Old Death – Karl May

Orang idiot paling pengecut dapat menjatuhkan seorang raksasa dengan sebutir peluru yang tak lebih besar dari kacang. Itu sebabnya kita harus bertindak cerdas.” Old Death

Catatan ini sebenarnya sudah mulai kusiapkan tanggal 17 Feb untuk pos tanggal spesial 25 Feb di hari lahir sang Penulis, tapi ternyata butuh editing lebih jadinya baru sempat pos hari ini. Pasca lihat Oscar saya bukannya lanjut ngetik malah tidur siang. Hiks, tidur siang pas hari kerja memang nikmat. Cuti yang sejati.

Apakah ada yang memiliki saran? Jika ada yang punya ide, sekarang waktu yang tepat untuk mendengarnya. Kisah detektif di abad ke 19 di Amerika Serikat yang keras, perjalanan dari kota ke kota dengan transpotasi seadanya, berliku dan butuh perjuangan ekstra. Nuansa koboi, tak seperti cara penelusuran Holmes atau Poirot yang penuh deduksi dan telaah mendalam, cerita dalam The Wild West Journey ini dibarengi banyak keberuntungan, tak detail, dibantu oleh orang-orang hebat di sekeliling dan berjalan dengan analis apriori. Karl May ketika menulis kisah, memang tak pernah ke Amerika sehingga detail kota tak tajam. Belati adalah simbol pemimpin.

Ini adalah seri kedua dari tiga buku Winnetou, jadi saya tak tahu bagaimana kisah sebelumnya tiba-tiba saya disuguhkan sebuah polemik, tokoh utama Old Shatterhand dalam posisi perjalanan setelah berpisah dengan Winnetou, begitu juga endingnya, cerita tak selesai karena memang bersambung. Wokeh, kalau ada kesempatan baik akan kutuntaskan awal dan akhir seri karena seri II ini secara keseluruhan cerita detektif ala koboi ini cukup memuaskan. Klasik. “Jika saja aku mengetahui apa yang ada di dalam benak Gibson dan ke mana dia bermaksud menyeret Ohlet!” | “Ya tentu saja, adalah sebuah teka-teki. Dia harus memiliki tujuan yang memandunya.”

Kisahnya tentang Old Shatterhand yang selesai menjalankan tugasnya dan memulai petualangan baru, dia ditempatkan dalam bencana kapal pecah dan seluruh hartanya ludes. Seorang pria keturuan Jerman ini lalu kembali ke New York setelah ngopi bareng teman lamanya Henry. Di New York dia berkenalan dengan kepala detektif Taylor yang lalu memperkenalkan seorang bankir yang juga keturunan Jerman, Ohlert yang memiliki seorang putra bernama William. Dari William inilah tersiar kabar bahwa ia baru saja menarik uang lima ribu dollar dan melanjutkan perjalanan ke Louisville. Dan ternyata itu adalah penipuan, pelakunya adalah perampok kakap bernama Gibson. Gibson adalah seorang penipu kelas atas yang sudah lama berkeliaran di Amerika Serikat dan Meksiko dengan menggunakan nama samara berbeda.

Dan inilah kisah utama buku ini, pengejaran duo William Ohlert dan Gibson. Old Shatterhand mengikuti jejak dari satu kota ke kota lain, sesuai judul bab pertamanya: detektif swasta, dia mengejar dengan banyak gaya. Yang pertama menarik perhatianku adalah puisi. Ketika aku membaca surta kabar aku biasanya membaca puisi terakhir kali, atau biasanya tidak pernah. Triknya variatif, dari menyamar sebagai editor surta kabar dengan mengejar seorang penyair yang menginap di sebuah hotel sampai pura-pura sebagai pria tersesat yang minta petunjuk jalan. Kisahnya tentang salah satu cinta yang paling setia, tetapi pada saat yang sama cinta yang tak bahagia. “Itulah yang kuduga, karena hubungan cinta yang tak bahagia adalah penderitaan terbesar, menyayat hati dan paling kuat yang kuketahui.”

Untuk menyetujui keputusan pengadilan dan berharap mereka akan menganggapnya sebagai katalis untuk awal kehidupan yang lebih baik dan berguna. Bertemu sang legenda Old Death, nah ternyata beliau adalah pahlawan lokal yang termasyur akan penyamaran lihai dan kini siap membantu proses pengejaran ini. Old Death terkenal membawa pelana kuda ke mana-mana, seekor kuda mudah didapat, tetapi pelana yang bagus sulit ditemukan. “Ya, mengapa tidak? Apakah kau malu? Urusan siapa kalau aku membawa pelana ke mana-mana bersamaku untuk membuat nyaman di padang rumput atau di hutan sekali-kali.” Jangan gunakan senjatamu, letakkan senjatamu di bawah kursi bersama pelanamu. Perlawanan hanya akan membuat situasi lebih buruk.

Sebenarnya Gibson nyaris tertangkap saat mereka tak sengaja bertemu di sebuah bar, sayangnya Old Shatterhand melakukan kesalahan, dan kurang cekatan sehingga terlepas lagi. Termasuk saat bertemu Old Death ia tak menyampaikan maksudnya langsung. Berkenalan dengan lamban, padahal sang legenda ternyata memang suka kisah petualang dan siap membantu. Yah, kalau langsung ketangkep cerita ini ga akan panjang juga sih. “Aku tak pernah mengharapkan pembayaran untuk nasihat yang kuberikan.”

Aku pernah mendengar mereka disebut sebagai bangsa pemikir, tetapi mereka tak tahu apa-apa tentang cinta. Bagian terbaik kisah ini mungkin saat proses penipuan di kapal, bagaimana seorang nahkoda-pun dilibatkan dalam proses pelarian. Jadi saat tahu ada penjahat separatis dalam kapal, para penumpang, kru dan sang jagoan melakukan siasat tricky. Mengusir mereka dengan gaya! Jika seorang Indian melihat potongan rambutmu, dia akan mati ketakutan. Tidak ada sebutir debu dan setitik noda terlihat. Itu tidak sesuai dengan niat untuk menemukan keuntungan di Barat.

Manusia bebas untuk melakukan segala sesuatu yang akan memungkinkan dia mencapai targetnya. Seandainya kau terbuka kepadaku, kedua pemuda itu sudah berada di tanganmu sekarang.” Bagian terbaik kedua ya saat pengepungan, yang justru menjadi korban. Memainkan siasat, para jagoan pura-pura tersudut lalu saat para penjahat sudah masuk ke perangkap, pintu di tutup sehingga mereka yang menyerang justru adalah yang ditawan. Kelompok separatis Ku Klux Klan yang menjadi bab dua sekaligus akhir menyajikan kisah heroik sang Old Death, lihai dalam mencium jejak bak film-film imajinasi bisa membayangkan siapa saja yang sudah datang ke tempat itu hanya dengan menciumi tanah, menganalisis kedalaman jejak kaki, sampai hal-hal yang dianggap mitos bahwa itu ilmu mistis. Aku menghargai pengetahuan melakukan kebaikan sekali dalam hidupku dan tidak akan menjualnya dengan harga berapapun. Padahal itu semua bisa dijelaskan. “Jika kau memiliki sepotong kapur, gambarlah denah rumahmu dan tata letak halaman di atas meja itu, sehingga aku bisa mengetahui arahku! Biarkan aku keluar drai pintu belakang dan tunggu di sana sampai aku kembali. Aku takkan mengetuk, tetapi menggaruk pintu dengan jari-jariku. Jika seseorang mengetuk, itu bukan aku, kau tidak boleh membukanya.

Bahkan rencana terbaik bisa gagal, Sir. Ini bukan hanya berperikemanusiaan, tetapi juga cerdas dengan membiarkan mereka masuk dan kemudian mengunci mereka di dalam sehingga kita menangkap mereka dalam keadaan hidup. Sayangnya memang kisah tak tuntas, harus melanjutkan ke buku ketiga untuk tahu akhir petualangan pengejaran Gibson ini. Semua penjahat sebenarnya pengecut. Keberanian mereka hanya muncul ketika melakukan kekerasan terhadap orang yang tak berdaya.

Karl Friedrich May lahir di Hohenstein-Ernstthal, Kingdom of Saxony pada tanggal 25 Februari 1842. Lahir dari keluarga penenun miskin, anak kelima dari 14 bersaudara, sembilan diantaranya meninggal saat lahir atau hidup beberapa bulan. Tak lama setelah lahir, ia sempat mengalami gangguan pengelihatan akibat kurang gizi, akhirnya bisa melihat kembali pasca operasi saat usia lima tahun. Seberapa suara bersorak untuknya jua. Dia membungkuk dalam-dalam, dalam bentuk setengah lingkaran, seolah seluruh dunia telah bertepuk tangan.

Saat berusia 27 tahun, ia dihukum tujuh tahun penjara karena dakwaan mencuri. Dalam penjara itulah ia banyak membaca buku dan belajar geografi, inspirasi inilah yang membuatnya menulis kisah petualangan. Karl May meninggal tanggal 30 Maret 1912 di usia 70 tahun karena penyakit paru.

Itu diluar kebiasaanku, mengirim sejumlah manusia pada kematian mereka dengan serentetan tembakan tanpa memberi mereka bahkan satu saat pun untuk merenungkan dosa-dosa mereka.

Old Death: The Wild West Journey | By Karl May | Diterjemahkan dari Winnetou II – Old Death: The Wild West Journey | copyright 1893 (versi Inggris oleh Marlies Bugmann (2008) | Penerjemah Preti Rianawati Prabowo | Penyunting Fitri Pratiwi dan Lis Sutinah | Proof Reader Tim Redaksi Visimedia | Penyunting grafis R Nuruli KWM | Penerbit Visimedia | Cetakan pertama, 2014 | vii + 160 hlm.; 140 x 210 mm | ISBN 979-065-219-4 | Skor: 4/5

Karawang, 17-250219 – Charles Mingus – Self-Portrait in Three Colors

HBD Karl May – 25021842 – 25022019

Bajak Laut Popcorn – Alexander McCall Smith

“Kita bisa melemparkan sebuah botol yang berisi pesan di dalamnya. Mungkin akan ada seseorang yang menemukan dan mengambilnya, lalu datang menyelamatkan kita.”

Cerita anak-anak memang selalu menyenangkan saat kamu menempatkan diri juga ke posisi sudut pandang anak-anak. Dari Penerbit Buah Hati yang memang melabeli diri sebagai childre’s book, kisahnya jelas sangat ringan, renyah bak popcorn yang meletup riang di lidah dan ternyata asyik jua. Bajak laut, popcorn, petualangan, serta terutama nama duo karakter Hermione dan Lucy. Buku mungil ini jelas nikmat dilahap. Kubaca Januari tahun lalu, dalam sekali duduk di Bus Taka Taman Kota Galuh Mas, Karawang saat menemani Hermione main ayunan, prosotan, bersama segelas es teh dingin dalam udara sore yang sejuk.

Kisahnya imajinaf, bahwa dalam peta Jamaika ada empat titik pulau di sebelah selatannya. Mereka terlalu kecil untuk dinamai, tapi sebenarnya titik-titik ini adalah kepulauan popcorn. Tak ada yang tinggal di sana, kalaupun ada kapal-kapal yang tersesat, terdampar, maka itu hanya sementara, karena kapal penyelamat akan datang dan membawa mereka keluar. Kakek Lucy mengubahnya.

Kakek Lucy melakukan penemuan hebat, menanam jagung (popcorn) di pulau itu dan sukses besar sehingga mereka kini menjadi keluarga petani popcorn. Awalnya nama pulau itu adalah Pulau Besar, Sedang, Kecil dan Mungil. Ini kisah tentang Lucy, saudaranya Sam dan temannya Hermione dalam mengarungi lautan melawan para perompak. Saat musim panen, kapal pengangkut datang. Sang kapten bernama Foster dengan anjing penjaga Biscuit. Sehari setelah kapal bermuatan popcorn diisi mereka berangkat.

Lucy dan Hermione yang bertetangga suka main lampu sorot untuk komunikasi, mereka akan saling kasih kode dari kedua jendela saat malam tiba. Dan esoknya kabar buruk tiba, kapal kapten Foster dirampok bajak laut. Dari sang kapten kita tahu, para bajak laut sungguh lihai. Kejadian pertama ini pastinya bukan pula yang terakhir. Besok mereka akan melakukan pelayaran lagi, kekhawatiran perampokan terulang kini membayangi.

Hermione memiliki ide bagus, mereka akan ikut berlayar esok. Lucy dan Sam juga turut serta, perjalanan beresiko tapi orang tua mereka mengizinkan. Pelayaran dimulai, “Kuharap kita takkan bertemu dengan bajak laut. Aku merasa sedikit ketakutan.” Namun demi keseruan cerita, tentu saja hal itu tak terwujud. Mereka berangkat sore harinya, saat malam menjelang laut begitu tenang, dan mereka berjaga bergantian.

Malam terlangsung damai, tak ada hal-hal yang mencurigakan terjadi.

Setelah sarapan mereka berpapasan dengan kapal pengangkut pisang dari Florida menuju Kepulauan Cayman. Kirain akan ada hal penting terjadi dengan kapal lain ini, ternyata bukan cuma selingan. Yang ditakutkan terjadi setelah siang harinya, ada kapal dari samping yang dicurigai kapal bajak laut. Dan benar saja mereka mendekat, rencana pun dijalankan. Anak-anak serta Biscuit lalu masuk ke dalam karung, untuk diam. Sang Kapten menyambut para perampok. Bajak laut itu bernama Bert dan Stinger. Saat penggeledahan, karung-karung yang bermula disampaikan kosong, mereka percaya sampai akhirnya Biscuit menggonggong. Mereka kini menjadi tawanan, Kapten Foster diikat dan kapal kembali melaju.

Mereka mempekerjakan Hermione dan Lucy di dapur menjadi asisten Miss Bert, Sam menjadi petugas galangan kapal, memanjat tiang, menjadi petugas cleaning sampai menjaga arah layar. Empat bajak laut lainnya kini kerjanya malas-malasan: Charlie, Bill, Ed dan Tommy. Jangan berharap ketegangan disampaikan, walau kini mereka jadi tawanan tapi kisah disampaikan dengan jenaka. Bagaimana Sam mengelabuhi para perampok dengan adanya kapal yang mendekat, tapi nyataya tak ada.

Rencana sesungguhnyapun dijalankan. Lucy yang tahu para penjahat itu malas dan serakah, memberi usul agar besok siang mereka memasak pocorn dan dengan tanpa curiga mereka setuju. Besok paginya kompor ditaruh di tengah dapur, berkarung-karung bahan disiapkan. Setelah minyak dipanaskan, popcorn-pun ditaruh. Tepat tengah hari, butiran popcorn-pun mulai melakukan tugasnya. Awalnya sedikit yang mengembang, menjalar dan kemudian ‘pop’ banjir popcorn terjadi. Begitu banyak popcorn yang mengembang, meletup, meledak bagiakan ratusan kembang api kecil, hingga luber ke tepian bak mandi aluminium sampai memenuhi kapal! Para bajak laut tertawa, dapur penuh popcorn, tapi saat akhirnya membludak, meluber hingga melewati batas, mereka terjebak dalam kepungan makanan! Lalu dengan mudahnya penjahat ini balik ditangkap.

Selesai.

Sederhana sekali bukan? Ya. Petualangan anak-anak melawan bajak laut, menang dan mereka kembali. Kapal bajak laut, menjadi milik para penyelamat. Para perompak, dipenjara lalu tobat. Menjalani hidup lurus, dan kisah ini ditutup dengan kejadian biasa. Segalanya kembali normal di pulau popcorn. Oh indahnya hidup. Semua penuh hati yang baik, masyarakat pemaaf dan damailah dunia.

