Prediksiku Di Oscar 2018: #SacramentoProud

Pertama kalinya saya bisa menuntaskan tonton seluruh kandidat best picture. Pertama kalinya pula saya tak beli dvd bjgbye bye DVD player yang barusan saya service solder, karena sudah ganti HP dan unduh di LK21.org yang nyaris semua film dikejar dari sana. Thx to Rani Wulan S.Kom. Tahun ini saya akan nonton live untuk yang ke sembilan tahun beruntun. Izin cuti besok sudah kukantongi. Setelah mendapat hasil buruk hari ini, Lazioku kalah menit ke 92 dan Roma menang meyakinkan ke Naples, semoga Senin akan lebih cerah. Berikut 14 tebakanku.

#14. Animated feature filmCoco

Alasan: Tema kartun yang hebat, kehidupan setelah kematian.

Saya hanya nonton satu film dan sudah cukup yakin Pixar menang lagi. Bagian animasi memang paling mudah ditebak, dari dulu tipikal ceria anak-anak dengan tema cerita tak lazim masih sangat disukai juri Oscar.

#13. Actor in a supporting role – Woody Harrelson (Three Billboards Outside Ebbing, Missouri)

Alasan: Dengan dua wakil dari Three Billboards, rasanya kategori ini hanya untuk Woody atau Sam.

Sayang saja Ray Ramona-nya Big Sick tak masuk. Bagian saat pembacaan surat perpisahan di depan kandang kuda itu sangat menyentuh, tema kematian tapi dibawakan dengan komedi satir. Aneh sekali lima menit lalu saya ketik Sam lho, ga tahu kenapa saya malah backspace dan ganti Woody. Juri selalu suka orang-orang yang bernasib tragis. Luka bakar masih bisa diobati, tapi kematian adalah akhir dari perjalanan fana.

#12. Actor in a leading role – Gary Oldman (Darkest Hour)

Alasan: Pidato ending yang luar biasa, perubahan dratis Oldman dengan prostetik make up

Timothee Chalamet bisa langsung kita coret karena tema gay berciuman sudah tak menarik. Day-Lewis seperti sebelum-sebelumnya yang kharismatik, perpisahan manis. Denzel terlepas. Kaluuya yang pendatang baru justru tampil manis dengan senyum dan air mata di ruang karam. Namun jelas, tak terbantahkan sejarah mencatat perubahan tampilan fisik sudah sangat sering dicatat juara. Tahun ini hanya bencana besar yang bisa mengalahkan Sirius Black.

#11. Actress in a supporting rose – Laurie Metcalf (Lady Bird)

Alasan: Boyhood versi cewek, Patricia Arquette-nya tahun ini.

Senang sekali lihat Laurie mengatur Saoirse. Khas hubungan ibu-anak dimana saat dekat saling marahan, saat jauh rindu. Apalagi saat anak remaja yang beranjak dewasa, di mana banyak pilihan masa depan terbentang, sang ibu hanya menuntun. Sedih, senang, sendu, sayang.

#10. Actress in a leading role – Saoirse Ronan (Lady Bird)

Alasan: Penampilan terbaik Saoirse Ronan, kesempatan ketiga, wajib diganjar piala.

Pesaing sejatinya hanya Frances McDormand yang membara dan luar biasa. Kalau bukan fanatisme, rasanya sang ibu yang melempari kantor polisi dengan api akan menang. Namun Saoirse juga luar biasa hebat menghadapi ibu yang posesif dan ayah yang defensif. Bagian saat ia meminta nominal uang asuh itu absurd, sakit memang sekaligus menyentuh hati terdalam.

#9. Music (original song) – “This is Me” (The Greatest Showman)

Alasan: Saya sudah nonton kandidat lain, terasa biasa.

Saya belum menonton The Greatest Showman, tapi melihat pesaing lain yang biasa rasanya mending menjagokan filmnya Jackman. Apalagi film musikal punya sejarah dominan menang bagian ini. Kenapa Never Forget-nya Michelle Pfeiffer ga masuk ya?

