Legeumanai Sura’-Sabbeu

Burung Kayu by Nudiparas Erlang

Mengapa dendam dan pertikaian tak berkesudahan?”

Buku yang kental sekali budaya daerah Mentawai, di pedalaman Pulau Siberut, Sumatra. Banyak kata daerah disodorkan, butuh beberapa kali baca kata itu muncul dan diulang untuk paham, karena di sini tak ada bantuan/glosarium. Imajinasi naratif yang rada kebablasan. Temanya mempertahankan budaya asli di tengah gempuran modernitas, pemerintah pusat (Jawa) yang mencoba masuk, mendirikan perkampungan baru, memberi bantuan rutin, memberi opsi agama International, mencoba memberi napas pemikiran baru. Sementara kebiasaan lama dengan roh kepercayaan, seteru dengan suku sebelah, sampai kebiasaan-kebiasaan yang turun dari moyang perlahan kena gusur. Tema bisa juga lebih melebar dengan unsur memertahankan lingkungan asli, hutan yang sudah banyak dibabat itu harus dilawan. Namun tak, lebih ke drama keluarga. Seperti kata-kata di sampul belakang, ini tentang dendam yang terkorusi waktu dan keadaan. Mereka diikat kepentingan yang sama: menyelamatkan hutan dari penggundulan, menuntut ganti rugi atas ladang dan hutan yang akan dimanfaatkan perusahaan.

Kritik sosial juga tersaji dalam perselisihan surat serah terima tanah 36 hektar tanah kepada Dinas Sosial menjadi seluas 360 hektar. Jelas itu manipulasi data, korupsi khas Indonesia. Rasanya bikin geram, tapi nyatanya memang hal-hal semacam ini ada, menjamur subuh di era Orba. Maka sungguh jenaka ada karakter anjing bernama Sistem atau Pemerintah.

Kisah utamanya tentang Legeumanai, sosok yang kuat dan berdiri di antara budaya lama dan serbuan budaya nasional. Kerja sama dunia medis dan dunia roh yang mungkin bisa ditempuh tanpa mencederai keyakinan para penghuni lembah. Ia menjadi penghubung, pejabat yang ditunjuk mewakili suku sekaligus mulut pemerintahan Indonesia. Untuk sampai ke sana, kita diajak keliling ke masa lampau. Masa ketika berburu babi menjadi gengsi tinggi para uma/suku pedalaman.

Pertikaian-permusuhan antardua uma, sudah terjadi lama sekali sebelum masa Legeumanai. Sejarahnya tercatat (dan mungkin terbaca lucu), karena babi kabur bisa menjadi pemicu pembunuhan. Perselisihan uma satu dengan uma lain, dimulai dari seekor babi sigelag, babi besar yang dijadikan alat toga keluarga Babuisiboje untuk mengawinkan anak lelaki mereka dengan adik perempuan Baumanai. Naas, babi yang dipersembahkan itu kabur pulang, lantas dicari dan ditanyai, tapi enggan mengaku. Nah, si gadis membocorkan fakta. Dan dua pemuda yang naas dibunuh karena emosi. Permusuhan itu lalu turun temurun, karena para pembunuh kabur membuka lahan baru dan beranak pinak. Baumanai yang dikenal di sekujur lembah sebagai leluhur yang pernah membunuh keluarga Babuisiboje. Keturunan berharap kedua uma akan menjalani paabat.

Uma yang patut disegani di saentero lembah menjadi jargon utama. Membalas kekalahan berburu dengan menenggerkan burung enggang-kayu di puncak pohon katuka. Menjadi petaka ketika sang pemanjat tewas di depan anak dan istrinya. Awan hitam menggumpal-mengental di atas bubungan sapou-nya… hanya remang senja yang terlihat. Menjadi penutur bagaimana tragedy itu tercipta. Ah, siapa yang dapat mengira cuaca? Saengrekerei ke puncak pohon. Memasang burung enggang-kayu, dan wuzzz… wassalam.

Uma-uma atau suku-suku yang berkerabat dan yang bermusuhan – sebagaimana kisah-kisah yang kadang mengesankan, kadang memilukan, kadang membanggakan, yang didapatnya saban malam dari teuteu-nya. Mengurai-mengurut asal-usul uma, tak mungkin terhindar dari kisah mengenai pertengkaran dan perpecahan, kekecewaan dan kepergian, ketakcukupan dan keterpisahan. Ayam dan babi adalah pembayaran yang sangat berharga pada waktu itu

Kisah cinta sepasang remaja yang tengah menikmati rejana semesta. Mereka beda uma, mereka menyatukan atas nama asmara. Tampak romantis, berkencan dengan alam dan seekor ulat yang menyatu dalam ciuman. Cintanya tak pernah ikut mati atau menjadi sekadar kiretat di pohon durian dan di dinding uma. Keduanya melupa, melupa pada pantang-larang, pada tulou yang mengintai dan mengancam.

Keputusan Taksilitoni menikahi adik iparnya memang diliputi banyak alasan, tapi terasa masuk logika demi anak kesayangan Legeumanai. Pindah ke Dusun Muara, barasi baru buatan pemerintah untuk memajukan suku-suku di hulu. Saengrekerei sang kepala desa yang dihormati, ada bagian ketika bantuan dari pemerintah beras-beras berkarung itu akan didistribusikan dengan kapal, agar tak bolak-balik maka beberapa kapal mengangkut banyak, tapi tetap saja ada yang tak terangkut, sebagai kepala desa yang berpengalaman ia memutuskan yang tak terangkut disumbangkan ke daerah sekitar. Beres? Sementara…

Karena suatu ketika muncul desas-desus bahwa beras itu dikorupsi sang kepala desa, mengambil dan menyimpan untuk pribadi. Betapa marahnya ia, maka ia melakukan sumpah. Bernyali melakukan tippu sasa, melakukan kutukan bagi dirinya sendiri di hadapan banyak mata. Dan berdoa Ulaumanua melindungi anaknya. Jleb! Keren… Padi tak pernah tumbuh subuh di tanah gambut tanah lumpur tanah cadas.

Ada bagian setiap selip beberapa bab, tentang tarian mistis. Antara impian atau kenyataan, laku purba untuk memohon roh leluhur atas sebuah musibah atau permintaan yang rasanya sulit diwujudkan. Mimpi-mimpi tentang sirei muda yang menari di atas api unggun. Jangan biarkan jiwa-jiwa keluar dari kampung ini. Dan engkau roh-roh punen, terimalah roh-roh mereka, dan lindungilah mereka dari segala penyakit dan dari kejahatan. Persembahan yang rasanya akan dimusnahkan agama baru itu lantas kembali dilakukan demi keselamatan seorang terkasih. Legeumanai Sura’-Sabbeu. Ia dingin di dalam api…

Dalam remang purnama, semua yang hadir di uma itu bergeletakan; sebagian berbaring begitu saja di beranda, sebagian lainnya membentangkan kelambu-kelambu dan meringkuk di dalamnya. Pikirannya kusut-masai.
Budaya yang dipertahankan menjadi benteng kemajuan. Seekor babi telah disembelih, dimantari, dan dibaca juga gurat hatinya. Bukahkah jiwa-jiwa kami telah dipikat sedemikian rupa agar tetap betah di uma. Lucu juga agama baru yang diperkenalkan mendapat sambutan, walau banyak yang berganti-ganti sesuai selera. Semua orang mengaku sebagai simata saja, sebagai orang awam saja. Sebagian menanggalkan agama lama dan menggantinya dengan salah satu agama-baru-resmi-pula. Rada aneh rasanya, Menyanyikan lagu-lagu pujian kepada tuhan yang bukan roh leluhur. Babi bagi muslim haram, tapi di sana kan jadi kebanggan kekayaan. Sipuisilam, tak boleh makan babi. Nah!

Ini adalah kandidat pertama KSK yang kubaca pasca pengumuman daftar panjang. Lumayan bagus sebagai pembuka, bisa masuk daftar panjang saja sudah syukur, apalagi bisa melaju ke lima besar, yang jelas bukan jagoanku untuk juara. Buku pertama yang kubaca dari penerbit indi Teroka, yang ternyata masuk ke ‘Naskah yang Menarik Perhatian Juri’ Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2019′. Temanya terlalu umum, sudah sangat banyak cerita tentang suku pedalaman yang diterjang modernitas, walau dengan bahasa yang unik, walau dengan narasi yang mendayu, walau dengan meliuk-liuk panjang, jelas kualitas adalah utama.

Telusur kata itu menemukan klik akhir yang menentrampakan, bahagia dan lega.

Puncak pohon katuka, sebuah uma, jajaran abagmanang, bakkat katsaila… Tampak luar biasa, magege.

Burung Kayu | by Nudiparas Erlang | Copyright 2020 | ISBN 978-623-93669-0-2 | Penerbit CV. Teroka Gaya Baru | Cetakan I: Juni 2020 | Penyunting Heru Joni Putra & Fariq Alfaruqi | Sampul Kevin William | Tata Isi Gerbera Timami | Skor: 3.5/5

Untuk para pemeluk teguh Arat Sabulungan

Karawang, 140920 – Protocol Harun – A Whiter Shade of Pale

Thx to Dema Buku, Titus Pradita, Tokped.
Dua sudah, Sepuluh Menuju – KSK 20

“Saya Sudah Mencoba Menjalani Hidupku Sebaik Mungkin…”

Kusala Sastra Khatulistiwa 20

Dari kisah buku panduan membunuh raja sampai dunia imaji Selma, dari negeri temaran senja sampai kisah perjuangan memertahankan kepercayaan yang dianggap sesat, dari kisah jagoan kampung yang buruk rupa menjadi suami si jelita sampai perjuangan Indonesia mengusir penjajah, dari orang-orang terusir di negerinya sendiri mencoba pulang sampai pangeran dan saudara-saudaranya bertempur ke negeri antah. Semua tersaji demi kalian pecinta sastra.

Di zaman yang serba digital, saringan karya itu sangat perlu. Dan berterima kasihlah pada ajang-ajang penghargaan yang memberi (walau tak semua) pilihan berkualitas. Seolah jadi panduan rekomendasi baca. Saya sudah mencoba menjalani hidupku sebaik mungkin…, melahap buku sebagus mungkin.

Dalam dua puluh tahun terakhir, sastra kita lebih semarak. Era Reformasi yang lebih bebas dan liar dalam menyampaikan pendapat. Hal-hal yang rasanya tabu di masa Orde Baru kini sudah merdeka. Tema yang variatif, terkadang vulgar, out of the box, perbaikan catatan sejarah, religi, beragam cerita daerah, semuanya berusaha berlomba mencipta unik. Dan muncullah penghargaan bergengsi Kusala Sastra Khatulistiwa (sebelumnya bernama Khatulistiwa Literary Award 2001-2013) yang digagas oleh Richard Oh dan Takeshi Ichiki.

Berikut para pemenang dari edisi pertama sampai 19:

2001
Puisi: Goenawan Mohamad, “Sajak-sajak Lengkap 1961-2001”

2002
Prosa: Remy Sylado, “Kerudung Merah Kirmizi”

2003
Prosa: Hamsad Rangkuti, “Bibir Dalam Pispot”

2004
Nonfiksi: Sapardi Djoko Damono, “Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan”
Fiksi: Linda Christanty, “Kuda Terbang Maria Pinto”; Seno Gumira Ajidarma, “Negeri Senja: Roman”

2005
Puisi: Joko Pinurbo, “Kekasihku
Prosa: Seno Gumira Ajidarma, “Kitab Omong Kosong”

2006
Prosa: Gde Aryantha Soethama, “Mandi Api”
Puisi: Dorothea Rosa Herliany, “Santa Rosa”

2007
Penulis Muda Berbakat: Farida Susanty, “Dan Hujan Pun Berhenti
Prosa: Gus ft Sakai, “Perantau
Puisi: Acep Zamzam Noor, “Menjadi Penyair Lagi”

2008
Puisi: Nirwan Dewanto, “Jantung Lebah Ratu”
Penulis Muda Berbakat: Wa Ode Wulan Ratna, “Cari Aku di Candi”
Prosa: Ayu Utami, “Bilangan Fu”

2009
Puisi: Sindu Putra, “Dongeng Anjing Api
Prosa: “F. Rahadi, “Lembata
Penulis Muda Berbakat: Ria N. Badaria, “Fortunata

2010
Puisi: H.U. Mardi, “Buwun”; Gunawan Maryanto, “Sejumlah Perkutu Buat Bapak.”
Fiksi: Linda Christanty, “Rahasia Selma”

2011
Fiksi: Arafat Nur, “Lampuki
Puisi: “Nirwan Dewanto, “Buli-Buli Lima Kaki”; Avianti Armand, “Perempuan yang Dihapus Namanya”

2012
Fiksi: “Okky Madasari, “Maryam
Puisi: Zeffry J. Alkatiri, “Post Kolonial dan Wisata Sejarah dalam Sajak”

2013
Prosa: Leila S. Chudori, “Pulang
Puisi: “Afrizal Malna, “Museum Penghancur Dokumen”

2014
Prosa: Iksaka Banu, “Semua Untuk Hindia”
Puisi: Oka Rusmini, “Saiban

2015
Prosa: Dorothea Rosa Herliany, “Isinga: Roman Papua”
Puisi: Joko Pinurbo, “Surat Kopi”

2016
Prosa: Yusi Avianto Pareanom, “Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi
Puisi: F. Aziz Manna, “Playon

2017
Prosa: Mahfud Ikhwan, “Dawuk, Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu
Puisi: Kiki Sulistyo, “Di Amperan, apa Lagi yang Kau Cari?”
Karya Perdana atau Kedua: Nunuk W. Kusmiana, “Lengking Burung Kasuari

2018
Puisi: Avianti Armand, “Museum Masa Kecil”
Prosa: Azhari Aiyup, “Kura-kura Berjanggut
Karya Perdana atau Kedua: Rio Johan, “Ibu Susu

2019
Puisi: Irma Agryanti, “Anjing Gunung
Prosa: Iksana Banu, “Teh dan Penghianat

Iseng, menghitung berapa buku yang sudah kubaca dari daftar tersebut. Ada sepuluh buku, yah lumayan. Sedari dulu memang lebih sering baca buku terjemahan, buku klasik, buku-buku dengan nama besar pengarang. Nah, berkat penghargaan KSK (dan Dewan Kesenian Jakarta – DKJ) saya seolah dipilahkan, tinggal membuat anggaran belanja yang disodorkan ke May aja buat di-acc. Hehe…

Pada hari Sabtu, 5 September 2020 kemarin melalui twitter @richard0h mengumumkan daftar panjang kandidat KSK ke-20. Periode penjurian Juni 2019-Juli 2020, disusun berdasarkan abjad.

