Bangkit dari Kejatuhan, Kejayaan yang Runtuh, Hidup Harus Bertahan

Pinky Promise by Kireina Enno

Hidup menghianati saya, Mbak! Kalau memang berani, Mbak lakukan apa yang harus Mbak lakukan. jangan lari!” – Tika

Buku yang penuh kepahitan. Tak seperti judul dan kover-nya yang pink merona, menawan bak perawan belia di usia remaja, kisah ini sungguh berat dan membuat kita menjadi berpikir ulang, sebaik dan sebijaknya kita harus bersyukur atas apa yang sudah kita dapat dari Tuhan. Dengan bintang utama Chelsea Islan, seperti filmnya, Chelsea muncul di jelang akhir. Ia tampak sebentar, hanya mengisi bagian kosong di sela kesesakan nasib apes yang menimpa para karakter.

Novel tentang empat perempuan yang terikat dalam perjuangan yang sama. Hidup tidak selalu menerima, tetapi memberi dengan tulus akan membuat hidupmu lebih bermakna. Empat perempuan yang akhirnya menyadari bahwa kenyataan pahit pun bisa menjadi akhir yang manis, jika dihadapi dengan berani. Empat perempuan yang menjadi sahabat sejati.

Tokoh utamanya adalah Kartika Rahayu, biasa dipanggil Tika. Ia mungkin satu-satunya karakter penting yang tak terkena kanker. Dimula ia merasa hidup tak adil, berjuang dengan penuh peluh air mata sama kekasihnya, dan setelah bertahun-tahun bersama, tunangan itu putus. Marah dan kecewa. Nggak pernah kehilangan sesuatu yang penting untuk hidup. Ray itu bukan cuma mantan tunangan, di sahabat. Dia partner bisnis. Dia juga orang yang menghianati… dalam beberapa kali bertemu, sudah tak ada rasa. Tubuh lelaki itu menguarkan wangi parfum. Aroma yang dulu disukainya, membuatnya berdebar-debar. Kini, aroma itu tak menimbulkan efek apa pun lagi.

Curhat sama tantenya, seorang yang istimewa. Ia dibesarkan olehnya sebab piatu, lalu ayahnya tenggelam dalam duka, setelahnya ia menjadi yatim pula. Bukan nasehat dan ceramah agama yang ia dapat, ia justru mendapat kabar duka yang lebih pelik lagi, sebab Tante Anindita Sumitro atau biasa dipanggil Anind ternyata menderita kanker payudara. Shock! Bersyukur kau batal nikah kini. Lebih baik tahu mantan kau itu berengsek kini daripada sesudah menikah dua puluh tahun.

Pokoknya selama kita berdua bersama-sama, kita nggak butuh orang lain. Itu udah cukup. “Tante nyaris kehilangan waktu bersama kamu, Tik.”

Kesibukan bekerja memang menyita banyak waktu, memangkas kebersamaan. Setelah ia kembali jomblo, setelah tahu tantenya kena vonis kanker, setelah menimbang berbagai peluang, maka inilah saat yang tepat untuk mencurahkan kesempatan yang ada. Waktu memang terbatas, bisa setiap saat orang terkasih pergi selamanya. Nonton film, diskusi pertemanan, sampai rencana menyumbangkan uang yang ada. “Ini, Tante minum teh hijau aja. Soalnya aku belum riset efek kopi terhadap pasien kanker.”

Maka ide membangun rumah penampungan muncul saat ada temannya dari Sumatra berobat ke Jakarta butuh naungan, dari situ rumah besar di Cinere itu dijelma warna pink. Jadilah Rumah Pink, didirikan untuk rumah singgah bagi pejuang kanker payudara, sekaligus sebagai pendamping pasien yang akan berobat ke rumah sakit. Anindita Sumitro mendirikannya setelah beliau didiagnosa kanker payudara… beliau ingin membantu sesama pejuang kanker.

Mencari volunteer untuk mengurusnya, kita menemukan mahasiswi bernama Ken. Ia masih sangat muda, sudah di penghujung kuliah tinggal nyusun skripsi. Hubungan timbul tenggelam sama teman kuliah Rama menjadi bagian penting asmara muda-mudi, dunia memang pahit tapi cinta para pemuda tetaplah terasa manis sekalipun diselimuti awan gelap di setiap sisi waktu. Ia juga kena kanker. Faktor genetik. Pamannya meninggal dunia setelah kemoterapi, maka keluarga was-was akan nasibnya. Namun hidup berjalan terus. Obatnya hanya waktu. “Ya, makanya! Kan berati gue emang mau dicuci dosanya. Atau gue sial aja.”

Karakter berikutnya yang bergabung adalah Baby, nama aslinya Nurida Chairunnisa binti Pardjo ia seorang model dari Banyuwangi, ujung Timur pulau Jawa. Ia merantau ke ibukota sebab dijodohkan sama lurah setempat, ceritanya kabur. Ia diselamatkan oleh om kaya bernama Om Broto. Karena statusnya menjadi pacar gelap lelaki beristri, ia mengalami dilema. Kini usianya sudah menyentuh kepala empat, model baru bermunculan, dan ia kini divonis kanker. Modal utama yang ia miliki akan diangkat, kesedihan mendera. Sungguh pelik. Oiya, dalam film ia bertutur dengan logat Jawa medok, di novel ke-khas-an itu juga muncul beberapa kali.

