Catatan Inkspell

#Prolog

Andai kutahu, dari mana asal puisi, Ke sanalah aku akan pergi.

(Michael Longley)

#1. Kata-kata yang Tepat

Bait demi bait / Padang pasirku sendiri / Bait demi bait / Surgaku

(Marie Luis Kaschnitz, Ein Gedicht)

#2. Emas Palsu

Seorang bajiangan seperti Joe – bagi mereka itu sudah sangat jelas – pasti mengabdi pada iblis dan akan terlalu berbahaya untuk melibatkan diri dalam sebuah pertempuran melasan kekuatan seperti itu.

(Mark Twain, Petualangan Tom Sawyer)

#3. Kepulangan Staubfinger

“Apa itu?” kata si Matan Tutul, “yang begitu gelap tapi sekaligus penuh bagian-bagian kecil bercahaya.”

(Rudyard Kipling, Bagaiamana Macan Tutul Mendapatkan bintik-bintiknya)

#4. Putri Lidah Ajaib

Apakah sebenarnya hanya ada satu dunia, yang menghabiskan waktunya dengan memimpikan dunia-dunia lain?

(Phillip Pullman, Pisau Gaib)

#5. Farid

“Dia keras kepala bagaikan bagal, pintar seperti monyet, dan gesit seperti kelinci.”

(Louis Pergaurd, Perang Kancing)

#6. Penginapa Seniman Pengelana

“Terima kasih,” kata Lucy, membuka kotak korek api dan mengeluarkan sebatang korek api. “Perhatikan semuanya!” dia berteriak. Suaranya menggema nyaring. “PERHATIKAN! SELAMAT TINGGAL KENANG-KENANGAN BURUK!”

(Philip Ridley, Dakota Pink)

#7. Keputusan Maggie

Ide itu melayang-layang dalam getaran lembut yang berkilauan bagai gelembung sabun dan Lyra tak berani menatapnya langsung karena takut melihat gelembung itu pecah. Tetapi, ia telah terbiasa menghadapi ide-ide semacam itu, maka ia pun membiarkannya tetap berkilauan, mencoba mengalihkan pikirannya pada hal lain.

(Phillip Pullman, Kompas Emas)

#8. Sang Biduanita Pengelana

Tetap seorang seniman adalah jalanan, Begitulah kebiasaan lama, Maka selapis kesedihan. Selalu menyelimuti lagu-lagunya. Apakah suatu hari nanti aku ‘kan kembali? Oh sayang, aku pun tak tahu. tangan berat sang Kematian, menghancurkan banyak kuncup mawar yang bermekaran.

(Elimar von Monsterberg, Der Spielmann)

#9. Meggie Membaca

Setiap buku memiliki jiwa. Jiwa orang yang telah menulisnya serta jiwa mereka yang telah membaca dan menikmatinya dan memipikannya.

(Carlos Ruiz Zafon, Bayangan Angin)

#10. Tintewelt

Dalam ketakutan mereka bertiga dapat merasakan betapa drastic perbedaan antara sebuah pulau yang ada dalam bayangan dengan sebuah pulai dalam kenyataan.

(Kames M. Barrie, Peter Pan)

#11. Meggie Telah PErgi

“aku bangun dan tahu, dia telah pergi. Aku langsung tahu, dia telah pergi. Kalau kau mencintai seseorang, kau bisa tahu hal-hal semacam itu.”

(David Almond, Zeit Des Mondes)

#12. Tamu Tak Diundang

“Kalian memiliki hati,” katanya pada suatu ketika, “yang membimbing kalian agar tidak melakukan hal-hal buruk. Aku hidup tanpa hati, karena itulah aku harus bersungguh-sungguh mengawasi diriku sendiri.”

(L. Frank Baum, The Wizard of Oz)

#13. Fenoglio

“Aku melatih diriku mengingat, Nain,” kataku. “Menulis, membaca, dan mengingat.”

“Memang itu yang harus kaulakukan,” balas Nain tajam. “Kau tahu apa yang terjadi setiap kali kau menulis tentang sesuatu? Setiap kali kau memberi nama pada suatu benda? Kau mengambil kekuatannya.”

(Kevin Crossley-Holland, The Seeing Stone)

#14. Pangeran Hitam

“Jadi beruang-beruang bisa membuat sendiri jiwa mereka…” kata Lyra. Begitu banyak hal di dunia ini yang tidak diketahuinya.

