The Best Films 2019

The Best Films 2019

Wake: “And I am damn-well wedded to this here light, and she’s been a finer, truer, quieter wife than any alive-blooded woman.”

Oscar tahun ini mengejutkan banyak pihak, sebagian pihak maksudnya. Termasuk saya, haha…. Parasite mendobrak tabu, film asing menjadi pemenang kategori tertinggi. Untuk pertama kalinya, film bahasa asing menjadi Best Picture, dan Negara yang beruntung itu adalah Korea Selatan.

Dari kumpulan superhero melakukan balas dendam sampai remaja hamil diluar nikah. Dari kisah fotografer kesepian sampai tawa renyah badut brutal. Dari pengantar surat di Perang Dunia Pertama sampai cerita adu cerdas di pengadilan. Dari penulis sulung keluarga March sampai dokrin NAZI untuk remaja. Dari duo gila di mercusuar sampai drama cinta buku berhalaman 28. Semua tersaji dengan keceriaan hati yang melimpah ruah. Hari ini 31 Maret 2020. Hari special ulang tahun keponakan tercinta. Untuk keempat kalinya saya kasih daftar sejenis. Berikut film-film terbaik 2019 versi LBP – Lazione Budy P.

#14. Pet SemataryKevin Kolsch & Dennis Widmyer
Berdasar adaptasi buku Stephen King, endingnya mengejutkan. Sad ending dengan gaya, ga nyangka bakalan seperti itu. Kisahnya memang menyedihkan, tapi ini kesedihan yang maksimal karena menyangkut seluruh anggota keluarga. Pemakaman binatang peliharaan memiliki kekuatan magis, dan memborong nyawa orang-orang terkasih. Ini baru Cekam horror. “In the woods today, Ellie discovered a charming little landmark.”

#13. Avengers: EndgameAnthony Russo & Joe Russo
Kali ini kumpulan super hero memainkan waktu. Dilipat, dijelajah, dimodifikasi lalu adu jotos ronde berikutnya terjadi. Setelah luluh lantak di Infinity War karena jentikan maut Thanos, para jagoan menyusun misi ‘menghidupkan kembali’ mereka yang mengabu. Teori waktu disajikan, dimula oleh Ant-Man dan diakhiri oleh kematian jagoan pujaan mayoritas umat yang sekarang kita kenal dengan kalimat ‘I Love You 3000’.

#12. Section 357Ajay Bahl
Saya selalu berkiblat ke novel-novel John Grisham ketika membicarakan drama berkelas pengadilan. Maka ini seolah adalah adaptasi bebas dari salah satu bukunya. Kasus pemerkosaan yang tampak mudah untuk mengambil keputusan, justru malah samar ketika menit berjalan mendekati akhir. Si miskin, gadis perancang busana yang dilecehkan sutradara terkenal dengan brutal. Dari sisi umum, ini perbuatan terkutuk. Sampai hati yang membara, dan dendam membuncah berbicara. Keadilan dilambangkan dengan timbangan, mata tertutup. Lalu akankah banding itu berhasil membebaskan sang terdakwa? Laki-laki, selalu apes ketika kasus selakangan diapungkan.

#11. Jojo RabbitTaika Waititi
Segala cara dicipta untuk mencipta propaganda. Di era kejayaan Nazi, Hitler bak tuhan yang wajib dipuja. Maka generasi muda jadi tumpuan untuk melanjutkan ideologi. Roman memainkan remaja yang galau, Jojo Betzler. Halu Hitler menjadi side-kick yang muncul di saat-saat genting. Komedi satir yang memenangkan adaptasi naskah terbaik. Endingnya keren, laiknya tik-tok, sebuah perayaan merdeka yang histeris tanpa kata. “Is it dangerous out there?”

#10. Dua Garis BiruGina S. Noer
Satu-satunya film Indonesia yang saya masukkan ke daftar. Memang istimewa filmnya, slow pace realistik. Pacaran anak sekolah yang terjerumus perzinaan, hamil diluar nikah, dan problematika setelahnya. Menyatukan dua keluarga, si kaya yang mencoba berdamai dengan masa depan Dara dan si miskin yang menyusun kepingan harap untuk Bima. Siapa yang salah? “Kalau ibu saja perlahan-lahan bisa memaafkan kamu, apalagi Allah.”

#9. UsJordan Peele
It’s us.” Lelah juga pikiran. Beberapa hal memang ga sesuai ekspektasi. Orientasi hidup apa sih? Hidup seimbang apa sih? Panjang umur apa sih? Masuk surga apa sih? Jangan-jangan dunia ini ada senyawa pararel yang menginginkan kehidupan kita? Bayang di ‘cermin’ itu membawa gunting untuk memenggal segala asa. Twist! Salut sama ide-ide nyeleneh Jordan Peele. Untuk kali ini, agak brutal, secara cerita memang gila sih. “…but the soul remains one.”

#8. JokerTodd Phillips
Tawa yang sedih. Dalam teori Will Self di buku The Quntity Theory of Insanity bahwa jumlah total kewarasan manusia itu tetap, tak berubah-ubah, karenanya usaha-usaha untuk menyembuhkan orang gila adalah hal yang sia-sia, sebab apabila seseorang sembuh dari kegilaannya, pasti di tempat lain ada seseorang yang kehilangan kewarasan, seakan-akan kita telah berbaring di atas kasur dan mengenakan selimut kewarasan yang ukurannya kecil sehingga tidak mampu menyelimuti kita semua. Dan itulah sekelumit psikopat-gila film ini. “Ketika kau memperkenalkanku keluar, dapatkan kau memanggilku Joker?”

#7. ParasiteJoon-ho Bong
Siapa sebenarnya yang menjadi parasite? Para umat miskin yang menempel menjadi karakter ‘pembantu’ orang-orang kaya, atau justru orang kaya yang memanfaatkan kejelataan umat? Film ini menampilkan kedua sisi dengan gemilang. Sebagian bahkan jenaka. Sampai adegan ‘penguasaan rumah’ oleh kolaborasi orang miskin, nyaris menjelma film konyol. Maka ketika malam itu bel berbunyi di tengah hujan badai, film ini memasuki dunia realism. Goa gelap tak bertuan.

Tak pernah ada masalah dengan ide aneh.

