(review) The Interview: Not Funny And Embarrassing

Kim Jong-un : You know what’s more destructive than a nuclear bomb?… Words.

Hype yang tinggi, rating (dari grup film) yang bagus bukanlah jaminan sebuah film akan asyik dinikmati. Semalam nonton The Interview karya komedian Seth Rogen dan koleganya Evan Goldberg, hasilnya? Hhhmmm…, kecewa. Bukannya mau melawan arus, tapi emang kalau kelar nonton film dan ga puas saya ga terpengaruh review orang lain. Dan The Interview ini benar-benar kacau.

Diceritakan Dave Skylark (James Franco) adalah seorang host acara talk show Skylark Tonight yang sukses. Salah satu bintang yang diundang adalah rapper Eminem. Dalam acara tersebut Eminem dengan sambil lalu bilang, bahwa dia gay. Lalu dengan gaya lebai Dave mengulik lagi fakta tersebut. Boom! Rating Skylark Tonight meledak. Telpon bordering di mana, minta klarifikasi. Rekan Dave, Aaron Rapaport (Seth Rogen) sebagai produser jelas bangga, bintang besar melakukan pengakuan di acaranya. Skylart Tonight akhirnya tembus 1000 episode (10 tahun), sebuah rekor luar biasa, seakan membalik telapak tangan.

Sampai pada suatu hari saat Aaron sedang melobi seorang bintang via telepon, Dave datang dan menginterupsi. Kasian telpon gengamnya dilempar. Dave membawa berita mengejutkan dari Time bahwa presiden Korea Utara, Kim Jong-un (Randall Park) menyukai acara The Big Bang Theory dan Skylark Tonight! Maka disusunlah rencana mereka melakukan wawancara dengan presiden Korut. Setelah melalui lika-liku-lebai, Dave dan Aaron tiba di Korut. Turun di bandara, mereka disambut bak bintang besar, ajudan Presiden seorang wanita aneh bernama Sook (Diana Bang) ada di sana.

Rencananya: CIA yang dikepalai agen Lacey (Lizzy Caplan), memberi racun yang ditempel di telapak tangan Dave. Lalu saat acara, Dave diminta menyalami presiden Kim sehingga racun akan menjalar, 12 jam setelahnya presiden Kim akan mati. Namun saat pemeriksaan, Dave yang menaruh racun pada bungkus permen karet, racunnya malah dimakan oleh pampres. Alamat mati tuh orang, dikunyah lagi. Presiden Kim ternyata welcome, tak segarang yang diberitakan. Korut damai, toko makanan di mana-mana, banyak anak-yang bertubuh gendut yang menandakan mereka makmur. Kim ramah, mengajak Dave berpesta, hingga Dave berubah pikiran. Kita semua dikontrol berita, kita semua ditipu media. Dave mengurungkan niat membunuh presiden, racun yang ada dua masing-masing dipegang Dave dan Aaron, malah dibuang.  Aaron geram, segalanya berjalan kacau. Saat sepertinya mereka mustahil keluar hidup-hidup dari Korut, sebuah kejutan bodoh terjadi. Berhasilkah? Bagaimana akhir dari wawancara yang tayang live Skylart Tonight  disaksikan seluruh dunia?

Sejujurnya saya kurang suka komedi slap stick seperti ini. Terkejut juga film akan berjalan kacau. Yang perlu digarisbawahi, jangan percaya hype. Film ini tak lucu dan memalukan. Salah satu adegan bodoh saat Aaron menerima kiriman racun sebentuk stik yang membunuh harimau, stik tersebut takut ketemu pasukan Kim jadi disimpan di tempat yang tak masuk akal agar tak ketahuan saat digeledah. Seorang ajudan presiden, seorang kepercayaan bisa dengan mudahnya berpindah pihak. Lalu saat live interview, saat sang presiden terpojok masak dengan mudah studio diambil alih. Sungguh buruk. Sebenarnya apa salah Katty Perry?

Overall, ini film komedi yang buruk. Jangan-jangan benar, adegan pembuka saat peluncuran rudal itu emang pantas. Dasar Amrik!

The Interview | Director: Seth Rogen, Evan Goldberg | Screenplay: Seth Rogen, Dan Sterling | Star: Seth Rogen, James Franco, Randall Park, Lizzy Caplan | Skor: 2/5

Karawang, 020315

Iklan

(review) Captain Phillips: You’re Not Just A Fisherman!

Gambar

Muse: “Relax, captain. Relax. We (are) not Al Qaeda here. Just Business.

Akhirnya ada juga film Oscar tahun ini yang membuatku terkesima. Setelah dibuat jenuh dengan Her, menggila dengan The Wolf of Wallstreet, melayang tak tentu arah dalam Gravity dan miris oleh 12 Years ASslave, muncul juga kepuasan sampai viewgasme pasca menonton Captain Phillips. Tom Hanks layak dapat Oscar!

Berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada 6 – 10 Juli 2009 dari buku Richard Phillips: A Captain’s Duty: Somali Pirates, Navy SEALs, and Dangerous Days at Sea, tentang sebuah pembajakan kapal kargo M.V Maersk Alabama oleh perompak Somalia. Film disusun dengan sangat rapi dan detail, khas Greengrass orang dibalik sekuel Bourne. Dimulai dengan persiapan pemberangkatan kapal di sebuah pelabuhan, menampakan sekilas kehidupan bahagia keluarga sang kapten. Keberangkatannya yang berpisah sama istrinya Andrea Phillips (Catherine Keener). Lalu saat jangkar diangkat, dimulailah perjalanan drama ini. Saat sesi pengenalan karakter di waktu yang bersamaan kita akan disuguhkan sekilas persiapan para perompak. Saat sudah di tengah lautan di perairan Djubouti, Somalia kita disuguhkan dengan sebuah kapal kargo besar sarat barang dengan dua speedboat kecil yang berisi para antagonis. Sang kapten menyadarinya, maka dia menginstruksikan para awaknya untuk mengikuti procedure penyelamatan. Bersama awak kapal Shane (Michael Chernus) dan kepala ruang mesin Mike Perry (David Warshofsky) mereka berusaha menghindar. Sempat mengecoh sang penjahat, yang membuat ciut nyali. Kapal boat bajak laut mundur salah satu dan jagoan kita sementara menjauh aman. Namun saat pergantian malam dan keyakinan bahwa kapten kapal hanya menggertak, empat perompak yang terdiri dari Bilal (Barkhad Abdirahman), Muse (Barkad Abdi), Elmi (Mahat M Ali) dan Najee (Faysal Ahmed) kembali berusaha mengejarnya. Hasilnya sebuah epic drama yang luar biasa menegangkan.

Akhirnya para perompak berhasil memasuki kapal kargo dan mendudukinya. Kapten dan kru mencoba melawan dan bertahan hidup ditengah kepanikan. Saat sepertinya mereka berhasil menguasai kapal, sebuah pemberontakan kecil terjadi yang membuat pimpinan mereka, Muse ditawan. Sempat menawarkan uang damai dan melepas kapal sebagai solusi akhir, para perompak menolak dan saat Muse dilepas, mereka balik menyandera kapten Phillips dengan melepas sekoci memisahkan diri dari kapal kargo. Lalu infomasi ini sampai ke Pemerintah Amerika yang segera mengirim pasukan pembebasan. Sekoci yang berlayar menuju Somalia dihadang oleh pasukan Angkatan Laut Amerika lengkap. Faktanya penyelamatan yang dilakukan AL Amerika ini diperintahkan langsung oleh presiden Obama yang terdiri dari tiga kapal penghancur: US Boxer, US Brainbridge, dan US Halyburton. Bagai David lawan Goliath, adu nyali, kucing-kuicngan dan tawar-menawar terjadi sampai akhirnya sebuah tindakan nekat sang kapten dengan melompat ke laut untuk melarikan diri nyaris mengakhirnya. Bagaimana akhir drama penyanderaan ini? Silakan tonton dan nikmatinya sensasi tensi tinggi yang tersaji. Mungkin ending-nya sudah bisa ditebak tapi suguhan drama di atas laut ini sungguh menakjubkan.

Kita sepertinya berharap segera bebas, namun di satu sisi semakin menit durasi menipis kita semakin dibuat deg-degan. Ada sebersit simpati terhadap perompak namun tak semua. Sebuah letusan akhirnya menandai klimak cerita. Seperti inilah seharusnya film Oscar dibuat. Tegang sampai akhir. Penampilan Barkhad Abdi sebagai Muse juga keren. Memang layak masuk nominasi aktor pendukung terbaik. Sebagai informasi tambahan, dalam kapal kargo tersebut terdiri dari 20 kru berbagai Negara termasuk orang Indonesia.

Kelar menonton ini film saya sungguh terkejut, karena justru tak ada nama Tom Hanks di nominasi best actor. Ini adalah penampilan terbaik sepanjang karirnya. Setelah bermain apik sebagai Walt Disney, dia langsung mengemudikan kapal ini. Aktingnya luar biasa. Mimik tegas sebagai pemimpin, kalut saat kapalnya sudah dimasuki perompak, ketakutan saat hopeless semuanya ditampilkan dengan keren. Saking mengamati layar dengan tensi tingginya saya lupa sama camilan, dan setrikaan yang saya pegang. Campur aduk. Well, inilah film terbaik keluaran tahun 2013.

Dan dengan sudahnya checklist film Captain Phillips ini maka sudah lima film nominasi best picture Oscar yang kulahap. (sementara) Saya menjagokannya! Next: American Hustle, Dallas Buyers Club, Nebraska, Philonema.

Captain Phillips

Director: Paul Greengrass — Screenplay: Billy Ray — Cast: Tom Hanks, Catherine Keener, Barkhad Abdi – Skor: 5/5