#April2021 Baca

“Politik dalam karya sastra adalah sebuah pistol yang ditembakkan di tengah-tengah sebuah konser, sebuah tindakan kejam yang mustahil diabaikan. Kita hendak membicarakan sebuah urusan gelap.”Stendhal, The Charterhouse of Parma

Bulannya Oscar yang aneh. Tahun yang memang tidak wajar, maka saat acara penghargaan film  tahunan ini mundur jauh, saya terpaksa menyesuaikan. Menonton di rumah streaming di Senin pagi, puasa. Bulan April tak banyak yang kuselesaikan baca, sebab kebanyakan nonton film dan kejari ulas. Empat buku, salah satunya sangat tebal dalam petualangan ke Turki.

Sudah saya rekap lama, baru sempat edit Agustus ini. Waktu luang yang begitu berharga sungguh tipis. Memilahnya untuk menikmati buku, film, nulis, bola harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin.

#1. Kitab Writer Preneur by Sofie Beatrix

Kiat-kiat sederhana yang sudah sangat umum. Saya memang baru sedikit membaca buku-buku non fiksi pengembangan diri tentang tips menulis, tak sampai dua digit. Sebagian besar atau hampir semuanya jelas berdasarkan pengalaman pribadi, termasuk ini. Secara umum apa yang disampaikan adalah hal wajar, tak muluk-muluk, tak ada mantra atau hal khusus yang dijadikan patokan untuk menerbitkan buku. Intinya, ya kembali ke pribadi masing-masing untuk memaksa diri menulis, dan waktu akan membuktikan, apakah sampai finish ataukah terjebak di tengah jalan.

“Anda hanya butuh ‘dipaksa’ untuk menulis dengan step-step yang terjadwal ‘harus’ selesai namun Anda tidak terasa ketika mengerjakannya.”

#2. Pinky Promise by Kireina Enno

Buku yang penuh kepahitan. Tak seperti judul dan kover-nya yang pink merona, menawan bak perawan belia di usia remaja, kisah ini sungguh berat dan membuat kita menjadi berpikir ulang, sebaik dan sebijaknya kita harus bersyukur atas apa yang sudah kita dapat dari Tuhan. Dengan bintang utama Chelsea Islan, seperti filmnya, Chelsea muncul di jelang akhir. Ia tampak sebentar, hanya mengisi bagian kosong di sela kesesakan nasib apes yang menimpa para karakter.

Novel tentang empat perempuan yang terikat dalam perjuangan yang sama. Hidup tidak selalu menerima, tetapi memberi dengan tulus akan membuat hidupmu lebih bermakna. Empat perempuan yang akhirnya menyadari bahwa kenyataan pahit pun bisa menjadi akhir yang manis, jika dihadapi dengan berani. Empat perempuan yang menjadi sahabat sejati.

“Ya, makanya! Kan berarti gue emang mau dicuci dosanya. Atau gue sial aja.”

#3. Snow by Orhan Pamuk

Ka dan kehidupan yang dijalaninya di usia jelang tua. Penyair terkenal yang menjadi pelarian ke Eropa. Terkenal di Turki, tapi juga jadi bulan-bulanan sebab ideologinya dianggap membahayakan Negara, maka ia pergi ke Eropa, ke Jerman yang menampung. Nama aslinya Kerim Alakusoglu, nama kerennya Ka. Kisah ini dimulai dengan tenang, kedatangannya kembali ke Turki setelah lama pergi, ke desa kecil Kars, di mana ia diundang dan dijadwalkan membacakan puisi. Di sanalah ia kembali bertemu dengan yeman kuliahnya, cinta sejatinya Ipek. Dan drama panjang bergesekan dalam gelegar politik, budaya, serta kemampuan bertahan dalam tekanan penguasa melawan pemberontak. Ka diombang-ambing kebimbangan, yang mana keputusan-keputusan yang tamnantinya menjadi martir kematiannya di negeri jauh.

“Aku sedang sangat bahagia sekarang ini. aku tidak butuh agama,” kata Ka. “Dan lagi pula, bukan karena itulah aku kembali ke Turki. Hanya satu hal yang mampu mendorongku kembali ke sini: cintamu… apakah kita akan menikah?”

#4. Belajar Mencintai Kambing by Mahfud Ikhwan

Kumpulan cerpen dari Penulis yang menghantar kita lewat novel terkenal Dawuk. Sama bagusnya, rerata kisah di cerpen membumi, menjadikan kita bisa dengan mudah membayangkan, mengira-ira bagaimana rasanya menjadi bagian plot. Sebagian cerita tentang kucing, binatang rumah kesukaan banyak orang. Sebagian cerita tentang kera, yang aneh dan misterius. Sebagian lagi tentang kambing, yang akan dikurbankan dan yang dipelihara dengan cinta terpaksa. Lika-liku kehidupan yang umum, normal, menghantui.

Saat musim libur sekolah itu, ia berharap dibelikan sepeda. Namun, bapaknya malah membelikannya seekor kambing. “Kambing bisa membuatmu lebih dewasa, sedangkan sepeda akan membuatmu tetap jadi kanak-kanak.” Demikian bapaknya memberi alasan.””

Karawang, 310521 – 310721 – 020821 – Virginie Teychene – You Make Me Feel So Young

Satu komentar di “#April2021 Baca

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s