Pesta Oscar 2014: Mega Selfie, Photobomb, Poor Leo dan Tangan Hampa The Hustle

Gambar

(Ellen yang hari ini luar biasa)

Hari-H pesta Oscar tahun ini yang berlangsung Senin, 3 Maret 2014 (WIB), saya sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari. Ini tahun kelima secara beruntun saya mengikuti pengumuman penganugerahan piala tertinggi di bidang film. Tahun ini kebetulan saya kena night shift, tahun lalu saya ‘sakit’, tahun lalunya lagi saya kerja di ruangan sendiri sehingga bisa curi waktu buat nonton, tahun lalunya lagi saya kena shift dan tahun lalunya lagi saya menganggur. Jadi apapun yang terjadi saya akan berusaha menikmati puncak acara Oscar. Saya ga punya tv kabel, dan ga punya tiket untuk nonton di bioskop Jakarta serta tak punya koneksi se-ngebut di kantor sehingga harus ke warnet buat streaming dan syukurlah, hari ini (sekali lagi) saya bisa meluangkan waktu 3 jam penuh dari jam 09:00 s/d 12:00 di depan layar komputer.

Setelah semalam begadang lihat bola final Capital One, Derby Madrid dan ketiduran saat jeda laga Sevilla, pagi jam 8 saya sudah siap-siap ke warnet. Saat sarapan sambil nonton kartun di tv di grup Whats App Football on Chat (WA-FoC) sudah ada yang kirim pesan Jared Leto menang best supporting actor. Wah red carpet ternyata sudah selesai, sambil mantengin time-line twitter teman-teman perkembangannya saya bergegas ke tempat pertunjukan. Saat saya akhirnya terhubung dengan Dolby Theatre, Hollywood lagu The Moon Song sedang berkumandang. Saya berarti saya belum banyak ketinggalan. Saat akhirnya Frozen diumumkan menyabet best animated lalu visual effect jatuh ke tangan Gravity, saya langsung tersenyum, 3 dari 3 prediksiku benar. Namun saat best supporting actress menyebut Lupita, akhirnya meleset. Setelah itu twitter crash, nge-hang tak bisa dibuka beberapa menit. Awalnya saya kira itu komputer saya tapi ternyata muncul berita kehebohan foto selfie Ellen yang membuat error. Karena ternyata foto tersebut mencapai 1 juta retweet.

Gambar

(Inilah foto yang menghebohan panggung)

Gravity melanjutkan pesta saat menang cinematography, 4/5. Original score terlepas dari Her, 4/6. Lagu Let It Go yang pasti menang membuat skor saya 5/7. Ditebakan ke 8 bencana dimulai. Adapted screenplay Captain Phillps tumbang, lalu untuk Original screenplay lari ke Her, 5/9. Dari sini saya mulai pesimis akan peluang Hustle, 2 kategori penting di naskah tumbang, sehingga masih dalam keadaan hampa.

Di big four kategori tertinggi, Alfonso Cuaron membuat saya terkejut. Yah walau tak terlalu amat sih, karena saya fan Harry Potter dan harusnya Alfonso sudah bisa pesta Oscar saat Prisoner of Azkaban. Kedudukan kini 5/10, separuh prediksi lenyap. Dengan kombinasi yang sekarang, saya sudah pasrah Hustle akan remuk, karena untuk akting Bale dan Amy peluangnya paling kecil. Dan benar saja, Cate menyisihkan Meryl. Saya belum nonton Blue Jasmine, sehingga tak bisa menilai penampilannya. Setelah long-speech Cate, kita disuguhkan kekecewaan penggemar Leo DiCaprio karena Matthew seperti prediksi menang best actor. Kegagalan Leo hari ini langsung memicu reaksi penggemarnya. di twittersampai di sini kedudukan 6/12. Namun saya sudah tahu, David O. Russel akan pulang dengan tangan hampa.

