One Day: Peristiwa yang Telah Dinanti-nantikan dan Dimatangkan oleh Waktu Kini jadi Sebuah Takdir

“Beritahu aku, Sherina, apakah kau pernah punya seorang loyalis kasih sefantastis aku?”LBP

Maka, aku membuka mulutku dan meniup terompetku. Nadanya syahdu dan menelisik telinga, membuat Sherina terpental di dunia pararel hilang kesadaran, lantas ia membalas cintaku. Keberuntungan tak akan bertahan selamanya. Bagaimana kalau kamu dikasih kesempatan sehari untuk menghabiskan waktu bersama orang terkasih yang sejatinya jauh diluar jangkauan? Bagaimana rasanya menikmati masa-masa itu, impian liar yang terpendam diwujudkan dalam waktu 24 jam. Katakanlah, Sherina hilang ingatan, dan hilang kewarasan sehingga mencintaiku untuk waktu tertentu. Lantas saat ia balik ingatan dan juga warasnya, segalanya normal lagi sehingga ia kembali ke suaminya. Namun jelas sehari itu akan sangat amat special. Patut diperhitungkan, dunia fantasi percintaan akan selalu laku diolah. Latarnya saja digubah, proses mencintanya disetting, manusianya yang kreatif. One Day memang menawarkan kisah picisan, tapi tetap saja nikmat untuk diikuti, apalagi tokohnya yang culun yang lantas diwujudkan impiannya. Kita diberi kesempatan menyaksi orang aneh ini bahagia, walau sesaat.

Denchai (Chantavit Dhanasevi), seorang IT yang culun abis. Ia memang bagus dalam kinerja kerja, tapi sosialnya terbelenggu. Freak menghadapi rekan-rekan, apalagi cewek, apalagi cewek cantik yang diam-diam ia kagumi. Adalah Nui (Nittha Jirayungyurn) pusat segala cinta di kantor itu. Ia adalah semesta damba, yang dicintai di balik punggung. Sang IT mengistimewakannya, membantu ekstra bukan hanya masalah informasi teknologi, tapi juga dukungan segalanya yang bisa dikeranhkan. Lagu-lagu jadul ia masukkan winamp, sebagai playlist menemai orang terkasih. Ia hapal kebiasaan selama di kantor, ia bahkan tahu ada tanda lahir di tubuhnya. Pengagum luar biasa obsesif.

Sayangnya, Nui adalah kekasih gelap sang bos. Menjadi wanita simpanan, menjadi Sephia-nya. Ia mau dimadu, dijanjikan dinikahi suatu hari kelak. Perselingkuhan itu pahit baginya, tapi tetap saja dijalani. Cantik sih tapi pelakor.

Suatu hari mereka melakukan rekreasi kantor ke Jepang, di sebuah pegunungan Hokkaido yang merupakan tempat libur impian Nui sebab di sana ada festival tahunan, yang fotonya dipajang di atas meja kerja. Ia menanti hari itu dengan antusias. Sayangnya hari itu tak berjalan mulus. Bosnya memilih bersama istrinya, dan ia tak mungkin menceraikan istrinya sebab sedang mengandung. Hatinya luluh, pikirannya lantak. Rasanya langit runtuh. Ia berniat bunuh diri.

Untung ada si freak yang memerhatikan, mengikuti perjalanan di tengah salju, menolongnya di dinginnya badai. Nui, menurut diagnose dokter mengalami sakit hilang ingatan selama sehari. Ia akan pulih otomatis saat mentari esok muncul. Maka saat terbangun dan Denchai adalah manusia pertama yang dilihat, ia memodifikasi fakta. Mengaku pacarnya, mengaku kekasih istimewa. Nui seolah tak percaya, ia menelpon ibunya, karena nama bosnya yang disodorkan Denchai, segala semesta mendukung drama sandiwara ini. Ia mengangguk, tetapi ekspresi keraguan di wajahnya tidak menghilang. Peristiwa yang telah dinanti-nantikan dan dimatangkan oleh waktu kini jadi sebuah takdir. Hello polisi, ada seorang IT meniru pacarnya Nui untuk mencuri momen! Keraguan menjadi bahan bakar pengembaraan.

Luar biasanya, Nui hanya diberi waktu beberapa jam dan sukses benar-benar jatuh hati. Dan sang pejantan jadi tangguh benaran. Cinta tak berkurang karena rekayasa dan tak bertambah karena luluhnya kekasih. Cinta yang Nui alami bukanlah hasil usaha tangan manusia, melainkan diciptakan oleh aktifitas Tuhan.