Prosa

#1. Arafat Nur, “Kawi Matin di Negeri Anjing (Basabasi, Maret 2020)
#2. Ben Sohib, “Kisah-kisah Perdagangan yang Gemilang (Banana, Februari 2020)
#3. Felix F. Nesi, “Orang-orang Oetimu” (Marjin Kiri, Juli 2020)
#4. Kedung Darma Romansha, “Rab(b)i (Mojok, Juli 2020)
#5. Maywin Dwi-Asmara, “Surat-surat Lenin Endrou (Basabasi, Juli 2019)
#6. Niduparas Erlang, “Burung Kayu” (Teroka Press, Juni 2019)
#7. Nunuk Y. Kusmiana, “La Muli (Basabasi, Maret 2020)
#8. Nurul Hanafi, “Makan Siang Okta, Sebuah Cerita Tiga Bagian” (Shira Media, September 2019)
#9. Samar Gantang, “Leak Tegal Sirah” (Indonesiatera, November 2019)
#10. Yetti A.KA, “Ketua Klub Gosip dan Anggota Kongsi Kematian” (Basabasi, April 2020)

Puisi

#1. Beni Satryo, “Antarkota antarpuisi” (Banana, Agustus 2020)
#2. Binhad Nurrohmat, “Nisan Annemarie” (Diva Press, April 2020)
#3. Deddy Arsya, “Khotbah si Bisu” (Diva Press, Desember 2019)
#4.Esha Tegar Putra, “Setelah Gelanggang Itu” (Grasindo, Januari 2020)
#5. Gaudiffridus Sone Usna’at, “Mama Menganyam Noken” (Papua Cendikia, September 2019)
#6. Inggit Putria Marga, “Empedu Tanah” (Lampung Literatue, November 2019)
#7. Mutia Sukma, “Cinta dan Ingatan” (Diva Press, November 2019)
#8. Ratri Nindytia, “Rusunothing” (Gramedia, November 2019)
#9. Seno Joko Suryono, “Di Teater Dyonysos” (Anom Pustaka, April 2020)
#10. Triyanto Triwikromo, “Nabi Baru” (Diva Press, Juli 2020)

Kategori prosa seperti tahun-tahun sebelumnya akan kukejar baca-ulas sebelum pengumuman pemenang. Tahun ini, ketika nominasi diumumkan saya baru membaca satu buku: Kisah-kisah Perdagangan yang Gemilang, sudah saya prediksi bakalan masuk dengan menyebut ‘Goodluck for KSK 2020’ di akhir ulasan. Jadi masih sembilan lagi. Dan rasanya tahun ini lebih mudah dalam mengejarnya, sebab toko buku daring langganan setelah kujapri, semua buku ready stock! Sebelumnya harus berburu, mencari dari pedagang buku daring, dari seberang pulau, sampai pesan langsung ke penerbitnya. Kalau penerbit yang aktif di sosmed dan besar sih lebih nyaman, nah yang penerbit indie/daerah terkadang lama respon. Sudah dua kali sih aman, ini yang ketiga. Dan Wow, ga perlu berburu njelimet ke dunia maya.

Dari daftar , yang mengejutkan prosa, dari Penerbit Major Gramedia tak ada satupun. Dominasi ada di Penerbit Basa-Basi, perjuangan mereka mengadakan sayembaya novel dan diterbitkan sendiri harus diacungi jempol gede-gede. Mereka sedang menuai buahnya, ada empat bukunya muncul. Dan kabar baik ini direspon keren dengan menawarkan paket. Saya sendiri mengambil paket tiga bukunya, yang normalnya seharga 170 ribu menjadi 120 ribu. Lumayan.

Di kategori puisi dominasi ada pada Diva Press yang memborong empat nominasi, Gramedia Grup dua, dan Banana penerbit indie paling aduhai ini juga menempatkan satu bukunya. banyak nama asing (baru) yang kukenal, kecuali jelas yang disebutkan terakhir yang jago nulis ceria pendek, kali ini mencoba peruntungan di syair. Persis debut puisinya dalam Kitab Para Pencibir yang sukses, rasanya Nabi Baru laik dinikmati.

Sampai sekarang (11/09/20) tiga buku sudah mendarat, tiga buku sedang dalam perjalanan, dan tiga buku lagi akan dikirim akhir bulan. Jadi minimal sampai akhir bulan, saya harusnya sudah mereview enam buku. Lihat, betapa dunia literasi menyenangkan sekali!

Nantinya, dari sepuluh kandidat akan disaring menjadi lima. Dan puncak acara diumumkan di malam anugerah di Plaza Senayan Jakarta (waktu tba). Jadi siapa pemenang tahun ini? See ya… nantikan ulasan lengkapnya dan prediksi special dari LBP.

Karawang, 110920 – Roxette – Spending my Time

Kami Berjodoh

Always Laila, Hanya Cinta yang Bisa by Andi Eriawan

“… Asalkan kamu berdamai dengan hatimu, kamu akan menemukan jawabannya di sana.” – Bundanya Pram

Ini novel membuatku takjub tahun 2000-an, bukunya Jemy K (teman sekamar di Ruanglain_31, Cikarang) yang turut ditaruh di rak kecilku, dipinjam teman lalu tak tentu arah, entah siapa yang pinjam dan tak kembali. Hiks… Generasi Dilan akan shock ketika tahu ada cerita cinta sejoli Bandung yang mengharu biru dengan belitan romansa jauh lebih berkualitas. Dua kali baca, dua kali pula mewek.

Kisahnya tentang Laila, gadis Bandung yang dicintai penuh tanpa syarat oleh Prameswara, jejaka Bandung pula yang istimewa. Mereka telah menjalin asmara selama Sembilan tahun, sebuah angka pacaran yang luar biasa, tapi pembukanya adalah sendu, karena Laila menerima paket pos berupa jam dari Pram di ulang tahunnya. Posisinya mereka sudah putus, dan Laila yang merasa tak enak hati, menelusur kenangan. “Kamu begitu sempurna dengan ketidaksempurnaanmu.”

Alur lalu dibuat acak, kembali ke masa sekolah pertama kali bertemu, Pram seperti Dilan merayu dengan gaya. Suka nulis puisi, cita-cita arsitek, jago gambar, penyendiri. Mencintai Laila yang cantik jelita, suka cubit, ceria, dan nggak suka kaun kol. Sudah saling cinta sejak sekolah, dan apapun yang terjadi sudah pula mendeklarasikan jodoh. Selamat datang di kehidupan dewasa, segala ujian waktu mencoba menggoyahkan.
Pram terlihat sangat dekat dengan orang tua, terutama Bundanya. Segala cinta dan keseruan dunia remaja dicurahkannya, Laila adalah pujaan yang diwujud lukis pajang di kamar, rumahnya yang jauh dari hiruk-pikuk kota, masih asri. Laila juga tampak baik-baik saja, keluarganya welcome, bata-bata kehidupan terus disusun. “Mencintai tidak butuh alasan, tapi menikahi seseorang membutuhkan alasan.”

Riak-riak itu dimunculkan dalam berbagai daya dari luar. Teman lama Laila semasa SMP datang lagi dalam kehidupannya, Bubung yang baik dan pernah menyatakan cinta. Ketika mendaftar ke ITB jurusan penerbangan, ketemu. Dan jadi kakak kelasnya. Laila adalah satu-satunya cewek di angkatan itu, tiga cowok kesemsem, Laila jelas mahasiswi tercantik. Pesonanya tak terbantah. Pasca lulus, Bubung dapat kerja sebagai engineer di Malaysia Airline, menjauhkannya sementara. Namun cinta Bubung memang kuat, berjanji akan merebut Laila dari Pram, memberi cincin nikah diamond mahal, walau saat itu ditolak, Bubung meminta balik nantinya pas nikah atau saat ketetapan hati sudah final. Memperlakukan Laila seolah ia adalah perempuan terakhir di dunia. Setiap jutaan hal kecil yang dilakukan terasa begitu istimewa.

Pram masih dengan dunia imajinya sendiri. Mengaku sebagai penjelajah waktu, gombal ala Dilan. Hidup di era Majapahit, era kemerdekaan, era Kasultanan Malaysia, jadi manusia lama di Siberia, dst. Mimpi itu tampak nyata dan sungguh kuat. Bualan itu hampir saja memberi percaya. Setidaknya buat Laila, bukti-bukti terpampang. Apalagi saat perjalanan ke Malaysia, ada tautan di sana. Nah, di Negara tetangga itu Bubung belum menyerah. Membantu Laila selama tinggal di sana sebagai tenaga bantu proyek kampus. Terharu, dan sungguh miris melihat perjuangan lelaki ini. Cintanya pada Laila sungguh gila, tapi jawaban yang tegas memang diperlukan dan sudah berkali-kali diucap. Finalnya, kami berjodoh. Takdir, siapa yang bisa melawan? Bahkan ketika manusia sudah sempurna merencana, takdir pula yang menghakimi.

Semua daya dan upaya memang menuju perwujudan dua karakter utama bersatu. Kisah manis bak sinetron yang tayang di jam utama. Namun seperti yang terbaca di pembuka, mereka akhirnya berpisah. Laila memutuskan hubungan, Pram stress dan murung sekali. Cita-citanya sebagai arsitek dilepas demi membuka kafe, hari itu kafe Laila tutup. Laila bermaksud menyampaikan permohonan maaf setelah di ulang tahunnya yang ke 24 mendapat kado jam tangan. Dari bundanya Pram kita tahu, ia mencoba berdamai dengan kenyataan. “… Bila ia memang bersikeras ingin berpisah, apalagi selain melupakannya.”

Menerima pinangan teman ayahnya kerja di Yogyakarta. Maka Laila menyusul ke sana, mencoba memberi kejutan tanpa memberitahukan kehadirannya, Laila shock ada lukisan dirinya di ruang khusus di hotel tempatnya menginap. Lebih shock lagi eksekusi endingnya, pembaca juga kaget. Hiks…

Entah kenapa novel ini belum diangkat ke layar lebar, padahal semua kriteria bagus untuk diperkenalkan ke khalayak lebih umum dalam balutan visual sudah ada. Dibanding Dilan yang terlampau lembek karakternya, Laila cerita remaja yang dalam masa transisi ke dewasa menampilkan realita menyentuh, puitik, drama, dan tentunya ending yang jleb. Membayangkan adegan payung dan jajan di kantin seberang sekolah, tahi lalat di pipi kiri, sampai adegan ‘terbang’. Lebih berkelas ketimbang di boks telpon, ‘rindu itu berat’. Tahun 2011 pas ke toko buku Cikarang, sempat lihat cetak ulang. Senang, akhirnya ada cetakan berikutnya. Namun karena segel saya ga tahu cetakan ke-berapa, yang jelas gaungnya tak sebesar yang kuharapkan.

Kata Always, Laila sendiri kita temukan setelah setengah perjalanan novel (halaman 121!), di akhir email. Dengan setting 2000-an, email dan sms begitu dominan untuk komunikasi jarak jauh. Tak ada WA, tak ada sosmed, tak ada kenarsisan yang menyinggung di dunia digital. Rahasia Laila, bahkan bisa bertahan beberapa bulan, berarti memang keluarga sudah kompak menahan informasinya.

Berkorban demi orang terkasih juga menjadi tema, Pram ‘mengalah’ akan ambisi, padahal ia jago gambar. Saling mengalah, guna pacar mendapat masa depan yang lebih cerah tercermin pada tindakan Laila yang memutuskan lamaran asyik di Laila’s Cafe, 26 Desember 2003, dan ia tahu kalau jujur Pram justru akan menguat dan setegar karang, sungguh tindakan yang masuk dinalar dan berat disampaikan. Dia memang yang terbaik. Dramatisasi ketika melihat Pram bahagia naik sepeda dengan kedua tangan terentang, menjadi ironi, menjadi bumbu drama bikin gereget, yah seperti itulah hidup, pahit. Ia pernah jatuh cinta dan terluka. Bila perempuan itu memang satu-satunya perempuan yang bisa ia cintai di antara milyaran lain, ia akan terus mencintainya. “Kamu memang lelaki terbaik yang pernah kutemui.” – Laila

Tampak sekali ini ditulis sebagian adalah pengalaman pribadi, memang fiksi tapi kesamaan pendidikan Andi Eriawan dengan setting kampus di ITB jurusan penerbangan jelas bukan sebuah kebetulan. Memang beda rasanya tulisan yang berdasar pengalaman dengan angan-angan, terasa sekali diketik dengan memetakan ingatan masa lalu. Salut! Kudoakan menjadi film bioskop, Mas. Saya akan nonton di hari pertama. Semoga…

 

Laila… nama yang cantik. Orangtuamu pandai memberi nama. Mungkin mereka tahu kau akan tumbuh secantik ni.

Always Laila, Hanya Cinta yang Bisa | by Andi Eriawan | Penyunting Denny Indra | Desain sampul FN | Penata letak Jefri Fernando | Penerbit Gagas Media | Cetakan pertama, November 2004 | xii + 228 hlm.; 19 cm | ISBN 979-3600-38-1 | Skor: 4.5/5

Untuk Prameswari yang membenci daun kol

Karawang, 05-060820 – La Nina de los Peines – Al Gurugu (1946)

Thx to Lifian, Tangerang

The Partner adalah Novel Tukang Tipu yang Ditipu, Hingga Pembaca Turut Dikelabui

The Partner by John Grisham

“Tak ada masalah. Ini bukan pertama kalinya ia menggugat tergugat yang salah. Ini strategi. Sedikit simpati tidak akan merugikan.” – Patrick

Diburu dan memburu, polemik hati dan limpahan putar uang gede menyeret banyak kalangan guna adu cerdik, mengetuk Dinding Ego para pengacara. Ini kisah tentang pengacara Amerika yang memalsukan kematian, menyaksikan pemakamannya pada 11 Februari 1992, mencuri 90 juta dollar dari biro hukumnya, dan tertangkap empat tahun kemudian ketika menyepi hidup di Brasil. Uang tersebut sudah dalam perjalanan, sudah disetujui, dokumen-dokumen sudah ditandatangani, perintah-perintah sudah dimasukkan; mereka bisa melihatnya, mencium baunya, nyaris menyentuhnya ketika Patrick Lanigan yang mati menyerobot uang tersebut pada detik terakhir yang memungkinkan. Uangnya bergerak cepat dan sungguh merumitkan diri. Dari Washington ke Nasional Bank, sejam kemudian sampai di Nassau, lima belas menit sudah di United Bank, dan Sembilan menit berlalu tiba di Malta, dan akhirnya berpindah ke Panama. Novel setebal 500 halaman yang sangat memikat, mungkin salah satu cerita tentang pengadilan terbaik yang pernah kubaca. Desas-desus dikumpulkan, didengar, diciptakan. Rahasia menjadi hal langka di Coast. Harapan kian meninggi, sementara gosip didaur ulang. Tak ada komentar dari para pemain, tapi spekulasi liar dari reporter. Uang yang dicurinya terlalu banyak, seandainya jauh lebih sedikit korban-korbannya tidak akan begitu bertekad memburunya.