Saat Will Smith berteriak: “and the nominees are..” saya sudah tak konsentrasi lagi. Hanya dua film yang berpeluang akan mengangkat kategori tertinggi: Gravity atau 12 Years A Slave. Dan saat amplop dibuka lalu Smith pun berteriak untuk kemenangan 12 Years A Slave. Saat kamera mengarah ke kursi para aktor, Lupita, Chiwetel dan teman-teman 12 years terlihat girang sekali. Para cast and crew pun naik podium, Brad Pitt sebagai produsernya membuka victory speech. Acara-pun segera ditutup Ellen. Skor: 6/13. Gagal maning.

Berikut daftar pemenang Academy Award ke 86 (13 kategori utama):

Best Supporting Actor: Jared Leto – Dallas Buyers Club
Best Animated Feature Film: Frozen
Best Visual Effect: Gravity
Best Actress in a Supporting Role: Lupita Nyong’o – 12 Years A Slave

Gambar

(Lupita, datang – main – menang)
Best Cinematography: Gravity
Best Original Score: Steven Price – Gravity
Best Original Song: Let It Go – Frozen
Best Adapted Screenplay: John Ridley – 12 Years A Slave
Best Original Screenplay: Spike Jonze – Her
Best Director: Alfonso Cuaron – Gravity
Best Actress: Cate Blanchett – Blue Jasmine
Best Actor: Matthew McConaughey – Dallas Buyer’s Club
Best Picture: 12 Years A Slave

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya menikmati Senin pagi Oscar dengan ceria. Dalam 5 tahun ini hanya film The Artist yang tebakanku benar di kategori utama. Sebenarnya memprediksi best picture itu gampang-gampang susah, asal jangan egois saja. Sayangnya saya masih saja ga mengikuti alur suara mayoritas pengamat film, saya tetap mempertahankan suk-ga-suka, puas-ga-puas setelah menontonnya. Tahun ini jelas 12 Years A Slave ada dalam pole position, lalu berdasarkan kisah nyata dan banyak adegan menguras emosi sehingga saat mereka menang, tahun ini dianggap predictable. Sementara saya menebak berdasar kepuasan sehingga Captain Phillips dan American Hustle lebih saya kedepankan. Apapun itu acara ini selalu membuatku bersemangat.

Gambar

(tetap semangat Leo)

Seperti final piala dunia yang wajib ditonton, puncak Oscar pun selalu kupantengin. Final piala dunia 2006 saya ga mau kerja lembur, final 2010 saya bolos kerja, final 2014 siapapun yang beradu saya pasti nonton. Seperti bola, prediksi sama harapan memang harus dibedakan, lebih sering tak berbanding lurus.

Saya bersyukur masih bisa menikmati Senin pagi anugerah piala Oscar. Terima kasih untuk Ellen yang membawakan acara dengan luar biasa meriah, mega-selfie nya jadi treding topic. Adegan pizzanya, adegan perinya, gaya ngemis-nya sampai nge-bully aktor-aktor besar macam Leo, Pitt sampai Jen-Law. Memang beda sih kalau sudah biasa nge-MC segalanya cair. Bandingkan dengan saat James Franco –misalnya, yang kaku. Lalu terima kasih untuk Benedict Cumberbath saat red carpet dengan photobomb-nya. Gila, seorang Sherlock, Khan, Smaug itu melakukan hal konyol-brilian di tengah acara. Keren sekali, saya sampai geleng-geleng kepala lihat fotonya. Terima kasih juga untuk kesabaran aktor favoritku Leo yang lagi-lagi gagal menang. Untuk keempat kalinya dia harus pulang dari academy dengan kekalahan. Semoga tak patah arang, dan jangan kapok untuk terus buat film bermutu. Mudah-mudahan segera pecah telur. Dan terakhir selamat buat 12 Years A Slave dan Gravity, hari ini adalah hari kalian. Tahun ini milik kalian, kalian pantas untuk berpesta. Untuk Osage County yang gigit jari, kalian tetap memenangkan hatiku. Untuk teman-teman grup ‘Gila Film’ (GF) dan ‘Football On Chat’ (FOC) baik versi FB atau WA yang sehari ini begitu riuh, semoga kecerian ini makin membuat persahabatan kita erat.

