Avengers: Infinity War – Wow Wow Wow

Tony Stark: “Did we win any?”

===Catatan Ini Mengandung Spoiler===

Saat trailer pertama muncul, saya sudah plot saya harus nonton di hari pertama 26 April 2018. Apa yang terjadi adalah apa yang kita pikirkan, sekalipun dimajukan sehari setting mind-ku sudah 26. Maka saat kita book set jam 20:15 hanyalah mengikuti garis tersebut. Setelah logo Marvel Studio muncul dengan angka 10 untuk huruf ‘i’ dan ‘o’ skoring Avengers terdengar. Tak terasa sudah berusia 10 tahun sejak pertama menghentak tanah Iron Man di Iran. Satu dekade yang luar biasa, mengobrak-abrik tatanan super hero dan box office, dan fan sebelah tentunya.

Kisahnya dimulai langsung nyambung dengan ending Thor: Ragnarorok (katanya). Di mana kapal terbang Asgardian luluh lantak, para jagoan kita Thor, Hulk dan Loki keok dalam tekanan Thanos dan pasukannya Proxima Midnight, Ebony Maw, Corvus Glaive dan Cull Obsidian. Misi itu untuk mengumpulkan batu kekuatan. Dan Thanos yang punya sarung tangan ajaib (Infinity Gauntlet), kini dalam rencana menyatukan batu-batu bertuah, untuk menjadi yang terhebat di semesta. Batunya ada enam: Power Stone, Space Stone, Time Stone, Soul Stone, Mind Stone, dan Reality Stone.

#1. Space Stone (Batu Ruang) – warna biru disebut juga tesarract, kekuatan bisa menjelajahi ruang alam semesta. Pertama muncul di First Avengers, terakhir terlihat di tangan Loki dan kini sudah di tangan sang musuh.

#2. Mind Stone (Batu Pikiran) – kekuatan bisa mengendalikan pikiran orang lain. Pertama muncul di Avengers yang digunakan Loki memporakporandakan New York. Batu inilah yang digunakan Tony untuk menghidupkan Vision yang tertempel di jidatnya, saat ini coba dilindungi oleh tim.

#3. Power Stone (Batu Kekuatan) – pertama muncul di Guardian of Galaxy Vol 1. Warnanya ungu, sempat diamankan genk penjaga antariksa, sampai akhirnya di Planet Xandar batu ini dirampas. Fungsinya untuk kekuatan yang dahsyat dong.

#4. Time Stone (Batu Waktu) – batu ini disimpan di perpusnya Ancient One, pertama muncul di Dr Strange. Warna hijau, fungsinya untuk memanipulasi waktu. Dormamu yang agung sampai frustasi menghadapi kekuatan edan ini.

#5. Reality Stone (Batu Realitas) – kemampuannya untuk memanipulasi kenyataan. Batu ini posisi di The Collector, pertama disinggung terkait Aether di The Dark World.

#6. Soul Stone (Batu Jiwa) – pertama muncul ya di film ini, di adegan yang menyayat hati hubungan ayah-anak. Di planet kosong, sang pemilik harus berani mengorbankan jiwa seseorang yang disayanginya.

Nah Hulk lalu ke bumi menghubungi rekan-rekan Avengers lainnya: Dr Strange dan Wong yang sedang ngopi kaget, mendapat info Thanos akan tiba sudah berhasil merebut sebagian batu ajaib, bersiaplah kawan-kawan. Bergabung pula Iron Man yang masih kesal sama sang Kapten, tapi demi kepentingan umat, ia meredam ego dengan menghubungi Captain Amerika posisi bumi dalam darurat militer, yang lalu menghubungi Vision dan Wanda Maximoff tentang kewajiban melindungi batu di jidatnya. Bergabung pula di New York si cerewet Peter Parker, adegan ia di bus dengan bergelayut di trailer itupun muncul dengan keren. Dan penonton bersorak, horeeee….

Di Skotlandia Vision yang sembunyi memiliki drama tak kalah menegangkan setelah Nathasa Romanoff dan Sam Wilson turut membantu menjaganya. Adegan lawan para kroco-pun, Marvel berhasil membuatnya menarik. Mereka lalu ke New York, disambut James Rhodes yang setelah nimbrung apakah Wanda berani menghancurkan batu di jidat Vision atau kah mencoba ke Wakanda yang memilki teknologi maju itu. Jika batu itu hancur, Vision mati. Oh masih ada waktu nih, ke Wakanda. Cuus…

Di antariksa, Thor berjumpa dalam universe lain para Guardian of the Galaxy yang anggotanya pastinya kalian sudah hafal. Baiklah, tetap saya harus sebut karena film dengan bintang seabreg gini peran mereka juga sangat vital: Rocket, Gamora, Peter Quill, Drax. Plus Mantis yang mempesona di volume II. Segala pertempuran dan kedigdayaan para jagoan diuji di sini. Memanjakan mata dan berulang kali berteriak wow wow wow. Serius gan. Bagian saat akhirnya Dr Strange melalui Batu Waktu melihat kemungkinan 14,000,605 di masa depan apakah kita bisa menang layak membuat panik para fan. Karena keputusan itu sungguh mengejutkan dengan duka rela menyerahkannya pada Thanos demi menyelamatkan manusia setrika, saling serang terus disajikan, Thanos terus mengkoleksi batu-batu ajaib. Dan puncaknya ada di Wakanda, yang menjadi tuan rumah Black Panther dan rakyat bersatu, mereka sudah siap-siap. Akankah sang main antagonist berhasil mengoleksi kekuatan dahsyat itu? ataukah para jagoan yang banyak itu berhasil menggagalkannya, yah minimal menahannya? See… Infiny War memang sajian perang tak berkesudahan dari menit awal sampai benar-benar matahari terbit. Film of the year! Klimaks to the maxxx.

Ada adegan sedih, hubungan ayah anak yang sangat menyentuh. Dengan alasan menyematkan semesta, bahkan ada yang harus dikorbankan. Ambisi yang menggila. Ada adegan bikin gereget, saat Thanos dikelilingi para jagoan, saat sarung tangan ajaibnya nyaris dilepas, sebuah kekonyolan terjadi yang mengakibat luluh lantak segalanya. Ada adegan yang benar-benar luar biasa menyentuh bagaimana salah satu super hero favorit mayoritas fan akhinya pamit dalam kegetiran. Ada adegan action bertubi, seolah memang seperti inilah film besar harusnya dibuat. Dan kekhasan Marvel yang menyajikan komedi di tengah perang tetap ada, hebat. Renyah, pas. Civil War menurutku sudah benar-benar film istimewa dengan skor sempurna, Infiny awalnya ragu akankah bisa, dan ternyata bisa. Kepuasan tersendiri menyaksikan orang-orang hebat itu kelimpungan. Salut yang bikin cerita, salut buat keberanian menawan dalam jentikan maut itu.

