Kumpulan Budak Setan

Setahuku setiap jimat selalu ada pantangannya. Katakan apa yang tidak boleh kulakukan?

Saya mengenal Abdullah Harahap belum lama, tiga tahun lalu lewat novel mistik Kolam Darah. Cerita peseteruan keluarga terkait warisan dan keturunan yang dibalut kengerian saling serang sihir dan lempar tuah. Andai ga baca tulisan kover belakang yang mengandung inti cerita bisa jadi ceritanya akan lebih resep. Mitisme lokal dengan jimat, dendam, hingga jualan kengerian darah yang membuncah. Status genre horror yang identik dengan estetika rendah dan karenanya berada di luar khasanah sastra. Edisi kumpulan cerpen Kumpulan Budak Setan ini ternyata dipersebahkan untuk beliau. Berisi dua belas cerita, ditulis tiga Pengarang handal tanah air dari komunikasi tiga kota. Eka dan Intan sudah mengenal beberapa karyanya, untuk Ugoran, ini adalah buku pertama beliau yang kunikmati. Saya berstrategi membacanya ga berututan dari halaman satu beriring runut terus sampai akhir buku, tapi satu cerita dari satu penulis, lalu cerpen berikutnya ganti penulis lain, lanjut lagi dan kembali muter. Jadinya gaya bercerita yang kukhawatirkan monoton karena dari tangan yang sama dapat dihindari, dan alhasil sukses. Sungguh bagus kisah-kisah di buku ini. Tema variasi, tapi tetap hal-hal gaib menyelingkupi semuanya.

(1).Eka Kurniawan
#1. Penjaga Malam
Kisah para peronda yang ditikam kesunyian pekat. Bagaimana mereka menjaga kampung, mengawasi segala yang potensial membahayakan warga, badai menambah menakutkan diseling mati listrik dan sesekali mengerjap. Lalu satu per satu menghilang. Sebuah tindakan beresiko yang mengabai keselamatan. Pace-nya memang lambat tapi nikmat diikuti karena memang kekuatan utama ketenangan malam yang disaji. Gelap pekat membuat kita serasa dikubur hidup-hidup.

#2. Taman Patah Hati
Untuk memutuskan kekasih harus sampai ke Jepang. Memang sulit untuk mengakhiri hubungan, lebih mudah memulai. Keputusan berat yang terpaksa diambil itu melibatkan keberanian, mitos dan pengorbanan yang tak sedikit. Kita bertemu lagi dengan karakter bernama Ajo Kawir, tokoh penting di Seperti Dendam, Rindu Harus Dibalas. Mia Mia yang dan danau di taman Inokashira.

#3. Riwayat Kesendirian
Salah satu yang terbaik. Seorang ilustrator yang sudah memiliki pacar, mendapat tugas menjaga temannya teman, dititipi untuk numpang tidur di apartemen. Awalnya tak ada rasa, tapi riwayat kesendirian mencipta drama saat kedua insan terpisah. Sang gadis bernama Ina Mia, dari nama perempuan Chairil Anwar, ia dipaksa kawin sama pilihan orang tuanya, dan sebuah telpon untuk janji temu meluluhlantakan bata lego yang disusun. “Bolehkah aku bertemu denganmu?”

#4. Jimat Sero
Menurutku ini yang paling bagus. Pembukanya mengupas kulit bawang paling luar, lalu kupasannya perlahan sekali, menarik minat pembaca sampai akhirnya saat sampai di inti, ternyata kupasan terbaik ada di permukaan! Ga nyangka. Seorang penakut yang kena perisak di sekolah, dibantu Rohmat, seorang anak yang istimewa, siapa saja yang memukulnya akan kena damprat. Sekembali dari kampung melanjutkan hidup, segala takdir berubah lurus dan nyaman berkat jimat sero. “Tak ada yang perlu kamu risaukan.” Benarkah?

(2). Intan Paramaditha
#5. Goyang Penasaran
Tak pernah mabuk judi atau mabuk minuman, tetapi mabuk janda ternyata lebih berbahaya. Kisah yang keras dan berdarah-darah. Jelas kover buku diambil dari cerita ini. Penyanyi dangdut yang mencoba insyaf, terusir dari kampung dan saat kembali sudah mengenakan hijab. Sebuah taktik dendam disusun, kepala desa yang baru sang pengagum itu dituntun dalam goyang penasaran di tepi jalan. Keras. Sadis. Mencekam. Hal hal remeh cenderung meruap dari ingatan. Zina yang sering tak kita sadari wahai kaum muslimin dan muslimat adalah zina mata.

#6. Apel dan Pisau
Kisah nabi jelita Yusuf yang membuat para wanita menggoresi tangan mereka dengan pisau. Pesona gossip, arisan keluarga dan ketamvanan yang haqiqi. Apel yang matang, perempuan-perempuan yang matang, dan Yusuf yang memukau. Sinisme kaum hawa yang pandai bergosip laiknya kena batu. Cik Juli dan magnet sihirnya. “Apelnya memang enak.”