Gambar

(He’s Sherlock, he’s Smaug, he’s Khan, he’s going to crazy)

Untuk American Hustle yang punya 10 nominasi namun pulang dengan tangan hampa. Ironis, apa yang bisa saya sampaikan? Saya pun turut bersedih atas keterpurukannya, buat David tetap semangat. Masih ada tahun panjang buat mencoba lagi. Kalau bisa ajak Leo dalam cast-nya siapa tahu kalian berdua yang sering terjatuh akan menjadi kekuatan dahsyat. Sampai jumpa tahun depan.

Gambar

(Cast and Crew 12 Years berpesta)

Karawang, 030314

Menikahlah! Dan Kau Akan Berubah

Gambar

Menikah merupakan salah satu tanggung jawab besar yang akan banyak mengubah manusia. Saya pernah mendapatkan training ‘leadership’ yang menyinggung hal ini. Saya ingat waktu itu saya sudah setahun menikah dan langsung membenarkan ucapannya. Langkah untuk memutuskan menikah dengan siapa adalah langkah besar yang akan menentukan nasib seseorang di depan. Jodoh, rejeki, mati sudah digariskan. Jodoh memang tak tahu kapan datangnya, dan disinilah seninya hidup.

Saya sudah merasakan betapa banyak kebiasaan saya yang berubah drastis. Lajang adalah merdeka, kalau mau ngapain saja bebas, ga ada yang mengingatkan, ga ada yang melarang. Contoh simple-nya kalau dulu saya bisa main futsal seminggu 2-3 kali, sekarang bisa sekali sebulan saja sudah sebuah prestasi, syukur-syukur bisa continue. Tak heran setelah nikah berat badan saya naik lebih dari 10 kg, selain makan yang tak terkontrol saya jarang olah raga. Ngumpul sama teman untuk nonton bareng film jadi jarang, karena saya termasuk orang yang awal bergabung di komunitas Gila Film (GF) maka saya termasuk aktif. Sekarang sungguh sebuah hal langka. Hanya sesekali saja bisa ke Jakarta. Oiya, saya adalah orang pertama yang menikah dari grup GF ini, jadi sejujurnya saya rada shock juga dengan perubahan ini.

Kegemaran membaca menurun jauh. Selain budget beli buku yang disunat, waktu luang (sendiri) adalah sebuah kenyamanan yang berharga. Tak jarang si May marah-marah merasa dicuekin, padahal saya sudah mencoba membagi waktu untuknya. Nah, ini dia repotnya kalau punya pasangan yang tak sehobi. Berat buat membuat garis sejajar. Saya sudah berkali-kali bilang, “seluruh buku yang ada di rak adalah milikmu juga jadi silakan lahap. Mungkin saya tak kaya harta sehingga tak bisa mewariskan harta berlimpah, tapi saya punya buku yang kelak akan juga saya wariskan untuk anak-anak kita.”

Kebiasaan yang hilang lagi adalah, nangkring di angkringan. Gila saja, si May susahnya gabung sama teman-teman saya buat nangkring malam-malam di pinggir jalan buat makan nasi kucing. Selain harga yang miring, di angringan lebih nikmat dan akrab. Mungkin ini salah satu tempat yang layak disyukuri kita sebagai orang Indonesia. Minum susu jahe hangat, dengan nasi kucing dan gorengan bersama teman-teman lama. Wuih…, sungguh jalinan silaturohmi yang berharga. Sayangnya sekarang lenyap. Tahun 2013 lalu hanya hanya dua kali bisa datang, menukik tajam.