Setelah mentari terbit apa yang kita dapat? Penonton pada teriak lha lha lha, lho lho lho…. Waduh! Disney tega sekali, dan decak kagum sekaligus kesal lainnya. Skoring bagus banget, benar-benar berhasil mengiringi cekaman dalam kekhawatiran setiap menit. Closing creditnya gelap dalam judul yang meng-abu seperti ending-nya. Jentikan Thanos langsung menjadi trend sepanjang tahun 2018. Abu yang seakan teriup angin. Banyak penonton yang tak beranjak, membuktikan semakin hari para penonton semakin paham bahwa film keluaran Marvel (hampir selalu) ada scene after credit. Padahal dua tahun lalu saat Perang Sipil yang menyaksikan Spidey Will Be Return hanya sekitar tujuh penonton. Kali ini masih sangat banyak, kita dapat suguhan Thanos Will Be Return, mungkin salah satu yang terbaik karena nge-link ke Kapten Marvel! Wow, wow banget ya. Red code itu bisa-bisanya sudah dipersiapkan untuk tahun depan (baca: hari ini! 24.04.19). Dan saat sang penyelamat tiba, sang Kapten Marvel sudah bergabung, bisakah Thanos akhirnya ditaklukkan? See… Permainan (akankah) berakhir!

The earth mightiest heroes: Avengers, help us!

Mari kita lihat komentar dan skor teman-teman CIF.

Sekar Ayu: “It’s Ok sih. Eerr… saya bukan penggemar Marvel, atau apapun ya yang nuansa itu filmnya itu robot-robotan tapi untuk saat ini sih Ok. Keren, dramanya dapet, visualisasinya juga keren. Animasinya keren. Jalan cerita ga ga monoton, aneh tapi keren. Ngegantung dan judulnya Infiny War itu cocok, karena infinity. Keren sih, Ok.” Skor 9.8/10

Aa Ghofur: “Eergg.. gmana ya? Ramai sih pahlawannya jadi saya bingung siapa sih yang jadi tokoh utama, mana tokoh pembantu karena semua punya tokoh utama di filmnya masing-masing. Tapi karena terlalu memaksakan banyak tokoh jadi terasa kurang begitu fokus, makanya pada dasarnya sih yang kayak gitu reunian (para) pahlawan sih saya sudah muak sebenarnya, jadi saya tinggal tidur aja hehe… z z z z z.” Skor: 6/10

Adhitya P: “Menurut saya nonton avengers itu filmnya keren, bagus sih cuman sayang sedih. Kenapa Avengers bisa kalah sama si monster-monster yang jelex itu si Tharos ya eh Thanos. Kenapa sih, padahal mereka tuh kuat-kuat kenapa kalah sama yang itu dan si Dokter merelakan batunya buat si Thanos ‘kan menyebelin, tapi aku overall bagus, good lah. Kita tunggu tahun depan ya. Bye…” Skor: 8/10

Rizka Nov: “Seru sih filmnya lucu juga yang ngomongnya lucu-lucu gitu terus, tapi yah aku tuh awalnya menyenangkan, tengahnya menyenangkan, tapi yah dibuat menggantung gitu, sakit rasanya dan nungguin kredit sepanjang itu hasilnya cuman menggantung aja.” Skor: 7/10

Rani Skom: “Jadi menurut aku, ini film Marvel yang out of the box. Film super hero Marvel yang OUT OF THE BOX! Kenapa saya bilang kek gitu, karena eergg… Spoiler boleh? (Enggak boleh!). Karena ya ending-nya luar biasa, saya sama sekali ga nyangka. Dengan super hero sebanyak itu. ternyata ending-nya seperti itu kan, pasti semua penonton mengharap ending-nya yang yang baguskan, walaupun mungkin ada satu atau dua superhero yang mati, tapi pastinya ya ending-nya itu kan yang eerhh…drama, love drama gitu kan. Pasti sweeeeet banget, tapi ternyata kentang bo! Tapi kalau skor sih, it’s definitely nine point five from ten.”

Intano: “Aduh aku tidak bisa berkata-kata deh. Aku… (hahaha), tegang dari awal sampai akhir pokoknya ga pernah ada santai-santainya banget. Dari awal masuk, eh dari awal cerita itu dah, udah konflik sampai akhir dan akhir juga ga selesai konfliknya, ternyata itu tuh bikin kesel kebawa tidur hahaha, yaa tapi seengaknya ya apa ya, ciri khas Avengers-nya itu masih ada-lah, ya ciri-ciri film Avengers memang gitu. Skor: 9/10

Sebelum saya tutup catatan ini, saya ingin melihat singkat kebelakang segala film sedekade ini dalam MCU. Ini adalah catatan hari ini (24.04.19) jadi tambahan saja, untuk mengingatkan kita akan hype Endgame.

#1. Iron Man (2008)
Kutonton di Kos Ruanglain_31 via sewa cvd di Odiva Cikarang. Di sore hari ditempa cahaya mentari senja dari kisi-kisi jendela kos-kosan saya menjadi saksi kebangkitan Tony Stark setelag terpuruk di Afganistan. Ini adalah permulaan yang luar biasa, langsung jatuh hati dengan gaya Iron Man menghentak tanah dalam kepalan penuh.

#2. Incredible Hulk (2008)
Kutonton di bioskop Lippo Cikarang, setelah ketemu di Toko Buku. Film yang memang agak mengecewakan, entah kenapa semua Hilk terperosok. Ga lebih bagus dari Ang Lee, Blake Lively malah menjadi pusat keceriaan.

#3. Iron Man 2 ( 2010)
Kusaksikan di bioskop Lippo Cikaranf dengan sahabat lama, Tomy. Saling traktir Incredible. Penurunan drastic dari seri pertama. Musuh yang kelihatan digdaya malah kalah premature. Untung koper serba gunanya terlihat keren, dan pecut berapinya yahud.

#4. Thor (2011)
Kutonton di dvd bjgan di Ourwakarta. Jelang nikah, nunggu rumah sendirian ya tonton film. Pengenalan sang Thor yang legendaris, cast yang pas. Drama percintaan yang kental, Loki yang komikal hingga tautan ke Fury menuju Avengers.

#5. Captain America (2011)
Kuntonton di dvd bjgan di Karawang, drama calls action. Sebagai First Avengers memang sejatinya ga terburu. Cast yang lagi-lagi sangat pas. Takjub sama perubahan fisik sang manusia api Fantastic 4. Film pembuka grup superhero ini memang pantas disematkan, berhasil secara kualitas cerita, gagal secara aksi.

#6. The Avengers (2012)
Kutonton di bioskop buram Karawang Theater bersama kekasih tercinta. Gambar miring-miring, sub title tak terbaca, benar-benar pengalaman buruk menyaksikan film di bioskop bobrok ini. Saya tonton lagi di file computer lalu di Bisokop Trans TV. New York yang porak poranda menjadi begitu beringas dalam monster kendali Loki yang jahat.

#7. Iron Man 3 (2013)
Pengalaman nonton pertama di Imax Gandaria, perjalanan dari Karawang sejak subuh demi menyaksikan tipuan The Mandarin. Banyak yang kecewa karena ekspektasinya ketinggian, saya sih enjoy sekali. Bayangkan, kengerian sepanjang film itu ternyata ulah orang yang bukan kita kira. Malunya, negative thinking.

