#Februari2021 Baca

Sekolah ke luar daerah kemudian mencipta rutinitas baru, dan menempatkan rutinitas lama sebagai nostalgia.”Mahfud Ikhwan dalam ‘Menumis itu Gampang, Menulis Tidak’

Bulan kedua tahun ini kulalui dengan 10 buku lagi. Berjalan dengan tenang dan semestinya. Biografi Bung Karno yang sudah sangat lama kuinginkan akhirnya kuselesiakan, buku terbaru Cak Mahfud berisi kumpulan esai di kolom Mojok, White Tiger yang diadaptasi film, kumpulan artikel Anton Kurnia di berbagai media, hingga cerita filsafat dengan fun. Buku kedua Schimmel yang biasa saja hingga cerita tentang Papua. Mari kita amati.

#1. Bung Karno, Penyambung Lidah Rakyat Cindy Adams

Buku legendaris yang banyak dijadikan acuan tentang riwayat Bapak Pendiri Bangsa. Terutama adegan pasca proklamasi yang legendaris itu, akhirnya kulahap dengan tenang dan antusias, pesan sate!

Bagian istri-istri juga mengungkap banyak hal, ternyata sebelum sama Inggit beliau sudah menikah dengan putri Pak Cokro. Bagaimana proses menikah lagi sama Fatmawati yang sesak, ia tak mau dimadu, dan walaupun sudah memberinya anak yang diidam-idamkan, ia menikah lagi dan lagi. salah satu pengakuan yang agak mengejutkan (bagiku) adalah posisi saat ia masih menjadi suami orang, tapi jatuh ke pelukan istri orang lain. Inilah Bung Karno, apa adanya.

Sudah menjadi pembawaanku untuk mencoba tetap gembira menghadapi keadaan apa pun.”

#2. Menumis itu Gampang, Menulis Tidak Mahfud Ikhwan

Banyak hal mewakili pengalamanku sendiri, otomatis banyak hal pula menjadikannya ironi hidup. Sepakbola, buku, Muhammadyah, resign di tahun 2009, males keluar rumah (apapun modanya), kopi melimpah dst. Lazio, Chelsea, La Coruna rasanya hanya tim gurem yang tak ada apa-apanya dalam sejarah Eropa dibanding gelimangbgelar AC Milan, Liverpool, dan eehhheemmm Madrid. Saya benar-benar mencintai bola lebih belakangan, baru di Piala Dunia 1998 kala Italia bersama aksi Vieri-nya. Sepakat sekali segala apa yang dikisah panjang lebar dalam ‘Menunggu”, yang menyata bahwa kecintaan pada permainan ini sungguh absurd.

Walau terkesan sombong, seperti yang terlihat dalam wawancara di Youtube, “saya punya buku baru lagi…” atau ketika mengunggah gambar di sosmed saat membubuhkan untuk momen pra-pesan. Keterangan yang tertera, ‘resiko penulis produktif’ bagiku, Cak Mahfud adalah pribadi rendah hati. Dalam esai yang diproduksi untuk kolom Mojok selama 2020 ini, kita bisa mengenal Sang Penulis, sebagian besar lucu, sebagian besarnya lagi ngomong ngalor ngidul nostalgia masa lalu. Apa yang disampaikan adalah hal-hal umum, kegiatan sehari-hari, hal-hal yang biasa kita hadapi. Tak ada yang muluk-muluk, ngawang-ngawang, atau seperti yang sering disebut sama beliau, “tak rumit dan tidak ngakik-ngakik”.

Menyukai sepakbola, seperti benang yang susah payah dirajut dan kemudian dibongkar, adalah rasa sakit dan sulit yang dinikmati, kebahagiaan yang fana dan dengan cepat memudar, dan ia lakukan berulang-ulang. Dan saya kira karena itulah, saya tak membutuhkan rasa sakit yang lain.”

#3. Mencari Setangkai Daun SurgaAnton Kurnia

Kumpulan artikel dengan banyak tema. Dari sastra sampai olahraga, dari filsafat sampai ke sejarah, dari ilmu sosial sampai politik. Benar-benar paket komplit. Tulisan singkat-singkat, tiga empat halaman jadi bisa dibaca santai. Hanya beberapa yang lebih panjang, dan tulisan singkat seperti ini terasa kurang dalam. Namun cukup bervitamin, karena memang isinya diambil dari tulisan di media massa, kita menempatkan diri pada pembaca umum.