Akhir-akhir ini saya mencoba kembali aktif dengan komunitas bola untuk ikut nonton bareng. Berhubung hilangnya siarang liga Italia dan minimnya siarang Liga Inggris, saya dipaksa keluar rumah. Tahun 2014, baru sebulan berjalan saya ngos-ngosan. Selalu saja May ada alasan untuk melarangku datang. Salah satu solusinya berlangganan tv kabel, sempat saya utarkan tapi pas dia dengar harga pasangnya dia langsung bilang ‘tidak!’. Angka yang sebenarnya saat lajang terasa kecil, tapi saat kita sudah keluarga seluruh pengeluaran harus di-acc bersama dan jadi angka yang besar kalau dikalkulasi bersama.

Jadi kalau kalian yang masih lajang ingin merasakan perubahan besar, menikahlah! Otomatis kalian akan dipaksa mengikuti alur kehidupan. Yang paling nyaman ikuti alur tersebut, karena semua orang nantinya juga akan berubah.

Apakah saya sudah cerita betapa Spongebob itu kini (terasa) menjemukan?

Karawang, 040114

Daftar Pemenang Golden Globe dan Nominasi Oscar 2014 (Selected List)

Image

Akhirnya berkesempatan juga mem-posting tulisan tentang dua penghargaan film paling bergengsi ini. Rencananya Senin malam mau posting daftar pemenang Golden Globe tapi ternyata dini harinya ada pengumuman pemenang Ballon D’Or 2013. Karena satu malam satu posting, di hari kerja maka kabar Ronaldo lebih seru untuk muncul terlebih dulu. Rabu-nya post nostalgia the BFG sudah ada dalam urutan. Kamis, karena baru saja selesai baca kumpulan cerpen bung Tofik Pram dan masih hangat-hangatnya maka segera harus dipasang di blog. Dan malam ini draft film ‘Her’ kembali masuk kotak dulu demi daftar pemenang Golden Globe dan nominasi Oscar 2014.

Golden Globe menang ‘hanya’ acara hura-hura, ga serius. Tapi tetap saja menarik disimak, walau ajang penghargaan kelas dua di bawah Oscar tetap saja pemenangnya adalah para seniman film besar. Ikut bahagia untuk Jen-Law yang makin mengkukuhkan bintangnya dengan meraih peran pembantu wanita terbaik. Turut senang atas piala sutradara terbaik yang jatuh ke tangan Alfonso Cuaron, sutradara favorite saya nih. Juga kepada Leo Di Caprio untuk perannya di The Wolf of Wall Street. Cate Blanchett sudah ter-prediksi menang atas penampilan luar biasanya di film Woody Allen. Untuk 12 Years a Slave pun sudah tepat pasca suksesnya di berbagai festival.

Berikut ini daftar pemenang Golden Globe 2014:
Best Supporting Actress in a Mor tion Picture – Jennifer Lawrence – American Hustle
Best Original Score – Alex Ebert – All Is Lost
Best Original Song – “Ordinary Love” – Mandela: Long Walk To Freedom
Best Actress in a Motion Picture – Comedy or Musical – Amy Adams – American Hustle
Best Supporting Actor in a Motion Picture – Jared Leto – Dallas Buyers Club
Best Screenplay – Spike Jonze – Her
Best Foreign Film – The Great Beauty (Italia)
Best Animated Feature Film – Frozen
Best Director – Alfonso Cuaron – Gravity
Best Actor in a Motion Picture – Comedy or Musical – Leonardo Di Caprio – The Wolf of Wall Street
Best Motion Picture – Comedy or Musical – American Hustle
Best Actress in a Motion Picture – Drama – Cate Blanchett – Blue Jasmine
Best Actor in a Motion Picture – Drama – Matthew McConaughey – Dallas Buyers Club
Best Motion Picture – Drama – 12 Years A Slave

Daftar lengkapnya di sini: http://www.goldenglobes.com/awards

Oscar tahun ini diumumkan pada hari Kamis, 16 Januari 2014 berada di pole position film Gravity dan American Hustle yang mendapatkan 10 nominasi. Dan 12 Years a slave dibelakang mereka dengan 9 nominasi. Yang mengejutkan tak ada film Pixar tahun ini. Monster University terlepar dari nominasi, film animasi kurang menarik seperti ‘The Croods’ justru ada dalam daftar. Saya sendiri kurang suka Pixar membuat sequel, kecuali Toy Story film sequel Pixar mengalami penurunan. Jadi ‘Finding Dory’ pun yang rencananya dibuat saya kurang sreg juga.