#8. Makeup and hairstyling – Darkest Hour

Alasan: Oldman jadi ga kayak Oldman, sangat berbeda dari Black yang saya kenal

Kalau ga tahu cast sebelum menonton kalian pasti pangling. Sama seperti saat Tom Cruise ambil bagian di Tropic Thunder yang dance aneh itu. Saya terkejut saat di credit title muncul namanya. Sampai butuh tiga jam hanya untuk mendandani satu aktor? Ini gila.

#7. Visual effects – Guardians Of The Galaxy Vol. 2

Alasan: I am Groot! Hahaha.. sinar di mana-mana

Saya baru lihat Guardians dan War For. Banyaknya review negatif film sama tinggi dengan ulasan negatfi-nya. Namun kita sepakat, film ini memiliki efek visual luar biasa. Perang antar galaxy yang melelahkan, untung Mantis punya antena.

#6. Music (original score)Dunkirk

Alasan: Skor film bahkan jauh lebih bagus ketimbang ceritanya.

Sudah saya plot musim panas tahun lalu. Sudah saya prediksi, minimal masuk nominasi – terbukti ‘kan. Iringan musiknya berkejaran beriringan lari pasukan Inggris yang terdesak serangan Jerman dari udara, laut dan darat. Saingan utama The Shape of yang memang bagus menyertai makhluk air, tapi tetap komitmen jago – apakah juga terbukti?

#5. Cinematography – Blade Runner 2049

Alasan: Angka 14 adalah angka istimewa.

Sebenarnya tadi sudah ketik Mudbound, tapi berubah pikiran berkat teringat angka 14, angka spesial. Henry, Keita, Simone, dkk. Angka yang menjadi jimat Roger Deakins untuk pecah telur. Come on doa penggemar King of Highbury menyertaimu.

#4. Writing (adapted screenplay) – Mudbound

Alasan: Narasi yang hebat

Adaptasi novel memang harus seperti ini. Kenikmatan membaca berhasil dialihkan ke pendengaran. Narasinya juara, seperti menikmati novel audio. Sebenarnya suka sekali Logan, tapi sayang sekali kesempatan langka superhero masuk kategori bergengsi ini bersamaan dengan kegemaranku di seni tulis. Dosa besar kalau saya tak menjago takdir yang menyertai dalam lumpur.

#3. Writing (original screenplay) – Lady Bird

Alasan: diary, screenplay, moving picture

Ini kategori favoritku. The Big Sick bisa dicoret. The Shape yang biasa saja juga yakin bisa dihilangkan. Lady Bird yang memang jadi film istimewaku, tak mungkin tak kujago. Terlihat sekali ini adalah pengalaman hidup Greta Gerwig yang sukses diaplikasikan di layar. Three Billboards yang menang menghentak bisa saja, tapi saya akan histeris andai yang menang Get Out.

#2. Directing – Greta Gerwig (Lady Bird)

Alasan: Look like a memory, kita satu angkatan Bu.

Satu-satunya kandidat wanita, keputusan tepat memilih Saoirse di mana kisah penunjukan cast-nya berturut dengan Brooklyn. Hebat sekali, bisa menulis cerita pribadi, menuliskan naskah dan memfilmkan, serta hasilnya qualify. Ganjaran piala akan menyempurnakan itu.

#1. Best picture – Lady Bird

Alasan: For Saoirse. For Gerwig. For Sacramento

Saya akan ulasan sepintas semuanya. Skor, satu kalimat, dan pendapat singkat:

* Call Me By Your Name – 2/5 cheesy, hebat kalau kalian bisa menuntaskan tonton tanpa mengantuk. Tema homo, coming of age yang berat, dan orang asing yang berhasil mencuri hati. Jelas peluangnya paling kecil.

