The Japanese Guy & Me #19

image

Apa yang bisa diharapkan dari cerita remaja zaman sekarang? Cerita yang kuat? Konflik berat? Kejutan seru? Pesan moral? Nope! Kalau ekspektasi Anda seperti itu, susah mendapatkannya. Ya, ada. Beberapa buku memang ada yang memberikannya. Namun mayoritas klise. Cerita yang beredar tak kan jauh dari mimpi-mimpi kosong seorang putri yang mengaharapkan kedatangan pangeran tampan. Untuk itulah saya tak muluk-muluk saat membaca Lelaki Jepang dan Aku. Satu lagi buku teman se-kos dulu saya review. Jemy meninggalkan buku-buku roman remaja bertumpuk di rak saya, dan saya membacanya saat stok bacaan sudah kosong. Dilahap delapan tahun lalu saat masih kuliah, buku itu memberikan titik klise yang mengerikan. Entah apa yang dibenak Jemy dan pembeli lain saat memutuskan membawa pulang bacaan ringan ini. Saya sering melihat Jemy melempar buku-buku jelek ke tempat sampah saat selesai membacanya. Buku ini mungkin salah satunya, ‘untungnya’ saya cegah. Kita mengeluarkan uang untuk membawanya keluar dari toko buku. Sayang sekali kalau sia-sia. Kalau buku ini tidak di-genre kita, bisa jadi orang lain bisa melihatnya dari sisi yang berbeda. Setidaknya itulah pemikiran saya sehingga sampai saat ini buku aneh ini masih ada di rak.
The Japanese Guy & Me bercerita tentang dua orang beda kasta berkenalan lewat chatting. Pemuda tampan nan rupawan dari negeri Sakura, seorang anak dari konglomerat Perusahaan otomotif terbesar sedang galau. Dirinya muak dengan keseharian keluarga yang formal. Kyo, adalah gambaran pemuda yang ada di sinetron kita. Tampan, kaya, baik hati dan tidak sombong. Sementara itu di pihak perempuan adalah seorang pelajar yang juga sedang galau. Maya, baru saja mendengar pacarnya Dior selingkung dengan Clarisa, cewek populer dari SMU sebelah. Setelah mengklarifikasinya, mereka putus. Menangis bombai menjadi jomblo, Maya berujar: “Seandainya suatu hari nanti, aku bisa bertemu dengan cowok keren, baik hati, pintar, dan juga kaya. Aku pasti akan pamerkan kepada Dior kalau aku bisa punya pacar yang lebih keren sampai dia benar-benar panas. Tapi apa aku bisa mendapatkannya?” khas remaja kita di sinetron-kan? Maya adalah gambaran putri yang mendamba pengeran dengan berpangku tangan dan mempercantik diri, seolah hidup ini kisah dongeng.
Dan sim salabim abrakadabra! Setelah dua bab perkenalan dua karakter, bab tiga adalah mantra yang menyatukan mereka. Melalui chat! Mereka berkenalan. Hebatnya lagi, sang pangeran dari Jepang ini bisa bahasa Indonesia. Mungkin kesambet Ken Arok sehingga jadi jadi multitasking. Mereka langsung klik lho. Amazing, fantastis, bombastis, luar biasa. Lupakan logika. Buang jauh nalar Anda. Maya cerita baru putus, Kyo bilang dia sedang BT. Setelah beberapa kali chat akhirnya Pangeran itu nyamperin juga ke Indonesia. Mereka kopi darat. Dan Ta da! Maya jatuh hati. Gayung bersambut. Dunia rasanya jadi milik mereka berdua.
Namun tunggu dulu, konflik baru digulirkan. Kyo terbukti bohong, ada duri dalam hubungan mereka. Ternyata Kyo sudah tunangan. Hal yang meremukkan Maya, akankah mereka bisa bersatu ataukah bubar jalan? Duh pertanyaan klise banget. Ini kan cerita untuk mereka berdua jadi ya, sederhana sekali kesimpulannya. Melalui kejadian-kejadian yang serba kebetulan. Eh sebenarnya bukan kebetulan juga, kan udah di-skenario-kan happy ending, sehingga ya sudahlah. Untuk kali ini saya setuju sama Jemy, ini buku yang Enggak banget. Setelah membaca buku ini, sinetron Ganteng-Ganteng Serigala laksana sebuah film nominasi Golden Globe.
The Japanese Guy & Me | oleh Camarillo Maxwell | Penerbit Puspa Swara | Cetakan I, Jakarta 2006 | vi + 144 hlm; 19 cm | E 37/628/V/06 | ISBN 979 24 4851 9 | Skor: 1/5
Karawang, 200615 – Boyhood day
#19 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Iklan

Fight Club #18

Featured image

“Jika aku bisa terjaga di tempat yang berbeda, pada waktu yang berbeda, dapatkah aku menjadi orang yang berbeda?”

