(review) Big Eyes: Big Movie

Ruben: Why are their eyes so big? | Walter: Eyes are the windows to the souls!

Sebenarnya saya sudah hopeless sama film-film Tim Burton. Tiga film sebelumnya yang mengecewakan, Alice In Wonderland, Dark shadows dan Frankenweenie membuat ekspektasi ku merosot. Kaset film sudah ada di rak bulan lalu, numpuk antri untuk ditonton. Setelah Oscar baru saya pilah-pilih. Kata penjual dvd sih ini film bagus, namun tetap saya set harapan serendah mungkin. Semalam akhirnya kelahap juga.

Film dibuka dengan sebuah mesin cetak menelurkan gambar seorang gadis berbaju biru, dengan mata besar sedang bersedih, gambar dengan identitas Keane. Lalu sebuah narasi oleh Dick Nolan (Danny Huston) mengantar kita ke sebuah kota Tennesse, setting tahun 1950-an seorang pelukis Margaret (Amy Adams) dan putrinya Jane (Delaney Raye) sedang mengepak pakaian dengan tergesa untuk keluar kota. Mereka berdua kabur ke San Fransisco setelah Margaret bercerai. Margaret bertemu teman lama, DeeAnn (Krysten Ritter) untuk mendiskusikan masa depannya. Bermodal keahlian menggambar, dia melamar ke Perusahaan furniture. Di Minggu siang, Margaret jualan lukisan di taman kota. Di situlah dia berkenalan Walter Keane (Christoph Waltz) yang juga memajang lukisan. Walter berpendapat, Margaret terlalu murah menjajakan seni lukis. Walter memperkenalkan dirinya sebagai seorang bisnisman di bidang property dan melukis di hari Minngu. Lukisan jalanan kota Paris yang sebenarnya bagus, namun terlihat ada yang aneh (akan diungkap di akhir film sebagai salah satu kejutan besar).  Dari situ mereka lanjut kencan.

Pada suatu hari, Margaret mendapat telpon dari mantan suaminya untuk menjemput Jane, meminta hak asuh karena sebagai single parent dia dianggap ga akan mampu. Di situlah Walter langsung melamar. Baru kenal langsung ke pelaminan, honey moon ke Hawaii. Sejujurnya sampai di scene ini saya curiga, Walter menyembunyikan sesuatu. Hal yang dengan brilian akan diungkap di akhir film. DeeAnn berpendapat Margaret terlalu cepat mengambil keputusan, namun dia bergeming karena Walter adalah ayah yang baik dan berkecukupan karena daya sales nya bagus.

Benar saja, setiap kesempatan bisa dijadikan duit oleh Walter. Dirinya terusir dari gallery pelukis milik Ruben (Jason Schwartzman) karena menganggap lukisan jalan Paris sudah ga ada yang minat “sweep the gutters before the taste police arrive”. Perhatikan kata-kata Ruben saat mengusirnya, ada yang janggalkan? Lalu dia pun mencari tempat untuk memajang lukisan, di sebuah pub dia menyewa dindingnya. Awalnya sulit menjual seni di tempat para pemabuk. Namun saat sepertinya segalanya berjalan buruk, datanglah selebritis lokal Enrico Banducci (Jon Polito) yang berkelahi dengan Walter, perkelahian yang berujung sebuah lukisan dipukulkan ke kepala Enrico yang kebetulan ada wartawan. Esoknya masuk berita, yang membuat Walter mulai dikenal. Pelan tapi pasti, lukisan anak kecil dengan mata besar diminati publik. Lukisan dengan identitas Keane, padahal dilukis oleh Margaret. Dari dinding pub kini mereka bisa membuka galeri sendiri, menjual poster dengan tanda tangan Walter sampai bisa membeli rumah besar yang dilengkapi kolam renang. See folks, don’t care if it’s a copy. Mau dong satu copy aja!