* Darkest Hour – 4,5/5 powerful speech, Film biografi tahun ini. Sungguh memikat, selama ini saya hanya tahu Churchill dari buku-buku – pemenang Nobel Sastra Bro, ini adalah film tentang dirinya pertama yang kutonton dan langsung memikat. Film ini lebih pada aksi tunggal Oldman, bukan milik Joe Wright.

* Dunkirk – 4/5 technical masterpiece, kejutan musim panas. Secara kulitas cerita biasa, Nolan kalau sampai menang justru ironis karena beliau terkenal sebagai master twist ending, masak di puncak pas pamer skill teknik? Lelucon tak lucu

* Get Out – 5/5 sunken place, saya akan kasih aplaus khusus kalau sampai juri Oscar berani memenangkannya. Ini jelas film yang melawan arus, ide brilian memasuki pikiran manusia dengan meletakkan penghuninya di ruang karam. Hebat, canggih, gila.

* Lady Bird – 5/5 Sayangku Saoirse, sesubjektif saya, saya tak pegang Broonklyn dua tahun lalu. Walau film itu sangat personal tapi jelas posisinya tentang cinta yang jauh akan sulit menang. Kali ini Lady Bird sangat layak, sangat pantas. Sebuah kesuksesan tersendiri biografi tak resmi diri sendiri bisa menang di piala tertinggi. #PalurProud

* Phantom Thread – 4/5 ini film Daniel Day-Lewis, bukan Paul Thomas Anderson. Mau dipegang Paul Thomas ataupun Paul Rudd tetap saja akan bagus kalau punya cast semewah Lewis. Film ngegoliam perang batin dua jam yang hanya disukai kaum snob. Jiah, saya nilai 4 bintang shob juga nih? Hiks…

* The Post – 3.5/5 Newspaper Power, sudah sangat banyak film tentang Perang Vietnam, sudah sangat banyak pula film tentang media cetak yang mengungkap fakta rahasia, tapi jelas The Post bukan yang terbaik.

* The Shape Of Water – 3/5 Beauty and the Beast in Nude Mode, 13 nominasi untuk film macam gini? Bah! Del Toro punya masterpiece Pan’s Labyrinth, jadi ini bukannya grafik naik malah drop. Cerita, akting, teknikal, semua biasa. Ampun deh, jangan hilangkan kepercayaan kami, please bapak ibu juri.

* Three Billboards Outside Ebbing, Missouri – 4/5 Membara Berkobar Terbakar, inilah favorit juri sesungguhnya. Kalau kalian jagoin film ini kalian ikuti arus aman laiknya La La Land, Spotlight, Birdman, 12 Years A Slave, Argo, The Artist, dst. Hidup tak seru da menarik kalau tak ada kejutan, dalam delapan tahun terakhir Best Picture Academy Award yang kusaksikan para juri hanya punya keberanian memilih keluar jalur rel kereta tahun lalu. Bagaimana tahun ini?

Karawang, 050318 – Sherina Munaf – Singing Pixie

Catatan tambahan: Saya ketik prediksi ini tanpa browsing, tanpa buka referensi, tanpa pembanding siapapun dari media sosial ataupun copas pendapat orang lain. Murni penilaianku dari menonton yang mungkin terdengar subjektif. Baiklah, Baby Driver ternyata belum kusebut, perkiraanku bakal menang minimal satu piala, tapi bagian editing tak kucantumkan karena mulai tahun ini saya hanya akan memilih 14 kategori.