Alexander McCall Smith lahir di Zimbabwe pada tanggal 24 Agustus 1948. Penulis cerita anak yang produktif, sudah mencipta lebih dari 50 buku termasuk serial Ladies Detective agency yang laris di banyak Negara. Tahun 2004, Alexander McCall Smith meraih British Book Awards dan Bestseller Association Author. Alexander McCall Smith tinggal di Inggris bersama istri, memiliki dua anak bernama Lucy dan Emily. Beliau ternyata juga seorang musisi pemain bass yang tergabung dalam RTO ( Really Terrible Orchestra).

Bajak Laut Popcorn adalah serial buku anak, kisah lainnya juga sudah diterjemahkan Lentera Hati. Buku anak-anak, dibaca orang dewasa yang cocoknya memang untuk didongengkan kepada anak-anak. Sepakat.

Bajak Laut Popcorn | By Alexander McCall Smith | Diterjemahkan dari The Popcorm Pirates | Copyright 1991 | Penerbit Buah Hati | imprint dari Penerbit Lentera Hati | Penerjemah Harisa Permatasari | Penyunting Herlina Sitorus | Penata letak Lulu Triardhian Helmy | Desain kover Farid Noor Fadillah | Ilustrasi isi Farid Noor Fadillah | Cetakan pertama, April 2010 | ISBN 978-979-18832-8-3 | 140 hlm.; 19 cm | Skor: 3/5

Karawang, 250219 – Helen Merril – Baby Ain’t I Good To You

Oscar Day 2019 – Thx to Bustaka Taman Kota Galuh Mas

Terawang Oscar 2019: Asal Bukan AS Roma

Pertama kalinya setelah pengumuman nominasi Oscar, saya tak menulis satu review film pun. Banyak hal berubah, tapi untuk acara pengumuman besok (25/2) saya tak berubah, saya tetap ambil cuti. Tak ada acara ke Jakarta, rencana nonton kembali ke warnet. Dari semua film yang tertera, 15 film selesai dinikmati, berikut cuap-cuap singkatnya.

#1. Black Panther – For Wakanda
Mirip sekali kisahnya dengan Lion King, begitu juga dengan Prince Caspian. Tapi dari sisi sang Raja yang memenangkan takhta bukan sang keponakan yang tersingkir. Memang epic, teriakan ‘For Wakanda…’ tak ubahnya lengkingan pasukan ‘For Aslan…’ kejutan, super hero masuk nominasi best picture.

#2. Bohemian Rhapsody – Somebody to love
Ini tentang sang vokalis Queen, bukan band-nya. Pasang surut ketenaran musisi dan bagaimana sebuah konser amal yang megah menjadi terasa manis sebagai titik balik kebersamaan sekaligus masa-masa jelang akhir.

#3. The Favourite – Komedi istana dan skandalnya
Cerita aneh ketika sang Ratu Inggris dan jajarannya ditampilkan dengan humoris satir. Balap bebek, percintaan tersembunyi sesama jenis dan bagaimana seorang pelayan menjelma menjadi penting. Kakiku sakit dan kamu harus mengurutnya!

#4. Green Book – Road movie of the year
Chemistry sopir dan tuannya yang manis sekali. Musisi jazz berkulit keling dan sopir keturuan Meksiko bersatu dalam film perjalanan konser, saling menjaga saling mengisi. Beruntung bisa menyaksikan di layar lebar. Dari semua kandidat best picture, jelas Green Book secara kepuasan berada di tempat tertinggi.

#5. Roma – Drama Yang Kuat
Pace memang lambat, tapi sabarlah. Mereka sedang menduplikat kehidupan untuk ditempel dalam layar. Tentang Meksiko yang bergolak, sebuah kelurga yang pecah. Dengan sudut pandang pelayan keluarga mereka mengarungi kerasnya kehidupan. Semua tampak natural. Kandidat terkuat pemenang piala tertinggi.

#6. A Star Is Born – Gaga dan kejutan yang tersisa
Lady Gaga debut bintang utama. Konser di bioskop yang sukses besar, piala demi piala dimenangkan seolah transformasi gadis penyanyi kafe menjadi penyanyi top hanyalah sebuah lentingan guyon. Tak semegah yang kuharap. American dream sekali kakak.

#7. Vice – Fakta fakta tersembunyi yang diungkap di balik Perang Irak
Walau tak terlalu mengejutkan juga, bagaimana akhir dari perang Irak pasca tragedi 9/11. Naskah yang disodorkan kuat, dialognya bagus dan acting Bale juara. Bagaimana sang wakil presiden mengambil keputusan penting untuk rakyat banyak, keluarga dan jantungnya.

#8. Avengers: Infinity War – Jentikan Thanos dan efek panjang masa depan umat manusia
Masih sangat segar di ingatan, bagaimana penonton terperangah saat film usia. Benar-benar ngeri men, semua menghela napas kesal. Megah, mewah, luar biasa. Tak sekedar action, film dengan ketelitian cinta para jagoan. Debu-debu intan, dan fan Spidey pun menangis.

#9. Christopher Robin – Pooh Fuuh!
Tapi ceritanya kurang lucu, fuuh. Tema penyelamatan dokumen, kisah kasih kelurga sampai petualangan boneka beruang kuning yang termasyur, fuuh. Fan berat Pooh pun tak bisa terpuaskan.

#10. A Quiet Place – Diam kau atau mati
Film kecil, cast minim, cerita sederhana, budget tak besar tapi menghentak bioskop. Sleeper hit of the year. Bagaimana sekumpulan makhluk pemangsa akan menerkammu bila kamu bersuara. Sssttt….!

#11. Isle of Dogs – Animasi yang tak biasa
Pulau anjing yang terbuang di Jepang. One stop motion. Penyelamatan anjing kesayangan dengan segala ketamakan kuasa. Proses pembuatannya rumit, seharusnya tak tangan hampa.

#12. Can You Forgive Me? – Penulis dan tipuan surat demi bertahan hidup
Chemistry aneh Penulis Lee Israel dan rekannya yang gay. Surat-surat berharga yang dibuat Penulis kenamaan dipalsukan, dijual dan trik menipu yang lucu. Sastra dan kemewahan para kolektor. Sisi hitam bisnis dunia literasi.

#13. Mirai – Masa depan yang ditata
Kartun Jepang memang selalu ada di hati. Tahun ini terwakilkan oleh Mirai yang artinya masa depan. Drama keluarga yang manis. Anjing yang menjelma penolong, dan dunia anak yang penuh imajinasi.

#14. Ralph Breaks the Internet – Cerita dalam jaringam
Sekuel yang mengecewakan. Terkadang memang yang sederhana itu lebih memikat. Game offline yang lucu dan humanis menjelma game online yang serba cepat dan kedodoran. Distribusi data kacau serta Ralph meraksasa, ampun deh.

#15. Cold War – Di Polandia kau istimewa, di sini biasa saja
Musisi Polandia yang terasing, pergi ke Paris dan mencoba menata hidupnya lagi. Jatuh bangun cintanya dengan penyanyi muda membuat intrik kehidupan yang rumit. Perang dingin di negara-negara yang mencoba kembali bangkit pasca Perang Dunia II.

Lima belas film. Ok jadi angka yang mewakili Oscarku tahun ini, sayang juga sih, padahal pengen nebak di bagian suara dan design, yo wes kita putuskan nonton lima belas film, tebak lima belas film. Mari kita tengok penerawanganku.

#1. Visual Effects: Avengers: Infinity War
Yang jelas bukan Christoper Robin. Film semegah Infinity War harus diharga sebuah piala. Dan efek-efek pertarungan para jagoan memang luar biasa tersaji. Snap! Dan kalian tertegun.

#2. Cinematography: Roma
Antara Roma dan The Favourite, tapi saya lebih condong ke Roma. Film hitam putih dengan segala kerapian dan kederhanaannya.

#3. Animated Feature Film: Spider-Man: Into the Spider-Verse
Saya belum menikmati Incredible. Yang pertama saja biasa, apalagi yang kedua? Tapi jelas, saya tak menjago Ralph atau Mirai. Bisa jadi Isle yang istimewa itu, tapi kok endingnya kurang sreg seolah ada yang kurang. Jadi kini saatnya Sony Animation Berjaya.

#4. Original Score: Isle of Dogs
Antara Black Panther dan Isle of Dogs, tapi karena Isle ada diurutan kedua dalam pelarian animated, maka di kategori inilah akan menyabet piala. Iringan musik dengan drum dan icik-icik-icik itu masih terngiang berhari-hari pasca menontonnya. Kamu menang lagi kawan!

#5. Original Song: Shallow (A Star is Born)
Keunggulan film musikal A Star Is Born ya pamer konser Lady Gaga. Walau saya lebih menikmati I’ll Never Love Again (mampus kau Cooper!), jelas Shallow yang terus nempel di kepala ada di pole position.

#6. Actress in a Supporting Role: Emma Stone (The Favourite)
Jelmaan dari pelayan ketus menjadi tokoh penting, senyum kecutnya, tawa dan kesedihan yang disodorkan kepada sang ratu dan penonton, melengkapi piala Emma.

#7. Actor in a Supporting Role: Mahershala Ali (Green Book)
Sekali lagi Ali menerima piala ini. Musisi handal yang mengalami pelecehan warna kulit. Lihatlah ekspresinya waktu pertama makan KFC. Lucux!

#8. Original Screenplay: Vice
Sekali lagi Adam McKay menerima piala ini. Ada dua bagian yang bagus banget dalam penyampaian cerita. Pertama separuh film kita mendapati sebuah ‘ending’, dalam tanda kutip yang bahagia sebelum mendapat telepon dari Gedung Putih, dan identitas sang narrator yang mengejutkan. Tak serumit Big Short tapi jelas ini punya keunggulan cerita.

#9. Adapted Screenplay: Can You Ever Forgive Me?
Baru nonton dua film, tapi karena saya tak suka gaya sinetron A star, maka saya jagokan Can You Ever Forgive Me? Film tentang penulis yang menipu ini memang lucu, ironis dan yah, kehidupan para pencerita tak seglamor yang kalian sangka. Makanya jangan palsukan buku ya.

#10. Foreign Language Film: Roma (Meksiko)
Baru dua film, Cold War bagus banget. Tapi Roma lebih dramatis lagi. Seolah memang sudah dikunci kategori ini dengan menunjuk Roma masuk nominasi tertinggi.

#11. Production Design: Black Panther
Saya menyakini Black Panther ga akan tangan hampa, dan mereka akan mengambil di hal-hal teknis. Salah satunya bisa jadi di sini atau di Costume design, tapi karena jatah saya satu ya pilih ini saja. Teknologi Wakanda dan bagaimana mencipta sang antagonis menjadi menakjubkan.

#12. Actor in a Leading Role: Rami Malek (Bohemian Rhapsody)
Ini pertarungan dua actor sejatinya: Bale vs Malek. Tranformasi Bale yang ramping, muda penuh gaya, lalu gendut, beruban sampai akhirnya diagnose sakit parah. Bagaimana ia menolak menyesal akan keputusan masa lalu, ini semua demi bangsa dan masa depan Amerika. Sungguh acting jempolan. Namun semua orang sudah terlanjur menunjuk Malek yang tampil menakjubkan menjadi lead vocal Queen.

#13. Actress in a Leading Role: Melissa McCarthy (Can You Ever Forgive Me?)
Hari ini saya dengar Melissa meraih razzie award. Can You Ever Forgive Me? Ga boleh tangan hampa. Yalitza Aparicio memang acting seadanya, karena ya seadanya. Polos. Ratu Inggris kukira tak mungkin menang kalau sakit kakinya tak kunjung sembuh. Gaga biarlah terus menyanyi. Mari kita ucapkan selama buat Melissa yang sukses menjadi orang kedua yang bisa menyatukan gelar Razzie-Oscar! Lee Israel yang masih tertawa walau divonis bersalah, jegal saja kakak.

#14. Directing: Roma (Alfonso Cuaron)
Kita sampai di dua kategori utama. Beberapa tahun memang beberapa kali rel director dan picture terpeleset, tapi itu jarang-jarang. Tahun ini memang tahunnya Alfonso Cuaron. Masih ingat bagaimana Children of Men yang megah dengan rentetan tembaknya. Potter 3 jelas Potter terbaik. Gravity di luar angkasa yang menakjubkan gagal menyentuh juri Oscar. Rasanya inilah saatnya, film sederhana dengan pilihan dua spectrum warna dan cerita yang menyedihkan berhasil menggapai piala tertinggi buat sang sutradara. Selamat!

#15. Best Picture: Saudara tiri Lazio
Sebenarnya saya jauh lebih terhibur oleh Green Book, mungkin karena nonton di bioskop sendiran dengan kepuasan tawa yang renyah. Sebenarnya saya lebih terpukau sama Black Panther, seru, senang, jumpalitan. Sejatinya saya juga terpesona sama Vice, adegan-adegan para pejabat Amerika yang panik tapi Bale tetap dalam kendali. Sayang, dengan berat hati saya harus akui Roma kali ini unggul. Saya biarkan unggul di film, tapi tidak di Olimpico. Deal?!

Karawang, 240219 – Aretha Franklin – Bill Bailey, Won’t You Please Come Home

Guru Generasi Milenial – Tri Winarno

Berpuisi merupakan suatu kepandaian manusia memanfaatkan imaji ke dalam tantangan kreatif merangkai kata-kata terpilih dan membangunnya menjadi seni.” – Remy Sylado

Diluardugaku, bukunya sungguh menarik. Mungkin karena saya belum baca Aesop sehingga rangkuman kisahnya tampak wow, petuah dari cerita fabel legendaris ini memenuhi buku di awal. Ditarik hikmah dan petuah, sampailah aplikasi di kehidupan modern yang masih sangat relevan.

Bukunya mungil, tipis, tapi isinya padat. Ditulis oleh seorang pengajar, sehingga judulnya pas. Awalnya judulnya kurasa tampak klise, tampak biasa sekali. ‘Guru Generasi Milenial’ lah, paling isinya juga tentang tata cara mengajar di era sekarang, mengajar murid harus up to date, menuju industry 4.0 yang kompetitif sampai petuah terkait pendidikan yang efektif. Nyatanya ga sesimpel itu, Tri Winarno pernah menjadi guru Bahasa Indonesia SD Muhammadyah Program Khusus Boyolali (2005), SMK Muhammadyah 04 Boyolali (2005-2008), SMKN 2 Klaten (2008-sekarang), mengajarkan siswanya untuk peduli baca. Dan bacaan yang dianjur adalah sastra. Nah, dari pembuka ini saya tertarik. The Power of Ngobrol, bagaimana awal buku ini ditulis, sampai wujud cinta literasi.

Kekuatan ngobrol itu dibagi dalam tiga hal: dimensi pertama: hati dengan pikiran lahirlah ‘stip’, ‘pintu’, ‘lampu’; ‘pekerjaan dan cinta’; ‘kerja dan libur’; ‘peran guru di era disruptif’ dan ‘puisi bermain kata arkais’. Dimensi kedua: pikiran dengan lahirnya buku ‘Aasop yang terlupa’; ‘merawat cita-cita dengan pen’; ‘buku guru dan mahasiswa’; dan ‘Koh Put On: Satu Nasion’. Dimensi ketiga: lahirlah ‘Air wedang dan minuman dalam kemasan’; ‘cerpen meranting dan pohon’, ‘Generasi Z’ dan ‘Budaya itu bernama bermain.’ Bagaimana aplikasi dalam kehidupan kita? Ada baiknya saya tak mencerita detailnya, karena memang harus diresapi sendiri, dibaca sendiri semuanya.

Untuk dapat menulis puisi yang baik, seorang siswa harus membekali dirinya dengan pengetahuan, pengalaman berkaitan dengan fenomena sosial, politik, ekonomi, dan sebagianya. Ia juga harus memiliki pengalaman estetis membaca puisi, bacaan puisi berbobot tentunya. Tantangan mengolah kata dan bahasa agar menjadi seni berpuisi masih menemui jalan berliku, dan jelas ini tanggung jawab bersama untuk mengenalkan seni tulis sejak dini kepada generasi muda. Yang diperlukan adalah kreativitas dan napas panjang agar tak bosan dan berhenti di jalan.

