Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang

Apa yang Anda dan saya ingin lakukan bersumber pada dua motif (dorongan): hasrat syahwati dan keinginan dianggap benar dan hebat.”Sigmund Freud. Sedangkan Prof John Dewey bilang, “Hasrat dan dorongan manusia paling besar ialah keinginan untuk dianggap penting. Ini soal asasi.”

Buku self-improvement yang luar biasa. Salah satu yang terbaik yang pernah kubaca. Sangat inspiratif dan menggugah. Tips-tips jitu, sebenarnya beberapa sudah kupraktekkan, terutama saat konseling karyawan, tapi dengan mambaca buku, saya mendapat teori yang lebih pas. Betapa menghargai orang lain itu sangat amat penting. Orang suka ditanyai pendapatnya dan gagasan-gagasannya.

Pernah ada karyawan ‘kabur’ dari kantor, ada uang yang perlu ditransfer balik sebab kabur pas hari-hari gajian. Sempat pening juga, sebab uangnya lumayan besar. Pas pula, saya baca buku ini. saya praktekkan. Saya WA tiap hari, meminta untuk datang ke kantor untuk menyelesaikan administrasi. Saya telp tiap berapa hari sekali agar menyelesaikan hal-hal yang terputus. Saya sapa sebagus dan sehalus mungkin. Saya tempatkan diri sebagai orang rendah hati, dan sapaan sopan saya itu suatu hari bersambut. Ybs mau datang ke kantor, menyelesaikan semua administrasi dan di waktu itu juga transfer balik pakai m-banking. Hufh, lega. Lihat, siapa bilang baca buku self-improvement tak ada gunanya? Poin pentingnya kan dipraktekkan.

Tips ini juga penting sekali. Sebab menyapa orang alangkah bijaknya menyebut nama. Ingatlah nama-nama orang, dan belajarlah mengucapkannya dengan lancar, tanpa salah. Dengan demikian, Anda memberi selamat semesra-mesranya kepada orang yang Anda jumpai. Menempatkan orang lain ‘terasa’ penting, menjadikannya bagian. Menghapal nama-nama, dan tanggal lahir, jadi saat menyapa akan jadi lebih akrab. Satu hal yang saya sangat sepakat. Satu-satunya cara di dunia ini untuk mempengaruhi orang ialah dengan membicarakan apa yang ia senangi dan perhatikan, dan menunjukkan kepadanya cara mendapatkan apa yang ia inginkan itu. Saya jadi ingat, beberapa teman berbicara denganku tentang buku, padahal dia tak paham buku, bisa saya simpulkan orang itu hanya ingin bersosialisasi sebab ia menanyakan apa yang jadi minat saya! Hehe, jadi tahu kan kuncinya. Henry Ford bilang, “Jika ada rahasia mengenai sukses, maka rahasia itu ialah kecakapan untuk melihat melalui kacamata orang lain.”

Menjadikan sosok yang lebih kalem, kalian yang mau belajar menjadi orang yang tak mengesalkan, saya rekomendasikan baca buku. Perbuatan-perbuatan Anda menentukan jenis watak watak Anda, dan watak adalah milik Anda yang paling penting. Termasuk berdebat. Lebih tenang. Jika Anda pada pihak yang benar, maka berusahalah dengan bijaksana perlahan-lahan dan hati-hati merubah pendapat dan pikiran orang yang Anda hadapi, supaya menyetujui pendapat dan gagasan Anda.

Semua kembali ke dalam diri sendiri. Mulailah dengan memperbaiki diri. Kamu bisa menata hati sendiri, tapi kan tak bisa menata hati orang lain. Bahkan saat menemukan orang lain yang salah. Sebaiknya daripada menghukum, hendaknya kita mencoba memahami mereka. Marilah kita berusaha memahami mengapa dan untuk apa mereka berbuat demikian. Kok bisa? Marilah kita lebih memperbanyak perhatian kita kepada sifat-sifat baik orang lain. Royallah dengan pujian-pujian, maka kata-kata Anda akan menyegarkan. Dan yang lebih penting lagi, mereka akan menghargai kata-kata Anda yang diingat-ingat seumur hidupnya. Nah, kan memuji orang lain lain dengan wajar itu sangat penting.

Usahakan supaya Anda menyambut orang-orang yang Anda jumpai dengan salam sehangat-hangatnya. Setiap pagi saya mengucap salam, ‘Semangat pagi’ untuk teman-teman, bisa jadi saya sudah mengaplikasikan nasehat ini. “Saya menganggap kecakapan saya untuk menyemangati orang lain”, kata Charles Schwab, “Sebagai bakat dan anugerah terbesar yang saya miliki.” Cara untuk membangkitkan semangat dan kegembiraan, yang merupakan milik manusia paling berharga ialah dengan memberi pujian, penghargaan, dan dorongan kepadanya.