Iklan

Derby Della Capitale Untuk Zona Champion

image

Kekalahan Napoli semalam membuat dua tim ibukota senang. Imbang keduanya lolos ke champion. Sederhana sekali teorinya. Tapi kalau bisa menang kenapa ga?
Kuis Lazio the Great v Roma dibuka. Seperti biasa. Skor 3-0 milik bandar. Ditutup Minggu jam 00:03.
Penebak | Lazio v Roma | skorer
LBP 3-0 all
Analisis: Lazio the Great ngamuk. Roma dipecundangi. Dan Cataldi bikin 2 assist lagi.
Gangan 1-1 Radja.
Analisis: Pelampiasan lazio setelah kalah di copa. Roma mengamankan posisi runner up. Hasil imbang cukup adil bagi heri, maksud saya lazio dan roma.
Saha 2 1 Klose
Analisis: Lazio memulai pertandingan dengan rasa malu membumbung tinggi setelah kalah di final coppa. Perlahan mulai bangkit. Akhirnya menang. :))
Gentong 1-2 totti
Analisis: Partai yg ga kalah mbosenin.lazio akan kalah.dan akhirnya gagal lolos zona ucl.
Lik Jie 1-2 Pjanic
Analisis: Berhubung Totto dah dipakai orang,ganti Miralem Pjanic wae lah…. Kasihan roma yg pake as.masak kalah lagi sama elang.. Apalagi mas burung lagi down ga dapet piala coppa senior..
Erwin 1-3 Pjanic
Analisis: Roma ingin menahbiskan sebagai klub terbaik kota roma.
Elang akan diterkam srigala.
Lazio d tikung Napoli.
Dc 2-0 Klose
Analisis: Derby yg hrs dimenangkan lazio, saya kembali memilih klose yg ngegolin karena dia seorang jerman, ga nyambung hahaha tapi tetep minta pengampunan grasi hihihihi.
Imunk 0-0
Analisis: Partai derby terpanas ibu kota. Permainan hanya terpusat di tengah, minim kreasi serangan. Diwarnai beberapa kartu kuning, plus ada kartu merah untuk kedua kubu, skor kaca mata pantas untuk pertandingan derby ini.
Jacobs 0-3 iturbe
Analisis: Lajio kalah ama roma.
Itu sudah ada sejak mpu sutasoma.
Karena ada titik pasti ada koma.
Jokop 1-1 Klose.
Analisis: Berbagi 1 angka di derby ibu kota rasanya pantas.  Bermain aman. Sudah sama2 letih mngejar angka.
Widi 2-2 Klose.
Analisis: Duel Klub sekota. semua sarat gengsi dan berharap ingin menang.Draw di Pertandingan pertama akan terulang dipertandingan kedua juga.
Aji 1-2 Totti
Analisis: Perebutan tiket lngsung ucl akan berakhir dg derby ibukota. Dg modal kecapekan menghadapi juve, tuan rumah akan ksulitan menghadapi srigala2 ibukota. Eksekusi freekick akan jadi pembeda skor.
Arif 3-2 Felipe
Analisis: Kedua tim harus menang demi tiket grup LC. Duel akan panas. Lazio akan memenangi derby kali ini.
Deni 2-1 Klose
Analisis: Derby kota roma kali ini bakal tersaji sangat seru,,kedua tim sama2 berpeluang menjadi runer-up liga seri A dan lolos langsung ke babak utama UCL ,,dengan kekalahan lazio atas juve di final copa,,bakal menjadi pemicu lazio utk tidak mengulangi kesalahan2 annya ,sehingga dapat mengalahkan roma dgn skor tipis 2-1.
Zulk 3-1 Felipe Anderson
Analisis: Roma menggempur Lazio habis2an, penguasaan bola Lazio akan kalah telak oleh Roma yang menguasai 90% penguasaan bola, hampir2 pemain Lazio cuman anak kecil lagi dikerjain oleh Roma, 6 pemain Lazio aka terkena kartu merah oleh wasit dan memudahkan Roma utk memenangkan pertandingan. Lazio bener2 sial kali ini. Sungguh….sangat sial.
Huang Lazio 1-1 Roma (Adem Ljajic)
Analisa: Musim ini sebenarnya bisa dibilang musim yang luar biasa karena cukup jarang kita bisa melihat 2 musuh bebuyutan ibokota Italia ini bisa berjalan beriringan di papan klasemen. Bahkan, pertandingan ini bisa mereka jadikan ajang main mata dengan hasil draw agar keduanya berpeluang besar lolos bersama ke liga champions. Tapi, mungkinkah itu? Everything is possible.
Karawang, 240514

