Ready or Not: Petak Umpet Pengantin Baru


Grace: “In-Laws”


Cerita pengantin baru yang diburu dalam kastil keluarga di malam pertama, sungguh tampak mendebarkan dan eksotik bukan? Dibintangi si seksi Samara Weaving yang menebar pesona kecantikan nakal, pirang, dan penuh darah. Lihat saja posternya, menenteng senapan dengan dada penuh peluru bak Rambo. Di sekeliling oleh keluarga barunya yang tak kalah mengerikan mengancam dengan berbagai senjata. Malam yang seharusnya membahagiakan menjelma teror mematikan, dikejar waktu untuk sembunyi atau ketemu dan mati. Sebuah plot yang sejatinya kelihatan seram nan memikat, sayangnya jualan utama adalah pamer darah dan kengerian, dan eksekusi yang standar. Cerita sesungguhnya yakni motif di baliknya, hingga persembahan sihir yang dibuka ternyata berakhir biasa saja.


Dibuka dengan masa lalu di tahun 1989 dalam keluarga Le Domas yang mengerikan, pembunuhan kejam dalam silsilah keluarga baru. Merentang 30 tahun kemudian, kita dihadapkan pada kegembiraan gadis jelita Grace (Samara Weaving) dari keluarga biasa. Calon suaminya adalah keluarga kaya raya, Alex (Mark O’Brien). Sebelum Waktu-W janji suci, ia ragu dan gagu. Bisakah memasuki kalangan elit ini dengan tak memalukan? Kekasihnya meyakinkan, walau ada intimidasi dari ibu mertua. Begitu juga dari saudara-saudaranya. Bahkan ada yang genit. Muda dan bebal.


Setelah resmi, maka seolah beban berat itu sudah terangkat. Namun tidak, pesta sesungguhnya baru akan dimulai. The Game Begins.


Tepat tengah malam, saat seluruh keluarga besar Le Domas berkumpul, mereka memainkan undian dengan sang pempelai mengambil kocokan. Muncul opsi Hide and Seek, yang ditingkahi dengan nada huuufhh… Grace tak paham, ini hanya petak umpet kan? Ya, ia harus menghindar, bersebunyi dari kejaran mereka semua, sampai subuh, atau mati.


Dikira bercanda, tapi tidak. Ini jenis film gore di mana darah dan kekerasan diumbar. Seluruh keluarga bersekutu untuk membunuhnya. Gerbang ditutup, pintu dikunci, jendela dirapatkan. Cctv dimatikan, dan acara petak umpet pengantin baru pun resmi dimulai.


Aturannya, Grace harus berhasil bertahan hidup sampai subuh. Kalau berhasil tak mati maka para pemburu akan mati, sesuai mitos dan kutukan keluarga besar. Acara meriah ini lalu meliar dan sayangnya konyol. Sang suami benarkah sayang? Saudaranya yang suka menggoda, benarkah ia genit? Dan rangkaian kejadian yang tak masuk akal. Bagaimana bisa, menangkap satu tamu dalam perangkap sahaja bisa gagal? Konyol sekali bukan? Keberuntungan seharusnya tak akan bertahan selamanya. Kecuali sang pengantin memiliki kekuatan sihir dahsyat yang bisa menghilang pakai jubah gaib. Yang jelas mereka takut mati, tapi lebih takut lagi untuk memerlihatkan ketakutan mereka akan kematian. Diskusi panjang lebar, membagi tugas, menjalin kerja sama. Ini kisah horror, ini juga cerita jenaka dan juga ledakan aksi, tapi memang pesona utama adalah Samara Weaving walau tetap terjaga, terasa yaah… datar. Jadi di mana ujung kehidupan? Subuh yang merekah? Ataukah sihir hitam itu berhasil bekerja?


Ketika akhirnya adegan pecah kita pun rasanya memaklumi kengototan para anggota keluarga untuk membunuh sang tamu, tapi sekaligus tidak memaklumi sang suami yang mencoba menyelamatkan lantas di detik akhir melakukan hal lainnya. Tampak aneh memilih sisi dengan dramatis gitu. Sebagai penonton kita tak tahu hal-hal yang tersembunyi dibaliknya. Apakah sihir turun temurun itu benar-benar bekerja, atau sekadar ritual omong kosong. Sayangnya untuk sampai ke sana, kita terlampau banyak disajikan adegan kejar-tangkap ‘tak mendebarkan’.


Orang boleh kehilangan segalanya kecuali harapan, Grace masih berharap bertahan hidup hingga titik terjauh dan ia melawan balik dengan kekuatan maksimal. Pernikahan yang sejatinya memberi awal yang baik menjelma subtansi horror yang memabukkan. Kalian lihat, bintang-bintang di sana, ia berpihak pada sang protagonist malam ini. Ketakutan adalah bahan bakar untuk bertahan hidup. Ia mendengarkan suara malam. Bahkan kelelahannya pun tidak menjadi masalah, otot kaku dan perasaan tidak nyaman pada tubuhnya. Ia menikmati ketidakmatian dirinya. Ini sial nyawa dan ia melawan abis!


Seperti lautan api di atas daratan, mansion itu dibakar hebat. Seperti kilasan petir dalam awan, kita hidup kerlap-kerlip. Cemerlang bersimbah darah. Datang dengan ragu, pergi dengan gaya. Dengarkanlah bisikan-bisikannya, maka kamu tak perlu mendengar teriakannya. Siap? Aaaaarggghhhh….


Ready or Not | Tahun 2019 | Directed by Matt Bettinelli & Tyler Gillett | Screenplay Guy Busick, R. Christopher Murphy | Cast Samara Weaving, Adam Brody, Mark O’Brien, Henry Czerny | Skor: 3.5/5


Karawang, 160821 – 080921 – New York Jazz Lounge


Bisa disaksikan di Disney +