Berikut Daftar Nominasi Academy Award 2014:

Best Picture
“12 Years a Slave”
“The Wolf of Wall Street”
“Captain Phillips”
“Her”
“American Hustle”
“Gravity”
“Dallas Buyers Club”
“Nebraska”
“Philomena”

Best Director
Steve McQueen – “12 Years a Slave”
David O. Russell – “American Hustle”
Alfonso Cuaron – “Gravity”
Alexander Payne – “Nebraska”
Martin Scorsese – “The Wolf of Wall Street”

Best Actor
Bruce Dern – “Nebraska”
Chiwetel Ejiofor – “12 Years a Slave”
Matthew McConaughey – “Dallas Buyers Club”
Leonardo DiCaprio – “The Wolf of Wall Street”
Christian Bale – “American Hustle”

Best Actress
Amy Adams – “American Hustle”
Cate Blanchett – “Blue Jasmine”
Judi Dench – “Philomena”
Sandra Bullock – “Gravity”
Meryl Streep – “August: Osage County”

Best Supporting Actor
Barkhad Abdi – “Captain Phillips”
Bradley Cooper – “American Hustle”
Jonah Hill – “The Wolf of Wall Street”
Jared Leto – “Dallas Buyers Club”
Michael Fassbender – “12 Years a Slave”

Best Supporting Actress
Jennifer Lawrence – “American Hustle”
Lupita Nyong’o – “12 Years a Slave”
June Squibb – “Nebraska”
Julia Roberts – “August: Osage County”
Sally Hawkins – “Blue Jasmine”

Best Animated Feature

“The Croods”

“Despicable Me 2”

“Ernest & Celestine”

“Frozen”

“The Wind Rises”

Best Original Screenplay

“American Hustle”

“Blue Jasmine”

“Dallas Buyers Club”

“Her”

“Nebraska”

Best Adapted Screenplay

“Before Midnight”

“Captain Phillips”

“Philomena”

“12 Years a Slave”

“The Wold of Wall Street”

Best Foreign Language

“The Broken Circle Breakdown (Belgium)”

“The Great Beauty (Italy)”

“The Hunt (Denmark)”

“The Missing Picture (Cambodia)”

“Omar (Palestine)”

Pengumuman pemenang akan disampaikan pada tanggal 2 Maret 2014. Masih sebulanan, jadi ada waktu buat menonton para kandidat dan me-review-nya dan tentu saja menjagokannya sebelum hari H. Bagi pecinta film, selalu ada semangat di setiap tahun. Mari melempar dadu.

Daftar lengkapnya di sini: http://oscar.go.com/nominees

Karawang, 180114

Libur dan Kembali ke Rutinitas

Seminggu terakhir saya full libur Lebaran. Kemarin Senin, 12 Agustus 2013 akhirnya kembali bekerja dalam rutinitas sebagai buruh pabrik. Seminggu tak masuk kerja tak sekalipun pegang computer untuk online. Jadi blog ini ga ter-update sama sekali. Ternyata puasa itu lemas juga hanya untuk sekedar pegang laptop. Siang ibadah tidur, malam waktunya sempit. Setelah adzan Maghrib, sudah dekat Isya. Selesai taraweh sudah malam, segera istirahat. Dan tahu-tahu sahur. Siang kalaupun ada waktu luang sedikit saja lebih condong buat istirahat. Parah ya.