Entahlah. Sungguh beruntung sekali saya menemukan buku ini di antara tumpukan buku diskon di bazar pesta buku Solo 2009. Buku yang entahlah saya tak tahu harus memulai dari mana. Fight Club jelas salah satu novel terbaik sepanjang masa. Beruntung juga saat membacanya saya ‘agak lupa’ film Fincher yang pernah kutonton di televisi sehingga saat twist diungkap saya masih mendapatkan feel yang sempurna. Kisah nyeleneh, buku unik, dan kata-kata yang disajikan penuh inspirasi. Salut!

Tokoh aku dalam kisah ini mengalami insomnia. Insomnia hanyalah gejala untuk sesuatu yang lebih besar. Segalanya tampak jauh, Salinan dari Salinan dari Salinan. Insomnia membuatmu berjarak dari segalanya, kau tak bisa menyentuh apa pun dan taka da yang bisa menyentuhmu. Inilah kebebasan, kehilangan segalanya adalah kebebasan. Sampai akhirnya dia tertidur di pesawat, tidur nyenyak yang bahkan bayi-pun tak sepulas itu. Dia terjaga di Air Harbor International. Di sinilah segalanya dimulai, saat dirinya ‘bertemu’ Tyler Durden. Sesaat adalah yang terbaik yang dapat kau harapkan dari sebuah kesempurnaan. Jika kau banyak bepergian kau belajar mengepak hal yang sama untuk setiap perjalanan. Enam kemeja putih. Dua celana panjang. Perlengkapan minuman untuk bertahan hidup. Jam alarm untuk bepergian. Pencukur elektrik nirklabel. Sikat gigi. Enam pasang pakaian dalam. Enam pasang kaus kaki hitam.

Orang-orang yang pernah kukenal sering duduk di kamar mandi sambil membaca bacaan porno, sekarang mereka duduk di kamar mandi membaca katalog IKEA. Banyak abak muda tak tahu apa yang sebenarnya mereka inginkan. Kebosanan itulah yang membuatnya ikut Klub Petarung. Aturan pertama ikut Fight club adalah jangan bicara tentang fight club. Setelah ikut klub petarung, menonton football di televise bagaikan menonton film porno padahal ksu bisa melakukan seks yang hebat.

“Kau tahu, kondom adalah sepatu emas generasi kita. Kau memakainya ketika kau bertemu orang asing. Kau berdansa semalaman, lalu kau membuangny. Kondomnya maksudku, bukan orang asingnya.” (halaman 83)

“Karena semua yang nyata kini hanya tinggal cerita, dan semua setelahnya hanya tinggal cerita.” (halaman 94).

Dia selalu menyiramkan air ke kloset untuk menutupi suara-suara yang mungkin ia hasilkan di kamar mandi. Memperoleh perhatian Tuhan karena berbuat jahat lebih baik daripada tidak memperoleh perhatian sama sekali. Mungkin karena kebencian Tuhan lebih baik daripada ketidakpedulianNya.

Ketika aku dapat pekerjaan dan berusia dua puluh lima tahun, melalui sambungan interlokal, aku bekata, sekarang apa? Ayahku tidak tahu, jadi ia berkata, menikahlah. Menikahlah sebelum seks jadi membosankan, atau kau tak akan pernah menikah.

Ending  Klub Petarung menyajikan nihilitas. Sekali lagi tema sesuatu yang kosong mempesonaku. Disajikan dengan mempesona, tiap lembarnya begitu memikat, saya sampai tak bisa lepas dan penasaran terus. Buku dicetak sederhana lebih besar dari buku saku lebih kecil dari standar buku. Tanpa banyak kata-kata pujian, buku ini lebih layak dipuja seperti Tyler dipuja pengikutnya sebagai legenda. Setelah sampai di puncak, akankah kita masih bisa mencapai tempat yang lebih tinggi lagi?

“Hai, apa saja yang terjadi? Ceritakan padaku hingga hal-hal terkecil…”

Fight Club #18 | by Chuck Palahniuk | copyright 1996 | Penerjemah Budi Warsita | ISBN: 979-3684-39-9 | 06 07 08 09 10 5 4 3 2 1 | Penerbit Jalasutra  | untuk Carol Meader yang ter;ibat dengan seluruh kebiasan burukku | Skor: 5/5

Karawang, 190615 – Bunga Rose di Taman

#18 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

My Secret Identity #17

Featured image

Menyembunyikan identitas penulis (di cerita ini) ternyata seru. Galereen Hith adalah nama pena penulis buku The West Cowboy Story. Dalam kisah ini kita tak diminta menebak siapa Hith, karena sudah dijelaskan terlebih dahulu, yaitu seorang gadis remaja Gladist Swing namun cerita bertutur tentang usahanya menyembunyikan identitas.