Tugas seorang penulis adalah menyuarakan pembelaan terhadap mereka yang tertindas di bagian dunia mana pun, itu tercermin dalam karya-karyanya.Nadine Goldminer

#4. White Tiger Aravind Adiga

Drama India yang menyentuh. Terasa berat menyongsong kisah pilu, tapi terasa tak adil. Betapa kehidupan fana ini menjelma emosional saat kita menyaksi, menjadi saksi kisah perjalananan yang tak adil. Sopir miskin yang diangkat, sedikit diangkat derajatnya malah menjadi pembunuh sukses secara finansial, menjadi monster keluarga setelah disekolahkan, bisa baca tulis. Menjelma macan panas, mencaplok mangsa apa saja yang ada. Dan tak tersentuh hukum, bahkan menyuap hukum untuk memuluskan rencana-rencana bisnis. Lantas apa bedanya ia dengan para koruptor yang di cerita muak? Orang-orang datang dan pergi. Pekerja yang baik tidak pernah menetap.

Kau bagaikan harimau putih di tengah hutan.”

#5. Tanah TabuAnindita S. Thayf

Dari novel pemenang DKJ tahun 2008, kisah tentang tanah Papua (lagi). Mendayu-dayu dalam balutan kritik sosial, bagaimana tanah kaya raya ini menempa kemiskinan dalam kesederhanaan.

Kisahnya tentang Leksi, anak asli Papua yang ditemani binatang peliharaannya dalam mengarungi rutinitas. Pum, si anjing tua yang sudah menemani generasi lama, seolah bisa berpikir. Kwee, si babi yang menyaksi banyak peristiwa penting keluarga ini. Keduanya lucu, dan menggemaskan kecuali endingnya. Hiks, fufufu… “Keberanian itu hal biasa. Ketabahan itu hal biasa. Tapi kepahlawanan memiliki unsur filosofis di dalamnya.” (Segala-galanya Ambyar, Mark Manson). Dan Aku, si Leksi kecil, menjadi tumpuan harap keluarga. Setiap berganti sudut pandang, akan ada nama mereka cetak tebal di tengah. Selain sudut mereka, narasi mengalir dari sisi pencerita terutama saat masa lalu, jadi mengalir dinamis, banyak di Aku, tapi sejatinya tak ada yang dominan. Mace, ibunya dan Mabel neneknya. Para perempuan, di mana lelaki saat diperlukan? Simak saja, mungkin akan jadi novel tema feminism tapi tak sepenuhnya. Dan karena kisah utamanya adalah tentang Leksi, maka kita akan melihat banyak hal tentangnya dari masa lalu orangtua hingga masa kini sebagai harapan keluarga, terutama pendidikan setinggi-tingginya. “Berjanjilah kepadaku untuk rajin bersekolah hingga kau kelak menjadi anak pintar yang akan membanggakan Mace dan Mabel-mu…” Leksi-ku sayang. Leksi-ku tercinta.

“… Tidak diperjualbelikan. Tanah kami keramat, Nak. Tabu. Diciptakan yang Mahakuasa khusus untuk kita, tahukah kau kenapa? Sebab dia tahu kita bisa diandalkan untuk menjaganya.”

#6. Pribadi MempersonaLa Rose

Ini adalah buku pertama La Rose yang say abaca, dan lumayan bagus. Nasehat dan tutur bahasanya enak, benar-benar dari orang yang pengalaman dan pandai merangkai kata. Bulan lalu say abaca satu lagi, Pendeta Yonas juga bagus. Penulis generasi orangtua kita, yang sukses memberi petuah. Sesungguhnya setiap orang adalah pribadi mempesona. Setiap orang, seperti mutiara punya pesona dalam dirinya.

Pesonanya adalah cahaya mutiara kepribadiannya. Akan tetapi banyak orang tak sadar akan pesonanya yang tak memancar! Seperti mutiara, ia terpendam dalam ‘lumpur kehidupan’ yang bernama kesibukan sehari-hari, ketidakpedulian pada lingkungan, ketidakpedulian pada kekasih, juga ketidakpedulian pada diri sendiri. Atau seperti mutiara ia lupa mengasah dirinya.