Pembukanya Patrick Lanigan ditangkap di Ponta Pora, kota kecil yang nyaman di Brasil, perbatasan dengan Paraguay oleh Biro penyelidik terkenal dari New Orleans, dipimpin oleh Stephano, mereka menginterogasinya. Cara memaksa minta informasi dengan penyiksaan brutal, dengan listrik dan darah di mana-mana malah menjadi boomerang. Patrick dengan uang haram 90 juta dollarnya menjadi sangat menarik.

Kisahnya ditarik mundur. Plotnya acak, beriringan, karena setiap keping jawab akan memenuhi lubang berikutnya. Bogan usia 49 tahun, ia yang tertua di antara berempat. Doug Vitrano, sang litigator yang mengusulkan Lanigan menjadi partner kelima menjadi: Bogan, Rapley, Vitrano, Havarac, dan Lanigan. Pengacara dan penasihat hukum. Dengan iklan besar “Spesialis dalam Bidang Kerugian Lepas Pantai”. Spesialis atau tidak, seperti kebanyakan biro hukum, mereka akan menerima apa saja bila uangnya besar. Biro hukum dengan begitu banyak kebencian. “Apakah kamu berpikir kita akan memperoleh uang itu, Charlie?”

Patrick lalu diminta dilepas oleh FBI, dibawa ke Amerika untuk ditangani. Karena lukanya mengerikan, ia tidak ditahan di penjara, ia dirawat khusus di rumah sakit. Di Biloxi, setting utama cerita ini langsung masuk headline, kasus pencurian yang yang besar menarik minat. Ancaman dikurung di Penjara Parchman mengerikan.

Kehidupan pribadi Patrick dikupas. Pernikahannya yang tak bahagia sama Trudy. Trudy adalah gambaran cantik impian masa kini, secara fisik. Badan ramping dibalut pakaian senam, berlumur keringat, berambut pirang diekor kuda dengan kencang. Tidak ada satu ons pun lemak di tubuhnya. Sekaligus berhati kejam, sangat sadis. Sudah tepat Patrick menciptanya menjadi mantan istri: wanita yang menyenangkan, tapi berubah jadi keji ketika langit runtuh. Anaknya Ashley Nicole bukan anak kandung Patrick, kemungkinan anak kandung Lance Maxa selingkuhannya. Tes DNA dan foto-foto telanjang itu bukti yang kuat. “Kuucapkan selamat, tak ada lagi yang terlibat.” Karena kita tak akan membahas urusan gugatan cerai berikutnya, kita sampaikan di sini saja. Trudy mendapat asuransi kematian Patrick sebesar 2.5 juta dollar. Dengan bangkitnya ia dari kubur, jelas ia kebakaran kaus senam, maka ia menuntut balik. Naas, segala bukti mengarah Trudy (dan Lance) salah, dan kalah telak. Namun karena ini masalah paling sepele di sini, oleh Grisham dieksekusi santuy, memuaskan banyak pihak. Bisa kubayangkan Pengacara Trudy, Si J. Murray Riddleton jumawa dan gede ndase, hahahaha… Kedengkian menjadi kecenderungan yang wajar.

Patrick terancam dituntut hukuman maksimal karena terindikasi pembunuhan berencana, sebab proses kaburnya terbukti ada mayat. Jadi ia melakukan ‘bunuh diri’ mobilnya kecelakaan tunggal, terguling, terbakar, dan ditemukan mayat yang kita semua kita itu dia, sekarang kita tahu mayat itu tokoh asing. Apa pun yang diberikan klien saya dijamin undang-undang dan rahasia, Anda tahu itu. Itu dinamakan produk kerja pengacara. Cutter membenci pengacara, karena mereka tidak mudah digertak.

Selama masa pemulihan tinggal di rumah sakit dengan penjagaan ketat. Kunjungan dibatasi, Hakim Karl adalah sahabat lama dan kisah ini banyak sekali melintas masa lalu dari tuturan mereka berdua, ia bersimpati dan jelas tak akan menjadi hakim di sidangnya. Kunjungan ke rumah sakit adalah kunjungan teman lama. Nama samaran Carl Hildebrand (untuk menghormati beliau), lalu menjadi Randy Austin. “Aku hakim, fakta-fakta penting bagiku.” Mereka tidak mengucapkan sepatah kata pun, lama sesudah ia berlalu. Ada begitu banyak pertanyaan, begitu banyak untuk diucapkan. Ruangan itu berputar dengan berbagai kemungkinan dan skenario.

Kepada Hakim Karl, Patrick menumpahkan banyak sekali hal. Proses kecelakaan yang disengaja. Aku tak tahu bunyinya akan begitu ribut. Bunyi sirine itu begitu keras, tahulah aku aku berlari menuju kebebasan. Patrick sudah mati, dan membawa serta kehidupan buruk. Proses mengambilan mayat, dan siapa dia. Pembaca yang pening dan deg-degan malah tertipu, betapa mudahnya proses itu terasa. Cuma butuh sedikit pemikiran dan perencanaan.

Kasus ini menjadi besar dan semakin meluas dengan setiap fakta baru dibuka. Aku bergulat mati-matian untuk memecahkan satu teka-teki, dan sepuluh misteri lain menimpaku. Ada perkataan dari film lama, “Saat kau melakukan pembunuhan, kau melakukan dua puluh lima kesalahan. Bila bisa memikirkan lima belas di antaranya, kau jenius.”

Dalam prosesnya malah kita mendapati kebusukan birokrasi dan seluk beluk pengadilan. Orang tak bisa merampok bank, tertangkap, lalu menawarkan mengembalikan uang itu bila tuduhan dicabut. Keadilan bukan untuk diperjualbelikan. Para seniman pengadilan bekerja terstruktur. Kerjanya dalam sidang metodis, bebas dari gaya framboyan dan mematikan. Negara versus Patrick Laginan, sidang kasus nomor 96-1140. Jaksanya adalah T.L. Parish yang sudah sarat pengalaman, menjebloskan para penjahat. Duel pengadilan yang patut dinanti.

Seorang gadis yang menjadi penghubung kasus ini lalu diungkap. Nama aslinya Eva memakai nama samaran Leah. Kau tidak boleh panik ketika kau dalam pelarian, demikian berkali-kali Patrick berkata. Kau berpikir, kau mengamati, kau menyusun rencana. Patrick menyewa pengacara sahabat kuliahnya yang handal, Sandy. Seperti teman-teman kuliah, mereka begitu saja pergi menempuh jalan masing-masing. Negosiasinya sangat jago, tapi karena Patrick sendiri pengacara seolah Sandy adalah pion, otaku tama segala keputusan jelas sang tersangka. Sangat licin dan liat, waspadalah para pembaca kalian menuju terkelabui. Kalian para pengacara memang saling mengurus diri sendiri. Pengacara perusahaan asuransi selalu bepergian berpasangan. Tak peduli apa pun tugas yang harus ditangani, harus ada dua orang sebelum pekerjaan dimulai. Keduanya medengarkan, melihat, berbicara, mencatat, dan yang terpenting keduanya menagihkan uang jasa untuk pekerjaan yang sama.

Proses pencurian data selama Patrick menjadi partner malah tampak keren sekali. Membeli pelacak, pengintai, penyadap, sampai segala peralatan canggih di era 1990-an. Ruangan bernama Closet karena sempit. Ada meja kecil berbentuk persegi dengan satu kursi pada masing-masing sisi. Tanpa jendela, dengan langit-langit miring karena ada anak tangga di atasnya. Keluar dari Closet ada yang kesal, sambil mengumpat di setiap langkahnya. Menjadikan meja dan kursi itu saksi mati bagaimana nego para pengacara berengsek ini mencuri duit Negara, dan nama seorang tokoh politik terekam.

Aricia, Monach-Sierra, dan Northern Case Mutual. Perputaran uang yang melibatkan penyandang dana besar akan kebakaran jenggot kalau foto-foto penyiksaan itu disebar ke media. Rekaman, foto, sampai bukti transaksi menjadi barang sangat mahal. Jutaan dollar diputar dan dibahas agar tak ada yang merasa dirugikan. Sebab kalian semua di sini, sebab kalian semua mempunyai wewenang untuk mengambil keputusan.

Akhir sidangnya sendiri datar, seolah terhenti karena para penuntut kelabakan. Patrick sang perencana ulung, sudah memegang kartu truf semuanya. Usulan aneh, Patrick bebas terasa mustahil di akhir, tapi menjadi sangat lumrah di akhir. Parrish sendiri tidak keberatan, ia memiliki jadwal delapan sidang lain dalam tiga minggu ke depan, sehingga melepas perkara Lanigan melegakan baginya. Tak ada pembebasan tanpa uang jaminan untuk ekstradisi. Tahun-tahun itu begitu jauh, suatu kehidupan lain. Selama bertahun-tahun barang-barangnya telah disingkirkan, barang-barang kenangan di masa kanak-kanak.

Luar biasa. Benar-benar buku yang menggigit, lumer basah sempurna. Menggelepar-gelepar. Menegangkan sejak awal, membelit rumit di tengah negosiasi, mengejutkan akhir. Kita diajak tur, menjelajah kehidupan para manusia elit di biro hukum, tangan-tangan kotor yang menyalurkan uang, memegang kendali, lobi panas, dan memang piramida itu memuncak pada tokoh politik. Nama baik adalah segalanya dalam sosialita demokrasi masa kini, tak bisa dibantah semua orang menghindari, tentu sejauh-jauhnya pencemaran nama baik. Bahkan pembalikan keadaan, hampir semua yang dilakukan Patrick Laginan adalah ancaman namanya rusak, bukti yang kuat membuat ketakutan para pemegang jabatan, nilai saham yang runtuh, sampai penegasan bahwa sejuta-dua juta dilepas untuk membungkam itu seolah tak terlalu masalah. Korupsi adalah efek buruk demokrasi yang menjerat leher mereka yang tak kuat iman. Dalam perjalanan menuju pertemuan penting, tetapi terperangkap kemacetan, dan aku memandang ke teluk. Di sana ada perahu layar kecil yang hampir tidak bergerak di cakrawala.

Impian liar Grisham untuk kabur dari realita yang menamatkan sudah dua kali ini kubaca. ”Semua orang ingin lari, Karl suatu saat dalam hidupnya. Semua orang berpikir untuk kabur. Hidup selalu lebih baik di pantai atau di pegunungan… Kau bangun bersama terbitnya matahari. Menjadi orang baru di dunia baru, segala kekhawatrian dan masalah kau tinggalkan.” Sebelumnnya di kumpulan cerpen Ford County juga ada. Hidup dalam pelarian memang petualangan sangat menggetarkan dan romantis, sampai kau tahu ada orang di belakang sana.. saya pribadi berkali-kali memimpikannya, menghilang dari bosan. Impian untuk pergi begitu saja, menghilang dalam kegelapan malam dan ketika matahari terbit kita jadi orang lain yang benar-benar baru. Orang-orang Brasil yang malang, semua pengacara curang berlari ke sana. Semua masalah tertinggal di belakang – kerja keras yang menjemukan, patah hati karena perkawainan yang buruk, tekanan untuk kaya…

Vonis bersalah berdasarkan sentimen publik perlu diwaspadai. Masih sangat segar diingatan bagaimana sebuah kasus di ibukota kita tercinta mencipta kegaduhan karena kasus yang abu-abu. Namun sentimen dan desakan publik ternyata menguat. Sedih sih, di sini keadilan terasa tegak, walau pada ujungnya sang protagonist kena batunya.

Patrick telah memberikan rahasia paling gelap, paling mematikan, dan Eva berjanji akan selalu melindunginya. Setelah bertaruh segalanya, melimpahkan tanggung jawab besar kepada kekasihnya ini, kita dibuat terperangah. Keadilan hanya kain lap, keadilan sekadar kata-kata. Endingnya benar-benar jleb!

Sang Partner | By John Grisham | Diterjemahkan dari The Partner | Copyright 1997 | Alih bahasa Hidayat Saleh | GM 402 97.668 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Juli, 1997 | 592 hlm.; 18 cm | ISBN 979-605-668-2 | Skor: 5/5

Untuk David Gernert: teman, editor, agen

Karawang, 270720 – None (tidak mendengarkan musik)

HP Mi Noted4-ku mati

Thx To Raden Beben, Bekasi

#Juni2020 Baca

Rekap baca bulan Juni, bulannya Sherina Munaf.

“Antara teologi dan ilmu pengetahuan terletak suatu wilayah tak bertuan. Wilayah itu diserang baik oleh teologi maupun oleh ilmu pengetahuan. Wilayah itu adalah filsafat.”Bernard Russel

Bulan Juni memang khusus untuk #30HariMenulis #ReviewBuku jadi bulan kelahiran Sherina Munaf ini kuantiti baca ga kugubris, dan mengimbas ke kualitas bukunya juga. Lebih banyak yang tipis, dan tak kusangka, semua 14 buku yang selesai kubaca berhasil kuulas di bulan yang sama! Menyenangkan sekali menghabiskan asupan buku melimpah, bersyukurnya kita hidup di era sekarang. Akses ke karya jadi mudah, dan terhubung instan.

#1. Cala Ibi Nukila Amal

Sebuah buku sebenarnya hanya terdiri dari beberapa kalimat utama. Sisanya adalah pengulangan, pemekaran, penjelasan, perumitan, bahkan pembingungan. Buku yang merumitkan diri sendiri. Memainkan pola acak, memilih diksi yang mencoba puitik – bisa juga kalian sebut aneh, menelusur kata seenaknya sendiri. Ini semacam puisi berbentuk prosa, atau bisa disebut puisi panjang tanpa penggalam rima, bagaimana bisa nyaris tak ada tanda kutip sekalipun itu kalimat langsung. Beberapa kalimat bagaikan mengingatku pada sesuatu, kadang terasa seperti remah roti dalam hutan menguatkan dugaan, menepis keraguan, menambah keraguan, bahkan membatalkannya. Maksdunya jelas, agar tampak syahdu, biar terlihat eksotis. Tindakan, tak ada yang lebih percuma daripada gagasan tanpa laku yang mengikuti, puisi yang dihidupi. Bayangkan, untuk bilang kipas angin/AC saja ia menulis: ‘Udara hasil manufaktur, dingin seperti marmer di dinding dan lantai.’ Haha… jan, sak enak dewe. Buku tanpa tanda kutip sehingga pembaca diminta menafsir mana kalimat langsung? Dalam sunyi, namun sarat bunyi.

