Masturbasi Ilona, Tanya Jawab Seputar Remaja

Surat-Surat Pribadi Ilona by Walter & Ingrid Trobisch

Jalan menuju diri sendiri adalah jalan yang paling sukar.”Soren Kierkegaard

Kalau kau tahu tujuannya, kau dapat menemukan jalannya.”

Ilona, 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA. Masturbasi perempuan, tema yang tabu dari dulu, bahkan sampai era digital ini. Di sini dikupas panjang, dari surat-surat remaja Jerman di masa SMA hingga kuliah, surat-surat pribadi itu dikirim ke seorang psikolog yang biasa mengisi rubrik di Koran nasional tentang tanya-jawab pembaca. Lalu, entah apakah surat ini ditayangkan atau tidak, malah dibukukan. Ini adalah buku kedua terbitan BPK yang kubaca, setelah curhat masa muda Indonesia tahun 1980-an dengan Suhartin.

Pergaulan dengan lawan jenis tidaklah mudah, dibutuhkan kedewasaan untuk menghadapi keberadaan si dia, untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang begitu ‘asing’, begitu berbeda dengan kita.

Rentang waktu surat-menyuratnya lama, setahun dari bulan Oktober sampai September tahun berikutnya, dan sempat pula pasangan psikolog ini tak menjawab bersama sebab pas akhir tahun sang istri keluar kota jadi dijawab sang suami. Ilona adalah remaja kebanyakan yang tak tahu mau cerita pribadi ini ke mana, maka ia pun mengirim ‘buku harian’-nya ke suami istri Walter dan Ingrid Trobisch. Lalu mereka membalasnya, dari rentang beberapa hari kemudian. Dibalas lagi, dan dijawab lagi, begitu terus sampai selesai. Lalu dicantumkan dua potongan bab dalam Gadis Cintaanku (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981) halaman 90-93 dan buku V. Mary Stewart, Sexual Freedom (Downers Grove, III: Inter Varsity Press, 1974) halaman 9-20. Keduanya keren menjadi rujukan. Sejujurnya saja, isi buku agak boring, cerita remaja yang merasa bersalah, tak tahan hasrat sensualnya, lalu melakukan dengan tangannya untuk melepas beban. Sempat sembuh, lalu terulang lagi, sempat beku, namun lagi-lagi terulang, begitu terus.

Memiliki pacar yang malah turut curhat masalah yang sama, dan dijawab dengan bijak Trobisch. Apa yang disampaikan mungkin sudah bisa banyak kita cari di internet, apa dan bagaimana sebaiknya, pelarian untuk membebaskan pikiran itu dengan olahraga, memenuhi hati dengan hobi, kembali ke agama, dan seperti dalam Islam, agama Kristen juga menyuruh puasa untuk meredam nafsu atau di sini juga ada kegiatan ektrakulikuler, latihan selo.

Masturbasi bukanlah suatu penyakit, melainkan suatu gejala, suatu tanda akan adanya problem yang lebih dalam. Lagi pula tidak dilakukan terlalu sering, maka ia belum menjadi kebiasaan. Namun lebih cepat ditanggulangi tentu lebih baik, supaya jangan menjadi kebiasaan. Doa akan selalu menolong, apalagi doa itu merupakan ekspresi dengan Tuhan. Karena doa yang difokuskan pada satu hal saja, yaitu satu keinginan kita yang belum terpenuhi. Doa semacam ini bagaikan karikatur belaka. Kalau kau berdoa secara demikian mengenai masalah masturbasi, sia-sia. Itu seperti mengemudi tengah malam. Kalau kita menatap dari depan langsung cahaya lampu kendaraan dari depan karena kita takut bertabrakan dengannya, malah lebih besar kemungkinan tabtrakan terjadi.

