Scary Stories to Tell in the Dark: Makhluk Menyeramkan, Tidak Cocok Untuk Penonton Berhati Lemah

Stella: You don’t read the book. It reads you.

Ini adalah jenis film yang lebih hebat monsternya ketimbang cerita. Kisah pada suatu masa di kota kecil fiksi bernama Mill Valley, Amerika Serikat. Monster yang dicipta luar biasa seram, khas Guilermo Del Toro yang ternyata juga terlibat dalam penulisan naskah. Yang paling menyeramkan ada di rumah sakit, bagaimana makhluk dengan tampang polos, maju perlahan, menautkan di tengah persimpangan koridor rumah sakit dan mengintimidasi, dari berbagai sudut lalu dengan muka ngeri, sang korban ditelan. Tanpa darah di manapun, tanpa adegan bacok-bacokan, hanya ditelan dalam tubuh, tapi efeknya memang bikin gigil. Luar biasa seram. Penonton diajak memasuki dunia mistik dengan penuh gaya.

Kisahnya tentang petualang remaja di malam halloween di tahun 1968. Tahun di mana Amerika sedang bergolak: Pembunuhan Martin Luther Jr, perang Vietnam sampai Pemilu yang dimenangi Presiden Nixon. “Today is election day, people. Vote against Vietnam, vote against destruction, vote against sending our children to die!” Tokoh utama kita adalah Stella Nicholls (Zoe Margaret Colletti) yang seorang kutu buku, bercita-cita menjadi Penulis. Bersama teman-temannya Auggie Hilderbrandt (Gabriel Rush) dan Chuck Steinberg (Austin Zajur) menjalani malam horror, mereka kabur dari genk remaja yang dipimpin Tommy (Austin Abrams) ke sebuah bioskop mobil. Saat mendesak, mereka masuk ke mobil remaja lain, adalah Ramon Morales (Michael Garza) yang tampak aneh menyelamatkan mereka. Saya mencurigainya ada sesuatu yang janggal. Setelah mereda, berempat memasuki rumah tua yang tak berpenghuni. Rumah angker yang menyimpan misteri kematian keluarga Bellows.

Ketika mereka di dalam, gerombolan remaja anarki yang jadi musuh dari kompleks sebelah hadir. Tommy merusak mobil Ramon dan mereka terkuncil di ruang bawah tanah. Tampak serem? Belum…, baru mulai. Di rumah tua itulah Chuck menyaksikan penampakan dunia lain, ruang tengah yang kumuh dan jorok dalam sekejap menjadi ruang keluarga jadul dengan perabot lengkap dan lilin menyala. Di sana tampaklah Sarah Bellows (Kathleen Pollard), arwah gentayangan? Dalam cekaman takut, Chuck kembali dari masa penampakannya dan semua kembali ke semula. Sementara Stella menemukan buku tua, diary Sarah yang terhenti di tengah halaman. Penasaran karena buku itu tampak menarik, ia bawa pulang. Sarah Bellows adalah urban legend kisah horror dari masa lampau, disebut sebagai gadis penyihir dan tewas dalam hukuman. Ada misteri dalam keluarga Bellows. Diary tersebut tampak tak lazim emang, ada aura mistis dan sungguh berani dia bawa pulang. Nantinya kita tahu, Sarah mencoba menuturkan fakta yang disembunyikan publik, dan kisah ini menuntut pembersiahan nama baik. Sarah dan Stella memang seakan dua sisi koin. “Kamu ga bisa jadi penulis di sini, kamu harus ke kota.” Lalu dengan sedih dijawab, “Aku ga bisa ninggalin ayah, sorry.” Hiks, sedih. Banyak impian kandas dengan berkorban mulia, sabar Nak.

Horror dimulai di sini. Buku itu bisa menuliskan sendiri kisahnya, korban pertama adalah Tommy. Diary dalam halaman kosong termaktub tinta bergerak bahwa ia akan diteror orang-orangan sawah bernama Harold ketika ia mengantar telur. Dalam keremangan kebun, Tomy ditikam dengan sisa wajah oenuh kengerian. Ini semacam kutukan, setiap saat Tomy suka menghujat, menghajar boneka sawah sampai menusuk rusak. Ketika malam horor, jelas seolah balas dendam. Satu korban.