#2. Pintu Masuk ke Dunia Filsafat Dr. Harry Hamersma

Makin banyak manusia tahu, makin banyak pertanyaan timbul. Tentang asal usul dan tujuan, tentang dia sendiri, tentang nasibnya, tentang kebebasan, dan kemungkinan-kemungkinannya. Betapa beruntung saya bisa menikmati buku bermutu ini, kubeli dari Surabaya (Thx to Adi Angga, AFP) dalam rangkaian buku The Good Wives. Tipis sehingga bisa dinikmati singkat, tapi ilmunya jelas begitu tebal. Seperti judulnya, ini buku 50 halaman yang bisa jadi hanya di teras menyaksi sepintas ilmu dasar, tepat di depan pintu tuan rumah yang memiliki persoalan kompleks nan rumit, karena filsafat yang luas maka segala tanya itu harus didedah dan ditelusur. ‘Dalam sajak kuno, ada tanya besar yang hingga kini masih snagat relevan dan akan tetap revelan nantinya. ‘Aku datang – entah dari mana, aku ini – entah siapa, aku pergi – entah ke mana, aku akan mati – entah kapan, aku heran bahwa aku bergembira…’ – anom.

#3. The Devil Wears Prada Lauren Weisberger

Tentang gadis kosmopiltan di New York yang selepas lulus kuliah, melakukan kehendak bebas keliling dunia selama beberapa bulan sama pacarnya, lantas kembali ke Amerika guna menatap hidup, menata karier yang lebih serius. Dengan semburan energi baru, aku meneguk habis sisa kopiku, memanasakan lagi secangkir untuk Alex. Bercita-cita menjadi penulis di media keren The New Yorker, maka ketika ada peluang kerja di majalah mode, kontrak satu tahun diambilnya, idep-idep jadi batu loncatan, sebagai fresh graduate jelas membutuh pengalaman. Majalah runaway yang tersohor, bagi kalangan penikmat mode dan fashion. Baginya sesuatu yang baru, apalah itu, namanya majalah – satu gen dengan koran, konek ke literasi yang jadi impiannya. Dan siapa sangka, setahun di kantor itulah kenangan horror hidupnya terjadi. Bos paling kejam sedunia, yang tulunjuknya adalah perintah, yang perintahnya adalah sabda, yang sabdanya menjadi rujukan kerja, seolah SOP (standar Operational practice). Sungguh mendebarkan, sungguh mengasyikkan, diluardugaku, kisah chicklit ini sangat sangat menghibur. Bagaimana dunia perkantoran di kota sibuk, kota Apple di jantung Amerika itu berdetak. Thx to Raden Beben, Bekasi.

#4. The Mozart’s JourneyEduard Morike

Perjalanan sang maestro dari Wina ke Praha, mampir hotel lalu diminta menginap ke rumah bangsawan. Mencipta makan malam yang menakjubkan, diskusi seni melimpah, dan pamer keahlian memainkan musik. Sebuah kado istimewa dari dan untuk sang tuan rumah. Canda Tawa di Balik Karyanya. Sang istri yang seperti kehidupan khalayak umum, pusing memikirkan putaran uang, mendampingi seorang manusia besar. Thx to Afifah, Yogyakarta.

#5. Bulan KertasArafat Nur

Buku kedua bulan Juni yang kunikmati, sedang ingin bersantai memang makanya saya pilih yang roman modern dengan kerumitan kisah di level sedang. Cinta pertama memang selalu istimewa, cinta pertama di kala sekolah dari tanah Rencong, setting dari kelas tiga SMA sampai kuliah, mencintai adik kelas pindahan dari Medan, lalu ketika rasa itu bersambut ada sebuah halangan yang tak lazim. Iya, saya bilang tak lazim karena kendala itu dari dalam. Bukan internal dari kedua personal, tapi lebih dari sang gadis yang memimpikan dunia lain, dengan kesendirian, kesunyian, dan bulan kertas. “Di akhir zaman, orang yang menegakkan hukum agama, seperti memegang bara api dengan tangannya. Bila terus dipegang, tangan akan terbakar; bila dilepaskan bara akan padam.”

#6. Bukan Pasar MalamPramoedya Ananta Toer

Novel tanpa nama tokoh sama sekali. Dengan sudut pandang anak sulung, yang pulang kampung untuk menjenguk ayahnya yang sakit keras. Dengan setting Indonesia pasca merdeka di kota Blora yang sederhana. Keluarga ini memang sudah tidak utuh lagi. Si sulung yang pulang bersama istrinya yang baru setengah tahun dinikahi, penyampaian hidungnya yang dulu disukai, kini tidak lagi, heleh… bolak-balik rumah-rumahsakit, dan hari-hari terakhir penuh perenungan makna hidup sang ayah yang banyak jasanya kepada orang-orang sekitar. Drama keluarga 100 halaman yang lebih banyak merenung. “Hidup ini, Anakku, hidup ini tak ada harganya sama sekali. Tunggulah saatnya, dan kelak engkau akan berpikir, bahwa sia-sia saja Tuhan menciptakan di dunia ini.”

#7. Creative WritingA.S. Laksana

Banyak buku menyaji tips-tips menulis, saya baru baca 4-5 buku, termasuk ini. Sebelum menikmati, jargon Penulis Stephen King selalu kupegang, kuncinya satu: “Tulis, tulis, tulis.” Karena hanya mantra itu yang cocok untuk menjadi penulis. Action menulis adalah langkah utama yang tak bisa dibantah, setiap kali menikmati tata-cara entah namanya apa, termasuk saat menikmati Creative Writing. Lalu latiahn terus menerus yang akan mengasahnya. Seperti pemain bola yang pandai bikin gol, itu tak serta merta, itu butuh latihan yang keras, ditempa dengan darah dan keringat. Menurut William Blake, penyair Inggris hasrat saja tanpa ada tindakan akan membiakkan penyakit.  Oke, menulislah sekarang juga. Dan ‘menulislah yang buruk’. Beberapa tips usang, beberapa terasa baru. “Menulis cerita adalah seni merangkai adegan demi adegan, memusatkan penuturan dan memberi perhatian lebih pada bagian-bagian penting dan menurutkan secukupnya bagian-bagian kecil, tetap dengan cara yang menarik.”

#8. Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang Ben Sohib

Saya tak mengenal Ben Sohib, dari biodata di akhir buku ternyata pernah nulis dua buku: The Da Peci Code (2006), Rosid dan Delia (2008). Memang selalu ada yang pertama, dan buku ini cukup menjelaskan bagaimana beliau bercerita, gayanya absurd, diselingi komedi, lalu di akhir – kalau di Stand Up Comedy, muncul punch-line yang menohok. Beberapa cukup bikin tersenyum geram, beberapa belum tune-in sama alur, ujug-ujug sudah kelar, terlalu pendek. Ada dua dari sebelas yang sukses mencipta bahak, lalu berujar, “Ya ampuuun.” Sungguh aneh, sungguh menggelitik, dan hampir semua yang dikisahkan ada di sekitar kita, ada di sekeliling kita dengan budaya Betawi yang kental, khas ente, gue, serta segala akhiran ‘e’ yang termasyur itu. Nama-nama karakter unik atau dibuat merakyat disertai julukan, kehidupan kaum jelata dengan pemikiran terdalamnya guna bertahan hidup. “Lu pade demen ngajakin Apang pegi, bakal lucu-lucuan doang. Lu pade demen nanggepin apang, terusnye lu bayar pake duit recehan. Lu pade kagak pernah mikirin nasibnye!” Thx to Dema Buku, Jakarta.

#9. No ManyoonEndang Rukmana

Cerita plesetan New Moon-nya Stephanie Meyer. Dengan budaya betawi yang kental, lengkap dengan makanan tradisionalnya, bahkan mencantumkan resep masak. Cerita vampire versus manusia srigala jadi-jadian. Sungguh biasa, entah kenapa dulu saya membeli buku semacam ini. Dan bukan satu lagi, karena Toilet dari Twilight-pun juga kubeli. Sebelum ulas saya baca ulas singkat, sungguh mengecewakan.

#10. The Stranger Albert Camus

Terbitan Immortal tampak lebih sopan, bagian ketika Marie bercinta dengan sang protagonist hanya ditulis sepintas lewat tidur bersama, dan paginya dibangunkan. Atau untuk bilang bernafsu, Marina menulis ‘indraku terangsang’, tampak sungguh aman untuk Remaja, seolah para petinggi Lulus Sensor memantau ketat. Atau bisa dibilang pemilihan diksinya lebih pas dan nyaman. Unggul di banyak segi, dari sampul saja sudah terlihat istimewa. Kesempatan baca kedua ini, tetap asyik dan aneh. Terima kasih #MojokStore

#11. Martin Luther KingAnom Whani Wicaksana

Martin Luther King Jr. lahir pada 15 Januari 1929 di Atlanta, Georgia. Bernama asli Michael King Jr., ayahnya mengganti nama untuk menghormati tokoh Kristen Protestan Martin Luther. Anak ketiga dari empat bersaudara, terlahir dari keluarga berada. Saat berusia 10 tahun, menjadi penyanyi Gereja untuk  pemutaran perdana film Gone with the Wind. Pada bulan Mei 1941, neneknya meninggal dunia. Sempat membuat depresi hingga berniat bunuh diri. Semasa kecil hingga remaja dicekokin agama terus, justru membuatnya meragukan agama. “Keraguan saya mulai muncul tak henti-hentinya.” Namun bergeraknya waktu, ia menjadi relijius. Kekristenan adalah kekuatan potensial untuk perubahan sosial.

#12. Sepotong Senja Untuk PacarkuSeno Gumira Ajidarma

Menatap senja adalah suatu cara berdoa yang langsung menjelma, perubahannya dari saat ke saat meleburkan diri seseorang ke dalam peredaran semesta. Senja adalah janji sebuah perpisahan yang menyedihkan tapi layak dinanti karena pesona kesempurnaannya yang rapuh. Dunia senja yang sempurna bagi siapa pun yang memburu senja di pantai seperti memburu cinta yang selalu berubah setiap saat, meraih pesan-pesan dari kesementaraan terindah seantero semesta… kumpulan cerpen yang luar biasa dari sastrawan besar Indonesia yang masih hidup. Waktu meninggalkankan jejak, begitu pula saat-saat yang dilaluinya bersama dia. Segenap makna perjumpaannya meresap ke dalam hatinya dan ia tidak bisa melupakan dia. Thx to Fatihah Store, Yogyakarya.

#13. Cocktail for ThreeMadelaie Wickham (Sophie Kinsella)

Tentang tiga sahabat yang bekerja di majalah Londoner yang hobi menghabiskan malam di Manhattan Bar, kafe yang menyajikan koktail terlezat di kota London dengan jazz dan keriuhan pengunjung. Ngumpul sebulan sekali apapun aktivitas dan kesibukan yang mendera, menyempatkan waktu bergosip dan blak-blakan dengan konco kental. Roxanne: glamor, percaya diri, memiliki kekasih gelap dan berharap pria itu akan meninggalkan sang istri dan menikah dengannya. Maggie: ambisius dan mumpuni dalam pekerjaan, hingga menemukan satu hal yang tak dapat diatasinya, menjadi ibu. Candice: polos, baik hati, jujur hingga suatu ketika hantu masa lalu muncul mengacaukan hidupnya. “Aku berusaha menebus kesalahan. Aku berusaha membantu…”

#14. Aisya Putri: Operasi Milenia Asma Nadia

Asiyah Putri, anak bungsu dari single parent. Tinggal di Jalan Kemuning nomor satu. Ayahnya meninggal, dibesarkan dengan penuh cinta. Punya empat kakak: Vincent berkaca mata, tinggi tamvan. Kedua Harap, kuliah di IKJ dengan trendy aksesoris di banyak bagian, secara ga langsung calon seniman besar. Ketiga Hamka, gondrong dan kekar, olah raga adalah makanan sehari-hari. Keempat, Idwar kuliah di UI ambil Sastra. Semuanya memiliki kelebihan masing-masing, entah kekurangannya apa, tak tampak nyata. Put-Put eh Puput, panggilan sayangnya, kelas satu SMU 2000, nama beken SMU Mandiri. Diambil dari tarif ojek yang mengarah dan dari sekolah. Ada yang jago karakte, berguna banget ketika Putri dkk diganggung preman mendem. Ada yang jago puisi, merayu, gombal ala kadar. Ada yang rajin bersih-bersih kamar, cool. Ada yang hobi manjat gunung, mencintai alam. Hobi-hobi positif, dan catat! Mereka ga merokok semua. Sungguh sangat luar biasa, mendekati sempurna! “Burung dara nyangkut di kawat. Adinda cantik… nggak kuat.” Thx to Masa Laluku.

Ya, Juni 2020 tak ada catatan khusus tentang Sherina Munaf, tahun lalu sudah penuh sesak tiga ribu kata. Sampai jumpa di momen yang sama tahun depan.

Karawang, 170720 – Cry Johnnie Ray & The Four Lads (1951)

Cinta Rahasia by Anne Mather

Seorang gadis jatuh hati pada laki-laki beristri, dan memperjuangkan cinta itu demi apa pun. Gayung bersambut.

“Matt, aku cinta padamu dan aku tidak peduli dengan yang lainnya.” – Darrel

Duh! Hujan di hari pengantin, pertanda ga bagus untuk pasangan Susan dan Frank. Dan benar saja, pesawat yang menerbangkan mereka untuk berbulan madu mengalami kecelakaan yang menewaskan keduanya. Kecelakaan pesawat terbang di dekat Palma. Kematian selalu datang dengan tak disangka-sangka. Pembukanya bagus banget. Bagaimana masalah pelik mencipta sikap para anggota keluarga, dan seorang teman. Membelit dalam asmara menggelora di Sedgeley, Yorkshire Utara.