Identitas Rahasiaku, dengan nama samaran Galereen Hith, Gladist menyembunyikan jati dirinya. Adegan pembuka dia sudah berbohong tidak masuk sekolah karena akan menghadiri pesta buku di kota New York. Orang tuanya melindungi dengan bilang sakit cacar air. Dari kota Dulhing Bay yang kecil Gladist mengguncang dunia pustaka remaja. Bukunya sukses berat, seantero Amerika membicarakannya, hhhmmm…. remaja aja sih buktinya penulis Fighting to Heaven, Harry Buntion hanya tahu sekilas. Berteman dengan Tysha sejak SD mereka saling membantu, saling support dari gangguan Darcy dan Meian yang jahil, murid paling kaya dan populer. Kebiasaan buruk Glad selain berbohong adalah menabrak seseorang saat panik atau tergesa. Salah satu korban ‘tabrak’ tersebut adalah Leon Copp, cowok paling keren (di mata Glad) yang nantinya mengisi konflik seru cerita ini. Saat orang-orang di sekolahnya ramai membicarakan sang koboi, berapa lama lagi Glad berhasil menyembunyikan identitasnya?

“Kau pasti mengira aku ini Galereen Hith kan? Oh Glad jangan seperti itu lagi, aku bukan Galereen Hith, karena aku tak mengatakan sejujurnya padamu.” (halaman 194) – seseorang mengatakan pada Glad dia bukan Hith

“Ternyata apabila dia menyukai sebuah buku, dia akan mati-matian ingin menemui pengarangnya. Pantas dia pura-pura menuntutmu agar kau keluar dari persembunyian. Dan tahu tidak apa yang dia lakukan setelah berhasil menemui pengarang buku kesayangannya? Dia menggunting sepotong baju mereka untuk dikumpulkan. Dan masih ada lagi, menggunting kuku mereka, mengambil barang mereka, bahkan sampah mereka juga dikumpulkan. Ternyata di dunia ini memang ada maniak seperti itu. Untung saja dia tidak tahu siapa Galereen Hith”. (halaman 222).

Ada 3 kelebihan buku lokal ini sehingga saya berani kasih skor tinggi, walaupun Ardina juga ga se-lokal yang kita kira karena dia lahir di negeri seberang:

  1. Pembaca dibuat penasaran kejadian demi kejadian. Saya selalu bilang, buku yang berhasil adalah bisa membuat pembaca dipaksa terpaku terus sampai akhir. Setiap lembarnya memberi mantra lengket, sesuatu yang tak biasa untuk sebuah buku remaja Nasional dengan setting International.
  2. Bab demi bab selalu memberi karakter penting baru, bukan sekedar karakter tempelan. Karakter baru tersebut akan memicu konflik yang memaksa karakter penting lain memutuskan sikap.
  3. Kejutan. Saya suka kejutan yang gereget. Gladist adalah orang yang bikin gereget, saat identitasnya nyaris terbongkar. Malah teman anehnya tertuduh. Semua diceritakan dengan seru. Dan kita tahu kebohongan Glad, tak bosan-bosannya Glad menabrak.

Dengan setting Amerika, novel ini berkreasi dengan tutur kata yang renyah. Tak menyangka aja, saya masih bisa menikmati novel remaja di tahun 2006. Sebenarnya ini buku punya Jemy, teman se-kos yang juga suka buku. Karena stok bacaan habis saya iseng membacanya, eh ternyata bagus. Sempat juga buku hilang saat dipinjam seseorang di tempat kuliah, namun saya tuntun untuk ganti baru. Dan saat Jemy meninggalkan kos untuk bekerja ke Kalimantan, buku-bukunya ditinggal salah satunya ya ini. Cerita remaja dirangkai ceria dan tetep bagus? Why not? Ardina sudah memberi bukti.

My Secret Identity | oleh Ardina | Penerbit C publishing | distributor Mizan Media Utama | Cetakan pertama, November 2005 | vi + 328 hlm; 20,5 cm | ISBN 979-24-3903-X | Skor: 4/5