#7. Pintu
Keluarga terpandang, kaya, dan kematian tragis dalam sebuah mobil kutukan, Mercy Tiger merah metalik tahun 1982. Cerita tragis sebuah keluarga pasangan Bambang dan Ratri mencoba kembali menurut fakta saling silang selingkuh. Namun ternyata asmara dan dendam arwah menghantar pada kepahitan lain. “Mari, temani aku jalan-jalan.”

#8. Si Manis dan Lelaki Ketujuh
Ini yang paling aneh. Wanita buruk rupa sedang mencari mangsa, lelaki yang diperbudak seks dengan imingan gaji menggiurkan. Seorang penganggur yang sudah berkeluarga dengan berat hati menerima tawaran, gaya bercinta ala kisah sang putri salju dan tujuh kurcaci di mana drama sandiwara penculikan dicipta, scenario itu berantakan saat titik didih sudah di puncak. “Karena aku menyukai eksperimen.”

(3). Ugoran Prasad
#9. Penjaga Bioskop
Cerita hantu di bioskop yang angker, sang penjaga bioskop Rusdi yang menjadi saksi dari awal sekali gedung dibuat smampai akhirnya esok dirobohkan. Saat film terakhir selesai diputar, sang penjaga mengenakan pakaian terbaiknya dan mengucapkan salam perpisahan. Ternyata tak seperti yang tampak di permukaan. Sebuah rekaman suara memberi kengerian di balik kabar angin kesereman gedung. “Aku datang. Aku di sini terus. Aku menemanimu terus.”

#10. Hantu Nancy
Cerita balas dendam yang tak biasa. Pembunuhan sang gadis salon yang merentet kematian demi kematian semua orang yang terlibat. Hikayat hantu di kampung Kebon Sawah yang menguar kengerian di udara. Zulfikar dan bau rambut terbakar. “Aku mimpi ketemu Nancy. Dia bilang mau balas dendam.”

#11. Topeng Darah
Level kekerasan kelas satu, satu tingkat di atas Goyang Penasaran. Sadis, tragis, dan tak berperi. Sebuah iklan aneh yang menjual barang langka, sebuah topeng abad 19 dengan harga tak masuk akal, Iskandar iseng, berbuntut panjang dan penyesalan. Percobaan demi percobaan itu seperti candu.

#12. Hidung Iblis
Sang lelaki belang yang membantai lelaki belang dengan pemacing hasrat istrinya sendiri, Mirna yang jelita. Berkelit masalah ekonomi, petualang cinta, setia kawan atau pengianat, sampai drama saling ancam dalam penyelesaian proses kriminal. Endingnya twist. “Seberapa sering kamu mengajukan pertanyaan-pertanyaan metafisika?”

Sejatinya semua ini bermula dari Gentayangan. Novel pertama Intan Paramaditha yang masuk lima besar Kusala Sastra 2018 ini membuatku penasaran karya lain, Sihir Perempuan menjadi buku ke 100 yang kubaca tahun lalu. Dan dari komentar teman di sosmed bahwa ada kumpulan cerpen Intan kolaboratif, bilang cerpennya yang paling menawarkan kengerian, maka jadilah kunikmati juga buku ini. Eka Kurniawan jelas adalah salah satu Penulis besar yang masih hidup saat ini. Penghanggaan demi penghargaan internasional adalah bukti, ia memang Penulis jempolan. Terbukti lagi, di sini. Empat cerpennya kurasa yang terbaik. Ketenangan bernarasi menjadi kekuatan utama, menyimpan rapat kejutan masih menjadi andalan, hingga fakta itu dibuka di penghujung. Riwayat Kesendirian itu luar biasa lho, tak ubahnya sebuah lipatan origami yang menghasilkan angsa terbaik. Ina Mia dan kesedihan takdir yang tercipta. Ugoran ternyata jua penulis hebat, empat cerpennya sudah cukup untuk bekal mengarungi cerita-cerita lain beliau.

Kuhirup udara seolah-olah aku ingin memasukkan seluruh udara di dalam ruangan ke dalam tubuhku, dan siapa pun yang bersembunyi di balik udara, akan tersirap dan mendekat ke arahku. Dan sebagaimana budak sejati, kami juga berada di tengah-tengah: antara keinginan untuk merdeka dan kesetiaan yang tak terjelaskan.

Kumpulan Budak Setan | Oleh Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad | GM 616202044 | Desain sampul eMTe | Setting Sukoco | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan kedua, 2016 | ISBN 978-602-03-3364-9 | Skor: 5/5

Untuk Abdullah Harahap

Karawang, 070319 – 160319 – Ronan Keating – I Hope You Dance

Nyepi Day – Undian 8 besar UCL – Liga Sparing

Iklan

2 thoughts on “Kumpulan Budak Setan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s