Masturbasi hanyalah tahap dalam perkembangan seksual yang sehat dan kebiasaan itu akan hilang sendiri kelak. Hanya kalau terlalu sering dilakukan, baru dianggap abnormal. Masturbasi tidak akan mengakibatkan gangguan fisik atau psikologi. Masturbasi dan motif-motif yang terdapat di balik itu juga merusak perkembangan normal, kalau sampai mengalami ketergantungan batin, hingga ia tak mampu mengontrolnya seperti orang yang tak mampu menguasai keinginannya untuk bersetubuh.

Seksualitas adalah suatu bahasa. Ia dimaksudkan sebagai sarana untuk komunikasi, ditujukan kepada orang lain. Ia ingin berbicara. Masturbasi bagi gadis-gadis ada kaitannya dengan hubungan ibu-anak. Semakin kuat seorang gadis merasa bahwa ibunya tak ramah, dingin, jauh, atau bahkan mementingkan diri sendiri saja, semakin sering godaan timbul untuk bermasturbasi.
Semua kemungkinan masih terbuka dalam situasi Ilona (dan kalian para remaja).

Dalam proses pertumbuhan kita mengalami tiga fase. Satu, ketika kita mencintai diri kita sendiri, kedua ketika kita lebih tertarik kepada teman sejenis, ketiga ketika kita mulai mampu memasuki ‘pergaulan’ yang sulit dengan lawan jenis. Masturbasi adalah perbuatan jasmaniah pada fase ‘cinta pada diri sendiri’ waktu kau bermasturbasi sebenarnya kau berkata, ‘Aku belum dewasa, aku masih berada di fase pertama ini’.

Berusaha membuang keinginan atau dorongan itu lebih sulit daripada mengalah. Hal ini juga dianggap kuno oleh banyak orang. Di masa modern ini, kecenderungan orang justru sebaliknya, yaitu mengkonsumsi, mengejar kesenangan, mengurangi ketegangan, dan menghindari penderitaan. Maka orang zaman sekarang banyak yang tidak dewasa dan egosentris, maka hubungan-hubungan pria-wanita menjadi persoalan besar, baik di dalam maupun di luar perkawinan. Maka kita harus berenang melawan arus.

Ada orang-orang mungkin membutuhkan jalan keluar darurat ini lebih sering atau untuk jangka waktu yang lebih lama. Karena itu, setiap orang harus kita tangani dengan cara berlainan. Dan masing-masing orang harus menjadi ‘juru terapi’-nya sendiri. Saya telah berjalan di pinggir sekali dari jurang ketergantungan, ya bahkan hampir sampai ke titik kecanduan, dan betapa cepatnya saya masuk lagi ke dalam keadaan ini.

Mungkin masturbasi dapat menjadi jalan keluar sementara yang membantu untuk melepas segala tekanan dan meredakan ketegangan, tapi pendapat saya, adalah jauh lebih ‘perlu’ kita belajar bagaimana bertahan dalam keadaan-keadaan yang menekan dan bagaimana hidup dalam ketenangan.

Penerimaan diri masih menjadi masalah bagi saya, pikiran ini semakin lama semakin memenuhi batin saya. Masturbasi membagi orang menjadi dua, karena orang tersebut harus memainkan dua peranan yang bertentangan sekaligus, yaitu peran si pemberi rangsangan dan peran si penerima rangsangan. Masturbasi bukanlah bahasa, melainkan macam pengasingan yang diam dan bisu. Tak ada komunikasi, tak ada hubungan yang tercipta olehnya. Pelakunya tak berbicara kepada siapa pun; ia hanya mengambil sesuatu untuk dirinya sendiri.

Gadis sejak remaja harus mulai ‘hidup dengan kesadaran akan siklus haidnya’.

Di zaman ini, kemauan yang kuat terlampau jarang dimanfaatkan dan kemauan yang kuat sebagai daya penolak masih dipandang enteng. Tak seorang pun benar-benar puas dengan masturbasi, termasuk juga mereka yang menganggap masturbasi itu tidak merugikan atau bahkan positif. Bukan saja kebanyakan dari mereka tidak puas, tetapi juga menderita. Yang penting di sini bukanlah pengakuan dosa, melainkan pernyataan pengampunan. Seorang pemuda memang memerlukan gadis untuk membuat perubahan arah.