Mari kita nikmati puisi Taufiq Ismail berjudul ‘Dengan Puisi Aku’: “Dengan puisi aku bernyanyi | Sampai senja umurku nanti | Dengan puisi aku bercinta | Berbaur cakrawala | Dengan puisi aku mengenang | Keabadian Yang Akan Datang | Dengan puisi aku menangis | Jarum waktu bila kejam mengiris | Dengan puisi aku mengutuk | Napas jaman yang busuk | Dengan puisi aku berdoa | Perkenalkanklah kiranya”

Martin Buber berkata bahwa pendidikan yang paling esensial atau mendasar adalah pendidikan karakter. Muhammad Nuh, Sang Menteri Pendidikan era SBY bilang hasil mengajar adalah pengetahuan, hasil pendidikan adalah karakter. Tujuan mengajar agar anak didik lulus ujian sekolah, tujuan pendidikan agar anak didik lulus ujian kehidupan. Profesor Universitas California, Svi Shaviro dalam bukunya Losing Heart (2006) berujar bagaimana ruang-ruang kelas yang mirip pabrik yang memproduksi sumber daya manusia yang akan dijual sebagai tenaga kerja, para murid yang berjuang keras guna mendapat nilai memuaskan agar lulus, serta orang tua yang selalu memacu anaknya dengan perkataan, “Belajarlah yang rajin, dapatkan nilai tinggi,” bukan “ Belajarlah yang rajin, jadilah orang bijak bestari.” Pendidikan telah kehilangan hatinya, kehilangan jati dirinya sebagai wahana untuk membuat manusia menjadi makhluk berkarakter.

Kisah Aesop yang dirangkum juga cukup menarik, saya langsung berniat membaca lengkapnya. Pelajaran moral yang dialami oleh seorang anak bernama Aesop yang terbang ke alam mimpi dan berada di Negara Fabel, bertemu lelaki tua berjanggut putih, dan bercakap hakikat negeri fabel. Negeri tempat para dewa belajarkebijaksanaan, yang mengherankan tak ada satupun sekolah. ‘Untuk belajar tentang hidup, seseorang tak perlu duduk dalam kelas.’ Dalam sepuluh kisah ini kita benar-benar menjadi pemerhati, banyak pelajaran hidup, dan dorongan untuk menjadi seorang bijak. Halamannya hanya 80, disadur oleh Andrew Bailey. Mengakrabkan buku-buku sarat norma kepada anak-anak lebih bermartabat daripada membelikan mereka tablet atau gawai canggih. Sudah saatnya rumah menjadi tempat berkreasi dan berbuku. Dan Hermioneku-pun tersenyum. “Tiap-tiap orang menjadi guru, tiap-tiap rumah jadi perguruan.” – Ki Hadjar Dewantara.

Di bab Cerpen Meranting Phon, disungguh buku tebal kolektor edition yang dikuratori oleh Anton Kurnia berjudul ‘Cinta Semanis Racun 99 Cerita dari 9 Penjuru Dunia’. Saya sudah beli akhir tahun 2017, baru baca beberapa cerpen, belum tuntas. Bab ini semacam review Mas Tri terhadap buku berkover kuning ini. Runut, dipilih, dipilah yang laik untuk diperbincangkan. Oke sip, bulan depan saya tuntakan baca deh.
Baca puisi karya Shindunata serial Koh Put On, Anak Betawi sarat dengan kritik sosial. Saya belum baca, saya nukilkan salah satunya berjudul Anak Betawi: “Namaku Koh Put On | Cina Peranakan dari Betawi | Orang terima kalau aku dibilang aku anak Betawi | Apa artinya Cina | Jika sehari-hari hidupku lewat seperti orang Betawi | Yang biasa dan sederhana | Orang disebut Cina karena kaya | Sedangkan aku tak pernah tahu rasanya kaya | Kenapa lalu mereka tak mau menyebut aku anak Betawi saja | Andaikan hidup tak diukur dengan darah dan harta | Mungkin dari dulu orang takkan pusing | Apakah aku Cina | Karena seperti mereka | aku juga dilahrikan di tanah Betawi tercinta.

Jika engkau tidak dapat bekerja dengan cinta – hanya dengan kebencian – sebaiknya tinggalkan pekerjaanmu. Duduklah di gerbang kuil dan mintalah sedekah dari mereka yang bekerja dengan gembira.” Khalil Gibran. Bekerja dengan cinta merupakan kebahagiaan. Sebuah ramuan sederhana yang membuat perjalanan menghadapi rutinitas kehidupan tak menjemukan. Anggaplah bahwa bekerja ibarat bermain.

Berapa jam sehari yang bisa saya peruntukkan buat membaca? Paling banter empat, lima jam. Saya kerja pukul delapan pagi sampai lima sore di sebuah jabatan yang tak enteng tanggung jawabnya. Tapi sepanjang waktu itu yang saya rindukan cuma kembali ke sini. Di gua inilah izinkan saya menggunakan istilah itu – saya luangkan beberapa jam yang menyenangkan sampai pukul sepuluh…” – dari buku Rumah Kertas (Carlos Maria Dominguez). Saya sudah baca dong, ini kisah tentang pecinta buku kelas kakap. Obsesi menggila terhadap buku.

Kesimpulannya, tulislah buku tentang bidang yang kuasai, Mas Tri dengan jeli menceritakan pengalamannya sendiri dalam kelas. Seperti membuat tantangan menulis puisi untuk murid-muridnya, mencerita kesehariannya dengan buku, kebiasaannya dengan teman ngopi sampai tuturan pengalaman istri dan ibunya yang bermain kata untuk menyampaikan kode rahasia dalam komunikasi, sekalipun itu hanya transaksi jual beli. Tulislah kisah yang memang kamu pahami, kegiatanmu sendiri, ga usah ngawang-awang. Dan tentu saja, pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman adalah guru milenial terbaik untuk semua orang.

Tulisan ini saya tutup dengan kutipan dari Karlina Leksono, dalam buku Indonesia Baru (1999). “Membaca bukan bagian terpisah dari menulis. Keduanya adalah pembentuk jalan ke masa depan. Keduanya merupakan bagian yang memungkinkan perkembangan penalaran individual, pemikiran kritis yang independen, dan pembangkitan kepekaan terhadap kemanusiaan…”

Guru Generasi Milenial | Oleh Tri Winarno | copyright 2018 | Editor Ngadiyo | Tata letak dan ilustrasi Yohanes Saputro | Foto isi Koleksi pribadi Tri Winarno | Sampul Adipagi | Penerbit Diomedia | Bekerja sama dnegan Rua Aksara (Bening Pustaka) | Cetakan pertama, Agustus 2018 | xviii + 118 halaman, 12 cm x 19 cm | ISBN 978-602-6694-66-9 | Skor: 3/5

Sebagai ungkapan terima kasih dan cinta mendalam pada ayah, ibu, kaka, adik, istri dan kedua anakku: Naila dan Azzam.

Karawang, 180219 – Aretha Franklin – Bill Bailey, Won’t You Please Come Home

BIG Match: Genoah Vs Lazio

LBP
0-3
Prediksi Lazio kembali. Setelah off sebulan, inilah prediksi teman-teman FOC. Partai besar di antara Liga Sparing.

Imoenk Milanisti
Genoa 1-2 lazio, Immobille
Bisa apa Genoa tanpa Piatek? Emmm mbuh ya. Intinya sejak Piatek dibeli Cash Milan, cash hlo ya, gak pinjam apalagi hutang, Genoa mulai goyah. Kenapa? Ya karena mesin gol Piatek udah pindah. Simple. Eh tapi tapi Lazio juga gitu gitu aza. Bagus nggak, jelek mungkin. Mueheeeheeeeee. Tapi haqqul yaqueen laz unggul. Ciro tunjukkan pesonamu.

AP
Genoa v Lazio 0-1
Immobile
Sejak Piatek ke Milan, Genoa kesulitan bikin gol. Lazio harus menang jika ingin mengejar Milan. Immobile akan kembali jadi pembeda.

Emas
Genoa 2-1 lazio
Ciro.
Kekalahan di liga sparing akan menular ke liga domestik. Pekan yang berat buat Laziale. Tapi saya percaya kuis the Great akan selalu ada.

Takdir
Genoa 0-2, Caicedo
Lazio dalam dilema setelah para bintang antri di meja operasi. Genoah juga kehilangan besar striker Kompeten mereka Piatek dibajak Milan. BIG match bukan sekedar BIG match, gensi dan dendam Scudetto perang Dunia pertama selalu akan dibawa. Lazio lebih siap karena striker pujaan bangsa Felipe Caicedo akan tersenyum rupawan.

KangFirmanBukanLevelSaya
Genoa 1-4 Lazio
Durmisi
Lazio bakal menang d match ini Demi menjaga jarak dengan Milan di posisi 4 besar. kekalahan dari Sevilla kemaren bakal memotivasi elang ibukota tampil habis habisan.

HAS
Genoa 3-2 Lazio
STURARO
Lazio menyimpan pemain utama untuk leg 2 UEL. Sturaro akan menjadi pembeda. Lazio lengah menit akhir .

Hasbi
Genoa 1-1 Lazio
Immobile
Meskipun bermain di kandang Genoa setelah ditinggal piatek ke Milan akan kesulitan menghadapi Lazio. Namun, performa Lazio juga sedang kurang bagus. Hasil imbang 1-1 rasanya menjadi hasil yang realistis.

AW
Genoa 1-2 Lazio, Lulic
Game macam ini diprediksi akan alot dan ketat. Lazio sering inferior tiap menghadapi Genoa. Tapi kali ini Lazio akan menang dari gol penentu titik putih yang dieksekusi sang kapten Senad Lulić.

CEO Zaky
Genoa 1-1 Lazio; Kouame
Un amministratore delegato dovrebbe migliorare l’etica e la parola, riflettere attentamente prima di parlare. È imbarazzante per un CEO diffondere notizie false, perché quello che ha detto era una vecchia bufala dei dati che non era più compatibile con i dati attuali.

YR
Genoa 2-2.
Immobile.
Genoa bakal bermain habis2an demi menunjukkan tidak bergantung kepada Platek. Immobile tetap menjadi pendulang gol bagi Lazio. Hasil akhir menunjukkan Genoa tidak melemah di kandangnya, walau Platek sudah pindah.

Ayatullah
Genoa 1-1 Lazio
Correa
Tertinggal oleh Genoa lebih dulu. Lazio kesulitan mencetak gol. Akhirnya Correa menyelamatkan Lazio dari kekalahan di akhir pertandingan.

Damar irr
Genoa 0-1 Lazio (Correa)
Lazio dalam kondisi kurang stabil dalam permainan. Lini depan menjadi persoalan. Semoga 3 point’ didapat.. Grande Lazio.

Taman Kota Galuh Mas, 170219

Smokol

Kumpulan cerpen yang bagus-bagus sekali. Tak seperti biasanya kumpulan cerita dari cerpen Kompas Minggu yang rumit, kali ini serpihan yang dimaktub lebih nyaman. Hanya beberapa yang rumit, saya nikmati dalam waktu sempit-pun bisa ‘masuk’. Enak juga membaca kumpulan cerpen yang sudah terpilih gini, ketimbang baca rutin tiap Minggu pagi ya mending dalam bentuk buku yang sudah fipilah para master sehingga dijamin Ok. Kompas masih yang terbaik, apalagi disaring (lagi).

#1. Smokol – Nukila Amal
Dipilih sebagai judul, cerita ini memang yang paling bagus. Sungguh mencengangkan, ketika baca bagian saat di surga di mana kenikmatan sudah tersedia tanpa batas dan syahwat pating tlecek, kalimat penutupnya ironis sekali: “… Maka Tuhan bersabda, kenapa tak dari dulu, wahai manusia.” Batre bergumam. Dunia fana yang waktu berjalan linier ini, akankah berisi ujung Tamat atau dibangkitkan demi dua tempat di alam lain nanti? Maka Smokol lewat Batara menggugat. “Orang tua mengajarkan kami menatap orang yang sedang bicara.

#2. Iblis Paris – Triyanto Triwokromo
Kisahnya diputar-putar dengan gaya unik. Bagaimana sebuah ancaman bermula dan dirunut mundur. Tentang Katra dan saudaranya Anjeli yang terusir dari Dhaka sehingga menjadi imigran di Prancis. Dan keadaan memaksa menjadikanku seorang pembunuh. Namun setelah bertahun lari dari Khun Shan, ternyata masa lalu terus menghantui dan hasrat lama meluap lagi. “Masa depan kita bukan di negeri ini.

#3. Kiriman Laut Yang Terlambat – Beni Setia
Konspirasi dan persekongkolan warga mencipta rusuh ke rumah Masteri. Tentang aib dan kesalahan yang timbul akibat norma. Masteri yang konon diketahui menyembunyikan perempuan di rumahnya, dengan tangis pilu malam-malam. Dengan setting kampung di pesisir pantai, ketakutan, kegelisahan, simpati, benarkah tangis itu tangis manusia? Atau hal ikwal dari dunia seberang yang menjalani lelakon tak tuntas urusan dengan dunia kita? Sampai di mana kekalutan manusia melawan indra pendengarnya? “Lelaki rembulan yang berpedati. Lelaki rembulan yang berpedati.

#4. Senja Di Pelupuk Mata – Ni Komang Ariani
Ini cerpen yang paling nyaman diikuti. Gamblang dengan tema yang dekat dan sungguh nyata. Seorang ibu yang menhadapi usia senja, yang melepas ketiga anaknya untuk menempuh masa depan. Tak ngawang, tak njelimet, dituturkan bagus, dan benar-benar nyata bisa hadir untuk setiap orang tua. Si sulung Luh Wayan menikah dengan bule yang terkesima tarian anaknya, cus ke Amerika. Anak kedua, Made Sari menikah setahun berselang dengan wartawan asal ibu kota. Dan Wardhani, si bungsu yang kini menikah dengan guru sejarah dengan domisili Bali, hufh akhirnya ada yang ‘jaga’ orang tua di kampung. Namun, poinnya sama. Di kala senja, kita akan makin terlupa dan ditinggalkan, manusia pada titik akhir akan merasa tak berharga, tak menarik, tak diinginkan. Bukankah ini sudah jadi siklus kehidupan? “Kamu tahu, bukan ajal yang tiang takuti, atau keinginanku ke Tanah Lot itu. Tetapi tiang baru benar-benar tahu rasanya, saat ajal membuat kita merasa kalah dan tak berdaya…”

#5. Cerita Dari Rantau – Anton Septian
Cerita era kolonial, ada enam karakter yang terlibat. Pertama, Henze yang tiba di Sunda Kelapa demi menjadi penambang emas di Sumatra, jua alasan keelokan warga pribumi yang konon kecantikan perempuannya seperti secuil firdaus yang jatuh ke bumi. Kedua, Tuan van Goens yang bertugas menumpas pemberontakan Sultan Ageng dari Mataram di Batavia. Ketiga Heinrich Schumann, seorang tentara Jerman yang terluka saat perang di Ternate. Di Hindia mencoba bertahan hidup setelah luka batin tak berkesudahan. Keempat, Wiraguna budak lokal yang diminta mengantar jalan-jalan nyonya ke pasar. Kelima, A San penjual sayur dan daging, siang itu ia melihat pelanggannya nyonya Belanda dan budaknya. Keenam, Pieter Mossel penjual budak. Lalu sebuah tragedi dicipta, bagaimana respon mereka menjadi seru karena Batavia yang termasyur menjelma bencana. “Semestinya kalian tidak datang ke sini. Tempat ini seperti neraka.”

#6. Terbang – Ayu Utami
Cerpen terbaik kedua setelah judul utama. Tentang penerbangan yang terpisah. Statistik bilang kecelakaan paling tinggi sebagai pembunuh adalah transpotasi darat tapi Ari, seorang istri dan ibu dua orang anak mempunyai paranoia saat di perjalanan udara. Bagaimana kisah pesawat jatuh membuatnya memutuskan bahwa saat keluarga ini melakukan perjalanan tak bolah bersamaan, karena bila lotere maut berpihak pada mereka maka harus ada yang selamat. Maka perjalanan dengan orang asing di samping menjadi sebuah rutinitas Ari, sang fotografer. Resiko menitipkan nyawa dalam kotak hitam, katanya. “Saya tak suka teknologi, teknologi membuat yang tua tidak dihargai.”