#6. PhotographRitesh Batra
Sunyi yang mendesis. Seorang fotografer miskin, jomblo, dan penyendiri suatu hari memotret mahasiswi di Gerbang Selamat Datang. Miloni pergi tanpa membayar, Rafi mencari tapi bukan niat uang. Justru pematik kisah adalah nenek Rafi yang mendamba kebahagiaan cucunya, maka ketika kunjungan mereka memainkan sandiwara tunangan. Esensinya bukan cinta beda kasta dan perjuangan mencipta kebersamaan, karena dari foto itulah kita menangkap momen. Selalu ada kesempatan untuk semua umat-Nya.

Mari kutaruh ‘hari ini’ ke amplop Anda.

#5. 1917Sam Mendes
Seolah one take dari awal sampai akhir film. Luar biasa. Harus ditonton di bioskop untuk merasakan pengalaman sensasional, pergerakan kamera yang lembut walau terjadi banyak goncangan. Sebuah pengalaman sinema yang menyenangkan. Cerita cuma antar surat yang memberitahukan serangan dibatalkan, di tahun 1917 dengan teknologi terbatas perang berkecamuk. Dua tentara harus melintasi padang perang. Luar biasa kita menjadi mata kamera, saksi cekam teater serangan yang sejati. “I hoped today would be a good day. Hope is a dangerous thing.”

#4. The LighthouseRobert Eggers
Kalau patokan suram adalah koentji, maka The Lighthouse adalah kunci yang memakai kode istimewa, maksudnya rumit. Horror yang perlu mikir, dan warna filmnya hitam putih. Udah ditakuti, mikir lagi. Permainan psikologis, antara nyata dan fiksi. Akting Green Goblin versus Edward Cullen sungguh memukau. Sepanjang dua jam kalian hanya melihat dua orang ini, dengan setting satu tempat. Sebuah mercusuar dengan problematikanya. Sepi kesepian, sampai-sampai putri duyung dijadikan objek onani. Kurang keren apa coba? Jadi ingat Pintu Terlarang. Sukses membuat penonton frustasi. “What made your last keeper leave?”

#3. Little WomanGreta Gerwig
Saoirse + Hermione + Meryl bonus Gerwig = Masterpiece. Ternyata ada kejutan, satu lagi karakter yang membuat hati jatuh, Florence Pugh. Diluarguda justru dia memainkan peran paling signifikan, krusial, dan paling berkembang. Dari gadis rapuh, lalu ambisius, lalu membumi lagi. Dari novel adaptasi Louise May Alcott yang legendaris, Gerwig memainkan plot menjadi acak. Proses Jo menjadi penulis penuh perjuangan: tapi tetap keluarga adalah segalanya. “I am so sick of it… I am so lonely.”

#2. Portrait of a Lady on FireCeline Sciamma
Pelukis mencipta seni, menghidupkan seni, melakukan seni. Dan boom! Inilah kisah cinta pelukis dan modelnya, ga sembarangan model karena ia adalah Sang Lady yang akan menikahi pangeran, cinta sesama cewek yang malah menambah gairah. Cinta terlarang menyeret rasa terdalam. Kehidupan ini fana, yang abadi adalah potret dengan model kekasih, berbaju hijau. Saya jadi penasaran dengan buku tiap halaman 28, suatu saat akankah bisa kutemukan di halaman 28 bersketsa tubuh molek, bonus cermin bulat. Membumbungkan daya khayal. Tambahkan pirang! Tiga menit terakhir adalah sajian kepuasan, bikin mikir berhari-hari: wajah pirang sendu, senyum, lalu nangis dengan iringan musik gesek yang menyayat. “I can’t make you smile. I feel I do it and then it vanished.”

#1. The IrishmanMartin Scorsese
Reuni para orang tua yang luar biasa. Tiga setengah jam yang memukau, sejatinya sebuah hiburan psikologi itu harus seperti ini. Kumpulan para maestro sinema, yang bisa jadi menjadi perpisahan Martin Scorsese dengan para aktor langganannya, terutama Robert de Niro dan Joe Pesci. Berdoalah, semoga Martin masih mau mencipta karya dengan kumpulan orang tua semacam ini. Dan dihargai Oscar!

Ini tentang mafia yang hilang. Ketua serikat buruh yang menghilang tak ketemu rimbanya. Dan penonton menjadi saksi metamorphosis seorang pengantar daging menjelma pembunuh suruhan. Tak ada yang mudah kalau berhubungan dengan dunia kriminal. Roti celup dan ketidakadilan piala Oscar. “Fck em, fck em!”

Karawang, 310320 – Hanson – If Only (Live and Electric, Best of)

Selamat Ulang Tahun Winda Luthfi – 14 Tahun.
>.<

110 Buku Yang Kubaca 2019

Hanya kebetulan belaka, tahun ini saya merampungkan baca 110 buku, sama persis dengan total baca tahun lalu. Ini sekadar catatan, betapa nikmat bercengkerama dengan buku.

#1. Seorang PendatangK. Usman
Dua cerpen lawas yang disatukan tahun 1963. Residivis pulang kampung dan melihat betapa banyak perubahan. Mengingat masa muda yang penuh amarah, cinta dan pengorbanan.

#2. Menolak AyahAshadi Siregar
Kisah Tondi sebagai PRRI melawan pusat, perjalanan dari Toba ke Bukittinggi yang mistis dan perjuangan melawan kecewa atas pilihan ayah. Kental budaya Batak, minus tukang tambal ban dan pengacara.

#3. Demi Esme dengan Cinta dan KesengsaraanJ.D. Salinger
“Apa yang dikatakan sebuah dinding pada dinding lainnya?” Dua cerpen klasik karya penulis ‘The Catcher in the Rye.’

#4. Magi Perempuan dan Malam Kunang-KunangGuntur Alam
“Jangan lihat kunang-kunangnya, ia bisa menyihir kita.” Dua puluh satu cerita pendek dengan tema beragam. Legenda hantu daerah, modifikasi hikayat. Kumpulan cerpen yang renyah.

#5. The Life and Adventures of Santa Claus L. Frank Baum
Dasarnya kita tahu. Sederhana, fiktif dan sudah sangat umum. Entah kenapa Frank Baum menulis ulang kisah semacam ini. Jauh dari bayangan ‘The Wizard of OZ’.

#6. Guru Generasi MilenialTri Winarno
Tulislah buku tentang bidang yang kuasai, Mas Tri dengan jeli menceritakan pengalamannya sendiri dalam kelas. Seperti membuat tantangan menulis puisi untuk murid-muridnya, mencerita keseharian dengan buku.

#7. Para Penjahat dan Kesunyiannya Masing-MasingEko Triono

Cerita orang-orang terusir dalam program membangun kota yang serupa New York dan Sydney. Para mantan bajingan bersatu dalam perenungan. Plotnya mirip 100-tahun-kesunyian.