Prediksi Pemenang OSCAR 2014

Gambar

Prediksi OSCAR 2014

Catatan: Seminggu ini saya mem-posting review film semua Kejar pasang karena pengumuman Oscar tinggal 2 hari lagi. Sehingga kalau tetap komit satu-hari-satu-posting di hari kerja, ga akan terkejar. Seminggu ini juga ga ada postingan #nostalgia, tak ada review buku. Saya masih hutang dua review Bartimaeus. Tak ada tulisan curhat masalah pribadi. Tak ada cerita bola, padahal tengah pekan lalu Chelsea ditahan Galatasaray dan menjadi satu-satunya wakil EPL yang selamat dari kekalahan UCL 16-besar. Serta Lazio yang kemarin secara dramatis tersingkir menyakitkan di menit akhir. Semua itu sengaja saya tahan untuk mengisi slot review film. Bahkan malam ini saya posting dua. Hhhmm…, salah perhitungan. Sebelum HARI-H saya sudah siapkan prediksi pemenang Oscar. Tulisan kedua malam ini special untuk gelaran akbar penganugerahan piala Oscar.

Dan berikut beberapa prediksi saya…

1.      Best Animated Feature: Frozen

Baru menyaksikan tiga film dari lima yang dinominasikan. Se-dekade terakhir, baru tahun ini tak ada Pixar di dalamnya. Despicable Me 2 terlalu lemah di cerita walau kita dihujani Minions seperti harapan, lalu The Croods walau mempesona tentang pra-sejarah namun terlalu mudah diprediksi. Pun Frozen, saya bahkan sudah bisa menebak arah film saat baca preview-nya. Namun kelembutan Disney selalu bisa membekukan hati kita.

2.      Best Supporting Actor: Jared Leto – Dallas Buyers Club

Kelima film sudah saya tonton, namun peran sebagai seorang transgender yang meyakinkan tentunya jauh lebih sulit ketimbang si gemuk yang berotak jorok, bajak laut kerempeng, penyidik koruptor atau majikan yang kejam. Di Dallas Buyers Club, Jared Leto sungguh bermain cantik.

3.      Best Supporting Actress: Julia Roberts – August: Osage County

Saya terpesona dengan gaya Barbara yang terlihat begitu tegar sekaligus rapuh dalam drama keluarga yang penuh kekacauan ini. Julia berhasil mengimbangi akting hebat Meryl, baik dalam gesture atau mimik muka. Dan tentu saja teriakan fenomenal, yang mungkin jadi salah satu quote terbaik tahun 2013: Eat the fish, Bit*h!

4.      Best Actor: Matthew McConaughey – Dallas Buyers Club

Saya pengen segera melihat Leo segera pecah telur mengangkat piala Oscar, namun di sisi lain Bale juga bermain sungguh bagus sebagai sang penipu ulung. Walau beraksi dengan meyakinkan sebagai budak, Chiwetel peluangnya paling kecil. Di sektor ini pilihan pemenang jadi begitu mudah di tentukan saat kita melihat Matthew yang kurus kerempeng namun tetap bisa tersenyum bak seorang jagoan.

5.      Best Actress: Meryl Streep – August: Osage County

Kabarnya Cate Blanchett bermain bagus di Blue Jasmine, sayang sampai tenggat waktu yang ditentukan saya ga berhasil menyaksikannya, begitu pula aksi Judi. Rasanya saya begitu yakin bisa mencoret Amy Adams dan Sandra Bullock dalam persaingan. Head-to-head terjadi antara Cate dan Meryl. Dan saya kembali berharap sang aktris senior ini pecah rekor dengan meraih piala keempatnya.

