Mutiara dalam Lumpur Kehidupan yang Perlu Diasah

Pribadi Mempesona by La Rose

Sesuatu yang paling dasar dari wanita untuk merasakan kebahagiaan yang mendalam, dia perlu merasakan bahwa dia mencintai, dicintai, dihargai oleh suaminya.”Helen B. Andelin

Ini adalah buku pertama La Rose yang say abaca, dan lumayan bagus. Nasehat dan tutur bahasanya enak, benar-benar dari orang yang pengalaman dan pandai merangkai kata. Bulan lalu say abaca satu lagi, Pendeta Yonas juga bagus. Penulis generasi orangtua kita, yang sukses memberi petuah. Sesungguhnya setiap orang adalah pribadi mempesona. Setiap orang, seperti mutiara punya pesona dalam dirinya.

Pesonanya adalah cahaya mutiara kepribadiannya. Akan tetapi banyak orang tak sadar akan pesonanya yang tak memancar! Seperti mutiara, ia terpendam dalam ‘lumpur kehidupan’ yang bernama kesibukan sehari-hari, ketidakpedulian pada lingkungan, ketidakpedulian pada kekasih, juga ketidakpedulian pada diri sendiri. Atau seperti mutiara ia lupa mengasah dirinya.

Kata Pascal, “Sebenarnyalah kebahagiaan itu ada dalam alam pikiran kita.” Kebahagiaan hanya didapatkan dari kemampuan kita mensyukuri nikmat Allah. Lelaki menghargai sikap wanita yang mendampinginya dalam suka dan duka, tetapi mereka tidak mendapatkan kebahagiaan dari wanita yang tunduk padanya seperti makhluk yang tak berpendirian. Lelaki membutuhkan teman, bukan robot.

Dalam Peribahasa Tiongkok, “Wanita yang mempesona adalah wanita dewasa, tetapi tetap mempunyai ciri khas anak kecil.” Lain lagi kata Helen B. Andelin,Wanita mempesona mempunyai sifat-sifat kemalaikatan dan sifat manusia biasa yang rapuh.”

Kehidupan penuh dengan banyak gejolak, dalam berrumah tangga kita akan menemukan banyak sekali riak. Kehidupan sesungguhnya memang mengayomi keluarga. Tugas terbagi antara suami istri dalam mempengaruhi lautan petualang. Wanita pintar yang tak menampilkan diri sebagai wanita yang mau lebih pintar dari suaminya. Wanita yang suka membanding-bandingkan keadaannya dengan keadaan orang lain yang lebih baik, memang amat menjengkelkan dan mematikan semangat.

Saya sendiri merasakan apa yang dialami sehari-hari adalah sebuah tantangan. Sering kali wanita (istri) kesal terhadap suami, mengapa dia tidak seperti lelaki lain yang mempunyai ambisi jadi orang terkenal, berpangkat dan kaya. Wanita menggerutu… pribadi yang mempesona selalu mencoba memberikan kepuasan batin, karena ia menerima keadaan pria sebagaimana adanya. Ia tenang, tak buru-buru, tidak cemberut, tidak tegang.

Ada kisah tentang Taj Mahal yang sering disebut di sini. Shah Jehan membangun istana untuk permaisurinya Mumtaz dengan ukiran di langit-langit berbunyi, “Sekiranya ada surga di dunia maka inilah dia… inilah dia.” Menurut Dr. Norman Vincent Pale, penulis buku The Power of Positive Thinking bilang, “Percuma saja seseorang yang memulai hubungan dengan orang lain uang disertai niat untuk merubah cara orang lain tersebut. Menerima seorang pria apa adanya, berarti kita menerimanya sebagai manusi biasa.”

Buku ini lebih banyak nasehat untuk para istri, bagaimana menempatkan diri untuk suami dan anak. Tak muluk-muluk dan syukur jelas menjadi poin utama sepanjang dua ratus halaman. Seorang istri mungkin dapat membantu mengubah tabiat seorang suami, sehingga dia mau juga mendengarkan pendapat orang lain, namun demikian dia berubah karena dia memang mau berubah.

Tak semua untuk istri sebab laki-laki juga perlu intropeksi diri. Cukup banyak mereka yang hidup tersiksa, tetapi tetap saja melakukan hal-hal yang makin membuat mereka menderita. Pribadi mempesona ternyata tidak terletak pada kecantikan, melainkan karena dia mempunyai pendirian yang teguh dan kepribadian yang mantab! Apabila ada pria atau pada siapa saja diberikan kebebasan, maka otaknya akan berkembang karena jiwanya tertekan, pikirannya terbelenggu dengan segala keterbatasan. Lelaki paling tak suka bila ada wanita yang suka bertindak menjadi semacam instruktur.