Endingnya memikat, kalian yang benar-benar mencinta pasti akan melakukan pengorbanan yang sama. Kebahagiaan orang terkasih ada di posisi tertinggi, yang mulia cinta, aku menghamba. Tertanda IT culun. Sebagaimana kalian para pujangga, seorang IT juga selalu lebih senang bergaul dengan benda-benda mati daripada makhluk hidup.

Denchai adalah seorang loyalis sejati pada cinta dan kenangan. Itu terlalu melankolis, terlalu culun untuk laki-laki, tentu saja tak baik. Budak cinta tak harus seaneh itu. Konsep-konsep tentang mencintai seperti itu tidak dapat dijejalkan ke dalam telinga-telinga orang normal. Malah bikin muak bahkan marah. Perilaku damba sejenis itu adalah maklumat sahaya. Bro, kamu tuh lelaki! Cinta dikambinghitamkan sebagai sumber inspirasi.

Akhir yang pantas untuk keduanya. Tentu saja mereka tidak bersulang untuk sebuah perpisahan. Namun aku memberi tepuk tangan meriah untuk keberanian mengambil keputusan pergi. Selamat Boy, kamu lolos.

One Day | 2016 | Thailand | Directed by Banjong Pisanthanakun | Screenplay Banjong Pisanthanakun, Chantavit Dhanasevi, Nontra Kumwong | Cast |Chantavit Dhanasevi, Nittha Jieayungyurn, Theerapat Sajakul  Skor: 4/5

Karawang, 210921 – Billie Holiday – Fine and Mellow

Recommended by Lee, Thx.

Sweet and Sour: Meluap-luap dalam Didih Penuh Citarasa

Pak Satpam: “Jika tertinggal taksi, kau bisa menunggu yang berikutnya. Tapi jika kehilangan seseorang, maka sampai situ aja. Aku akan merindukanmu…”

Setiap bentuk rasa frustasi, setiap akibat dari kepuasan naluriah yang dihalangi, atau yang mungkin diakibatkan, adalah berada dalam pemuncakan rasa bersalah. Waktu tak bisa diputar balik, tapi cerita bisa kan? Penyesalan selalu di akhir, kesalahan demi kesalahan diberbuat manusia, yang terlindas waktu tak bisa diubah. Bertabrakan menjadi sangat aduhai jika terjadi di bandara, dalam posisi lari mengejar wanita yang sama. Ini masa lalu, ini masa kini. Lantas masa depan apa yang lebih menawan untuk dijalani? Harga yang mesti dibayar demi kemajuan peradaban kita adalah hilangnya kebahagiaan melalui pemuncakan rasa bersalah.

Keren sekali yang bikin cerita. Tak menyangka akan seterkejut ini, walaupun curiga juga di awal, diet kok semudah ini. haha.. berjuang ekstra keras, sempat bilang beruntung sekali si Ndut dapat perawat cantik dan baik hati, lantas saat film bergulir jauh, langsung oh… Su!  

Ini adalah jenis film yang mengesalkan, atau setidaknya membuat penonton kaget atau bisa juga sampai marah, sebab kita ditipu. Kita dibohongi plot, apa yang tampak di permukaan, setidaknya sampai tinggal beberapa menit, tak seperti yang kita kira. Kita menjadi semacam, penikmat display pigura yang hanya bisa mengangguk-angguk tanpa mengerti, kesal, marah, geregetan. Lantas, kalau kita ditipu mengapa kita malah menyukainya? Ya, sejatinya hal-hal yang menggelitik otak itu jauh lebih mencipta penasaran dan kekuatan untuk bilang wow ketimbang mengikuti garis lurus buku tulis.

Kisahnya tentang cinta segitiga dan kekuatan untuk bertahan dalam asmara LDR antara Seoul dan Icheon. Walaupun tiap hari bertemu, tapi tak berkualitas sebab sudah lelah. Dibuka dengan kata ‘Sepatu Baru’ di rumah sakit, seorang pasien didorong dalam tempat tidur dengan tergesa. Sutradara dengan cerdik tak memperlihatkan wajah mula, lalu setelah beberapa detik, tahulah kita, bahwa Jang-Hyuk (Lee Woo-je) si gendut sakit Hepatitis B dan dalam perjalanan perawatan ia jatuh hati sama perawat Da-eun (Chae Soo-bin).  

