The Tales of Beedle the Bard #6

“Penyihir itu mengubah dirinya jadi pohon! Tebang dia, Yang Mulia, itulah caranya menghukum penyihir-penyihir jahat!”

Luar biasa. Cerita sederhana diramu, menjadi pendukung cerita Potter yang sudah melegenda. Saya sudah menginginkan buku ini jauh hari, tapi ga gegas terwujud. Untuk ada teman film menawarkan. Semua Potter mania tahu, cerita ditutup happy ending, dan dongeng ini menyisakan beberapa pijakan penting. Tiga Saudara dengan tiga benda sihirnya. Hanya bisa bilang wow untuk JK Rowling.

#1. Sang Penyihir dan Kuali Melompat

Penyihir baik hati yang membantu banyak warga. Namun keturunannya tak sebaik orangtuanya, dan sebuah kuali dengan satu sepatu di dalamnya menghukumnya. Kebaikan hati akan selalu mendapat ganjaran baik, begitu juga sebaliknya. Membayangkan kuali dengan satu kaki melompat saja sudah terlihat lucu. Hehe…

“Bawalah semua masalahmu, semua kesulitanmu, dan semua keluhanmu. Ayo! Biarkan aku menyembuhkanmu, memperbaiki keadaanmu, dan menghiburmu! Kuali ayahku ada di sini, dan aku akan membuat kaliam sembuh!”

#2. Air Mancur Mujur Melimpah

Tiga penyihir perempuan dengan problematikanya berusaha masuk ke sebuah portal yang dibuka setahun sekali menuju air mancur yang bisa mewujudkan keinginan, hanya satu keinginan yang bisa dikabulkan. Seorang yang ditinggal kekasih, seorang yang sakit parah, seorang yang kehilangan kekayaan. Setelah berjuang melawan banyak orang, mereka berhasil masuk, namun malah menyeret seorang kesatria muggle. Petualangan menuju air mancur mencipta kebersamaan, dan legowo serta fakta yang malah membuat kita paham, sugesti seringkali mencipta efek luar biasa.

“Jadilah pemberani teman-teman, dan jangan menyerah.”

#3. Penyihir Berhati Berbulu

Penyihir muda yang sombong, yang menahan diri dari pengarih cinta dan efek bodohnya. Ia mengklaim bisa menjaga hati untuk tak mencintai perempuan, agar dirinya tetap hebat dan tak terkontaminasi efek buruk cinta. Namun yang namanya makhluk, semua akan menua. Maka saat dirinya ditinggal mati orangtua, dan teman-teman sebaya sudah menikah serta punya anak, dirinya kembali mempertimbangkan mencari kekasih. Terlambat? Hatinya sudah terburu rusak, dan tragedi dicipta.

“Semua akan berubah, saat seorang gadis menarik perhantiannya.”

#4. Babbity Rabbity dan Tunggung Terbahak

Raja bodoh dan penipu jahat, berkolaborasi mencipta kegaduhan. Raja ingin menjadi penyihir tunggal, sehingga menyingkirkan semua penyihir yang ada. Dengan kekuasaannya, ia memburu semua yang menghalangi. Secara bersamaan, ia belajar sihir, memberi sayembara mencari guru penyihir, dan manusia biaya tukang tipu, pesulap ulung itu mengincar hadiah, lolos. Sampai suatu hari sang raja ingin memamerkan kekuatannya, sekaligus menjadi hari yang menjadi titik balik. Babbity Rabbity, penyihir asli itu adalah pelayan kerajaan, ia menghebat dan menunjukkan kuasanya. Dengan analogi pohon yang sudah ditebang, mengeluarkan segala petuah.

“Aku pasti terlihat konyol hingga tukang cuci istana tertawa sekeras itu!”

#5. Kisah Tiga Saudara

Tiga saudara penyihir berpetualang, menemukan sungai tanpa jembatan. Sang kematian menghadang, dan memberi syarat untuk lewat. Sulung yang suka pertarung meminta kekuatan, sebuah tongkat Elder yang tak terkalahkan dicipta dari ranting di pinggir sungai. Saudara tengah yang sendu meminta ‘kebangkitan’ kekasihnya yang meninggal dunia, diberinya batu keabadian. Si bungsu yang rendah hati meminta ia bisa melanjutkan perjalan tanpa diikuti kematian, maka ia diberi juabh gaib. Begitulah, hanya sang jagoan utama yang bertahan hingga garis finish.

“Pada saatnya ketiga kakak-adik berpisah, maisng-masing menuju tujuan mereka sendiri-sendiri.”

Cerita yang disajikan sejatinya sederhana, kebaikan yang menang, yang jahat terpuruk. Hikmah-hikmahnya juga umum, seperti dongeng-dongeng di dunia kita. Seperti Putri Tidur, Cinderella, Putri Salju, hingga Romeo + Juliet. Yang cerdik, tentu saja JK Rawling-nya. Hebat beliau, bisa mencipta dunianya sendiri. Dengan pondasi kuat Harry Potter sejatinya segalanya bisa meliar tak terkendali, tinggal menyetarakan kehidupan di sini dengan dunia sihir.

Olahraga sudah, makhluk-makhluk gaib sudah, dongeng dunia anak sudah, pengembangan Fantastic Beast di layar lebar juga sudah menyentuh tiga seri. Lihat, selama cuan dan fans yang haus akan selalu ada petualang baru dicipta. Percayalah, masa seusai JKR, nantinya aka nada penulis lain, yang mendapat hak cipta mengembangkan cerita, dan akan sangat amat panjang. Yang jelas The Tales ini cukup berhasil, apalagi cerita kelima menjadi pijakan penting seri ketujuh, di mana tiga benda sihir itu jadi poin penting.

Tipis, tapi sarat isi. Laik koleksi, terutama bagi Potter Mania yang yang sudah menikmati semua bukunya.

Kisah-kisah Beedle Si Juru Cerita | by J.R. Rawling | Diterjemahdari dari The Tales of Beedle the Bard | Copyright 2007/2008 | alih bahasa Nina Andiana & Listiana Srisanti | Editor Ramayanti | GM 126 09.001 | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Maret 2009 | 144 hlm.; 17.2 cm | ISBN-10: 979-22-4421-2 | ISBN-13: 978-979-22-4421-2 | Skor: 4/5

Karawang, 060622 – Westlife – Soledad

Thx to William Loew, Medan

#30HariMenulis #ReviewBuku #6 #Juni2022

Satu komentar di “The Tales of Beedle the Bard #6

  1. Ping balik: Quidditch Through the Ages #13 | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s