#7. Sakri Terangkat Ke Langit – S Prasetyo Utomo
Sakri dan kenangan masa lalu di pabrik gula. Malam itu ia menyusuri ladang bekas tebu, era sudah bergeser. Kebun tebu menyusut dan menjelma tamanan lain yang lebih produktif. Tak semua orang bisa move on dari era kejayaan pabrik gula. Sakri dan Arum dan rahasia keluarga coba dibuka dengan tenang. “Aku akan moksa. Akan kutinggalkan kalian, dengan tanpa menyisakan raga.”

#8. Mangku Mencari Doa Di Daratan Jauh – Martin Aleida
Tentang Mangku yang tak ingin mati dan jasadnya dibakar di Bali. Ayahnya mati dengan menyedihkan atas tanah dan tragedi lama 1965, tanpa doa dan ari mata. Dan keinginannya menyeberangi Selat Bali menuju Jawa lalu ke Sumatra, menjauh dari tanah kelahiran. Bali tempat dewa bersemayam, apapun yang keluar dari sini berhak atas kayangan. Perjalanan bersama monyet dan anjingnya menuju tanah yang dijanjikan, hingga akhirnya sebuah musibah terjadi saat sampai di Jakarta akan menyeberangi Selat Sunda. “Persis sebagaimana engkau dikuburkan ini, bagitulah kematian yang kuinginkan. Mati baik-baik kawan, diiringi doa…”

#9. Merah Pekat – Fransisca Dewi Ria Utari
Kisah ini langsung menguingatkanku pada film Pan’s Labyrinth. Kenangan serupa lumpur yang mengendap di dasar sungai. Mengeras menjadi kerak menunggu hujan turun untuk mengangkatnya kembali menjadi satu dengan aliran air. Yasmin yang melawan memori di rumah benteng. Rumah berhantu yang dihuni anak kecil bernama Dante. Misteri itu terkuak perlahan, dan Yasmin harus memutuskan menjadi penghuninya atau kembali ke dunia fana. “Kamu tak bisa ke sana. Mereka berbeda denganmu. Mereka malam, kamu siang.”

#10. Rumah Duka – Ratih Kumala
Seorang lelaki mati, dan keluarga yang ditinggalkan berduka. Jenis duka yang ganjil. Dengan sudut pandang orang pertama, sang aku, sang istri mengkremasi, membooking rumah duka, menyiapkan upacara perpisahan dengan jas terbaik almarhum. Ia tahu, suaminya suka ‘jajan’, sebagai pemain saksofon, musisi jazz yang menjelajah malam. Lalu sudut berganti dengan wanita lain, selingkuhan Bim dan bagaimana mereka bertemu, ngobrolin jazz nyambung. Ketika sang istri sudah memakaikan jas terbaik, bisakah ia menerima wanita lain itu juga memasangkan dasi terbaik almarhum suaminya? ”Bolehkah saya…?”

#11. Dalam Hujan Hijau Fiedenau – Triyanto Triwikromo
Seperi biasa, Triyanto memang ahlinya menyesatkan pembaca dengan banyak istilah asing dan tuturan bahasa tak lazim. “Arok, mein Herz” – Arok, buah hatiku. Bagaimana kisah aku, yang menghadapi maut dan dilema dalam sekat setelahnya. “Apakah kini kau menganggapku iblis paling rapuh, sehingga perlu memberiku malaikat pelindung? Apakah kau tidak lagi menganggapku memiliki kekudusan cinta? Sehingga perlu memberiku kisah percumbuan yang lain?”

#12. Berburu Beruang – Puthut EA
Mas Burman dan aku berpetualang berburu beruang dengan fantasi tak berbatas. Jelas ini terinspirasi dari kisah legendaris Don Quixote, sang satria pengembara. Maka setelah beruang bisa dibunuh, dan ‘jasadnya’ dikubur. Mereka berencana berburu hiu berikutnya. Tapi kemudian kekasih beruang itu ngamuk dan merusak kampung… “Latihlah terus imajinasimu, perkuat daya hidupmu dan terus asahlah daya ciptamu. Kau boleh terdesak, boleh mundur, tapi kalau kamu punya tiga hal itu, kau tidak mudah ditaklukkan.”

#13. Ratap Gadis Suayan – Damhuri Muhammad
Di dusun Suayan kabar baik diimbuhkan, kabar buruk berhamburan. Raisya, janda beranak satu akan selalu ada ketika kabar duka tiba. Ia akan datang paling mula untuk menangis di depan jenazah, sejadi-jadinya, sekencang-kencangnya. Sepilu-pilunya. Raisya, si tukang ratap. Masa lalunya menyedihkan, karena ditinggal suaminya kawin lagi. Anak semata wayangnya Laila yang harus memiliki masa depan yang lebih cerah. Di masa tuanya, Raisya menemukan hari yang dilema saat seorang yang dibencinya meninggal dunia. Apakah sanggup meratap seperti sedia kala ataukah kepuasan dalam dendam nan tawa? “Bagaimana mungkin Raisya meratapi orang yang telah membuat ia meratap seumur hidup?”

#14. Kartu Pos Dari Surga – Agus Noor
Cerita sedih keluarga. Seorang anak yang selalu menanti kiriman kartu pos dari mamanya di surga. Ren, seorang wanita karir yang sering melakukan perjalanan, di era digital ia masih saja mengirim kabar ke Beningnya, anaknya dengan menggunakan kartu pos. Marwan tak bisa, tak tega menjelaskan ke anaknya saat Ren meninggal dunia, maka kisah kartu pos itupun dicipta. Sampai kapan? “Kau memang tak pernah merasakan bagaimana bahagianya menerima kartu pos. Mungkin aku memang jadul. Aku hanya ingin Beningnya punya kebahagiaan yang aku rasakan”

#15. Perempuan Sinting Di Dapur – Ugoran Prasad
Ini juga salah satu yang terbaik. Penutup yang sempurna. Lucu, sedih, tragis. Wak Haji Mail yang sekarat, setelah dua minggu di rumah sakit ia belum juga dijemput Izrail. Maka ia pun dipulangkan, masih dengan nyawa tapi tak sadarkan diri. Lalu masa lalunya dibuka. Mak Saodah yang memiliki warung makan di kampung memang galak, tapi ia memiliki resep rahasia yang membuat masakannya eunak dan lezat. Ia tak pernah tersenyum, anak-anak menjulukinya Nenek Sihir Dari Hutan Terlarang. Permintaan terakhir Wak Haji ternyata adalah persiapan tahlil ratusan orang yang memasak adalah Mak Saodah. Dan masa lalunya dengannya sungguh trenyuh. “Kudengar kau suruh makmu berhenti berdagang, Minah?” | “Ya, tapi Mak ga mau.” | “Kenapa?” | “Mak bilang, berdagang itu alasan hidup.” | “Berdagang?” | “Bukan, bukan berdagangnya. Memasak untuk orang kampung. Ya, itu yang menyelamatkannya. Itu menyelamatkanku.”

Buku dibuka dengan pengantar tujuh bagian tulisan Rocky Gerung: “Smokol”: Sebuah Perjumpaan Politik, orang yang saat ini terkenal dengan jargon ‘kitab suci adalah fiksi’. Ternyata beliau seorang dosen filsafat di Universitas Indonesia. Dengan banyaknya kata asing dan nukilan dari para orang tenar di masa lampau, sungguh tak terlalu nyaman untuk dinikmati. Buku ditutup dengan ulasan manis oleh Linda Christanty, seorang wartawan dan Penulis buku. Beda sekali cara menyampaikan uneg-uneg. Beda kelas, orang yang suka ngomong politik dan orang yang berkecimpung di sastra. Terlihat Linda lebih piawai merunut kelebihan serta keumuman 51 cerpen yang terbit di tahun sebelumnya sehingga saat dipadatkan dan dipilah 15 memunculkan Smokol yang terbaik. Alasannya juga pas, masuk akal, nyaman dan jleb sekali. Bahkan dijadikan judul epilog: Horor Di Meja Makan. Bravo Linda!

Smokol | Cerpen Kompas Pilihan 2008 | Penerbit Buku Kompas | Pertama terbit Juni 2009 | KMN 30105090028 | Penyunting Ninuk Mardiana Pambudy | Desain sampul Rully Susanto | xxiv + 170 hlm.; 14 cm x 21 cm | ISBN 978-979-709-423-2 | Cetakan kedua, September 2009 | Skor: 4.5/5
Karawang, 160219 – Bob Brookmeyer – Jive Hoot

Malam minggu di Festive Walk

100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia – Michael H. Hart (3/4)

100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia – Michael H. Hart (3/4)

Bagian pertama 1-25 ada di sini, bagian kedua 26-50 ada di sini.

Ide itu lebih kuat daripada pistol. Kita tidak ingin musuh kita punya pistol, mengapa kita harus membiarkannya punya ide?” – Joseph Stalin.

Setelah jeda dua bulan lebih, akhirnya saya sempatkan melanjut tulisan tentang Tokoh Dunia ini. Jadi mari kita telaah satu per satu. Kini kita memasuki paruh kedua urutan Orang Paling Berpengaruh di dunia. Ini adalah tulisan ketiga dari empat:

#51. Paus Urban II (1042 – 1099)
Nama aslinya Oddo de Lagery, lahir di dekat kota Chatillon-sur-Mane di Prancis sekitar tahun 1042. Terlahir dari kalangan bangsawan terkemuka dan mendapat pendidikan yang baik. Di usia muda, dan tahun 1088 resmi menjadi Paus yang berpandangan visioner. Pidatonya yang provokatif di Clemont, Prancis di depan ribuan massa yang menyatakan protes terhadap Turki yang menduduki Tanah Suci saat itu, dianggap menganiaya peziarah Kristen, memicu perang sehingga seruan berkobar Perang Suci-Perang Salib untuk kembali merebutnya. Dengan bumbu kekayaan alam Tanah yang Dijanjikan dan memastikan para peserta perang mendapat pengurangan dosa, tragedipun dicipta. Di akhir pidato ia berujar ‘Deus le volt’ yang berarti ‘Tuhan Berkendak’ yang menjadikannya teriakan perang selama 200 tahun, ada delapan Perang Salib besar dan banyak perang kecil. Pengaruh Perang Salib jelas begitu luar biasa terhadap peradaban, memuluskan jalan bagi Renaissance yang mengarah pada kemajuan Eropa modern.

#52. Umar bin Khattab (Sekitar 586 – 644)
Khalifah kedua sekaligus terbesar, awalnya beliau adalah penentang Nabi paling keras namun dapat hidayah sehingga menjadi pendukung Islam paling loyal. Menjadi penasehat Nabi paling terpercaya, setelah Nabi wafat khilafah pertama diberikan kepada sahabat dekatnya Abu Bakar, baru di tahun 634 Umar menjadi khilafah. Selama 10 tahun Islam menapaki masa jaya. Melakukan penaklukan paling penting dalam proses syiar: Suriah, Palentina, Irak hingga Byzantium termasuk Mesir. Umar meninggal di ranjangnya di Madinah tahun 644 oleh budak Persia, dan berpesan dalam komite untuk menunjuk Khilafah berikutnya yang terpilih yaitu Usman.

#53. Asoka (Kira-kira 300 SM – 323 SM)
Raja terpenting di India di era sebelum Masehi. Merupakan penguasa ketiga zaman Mauryan dan cucu dari pendirinya Chandragupta Maurya. Secara militer India begitu perkasa, zaman ini sama dengan era Alexander Yang Agung, dan Chandragupta adalah imperium pertama India. Asoka menjadi raja tahun 273 SM, awalnya ia mengikuti jejak pendahulu dengan memperluas daerah kekuasaan, namun delapan tahun kekuasaan di tangan menyadarkannya seratus ribuan orang tewas akibat perang. Dalam perenungannya ia menyesal dan menghentikan segala aktivitas militer, bahkan berbalik menentangnya serta menerapkan nilai-nilai Dharma yang berisi kejujuran, kasih sayang dan anti kekerasan. Asoka berhenti berburu dan menjadi vegetarian, ia menjelma menjadi seorang welas asih, mendirikan rumah sakit, membuat perlindungan binatang, memperkenalkan irigasi, membangun jalan hingga melunakan hukuman. Pengaruhnya luas dan bertahan di India dan dunia hingga kini untuk lebih cinta damai.

#54. St. Augustine (354 – 430)
Seorang ahli teologi ternama di zaman runtuhnya imperium Romawi. Tulisan-tulisannya berpengaruh terhadap perilaku Kristen hingga sekarang. Lahir di tahun 354 di Tagaste (sekarang Souk-Ahras, Aljazair) dari bapak penyembah berhala dan ibu Kristen taat. Usia enam belas tahun dikirim ke Catthage untuk belajar, bertemu kekasihnya hingga memiliki anak di luar pernikahan. Usia sembilan belas tahun memutuskan belajar foilosofi, dan memeluk agama Manicha, bagi Augustine Kristen terlalu sederhana. Pada usia dua puluh sembilan tahun ia pergi ke Roma, lalu ke Milan dan menjadi profesor bidang retorika. Menjadi akrab dengan uskup Hippo yang melalui khotbahnya menjadikan dekat lagi dengan Kristen. Lima belas tahun menjadi asistennya, saat uskup Hippo meninggal ia naik menjadi uskup hingga akhir hayatnya.
Banyak surat dan khotbah St. Augustine yang ditunjukkan sebagai penyangkalan Manicheanisme, Donatist (sekte pemecah belah Kristen), Pelagian (salah satu sekte bidah Kristen pada masanya). Perang kata dengan Pelagian yang panjang, dan pemikirannya bahwa Tuhan sudah tahu siapa yang akan diselamatkan dan yang tidak.

Pemikiran ini secara langsung berpengaruh pada teolog seperti St. Thomas Aquinas dan John Calvin. Dan pemikirannya tentang seks bahwa, “Tidak ada yang begitu harus dihindari dibandingkan hubungan seksual.” Termaktub dalam tulisan ‘Confessions’ yang mengaitkan gagasan dosa turunan dan hasrat seksual.

#55. William Harvey (1578 – 1657)
Dokter yang menemukan sirklasi darah dan fungsi jantung. Lahir di Folkestone, Inggris tahun 1578. Tahun 1628 menulis ‘An Anatomical Treatise on the Movement of the Blood and Blood in Animals’ yang ditasbihkan sebagai buku paling penting di dunia Fisiologi. Buku yang menjadi titik mula ilmu fisiologi yang memaparkan pemahaman dasar terhadap bagaimana tubuh manusia bekerja. Tahun 1651 bukunya ‘On The Generation of Animals’ memaparkan pengamatannya terhadap embriologi.

#56. Ernest Rutherford (1871 – 1937)
Bapak Fisika Eksperimental terbesar abad 20, penemuan terpentingnya terkait radioaktif dan fisika nuklir yang mempengaruh luas untuk senjata nuklir, pembangkit tenaga nuklir, penjejak radioaktif sampai penanggalan radioaktif. Lahir dan besar di New Zealand, Ernest yang baru berusia dua puluh tiga tahun sudah menyandang tiga gelar (B.A, M.A, Bsc) dari Canterbury College. Teori atomnya: setiap saat sebuah atom memancarkan sinar alpha atau beta, atom tersebut menjadi berbeda. Makalah Rutherford tahun 1911 menghancurkan pandangan umum dunia sebelumnya : jika sebuah potongan logam – benda paling padat menurut kita – terdiri dari ruang kosong, semua yang kita anggap sebagai sesuatu yang subtansial hancur menjadi titik-titik kecil yang meluncur dalam ruang hampa tak terbatas. Penemuan ini menjadi dasar dari semua teori modern struktur atom. Saat seseorang mengomentari kemampuan luar biasanya dalam penelitian sains bahwa ia selalu berada di atas gelombang angin, Rutherford menjawab cepat, “Well, kenapa tidak? Toh, saya yang membuat gelombangnya bukan?”

