Blade Runner 2049: Ide Gemuruh Bagai Guntur

K: “I have memories but they’re not real. They’re just implants.”

Revolusi akan tiba, bersiaplah! Film merenung yang menembus dua setengah jam, agak sulit mengikuti suasana hati yang lagi gundah. Namun worth it untuk dituntaskan. Kisahnya di era masa depan, sesuai judulnya tahun 2049 di mana manusia sudah bisa dikloning. Saya belum nonton yang versi original tahun 1982, tapi saya sudah baca novel Phillip K. Dick.

Kisahnya nyambung, kali ini 30 tahun pasca Blade Runner, ‘K’ (Ryan Gosling) adalah polisi replika versi Nexus-9 yang bertugas memusnahkan produk replika lama model Replika Seri-8, yang seharusnya memang harus dimatikan. Dalam adegan pembuka yang sunyi, sebuah pesawat melintas keluar Los Angeles, seorang peternak ulat protein melihatnya was-was, pesawat itu mendarat di dekat rumahnya, menginterogasinya, membuatnya bertekuk lutut, Sapper Morton (Dave Bautista) dimusnahkan. Sebelum dipensiunkan, Sapper bilang bahwa model baru sekalipun takkan bisa merasakan kehidupan manusia asli. Saat cabut, K merasa ada yang janggal, ada bibit rumput di bawah pohon gersang palsu, ada kehidupan alami di rumah tersebut? Lalu ia pun meminta tim untuk menginvestigasi lebuh lanjut.

Joshi (Robin Wright) adalah atasan K, ketika masuk ke kantor ia dipindai, ditanya dan diminta mengikuti kata-kata lalu muncul skor yang mengindikasi keadaannya. Berikutnya mendapat tugas berat, di masa lalu ada Replicant wanita bisa melahirkan setelah berhubungan dengan manusia. Ia harus menemukannya, memusnahkannya. Sebab bila manusia tahu bahwa replika ternyata sudah samar, sudah berhasil melahirkan keturunan maka dunia akan gempar.

Saat pulang, kita mengira ia memiliki kehidupan normal. Istri yang menunggu di rumah, binatang yang menghibur. Tidak, ini dunia penuh kepalsuan. Istrinya adalah robot hologram, sebuah aplikasi virtual bernama Joi (Ana de Armas), yang walaupun tampak palsu, K mencintainya sepenuh hati. Joi juga menjadikan kehidupan hampa itu terasa hidup, walaupun nantinya kita juga mendapati wanita asli dari prostitusi Marriette (Mackenzie Davis) dan menyatu dengannya. Perempuan merupakan metafora paling sempurna bagi kehadiran Tuhan di dunia ciptaannya. Adegan inilah yang kurasa mencipta piala Oscar, visual efek bagaimana dua makhluk: manusia asli dengan manusia virtual bersemayam bersama, lalu menghabiskan malam bercinta. Threesome revolusioner!

Dengan pesawat terbang masa depan, bagaimana ulang-aling-nya tak memerlukan ruang lebar, menerjang angkasa, memburu para replicant dan mencipta dunia manusia ideal. Tragis, trenyuh, mual. Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya.

Niander Wallace (Jared Letto) sebagai pencipta teknologi juga tampak sadis, bengis dengan tatapan hampa, yang kita lihat hanyalah produk bukan makhluk hidup, maka saat produk itu gagal ya dimusnahkan, yang sekilas lalu adalah pembunuhan manusia. Ada kejutan, khas Dennis. Ada pencerahan dari kesamaran, khas Dennis pula. Ada titik besar di depan yang ingin digapai dengan filosofis. Dennis banget! Kita mencintai kehidupan, bukan sebab kita sudah biasa hidup tapi sebab kita biasa mencintai. Di mana kehidupan adalah kerja yang tak ada batasannya dan kecemasan akan masa depan rasanya tak perlu, sebab kita adalah pengganti generasi sebelumnya, maka wajar kitapun akan diganti oleh generasi berikutnya. Kita, para makhluk bernyawa akan musnah. Tak tersisa.