Pencarian dilakukan, jelas Tommy tak nampak. Stella baru menyadarinya setelah menelaah buku Sarah. Korban berikutnya adalah Auggie yang sendirian di rumah. Dalam buku bertinta darah, ia akan memakan sesuatu yang menjijikan di kulkas, dan horror itu mencerabutnya dalam kolong tempat tidur. Saya gam mau mencerita detailnya, yang jelas iringan musik dan suasan cekam tampak bagus. Dua korban.

Setelah korban kedua, mereka mengadakan pertemuan. Stella, Ramon dan Chuck, turut pula Ruth (Natalie Ganzhorn) yang tampak manja, dan tetap mencoba positif thinking.Selanjutnya bagaimana? Siapa yang akan jadi korban berikutnya? Kita akan tahu ketika halaman kosong itu menuliskan sendiri ‘ramalan’nya. Korban berikutnya adalah Ruth yang hari itu harus tampil di sekolah, ia memiliki jerawat kecil di wajah. Saat akhirnya jerawat itu terasa gatal, ia ke toilet. Stella cs bergegas ke sana untuk menyelamatkannya. Makhluk yang menghantui sejenis serangga hitam yang mencuat sedikti demi sedikit dari lukanya, ‘untung’nya Ruth berhasil diselamatkan, makhluk itu nyaris menangkapnya, membawa ke dimensi antah tapi bisa dicegah. Ruth traumatis, hanya tampak gila, ambulan mengantarnya ke rumah sakit. Korban ketiga, gagal.

Bukti bahwa kutukan itu masih bisa dilawan. Korban berikutnya yang paling menyeramkan, makhluk ajaib faceless di rumah sakit yang menculik Chuck disajikan dengan detail keren. Sangat keren. Karena tinggal bertiga, mereka menelusuri riwayat medis Sarah ke rumah sakit, awalnya ditolak, tapi alibi buat penelitian, mereka diterima tapi ga bisa secepat yang harapkan, harus ikuti prosedur panjang, maka mereka masuk tanpa izin dengan menyusup. Ada Red Room yang bikin Chuck ketakutan karena traumatis, ia ditinggal sendiri sementara Stella dan Ramon beraksi. Chuck malah apes, karena buku itu menuliskan horor yang mengarah kepadanya. Makhluk mengerikan dengan latar merah menyala bak penuh darah tersaji, bagian ini sempat membuatku menutup mata dan meremas tangan untuk menghilangkan kegugupan. Chuck ditelan kehampaan. Korban keempat.

Berikutnya karena tinggal dua ya, saling menjaga. Karena protagonisnya Stella kita bisa dengan mudah menebak, pendulum itu mengarah ke Ramon. Kecurigaanku terhadapnya luntur, ia juga calon korban. Dia ditangkat, dijebloskan penjara, tampang-nya memang seorang imigran Meksiko sehingga polisi dengan gegabah mengurungnya. Buku itu menuliskan, di penjara itulah muncul makhluk yang bisa jadi paling absurd. Cara berjalannya ngangkang terbalik, yang jadi korban justru orang lain. Korban kelima, keenam ini memang dijadikan penutup, mereka bergegas ke rumah tua, mencoba menutup kutuk, mencoba melawan dengan sisa harapan yang ada. Sekalipun itu dengan darah. Berhasilkah?

Film ini diadaptasi dari judul buku yang sama karya Alvin Schwartz dengan illustrator Stephen Gammell. Novelnya berseri, tepatnya rilis tahun 1981 (Scary Stories to Tell in the Dark), 1984 (More Scary Stories to Tell in the Dark), dan 1991 (More Tales to Chill Your Bones), film ini menyatukan para makhluk itu. Hal ini jelas memicu sekuel, apalagi endingnya gantung. Yup, mereka sementara lolos dari maut, sehingga ada misi yang harus dituntaskan. Kota Mill Valley aslinya adalah Milltown (Downington) di Pennsylvania. Gambaran makhluk menyeramkan memang mengacu pada Guilermo Del Toro, The Blob mengingatkan pada kisah Pan’s Labyrinth. Wajah-wajah monster yang tak perlu membacok guna memancarkan darah banyak kayak dalam buku-buku Stephen King, tapi cukup menatap kosong, menikam lembut, mengguncang jiwa.