Karawang, 170615 – audit day one

#17 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

The Lovely Bones #16

image

Namaku Salmon, seperti ikan, dan nama depanku Susie. Umurku empat belas tahun saat aku dibunuh pada tanggal 6 Desember 1973.
Kalimat pembukanya langsung pada inti. Tanpa ba-bi-bu kita langsung dihadapkan pada fakta pahit bahwa ini bukan buku yang bisa kita nikmati sambil tiduran atau minum susu manis. Ini buku tentang kehilangan seseorang yang dicinta. Lika-liku menghadapi fakta tersebut dan waktu terus berjalan, apapun terjadi. Saya membacanya beberapa bulan sebelum adaptasi film dibuat. Masih menggunakan cover asli bukan dengan wajah Saoirse Ronan. Membacanya butuh kesabaran, banyak temanku bilang mereka bosan, tak sedikit yang berguguran di tengah jalan tanpa tahu kapan selesai. Saya sendiri membutuhkan waktu lebih dari seminggu untuk menuntaskan. Karena untuk mendapatkan buku saya harus mengeluarkan uang maka harus dilahap habis. Saat kita menemui titik membingungkan atau mungkin jemu, jangan berhenti. Paksa terus sampai selesai, kalau ga gitu maka buku ini akan ditelan kegiatan lain lalu terlupakan. Tulang-tulang Yang Cantik disusun dengan hati-hati dan penuh pertimbangan, begitu juga saat membacanya. Nikmati tiap lembarnya dengan pelan dan khidmat dan kau akan menemukan ‘kesenangan’ di kasus hilangnya remaja Susie Salmon.
Ini bukan tentang teka-teki siapa pembunuh Susie karena sudah dijelaskan sedari awal cerita, Mr. Harvey tetangga yang aneh-lah pelakunya. Dia membangun ruang bawah tanah, tempat persembunyian, tempat untuk menjebak korban. Saat awal Desember itulah Susie menemui ajal. Susie bertemu Holly, seorang remaja yang juga sudah meninggal di alam baka In-Between (antara). Di sana, tempat itu bagai impian. Segala yang diinginkan bisa langsung diperoleh – kecuali hal yang paling diinginkannya: kembali ke bumi. Pulang ke pelukan orang-orang yang dicintai. Cerita selanjutnya sampai akhir akan berkutat dari usaha pencarian Susie, usaha kabur sang pembunuh, kesedihan teman-teman, dan fokus utama ke keluarga yang terkoyak menghadapi kenyataan pahit tersebut. Disajikan dengan tempo pelan dengan plot yang disusun agar kedukaan itu tak terlalu tajam melukai pembaca.
Mr. Harvey menyusun strategi kabur saat orang-orang mulai curiga. Saat dugaan kuat mengarah padanya dia mengambil tindakan nekat. Akankah dia berhasil ditangkap? Poster hilangnya Susie ada di mana-mana, beritanya ada di koran. “Hilang, diduga akibat tindak kriminal; siku lengan ditemukan anjing tetangga; gadis 14 tahun, diduga dibunuh di ladang jagung Stolfuz; peringatan bagi wanita-wanita muda lain; dinas tata kota akan mengatur kembali bidang-bidang tanah di samping SMA; Lindsey Salmon, adik gadis yang meninggal itu, menyampaikan pidato perpisahan.” Lalu akankah mayat Susie ditemukan? Dalam satu adegan yang membuat saya merinding, ayahnya bersama pembunuh membangun tenda bersama, ngobrol santai seakan tidak ada apa-apa. Itu ironi yang menyayat hati.
Sementara fakta baru yang menyakitkan terbuka. Ibunya mengalami depresi berat sampai memutuskan untuk menyendiri. Adik bungsu, Buckley masih berusaha memahami arti kata ‘ meninggal’. Sesekali menanyakan dimana Susie? Dimana kakak? Ia berusaha memahami arti kata terluka dan mencoba membiasakan tahu siapa yang tak ada di rumah selamanya. Granma Lynn datang ke rumah untuk memberi dorongan agar tabah atas musibah tersebut. Keluarga yang awalnya sempurna penuh keceriaan itu menjadi berantakan dalam kesedihan panjang nan berlarut-larut. Namun seiring berjalannya waktu, Susie melihat dengan kerinduan dan pemahaman yang makin bertambah bagaimana orang-orang yang dikasihinya melanjutkan hidup dengan mengarungi duka yang makin lama makin terobati.
Sebuah buku renungan, butuh keberanian untuk menuntaskan 400 halaman. Pujangga Spanyol, Juan Ramon Jimenez pernah bilang: “Kalau mereka memberimu kertas bergaris, menulislah tanpa mengikuti arah garis.” Buku ini ditutup dengan harapan bertuliskan: ‘Kudoakan kalian semua panjang umur dan hidup bahagia’.
The Lovely Bones | by Alice Sebold | copyright 2002 | Tulang Tulang Yang Cantik | alih bahasa Gita Yuliani K | GM 402 08.024 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | cetakan pertama, April 2008 | 440 hlm;20 cm | ISBN-10: 979-22-3656-2 | ISBN-13: 978-979-22-3656-9 | Glen, Selamanya | Skor: 4/5
Karawang, 160615 – toxic
#16 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Berjuta Rasanya # 15

image

Sekali lagi, Tere Liye mengecewakan saya. Setelah novel dan kumpulan sajak, kini giliran kumpulan cerpen yang saya coba baca. Hasilnya? Sama saja, tak ada yang baru. Semuanya tambal-sulam dengan modifikasi halus di beberapa bagian. Entahlah, apa yang membuat beliau bisa begitu mudahnya membuat buku best seller. Berisi 15 cepen, Berjuta Rasanya bertutur tentang lika-liku cinta dari berbagai genre. Di pembuka sudah diperingatkan, “Cerita dalam buku ini fiksi. Beberapa di antaranya ditulis ulang, terinspirasi dari cerita-cerita lain yang telah ada.” Duh harusnya kalimat ini dipasang di cover atau belakang, sehingga tak ‘menipu’ calon pembeli yang sedang menimang buku tersegel.