(Phillip Pullman, Kompas Emas)

#15. Suara-suara Asing di Malam yang Asing

Betapa dunia begitu sunyi / Dalam dekapnya senja / Teramat manis dan menyenangkan! / Bagai sebuah ruang sepi / Tempat keluhan hari ini / Kauabaikan dan lupakan

(Mathhias Claudius, Abendlied)

#16. Hanya Sebuah Dusta

Selimut itu ada di sana, namun pelukan pemuda itulah yang menyelimuti dan menghangatkannya.

(Jerry Spinelli, Maniac Magee)

#17. Hadiah untuk Capricorn

“Kalau dia bermusuhan dengan ayahku, aku lebih tidak percaya lagi padanya!” teriak gadus itu benar-benar terkejut. “Maukah Anda bicara dengannya, Mayor Heyward, agar aku bisa mendengar suaranya? Mungkin menurutmu ini konyol, tapi barangkali kau sering mendengar betapa aku percaya bahwa suara setiap orang memiliki makna.”

(James Fenimore Cooper, The Last of the Mochicans)

#18. Dendam Mortola

Aku tak berani, Tak berani kumenulis. Jika kau mati.

(Pablo Neruda, The Dead Women)

#19. Pagi di Hari Ulang Tahun

“Tidak, tidak akan kutinggalkan kota ini tanpa sebuah luka dalam jiwa… begitu banyak belahan jiwaku bertebaran di jalan-jalan dan begitu banyak anak kerinduanku berjalan telanjang di bukit-bukit.”

(Khalil Gibran, Sang Nabi)

#20. Tamu dari Bagian Hutan yang Jahat

“Kegelapan selalu memiliki peranan. Tanpanya, bagaimana kita tahu bahwa kita sedang menuju cahaya? Namun ketika, ambisinya menjadi terlalu besar, ia harus dilawan, diatur, kadang – jika perlu – dilenyapkan untuk sementara. Lalu dia akankembali lagi, seperti seharusnya.”

(Clive Barker, Abarat)

#21. Paduka Nestapa

“Aku tidak mau,” mustahil dikatakannya pada sang raja karena bagaimana nanti dia akan mencari nafkah?

(Raja dalam Keranjang, Cerita Rakyat Italia)

#22. Sepuluh Tahun

Waktu adalah kuda yang berlari di dalam hati, kuda / Tanpa kesatria di tengah jalan pada suatu malam. / Akal duduk terdiam, dengan saksama, mendengarkannya berlalu.

(Wallace Stevens, All the Preludes to Felicity)

#23. Dingin dan Putih

 Aku bagai seorang pandai emas yang siang-malam menempa / Hanya dengan cara itulah dapat kuubah derita / Menjadi hiasan emas, lembut bagai sayap seekor jangkrik.

(Xi Murong, Poetry’s Value)

#24. Di Gudang Bawah Tanaj Elinor

Rak buku tinggi itu melendut / Menopang ribuan jiw ayang terlelap / Sunyi, penuh harap –  / Setiap kali aku membuka sebuah buku, satu jiwa terbangun.

(Xi Chuan, Books)

#25. Perkemahan di Hutan

Aku pikir ia mengatakannya setiap saat: aku sangat penat, sangat penat, sangat penat; O kematian, datanglah cepat, datanglah cepat, datanglah cepat.

(Frances Cornford, The Watch)

#26. Rencana Fenoglio

Yang kubutuhkan hanya selembar kertas serta alat tulis, dan aku akan mengguncang dunia.

(Frederich Nietzsche)

#27. Violante

Keesokan harinya nenek mulai bercerita untukku. Dia pasti ingin menghibur kami berdua dari kesedihan kami yang sangat dalam.

(Roald Dahl, The Witches)

#28. Kata-kata yang Salah

Jika yang kaumiliki dariku hanyalah rambut merahmu serta tawamku yang sepenuh hati / maka hal lain dalam diriku bisa bagus atau buruk / bagaikan bunga-bunga pudar yang hanyut di air.

(The Ballad of Little Florestan)

#29. Penguasa Baru

Para tiran tersenyum saat mengembuskan napas terakhir. Karena mereka tahu bahwa dalam kematian mereka, Tirani hanya beralih ke tangan lain, kekuasaan tetap bertahan di tanah-tanah mereka.