#8. MemoarPablo Neruda
“Kita para penyair memiliki hak untuk bahagia, sepanjang kita tetap dekat dengan masyarakat di negeri kita dan dalam kegigihan perjuangan untuk kebahagiaan mereka.”

#9. Di Kaki Bukit Cibalak Ahmad Tohari
Cinta yang tak harus miliki, politik orang bawah, permainan mistis sampai kritik birokrasi. Perubahan zaman, perubahan kebiasaan, teknologi masuk desa, sampai polemik dasar makhluk Tuhan untuk bertahan hidup.

#10. Handmaid’s TaleMargaret Atwood *
Para handmaid di masa depan, aturan absurd dan pertentangan tak berkesudahan. Gadis kerudung tunduk, pikiran penuh luapan teriak.

#11. About a BoyNick Hornby
Filmnya kita tahu keren sekali. Ncik Hornby kalau bahas bola tajam dan sangat mendalam. Fan Gunners. Entah kenapa novelnya terlihat biasa. Plotnya ngelantur ke mana-mana, menjemukan.

#12. Breakfast at Tiffany’sTruman Capote *
Renyah di setiap lapisannya. Tampak seperti kisah nyata saat masih kere, menjalani sebagai penyendiri di apartemen sebagai penulis lokal tak bernama, sunyi, perenung mencari jati diri. Lalu muncul tetangga istimewa.

#13. Sesat Pikir Para Binatang Triyanto Triwikromo
Sembahyang adalah wujud cinta kita kepadaNya. Sembahyang tak boleh kita jadikan upeti. Sembahyang bukanlah semacam jual beli kita kepadaNya.

#14. Jokowi, Sangkuni, MachiavelliSeno Gumira Ajidarma
Pemimpin yang ideal adalah yang bebas dari kontrak politik, karena dukungan partai yang mana pun tidaklah mungkin dilakukan tanpa kepentingan. Kumpulan esai kedua SGA yang kubaca.

#15. Ups! Rieke Diah Pitaloka
Tugas penyair adalah mendewasakan bangsanya. Bagaimana kalau masyarakat tidak mau didewasakan dan ingin tetap seperi kanak-kanak? Jadi mari biarkan waktu menempa, mau ke arah mana perahu rima ini berlayar.

#16. Old Death Karl May
Kisah detektif dengan nuansa koboi, tak seperti cara penelusuran Holmes atau Poirot yang penuh deduksi dan telaah mendalam, cerita dalam The Wild West Journey ini dibarengi banyak keberuntungan, tak detail dan siasat tricky.

#17. The Murder of Roger AckroydAgatha Christie *
Dan ya, saya bisa menebaknya. Ada dua kalimat yang JELAS SEKALI yang menunjukkan sang pelaku, saya konsisten. Yakin dialah pelakunya. Terbukti. Salah satu yang terbaik dari Christie, dari Hercule Poirot.

#18. Around the World in Eighty DaysJules Verne *
Buku pinjam di taman baca Bus Taka Kota Galuh Mas, kubaca cepat saat pulang kerja hujan lebat, mencipta genangan sehingga menanti reda, baca di kantor. Sungguh menyenangkan melahap buku keren saat hujan dengan kopi.

#19. KawitanNi Made Purnama Sari
Sebatang pohon ara, empat pina, tiga pohon abu / Inilah kuil taman puingmu. Sungguh sajak adalahbarang mewah yang sulit dijangkau, sulit kubenamkan dalam kepala sehingga menyatu sukma.

#20. Mardi GrasAdriani Sukmoro
Lupakan konflik, kisah hanya berkutat pamer perjalanan hidup pengantin baru ke Amerika dengan salah satunya menyaksikan festival Margi Gras.

#21. Telembuk Kedung Darma Romansha *
Cerita dari Indramayu yang keras. Makian dan umpatan berbagai kelas. Lha judulnya saja sudah berat: Kisah Cinta yang Keparat.

#22. White FangJack London *
Kubaca dalam sehari dari siang sampai malam, di sela ibadah dan tidur di lantai satu Blok H nomor 279 hari Sabtu, 23 Feb 19. Ini semacam prekuel ‘The Call of the Wild’ yang sudah kubaca dua tahun lalu. Dituturkan dengan berkelas.

#23. Go Set A WatchmanHarper Lee *
Kisah lanjutan novel legendaris ‘To Kil A Mockingbird’, sekarang Scout sudah dewasa jadi perantau di New York dan buku berkutat di Maycomb saat liburan dua minggunya yang menegangkan. Bagaimana orang tuanya yang sudah tua tetap bekerja membela kebenaran. Sabar, tenang dan menghanyutkan.

#24. Mari LariNinit Yunita
Kubaca sekali duduk pada Selasa, 260219 sepulang kerja. Sinetron sekali, tentang Rio yang selalu mengecewakan orang tua. Saat ibunya meninggal dunia, dia harus buktikan tiga hal: bisa kerja benar di dealer sebagai sales mobil mewah, lulus kuliah di kesempatan kedua, dan lari marathon di Bromo dengan memakai nomor lari almarhum. Semua indah.

#25. Masa Depan Sebuah Ilusi Sigmund Freud
Esai buku kecil ide besar. “Tidak, sains kita bukan merupakan ilusi. Tetapi menganggap bahwa apa yang tidak bisa diberikan sains kepada kita bisa kita dapatkan di tempat lain akan merupakan sebuah ilusi.”

#26. The Clockwork ThreeMatthew Kirby
Premis bagus. Menempatkan tiga remaja dalam dilema rumit. Satu ingin pulang, satu ahli jam, satu untuk keluarga yang sakit. Terjepit finansial kusut. Sayang eksekusinya remuk. “Kau tahu, kau tegar seperti Hannah dalam al kitab.”

#27. Hujan Bulan JuniSapardi Djoko Damono
Kamu ga otomatis hebat saat sebut orang-orang hebat. Hepburn style. Jazz klasik menjadi teman Sarwono. Apakah membuatku terkesan? Enggak. Cerita sinetron yang coba berpuisi. “Kamu ini cengeng Sar, jualan gombal.”

#28. Kumpulan Budak SetanEka Kurniawan, Intan Paramaditha, Ugoran Prasad *
Kumpulan cerita pendek yang digarap bertiga atas dasar horror Abdullah Harahap. Seram, mistis, dan tragis. “Setahuku setiap jimat selalu ada pantangannya. Katakan apa yang tidak boleh kulakukan.”

