Zoon Politikon

Sosiologi by Dr. Soedjono Dirdjosisworo, S.H.

Bouman: “Kebersamaan dengan halaman baru dalam kepercayaan Nasrani (reformasi) dengan Renaissance, maka mulailah suatu zaman individualism, yang empat abad: tumbuh menjadi suatu corak kehidupan yang baru sama sekali.”

Efek sebuah buku bisa sangat panjang. Saya menikmati sekali buku Prof Priono yang mengulas sejak terjang Anthony Giddens, mengupas kulitnya saja tentang sosiologi. Nah, dari situlah saya menelusuri banyak buku terkait. Ini salah satu gema sosiologi tersebut. Buku ini memperkenalkan sosiologi pengantar dengan peringatan bahwa pandangan falsafah terentu mempunyai pengaruh terhadap pengertian dan persespsi terhadap gejala sosial yang terjadi.

Sosiologi berarti Ilmu pengetahuan tentang hidup bersama, yang dibicarakan di sini adalah sebuah ilmu pengetahuan, artinya pelajaran yang memenuhi semua persayaratan, ilmu pengetahuan adalah karya manusia yang mencoba mencari kebenaran yang didasarkan pada kenyataan, dengan susunan yang sistematis, logis (rational), dan metodis (menggunakan metoda-metoda). Ciri-ciri ilmu pengetahuan menurut Ralph Ross dalam bukunya The Fabric Society, ada empat: bersifat rasional, emipiris,umum, dan akumulatif.

Hipotesis adalah suatu generalisasi ilmiah yang mengadakan spesifikasi terhadap kondisi-kondisi yang ada korelasinya dengan fenomena-fenomena yang sedang diselidiki oleh peneliti.

Kebenaran ilmiah itu tidak absolut dan bersifat final. Kebenaran ilmiah selalu terbuka untuk peninjauan kembali berdasarkan atas adanya fakta-fakta baru yang sebelumnya tak diketahui.

Ilmu pengetahuan alam membutuhkan laboratorium, ilmu sosial tidak mempunyai laboratorium bagia penelitian yang dapat dikuasai sepenuhnya. Oleh karena itu teori-teori dalam ilmu sosial lebih mudah untuk mendapatkan koreksi kritis. Dan seharusnya apabila seorang ilmuwan itu harus selalu bersikap kritis, malahan harus bersikap skeptic yaotu sikap yang dapat disebut sebagai sikap ilmiah.

Membaca sebuah buku harus dimulai dari permulaan halaman demi halaman, sampai pada halaman terakhir. Membuat percobaan-percobaan tidak bisa selalu sekali jadi. Butuh kesabaran intelektual. Ilmu tidak mempunyai tujuan dan tugas untuk pada akhirnya membuat penilaian tentang apa yang baik dan apa yang buruk, melainkan ilmu mempunyai tugas untuk mengemukakan apa yang salah dan apa yang benar secara relatif. Ilmuwan tidak mempunyai preferensi politik, relijius, dan moral. Baginya semua fakta boleh dikatakan suci, artinya tidak dibenarkan memutarbalikkan fakta. Tidak dibenarkan melakukan diskriminasi fakta-fakta dan memilih untuk penyusunan teori-teorinya tentang fakta-fakta yang disenanginya saja.

Cendekiawan Arab, Ibnu Chaldun (1332 – 1406) dalam karyanya ‘Prolego Mena’ (Muqaddama) dipandang sebagai Pembina dasar-dasar sosiologi modern di luar daratan Eropa. Menurut Ibnu Chaldun, sosiologi merupakan studi tentang masyarakat manusia dalam berbagai bentuknya serta sifat dan gejala-gejala masyarakat yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh hukum-hukum alam. August Comte membawanya ke Barat, ke Granada tahun 1362 saat diundang Raja di Suna.

Rasa heran yang mendorong seorang peneliti untuk mengadakan penelitian, merupakan sumber penemuan-penemuan ilmiah. Maka sumber dari ilmu pengetahuan adalah ‘rasa heran’. Menurut Prof. Soedirman Kartohadiprojo, manusia adalah makluk hidup yang memiliki perlengkapan-perlengkapan berupa: raga (jasmani, sebagai wadah), rasa, ratio, dan rukun.

