ya? Ditulis dengan gaya seru anak muda, Pane pernah menjadi wartawan dan guru. Pernah menjadi kepala kesustraan zaman Jepang. Pane adalah penggemar puisi dan prosa.

#11. Sedih Dan Gembira – Usmar Ismail, 1948

Drama tiga babak: Citra, Api dan Liburan Seniman. Setting waktunya zaman Jepang, setting tempatnya di pabrik tenun di Jawa Timur. Tentang Citra, Harsono dan Sutopo. Usmar Ismail adalah tokoh perfilman karena pernah menjabat sebagai direktur PERFINI.

#12. Atheis – Achdiat Kartamiharja, 1949

Roman jiwa terbaik karya anak bangsa. Sebuah pergolakan hati Hasan yang terpengaruh lingkungan. Seorang anak dengan didikan agama yang kental dan kolot. Sampai akhirnya kembali bertemu teman lama Rusli dan Kartini yang menanamkan paham marxisme. 

#13. Mekar Karena Memar – Alex L. Tobing, 1959

Cerita dibagi dalam empat bagian: Con brio (dengan giat), Con sentimento (dengan perasaan), Con dolore (dengan dukacita) dan Con spiritio (sengan semangat). Kisahnya naratif tentang ahli bedah atau lebih tepatnya dokter bantu ahli bedah. Sang Penulis lebih menjadi seirang dokter yang sampai Amerika ketimbang menjadi pujangga.

#14. Hati Yang Damai – NH Dini, 1960

NH Dini adalah penulis klasik Perempuan yang sangat produktif. Hati Yang Damai hanya satu dari karya-karya legendarisnya. Menikah dengan wakil konsul Perancis, Yves Coffin yang dilangsungakn di Jepang. Kalau kalian ke toko buku, kalian pasti kalian akan melihat serial Denai karya beliau berjajar (kalau apes mungkin bersanding dengan Tere Liye). 

#15. Pagar Kawat Berduri – Trismowiyono, 1961

Mula-mula cerita ini muncul dalam cerita bersambung di Harian Suluh Indonesia lalu dibukukan oleh PT Suluh Indonesia. Tentang Herman dan Toto yang terjebak dan disiksa sebagai tawanan. Kisah pilu ini bukanlah se-fiksi yang kita tahu karena kisahnya ternyata adalah pengalaman Penulis. Sebagai tentara zaman pejuang kemerdekaan Trisnoyuwono pernah berpangkat Sersan Mayor di TNI sebelum akhirnya terjun di dunia pustaka. 

Catatan terakhir dari Penulis: “akhirulkalam semoga buku ini memberikan manfaat kepada pemakainya.” Ya, bagi pembaca generasi berikutnya tentu saja buku ini sangat bermanfaat. Bervitamin. Wahai generasi milenial, bacalah!

Buku Dan Pengarang | oleh Yus Badudu | copyright 1973 | Perancang sampul Nasya Badudu | Pengatur tata letak Sari Badudu | ISBN 979-17710-0-6 | Cetakan pertama setelah revisi, Maret 2008 | Penerbit Khazanah Bahari | Skor: 5/5

Karawang, 160617 – Raihan – Bismillah

#HBDSherinaMunafKu #27Tahun | 1990 – 2017

#14 #Juni2017 #30HariMenulis #ReviewBuku