Da-eun yang cantik dengan rambut lurus dan lalu keriting tampak pribadi unik, emosinya labil, makannya banyak, merokok tampak untuk menghilangkan stress. Setelah masa rawat inap selesai, Hyuk berusaha mendapat nomor HP-nya. Perjuangan itu membutuhkan banyak tingkah, sampai dibentak perawat senior sebab buka data rumah sakit, di layar kita melihat ia menderet kertas dengan berbagai kontak, menghubunginya satu per satu, sampai akhirnya Da-eun yang asli menjawab ‘Hyuk’ dalam tanda kutip. Nantinya kita tahu, ada kesalahpahaman, yang menjelma erat hubungan. Situasi dan peluanglah yang menciptanya. Maka dalam tempo sesingkat-singkatnya, mereka bertemu, menginap, berciuman, dan mendeklamasikan hubungan pacar. Adegan mengganti lampu mati dengan lampu yang nyala seolah adegan sederhana, oh ternyata justru ini adalah adegan sangat penting. Perempuan mudah tersentuh akan kebaikan hati, betapa dunia digulirkan dengan dahsyatnya tersebab kamuflase ini. Schillr berkata bahwa rasa lapar dan cinta adalah hal-hal yang menggetarkan dunia.

Mereka lantas berlibur Natal, karena baju couple tak ada yang muat, maka Da-eun membelikan sepatu couple, Hyuk terharu dan dengan tekad yang bulat akan melakukan diet. Lantas adegan di bandara dalam surealis, samar terlihat Hyuk lari dan adegan berubah ‘Sepatu Lama’, Hyuk berlari dan sudah tampak ganteng, maskulin asli. Saya langsung complain, ya ampun menurunkan berat badan tak semudah itu, merubah wajah menjadi setamvan itu, jelas ganti pemeran dan segala hal dalam dirinya. Namun sekali lagi, simpan semua argumenmu, kawan.

Lantas kita diajak bersafari hubungan mereka sejauh mana. mereka tinggal seatap, satu apartemen. Beli mobil, menabung, suka duka dalam pergaulan anak muda menyongsong masa depan. Hyuk mendapat promosi kerja ke Seoul, sebagai designer bangun yang masih muda menjanjikan, petualangan di tempat baru memberinya tantangan besar. Bergabung dengan arsitek lain, Han Bo-yeong (Krystal Jung) yang cantik dan ambisius, workaholic. Proyek jembatan yang menjadi tanggung jawab mereka menemui beberapa kendala, memaksa mereka berdua kerja lembur lebih sering. Bahkan menjadi dua karyawan akhir di gedung tiap malam, sampai lampu dimatikan.

Nah, kebersamaan ini mencipta hubungan erat. Sama-sama karyawan outsource yang mendapat beban kerja berat. Hyuk mencoba tetap pulang-pergi antar kota, tampak kemacetan dan suasana lalu lintas khas kota besar yang membosankan. Awalnya ia menertawa beberapa traveler lain yang makan, sikat gigi, bahkan mandi ala kadar dalam mobil. Nantinya, ia juga sama saja. Melakukan hal yang ia tawa di masa lalu, sinis sekali kawan.

Awalnya hubungan jarak jauh itu masih baik-baik saja, Hyuk yang lelah sampai apartemen langsung tidur, Da-eun yang lelah sebagai perawat mengeluhkan kerja shift yang panjang. Lalu beban kerja melindas mereka, karena pekerjaan dan hal lain ia sesekali tidak pulang, toh besok pagi hadir di kantor lagi, sang pacar mulai mencium gelagat tak menyenangkan hubungan ini. Dua orang lelah yang sudah bosan, dan tetap coba dipertahankan. Sekadar mengganti lampu mati, saja ia tak mau, tak antusias. Beginilah jadinya.

Da-eun hamil, tapi akhirnya digugurkan. Ia marah dan lantas mengirim kembali cicin tunangan, hal itu memberi efek domino, Hyuk juga marah dan kecewa, kesetiaanya runtuh, lantas gadis cantik rekan kerjanya disikat juga. Ia tak pulang, dan kini memiliki affair. Tentu kalian yang tahu permukaan marah dan memaki banyak kata bijak ke Hyuk. Namun segalanya menjelma kejut saat Hyuk di pesta besar sukses proyek sukses, Da-eun yang sudah bersiap berlibur ke Jeju, tiketnya atas namanya tapi tak dicancel, dan dengan dramatis mengejar pesawat ke bandara sekaligus melamar sang pujaan hati. Apa yang terlihat di sana mencipta kerut kening berlipat-lipat. Kukira tulisan pembuka sepatu baru adalah salah ketik atau semacam lelucon, oh ternyata itu klu penting. Kita lantas ditampar banyak fakta mengejutkan, tampar bolak-balik sampai melongo. Luar biasa.

Cerita yang mengasyikkan. Menyenangkan sekali menjadi saksi hubungan yang ambyar dan direkat ulang dengan subjek lain. Berdasarkan pada novel Jepang karya Kurumi Imui dan sudah difilmkan dengan judul ‘Initiation Love’. Ini adalah film kesekian dari Korea yang kutonton selama Isoman, atas rekomendasi BM. Rerata bagus dan memuaskan sekali. Yang kukhawatirkan mulai mencinta produk Korsel sepertinya menampakkan diri.