(Heinrich Heine, King David)

#30. Cosimo

“Ya,” kata Abhorsen. “Aku ahli nekromansi, tapi bukan nekromansi sembarangan. Bila yang lain-lain membangkitkan orang mati, aku mengistirahatkan mereka kembali…”

(Garth Nix, Sabriel)

#31. Elinor

Di luar sana tidak banyak yang terjadi. Tapi di malam yang istimewa ini, di negeri bertembok kertas dan kulit, segalanya mungkin terjadi, selalu begitu.
(Ray Bradbury, Something Wicked This Way Comes)

#32. Salah Orang

Maka ia pun meletakkan tanaman obat yang bisa menyembuhkan itu / Ke dalam mulut lelaki itu – dan dia pun langsung tertidur. / Diselimutinya lelaki itu dengan sangat hati-hati. / Dia terus saja tidur sepanjang hari.

(Wolfram von Eschenbach, Parsifal)

#33. Dongeng Kematian

Angin mala mini, begitu kuat berembus / Terdengar bagaikan mata pisau yang dikibaskan orang – Di batang-batang pepohonan yang rimbum…

(Montale, Poems)

#34. Pesan Si Kaki Awan

Ya, kasihku, Dunia kita berdarah. Dengan kepedihan yang lebih besar daripada kepedihan cinta.

(Faiz Ahmed Faiz, The Love I Gave you Once,)

#35. Obat-Tinta

Kenangan akan ayahku terbungkus dalam / Kertas putih, bagaikan sandwich yang hendak dibawa ke tempat kerja. / Seperti pesulap mengeluarkan aneka benda dan kelinci / Dari dalam topinya, ia mengeluarkan cinta dari tubuhnya yang kecil.

(Yehuda Amichai, My Father)

#36. Jetitan-jeritan

Aku ingin melihat dahaga / Dalam silabel, / Menyentuh api / Dalam suara; / Merasakan dalam kegelapan / Jeritan itu.

(Pablo Neruda, Word)

#37. Jerami Bercak Darah

Goblin yang terkubur dalam tanah, peri yang mendendangkan lagu di pepohonan; semua itu merupakan keajaiban dari membaca, namun di baliknya tersimpan keajaiban mendasar bahwa, dalam dongeng, kata-kata dapat memerintahkan terjadinya sesuatu.

(Francis Spufford, The Child That Books Built)

#38 Penonton untuk Fenoglio

“Lady Cora,” katanya, “Terkadang orang harus melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan. Ketika persoalan besar melanda, orang tidak bisa mempermainkan keadaan dengan sarung tangan sutra. Tidak. Kita sedang membuat sejarah.”

(Mervyn Peake, Titan Groan)

#39. Pesuruh Lain

Ingatan yang paling kuat lebih lemah daripada tinta yang paling pucat.

(Pepatah Cina)

#40. Tanpa Harapan

Si Panci monster berdiri dan berjalan menghampiri piringnya dengan kaki-kaki perak kurus yang terseok-seok seperti kaki burung hantu… “Oh, aku suka sekali panci monster!” oekik si Kutik. “Dari mana kau mendapatkannya?”

(T.H. White, The Sword in the Stone)

#41. Para Tawanan

“Kalau begitu menurutmu dia belum mati?” Ia mengenakan topinya. “Bisa jadi aku keliru, tentu saja, tapi menurutku dia masih segar bugar. Semua gejalanya menunjukkan hal itu. Tengoklah dia, dan saat aku kembali kita akan bertemu dan memutuskannya.”

(Harper Lee, To Kill a Mockingbird)

#42. Wajah yang Tak Asing Lagi

Percayalah padaku. Terkadang saat hidup kelihatannya berada di titik tergelap, ada terang tersembunyi di tengah semua itu.

(Clive Barker, Abarat)

#43. Kertas dan Api

“Bagus, well, kalau itu sudah diputuskan,: terdengar suara dari ujung sel yang gelap dan lembab. Suara si gnokgoblin, masih dirantai dan terlupakan. “Kalau begitu, tolong lepaskan aku.”

(Paul Stewart, Midnight Over Sanctaphrax)

#44. Pohon yang Terbakar

Apakah kau melihat lidah-lidah api / Melesat, menjilat semkain lama semakin tinggi? / Apakah kau melihat nyala api menari-nari, / Membakar, menyapi kayu kering?

(James Kruss, Fire)

#45. Kasihan Meggie

“Halo,” sapa suara lembut nan merdu, dan Leonardo pun mendongak. Di hadapannya berdiri gadis muda paling cantik yang pernah ia lihat, gadis yang mungkin akan membuatnya takut kalau bukan karena ekspresi sedih di matanya yang biru. Leonardo tahu tentang kesedihannya.

