Onward: Fantasi Nanggung

Barley: “Put it in O, for Onward!”

Kisahnya tentang sebuah era di mana sihir sudah memudar. Zaman dahulu kala mereka hidup dalam dunia fantasi. Dengan tongkat sihir dan keajaibannya, dengan naga yang menjadi hewan peliharaan, hingga mitos-mitos lainnya, di era sekarang New Mushroomton hampir semuanya sirna. Teknologi dan ilmu pengetahuan menggeser keajaiban alami. Listrik misalnya bisa mencipta api dan kehangatan dalam sekejap ketimbang menautkan dua batu untuk sekadar membuat percikan api. Adalah dua elf: Ian Lightwood (Tom Holland) siswa sekolah atas yang tampak penggugup dan kakaknya yang seolah kebalikannya, Barley (Chris Pratt) yang pede dan aneh dan pecinta sejarah. Seorang gamer yang fanatik. Dalam adegan rekam, ia menceam walikota menyingkirkan air mancur kota yang memiliki sejarah panjang dengan mendirikan gedung di atasnya. Mereka adalah anak yatim, ayahnya Wilden meninggal saat Ian belum lahir. Dan ibunya Laurel (Julia Loius-Dreyfus) kini memiliki pacar polisi seorang centaurus, manusia dengan pinggang ke bawah berbentuk kuda. Colt Bronco (Mel Rodriguez ) yang tegas dan keras, kurang disukai oleh mereka berdua.

Remaja, oh tindak tanduknya memang selalu aneh. Ulang tahun yang ke enam belas yang rencananya mengundang teman-teman sekolah berakhir berantakan. Ian yang introvert, kakaknya yang annoy naik mobil jadul penuh kerusuhan, van yang diberi nama Guinevere., diambil dari nama istri Raja Arthur Nantinya dalam petualang mobil ini melakukan pengorbanan yang mengharu. Ibunya lalu membuka langit-langit berisi warisan buat Ian. Barang-barang sihir dari ayahnya: barang ajaib, permata, dan sepucuk surat. Termasuk kemungkinan bertemu ayahnya dalam sebuah mantra panggilan. Sayangnya permata dan mantra itu gagal sepenuhnya menjalankan tugas sebab hanya separuh bawah bapaknya yang muncul.

Dengan peta yang ada mereka lalu menjalankan misi ke Manticore’s Tavern lalu menuju ke gunung terdekat Raven’s Point guna menemukan gems dibantu oleh Corey (Octavia Spencer). Harapan untuk bisa ngobrol sama ayahnya mencipta perjalanan penuh bahaya, menjelajah gua misterius, menelusur tempat-tempat eksotis lama. Dan dalam adegan maut yang mendebarkan mereka terbebas dengan dramatis di sebuah gorong-gorong. Lalu muncullah di kota, hah mereka balik lagi di tempat tinggal. Jadi selama ini gems ada di air mancur kota? Ya, dan perbuatan itu memicu kutukan lama: sekolah menjelma naga golem raksasa itu menyerang mereka. Berhasilkan Ian menuntaskan misi, apakah ayahnya bisa terwujud sepenuhnya? Kisah pribadi memiliki gema kolektif.

Ini film anak-anak yang fun. Tak perlu berkerut kening, kisahnya sederhana sahaja. Fantasi tak rumit: naga, golem, penyihir, kuda poni, dst semua hanya tempelan. Kisah ini adalah kisah persaudaraan Ian dan Barley yang renggang lalu menjadi kuat berkat petualangan aneh. Onward, tak seperti Pixar lainnya temanya biasa. Pengisi suara yang biasanya antah, kini malah berisi artis-artis ternama, seperti bukan Pixar. Lagian tahun lalu sudah ada Soul, kenapa rilis film lain di tahun yang sama? Tradisi satu film setahun memang sudah beberapa kali memudar, dan dengan sendirinya kualitas Pixar juga segaris lurus, entah kenapa magi-nya jadi sangat standar.

Jelas tidak akan menang Oscar, temanya drama keluarga, fantasi hanya tempelan. Tak seperti soul yang lebih dalam dan luar biasa filosofis, Onward lebih mengedepankan arti saudara. Arti keluarga. Bagaimana saat mengenang selama petualangan ini kakaknya mengisi segala yang ia butuhkan, bagaimana kebersamaan menjadi arti penting dalam persaudaraan. Dan fantasi nanggung ini mengakhiri kisah bak motivator menyampaikan nasehat-nasehatnya. Tak seperti Pixar kebanyakan, dan mereka terasa menyadarinya merilis digital di bulan Maret. Pertama kalinya film Pixar rilis di bulan ketiga.

Sejatinya fantasi bersinggung kehidupan nyata selalu menarik, kalau dibuat dengan benar. Onward nanggung di semua lini, drama dan eksekusinya yang tergesa. Bahkan Onward mencoba melakukan kritik sosial terkait penggusuran tempat bersejarah, fantasi geografis berangsur-angsur menghasilkan simpati, tapi tidak. Film ini tak berhasil mencapainya. Kepala Dan dkk terisi adonan fantasi dan realism, gagal dalam eksekusi. Musuh muncul dan kalah secara dramatis, film banget. Menawarkan harapan, memberi suatu hal yang perlu diperjuangkan.

Plato, Aristoteles dan para Stoik berkata bahwa bukanlah kebahagiaan, tapi tentang karakter, menumbuhkan kemampuan untuk menanggung penderitaan dan berkorban secara tepat. Ian menyadari kehadiran saudaranya penting, memberi peran yang selama ini dicarinya. Lantas melalui pengalaman itu apakah penonton tercerahkan? Tidak. Kita sudah tahu, menerima kenyataan akan lebih bijak. Saudara adalah sahabat terbaik, menggantikan peran seseorang tak akan pernah bisa tapi kenyataan memberi fakta itu, berjalannya waktu akan bisa. Ian seolah diberi harapan palsu, semu, dan jelas-jelas maya. Hanya di dunia fiksi dan film-film, kalau sampai Ian berhasil justru pesannya malah terlepas, Dan tahu itu makanya dibuatkan kesadaran buatan, jadi selama ini yang ia cari ternyata ada di depan matanya. Klise ya? Ya. Biasa ya? Ya. Bukan Pixar banget. Pribadi mempesona ternyata tidak terletak pada fisiknya, melainkan karena dia mempunyai pendirian yang teguh dan kepribadian yang mantab.

Boleh saja Anda sebut dongeng fantasi yang mengandung pesan moral, cocok buat jamaah yang mengangguk-angguk sepakat atas apa yang disampaikan motivator. Sihir ala Neil Gaiman jauh lebih berkelas.

Onward | Tahun 2020 | Directed by Dan Scanlon | Screenplay Dan Scanlon, Jason Headley, Keith Bunin | Cast Tom Holland, Chris Patt, Julia Loius-Dreyfus, Octavia Spencer, Mel Rodriguez, Kyle Bornheimer, Lena Waithe | Skor: 3/5

Karawang, 200421 – The Cranberries – Promises

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s