1. Bila Semua Wanita Cantik

“Ya Tuhan kuruskanlah aku. Aku mohon.. atau kalau Kau tidak berkenan membuatku kurus, maka buatlah gendut seluruh teman-temanku… aku mohon! Biar kami sama… biar kami sama…”

Menyamakan yang beda, menyetarakan kata Cantik. Maka malam itu, sempurna sudah langit terbolak-balik. Doa itu bagai lemparan sebutir  dadu dengan seluruh enam sisinya sempurna bertuliskan kata “ Amin!” Dan sim salam bin, semua wanita ingin terlihat gendut!

2. Hiks, Kupikir Kau Naksir Aku

Dibagi dalam 5 bagian kejadian. Cewek yang ke-GR-an ini mencurahkan curhatnya, bahwa Putri seperti anak ABG yang suka lebay urusan cowok. Dan si Tin ini akhirnya terjebak rasa, senasib dengan Putri. Ahh tema yang sederhana sekali. Mungkin penyampaiannya yang agak lucu. Dasar Rio ga peka.

3. Cinta Zooplankton

Cerita cinta sejati. Ayu coba disadarkan, bahwa Topan cowoknya itu buaya darat. Gombal sana-sini, pandai bicara, sok romantis, rayu banyak cewek, dan Ayu dengan kegigihannya tetap percaya bahwa Topan adalah cnta sejati. Keteguhan hati yang luar biasa seperti cinta Plankton kepada Karen?

4. Cintanometer

Di kota kami, walau terletak di tengah-tengah gurun pasir maha luas, hujan bukanlah barang langka. Jika penduduk kota ingin merasakan hujan, maka tinggal bilang ke balai kota. Seperti kemarin, anak tetangga sebelah rumah, rindu berat berlari-lari di atas gelimangan lumpur, di bawah atap langit yang mencurahkan beribu-ribu bulir air kesegaran. Maka orang tuanya memesan hujan, selang dua belas menit kemudian, awan hitam datang berarak. Guntur dan petir saling sambar-menyambar. Tak lama turunlah hujan sesuai pesanan.

Paragraf pembukanya bagus. Sayangnya konflik yang diciptakan biasa sekali.

5. Harga Sebuah Pertemuan

Cerpen terburuk dari semua daftar. Ini jelas kisah yang disadur dari luar. Karena saya pernah baca di sebuah majalah terjemahan. Dari cerita korban 1, saya sudah bisa menebak arah yang dituju Tere. Sayang sekali, kisah saduran seperti ini dikutip tanpa sumber. Tentang seorang psikopat yang jatuh cinta. Sederhana.

6. Kotak-Kotak Kehidupan Andrei

“Nak apakah ada yang pernah berpikir hidup ini bukan soal pilihan? Karena jika hidup hanya sebatas soal pilihan, bagaimana caranya kau akan melanjutkan kehidupanmu, jika ternyata kau adalah pilihan kedua atau berikutnya bagi orang pilihan pertamamu?”

Nasehat yang bijak, tentang pilihan-pilihan hidup dan cinta. Namun hidup takkan seperti itu kok, Andrei.

7. Mimpi-Mimpi Laila Majnun

Sudah baca cerita Laila Majnun? Saya belum, tapi dari review cerita yang pernah beredar, kisahnya adalah Romeo-Juliet dari Timur Tengah. Nah karena saya sudah baca bukunya William Shakepeare maka otomatis cerpen nomor 7 ini saya sudah punya pegangan. Dan benar saja, ketebak sekali. Inikah yang dimaksud tulis ulang?

8. Kutukan Kecantikan Miss X

Erik rajin mendengarkan curhat temannya, tentang cewek baru yang memukau temannya. “Gile! Sebelas dari nol sampai sepuluh”. Sayangnya dia tak berani berkenalan sehingga menjulukinya Miss X. Erik tentu saja geregetan, dasar cowok penakut. Namun siapa sangka dia kena kutuk cewek cantik jua?

9. Love Ver 7.0 & Married Ver 9.0

Di kota kami, walau terletak di tengah-tengah gurun pasir maha luas, hujan bukanlah barang langka. Jika penduduk kota ingin merasakan hujan, maka tinggal bilang ke balai kota. Seperti kemarin, anak tetangga sebelah rumah, rindu berat berlari-lari di atas gelimangan lumpur, di bawah atap langit yang mencurahkan beribu-ribu bulir air kesegaran. Maka orang tuanya memesan hujan, selang dua belas menit kemudian, awan hitam datang berarak. Guntur dan petir saling sambar-menyambar. Tak lama turunlah hujan sesuai pesanan.

Lanjutan dari Cintanometer, paragraf-nya sama persis. Hanya saja, pikirkan dari sudut pandang yang berbeda.Kalau yang pertama biasa, apa yang bias diharapkan dari sequel-nya?

10. Kupu-Kupu Monarch

Ini mungkin cerpen terbaik dari semua daftar. Ceritanya menyentuh, ceritanya menyayat hati. Menyedihkan sekali cinta sejati dibalas tuba. Tentang Fram dan istrinya. Tentang kesetiaan, tentang pengorbanan. Hidup kadang memang kejam. Kupu-kupu kuning itu datang ke pemakaman secara rutin, bukan kupu-kupu biasa.