#29. Manuskrip yang Ditemukan di Accra Paulo Coelho
Hidup ini untuk bersenang-senang, positif thinking, positif feeling. Dah kalau mau itulah review sangat singkat untuk buku ini. Benar-benar ya, buku perdana Paulo Coelho yang saya baca berakhir buruk.

#30. Dunia SophieJostein Gaarder *
Buku rangkuman filsafat yang luar biasa. Cara cepat belajar jadi filsuf. Butuh waktu empat bulan buat menuntaskannya. Hidup ini fiksi bagi mereka yang terjebak dalam ambiguitas.

#31. Perempuan PalaAzhari
“Aku tak mungkin menolak dan menutup pintu bagi siapapun yang datang ke rumah ini bukan? Aku diajarkan untuk memberikan apa yang kumakan bagi setiap orang lemah yang meminta. Itulah kemuliaan.”

#32. Bilik Musik James Joyce
Kumpualn puisi lengkap dari Penulis legendaris Ullyses. “Karena suaramu terdengar di sisiku / kuberi ia cemburu / dan dengan tanganku. kugenggam / tanganmu ‘tuk kali kesekian. Diterjemahkan oleh Gita Kharisma.

#33. Yang Telah TiadaJames Joyce
“Oh saya rela kehilangan apa saja demi mendengar Caruso bernyanyi.” Disebut novella, padahal lebih tepat cerita pendek ++. Buku ini selesai baca hanya dalam jeda Magrib ke Isya. Fufufu…

#34. Matahari dan BajaYukio Mishima
Gagasan tentang mengubah dunia merupakan kebutuhan yang sama pentingnya dengan tidur dan makan tiga kali sehari. Pemikiran yang tak lazim, ga mudah dicerna, berkali-kali baca ulang, nyaring, dan tetap mengernyitkan dahi.

#35. Kamis Yang Manis John Steinbeck
“Cara terbaik di seluruh dunia untuk membela dirimu adalah dengan menjaga tinjumu tetap ke bawah.” Ga seperti Steinbeck lainnya yang tragis, endingnya manis seperti judul. Tapi tetap karakter kuat dengan keanehan masing-masing.

#36. Water for ElephantsSara Gruen
Karena ia binatang yang begitu cantik, luar biasa, dengan hati yang sangat pemaaf dan mampu memahami kesalahpahaman. Kita akan berada di tingkat yang sama dengan sirkus-sirkus besar dan itu takkan bisa terjadi tanpa kalian.”

#37. Sad CypressAgatha Christie
Ini mungkin kisah Poirot yang paling mudah ditebak. Karena hanya menyisakan dua kemungkinan pembunuh, yang walau nantinya mencabang ke target lain, tapi jelas ada yang tak mungkin melebar liar. “Saya bisa mencari kebenaran…”

#38. MetamorfosisFranz Kafka *
Buku yang berat sekali. Mungkin jua karena kualitas terjemahannya yang aneh, typo berserakan, walau dialihbahasakan keroyokan berempat tapi tetap masih saja ditemukan kalimat-kalimat nyeleneh. “Ia bersuara seperti seekor hewan…”

#39. KubahAhmad Tohari
Cerita baik untuk orang baik yang dianugerahi akhir yang baik. “Takdir Tuhan adalah hal yang paling baik bagimu, betapapun getir rasanya, bertakwa kepadaNya akan membuat segala penderitaan ringan.” Sabar, tawakal, iqtiar.

#40. Kumpulan Cerita Pendek TerbaikLeo Tolstoy
Memang istimewa penulis satu ini. Mau cerpen atau novel sama hebatnya. Epos Sevastopol di mana rakyat Rusi adalah pahlawan sesungguhnya, meninggalkan jejak besar untuk waktu yang lama. “Kamu tak akan bisa bedakan bom dan bintang.”

#41. HumanismeYB Mangunwijaya
Keragu-raguan adalah sebentuk penghormatan kepada kebenaran.” Ernest Renan dalam Qu’est qu’une nation? (1882)

#42. Paper Town John Green
“Ini akan menjadi malam terbaik dalam hidupmu.” Kisah remaja yang tak biasa. Pengalaman pertamaku dengan Green berakhir menyenangkan. Tentang Q dan asmara tak biasa. Satu malam, terkenang sepanjang hidup, menuju kota kertas.

#43. Di Bawah Lindungan Ka’bah HAMKA
Buku sangat tipis. Kubaca sekali duduk (15/06/19), malam minggu sendirian tak butuh waktu sejam juga selesai. Kisah kasih tak sampai. Cerita berlapis, tragis tapi tak semenangis Tenggelamnya Kapal…

#44. Matilda, Lelaki Izrail, dan Seorang Perempuan di Masjid KamiHairus Salim HS
14 cerita dalam seratus tiga puluh halaman? Ini baru benar-benar cerita pendek. “Dan tiba-tiba mereka hanya mendengar tubuhnya ambruk.”

#45. Teach Me Like FinlandTimothy S. Walker
Di Finlandia moto ‘bekerja untuk hidup’ bukan ‘hidup untuk bekerja’. Mereka tampak serius dalam bekerja, namun di waktu luang mereka ikuti hobi daripada menggunakannya untuk meningkatkan pertumbuhan profesi mereka.

#46. Dalam Kobaran Api Tahar Ben Jellous *
Hebat. Penulis kelahiran Maroko, tinggal di Prancis bercerita tentang Tunisia dan efeknya. “Aku tidak menjelaskan apapun, ini adalah karya sastra.” Arab Spring, demi rasa keadilan.

#47. Misteri Rumah Masa LaluV. Lestari
Buku klasik dalam memetakan karakter yang protagonis akan konsisten baik sampai akhir, yang jahat tetap digambarakan di sisi negatif terus, ga ada konflik batin berlebih, ga ada wilayah abu-abu sifat manusia.

#48. OriginDan Brown
Semua tertebak. Saya bisa menebak motifnya, saya bisa memprediksi apa isi presentasinya, saya bis atahu endingnya. Puisi William Blake tahun 1790an, Amerika sebuah nubuat, Eropa sebuah nubuat. Dan mereka sudah datang!

#49. Alice Through The Looking Glass Lewis Caroll
Buku yang aneh sekali. Masih bagusan seri pertama, karena teras original, seri kedua ini menawarkan kebingungan yang sama, hanya dengan pola lebih rumit, lebih acak, dan jauh di luar nalar.