(Eva Ibbotson, Misteri Penyihir Ketujuh)

#46. Ketukan di Pintu

Lancelot mengamati cawannya. “Ia bukan manusia,” akhirnya ia berkata. “Tapi mengapa dia harus menjadi manusia? Apakah malaikat harus menjadi manusia?”

(T.H. White, The Ill-Made Knight)

#47. Roxane

Mata baginda putri tidaklah seumpana mentari; Batu koral masih jauh lebih merah daripada merah bibirnya. Bila salju berwarna putih, lantas mengapa dadanya kecokelatan; bila rambut laksana kawat, kawat-kawat hitam tumbuh di kepalanya.

(William Shakespeare, Soneta)

#48. Kastel di Tepi Laut

Selembar halaman yang ia temukan dalam buku pedoman tentang patah hati.

(Wallace Stephens, “Madame la Fleurie”, Kumpulan Puisi)

#49. Penggilingan

Kami berkuda dan terus berkuda dan tidak terjadi apa-apa. Ke mana pun kami pergi, semua tenang, damai, dan indah. Anggap saja seperti malam yang tenang di pegunungan, pikirku, walaupun itu sama sekali tidak benar.

(Astrid Lindgren, Kakak-Beradik Hati Singa)

#50. Malam Terbaik

“Makan,” kata Merlot.

“Tidak mungkin bisa,” jawab Despereaux, mundur menjauhi buku.

“Mengapa?”

“Eh,” jawab Despereaux, “itu akan merusak ceritanya.”

(Kate DiCamillo, The Tale of Despereaux)

#51. Kata-kata yang Tepat

Taka da hal buruk berdiam di kuil semegah itu. Bila roh jahat memiliki kediaman seindah itu, Hal-hal baik harus berjuang keras untuk dapat berdiam besamanya.

(William Shakepeare, The Tempest)

#52. Kemarahan Orpheus

Semua kata ditulis dengan tinta yang sama, “bunga” dan “kuasa”, misalnya, sama saja, dan walaupun aku mungkin menulis “darah, darah, darah” memenuhi halaman, kertasnya tidak akan ternoda dan aku juga tidak akan berdarah.

(Phillipe Jacottet, Parlet)

#53. Burung Lumbung

Dan setiap dokter pasti tahu Tuhan telah menempatkan misteri yang besar dalam banyak tumbuhan, bila karena roh-roh dan hal-hal liar membuat manuisa merana, dan pertolongan ini datang bukan dari iblis tapi dari Alam.

(Paracelsus, Works)

#54. Di Penjara Bawah Tanah Kastel Kegepalan

Mereka berkata: Bicaralah untuk kami (kepada siapa?). Sebagian berkata: Balaskan dendam kami (terhadap siapa?). Sebagian berkata: Gantikan tempat kami. Sebagian berkata: Saksi mata. Yang lain-lain berkata (dan mereka ini wanita): Berbahagialah untuk kami.

(Margaret Atwood, “Down”, Eating Fire)

#52. Surat dari Feniglio

Kalau begitu adakah dunia. Tempat aku berkuasa sepenuhnya atas takdir? Waktu yang bisa kuikat dengan rantai pertanda? Keberadaan yang tak kunjung berakhir sebagaimana yang kuperintahkan?

(Wislawa Szynborska, “The Joy of writing”, View with a Grain of Sand)

#53. Mencuri Dengar

Lagu terbaring tidur dalam segala hal. Yang bermimpi siang dan malam. Dan seluruh dunia sendiri bernyayi. Bila kata ajaib yang kauucapkan.

(Joseph von Eichendorff, The Divining Rod)

#54. Api dna Air

Dan apa arti pengetahuan kata selain bayangan dari pengetahuan tanpa kata?

(Khalil Gibran, Sang Nabi)

#55. Tak Terlihat Seperti Angin

“Maaf sekali, Yang Berdarah, Mr Baron, Sir,” katanya menjilat. “Salahku, salahku – aku tidak melihatmu – tentu saja tidak, kau tidak kelihatan – maafkan gurauan kecil Peevsie, Sir.”

(J.K. Rowling, Harry Pooter dan Batu Bertuah)

#56. Nattenkopf

Pikiran-pikiran tentang kematian / Mengganggu kebahagiaanku / Bagaikan awan-awan hitam / Menutupi semburat perak cahaya bulan.