Cara lain agar orang jadi terasa penting yakni memodifikasi seolah-olah orang lain memiliki ide yang kita lontarkan. Usahakanlah supaya orang itu mengolahnya, dan menganggap gagasannya sendiri. Jika ingin mencari dan menemukan persahabatan, hendaknya kita melakukan hal-hal demi kepentingan orang-orang yang hendak kita bersahabat itu – hal-hal yang membutuhkan waktu, energi, kesepipamrihan dan pengorbanan. William Winter, seorang psikolog terkenal bilang, “Salah satu kebutuhan manusia adalah mengutarkan pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya.” Mengapa kita tidak menggunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Aksi jauh lebih penting. Perbuatan selalu lebih banyak pengaruhnya daripada kata-kata. William James, “Aksi (perbuatan) seolah-olah datang sesudah ada perasaan, akan tetapi sesungguhnya, aksi dan perasaan munculnya bersamaan. Dan aksi lebih mudah dikuasai oleh kemauan daripada perasaan, sehingga dengan melalui perbuatan kita bisa mengatur perasaan kita. Oleh karena itu ada satu jalan emas yang menuju kepada kebahagiaan dan kegembiraan. Timbulkanlah senyum pada wajah Anda, berbuat dan bersikaplah seolah-olah Anda sudah betul-betul senang dan bahagia.” Bersikap dan berbuatlah seolah-olah Anda sangat bahagia. Maka ini akan membuat Anda betul-betul berbahagia. Kebahagiaan Anda hanya tergantung kepada apa yang Anda pikirkan.

Shakespeare mengatakan, “Yang baik dan buruk, semua itu semata-mata ditentukan oleh pikiran dan gagasan belaka.” Jika Anda ingin supaya orang banyak memperhatikan Anda, bicaralah tentang hal-hal yang menarik perhatian orang yang Anda hadapi. Hormatilah pendapat orang lain, dan jangan sekali-kali mengatakan kepadanya bahwa dia salah.

Membicarakan diri sendiri juga patut dihindari. Duh, malu kan jadinya. Hidup ini terlalu pendek, untuk membuat bosan orang lain dengan menceritakan prestasi-prestasi kita yang kecil-kecil ini. Oleh karena itu adalah selalu baik, untuk mendorong dan menganjurkan orang lain untuk berbicara.

Selalu ada alasan-alasan, mengapa orang berpikir dan berbuat begini atau begitu. Jika Anda hendak meyakinkan orang lain, maka dalilnya ialah: “Biarkanlah orang mengira bahwa gagasan itu datang dari dia sendiri.” Sukses Anda tergantung kapada kecakapan Anda bergaul dengan orang lain.

Saya senang bisa menahan diri dan menindas amarah saya, dan juga bahwa saya merasa bersyukur bisa membalas penghinaannya dengan sikap dan perasaan ramah-tamah. Tunjukkan kesalahan orang secara tidak langsung. Berilah perintah dalam bentuk dan nada suatu usulan.

Kubaca santai selama sebulan lebih, baru selesai Senin (22.11.21). Saya mantabkan baca beberapa waktu lalu, saat seorang teman di sosmed kutanya buku sosial rekomendasi apa? Jawabnya buku ini, makanya langsung kucari di rak. Bukunya sendiri sudah lama punya, tahun lalu kubeli di Lumbung Buku, dan anehnya saya beli dua buku. Covernya saja yang beda, cover merah ini lebih elegan, makanya aku baca yang ini, satu lagi cover hijau. Yah, buat koleksi aja semuanya. Buku keren ini, saya rekomendasikan untuk kalian semua. Serius.

Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang | by Dale Carnegie | Diterjemahkan dari How to Win Friends and Influence People | Penerbit Gunung Jati Jakarta | GJ 79013 | Cetakan pertama, April 1979 | Alih bahasa Sumantri Mertodipuro | Desagn cover Djoko Soebagio Ms. | Layout/montage SMMS Advertising | Dicetak olehPercetakan Offset Gunung Jati | Skor: 5/5

Karawang, 241121 – Manhattan Jazz Quartet

Thx to Lumbung Buku, Bandung

2 komentar di “Cara Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang

  1. Ping balik: 14 Best Books 2021 – Non Fiksi | Lazione Budy

  2. Ping balik: November2021 Baca | Lazione Budy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s