#8. Thor: The Dark World (2013)
Kusaksikan di bioskop Lippo Cikarang bersama kekasih tercinta, perjalanan dari Karawang dengan motor butut. Luamayn OK tipuan Loki, tragis orang tuanya dan tabir dibuka identitas kekasih Thor yang istimewa.

#9. The Winter Soldier (2014)
Kutonton di file laptop, dengan segala skor tinggi dan gegap gempitan atas kehilangan Nick Fury, kisah dalam Winter Soldier sejatinya hanya penggunung untuk meledak di seri tiga. Luar biasa adegan di lift itu.

#10. Guardians Of Galaxy (2014) – Belum nonton, file sudah ada, sub-nya hilang.

#11. Avengers: Age of Ultron (2015)
Kutonton di bioskop Bekasi pulang kerja, satu mobil ramai-ramai. Perjalanan jauh yang worth it, Indah muntah. Ini film aksi tanpa henti, sejak awal sampai akhir action bertubi-tubi sampai kehilangan logika. Bagaimana Vision akhirnya menjelma pahlawan. Oh ulah Tony lagi dah.

#12. Ant-Man (2015) – Belum nonton, dvd bjgannya sampai kelupaan naruh dimana

#13. Civil War (2016)
Kusaksikan di CGV Festive Walk, Karawang dalam keriuhan tanpa henti. Luar biasa, kepuasan bioskop di ubun-ubun. Ditonton bareng teman-teman kerja, agak terlambat karena pulang dulu. Ini adalah contoh film sukses secara cerita dan aksi. Paket komplit, saya menyebutkan simply awesome!

#14. Doctor Strange (2016)
Kusaksikan dengan rekan-rekan kerja di tengah pekan yang padat. Ini adalah keindahan visual dipadu dengan pintu kemana saja Doraemon, diselipkan kekuatan spiritual yang memadai. Ga nyangka Sherlosk bisa beraksi segokil ini. Dormamu saya ingin berunding, wkwkwkwk….

#15. Guardian Of The Galaxy Vol. 2 (2017)
Kutonton bersama kelurga untuk memperingati hari ulang tahun kekasih terkasih di CGV Festive Walk. Pertama kalinya saya lihat Groot dengan kalimat berulang, berima, dan tanpa emosi meluap. “I am Groot…!” perkenalan Mantis yang seksi dan sederet lagu-lagu jadul yang asyik di telinga.

#16. Spider-Man: Homecoming (2017)
Kusebut sebagai film manusia laba-laba yang Cuma hura-hura. Semakin ke sini Peter Parker makin muda. Setelah lulus kuliah dan bekerja di tangan Sam Raimi, memuda di dalam balutan dua seri Amazing kali ini malah kembali masuk sekolah. Yeah, have fun anak muda.

#17. Thor: Ragnarok (2017) – Belum nonton

#18. Black Panther (2018)
Kejutan besar, film kejutan tahun lalu karena masuk nominasi Oscar dan menang di teknikal. Bagaimana Wakanda mencipta pahlawannya, dalam perebutan kursi pimpinan yang keras, ganas, dan hitam.

#19. Avengers: Infinity War (2018)
This is it. Film ini saya sebut sebagai film terbaik 2018, dengan judul ulasan: wow wow wow.

#20. And-Man and The Wasp (2018) – Belum nonton

#21. Captain Marvel (2019)
Kutonton di bioskop CVG sendiri di tengah pekan di tengah malam pergantian hari. Inilah penghubung Red Code yang dikirim Nick Fury, drama kental disebut sangat kuat. Kalau ia dipanggil di posisi genting, untuk melawan Thanos yang sudah punya kekuatan komplit itu, apakah sang superhero cewek ini bisa diandalkan?

Jadi segala tanya ini akan tuntas per hari ini, 24 April 2019. Segala hype dan penasaran kalian akan terjawab? Jelas ga akan terlewatkan. Enjoy it! Tindakan Tom Holland yang suka ngoceh nyebarin cerita di Homecoming membuatnya tak boleh membaca skrip Infinity. Jadi jelas, di Endgame pun ia dibungkam banyak pihak. Saya sendiri kalau kena spoiler juga kzl kzl kzl. Jadi bagi kalian, hati-hati.

Endgame mungkin dirayakan berlebihan, bayangkan saja Cinemaxx sampai menaikkan lagi film ini ke layar demi menyambutnya. Tayang 24 Jam selama dua hari, jam tayang perdana bahkan jam 05:00 Subuh tadi. Gilax! Ini mungkin yang pertama kali ada di Indonesia, subuhan bareng Super Hero!

A celebrating of ten wonderful years of entertainment and fun. Well, well, well. Engrossing, epic, emotional. Evacuate the city! Engage all defenses! Semoga Endgame bisa lebih dahsyat.

Avengers: Infinity War | Year 2018 | Directed by Anthony Russo, Joe Russo | Screenplay Christopher Markus, Stephen McFeely | Cast Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Mark Ruffalo, Chris Evans, Scarlett Johansson, Don Cheadle, Benedict Cumberbatch, Tom Holland, Chadwick Boseman, Zoe Saldana, Karen Gillan, Tom Hiddleston, Paul Bettany, Elizabeth Olsen, Anthony Mackie, Sebastian Stan, Idris Elba, Danai Gurira, Peter Dinklage, Benedict Wong, Pom Klementieff, Dave Bautista, Vin Diesel, Bradley Cooper, Gwyneth Paltrow, Benicio Del Toro, Josh Brolin, Chris Pratt, Sean Gunn, William Hurt, Letitia Wright, Terry Notary, Tom Vaughan-Lawlor, Jacob Batalon, Samuel L. Jackson, Stan Lee | Skor: 5/5

Karawang, 280418 – 010518 – 300319 – Sherina Munaf – Aku Dan Rembulan || 240419 – Sheila On 7 – Film Favorit

*) catatan sudah dibuat dalam empat kali kesempatan duduk depan laptop. Dan baru finishing hari ini, sekaligus menyambut Endgame.

Mycroft Holmes – Kareen Abdul Jabbar and Anna Waterhouse

“Kesombongan mengakibatkan kehancuran. Dan keangkuhan mengakibatkan keruntuhan.”

Tahun 2016 buku ini sempat heboh, masuk ke daftar best seller beberapa pekan dan membuat penasaran. Selain karena ini adalah kisah sisi lain saudara Sherlock yang termasyur, buku ini ditulis oleh pembasket terkenal NBA, Kareem Abdul Jabbar. Sempat menginginkannya, menimang, memfoto, lalu akhirnya gagal bawa ke kasir. Baru terealisasi tahun lalu karena di lantai dasar Gramedia World Karawang sedang mengadakan GPU Vaganza. Kejahatan kecil yang pernah kutemui di sana-sini dalam hidupku tidak ada apa-apanya dibanding kemrosotan moral yang sesungguhnya, yang sekarang kusaksikan.