11. Joni dan Doni

Jadi ingat dulu pas mau sidang. Joni dan Doni akan sidang skripsi, keduanya meng-SMS teman-temannya minta dukungan. Satu dapat apa yang diharap satu lagi tidak. Ini tentang nasib, ini tentang takdir yang bertolak-belakang.

12. Kutukan Kecantikan Miss X-2

Kalau Cintanometer ada sekuel, kenapa Miss X tidak? Toh ini buku bung Tere yang bikin, pembaca mau senang apa geregetan, ya bodo amat. Sayangnya yang pertama buruk, apa yang diharapkan dari yang kedua? Seakan dunia ingin diajak tertawa tentang nasib apes yang dialami pemuda di bus AC nomor 102.

13. Lily dan Tiga Pria

Waktu adalah lingkaran nasib yang berputar tanpa henti. Siang-malam, pagi-petang, sepanjang tahun tak pernah rehat. Dalam kesempatan putaran nasibnya selalu terjadi tiga kemungkinan. Pararel, bergerak, serentak. Kalimat pembukanya dibuat bak cerita filsuf tentang nasib dan perputaran waktu. Namun intinya tak se-filsuf yang kita harap. Bayangakn dirimu bisa membelah diri jadi tiga pria, lalu kita lihat apa tindakan dari ketiga dirimu tersebut. Dan Lily jadi objek-nya.

14. Pandangan Pertama Zalaiva

Ini sudah ketebak, saya pernah baca cerita yang mirip kalau tak mau dibilang sama. Kalau ga salah setting-nya Eropa. Seorang gadis yang jatuh hati pada ‘pandangan pertama’. Cinta memang kejam, namun cinta juga punya kesetaraan rasa. Hadapi kenyataan dengan kepala tegak Zalaiva!

15. Antara Kau dan Aku

Ah cinta memang aneh. Kayak lagu berjudul ‘Jatuh Cinta’ berjuta rasanya. Dia jauh, kita ingin dekat. Dia baik, kita pura-pura cuek. Nah mungkin ini maksud bung Tere dari kumpulan cerpen ini, dinukil sedikit lirik lagu tersebut lalu cerpen ‘Antara Kau dan aku’ ini bertutur dengan santai nan geregetan. Bergitulah cinta, harus di posisi yang tepat dengan orang yang tepat pula.

Berjuta Rasanya | oleh Tere Liye | Mahaka Publishing, 2012 | Penerbit Mahaka (imprint Republika Penerbit) | Cetakan XV, Juni 2014 | ISBN 978-602-9474-03-9 | vi+205 hal; 13.5×20.5 cm | skor: 2/5