#57. John Calvin (1509 – 1564)
Seorang teolog Protestan dan seorang moralis paling besar dalam sejarah Eropa. Bernama asli Jean Cauvin lahir di kota Noyon, Prancis. Seorang lulusan hukum Universitas Orleans. Saat Martin Luther menempelkan 95 tesis di pintu gereja Wittenberg dan memulai reformasi, Calvin baru berusia 18 tahun. Pandangannya bahwa semua manusia berdosa, penyelamatan tidak datang melalui pekerjaan yang baik, hanya lewat agama. Takdir telah ditetapkan. “Kita tidak dipilih karena kita berbuat baik, kita berbuat baik karena kita dipilih untuk diselamatkan.”

#58. Gregor Mendel (1822 – 1884)
Penemu prinsip dasar hereditas atau keturunan. Lahir di kota Heizondoft, Austria (sekarang menjadi bagian Cekoslavia). Mendel adalah seorang pendeta, saat sertifikasi guru ia mendapat nilai terendah dalam biologi dan geologi, tapi sang kepala biara tetap mengirimnya ke Universitas Vienna untuk belajar matematika dan sains. Tahun 1856 barulah Mendel melakukan percobaan pembiakan tanaman, setahun berselang makalahnya terbit berjudul ‘Eksperimen dengan Tumbuhan Hybrid’ walau beberapa tahun berselang, tulisannya dicetak dan disebarkan, respon publik tetap dingin. Sampai akhirnya meninggal tahun 1884, Mendel nyaris terlupakan hingga akhirnya tahun 1900 saat tiga ilmuwan yang berbeda mengadakan penelitian botani dan secara kebetulan mengutip tulisan Mendel, sehingga memperkuat teori Mendel!

Teori Mendel yang terpendam itu menyatakan bahwa di dalam semua makhluk hidup terdapat yang disebut gen yang merupakan unit dasar dari makhluk hidup yang mewarisi karakteristik dari orang tua kepada anak. Lalu menyatakn bahwa jika kedua gen yang diwariskan untuk suatu ciri atau sifat saling berbeda maka biasanya efek dari gen yang dominan yang akan muncul, tapi gen yang kurang dominan atau resesif tidak hilang dan mungkin saja diwariskan pada turunan. Hebat! Seorang pendeta yang menjelma ilmuwan amatir bisa menemukan teori gen!

#59. Max Planck (1858 – 1947)
Fisikawan Jerman yang pada bulan Desember 1900 membuat hipotesis bahwa energi radian (energi dari gelombang sinar) tidak dipancarkan secara terus menerus tetapi dipancarkan dalam potongan-potongan kecil yang dia sebut dengan kuanta. Hipotesis Planck merevolusi fisika terkait teori kuantum dan memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai hakikat materi dan radiasi. Planck secara umum disebut sebagai Bapak Mekanika Kuantum, karena teorinya digunakan oleh beberapa ilmuwan berikutnya, tahun 1905 Einstein menerapkan untuk fotoelektrik, Niels Bohn tahun 1913 memanfaatkannya dalam atom. Tahun 1918 Planck menerima Nobel. Seorang anti-Nazi yang diburu Hitler, anak bungsunya meninggal tahun 1945. Dua tahun kemudian beliau wafat.

#60. Joseph Lister (1827 – 1912)
Yang pertama terbesit saat baca nama ini adalah obat septik kumur buat penyegar mulut. Dan yup, matching! Sang ahli bedah asal Inggris yang memperkenalkan operasi pengguaan sucihama dan antiseptik. Lahir di Upton tahun 1827, tahun 1852 menerima gelar dokter di Universitas College di London. Mulai tahun 1861 menjadi dokter bedah di Glasgow Royal Infimary, di sinilah beliau mulai bereksperimen terkait pereda sakit dalam operasi. Berkat jasanya, dalam penangan pasien saat operasi lebih aman karena infeksi paska operasi dapat ditangani, dan jutaan jiwa dapat tertolong. Lister meninggal tahun 1912 di Wilmer, Inggris.

#61. Nikolaus August Otto (1832 – 1891)
Penemu mesin empat tak dalam pembakaran internal, mesin serba guna yang dapat digunakan untuk mesin motor atau perahu, banyak dipakai untuk pabrik sehingga memajukan dunia industri hingga akhirnya sebagai prototype dalam mesin pesawat. Sebelum pesawat jet dirilis tahun 1939, hampir semua pesawat konvensional menerapkan mesin Otto. Dari semua itu, yang paling besar praktiknya adalah untuk mesin mobil.

Ilmuwan Jerman ini sungguh berjasa untuk penemuan-penemuan berikutnya. Tahun 1885, sepeda motor pertama lahir. Tahun berikutnya Daimler mencipta kendaraan roda empat. Karl Benz sudah mencipta kendaraan roda tiga sebelumnya, dan disebut sebagai mobil pertama di dunia. Daimler dan Benz bersatu dan terciptalah Mercedes Benz kemudian muncullah Henry Ford untuk produksi massal pertama mobil. Semua itu bermula dari penemuan mesin empat tak August Otto.

#62. Francisco Pizarro (Kira-kira 1475 – 1541)
Sang petualang Spanyol yang buta huruf. Sang penakluk kerajaan Inca di Peru, lahir di kota Trujilo, Spanyol. Pizarro datang ke Dunia Baru demi kekayaan dan ketenaran. Tahun 1502 – 1509 tinggal di Hispaniola, Kepulauan Karibia. Tahun 1513 melakukan ekspedisi di bawah Vasco Nunez de Balboa yang menemukan Samudra Pasifik. Tahun 1519 tinggal di Panama, ia terinspirasi Penaklukan Meksiko oleh Hernando Cortes, saat tahu ada sebuah kerajaan Inca ia lalu coba jelajahi. Percobaan pertama tahun 1524-1525 gagal, dan harus putar balik kapalnya. Dan akhirnya sejarah mencatat, Pizzaro dengan pasukan hanya 180 orang berhasil menaklukkan Inca yang berpenduduk enam juta jiwa! Kemenangan hebat, tak ada yang bisa melebihi penaklukkan dengan gemilang semacam ini.

#63. Hernando Cortes (1485 – 1547)
Sang penakluk Meksiko, lahir di Medellin, Spanyol. Saat umur sembilan belas tahun memutuskan merantau di Dunia Baru, menjadi petani dan Don Juan lokal. Tahun 1518 setelah menikah dengan ipar gubernur Kuba dan ditunjuk sebagai walikota Santiago, ia melakukan ekspedisi ke Meksiko. Mirip dengan Pizarro yang menaklukkan daerah yang hampir sebesar benua, menerapkan bahasa, budaya dan agama baru di daerah taklukan, menerapkan politik dengan Pemerintahan gaya Eropa.

#64. Thomas Jefferson (1743 – 1826)
Presiden Amerika ketiga yang menulis Deklarasi Kemerdekaan, lahir di Shadwell, Virginia. Kuliah dua tahun di College of Willian and Mary tapi tak lulus. Kemudian ia menjadi praktisi pengacara dan perkebunan. Tahun 1774 ia menerbitakn esai penting berjudul ‘A Summary View of the Rights of British America’, tahun berikutnya ditunjuk sebagai delegasi Virginia ke Second Continental Congress, tahun 1776 membuat draft Deklarasi Kemerdekaan. Setelah pemungutan suara untuk kemerdekaan koloni dari Inggris resmi diambil, draft itu pun diresmikan dan disetujui Kongres dengan modifikasi pada tanggal 4 Juli 1776. Sebagian poin dasar dari Undang-Undang adalah kebebasan beragama di Virginia yang akhirnya meluas diterapkan seantero Amerika.

#65. Ratu Isabella I (1451 – 1504)
Ratu Isabella I dari Castile akan dikenang sebagai Ratu yang membiayai pelayaran Colombus ke laut Atlantik. Keputusan berani dan penting sang ratu banyak didiskusikan dengan suaminya, Ferdinand of Aragon. Lahir di kota Madrigal, Kerajaan Castile (sekarang bagian dari Spanyol). Ratu Isabella yang lihai tanpa kompromi demi kejayaan kerajaan di atas segalanya, dekrit Inkusisi yang terkenalnya tahun 1492 memerintahkan Yahudi Spanyol untuk beralih ke Katolik atau meninggalkan Negara itu dalam empat bulan tanpa harta benda. Bagi 200.000 Yahudi Spanyol, dekrit itu tentu saja bencana. Isabella yang keras mengarahkan Spanyol ke agama yang ortodoks. Pengaruh Isabella jelas besar karena semenjak dekrit itu, bukan hanya Yahudi yang tersingkir tapi juga Muslim sehingga mewujud Spanyol dengan agama mayoritas Katolik yang kini kita kenal.

#66. Joseph Stalin (1879 – 1953)
Iosif Vissarionovich Dzhugashvili adalah nama asli sang diktator, lahir di kota Goru, Georgia di Kaukasus. Stalin hidup dalam kemiskinan yang amat sangat. Ayahnya yang kasar dan suka mabuk meninggal saat Stalin berusia 11 tahun. Tahun 1899 Stalin pernah dikeluarkan dari gereja saat seminar karena menyebarkan paham subversif. Tahun 1903 ia bergabung dalam gerakan bawah tanah Marxis dan saat pecah ikut paham Bolshevik. Sampai tahun 1916, ia ditangkap enam kali tapi karena hukuman ringan ia lolos terus. Setahun berselang revolusi Komunis pecah, tahun 1922 ia menjadi sekjen partai komunis dan dari sinilah ia menjelma kuat karena punya pengaruh. Lenin jelas menunjuk Leon Trostky sebagai penerus nantinya, tapi Stalin memainkan takdirnya tahun 1924 dengan membungkam pernyataan Lenin. Stalin bersama Lev Kamenev dan Grigori Zinovied membentuk sebuah ‘troika’ atau Triumvirate (tritunggal) yang berhasil mengalahkan Lenin, kemudian Stalin berbalik menumbangkan rekannya Kamenev dan Zinovied, perseteruan itu berakhir dengan Stalin menjadi diktator tunggal. Tahun 1934 pembersihan politik dimulai, dan segala yang menghalangi dimusnahkan.

Kebijakan terkenal Stalin adalah ‘Rencana Lima Tahun’ sebuah program percepatan industrialisasi Soviet yang kemudian banyak ditiru oleh Negara lain. Hal yang diingat dari Stalin jelas kekejamannya, tanpa belas kasih sedikitpun. Seorang yang mudah curiga, mendekati paranoia. Seorang yang cakap, kerja keras dan lihai dalam politik. Menjadi diktator selama hampir seperempat abad, pengaruhnya jelas sungguh besar terutama di Soviet dan wilayah sekitarnya.

#67. Julius Caesar (100 SM – 44 SM)
Gaius Julius Caesar sang pemimpin militer dan politik termasyur Romawi. Pada abad kedua Masehi, setelah perang Puni kedua yang dimenangkan Romawi, mereka membentuk kerajaan. Salah satu peninggalannya adalah penerapan kalender baru yang kita gunakan sekarang, walau ada beberapa modifikasi. Julius Caesar adalah figur kharismatik dalam sejarah. Buku yang ia tulis ‘De Bello Gallico’ yang menggambarkan penaklukan Galia menjadi literatur klasik.

#68. William Sang Penakluk (Kira-kira 1027 – 1087)
Duke of Normandy dengan beberapa ribu pasukan pada tahun 1066 melakukan penyeberangan di selat Inggris, dan melakukan penaklukan, dan Inggris tak sama lagi setelahnya. Lahir di Falaise, Prancis, William adalah anak tidak sah dari Duke of Normandy, Robert I yang ketika sebelum tewas menunjuknya sebagai penerus. Saat itu tahun 1034, William masih bocah untuk jadi penerus takhta. Karena statusnya, ia sering diolok lawan sebagai ‘the bastard’ atau si anak haram.

Natal 1066, ia dinobatkan sebagai pemimpin Inggris setelah penaklukan yang terkenal Stamford Bridge yang menewaskan raja Norwegia dan pertempuran Hasings yang menewaskan raja Harold. Sejarah inipun mencatat kemenangan ras Normady atas Anglo-Saxon, dan salah satu efeknya banyak suntikan kata-kata Prancis dalam Inggris. Andai tak ada penaklukan orang Norman, bisa jadi bahasa Inggris saat ini mungkin tak begitu jauh dari bahasa Jerman rendah dan Belanda. Sebelum 1066 tak ada perang Inggris-Prancis, setelah penaklukan ini banyak darah tertumpah dalam perebutan kekuasaan.

#69. Sigmund Freud (1856 – 1939)
Sang penemu psikoanalis, lahir di Freiberg, Cekoslavia (saat itu di bawah Austria). Saat berumur empat tahun pindah ke Vienna dan banyak melewatkan hidupnya di sana. Tahun 1881 lulus Universitas Vienna dengan gelar dokter. Selama sepuluh tahun berikutnya melakukan penelitian di bidang fisiologi. Tahun 1895 debut bukunya terbit dengan judul ‘Studies in Hysteria’ dengan partner Breuer. Tahun 1900 buku keduanya berjudul ‘The Interpretation of Dream’ disebut sebagai karya paling orisinal dan berpengaruh di dunia psikologi. Buku ini tak terlalu laris saat rilis, barulah setelah melakukan banyak tur dan kuliah Freud menjadi terkenal, dan bukunya diburu. Tahun 1938, Nazi menginvasi Austria, Freud dipaksa lari ke London dan meninggal setahun berselang.

Ide paling terkenal Freud adalah tentang perasaan seksual yang tertekan sering memainkan peranan dalam penyakit mental atau neurosis. Dia menunjukkan bahwa perasaan dan hasrat seksual dimulai sejak masa kanak, bukan di masa dewasa.

#70. Edward Jenner (1749 – 1823)
Dokter Inggris yang memperkenalkan vaksinasi. Berkat Jenner, cacar bisa dihapus dari muka bumi. Era sebelum Jenner, cacar adalah penyakit menular mematikan. Bertahun-tahun usaha melawan berakhir dengan kegagalan, 10-20% orang yang terkena cacar meninggal, yang benar-benar sembuh 10% yang lain akan membekas. Jasanya jelas sungguh besar atas penemuan vaksin ini. Jenner lahir di Berkeley, sebuah kota kecil di Gloucestershire, Inggris tahun 1749. Sejak remaja sudah berhubungan dengan rumah sakit, awalnya percobaan vaksin ini untuk sapi, pada bulan Mei 1796 diujicoba ke seorang anak James Phipps, ternyata sukses sehingga dibuat massal untuk kepentingan umat.

#71. Wilhelm Conrad Rontgen (1845 – 1923)
Sang penemu sinar X untuk rontgen. Lahir di kota Lennep, Jerman tahun 1845. Kisah penemuan sinar X termaktub pada tanggal 8 November 1895, ia melakukan percobaan sinar katoda yang terdiri dari gelombang-gelombang elektron yang dihasilkan dari menyalurkan listrik tegangan tinggi di antara dua elektroda yang diletakkan di ujung dua tabung kaca yang nyaris hampa. Seharusnya sinar tidak bisa menembus apa-apa dan terhenti beberapa sentimeter di udara. Tapi saat ditutup dengan kertas berat hitam, ada bias berpendar. Karena tabungnya rapat, Rontgen menyadari ada radiasi saat arus listrik menyala, karena sifatnya yang misterius maka ia menamakannya ‘sinar X’. X adalah simbol matematika untuk sesuatu yang tidak diketahui. Sebulan kemudian, ia menulis penemuan ini dan menghebohkan para ilmuwan sehingga dalam setahun ada banyak sekali makalah yang muncul terkait pengembangan sinar X. Tahun 1901, Rontgen menjadi orang pertama yang menerima penghargaan Nobel di bidang Fisika.