Kutonton ketika malam terakhir di Bekasi setelah seminggu pelatihan Koordinator Magang pada 7 September 2019 di XXI Giant Bekasi (gilax saya nonton di hari pertama tayang!). Sebelumnya membeli buku Pretty Girlnya Karin Slaughter. Makhluknya sukses bikin merinding, sayang sekali cerita agak lemah. Kalau biasanya kita membaca buku, maka Scary Stories malah buku membaca kita. Endingnya rada happy, sayang sekali setelah mencekam dalam badai, justru semilir angin yang ditampilkan. Film horor memang bukan genre-ku, tapi sesekali kutonton beberapa memuaskan, seperti Pet Sematary yang mengejutkan. Namun Pet punya keunggulan, ending lebih pas dan lebih scary ketimbang scary stories.

Ini jelas setingkat lebih tinggi dari Goosebumps. Stories hurt, stories heal.

Scary Stories to Tell in the Dark | Year 2019 | Directed by Andre Øvredal | Screenplay Dan Hageman, Kevin Hageman, Guillermo Del Toro | Cast Zoe Margaret Colletti, Michael Garza, Gabriel Rush, Dean Morris, Gil Bellows, Kathleen Pollard, Will Carr | Skor: 3.5/5

Karawang, 280819 – Mike Perry – Runaway

The Cat’s Paw, The Attic, The Wendigo. Apakah sudah diterjemahkan bahasa Indonesia?