Kekuatan segala motif aktivitas umat manusia berjalan menuju pertemuan dua tujuan yaitu keperluan dan kesenangan. Hyuk yang gendut punya motif mengejar cinta pada pandangan pertama, Hyuk yang tamvan punya motif mencoba mengembalikan hubungan yang retak. Da-eun punya motif, mencari yang pasti-pasti aja toh, ini dalam masa sulit. Bo-yeong? Tentu saja punya motif, kalian kira kerja sampai larut itu tamasya? Semuanya punya motif, yang jelas dua unsur perlu dan rasa senang-lah yang menyelingkupi. Jika tindakan itu digerakkan oleh cinta atau benci terhadap seseorang, berarti tindakan itu digerakkan oleh, dalam terminologi Emmanuel Kant, ‘kecenderungan’, dan tindakan ini tidak rasional sama sekali. Egois, tapi begitulah manusia. Boleh saja kita mendukung atau mencoba menjadi sosok yang kita raih simpati dari ‘tiga tokoh utama‘. Dalam praktiknya, kita sukar memilih antara sudut pandang netral dan sudut pandang kekinian. Yang jelas plot yang disajikan rapi dan aduhai, sungguh aduhai, terjalin terorganisasi dalam kemeriahan puisi kehidupan.

Ceritanya terlalu memesona untuk dikeluarkan dari relnya oleh fakta. Selamat, sejauh ini Sweet and Sour adalah film paling menghibur tahun ini. Kita butuh kualitas, kita butuh keseruan. Menghibur sama artinya tidak membosankan. Jangan kelamaan kalian merenung, gegas nikmati sajian menu istimewa ini, mumpung masih hangat. Manusia tidak pernah berhenti tumbuh dalam penegetahuan mengenai nasibnya.

Sweet and Sour | Year 2021 | Directed by Kae-Byeok Lee | Cast Jacky Jung, Krystal Jung, Jang Ki-Yong, Chae Soo-bin, June Yoon | Skor: 4.5/5

Karawang, 070721 – Hanson – This Time Around (Best Live and Acoustic)

*) RIP Angga Nurfian (tenang di sana kawan)

**) Tayang di Netflix 4 Juni 2021

Cinta Rahasia by Anne Mather

Seorang gadis jatuh hati pada laki-laki beristri, dan memperjuangkan cinta itu demi apa pun. Gayung bersambut.

“Matt, aku cinta padamu dan aku tidak peduli dengan yang lainnya.” – Darrel

Duh! Hujan di hari pengantin, pertanda ga bagus untuk pasangan Susan dan Frank. Dan benar saja, pesawat yang menerbangkan mereka untuk berbulan madu mengalami kecelakaan yang menewaskan keduanya. Kecelakaan pesawat terbang di dekat Palma. Kematian selalu datang dengan tak disangka-sangka. Pembukanya bagus banget. Bagaimana masalah pelik mencipta sikap para anggota keluarga, dan seorang teman. Membelit dalam asmara menggelora di Sedgeley, Yorkshire Utara.

Kisahnya tentang Darrel Anderson yang galau. Seorang perawat rumah sakit, teman sekamarnya Susan menikah. Pesta pernikahan itu berlangsung meriah dan penuh ucapan selamat. Darrel yang sudah mengenal keluarga Lawford turut gembira sahabat baiknya telah menemukan jodoh. Karena kedekatan mereka, Darrel juga mengenal semua anggota keluarga Lawford terutama Nyonya Lawford, bahkan menjadi teman curhat seolah ibu kandung. Si sulung yang secara materi sukses, mencuri hatinya. Matthew Lawford, sudah menikah. Nah, kalau kisah ini dibawa di era sosmed, bisa jadi Darrel dihujat serentak sebagai seorang pelakor – perebut laki orang. Namun berhubung ia sebagai sudut pandang sekaligus protagonist, julukan kejam itu sirna dengan sendirinya. “Kalau begitu ceraikan Celine.” / “Kau sudah tahu bahwa aku tak dapat melakukan itu. Jangan meminta ku melakukannya.”

Pernikahan Matt dan Celine jelas tak bahagia. Bayangkan saja, di hari pernikahan adik ipar, ia gusar akan suasana desa, mengingin cepat balik ke kota London. “Teh teh terus itulah yang mereka pikirkan. Obat mujarab di seluruh dunia. Tapi tak mempan bagiku.” Bahkan beberapa hari kemudian kabar suka cita menjelma duka cita, ia bukannya turut di acara pemakaman, malah meminta izin balik! Sungguh terlalu. Menikah Sabtu, dan semingggu kemudian dimakamkan.