Margaret melukis, Walter menjual. Publik tahunya itu karya Walter, sampai akhirnya mereka melukis anak-anak dengan berbagai ras dan warna untuk dipamerkan Unicef. Sayangnya lukisan itu dikritik buruk di Time. Inikah awal kehancuran karir Walter Keane? Sampai rumah tangga mereka pun terancam bubar kerena Margaret lama-lama kesal juga lukisan yang dibuat dengan sepenuh hati itu diklaim. Jane (Madeleine Arthur) yang kini beranjak dewasa juga memberontak dan ga setuju dengan kondisi seperti ini. DeeAnn yang tahu rahasia Margaret kesal sahabatnya berubah. Berhasilkah mereka keluar dari bayang-bayang kesuksesan lukisan Big Eyes?

Well, saya terkejut. Tim Burton membuat film jadi lebih hidup. Berdasarkan kisah nyata, cerita mengalir dengan bagus karena kita akan selalu dibuat tanya, berikutnya apa yang terjadi. Waltz seperti biasa, tampil memukau – layak Oscar, apalagi dialog di pengadilan yang lucu sekaligus sedih. Akting dia memang tiada duanya, sebagai seorang penipu yang lihai dengan kata-kata lamis-nya. Amy Adams tampil cantik sebagai seorang ibu yang mencintai putrinya sepenuh hati dan mencoba melindunginya. Dari awal pun kita tahu, lukisan anak dengan mata besar itu adalah Jane. Saya jadi pengen memajang posternya di dinding kamar. Ada yang jual ga ya? Oh saya akan cari!

Big Eyes | Director: Tim Burton | Screenplay: Scott Alexander, Larry Karaszewski | Cast: Amy Adams, Christoph Waltz, Krysten Ritten | Skor: 4/5

Karawang, 040315

(review) Big Hero 6: Oscar Lock For Best Animated Feature

Dari adegan pembukanya saja kita sudah dibuat takjub dengan animasinya yang lembut. Sebuah pertarungan robot mini illegal, Hiro (voice by Ryan Potter) yang baru lulus SMU di usia muda memenangkan taruhan adu robot. Polisi datang, arena tarung bubar lalu Hiro kabur dari arena diselamatkan kakaknya Tadashi (Daniel Henney). Sampai di rumah Hiro dinasehati untuk menyalurkan kejeniusan otaknya ke hal yang lebih berarti. Hiro berpendapat kuliah akan membuang waktunya, namun pada suatu ketika dia diajak kakaknya ke kampus. Di sebuah lab penelitian, Hiro dibuat terpukau karena banyak hal canggih tersedia. Bersama teman-teman kuliah Tadashi, memperlihatkan bahwa kuliah tak semembosankan yang dikiranya. Salah satu robot penelitian bernama Baymax (Scott Adsit).

Sepulang dari kampus, Hiro langsung berminat kuliah di sana. Lalu dibuatlah sebuah karya untuk presentasi. Sebuah karya yang memukau Alistair Krei (Alan Tudyk), orang kaya dari Krei enterprise, dan berniat membelinya. Namun ditolaknya, dari hasil presentasi itu professor Robert Callaghan (James Cromwell) memberinya golden ticket masuk universitas. Puas dengan karyanya dua bersaudara ini bersantai di luar gedung. Naas, gedung terbakar berdua mereka segera bergegas berlari kea rah TKP. Api yang meluluhkan sebagi gedung membuat panik orang-orang, sampai ada yang berteriak bahwa professor Callaghan masih terjebak di dalam. Tadashi dengan berani berusaha masuk ke gedung untuk menyelamatkannya. Sayang kemudian gedung meledak menewaskannya, topinya terlempar. Topi tersebutlah yang manjadi kenang-kenangan terakhir kakaknya.

