Libur dan Kembali ke Rutinitas

Seminggu terakhir saya full libur Lebaran. Kemarin Senin, 12 Agustus 2013 akhirnya kembali bekerja dalam rutinitas sebagai buruh pabrik. Seminggu tak masuk kerja tak sekalipun pegang computer untuk online. Jadi blog ini ga ter-update sama sekali. Ternyata puasa itu lemas juga hanya untuk sekedar pegang laptop. Siang ibadah tidur, malam waktunya sempit. Setelah adzan Maghrib, sudah dekat Isya. Selesai taraweh sudah malam, segera istirahat. Dan tahu-tahu sahur. Siang kalaupun ada waktu luang sedikit saja lebih condong buat istirahat. Parah ya.

Syawal tiba lebih lambat dari biasanya. Setelah pesta pora Lebaran, kita dihadapkan kembali ke rutinitas yg lebih cepat datang. Alhamdulillah, puasa syawal sudah dimulai. Dua hari beres, empat hari dikejar. Moga rencana berjalan lancar di mana di Sabtu sore saya harusnya selesai ibadah puasa syawal. Puasa syawal itu godaannya lebih berat dari Ramadhan. Kalau puasa Ramadhan kan kebanyakan berusaha untuk saling menghormati sesama, di mana tak banyak terlihat orang makan minum di sembarang tempat. Kalau Syawal, tak ada yang tahu kan kita puasa, makanya makanan bersliweran. Apalagi hari-hari perdana masuk kerja, banyak teman kerja yang bawa oleh-oleh mudik dibawa ke kantor untuk disikat bersama. Saya hanya senyum tertahan.

Libur Lebaran tahun ini saya tak mudik ke Solo. Merayakannya bareng keluarga istri di Karawang. Diantara waktu sempit liburan pasca Lebaran itu saya selipkan kegiatan:

Hari 1: Ziarah bidadari kecilku

Setelah kelar sholat ied, kami sekelurga langsung menuju makam bidadari kecilku: Najwa Saoise. Inilah pertama kalinya kita tabur bunga pasca sholat idul fitri. Tak terasa sudah 9 bulan berlalu sejak meninggalnya putri kami tercinta. Kali ini suasananya haru, istriku tak kuasa menahan air mata dan jatuh sakit.

Hari 2: Pindahan rumah baru

Gambar

Hari kedua Lebaran kita pindahan rumah baru. Sebelum puasa sebenarnya sudah siap ditempati, namun kita putuskan pindahnya pasca Lebaran. Benar-benar mulai dari nol. Makna Lebaran terasa lebih hikmat dengan memulainya menempati rumah kredit baru ini.

Hari 3: Silaturahmi ke rumah saudara

Gambar

Tak banyak saudara kandung saya di tanah rantau. Ke kota Purwakarta adalah satu diantara sedikit itu. Di hari ketiga Lebaran kita berkunjung ke rumah kakak saya yang kebetulan tak mudik juga. Sama dengan di Karawang, Lebaran di sana juga sepi. Tetangga masih pada mudik. dan sama saja di sana juga makan opor. Khas Lebaran Indonesia.

Hari 4: Nonton the Conjuring.

Gambar

Akhirnya saya bisa nonton juga ini film. Setelah tayang tiga minggu di 21 Cikarang, ini film horror masih bertahan sampai saat ini, barusan saya cek di web-nya dan masih tayang di Cikarang! Hebat sekali bisa tak digoyahkan oleh film apapun. Superman saja, dua minggu tayang langsung tumbang. Bahkan saat kita nonton the Conjuring bioskop penuh. Kursi depan yang biasanya kosong kali ini penuh sesak. Dang ingat, kita nontonnya setelah berhari-hari dipasang!

Bagi yang sudah nonton film karya James Wan ini, serangkaian kegiatan saya ini serasa dirangkum olehnya. Dari pindahan dan dihantui penampakan anak kecil, hingga ritual pengusiran arwah. Film-nya ga sebagus yang saya baca di review. Ga semenyeramkan Insidious, dan klimak yang ditunggu khas Wan tak muncul. Sepertinya kebanyakan kita dalam menikmati fiksi, happy ending terasa tak memuaskan.

Eid Mubarak 1434 H teman-teman! Sampai ketemu Ramadhan tahun depan.