Wanita diharapkan memanfaatkan kekurangan dan menerima semuanya sebagai sifat manusia yang rapuh, kita diharapkan memberikan pengagum pada mereka, dan mendahulukan kepentingan mereka daripada kepentingan pribadi. Kebahagiaan mendalam bukan pemberian orang lain, dan tak dapat dibeli. Kebahagiaan mendalam adalah ketenangan jiwa. Pribadi yang memiliki kebahagiaan mendalam bukanlah berarti tak mempunyai masalah dan kesukaran hidup, tapi ia dilengkapi dengan kekuatan, di mana jiwanya dapat menghadapi semuanya dengan tenang.

Mengubah orang itu sulit, lebih mudah mengubah diri sendiri. Maka benar sekali kalimat ini. Lebih mudah memindahkan gunung ketimbang merubah watak. Dan mendengar lebih baik dari pada bicara. Salah satu kriteria pribadi yang mempesona adalah menjadi pendengar yang baik. Apabila mendengar jangan hanya dengan telinga, tetapi terlebih pula dengan hati yang kasih.

Kebahagiaan wanita banyak sekali berpusat pada kesadaran bahwa ia dicintai dan mencintai. Kesadaran dia dipuja, dikagumi, dihargai. Secara spiritual kejantanannya terpantul dari rasa harga diri, rasa tanggung jawab yang besar terhadap tugas keluarga dan masyarakat sekelilingnya, kejujuran dan keadilan serta cita-citanya yang luhur yang bertalian dengan kehidupan dunia akhirat.

Pada saat mereka telah dibebani dengan tanggung jawab ekonomi dan sosial terhadap anak dan istrinya, sebagian pria akan melepaskan semua kebebasan mereka demi cinta keluarga. Bagi istri yang bijak, kurangilah keinginan untuk memiliki kebendaan. Kurangilah pengeluaran, dan terapkanlah gaya hidup yang mengikuti standar penghasilan suami. Kurangilah tuntutan-tuntutan.

Hendaknya wanita menyadari, jauh lebih baik memiliki sepuluh persen saja waktunya seorang lelaki, daripada memiliki seratus persen daripada memiliki seratus persen dari waktunya lelaki yang hanya sepuluh persen lelaki.

Adaptasi itu sangat penting. Saya menyadari perubahan drastis dari lajang ke menikah. Kebebasan seolah dibelenggu. Dan mereka yang sukar menyesuaikan diri adalah orang-orang yang mudah sekali menjadi tidak bahagia. “Kepatuhan” adalah unsur yang paling utama dari pengikut yang baik.

Apabila istri memiliki pendapat lain, ia harus mengatakan kala berdua saja sama suami, tapi bila bersama anak-anak, adalah bijaksana bila suami istri menampilkan diri dalam satu kubu. Dr. Ana Hopkins bilang, “Pria melindungi wanita, membela mereka sebagai tanggul memerangi bahaya, seakan hanyalah terjadi dalam cerita novel yang romantis, tapi sesungguhnyalah pernah ada satu masa memang demikianlah lelaki itu. Andaikan semuanya itu sudah memudar… wanitalah juga yang memudarkannya.”

Pribadi mempesona tahu menempatkan dengan sebaik-baiknya apa yang menjadi ‘prioritas’ dalam kehidupannya. Apa yang dicapai wanita Amerika sejak aktif di luar rumah adalah tampaknya kehidupan maju tetapi sebenarnya semu. Tugas utama istri adalah membesarkan anak, tak ikut pergi berburu.

Suka banget sama ini: Kebutuhan sehari-hari, yakni makan minum, pakaian, rumah tempat berteduh dan sejumlah kebutuhan lain adalah kewajiban suami untuk memenuhinya, tapi bukanlah kewajiban lelaki untuk memberikan pada anak istri kemewahan. Lelaki wajib memberikan pendidikan dasar pada anak, tapi dia tak diharuskan (terlebih dituntut) untuk memberikan pendidikan tinggi.

Buku yang lumayan bagus, menarik dari segi psikologi, bagus untuk pegangan mengarungi keluarga yang penuh intrik dan segala rupa. Menjadi pribadi mempesona, see…

Pribadi Mempesona | by La Rose | 84/UM/03 | Gambar sampul Nana Wigena | Copyright 1985 | Penerbit PT Garuda Metropolitan Press, Jakarta | Skor: 3.5/5

Karawang, 060421 – The Cranberries – Just My Imagination

Thx to Lumbung Buku, Bdg