Kiat-kiat Sederhana Menulis

Kitab Writer Preneur by Sofie Beatrix

Dengan membaca kita tahu dunia, dengan menulis dunia tahu kita.” – Sofie Beatrix.

Kiat-kiat sederhana yang sudah sangat umum. Saya memang baru sedikit membaca buku-buku non fiksi pengembangan diri tentang tips menulis, tak sampai dua digit. Sebagian besar atau hampir semuanya jelas berdasarkan pengalaman pribadi, termasuk ini. Secara umum apa yang disampaikan adalah hal wajar, tak muluk-muluk, tak ada mantra atau hal khusus yang dijadikan patokan untuk menerbitkan buku. Intinya, ya kembali ke pribadi masing-masing untuk memaksa diri menulis, dan waktu akan membuktikan, apakah sampai finish ataukah terjebak di tengah jalan.

Ketika dalam perjalanan menulis, tiba-tiba ada saja kendala yang terjadi, apalagi jika tidak ada bos yang mengawasi dalam pekerjaan ini karena bosnya adalah diri Anda sendiri. Oleh karena itu, Anda butuh motivasi yang kuat untuk bisa mempertahankan semangat Anda agar bisa terus menulis hingga akhir. di sini dibagi dalam empat tingkatan: Tahu, Bisa, Terampil, Mahir. Jadi sekali lagi, kebiasaan adalah kunci utama menjadikan pribadi yang bagaimana Anda. Kebiasaan baik, akan mencipta tulisan baik, kebiasaan buruk bisa menyesatkan dalam perjalanan.

Saya sendiri aktif nulis di blog ini. Awalnya curhat pengalaman pribadi, lalu curhat Lazio, lalu menjadikan blog ulasan film, dan terutama ulasan buku. Tak terasa, diasah setiap ada waktu, kini menyentuh delapan tahun, ribuan tulisan, ribuan pertemanan. Tujuan utama, dahulu adalah menyimpan memori, untuk menyelamatkan kenangan yang telah kulalui. Benar kata Sayyidina Ali, ilmu itu ibarat hewan buruan dan tulisan adalah tali kekangnya. Karena itu, ikatlah ilmu dengan tulisanmu agar tidak terlepas.

Saya sendiri penikmat segala genre, semua bacaan saya sikat tapi tetap yang utama adalah fiksi, yang lebih spesifik lagi sastra. Apapun itu kunci sukses (finansial) menulis buku adalah mengikuti perkembangan zaman. Jadi cobalah untuk bisa memenuhi keinginan pasar sehingga ide tulisan Anda bisa layak untuk diterbitkan. Setiap tahun selalu muncul gosip gress, hal-hal baru, muncul teknologi baru yang mencipta penemuan lama cepat usang, maka bacalah banyak buku. Bacalah banyak sekali buku. Posting ulasan dan menyelamatkan kenangan di blog, kurasa sekadar bonus yang mewah. Tulisan yang bagus, yang potensi laris adalah yang sedang in, kontoversi, dan longlasting. Kalau kata temanku (inisialnya Takdir), yang potensial muncul di page one saat orang goggling. Jadi benar kan, up-to-date!

Pertanyaan banyak penulis mula adalah menemukan ide. Sejatinya ide akan muncul dengan dipaksa ataupun dengan sendirinya. Asah, jelas yang utama. Di sini ada tujuh sumber ide tulisan: 1. Ilmu yang telah diterapkan; 2. Internet; 3. Buku; 4. Curhat atau pengalaman hidup; 5. Ngobrol dengan orang lain; 6. Khayalan, ketika melamun ide biasanya bisa datang dengan sendirinya; 7. Televisi dan radio. Silakan endapkan pikiran Anda dengan tidak memikirkannya selama dua hari, kemudian Anda buka lagi catatan Anda. Anda akan bisa segara memutuskan untuk memilih salah satu yang sudah Anda tuliskan di sana. Ya sepakat saja, walaupun sejatinya ada lebih dari itu. Ide bisa muncul dari mana saja, terutama poin nomor enam, sering kali saat lagi buang air besar, muncul percakapan di kepala, muncul adegan angan yang menggelegar, muncul segala hal yang ingin dilakukan. Nah, seyogyanya angan itu langsung diwujudkan dalam tulisan, untuk ‘menyelamatkan’ kenang, sebab manusia selama masih hidup akan terus mengikuti dan menempati ruang dan waktu, maka kenang itu akan digeser/hapus dengan kenang lain, begitu terus, bertumpuk-tumpuk, ada yang melayang hilang, ada yang terselip ingat selamanya. Agak menyesal kenapa saya tak menulis blog sejak kuliah, atau bahkan pas sekolah! (zaman saya tak ada blog woy!, adanya majalah dinding, hahaha…), benar-benar aktif nulis setelah menikah, makanya waktu terbatas. Duduk depan laptop adalah kemewahan tersendiri.