Syawal tiba lebih lambat dari biasanya. Setelah pesta pora Lebaran, kita dihadapkan kembali ke rutinitas yg lebih cepat datang. Alhamdulillah, puasa syawal sudah dimulai. Dua hari beres, empat hari dikejar. Moga rencana berjalan lancar di mana di Sabtu sore saya harusnya selesai ibadah puasa syawal. Puasa syawal itu godaannya lebih berat dari Ramadhan. Kalau puasa Ramadhan kan kebanyakan berusaha untuk saling menghormati sesama, di mana tak banyak terlihat orang makan minum di sembarang tempat. Kalau Syawal, tak ada yang tahu kan kita puasa, makanya makanan bersliweran. Apalagi hari-hari perdana masuk kerja, banyak teman kerja yang bawa oleh-oleh mudik dibawa ke kantor untuk disikat bersama. Saya hanya senyum tertahan.

Libur Lebaran tahun ini saya tak mudik ke Solo. Merayakannya bareng keluarga istri di Karawang. Diantara waktu sempit liburan pasca Lebaran itu saya selipkan kegiatan:

Hari 1: Ziarah bidadari kecilku

Setelah kelar sholat ied, kami sekelurga langsung menuju makam bidadari kecilku: Najwa Saoise. Inilah pertama kalinya kita tabur bunga pasca sholat idul fitri. Tak terasa sudah 9 bulan berlalu sejak meninggalnya putri kami tercinta. Kali ini suasananya haru, istriku tak kuasa menahan air mata dan jatuh sakit.

Hari 2: Pindahan rumah baru

Gambar

Hari kedua Lebaran kita pindahan rumah baru. Sebelum puasa sebenarnya sudah siap ditempati, namun kita putuskan pindahnya pasca Lebaran. Benar-benar mulai dari nol. Makna Lebaran terasa lebih hikmat dengan memulainya menempati rumah kredit baru ini.

Hari 3: Silaturahmi ke rumah saudara

Gambar

Tak banyak saudara kandung saya di tanah rantau. Ke kota Purwakarta adalah satu diantara sedikit itu. Di hari ketiga Lebaran kita berkunjung ke rumah kakak saya yang kebetulan tak mudik juga. Sama dengan di Karawang, Lebaran di sana juga sepi. Tetangga masih pada mudik. dan sama saja di sana juga makan opor. Khas Lebaran Indonesia.

Hari 4: Nonton the Conjuring.

Gambar

Akhirnya saya bisa nonton juga ini film. Setelah tayang tiga minggu di 21 Cikarang, ini film horror masih bertahan sampai saat ini, barusan saya cek di web-nya dan masih tayang di Cikarang! Hebat sekali bisa tak digoyahkan oleh film apapun. Superman saja, dua minggu tayang langsung tumbang. Bahkan saat kita nonton the Conjuring bioskop penuh. Kursi depan yang biasanya kosong kali ini penuh sesak. Dang ingat, kita nontonnya setelah berhari-hari dipasang!

Bagi yang sudah nonton film karya James Wan ini, serangkaian kegiatan saya ini serasa dirangkum olehnya. Dari pindahan dan dihantui penampakan anak kecil, hingga ritual pengusiran arwah. Film-nya ga sebagus yang saya baca di review. Ga semenyeramkan Insidious, dan klimak yang ditunggu khas Wan tak muncul. Sepertinya kebanyakan kita dalam menikmati fiksi, happy ending terasa tak memuaskan.

Eid Mubarak 1434 H teman-teman! Sampai ketemu Ramadhan tahun depan.