Thx to TMeliaF

Just So Stories #5

image

Ini adalah buku pertama karya Rudyard Kipling yang kubaca. Saya bacakan untuk istriku yang sedang hamil 8 bulan sampai kelahiran Hermione. Kelahiran Hermione yang rencana awalnya 17 Agustus 2014 maju seminggu, sehingga 3 bab terakhir saya bacakan secara beruntun di tengah malam pergantian hari dari tanggal 9 ke 10 Agustus 2014. Hermione akhirnya lahir tanggal 10 Agustus 2014 menjelang adzan Asar. Dan buku ini adalah salah satu buku terbaik yang saya baca. Di bawah judul cerpen selalu saya tulisi ‘dibacakan u/ Hermione tgl —‘ untuk mengingatkaku bahwa menjelang kelahirannya, dia ditemani cerita bagus. Buku yang awalnya berjudul ‘Just So stories for Children’ ini berubah menjadi `Just So Stories’ dengan ilustrasi ulang oleh Steven Andersen. Gambar-gambarnya bagus, mengingatkanku pada buku-buku Roald Dahl dimana peranan ilustrasi begitu penting untuk membimbing imajinasi pembaca. Berikut cerpen-cerpen ‘Sekedar Cerita’ penghantar tidur.
Kenapa Paus Tidak Bisa Memakan Manusia
dibacakan u/ Hermione tgl 17 Juli ’14. Ini adalah cerita yang dipilih dijadikan cover buku. Sebuah pilihan bagus karena memang ilustrasi Paus yang terjungkir dengan berbagai mangsa dalam mulutnya adalah ilustrasi terbaik dari semua yang ada. Ceritanya sederhana, bahwa seekor paus belum pernah memakan manusia, setelah dibisiki seekor ikan kecil bahwa di koordinat 50 derajat Lintang Utara dan 40 derajat Lintang Selatan ada manusia di atas rakit, paus bergegas mencicipi daging manusia. Tentu saja manusia punya banyaka akal, setelah ditelan hidup-hidup sang paus menderita, berkat kecerdikan pelaut itulah kenapa paus tidak bisa memakan manusia (lagi).
Bagaimana Unta Mendapatkan Punuknya
dibacakan u/ Hermione tgl 21 Juli ’14. Hhmmm…. saat dunia baru diciptakan pada awal kehidupan dan semua hewan mulai dipekerjakan untuk manusia, ada seekor unta di tengah gurun Melolong yang menolak bekerja dan hobinya melolong. Senin Selasa Rabu para hewan bekerja untuk awal kehidupan manusia, dan unta tersebut diprotes karena masih malas bekerja. Sang jin lalu menghampirinya kenapa sang unta masih saja melolong dan hanya bilang ‘hhhmmm…’ mulu. Akhirnya di hari Kamis sang unta dipaksa bekerja, agar bisa mengejar ketertinggalan teman-temannya sang jin mencipta punuk supaya unta bisa menyimpan cadangan makanan selama 3 hari.
Kenapa Kulit Badak Penuh Lipatan?
dibacakan u/ Hermione tgl22 Juli ’14. Ini adalah cerita asal usul lipatan yang muncul di kulit badak bercula satu. Di zaman dahulu kala kulit badak sangat halus, kulit layaknya sebuah baju, bisa dilepas dan dipakai lagi. Suatu hari sang badak melihat ada manusia sedang memanggang kue, dicurinya kue tersebut yang membuat manusia marah dan merencana membalas sang badak. Balasannya ya membuat kulit badak berlipat.
Dari Mana Macan Mendapat Tutulnya
dibacakan u/ Hermione tgl 24 Juli ’14. Di zaman dahulu di Lereng Tinggi hiduplah seekor macan dengan berbagai macam hewan lainnya, jerapah, zebra, antilop, eland (sejenis antilop), dan Koodoo (juga sejenis antilop). Karena macan yang suka berburu, akhirnya binatang lain pindah ke Lereng Rendah. Macan mencari ke sana, namun di sana ternyata lebih gelap. Kulit macan harus disesuaikan dengan lingkungan dan digambarlah tutul yang kita kenal.
Kisah Si anak Gajah
dibacakan u/ Hermione tgl 27 Juli ’14. Zaman dulu gajah belum punya belalai. Kisah ini menceritakan asal usul belalai yang kita kenal. Dari seekor anak gajah yang suak berpetualang sampai akhirnya terjebak di antara binatang liar. Anak gajah yang punya rasa ingin tahu besar tersebut, hidungnya memanjang setelah ditarik seekor buaya. Namun penampilan barunya tersebut malah terlihat keren, sehingga semua gajah ingin.
Tuntutan Seekor Kangguru
dibacakan u/ Hermione tgl 28 Juli ’14. Dahulu kala kangguru memiliki empat kaki pendek dengan kulir berbulu wol berwarna abu-abu. Ia punya tabiat buruk sehingga membuatnya tak populer, serat angguh, serta sok tahu. Kangguru menemui dewa Nqa kecil dan berkata ‘baut aku berbeda dari hewan-hewan lain sebelum pukul lima ini’. ‘pergi sana’, jawabnya. Kangguru menemui dewa Nquing dengan pertanyaan yang sama dan menda[at jawaban yang sama pula. Lalu kangguru menemui dewa besar Nqong, dan dijawab ‘baiklah’. Sang dewa mengirim Dingo – anjing kuning bernama Dingo – yang kelaparan untuk mengejar kangguru sampai pukul lima sore. Dan begitulah awal mula muncul kangguru yang melompat.