Harapanku memang tak muluk-muluk. Nama Holmes terlalu besar untuk ditulis oleh orang lain. Parody, gimmick, saduran sudah banyak dibuat, rata-rata mengecewakan. Harapan yang rendah itu untungnya tercapai. Memang kemunculan saudara Sherlock, Mycroft dalam dunia Sir Arthur Conan Doyle tak terlampau menonjol. Dia hanya muncul di saat-saat yang genting, atau saat diperlukan koneksi ke kerajaan Inggris. Nah, kisah ini adalah cerita sebelum Mycroft menduduki jabatan penting dalam lingkaran istana.

Yang agak mengejutkanku justru tempat utama kisah bukan di Inggris, tapi jauh merentang di Trinidad. Kenapa ciri khas Zaman Victoria yang agung itu malah dihindari? Mencoba bermain aman akan terkaman kasus dari sang adik? Ataukah memang sudah direncana akan ada lanjutan lebih detail? Tidak ada yang lebih buta daripada mereka yang tidak mau melihat.

Cerita dibuka dengan tenang, di mana ada perlombaan perahu dayung, Mycroft dengan jeli memasang taruhan untuk tim yang bertahun-tahun menjadi pecundang. Aku bukan tipe orang yang suka berspekulasi saat berurusan dengan uang. Bahkan dalam hal yang dianggap ‘pasti’. Ngasal yang beruntung ataukah beranalisis? Karena ini buku detektif, tentu saja metode ‘memenangkan’ jagoan sudah terstruktur. “Kau pemimpi, Sir.” / “Bisa kupastikan, aku bukan pemimpi.” / “Kalau begitu, kau ini angkuh, Sir! Ya, anak muda kurang ajar yang angkuh.” Di sini terlihat dia sudah memperlihatkan keangkuhan otaknya. Karena kelihaiannya memang teruji. Sementara Holmes bisa melakukan semua itu dalam sekejap. Hitung-hitungan sama alaminya bagi Holmes dengan bernapas.

Sherlock muncul sepintas dalam kisah, ketika masih kere dan penjabaran singkat sekali. Holmes merasakan lututnya lemas karena lapar. Di plaza dia memindai kerumunan sampai menemukan beberapa pedagang makanan. Tidak seperti adik laki-lakinya, Sherlock tinggi, berkulit gelap, luar biasa kurus dengan paras yang mengingatkan seseorang pada burung pemburu. “Aku benci gagasan jalan menuju neraka dibangun oleh mereka yang memiliki niat baik. Lagipula apa yang kita miliki kecuali apa yang kita niatkan.”

Sesuai adegan pembuka yang memperlihatkan sebuah kasus kematian anak-anak di pesisir pantai, ada ‘hantu douen’ yang memperangkap. “Apakah kau tidak curiga douen itu memanggil anak-anak hanya di sisi pulau ini.” Ya, di luar San Fernando, Trinidad kasus kematian anak-anak tak lazim terjadi. Satu, dua, tiga dst. Makhluk misteri penghisap darah yang harus dipecahkan. Tahayul ataukah benar-benar nyata. Konyol sekali, pikirnya. Aku tidak boleh mengaggap semua misteri yang ada di seluruh dunia sebagai urusan pribadi, karena kalau begitu karierku berumur pendek. Pembaca setia Holmes, pastinya memilih opsi pertama. Maka disusunkan runutan bagaimana sang jagoan bisa terlempar ke sana. Si rambut merah. Dia yang berambut merah menandakan nasib buruk dari awal sampai akhir.

Itulah yang selalu diucapkan suamiku. Dan hal terbaik yang bisa dilakukan seseorang adalah membiarkannya melakukan pekerjaan sebagaimana ia terlahir untuk melaksanakannya. “Menikahi wanita cantik adalah puncak ketololan, kau tidak akan pernha merasa damai.” Ya, kekasih Mycroft yang cantik Georgiana suatu malam tiba-tiba memutuskan ke Trinidad tanpa penjelasan detail. Hal tersebut membuat Mycroft terkejut. Douglas yang jua dari sana lalu menyarankannya untuk menyusul, ada sesuatu yang buruk sedang terjadi di tanah kelahirannya. Dengan akal-akalan, Mycroft mencipta surat tugas untuk menyusul sang kekasih. Para gadis seharusnya tidak belajar sama sekali, karena hal itu bisa memberi mereka penyakit kejiwaan. Kebingungan akan memaksa mereka terfokus hanya pada tugas di depan mata. Ada tiga racun bagi penilaian waras, cinta, benci dan dengki. Kulihat kau tidak begitu terpengaruh dua yang terakhir itu, tapi aku memintamu berhati-hati dengan yang pertama. Nah, tentu saja demi cinta yang jiwaku ada di tangannya. Begitu kau tidak lagi di sultana, kau tidak lagi dalam perlindungan. “Ah sungguh berita buruk di mana-mana, sungguh berita buruk.” Benarkah?

Cerita selanjutnya ya, terus berkutat di sana. Di Trinidad, di tanah seberang. Banyak intrik, pastinya. Kala itu memang British kan juaranya mencipta imperium, di sana salah satu tempat kolonialisme bercokol terbentuklah kisah ini. Mungkin tertebak, mungkin pula alurnya kurang gereget, tapi ya sekali lagi ini ditulis seorang pemain basket. Patut kita hargai. Douglas sebagai sidekick memang tak secemerlang Watson, tapi setidaknya Holmes tak sendirian. “Kaya atau miskin, Douglas, kita semua ini makhluk yang memiliki kebiasaan.” Segalanya tampak sesuai skenario, sampai akhirnya jagoan kita Mycroft Holmes mengungkap segalanya. “Kalau kau menghafal sesuatu, informasi itu akan ada di benakmu selamanya, berputar-putar di sana memenuhi tempat. Kalau kau mencatat sesuatu kau tidak akan mengingatnya sampai ada mengingatkannya padamu. Sama seperti teriakan nelangsa bocah itu, baru saja. Aku mencatat sesuatu yang kubaca yang berhubungan dengan yang kudengar. Apa itu sungguh aneh?”

Kehidupan atau kematian bukanlah hal penting. Yang terpenting adalah misinya: upaya kecil-kecilan mereka untuk menyatakan kebebasan bagi para tawanan. Dan sang musuh yang terlihat kejam itu, terlalu mudah ditaklukkan. Dia adalah perwujudan teori kegilaan moral. Manusia yang tidak punya sedikitpun nurani kemanusiaan. Kelemahan utama kisah seperti ini sering kali terjadi, di sini terulang lagi. Bukannya adu cerdik laiknya head-to-head sang jagoan versus sang antagonist, Mycroft Holmes malah drop. Sayang sekali. Satu-satunya yang tidak natural dalam hal ini adalah ada manusia yang tega melakukan hal semacam ini pada manusia lain.
Masa lalu tidak harus membentuk masa depan. Butuh tiga hari untuk menuntaskan 360 halaman. Meleset sehari karena sekarang musim hujan, malas bangun pagi. Kisahnya klise, awal mula sang kakak Sherlock ini memasuki kerajaan Inggris. Plot utama di Trinidad, terlalu muter-muter tapi yah, untuk permulaan bolehlah. Ditunggu kelanjutan petualangan Mycroft Holmes. “Sungguh khas pria, mengubah topik pembicaraan ke dirinya sendiri.”

