Dongeng Pooh Jelang Tidur

Winnie-the-Pooh by A.A. Milne

Apa kotak pensil Pooh lebih bagus dari kotak pensilku?”

Saya beruntung. Bisa mendongengkan buku ini ke Hermione Budiyanto (5 tahun) jelang tidur, dua bab per malam (selesai 21 Maret 2020). Menjadi candu baginya, karena moment ini selalu dinanti. Sepanjang hari dia penasaran kisah berikutnya, acara nginep di rumah nenek tiap akhir pekan yang biasanya semangat, jadi lenyap. Kenapa ga mau nginep rumah nenek? Tumben. “Saya mau dibacain cerita sama ayah!”

Berisi 10 bab, dan setiap jelang kubacakan selalu kureview bab-bab sebelumnya, sehingga Hermione sampai hapal inti ceritanya, bahkan detail adegan penting banyak yang nempel di ingatan. Seperti beberapa nyanyian dan puisi Pooh, dan di sini Pooh sangat sering melakukan kedua hal itu.

Sering menggunakan pembuka ‘pada suatu masa’, atau ‘pada suatu hari’, kalimat yang suka sekali dikutip Hermione, selain ‘astaga…’ dan ‘ ya ampun…’ yang sekarang jadi ekspresi kesalnya.

#Bab Satutentang perkenalan kita dengan Winnie-the-Pooh dan beberapa Lebah, dan awal cerita ini

First impress sangat penting. Ini kisah pembuka yang luar biasa, kita langsung ke karakter utama dengan makanan favoritnya, sehingga madu dan Pooh tak akan terpisahkan. Pooh mengingin madu di sarang lebah pohon mempening besar. Pooh tanpa ragu memanjat, memanjat lagi, memanjat lagi, ketika tinggal dikit malah menginjak dahan dan jatuh. Lalu dia meminta tolong Christopher Robin, meminta balon. Mau hijau atau biru? Hijau mirip daun, biru mirip awan. Hermione jawab hijau karena dekat kan madunya daun. Namun Pooh pilih biru untuk terbang, sampai di atas ini jenis madu yang salah. Maka Christopher Robin menembak balonnya untuk kembali turun. “Akhir cerita itu. masih ada banyak cerita lainnya… tentang Pooh dan aku… dan Piglet dan Rabbit, dan kalian semua. Apa kau lupa?”

#Bab Duatentang Pooh yang bertamu dan masuk ke tempat sesak

Ketika Edward-si-beruang atau si beruang tua jenaka Winnie-the-Pooh atau singkatnya Pooh suatu hari jalan-jalan di hutan Seratus Ekar sambil bernyanyi ‘Tra-la-la, tra-la-la, ram-tam-tam-didi-dam-dam…” ia main ke rumah Rabbit, di lubang yang sempit untuk sarapan: madu, roti, susu kental manis, setelah kenyang ia pamit. Ketika mau keluar, ternyata ga bisa. Ia tersangkut, dengan kelapa dan tangan di luar, meminta tolong. Maka Christopher Robin, Rabbit, Piglet, dkk akhirnya menolong menariknya setelah beberapa waktu. Dan ‘pluk..’ ia terbebas. “Dasar Beruang Tua Jenaka.”

#Bab Tigatentang Pooh dan Piglet yang pergi berburu dan nyaris menangkap seekor Sumang

Ini mungkin yang paling lemah, tapi tetap saja lucu. Pooh dan Piglet mencari jejak, berputar-putar di atas salju yang seolah detektif meneliti dan menelaahnya, dikira sumang tapi nyatanya jelas bukan karena jejak itu terus saja di sekitar situ, semakin mencari putar semakin banyak, yang disini membuat Woozle (pooh) dan Wiizle (piglet). Dari bab ini kita tahu nama kakek Piglet dari papan yang ada di sana: Trespassers William. “Kau beruang terbaik di seluruh dunia.”

#Bab Empattentang Eeyore yang kehilangan ekor dan Pooh yang menemukan ekor

Si keledai abu-abu Eeyore kehilangan ekornya, muram dan tampak letih. Pooh berupaya membantu, dan karena berpedoman. ‘kalau ada yang tahu tentang apa pun dan apa pin, Owl-lah yang tahu sesuatu dan sesuatu’ maka ia pun ke Phon Chesnut, pohon kastanye tua tempat tinggalnya. Karena rumah Owl dilengkapi lonceng bertali sekaligus pengetuk pintu, di bawahnya terdapat tulisan keterangan yang ditulis salah. Setelah ngobrol banyak hal, Owl cerita loncengnya bagus ‘kan. Dan tahulah Pooh di mana ekor Eeyore berada. Ada yang janggal sejak di pintu rumah. “Ini mengingatkanku pada sesuatu, tapi aku tidak bisa memikirkannya. Di manakah kau mendapatkannya?”