Zaman Renaissance (abad 13 – 16, abad pertengahan) menurut Jacob Burckhardt, “adalah suatu zaman di mana manusia menemukan kembali kepribadiannya.” Sebelumnya manusia dalam kekangan dan belenggu kekuasaan gereja, atau disebut sebagai The Dark Ages. Itulah pandangan Barat yang dipakai sampai sekarang, pandangan ‘individualisme’.

Apakah yang harus didahulukan, kepentingan individu (perorangan) atau pergaulan hidup (kolektif)? Dan muncullah persaingan antara aliran Demokrasi Liberal dan Sosiolis Komunis. Yang pertama mengutamakan kekebasan individu, yang keuda mengutamakan kepenting kolektif atau pergaulan hidup.

Tiga aspek kejiwaan terdiri atas aspek naruliah, perasaan, dan kebiasaan. Menurut para ahli yang menganut bio-psychologis memandangn bahwa mula-mula naluri yang berkuasa, kemudian kebiasaan dan tradidi mendapat arti yang lebih besar, akhirnya pikiran menjadi kekuatan sosial yang utama, maka tak heran bahwa masyarakat petani yang tradisional akan memiliki pola-pola hidup yang sama terus sehingga tidak jarang ada yang menamakan bahwa masyarakat petani yang tinggal di desa bersifat ‘statis’.

Kaidah sosial yang utama ada tiga konsep: Folkway, Mores, Laws. Hukum bangkit, dilembagakan, direncanakan, diatur dan dipaksakan oleh fungsionaris-fungsionaris hukum dan pejabat-pejabat politik di suatu masyarakat atau Negara. Mores dan folkway direnacanakan, diatur dan dipaksakan oleh suatu perasaan masyarakat, sehingga tidak memiliki kekuatan atau sanksi hukum. Perbedaan lain, folkway dan mores tumbuh, berkembang dan berubah secara relative lebih cepat mengikuti trends.

Norma kesopanan dan kesusilaan bila dilanggar tidak ada sanksi hukum dari penguasa tapi dari masyarakat sekitar dengan celaan, cemooh, dan dibenci.

R. Linton dalam bukunya ‘The Cultural Background of Personality’ mengemukakan kebudayaan adalah konfigurasi tingkah laku manusia yang dipelajari dan hasil dari tingkah laku yang unsur-unsur pembentukannya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.

Gemeinschatf adalah kesatuan kelompok manusia yang terbentuknya sebagai kelompok tersebut kodrat Tuahn seperti keluarga, klan, marga, dan suku-suku bangsa. Gesellschaft adalah kesatuan kelompok manusia yang terbentuknya sebagai kelompok tersebut karena kehendak masing-masing anggota-anggota kelompok tersebut sepetu nampak pada organisasi-organisasi kemasyarakatan.

Natie atau lebih dikenal dengan warga Negara (bangsa) yakni kelompok manusia yang hidup sebagai suatu bangsa dari suatu Negara tertentu dikarenakan memenuhi ketentuan-ketentuan kewarganegaraan suatu Negara tertentu.

Prof. Dr. Selo Sumardjan bilang, “Kepemimpinan adalah suatu kemampuan untuk memperngaryhi pihak lain sehingga ia denagn kemauan sendiri berbuat seperti yang dikehendaki oleh si pemimpin.” Di dalam setiap masyarakat tidak selalu tenteram dan damai seperti gambaran surgawi dalam kitab suci dan masyarakat utopianya Thomas More.

Interaksi dimulai dengan kerjasama, kemudian menjadi persaingan dan memuncak menjadi pertikaian kemudian terjadi akomodasi, walaupun kadang-kadang memang terjadi demikian.

Di dunia ini ada dua keruntuhan besar ‘Weltordnung’ yaitu terjadinya keruntuhan dari abad 13 ke abad 14 (berakhirnya zaman pertengahan dengan keruntuhan struktur masyarakatnya yang sempurna) dan berakhirnya Perang Dunia II. Yang mempengaruhi sekali ‘social chanfe’ di seluruh dunia.

Muncullah keyakinan bahwa nasibnya bisa diperbaiki asalkan ia berusaha kuat. Demokrasi bukan hanya berarti tata cara, ia juga merupakan tujuan dari kehidupan bermasyarakat. Ideologi harus dapat menimbulkan harapan-harapan yang cukup besar, tetapi sebaliknya ia tak boleh didasarkan atas khayalan-khayalan yang berlebihan dan yang tak mungkin dicapai.