#50. Maut di VenesiaThomas Mann
Narasinya berbelit panjang, melingkar-lingkar, merenung, lalu putus karena frustasinya mengurai, dengan detail tempat, suasana, gambaran orang sekitar, smapai cuaca yang tak ramah. “Untuk Tuhan kami yang asing.”

#51. Max and the CatsMoacyr Scliar
Novel seratus halaman ini kubeli kala dalam tugas luar mengikuti pelatihan di Hotel Horison, Bekasi seminggu. Kubeli di Gramedia MM dengan Gadis Pendongeng, kubaca singkat di pagi dan sore waktu istirahat. Pi!

#52. If I StayGayle Forman
Keluarga yang sempurna. Orang tua utuh yang benar-benar mencinta. Adik manis yang menggemaskan. Dan masa depan cerah untuk karier seni dan lagu snob. Dalam hujan salju di pagi hari libur, kecelakaan merusak semuanya. Ini adalah novel religi di dunia antara.

#53. Tamasya BolaDarmanto Simaepa
Pengantarnya bagus banget dari Mahfud Ikhwan. Diambil dari blog, tulisan sepak bola dengan sudut pandang belakang gawang. Apa menariknnya cerita Barcelona, MU, Timnas dan pengalaman pribadi Penulis sejak kecil? Bukan kayak gini cerita bola yang bagus tuh.

#54. The Story GirlL.M. Montgomery *
Cerita anak-anak pada suatu masa di Amerika. Lucu, seru dan apa adanya. Benar-benar membumi, seolah ini adalah diari sang Penulis. Setara ‘Secret Garden’-lah, tapi ini lebih riuh dan ceria karena melibatkan banyak karakter. Tak sabar baca lanjutan.

#55. Kisah Pedagang Buku yang Tewas di Bagdad (kumpulan esai)
‘Belajar dari para maestro nonfiksi’. Karena buku ini tidak diperjualbelikan, tipis berisi 66 halaman, dan isinya yang sungguh bikin penasaran. “… Kairo yang menulis, Beirut yang menerbitkan, Bagdad yang membaca.”

#56. Dijamin Bukan Mimpi Musmarwan Abdullah
Kumpulan pos di sosmed, terutama Facebook. Ga semuanya tapi kebanyakan. Tulisan dikit tiap judul, kek orang curhat aja. Bisa tebal juga, kumpulan cerita satiris bisa benar, kalau cerita inspirasi ya hhhmmm… Enggak terlalu. Sekadar lumayan…

#57. Cerita Cerita Telapak Tangan Yasunari Kawabata
Ini adalah kumpulan cerita dikit-dikit tiap judul, curhat orang Jepang terhadap keseharian, kejadian sekitar. Tmpak sederhana, tapi kualitas imaji dan asosiasi mendalam. Beberapa memicu tafsir beragam.

#58. Cat Among the PigeonsAgatha Christie
Poirot melacak pembunuhan berantai? Di dalam sekolah elit khusus putri, orang-orang kaya yang panik, dan cerita putri dari Timur Tengah yang diculik. Gempar dan memusingkan, tapi bagi Poirot (aka Christie) tampak sederhana. Saling tipu. Dush!

#59. Tanah Air ImajinerSalman Rushdie
Kumpulan esai yang menggairahkan. Bergizi tinggi. Curhat Rushdie ketika jadi juri lomba tulis, prediksi untuk Penulis muda yang akan menghentak dunia. Beberapa menjadi, curhatnya tentang India yang lama ditinggalkan dan efek psikologi. Runut dan wow.

#60. Time Machine H.G. Wells
Mungkin ekspektasiku ketinggian, Mesin Waktu terasa mengada-ada, eksekusinya tergesa, melupakan detail bagaimana bisa memutar waktu. Penjelasan mesinnya bekerja tampak meragukan, semeragukan sang Penjelajah Waktu bercerita.

#61. NeverwhereNeil Gaiman *
Pertarungan malaikat, iblis dan makhluk bawah tanah London. Richard, manusia normal di atas tanah terjebak dalam permainan kotor. Fantasi luar biasa, kejutan akhir yang hebat. “Bagaimana aku bisa kembali normal?” Gaiman tak pernah mengecewakan.

#62. OEka Kurniawan
“Aku akan menjadi manusia.” Kata O si monyet cerdik.

#63. Max Havelaar Multatuli
Tata bahasanya memang agak susah dipahami. Cerita asisten Residen yang keren, mencoba menerbitkan buku dnegan modal makelar kopi.

#64. The Adventures of PinocchioCarlo Collodi
Kisah abadi boneka kayu pembohong. Susah diberitahu, tak mau mendengarkan nasihat, mudah tergiur rayuan manis. Hikayat ikan paus dan semburannya.

#65. Sharp ObjectGillian Flynn
Ketika penulis mudik untuk mewartakan pembunuhan anak-anak sejatinya sudah menunjuk siapa pelakunya. Kombinasi buruk pengenalan karakter, susunan plot dan misteri detektif ala kadar.

#66. Do Android Dream of Electric Sheep?Phillip K. Dick
Dunia masa depan yang mengerikan. Hewan elektrik murah, hewan asli mahal. Untuk membelinya bahkan perlu dicicil. Dan misi pemburuan manusia mesin? Tak ada nurani.

#67. Artemis Fowl Eoin Colfer
Dunia peri yang menakjubkan. “Aku mendengar suara-suara di malam hari. Suara itu merayap di bantal dan memasuki telingaku.”

#68. SapiensYuval Noah Harari *
“Orang-orang yang hidup saat itu tidak melakukan hal-hal yang penting.” Tiap sepuluh kalimat kubaca, kubaca ulang separuhnya. Nikmat di tiap lembarnya.

#69. Cara Berbahagia Tanpa Kepala Triskaidekaman
Bukan fantasi, bukan misteri, bukan humor, bukan surealis. Blas. Kepala terpenggal dan bersenang-senang palsu.

#70. Dekat & NyaringSabda Armandio
Buku tipis yang melegakan. Bagus tapi ada yang kurang. Cerita gang Patos dalam dilematis.

#71. Bertarung Dalam SarungAlfian Dippahatang
Perseteruan adat dan pertarungan harga diri dalam sarung yang mematikan.

#72. Tango & SadiminRamayda Akmal *
Nyaman diikuti, lezat dilahap, tenang dalam bercerita dengan komplektivitas. “… berusahan mengapai-gapai Tuhan…”

#73. Bugiali Arianto Adipurwanto
Banyak suku kata Sasak yang tertera, sampai menyita dua halaman penuh guna menjelaskan. Hikayat bugiali.