Orang-orang yang paling terkelabui adalah mereka yang memilih mengabaikan hal-hal yang sudah mereka ketahui. Ending yang segar ditampilkan dengan menyinggung sang adik yang ‘dititipkan’. Meskipun membutuhkan renovasi di Baker street, adik lelakinya Sherlock Holmes akan segera lulus dan sepertinya akan membutuhkan tempat tinggal kecil sementara di London, membutuhkan kehidupan keluarga. Dan tentu saja Mrs Hudson akan menjadi induk semang yang baik. “Untuk Dickens, semoga Tuhan yang baik menyembuhkannya.”

Kareen Abdul Jabbar adalah seorang pembasket Milwaukee Bucks (1969-1975) dan Los Angeles Lakers (1975-1989), mencetak 38.387 poin. Tahun 1995 masuk Basketball Hall of Fame. Beberapa bukunya masuk best-seller New York Times, termasuk di dalamnya On the Shoulder of Giants yang diadaptasi dalam film dokumenter bersama Anna Waterhouse. Saat ini ia adalah ketua Skyhook Foundation dan kolumnis majalah Time.

Anna Waterhouse adalah penulis dan konsultan skrip profesional. Beberapa naskah film, tv series, sampai dokumenter. Produser frature-length ternama, On the Shoulder of Giants yang menang NACCP Image Award. Saat ini mengajar penulisan skenario di Universitas Chapman, California Selatan.

Kalau kau ingin membuat malaikat tertawa, beritahu rencanamu pada mereka. “Sayangku, aku tidak dapat menjanjikanmu kehidupan yang sungguh menarik, namun aku bisa menjanjikan bahwa kau akan sangat dicintai.” Nah!

Mycroft Holmes | By Kareen Abdul Jabbar and Anna Waterhouse | Copyright 2015, first published by Titan Publishing Groud Ltd of 144 Southwark Street, London SE1 OUP, England | 6 161 85026 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Cetakan pertama, 2016 | Alih bahasa Primadonna Angela | Editor Bayu Anangga | Proofreader Orinthia Lee | Desain sampul Martin Dima | ISBN 978-602-03-3332-8 | 376 hlm.; 20 cm | Skor: 3.5/5

Untuk nenekku, Venus yang menuturkan kisah-kisah terbaik dan membuatku bangga – KAJ

Untuk Eric dan Emily Annae, jiwa sekaligus hatiku – AW

Karawang, 171218-010119 – Nikita Willy – Cinta Putih || 210419 – Dizzy Gilespie & His Orchestra – Night In Tunisia (Interlude)

Pekan Ke 33: Lazio Vs Chievo

LBP 3-0, Immobile
Melawan tim juru kunci, Chievo yang sekarang bukanlah semenakutkan dulu. Pesta gol pasti terjadi, minimal tiga gol. Immobile bisa kembali memupuk kepercayaan diri.

Hasbi
Lazio Vs Chievo 2-0
Immobile
Lazio sedang dalam kondisi yang bagus usai menang 2-0 atas Udinese. Bermain di kandang, Lazio akan dengan mudah membantai Chievo. Minimal mereka menang selisih 2 gol di pertandingan ini.

Bob
Lazio 0-1 Chievo | Piazon
Lazio jumawa. Lazio Terlena. Chievo berpesta

Isabela Moner Prayitno
Lazio 3-2 Chievo; Immobile
Donkey adalah momok Lazio. Permainannya sangat barbar dan pernah jadi top global tanker. Tuan rumah akan mendapatkan perlawanan alot.

YR
Lazio 2-1 Chievo
Immobile
Lazio mendapatkan perlawanan keras dari Chievo.
Tapi Lazio berhasil memaksakan kemenangan.
Demi meraih tiket UCL musim depan

AP
Lazio v Chievo 1-0
Chievo udah pasti degradasi. Lazio wajib menang lagi. Immobile kembali jadi pembeda.

HAS
Lazio 4-0 Chievo
immobile
Lazio kembali ke track kemenangan. Perebutan zona UCL masih terbuka. Kemenangan telak akan membuat Lazio lebih PD menghadapi sisa musim ini. (rev1)

DC
Lazio 4-1 Chievo
Immo
Menang lagi. Itu kalimat pantas ketika lawannya adalah juru kunci. Ga ada yang lain.

Takdir
Lazio 5-0, Immobile.
Terbukti gambar FOC diganti Lazio langsung menang. Pengen jawab Caicedo yang sedang on fire, tapi sepertinya ini panggung Immobile. Laga terakhir jelang penentuan lawan Milan.

Depok, 200419

A Simple Favor: Gone Girl Yang Jenaka

Stephanie: “Five days ago. Emily went missing.”

Film dengan ending mengecewakan. Dari mula sampai pertengahan sungguh seru. Keren sekali, seksi dan merumit dalam bermain pikiran. Namun semenjak setelah pengungkapan bahwa sang istri tidak mati, tapi menghilang, bah alur langsung melemah dan rontok tak terkendali. Sempat digadang-gadang sebagus Searching yang sama-sama mencoba mengungkap sebuah kasus hilang/matinya seseorang, Searching berhasil menjaga tempo, bermain serius, dan memiliki twist yang bagus. A Simple Favor gagal mempertahankan gairah itu. Malah, adegan segitiga yang dinanti-nanti itu jatuhnya kayak sinetron klise yang tayang tiap malam di SCTV atau RCTI, ah sama saja buruknya. Astaga, saling silang tunjuk ujung pistol, tembak dan ah cuma bercanda, lalu sebuah mobil menghancurkan segala plot itu. Sayang sekali film dengan bintang besar Blake Lively dan Anna Kendrick berantakan. Gone Girl yang jenaka.

Sebelum memutuskan tonton, saya kena sedikit spoiler bahwa dua bintang utama akan ciuman. Catat. Saya juga kena bocoran bahwa film akan laiknya detektif, pencarian orang hilang. Catat. Selebihnya ngalir. Kisah dibuka dengan menyenangkan, bahwa Stephanie Smothers (Anna Kendrick) yang seorang Vlogger tentang cara memasak ala ibu-ibu kosmopolitan. Ia adalah orang tua tunggal dari putra semata wayang Miles Smothers (Joshua Satine). Kegiatan rutin menjemput si buah hati suatu hari berubah ketika teman main Miles, Nicky Nelson (Ian Ho) mengajak dolanan sepulang sekolah dan sang ibu yang seksi bak model Emily Nelson (Blake Lively), mengizinkan. Adegan kala Lively turun dari mobil, gerimis mengundang, dengan desiran angin disertai musik riuh benar-benar menggambarkan betapa ia istimewa. Betapa nyata eksplorasi kecantikan sang megabintang.