#72. Johann Sebastian Bach (1685 – 1750)
Komposer hebat dari Jerman yang pertama mengkombinasi ragam gaya musik. Bach semasa hidup tidak tenar, lima puluh tahun setelah kematiannya ia tetap musisi tak dikenal. Namun 150 tahun reputasinya terjaga dan sekarang ia diakui sebagai komposer terhebat. Bach lahir di kota Eisenach, Jerman tahun 1685, ayahnya seorang pemain biola sehingga sejak dalam kandungan sudah diperdengarkan musik. Secara keseluruhan menghasilkan komposisi 800 karya musik. Seorang Lutheran yang relijius yang berniat musiknya bisa melayani gereja.

#73. Lao Tzu (Abad ke-4 SM)
Satu-satunya buku yang paling sering diterjemahkan dan dibaca di luar China adalah buku tipis karya Lao Tzu atau Tao Te Chung (Jalan Klasik dan Kekuatan). Ide utamanya adalah mengenai Tao, yang lalu disebut sebagai ‘Jalan’. Taoisme mengambil pandangan bahwa individu tidak boleh melawan Tao, tapi harus menyerahkan diri pada Tao serta bekerja dengannya secara aktif. Untuk menjadi individu disarankan sederhana dan menyatu dengan alam. Seseoramg tak perlu mengubah dunia, tapi menghormati dunia. Lao Tzu juga bukan nama aslinya, tetapi lebih sebagai gelar kehormatan yang berarti ‘Guru Tua’.

#74. Voltaire (1684 – 1778)
Francois Marie Arouet adalah seorang pujangga, dramawan, penulis esai, novel, cerpen, sejarawan, filsuf, sampai-sampai dinobatkan sebagai rosul dari pemikiran bebas liberal. Lahir di Paris dari seorang ayah pengacara. Seorang yang merdeka dengan syair satir, membuatnya ditangkap dan dijebloskan dalam penjara Bastille selama setahun.

Voltaire adalah Penulis produktif, penghibur, seorang intelektual. Ia adalah seorang toleransi agama, saat usianya 60-an tahun ada penyiksaan terhadap Protestan yang membuatnya marah sehingga ia menyatakan diri perang terhadap para fanatik agama. Menulis banyak protes terkait intoleransi agama dan mengakhiri surat pribadinya dengan kata-kata yang terkenal ‘Ecrasez I’infame’ yang artinya ‘Hilangkan Hal-Hal Buruk’. Dan tentu saja kutipan terkenal ini, “Saya tidak setuju dengan apa yang Anda katakan, tetapi saya akan mempertahankan sampai mati hak Anda untuk mengatakannya.”

Penyataan kontrovesinya adalah pandangan bahwa agama yang terorganisasi pada dasarnya tipuan. Para aristokrat Prancis tak lebih bijak dan lebih baik darinya dan “Hak Tuhan dari Para Raja” adalah omong kosong.

#75. Johannes Kepler (1571 – 1630)
Sang penemu hukum gerakan planet dari Weil der Stadt, Jerman. Kepler menyadari bahwa setiap planet berputar sekeliling matahari dalam orbit berbentuk elips dengan matahari sebagai pusatnya, yang kedua menyatakan bahwa planet bergerak lebih cepat saat berada dekat kepada matahari; kecepatan planet berbeda-beda sedemikian rupa sehingga garis yang menghubungkan planet dan matahari menyapu area yang setara dengan panjangnya waktu.

Bersambung…

100 Tokoh Paling Berpengaruh Di Dunia | By Michael H. Hart | Diterjemahkan dari The 100: A Ranking of the Influential Persons in History (Revised edition) | Terbitan Citadel Press, Kensington Publishing Corp. Tahun 1992 | Copyright 1978, 1992 | Penerbit Noura Books (PT Mizan Publika) Penerjemah Ken Ndaru, M. Nurul Islam | Editor Hanif | Penyelaras aksara Alfiyan | Penata letak Nurhasanah Ridwan | ISBN 978-602-385-204-8 | Pernah diterbitkan dengan judul serupa oleh Penerbit Noura Books tahun 2012 | Cetakan I: Desember 2012

Karawang, 291118 – 150219 – The Dave Brubeck Quatet – There to Get Ready

Around The World In Eighty Days – Jules Verne

Sapi-sapi menghentikan kereta, dan berjalan beriring-iringan, seolah mereka tak merasa telah menghambat perjalanan. Parbleu! Apakah Fogg sudah memperkirakan kecelakaan ini dalam rencananya.

Novel pertama dari Penulis legendaris Jules Verne yang kubaca. Dijuluki sebagai Father of Science Fiction. Kemasyurannya tentu saja sudah akrab di telinga literasi, sudah lama ingin menikmatinya. Suatu saat pasti kubaca juga dua novel lain yang legendaris Journey to the Center of the Earth (1864) dan Twenty Thousand Leagues Under The Sea (1870). Jules Gabriel Verne (8 Februari 1823 – 24 Maret 1905) adalah seorang novelis kelahiran Nantes, kisah ini bermula di London, bukan Prancis.

Kesempatan baca akhirnya tiba saat ke Bus Taka Taman Kota Galuh Mas menemukan novel ini, kubaca cepat dengan dramatis saat Senin (11/02/19) pulang kerja hujan lebat, kawasan Surya Cipta mencipta genangan di pintu keluar sehingga sembari menanti reda saya baca di kantor sampai tuntas. Sungguh menyenangkan melahap buku keren di tengah hujan dengan segelas kopi.

Ceritanya tentang seorang rumahan yang perfeksionis, pendiam dan penyendiri. Phileas Fogg adalah seorang anggota dari kelompok pembaruan, dah hanya itu. Kumpul sama teman-temannya di klub reformis, main kartu sekedar main kartu bukan sebagai obsesi, Tuan Fogg bermain bukan untuk menang tapi sekedar bermain semata. Baginya, permainan adalah sebuah kontes, sebuah perjuangan, sebuah rintangan, namun perjuangan yang minim gerakan dan tak harus bersusah payah. Sesuai dengan seleranya. Diskusi dan ngopi sama rekan sejawat ini akhirnya sampai pada debat tentang sebuah Koran yang memuat berita analisis perjalanan mengelilingi dunia yang mungkin bisa dilakukan dalam 80 hari. Dalam 80 hari perhitungan menurut The Daily Telegraph: London ke Suez melalui Mont Cenis dan Brindisi, dengan kapal uap (7 hari). Suez ke Bombay, dengan kereta api (13’). Bombay ke Calcuta, kereta (3’). Calcuta ke Hongkong, kereta (3’). Hongkong ke Yokohama, kapal api (6’). Yokohama ke San Fransisco, kapal api (6’). San Fransisco ke New York, kereta (7’). New York ke London, kapal api dan kereta (9’). Totalnya 80 hari. Teman-temannya nyeletuk itu ora mungkin Lik, Fogg yakin bisa. Dan malam itu juga mereka bertaruh. “Aku akan bertaruh 4000 pound bahwa perjalanan seperti ini mustahil.” Kata mereka, uang disatukan dan Fogg komit. Hari itu hari Rabu, 2 Oktober akan berangkat dari London pada ruangan di perkumpulan pembaharuan, di hari Sabtu, 21 Desember pukul 8.45, jika tidak uang 20.000 pound akan melayang. Pria Inggris tak kan bercanda ketika dia membicarakan hal-hal serius yang dijadikan taruhan. Deal!

Di hari itu kebetulan Fogg mempekerjakan pelayan baru asal Prancis. Dia orang Prancis, dan orang Prancis suka sekali mengobrol. Passepartout yang juga tak gaul, menilai tuannya adalah sosok tenang. Betapa sederhananya pria ini. Ia adalah manusia mesin yang asli. Setidaknya aku tak merasa keberatan melayani mesin. Jadi betapa terkejutnya malam itu, ia pulang cepat dan memberi perintah tak terduga. “Kita tak butuh kopor. Hanya tas karpet dengan dua pakaian atas dan tiga pasang kaus kaki untukku dan untukmu hal serupa.” Malam itu juga mereka ke stasiun untuk memulai perjalanan panjang, seolah tanpa persiapan matang, hanya tas berisi pakaian dan uang. Berangkat dalam kereta di gerbong kelas pertama jam 8:40, lima menit kemudian peluit berbunyi dan perlahan-lahan kereta mulai meninggalkan stasiun. Just in time!

Passepartout yang shock sampai lupa mematikan kompor, haha, lucu sekali ini pelayan. Padahal dia adalah orang rumahan hingga saat ini. Segalanya tergesa, sang pelayan bersikukuh jamnya tak perlu menyesuaikan wilayah, padahal mereka berjalan ke arah Timur sehingga seharusnya mundur menitnya. Jam ini tak akan cocok dengan matahari. Malang sekali si matahari. Seharusnya jam itu diatur setiap bujur baru, karena jarum terus menuju ke arah barat yang merupakan arah yang berhadapan dengan arah matahari, sehingga hari menjadi lebih pendek empat menit di setiap derajat.
Secara bersamaan ada kasus perampokan bank dengan nilai luar biasa besar. Pihak bank memberi pengumuman bagi mereka sangat bersemangat untuk mendapatkan hadiah yang ditawarkan senilai dua ribu pound, dan 5% dari jumlah barang rampokan yang ditemukan. Perampok yang hebat selalu mirip dengan orang jujur. Seorang detektif swasta bernama Fix mencurigai Fogg-lah perampoknya, perjalanan keliling dunia ini hanya alibi guna melarikan diri. Maka ia pun mengejar, naik kapal dan kereta demi menangkap Fogg sembari menunggu surat penangkapan yang akan dikirim ke kantor polisi di tiap wilayah yang mereka datangi. Bumi telah mengecil sejak manusia dapat mengelilinginya 10 kali lebih cepat dari seratus tahun yang lalu.

Perjalanan ini menuai banyak argumen di media massa, banyak taruhan beredar, dapatkan Fogg melakukannya? Awalnya banyak yang optimis, tapi lambat laun menurun. Lord Albemarle, seorang bangsawan tua yang lumpuh, satu-satunya pendukung Fogg. “Jika suatu hal mudah dikerjakan, pertama kali yang harus dilakukan adalah menjadi orang Inggris.” Perjalanan ke Timur ini sungguh seru sekali. Ada saja hambatan yang diluar logika tercipta.

Ketika di India, naik kereta, relnya belum sepenuhnya jadi sehingga harus sewa gajah. Eh ralat, beli gajah! Gajah Kiouni lalu mencari pawang berkenalan dengan Kholby. Eh di tengah hutan ketemu suku pedalaman yang aneh. Melewati ahli sihir, mengiringinya dengan teriakan liar dan agamis mereka. Feringhea, pemimpin Thuggee dan juga raja pencekik yang memegang kekuasaan. Mencekik korban demi menghormati Dewi Kematian, tanpa mengucurkan darah. Pandangan mereka mengenai adanya keberadaan makhluk yang menyeramkan membuat orang-orang malang ini memilih berkorban lebih dari cinta atau fanatisme agama. Upacara yang mengerikan akan tersaji di mana seorang wanita akan dikorbankan. Logikanya Fogg cuek saja melanjutkan perjalanan, tapi tidak. Nuraninya terketuk, rombongan ini menjalankan misi penyelamatan! “Astaga, kau lelaki yang memiliki belas kasihan.” Seluruh distrik utara Vindhia adalah teater pembunuhan dan perampasan tak ada hentinya. Ada tempat suci yang dibangun di antara dua sungai suci: Gangga dan Jumna. Diluar duga mereka ditangkap karena masalah yang ‘sepele’ di Pagoda Pillaji. Polisi adalah representasi hukum, dan hukum sangat sakral di Inggris.

Saya tak perlu menjelaskan proses penyelamatan aneh ini, yang pasti rombongan ini bertambah satu dengan bergabungnya Aouda, ia bisa memilih kehendak sendiri. Pulau di Singapura tidak begitu mengagumkan, di sana tidak ada gunung-gunung, tetapi bukan berarti tidak ada pertunjukan. Sesampai di Hongkong, kendala lain datang. Fix yang menyamar selama ini jua bergabung seolah hanya pelancong, tapi Passepartout malah membuat kesalahan karena mabuk sehingga saat kapal sewa berangkat ia ditinggal. Hanya keajaiban yang membuatnya kembali bertemu di Shanghai. Berikutnya, Pass yang tahu kebusukan Fix membuat cek cok, tapi tetap perjalanan terus harus gerak sehingga mereka melanjutkan ke Nagasaki dan Yokohama.

Yang sulit adalah bagaimana cara menyeberangi samudra Pasifik yang membentang empat ribu tujuh ratus mil antara Jepang dan Dunia Baru. Pasifik hampir menyerupai namanya ‘tenang’. Toh akhirnya mereka menginjakkan kaki di San Fransisco. Dari ujung Barat ke Timur, melintasi banyak Negara bagian Amerika menuju New York, disinipun banyak keseruan dilibatkan. Ada Kontes kampanye politik antara Camerfield dan Mandiboy. Membuat masalah dengan seseorang sehingga di atas laju kereta api mereka berniat berduel, dramatis sekali terjadi pembajakan kereta oleh Suku Sioux. Pertempuran seru bak film action koboi klasik, yang sedihnya membuat Pass tertangkap. Saat di stasiun Fort Kearney, Fogg membuat keputusan berani. Melakukan misi penyelamatan tiga orang yang disandera suku Sioux. Bersama kapten Protocor dan delapan puluh pasukan mereka menghadang maut. Gagasan tuannya membuatnya bahagia, dia merasakn cinta, sebuah jiwa. Penampilan luar yang dingin. Dia mulai menyukai Fogg.

Saat akhirnya sampai New York, mereka ketinggalan tiga jam saat kapal yang menuju Inggris ternyata sudah berlayar. Namun tak mau menyerah Fogg mencari kapal sewa untuk mengarungi samudra. Ada seorang nahkoda yang berniat ke Prancis, disewa jua dengan mahal dan terpaksa tapi ternyata Fogg dengan berani merampas! Kapal senilai lima puluh ribu dolar dan dibeli enam ribu dolar untuk dibakar! Kapten Speedy yang terkejut. Dan segala rupa ini pada akhirnya berlabuh di Liverpool. Pertanyaannya tentu bukan bisakah mereka mengelilingi dunia, karena dengan penjelasanku bahwa berangkat dari London dan berakhir di Liverpool dengan rute ke Timur saja sudah pasti bisa, pertanyaannya adalah apakah bisa dalam 80 hari sesuai kesepakatan klub Reformis? Nah, kalian akan terhenyak sekali lagi saat Pass yang kecewa, Fix yang berengsek, Aouda yang menangis, dan Fogg yang pasrah menemukan fakta mengejutkan! Bagaimana jika Fix memiliki surat penahanan atas dirinya di saku, sangat kagum olehnya. Pastinya dia bukan siapa-siapa melainkan hanya keledai bodoh.

Ceritanya mungkin tertebak, tapi jelas cara penyampaian, konflik yang dihadirkan, pemecahan masalah yang tak lazim sekaligus luar biasa, sampai sekat-sekat masalah yang diterjang benar-benar memukau. Hebat, adalah kata pertama yang kulontarkan sesuai baca. Saya baca dalam tiga hari. Selesai baca semalam saat hujan lebat menerjang Karawang Timur pas jam pulang kerja, sehingga memaksa tertahan di kantor sampai selepas isya. Menyenangkan sekali membaca buku bagus. Terbitan Narasi, perlu banyak koreksi. Typo banyak sekali ditemukan, hingga ratusan kali ada. Sayang sekali, buku bagus diterjemahkan dengan kurang bagus.

Tak ada yang bisa kita lakukan selain pergi dari sini!”

Bayangan besar, didahului dengan sinar terang perlahan maju melintasi kabut yang memberi kesan fantastis. Jelas saya terkesan, ide mengelilingi dunia di abad 19 di mana alat transportasi belum secanggih kini sungguh brilian dan berani. Bukan sekedar jalan-jalan, bukan ala back packer yang suka selfie dan pamer gaya, Around The World adalah representasi nyata petualangan tanpa bumbu fiksi imajinasi. Segalanya tampak asli dan menantang.