Darrel memang gadis idealis. Masih muda dan menggebu, prinsipnya Ia tak bisa menikah dengan pria tanpa membawa rasa cinta di hatinya. Karena ia jatuh hati sama Matt, maka ia perjuangkan. “Aku tak hanya mengira mencintainya, aku memang mencintainya.” Dengan asumsi umum, kita bisa saja menyebut suatu saat Darrel akan menikah dengan orang lain untuk melarikan diri dari rasa sepi yang begitu mencekam ini. Well, saya tak memprediksi gitu karena ini cerita roman picisan. Akan ada jalan keluar menyatukan kedua tokoh utama.

“Kalau begitu kita bertemu lagi besok, di pemakaman.” Kejadian utama cerita ini ada di pasca pemakaman akan berkutat di rumah Lawford dan kosan Darrel (di Inggris sebut saja flat), dan keputusan sesudahnya. Matt mengantar pulang dan pergi, Jeff adiknya muncul menggoda. Jelas ia juga kesemsem, tapi emang sang protagonist sudah memutuskan, cintanya hanya untuk Matt yang sudah nikah. Tentu saja ada beberapa adegan panas, dua anak manusia berlainan jenis saling mencinta, walau itu buah terlarang. Laki-perempuan di kamar, jelas bukan hanya main monopoli. “Kita harus bersikap seperti orang yang berakal sehat. Kita tidak akan dapat terus saling bertemu kalau keadaannya selalu begini. Kau memang pantas waspada terhadapku Darrel, aku terbukti amoral seperti yang kau sangka.” Nafsu dan cinta terlarang.

Bagi Matt yang sudah menikah. “Keadaan itu bisa saja baru bagiku, tetapi kebutuhan itu bukan baru bagiku.” Dan kenyataan bahwa Darrel masih gadis menjadi gunjingan di luar. Semuanya tidak dipersiapkan atau direncanakan terlebih dahulu.

Benarkah perkawinan Matt tak bahagia? Tak harmonis? Untuk membalas sikap Celine ataukah karena kehidupan perkawinan mereka yang sudah sedemikian tidak harmonis? Matthew bilang ia tidak pernah tidak setia pada istrinya. Maka benar saja, suatu ketika Darrel dan Barry, sahabat lamanya sedang makan malam bertemu dengan Celine yang menggandeng lelaki lagi. Ternyata sudah taka da kecocokan. “Dunia yang sempit bukan?” Terdengar gombal tiap Matt merayu. Aku tidak tahu apakah cinta yang terlihat olehku – atau terasa olehku, perasaan padamu belum pernah kurasakan kepada wanita lain. Aku sudah hidup lebih lama darimu, aku bukanlah seorang idealis macam dirimu, dan seperti katamu, aku sinis.

Lalu pecahlah adegan saling tuduh. Mengingat peristiwa di Lanmark Square, membuat tubuhnya menggigil sampai ke tulang sumsum. Jadi Matt menjanji Darrel untuk kehidupan baru ke tanah Amerika, tampaknya dunia yang menunggunya sungguh fantastis, sungguh indah memesona. Tubuhnya gemetar, semua itu rasanya bagaikan impian yang indah. “Jadi apa sesungguhnya kebenaran itu? Kau katakan kau mencintaiku, apa artinya? Maukah kau meninggalkan duniamu yang kecil demi aku? Maukah kau ikut bersamaku, hidup bersamaku, sekalipun itu berarti mengelilingi separuh bola dunia tanpa cincin di jarimu?” Berdua jalan ke pantai, menyusun masa depan yang indah-indah, seolah Matt lupa sudah punya istri di rumah. Nah, pas pulang untuk ganti baju demi makan malam romantis, istrinya ada di rumah. Terjadilah cek cok panas. Darrel memutuskan menjauh, melepas segalanya ketika Celine bilang ia sedang hamil. Betapa kejamnya suami yang berbohong, merayu gadis kala istrinya sedang mengandung. Apa pun itu, ia pergi. Menjauh dari segalanya.

Matron (kepala perawat) mengira ia sakit efek meninggalnya sobat kental, maka diminta cuti dua minggu. Ia mudik di kota Upminster, tempat ibunya Edwina Anderson tinggal sendiri setelah bercerai. Suaminya menikah lagi dengan wanita lain bernama Delia. Menyepi di kampung halaman, menyusun rencana lain. Termasuk kemungkinan menikahi Barry. “Dua orang tidak dapat menikah hanya karena kedua orang tuanya merasa cocok dengan calon menantu.” Kau dan aku tidak akan berhasil mencobanya, kita tidak sepaham. Sedih sih, cintanya tak menemukan klik. Keterangan Barry tentang Matthew menimbulkan semacam dugaan di hatinya, walau tak mengubah cintanya. Kini ia lebih banyak berpikir. Luar biasa, ini sih cinta buta.