Gambar

Karawang, 13 Agustus 2013

Iklan

Dan sekali Lagi Italy Gagal

Final Piala Konfederasi 2013 tanpa kejutan, unggulan pertama dan kedua yaitu Spanyol dan Brazil akhirnya bertemu di partai puncak yang akan digelar Minggu malam waktu setempat di st Maracana. Brazil terlebih dahulu mendapat tiket final kemarin setelah menang menegangkan 2-1 atas Uruguay. Pertandingan diwarnai kegagalan penalty oleh Diego Forlan. Tendangannya dapat dibaca dengan mudah oleh Julio Cesar. Babak pertama mereka unggul 1 gol lewat Fred. Setelah peluit paruh kedua dimulai, hanya butuh waktu 3 menit untuk Edison Cavani menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelahnya pertandingan berjalan seru, kedua tim jual beli serangan. Tapi mental juara akhirnya berbicara, ketika waktu normal tinggal tersisa 5 menit, Selecao memastikan tiket finalnya. Sepak pojok Neymar dapat dimanfaatkan Paulinho melalui sundulan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol menyusul dini hari tadi. Menghadapi musuh bebuyutan Italy, mereka tetap memeragakan penguasaan bola. Namun Italy malah mendapatkan peluang gol lebih banyak. Italy seakan lupa tradisi taktik Catenacio. Babak pertama selesai angka masih sama kuat 0-0. Statistic menunjukan, walau Spanyol menguasai bola 63%  tapi Italy mendapat 9 shot yang mana 4 diantaranya mengarah ke gawang. Lihat itu Mourinho! Iker Casillas bermain cemerlang. Sementara Spanyol hanya mendapatkan 2 shot yang keduanya meleset.

Babak kedua berjalan lebih alot lagi, kini giliran Italy yang memegang kendali.  Jual beli serangan memperlihatkan bahwa meraka memang dua Negara sepak bola yang luar biasa. Sama-sama menghibur sama-sama ngotot untuk unggul. Banyak momen asyik dilihat. Ada Shakira yang tiap Pique dapat bola kegirangan, kameramennya pun iseng mantengin dia terus. Hand ball Pique di kotak penalty Italy yang berbuah yellow card. Ada Torres yang selalu off target, hehe… wasit plontos yang terkenal sebagai fan MU pagi ini terlihat sempurna menjalankan tugasnya, mungkin karena tak ada pemain Setan Merah di sana.

Hingga akhirnya 90 menit waktu normal kedudukan masih sama lemah 0-0. Di extra time, pertandingan baru berjalan 2 menit Italy menggetarkan tiang Iker lewat serangan yang apik, Italy layak mendapat tiket final. Tapi jelang waktu extra time habis giliran Spanyol yang mengambil alih permainan. Juan Mata menyamakan kedudukan mental gawang. Tapi itu tak cukup untuk menuntaskan laga, dan akhirnya tak ada gol tercipta. Seminal kedua ini harus dilanjutkan kea du tos-tosan.

Kedua kipper sekaligus kaptem tim pingsut ala koin. Spanyol mendapat gambar yang artinya bisa memilih mau ambil tendangan dulu apa serahkan ke kubu lawan. Iker bilang: “Yo wes, tak serahno nang Buffon wae. Tim mu sik yo seng nendang”. Buffon senyum lalu mbales: “Oke sip.”

Tendangan pertama adalah PEMAIN LAZIO, CANDREVA. Tendangannya melambung ringan di tengah gawang, Iker kecolongan gerak ke kiri. PANENKA-nya berhasil dan langsung jadi trending topic di twitter. Laziale menggila. BB ku bergetar mulu, itu itu Candreva, itu itu keren beud! Itu itu Pemain kita, dst. Tendangan selanjutnya ga usah dibahas. Masuk semua sampai dengan skor 5-5. Penendang kelima Italy adalah manusia paling keren dalam sepak bola, manusia paling dingin maksudnya. Pirlo memempatkan bola di sisi kanan Iker, dan ini bukan yang pertama kalinya Iker terkecoh. Setelah skor 6-6 dengan melalui semuanya masuk. Hebat juga dua jagoan kipper kita gagal menyelamatkan 1 tendanganpun, akhirnya sang pecundang uncul. Adalah Bonucci yang tendangannya melambung tinggi, mengingatkan kita pada Mr Roberto Baggio pada final Piala Dunia 1994. Dan Baggio pun jadi treding topic di twitter. Jesus Navas mengantar Spanyol ke final setelah memastikan bola gagal dijangkau Buffon, 6-7. Hasil ini menyamakan kenangan Piala Eropa 2008 yang membuat Spanyol juara. Di tahun lalu juga Italy ditumbangakn tim yang sama. Dan sekali Lagi Italy Gagal.

Karawang, 280613