Kisahnya tentang Darrel Anderson yang galau. Seorang perawat rumah sakit, teman sekamarnya Susan menikah. Pesta pernikahan itu berlangsung meriah dan penuh ucapan selamat. Darrel yang sudah mengenal keluarga Lawford turut gembira sahabat baiknya telah menemukan jodoh. Karena kedekatan mereka, Darrel juga mengenal semua anggota keluarga Lawford terutama Nyonya Lawford, bahkan menjadi teman curhat seolah ibu kandung. Si sulung yang secara materi sukses, mencuri hatinya. Matthew Lawford, sudah menikah. Nah, kalau kisah ini dibawa di era sosmed, bisa jadi Darrel dihujat serentak sebagai seorang pelakor – perebut laki orang. Namun berhubung ia sebagai sudut pandang sekaligus protagonist, julukan kejam itu sirna dengan sendirinya. “Kalau begitu ceraikan Celine.” / “Kau sudah tahu bahwa aku tak dapat melakukan itu. Jangan meminta ku melakukannya.”

Pernikahan Matt dan Celine jelas tak bahagia. Bayangkan saja, di hari pernikahan adik ipar, ia gusar akan suasana desa, mengingin cepat balik ke kota London. “Teh teh terus itulah yang mereka pikirkan. Obat mujarab di seluruh dunia. Tapi tak mempan bagiku.” Bahkan beberapa hari kemudian kabar suka cita menjelma duka cita, ia bukannya turut di acara pemakaman, malah meminta izin balik! Sungguh terlalu. Menikah Sabtu, dan semingggu kemudian dimakamkan.

Darrel memang gadis idealis. Masih muda dan menggebu, prinsipnya Ia tak bisa menikah dengan pria tanpa membawa rasa cinta di hatinya. Karena ia jatuh hati sama Matt, maka ia perjuangkan. “Aku tak hanya mengira mencintainya, aku memang mencintainya.” Dengan asumsi umum, kita bisa saja menyebut suatu saat Darrel akan menikah dengan orang lain untuk melarikan diri dari rasa sepi yang begitu mencekam ini. Well, saya tak memprediksi gitu karena ini cerita roman picisan. Akan ada jalan keluar menyatukan kedua tokoh utama.

“Kalau begitu kita bertemu lagi besok, di pemakaman.” Kejadian utama cerita ini ada di pasca pemakaman akan berkutat di rumah Lawford dan kosan Darrel (di Inggris sebut saja flat), dan keputusan sesudahnya. Matt mengantar pulang dan pergi, Jeff adiknya muncul menggoda. Jelas ia juga kesemsem, tapi emang sang protagonist sudah memutuskan, cintanya hanya untuk Matt yang sudah nikah. Tentu saja ada beberapa adegan panas, dua anak manusia berlainan jenis saling mencinta, walau itu buah terlarang. Laki-perempuan di kamar, jelas bukan hanya main monopoli. “Kita harus bersikap seperti orang yang berakal sehat. Kita tidak akan dapat terus saling bertemu kalau keadaannya selalu begini. Kau memang pantas waspada terhadapku Darrel, aku terbukti amoral seperti yang kau sangka.” Nafsu dan cinta terlarang.

Bagi Matt yang sudah menikah. “Keadaan itu bisa saja baru bagiku, tetapi kebutuhan itu bukan baru bagiku.” Dan kenyataan bahwa Darrel masih gadis menjadi gunjingan di luar. Semuanya tidak dipersiapkan atau direncanakan terlebih dahulu.

Benarkah perkawinan Matt tak bahagia? Tak harmonis? Untuk membalas sikap Celine ataukah karena kehidupan perkawinan mereka yang sudah sedemikian tidak harmonis? Matthew bilang ia tidak pernah tidak setia pada istrinya. Maka benar saja, suatu ketika Darrel dan Barry, sahabat lamanya sedang makan malam bertemu dengan Celine yang menggandeng lelaki lagi. Ternyata sudah taka da kecocokan. “Dunia yang sempit bukan?” Terdengar gombal tiap Matt merayu. Aku tidak tahu apakah cinta yang terlihat olehku – atau terasa olehku, perasaan padamu belum pernah kurasakan kepada wanita lain. Aku sudah hidup lebih lama darimu, aku bukanlah seorang idealis macam dirimu, dan seperti katamu, aku sinis.

Lalu pecahlah adegan saling tuduh. Mengingat peristiwa di Lanmark Square, membuat tubuhnya menggigil sampai ke tulang sumsum. Jadi Matt menjanji Darrel untuk kehidupan baru ke tanah Amerika, tampaknya dunia yang menunggunya sungguh fantastis, sungguh indah memesona. Tubuhnya gemetar, semua itu rasanya bagaikan impian yang indah. “Jadi apa sesungguhnya kebenaran itu? Kau katakan kau mencintaiku, apa artinya? Maukah kau meninggalkan duniamu yang kecil demi aku? Maukah kau ikut bersamaku, hidup bersamaku, sekalipun itu berarti mengelilingi separuh bola dunia tanpa cincin di jarimu?” Berdua jalan ke pantai, menyusun masa depan yang indah-indah, seolah Matt lupa sudah punya istri di rumah. Nah, pas pulang untuk ganti baju demi makan malam romantis, istrinya ada di rumah. Terjadilah cek cok panas. Darrel memutuskan menjauh, melepas segalanya ketika Celine bilang ia sedang hamil. Betapa kejamnya suami yang berbohong, merayu gadis kala istrinya sedang mengandung. Apa pun itu, ia pergi. Menjauh dari segalanya.

Matron (kepala perawat) mengira ia sakit efek meninggalnya sobat kental, maka diminta cuti dua minggu. Ia mudik di kota Upminster, tempat ibunya Edwina Anderson tinggal sendiri setelah bercerai. Suaminya menikah lagi dengan wanita lain bernama Delia. Menyepi di kampung halaman, menyusun rencana lain. Termasuk kemungkinan menikahi Barry. “Dua orang tidak dapat menikah hanya karena kedua orang tuanya merasa cocok dengan calon menantu.” Kau dan aku tidak akan berhasil mencobanya, kita tidak sepaham. Sedih sih, cintanya tak menemukan klik. Keterangan Barry tentang Matthew menimbulkan semacam dugaan di hatinya, walau tak mengubah cintanya. Kini ia lebih banyak berpikir. Luar biasa, ini sih cinta buta.

Diperlukan waktu untuk menyembuhkan luka. Bersama ibunya liburan ke pantai, liburannya diperpanjang yang berarti ia mengundurkan diri sebagai perawat. Dari Dr. Morison kita tahu, dedikasi dan performa kerja Darrel sungguh baik, bahkan pintu masih terbuka lebar. “Tak seorangpun lelaki yang patut untuk diratapi, percayalah padaku.” Nasihat ibunya, mengingat ia juga dihianati. Darrel tetap bersikukuh pada feeling-nya sekalipun jelas lelaki itu tampak jahat.

Karena seolah menemui jalan buntu, Anne Mather mencipta bencana. Celine dikabarkan meninggal dunia keguguran, terjatuh pendarahan. Ini menjadi jalan pintas untuk menyatukan dua insan yang terpisah. Sejak dari adegan ini, semua tampak sungguh mengada-ada. Kebahagiaan menjadi keharusan, bersatunya dua protagonist adalah keniscayaan. “Ya Tuhan, putriku satu-satunya mau saja dibodohi lelaki yang sudah menikah.” Kata ibunya, tapi Anne mencipta solusi seenaknya sendiri. Keputusan akhir ketika diskusi sama meminta Robert keluar. Menyusul di dua bab akhir, ibunya, ayah Celine, dan Darrel sendiri, meminta Barry pulang. Sebuah mocil terparkir di Corrtney Road. Bertiga rembug menemukan segala tanya. Sir Paul Galbraith membawa potongan puzzle selama ini. Akhir yang sungguh sempurna (bagiku justru agak merusak) di Peternakan Moorfoot.

Buku kedua Anne Mather yang kubaca bulan ini. Genre-nya memang drama romantis dengan happy ending menyelingkupi. Dengan tokoh cantik tentunya karena Darrel menjadi magnet banyak pria. Di sini tercatat ada tiga laki-laki yang luluh lumer hatinya: Jeff dan Matthew, saudara teman kosnya. Barry, sahabat dari kampung halaman. Jeff bisa saja dicoret lebih dini karena memang sekadar terpesona, percobaan pedekate nya termasuk gagal. Barry yang kasihan, mencinta mengharap dapat menikahi setelah kedua orang tua sudah OK, ia bahkan mendapat Warisan rumah di Harrogate, hanya lima belas mil dari Sedgeley, tapi tetap tak bisa. Barry seolah menjadi teman curhat saja kala ia suntuk. Hanya berteman sahaja. Huhuhu…

Kegugupan karena ketegangan. Sama seperti Ricuhnya Hidup Bersama Adam, kisah Cinta Rahasia menjalin orang kaya dan berwajah rupawan menjalani kegalauan, asmara di lingkaran orang berada. Sarapan dengan kiju (keju) dan selai. Makan malam di restoran mewah. Dan perjalanan kerja siang ini di London, besoknya sudah di New York, lusa ada di Tokyo, minggu berikutnya meeting di Seoul. Cinta sudah cukup menjadi bahan pertimbangan. Dalam asmara. jangan bersikap ambisius, tak banyak gunanya.

Cinta Rahasia | by Anne Mather | Diterjemahkan dari Come Running | Alih bahasa Sofia N | Penerbit Indah Jaya, Bandung | Cetakan pertama, April 1980 | Skor: 3.5/5

Karawang, 220720 – None (tidak mendengarkan lagu)

HP Mi4ku rusak, huhuhu…

Thx to Anita Damayanti, tujuh dari Sembilan

Hollywood Husbands Book 1 by Jackie Collins

Kehidupan Hollywood yang membara, para suami selingkuh, para istri kelayapan, dan para gembel memuja hedonisme mereka.

“Dulu kita berniat mempertaruhkan segalanya untuk menikmati suasana seperti ini, lucu juga. Sekarang malah tidak menyukainya.”

Dia menyukaiku, dia menyukaiku. Seperti Sally Field kala menang Oscar. “Hi, sayang. Aku sedang duduk melamunkanmu.” Coba banyangkan, seperti apa jadinya bila seseorang kehilangan kecantikan, karier, dan masa depan. Ini adalah pengalaman pertamaku menikmati novel Jackie Collins. Pace-nya cepat, kurang detail sehingga hal-hal kecil tak disentuh, hanya mencerita latar dengan kejadian-kejadian yang bergerak maju. Awalnya membosankan, tapi memasuki bagian dua menemukan klik yang nyaman. Bukunya ada dua, setiap buku dibagi lagi dalam dua bagian utama. Di sini kamu bisa memeroleh apa pun yang kau mau asal ada duit.

Bagian pertama terjadi di bulan April 1985, pengenalan karakter, bagaimana nasib yang satu menggelayut manja di nasib tokoh lainnya. Center kejadian adalah pesta mewah sang artis besar Silver Anderson. Dari pesta itulah merentet efek kejadian selanjutnya. Di bagian kedua setting bulan Juni 1985 dengan titik pusat pesta para gaek di hotel Forum dan nasib cinta Sang Superstar. Semua kejadian utama berpusar di Hollywood, California. Di Hollywood tidak ada yang lebih dari materi dan uang. Dengan uang, wanita secantik apa pun akan memberikan tubuhnya untuk dinikmati.

Suami-suami di sini ada empat tokoh utama. Pertama, Jack Python yang memiliki acara talk show face to face with Python. Kehidupannya mapan bersama artis pemenang Oscar Clarissa Browning, hingga bertemu Jade Johnson. Clarissa sendiri sama rumitnya. Bercinta dengan pasangan main, adalah bagian dari pertunjukan itu sendiri. Hidup adalah resiko dan itu harus dijalani.

Kedua, Mannon Cable, bintang film ternama. Ia berencana menceraikan istrinya Melani-Shania tapi malah terganjal, istrinya hamil. Mannon masih tergila-gila sama mantan istri pertamanya Whitney Valentine. Sang bintang dicerita sedikit di buku satu ini. Whitney hanya mau berpose telanjang, bila imbalannya tidak kurang dari satu juta dollar, dan sejauh ini belum ada yang menawarinya. Ada tiga macam aturan yang harus ditaati Whitney: tersenyum bila wartawan memotret, tampil gaya dan siap untuk tampil televisi, dan pertakukan orang-orang dengan ramah sebab berkat partisipasi merekalah kepopuleran berhasil diraih. Jadi jangan lupakan mereka.

Ketiga, Howard Soloman, kepala studio. Seorang playboy yang sudah menikah empat kali, tapi incaran utama Whitney, mantan istri sahabatnya tak pernah berhasil digaet. Berkepala botak, dan memakai wig untuk bergaya. Memilih film yang akan box-office sama saja dengan memilih seekor anjing dari antara banyak anak anjing yang lain. Seseorang bisa saja keliru memilih yang kerdil, walau kelihatannya punya asal usul yang jelas.

Keempat Zachary K. Klinger, raja Hollywood, pemilik Orpheus Studio bosnya Howard. Kaya raya, hampir semua keinginannya terkabul, tapi tidak untuk sang bintang opera sabun Silver Anderson, yang justru terjebak nafsu sama begundal muda, Wes Money. Zach tak terlalu banyak dikisah ini, mungkin di buku dua. Sebab konflik utama sama Silver tak mengapung dalam, dengan Wes sendiri mencipta bimbang. Ke Las Vegas menikah dengan gembel? “Kota ini penuh dengan orang cantik, tapi kau bellissima, adalah yang istimewa.”

Kisahnya sepusaran itu. Duit menjadi magnet utama karena duit berkuasa. Ketenaran menjadi bumbu yang menyesatkan. Dunia hiburan besar ini memang kejam, melibatkan banyak entitas dan kekuatan siapa kuat akan bertahan. Ada kilas balik dengan huruf miring, itu masa lalu suram korban perkosaan. Amarah sedari remaja. “Justru itu! Kau harus tahu, sumpah serapah tidak membuat orang kelihatan lebih dewasa.”

Sejatinya segala pusat cerita bukan pada para suami, tapi sang artis Silver Anderson. Ia menjadi titik utama kisah, karena mendetail kehidupan dari kecil sampai ending-nya menggantung dilamar telanjang sama budak seks-nya. Masa lalunya hitam, perjuangan mencapai puncak penuh darah dan tetesan air mata. Ini cerita berkutat di situ. “Miss Anderson saya sangat mengagumi permainan Anda yang begitu cemerlang.”

