Mank: Tentang Pengakuan Mahakarya

Mank: “That, my friend, is the magic of the movie.”

Saya belum menonton Citizen Kane yang termasyur itu, hanya mengetahui kehebatannya dalam beberapa review dan pembicaraan dengan teman. Maka saya benar-benar blank akan judul film terbaru David Fincher. Mank beberapa kali kena pleset jadi ‘Mang’ yang berarti memanggil ke amang-amang. Pas tahu hitam putih, duh makin berat untuk dilanjutkan. Namun seminggu jelang pengumuman saya paksa tonton kelar, kemarin sore ngabuburit di ruang sepi sendirian dapat setengah jam, pagi tadi seusai subuh kutuntaskan. Hasilnya, well. Mari kita lihat.

Mank berkisah tentang seorang penulis scenario, intinya proses penulisan scenario mahakaryanya: Citizen Kane yang menyabet Oscar Naskah Tebaik, dari 9 nominasi hanya satu yang menang. Ini kisah dibaliknya, dari tahun 1933 masa depresi Amerika sampai tahun 1940 jelang Perang dunia Kedua. Konfliksnya ternyata menyeret ke banyak faktor, salah satu yang paling kental adalah politik. Bikin kesal pemilihan Gubernur sebab studio besar memainkan perannya. Disraeli mengatakan bahwa terdapat tiga jenis kedustaan yakni, “dusta, dusta besar, dan statistik.”

Dibuka dengan sebuah akhir pejalanan darat di tahun 1940, Mank (Gary Oldman) terpincang masuk rumah dipapah dan dibantu sama rekan. Ia baru pulang dari rumah sakit karena kecelakaan. Mendapat kabar bahwa sutradara muda 24 tahun Orson Welles (Tom Burke) mendapat restu control penuh sama film baru di mana Mank akan menjadi penulisnya. Lalu film banyak mengambil flashback masa mula sekali tahun 1933, bertahap sampai di pembuka. Herman J. Mankiewicz adalah penulis scenario handal yang menjadi jaminan kualitas Hollywood, ia menjadi rebutan banyak studio. Salah satu yang terbesar adalah MGM, bahkan untuk saat ini kukira singkatan dari Metro-Goldwyn-Mayer ternyata bukan, yang tepat adalah Mayer’s gantze mishpokhe, seluruh keluarga Mayer. Kalimat itu langsung disampaikan oleh kepala studio Loius B. Mayer (Arliss Howard).

MGM sedang terpuruk, Loius menyampaikan pemotongan gaji buat seluruh cast and crew, ini demi kebersamaan, ini demi kelangsungan. Karena disampaikan dengan baik, beberapa artis mendukung dan siap, tapi saat keluar panggung ia menanyakan ke asistennya apakah penampilannya OK. Mank yang melihatnya muak. Well, begitulah dunia hiburan penuh tipu tipu.
Selain itu MGM juga melakukan pemalsuan kabar, hubungan dengan karyawan yang tak bagus. Mank berdiri di tengah-tengah. Hubungannya dengan Marion Davies (Amanda Seyfried) timbul tenggelam, tapi jelas mereka adalah sahabat karib. Dalam sebuah adegan, saat akan mengambil gambar Marion di puncak rerimbunan setting film, mereka bertegur sapa, Mank yang memang jago ngegombal berhasil mengambil hati pemilik studio dan ia pun diundang makan malam dengan meja dekat. Marion tampak tergugah, ia adalah bintang besar di masa itu. Ia adalah bintang terbesar MGM selama sepuluh tahun, ia special. Dalam memoarnya ia bahkan belum menonton Citizen Kane!

Karena cedera, Mank menyewa seorang penulis yang ia dikte. Rita Alexander (Lily Collins) perlahan tahu sifat dan karakter Mank yang alkoholik, egois, dan kadang marah. Namun tak semua negative, salah satu yang bikin trenyuh adalah sikapnya menyelamatkan kaum Yahudi dari Jerman yang berhasil diungsikan, pengakuan pelayannya membuat hati Rita tersentuh, sempat akan resign tapi ga jadi. Lalu ia mendapat kabar buruk, kapal suaminya karam di tengah perang. Keadaanya tak diketahui.