Ditambah nilai kemanusiaan, hubungan erat tuan dan pelayan serta bagaimana sebuah harga diri dipertaruhkan. Sempurna sudah.

80 Hari Keliling Dunia | By Jules Verne | copyright 1873 | Diterjemahkan dari Around The World In Eighty Days | Penerbit Narasi | Penerjemah Denna Fanhmi S dkk. | Penyunting Nina Artanti R. | Desain sampul Ema Avianti | Cetakan pertama , 2018 | 325 hlm.; 11.5 x 18.5 cm | ISBN 979-168-522-3 | ISBN 978-979-168-522-1 | Skor: 5/5

Karawang, 120219 –– Benny Goodman & His Orchestra – King Porter Stomp
Thx to Bus Taka Galuh Mas, Karawang

Sesat Pikir Para Binatang – Triyanto Triwikromo

Benarkan kita hanya binatang yang terus-menerus berikhtiar menjadi manusia, Veva?

Semua manusia menyangka dirinya punya otak. Aku kira itu pandangan yang keliru. Manusia hanya memiliki sesuatu yang menyerupai otak. Otak sejati hanya dimiliki Tuhan. Karena itu aku tak mau berdebat soal otak lagi.” | “Kau mau mengajakku berdebat soal angin?” | Aku menggeleng, “Aku ingin mengajakmu berdebat tentang maling.”

#1. Setelah Pembunuhan Pertama
Ketika cerita dibuka, hal pertama yang terlintas adalah Orang Aneh-nya Albert Camus karena kuncinya jelas: pembunuhan, pantai, Aljazair, pisau. Kisahnya merentang, dari pembunuhan pertama yang berawal dari taruhan, petualang ke negeri asing, kejahatn demi kejahatan, sampai akhirnya identitas diungkap. “Apakah para pembunuh tidak memiliki agama sehingga mereka tidak punya belas kasih?

#2. Lembah Kematian Ibu
Ironi seorang ibu. Perceraian yang merenggut ketiga anaknya dari dekap karena dibawa mantan suaminya, dan bagaimana ia bertahan hidup dengan ‘anak-anak’ yang lain. Sampai akhirnya tanda-tanda kegilaan muncul. Rob mungkin mulai mengirim sihir busuk. Bagaimana kucing-kucing ini bisa berbicara jika tak ada cenayang yang menyusupkan suara Rob ke taring-taring runcing? Segeralah temukan kisah-kisah para martir Tuhan yang lebih tersiksa daripada kamu. Rasakan luka Kristus, pahami derita Musa. Setelah itu, asuhlah kucing ini sebagaimana kau mengasuh anak-anakmu. “Hanya iblis yang memisahkan aku dari kalian. Hanya iblis yang tak memberi kesempatan seorang ibu untuk mengasuh anak-anaknya…”

#3. Cahaya Sunyi Ibu
Ini adalah salah satu yang terbaik. Respon manusia saat menghadapi masa tua, imaji yang melambung dan keturunannya yang sibuk melawan waktu. Sang ibu yang dirawat di panti wreda Glendale berteman dengan Caroline dan pengaruhnya membentuk semacam konspirasi rumit, entah siapa yang salah segalanya tumpang tindih dan beberapa fakta tetap disembunyikan. “Kalau Caroline mati, pasti tak lama lagi aku juga mati.”

#4. Sihir Suresh
Seorang novelis sedang menggali ide, sedang mengembangkan cerita tentang pembunuhan Gina. Namun ternyata penyelidikan lebih lanjut tak seperti yang tampak kulitnya, karena beberapa lapis kejahatan malah membuat benang makin kusut, seakan kesaksian demi kesaksian itu bualan belaka. Ayu balik diteror, beranikah tetap menerbitkannya? “Dan kau percaya pada apapun yang ia katakan?”

#5. Tak Ada Eve di Champ-Elysees
Paris yang menawan, menawarkan kepahitan kisah manifesto seorang wanita yang ingin sebelum mati mandi parfum dalam bath tub. Sang aku adalah pasangannya, Nicole ingin mengadopsi bayi dan alasan-alasan mengapa hal itu harus terwujud. Gabriel yang malang. “… tubuhku akan selalu wangi jika kau segera memberiku momongan..”

#6. Bunga Lili di Tenda Pengungsi
Manusia unggul kau tahu, adalah manusia bebas. Keinginan membakar sebuah kamp pengungsian menjadi perdebatan eksistensi manusia. Sentimen ras, budaya, agama dan dogma manusia unggul. Adois yang keras, seorang nasional sejati Jerman yang menolak imigran. “Keluarga kita dikutuk untuk mahir mengendus bau kematian pasangan hidupnya…”

#7. Cara Bodoh Mengolok-Olok Quentin Tarantino
Ini cerpen terburuk dalam daftar. Sekalipun hanya komedi, Tarantino jelas seorang sutradara dan penulis skenario jempolan, tak etis mengolok sekalipun secara bodoh. Sungguh tak selaiknya diplesetkan gini. Ga tega baca tiap bab-nya, permulaannya sungguh busuk. Terjemahan atau saduran selalu lebih buruk dari karya asli. Akan tetapi percayalah, kalimat-kalimat yang kususun akan lebih baik karena pengalaman mengajarkan bahwa menterjemahkan dan menyadur karya buruk justru bisa menghasilkan karya cemerlang. “Kau menelponku dari neraka?”

#8. Semacam Gangguan Kecil pada Tawa Tuhan
Kalau sebelumnya yang dipleset adalah film, kali ini karya sastra. Sama ga sukanya. Jika kau menganggap cerita-cerita mapan itu merupakan perwujudan ketegangan manusia untuk meraih simpati Tuhan, kau boleh menyebut kisah-kisah yang kutulis sebagai semacam gangguan kecil pada tawa Tuhan. Dari Milan Kundera, Nietzsche, Akutagawa sampai Burges. “Karena kau – dan seluruh manusia masa kini – hanya mahir berpaling pada persoalan. Berpaling menjadi kata kunci seluruh tindakan. Dan ini, kau tahu Zarathustra, adalah tindakan para pengecut.”Nietzsche.

#9. Serat Bolonggrowong dan Buku-Buku Lain Yang Dibakar Oleh Polisi Agama
Kalau ini tentang buku-buku yang dibakar atau di mata mereka adalah buku-buku berbahaya. Saya sih menyebut tulisan ke-9 ini sebagai esai bukan cerpen. Dengan mencari. Dengan mencariku, pada saat sama dia sesungguhnya menemukan hal-hal paling tidak dipercaya, tidak mungkin digapai, tetapi meringankan kehidupan, dan menyembuhkan. Ini memang semacam pandangan Triyanto terhadap tindakan pemerintah dalam kasus pembakaran buku “… aku hanya tertarik pada kemampuan mencintai dunia, bukan menistakannya, bukan membencinya dan diriku, mampu memandangnya… dengan cinta dan ketakjuban dan penghormatan tertinggi…

#10. Samin Kembar
Pada tanggal 7 Februari 1907 Samin Surosentiko ditangkap lalu diasingkan oleh kompeni ke Sawahlunto, Padang. Dengan sudut pandang sang asisten Residen Blora, Aku bercerita keajaiban yang terjadi karena suatu malam sang aku didatangi Samin dan bercerita bahwa kompeni tak kan bisa menangkapnya. Kejutan manis di akhir ala detektif, sungguh asyik. “Kepalaku adalah rumahku. Pesantrenku, pesantren untuk badanku sendiri, berada di Kalang. Aku bertetangga dengan hujan. Aku sering bercakap-cakap dengan sungai.”

#11. Penguburan Kembali Sitaresmi
50 tahun tak bicara, akhirnya sang aku berani mengungkap fakta tragedi pembunuhan di Bukit Mangkang. “Apakah salah percaya pada hal-hal menakjubkan? Bukankah kisah-kisha para nabi di kitab-kitab suci juga menakjubkan?” Nah begitulah, 23 perempuan yang tewas penuh desus yang menguar itu dibuka. Lalu ia pun kembali membisu… “Siapapun akan menganggap ceritamu berlebihan.”

#12. Serigala di Kelas Almira
Di kelas IV Sekolah Dasar Merah Putih menjadi riuh karena lolongan berkali-kali memanggil arwah leluhur. Mereka sedang memainkan semacam drama sandiwara, Bu Prita sang guru mengajar bernyanyi dan gerak aneh delapan murid istimewanya. Dan kali ini desis dan lolong Almira sebagai serigala yang mengejar Selma menjadi benar-benar membuas. “Ceritakan pada kami, segala yang kau ketahui dalam mimpimu, sayang.”

#13. Jalan Bahagia Para Pembunuh Buaya
Saya bekerja di biro jasa pembunuh buaya dan penebar kebahagiaan. Mataratu yang memulai pekerjaan barunya bersama 99 calon lain. Dan histori tahun 1942 bagaimana para gerilyawan bersinggungan dengan 15 buaya paling buas. “Andaikata Anda tak terlalu buas, pada kehidupan berikutnya, saya akan menjadikan Anda sebagai kekasih sepanjang usia. Saya akan terus mencumbu Anda, tanpa jeda.”

#14. Sesat Pikir Para Binatang
Sebagai cerpen yang dipilih sebagai judul buku, cerita penutup ini memang istimewa. Sang Aku bekerja di kebun binatang Halasmon. Jadi penasaran dengan buku ‘Tak Ada Agama Untuk Binatang Pertama’, kutipan absurd ini, “Jika binatang diberi kesempatan memeluk agama, sebaiknya mereka tidak memeluk agama manusia. Agama para binatang – apa pun namanya – mungkin lebih bisa menjadikan hewan-hewan saling mengasihi, tidka baku bunuh dan memuliakan sesama.” Nasehat dan petuah Pak Nuh terus mengalir menjelaskan aturan dasar kebinatangan, dan kesesatan pikir mereka… Terus terang aku bingung apakah sesungguhnya mereka perlu beragama atau tidak ketika sebentar lagi seseorang akan membakar kebun itu dengan tanpa pernah memikirkan agama para hewan dan tumbuhan itu.

Kita baru saja bertemu dan kau tak suka pada pertanyaan yang terdengar seperti olok-olok seorang filsuf. Ini adalah kumpulan cerpen kedua yang kubaca dari Triyanto Triwikromo setelah Celeng Satu Celeng Semua, buku itu kubeli ga sengaja sih, penjual daring temanku yang kuminta masukkan daftar buku apa saja yang di bawah harga 50K, karena budget berlebih. Buku ini kurasa polanya mirip, bila tak mau dibilang sama. Rumit dengan banyak pengandaian, telaah dunia kedua, fabel dengan aturan tak lazim, pemakaian diksi yang benar-benar dipilih dan dipilah, sampai tersusun kalimat yang memang bagus. Beberapa kali baca di Kompas Minggu, dulu sih. Sekarang sudah ga langganan. Yang paling diingat ya Serigala di Kelas Almira, karena kubaca pas pindahan rumah dan Kompasnya kubaca terlambat karena masih dikirim ke rumah orang tua, kalimat ini yang paling mengena, “Hanya dewa matahari yang bisa mengubah serigala menjadi manusia, biarkan hantu-hantu sialan itu keluar dari tubuhnya.”

Ilustrasinya juara. Hebat. Benar-benar dibuat dengan menakjubkan, bagaimana sosok-sosok gaib, binatang fantasi sampai sketsa para manusia berkepala hewan dibuat dengan detail keren. Dengan warna hijau yang dominan. Yang paling bagus memang yang dipilih sebagai kover. Manusia bersayap berbaris membelakangi kita. Selain gambar yang memang unik, tempak ada rahasia yang akan disampaikan. Gambar-gambar ini dibuat oleh R. Kokoh Nugroho, pelukis gambar asal Semarang yang sudah malang melintang di banyak pameran galeri lukis. Beliau adalah pendiri dan pengelola Grup Rumah Pensil.

Entah kenapa saya kurang suka sama cerita yang memplesetkan atau menyadur karya terkemuka favorit kita. Kebetulan saya sudah melahap Kappa jadi sudah tahu kutipan ini dari Akutagawa Ryunosuke,Karena manusia buruk berbiak dan kita, termasuk kalian bangsa kappa, tak bisa membasminya.” Namun untuk buku yang belum kubaca memang jadi membuat penasaran, semisal Serat Bolonggrowong, “Aku tak pernah membaca buku. Setiap yang kau lihat – gerak angin, kelebat anjing, kepak sayap gagak, dan api yang membakar jerami – adalah buku. Paham semua tanda-tanda alam dan zaman lebih berharga daripada pengetahuan dari 1.000 buku.” Jadi memang mengutip karya orang lain berlebih itu tak baik, hanya akan mempesona pembaca yunior.

Hidup ini permainan kecil sebelum mati dalam dekapan maut yang memesona. Aku akan berjuang melawan diriku sendiri. Melawan sesuatu yang sulit dirumuskan sebagai musuh sejati, melawan rahasia Perjuangan adalah mendaki gunung dan kau tak bertanya untuk apa mendaki gunung. Tawamu adalah kuasamu, karena itu tertawalah. Kau boleh tersenyum saat memandang dan merasakan teror Stalin.

Sembahyang adalah wujud cinta kita kepadaNya. Sembahyang tak boleh kita jadikan upeti. Sembahyang bukanlah semacam jual beli kita kepadaNya.

Sesat Pikir Para Binatang | Oleh Triyanto Triwikromo | GWI: 571610020 | Editor Cicilia Prima | Desainer sampul Iksaka Banu | Penata isi Lisa Fajar Riana | Pelukis sampul & Ilustrasi isi Kokoh Nugroho | Fotografer lukisan Nugroho Dwi Adiseno | Cetakan pertama, April 2016 | Penerbit Grasindo | Skor: 4/5

Karawang, 090219 – Ella Fitzgerald – Indian Summer (live)

The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood

Mungkin hidup yang kupikir kujalani ini adalah suatu delusi paranoid. Dalam kesaksian lebih baik mengarang sesuatu daripada bilang tidak punya apa pun untuk dibeberkan.”

Inilah buku yang paling kutunggu di tahun 2018. Isu novel akan diterjemahkan sudah muncul bulan Oktober 2017. Saat itu WAG Bank Buku langsung ramai mengantisipasi. Tahun 2018 awal dalam proses, kiranya akan terbit pertengahan tahun. Mulai hilang rasa sabar untuk rilis tahun itu saat November, karena semakin mundur prosesnya, pihak Penerbit memberi jawab: hati-hati menterjemahkannya agar bagus, dan tak mengecewakan. Saat harapan meredup, akhirnya pada tanggal 28 Desember 2018 akun twitter resmi Gramedia mengumumkan bahwa buku rilis tanggal 31 Desember 2018 bersama Exit West karya Mohsin Hamid dan The Mystery of Three Quarters, buku ketiga Sophie Hannah seri Poirot. Wew, benar-benar di ujung tahun. Saya langsung ke Gramedia Karawang sepulang kerja, saya telurusi rak new release ga nemu, saya search di komputer ga ada. Kecewa. Huhuhu… esoknya di tahun baru saya japri ke akun ig Gramedia Karawang menanyakan, dan ternyata sudah tersedia hari itu. Maka selepas liburan di Wonderland Waterpark Galuh Mas saya mampir untuk beli novel ini (dibanderol 109.000) dan biografi Pelukis Hendra karya Agus Darmawan T (dihargai 95.000). Angka yang cukup untuk mendapat cash back 40.000. Di bulan Januari pula, buku ini kuselesaikan baca di tengah duka dan perenungan. Kami sudah belajar melihat dunia melalui potongan celah-celah.