“Saya sangat bahagia untuk film kami, di mana saya dan Julia juga dinominasikan. Kami semua merasa bangga akan film August: Osage County. Dengan penghargaan dari Academy, kami berharap akan memberi perhatian pada film kami di seluruh dunia,” – Daily Mail.

Ya, saya sungguh mencintai film ini juga.

6.      Best Original Screenplay: American Hustle

David O. Russels layak mengangkat piala Oscar tahun ini. Bersama Eric Warren Singer, David membuat naskah film tipu-menipu jadi begitu bernyawa. Lihat saja, lima bintang besar semuanya berkilau karena dapat porsi yang pas dalam tiap adegan. Setelah hasil Oscar yang mengecewakan dalam Silver Linings Playbook dan The Fighter, dia layak berpesta tahun ini.

7.      Best Adapted Screenplay: Captain Phillips

Pengen sekali menunjuk Before Midnight, seri ketiga kisah cinta karya Richard Linklater. Namun ketegangan di tengah laut dalam drama penyelamatan sang kapten begitu mempesona. Sejak di adegan perompak berhasil menduduki kapal sampai akhirnya tiga letusan terdengar, film ini begitu luar biasa. Ayolah, kita harus akui kali ini drama di atas laut lebih menarik ketimbang di dasar laut Bikini Bottom.

8.      Best Visual Effects: Gravity

Star Trek memang mempesona baik dalam cerita ataupun suguhan visual yang memanjakan mata. Tapi tak bisa dipungkiri Gravity memberi warna baru dalam cinema, di mana kita sepanjang film di ajak melayang di luar angkasa. Yak, tahan nafas Anda sampai pendaratan.

9.      Best Original Song: Let It Go – Frozen

Hanya satu kata untuk lagu di film Frozen: amazing! Saya justru merasa lagu di sini lebih bagus ketimbang filmnya sendiri. Sebenarnya bukan hanya Let It Go doang sih, lagu-lagu yang lain juga sama menakjubkannya, khas Disney yang membuat kita berdendang.

10.  Best Original Score: Her

Di film sunyi dan membuat saya sering menguap, score Her menjadi penyelamat misi cinta aneh manusia terhadap OS. Rintikannya bisa memacu emosi untuk bilang: Now We Know Her!

11.  Best Cinematography: Gravity

Melayang-layang dalam ketidakpastian ditata dengan sangat megah. Inside Llewyn Davis bisa jadi pesaing utama, namun keunggulan utama Gravity ya ada di cinematography-nya. Sangat mudah untuk bilang mereka pasti menang.

12.  Best Director: David O. Russell – American Hustle

Yuhui! Hanya Alfonso Cuaron yang membuatku berfikir dua kali, siapakah sutradara terbaik tahun ini. Sekali lagi ada rasa kecewa di dua film sebelumnya yang membuatku yakin juri akan menunjuk David O. Russel berjaya. Kesabarannya kembali mengarahakn J-Law dan Cooper layak dibalas oleh Hustle!

13.  Best Picture: American Hustle

Di kategori utama ini, dari beberapa web yang saya kunjungi, banyak yang memilih 12 Years A Slave, apalagi ini film mengukir jejak manis di BAFTA Award tahun. Ditambah film dengan kisah nyata biasanya lebih diunggulkan. Menurutku film terbaik 2013 adalah Captain Phillips. Ingin sekali menjagokannya, sayang Greengrass tak masuk nominasi best director. Karena sering kali pemenang film terbaik berbanding lurus dengan sutradara terbaik. Mungkin tahun lalu pengecualian sehingga keluar rel, namun tahun ini saya yakin akan kembali ke jalur lagi. Dan American Hustle melengkapi malam sempurna David.

Oke, berdoalah lebih khusuk. Takdir senyum-manyun menanti Senin siang nanti. We will have to wait and see! Have a healthy and happy Oscar weekend.

Karawang, 030314 – a prediction by LBP