Tokoh kelima dan terakhir adalah Ibu Vina, istri Farid seorang satpam Perusahaan. Keluarga kurang berada, menjadi buruh cuci baju, bahkan untuk berobat saja ia tak mau walaupun ada keluhan. Ada drama lucu saat ia dipaksa ke rumah sakit, di atas motor di siang terik dibohongi, dikira ke rumah saudara tapi malah mau periksa kesehatan. Ada adu mulut yang membuat lalu lintas meriah, disapa polisi dan mau diminta data diri, mereka langsung damai, daripada kena tilang. Duit udah menipis, kena palak jadinya kan berabe. Dan benar, Bu Vina juga positif kanker.

Mereka bersatu di rumah Pink, saling menguatkan, saling memberi dukungan. Saat akhirnya Tante Anind meninggal dunia, rumah itu tampak muram hingga nyaris ditutup, tapi tidak. Semangat kebersamaan, semangat untuk memberi naungan juang memberi nyala lagi. ada adegan ke Sukabumi, menikmati pantai lalu mencukup habis rambut. Inilah sahabat sejati itu. Kita sedang berusaha. Manusia itu wajib berusaha, Tuhan yang menentukan. Tapi, bukan berarti kita nyerah begitu saja.

Lalu di mana letak Chelsea Islan?

Kata Pinky Promise baru muncul di halaman 158, separuh lebih buku ini berjalan. Saat dua jari kelingking dikaitkan tante dan ponakan, janji yang menjadi awal sekaligus akhir perjalanan. Ada sesuatu yang agak mengganggu terkait mencari uang sebegitu mudahnya. Menulis, mendapat Adsense, lalu duit mengalir mudah, besar dan melimpah. Entah apakah sudah pernah ada orang yang mencipta web atau di sini sebut majalah online, hanya ditempa setahun bisa menghasilkan Adsense 20 juta per hari! Per hari gan, catet! Luar binasa halonona.com ini, diluar logika blogger jelata kayak saya. Blog ini sudah delapan tahun kutempa, sudah ribuan tulisan kupos belum menghasilkan apa-apa berwujud materi. Kepuasan menulis yang tersalur memang ada, tapi tak ada uang yang bisa ditarik.

Kireina Enno, lahir di Bandung 19 Maret. Karya-karya sebelumnya, Selamanya Cinta (Bukune, 2012); Barcelona te Amo (Bukune, 2013); Melupakanmu Sekali lagi (GagasMedia, 2015), cerita pendek dalam antologi Cerita Hati: Ini Cinta Pertama (Bukune, 2012), juga Glenn Fredly (EnterMedia, 2015). Bisa dihubungi di fallinf-eve.blogspot.co.id atau twitter @kireinaenno, ig kirei_na

Catatan ini kututup dengan paragraf akhir, yang terdiri dari enam baris.

Karena tiap kali hidup memisahkan,

Hidup juga akan mempertemukan.

Hidup akan selalu memberi kita banyak warna.

Kita yang mencampurnya.

Kita yang membuat warna-warna, yang belum pernah ada.

Dan, pada setiap warna baru itu, harapan kita terus berlanjut.

Diluar perkiraan, novel ini tampak bagus. Menyentuh hati, dengan nada pesimis sebenarnya saat kutuntaskan. Mungkin dasarnya sudah bagus, naskah scenario yang ditulis oleh orang yang sudah menghasilkan film-film berkualitas itu dialihkan ke novel tetap tampak keren. Seolah memang panel-panel layar diangkat lalu diterjemahkan dalam kalimat panjang, mungkin kurang nyastra, mungkin pula kurang main detail setting tempat dan suasana, tapi poin utama dalam menyampaikan alur dapat. Dan Chelsea Islan, sebagai pesona utama dalam Pinky Promise benar-benar terlihat mulia. Bening, sebening embun. Adem, sedingin suasana sejuk di pedesaan di pagi hari. Asyik…

Pinky Promise | by Kireina Enno | Diadaptasi dari scenario Gina S. Noer | Editor Widyawati Oktavia | Penyelaras aksara Tesara Rafiantika & Ry Azzura | Penata letak Putra Julianto | Desainer sampul Juang Herdiana | Penyelaras desain sampul Agung Nugroho | Foto MPPro | Penerbit Gagas Media | Ceyakan pertama, 2016 | x + 278 hlm; 13 x 19 cm | ISBN 978-979-780-868-6 | Skor: 3.5/5

Untuk orang-orang yang masih mencari sahabat sejati. Jangan menyerah.

Karawang, 080421 – Ebiet G. Ade – Kupu-kupu Kertas

Thx to seseorang yang kasih buku ini saat acara nobar.

Buku ini kutuntaskan baca dalam dua hari: 1 & 2 April 2021