Karawang, 150615 – Your troops ready for battle

#15 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

Alice Di Negeri Ajaib #14

image

Kisah klasik lagi. Kisah yang sudah familiar tentunya bagi pecinta dongeng anak-anak. Di tahun 2007 saat tumpukan buku belum sebanyak sekarang, rasanya kisah Alice adalah yang terbaik. Awalnya kukira ini cerita untuk anak-anak, seperti yang kalian tahu juga kan. Namun setelah selesai baca, coba renungkan. Saya malah kurang setuju. Cerita yang dijabarkan Sir Lewis ga lazim. Anak-anak ga akan langsung paham petualangan yang dijalani Alice. Maaf, orang dewasa juga belum tentu tahu maksudnya. Penafsirannya terlampau luas, terlalu banyak. Dan sepertinya tak akan ada habisnya diperdebatkan sampai 7 generasi ke depan. Alice In Wonderland tentu saja salah satu buku paling berpengaruh di dunia. Lupakan nihilitas, ini kisah abadi.
Alice bosan saat menemani kakaknya yang sedang membaca buku tanpa gambar di bawah pohon. Alice lalu melihat seekor kelinci putih memakai mantel dan membawa jam. “Aku sudah terlambat”, tuturnya lalu masuk ke lubang tanah. Alice yang penasaran mengikuti, dia terjatuh ke lubang yang seakan tanpa dasar. Rasanya sudah lama sekali dia jatuh, berkilo-kilo. Jatuhnya lalu melambat, membuat Alice bisa berifikir, bagaimana dasar sumur ini? Sempat pula dia mengkhawatirkan Dinah, kucingnya di rumah. Semoga tak ada yang lupa memberinya susu di acara minum teh nanti.
Sampai akhirnya Alice terhenti dari gravitasi. Dia bertemu lagi dengan Kelinci Putih, yang berujar “Oh demi telinga dan janggutku. Aku sudah sangat terlambat.” Diikutinya kelinci itu di kelokan demi kelokan sampai pada ruangan yang banyak pintu, semuanya terkunci. Ada meja berkaki tiga dengan kunci emas. Namun saat kunci tersebut berhasil membuka salah satu pintu, alice tak bisa masuk. Terlalu kecil, kemudian dia-pun kembali ke meja tadi dan menemukan sebotol minuman dengan tulisan: “MINUMLAH”  dan Alice pun mengecil sayangnya dia lupa sama kunci yang di atas meja sehingga saat inci demi inci tubuhnya menyusut dia ga bisa masuk ke pintunya. Dia menangis di bawah meja, saat menangis itulah ada kue kecil dalam bok dengan tulisan “MAKANLAH AKU” dengan huruf besar dan indah. Tubuh Alice membesar dan kembali menangis sampai airnya menganak sungai. Lalu sayup-sayup terdengar suara kelinci berjalan mendekat dan berkata, “Oh Permaisuri, permaisuri! Oh pasti dia akan marah karena menungguku terlalu lama.” Namun air mata kini sudah memenuhi ruangan. Banjir melanda, Alice lalu berenang. Ditemukannya tikus, bebek, merpati, elang, angsa serta binatang aneh lainnya. Bersama-sama mereka berenang ke tepian.
Sesampainya di tempat kering mereka bicara seolah adalah teman lama, sudah akrab. Mereka saling cerita, ngelantur ke mana-mana sampai menunggu tubuh kering. Namun ada yang mengusulkan, “cara terbaik untuk mengeringkan tubuh adalah dengan balapan antar peserta pertemuan.”
“Ah, cara terbaik untuk menjelaskan adalah dengan melakukannya.” Balapan pun digelar. Kalau ada lomba harus ada hadiahnya. Jadi siapa yang akan memberi hadiah? Kisah ini akan terus berputar membingungkan. Setelah rapat dengan binatang-binatang Alice dihadapkan dengan banyak hal aneh lainnya. Bertemu kadal, ulat yang bijak, babi, Dormouse, kucing Chesire, dan tentu saja March Hare yang terkenal itu. Semua petualangan memberi pelajaran baru buat Alice (dan pembaca). Dan kisah ini menghantarnya pada Ratu kejam yang gemar berteriak, “penggal kepalanya!”
Dari semua petualangan aneh itu, akankah Alice bisa kembali ke rumah? Bisakan dia keluar dari negeri ajaib tersebut? Semuanya tersaji dengan seru sekaligus membingungkan. Dulu di forum buku sempat ada yang mendebat, “harusnya Alice curiga saat melihat kelinci bicara, apalagi kemudian dia bicara dengan binatang-binatang lain” Dijawab, “dunia ajaib ini tak bisa dilogika. Sama seperti saat kita mimpi. Apakah kita bisa dengan sengaja keluar dari mimpi aneh? Dalam mimpi kita bisa melakukan apa saja, bisa menjadi apa saja, bisa berubah jadi siapa saja.” Lalu didebat lagi, “jadi cerita Alice ini dunia mimpi?”. Nah ini yang jadi inti segala kisah. Imajinasi Sir Lewis memang luar biasa, ada yang bilang iya. Ada yang bilang tidak. Ada juga yang keukeh bahwa dalam fiksi sekalipun, logika harus tetap ada. Well, semuanya mungkin. Yang pasti, ini kisah tak biasa yang ditulis di abad 19, waktu yang jauh ke belakang dari sekarang. Waktu yang dengan segala keterbatasannya bisa menyajikan cerita seperti ini tentu saja istimewa. Dan abadi. Serta tak ternilai. Jelas sebagai pecinta fabel, saya memasukkan dalam buku-buku terbaik sepanjang masa.
Alice Di Negeri Ajaib | by Lewis Carol | ilustrasi oleh Sir John Tanniel | first published 1865 | alih bahasa Isnadi | Penerbit Liliput | cetakan pertama, Juni 2005 | 170 hlm; 19 cm | ISBN 979-38131-5-6 | Skor: 5/5
Karawang, 140615 – wonderful tonight
#14 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku

XX #13

image

XX adalah novel metropop karya AR Arisandi. Lima tahun lalu saat segala buku masih sanggup dibaca cepat, XX termasuk novel lokal yang menyita perhatian setelah Cewephobia yang luar biasa lucu. Tanpa tahu ini tentang apa, XX mengalir cepat penuh tanya siapa, guna menebak identitas XX? Saya sendiri sempat terkecoh sampai di bagian petunjuk mereka melewatkan hari tidur bersama dalam keadaan terpaksa, nah itu clue paling besar yang bisa mengungkap identias yang coba disimpan bung AR.
“Aku tak sabar menunggu hari saat kita bisa menghabiskan pagi dengan melihat anak-anak kita tumbuh, dan menikmati senja dengan melihat matahari terbenam.” – XX
SMS yang ditujukan pada Liana tersebut mengacaukan tatanan rumah tangga, memberi banyak tanya, serta membuat persahabatan renggang. Jadi ini tentang mengungkap identitas pengirim SMS. Cerita dibuka dengan pengantar alasan kenapa anaknya terlahir dan tentang pilihan-pilihan hidup. Dari sudut pandang Donna, seorang ibu rumah tangga beranak satu bersuamikan seorang yang cool, Archie. Cerita yang disampaikan dengan runut dan tersamar, untuk dijadikan pelajaran kelak bahwa setiap pilihan hidup akan menentukan perjalanan hidup banyak orang. Dan kisah ditarik mundur jauh, saat reuni.
Mela, Putri, Liana dan Donna semasa kuliah tinggal dalam satu kos di Dago 7. Mereka menyebutnya D7, lalu muncul Doddy dan Akmal dua cowok yang berhasil merebut hati Mela dan Putri sehingga mereka mengubah nama kelompoknya menjadi D7++. Archie, suami Donna tak pernah mau bergabung, menyebutnya sebagai perkumpulan kaum hedonis. Reuni D7++ kali ini semua anggota datang. Putri dan Doddy, Mela dan Akmal, Liana yang sedang mengurus perceraian dan Donna. Acara yang seharusnya seru itu malah menjadi hambar, saat masa lalu disinggung. Lia yang memang paling cantik seperti menjadi primadona. Namun acara ngerumpi kembali bergairah saat Lia curhat masalah XX, sang pemuja rahasia.
“Kemarin malam aku mendapat SMS lagi dari XX untuk yang kesejuta kalinya. I miss you desperately…” Lia membuka kasus. Lalu cerita lama dikuak, tentang XX yang benar-benar terobsesi dengan kecantikan Lia. Tentang puja-pujinya. Setiap tahun di hari ulang tahunnya ada kiriman bunga dari XX, terutama di tiga tahun terakhir. Tentang tarian lingerine di kos Dago itu.
Donna berkata, “pemalu dan namanya terdiri dari dua kata. Kita mulai bisa mengidentifikasinya. Kira-kira siapa ya? Aku sangat ingin tahu.” Ini petunjuk pertama yang harusnya saya tandai. Sayangnya saya kurang jeli.
Dan seperti yang diduga Donna, acara reuni menjadi rusak gara-gara bahasan XX. Selanjutnya buku ini akan terus membahas dan memburu siapa XX yang tergila-gila sama Lia. Cerita lama dibuka, saling tuduh saling cemburu. Semua nama lelaki di sekitar Lia berpeluang jadi tersangka. Doddy yang cerewet, suka gombal dan selalu menggoda Lia bisa jadi ada di urutan pertama, namun XX sepertinya pemalu. Akmal yang pemalu bisa saja XX karena saat kuliah dia memacari Mela, (kemungkinan) seperti cowok lainnya hanya ingin dekat Lia. Namun Archie pun masuk pusaran XX, karena dirinya yang awalnya pendiam jadi begitu antusias bicara saat membahas Lia. Archie yang analisisnya jeli dan mencoba membantu menyelesaikan kasus XX bisa jadi malah tersangka utama. Banyak kan cerita detektif menangkap detektif? Semuanya mungkin.
Aku tidak percaya perkataan orang yang tidak mau menatap langsung lawan bicaranya, tapi terus mendesaknya berarti aku harus menjelaskan dirinya termasuk satu dari tiga tersangka kasus XX.
“Ayah melarangku pacaran, dan seperti kukatakan berkali-kali padamu, akmu pacar pertamaku.”  Ini bisa jadi petunjuk kedua yang harusnya kutandai. Sayangnya saya kurang jeli.
Dan semakin lembar menipis semakin dibuat penasaran. Misi AR membuat saya bertanya-tanya sukses. Saya sering melewatkan petunjuk penting. Karena kurasa segalanya NORMAL, sampai akhirnya para istri memegang suami masing-masing dan duuuuer! Betapa cerdas rahasia itu disimpan.
Well, secara keseluruhan novel ini seru, tak kalah seru dengan novel detektif yang membuka petunjuk demi petunjuk. Tanpa banyak ekspektasi, cerita sungguh enak diikuti. Jelas sekali ini ditulis dengan kehati-hatian dan riset (atau pengalaman pribadi?) yang mendalam. Terbit tahun 2007 saat SMS masih begitu dominan, belum ada WhatApps, BBM belum booming, facebook belum menjajah kita dan sebelum segala layanan pesan yang begitu banyak itu menyerbu. SMS jadi begitu kuat untuk menjadi teror puja-puji tanpa identitas. Atau kita (lelaki) malahan pernah menjadi seorang XX dalam bentuk lainnya? Sama saja, sikap lelaki saat dihadapkan perempuan cantik akan salah tingkah. Namun percayalah novel XX ini tak seperti yang kamu duga, karena memang identitas XX bisa siapa saja. Termasuk kaum hawa?
XX | oleh AR Arisandi | GM 401 07.040 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | setakan pertama, September 2007 | 216 hlm; 20 cm | ISBN-10: 979-22-3204-4 | ISBN-13:m978-979-22-3204-2 | Untuk Imas Nani | Skor: 3.5/5
Karawang, 130615 – there she goes
#13 #Juni2015 #30HariMenulis #ReviewBuku