#Bab Limatentang Piglet yang berjumpa dengan seekor Huffalump

Pooh berkata pada Piglet ia akan menangkap huffalump yang legendaris, tapi itu mustahil jawabnya. Pooh lalu membuat perangkap cerdik, menggali tanah yang dalam dan menaruh umpan. Menaruh semak-semak dan daun untuk menutupnya sehingga ga ada yang tahu, lalu apa umpannya? Guci berisi madu! Malamnya, Pooh bermimpi, terbayang terus madu yang ditaruhnya, dan betapa ia terlalu baik pada huffalump (sejenis gajah), ia pun bangun di tengah remang, mengendus bau madu, berjalan keluar, lalu bersiul. Huffalump, “Seperti apa wujudnya?”

#Bab Enam tentang Eeyore yang berulang tahun dan mendapat dua hadiah

Tidak semua orang ceria, menari, bernyanyi, memutari rumpun murbei. Eeyore tak mau mengeluh, tapi ia curhat. Pooh menanggapi dengan bernanyi, karena pendengarnya ga mengeluhkan, ia lanjut ke bait kedua, Eeyore masih dim, lalu ia lanjutkan bait ketiga, “Cottleston, Cottleston, Pai Cottleston / Kenapa ayam begitu, aku tak tahu semua alasan / Akan kujawab jika diberi tebakan / ‘Cootleston Cootleston, pai Cootleston’”. Menyanyi, dudi-dam, dudi-dam.. Eeyore tetap muram padahal hari ini ulang tahunnya. Maka Pooh dan Piglet berencana memberinya hadiah, guci penuh madu dan balon merah. Kalian tahu, ini jadi berantakan. Christopher Robin tak memberi hadiah? Eh… “Ya, aku sudah ingat.”

#Bab Tujuhtentang kedatangan Kanga dan Baby Roo di Hutan dan Piglet yang manis

Ada pendatang baru, ibu kangguru dan anaknya. Rabbit jenis orang yang tak suka pendatang, ia tak suka ada warga baru, maka ia pun berkomplot dengan Pooh dan Piglet untuk melakukan sejenis penculikan. Jadi nanti, ketika mereka ngerumpi dengna Kanga, Pooh mengalihkan perhatian dengan bernyayi atau berpuisi, sehingga ketika lengah Baby Roo dapat diculik Rabbit, lalu Piglet akan menggantikannya di dalam kantong. Dia tulis dalam kertas dan dibacakan Rabbit, 11 langkah ‘Rencana Penculikan Baby Roo’ Piglet yang tak suka mandi, dan minum obat. Haha… “Aku akan memanggilnya Pootel. Singkatan Henry Pootel.”

#Bab DelapanTentang Christopher Robin yang memimpin eksposisi ke Kutub Utara

Nyanyian Ho! Untuk si Beruang.’ Ekpedisi ke Kutub Utara ini dilakukan Robin mengajak seluruh temannya, siapa saja yang mau. Pooh salah dengar jadi ‘eksposisi’ jadi lumrah akhirnya. Jadi tujuannya ada di puncak bukit, semua harus menyiapkan perlengkapan dan bekal. Seperti biasa, Pooh dalam perjalanan suka nyanyi dan ngoceh. Kutub itu semacam galah yang ditancapkan. Maka ketika Baby Roo berenang di danau puncak, dan meminta tolong, Pooh yang refleks mengambil galah malah dinyatakan penemu kutubnya. Haha… ‘KutUB UtARa DITEmukAN Oleh PooH, Pooh MenEmuKaNNyA

#Bab Sembilantentang Piglet yang terkurung air

Ini yang paling lucu sih, bencana banjir terjadi di Hutan Seratus Ekar, Piglet terjebak di pohonnya, semakin waktu semakin tinggi. Sementara yang lain sudah berhasil naik ke bukit, dan Robin memberi tanda air yang terus pasang, Pooh yang juga terjebak di pohon, bersama guci-gucinya lalu menjelma Beruang Apunglalu di puncak bukit bertemu Robin, dari Owl yang mengabarkan Piglet yang terjebak, maka misi penyelamatan dilakukan. Di aman lucunya? Misi itu menggunakan guci yang menjadi kapal, lantas memakai payung yang dibalik menjadi parahu penyelamatkan. Hhmm… ide unik Pooh. “Aku akan menamai perahuku Akal Pooh.”