Di rumah Emily yang megah dengan dinding kaca lantai atas dengan view menawan jelas mereka dari keluarga terpandang, lalu mereka saling mengenal dan bergosip. Stephanie yang polos, mengungkap beberapa rahasia. Suaminya tewas kecelakaan mobil bersama saudaranya, ia pernah melakukan zina dengan saudaranya, ketika ayahnya meninggal sang ipar yang tampak reinkarnasi sang ayah membuat jatuh hati. Nantinya ini jadi kejutan pengungkapan fakta. Sementara Emily mengungkap rahasia, pernah main threesome. Wait. MML? Nope, MFF. Waduh… dan sang suami Sean Townsend (Henry Golding) ternyata adalah penulis buku Catenbury Tales, buku yang istimewa di mata Stephanie karena pernah dibacakan di klub buku, menjadi bahan skripsi dan dibedah khusus dalam diskusi. Pasangan ini bahkan tampak mesra, berciuman mulut di depan tamu! Betapa gairah dan norma menjadi samar. Stephanie memandang dengan tatapan damba. Asem.

Alur menjadi sesuai prediksi, ketika Emily meminta Stephanie untuk menjemput anaknya karena ia ada perlu, yang ternyata terdata ke Miami. Menjadi pengasuh sementara, saling bantu teman, sementara sang suami Sean sedang ke London menemani ibunya yang sakit. Dan misteri pertama dilemparkan ke penonton. Setelah beberapa hari, Emily dinyatakan hilang. Melalui vlog-nya Stephanie mengungkapkan kesedihan. Laporan ke polisi, melacak keberadaan yang memungkinkan Emily kunjungi. Bahkan sang protagonist lalu menjelma bak detektif ketika masuk ke kantor tempat kerja Emily, mencuri berkas, membuka fakta kecil yang tak disangka. Dan ketika penyelidikan seolah menemui jalan buntu, sebuah temuan menyedihkan diungkap. Emily ditemukan tewas di danau, mobil sewa tunai ditarik, mayatnya diotopsi, sakaw gara-gara heroin, dan tiket perjalanan itu palsu. Di sini jelas, arah pikiran penonton pasti sama. Sang ibu tunggal, penggemar bukunya Sean yang kini jadi ayah tunggal. Berhari-hari menjadi pasangan saling melengkapi. Sean bekerja sebagai dosen, Emily menjelma ibu rumah tangga idaman dengan masakan istimewa. Dan kalau mereka akhirnya tinggal seatap, mencoba membangun hubungan adalah keniscayaan. Happily ever after? Nope! Ini film thriller, eh film yang mencoba thriller gan.

Pesan-pesan rahasia Emily disampaikan seolah ia menjadi arwah gentayangan. Memberi sang anak Nicky sebuah amplop berisi gambar saling silang dengan tulisan Brotherf*ker. Mencoba mengirim sinyal keberadaan. Bahkan suatu saat Stephanie mendapat telpon langsung dari almarhum. Wow, kamu mulai menggila! Kamu sudah stress tingkat atas, orang mati menelpon! Film ini mau ke film horror? Tak terima dikatakan gilax, Emily lalu menelusuri kehidupan masa lalu ‘sang arwah’. Saya sudah bilang dari awal bahwa Emily ternyata tak mati, kok bisa? Padahal kita sudah melihat dengan gamblang mayatnya dikebumikan. Yup, sampai disini cerita memang bagus banget. Tapi penelusuran lebih lanjut terhadap identitas almarhum menjadi plot jenaka. Silakan ketawa.

Seperti Baby Driver yang hebat dari awal sampai pertengahan, A Simple juga luar biasa mengesankan. Baby menjadi luluhlantak berkat, eksekusi konyol betapa mudah senjata diangkat dan dar der dor dalam adegan balap bak fast and furious. A Simple terjun bebas ketika kemunculan plot lain yang lalu sampailah adegan segitiga itu. Apalagi motifnya cuma itu. Duh, maaf sekali. Duet perdana dua aktris istimewa sebagai dua peran utama Lively dan Kendrick berakhir bencana. “Anna and Blake are forces to be reckoned with.” Moga ada lagi film mereka berdua sebagai pasangan utama. Jangan kapok yes.

Sisi positifnya adalah, cerita detektif akan memudahkan plot dengan menemukan mobil yang diperosokan ke danau, catat jua dengan sengaja. Searching juga gitu. Bahkan ini kejadian nyata, sang ratu cerita criminal Agatha Christie kita tahu, beliau memainkan peran nyata sandiwara hilangnya demi meraih simpati, atau lebih tepatnya meraih perhatian dari kekasih tercinta karena kekecewaan hidup. Jadi kalau mau bikin cerita penyelidikan, coba taruhlah mobil dalam danau, pastinya menarik perhatian pembaca, pers dan sel-sel kelabu.

Cerita ditutup bak sebuah kasha nyata dengan menampilkan tilisan singkat nasib para karakter utama. Credit title-nya kreatif sekali, layak dinikmati sampai ujung walau tak ada adegan apapun. Selama tulisan berjalan ke atas, potongan adegan, foto-foto karakter sampai sekelumit gambar warna-warni ditampilkan dengan gaya slash miring dan potongan garis yang indah. Siapa yang bisa menolak keseksian Lively? Siapa yang ga penasaran selipan foto-fotonya? Coba kalau credit title film-film dibuat gini, pastinya banyak yang bertahan hibngga detik akhir. Ditambah soundtrack-nya bagus-bagus. Dari Mambo #5 (A Little Bit of…) dari Lou Bega, Les Passants nya Zaz sampai Bonnie and Clyde nya Brigitte Bardot dan Serge Gainsbourg. Meriah.

Berdasarkan novel karya Darcey Bell dengan judul yang sama yang merupakan novel debut, bukunya belum rilis saat film sudah sepakat dibuat. Walau akhirnya beberapa hal diubah, seperti Sean yang sebenarnya kerja di Wallstreet di film menjadi dosen. Atau untuk penyederhanaan, dalam novel Stephanie bukan Vlogger tapi Blogger, dst. Salah satu konsep uniknya adalah pembuatan martini, Blake Lively bahkan berlajar langsung dan mendemonya saat CinemaCon.

Mungkin agak terselamatkan di ujung sekali ending, kala vlog-nya Stephanie menyentuh view sejuta. Sungguh bahagia, menyampaikan cerita yang bisa dinikmati banyak kalangan, apalagi ini hanya dari seorang ibu rumah tangga. Hati-hati saat sobat kamu nanya, apa hal paling gila yang pernah kamu lakukan, rahasia biarkan tetap menjadi rahasia. Ssstttcan You keep A Secret?