(Sterling A. Brown, Thoughts of Death)

#57. Api di Dinding

Lihat, putihnya dinding, perhatikan, muncul sebentuk tangan manusia, Yang menulis dan menulis, dalam huruf-huruf indah, Pesan berapi-api untuk negeri ini.

(Heinrich Heine, Belsazar)

#58. Di Menara Kastel Kegelapan

Kau tidak pernah keluar dalam keadaan seperti waktu kamu masuk.

(Francis Spufford, The Child that Books Built)

#59. Ke Mana

Aku memimpikan buku yang tak berbatas, / Buku yang tak berjilid, / Halaman-halamannya berserakan dalam kelimpahan / Si setiap barisnya tergambar cakrawala baru / Surga-surga baru dibukakan; / Negeri-negeri baru, jiwa-jiwa baru.

(Clive Barker, Abarat)

#60. Sarang Musang

“Oh, Sara. Seperti dongeng saja.”

“Ini memang dongeng… semua adalah dongeng. Kau adalah dongeng – Aku adalah dongeng. Miss Minchin adalah dongeng.”

(Francis Hodgson Burnett, The Little Princess)

#61. Habis Sudah

Ini perang! Ini perang! Malaikat Tuhan menyertaiku / Dan membimbing tanganmu. / Perang ini, aduh, dan aku tak bersalah / Atas apa yang melanda negeri ini.

(Matthias Claudius, War Song)

#62. Penguasa Cerita

Help besi tak akan mampu menyelamatkan / Bahkan para pahlawan dari liang kubur. / Darah orang-orang baik akan tercurah / Sementara mereka yang lalim Berjaya.

(Heinrich Heine, Valkyries)

#63. Kertas Kosong

Demi kau kami membuat hal-hal seperti berdiri tegak. Selama berabad-abad halaman-halaman ini akan bertahan selamanya. Di atas kertas kosong mesin cetak menerakan apa yang terdengar. Menghidupkan sesuatu dengan kekuatan kata.

(Michael Kongehl, Die Weisse und die Schwarze Kunst)

#64. Kebaikan dan Belas Kasihan

Di sinilah kami tergantung, / Daging kami yang terlalu banyak makan, / Sedikit demi sedikit disantap dan membusuk, terkoyak dan tercabik, / Dan tulang kami melebur menjadi debu.

(Froncois Villon, Ballade of the Hanged Man)

#65. Kunjungan

“Jika aku tidak bisa keluar dari rumah ini,” pikirnya, “matilah aku!”

Robert L. Stevenson, The Black Arrow

#66. Malam Sebelumnya

Benar, aku berbicara tentang mimpi-mimpi, / Yang merupakan anak-anak dari otak yang menganggur / Tak menghasilkan apa-apa kecuali khayalan sia-sia, / Yang maknanya hanyalah setipis udara.

(William Shakespeare, Romeo and Juliet)

#67. Pena dan Pedang

“Tentu saja tidak,” kata Hermione. “Semua yang kita butuhkan ada di kertas ini.”

(J.K. Rowling, Harry Potter dan Batu Bertuah)

#68. Hanya Mimpi

Suatu hari seorang pemuda berkata, “Aku tidak suka cerita yang di dalamnya banyak orang mati. Aku akan pergi mencari negeri tempat tidak seorang pun pernah mati.”

(Negeri Tempat Tidak Seorang Pun Pernah Mati, Cerita Rakyat Italia)

#69. Pertukaran

Biru mataku telah padam malam ini / Merah emasnya hatiku.

(Geord Trakl, “By Night”, Poems)

#70. Gagak Biru

Dunia ada untuk dibaca. Dan aku membacanya.

(Lynn Sharon Schwartz, Ruined by Reading)

#71. Harapan Farid

Dan sekarang ia sudah mati, jiwanya melayang ke Negeri Tanpa Matahari dan tubuhnya terbaring dingin di lumpur dingin, di suatu tempat di tengah keramaian kota ini.

(Philip Reeve, Mortal Engines)

#72. Sendiri lagi

Harapan adalah sesuatu yang berbulu.

(Emily Dickinson, Hope)

#73. Penyair Baru

Kegembiraan menulis / Kuasa untuk mengabadikan, / Pembalasan dendam tanganyang fana.

(Wislawa Szymborska, The Joy of Writing)

#74. Ke Mana Sekarang

Raksasa itu menyandarkan punggungnya ke kursi, “Ada beberapa cerita yang masih tersisa,” katanya. “Aku bisa menciumnya di kulitmu.”

(Brian Patten, The Story Giant)

Karawang, 270422

Karawang, 270422

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s