Terbagi dalam 12 bab, bertahap dari mula sekali nasehatnya, betapa memaksa nulis itu penting, lalu semangat, mencipta agenda yang wajib ditaati, memilih tulisan mau fiksi atau non termasuk mencari ide, mengurainya dan mengembangkan, diskusi sama teman, tips penting (sudah tahu sih) yang penting aksi, tulis tak perlu risau EYD, menempanya menjadi cakep, mencari judul itu baiknya di akhir bukan di awal, sharing terakhir, dan akhirnya finish di tips bukunya laris. Hal-hal umum, levelnya biasa sampai sedang sahaja semuanya, tak ada yang istimewa. Buku nasehat yang sudah bisa ditemukan di banyak flatform, tapi tak mengapa, buku ini setidaknya menyiasati arti kata ‘memaksa’, kata yang sudah kita ketahui lama, prakteknya sulit. Sulit sekali!

Seperti kata Stephen King, tak ada tips yang paling jitu dalam menulis selain: tulis, tulis, tulis. Nah, kan!

Ada trik bagus di halaman 106 cara buku menjadi menarik, dibaca halaman ke halaman, bab demi bab, untuk editing atau revisi terakhir: 1. Membaca keras-keras; 2. Menajamkan/mendetailkan; 3. Membuat jembatan penghubung; 4. Gaya bahasa yang sesuai. Oh Ok, mari kita perdalam dan tajam!

Sejauh ini tips menulis yang sudah kubaca yang terbaik tulisan AS Laksana dalam Creative Writing (terbitan Banana, 2020). Tips-tipsnya lebih dalam, membagi pengalamannya dan bahkan dalam prakteknya dibuat contoh. Trik tiga kata yang dikembangkan menjadi kalimat, yang lalu menjelma paragraf yang paling kuingat. Memang penting untuk mengetahui karya Sang Penulis sebab kita sudah mengenal karyanya terlebih dulu, dalam artian bagus tidaknya hasil yang ia cipta, kalau bagus bisa jadi trik-nya cocok atau setidaknya klik langsung. AS Laksana, siapa yang tak mengenalnya? Bukunya rerata luar biasa indah.

Ketika buku ini terbit, sang Penulis sudah menulis lima buah buku yang sebagian besar berisi tentang pengalaman hidupnya. Sofie Beatrix kuliah di Fakultas Psikologi, Universitas Airlangga. Ia telah menulis: I Love to Organize; Tampil Cantik ala Muslimah; Aku Wanita Sempurna; Duh, Senangnya Anakku Jadi Penulis; dan Bila Aku Tak Sekedar Konco Wingking. Tak ada satupun yang kenal? Sama, saya juga. Mungkin bukan genreku, mungkin pula memang tak masuk dalam lingkaran kejar untuk kunikmati, yang jelas buku ini adalah buku pertama beliau yang kubaca, mungkin jadi yang terakhir juga. Maaf. Tips-tips sederhana seperti ini sudah bisa kita dapatkan dari ngobrol sama teman atau curhat sama emak sambil nonton Ikatan Cinta, cerita pengalaman memang bagusnya untuk orang yang ‘sudah kita kenal’ jadi bisa langsung ‘in’. Beliau bisa disapa di asamediamu.com atau email: asa.media@yahoo.com

Dan buku tips menulis tak lengkap tanpa menyebut JK Rowling. Panutan semua orang, role model utama bagi penulis awam atau penulis bangkotan. Kekayaan dan kesuksesannya menjadi titik ucap banyak motivator, pengajar, trainer menulis. Di mana-pun, kapan-pun. Cerita ia menulis di tisu di sela kerja di kafe, menjadi single parent yang penuh dedikasi dan perjuangan. Tentu saja, di sini disinggung. “Semua orang bisa menulis kecuali orang yang buta huruf.”

Jadi poin utamanya adalah ini, “Anda hanya butuh ‘dipaksa’ untuk menulis dengan step-step yang terjadwal ‘harus’ selesai namun Anda tidak terasa ketika mengerjakannya.”

Kitab Writer Preneur: Jangan (takut) Jadi Penulis! | by Sofie Beatrix | Penerbit Gramedia Pustaka Utama | Copyright 2011 | GM 20101110145 | Tata letak diah Mukadar | Desain sampul Tyzha Inandia | Editing Ummu Hafuza | Author Agency: Sofie Beatrix dan Tim Asa Media | Cetakan pertama: September 2011 | ISBN 978-979-22-7547-6 | Skor: 2/5

Karawang, 050421 – Ida Laila – Bunga Dahlia

Thx to Bazar buku Al-Jihad, Karawang (2012)

Buku ini kubaca ulang dalam sehari selesai Kamis, 01.04.21 di masjid Peruri (pernah dibaca entah kapan sampai bab 3, terhenti)