Pesta Silver sejatinya disponsori oleh sebuah studio, hotel, dan promo sponsor. Jadi sekalipun pusat acara, ia mengandalkan nama besar. Nora sang asisten adalah satu-satunya orang yang bisa melontarkan kritik pada Silver tanpa membuatnya marah. Susah dipercaya bahwa Silver menginginkan kehadiran anaknya, karena selama ini ia tak peduli sama anaknya. Silver hidup hanya untuk dirinya sendiri. Nora mengundang anaknya yang terlantar. Dan adiknya ternyata turut serta. Silver sudah berjuang mati-matian berjuang untuk  meraih nama besar sebagai superstar. Dan malam ini seharusnya adalah puncak kejayaannya. Tapi hancur karena kedatangan adik dan anaknya. Melihat mereka saja sudah membuat muak.

Silver adalah wanita dengan segerobak kegiatan. Pesta itu juga jadi ajang saling kenalan, tukar kontak dan tebar pesona. Band bernama The Rats dengan Eddie dan Heaven sebagai leading band-nya. Diperkenalkan ke fotografer terkenal. Seorang model baru akan kelihatan pas pada role ketiga. Nora menyalakan rokoknya yang keempat puluh hari ini. “Katanya ada urusan bisnis.”

Ada kejadian aneh sungguh memalukan ketika pelayan Silver, orang Rusia yang gagah nan perkasa, ketika majikan pergi, ia berdandan gemulai mencoba ngonde, apes ketahuan. Selama tiga tahun Vladimir mengabdi pada majikannya penuh pengabdian dan kejujuran, ia tahu apa yang disuka dan dibenci Silver, dan menjaganya tetap tutup mulut terhadap wartawan. Bayangan dipecat muncul, tapi ternyata hanya detensi. Wartawati Cindy Lou yang suka menulis tajam akan sisi hitam Hollywood, tak segan melontarkan kecaman, maka Silver menghindari wawancara dengannya. Karena Lou ternyata menyimpan masa lalu. Seorang artis yang gagal, penyanyi yang gagal, penulis novel yang juga gagal. Akhirnya nasib mengantarnya menjadi kolomis London dan terkenal dengan kecaman pedas pada artis, penyanyi, dan novelist pada setiap kesempatan.

Lalu saat para suami berkumpul di Las Vegas, para istri ngumpul bergosip. Forum Hotel menyambut Jack, Howard, dan Mannon dengan istimewa. Poppy sebagai istri sang kepala studio punya prinsip: jangan terlalu gemuk, jangan berpakaian norak, jangan duduk di tempat biasa di restoran, dan yang utama jangan sampai diremehkan oleh orang-orang tertentu.

Cowok gombal, karena selama ini kebanyakan cowok yang dikenalnya penuh tipu muslihat. “Aku telah melakukan sesuatu yang keliru. Kuharap aku tak kan mengulangi ketololan seperti ini. Aku tak ingin kehilangan kau, apakah kau memaafkanku?”

Dari bu ibu gosip itulah muncul kabar kebejatan masa lalu pasangan masing-masing. “Aku belum terlalu tua untuk mengingat masa itu…” Ya, seperti kita semua saat ngumpul ngopi, mereka bercerita bagaimana awal mula meniti karier. Jangan dekati lelaki beken, dia memiliki ego yang berlebih. Lelaki seperti ini harus dihindari. “Kau seharusnya menulis buku!” Dijawab ketus, “Nanti, kalau saya punya waktu…”

Berkiprah pada ladang show business tak bisa membuat Silver membagi waktunya untuk bergaul. Seperti Dennis Denby, ia bepergian bersama Silver hanya untuk membonceng populeritasnya. Tak ada cinta di antara mereka. “Aku tidak pernah marah, aku hanya bosen saja melihat tampangmu.” Dennis menjadi cowok paling apes, atau bisa juga disebut konyol sekali mengharap cinta yang dicueki. Huh cinta, mungkin yang begitu tidak pernah ada di dunia.

Acara talk show milik Jack bernama Face to Face with Jack Python. Face to face with Python merupakan media yang efektif untuk promosi film, buku, atau peristiwa lain. Mengingatkanku pada acara Empat Mata Tukul Arwana yang pernah booming. “Kau bisa membawa pergi seorang Colorado, tapi kau takkan bisa menghilangkan sifat khas Colorado-nya.”

Tata bahasanya sebenarnya gaul dan asyik. seperti kalimat langsung yang bebas. “Nggak usah ngguruin, entar aku juga balas mengeritik cara hidupmu.” Karena di sana kawin-cerai menjadi kelaziman, ada satu kata yang muncul ke permukaan. ‘Prenup’, adalah surat perjanjian yang dibuat sebelum menikah yang menyatakan bahwa seorang suami/istri tak akan menuntut apa-apa dalam hal harta kekayaan bila mereka bercerai. Bila tidak ada perjanjian semacam itu, ia berhak menuntut pembagian harta bila diceriakan. Mannon Cable dan Melanie-Shanna berniat cerai, tapi ada kehamilan yang menghalangi. Lalu Poppy yang merasa hambar dengan uang melimpah, jelas tahu suaminya berengsek. Bahkan endingnya menawarkan Silver dan Wes menuju ke pelaminan.

Sebuah perjudian, bintang besar akankah menikahi gembel. Silver tak terlalu gila untuk menghentikan sesuatu yang disukai, mumpung masih bisa. “Permainan cinta yang menggebu-gebu lebih bermafaat daripada tidur seharian.” Di Hollywood sekali Anda berkencan dengan wanita, besoknya seluruh penduduk di kota itu tahu apa yang terjadi. Namun lanjut ke jenjang serius?

Lalu Wes yang bermasalah di kosnya, ditagih terus sama induk semang. Tetangganya yang cantik Unity yang menawarkan pelihara anjing bersama. Kegiatannya yang amburadul, menghalalkan segara cara untuk dapat uang, termasuk menerima job menagih uang transaksi narkoba yang ternyata adalah jebakan. Wes Money bukanlah orang alim, tapi dalam keadaan seperti ini, dia baru ingat untuk berdoa. Khusuk.

Inilah kumpulan para pesohor Hollywood dengan segala sisi hitamnya. “Aku penggemar cokelat yang fanatik, lengkap dengan segala akibat sampingnya.”

Bersambung…

Suami-Suami Hollywood 1 | By Jackie Collins | Diterjemahkan dari Hollywood Husbands | Copyright 1986 | Alih bahasa Carl Chairul | GM 402.91.050 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Pertama terbit, Januari 1991 | Cetakan kedua, Juni 1991 | 440 hlm.; 18 cm | ISBN 979-511-049-7 (no. Jilid lengkap) | ISBN 979-511-050-0 (jilid.1 ) | Skor: 3.5/5

Karawang, 200720-210720 – None (tidak mendengarkan lagu)

HP Mi4ku rusak, huhuhu…

Thx to Anita Damayanti, enam dari Sembilan

#Mei2020 Baca

Bulan Mei 2020 dalam rekap bacaan.

“Aku tidak pernah memberitahu siapa pun hingga sekarang. Benar-benar bisnis kotor… setiap sekolah menawarkan uang tunai, Paul, jangan naïf. Itu bagian dari permainan.” – Neely

Bulan Mei 2020, rekapnya baru sempat kulakukan bulan Juli, setelah sebulan penuh ulas buku. Menyingkirkan banyak hal, menyita waktu melimpah karena harus fokus #30HariMenulis #ReviewBuku beberapa hari bahkan pulang kerja sampai Isya. Bulan Mei ternyata total baca 13 buku, sama dengan bulan sebelumnya. Baru sempat rekap. Yuhui…

#1. Little WomenLouisa May Alcott
Empat saudari March yang legendaris: Bejo MAy: Beth, Jo, Meg, Amy. Dengan latar Amerika abad 19, kesederhanaan keluarga demi kebersamaan menjadi tema utama. Ayah yang bertugas perang, ibu yang mengayomi. Karena betapa pun buruknya suasana hati mereka, kelebatan terakhir wajah keibuan itu pasti akan memengaruhi mereka seperti cahaya matahari. Inilah masa remaja dengan impian-impian yang ingin digapai. “Cita-citaku berada dalam sinar mentari nun jauh di sana. Mungkin aku tak dapat mencapaiknya, tetapi aku bisa mendongak dan melihat keindahannya, dan berusaha mengikuti ke mana ia pergi.”

#2. The High Mountains of Portugal Yann Martel
Dua bagian pertama luar biasa, bagian ketiga agak menurun tapi memang pada dasarnya novel berkelas. Apalah arti kita tanpa orang-orang yang kita cintai? Apakah ia berhasil bangkit dari duka? Ketika ia menatap matanya di cermin saat bercukur, hanya relung-relung kosong yang tampak. Semua tersaji dari jiwa laki-laki yang rapuh. “Aku berbicara dengannya di dalam kepalaku, ia hidup di situ sekarang.”

#3. The GatesJohn Connolly
Terlanjur beli tiga seri, jadi di buku ini sekadar bagus tetap harus dituntaskan. Ini kisah tentang malam Helloween yang janggal. Perjalanan antar dimensi, antara dua dunia. Novel aneh, teori lubang hitam dan terbentuknya semesta. Gerbang neraka dibuka, rajanya neraka menju bumi untuk menhancurkan, tapi dengan mudah digagalkan seorang bocah Samuel Johnson dan anjingnya, dibantu setan nyentrik yang bosan di padang pasir. “Bagaikan lalat di tangan anak-anak ceroboh, begitulah kita di mata para dewa, mereka membunuh kita untuk hiburan.”

#4. StardustNeil Gaiman
Tentang petualangan anak setengah manusia setengah peri yang menakjubkan. Untuk memulai perjalanan kita perlu mengenal desa asal, Desa Tembok di padang rumput Inggris yang tenang. Tak sembarangan yang bisa melintas, setiap Sembilan tahun sekali di seberang tembok yang bercelah ada bazar festival yang digelar dan desa itu menjadi penginapan mendadak. Syahdan, seorang pemuda rupawan Dunstan Thorn berusia delapan belas tahun mengalami malam sensasional. Terasa gigil dan gemetar di pusat alam. “Ini kuucapkan: kau telah mencuri pengetahuan yang tak layak kauperoleh, tetapi pengetahuan ini tak akan menguntungkanmu…”

#5. Love StoryErich Segal
Pasangan muda yang tampak ideal, mahasiswa Havard keturunan orang kaya dengan gadis cerdas dari keluarga sederhana. Oliver dan Jennifer yang menyenangkan dalam percintaan ini lantas mendapat musibah besar, berat sekali menghadapi kehilangan. Benar-benar kisah cinta yang menguras air mata. Cerita cinta memang harus berkonflik berat, ga penuh pelangi. “Cinta berarti tak perlu minta maaf.”

#6. BleachersJohn Grishman
Kisah love-hate pelatih hebat di kota kecil Messina. Eddie Rake adalah legenda, raihan gelar semasa ia melatih football memang luar biasa. Untuk menjadi pemenang memang harus kerja keras, latihan ekstra. Neely menjadi kapten dan bagian tim di masa puncak, perpisahan yang buruk mencipta jarak. Di akhir karier sang Pelatih ada noda besar. Kota terpecah. Dan ini tentang masa kabung, kematiannya menjadi duka sekaligus menggali masa lalu hitam yang tersembuyi. “Ayolah, hentikan. Nikmati saja kenangannya.”

#7. Corona Ujian TuhanQuraish Shihab
Buku yang sangat singkat, padat, dan dinikmati kilat di meja kerja. Sebuah ungkapan ‘Manusia mengenal kebaikan sejak manusia mengenal keburukan. Bagaimana mengenal indah kedamaian kalau dia tidak mengenal kekacauan? Manusia mengenal kebajikan sejak adanya keburukan. Dan mengenal keluhuran dan kesetiaan sejak adanya iblis.’ Keidupan manusia suka atau tidak, mengandung penderitaan, kesedihan, dan kegagalan di samping kegembiraan, prestasi, dan keberhasilan. Ujian adalah keniscayaan hidup. Tetap bersyukur dan tentu saja tetaplah waras, bersama keluarga. Firman Allah: “Sesungguhnya bersama kesulitan terdapat dua kemudahan.” (QS. Asy-Syarh [94]: 5-6)

#8. Reportase-Reportase TerbaikErnest Hemingway
31 tulisan Ernest Hemingway semasa di Prancis sebagai wartawan era pasca Perang Dunia Pertama. Tulisan yang bersinggungan dengan politik, sosial, budaya. Lebih merakyat dari yang kita kira, Ernest tampak menyatu dengan kehidupan setempat sehingga hafal harga hotel-hotel setara Melati, harga makanan kelas warteg sampai gang-gang sempit untuk mencari jalan untuk memotong kemacetan. Lucu dan menghibur. “Aku tidak tahu Paris itu seperti ini. Aku kira meriah banyak cahaya, indah.”

#9. Pena Sudah Diangkat, Kertas Sudah MengeringHasan Aspahani
Suatu hal yang wajar yang tidak bisa dihalang-halangi oleh penyair yang konon memiliki lisensi puitik maupun lembaga yang diberi tugas ‘menjaga’ bahasa. Dan karena bahasa tidak lain adalah wadah dari ‘dongeng’, bahkan juga ‘dongeng’ itu sendiri, maka ia terus bergerak tanpa arah yang bisa ditebak. Kumpulan puisi @jurubaca pertama yang kubaca. Narasinya padat. Yang menyatukan bait-bait sajak itu bukan prinsip kausalitas, tetapi suasana. Benda dan konsep yang disebut dalam sajak itu saling mendukung terciptanya suatu suasana yang, kalau boleh meminjam larik Amir Hamzah, ‘bertukar tangkap dengan lepas’. Dalam sajak ini, kematian adalah suasana dan bukan makna.

#10. The Fault is Our Stars – John Green
Novel yang luar biasa menyedihkan. Ini bukan buku tentang kanker, karena buku tentang kanker itu payah. Air pilu laksana air bah yang menghantam deretan kata sejak mula hingga perasan titik kalimat akhir. Bayangkan, The Fault in Our Stars garis besarnya bercerita tentang pasangan remaja yang keduanya sekarat, satu bermasalah dengan paru satu lagi memakai satu kaki palsu. Sederhananya keduanya sakit kanker yang menggerogoti organ vital, dan berdua harus bertahan demi kasih. Saling mencinta, saling menjaga, sampai maut benar-benar memisahkan. “Sadarlah, berusaha menjaga jarak dariku tidak dapat mengurangi rasa sayangku padamu.”