Kejadian menyedihkan ini membuat Hiro patah semangat. Klontrak-klantruk di kamar, hopeless. Sampai akhirnya muncullah Baymax yang ternyata disimpan di kamar. Baymax lalu dengan lucunya menyampaikan keadaan Hiro, oiya kelebihan Baymax salah satunya bisa men-scan tubuh manusia lalu muncul mood 1-10, bagaimana keadaanmu hari ini. Kalau buruk maka Anda perlu pelukan, salah satu scene paling memorable tahun 2014 ya si Baymax meluk Hiro ini. Tentu saja Hiro keadaannya buruk setelah ditinggal meninggal kakaknya. Di adegan ini saya ikut sedih.

Baymax menemukan ada potongan karya Hiro yang bergerak-gerak di dalam box plastik (mengingatkanku pada kompas). Hiro tentu saja ga percaya karena karyanya sudah hancur pas kebakaran. Dia abai, Baymax malah mengikuti arah gerak potongan tersebut. Terpaksa Hiro lalu mengikuti juga, sampai di sebuah gudang gedung terkunci. Penasaran, berdua memanjat dinding dan masuk lewat jendela. Betapa terkejutnya Hiro, karena ternyata karyanya terkumpul di situ dan sedang digunakan oleh seseorang bertopeng. Kabur, dirinya terancam. Dari situ Hiro lalu membentuk tim untuk melawan. Karena mengira manusia bertopeng itu Krei yang mau membeli karyanya, namun merebutnya dengan meledakkan gedung. Terdiri dari 6 pasukan yang kemudian muncul judul Big Hero 6: dirinya, 4 teman kuliah Tadashi dan Baymax. Berhasilkah Hiro membalas dendam kakaknya? Siapa jati diri manusia bertopeng tersebut?

Setelah film selesai saya langsung mem-plot jatah animasi terbaik sudah ketemu. Feel Oscarnya dapat. Saya baru nonton Boxtroll, yang 3 belum tapi saya sudah yakin Big Hero 6 akan menang. Animasi lembut, cerita kuat yah walau ga kuat-kuat amat karena ketebak, tanpa Pixar di daftar dan dramatisasi yang disuguhkan pas. Setting film ada di San Fransico tapi berasa di Jepang. Unik dan cerdas.

Saat kredit title muncul, jangan beranjak dulu. Tonton sampai tuntas karena aka nada scene after credit yang WOW. Bravo Lee!

Big Hero 6 | Directed by: Don Hall, Chris Williams | Written by: Jordan Roberts, Daniel Gerson | Star: Ryan Potter, Daniel Henney, Scottv Adsit, TJ Miller, Jamie Chung | Skor: 4/5

Karawang. 060215

Big Match Pekan Ini: Elang Ibu Kota Versus Zebra Italia

Featured image

Seperti biasa di grup WA FOC diadakan kuis berhadiah pulsa, catatan kali saya nukil dari sana. Penebak, skor akhir dan siapa pencetak golnya. Pastikan sobat WP di depan layar TV pada Minggu dini hari. Lazio the Great akan berupaya menjinakan zebra Azzuri. Siapa beruntung?

Penebak | Lazio vs Juve | Pencetak gol

LBP 2-0 all

Ini adalah ujian sesungguhnya buat Lazio, menang berarti akan jadi penantang kuat juara serie A. Klose dan Djordjevic sedang on fire, lengah sedikit gawang Buffon jebol. Dua gol akan tercipta di babak kedua, salah satunya bahkan di menit menit akhir.

Aditya 1-3 Tevez

Partai yang sekiranya akan berjalan slow di awal, namun mendekati greget di menit akhir, visi tajam Andrea Pirlo siap memanjakan Carlos Tevez untuk mencetak gol, sekalipun itu melalui penalti, mental Juve yang sudah teruji di partai tandang pun cukup jadi modal buat membekuk Elang ibukota.

Jokop 4-0 Djordjevic

Lazio 4-0 Juve , Djorjevic. Semangat team Lazio di markas sendiri jadi kekuatan tersembunyi. A Roma Solo La Lazio!