Buta huruf merupakan halangan untuk berkembangnya msyarakat untuk melaksanakan pembanguan dalam abad modern. Tujuan pendidiakn pengajaran pada intinya memberikan kemampuan dan keterampilan pribadi anggota masyarakat dan membina kesadaran untuk melaksanakan tugas-tugas sosial sebaik-baiknya.

Frank W. Notesten berkata bahwa masalah penduduk merupakan salah satu problema sosial yang paling menyulitkan dalam era modern. Laju kenaikan jumlah penduduk yang mencepat akan mempunyai efek involusi terhadap kenaikan produk pangan.

Masalah mendasar kependudukan di Indonesia ada tiga pokok: laju pertambahan, penebaran tak seimbang dan mutu yang rendah. Dalam membangun desa jangan sekali-sekali merusak dan mengacaukan nilai-nilai dan karakteristik kehidupan desa-desa karena hal ini akan berakibat buruk dan tidak membawa hasil sesuai dengan tujuan membangun desa itu sendiri.

Solusi untuk mengurangi kepadatan penduduk salah satunya adalah perpindahan penduduk ke daerah yang lebih karang. Transmigrasi dapat memberikan dukungan logistic wilayah ebagai contra untuk pembangunan regional. Dua aspek transmigrasi terpenting adalah kesejahteraan dan keamanan (prosperity dan security).

Masyarakat yang heterogen tentu segaris lurus dengan permasalahan yang menemukan. Begitu pula penyakit masyarakat, akan selalu ada. Gelandangan adalah masalah serius bagi setiap kota, secara nyata agaknya persoalan ini mencerminkan problema sosial yang besar yang dapat ditemui dalam pergaulan hidup kota di manapun. Gelandangan adalah orang-orang yang kehidupannya mengembara dan tidak mempunyai tempat tinggal tertentu.

Prostitusi berasal dari bahasa latin ‘prostituere’ yang artinya menonjolkan diri (dalam hal-hal buruk), atau menyerahkan diri secara terang-terangan kepasa umum. Pelacuran menurut Barners & Teeters merupakan penyakit sosial tertua yang terus ada dari mas ke masa. Di sini ada hukum permintaan dan penawaran yang didorong oleh faktor-faktor lingkunan sehingga terbentuk ‘pasar’. Pelacuran sulit diberantas, tapi harus ada usaha penanggulangan dalam arti sekurang-kurangnya menekan atau mengurangi meningkatnya jumlah.

Kenakalan remaja atau dalam istilah umu ‘juvenile deliquency’, banyak sebuatnya. Salah satunya taruna tersesat. Statistic kenakalan anak-anak di usia 16-19 tahun (masa pubertas atau addolesensi). Menurut Sheldon dan Eleanor Clusck dalam bukunya ‘One Thousand’, “Lebih dari 95% anak-anak nakal adalah mereka yang telah berhubungan dengan ‘bad companious’ dan ‘bad habits’.

Semua manusia dilahirkan tidak dengan takdir bahwa kelak akan menjadi orang jahat atau baik, ia akan berkembang dalam lingkunagn pergaulan hidup; dan akan berkembang dalam lingkungan pergaulan hidup; dan dalam situasi dan kondisi tertentu, faktor inilah yang kelask sangat berpengaruh atas pertumbuhan anak-anak ada sebab musababnya.

Filsafat Pancasila, “Ora sanak ora kadang jen mati melu kelangan” artinya bukan sanak bukan saudara kalau mati ikut kehilangan. Peranan hukum dalam pembangunan adalah untuk menjamin bahwa perubahan itu terjadi dengan cara yang teratur.

Buku bagus, best seller di masanya hingga cetak beberapa kali. Masih sangat relevan dengan zaman, sebab bahasannya umum. Enak dinikmati, tak perlu lulusan IPS untuk merasa nyaman dengan kalimat-kalimatnya. Dan jelas ini akan memicu buku-vuku genre sosiologi yang lainnya. Kekuatan perdana dan kepuasan yang didapat.

Sosiologi | by Dr. Soedjono Dirdjosisworo, S.H. | Copyright 1981 | Penerbit Alumni | 10 9 8 7 6 5 | IBM Setting, layout, film, cetak offset oleh Percetakan Offset Alumni, Kotak pos 272, Bandung | Skor: 4/5

Karawang, 040921 – Dee Dee Bridgewater – Angel Eyes

Thx to Ade Buku, Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s