Dua nukilan bukunya yang menaikkan pamor rate buku ini. keren banget, layak dikutip dan direnungkan. Addendum Pertama: Cerita Tentang Seekor Harimau (Gadis Cintaanku halaman 90-93) dan Addendum Kedua: Kebebasan Seksual oleh V. Mary Stewart. Ini sebagain yang saya ketik ulang.

Kutipan pertama surat kepada Francois yang intinya menggambarkan Kristus datang ke dunia ini. ia seorang pemuda. Ia mengenal sentuhan tangan wanita, ciuman wanita, airmata wanita. Dialah Orang yang telah menang justru karena ia hidup sama seperti manusia-manusia lain.

Kutipan kedua banyak bahasan dan mendalam, seperti kata Pascal, “hempaan yang Tuhan ciptakan” ketika menggambarkan antara dua makhluk ada persamaan dalam penyerahan diri, rasa peduli, dan komunikasi. Atau alasan kenapa masturbasi bukan ‘latihan yang baik untuk hubungan seks yang sebenarnya’ dan juga bukan katup pengaman yang baik. Sebab rangsangan seksual mempunyai potensi luar biasa untuk dapat ‘disesuaikan’. Rangsangan ini dapat menyesuaikan diri dengan dorongan apa pun yang dikaitkan dengan masa lalu. Dan karena dorongan ini mencipta dorongan lain yang tak laik maka keadaan ini jelas membuat orang tidak merdeka. Khayalan yang lambat laun digabungkan erat sekali dengan orgasme, akibatnya, tujuan hubungan seks dengan orang lain berubah menjadi pelaksanaan isi khayalan tersebut sedekat mungkin. Nah, tak ada satu pun kenyataan di dunia yang bisa menandingi khayalan. Kenyataan tidak begitu luwes dan serba enak.

Semakin naïf Anda soal seks ketika memasuki pernikahan, akan semakin besar kepuasan bersama, lahir maupun batin yang dialami. Menahan diri punya arti bila dilihat dari segi mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk saling berbagi yang sesungguhnya dengan teman hidup yang sesungguhnya pula.

Khayalan seksual adalah salah satu hal yang dilakukan semua orang terus-menerus. Berkhayal merupakan suatu cara untuk mengatasi kebosanan, kelelahan, frustasi, dan kecemasan, sehingga nampaknya berguna.

Kejadian di dunia ini hanyalah kejadian yang kacau, ‘penuh gemuruh dan amarah yang tak menandakan apa-apa’ seperti kata Macbeth karya Shakespeare.

Pergumulan saya tidak sempurna. Kepercayaan saya padaNya sewaktu-waktu goyah. Ada saatnya saya lebih percaya bahwa penyelesaian saya lebih baik daripada penyelesaiannya. Tetapi selalu, Ia membuktikan bahwa saya keliru, dan saya cepat belajar. Sebab itu pula saya sama sekali tidak merasa kehilangan.

Catatan ini kututup dengan kutipan lucu. “Ada satu hal yang iblis tidak tahan menghadapinya, yaitu humor. Selama kita memperlakukan masalah-masalah kita dengan sangat serius, kita menjadi mangsanya yang empuk.” Sepakat?!

Makna kehidupan jauh lebih besar daripada seksualitas.

Surat-Surat Pribadi Ilona: Jalan Keluar dari Permasalahan Seksual Seorang Gadis | by Walter & Ingrid Trobisch | Diterjemahkan dari My Beautiful Feeling | Hak terjemahan Indonesia PT. BPK Gunung Mulia | Kwitang 22, Jakarta Pusat | Atas kerjasama dengan Editions Trobisch, Postfach 2048, D-7640 Kehl/Rhein Germany | Copyight Editions Tobisch, 1980 | Terjemahan: My. Ina Hidayat | Desain sampul F.B. Indradi | Cetakan pertama: 1983, Cetakan kedua: 1985 | Skor: 4/5

Karawang, 030221 – Sheila On 7 – Sound From The Corner Live

Thx to Ramones, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s