Well decent, until it wasn’t. The movie was quite enjoyable for the longest time. Well and tricky. Then the conclusion happened. Drop till the end, so disappointed. Is it a joke baby? Hufh… gone girl gone bad. Nah… nah… nah…

A Simple Favor | Year 2018 | Directed by Paul Feig | Screenplay Jesicca Sharzer | Cast Anne Kendrick, Blake Lively, Henry Golding, Ian Ho, Joshua Satine | Skor: 3.5/5
Karawang, 170419 – Nikita Willy – Ku Akan Menanti – 190419 – Andre Previn, Herb Ellis, Ray Brown, Shelly Mann – I Know You So Well

#PemiluDay #TheGoodFriday

Pekan Laga Tunda: Lazio Vs Udinese

LBP 3-0
Kalau gagal poin penuh lagi, dah deh. Nyerah aja. Dah gagal presiden lagi, nyerah aja. Indonesia memilih…

DC
Lazio 2-0 Udinese
Immo
Main dikandang lagi. Setelah klh di San Siro. Tiga poin pasti.

AP
Lazio v Udinese 2-1
Immobile
Setelah dikalahkan Milan, peluang Lazio lolos ke UCL makin tipis. Udinese kembali main di Roma setelah kalah v Roma 0-1. Immobile akan kembali menjadi pembeda.
(REV #1)

Barbara Palvin Prayitno
Lazio 1-0 Udinese; Immobile
Kemarin kalah 1-0. Kali ini menang 1-0. Ibarat peribahasa yang berbunyi, jika kamu ditabok pipi kirimu, maka taboklah pipi kanannya, adil.

Hasbi
Lazio VS Udinese 1-1
Rodrigo De Paul
Lazio akan menghadapi rintangan yang tidak mudah dalam menggapai mimpi menuju panggung tertinggi eropa. Udinese siap menghadang Lazio. Rodrigo De Paul akan merepotkan pertahanan Lazio dan mencetak gol.

HAS
Lazio 0-1 Udinese
De Paul
Lazio sedang berada dalam tekanan. kekalahan vs AC Milan membuat mental Lazio Down. De Paul akan menjadi pembeda pada match ini.

AW
Lazio 3-1 Udinese, Lulić
Lazio siap raih 3 poin lagi. Siap menyodok papan atas lagi. Lulić akan cetak gol penalti.

YR
Lazio 3-2 Udinese
Immobile
Pertandingan yang seru.
Lazio bakal menekan untuk mendapat point penuh.
Demi lolos UCL musin depan.

Takdir
Lazio 1-0, Savic
Laga mudah diprediksi. Seperti pilpres yang riuh, mudah diprediksi. Hingar bingar hanya pengalihan isu kegagalan Pool juara EPL.

Karawang, 170419
#Pemilu2019 #PemiluDay

Happy Birthday Saoirseku

Be the person I’m playing. That’s what acting is. You’re pretending to be someone else.”

Dari 29 film Saoirse Una Ronan yang sudah mainkan termasuk animasi, tv series sampai video short, ternyata saya baru nonton 9 film, semuanya film layar lebar karena memang film sekali tonton yang paling nyaman dinikmati di era digital gini. Sebagai penggemar berat sang aktris Irlandia saya sejatinya selalu menanti tiap tahun, tapi ya ga kekejar semua. Contoh tahun lalu, ada dua film besarnya keduanya sudah siap tonton tapi hanya sempat kunikmati satu, waktu benar-benar jadi hal mahal. Terakhir lihat Mary Queen of Scots yang tragis, film ini hanya menarik juri Oscar di bagian teknik bukan di kategori utama. Sejak kapan saya mencintai Saoirse Ronan? Sejak tahun 2007 dalam film Atonement. Jadi remaja Briony Tallis yang nyebelin, menjadi saksi meragu yang mengubah nasib seseorang, yang kemudian membayar takdir dengan ‘mengubah’ nasibnya lagi dalam cara lain. Langsung saya tandai sang artis istimewa.

Namanya memang agak sulit dilafalkan, makanya ia mempunyai nick name Sersh, Saoirse cara bacanya adalah ‘seer-sha’ untuk Irlandia, untuk Amerika Utara bacanya ‘sur-shuh’, untuk British malah jadi ‘sair-sha’. Unik ya, saya baca logat Jawa menjadi ‘sur-sur’. Lahir di The Bronx, New York sebagai anak tunggal tanggal 12 April 1994 dari pasangan aktor Paul Ronan dan Monica Ronan. Saoirse artinya adalah freedom sedang Una nama tengahnya berarti unity. Dan Ronan dalam Irish artinya little seal. Sempat diisukan masuk jajaran Potter sebagai Luna Lovegood, sayangnya terlepas. Bayangkan, novel favorit diperankan artis favorit! Tahun 2018 ditunjuk sebagai duta UNICEF untuk world Barber Day campaign. Siapa sutradara favoritnya? David Lynch! Nah, film-film mumet yang nonton harus mikir semua. Haha…

Untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 25 yang jatuh kemarin, saya akan merekap film-film Saoirseku, yang sudah kutonton tentunya.

#1. Atonement (2007) as Briony Tallis
If I fell in the river, would you save me?”
Kisah cinta yang berujung bencana. Saoirse memerankan gadis labil Briony Tallis yang suatu saat secara tak sengaja melihat sebuah kasus pelecehan seksual yang menyeret orang-orang sekitar. Delusi? Imaji? Fantasi? Ataukah perkiraan saja? Bagaimana bisa keraguan itu mengakibat nasib seorang protagonist berubah. Kutonton sore hari lewat vcd sambil ngopi di kos Ruanglian_31.

#2. The Host (2013) as Melanie Stryder/Wanda
Don’t you want to be with Jared… and Jamie?”

Cerita alien yang cheesy seperti novelnya, pasca gegap gempita Twilight karya Stepanie Meyer. Tetapi ternyata ketika diadaptasi jadi begitu bagus. Bagaimana alien/makhluk angkasa yang merasuk ke manusia, menjadikannya inang yang malah menjadi kisah romansa remaja? Saoirseku memerankan tokoh sentral yang menjadi rebutan dua cowok tampan, Melanie Stryder yang ketika berciuman bisa menjadi juga Wanda. Kutonton lewat dvd pinjaman RanieWul.

#3. Hanna (2011) as Hanna
I just missed your heart.”
Keras, ganas, luar biasa menghentak. Dirilis pasca kehebohan Hit Girl-nya Kick Ass, Hanna mengambil set lebih mandiri. Remaja yang dibentuk menjadi mesin pembunuh tak terkalahkan. Memerankan Hanna sang tokoh utama, Saoirse memberi bukti bahwa ia bisa tampil dalam action penuh darah, bukan sekadar remaja cantik yang mempesona kalangan jetset. Kutonotn di laptop lewat unduhan teman, cuma file copas.

#4. The Grand Budapest Hotel (2014) as Agatha
Whence came these two radiant celestial brothers, united for an instant, as they croosed the upper stratosphere of our starry window, one from the east and one from the west.”
Ditangani sutradara hebat Wes Anderson, Saoirseku memerankan love interest yang hotel boy Zero. Perannya memang tak signifikan tapi secara keseluruhan filmnya sungguh indah, tentang pemilik hotel yang di masa jayanya di waktu yang tak tepat karena perang sedang bergolak. Dengan dedikasi dan kecintaan, film terbaik Oscar 2015 sayangnya menang empat piala hanya di kategori kelas dua.