#74. Seekor Capung MerahRilda A. Oe. Taneko
25 cerpen yang kubaca dalam perjqalanan bus Solo-Karawang, selesai saat di Semarang (30/09/19). “Apa tidak ingin ke Brouwesweg 10?”

#75. JamalokeZoya Herawati
Jamaloke, sandang pangan goleko dewe. Sandang pangan carialh sendiri. “Itulah sepenggal lakon sejarah.”

#76. Teh dan PenghianatIksaka Banu *
“Perang selalu kejam dan membingungkan. Menguras akal sehat, pihak yang berhadapan masing-masing merasa paling benar…”

#77. Republik Rakyat LucuEko Triono
Ini hanya buat fun. Lelucon rakyat, semua warganya lucu.

#78. Atraksi Lumba-Lumba Pratiwi Juliani
Narasi bagus, dialog bagus, susunan plot bagus. Mengalir merdu. “Tidak pernah kumengerti, aku juga tidak mengerti banyak hal. Andai aku bisa mengerti banyak hal.”

#79. The MartianAndy Weir
“Para astronot pada dasarnya gila. Dan sangat baik hati. Aku ingin dengar ide itu.” Mark Watney perjuangan bertahan hidup di Mars.

#80. Aku dan Surabaya dan NakamuraGerson Poyk
Semacam memoir Poyk. Tidak pernah ada seniman yang tak punya utang, sudah niat menghidupi keluarga walau ancaman kere.

#81. Skipping ChristmasJohn Grisham
Terpingkal-pingkal menamatkan novel Grisham ini. “Ini adalah boikot Nora, boikot total Natal.”

#82. Perjalanan Nun Jauh ke Atas SanaKurt Vonnegut
“Kota Anda berterima kasih pada Anda, negeri Anda berterima kasih pada Anda, planet Anda berterima kasih pada Anda, tapi yang paling berterima kasih adalah generasi mendatang.” Dua cerpen masa depan yang misterius.

#83. MissingR.L. Stine
Orang tua Cara dan Mark menghilang, awal pesta berubah cekam.

#84. Bastian dan Jamur AjaibRatih Kumala
Bagaimana jamur bisa mencipta gadis fantasi, mantan kekasih yang mati. Raquel…

#85. Jeritan Dari Pintu KuburAbdullah Harahap
“… di kota banyak kami dengar kabar-kabar aneh tentang kampong ini. Pencurian mayat bayi, tempat perampok berkumpul, kematian-kematian ganjil…”

#86. AlexPierre Lemaitre
Alex yang diculik tampak seperti korban, dalam perkembangannya ternyata pembunuh, dan dalam perkembangan lagi, ada twist. Wow. Detektif Prancis yang absurd.

#87. Goosebumps: Makhluk Mungil Pembawa BencanaR.L. Stine
Grool hanya bisa beralih tangan kalau pemilik sebelumnya mati. Kengerian setiap ganti bab.

#88. Ocean SeaAlesandro Baricco
Tagline saja, ‘Love, Murder & Betrayal in Almayer Inn’

#89. Simple Stories for a Simple InvestorNicky Hogan
Buku tentang saham pertama yang kubaca berakhir mengecewakan. Pamer jalan-jalan promo ‘Yuk Nabung Saham’. Ga banyak ulasan detail. Only for beginner.

#90. LoversusFarah Hidayati
Elang Terbang vs Cinta Lestari. FTV banget, Cinta yang miskin di antara para lelaki berada.

#91. Apollo dan Para PelacurCarlos Fuentes
Diari mencipa kenangan masa kecil. Dan kisah kematian dicerita dengan pola tak lazim.

#92. Dalih Pembunuhan Massal John Roosa *
Bencana kemanusiaan dari sisi lain. Kemelut kusut tanpa kepaduan, sejarah kelam Republik ini. Semua janggal sedari awal.

#93. The Giraffe and the Pelly and MeRoald Dahl
Kera, jerapah, bangau dan aku menyewakan jasa bersih kaca gedung bertingkat. Sang Duke memanggil…

#94. DiaHenry Rider Haggard
Leo dan Holly berpetualang ke rimba imaji Kor. Dia yang immortal, cinta mengorban banyak hal.

#95. Daisy Manis Henry James
Selasa malam nontong film Notting Hill, Julia Roberts bilang sedang proses syuting film adaptasi Henry James. Langsung ku #unboxing dan esoknya baca kilat sepulang kerja. Tentang gadis Amerika abad 19 jalan-jalan ke Eropa, ada insiden.

#96. Soekarno, Arsitek BangsaBob Hering
Biografi singkat Bung Karno yang nyaman diikuti. 32 halaman cerita perjalanan hidup, 125 foto yang dibubuhi keterangan dari kecil hingga wafat. Terbit memperingati 100 tahun pada 2001. Dibaca sekali waktu untuk teman tidur Hermione.

#97. MaryamOkky Madasari
Tentang Ahmadyah yang dianggap sesat. Pertentangan Maryan dan keluarganya, dan masyarakat sekitar. “Yang namanya keyakinan memang tak bisa dijelaskan. Ia datang sendiri tanpa punya alasan.”

#98. Kematian di VenesiaThomas Mann
Versi Basa Basi dari buku yang sama yang diterjemahkan pula oleh Circqa. Ini lebih bagus, entah karena bacaan kedua atau emang kualitas alih bahasanya lebih nyaman. Aschenbach yang jatuh hati pada pemuda cantik Tadzio.

#99. Tarian Bumi Oka Rusmini
Bagus sekali alurnya. Pemahaman yang sesungguhnya kalimat, ‘demi cinta akan kulakukan segalanya untukmu.’ Hikayat tari dan gesekan harga diri. Aku selalu mohon pada dewa di sanggah agar kau bisa keluar dari lingkaran karmaku.

#100. Rumah Hujan Dewi Ria Utari
Kubaca dua hari. Novel yang dikembangkan dari cerita pendek dan cerita lainnya. Seniman, hujan, sepi, kenangan, hujan. Buku keseratus tahun ini seram.

#101. Goosebump: Hantu Penunggu SekolahR.L. Stine
Salah satu seri Goosebumps terbaik. Dunia pararel misteri, siswa yang hilang dengan kilat kamera, cekam takut warna kelabu dan ending menggantung terselebung teror. Tommy dan kawan-kawan berpetualang di negeri antah di balik dinding sekolah. Gawat!