Gambar

Karawang, 13 Agustus 2013

Dan sekali Lagi Italy Gagal

Final Piala Konfederasi 2013 tanpa kejutan, unggulan pertama dan kedua yaitu Spanyol dan Brazil akhirnya bertemu di partai puncak yang akan digelar Minggu malam waktu setempat di st Maracana. Brazil terlebih dahulu mendapat tiket final kemarin setelah menang menegangkan 2-1 atas Uruguay. Pertandingan diwarnai kegagalan penalty oleh Diego Forlan. Tendangannya dapat dibaca dengan mudah oleh Julio Cesar. Babak pertama mereka unggul 1 gol lewat Fred. Setelah peluit paruh kedua dimulai, hanya butuh waktu 3 menit untuk Edison Cavani menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelahnya pertandingan berjalan seru, kedua tim jual beli serangan. Tapi mental juara akhirnya berbicara, ketika waktu normal tinggal tersisa 5 menit, Selecao memastikan tiket finalnya. Sepak pojok Neymar dapat dimanfaatkan Paulinho melalui sundulan. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Spanyol menyusul dini hari tadi. Menghadapi musuh bebuyutan Italy, mereka tetap memeragakan penguasaan bola. Namun Italy malah mendapatkan peluang gol lebih banyak. Italy seakan lupa tradisi taktik Catenacio. Babak pertama selesai angka masih sama kuat 0-0. Statistic menunjukan, walau Spanyol menguasai bola 63%  tapi Italy mendapat 9 shot yang mana 4 diantaranya mengarah ke gawang. Lihat itu Mourinho! Iker Casillas bermain cemerlang. Sementara Spanyol hanya mendapatkan 2 shot yang keduanya meleset.

Babak kedua berjalan lebih alot lagi, kini giliran Italy yang memegang kendali.  Jual beli serangan memperlihatkan bahwa meraka memang dua Negara sepak bola yang luar biasa. Sama-sama menghibur sama-sama ngotot untuk unggul. Banyak momen asyik dilihat. Ada Shakira yang tiap Pique dapat bola kegirangan, kameramennya pun iseng mantengin dia terus. Hand ball Pique di kotak penalty Italy yang berbuah yellow card. Ada Torres yang selalu off target, hehe… wasit plontos yang terkenal sebagai fan MU pagi ini terlihat sempurna menjalankan tugasnya, mungkin karena tak ada pemain Setan Merah di sana.

Hingga akhirnya 90 menit waktu normal kedudukan masih sama lemah 0-0. Di extra time, pertandingan baru berjalan 2 menit Italy menggetarkan tiang Iker lewat serangan yang apik, Italy layak mendapat tiket final. Tapi jelang waktu extra time habis giliran Spanyol yang mengambil alih permainan. Juan Mata menyamakan kedudukan mental gawang. Tapi itu tak cukup untuk menuntaskan laga, dan akhirnya tak ada gol tercipta. Seminal kedua ini harus dilanjutkan kea du tos-tosan.

Kedua kipper sekaligus kaptem tim pingsut ala koin. Spanyol mendapat gambar yang artinya bisa memilih mau ambil tendangan dulu apa serahkan ke kubu lawan. Iker bilang: “Yo wes, tak serahno nang Buffon wae. Tim mu sik yo seng nendang”. Buffon senyum lalu mbales: “Oke sip.”

Tendangan pertama adalah PEMAIN LAZIO, CANDREVA. Tendangannya melambung ringan di tengah gawang, Iker kecolongan gerak ke kiri. PANENKA-nya berhasil dan langsung jadi trending topic di twitter. Laziale menggila. BB ku bergetar mulu, itu itu Candreva, itu itu keren beud! Itu itu Pemain kita, dst. Tendangan selanjutnya ga usah dibahas. Masuk semua sampai dengan skor 5-5. Penendang kelima Italy adalah manusia paling keren dalam sepak bola, manusia paling dingin maksudnya. Pirlo memempatkan bola di sisi kanan Iker, dan ini bukan yang pertama kalinya Iker terkecoh. Setelah skor 6-6 dengan melalui semuanya masuk. Hebat juga dua jagoan kipper kita gagal menyelamatkan 1 tendanganpun, akhirnya sang pecundang uncul. Adalah Bonucci yang tendangannya melambung tinggi, mengingatkan kita pada Mr Roberto Baggio pada final Piala Dunia 1994. Dan Baggio pun jadi treding topic di twitter. Jesus Navas mengantar Spanyol ke final setelah memastikan bola gagal dijangkau Buffon, 6-7. Hasil ini menyamakan kenangan Piala Eropa 2008 yang membuat Spanyol juara. Di tahun lalu juga Italy ditumbangakn tim yang sama. Dan sekali Lagi Italy Gagal.

Karawang, 280613