Adaptasi itu sangat penting. Saya menyadari perubahan drastis dari lajang ke menikah. Kebebasan seolah dibelenggu. Dan mereka yang sukar menyesuaikan diri adalah orang-orang yang mudah sekali menjadi tidak bahagia. “Kepatuhan” adalah unsur yang paling utama dari pengikut yang baik.

#7. Rahasia Nama-nama IslamAnnemarie Schimmel

Buku yang umum sekali, karena buku ini sebenarnya diperuntukkan untuk Orang Barat yang mendalami Asia, atau Timur Dekat mereka menyebutnya. Makanya sangat biasa saat kubaca, sangat umum dan akrab.

Memberi nama seorang anak dengan orang suci lokal adalah kebiasaan yang menyebar di semua agama, contoh orang Muslim yang sangat terkenal yang menjadi anak Raja akbar Salim, yang kemudian menjadi raja bergelar Jahangir…

#8. Lockwood and Co.Jonathan Stoud

Kisahnya mengambil sudut pandang Lucy Carlyle, ia menjadi penyelidik paranormal sejak kecil. Punya pendengaran tajam akan keberadaan makhluk halus. Dalam kisah ini ada dua tingkat: tingkat satu adalah makhluk lemah yang mudah diabaikan, cere, Cuma pengganggu iseng. Jenisnya: Cold Maiden, Gibbering Mist, Grey Hazel, Lurker, Raw Bone, dll. Tingkat Dua berbahaya, ia bisa membunuhmu bisa saat penanggulangan salah. Jenisnya: Dark Spectre, Changer, Phantasm, Poltergeist, Screaming Spirit, dll. Tingkat Tiga adalah legenda, sejauh ini belum ada, hanya kabar kabur bahwa Marissa Fittes pernah menaklukkannya.

Orang bilang Marissa Fittes bercakap-cakap dengan hantu-hantu Tipe Tiga di masa lalu, dan bisa mempelajari banyak hal. Tapi itu kekuatan langka, dan hantu-hantu semacam itu juga langka. Kita semua harus puas dengan informasi remeh apa pun yang bisa kita dapatkan…”

#9. The Joy Luck ClubAmy Tan

Joy Luck Club adalah suatu ide yang diingat ibuku dari masa perkawinan pertamanya di Kweilin, sebelum masuknya Jepang. Kami orang-orang yang beruntung. Lalu kami mengobrol sepanjang malam sampai pagi, menceritakan kisah-kisah yang menyenangkan di masa lalu, dan di masa yang akan datang.

Karena perempuan adalah yin, kegelapan yang tersembunyi, tempat nafsu yang tak terkendali bersarang. Dan laki-laki adalah yang, kebenaran yang bersinar, menerangi pikiran kita.”

#10. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar PopulerJujun S. Suriasumantri

Makin pandai seseorang dalam bidang keilmuan maka harus makin luhur landasan moralnya. Ilmu pengetahuan tidak bisa disangkal merupakan agama yang paling efektif karena ini adalah agama pertama yang mampu berevolusi dan memperbaiki dirinya sendiri. Buku ini diterbitkan agar masyarakat lebih mencintai filsafat. Kubaca santai sejak bulan September tahun lalu, setelah dengan terjal mencoba tuntaskan, akhirnya selesai juga. Sempat menghantuiku berbulan-bulan, sebab saat itu menemukan pengetahuan yang tak lazim tentang filsafat. Jelas buku ini memesona sekali, terutama separuh awal, tema serius disampaikan fun, dengan gambar-gambar lucu dan potongan kutip filsuf dari berbagai era. Sempat pula kubilang, wow. Ini ditulis oleh Penulis lokal, penuh gaya dan akrobat kata yang disodorkan luar biasa nyaman. Belajar filsafat tak melulu pening.

Maka kata Einstein: “Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh… mengapa ilmu yang sangat indah ini, yang menghemat kerja dan membikin hidup lebih mudah, hanya membawa kebahagiaan yang sedikit kepada kita?”

Karawang, 230321 – 090421 – Ebiet G. Ade – Kupu-kupu Kertas