#102. The Notting Hill MysteryCharles Felix
Tahun 1850an terjadi pembunuhan berencana, melibatkan uang warisan dan polis asuransi sebesar 50.000 pound. Penyelidikan dengan detail saksi, surat pos, dampai catatan harian. “Musuh paling fatal kejahatan adalah kehati-hatian yang berlebihan.”

#103. AparajitoBibhutibhusan Banerji *
Novel India terbaik yang pernah kubaca. Riwayat Apurbo dari masa kanak-kanak, perjuangan pendidikan, merantau ke Kalkuta demi menyambut masa depan gemilang. Inilah gambaran hidup sesungguhnya. Leela dan Aparna, cinta dan tragedy. Kisah luar biasa.

#104. Alex and the Ironic Gentlement Adrienne Kress
Saat bumi telah berdamai / Dan elemen-elemen terbakar / Dengan rasa paling prima / Hasratmu akan kau dapatkan. Petualangan bajak laut dengan banyak kejanggalan. Kisah yang buruk.

#105. Si Cacing dan Kotoran KesayangannyaAjahn Brahm
Sepertiga awal terasa biasa, mungkin karena cerita motivasi umum. Barulah jelang tengah, terutamqa terkait meditasi danyang terbesar adalah pikiran, banyak menawarkan keindahan dunia Buddha. Salur: Seorang Inggris, Ilmuwan, Biksu.

#106. Hadratussyaikh Hasyim Asy’ariZuhairi Misrawi
Lebih seperti sejarah NU ketimbang riwayat pendirinya. Karena saya ga ikuti perkembagan NU banyak vitaminnya. “Tanda-tanda mati hati adalah mencari keuntungan dunia dalam urusan akhirat.”

#107. Lady SusanJane Austen
Hanya dari surat menyurat semua cerita bergulir. Janda dan putri remajanya, saudara yang bimbang tentang moral. Perjodohan. Asmara abad 18 di London yang rumit (dalam arti sebenarnya). Bagaimana tukang pos menjelma penggerak plot.

#108. PlayonF Aziz Manna
Garis awal garis pintu, satu kaki di depan, satu kaku di belakang, kepala lurus angina bersidorong. Yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah. Garis jalan, garis belokan, satu kaki membumi, satu kaki mengawang, kepala lurus, angina bersidorong. Yang lalu lintaslah, yang lintas lalulah.

#109. Kapitalisme, Islam dan Sastra PerlawananOkky Madasari
Beberapa karya sastra berfungsi transformatif terhadap pembacanya dan masyarakat skala lebih luas. Buku-buku dapat mengubah pandangan dan tingkah laku mereka. – O’Leary

#110. Cannery Row John Steinbeck
Hikayat Doc dengan laboratoriumnya. Mack dan konco-konconya dalam lingkup ranjang pesta.

Alhamdulillah…

Karawang, 311219 – Roxette – Almost Unreal

Best Books of 2019

Best Books of 2019. Catatan akhir tahun.

Apa yang sudah saya katakan tentang ketidakmungkinan membuktikan dokrin-dokrin relijius mengandung sesuatu apa pun yang baru.”Masa Depan Sebuah Ilusi, Sigmund Freud

Tahun yang berat. Saya kembali menuntaskan baca 110 buku, persis tahun lalu, kupadatkan menjadi 35 buku tanpa satupun buku kumpulan puisi yang masuk daftar keren, lalu kusaring lagi menjadi 18 buku dan akhirnya menjelma angka cantik 14. Empat buku yang tersingkir adalah: Breakfast at Tiffany’s, Metamorfosis, Around the World in Eighty Days, dan Kumpulan Budak Setan. Temanya lebih beragam, non fiksi sekarang semakin banyak yang kutuntaskan. Tahun ini memang kumulai dengan tertatih, sungguh berat saya menapaki awal 2019. Tiga puluh satu buku Januari yang sudah dirancang langsung berantakan, kumpulan puisi yang rencana kubaca tiap bulan langsung lebur, bahkan komik yang mau kunikmati lagi tak tersentuh semuanya. Memasuki hari-hari dengan muram, memasuki bulan-bulan dengan suram, lalu waktu menyembuhkan. Hati yang kembali ditata, jiwa yang kembali kusiram petuah sejuk.

Berikut 14 buku terbaik yang kubaca tahun ini:

#14. Dalam Kobaran Api – Penulis Tahar Ben Jellous | Penerbit Circa | Tahun Terbit (edisi yang kubaca) 2019

Hebat. Penulis kelahiran Maroko, tinggal di Prancis bercerita tentang Tunisia dan efeknya. “Aku tidak menjelaskan apapun, ini adalah karya sastra.” Arab Spring, demi rasa keadilan. Kesenjangan sosial memicu revolusi, bukan hanya di satu Negara tapi regional lain yang menyelingkupi. Api yang memicu banyak hal, nyaman sekali kalimat-kalimatnya. Demi rasa keadilan. Tahar dengan cerdas memainkan ironi.

#13. Teh dan PenghianatIksaka Banu | Kepustakaan Gramedia Populer | 2019

Kumpulan cerpen memang menjadi otomatis bagus Bung Iksaka Banu. Buku yang memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa tahun ini, merangkul sejarah Indonesia dalam balutan fiksi. “Perang selalu kejam dan membingungkan. Menguras akal sehat, pihak yang berhadapan masing-masing merasa paling benar…”

#12. Go Set A WatchmanHarper Lee | Qonita | 2015

Di mana iblis berada? Di sini di Maycomb. Kisah lanjutan novel legendaris ‘To Kil A Mochingbird’, sekarang Scout sudah dewasa jadi perantau di New York, buku ini berkutat di Maycomb saat liburan dua minggu yang menegangkan. Bagaimana orang tuanya yang sudah tua tetap bekerja membela kebenaran. Sabar, tenang dan menghanyutkan. “Aku mencintai ibumu.”