Kisahnya memang rumit, sedari awal. Setelah opening quote terdiri dari tiga hal, yang memang mewakili dengan pas isi cerita, saya kutip ulang di sini:
#1. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu, lalu berkata Yakub: “Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati.” Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan berkata: “Akulah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?” Kata Rahel: “Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pengkuanku, dan supaya oleh dia aku pun mempunyai keturunan.” – Kejadian, 30:1-3
#2. Untuk diriku sendiri, setelah lelah selama bertahun-tahun menawarkan pikiran-pikiran kosong, hampa, sia-sia, dan setelah sekian lama putus asa untuk mencapai keberhasilan, untungnya aku mendadak punya proposal ini… – Jonathan Swift, A Modest Proposal
#3. Di padang pasir tak ada papan petunjuk yang bertuliskan, Kau tidak boleh makan batu. – Pepatah Sufi

Seperti judulnya, ini kisah tentang handmaid, para perempuan yang mengenakan gaun merah dan sayap putih. Dengan sudut pandang orang pertama bernama Offred, tapi itu nama baru. Ia punya nama lain yang sekarang tak dipakai oleh siapapun karena itu dilarang. Ia mengatakan pada dirinya sendiri itu tidak penting, namamu seperti nomor teleponmu, berguna bagi orang lain. Termasuk para handmaid lain: Alma, Janine, Dolores, Moira dan June. Sahabatnya. Mereka dikisahkan pasif, dan sangat berhati-hati. Aturan-aturan yang tak pernah diucapkan namun diketahui setiap perempuan: jangan membuka pintu untuk orang yang tak dikenal, bahkan kalau dia mengaku seorang polisi. Peluang mengetahui dunia luar salah satunya dengan belanja. Berbelanja adalah tempat kau mungkin bertemu seseorang yang kaukenal dari masa lalu atau Red Center. Berita sekecil apapun sangat berguna. Kadang-kadang mereka berharap dia menutup mulutnya dan membiarkanku berjalan dengan tenang. Tapi handmaid haus berita, berita apapun; bahkan kalau itu berita palsu, pasti ada maknanya.

Setelah kalimat-kalimat panjang yang membingungkan, akhirnya kita tahu bahwa ini adalah sebuah kisah masa depan yang runtuh. Sebuah Negara yang dikudeta, menata ulang segalanya dari awal. Keadilan dibenamkan ke lumpur terdalam, seolah masa kembali ke era kegelapan. Ketika kami memikirkan masa lalu, hal-hal indahlah yang kami munculkan. Kami ingin percaya bahwa begitulah adanya waktu itu.

Ada bagian yang berulang, seolah karakter bernama Bibi Lydia adalah malaikat pemberi petunjuk yang harus ditaati, dihormati dan pemberi safaat. Beberapa diantaranya: (1). Ada lebih dari satu macam kebebasan kata bibi Lydia, kebebasan untuk melakukan sesuatu dan kebebasan dari sesuatu. (2). Perempuan-perempuan ini bisa saja terbuka, atau tidak sepertinya bisa memilih waktu itu. Kita dulu adalah masyarakat yang sekarat, kata bibi Lydia, karena terlalu banyak pilihan. (3). Bersikap rendah hati berarti tidak menampakkan diri kata bibi Lydia, jangan lupakan itu. Menampakkan diri sama artinya disetubuhi. Kalian para gadis seharusnya suci, tak disetubuhi. (4). Kewajaran, kata bibi Lydia adalah hal-hal yang kau terbiasa. Ini mungkin tak terlihat wajar bagimu sekarang, tapi setelah sekian waktu akan begitu. Ini akan menjadi wajar. (5). Bukan para suami yang harus kalian waspadai, kata bibi Lydia tapi para istri, kalian harus selalu membayangkan perasan mereka. (6). Di dalam kamar mandi, di dalam bak mandi, kau sangat rentan kata bibi Lydia, ia tak bilang terhadap apa. (7). Rambut harus panjang, tanpa ditutupi kata bibi Lydia. (8). Kalau kalian punya banyak barang, kata bibi Lydia kalian terikat pada dunia fana dan melupakan nilai-nilai kerohanian. Kalian harus menghidupkan semangat kemiskinan. Berbahagialah orang yang lemah lembut. (9). Kata bibi Lydia, untuk apa menghantamkan kepala ke tembok? Kadang gambaran yang dia katakana begitu mengerikan. (10). Ini adalah jantung negeri, di sini aku memiliki hidup yang begitu berkecukupan, semoga Tuhan membuat kita bersyukur, kata bibi Lydia. (11). Mereka memberi kami kesempatan untuk membiasakan diri terhadap waktu kosong. Tidur-tidur ayam kata bibi Lydia, dengan gaya seperti malu-malu. Dan seterusnya… di buku ga dijelaskan runut seperti ini, terserak dan dituturkan bagian demi bagian, sungguh aneh, hal remeh temeh diatur, sabda-sabda tak bertuah. Nantinya di bagian akhir barulah terang, efek melawan aturan ini sungguh mengerikan. Ada hal-hal yang tidak boleh diberitahukan kepadaku, kau lebih baik tidak tahu, hanya itu yang dapat kukatakan.

Pace cerita sangat lambat, hari demi hari yang hampa dan bagaimana cerita mengalir secara tenang. Aku ingin percaya ini suatu kisah yang kuceritakan. Aku perlu percaya itu. Aku harus percaya. Kita adalah orang-orang yang tak masuk koran. Kita dulu tinggal di bagian putih kosong di pinggir koran. Tinggal di sana memberi kita kebebasan lebih. Kita dulu tinggal di jeda antara cerita-cerita. Memang era yang suram, mayat-mayat digantung sebagai wujud intimidasi penguasa terhadap rakyat. Kami memang seharusnya memandanginya: itu gunanya mayat-mayat itu di sini, tergantung di tembok. Mayat-mayat itu tergantung adalah para penjelajah waktu, manusia-manusia yang menyalahi zaman. Mereka datang kemari dari masa lalu. Karena aku menceritakan ini kepadamu, aku menciptakan keberadaanmu. Aku bercerita maka kau ada.

Sebagian disampaikan dengan puitis. Bulan adalah batu dan langit ini penuh dengan benda-benda yang mematikan, tapi demi Tuhan betapa indah pemandangannya. Pengetahuan adalah percobaan. Mungkin aku tidak benar-benar ingin tahu apa yang sedang terjadi. Mungkin sebaiknya aku tidak tahu. Mungkin aku tidak sanggup untuk tahu. Kajatuhan pertama manusia dalam dosa adalah kejatuhan dari kemurnian ke dalam pengetahuan. Cerita satu arah seperti ini memang lebih mendalam menggunakan ‘keakuan’, karena seolah sang pencerita mendongengkannya kepada pembaca. Kau tidak menceritakan suatu kisah hanya untuk dirimu. Selalu ada orang lain.
Setiap bab, kita ditunjukkan penutup malam. Malam hari adalah milikku sendiri untuk dipakai semauku asalkan kau tak bersuara. Asalkan kau tak bergerak. Asalkan aku tiduran diam. Namun ga setenang itu, karena sutau malam sang Komandan mengundang ke kamarnya, untuk bermain kartu. Kesenangan masa lalu yang exclusive. Sesuatu itu berharga hanya karena menjadi langka dan sulit didapatkan. Termasuk pamer, barang-barang yang di masa normal biasa saja, di era itu jadi begitu menawan. Alkitab itu alat yang berbahaya: siapa yang tahu apa yang akan kami lakukan dengannya kalau sampai jatuh di tangan kami? Kami boleh mendengarkan sang Komandan membacakannya pada kami, tapi kami tak boleh membacanya. Kita bukan di posisi untuk bertanya mengapa. Aku tetap bertanya demi ritual kesopanan.

‘Kesenangan’ itu jelas terlarang. Tuhan bukan satu-satunya pihak yang tahu, jadi mungkin ada cara untuk mencari tahu. Aku harus ingat, baginya aku hanya keinginan sesaat. Dan kesempatan membaca buku-buku lama yang dulu dimusnahkan. Setiap melihat peluang menikmati buku, ia berusaha sekuat tenaga mengingat. Siapa yang bisa mengingat rasa sakit begitu rasa itu telah hilang? Yang tersisa darinya hanyalah bayang-bayang, bahkan tidak di dalam pikiran tetapi di dalam daging. Rasa sakit menaruh tandanya padamu, tetapi tanda itu terlalu dalam untuk dilihat. Tak terlihat, tak terpikirkan. Ada kalimat yang menjadikan penasaran: Sum es est, sum us estis sunt. Nolite te bastardes carborundorum. Sang Komandan dengan enteng bilang artinya, “Jangan biarkan para bajingan itu menindasmu.” Ironis bukan? Dan dengan masam kita dipaksa senyum. Ia diam seribu bahasa, kesunyian melingkupi. Tapi kadang-kadang diam juga sama berbahayanya. “Ya, kami sangat bahagia.” Gumamku. Aku harus mengatakan sesuatu. Apa lagi yang bisa kukatakan? Bagaimana mungkin kami tahu kami bahagia, bahkan pada waktu itu. Sebab setidaknya kami punya itu, lengan-lengan untuk memeluk. Mencoba memasukkan informasi sebanyak mungkin ke dalam kepalaku sebelum menghadapi masa kelaparan berikutnya. Kalau ini makan, maka akan setara dengan kerakusan mereka yang kelaparan, kalau ini hubungan seksual, makan akan setara dengan hubungan seksual yang cepat dan diam-diam, dilakukan dengan berdiri di suatu gang.

Fakta berikutnya yang bikin trenyuh adalah bahwa para handmaid bertugas melahirkan. Fungsi kami adalah penghasil keturunan: kami bukan selir, geisha, wanita penghibur. Sebaliknya segala sesuatu telah dilakukan untuk mengeluarkan kami dari kategori itu. Kami adalah Rahim dua kaki, itu saja. Wadah-wadah suci, cawan-cawan suci berjalan. Kecemburuan bisa mencelakainya, sebelumnya ada kasus seperti itu, semua anak diinginkan sekarang ini, tapi tidak oleh semua orang. Melahirkan adalah kerja keras, kau seharusnya berkonsentrasi. Bagaimana mungkin aku iri terhadap seorang perempuan yang jelas-jelas mandul dan tidak bahagia? Kau hanya bisa iri terhadap seseorang yang memiliki sesuatu yang menurutmu seharusnya kau miliku juga.

Ini juga tentang kesepian-kesepian. Bicara dengan dinding. Aku akan pura-pura kau bisa mendengarkanku. Tapi percuma, sebab aku tahu kau tidak dapat mendengarkanku. Tidak ada orang yang mati karena kurang bercinta, kita mati karena kurang cinta. Sang Handmaid sering merenungkan masa lalunya menjanjikan bersama sang kekasih. Kini semua sirna. “Jangan sampai aku memergokimu berurusan dalam cinta, tidak ada cinta-cintaan di sini. Jarinya digoyang-goyangkan di hadapan kami, cinta tidak penting.” Apa yang berbahaya di tangan banyak orang, katanya dengan muatan ironi atau tidak, menjadi cukup aman bagi mereka yang motifnya tidak tercela. Kami tidak pernah mengucapkan kata cinta, tidak sekalipun. Itu namanya mencobai nasib; itu namanya asmara, nasib buruk.

Ketika kisah ditarik mundur, kita akhirnya tahu semua ini akibat perebutan kekuasaan. Kebahagiaan kami terbentuk sebagian dari ingatan. Memaafkan juga suatu kekuasaan. Memohon maaf juga suatu kekuasaan, dan tidak memberi atau memberi maaf adalah suatu kekuasaan, mungkin kekuasaan terhebat. Maka otomatis saya menyambungkannya dengan Negara kita yang saat ini jelang Pemilu, bukan hal mustahil bila puncak pimpiman dipegang orang yang salah, Negara bisa runtuh? Masa depan ada di tangan kalian. Di tangan kalian. Tangan-tangan kamilah yang seharusnya berisi, masa depan yang dapat digenggam tapi tak dapat dilihat.

Suka sama karakter Moira yang melawan. Moira selalu lebih logis daripada aku. Tentang kenyataan bahwa dia suami orang, dia bilang aku mencuri wilayah perempuan lain. Sepanjang kisah ia menjadi semacam anomasi para handmaid, nasibnya di akhir juga dijelaskan, yang ternyata tak lebih baik dari mereka. Tinggal aku dan kau yang terpojok, sayang. Dia mengutip ungkapan yang biasa dipakai ibuku, tetapi dia tak bermaksud melucu. Iman hanyalah satu kata yang dibordir.

Dia tidak melakukan apapun dari kemungkinan-kemungkinan itu kuanggap sebagai kemurahhatian serta keberuntungan yang paling menakjubkan. Jelang akhir, ada bagian yang indah terutama saat kisah diputar ulang-ulang dan ulang. Aku menginginkan apa pun yang mematahkan kebosanan ini, mendobrak tatanan yang dianggap pantas. Aku harus percaya dia tahu. Di dalam kondisi serba kekurangan ini kau harus percaya pada segala macam hal. Bukan seperti itu kejadiannya. Lalu bukan seperti itu juga kejadiannya…. Begini kejadiannya. Well, pintar sekali memainkan pola. Fiksi yang melingkupi ketegangan.

Jangan berpikir seperti itu, kalau kau berpikir seperti itu, kau akan membuatnya terjadi. Harapan selalu ada, di tengah ketidakpastian nasib. Mayday. Mayday. Mayday. Itu dari bahasa Prancis berbunyi M’aidez, artinya tolong aku. Kami juga bisa diselamatkan. Seakan kode itu bisa disampaikan menembus langit dan diterima di ujung samudra. Yang harus kuhasilkan adalah sesuatu yang dibuat bukan sesuatu yang dilahirkan.

The Handmaid’s Tale jadi agak personal bagiku, ketika sebuah kenyataan pahit disampaikan. Dari semua mimpi, ini yang terburuk. Saya yang baru kena musibah, sempat tak kuat untuk melanjutkan baca saat sampai di bagian ini. “Pengalaman keduanya, tidak termasuk anaknya sendiri, dulu. Dia pernah keguguran saat hamil delapan bulan...” Menangis dan larut dalam kesedihan. Berita ini terdengar palsu, tidak masuk akal, seperti sesuatu yang kaukatakan di televisi. Aku tidak ingin menceritakan bagian ini. Aku berkata dalam hati bahwa aku terlalu gelisah untuk minum kopi lagi.

Buku yang butuh konsentrasi berlebih untuk menikmatinya. Seperti Never Let Me Go karya Kazuo Ishiguro yang megah dan futuristic, Kisah Sang Handmaid juga rumit dan berliku. Endingnya luar biasa, hukuman mati jadi semacam penghakiman wajar. Ya bisa jadi, kalau aku, aku akan memilih diberi waktu sebelum mati. Dan Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahanku. Bagian epilog semestinya ga perlu, jangan menggamblangkan suatu akhir yang indah. Masa lalu adalah kegelapan yang luas dan penuh gema. Suara-suara menggapai kita dari sana, tapi apa yang mereka katakan kepada kita diwarnai oleh ketidakjelasan yang melingkupi tempat asal mereka, dan sekeras apa pun mencoba, kita tidak selalu berhasil mengartikan suara-suara itu dengan tepat menggunakan pemahaman atau cahaya dari masa ini.

Aku ingin melihat apa yang bisa dilihat, melihat dia, mengamati dia, menghafalkan dia, menyimpan dia sehingga aku bisa hidup dari imaji itu nantinya. Kami adu diam selama mungkin. Ya Tuhan, jangan buat aku memilih.

Kisah Sang Handmaid | By Margaret Atwood | copyright O. W. Toad Limited 1985 | Diterjemahkan dari The Handmaid’s Tale | 618186020 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Alih bahasa Stafanny Irawan | Editor Hetih Rusli | Sampul Staven Andersen | Pertama terbit Desember 2018 | ISBN 9786020619583 | ISBN Digital 9786020619590 | 448 hlm; 20 cm | Skor: 5/5
Unruk Mary Webster dan Merry Miller

Karawang, 040219 – Linkin Park – Plc 4 Mie Head