Diperlukan waktu untuk menyembuhkan luka. Bersama ibunya liburan ke pantai, liburannya diperpanjang yang berarti ia mengundurkan diri sebagai perawat. Dari Dr. Morison kita tahu, dedikasi dan performa kerja Darrel sungguh baik, bahkan pintu masih terbuka lebar. “Tak seorangpun lelaki yang patut untuk diratapi, percayalah padaku.” Nasihat ibunya, mengingat ia juga dihianati. Darrel tetap bersikukuh pada feeling-nya sekalipun jelas lelaki itu tampak jahat.

Karena seolah menemui jalan buntu, Anne Mather mencipta bencana. Celine dikabarkan meninggal dunia keguguran, terjatuh pendarahan. Ini menjadi jalan pintas untuk menyatukan dua insan yang terpisah. Sejak dari adegan ini, semua tampak sungguh mengada-ada. Kebahagiaan menjadi keharusan, bersatunya dua protagonist adalah keniscayaan. “Ya Tuhan, putriku satu-satunya mau saja dibodohi lelaki yang sudah menikah.” Kata ibunya, tapi Anne mencipta solusi seenaknya sendiri. Keputusan akhir ketika diskusi sama meminta Robert keluar. Menyusul di dua bab akhir, ibunya, ayah Celine, dan Darrel sendiri, meminta Barry pulang. Sebuah mocil terparkir di Corrtney Road. Bertiga rembug menemukan segala tanya. Sir Paul Galbraith membawa potongan puzzle selama ini. Akhir yang sungguh sempurna (bagiku justru agak merusak) di Peternakan Moorfoot.

Buku kedua Anne Mather yang kubaca bulan ini. Genre-nya memang drama romantis dengan happy ending menyelingkupi. Dengan tokoh cantik tentunya karena Darrel menjadi magnet banyak pria. Di sini tercatat ada tiga laki-laki yang luluh lumer hatinya: Jeff dan Matthew, saudara teman kosnya. Barry, sahabat dari kampung halaman. Jeff bisa saja dicoret lebih dini karena memang sekadar terpesona, percobaan pedekate nya termasuk gagal. Barry yang kasihan, mencinta mengharap dapat menikahi setelah kedua orang tua sudah OK, ia bahkan mendapat Warisan rumah di Harrogate, hanya lima belas mil dari Sedgeley, tapi tetap tak bisa. Barry seolah menjadi teman curhat saja kala ia suntuk. Hanya berteman sahaja. Huhuhu…

Kegugupan karena ketegangan. Sama seperti Ricuhnya Hidup Bersama Adam, kisah Cinta Rahasia menjalin orang kaya dan berwajah rupawan menjalani kegalauan, asmara di lingkaran orang berada. Sarapan dengan kiju (keju) dan selai. Makan malam di restoran mewah. Dan perjalanan kerja siang ini di London, besoknya sudah di New York, lusa ada di Tokyo, minggu berikutnya meeting di Seoul. Cinta sudah cukup menjadi bahan pertimbangan. Dalam asmara. jangan bersikap ambisius, tak banyak gunanya.

Cinta Rahasia | by Anne Mather | Diterjemahkan dari Come Running | Alih bahasa Sofia N | Penerbit Indah Jaya, Bandung | Cetakan pertama, April 1980 | Skor: 3.5/5

Karawang, 220720 – None (tidak mendengarkan lagu)

HP Mi4ku rusak, huhuhu…

Thx to Anita Damayanti, tujuh dari Sembilan

Ricuhnya Hidup Bersama Adam by Anne Mather

From London with Love

Saya cuma hendak membuktikan diri sendiri, bahwa saya ini tidak terikat.” – Maria

Tema utama memang mencari jati diri, gadis remaja 18 tahun yang ingin bebas, lepas, ingin membuktikan ia bisa bertahan jauh dari ayahnya. Kuakui kenyataan bahwa kamu menginginkan kebebasan yang agak lebih luas. Tapi tidak semua yang bagus mengandung kehangatan dan berisi.

Cerita cinta yang simpel, tapi menjadi elok bila dibawakan dengan bagus. Kisah klasik percintaan di tanah Inggris. Beberapa tampak tabu dibicarakan, bahkan di dunia Barat tahun 1970an, seperti cara berpakaian Maria yang hanya berbikini berjemur di kebun belakang, laiknya pakaian renang yang hanya harus dikenakan di pantai, bukan di sebuah perumahan elit. “Kecuali itu, aku tidak punya pakaian untuknya.” Beberapa terjemahan terbaca eksotis, karena baku jadul, atau culture di tanah air saat itu. “Masya Allah, Maria kau kira aku ini apa?”