#11. Telembuk: Dangdut dan Kisah Cinta yang KeparatKedung Darma Romansha | Indie Book Corner | 2017

Cerita dari Indramayu yang keras. Makian dan umpatan berbagai kelas. Lha judulnya saja sudah misuh: Kisah Cinta yang Keparat. Buku ini hanya apes terbit bersamaan dengan tahun Dawuk rilis sehingga gagal menang. Cerita bagus memang harus membumi gini, asli tanpa banyak rekayasa. Benar-benar seolah bung Kedung mengamati kejadian, menjalani, menyusup lalu menulis sejarah sang Diva dengan beberapa modifikasi serta kiasan. Mungkin hiperbolis tapi cinta Safitri memang keparat. “Jalan setan itu banyak dan terlihat menggiurkan, godaannya macam-macam. Salah satunya dangdutan di seberang…

#10. The Story GirlL.M. Montgomery | Gramedia Pustaka Utama | 2019

Cerita anak-anak pada suatu masa di Amerika. Lucu, seru dan apa adanya. Benar-benar membumi, seolah ini adalah diari sang Penulis. Setara ‘Secret Garden’-lah, tapi ini lebih riuh dan ceria karena melibatkan banyak karakter. Ini juga cerita-cerita sederhana yang ada di sekeliling kita, di sekeliling penulis. Hal-hal yang umum, dirajut dengan sangat bagus. Kita bisa memaknai segalanya. Tak sabar baca lanjutan.

#9. Tango & SadiminRamayda Akmal | Gramedia Pustaka Utama | 2019

Nyaman diikuti, lezat dilahap, tenang dalam bercerita dengan komplektivitas. “… berusahan mengapai-gapai Tuhan…” adalah penutup cerita yang luar biasa. Hikayat kehidupan di sekitar sungai Cimanduy. Sisi gelap manusia dengan palacuran dan ruang lingkup sekitar, sisi terang dengan kehidupan haji Misbah yang memilki tiga istri, panutan warga yang setelah diungkap detail tak seterang yang dikira. Semua manusia ada sisi abu-abunya.

#8. AparajitoBibhutibhusan Banerji | Kepustakaan Populer Gramedia | 2016

Novel India terbaik yang pernah kubaca. Riwayat Apurbo dari masa kanak-kanak, perjuangan pendidikan, merantau ke Kalkuta demi menyambut masa depan gemilang. Inilah gambaran hidup sesungguhnya. Leela dan Aparna, cinta dan tragedi. Kisah luar biasa, ada dua tragedi hidup yang berat terkait orang terkasih. Ibu dan istrinya, dan letupan impian masa muda yang terus meronta untuk diwujudkan. “Beranjak dewasa berarti juga mempertaruhkan oprimisme masa kanak-kanak.”

#7. White FangJack London | Gagas Media | 2014

Kubaca dalam sehari dari siang sampai malam, di sela ibadah dan tidur di lantai satu Blok H nomor 279 hari Sabtu, 23 Feb 19. Ini semacam prekuel ‘The Call of the Wild’ yang sudah kubaca dua tahun lalu. Dituturkan dengan berkelas. Dengan resiko apapun harus bergerak, terus bergerak, karena gerakan adalah ekspresi dari keberatan. “Aku menyerahkan diriku di tanganmu, ketahuilah aku di bawah kehendakmu.”

#6. Dalih Pembunuhan MassalJohn Roosa | Kendi | 2017

Bencana kemanusiaan dari sisi lain. Kemelut kusut tanpa kepaduan, sejarah kelam Republik ini. Semua janggal sedari awal. Siapa dalang kudeta 30 September 1965 digali dan dilihat dengan berbagai sudut. Bagaimana kejadian itu sebelum, saat dan sesudahnya. Apapun itu ini adalah tragedi besar Indonesia yang efeknya sekarang dan masa depan. Dinsinyalir setengah juta warga meninggal, angka yang luar biasa besar. “… karena beragam peneliti menggengam beragam potongan data, maka hasilnya adalah munculnya beragam versi.” Dan ini salah satu versi paling blak-blakan.

#5. The Murder of Roger AckroydAgatha Christie | Gramedia Pustaka Utama | 2013

Dan ya, saya bisa menebaknya. Ada dua kalimat yang JELAS SEKALI yang menunjukkan sang pelaku, saya konsisten. Yakin dialah pelakunya. Terbukti. Salah satu yang terbaik dari Christie, dari Hercule Poirot. Jauh hari buku ini masuk kumpulan terbaik Poirot, ini adalah buku ke belasan yang kubaca dari Christie, sehingga alurnya sudah mulai kebaca. Klu paling penting di kisah ini adalah, sang pembunuh mencoba ‘bertahan’ tidak melaporkan insiden ini ke detektif paling fenomenal. “Hercule Poirot tidak pernah mengambil resiko mengotorkan pakaiannya, tanpa keyakinan akan memperoleh sesuatu yang diinginkannya…”

#4. NeverwhereNeil Gaiman | Gramedia Pustaka Utama | 2017

Ada Gaiman lagi tahun ini. Pertarungan malaikat, iblis dan makhluk bawah tanah London. Richard, manusia normal di atas tanah terjebak dalam permainan kotor. Fantasi luar biasa, kejutan akhir yang hebat. “Bagaimana aku bisa kembali normal?” Gaiman tak pernah mengecewakan. Marquis de Carabas yang tampak licik, benarkah?

#3. Dunia SophieJostein Gaarder | Mizan | 2012

Buku rangkuman filsafat yang luar biasa. Cara cepat belajar jadi filsuf. Butuh waktu empat bulan buat menuntaskannya. Hidup ini fiksi bagi mereka yang terjebak dalam ambiguitas. Sophie Amundsend yang menyaksikan bukti-bukti keberadaan kehidupan di sisi lain dunia, lalu muncul pertentangan yang nyata ia atau kedidupan seberang? “Dari mana datangnya dunia?”

#2. The Handmaid’s TaleMargaret Atwood | Gramedia Pustaka Utama | 2018

Para handmaid di masa depan, aturan absurd dan pertentangan tak berkesudahan. Gadis kerudung tunduk, pikiran penuh luapan teriak. “Mungkin hidup yang kupikir kujalani ini adalah suatu delusi paranoid. Dalam kesaksian lebih baik mengarang sesuatu daripada bilang tidak punya apa pun untuk dibeberkan.”

#1. SapiensYuval Noah Harari | Kepustakaan Populer Gramedia | 2018

Buku yang luar biasa. Tiap sepuluh kalimat kubaca, kubaca ulang separuhnya. Nikmat di tiap lembarnya. Pengolahan kata menyusup kalbu. Bagaimana bisa buku sejarah menjelma thriller, manusia sejak dulu kini dan yang akan datang, dalam radius mengerikan. “Orang-orang yang hidup saat itu tidak melakukan hal-hal yang penting.” Mengibaratkan Peugeot dengan sangat jitu, membelalakan mata, mencerahkan imaji, membuat ngeri. Manusia dan segala revolusi umat.

Bagaimana dengan tahun 2020? See ya…

Karawang, 311219 – Roxette – Spending My Time