#11. The Chronicles of Narnia: Prince Caspian – C.S. Lewis
Saya baca ulang untuk Hermione jelang tidur, dua bab per malam. Melanjutkan seri sebelumnya langsung, Caspian dalam perebuatan takhta melawan pamannya sendiri. Pevensie bersaudara dipanggil via terompet Susan. Ketika mereka sedang di stasiun bersiap berangkat sekolah, kereta melaju dan semesta dimensi berganti latar. Peter, Edmind, Susan, dan Lucy datang bak dewa penolong. Seribu tiga ratus tahun di Narnia bisa saja hanya setahun di dunia kita.

#12. Kata Pengantar: Anthony GiddensB. Herry – Priyono
Kajian utama ilmu sosial adalah praktik sosial yang per definisi adalah titik temu dari dualitas struktur dan pelaku. Ilmu-ilmu sosial (politik, ekonomi, sosiologi, antropologi, sejarah, psikologi, hukum) mulai dari apa yang sudah, sedang, atau mungkin akan dilakukan orang. Giddens menyebut tindakan dan praktik sosial itu sebagai ‘dunia yang sudah ditafsirkan’. Istilah-istilah teknis yang dirumuskan ilmu sosial sudah menjadi kamus sehari-hari khalayak, dan karena sudah menjadi bagian dari insting dan praktik sehari-hari maka orang jarang mempertanyakan lagi asal-usulnya. Inilah buku tentang pokok-pokok pemikiran teoritis Giddens dalam ringkas dan seringan mungkin. B. Herry-Priyono mencipta ulang pemikiran itu dalam upaya asyik tanpa bikin kerut kening. Meskipun sudah berusaha untuk tidak salah mengerti pemikiran dasar Anthony Giddens, saya tetap jauh dari keyakinan bahwa saya tidak keliru memahaminya yang begitu luas memang bagaikan mengejar kawanan gejala modernitas yang selalu berlarian tunggang-langgang.

#13. PersepolisMarjane Satrapi
Di Iran, segala kebijakan pemerintah di masa peralihan itu memicu pro-kontra, wajar sih segala yang baru memang mematik dua sisi. Sang shah yang lengser tahun 1979, lalu mengungsi. Inilah Persepolis, masa revolusi Islam dan segala pergeserannya. Berisi 19 judul cerita, semua bersudut pandang Marji yang polos, memahami hal-hal baru yang terjadi di negaranya, sampai ending yang menyentuh. Keputusan berat, tapi mau bagaimana lagi keselamatan yang utama. “Aku ingin menjadi keadilan, cinta kasih, sekaligus kemarahan Tuhan.”

Iya, iya… segera kubuat rekap Juni, semangat…

Karawang, 020720-160720 – Bill Withers – Use Me

The 21 Indispensable Qualities of a Leader

The 21 Indispensable Qualities of a Leader by John C. Maxwell

Kita terperangkap dalam tahapan suatu etika bangsa kita di mana kita bukan saja meterialistik melainkan lebih parah dari itu, emosi kita mati sebagai manusia. Kita tidak lagi bernyanyi, kita tidak lagi menari, kita bahkan tidak lagi berbuat dosa dengan penuh antusiasme.”Tony Campolo, Sosiolog.

Siapapun dapat mengatakan bahwa ia berintegritas, namun perbuatannyalah yang mengindikasikan karakternya yang sesungguhnya. Buku ini kubaca dalam sehari ketika cuti menikmati hari, Jumat (100720) di masjid Puri Peruri Telukjambe, Karawang. Paginya kubaca The Constant Gardener, dapat dua ratus halaman, baru setelah Jumatan kulahap sampai jam 5 sore, sebelum pulang mampir Gramedia, bawa satu buku. Buku tipis yang sangat bervitamin. Karena saya memang membutuhkan asupan gizi tentang leadership. Secara pekerjaan sudah melaksanakan, tapi secara teori masih sangat jauh dari pemahaman ideal.

Sesuai judulnya, ada 21 kualitas pemimpin yang harus dimiliki: (1) Karakter: jadilah bagian dari batu karang. (2) Karisma: Kesan pertamalah yang terpenting. (3) Komitmen: Inilah yang membedakan pelaku dan pemimpi. (4) Komunikasi: Tanpanya Adan akan menempuh perjalanan sendiri. (5) Kompetensi: Jika anda membangunnya, mereka akan datang. (6) Keberanian: Satu orang dengan keberanian dama dengan mayoritas. (7) Pengertian: Tuntaskanlah misteri-misteri yang belum terselesaikan. (8) Fokus: Semakin tajam fokus Anda, Anda semakin tajam. (9) Kemurahan hati: Lilin Anda takkan rugi jika menerangi orang lain. (10) Inisiatif: Tanpanya, Anda takkan ke mana-mana. (11) Mendengarkan: Untuk menyelami hati mereka, bukalah telinga Anda. (12) Semangat yang tinggi: Cintailah hidup ini. (13) Sikap Positif: Jika Anda percaya bis,a Anda pasti bisa. (14) Pemecahan masalah: Janganlah biarkan berbagai persoalan Anda menjadi masalah. (15) Hubungan: Jika Anda akur, merekapun akur. (16) Tanggung Jawab: Jika Anda tidak mau membawa bolanya, Anda tidak dapat memimpin timnya. (17) Kemapanan: Kompetensi takkan pernah dapat mengkompensasikan ketidakmapanan. (18) Disiplin diri: Orang pertama yang Anda pimpin adalah diri Anda sendiri. (19) Kepelayanan: Agar maju, dahulukanlah orang lain. (20) Sikap mau diajar: Untuk terus memimpin, teruslah belajar. Dan terakhir (21). Visi: Anda dapat meraih hanya yang dapat Anda lihat. “Makna hidup bukanlah meraih kemakmuran, seperti yang kita pikirkan, melainkan mengembangkan jiwa.”

Kemudian dibagi per bab, setiap bab dibuka dengan dua kutipan kualitas yang akan dikupas, lalu dibagi dalam tuntunan: mengungkapkannya, merenungkannya, menerapkannya, dan melatih setiap hari. Polanya akan seperti itu sampai akhir. Kata Napoleon Bonaparte, pengharapan adalah harta milik yang terbaik.

Bagian awal kita ditempa karakter, pikiran bahwa bisa saja lebih banyak jiwa yang terancam adalah jauh lebih penting baginya dari pada nama buruk yang mungkin dideritanya. Si Lear penemu pesawat Jet yang langsung turun sendiri uji laik produk. Krisis belum tentu menguatkan karakter, namun pasti mengungkapkannya. Sementara Anda menjalani hidup Anda dan membuat pilihan-pilihan hari ini, Anda terus menciptakan karakter Anda. Orang yang mencapai ketinggian namun tidak memiliki dasar karakter yang kuat untuk menunjangnya melalui stress pasti akan mengalami bencana.

Saya teringat pemimpin di kantor yang memiliki karisma, apa yang diminta kiat sepenunya jalankan dengan suka cita. Hal semacam itu jelas perlu tempa. Kebanyakan orang menganggap karisma itu sesuatu yang mistik, hampir tak dapat didefinisikan. Mereka pikir karisma adalah kaulitas bawaan sejak lahir. Namun itu tak benar. Karisma adalah kemampuan untuk menarik orang kepada Anda. Dari survei seratus jutaan yang meraih suksesnya sendiri, hanya ada satu kesamaan di antara mereka, yaitu bahwa mereka hanya memandang kebaikan orang lain.

Setelah karakter dan karisma, komitmen menjadi kualitas berikutnya. Contoh cerita Thomas Edison. Jika ia menemukan gagasan yang baik untuk suatu penemuan, ia akan mengadakan konferensi pers untuk mengumumkannya. Lalu ia akan pergi ke laboratorium dan menemukannya. Untuk sekarang mungkin tampak sombong, atau berita hoax, tapi itu seolah janji kuat sendiri. “Komitmen memberi kami kekuatan baru. Apapun yang kami alami – penyakit, kemiskinan, atau bencana – kami tidak pernah mengalihkan pandangan dari sasaran kami.” Ed McElroy, USAAir.

Komunikasi jelas syarat mutlak banyak sekali hal. Sukses pernikahan Anda, pekerjaan Anda, dan hubungan-hubungan pribadi Anda, sangat tergantung pada kemampuan Anda berkomunikasi. Lupakanlah upaya mengesankan orang lain dengan kata-kata atau kalimat-kalimat yang canggih. Siapkanlah pembukaan yang bersemangat, yang akan menarik perhatian seluruh hadirin. Lalu siapkanlah rangkuman serta penutupan yang dramatis, yang akan membuat orang jadi ingin bertindak. Lalu jangan bertele-tele di tengah. Jika Anda ingin membina hubungan dengan sasama utamakanlah kesederhanaan. “Inti dari pesan kami hanyalah terdiri dari lima kata sederhana. Tak ada teori-teori ekonomi segala macam. Tak ada khotbah tentang filosofis politik. Hanya lima kata sederhana: keluarga, kerja, lingkungan, kebebasan dan perdamaian.”Reagan kala pencalonan presiden 1980.

Anda ingin menjadi komunikator yang lebih baik, berorientasilah pada pendengar. Setiap kali Anda berbicara kepada orang lain, berilah mereka sesuatu untuk dirasakan, diingta, dan dilakukan. Jika Anda sukses melakukannya, kemampuan Anda untuk memimpin orang akan meningkat. Jika dalam hati Anda tahu bahwa visi Anda hebat namun orang tetap tidak percaya, mungkin masalahnya adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan efektif. Bagi seorang komunikator, sahabat terbaiknya adalah kesederhanaan dan kejelasan.

Masyarakat yang menghina kesempurnaan dalam pekerjaan tukang ledeng karena merupakan bidang rendahan, dan memberikan toleransi terhadap prestasi buruk dalam filsafat karena merupakan bidang yang ditinggikan, takkan pernah dapat mengerjakan pekerjaan tukang ledeng ataupun filsafat dengan baik. Baik pipanya maupun teorinya takkan tahan air.”John Gaarder.

Pada dasarnya memang kepemimpinan harus diasah. “Jangan sembunyikan talenta-talentamu, karena semua talentamu itu diciptakan untuk digunakan. Apa gunanya sundial (penentu waktu menurut bayangan tongkat berdiri yang tertimpa cahaya matahari) di tempat teduh?” Sejujurnya saya agak tertutup, ga suka tampil di publik, mendekam dengan buku di kesunyian adalah hobi. Tak seorangpun dapat terus memperbaiki diri tanpa tekad yang kuat. Keberanian adalah melakukan apa yang Anda takut lakukan. Rasa takut ini harus dilawan, akan kulawan sepeti kucing liar. Takkan ada keberanian kecuali Anda takut. Saya tanamkan untuk lebih menempa sektor ini. “Keberanian adalah rasa takut yang disertai doa.”Karl Barth, Teologi Swis.

Saya pernah nulis tentang kurang pekanya leadership, saya sering mengambil langkah tengah. Win-win solution, tapi rancu dalam keputusan akhir. Hufh… kata G. Alan Bernard, presiden Mid Park, Inc. “Kehormatan yang harus dimiliki seorang pemimpin menuntut etika yang benar-benar sempurna. Seorang pemimpin bukan saja harus mengetahui yang benar dan salah, melainkan juga harus menghindari ‘wilayah kelabu’ (tidak jelas).”

Jangan lupa: dalam kepemimpinan, jika Anda berhenti bertumbuh, habislah riwayat Anda. Dunia yang dinamis dan terus bergerak. Jika Anda ingin memperbaiki lebih baik, Anda harus terus berubah dan memperbaiki diri. Cobalah cara berpikir yang nontradisional. Rangkullah perubahan, ketidakjelasan, dan ketidakpastian. Perluaslah cakrawala pengalaman Anda, intuisi Anda hanya akan meningkat jika digubakan. Suatu keputusan yang didorong oleh pengertian dapat menubah jalannya takdir Anda. Ngomongin takdir, kita akan terpecah di berbagai tafsir. Yang jelas saya sepakat, hasrat Anda akan menentukan takdir Anda. “Keefektivan organisasi bukanlah terletak pada konsep sempit yang disebut rasionalitas. Melainkan pada gabungan antara logika berpikir serta intuisi yang kuat.”Henry Mintzberg

Misteri uang juga memang sensitif. Kita benar-benar generasi yang sesat, yang berpacu di jalur cepat entah ke mana, selalu mencari lambang dollar sebagai petunjuknya. Menurut Earle Wilson, manusia dapat dibedakan menjadi tiga kelompok: Yang kaya, yang miskin, dan yang membayar atas apa yang mereka miliki. Dalam soal uang Anda tidak akan menang. Jika fokus mengumpulkan, materialistic. Berusaha namun tidak mendapatkan uang, pecundang. Jika mendapat banyak uang dan menyimpannya, kikir. Jika mendapatkannya dan membelanjakannya, boros. Jika Anda tak memusingkannya, Anda tidak ambisius. Mendapatkan banyak dan menyimpannya, lalu meinggal, Anda bodoh. Karena mencoba membawa serta. Satu-satunya cara untuk benar-benar menang terhadap uang adalah dengan tidak memegangnya terlalu erat. Dan bersikap murah hati untuk mencapai hal-hal yang bernilai. Seperti kata E. Stanley Jones, “Uang adalah hamba yang mengagumkan namun majikan yang mengerikan. Jika anda dikuasai oleh uang, Anda akan menjadi budaknya.”

Waktu dan uang yang digunakan untuk membawa Anda ke tingkatan berikutnya adalah investasi terbaik yang dapat Anda lakukan. Tapi ada satu ciri yang menonjol: keberanian mengambil resiko. Keberanian dimulai dengan pergumulan batin. Keberanian adalah menyangkut prinsip, bukannya persepsi. “Kualitas tidaklah pernah merupakan suatu kebetulan; kualitas selalu merupakan hasil dari tekad yang bulat, upaya yang tulus, arahan yang intelejen serta pelaksanaan yang penuh ketrampilan; kualitas mencerminkan pilihan bijaksana dari berbagai alternatif.”Willa A. Foster.

Hanya mereka yang berani gagal besarlah yang dapat mencapai sukses besar. Anda harus bersedia mengambil inisiatif dan mengambil resiko. Kata Peter Drucker, “Misteri sesungguhnya bukanlah mengapa sesekali mereka berprestasi baik. Satu-satunya hal yang universal sifatnya adalah tidak adanya kompetensi. Kekuatan itu selalu spepesifik sifatnya. Tak pernah seorangpun berkomentar, umpamanya bahwa pemain biola yang hebat itu, yaitu Jascha Heifetz, mungkin pandai memainkan trompet.”