#Bab Sepuluh tentang Christopher Robin yang menggelar Pesta untuk Pooh, dan kita mengucapkan selamat tinggal

Ini pesta perpisahan. Jadi Robin menyiapkan kado istimewa sekotak dosgrip, tempat pensil dengan penghapus, krayon, penggaris, dll. Pesta ini dilakukan untuk Pooh yang sudah melakukan banyak penyelamatan. Yaa bab 1-9 memang Beruang Kuning inilah bintangnya. Ini semacam pamit sementara, karena A.A. Milne sudah menyiapkan lanjutannya jadi Piglet berkata, “Aku mengatakan akan ada kejadian menarik apa ya hari ini?” Dengan perpisahan, “Bisakah kau memikirkannya, lalu menceritakannya kepadaku dan Pooh kapan-kapan?”

Karena buku ini Hermione mencita menjadi seorang ilustrator, karena suka sekali dengan gambar-gambar Ernest H. Shepard. Saya perhatian banyak sekali gambar-gambar yang ia karyakan lalu mengacu pada kisah ini, walau sekarang saya juga membacakan Narnia dan ia mulai tertarik Pauline Baynes, tapi jelas goresan EH Sherpard sudah tertanam di kepala. Good luck #Ciprut.

A.A. Milne lahir di London pada 18 Januari 1882, yang sekaligus menjadi Winnie-thePooh Day. Kisah ini terinspirasi dari teddy bear milik anak laki-lakinya Christopher Robin yang juga muncul sebagai satu-satunya manusia dalam kisah Pooh. Koleksi anaknya yang lain seperti babi, keledai, hariamu, dan kangguru juga menjadi tokoh teman Pooh. Nama Winnie the Pooh diambil dari seekor berunagn di London Zoo (Winnie) dan seekor angsa sahabat Christopher Robin yang dipanggil Pooh.

Ernest H. Shepard lahir di London para tahun 1879. Ibunya yang meninggal saat ia berusia 10 tahun menyemangatinya untuk menggambar dan melukis. Mendapat banyak medali dan dipamerkan untuk pertama kalinya di Royal Academy tahun 1901. Tahun 1903 menikah dengan Florence Chaplin dan dianugerahi dua anak. Graham meninggal pada saat Perangd Dunia Kedua dan Mary, terkenal dengan ilustrasinya di Mary Poppins. Ilustrasi Ernest muncul di banyak buku anak atau dewasa, salah satu yang terkenal ada di buku The Wind in the Willows karya Kenneth Grahame.

Buku kedua bulan April kemarin juga sudah kubacakan, makin jatuh hati Hermione pada kisah ini. Apalagi Tigger yang dinanti-nanti itu akhirnya muncul, dan gaya membal-membalnya sering kali diikuti. Di kasur ia loncat-loncat girang tak terkira, seperti Tigger… nantikan ulasan berikutnya.

Terima kasih Naura sudah menerbitkan salah satu buku dongeng terbaik sepanjang masa…

Winnie-the-Pooh | by A.A. Milne | Diperjemahkan dari Winnie the Pooh | Copyright under the Berne Convention, Coloring 1970 by Ernest H. Shepard and Methuen & Co Ltd. | Illustration provided by Egmont UK Ltd. | Penerjemah Berliani Nugrahanti | Penyunting Suhindrati a. Shinta & Yuli Pritania | Penyelaras aksara Nani | Penata aksara CDDC/NH | Penerbit Noura Books (Mizan Publika) | Cetakan ke-1, Juli 2017 | 172 hlm.; 20 cm | ISBN 978-602-385-282-6 | Judul asli: The hous at the pooh corner | Skor: 5/5

Untuk Dia

Bergandengan tangan kami datang / Aku dan Christopher Robin / Meletakkan buku ini di pangkuanmu. / Apa kau terpana? / Apa kau suka? / Apa ini sudah kau duga? / Karena ini milikmu – / Karena kami mencintaimu.

Karawang, 300320 – 080420 – 200420 – 020520 – Hanson – If Only (Live and Electric) // bill Withers – I Can’t Write Left-Handed

Harbolnas Pertamaku

Kegembiraan dalam dunia ini, hanya berguna untuk menggelisahkan. Dan renggutlah setiap rantai, demi keadaan hati yang penuh kegirangan.” Rumi

Saya baru ikut beli buku daring itu sekitar tahun 2015. Tanpa instal platfon tempat beli. Beberapa bulan kemudian diminta pasang ‘Buka Lapak’ karena gratis ongkos kirim (ongkir), ikut saja. Kulepas lagi platfonnya setelah selesai. Lalu ganti ‘Shopee’, yang juga gratis ongkir. Kemudian lepas lagi. Selain karena memori kecil, aplikasi yang sifatnya kurang manfaat memang kupakai sesaat saja. Termasuk gojek, grab, permainan yang buang waktu, sampai aplikasi receh semacam alat bantu. Semua lepas. Unfaedah!