Filmnya memang sunyi, trailer-nya menipu. Dalam cuplikan adegan kita melihat pesawat menerjang gedung, adu kelahi di debur ombak, tembak-tembakan di ruangan, ledakan pesawat menggelegar, hingga action futuristic penuh sinar. Ooh sejatinya trailer tak bohong sebab semua itu benar-benar ada, tapi tak banyak. Hanya selipan, dari 2,5 jam durasi, aksi itu bisa jadi hanya seperdelapannya. Kesunyian makna hidup lebih penting untuk dibahas, kesenyapan yang merasuk lebih asyik diikuti, makna hidup ini masih dipertanyakan. Potongan-potongan adegannya memang tak lazim, bisa dibilang nyeni, Seperti itukah yang namanya seni, sesuatu yang tidak harus terlalu jelas dan barangkali saja timbul-tenggelam dalam objek? Seperti keindahan lukisan bukan dalam warna melainkan dalam kesan, seperti keindahan musik bukan dalam nada melainkan dalam buaian… karena memang keindahan ada di mana-mana, bagi mereka yang bisa melihatnya. “Dalam seni yang paling penting bukan apanya melainkan bagaimananya…” kata Alexander Solzhenitsyn.

Kado terbesar tidak selalu yang terbagus. Apa yang dikira K adalah memori tempelan, ternyata tak sepalsu itu. Ia mendapati kenyataan samar bahwa ia ada bukan sembarangan. Saat bertemu Rick Deckard (Horrison Ford) ia terjebak dalam hempasan maya, tapi melalui penjelasan lebih lanjut ia tahu ia istimewa. Luv yang menakjubkan, di tengah kekacauan keadaan selalu ada harapan. Semua makhluk hidup pada dasarnya patuh. Mengapa langit itu biru? Mengapa kau selalu mengajukan pertanyaan yang bodoh? Ini kehidupan, ini permainan, ini peraturannya…

Manusia adalah makhluk yang berpikir, merasa, mengindera, dan totalitas pengetahuannya berasal dari ketiga sumber tersebut; di samping wahyu: yang merupakan komunikasi Sang Pencipta dengan makhluk-Nya. Dengan berbagai kemungkinan itu, manusia kloning memang tampak bisa dikembangkan, kita tak bisa menutup mata terhadap semua kemajuan masa kini di mana hampir semua aspek kehidupan modern dipengaruhi oleh produk ilmu dan teknologi. Teknologi virtual, lihatlah itu tak jauh dari sekarang, komputer benar-benar mengubah banyak hal. Mencipta hal-hal yang dulu dianggap gaib. “Tak pernah ada binatang yang membikin perang,” kata Aldous Huxley, “Karena mereka tak mempunyai sesuatu yang dianggap luhur. Apakah yang lebih luhur lagi bagi seekor harimau selain daging dan betinanya? Mereka tak mempunyai mekanisme verbal untuk mengemukakan dan mempertahankan apa yang dianggap luhur…”

Inti ketertarikan manusia modern terhadap dunia spiritual, pada dasarnya digunakan untuk mencari keseimbangan baru dalam kehidupan. Carut marut pencarian dan tersesat dalam proses menemukan Tuhan. Tidak, di tahun 2049 manusia belum ada apa-apanya dengan Sang Pencipta. Damai dengan salju yang nyata, dengan misi berhasil yang nyata, dengan manusia yang nyata. Blade Runner 2049 adalah sebuah ejawantah sinema betapa memori berharga, kehidupan berharga, orang-orang tercinta sangat berharga.

Blade Runner 2049 | Year 2017 | Directed by Dennis Villeneuve | Screenplay Michael Green, Hampton Fansher | Star Ryan Gosling, Dave Bautista, Robin Wright, Ana de Arms, Jared Letto, Harrison Ford | Skor: 4.5/5

Karawang, 230321-130421 – Louis Armstrong – The Very Best of