Saya sudah bisa menebak akhirnya, walaupun keputusan hidup bersama adik tiri terasa janggal, atau segala pertentangan yang muncul kemudian, jelas hati yang tertaut karena cinta lebih kuat dan abadi, ketimbang menikah karena materi, profesi, atau sebuah prestise di mata umum. “Meskipun begitu, kedatangan Anda untuk tinggal bersama abang tiri Anda, rasanya agak – bagaimana ya – rasanya agak tak lazim.”

Kisahnya mengambil sudut pandang gadis lulus SMA dari Kilcarney, Irlandia yang memutuskan ikut abang tirinya ke London untuk kursus sekretaris atau perkantoran. Maria yang beranjak dewasa, menuntut kebebasan, ingin merantau jauh dari ayahnya Patrick Sheridan yang kolot, untungnya ibu tirinya Giraldine Massey, ibu Adam mendukung rencana itu. Orangnya memang sangat praktis pada umumnya, lebih mementingkan kegunaan ketimbang segi keindahan. Betapa picik kehidupan, orang-orang cuma tahu nikah, punya anak dan membesarkannya. Lain tidak. Ayahnya menjodohkan sama anak tetangga yang punya banyak lahan, sehingga dari pernikahan akan menyatukan kedua juragan pertanian ini. Maria memilih kabur, maka Adam, abang tirinya di London diminta menampung. Kau yang mula-mulanya bosan terkukung oleh empat tembok sempit. London ini, tidak cuma terdiri dari hal yang indah, megah, dan mulia.

Dr. Adam Massey, titel dokter diperolah di Cambridge untuk dokter umum dan bedah, temannya meninggal karena leukemia, sejak itu ia memutuskan membuka praktek umum. Adam idealis, ia melakukan segalanya untuk membantu kalangan kurang mampu. Di sini sang abang memang tampak sempurna, eh nyaris sempurna saking hebat dan baiknya. Contoh kasus, ia merawat Nyoya Ainsley, sebatang kara setelah satu-satunya putri merantau ke Australia. Atau keputusannya yang hebat. Praktik di kawasan Islington yang umum, ketimbang Kawasan mewah West End bergabung dengan klinik praktek dokter di Harley Street. Prinsip, di mana tenaganya dibutuhkan. Perkampungan kumuh, bangunan lembab, merupakan sumber penyakit. Di sana banyak penduduknya yang sudah tua. Adam ingin bekerja, menolong orang, mestinya ada kepuasan, membantu orang yang tak mampu. Luar biasa! “Karena selalu ada saja orang yang nantinya akan menyalahgunakan kebaikan hati.”

Ketika menerima surat rencana kedatangan Maria, jelas ia menolak keberatan. Namun sebelum membalas atau memberitahukan keluarga, Maria keesokan harinya sudah tiba di rumahnya. Tunangan Adam, seorang artis Miss Loren Griffiths, sebagai manusia terkenal dengan kesibukan luar biasa. Di hari pertamanya di London, langsung menancapkan permusuhan. Maria merasa tak kenal sang artis, sang artis merasa kedatangan adik tiri akan membuat gaduh. Rasa tidak senang pada Loren yang memang sudah ada, semakin bertambah saja melihat ketimangan hubungan Adam dengan sang artis, bahwa rasa tidak senang itu untuk sebagian disebabkan karena cemburu?

Ya karena sudah di rumah abangnya, maka Maria menyibukkan diri sebelum daftar kursus. Ada pelayan Alice Lacey, yang ikut sejak Adam kecil, rencana mundur setelah Adam menikah, sampai sekarang bertahan. Drama ini akan berkutat di sini. Keseharian Maria yang labil, maklumlah masa peralihan. Masa remaja yang mencari jati diri. Ricuh terus. Mau aktif ke sekitar, salah. Karena pernah jalan-jalan di Hyde Park, kejauhan semacam tersesat, padahal ingin santai menyaksi Pemandangan London di kala senja yang menarik, jalan-jalan penuh wisatawan dari pelbagai bangsa. Mau berdiam diri di rumah juga serba salah karena Adam sudah punya pelayan, maka ngapain coba? Malah pernah berjemur di kebun belakang pakai bikini bikin geger orang-orang. Salah satunya teman Adam yang datang berkunjung, menyaksi keseksiannya. Larry Hadley malah lalu menelpon dan mengajak jalan. Kena omel juga karena ia orang ga benar. Berkenalan dengan David Hallam, anak sang pengacara umum Victor Hallam. Juga serba salah, sebab Adam malah melarang kluyuran. Keremajaan dan keringannya memikat para anggota pria. Bikin repot. Menekankan bibir, menekuri ufuk. Manikmati tetirah di pantai.