Pertama beli di mizanstore.com tahun lalu, saat ada diskon 30% beli dua buku Winnie The Pooh dan A Man Called Ove, masih kena ongkir. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 12/12 2018, saya turut ikut perayaan konsumtif ini dengan membeli beberapa buku. Sayangnya, saya ga paham aturannya, ternyata jeda waktu dari klik keluar di keranjang ke bayar hanya empat jam. Saya transfer ke mesin atm lebih dari enam jam. Maka dana dikembalikan. Seharusnya jadi yang pertama, tapi gagal.

Tahun ini sudah antisipasi. Di mizan store (mizanstore.com), gelaran diadakan dua hari: 11-12/12. Saya turut di hari pertama, sejak pagi saya sudah pantengin. Kerja ga konsen karena kepikir mau klik mana saja. Salah lagi, setelah klik keluar, saya salah pilih cara pembayaran. Klik virtual harusnya bca manual. Sempat chat sama mbak-nya yang di pojok kanan bawah, minta tolong diganti. Ga bisa, harus mulai sedari mula lagi. Akhirnya faktur pertama dibiarkan, hangus sendiri nantinya. Padahal ada Chomsky yang kena 38k, ketika saya ulang bukunya sudah habis. Hiks. Cari buku Anton Kurnia juga habis semua. Buku-buku yang kena diskon 70% yang bagus terbatas dan cepat-cepatan. Diskon 50% masih banyak yang bagus.

Budget saya juga terbatas 200k jadi harus benar-benar pilih pilah. Dan dengan budget segitu dapat Sembilan buku bagus. Bisa! Setelah klik keluar seharga 200,5k, ongkir 20k dapat free 15k dengan jne, total belanja saya di pengalaman pertama harbolnas saya 205.502, ditulung teman kerja yang punya m-banking yang transaksi pakai HP! Fufufu… ga perlu ke mesin atm.

#1. Cannery RowJohn Steinbeck
Sebenarnya inilah buku yang paling saya incar. Tahun ini saya selesaikan baca ulas Kamis Yang Manis yang ternyata adalah sekuel ini. Jadi saya sudah baca seri dua, karena puas kisah Mac dan Doc maka seri pertama sudah harus kutuntaskan juga. Diterjemahkan oleh Penulsi favorit Eka Kurniawan.

#2. The Red-Haired WomanOrhan Pamuk (69k diskon 50% – 34.5k)
Akan jadi buku pertama Pamuk yang akan kubaca. Tahun lalu masuk ke keranjang beli yang gagal dikirim. Blank sama sekali sama kisah pemenang sastra nobel tahun 2006 ini.

#3. Ziarah Iwan Simatupang (49k diskon 50% – 24.5k)
Sebagai buku pemenang Roman ASEAN tahun 1977. Novel lama yang bertahan terkenal sampai sekarang.

#4. The Woman in BlackSusan Hill (55k diskon 73% – 15k)
Filmnya diadaptasi dengan bintang Daniel Redcliff. Menyeramkan. Buku klasik, mari kita lihat.

#5. FiestaErnest Hemingway (64k diskon 50% – 32.5k)
Pemenang sastra lagi. Semua bukunya yang sudah kubaca bagus. Terkenal dengan kalimat singkat padat ga bertele.

#6. Agnes GreyAnne Bronte (20k diskon 20% – 15k)
Emily Bronte sih belum baca, tapi adaptasi mini serinya keren. Kalau Charlotte Bronte sudha kenal semua dong sama Wuthering Heighs itu. Ini saudarinya lagi.

#7. RafilusBudi Darma (69k diskon 50% – 34.5k)
Akan jadi pengalaman pertama juga sama Budi Darma. Namanya sudha termasyur sejak dulu kala, baru kesampaian beli bukunya.

#8. A Fair Lady & A Fine GentlemanJane Austen (30k diskon 50% – 15k)
Hard kover dengan kalimat penggoda, kutipan-kutipan terbaik. Kolektor edition ini sih.

#9. Lady SusanJane Austen (12k diskon 17% – 10k)
Bakalan jadi buku pertama Austen yang akan kubaca. Saat ini sudha dapat separuhnya. Surat-surat yang bertutur. Klasik.

Rencana kesembilan buku ini akan kubaca ulas di blog di bulan Januari 2020. Mengingat padatnya jadwal baca, sepertinya ini harus jadi prioritas setelah daftar film Romantis BM. Mari kita nikmati.

Karawang, 211219 – Roxette – Spending My Time

Thx to Titus Rian P. Thx mizansore.