DC 1-0 Klose

Bakal ada kejutan, main kandang akan menambah kekuatan Lazio. Ooowwhh iyaaa hahaha. Wel wel wel nya lagi off dulu bung 😀

Jacobs 0-4 Tevez

Ini jelas akan jadi pembuktian Allegri apakah dia cocok jadi pengganti Conte. Jeda internasional di mana beberapa pemain dipanggil timnas juga menentukan kondisi pemain. Laga akan berjalan ketat seketar celana jelang libur natal. Dan posisi puncak yang gemilang cahaya akan menjadi hadiah bila salah satu tim akan menang di akhir musim. Lalu apakah Katniss everdeen sanggup bertahan di Hunger Games selanjutnya?

Erwin 1-4 Tevez

Vidal dan Pogba sukses mengacak-acak lini tengah Lazio. Tevez sukses memperdaya pertahanan Lazio.

Saha 1-2 Llorente

Juventus masih terlalu perkasa untuk dapat dibekuk oleh Lazio. Dukungan militan para Laziale belum cukup untuk menjatuhkan mental bermain pasukan Allegri. Kembali, Elang Ibukota hanya akan menjadi perkutut malam nanti.

Takdir 1-0 Djordjevic

Analisa : ?  (gugur)

Williams 0-2 Tevez

Vidal, Pogba ga bisa dilewatin barisan serangan Lazio, Lazio bakal ditekan habis-habisan ama Juve, Tevez bakal memecah kebuntuan, abis  gol pemecah Kazio all out serang, malah kecolongan lagi.

Gentong 0-3 Llorente

Yaudah ni analisa saya Dari rekor pertemuan sudah sangat jelas, ga perlu basa basi lagi. Menahan imbang saja sudah prestasi bagus bagi Lazio. Yang jelas kendali permainan akan dipegang Juve walau main tandang, dan sekali lagi medioker tetaplah medioker walau diperkuat pemain juara dunia sekalipun. Dan tim juara tetaplah tim juara walau sempat ke serie B sekalipun. Upzzz keceplosan😁

Deni 2-1 Klose

Melihat Rabu depan Juve melawan Atletico Madrid di liga Champion dan mengingat posisi Juve belum aman untuk melaju ke babak knock out. Ada kemungkinan Alegri menyimpan para pemain intinya dan inilah kesempatan Lazio buat bias mengalahkan Juventus.

Bagi yang mau gabung ke grup bola What Apps silakan hubungi saya, masih ada slot member sekitar 15 nomor. Happy weekend!

Karawang, 211114

Double Big Match

https://lazionebudy.files.wordpress.com/2014/10/prediksi-crystal-palace-vs-chelsea.jpg?w=266
Akhir pekan ini akan ada dua laga besar di dua liga yang berbeda. Pertama di malam Minggu sang pemimpin klasemen La Liga Barcelona akan menantang seteru abadi mereka Real Madrid dalam tajuk el clasico. Keduanya kini sudah menemukan track yang benar dengan meraup kemenangan demi kemenangan. Barca terakhir menang melawan Ajax 3-1 sedang Madrid menggulung the Reds 0-3 di ajang Champions. Kabarnya sang mega bintang Suarez akan melakukan debut nanti setelah kena skorsing gara-gara menggigit Chielini di Piala Dunia lalu. Debut yang keras, akankah Pepe nantinya akan digigit juga?
Sementara dari tanah Britania tim Biru Chelsea yang tak terkalahkan ditantang tuan rumah Manchester United di Minggu malam. Chelsea yang tengah pekan lalu berpesta 6-0 pastinya punya spirit lebih. Skor 6 gol tanpa balas adalah skor terbesar yang pernah mereka cipta di ajang paling bergengsi di Eropa tersebut. Sedang Setan Merah masih belum menemukan bentuk permainan terbaiknya setelah laga terakhirnya hanya bermain imbang 2-2 lawan WBA, itupun mereka nyaris kalah andai gol Rojo di menit-menit akhir tak tercipta. Akankah Chelsea akan memantapkan posisi puncak?
Double Big Match ini terjadi di jam 23:00. Don’t miss it!
Karawang, 241014