Apalagi ketika kursus ternyata sudah berjalan sebulan, jadi opsinya mau tetap masuk berarti menyusul ketinggalan atau menunggu gelombang berikutnya sekitar dua bulan lagi? Memutuskan sekarang sahaja join, ketimbang makin lama manyun. Maka minimal ia sudah ada aktivitas. Hubungan yang buruk dengan sang artis, dan waktu sempit Adam sebagai dokter menjadi keseharian. Kesibukan seorang dokter tidak mungkin dapat diatur terlebih dulu. Selalu tergantung dari para pasien. Bersama mobil Rover-nya Adam bertugas di lalu lintas London yang padat. Mereka terlalu sibuk mencari nafkah, agar dapat menyangingi tetangga. Mereka tidak sadar, pada suatu waktu mereka juga tua.

Dan muncullah benih cinta. Orang biasanya mengenang hal-hal yang dulu-dulu saja, tanpa mempertimbangkan proses kematanganya yang sewajarnya menyusul. Adam mungkin mengagap Mari masih kecil, tapi ia bisa buktikan sudah dewasa. Berjalannya waktu untuk pertama kalinya ia bertanya pada diri sendiri, apakah kepergiaannya ke London merupakan dorongan keinginan membebaskan diri dari kesempitan Kilcarney, atau mungkin secara tak sadar karena kerinduan kepada Adam?

Ada rasa lima tahun sebelumnya saat abangnya ke Irlandia, waktu itu jelas Maria masih anak sekolah yang manja. Ada semacam percikan cinta di remaja 12 tahun itu kepada abang tirinya. Rasa itu ternyata malah menghebat. Ia mengkhawatirkan datangnya saat, apabila Adam menyadari kehadirannya, bukan sebagai adik tiri melainkan sebagai wanita. Maria selalu kikuk saat ada Adam di dekatnya. Menggigil karena udara yang agak dingin di luar, tetapi juga disebabkan oleh bakaran semangat. Dengan tiba-tiba saja kehidupan menjadi menarik. Semakin lama ia tinggal di Inggris dan hidup di rumah Adam, semakin terlibat pula dalam jeratan perasaan. Ia tak boleh memberikan dorongan terhadap perasaan yang ada pada dirinya.

Novel menemui titik akhir di pesta malam di rumah Miss Loren Griffiths. Malam itu Adam berangkat bersama Maria, pesta kalangan elit itu awalnya dikira bakal membosankan. Justru Maria bertemu dengan Victor Hallam, pengacara tua itu menjadi teman ngobrol asyik. Dan Adam yang diam-diam bertengkar dengan tuan rumah. Malam jelang tengah malam, terjadi sebuah ciuman terlarang. Hubungan kakak-adik tiri ini menjadi dramatis ketika sang ibu datang ke London memergoki. Kalutlah segala suasana. Bagi sebagian orang tertentu, bergunjing merupakan kesibukan yang asyik.

Esoknya, harus diputuskan ke arah mana semua ini? Sang tunangan yang mendesak Maria untuk pergi? Yang penting, kau sendiri merasa bahagia denganya. Adam yang mencinta memilih siapa? Aku cukup angkuh untuk menuntut kesucian dari wanita yang tidak akan menjadi istriku, juga aku sendiri tidak begitu. Bab terakhir menjadi eksekusi manis menutup ‘Ricuhnya Hidup Bersama Adam’. Aku senang mendengar kebenaran, daripada pemutarbalikan persoalan.

Kisah semacam ini mungkin ketika dibaca sekarang tampak sangat klise, terasa klasik cinta dari London. Menurutku masih sangat nyaman melahap masa buku-buku seperti ini. Bulan Juli 2020 kucanangkan menuntaskan baca-ulas jadul. Kovernya bagus banget. Dengan warna orange kelabu, yang duduk jelas Adam. Stylist berkaca mata dengan ‘v-neck’ nya, sementara Maria berpose kalem bersama segelas wine. Keremajaannya dipulas tjakep. Buku kedua ini jelas lebih bagus.

Maria pergi untuk sementara waktu, ia berhasil melarikan diri dari realitas.

Ricuhnya Hidup Bersama Adam | by Anne Mather | Diterjemahkan dari Living with Adam | Copyright Mills & Boon Ltd., Anne Mather 1972 | Alih bahasa A. Setiadi | Penerbit PT Gramedia | GM 77 109 | Pertama terbit 1977 | Desain sampul Sriyanto | Skor: 3.5/5

Karawang, 090720 – Louis Armstrong & His Hot Five – St. James Infirmary Blues (1929)

Thx to Anita Damayanti, dua dari Sembilan.