Politik panas tentang pemilihan Gubernur menyeret Mank dalam kekalutan, selain prinsip juga keuangan. Ia turut bertaruh, ia emosional. Pertarungan antara Merriam dan Sinclair itu dimenangkan oleh Merriam, dan hasil ini memicu tindakan bunuh diri sobatnya. Sempat diminta pistolnya tapi hanya diberi isi peluru, lalu melaporkan ke istinya. Oh tidak, ia membawa sekotak peluru. Dor! Mank sendiri akhirnya bangkrut, kesulitan keuangan, jobless dan menulis naskah dengan tanpa kredit. Ia benar-benar di titik rendah.

Pada akhirnya kita menuju di tahun 1940, kita bertemu dengan Orson Welles yang terpukau sama naskahnya ia meminta Mank untuk tak mencantumkan namanya, tapi tidak. Mank mengakui ini naskah brilian, ia akan memperjuangkan dengan apapun namanya tercantum. Oh goddamn it! Berdua lebih bijak.

Dan ya, seperti yang tercatat sejarah tahun 1941 Citizen Kane rilis, mendapat pujian tinggi dan satu dari Sembilan nominasi Oscar itu memenangkan piala. Saat penyerahan di Hotel Baltimore tahun 1942, mereka berdua sedang di Brazilia syuting film. Well, dunia mencoba meluruskan kisah, dunia sedang adil. Sebuah karya hebat, pengakuan yang hebat. Dari film ini kita semakin mengukuhkan bahwa menulis (bagus) itu sulit.

Ungkapan istrinya yang setia bahkan saat Mank terpuruk patut dicatat. Ia kesal sama suaminya sebab emosi dan egois, tapi heran mengapa saya setia? Oh dear berjuang bersama itu indah, suatu saat kesabaran itu akan diganjar setimpal. Bah! Saya ingin naik kuda saking frustasinya. Cinta berarti merenguk tanpa menikmati. Ya, itulah cinta. Dunia asmara memang ganjil dan tak bisa dilogika.

Film juga menyampaikan kritik akan sistem pemerintahan. Demokrasi yang bagaimana? Apa bedanya sosialis dan komunis. Sama-sama sama rasa sama harta, oh tidak. Sosialis dibagi sama hartanya, komunis dibagi rata miskinnya. Mank sang pembual itu merusak acara makan malam dan ulang tahun bos, yah siapa peduli. Kebenaran harus diutarkan. Kemegahan kisah ini paling menonjol adalah acara makan malam, penuh lempar kata sinis dan serangan keras akan kemunafikan. Makan malam memang harus berkelas, dan proses pengambilan gambarnya dibuat berulang-ulang kali sampai bosan dan memuakkan. Fincher yang kita kenal dengan ketelitian dan kesempurnaan itu, ya mengapa tidak?

Sekali lagi David Fincher berhasil menunjukkan kelasnya, setelah bertahun-tahun gagal juara apakah tahun ini? Mari kita meraba kemungkinannya. Mank mendominasi nominasi. Menduduki tiga pos penting, Picture, Director, dan Actor. Bisa jadi dua yang pertama, sebab ini film pertama dari seluruh kandidat saya belum sepenuhnya yakin, tapi jelas laik menang di kategori tertinggi. Fincher dengan deretan CV filmnya belum pernah menang, siapa tahu pecah telur.

Untuk set dan produksi design jelas tak diragukan lagi, keren sekali. Membangun set semegah itu, kategori teknik harusnya ada satu atau dua gelar. Set terbesarnya adalah membangun Istana Hearst dan set makan malam yang klasik. Walau hitam putih itu dibangun nyata dan terlihat wajar. Teknologi, kita berhutang banyak padanya.

Dengan sebuah piala berharga dan bergengsi ini ia memang lantas masuk jajaran elit. Ia meninggal di usia 55 tahun karena candu alkohol. “Sepertinya aku makin mirip tikus dalam jebakan yang kubuat sendiri, jebakan yang sering kuperbaiki setiap kali ada bahaya, lubang yang akan memungkinkan aku untuk kabur.”

Baik, setelah Lebaran akan saya saksikan Kane, dengan saksama dan senyaman mungkin. Demi Fincher, demi Mank!

Mank | Tahun 2020 | Directed by David Fincher | Screenplay David Fincher | Cast Gary Oldman, Amanda Seyfried, Lily Collins, Tom Pelphrey, Arliss Howard, Tuppence Gossmann | Skor: 4/5

Karawang, 160421 – Ronan Keating – Life a Rollercoaster

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s