Kita punya dua telinga, satu mulut. Seorang pemimpin itu menyentuh hati terlebih dulu, baru meminta tolong, itulah Hukum Hubungan Baik. Mempelajari dengan mendengarkan. Mulailah dengan mendengarkan, bukan saja kata-kata, melainkan juga perasaannya. Maksudnya hal-hal yang tersembunyi di baliknya. Peter Cartwright punya cerita lucu. “Saya diberitahu bahwa Presiden Andrew Jackson ada di antara jemaat. Dan saya diminta untuk menjaga mulut saya. Yang harus saya katakan adalah bahwa Andrew Jackson akan masuk neraka, jika tidak betobat atas dosa-dosanya.” Wkwkwk… salut Bapa.

Semua orang berkompetensi tinggi terus mencari cara-cara untuk terus belajar, bertumbuh, serta memperbaiki diri. Mereka melakukannya dengan menanyakan mengapa. Kata Lee Iacoca, “Bahkan keputusan yang benarpun, akan keliru jika terlambat.” Dibutuhkan langkah berani hari ini, untuk mencapai potensi Anda besok. Semakin lemahnya kebutuhan untuk menjadi orang besar, dan semakin kuatnya perasaan ‘ya kita jalani aja’. Ini sesungguhnya hanya ilusi.
Jika Anda ingin kaya, berinvestasilah pada industri ‘mengorbankan orang lain’, industri yang paling cepat tumbuh di Amerika. Industri atau bisnis yang membayar upah sama kepada karyawan yang berpretasi baik atau buruk, cepat atau lambat akan banyak memiliki karyawan berprestasi tidak baik. Memang harus ada penilaian untuk merangsang tim. Di Pabrik ada namanya award dan punishment. Setiap individu harus siap seleksi alam. Dennis Waitley, “Keunggulan pemenang bukanlah pada bawaan sejak lahir, IQ yang tinggi atau talenta. Keunggulan pemenang adalah dalam sikap, sikap adalah kriteria sukses sejati.”

Sebagai praktisi HR yang bergelut dengan manusia, hubungan baik sangat penting. Tanyakan empat lima hal yang bersifat individu, lalu cari kesamaan guna membina hubungan yang baik. Pepatah lama bilang, “Dengarkanlah bisikan-bisikannya, maka Anda tak perlu mendengar teriakannya.” Dari hubungan yang baik dengan tim baik internal atau eksternal, akan menjadikan kita punya sesuatu dibahas.

Menghargai orang sekitar, menghormati hal-hal sederhana sekitar itu baik. D. Rockefeller mengakui, “Saya sudah punya jutaan, tapi saya tidak jadi bahagia karenanya. Jika Anda tidak puas dengan jumlah kecil, Anda takkan puas dengan jumlah besar.”

Tak seorangpun bisa sukses kecuali mencintai pekerjaannya. Manusia diciptakan sedemikian rupa sehingga jika jiwanya terbakar, kemustahilan akan lenyap. Kepelayanan bukan soal posisi atau ketrampilan, melainkan soal sikap. Jika mau memimpin tingkatan tertinggi, Anda harus bersedia melayani tingkatan terendah. Nancy Dorman mengatakan, jarak terjauh dua titik adalah jalan pintas. Maka tempa, belajar belajar belajar tak kenal usia dan masa, tak ada yang instan.
Kualitas terakhir yang dibahas adalah visi. Visi adalah segalanya bagi seorang pemimpin, visi tak tergantikan. Visi tumbuh dari masa lalu serta sejarah dari orang sekeliling. Waktu terbaik menanam pohon adalah dua puluh lima tahun lalu, waktu terbaik kedua adalah hari ini.

Percobaan pertama buku Maxwell yang menyenangkan, jelas akan ada buku-buku beliau lain yang akan kulahap. Saat ini sudah pesan daring satu lagi. inilah hakikat menikmati baca, kala puas, karya lainnya akan merentet ikut. Mungkin terlalu banyak kutipan yang diambil, mungkin pula bahan ajarnya dasar, seperti arti disiplin dan komitmen, itu sangat mirip kalau ga mau dibilang sama. Kita bisa ringkas, mendisiplinkan diri dengan komit terhadap rencana! Nah kan, “Komitmen adalah musuh dari penolakan, karena komitmen adalah janji serius untuk terus maju, untuk bangkit, sudah berapa kalipun Anda dipukul roboh.” David McNally, jadi jika Anda ingin mencapai sesuatu yang layak, Anda harus punya komitmen. Disiplin diri harus menjadi gaya hidup.

Untuk melaksanakan tugas-tugas penting, ada dua hal yang penting: perencanaan, dan waktu yang cukup. Nasihat untuk kita semua, terutama untuk diri sendiri: Jangan cari alasan untuk menyerah. Kuncinya adalah prioritas dan konsentrasi. “Masa depan adalah kepunyaan mereka yang melihat kemungkinan-kemungkinannya sebelum menjadi kenyataan.”John Sculley, mantan direktur Pepsi dan Apple Computer. Orang yang berkompetensi tinggi selalu menempuh jarak ekstra. Bagi mereka, cukup itu tidak pernah cukup. Filosofi Schnatter berujar, “Berkonsentrasilah pada apa yang Anda mahiri, lalu lakukan dengan lebih baik dari orang lain.”

Terakhir, cobalah menangkap kembali antusiasme lama Anda. Jika sudah kehilangan semangat, cobalah bergaul dengan mereka yang masih punya nyala semangat. Semangat itu menular. Bacalah enam sampai dua belas buku setahun tentang kepemimpinan atau bidang spesialis Anda. Mari bersama belajar lebih giat. Jika Anda ingin memaksimalkan potensi pengertian Anda, bekerjalah di bidang yang menjadi kekuatan Anda.

Buku kecil dengan kualitas besar. 21 hal yang patut diantisipasi, sekarang!

21 Kualitas Kepemimpinan Sejati: Menjadi Panutan bagi Orang Lain | By John C. Maxwell | Diterjemahkan dari The 21 Indispensable Qualities of a Leader | Alih bahasa Drs. Arvin Saputra | Editor Dr. Lyndon Saputra | Copyright 2001 | Penerbit Interaksara, Batam | Skor: 4/5

Karawang, 150720 – Bill Withers – The Best You Can

Thx to Anita Damayanti, lima dari Sembilan.

The Da Peci Code by Ben Sohib

Aku meyakini bahwa setiap agama itu baik, karena setiap agama itu pada dasarnya menyuruh orang berbuat baik, tidak mencuri, menolong yang lemah, dan lain sebagainya.” – Rosid

Kubaca singkat dalam semalam sekali duduk, di malam panjang (040720). Menjadi buku kedua yang selesai baca dalam rangkaian buku baru Juli ini. Kisahnya tentang pertentangan antara anak dan orang tua, sang anak yang berpikiran bebas dan terbuka akan segala modernitas sehingga tak mau terkungkung, berambut gondrong dan ‘merdeka’, orang taunya relijius mengharap anaknya mendalami agama, meminta memakai peci. Nah karena rambut gondrong, peci mana pantas dikenakan, menyembul lucu jadinya ‘kan? Poin utamanya itu, plot penggeraknya berliku menyentuh tiga ratus halaman. Jiwa seseorang disadari atau tidak secara fitrah cenderung pada spiritualitas.

Tentang Rosid yang di persimpang jalan. Jiwa idealisnya membuncah kala lulus sekolah ingin melanjutkan kuliah di seni, cita-cita seniman. “… jangan mandi aje sebulan, elu udeh jadi seniman.” Ortang tuanya Pak Mansur dan Bu Muzna menolak, terutama abahnya, Rosid diharap menjadi teladan di bidang agama. Rosid berkenalan dengan cewek mantab di kampus kala pendaftaran. Delia beragama Kristen, dengan salib menggelayut di leher. Mereka pasangan kasih yang open-minded, terbuka akan segala kepercayaan dan memandang dunia ga sekolot itu guna menjalin pernikahan. Jadi setting-nya dua tahun setelah mereka pacaran.

Pembukanya di Condet, Jakarta. Rosid diusir keluarga, ini adalah puncak kemarahan babe. Penolakannya mengenakan peci dan segala argumennya menemukan titik didih. Kenyataan ini telah berlangsung berabad-abad lamanya, tanpa ada seorang pun menanyakannya. Ia lalu menginap ke rumah sobatnya Mahdi, nebeng tidur dan makan. Sobat kental yang kini memang hidup sendiri, soalnya ortunya udah pindah, rumah itu dihuni sendiri. Setiap bulan mengadakan kajian, bebas temanya, lebih sering filsafat dong, anak muda.

Rosid lalu curhat sama sayangnya tentang anjuran berpeci bagi umat muslim ketika beribadah, atau memutuskan mengenakannya dalam keseharian. Dari kaca mata umum, jelas peci sejatinya bukan hanya untuk umat muslim. Paus mengenakannya, umat Yahudi juga mengenakannya. Kalau peci berkaitan dengan agama , aku pikir itu hanya budaya yang dikaitkan dengan agama. Peci-peci itu benda netral, tapi kok kemudian identik dengan agama, lengkap dengan model-modelnya. Sama seperti jilbab, sejarahnya panjang nan berliku. Bukan hanya muslim yang mengenakannya, lebih ke budaya yang lalu adaptasi ke kepercayaan. Kita terjebak sama simbol yang kita ciptakan sendiri.

Sementara bapaknya mencoba berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya, berkonsultasi sama sohibnya H. Said. Dalam keluarga juga coba dikucilkan si Kribo ini. Menghadiri upacara keagamaan tanpa menggunakan peci putih memang akan dipandang sebelah mata. Konsultasi, dari mendatangi orang pintar, dikasih air putih bermantra sampai mencipta kerusuhan menyewa orang guna membubarkan ngumpul-ngumpul anak muda di rumah Mahdi.

Sementara Rosid dan Delia ‘mengadu’ sama pemuda lajang yang sudah tua, bisa dibilang bujang lapuk yang hebat, Anto Kusumohadi. Kamu harus bisa mempertahankan rambut kamu, karena di situ ada hak asasi kamu. Tap soal kewajiban berpeci, no comment. Ga minum minuman keras, itu masalah ketaatan, masalah komitmen. Lagian saya percaya bahwa hidup ini harus dijalani secara dalam keadaan sadar. Atau istilah ketentraman jiwa itulah pahala salat.

Abahnya, lewat Said lalu mengundang Pemuda hebat ustaz Holid al-Gibran. Sama-sama anak muda, beradu argumen. Peci berikut model dan warnanya bukanlah ajaran agama, bahw aitu hanyalah budaya yang kemudian dianggap sebagai ajaran agama.

Nah poin utama kisah ini berkutat di situ, pertentangan orang tua dan anak mengenai peci. Konflik yang menurutku ga berat-berat amat, disajikan dengan sedikit kocak, saling silang pendapat tua vs muda. Reliji vs filsafat. Dengan dialog melimpah ruah lu-gue khas Betawi, kisahnya runut dan tak banyak meninggalkan misteri atau tanya. Sayang sekali, banyak kalimat langsung menggunakan bahawa daerah. Ga nyaman dibaca, kata A.S Laksana kalau sesekali sih masih bisa, taruhlah di depan, lalu setelahnya pakai EYD. Di sini kebanyakan, benar-benar bikin ga nyaman, walaupun bahasa Betawi hanya sebagian besar di sini mengganti akhiran ‘a’ menjadi ‘e’, tetap saja hufh… plot utamanya sendiri lempeng, lurus, dan sungguh biasa. Dengan kover dan judul yang mengacu pada novel ternama The Da Vinci Code-nya Dan Brown, kiranya akan menjadi novel plesetan, ternyata ga ada sangkut pautnya. Sekadar memiripkan diri, ‘menjual’-nya, siapa tahu fan pemecah kode berminat. Tagline-nya juga melucu: ‘Tidak memukau nalar, tidak mengguncang iman!’ dan ‘Misteri tak berbahaya di balik tradidi berpeci.’ Ditandai elips merah, ‘Kemungkinan Best Seller’. Wkwkwkk… ada-ada saja marketing-nya.

Ada kumpulan orang-orang beragama yang nantinya memecah belah. Salah seorang lulusan pesantren meminta kemurnian agama, sehingga selain sunah Nabi dianggap bidah. Satu lagi lebih ke liberal, terbuka sehingga menjamin perbedaan. Lalu muncullah penengah, mencoba merangkul semuanya. Well, relate sama keadaan sekarang di mana agama menjadi tunggangan ga hanya politik, tapi juga menyusup dalam bidang ekonomi, keseharian kita sama tetangga sampai ke hal-hal sensitive dalam keluarga. Endingnya sendiri walau mellow sudah pas, happy untuk semua. Ada ganjalan hubungan dengan Delia, maka sebelum jauh ada baiknya dilepas. Salut sama konsistensi Rosid untuk tak ‘merusak’ cinta dalam belitan nafsu. Rosid tak tahu harus bagaimana; sedih, bahagia, atau lega. Saat ia memutuskan hubungan dengan Delia.

Keputusan membacanya lebih kepada efek nikmat kumpulan cerita pendek-nya tahun ini yang rilis, Kisah Perdagangan Paling Gemilang (Banana) yang sejatinya banyak kemiripan latar. Memang susah konsisten mencerita novel panjang, ga seperti cerpen yang satu kisah bisa dipenggal dan mengisah plot lain, novel lebih diminta konsestrasi ke satu pokok, dengan tiga ratus halaman, jiwa petualangan novel jelas tertantang untuk bisa nyatu, lebih rumit, dan menjaga pembaca tetap berminat hingga titik terakhir. Da Peci terlalu umum, budak tema baru tua vs muda, masalah idealism juga ga terlalu dalam. Sementara Kisah Perdagangan, variatif dengan kenikmatan jleb setiap ganti cerita.

Menutupi kepala itu termasuk dalam kesopanan, malah dalam Islam ada yang bilang itu sunah. Sebagai penutup, saya mau nukil dialog abah-anak yang absurd: “… Lu belajar sama siapa? Sama syaiton?” / “Kalau ada kebenaran, Rosid mau belajar ame syaiton…” Haha… ini tindak lanjut dari kemarahan Babe tentang dasar anak syaiton. Lha… blunder. Bapaknya juga syaiton.

The Da Peci Code | by Ben Sohib | Copyright 2006 | Penerbit RAHAT Books | Cetakan IV, Desember 2006 | Desain sampul Eja Assagaf | Penyunting Mehzy Zidane | 326 hlm.; 17 cm | ISBN 979-15303-0-0 | Skor: 3/5

Karawang, 140720 – Billie Holiday – Strange Fruit (1939)

Thx to Anita Damayanti, empat dari Sembilan.