#5. Brooklyn (2015) as Ellis
I wish that I could stop feeling that I want to be an Irish girl in Ireland.”
Romansa remaja perantau, dari Irlandia ke Amerika. Take and give, Saoirseku memerankan gadis galau yang berjuang demi masa depan yang lebih baik. Di tanah rantau, ditempa kerasnya hidup dan lika-liku asmara ia ada di persimpang jalan ketika saudaranya meninggal dunia dan dipaksa mudik. Pilihan sulit, kembali ke Amerika untuk cinta yang sudah didamba atau hidup kembali di kampung halaman yang jua sungguh menjanjikan. Kutonotn jelang penghanggan Oscar di laptopnya May.

#6. Lady Bird (2017) as Lady Bird McPherson
Just because something looks ugly doesn’t mean that it’s morally wrong?”
Film terbaik Saoirseku yang memerankan remaja di persimpangan jalan di tahun aneh 2002, palindrome, tahun yang hanya menarik saat dibalik tetap 2002. Lulus tahun 2003, ini semacam memoar sang sutradara Greta Gerwig. Membuat #SacramentoProud dan menasbihkan Saoirse dalam skala tinggi. Sayangnya segala nominasi bergengsi di Oscar berakhir tangan hampa. Di sini Saoirse benar-benar all out. Peran sentral yang menakjubkan.

#7. Mary Queen of Scots (2018) as Mary Stuart
Should you murder me, remember you murder your sister, and you murder your queen.”
Menjadi ratu Skotlandia yang sedang seteru/sayang dengan Inggris. Bagaimana tarik ulur agama, status social dan perang menjadi begitu menyentuh. Kasih nyata rakyat Skotlandia di era Elizabeth, Britania panas untuk angkat senjata. Endingnya… duh, sedih. Kutonton pasca Oscar 2019 di HP. Cerita bisa saja biasa, tapi akting Saoirse dan Margot luar biasa.

#8. City Of Ember (2008) as Lina Mayfleet
Why would he risk being thrown in jail, when everyone knows it’s againt the law to go out there?”
Buku dan filmnya keren. Sudah baca bukunya, sudah nonton di bioskop, sudah beli vcdnya, sudah beli dvdnya. Sebuah kota bawha tanah yang hidup dari cahaya buatan, kota yang terancam runtuh dan perjalanan ke atas yang mempesona. Kutonton pertama kali di bioskop, kutonton ulang lagi dan lagi di komputer kos juga masih seru. Efek jatuh hati di awal kesukaan jadinya membabi buta.

#9. The Lovely Bones (2009) as Susie Salmon
I wasn’t lost, or frozen, or gone… I was alive. I was alive in my own perfect world.”
Cerita tragis pembunuhan remaja oleh tetangganya yang freak. Memerankan sang korban, mengambil sudut pandang dunia antara kematian dan bisa memandang kehidupan bagaimana orang-orang terkasih yang sedih dan mencoba kembali menata hidup. Kutonton di dvd bajagan, menanti bioskop Lippo Cikarang kelamaan dan akhirnya lupa. Novelnya bagus banget, buku renungan kelas satu.

Berkali-kali masuk nominasi Oscar, sampai sekarang belum juga menang. Dengan sabar, tiap tahun kunanti, tiap tahun kujago. Oscar depan bisa optimis nih, Little Women ditangani Greta Gerwig lagi. Yakin sekali dia akan jadi besar pas lihat Atonement, dua belas tahun kemudian saya tetap yakin. Keyakinanku, kecintaanku. Anak pertamaku, kuberi nama Najwa Saoirse Budiyanto. Najwa dari Najwa Shihab, Saoirse dari Saoirse Una Ronan. My sur-Sur. Al fatihah.

Karawang, 130419 – Chet Baker – I’m Thru With Love

HBD juga temanku: Wahid C dan Fariz RP, wish you all the Best.

Pekan Ke 32: Milan Vs Lazio

LBP
Milan 0-3 Lazio, Immobile
GBK putih karena rakyat bersatu. San Siro merah karena Milanisti. Olimpico akan berpesta di final Copa karena telah melewati Milan dan juara. #ForzaLazio

AP
Milan v Lazio 1-0
Piatek
Lazio wajib menang kalau masih ingin tampil di UCL musim depan. Seri atau kalah akan membuat Lazio harus melupakan impian tampil di UCL. Piatek akan kembali mencetak gol.

Nurdinho
Milan v lazio 2-1
Piatek
Saling serang, bakal tersaji disini. Milan sebagai tuan rumah, tidak mau dengan mudah dikalahkan oleh sang tamu. Piatek selaku andalan mereka (Milan) akan menjadi momok bagi Lazio. Namun skor akan beda tipis untuk kemenangan Milan

Hasbi
Milan Vs Lazio 2-2
Piatek
Duel seru akan tersaji di San Siro antara Milan vs Lazio. Walaupun bukan memperebutkan gelar juara, tapi kedua tim masih saling bersaing memperebutkan tiket ke zona UCL. Duel akan berjalan seimbang dan Piatek akan kembali mencetak gol karena sedang on fire.

YR
Milan 1-1 Lazio
Kedua tim sama-sama bermain ngotot.
Demi posisi 4 untuk lolos UCL musim depan. Tapi kedua tim harus puas berbagi angka sama.

Firman Signori
Milan 1-2 Lazio
Milinkovic Savic
Duel Dua Tim yang kerap dilanda inkonsistensi.Lazio punya kans untuk meraup tiga poin mengingat Rossonerri lagi bad perform dalam beberapa GW terakhir. Piatek nyekor namun timnya tetap tidak bisa diandalkan.

Sandiaga Prayitno
Milan 3-0 Lazio; Piatek
Saya kecewa Lazione Budy tidak mau nonton Too Young Too Die. Padahal itu adalah salah satu film tergokil sepanjang masa. Maka dari itu, saya prediksikan Lazio akan kalah telak kali ini dan Inzaghi akan diganti Pioli musim depan.

DC
Milan 2-0 Lazio
Chalanoglu
Pertarungan 2 tim yoyo dalam performa. Main dikandang. Hanya itu kelebihan Milan.

Emas Nani
Milan 3-1 Lazio
Piatek
Duel tim medioker kembali tersaji pekan ini.Tim yg sama-sama sudah tersingkir dari liga eropa.Kali ini tuan rumah akan mengambil poin penuh.

Takdir
Milan v lazio 2-0
Piatek
Milan & Lazio bersaing di Serie A & Coppa. Sejak ikon grup diganti poto 3 pemain yang kini hijrah ke Inter. Lazio ga pernah menang. tren akan berlanjut.

Imoenk Milanisti
Milan 3-1 lazio, Paqueta
Maen kandang hlo. Wajib menang. Kalo gak menang lagi nanti ada yang galau akut. Kalau galau terus ngemil, berakibat pipi makin bulet.

AW
Milan 0-1 Lazio, Immobile
Milan waktunya kepeleset ini. Lazio akan menang lagi. Immobile golin lagi.

Karawang, 130419
Luar biasa GBK