Asal Muasal Armadilo
dibacakan u/ Hermione tgl 31 Juli ’14. Anak seekor macan kumbang mengubah perilaku landak dan kura-kura. Pesan dari ibunya agar saat memangsa landak harus mencelupkan ke dalam air agar tubuhnya lemas dan menyerok dengan cakarnya untuk memangsa kura-kura. Sang anak kebalik memahaminya, sehingga muncullah perpaduan kura-kura dan landak yang kini kita kenal dengan armadilo.
Surat Bergambar
dibacakan u/ Hermione tgl 2 Aug ’14. Manusia santai alias Tegumai Bopsulai. Istrinya bernama Teshumai Tewidrow yang artinya wanita banyak tanya. Anaknya bernama Taffimai Metallumai yang artinya manusia kerdil tanpa sopan-santun yang harus diberi hukuman. Dan ini adalah kisah asal usul surat bergambar dari gambar di atas batu.
Bagaimana Alfabet Dirumuskan
dibacakan u/ Hermione tgl 7 Aug ’14. Lanjutan dari kisah Taffy kini keluarga kecil itu butuh sesuatu agar terjalin komunikasi. Awalnya dirumuskan acak, bukan 26 huruf yang kita kenal. Mengikuti bentuk benda dan hewan di sekitarnya, dicontoh dan diuukir di atas batu. Diotak-atik sampai alfabet itu jadi kesepakatan. Dari keluarga kecil inilah alfabet lalu meluas.
Kepiting Dan Lautan Luas
dibacakan u/ Hermione tgl 9 Aug ’14. Note: 3 cerita akhir dibacakan di malam yang sama jam 22.00 s/d 00.05. Time’s up. Rencana lahir 17 agustus ’14 dipercepat seminggu. Seorang penyihir tua di masa yang teramat lampau sedang menyiapkan dunia, mencipta daratan dan lautan untuk makhluk hidup. Dari tempat tinggal gajah, penyu, berang-berang sampai sapi. Yang menyenangkan saat dibaca adalah terciptanya kepulauan Indonesia. Buku ini ditulis awal 1900-an jadi masih disebutnya Kalimantan, Sumatra, Sulawesi. Saat sang penyihir bilang, ‘kun payah kun’ muncullah gugusan pulau di semenangjung Malaka. Di antara penciptaan permainan daratan dan lautan itulah muncul karakter Pau Amma sang kepiting yang benci sekali dimasukkan ke toples.
Kucing Penyendiri
dibacakan u/ Hermione tgl 9 Aug ’14. Ini kisah paling kusuka. Tentang kucing yang banyak akal untuk mengelabui manusia. Zaman dulu semua makhluk liar, laki-laki liar menikah dengan wanita liar, namun sang wanita lebih halus sehingga bisa menjinakkan laki-laki yang diajak tinggal di gua dengan api unggun di sana. Hewan-hewan penasaran dengan cahaya tersebut sehingga satu-per-satu mendatanginya. Kuda, sapi, anjing yang akhirnya bisa dijinakkan. Kucing yang bebas, ikut ke sana. Namun ternyata menjinakkan kucing tak semudah binatang lain. Sungguh cerdik.
Entakan Kaki Kupu-Kupu
dibacakan u/ Hermione tgl 9-10 aug ’14. Selamat ulang tahun Hermione! Setiap jam 00:05 di tgl 10 aug akan kita rayakan. Ayah dan bunda mencintaimu. Cerita ini adalah cerita baru yang berbeda dari cerita-cerita lainnya – tentang Sulaiman bin Daud yang tersohor kebijakan serta kepemimpinannya. Di dunia ini ada sekitar 355 cerita yang beredar tentang Sulaiman, namun cerita ini bukan salah satunya. Cerita ini bukan kisah Lapwing yang menemuakn air, bukan Hoopoe yang melindung Sulaiman dari panas, bukan kisah Trotoar Kaca, atau Batu Ruby dengan Lubang Cadas atau Batangan Emas dari Balkis. Ini adalah kisah tentang Entakan Kaki Kupu-kupu. Kisah kecerdasan Ratu Balkis menghadapi perselisihan yang dibantu kupu-kupu.
Ending yang sangat bagus. Entakan Kaki Kupu-kupu jelas masuk salah satu cerpen terbaik yang pernah kubaca. Seperti yang kita kenal kisah tentang nabi Sulaiman dengan cincinnya. Kalau cincin itu diputar sekali, maka para afrit (monster raksasa) dan Djinn (jin gaib) keluar dari perut bumi dan akan menuruti semua apa saja perintahnya. Kalau diputar dua kali para peri akan turun dari khayangan dan menuruti semua perintahnya. Kalau diputar tiga kali, malaikat Azrael akan membawakan berita dari tiga dunia – Atas, Bawah, dan dunia ini – kepada beliau. Sakti mandra guna. Lalu ada masalah apa dengan makhluk kecil kupu-kupu ini sehingga  ia bisa mengelabuinya?
Just so stories | oleh Rudyard Kipling | Penerjemah: Maggie Tiojakin | Ilustrasi dan design: Staven Andersen | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Jakarta, Desember 2011 | 160 hlm; 20 cm | ISBN: 978-979-22-7803-3 | Skor: 5/5
Karawang, 050615 – Friday morning, stars are blind
#5 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Featured image

(Hermione 10 bulan with So Just Stories…)